DOKUMEN LELANG (SPESIFIKASI TEKNIS, RAB)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DOKUMEN LELANG (SPESIFIKASI TEKNIS, RAB)"

Transkripsi

1 DOKUMEN LELANG (SPESIFIKASI TEKNIS, RAB) PEKERJAAN : DED AIR BAKU DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR TAHUN 2011 PT. WASTU ASRINDORIAU Jl. Tengku Zainal Abidin No. 11 B, Pekanbaru, Riau

2 DAFTAR ISI BAB 1 INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG A UMUM 1. Lingkup Penawaran Sumber Dana Persyaratan Peserta Lelang Kualifikasi Peserta Lelang Satu Penawaran Tiap Peserta Lelang Biaya Penawaran Penjelasan Dokumen Lelang Peninjauan Lapangan... 2 B. DOKUMEN LELANG 9. Isi Dokumen Lelang Klarifikasi Dokumen Lelang Addendum Dokumen Lelang... 3 C. PENYIAPAN PENAWARAN 12. Bahasa Penawaran Dokumen Penawaran Harga Penawaran Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran Masa Berlakunya Penawaran Jaminan Penawaran Penawaran Alternatif dan Rabat Bentuk dan Penandaan Penawaran... 6 D. PEMASUKAN PENAWARAN 20. Sampul dan Tanda Penawaran Penyampaian Dokumen Penawaran Batas Akhir Waktu Pemasukan Penawaran... 8 i

3 23. Penawaran Terlambat Penarikan, Pengubahan, Penggantian atau Penambahan Dokumen Penawaran... 8 E. PEMBUKAAN PENAWARAN DAN EVALUASI 25. Pembukaan Penawaran Kerahasiaan Proses Klarifikasi dan Konfirmasi Penawaran Pemeriksaan Penawaran dan Penawaran yang Memenuhi Syarat Koreksi Aritmatik Mata Uang untuk Evaluasi Penawaran Evaluasi Penawaran F. PEMENANG LELANG 32. Kriteria Pemenang Penilaian Kualifikasi Hak Pengguna Jasa untuk Menerima dan Menolak Penawaran Penunjukan Penyedia Jasa Jaminan Pelaksanaan Penandatanganan Kontrak Uang Muka dan Jaminan Uang Muka Juru Penengah Larangan Persekongkolan Fakta Integritas BAB II DATA LELANG 1. Lingkup Pekerjaan Sumber Dana Penjelasan Dokumen Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran Masa Berlakunya Penawaran Jaminan Penawaran Sampul dan Tanda Tangan ii

4 8. Batas Akhir Waktu Penyampaian Penawaran Pembukaan Penawaran Evaluasi Penawaran Penunjukan Penyedia Jasa Jaminan Pelaksanaan Juru Penengah Daftar Simak Jadwal Kegiatan Pelelangan BAB III BENTUK SURAT PENAWARAN, LAMPIRAN, SURAT PENUNJUKAN DAN SURAT PERJANJIAN A. Bentuk Surat Penawaran B. Bentuk Perjanjian Kemitraan untuk Kerja Sama Operasi (KSO) C. Bentuk Surat Kuasa D. Bentuk Surat Penunjukan Penyedia Jasa (Letter of Acceptance) E. Bentuk Surat Perjanjian BAB IV SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK A. KETENTUAN UMUM 1. Definisi Penerapan Asal Jasa Penggunaan Dokumen Kontrak dan Informasi Hak Paten, Hak Cipta dan Merek Jaminan Asuransi Keselamatan Kerja Pembayaran Harga dan Sumber Dana Wewenang dan Keputusan Pengguna Jasa Direksi Teknis dan Panitia Pelaksanaan Kontrak Delegasi iii

5 14. Penyerahan Lapangan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Persiapan Pelaksanaan Kontrak Program Mutu Perkiraan Arus Uang Pemeriksaan Bersama Perubahan Kegiatan Pekerjaan Pembayaran Untuk Perubahan Perubahan Kuantitas dan Harga Amandemen Kontrak Hak dan Kewajiban Para Pihak Resiko Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa Laporan Hasil Pekerjaan Cacat Mutu Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Penyedia Jasa Lainnya Wakil Penyedia Jasa Pengawasan Keterlambatan Peleksanaan Pekerjaan Kontrak Kritis Perpanjangan Waktu Pelaksanaan Kerjasama Antara Penyedia Jasa Penggunaan Penyedia Jasa Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil Keadaan Kahar Peringatan Dini Rapat Pelaksanaan Itikad Baik Penghentian dan Pemutusan Kontrak Pemanfaatan Milik Penyedia Jasa Penyelesaian Perselisihan Bahasa dan Hukum Perpajakan Korespondensi iv

6 47. Penyesuaian Harga Denda dan Ganti Rugi Serah Terima Pekerjaan Gambar Pelaksanaan Perhitungan Sendiri Kegagalan Bangunan B. KETENTUAN KHUSUS 53. Personil Penilaian Pekerjaan Percepatan Penemuan-penemuan Kompensasi Penangguhan Pembayaran Hari Kerja Pengambilalihan Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Penyesuaian Harga Penundaan Atas Perintah Pengguna Jasa Instruksi BAB V SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK A. KETENTUAN UMUM 1. Defenisi Jaminan Asuransi Keselamatan Kerja Pembayaran Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Penggunaan Jasa Usaha Kecil Termasuk Koperasi Penyelesaian Perselisihan Penyesuaian Harga Denda dan Ganti Rugi v

7 11. Gambar Pelaksanaan Kegagalan Bangunan B. KETENTUAN KHUSUS 13. Kompensasi Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS I. BAHAN-BAHAN UMUM II. PEKERJAAN TANAH III. PEKERJAAN PASANGAN BATU IV. PEKERJAAN BETON V. PEKERJAAN SALURAN DRAINASE VI. PEKERJAAN SALURAN DRAINASE TERTUTUP VII. PEKERJAAN JEMBATAN PLAT BETON VIII. PERLENGKAPAN DIREKSI IX. PEKERJAAN PEMBERSIHAN BAB VII BENTUK-BENTUK JAMINAN 1. Bentuk Jaminan Penawaran (Jaminan Bank) Bentuk Jaminan Penawaran (Surety Bond) Bentuk Jaminan Pelaksanaan (Jaminan Bank) Bentuk Jaminan Uang Muka (Jaminan Bank) Bentuk Jaminan Uang Muka (Surety Bond) Bentuk Jaminan Pemeliharaan (Jaminan Bank) Bentuk Jaminan Pemeliharaan (Surety Bond) vi

8 BAB.I DOKUMEN LELANG 20.. BAB - I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG A. UMUM 1. Lingkup Pekerjaan 1.1. Pengguna Jasa sesuai ketentuan dalam Data lelang, mengundang penyedia jasa untuk melaksanakan pekerjaan. Nama paket pekerjaan ditentukan dalam data lelang Pemenang lelang wajib menyelesaikan Pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan dalam Data Dokumen lelang, dan syaratsyarat khusus kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan biaya sesuai kontrak. 2. Sumber Dana 2.1. Pekerjaan ini dibiayai dengan dana sesuai ketentuan dalam data lelang. 3. Persyaratan Peserta Lelang 3.1 Pelelangan ini dapat diikuti oleh semua penyedia jasa pelaksana konstruksi (pemborong) yang memenuhi persyaratan pelelangan dengan pasca kualifikasi atau yang telah lulus prakualifikasi 3.2. Peserta lelang harus mengutamakan penggunaan bahan, peralatan dan jasa produksi dalam negeri Peserta lelang harus menyerahkan dokumen pemawaran sesuai bentuk-bentuk yang ditentukan dalam bentuk surat penawaran dan lampiran 3.4. Penyedia jasa yang ditunjuk oleh pengguna jasa untuk melaksanakan layanan jasa konsultasi dalam perencanaan atau yang akan mengawasi pelaksanaan pekerjaan atau yang berafiliasi dengan peserta lelang tidak diperkenankan menjadi peserta lelang 4. Kualifikasi Peserta Lelang 4.1 Dalam hal pelelangan dilakukan dengan pasca kualifikasi, dokumen kualifikasi disampaikan bersamaan dengan dokumen penawaran 4.2 Dalam hal pelelangan dilakukan dengan prakualifikasi dokumen kualifikasi disampaikan dan dinilai sebelum penyempaian dokumen penawaran 4.3 Persyaratan kualifikasi peserta lelang tercantum dalam dokumen kualifikasi. 5. Satu Penawaran tiap Peserta Lelang 5.1 Setiap peserta lelang atas nama sendiri atau sebagai anggota kemitraan hanya boleh menyerahkan satu penawaran untuk satu paket pelelang pekerjaan 5.2 Peserta lelang yang menyerahkan lebih dari satu penawaran untuk satu paket pelelang pekerjaan selain penawaran alternatif (bila diminta) akan digugurkan. Instruksi Kepada Peserta Lelang 1

9 BAB.I DOKUMEN LELANG Jumlah dokumen penawaran yang harus disampaikan oleh peserta lelang sesuai dengan pasal Biaya Penawaran 6.1 Semua biaya yang dikeluarkan oleh penyedia jasa untuk mengikuti pelelang menjadi beban penyedia jasa dan tidak mendapat penggantian dari pengguna jasa. 7. Penjelasan Dokumen Lelang 7.1 Panitia Pengadaan memberikan penjelasan mengenai dokumen pelelang pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam data lelang. 7.2 Dalam acara penjelasan lelang dijelaskan mengenai : a. Metoda penyelengaraan pelelangan b. Cara penyempaian penawaran (satu sampul, dua sampul atau dua tahap) c. Dokumen yang harus dilampirkan dalam dokumen penawaran d. Acara pembukaan dokumen penawaran e. Metoda evaluasi f. Hal-hal yang menggugurkan penawaran g. Jenis kontrak yang akan digunakan h. Ketentuan dan cara evaluasi berkenaan dengan preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri i. Ketentuan dan cara sub kontrak sebagian pekerjaan kepada usaha kecil termasuk koperasi kecil j. Besarnya, masa berlaku dan penjamin yang dapat mengeluarkan jaminan penawaran 7.3. Pertanyaan dari peserta lelang, jawaban dari Panitia Pengadaan, keterangan lain termasuk perubahannya, dan hasil peninjauan lapangan dituangkan dalam Berita Acara Penjelasan (BAP) BAP ditandatangani oleh Panitia Pengadaan dan minimal 1 (satu) wakil peserta lelang 7.4. Apabila dalam BAP terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung, maka Panitia Pengadaan harus menuangkan dalam addendum dokumen lelang yang menjadi bagian tak terpisahkan dari dokumen lelang dan harus disampaikan dalam waktu bersamaan kepada peserta lelangsecara tertulis setelah disahkan oleh pengguna jasa Peserta lelang yang tidak hadir pada saat penjelasan dokumen lelang tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawarannya. 8. Peninjauan Lapangan 8.1 Bila dipandang perlu, panitia pengadaan dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan melakukan peninjauan lapangan. 8.2 Peserta lelang dengan resiko dan biaya sendiri dianjurkan untuk meninjau lapangan pekerjaan dengan seksama untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan guna menyiapkan penawaran. Instruksi Kepada Peserta Lelang 2

10 BAB.I DOKUMEN LELANG 20.. B. DOKUMEN LELANG 9. Isi Dokumen Lelang 9.1 Dokumen lelang terdiri dari : Bab I Bab II Bab III Bab IV Bab V Bab VI Bab VII Instruksi Kepada Peserta langsung. Data lelang Bentuk Surat Penawaran, Lampiran, Surat Penunjukan dan Surat Perjanjian Syarat-Syarat Umum Kontrak Syarat-Syarat Khusus Kontrak Spesifikasi Teknis Gambar-Gambar Bab VIII Daftar Kuantitas, Analisa Harga Satuan dan Metoda Pelaksanaan Bab IX Bentuk-Bentuk Jaminan Addendum (bila ada) 10. Klarifikasi Dokumen Lelang 10.1 Calon peserta lelang yang memerlukan Klarifikasi atas isi dokumen lelang dapat memberitahukan kepada Panitia Pengadaan secara tertulis dan diterima oleh Panitia Pengadaan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum batas akhir pemasukan penawaran sesuai pasal Panitia Pengadaan wajib menanggapi setiap klarifikasi secara tertulis, sebelum addendum dokumen lelang diterbitkan 11. Addendum Dokumen Lelang 11.1 Sebelum batas waktu penyampaian penawaran berakhir, pengguna jasa dapat mengubah Dokumen lelang dengan menerbitkan Addendum Setiap Addendum yang diterbitkan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Dokumen lelang dan dan harus disampaikan secara tertulis dalam waktu bersamaan kepada peserta lelang Apabila addendum diterbitkan oleh pengguna jasa kurang dari 7 (tujuh) hari kerja dari batas akhir pemasukan penawaran, maka untuk memberi waktu yang cukup kepada peserta lelang dalam menyiapkan penawaran, pengguna jasa wajib mengundurkan batas akhir pemasukan penawaran sesuai pasal C. PENYIAPAN PENAWARAN 12. Bahasa Penawaran 12.1 Semua dokumen penawaran harus menggunakan Bahasa Indonesia. Instruksi Kepada Peserta Lelang 3

11 BAB.I DOKUMEN LELANG Dokumen Penawaran 13.1 Dokumen penawaran terdiri dari : a. Surat Penawaran harus bermaterai cukup, bertanggal, ditandatangani oleh yang berhak dan dicap. b. Lampiran surat penawaran terdiri dari : 1). Jaminan penawaran 2). Daftar kuantitas dan harga 3). Surat kuasa (bila diperlukan) 4). Metoda pelaksanaan 5). Jadwal waktu pelaksananan 6). Daftar perelatan utama 7). Daftar personil inti 8). Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan 9). Analisa harga satuan pekerjaan utama 10). Daftar harga satuan dasar upah, bahan, dan alat 11). Lampiran lain yang ditentukan dalam dokumen lelang Dalam hal pelelangan dilakukan dengan pasca kualifikasi, dokumen kualifikasi disampaikan bersamaan dengan dokumen penawaran 13.3 Dalam hal pelelangan dilakukan dengan prakualifikasi dokumen kualifikasi disampaikan dan dinilai sebelum penyempaian dokumen penawaran. 14. Hartga Penawaran 14.1 Harga penawaran adalah harga yang tercantum dalam surat penawaran berdasarkan jumlah rincian dalam daftar kuantitas dan harga untuk seluruh pekerjaan seperti diuraikan dalam pasal Harga penawaran harus ditulis dengan jelas dalam angka dan huruf, dalam hal angka dan huruf berbeda, maka yang digunakan adalah huruf, apabila harga penawaran dalam huruf tidak bisa diartikan/tidak bermakna, maka pada saat pembukaan ditulis TIDAK JELAS dalam evaluasi penawaran tidak boleh digugurkan dan harga penawaran yang berlaku adalah harga penawaran terkoreksi 14.3 Peserta lelang harus mengisi harga satuan dan jumlah harga untuk semua mata pembayaran dalam daftar kuantitas dan harga, apabilka harga satuan dicantumkan nol/tidak diisi untuk mata pembayaran tertentu, maka dianggap sudah termasuk dalam harga satuan mata pembayaran yang lain dan pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan Biaya umum dan keuntungan dikenakan untuk seluruh mata pembayaran, kecuali untuk mata pembayaran pekerjaan persiapan non fisik Semua pajak dan retribusi yang harus dibayar oleh penyedia jasa dalam pelaksanaan kontrak, serta pengeluaran lainnya sudah termasuk dalam harga penawaran Instruksi Kepada Peserta Lelang 4

12 BAB.I DOKUMEN LELANG Harga satuan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga adalah tetap. 15. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran 15.1 Harga satuan dasar, harga satuan pekerjaan dan jumlah harga penawaran harus menggunakan mata uang rupiah 15.2 Cara pembayarandilakukan sesuai ketentuan dalam data dokumen lelang. 16 Masa Berlakunya Penawaran 16.1 Masa berlakunya penawaran adalah sesuai ketentuan dalam data lelang Dalam keadaan khusus, sebelum akhir masa berlakunya penawaran, Panitia Pengadaan dapat meminta kepada peserta lelang secara untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam jangka waktu tertentu Peserta lelang dapat : a. Menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran, tetapi diminta memperpanjang masa berlakunya jaminan penawaran untuk jangka waktu tertentu dan menyampaikan pernyataan perpanjangan masa berlakunya penawaran dan perpanjangan jaminan penawaran kepada Panitia Pengadaan b. Menolak permintaan tersebut secara tertulis dan jaminan penawarannya tidak disita dan tidak dikenakan sanksi. 17. Jaminan Penawaran Peserta lelang harus menyediakan jaminan penawaran dalam mata uang rupiah dengan nominal sebesar antara 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) dari nilai harga perkiraan sendiri (HPS), Nilai dan masa berlakunya sesuai ketentuan dalam data lelang Jaminan penawaran harus diterbitkan oleh bank umum (tidak termasuk bank perkreditan rakyat) atau oleh perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) yang mempunyai dukungan reasuransi sebagaimana yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan Bentuk jaminan penawaran harus sesuai dengan ketentuan dalam bentuk jaminan Penawaran yang tidak melampiri jaminan penawaran sesuai ketentuan dinyatakan gugur Jaminan penawaran dari Kerja Sama Operasi (KSO) harus ditulis atas nama semua anggota KSO Jaminan penawaran dari peserta lelang yang tidak menang dikembalikan segera setelah penetapan pemenang lelang Jaminan penawaran dari pemenang lelang dikembalikan segera setelah pemenang lelang menyerahkan jaminan pelaksanaan Jaminan penawaran akan disita apabila : a. Peserta lelang menarik penawarannya selama masa berlakunya penawaran atau b. Peserta lelang menolak koreksi aritmatik atas harga Instruksi Kepada Peserta Lelang 5

13 BAB.I DOKUMEN LELANG 20.. penawarannya sesuai dengan Pasal 28.2.; atau c. Pemenang lelang mengundurkan diri; atau d. Pemenang lelang dalam batas waktu yang ditentukan gagal : 1). Menyerahkan jaminan pelaksanaan; atau 2). Menandatangani surat perjanjian. 18. Penawaran Alternatif dan Rabat 18.1 Peserta lelang harus menyampaikan penawaran sesuai dengan ketentuan dokumen lelang. Penawaran alternatif tidak akan dipertimbangkan, kecuali bila penawaran alternatif diperbolehkan sesuai ketentuan dalam data lelang Apabila penawaran alternatif diperbolehkan sesuai ketentuan dalam lelang, maka selain menyampaikan penawaran utama, bagi peserta lelang yang akan menawarkan penawaran alternatif harus melengkapi dengan usulan teknis yang meliputi spesifikasi teknis, gambar, perhitungan desain, metode pelaksanaan, rincian harga penawaran, dan penjelasan lain yang terkait 18.3 Hanya penawaran alternatif dari penawaran terendah yang memenuhi syarat akan dipertimbangkan oleh panitia pengadaan Pemberian rabat ditentukan dalam data lelang. 19. Bentuk dan Penandaan Penawaran 19.1 Peserta lelang harus menyampaikan 1 (satu) dokumen penawaran asli sesuai Pasal dan diberi tanda ASLI dan 2 (dua) dokumen penawaran rekaman yang masing-masing diberi tanda REKAMAN. Apabila terdapat perbedaan antara dokumen penawaran asli dan rekaman, maka dokumen penawaran asli dan rekaman, maka dokumen penawaran asli yang berlaku Dokumen Penawaran asli dan rekaman harus ditandatangani oleh orang yang berhak atas nama badan usaha peserta lelang sesuai dengan akta pendirian dan perubahannya, akta pendirian cabang dan perubahannya atau perjanjian KSO 19.3 Dokumen penawaran tidak boleh ada perubahan penghapusan atau penambahan, kecuali untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat peserta lelang dan perbaikan tersebut harus diparaf oleh orang yang menandatangani penawaran. Instruksi Kepada Peserta Lelang 6

14 BAB.I DOKUMEN LELANG 20.. D. PENYAMPAIAN PENAWARAN. 20. Sampul dan Tanda Penawaran 20.1 Peserta lelang harus memasukkan dokumen penawaran asli asli dan seluruh rekamannya ke dalam 2 (dua) sampul dalam dan masing-masing sampul dalam ditandai ASLI dan REKAMAN kemudian kedua sampul dalam ASLI dan REKAMAN dimasukan kedalam 1 (satu) sampul luar dan direkat untuk menjaga kerahaisiaan Pada sampul dalam dan sampul luar harus ditulis : a. Alamat pengguna jasa, sesuai dengan ketentuan dalam data dokumen lelang, pada bagian tengah b. Jenis pekerjaan, tempat, hati, tanggal, bulan, tahun jam pemasukan, seasuai ketentuan dalam data dokumen lelang. c. JANGAN DIBUKA SEBELUM WAKTU PEMBUKAAN PENAWARAN pada sudut kanan atas 20.3 Sebagian tambahan identifikasi yang diperlukan dalam pasal 20.2 sampul dalam harus ditulis nama dan alamat peserta lelang untuk mengembalikan penawaran tanpa dibuka dalam hal penawaran dinyatakan terlambat, sesuai dengan pasal Bila sampul luar tidak direkat dan sampul dalam tidak ditandai seperti pasal 20.1, 20.2 dan 20.3 Panitia Pengadaan tidak bertanggung jawab atas resiko yang mungkin timbul terhadap dokumen penawaran. 21. Penyampaian Dokumen Penawaran 21.1 Penyampaian dokumen penawaran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. Langsung 1). Peserta lelang secara langsung menyampaikan dokumen penawaran ke dalam kotak/tempat pemasukan dokumen penawaran yang telah disediakan oleh panitia pengadaan 2). Batas waktu paling lambat untuk pemasukan dokumen penawaran ke dalam kotak/tempat pemasukan dokumen penawaran harus sesuai dengan ketentuan dalam dokumen lelang yaitu sebelum batas waktu penutupan pemasukan dokumen penawaran 3). Pada batas waktu pemasukan dokumen penawaran berakhir, panitia p-engadaan menyatakan penyampaian dokumen penawaran ditutp, menolak dokuem penawara yang terlambat, dan menolak penambahan dokumen penawaran b. Melalui Pos atau layanan hantaran/expedisi 1). Dokumen penawaran yang dikirim melalui pos/layanan hantaran/expedisi menggunakan sampul dalam dan sampul luar seperti tersebut pada pasal 20.1, 20.2, Panitia pengadaan langsung memberi catatan tanggal da jam penerimaan pada sampul luar 2). Batas waktu paling lambat untuk penerimaan dokumen penawaran harus sesuai dengan ketentuan dalam dokumenb lelang, yai Instruksi Kepada Peserta Lelang 7

15 BAB.I DOKUMEN LELANG 20.. seblum batas waktu penutupan pemasukan dokumen penawaran 3). Pantia pengadaan membuat Beriata Acara Penerimaan dokumen penawaran yang sampul luarnya masih dalam keadaan tertutup, kemudian dokumen penawaran tersebut dimasukkan ke dalam kotak/tempat pemasukan dokumen penawaran 4). Panitia pengadaan menolak dokumen penawaran yang terlambat. Dokumen penawaran yang terlambat sampul luarnya dibuka untuk mengetahui alamat penawar dan dokumen penawaran tersebut oleh panitia pengadaan dikembal9ikan kepada penawar setelah sampul luarnya diberi catatan tanggal da jam penerimaan. Nama, alamat penawar, serta sampul luar disimpan oleh panitia pengadaan 22. Batas Akhir waktu penyampaiann Penawaran 24. Penawaran harus disampaikan kepada Panitia paling lambat pada tempat dan waktu sesuai ketentuan dalam data lelang 25. Panitia Pengadaan dapat mengundurkan batas akhir pemasukan penawaran dengan mencantumkan dalam Addendum dokumen lelang. 23. Penawaran Terlambat Setiap penawaran yang diterima oleh Panitia Pengadaan setelah sesudah batas akhir waktu pemasukan penawaran pada pasal 21.1, akan ditolak dan dikembalikan kepada peserta lelang dalam keadaan tertutup ( sampul dalam tidak dibuka). 24. Penarikan Pengubahan Penggantian atau Penambahan Dokumen Penawaran Peserta lelang boleh menarik, mengubah, dan menambah dokumen penawarannya, setelah menyampaikan penawaran dengan memberitahukan secara tertulis sebelum batas akhir waktu pemasukan penawaran pada pasal Pemeritahuan penarikan, pengubahan, penggantian atau penambahandokumen penawaran harus dibuat secara tertulis dan dimasukkan ke dalam sampul direkat, ditandai dan disampaikan sesuai dengan pasal 20, dengan penambahan tanda PENARIKAN / PENGUBAHAN / PENGGANTIAN ATAU PENAMBAHAN pada sampul luar Penawaran tidak dapat ditarik, di ubah, diganti atau ditambah setelah batas akhir waktu pemasukan penawaran sesuai pasal Penarikan penawaran dalam kurun waktu antara batas akhir waktu pemasukan penawaran sesuai pasal 21.1 dan akhir masa berlakunya penawran sesuai pasal 16.1 dikenakan sanksi penyitaan jaminan penawaran sesuai pasal 17.8.a E. PEMBUKAAN PENAWARAN DAN EVALUASI. 25. Pembukaan Penawaran 25.1 Panitia Pengadaan membuka dokumen penawaran di hadapan peserta lelang, pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam data dokumen lelang Sampul bertanda PENARIKAN / PENGUBAHAN / PENGGANTIAN Instruksi Kepada Peserta Lelang 8

16 BAB.I DOKUMEN LELANG 20.. ATAU PENAMBAHAN harus dibuka dan dibaca terlebih dahulu, dokumen penawaran yang ada pemberitahuan PENARIKAN tidak dibuka 25.3 Nama peserta lelang, harga penawaran, nilai penawaran alternatif ( bila ditentukan ) rabat, penarikan, pengubahan, penggantian, penambahan dokumen penawaran, ada atautidaknya jaminan penawaran dan lampiran lain yang ditentukan dalam dokumen lelang, dibacakan pada saat pembukaan penawaran Panitia Pengadaan harus membuat Berita Acara prmbukaan penawaran (BAPP) termasuk memuat informasi yang disampaikan sesuai pasal Kerahasiaan Proses 26.1 Proses evaluasi dokumen penawaran bersifat rahasia dan dilaksanakan oleh Panitia Pengadaan secara independen Informasi yang berhubungan dengan penelitian, evaluasi, klarifikasi, konfermasi dan usulan calon pemenang lelang tidak boleh diberitahukan kepada peserata lelang atau orang lain yang tidak berkepentingan sampai keputusan pemenang diumumkan Setiap usaha Peserta lelang untuk mencampuri proses eavaluasi dokuem penawaran atau keputusan pemenang akan mengakibatkan ditolaknya penawaran yang bersangkutan. 27. Klarifikasi dan Konfirmasi Penawaran 27.1 Untuk menunjang penelitian dan evaluasi dokumen penawaran, Panitia Pengadaan dapat melakukan klarifikasi, peserta lelang memberikan tanggapan atas klarifikasi, klarifikasi tidak boleh mengubah substansi klarifikasi dan harga penawaran, klarifikasi dan tanggapan atas klarifikasi harus dilakukan secara tertulis Terhadap hal-hal yang diperlukan, Panitia Pengadaan dapat melakukan kofirmasi kepada peserta lelang dan instansi terkait. 28. Pemeriksaan Penawaran dan Penawaran yang Memenuhi Syarat 28.1 Sebelum dilakukan evaluasi yang lebih rinci terhadap semua dokumen penawaran, Panitia Pengadaan akan meneliti apakah sertiap penawaran : a. Berasal dari peserta lelang yang diundang. b. Telah dibubuhi materai, tanggal, ditandatangani oleh yang berhak dan dicap. c. Dilampiri jaminan penawaran dan d. Memenuhi ketentuan-ketentuan dokumen lelang Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan dokumen lelang, tanpa adanya penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat, penawaran dengan penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah : a. Jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal yang sangat substansif dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja/performance pekerjaan; b. Substansi kegiatan tidak konsisten dengan dokumen lelang; Instruksi Kepada Peserta Lelang 9

17 BAB.I DOKUMEN LELANG 20.. c. Persyaratan tambahan diluar ketentuan dokumen lelang yang akan menimbulkan persaingan tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta lelang yang memenuhi syarat Apabila penawaran tidak memenuhi ketentuan dokumen lelang, akan ditolak oleh panitia pengadaan dan tidak dapat diperbaiki (post bidding) sehingga menjadi memenuhi syarat. 29. Koreksi Aritmatik Koreksi aritmatik dapat dilakukan sebelum evaluasi dokumen penawaran, sebagai berikut : a. Kesalahan kuantitas pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan kuantitas yang tercantum dalam dokumen lelang. b. Koreksi aritmatik pada daftar kuantitas dan harga dilakukan terhadap perkalian antara kuantitas dengan harga satuan beserta penjumlahannnya, sebagai berikut : 1). Harga satuan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga tidak boleh dikoreksi; 2). Apabila terdapat kesalahan hasil pengalian antara kuantitas dengan harga satuan dan penjumlahan, maka dilakukan pembetulan dan yang mengikat adalah hasil koreksi; 3). Mata pembayaran yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan mata pembayaran yang lain, dan harga satuan dalam daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong; 4). Hasil koreksi aritmatik pada daftar kuantitas dan harga tersebut harus diberitahukan kepada penawaran dalam waktu secepatnya. c. Apabila terdapat perbedaan antara harga satuan pada daftar kuantitas dan harga, dengan harga satuan pada analisa harga satuan yang bersangkutan, maka yang mengikat adalah harga pada kuantitas dan harga Bila penawar tidak dapat menerima jumlah hasil koreksi aritmatik, maka penawarannya ditolak dan jaminan penawarannya disita sesuai pasal 17.8.b. 30. Mata Uang untuk Evaluasi Penawaran Penawaran akan dievaluasi berdasarkan pasal mata uang rupiah sesuai 31. Evaluasi dan Penawaran 31.1 Evaluasi penawaran dilakukan sesuai dengan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 257/KPTS/M /2004 tanggal 29 April 2004 tentang Pedomen Evaluasi Penawaran Pelelangan Nasional Pekerjaan Jasa Pelaksanaan Konstruksi (Pemborongan) untuk Kontrak Harga satuan Panitia Pengadaan hanya akan mengevaluasi penawaran yang memenuhi syarat sesuai pasal 27. Instruksi Kepada Peserta Lelang 10

18 BAB.I DOKUMEN LELANG Metoda evaluasipenawaran dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam dokumen lelang Evaluasi penawaran dilakukan terhadap sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran terendah setelah dilakukan koreksi aritmatik. a. Evaluasi Administrasi Urutan administrasi meliputi : 1). Surat Penawaran 2). Surat jaminan penawaran 3). Daftar kuantitas dan harga 4). Analisa harga satuan pekerjaan utama 5). Surat kuasa (bila diperlukan) 6). Kerja sama operasi (bila ada) 7). Dokumen lainya yang ditentukan dalam dokumen lelang b. Evaluasi Tehnis Evaluasi teknis meliputi : 1). Metoda pelaksanaan 2). Jadwal waktu pelaksanaan 3). Spesifikasi teknis 4). Jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sesuai ketentuan dokumen lelang; 5). Personil Inti; 6). Bagian pekerjaan yang di subkontrakkan; 7). Syarat teknis lainnya yang ditentukan dalam dokumen lelang Dampak yang diperkirakan dari ketentuan penyesuaian harga yang diterapkan selama masa pelaksanaan pekerjaan, tidak diperhitungkan dalam evaluasi penawaran Dalam hal pelelangan dilakukan secara serentak untuk lebih dari satu paket pekerjaan, pengguna jasa dapat memberikan ketentuan tentang pemberian rabat. F. PEMENANG LELANG 32. Kriteria Pemenang Pengguna jasa akan menetapkan pemenang lelang dari peserta lelang yang harga penawarannya terendah dan memenuhi syarat sesuai ketentuan dokumen lelang serta memenuhi syarat kualifikasi. 33. Penilaian Kualifikasi 33.1 Untuk pelelangan umum dengan pasca kualifikasi, terhadap 3 (tiga) penawar terendah yang memenuhi persyaratan dilakukan penilaian kualifikasi. Instruksi Kepada Peserta Lelang 11

19 BAB.I DOKUMEN LELANG Penilaian kualifikasi dilakukan sesuai dengan keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No.257/KPTS/M/2004 tentang Pedoman Penilaian Kualifikasi Pelelangan Nasional Pekerjaan Jasa Pelaksanaan Konstruksi ( Pemborongan ) Terhadap penyedia jasa yang akan diusulkan sebagai pemenang cadangan dilakukan pembuktian kualifikasi. 34. Hak Pengguan Jasa untuk Menerima dan Menolak Penawaran Pengguna jasa mempunyai hak untuk menerima atau menolak salah satu atau semua penawaran dan membatalkan proses lelang setiap saat sebelum penetapan pemenang lelang, tanpa tuntutan dari peserta lelang yang bersangkutan dan tanpa kewajiban memberikan alasan apapun kepada peserta lelang, apabila dipandang seluruh penawaran tidak menunjukan adanya persaingan yang sehat, terjadi pengaturan bersama (kolusi), dan tidak cukup tanggap terhadap dokumen lelang. 35. Penunjukan Penyedia Jasa 35.1 Sebelum pengguna jasa menunjuk penyedia jasa, panitia pengadaan mengumumkan pemenang lelang. Peserta lelang yang berkeberatan atas hasil penetapan pemenang lelang tersebut dapat mengajukan sanggahan sesuai ketentuan dalam data lelang Sebelum akhir masa berlakunya penawaran yang ditetapkan pengguna jasa pada Pasal 16, pengguna jasa mengeluarkan surat penunjukan penyedia jasa (SPPJ) yang menjadi bagian dokumen kontrak. 36. Jaminan Pelaksanaan 36.1 Dalam waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPJ, penyedia jasa harus menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada pengguna jasa dengan nilai sesuai ketentuan dalam data lelang Jaminan pelaksanaan yang berupa bank garansi harus dikeluarkan oleh bank umum(bukan bank perkreditan rakyat) Apabila penyedia jasa yang ditunjuk sebagai pemenang lelang gagal memenuhi Pasal 35.1, maka dinyatakan batal sebagai pemenang lelang, disita jaminan penawarannya dan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. 37. Penandatangan Kontrak 37.1 Penandatangan kontrak dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah penerbitan SPPJ dan setelah peneydia jasa menyerahkan jaminan pelaksanaan sesuai Pasal Uang Muka dan Jaminan Uang Muka 38.1 Pengguan jasa akan membayar uang muka sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak setelah penyedia jasa menyerahkan jaminan uang muka dengan nilai sekurangkurangnya 100% (seratus persen) dari besarnya uang muka. 39. Juru Penengah 39.1 Pengguan jasa mengusulkan nama orang sebagai juru penengah (mediator/konsiliator) sesuai ketentuan dalam data lelang yang Instruksi Kepada Peserta Lelang 12

20 BAB.I DOKUMEN LELANG 20.. akan ditunjuk sebagai mediator/konsiliator untuk pelaksanaan kontrak : a. Apabila penyedia jasa tidak setuju terhadap usulan tersebut, penyedia jasa harus mengusulkan nama orang sebagai mediator/konsiliator dalam dokumen penawaran; b. Apabila dalam SPPJ, pengguan jasa tidak menyetujui usulan mediator/konsiliator penyedia jasa, maka mediator/konsiliator harus ditetapkan atas kesepakatan kedua belah pihak. c. Apabila mediator/konsiliator tidak ada atau tidak disepakati kedua belah pihak, maka nama mediator/konsiliator dapat diminta dari Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). 40. Larangan Persekongkolan 40.1 Pengguna jasa dan penyedia jasa atau antara penyedia jasa dilarang melakukan persekongkolan untuk mengatur dan/atau menetukan pemenang dalam pelelangan sehingga mengakibatkan terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat Pengguna jasa dan penyedia jasa dilarang melakukan persekongkolan untuk menaikkan nilai pekerjaan(mark up) Pengguna jasa dan penyedia jasa yang melakukan persekongkolan sesuai Pasal 39.1 dan Pasal 39.2 dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Undang-undang Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha tidak Sehat. 41. Pakta Integritas 41.1 Pakta integrutas berisikan ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) Pengguna jasa dan panitia pengadaan harus menandatangani pakta integritas sebelum dimulainya pelaksanaan pelelangan yaitu sebelum pengumuman pelelangan Penyedia jasa harus menandatangani pakta integritas pada saat pengambilan kualifikasi/dokumen lelang Pakta integritas harus ditandtangani oleh pemimpin/direktur utam perusahaan atau penerima kuasa dari direktur utama yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akta pendirian atau perubahannya, atau kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik, atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama adalah yang berhak mewakili perusahaan yang bekerjasama Bentuk pakta integritas dibuat oleh pengguna jasa. Instruksi Kepada Peserta Lelang 13

21 BAB.II DOKUMEN LELANG 20.. BAB II DATA LELANG 1. Lingkup Pekerjaan 1.1. Nama pengguna jasa :.. Nama pekerjaan : Kegiatan :. Pekerjaan : Lokasi : Jangka waktu penyelesaian pekerjaan :.(.) Hari kalender 2. Sumber Dana 2.1 Pekerjaan ini dibiayai dengan dana APB Tahun Anggaran Penjelasan Dokumen Lelang Penjelasan Dokumen Lelang akan dilaksanakan pada : Hari : Tanggal : Pukul : Tempat : 4. Mata Uang 15.2 Pembayaran dilakukan dengan cara angsuran (termijn). Penawaran dan Cara Pembayaran 5. Masa berlakunya 16.1 Masa berlakunya penawaran selama... (...) hari kalender Penawaran sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran 6. Jaminan Penawaran 17.1 Besarnya jaminan penawaran sekurang-kurangnya adalah 1 3 % Dari HPS/OE Masa laku jaminan penawaran harus 28 (dua puluh delapan) hari kalender lebih lama dari masa laku penawaran. 7. Sampul dan Tanda 20.2 a. Alamat pengguna jasa : jl.... Penawaran b. Pekerjaan :... Lokasi :... Tempat :... Hari : Tanggal : Bulan : Tahun : Jam : Data Lelang 14

22 BAB.II DOKUMEN LELANG Batas Akhir 21.1 Batas akhir waktu pemasukan penawaran : Pemasukan Penawaran Hari : Tanggal : Bulan : Tahun : Jam : 9. Pembukaan 24.1 Pembukaan penawaran : Penawaran Hari : Tanggal : Bulan : Tahun : Jam : 10. Evaluasi dan 30.1 Metode evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem GUGUR Penawaran 11. Penunjukan 34.1 Sanggahan peserta lelang sesuai dengan Keputusan Menteri Penyedia jasa Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 257/KPTS/M/2005 tanggal 29 April 2004 tentang Pedoman Evaluasi Pelelangan Nasional Pekerjaan Jasa Pelaksanaan Konstruksi (Pemborongan) untuk 12. Jaminan a. Nilai Jaminan Pelaksanaan sebesar 5% (lima persen) dari nilai Pelaksanaan kontrak dikeluarkan oleh Bank Umum 13. Juru Penengah 38.1 Nama mediator/konsiliator yang diusulkan pengguna jasa adalah Data Lelang 15

23 BAB.II DOKUMEN LELANG 20.. DAFTAR SIMAK DOKUMEN LELANG YANG HARUS DIMASUKKAN No. URAIAN ADA TIDAK 1 Surat Penawaran 2 Surat Kuasa 3 Jaminan Penawaran 4 Daftar Kuantitas dan Harga 5 Analisa Harga Satuan Mata Pembayaran Utama 6 Daftar Upah 7 Daftar Bahan 8 Daftar Harga Peralatan 9 Metode Pelaksanaan 10 Jadwal Waktu Pelaksanaan 11 Daftar Personil Inti 12 Daftar Peralatan Utama 13 Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan 14 Rekaman Surat Perjanjian Kemitraan Data Lelang 16

24 BAB.II DOKUMEN LELANG 20.. JADWAL KEGIATAN PELELANGAN No. URAIAN ADA TIDAK 1 Pengumuman Pelelangan 2 Pendaftaran Peserta Lelang 3 Pengambilan Dokumen Lelang 4 Penjelasan Lelang (aanwijziing) 5 Peninjauan Lapangan 6 Penyampaian Berita Acara Penjelasan dan Addendum 7 Penyampaian Dokumen Penawaran 8 Pembukaan Dokumen Penawaran 9 Evaluasi Penawaran 10 Usulan Calon Pemenang 11 Penetapan Pemenang Lelang 12 Pengumuman Pemenang Lelang 13 Masa Sanggah 14 Penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Jasa Data Lelang 17

25 BAB.III DOKUMEN LELANG 20.. BAB - III BENTUK SURAT PENAWARAN, LAMPIRAN, SURAT PENUNJUKAN DAN SURAT PERJANJIAN A. BENTUK SURAT PENAWARAN KOP PERUSAHAAN Nomor : Padang,., Lampiran : Kepada Yth; di P A D A N G Perihal : Penawaran Pekerjaan. (Nama paket pekerjaan) Sehubungan dengan Undangan pelelangan No. tanggal setelah kami mempelajari dengan seksama dokumen termasuk Berita Acara penjelasan pekerjaan dan addendanya, dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan... di Kabupaten/Kota dengan nilai sebesar Rp.... ( diisi dengan huruf yang jelas). Dalam penawaran ini sudah termasuk pengadaan bahan, tenaga kerja, peralatan, biaya umum, dan keuntungan, dan semua kewajiban pajak untuk melaksanakan pekerjaan tersebut diatas. Jangka waktu pelaksanaan selama (..) hari kalender sesuai dengan yang tercantum dalam Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Penawaran ini berlaku selama.. ( ) hari kalender sejak pembukaan penawaran. Kami akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam dokumen lelang. Sesuai dengan persyaratan dokumen lelang, bersama surat penawaran ini kami lampirkan : 1. Surat Kuasa (bila diperlukan) asli dan 2 (dua) berkas rekaman; *) 2. Jaminan Penawaran, asli dan 2 (dua) berkas rekaman; 3. Daftar Kuantitas dan Harga, asli dan 2 (dua) berkas rekaman; 4. Analisa Harga Satuan Pekerjaan Utama, asli dan 2 (dua) berkas rekaman; 5. Daftar Upah, asli dan 2 (dua) berkas rekaman; 6. Daftar Harga Bahan, asli dan 2 (dua) berkas rekaman; 7. Daftar Harga Peralatan, asli dan 2 (dua) berkas rekaman; 8. Metoda Pelaksanaan, asli dan 2 (dua) berkas rekaman; 9. Jadwal Waktu Pelaksanaan, asli dan 2 (dua) berkas rekaman; Bentuk Surat Penawaran, Lampiran, Surat Penunjukan dan Surat Perjanjian 18

26 BAB.III DOKUMEN LELANG Daftar Personil Inti, asli dan 2 (dua) berkas rekaman; 11. Daftar Peralatan Utama, asli dan 2 (dua) berkas rekaman; 12. Bagian Pekerjaan yang Disubkontrakkan, asli dan 2 (dua) berkas rekaman; 13. Rekaman Surat Perjanjian Kemitraan, asli dan 3 (tiga) berkas rekaman;**) 14. Lampiran lain yang diisyratkan. ***) Penawar PT/CV Tanda tangan, tanggal, Cap dan Materai Rp Nama Jelas Jabatan Keterangan : *) Harus dilampirkan Surat Kuasa apabila dikuasakan **) Khusus untuk penawar yang berbentuk kemitraan ***) Termasuk persyratan bila dengan pasca kualifikasi Bentuk Surat Penawaran, Lampiran, Surat Penunjukan dan Surat Perjanjian 19

27 BAB.III DOKUMEN LELANG 20.. B. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN UNTUK KERJA SAMA OPERASI (KSO) SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN KERJA SAMA OPERASI ( KSO ) MENIMBANG : BAHWA, Sehubungan dengan pelelangan pekerjaan yang pembukaan penawarannya akan dilakukan di.. pada tanggal 200, maka.. (nama peyedia jasa 1) dan.. (nama peyedia jasa 2) dan. (nama peyedia jasa 3) bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersama-sama dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO). MENYETUJUI DAN MEMUTUSKAN : BAHWA, 1. Secara bersama-sama : a. Menunjukan..(nama penyedia jasa 1) sebagai perusahaan utama (leading firm) untuk KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama KSO dan menandatangani semua dokumen termasuk dokumen penawaran dan dokumen kontrak. b... (nama peyedia jasa 1) dan... (nama peyedia jasa 2) dan... (nama peyedia jasa 3) menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung jawab baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak. 2. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam KSO adalah : Penyedia jasa 1.% (. persen) Penyedia jasa 2.% (. persen) Penyedia jasa 3.% (. persen) 3. Masing-masing penyedia jasa anggota KSO, akan mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2 dalam hal pengeluaran, keuntungan, dan kerugian dari KSO. Pembagian sharing dalam KSO ini tidak akan diubah baik selama masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pengguna jasa dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing anggota KSO. Terlepas dari sharing yang ditetapkan diatas, masing-masing anggota KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk hak untuk memeriksa keuangan, perintah pembelian, tanda terima, daftar peralatan dan tenaga kerja, perjanjian subkontrak, surat-menyurat, teleks, dan lain-lain. 4. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama KSO diberikan kepada. (nama wakil penyedia jasa yang diberi kuasa) dalam kedudukannya sebagai direktur utama/direktur pelaksana.(nama penyedia jasa 1) berdasarkan persetujuan tertulis dari..(nama penyedia jasa 2) dan....(nama penyedia jasa 3) Bentuk Surat Penawaran, Lampiran, Surat Penunjukan dan Surat Perjanjian 20

28 BAB.III DOKUMEN LELANG 20.. sehubungan dengan substansi dan semua ketentuan dalam semua dokumen yang akan ditandatangani. 5. Perjanjian ini akan berlaku sejak tanggal ditandatangani. 6. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila pelelangan tidak dimenangkan oleh perusahaan KSO. 7. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap.( ) bermaterai cukup yang masing-masing kekuatan hukum yang sama. DENGAN KESAKSIAN INI semua anggota KSO membubuhkan tanda tangan dan cap perusahaan di pada hari tanggal.. bulan.tahun... Penyedia jasa 1 Penyedia jasa 2 Penyedia jasa 3 (..) (..) (..) (materai, tanda tangan daan cap tiap wakil yang diberi kuasa) Disahkan oleh NOTARIS (.. ) (tanda tangan dan cap) Bentuk Surat Penawaran, Lampiran, Surat Penunjukan dan Surat Perjanjian 21

29 BAB.III DOKUMEN LELANG 20.. C. BENTUK SURAT KUASA KOP PERUSAHAAN SURAT KUASA Nomor : Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama :. Jabatan : Direktur Utama/Direktur PT.. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta Notaris..di. No.. di...(alamat perusahaan) Yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa. Memberi kuasa kepada : Nama :. Jabatan :.... Yang diangkat berdasarkan Akta Notaris..di. No.. di...(alamat perusahaan) Yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa. Untuk dan atas nama Pemberi kuasa diberi wewenang untu menandatangani surat penawaran pekerjaan beserta lampirannya. Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain..., 200. Penerima Kuasa Pemberi Kuasa Tanda tangan, tanggal, Cap dan Materai Rp Nama Jelas jabatan Nama Jelas jabatan Bentuk Surat Penawaran, Lampiran, Surat Penunjukan dan Surat Perjanjian 22

30 BAB.III DOKUMEN LELANG 20.. D. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA JASA (LETTER OF ACCEPTANCE) KOP KANTOR/SATUAN KERJA/PROYEK/BAGIAN PROYEK Nomor : Padang,., Lampiran : Kepada Yth;. (nama penyedia jasa) di (alamat penyedia jasa) Perihal : Penunjukan Penyedia jasa untuk Pelaksanaan Pekerjaan. Dengan ini diberitahukan bahwa penawaran saudara No. tanggal 200 perihal...untuk pelaksanaan pekerjaan..(nama pekerjaan) dengan nilai penawaran terkoreksi sebesar Rp.. (....) kami nyatakan diterima/disetujui. Kami setuju bahwa. (nama mediator/konsiliator yang diusulkan) ditunjuk sebagai mediator/konsiliator, dengan ini kami minta... (nama mediator/konsiliator ) untuk menjadi mediator/konsiliator sesuai dengan Pasal 38.1 Instruksi Kepada Peserta Lelang. Dengan ini Saudara diminta untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan kontrak. Nama pengguna jasa Jabatan Kantor/satuan kerja Tanda tangan : : : : Bentuk Surat Penawaran, Lampiran, Surat Penunjukan dan Surat Perjanjian 23

31 BAB.III DOKUMEN LELANG 20.. E. BENTUK SURAT PERJANJIAN SURAT PERJANJIAN Nomor : ANTARA KANTOR/SATUAN KERJA/PROYEK/BAGIAN PROYEK. DAN. (nama perusahaan) UNTUK MELAKSANAKAN PEKERJAAN JASA PEMBORONGAN. (nama pekerjaan yang akan dilaksanakan) Surat Perjanjian ini dibuat di pada hari. Tanggal.. bulan.. tahun.(tempat, tanggal, bulan dan tahun penandatanganan Surat Perjanjian) antara (nama Kepala Kantor/Satua Kerja/Pemimpin Proyek/Bagian Prooyek), selanjutnya disebut PIHAK KESATU, dan..(nama pemimpin perusahaan yang mengikat perjanjian), selanjutnya disebut PIHAK KEDUA, termasuk semua lampiran yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang selanjutnya disebut KONTRAK tertanggan MAKA DENGAN INI Kedia belah pihak menyetujui semua ketentuan yang tercantum dalam pasalpasal berikut : 1. Kata-kata dan ungkapan-ungkapan dalam surat perjanjian ini mempunyai arti yang sama sebagaimana yang dituangkan didalam syarat-syarat surat perjanjian dibawah ini. 2. PIHAK KEDUA harus melaksanakan, menyelesaikan, dan memperbaiki pekerjaan, yaitu..(nama pekerjaan) sesuai dengan surat perjanjian ini dan lampirannya (kontrak). Waktu peyelesaian pekerjaan dihitung sejak tanggal mulai kerja, adalah ( ) hari kalender. 3. Dokumen Kontrak yang ditentukan dibawah ini harus dibaca serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak, yaitu : a. Surat Perjanjian. b. Surat Penunjukan Penyedia Jasa. c. Surat Penawaran d. Adendum Dokumen Lelang (bila ada). e. Syarat-syarat Khusus Kontrak. f. Syarat-syarat Umum Kontrak. g. Spesifikasi Teknis. h. Gamba-gambar. i. Daftar Kuantitas dan Harga. j. Dokumen lain yang tercantum dalam lampiran kontrak. 4. Syarat-syarat Dokumen Kontrak mengikat Kedua belah pihak, kecuali diubah dengan kesepakatan bersama. Bentuk Surat Penawaran, Lampiran, Surat Penunjukan dan Surat Perjanjian 24

32 BAB.III DOKUMEN LELANG Sesuai dengan ketentuan kontrak : a. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan, menyelesaikan, memperbaiki pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahanbahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam kontrak. b. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan, menyelesaikan, memperbaiki seluruh pekerjaan sesuai ketentuan kotrak, sampai diterima dengan baik oleh PIHAK KESATU. 6. Sesuai dengan ketentuan kontrak : a. PIHAK KESATU wajib menyediakan fasilitas untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. b. PIHAK KESATU wajib membayar kepada PIHAK KEDUA atas pelaksanaan, penyelesaian, dan perbaikan pekerjaan berdasarkan hasil pengukuran, harga satuan pekerjaan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. 7. Harga kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diperoleh dari perkiraan kuantitas pekerjaan dan harga satua pekerjaan yang tercantum dalam dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah Rp. ( ). 8. Surat Perjanjian ini berlaku dan mengikat Kedua belah pihak sejak tanggal ditandatangani. Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan setelah Surat Perjanjian ditandatangani. 9. Kecuali jika disepakati lain oleh Kedua belah pihak, alamat PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA adalah : Alamat PIHAK KESATU. (nama dan alamat kantor/satuan kerja/proyek/bagian proyek) Alamat PIHAK KEDUA. (nama dan alamat kantorpenyedia jasa). 10. Dengan tidak mengurangi kekuatan Pasal 43 Syarat-syarat Umum Kontrak dan dan Syaratsyarat Khusus Kontrak, Kedua belah pihak setuju bahwa untuk perjanjian ini memilih tempat kediaman yang tetap dan seandainya perselisihan yang tidak dapat dimusyawarahkan (melalui mediasi,konsiliasi, dan arbitrase), maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui kantor Panitera Pengadilan Negeri.di..(Pengadilan Negeri lokasi kantor/satuan kerja/proyek/bagian proyek). DENGAN DEMIKIAN, Kedua belah pihak telah sepakat untuk menandatangani Surat Perjanjian ini pada tanggal tersebut diatas. PIHAK KEDUA (nama, jabatan, nama perusahaan) Materai Rp.6.000,- Bertanggal, tanda tangan, cap (. ) (nama jelas) PIHAK KESATU (kepala kantor/sataun kerja/proyek/bagian proyek) Materai Rp.6.000,- Bertanggal, tanda tangan, cap (. ) (nama jelas) Bentuk Surat Penawaran, Lampiran, Surat Penunjukan dan Surat Perjanjian 25

33 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. BAB - IV SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK A. KETENTUAN UMUM 1. Definisi 1.1. Dalam Syarat-syarat Kontrak Umum kontrak ini ada kata-kata dan ungkapan harus mempunyai arti seperti yang dimaksudkan atau didifinisikan disini a. Jasa Pemborongan adalah layanan pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang perencanaan teknis dan spesifikasi teknisnya ditetapkan pengguna jasa dan proses serta pelaksanaanya diawasi oleh pengguna jasa atau pengawas konstruksi yang ditugasi. b. Pengguna Jasa adalah Kepala Kantor/Kepala Satuan Kerja sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggung jawab atas pengadaan jasa dalam lingkungan Kantor/Satuan Kerja tertentu, nama, jabatan dan alamat pengguna jasa tercantum dalam syarat-syarat khusus kontrak c. Kepala Kantor/Satuan Kerja adalah pejabat struktural departemen yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan jasa yang dibiayai dari dana anggaran belanja rutin APBN d. Pemimpin Pelaksana Kegiatan adalah pejabat yang diangkat oleh Menteri/Pejabat yang diberi kuasa, yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan jasa yang dibiayai dari dana anggaran belanja pembangunan APBN. e. Penyedia jasa adalah badan penyedia jasa yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa f. Sub penyedia jasa adalah penyedia jasa yang mengadakan perjanjian kerja dengan penyedia jasa penanggungjawab kontrak, untuk melaksanakan sebagian pekerjaan setelah disetujui oleh direksi pekerjaan g. Panitia pengadaan adalah tim yang diangkat oleh pengguna jasa untuk melaksanakan pemilihan penyedia jasa h. Kontrak adalah perikatan hukum antara pengguna jasa dengan penyedia jasa dalam pelaksanaa pengadaan jasa i. Kontrak harga satuan adalah kontrak pengadaan jasa pelaksanaan konstruksi atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan untuk setiap satuan/unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, yang kualitas pekerjaannya masih bersifat perkiraan sementara, sedangkan pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh penyedia jasa j. Dokumen kontrak adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan penyedia jasa untuk melaksanakan dan menyelesaikan Syarat-syarat Umum Kontrak 26

34 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. pekerjaan, yang terdiri dari : 1) Surat perjanjian 2) Surat penunjukan penyedia jasa 3) Surat penawaran 4) Addendum dokumen penunjukan langsung (bila ada) 5) Syarat-syarat umum kontrak 6) Syarat-syarat khusus kontrak 7) Spesifikasi teknis 8) Gambar 9) Daftar kuantitas dan harga 10) Dokumen lain yang tercantum dalam lampiran kontrak k. Harga kontrak adalah harga yang tercantum dalam surat penunjukan penyedia jasa yang selanjutnya disesuaikan menurut ketentuan kontrak l. Hari adalah hari kalender, bulan adalah bulan kalender m. Direksi pekerjaan adalah pejabat atau orang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak untuk mengelola administrasi kontrak dan mengendalikan pekerjaan, pada umumnya direksi pekerjaan dijabat oleh pengguna jasa, namun dapat dijabat oleh orang lain yang ditunjuk oleh pengguna jasa n. Direksi teknis adalah tim yang ditunjuk oleh direksi pekerjaan yang bertugas untuk mengawasi pekerjaan o. Daftar kuantitas dan harga adalah daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya keseluruhan yang merupakan bagian dari penawaran p. Mata pembayaran utama adalah mata pembayaran pokok dan penting yang nilai bobot kumulatifnya minimal 80 % (delapan puluh) persen dari seluruh nilai pekerjaan, dihitung mulai dari mata pembayaran yang nilai bobotnya terbesar yang ditetapkan dalam dokumen lelang q. Pekerjaan harian adalah pekerjaan yang pembayarannya berdasarkan penggunaan tenaga kerja, bahan dan peralatan r. Pekerjaan sementara adalah penunjang yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan permanen. s. Perintah perubahan adalah perintah yang diberikan oleh direksi pekerjaan kepada penyedia jasa untuk melakukan perubahan pekerjaan t. Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia jasa yang dinayatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang dikeluarkan oleh pengguna jasa u. Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan dinyatakan dalam berita acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh pengguna jasa Syarat-syarat Umum Kontrak 27

35 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. v. Masa pemeliharaan adalah kurun waktu kontrak yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan w. Mediator adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan pengguna jasa dan penyedia jasa untuk menyelesaikan perselisihan pada kesempatan pertama x. Konsilator adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan pengguna jasa dan penyedia jasa untuk menyelesaikan perselisihan pada kesempatan kedua y. Arbiter adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan pengguna jasa dan penyedia jasa atau ditunjuk oleh pengadilan negeri atau ditunjuk oleh lembaga arbitrase untuk memberikan putusan mengenai sengketa tertentu yang diserahkan penyelesiannya melalui arbitrase. z. Kegagalan bangunan adalah keadaan bangunan yang setelah diserahterimakan oleh penyedia jasa kepada pengguna jasa menjadi tidak berfungsi, baik secara keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak, dari segi teknis, manfaat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan/atau keselamatan umum 2. Penerapan 2.1 Ketentuan-ketentuan pada syarat-syarat umum kontrak hanya harus diterapkan secara luas tanpa melanggar ketentuan yang ada dalam dokumen kontrak keseluruhan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku Dokumen kontrak harus diinterpretasikan dalam urutan kekuatan hukum sebagai berikut : a) Surat perjanjian b) Surat penunjukan penyedia jasa c) Surat penawaran d) Addendum dokumen penunjukan langsung (bila ada) e) Syarat-syarat umum kontrak f) Syarat-syarat khusus kontrak g) Spesifikasi teknis h) Gambar i) Daftar kuantitas dan harga j) Dokumen lain yang tercantum dalam lampiran kontrak 3. Asal Jasa 3.1 Jasa pemborongan untuk pekerjaan ini adalah merupakan layanan jasa dari penyedia jasa nasional yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Syarat-syarat Umum Kontrak 28

36 BAB.IV DOKUMEN LELANG Bagi penyedia jasa asing harus mempunyai kantor perwakilan di wialayah Negara Republik Indonesia 4. Penggunaan Dokumen Kontrak dan Informasi 4.1 Penyedia jasa tidak diperkenankan menggunakan dokumen kontrak dan informasi yang kaitannya dengan kontrak di luar keperluan dari pekerjaan yang tersebut dalam kontrak, kecuali lebih dahulu mendapat izin tertulis dari pengguna jasa. 5. Hap Paten, Hak Cipta dan Marek 5.1 Apabila penyedia jasa menggunakan hak paten, hak cipta dan merek dalam pelaksanaan pekerjaan, maka menjadi tanggungjawab penyedia jasa sepenuhnya dan pengguna jasa dibebaskan dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran hak paten, hak cipta dan merek. 6. Jaminan 6.1 Penyedia jasa wajib menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada pengguna jasa selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya surat penunjukan penyedia jasa, sebelum dilakukan penandatanangan kontrak Besarnyanya jaminan pelaksanaan sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak Masa berlakunya jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal penandatanangan kontrak sampai dengan 14 (empat belas) harim setelah tanggal penyerahan akhir pekerjaan 6.2 Pengguna jasa wajib membayar uang muka kepada penyedia jasa sejumlah tertentu sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak, setelah penyedia jasa menyerahkan jaminan uang muka yang bernilai sekuran-kurangnya sama dengan jumlah uang muka. Masa berlakunya jaminan uang muka sekurang-kurangnya sejak tanggal permohonan pembayaran uang muka sampai 14 (empat belas) hari setelah tanggal penyerahan pertama pekerjaan. 6.3 Penyedia jasa dapat menyerahkan jaminan pemeliharaan kepada pengguna jasa setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100 % (seratus persen) dan pengguna jasa wajib mengembalikan uang retensi (retention money) Besarnya jaminan pemeliharaan sesuai ketentuan dalam syaratsyarat khusus kontrak Masa berlakunya jaminan pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai 14 (empat belas) hari setelah tanggal penyerahan akhir pekerjaan 6.4 Jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka dan jaminan masa pemeliharaan diserahkan dalam bentuk jaminan bank atau surety bond kepada pengguna jasa Bentuk jaminan menggunakan bentuk yang tercantum dalam dokumen lelang 7. Asuransi 7.1 Penyedia jasa harus menyediakan, atas nama pengguna jasa dan Syarat-syarat Umum Kontrak 29

37 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. penyedia jasa, asuransi yang mencakup dari saat mulai pelaksanaan pekerjaan sampai dengan akhir masa pemeliharaan yaitu : a. Semua barang dan peralatan yang mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan, pelaksanaaan pekerjaan, serta personil untuk pelaksanaan pekerjaan atas segala resiko yaitu kecelakaan, kerusakan-kerusakan, kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat diduga. b. Pihak ektiga sebagai akibat kecelakaan ditempat kerja c. Perlindungan terhadap kegagalan bangunan 7.2. Besarnya asuransi ditentukan di dalam syarat-syarat khusus kontrak 8. Keselamatan Kerja 8.1 Penyedia jasa bertanggung jawab atas keselatan kerja di lapangan sesuai dengan ketentuan dalam syarat-sysrat khusus kontrak 9. Pembayaran 9.1 Cara pembayaran a. Uang muka 1) Uang muka dibayar untuk membiayai penyediaan fasilitas lapangan dan mobilisasi peralatan, personil dan bahan. Besaran uang muka ditentukan dalam syarat-syarat khusus dokumen lelang dan dibayar setelah penyedia jasa menyerahkan jaminan uang muka sekurang-kuranya sama dengan besarnya uang muka 2) Penyedia jasa harus mengajukan permohonan pembayaran uang muka secara tertulis kepada pengguna jasa disertai dengan rencana penggunaan uang muka 3) Pengguna jasa harus mengajukan surat permintaan pembayaran untuk permohonan tersebut pada buitir 2) paling lambat 7 (tujuh) hari setelah jaminan uang muka diterima 4) Jaminan uang muka harus diterbitkan oleh bank umum atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) yang harus direasuransikan sesuai dengan ketentuan Menteri Keuangan 5) Pengembalian uang muka harus diperhitungkan berangsur-angsur secara profoseional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100 % (seratus persen) 6) Untuk kontrak tahun jamak (multy years) nilai jaminan uang muka secara bertahap dapat dikurangi sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan Syarat-syarat Umum Kontrak 30

38 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. b. Prestasi pekerjaan 1) Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh pengguna jasa, apabila penyedia jasa telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan 2) Pengguna jasa dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari harus sudah mengajukan surat permaintaan pembayaran 3) Sistim pembayaran prestasi pekerjaan sesuai dengan ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak 4) Bila terdapat ketidaksusuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. Pengguna jasa dapat meminta penyedia jasa untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang menjadi perselisihan dan besarnya tagihan yang dapat disetujui untuk dibayar setinggi-tingginya sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak 5) Setiap pembayaran harus dipotong jaminan pemeliharaan, angsuran uang muka, denda (bila ada) dan pajak. 6) Untuk kontrak yang mempunyai sub kontrak, permintaan pembayaran kepada pengguna harus dilengkapi dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh sub kontraktor sesuai dengan kemajuan pekerjaan. 7) Pembayaran terkahir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100 % (seratus persen) dan berita acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan c. Penyesuaian harga 1) Hasil perhitungan penyesuaian harga sesuai pasal 47 dituangkan dalam amandemen kontrak yang dibuat secara berkala selambat-lambatnya setiap 6 (enam) bulan 2) Pembayaran penyesuaan harga dilakukan oleh pengguna jasa apabila penyedia jasa telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data 3) Pengguna jasa dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari harus sudah mengajukan permintaan pembayaran d. Ganti rugi dan kompensasi 1) Ganti rugi sesuai pasal 48.3 dan kompensasi sesuai pasal 57 kepeda penyedia jasa dituangkan dalam amandemen kontrak 2) Pembayaran ganti rugi dan kompensasi dilakukan oleh pengguna jasa telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data 3) Pengguna jasa dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari harus sudah mengajukan surat permintaan pembayaran Syarat-syarat Umum Kontrak 31

39 BAB.IV DOKUMEN LELANG Pengguna jasa harus sudah membayaran kepada penyedia jasa selambat-lambatnya dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari sejak penyedia jasa telah mengajukan tagihan yang telah disetujui direksi teknis dan direksi pekerjaan 10. Harga dan Sumber Dana 10.1 Pengguna jasa membayar kepada penyedia jasa atas pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ketentuan kontrak Kontrak pekerjaan ini dibiayai dengan sumber dana Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 10.3 Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga 10.4 Surat perjanjian untuk pekerjaan yang bernilai diatas Rp ,-- (lima puluh milyar rupiah) ditandatangani oleh pengguna jasa setelah memperoleh pendapat ahli hukum kontrak yang profesional yang ditetapkan dengan keputusan menteri 11. Wewenang dan Keputusan Pengguna Jasa 11.1 Pengguna jasa memutuskan hal-hal yang bersifat konstruksi anatara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam kapasitas sebagai pemilik pekerjaan 12. Direksi Teknis dan Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak Penyedia jasa menetapkan direksi teknis untuk melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan mewakili direksi pekerjaan. 13. Delegasi 13.1 Direksi pekerjaana dapat mendelegasikan sebagian tugas dan tanggung jawabnya kepada direksi teknis dan dapat membatalkan pendelegasian tersebut setelah memberitahukan kepada penyedia jasa 14. Penyerahan Lapangan 14.1 Pengguna Jasa wajib menyerahkan seluruh/sebagian lapangan pekerjaan kepada penyedia jasa sebelum diterbitkannya surat perintah mulai kerja 14.2 Sebelum penyerahan lapangan, pengguna jasa bersama-sama penyedia jasa melakukan pemeriksaan seluruh lapangan berikut bangunan, bangunan pelengkap dan seluruh aset milik pengguna jasa yang akan menjadi tanggung jawab penyedia jasa untuk dimanfaatkan, digaja dan diperlihara 14.3 Hasil pemeriksaan lapangan dituangkan dalam berita acara serah terima lapangan yang ditandatngani kedua belah pihak 15. Surat Perintah Mulai Kerja 15.1 Pengguna jasa harus sudah menerbitkan SPMK selambatlambatnya 14 (empat belas) hari sejak penandatanganan kontrak, setelah dilakukan penyerahan lapangan 15.2 Dalam SPMK dicantumkan saatb paling lambat dimulainya pelaksanaan kontrak yang akan dinyatakan penyedia jasa dalam Syarat-syarat Umum Kontrak 32

40 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. pernyataan dimulainya pekerjaan 16. Persiapan Pelaksanaan Kontrak Sebelum pelaksanaan kontrak pengguna jasa bersama-sama dengan penyedia jasa, unsur perencanaan, dan untsur pengawasan, menyusun rencana pelaksanaan kontrak Pengguna jasa harus menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak tanggal diterbitkannya SPMK Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat adalah : a. Organisasi kerja b. Tata cara pengaturan pekerjaan c. Jadual pelaksanaan pekerjaan d. Jadual pengadaan bahan, mobilisasi peralatan dan personil e. Penyusunan rencana pemeriksaan lapangan f. Sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja g. Penyusunan program mutu 17. Program Mutu 17.1 Program mutu harus disusun oleh penyedia jasa dan disepakati oleh pengguna jasa dan dapat direvisi sesuai kebutuhan Program mutu minimal berisi : a. Informasi pengadaan b. Organisasi kegiatan pengguna jasa dan penyedia jasa c. Jadual pelaksanaan pekerjaan d. Prosedur pelaksanaan pekerjaan e. Prosedur instruksi kerja f. Pelaksana kerja 18. Perkiraan Arus Uang 18.1 Penyedia jasa wajib menyerahkan perkiraan arus uang (cash flow forecast)m sesuai dengan program kerja kepada direksi pekerjaan 18.2 Apabila suatu program kerja telah dimutakhirkan, maka penyedia jasa wajib memperbaiki perkiraan arus uang dan diserahkan kepada direksi pekerjaan 19. Pemeriksaan Bersama 19.1 Pada tahap awal pelaksaan kontrak, setelah penerbitan SPMK, direksi teknis bersama-sama dengan panitia peneliti pelaksanaan kontrak dan penyedia jasa melaksanakan pemeriksaan lapangan bersama dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lapangan untuk setiap rencana mata pembayaran guna menetapkan kuantitas awal Syarat-syarat Umum Kontrak 33

41 BAB.IV DOKUMEN LELANG Hasil pemeriksaan lapangan bersama dituangkan dalam berita acara. Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi kontrak maka harus dituangkan dalam bentuk addendum kontrak 19.3 Selanjutnya pemeriksaan lapangan bersama terhadap setiap mata pembayaran harus dilakukan oleh direksi teknis dan penyedia jasa selama periode pelaksanaan kontrak untuk menetapkan kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil,pekerjaan 20. Perubahan Kegiatan Pekerjaan 20.1 Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan spesifikasi teknis dan gambar yang ditentukan dalam dokumen kontrak, maka pengguna jasa bersama penyedia jasa dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi : a. Menambah atau mengurangi kuantitas pekerjaan yang tercantum dalam kontrak b. Menambah atau mengurangi jenis pekerjaan/mata pembayaran c. Mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lapangan 20.2 Pekerjaan tambah tidak boleh melebihi 10 (sepuluh persen) dari nilai harga yang tercantum dalam kontrak awal 20.3 Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh pengguna jasa secara tertulis kepada penyedia jasa, ditindaklanjuti dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak 20.4 Hasil negosiasi dituangkan dalam berita acara sebagai dasar penyusunan amandemen kontrak 21. Pembayaran Untuk Perubahan 21.1 Apabila diminta oleh pengguna jasa, penyedia jasa wajib mengajukan usulan biaya untuk melaksanakan perintah perubahan 21.2 Direksi teknis wajib menilai usulan biaya tersebut selambatlambatnya dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari 21.3 Apabila pekerjaan dalam perintah perubahan harga satuannya terdapat dalam daftar kuantitas dan harga, dan apabila menurut pendapat direksi pekerjaan bahwa kuantitas pekerjaan tidak melebihi batas sesuai ketentuan pasal 22.2 atau waktu pelaksanaan tidak mengakibatkan perubahan harga, maka harga satuan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga digunakan sebagai dasar untuk menghitung biaya perubahan 21.4 Apabila harga satuan berubah atau pekerjaan dalam perintah perubahan tidak ada harga satuannya dalam dantar kuantitas dan harga, jika dinilai wajar, maka usulan biaya dari penyedia jasa merupakan harga satuan baru untuk perubahan pekerjaan yang bersangkutan 21.5 Apabila usulan biaya dari penyedia jasa dinilai tidak wajar, maka pengguna jasa mengeluarkan perintah perubahan dengan Syarat-syarat Umum Kontrak 34

42 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. mengubah harga kontrak berdasarkan harga perkiraan pengguna jasa 21.6 Apabila perintah perubahan sedemikian mendesak sehingga pembuatan usulan biaya serta negosiasinya akan menunda pekerjaan, maka perintah perubahan tersebut harus dilaksanakan oleh penyedia jasa dan diberlakukan sebagai peristiwa kompensasi sesuai pasal Penyedia jasa tidak berhak menerima pembayaran tambahan untuk biaya-biaya yang sesungguhnya dapat dihindarai malalui peringatan dini 22. Perubahan Kuantitas dan Harga 22.1 Harga satuan dalam daftar kuantitas dan harga digunakan untuk membayar prestasi pekerjaan Apabila kuantitas mata pembayaran utama yang akan dilaksanakan berubah lebih dari 10 % (sepuluh persen) dari kuantitas awal, maka harga satuan pembayaran utama tersebut disesuaikan dengan negosiasi 22.3 Apabila diperlukan mata pembayaran baru, maka penyedia jasa harus menyerahkan analisa harga satuannya kepada pengguna jasa. Penentuan harga satuam mata pembayaran baru dilakukan dengan nogosiasi berdasarkan analisa harga satuan tersebut dan harga satuan dasar penawaran 23. Amandemen Kontrak 24.1 Amandemen kontrak harus dibuat bila terjadi perubahan kontrak Perubahan kontrak dapat terjadi apabila : a. Perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak b. Perubahan jadual pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan c. Perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan perubahan pelaksanaan pekerjaan. Amandemen bisa dibuat apabila disetujui oleh para pihak yang membuat kontrak tersebut Prosedur amandemen kontrak dilakukan sebagai berikut : a. Pengguna jasa pemberikan perintah tertulis kepada penyedia jasa untuk melaksanakan perubahan kontrak, atau penyedia jasa menguslkan perubahan kontrak b. Penyedia jasa harus memberikan tanggapan atas perintah perubahana dari pengguna jasa dan mengusulkan perubahan harga (bila ada) selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari c. Atas usulan perubahan harga dilakukan negosiasi dan dibuat berita acara hasil negosiasi. d. Berdasarkan berita acara hasil negosiasi dibuat amandemen kontrak Syarat-syarat Umum Kontrak 35

43 BAB.IV DOKUMEN LELANG Hak dan Kewajiban Para Pihak 24.1 Hak dan kewajiban pengguna jasa a. Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa b. Meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaana yang dilakukan oleh penyedia jasa c. Melakukan perubahan kontrak d. Menangguhkan pembayaran e. Mengenakan denda keterlambatan f. Membayar uang muka, hasil pekerjaan dan membayar uang retensi g. Menyerahkan seluruh atau sebagian lapangan pekerjaan h. Memberikan instruksi sesuai jadual i. Membayar ganti rugi, melindungai dan membela penyedia jasa terhadap semua tuntutan hukum, tuntutan lainnya, kecerobohan dan pelanggaran kontrak yang dilakukan oleh pengguna jasa 24.2 Hak dan kewajiban penyedia jasa a. Menerima pembayaran uang muka, hasil pekerjaan, dan uang retensi b. Menerima pembayaran ganti rugi/kompensasi (bila ada) c. Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadual pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak d. Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada pengguna jasa e. Memberikan peringatan dini dan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan pengguna jasa f. Menyerahkan hasil pekerjaan sesauai dengan jadual penyerahan pekerjaann yang telah ditetapkan dalam kontrak g. Mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik didalam maupun diluar tempat kerja dan membatasi perusakan dan pengaruh/gangguan kepada masyarakat maupun miliknya, sebagai akibat polusi, kebisingan dan kerusakan lain yang disebabkan kegiatan penyedia jasa. 25. Resiko Pengguna Jasa dan Penyedia Jasa 25.1 Pengguna jasa bertanggung jawab ataas resiko yang dinyatakan dalam kontraka sevbagai resiko pengguna jasa, dan penyedia jasa bertanggungjawab atas resiko yang dinyatakan dalam kontrak sebagai resiko penyedia jasa 25.2 Resiko penyedia jasa a. Resiko kecelakaan, kematian, kerusakan atau kehilangan harta benda (diluar pekerjaan), peralatan, instalasi dan bahan Syarat-syarat Umum Kontrak 36

44 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. untuk pelaksanaan pekerjaan) yang disebabkan oleh : 1). Penggunaaan atau penguasaaan lapangan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yang tidak dapat dihindari sebagai akibat pekerjaan terseburt atau 2). Keteledoran, pengabaian kewajiban dan tanggung jawab, gangguan terhadap hak yanglegal oleh pengguna jasa atau orang yang dipeekerjakannya, kecuali disebabkan oleh penyedia jasa b. Resiko kerusakan terhadap pekerjaana, perallatan, instalasi, dan bahan yang disebabkan oleh kesalahan pengguna jasa, keadaan kahar dan pencemaran/terkontaminasi limbah radio aktif/nulklir c. Resiko yang terkait dengan kerugian atau kerusakan dari pekerjasaan, peralatan, instalasi dan bahan sejak saat pekerjaan selesai sampai berakhirnya masa pemeliharaan, kecuali apabila 1). Kerusakan yang terjadi pada masa pemeliharaana atau 2). Kejadian sebelum tanggal penyerahan pertama pekerjaan yang bukan tanggungjawab pengguna jasa Resiko penyedia jasa Kecuali resiko-resiko pengguna jasa, maka penyedia jasa bertanggungjawab atas setiap cidera atau kematian dan semua kerugian atau kerusakan atas pekerjaan, peralatan, instalasi, bahan dan harga benda yang mungkin terjadi selama pelaksananan kontrak. 26. Laporan Hasil Pekerjaan 26.1 Buku harian diisi oleh penyedia jasa, maka penyedia jasa dan diketahui oleh direksi teknis, mencatat seluruh rencana dan realisasi aktivitas pekerjaan sebagai bahan laporan harian 26.2 Laporan harian dibuat oleh penyedia jasa, diperiksa oleh direksi teknis, dan disetujui oleh direksi pekerjaan 26.3 Laporan harian berisi : a. Tugas, penempatan dan jumlah tenaga kerja dilapangan b. Jenis dan kuantitas bahan di lapangan c. Jenis, jumlah dan kondisi peralatan di lapangan d. Jenis dan kuantitas pekerjaaan yang dilaksanakan e. Cuaca dan peristiwa alam lainnya yang mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan f. Catatan lain yang dianggap perlu 26.4 Laporan mingguan dibuat oleh penyedia jasa, terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan minggunan sertta catatan yang dianggap perlu 26.5 Laporan bulanan dibuat oleh penyedia jasa, terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan bulanan sertta catatan yang dianggap perlu Syarat-syarat Umum Kontrak 37

45 BAB.IV DOKUMEN LELANG Untuk kelengkapan laporan, penyedia jasa dan direksi teknis wajib membuat foto-foto dokumentasi pelaksaan pekerjaan 27. Cacat Mutu Direksi teknis wajib memeriksa pekerjaan penyedia jasa dan memeeritahu penyedia jasa bila terdapat cacat mutu dalam pekerjaan. Direksi teknis dapat memerintahkan penyedia jasa untuk menguji hasil pekerjaan yang dianggap terdapat cacat mutu Apabila direksi teknis memerintahkan penyedia jasa untuk melaksanakan pengujian dan ternyata pengujian memperlihatkan adanya cacat mutu, maka biaya pengujian dan perbaikan tanggungnjawab penyedian jasa. Apabila tidak ditemukan cacat mutu, maka biaya pengujian danperbaikan menjadi tanggung jawab pengguna jasa Setiap kali pemberitahuan cacat mutu, penyedian jasa harus segera memperbaiki dalam waktu sesuai yang tercantum dalam surat pemberitahuan direksi teknis Direksi pekerjaan dapat meminta pihak ketiga untuk memperbaiki cacat mutu bila penyedia jasa tidak melaksanakannya dalamwaktu masa perbaikan cacat mutu sesuai yang tercantum dalam surat pemberitahuan direksi teknis dengan biaya dibebankan kepada penyedia jasa Cacat mutu harus diperbaiki sebelum penyerahan pertama pekerjaan dan selama masa pemeliharaan dapat diperpanjang sampai cacat mutu selesai diperbaiki 28. Jadual Pelaksanaan Pekerjaan 28.1 Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK 28.2 Penghguna jasa harus menerbitkan SPMK selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak tanggal penandatangan kontrak Mobilisasi harus mulai dilaksanakan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkan SPMK, yaitu antara lain mendatangkan peralatan berat, kendaraan, alat laboratorium, menyiapkan fasilitas kantor, gudang, dan mendatangkan personil, Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan 28.4 Pekerjaan dinyatakan selesai apabila penyedia jasa telah melaksanakan pekerjaan 100 % (seratus persen) sesuai ketentuan kontrak dsan telah dinyatakan dalam berita acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh direksi pekerjaan 28.5 Apabila penyedia jasa berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadual karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia jasa telah melaporkan kejadian tersebut kepada pengguna jasa, maka pengguna jasa melakukan pejadualan kembali pelaksananan tugas penyedia jasa dengan amandemen kontrak. Syarat-syarat Umum Kontrak 38

46 BAB.IV DOKUMEN LELANG Penyedia Jasa Lainnya 29.1 Penyedia jasa diharuskan bekerja sama dan menggunakan lapangan bersama-sama dengan penyedia jasa lainnya, petugaspetugas pemerintah, petugas-petugas utilitas, dan pengguna jasa. 30. Wakil Penyedia Jasa 30.1 Penyedia jasa wajib menunjukan personil sebagai wakilnya yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pekerjaan dan diberikan wewenang penuh untuk bertindak atas nama penyedia jasa, serta berdomisili di lokasi pekerjaan Apabila direksi pekerjaan menilai bahwa wakil penyedia jasa tersebut pada pasal 30.1 tidak memadai, maka direksi pekerjaan secara tertulis dapat meminta penyedia jasa untuk mengganti dengan personil lain yang kualifikasi, kemampuan, dan pengalamannya melebihi wakil penyedia jasa yang diganti selambat-lambatnya dalam waktuy 14 (empat belas) hari dan wakil penyedia jasa yang akan diganti harus meninggalkan lapangan selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari. 31. Pengawasan 31.1 Untuk mmelakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang sedang atau telah dilaksanakan oleh penyedia jasa, pengguna jasa diwakili oleh direksi teknis. 32. Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan 32.1 Apabila penyedia jasa terlambat melaksanakan pekerjaan sesuai jadual, maka pengguna jasa harus memberikan peringatan secara tertulis atau dikenakan ketentuan sesuai pasal 33 tentanhg kontrak kritis 32.2 Apabila keterlambatan pelaksanaan pekerjaan disebabkan oleh pengguna jasa, maka dikenakan ketentuan pasal 57 tentang kompensasi 32.3 Apabila keterlambatan pelaksanaan pekerjaan terjadi karena keadaa kahar, maka pasal 32.1 dasn pasal 32.2 tidak diberlakukan. 33. Kontrak Kritis 33.1 Kontrak dinyatakan kritis apabila : a. Dalam peroiode I (rencana fisik pelaksanaan terlambat lebih besar 15 % dari rencana b. Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan 70 % % dari kontrak), realisasi fisik pelaksanaan terlambat lebih besar 10 % dari rencana 33.2 Penanganan kontrak kritis : a. Rapat pembuktian (show couse meeting/scm) 1). Pada sat kontrak dinyatakan kritis direksi pekerjaan menerbitkan surat peringatan kepada penyedia jasa dan selanjutnya menyelenggarakan SCM Syarat-syarat Umum Kontrak 39

47 BAB.IV DOKUMEN LELANG ). Dalam SCM direksi pekerjaan, direksi teknis dan penyedia jasa membahas dan menyepakati besarnya kemajuan fisik yang harus dicapai oleh penyedia jasa dalam periode waktu tertentu (uji coba pertama) yang dituangkan dalam berita axcara SCM tingkat kegiatan 3). Apabila penyedia jasa gagal pada uji coba pertama, maka harus diselenggarakan SCM tingkat atasan langsung yang membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh penyedia jasa dalam periode waktu tertentu dalam berita acara SCM tingkat atasan langsung 4). Apabila penyedia jasa gagal pasda uji coba kedua, maka harus diselenggarakan SCM tingkat atasan yang membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh penyedia jasa dalam waktu (uji coba ketiga) yang dituangkan dalam berita acara SCM tingkat atasan 5). Pada setiap uji coba yang gagal, pengguna jasa harus menerbitkan surat peringatan kepada penyedia jasa atas keterlambatan realisasi fisik pelaksanaan pekerjaan 6). Apabila pada uji coba ketiga masih gagal, maka pengguna jasa dapat menyelesaikan pekerjaan melalui kesepakatan tiga pihak atau memutuskan kontrak secara sepihak dengan mengesampingkan pasal 1266 Kitab Undang=Undang Hukum Perdata b. Kesepakatan tiga pihak 1). Penyedia jasa masih bertanggungjawab atas seluruh pekerjaan sesuai ketentuan kontrak 2). Pengguna jasa menetapkan pihak ketiga sebagai penyedia jasa yang akan menyelesaikan sisa pekerjaan atau atas usulan penyedia jasa 3). Pihak ketiga melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan harga satuan kontrak. Dalam hal pihak ketiga mengusulkan harga satuan yang lebih tinggi dari harga satuan kontrak, maka selisih harga menjadi tanggung jawab penyedia jasa 4). Pembayaran kepada pihak ketiga dapat dilakukan secara langsung 5). Kesepakatan tiga pihak dituangkan dalam berita acara dan menjadi dasar pembuatan amandemen kontrak. 34. Perpanjangan Waktu Pelaksanaan 34.1 Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh pengguna jasa atas keterlambatan yang layak dan wajar, yaitu untuk : a. Pekerjaan tambah b. Perubahan desian c. Keterlambatan yang disebabkan oleh pengguna jasa Syarat-syarat Umum Kontrak 40

48 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. d. Masalah yang timbul diluar kendali penyedia jasa e. Keadaan kahar 34.2 Penyedia jasa mengusulkan secara tertulis perpanjangan waktu pelaksanaan dilengkapi alasan dan data kepada pengguna jasa. Pengguna jasa menugaskan panitia peneliti pelaksanaan kontrak dan direksi teknis untuk meneliti dan mengevaluasi usulan tersebut. Hasil penelitian dan evaluasi dituangkan dalam berita acara dilengkapi dengan rekomendasi dapat atau tidaknya diberi perpanjangan waktu Berdasarkan berita acara hasil penelitian dan evaluasi perpanjangan waktu pelaksanaan dan rekomendasi, maka pengguna jasa dapat menyetujui/tidak menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan 34.4 Apabila perpanjangan waktu pelaksanaan disetujui, maka harus dituangkan di dalam amandemen kontrak 34.5 Perhitungan penyesuaian harga sesuai dengan pasal 47.1 didasarkan atas amandemen kontrak pasal Kerjasama Antara Penyedia Jasa dan Sub Penyedia Jasa 35.1 Penyedia jasa golongan non usaha kecil wajib bekerjasama dengan penyedia jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi kecil, yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama 35.2 Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan harus disetujui oleh pengguna jasa dan tetap menjadi tanggung jawab penyedia jasa Pengguna jasa mempunyai hak intervensi atas pelaksanaan sub kontrak meliputi pelaksanaan sub kontrak meliputi pelaksanaan pekerjaan dan pembayaran. 36. Penggunaan Penyedia Jasa Usaha Kecil termasuk Koperasi Kecil 36.1 Apabila penyedia jasa yang ditunjuk adalah penyedia jasa usaha kecil/koperasi kecil, maka pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia jasa yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain Apabila penyedia jasa yang ditunjuk adalah penyedia jasa bukan usaha kecil/koperasi kecil, maka a. Penyedia jasa wajib bekerja sama dengan penyedia jasa usaha kecil/koperasi kecil, dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan. b. Bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan, dilarang mensubkontrakkan seluruh pekerjaan. c. Penyedia jasa yang ditunjuk tetap bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan keseluruhan pekerjaan d. Apabila ketentuan ntersebut diatas dilanggar, maka kontrak akan batal dan penyedia jasa dimaksudkan dalam daftar hitam selama 2 (dua) tahun 36.3 Penyedia jasa bukan usaha kecil yang terbukti menyalahgunakan fasilitas dan kesempatan yang diperuntukan bagi usaha kecil dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam syarat-sytarat khusus kontrak Syarat-syarat Umum Kontrak 41

49 BAB.IV DOKUMEN LELANG Keadaan Kahar 37.1 Yang dimaksud keadaan kahar adalah suartu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak sehingga kewajiban yang ditentukan dalam kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi Yang digolongkan keadaan kahar adalah : a. Peperangan b. Kerusuhan c. Revolusi d. Bencana alam banjir, gempa bumi, badai, gunung meletus, tanah longsor, wabah penyakit, dan angin topan e. Pemogokan f. Kebakaran g. Gangguan industri lainnya 37.3 Keadaan kahar ini tidak termasuk hal-hal yang merugikan yang disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian para pihak 37.4 Kerterlambatanan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh karena terjadinya keadaan kahar tidak dapat dikenai sanksi 37.5 Tindakan yang diambil untuk mengatasi terjadinya keadaan kahar dan yang menanggung kerugian akibat terjadinya keadaan kahar, ditentukan berdasarkan kesepakatan dari para pihak Bila terjadi keadaan kahar, maka penyedia jasa memberitahukan kepada pengguna jasa selambat-lambatnya dalam waktu 143 (empat belas) hari setelah terjadinya keadaan kahar 37.7 Bila keadaan sudah pulih normal, maka secepat mungkin penyedia jasa memberitahukan kepada pengguna jasa bahwa keadaan telah kembali normal dan kegiatan dapat dilanjutkan, dengan ketentuan : a. Jangka waktu pelaksananan yang ditetapkan dalam kontrtak tetap mengikat. Apabila harus diperpanjang, maka waktu perpanjangan sama dengan waktu selama tidak dapat melaksanakan pekerjaan akibat keadaan kahar b. Selama tidak dapat melaksanakan pekerjaan akibat keadaan kahar, penyedia jasa berhak menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai yang telah dikeluarkan selama jangka waktu tersebut untuk melaksanakan tindakan yang disepakati. c. Bila sebagai akibat dari keadaan kahar penyedia jasa tidak dapat melaksanakan sebagian besar pekerjaan selama jangka waktu 60 (enam puluh) hari, maka salah satu pihak dapat memutus kontrak dengan pemberitahuan tertulis 30 (tiga puluh) hari sebelum uang yang harus dibayar sesuai dengan ketentuan pemutusan kontrak pasal 41.8 Syarat-syarat Umum Kontrak 42

50 BAB.IV DOKUMEN LELANG Peringatan Dini 38.1 Penyedia jasa wajib menyampaikan peringatan dini kepada direksi pekerjaan melalui direksi teknis selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak terjadinya peristiwa-peristiwa tertentu atau keadaan-keadaan yang dapat berakibat buruk terhadap pekerjaan, kenaikan harga kontrak atau keterlambatan tanggal penyhelesaian pekerjaan. Direksi pekerjaan melalui direksi teknis dapat meminta penyedia jasa untuk membuat perkiraan akibat yang akan timbul terhadap pekerjaan, harga kontrak dan tanggal penyelesaian pekerjaan. Perkiraan tersebut wajib diserahkan penyedia jasa sesegera mungkin Penyedia jasa wajib bekerja sama dengan direksi pekerjaan melalui direksi teknis dalam menyusun dan membahas upayaupaya untuk menghindari atau mengurangi akibat dari kejadian ataukeadaan tersebut Penyedia jasa tidak berhak menerima pembayaran tambahan untuk biaya-biaya yang sesungguhnya dapat dihindari melalui peringatan dini. 39. Rapat Pelakasanaan 39.1 Direksi pekerjaan, direksi teknis dan penyedia jasa dapat meminta dilakukan rapat pelaksanaan yang dihadiri semua pihak, untuk membahas pelaksanaan pekerjaan dan memecahkan masalah yang timbul sehubungan dengan peringatan dini pasal Direksi teknis wajib membuat risalah rapat pelaksanaan pasal tanggung jawab masing-masing pihak atas tindakan yang harus diambil ditetapkan oleh direksi pekerjaan secara tertulis. 40. Itikad Baik 40.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak dan kewajiban yang terdapat dalam kontrak Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Bila selama kontrak salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut 41. Penghentian dan Pemutusan Kontrak 41.1 Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai Penghentian kontrak dilakukan karena terjadinya hal-hal diluar kekuasaan (keadaan kahar) kedua belah pihak sehingga para pihak tidak dapat melaksanakan kewajiban yang ditentukan di dalam kontrak. Dalam hal kontrak dihentikan, maka pengguna jasa wajib membayar kepada penyedia jasa sesuai dengan kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai Pemutusan kontrak dilakukan bilamana penyedia jasa cidera janji atau tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur didalam kontrak. Kepada penyedia jasa dikenakan sanksi sesuai pasal Pemutusan kontrak dilakukan bilamana para pihak terbukti melakukan kolusi, kecurangan atau tindak korupsi baik dalam proses pelelangan maupun pelaksanaan pekerjaan, dalam hal ini : Syarat-syarat Umum Kontrak 43

51 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. a. Penyedia jasa dapayt dikenakan sanksi yaitu : 1). Jaminan pelaksanaan dicairkan dan disetorkan ke kas negara 2). Sisa uang muka harus dilunasi oleh penyedia jasa 3). Pengenaan daftar hitam untuk jangka waktu 2 (dua) tahun b. Pengguna jasa dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil atau ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku 41.5 Pemutusan kontrak oleh pengguna jasa Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah pengguna jasa menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan kontrak secara tertulis kepada penyedia jasa untuk kejadian tersebut dibawah ini, pengguna jasa dapat memutuskan kontrak. Kejadian dimaksud adalah : a. Penyedia jasa tidak mulai melaksanakan pekerjaan berdasarkan kontrak pada tanggal mulai kerja sesuai dengan pasal 15.2 b. Penyedia jasa gagal pada uji coba ketiga dalam melaksanakan SCM sesuai pasal atau pasal 33.2.a.6. c. Penyedia jasa tidak berhasil memperbaiki suatu kegagalan pelaksanaan, sebagaimana dirinci dalam surat pemberitahuan penangguhan pembayaran sesuai dengan pasal 58.2 d. Penyedia jasa tidak mampu lagi melaksanakan pekerjaan atau bangkrut e. Penyedia jasa gagal memenuhi keputusan akhir penyelesaian perseliiisihan f. Penyedia jasa menyampaikan pernyataan yang tidak benar kepada pengguna jasa dan pernyataan tersebut berpengaruh besar pada hak, kewajiban, atau kepentingan pengguna jasa g. Terjadi keadaan kahar dan penyedia jasa tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan pasal 37.7.c Terhadap pemutusan kontrak yang timbul karena terjadinya salah satu kejadian sebagaimana dirinci dalam huruf a, sampai g diatas, pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan Atas pemutusan kontrak yang timbul karena salah satu kejadian yang diuraikan dalam huruf a sampai f penyedia jasa dimasukkan dalam daftar hitam 41.6 Pemutusan kontrak oleh penyedia jasa Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah penyedia jasa menyampaikan pemberuitahuan rencana pemutusan kontrak secara tertulis kepada pengguna jasa untuk kejadian tersebut dibawah ini, penyedia jasa dapat memutuskan kontrak. Syarat-syarat Umum Kontrak 44

52 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. Kejadian dimaksud adalah a. Sebagai akibat keadaan kahar, penyedia jasa tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan pasal 37.7.c b. Pengguna jasa gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan 41.7 Prosedur pemutusan kontrak Setelah salah satu pihak menyampaikan atau menerima pemberitahuan pemutusan kontrak, sebelum tanggal berlekunya pemutusan tersebut penyedia jasa harus : a. Mengakhiri pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang ditetapkan dalam pemberitahuan pemutusan kontrak b. Mengalihkan hak dan menyerahkan semua hasil pelaksanaan pekerjaan. Pengalihan hak dan penyerahan tersebut harus dilakukan dengan cara dan waktu yang ditentukan oleh pengguna jasa c. Menyerahkan semua fasilitas yang dibiayai oleh pengguna jasa 41.8 Dalam hal terjadi pemutusan kontrak sesuai dengan pasal 41.5 pengguna jasa tetap membayar hasil pekerjaan sampai dengan batas tanggal pemutusan, dan jika terjadi pemutusan kontrak sesuai dengan pasal 41.6 selain membayar pengeluaran langsung yang dikeluarkan oleh penyedia jasa sehubungan dengan pemutusan kontrak 41.9 Sejak tanggal berlakunya pemutusan kontrak, penyedia jasa tidak bertanggung jawab lagi atas pelaksanaan kontrak. 42. Pemanfaatan Milik Penyedia Jasa 42.1 Semua bahan, peralatan, instalasi, pekerjaan sementara, dan fasilitas milik penyedia jasa, dapat dimanfaatkan oleh pengguna jasa bila terjadi pemutusan kontrak oleh penyedia jasa 43. Penyelesian Perselisihan 43.1 Penyelesian perselisihan dapat melalui : a. Diluar pengadilan, yaitu dengan caramusyawarah, mediasi, konsiliasi atau arbiter di Indonesia b. Pengadilan 43.2 Penyelesaian perselisihan lebih lanjut diatur dalam syarat-syarat khusu kontrak Pengeluaran biaya untuk penyelesaian perselisihan ditanggung kedua belah pihak sesuai keputusan akhir. 44. Bahasa dan Hukum 44.1 Kontrak dibuat dalam bahasa Indonesia serta tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia 45. Perpajakan 45.1 Penyedia jasa harus mengetahui, memahami dan patuh terhadap semua peraturan perundang-undangan tentang pajak yang berlaku di Indonesia dan sudah diperhitungkan dalam penawaran. Syarat-syarat Umum Kontrak 45

53 BAB.IV DOKUMEN LELANG Perubahan peraturan perundang-undangan tentang pajak yang terjadi setelah pembukaan penawaran harus dilakukan penyesuaian 46. Korespondensi 46.1 Komunikasi antara pihak hanya berlaku bila dibuat secara tertulis 46.2 Korespondensi dapat dikirim langsung, atau melalui pos, telex, kawat Alamat para pihak ditetapkan sebelum tanda tangan kontrak 46.4 Korespondensi harus menggunakan bahasa Indonesia. 47. Penyesuaian Harga 47.1 Penyesuaian harga dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam syarat-syarat khusus kontrak. Penyesuaian harga diberlakukan terhadap kontrak jangka panjang lebih dari 12 (dua belas) bulan. 48. Denda dan Ganti Rugi 48.1 Denda adal;ah sanksi finansial yang dikenakan kepada penyedia jasa, sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada pengguna jasa, karena terjadinya cidera janji terhadap ketentuan yang tercantum dalam kontrak Besarnya denda kepada penyedia jasa adalah 1 %o (perseribu) dari harga kontrak atau bagian kontrak untuk tiap hari keterlambatan 48.3 Besarnya ganti rugi yang dibayar oleh pengguna jasa atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan bank Indonesia, atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan dalam syaratsyarat khusus kontrak Tata cara pembayaran denda dan/atau ganti rugi sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak 49. Serah Terima Pekerjaan 49.1 Pengguna jasa membentuk panitia penerima pekerjaan yang terdiri dari unsur atasan langsung, kegiatan dan direksi teknis Setelah pekerjaan selesai 100 % (seratus persen), penyedia jasa mengajukan permintaan secara tertulis kepada pengguna jasa untuk penyerahan pertama pekerjaan Pengguna jasa memerintahkan panitia penerima pekerjaan untuk melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia jasa selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah diterimanya surat permintaan dari penyedia jasa. Apabila terdapat kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia jasa wajib menyelesaikan/ memperbaiki, kemudian panitia penerima pekerjaan melakukan pemeriksaan kembali dan apabila sudah sesuai dengan ketentuan kontrak, maka dibuat berita acara penyerahan pertama pekerjaan. Syarat-syarat Umum Kontrak 46

54 BAB.IV DOKUMEN LELANG Setelah penyerahan pertama pekerjaan pengguna jasa membayar sebesar 100 % (seratus persen) dari nilai kontrak dan penyedia jasa harus nebyerahkan jaminan pemeliharaan sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak Penyedia jasa wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap berada seperti pada sat penyerahan pertama pekerjaan Setelah masa pemeliharaan berakhir penyedia jasa mengajukan permintaan secara tertulis kepada pengguna jasa untuk penyerhan akhir pekerjaan Pengguna jasa menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia jasa melaksanakan semua kewajiban dalam masa pemeliharaan dengan baik, setelah diperiksa oleh panitia penyerahan pekerjaan dan telah dibuat beroita acara penyerahan akhir pekerjaan 49.8 Setelah penyerahan akhir pekerjaan pengguna jasa wajib mengembalikan jaminan pemeliharaan dan jaminan pelaksananan Apabila penyedia jasa tidak melaksanakan kewajiban pemelaiharaan sesuaui kontrak, maka pengguna jasa berhak mencairkan jaminan pemeliharaan untuk membiayai pemeliharaan pekerjaan dan mencairkan jaminan pelaksanaan dan disetor ke kas negara, penyedia jasa dikenakan sanksi masuk dafgtar hitam selama 2 (dua) tahun. 50. Gambar Pelaksanaan 50.1 Penyedia jasa harus menyerahkan kepada direksi pekerjaan gambar pelaksanaan (as built drawing) paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum penyerahan akhir pekerjaan Apabila penyedia jasa terlambat menyerahkan gambar pelaksanaan, maka pengguna jasa dapat menahan sejumlah uang sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak Apabila penyedia jasa tidak menyerahkan gambar pelaksanaan, maka pengguna jasa dapat memperhitungkan pembayaran kepada penyedia jasa sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak. 51. Perhitungan Akhir 51.1 Penyedia jasa wajib mengajukan kepada direksi pekerjaan perhitungan terinci mengenai jumlah yang harus dibayar kepadanya sesuai ketentguan kontrak sebelum penyerahan pertama pekerjaan. Pengguna jasa harus mengajukan surat permintaan pembayaran untuk pembayaran akhir paling lambat 7 (tujuh) hari setelah perhitungan pembayaran akhir disetujui oleh direksi teknis. Syarat-syarat Umum Kontrak 47

55 BAB.IV DOKUMEN LELANG Kegagalan Bangunan 52.1 Kegagalan bangunan yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa ditentukan terhitung sejak penyerahan akhir pekerjaan sesuai dengan umur konstruksi yang direncanakan dan secara tegas dinyatakan dalam dokumen perencanaan paling lama 10 (sepuluh) tahun, Jangka waktu pertanggungjawaban atas kegagalan bangunan ditetapkan dalam syarat-syarat khusus kontrak Pelaksanaan ganti rugi atas kegagalan bangunan dapat dilakukan melalui mekanisme pertanggungan (asuransi) sesuai pasal 7.1.c. B. KETENTUAN KHUSUS 53. Personil 53.1 Penyedia jasa wajib menugaskan personil inti yang tercantum dalam daftar personil inti atau menugaskan personil lainnyta yang disetujui oleh dirteksi pekerjaan. Direksi pekerjaan hanya akan menyetujui usulan penggantian personil inti apabila kualifikasi, kemampuan, dan pengalamannya sama atau melebihi personil inti yang ada dalam daftar personil inti Apabila Kontraktor tidak menyerahkan Gambar terpasang dan atau manual operasi dan pemeliharaan tersebut pada tanggal sebagaimana tercantum dalam Data Kontrak atau Direksi Pekerjaan menahan sejumlah uang sebagaimana tercantum dalam Data Kontrak dari pembayaran-pembayaran yang seharusnya diberikan kepada Kontraktor. 54. Penilaian Pekerjaan 54.1 Penyedia jasa wajib menugaskan personil inti yang tercantum dalam daftar personil inti atau menugaskan personil lainnyta yang disetujui oleh dirteksi pekerjaan. Direksi pekerjaan hanya akan menyetujui usulan penggantian personil inti apabila kualifikasi, kemampuan, dan pengalamannya sama atau melebihi personil inti yang ada dalam daftar personil inti Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan kemajuan fisik pekerjaan. 55. Percepatan 55.1 Apabila pengguna jasa menginginkan agar penyedia jasa menyelesaikan pekerjaaan sebelum rencana tanggal penyelesaian pekerjaan, maka direksi pekerjaan akan meminta usulan biaya yang diperlukan oleh penyedia jasa untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan. Bila pengguna jasa dapat menerima usulan biaya tersebut,maka rencana tanggal penyelesaian pekerjaan dipercepat dan disahkan bersama direksi pekerjaan dan penyedia jasa 55.2 Apabila penyedia jasa menerima usulan biaya untuk percepatan pelaksanaan pekerjaan, maka usulan biaya tersebut ditambahkan dalam harga kontrak dan diperlakukan sebagai periantah perubahan untuk diproses menjadi amandemen kontrak. Syarat-syarat Umum Kontrak 48

56 BAB.IV DOKUMEN LELANG Penemuan-Penemuan 56.1 Semua benda yang memiliki nilai sejarah atau kekayaan yang secara tidak sengaja ditemukan di nlapangan adalah menjadi hak milik negara Penyedia jasa wajib memberitahukan kepada direksi pekerjaan dan kepada pihak yang berwenang bila menemukan benda pasal Kompensasi 57.1 Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia jasa bila dapat dibuktikan merugikan penyedia jasa dalam hal sebagai berikut : a. Penyedia jasa belum bisa masuk ke lokasi pekerjaan, karena pengguna jasa tidak menyerahkan seluruh/sebagian lapangan kepada penyedia jasa. b. Penyedia jasa tidak memberikan gambar, spesifikasi, atau instruksi sesuai jadual yang telah ditetapkan. c. Pengguna Jasa memodiifikasi atau mengubahn jadual yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. d. Pengguna jasa terlambat melakukan pembayaran e. Pengguna jasa menginstruksikan untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak diketemukan kerusakan/kegagalan/ penyimpangan pekerjaan. f. Pengguna jasa menolak sub penyedia jasa tanpa alasan yang wajar. g. Keadaan tanah ternyata jauh lebih buruk dari informasi termasuk data penyelidikan tanah (bila ada) yang diberikan kepada penyedia jasa. h. Penyedia jasa lain, petugas pemerintah, petugas utility atau pengguna jasa tidak bekerja sesuai waktu yang ditentukan, sehingga mengakibatkan keterlambatan dan/atau biaya tambah bagi penyedia jasa. i. Dampak yang menimpa/membebani penyedia jasa diakibatkan oleh kejadian-kejadian yang menjadi resiko pengguna jasa. j. Pengguna jasa menunda berita acara penyerahan pertama pekerjaan dan/atau berita acara penyerahan akhir pekerjaan. k. Pengguna jasa memerintahkan penundaan pekerjaan. l. Kompensasi lain sesuai dengan yang tercantum dalam-syaratsyarat khusus kontrak Penyedia jasa dapat meminta kompensasi biaya dan/atau waktu pelaksanaan. 58. Penangguhan Pembayaran 58.1 Apabila penyedia jasa tidak melakukan kewajiban sesuai ketentuan dalam kontrak, maka dikenakan sanksi penangguahan pembayaran setelah pegguna jasa memberitahukan penangguhan pembayaran tersebut secara tertulis Pembertahuan penangguhan pembayaran memuat rincian keterlambatan disertai alasan-alasan yang jelas dan keharusan penyedia jasa untuk memperbaiki dan menyelesaikan pekerjaan Syarat-syarat Umum Kontrak 49

57 BAB.IV DOKUMEN LELANG 20.. dalam jangka waktu sesuai yang tercantum dalam surat pemberitahuan pembayaran. 59. Hari Kerja 59.1 Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh penyedia jasa. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masing-masing pekrja dan dapat diperiksa oleh pengguna jasa Penyedia jasa harus membayar upah hari kerja kepada tenaga kerjanya setelah formulir upah ditandatangani Jam kerja dan waktu cuti untuk karyawan harus dilampirkan Penyedia jasa harus memberitahukan kepada direksi teknis sebelum bekarja diluar jam kerja. 60. Kegagalan 60.1 Pengguna jasa akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerja dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah dtertibkan berita acara serah terima akhir pekerjaan. 61. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan 61.1 Penyedia jasa wajib memberikan pedoman kepada pengguna jasa tentang pengoperasian dan pemeliharaan Apabila penyedia jasa tidak melakukan Pasal 61.1 maka pengguna jasa dapat memperhitungkan pembayaran kepada penyedia jasa sesuai dengan ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak. 62. Penyesuaian Biaya 62.1 Harga kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuian biaya Penyesuaian biaya harus mengikuti peraturan yang berlaku, termasuk mata uang yang dipakai untuk penyesuaian biaya sesuai dengan kesepakatan para pihak. 63. Penundaan atas Perintah Pengguna Jasa 63.1 Pengguna jasa dapat memerintahkan penyedia jasa untuk menunda dimulainya pelaksanaan pekerjaan atau memperlambat kemajuan suatu kegiatan pekerjaan Jika perintah perubahan sedemikian mendesak sehingga pembuatan usulan biaya serta pembahasannya akan menunda pekerjaan, maka perintah perubahan tersebut harus dilaksanakan oleh penyedia jasa dan perintah perubahan diberlakukan sebagai peristiwa kempensasi. 64. Instruksi 64.1 Penyedia jasa wajib melaksanakan semua instruksi direksi pekerjaan yang berkaitan dengan kontrak 64.2 Semua instruksi harus dilakukan secara tertulis. Syarat-syarat Umum Kontrak 50

58 BAB.V DOKUMEN LELANG 20.. BAB - V SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK A. KETENTUAN UMUM 1. Definisi 1.1 a. Pengguna Jasa adalah : Nama :... Jabatan :... Alamat :. b. Direksi Pekerjaan adalah : Nama Jabatan Alamat :. : Kepala Kantor/Satuan Kerja :. c. Masa pemeliharaan selama ( ) hari 2. Jaminan 6.1 Besarnya jaminan pelaksanaan adalah 5 % (lima persen ) dari nilai kontrak, apabila penawaran lebih kecil dari 80 % (delapan puluh prosen) HPS, nilai Jaminan Pelaksanaan dinaikkan menjadi 8 % (delapan prosen) dikalikan dengan 80 % (delapan puluh prosen) HPS 6.2 Besarnya uang muka adalah % (.. persen) dari nilai kontrak 6.3 Besarnya jaminan pemeliharaan adalah % (. persen) dari nilai kontrak 3. Asuransi 7.2 a. Kerusakan harga benda Rp. (. ) b. Pihak ketiga Rp. (..) tiap orang untuk cidera badan termasuk kematian untuk satu kali peristiwa c. Kegagalan bangunan Rp.... (... ) 4. Kesalaman Kerja 8.1 Peraturan tentang keselatan kerja yang harus dipatuhi penyedia jasa sesuai Kepmen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. tahun.. tentang 5. Pembayaran 9.1.a.1). Besarnya uang muka adalah (.) dari nilai kontrak 9.1.b.3). Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara Syarat-syarat Khusus Kontrak 51

59 BAB.V DOKUMEN LELANG 20.. angsuran (termijn) atau bulanan (monthy certificate) 9.1.b.4). Bila terdapat ketidak sesuaian dalam perhitungan angsuran, besarnya tagihan yang dapat disetujui untuk dibayar setinggi-tingginya sebesar 80 % (delapan puluh persen) dari nilai tagihan 6. Jadual Pelaksanaan Pekerjaan 28.1 Waktu pelaksanaan kontrak selama.(.) hari kelender. 7. Penggunaan Penyedia Jasa Usaha Kecil termasuk Koperasi Kecil 36.3 Kepada penyedia jasa bukan koperasi kecil yang terbukti menyalahgunakan bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 9 tahun 1995, maka yang bersangkutan dikenakan sanksi sebagaimana termaktub dalam pasal 34, pasal 35 dan pasal 36 undang-undang tersebut yaitu sebagai berikut : a. Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan mengaku atau memakai nama usaha kecil sehingga memperoleh fasilitas kemudahan dana, keringanan taif, tempat usaha, bidang dan kegiatan usaha, atau pengadaan barang dan jasa atau pemborongan pekerjaan Pemerintah yang diperuntukan dan disadangkan bagi usaha kecil yang secara langsung atau tidak langsung menimbulkan kerugian bagi usaha kecil diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp ,-- (dua milyar rupiah) b. Perbuatan sebagaimana dimaksud pada butir 1 diatas adalah tindak pidana kejahatan c. Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada butir 1, dilakukan oleh atau atas nama badan usaha, dapat dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan sementara atau pencabutan tetap ijin usaha oleh instansi yang berwenang. 8. Penyelesaian Perselisihan 43.2 Penyelesaian perselisihan melalui.. ( diluar pengadilan/pengadilan) 9. Penyesuaian Harga 47.1 Tata cara penyesuaian perhitungan penyesuaian harga sesuai dengan ketentuan Keppres No. 80 tahun 2003 a. Persyaratan penggunaan rumus penyesuaian harga b. Rumus penyesuaian harga..... Syarat-syarat Khusus Kontrak 52

60 BAB.V DOKUMEN LELANG c. Rumus penyesuaian nilai kontrak d. Koefesian komponen harga satuan untuk setiap mata pembayaran sesuai denfgan jenis pekerjaan 1)... 2)... 3)... 4)... dst Denda dan Ganti Rugi 48.3 Kompensasi atas keterlambtan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia a. Denda langsung dipotong dari pembayaran kepada penyedia jasa. b. Ganti rugi dibayar kepada penyedia jasa setelah dibuat amandemen kontrak. 11. Gambar Pelaksanaan 50.2 Jumlah pembayaran yang ditahan adalah sebesar Rp. (. ) 50.3 Jumlah pembayaran yang diperhitungkan adalah sebesar Rp.. (.... ) 12. Kegagalan Bangunan 52.1 Jangka waktu pertanggungjawaban atas kegagalan bangunan selama ( ) tahun B. KETENTUAN KHUSUS 13. Kompensasi Kompensasi lain adalah meliputi. 14. Pedomen Pengoperasian dan Pemeliharaan 61.2 Jumlah pembayaran yang diperhitungkan adalah sebesar Rp.. ( ) Syarat-syarat Khusus Kontrak 53

61 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. I. BAHAN-BAHAN UMUM 1.1. Semen yang dipakai adalah semen portland sesuai dengan standar Indonesia N.I.8ASTM, model C.150 atau standar Inggris model U.S Pengujian dan pemeriksaan Direksi setiap saat mempunyai wewenang untuk meneliti dan memeriksa material, laporan analisa laboratorium dan mengambil sampel semen yang sesuai untuk diperiksa Kontraktor harus mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam pengambilan contoh (sample) tersebut Direksi dapat menerima semen semen yang disimpan dalam gudang setiap waktu sebelum semen tersebut digunakan.semen yang tidak memenuhi syarat tidak akan dipakai. Jika ternyata ada semen yang tidak memuaskan dan telah terpasang maka bagian yang telah menjadi campuran beton, adukan semen tersebut harus dibongkar dan diganti dengan semen yang baru dengan biaya dari kontraktor Semen boleh saja dipakai sebagai kebijaksanaan dari direksi, seandainya tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan 1.3. Gudang penyimpanan (storage) Kontraktor harus menyediakan suatu tempat untuk penyimpanan (gudang) yang memenuhi syarat untuk penyimpanan semen-semen tersebut dan setiap waktu semen tersebut harus terlindungi dari kelembaban atau pembekuan. Tempat / rumah penyimpanan semensemen tersebut harus benar-benar rapat / tertutup, mempunyai jarak di atas lantai dengan ukuran minimal 30 cm di atas tanah Untuk menghindari penyimpanan terlalu lama atas semen-semen yang telah dikirim tersebut, kontraktor harus mengatur penggunakan semensemen yang ada dalam sack-sack tersebut secara berturut-turut sesuai urutan waktu pengiriman (chronological order) sampai di lokasi Kontraktor harus mempekerjakan penjaga gudang yang baik dan mampu menata penggudangan / tempat penyimpanan semen tersebut, menyimpan, mencatat dengan baik semua pengiriman dan pemakaian semen, copy / salinan dari catatan juga harus diberikan / diperlihatkan kepada direksi bila diminta Pengukuran dan pembayaran Harga satuan penawaran pada daftar harga penawaran untuk setiap uraian pekerjaan mencakup semen, transportasinya, biaya pengirimannya, penanganan di gudang dan penempatan sampai menjadi beton, adukan, pasangan atau pekerjaan lainnya tidak ada pembayaran secara terpisah yang dibuat dalam pekerjaan semen terpasang yang menjadi sisa atau terbuang. Kehilangan atau salah perhitungan sebagai akibat dari jatuhnya atau ketidakberesan penanganan semen Ruang lingkup kerja Semua pasir, agragat dan bahan perkuatan yang akan dipakai untuk semua struktur / bangunan dan pekerjaan atas dasar dokumen kontrak, dan untuk semua hal yang ada hubungannya dan mungkin diminta / diperlukan oleh direksi terdiri dari material, diperinci dan harus sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan Spesifikasi Teknik 54

62 BAB.VI DOKUMEN LELANG Handling dan stockfilling Semua cara-cara yang dikerjakan oleh kontraktor seperti membongkar, memuat dan menumpuk pasir agragat dan bahan penguatan setiapo waktu harus disetujui oleh direksi Lokasi dan pengaturan semua daerah stockfilling (penimbunan) disetujui oleh direksi, kontraktor harus membersihkan dan mengatur drainase semua tempat yang dipersiapkan untuk stockfilling pasir. Agragat dan bahan perkuatan sehingga adanya kerusakan ataupun pemisahan / hilang dapat dikurangi seminimal mungkin dan stockpile material tidak terkontaminasi dengan tanah ataupun bahan-bahan lain sehubungan dengan permukaan air banjir dan air tanah Kontraktor menyediakan dana untuk pemprosesan kembali pasir, agregat atau bahan perkuatan yang mungkin akan terjadi rusak atau terkontaminasi sehubungan dengan stockpilling yang tidak memadai dan perlindungan yang kurang Pasir (sand) Sesuai dengan ketentuan-ketentuan, variasi type dan jenis yang dibutuhkan dalam pekerjaan konstruksi adalah pasir alam dan kualitas yang baik yang disetujui oleh direksi Semua pasir alam yang diperlukan dalam pekerjaan konstruksi, kontraktor harus mengusahakan dan mendapatkannya dari sungai ataupun sumber alam lainnya yang telah disetujui Direksi Persetujuan tentang pasir yang diperoleh dari sumber alam jangan ditafsirkan sebagai suatu persetujuan yang syah untuk semua material yang diperoleh dari sumber-sumber alam lainnya. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh atas semua kwalitas dari semua maretial yang dipergunakan dalam pekerjaan. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi dengan contoh sebanyak 1,5 kgsebagai sample dari pasir alam tersebutyang selambat-lambatnya 14 hari sebelum pemakaian bahanbahan tersebut sudah diperiksa Deposit pasir alam harus dibersihkan dari vegetasi, bahan-bahan lain yang mengotori dan yang dapat menimbulkan pasir menjadi tidak baik. Deposit harus sedemikian rupa sehingga tidak mengurangi mutu, material-material tersebut harus diangin (screned) dan dicuci bila memang perlu untuk memperoleh pasir dengan ketentuan Pasir atau agregat halus (fine agregate) harus benar-benar bersih dan bebas dari clay lumps, sort and clay particle, scale alkali, organic matter, logam, mica dan injurious amount yang menimbulkan pasir menjadi tidak sesuai Pasir-pasir alam dan pasir-pasir campuran dapat diminta untuk ditest oleh direksi untuk menentukan apakah pasir-pasir tersebut sesuai dengan apa yang telah ditentukan dan dibutuhkan Kontraktor harus menyiapkan dan melaksanakan pengambilan contoh yang diperintahkan oleh direksi tanpa pungutan bayaran yang meliputi tenaga, material dan operasinya. Spesifikasi Teknik 55

63 BAB.VI DOKUMEN LELANG Agregat kasar Coarse agregate harus dipakai dari sumber-sumber yang telah disetujui yang terdiri dari sumber-sumber yang telah disetujui, yang terdiri dari kerikil, batu gunung (quareed stone) atau dari campuran semuanya itu Coarse agragate harus bersih dari bebas dari partikel lunak, satuan yang tebaldan memanjang, alkali organik dan bahan lain yang tidak sesuai Coarse agragate harus dengan gradasi yang baik dengan ukuran butir antara 5 mm 70 mm atau dengan ukuran dibatasi untuk pekerjaanpekerjaan khusus seperti yang ditentukan Coarse agregate diharuskan sesuai dengan spesifikasi yang ada, dan bila ditest oleh direksi karena tidak memenuhi spesifikasi, kontraktor harus mengayak kembali atau memproses material-material tersebut dengan biaya sendiri, meningkatkan mutu produksi agregat sehingga memenuhi syarat-syarat seperti yang disetujui oleh direksi 2.5. Revertment material of stone (bahan-bahan perkuatan atau batu) Batu diperoleh dari pengambilan yang telah disetujui, batu-batu yang dipakai digunakan adalah batu gunung yang mempunyai berat jenis (specific gravity) minimum 2,4 t/m Untuk penggunaan pada pekerjaan pasangan batu kosong dan agregat jalan maka batu-batu tersebut harus keras, kasar, padat dan tahan lama serta bebas dari retak ataupun pecah Batu untuk pasangan harus dibentuk / dibuat dengan ukuran seperti pada gambar atau sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh direksi Agregat yang dipakai untuk perkerasan jalan lingkungan adalah agragat kelas C batu pecah 5/7 dan ¾, batu pecah 2/3 dan batu pecah 1/ Pengukuran dan pembayaran Harga satuan penawaran pada harga penawaran (bill of quantity) untuk semua pekerjaan yang mencakup bahan-bahan seperti pasir, agregat, batu perkuatan, batu pecah dan bahan lapisan dasar sudah termasuk harga pembelian dari pasir, agragat, bahan perkuatan, biaya pemprosesan, produksi dan stockpilling. Pengayakan dan mencuci dan penempatan akhir sampai dengan menjadi beton, adukan pasangan batu kosong atau pekerjaan lainnya 3.1 Bahan-bahan ukuran tulangan Semua tulangan beton harus baru dan dari tingkatan dan ukuran yang sesuai dengan Indonesian standart for concrete NI.2 PBI.1971 dan harus disetujui direksi Kontraktor dapat diminta untuk menyediakan sertifikat pengetesan beton terhadap adukan beton yang akan dipakai untuk persetujuan direksi. 3.2 Bahan-bahan dan ukuran tulangan Tulangan beton, sebelum dipasang harus bebas dari kotoran-kotoran karat, minyak, oli dan lapisan yang akan merusak atau mengurangi mutu. Bilamana terdapat penundaan di dalam pengecoran beton tulangan harus diperiksa kembali dan dibersihkan bila diperlukan Tulangan harus dilakukan atau dibentuk dengan pelat yang dilampirkan atau gambar konstruksi yang harus diselesaikan oleh kontraktor Tulangan janganlah diluruskan atau dibentuk kembali dengan cara yang akan merusak bahan batangan dengan putaran / lekukan yang tidak ditunjukkan pada gambar, janganlah digunakan. Semua batangan Spesifikasi Teknik 56

64 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. haruslah dilekukkan dalam keadaan dingin. Pemasangan hanya diperbolehkan bila seluruh operasi disetujui oleh direksi. 3.3 Pemasangan Tulangan harus diletakkansecara tepat dan dijamin terhadap penggeseran dengan menggunakan ikatan kawat besi yang sesuai atau klip-klip yang cocok pada persilangan, dan harus diganjal dengan kepingan beton atau logam sesuai dengan keperluan Di dalam semua hal pengganjal yang cukupuntuk tulangan mendatar harus digunakan sehingga tidak ada pelenturan daripada batangan atau ikatan Bila pengganjal tersebut akan digunakan untuk permukaan beton yang direncanakan untuk mendapatkan permukaan yang licin, pengganjalnya harus dibuatdari logam yang tidak berkarat Tulangan di dalam plat beton di atas tanah harus ditopang dengan kepingan beton / lantai kerja yang dicor sebelumnya Jarak minimum antara batang yang sejajar harus sama dengan diameter batang, tetapi jarak bersih antara batang tidak kurang dari 1,2 kali diameter maksimum daripada agragat yang kasar, pada permukaan pondasi, plat dinding dan konstruksi pokok lainnya dimana beton cor secara langsung terhadap dasar, tulangan harus mempunyai lapisan penutup maksimum 5 cm dan minimum 2,5 cm. 3.4 Sambungan Bila diperlukan penyambungan tulangan pada suatu titik selain daripada yang ditunjuk pada gambar, ciri sambungan harus ditentukan oleh direksi. Panjang penyambungan di dalam dinding vertikal dan kolom harus minimum 40 kali diameter tulangan dan harus disetujui oleh direksi (PBI.71). Semua air yang digunakan untuk pekerjaan beton, adukan dan agregat harus bebas dari lumpur yang dapat mengganggu, bahan organik, alkali, garam dan lain-lain yang tidak baik. Air yang akan digunakan di dalam semua beton, adukan dan grout akan ditest oleh direksi untuk menentukan kecocokannya terhadap keperluankeperluan. Aspal yang digunakan adalah aspal keras pen 60 dan pen 80 dicairkan dengan kerosen. Perbandingan kerosen pengencer yang digunakan harus sesuai dengan petunjuk Direksi teknis. Aspal yang digunakan adalah aspal keras pen 60 dan pen 80 dengan persyaratan pemanasan berkisar antara C sampai dengan C. Spesifikasi Teknik 57

65 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. II. PEKERJAAN TANAH Semua pekerjaan yang diminta untuk dilaksanakan pada dokumen-dokumen kontrak dan semua tujuan yang bersangkutan, dan seperti yang diminta oleh direksi, akan dilaksanakan sesuai dengan ketetapan-ketetapan dan syarat-syarat. Penetapan dan syarat yang diajukan disini akan berlaku kecuali bila dirubah secara khusus, secara tertulis oleh direksi untuk suatu item pekerjaan tertentu. Pendahuluan 2.1 Semua tanah dalam batas pembebasan tanah yang perlu diadakan pembersihan dari pohon-pohon, semak-semak dan bahan mengganggu lainnya dari bahan bahan-bahan demikian akan dibuang dari tempat pekerjaan atas persetujuan direksi. 2.2 Pada umumnya pohon-pohon yang akan mengganggu kontruksi yang dituntut oleh spesifikasi ini harus dibuang dan pohon-pohon sepanjang batas pembebasan tanah akan dibiarkan ditempat sampai kemungkinan perluasan maksimal. Pohon-pohon yang dicabut harus dikumpulkan di lokasi-lokasi yang ditunjuk oleh direksi dan akan tetap merupakan milik direksi. Pagar-pagar, dinding-dinding, bangunan-bangunan, reruntuhan-reruntuhan (puing-puing) dari tempat pekerjaan harus dibuang sesuai persetujuan direksi, setelah semua bahan-bahan dan perlengkapan yang masih dapat dipergunakan, diselamatkan dan diserahkan kepada direksi di tempat kerja. 2.3 Kontraktor akan diminta untuk melaksanakan pembersihan sebelum pelaksanaan-pelaksanaan konstruksi lainnya. 2.4 Kweusakan terhadap pekerjaan-pekerjaan dan milik masyarakat atau pribadi yang disebabkan pelaksanaan kontraktor dalam pembersihan akan diperbaiki atau diganti atas biaya kontraktor. Tidak ada klasifikasi yang dibuat untuk tujuan pembayaran dari suatu bahan yang digali menurut golongannya, sifatnya, asal atau kondisinya selain yang ditentukan dalam di kontrak. 4.1 Semua galian akan dilaksanakan sesuai dengan syarat-syarat bab ini dan dengan profil dan elevasi yang ditunjukkan pada gambar-gambar atau ditentukan oleh Direksi (gambar pengukuran yang telah diisetujui oleh direksi). 4.2 Selama berlangsungnya pekerjaan, mungkin perlu atau diminta oleh direksi untuk merubah kemiringan-kemiringan ataupun dimensi-dimensi galian dengan mengadakan revisi kemiringan ataupun dimensi gambar dengan spesifikasispesifikasi ini. 4.3 Jika tidak ditutup oleh konstruksi maka galian harus dibuat dengan dimensi penuh yang diminta dan disempurnakan menurut profil dan elevasi yang diberikan. Semua tindakan pencegahan yang perlu harus diambil untuk menjaga agar material dibawah dan diatas profil semua galian dalam kondisi yang sebaik mungkin. Setiap dan semua galian yang dibuat untuk memudahkan kontraktor dengan suatu alasan atau tujuan kecuali bila ditentukan lain, harus ditimbun kembali.jika diminta untuk menyelesaikan pekerjaan oleh kontraktor dengan biaya sendiri, seperti ditunjukkan pada Spesifikasi Teknik 58

66 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. gambar, suatu bagian daripada galian yang diminta akan berada di bawah permukaan air tanah. 4.4 Bila selama pekerjaan diperlukan oleh direksi menentukan volume, direksi akan melengkapi dan memelihara sebagian dari perlengkapan pengukuran pencatatan yang sesuai. Kontraktor harus mengontrol kecepatan penambahan dan penurunan muka air terhadap galian sehingga tidak membahayakan stabilitas lereng-lereng atau bangunan-bangunan, pondasi-pondasi, konstruksikonstruksi atau lainnya. 4.5 Semua galian harus dilaksanakan dengan cara sedemikian rupa untuk menjaga stabilitas jalan-jalan kereta api dan konstruksi-konstruksi berdekatan lainnya Galian tanah untuk konstruksi beton 5.1 Sesuai dengan peil-peil yang ditetapkan dalam gambar, harus diadakan penggalian dan atau pengerukan untuk badan jalan. 5.2 Tanah bekas galian harus segera diangkut ke tempat dimana diperlukan tanah urugan atau jika tidak diperlukan diangkut direksi. Pengangkutan tanah keluar lokasi proyek sudah dilakukan selambat-lambatnya 1 x 24 jam sesudah penggalian dengan catatan bahwa tanah bekas galian tersebut tidak boleh diangkut sebelum diizinkan oleh direksi. 5.3 Galian terbuka untuk membentuk pondasi suatu konstruksi, pembuatan tanggul atau jalan harus dilaksanakan pada profil-profil yang diperlukan agar konstruksi yang aman dapat dilaksanakan, sesuai sifat tanah yang ada. Galian demikian akan dilakukan sampai kedalaman yang disetujui oleh direksi. Semua tanah yang gembur, turf tanah sayuran dan humus harus dibuang. Sebelum pelaksanaan dimulai, permukaan harus kering dan harus diperiksa oleh direksi. Tidak boleh ada pelaksanaan sebelum dasar pondasi telah dites dan disetujui oleh direksi, galian harus dibiarkan kering sampai pelaksanaan selesai. 5.4 Kontraktor harus mengisi suatu kedalaman galian yang berlebihan akibat cara kerjanya dengan pondasi batu dipadatkan dengan baik, bahan lain atau suatu beton tumbuk seperti yang diperintahkan oleh direksi. 5.5 Jika pada suatu kedalaman konstruksi yang diminta, kedalaman tanahnya tidak cocok untuk pondasi yang diperhitungkan, seperti yang ditetapkan oleh direksi, direksi akan memerintahkan secara tertulis, pengambilan semua tanah yang tidak cocok dan mengisinya kembali dengan bahan lain yang dipadatkan dengan memadatkan atau menggilas dalam lapisan-lapisan yang tidak lebih dari 15 cm tebalnya. 5.6 Apabila pada waktu penggalian timbul genangan air akibat hujan, mata air atau sebab-sebab lain, maka pemborong diwajibkan segera melaksanakan pengeringan, untuk itu pemborong harus menyediakan pomp air yang dapat mengatasi dengan menyalurkan nya ke parit-parit atau tempat lainnya. Selalu menyediakan pompa air, pemborong wajib membuat kisdam untuk mengeringkan air dengan sebaik-baiknya, resiko dan biaya yang timbul akibat pengeringan tersebut seluruhnya dibebankan pada pemborong. 5.7 Berdasarkan pertimbangan keselamatan, keamanan dan kelancaran kerja bila mana diperlukan pemborong diwajibkan melaksanakan penurapan dengan papan-papan kayu yang kuat pada dinding galian. Spesifikasi Teknik 59

67 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. Galian saluran jalan 6.1 Penggalian saluran akan dilakukan pada bermacam-macam jenis tanah dengan as serta elevasi galian ditentukan dalam gambar atauy diberitahukan oleh Direksi. Apabila dianggap perlu pemborong harus menurap dan mempergunakan penyokong-penyokong untuk mencegah longsornya galian. 6.2 Galian saluran harus dilaksanakan dengan cara sedemikian rupa sehingga menjamin kestabilitas kemiringan lereng, disamping tidak membahayakan. Bila terjadi longsor atau pemotongan yang terlalu dalam karena alasan-alasan yang tidak dapat dianggap kelalaian kontraktor atau metode kerja, direksi akan memberi instruksi untuk pekerjaan perbaikan yang akan dilaksanakan. 6.3 Jika suatu saluran akan dibentuk kembali, dibersihkan dan dipotong lebar kedalamannya, kemiringan lereng dan radius garis tengah akan ditunjukkan pada gambar, kontraktor harus membersihkan semua rumput-rumput dan tumbuhan dari saluran yang ada dan meningkatkan dasar menurut profil yang diminta. 6.4 Pemborong harus menjaga agar semua galian tidak tergenang air yang timbul karena air hujan, air tanah atau air lainnya dengan cara memompa, menimba ke parit-parit Pengamanan galian pada jalan umum 7.1 Lokasi pekerjaan yang terletak di tepi jalan umum pemborong diwajibkan membuat dan memasang tanda-tanda rambu lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan dengan tujuan mengamankan dan menjaga kelancaran lalu-lintas baik siang maupun malam hari demi kepentingan umum. 7.2 Pada malam hari pemborong diwajibkan memasang lampu-lampu (lampu merah) yang cukup jelas tanda adanya pekerjaan guna mencagah terjadinya kecelakaan pemakai jalan raya. 7.3 Di tempat galian untuk pemasangan saluran yang terbuka dan tidak dapat diselesaikan pada hari yang bersangkutan (tertunda) pemborong harus membuat pagar darurat sepanjang jalan di tempat galian yang terbuka tersebut. Pemadatan 8.1 Timbunan tanah dan timbunan kembali yang direncanakan pada gambar dan oleh direksi harus dipadatkan pada suatu garis (jalur), tersusun padat dan berlereng seperti yang ditunjukkan pada gambar atau seperti yang ditetapkan oleh direksi. Pelaksanaan kontraktor dalam galian material direncanakan untuk digunakan dalam timbunan yang dipadatkan dihaluskan yang akan memberikan hasil dalam gradasi yang dapat diterima pad material yang ditempatkan. 8.2 Material harus mempunyai kadar air optimum yang dibutuhkan guna untk pemadatan, akan ditentukan oleh direksi, dan kadar air harus seragam melalui tiap lapisan. Hal yang demikian itu dapat dijalankan dan ditentukan oleh direksi, material harus dibawah pada kadar air yang layak di lapangan penggalian. Jika kadar air kurang dari optimum untuk pemadatan, pemadatan tidak akan dapat dilaksanakan kecuali dengan persetujuan khusus dari direksi dan kadar air akan ditambah dengan,memerciki dan mengerjakan kembali material pada site untuk dipadatkan. Jika kadar air lebih besar daripada kadar optimum untuk memadatkan, pelaksanaan pemadatan tidak boleh dijalankan, Spesifikasi Teknik 60

68 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. kecuali dengan keputusan khusus dari direksi sampai material mengering pada kadar air optimum atau material harus dikeringkan dengan mengerjakan kembali, mencampur dengan material kering atau cara-cara lain yang diijinkan. 8.3 Material yang dipadatkan harus ditebarkan dalam lapisan horizontal dengan tebal tidak lebih dari 15 cm sesudah dipadatkan dan distribusi material harus sedemikian rupa sehingga pemadatan material akan homogen dan bebas dari bentuk bergelombang, berkantong, retakan atau ketidaksempurnaan. 8.4 Penggalian dan pelaksanaan penempatan harus sedemikian rupa sehingga material-material bila dipadatkan akan cukup tercampur dan dijamin pemadatannya dapat mencapai tingkat terbaik. 8.5 Untuk beberapa bagian timbunan tanah atau timbunan kembali berdekatan dengan bangunan, termasuk pipa-pipa beton dimana pemadatan timbunan tanah atau timbunan kembali dibutuhkan dan hal tersebut tidak memungkinkan mencapai pemadatan yang memadai dengan peralatan rolling, timbunan tanah atau timbunan kembali harus dipadatkan dengan stamper mekanis pada berat yang sesuai dan rencana menjadi tercapai pada tingkatan yang sama pada pemadatan mendekati timbunan tanah atau timbunan kembali dipadatkan. Kedalaman lapisan-lapisan dipadatkan dan kadar air material yang ditempatkandekat bangunan harus lebih dikhususkan dan perhatian khusus diberikan untuk menjamin pengikatan yang memadai pada material dengan batasan timbunan dipadatkan. Kontraktor harus memperhatikan kerusakankerusakan pada bangunan yang disebabkan oleh pelaksanaan tersebut dan menempatkan atau memadatkan timbunan atau timbunan kembali material yang menghubungkan bangunan-bangunan dan kerusakan-kerusakan bangunan harus diperbauiki dengan biaya sendiri dari kontraktor, banjir atau lereng saluran the end tipped diisikan karena material yang cocok dengan spesifikasi. Semua lapisan-lapisan berikutnya harus bersatu sesuai dengan kebutuhan pemadatan. 8.6 Timbunan pada badan jalan lingkungan Lobang-lobang yang terdapat dalam badan jalan harus diisi dengan tanah yang baik / tanah merah yang dipadatkan sampai tinggi peil yang ditetapkan, dikerjakan lapis demi lapis, dan pada tiap lapis maksimum 15 cm dibawah elevasi tanah dasar Tanah dasar badan jalan ini harus dipadatkan hingga direksi menyatakan cukup. 8.7 Timbunan pada saluran Bagian pada timbunan saluran yang direncanakan pada gambar menjadi timbunan yang dipadatkan dan harus dilaksanakan pada kehalusan dan material yang sangat cocok yang memenuhi untuk rembesan dan stabilitas setelah dipadatkan Timbunan atau urugan harus dipadatkan lapis demi lapis dan harus diberi air secukupnya, pemadatan dapat dilakukan dengan menggunakantimbris seberat 5 kg atau jika memungkinkan dengam stemper Timbunan atau urugan kembali dilaksanakan pada bekas penggalian serta pada daerah daerah yang tanahnya terlalu rendah dibuat turap atau penyokong dinding saluran agar dinding saluran tertahan dengan bahan penyokong dari tanah timbunan, dengan tinggi minimum 5 cm di bawah dagu saluran. Spesifikasi Teknik 61

69 BAB.VI DOKUMEN LELANG Ukuran galian saluran, dan lain sebagainya supaya disesuaikan dengan ketentuan yang ada dalam gambar bestek Setelah pekerjaan pemasangan selesai, diperiksa dan disetujui oleh direksi, lobang galian harus segara diurug kembali Tanah bekas galian dapat digunakan sebagai bahan urugan kembali setelah dibersihkan dari kotoran dan batu-batu serta sampah-sampah atas petunjuk dan saran dari direksi Pengurugan harus dikerjakan secara cermat dan dilakukan selapis demi selapis, dipadatkan dan disiram dengan air, tiap-tiap lapisan tidak diperkenankan lebih tebal 15 cm, pemadatan dilaksanakan dengan menggunakan stemper atau alat-alat lain yang disetujui oleh direksi pekerjaan urugan yang dilaksanakan dengan sembarangan yang berakibat tanah longsor lagi, harus diulangi segera, ditimbun dan dipadatkan lagi sampai rata dengan permukaan tanah semula sesuai petunjuk direksi, pengabaian cara tersebut dapat / cukup memberi alasan bagi direksi untuk memerintahkan membongkar dan mengulang pekerjaan sesuai dengan cara-cara dan ketentuan teknis yang baik sisa-sisa tanah / material bekas galian setelah pengurugan kembali selesai, harus segara diangkut dan dibuang sesuai instruksi direksi Harga-harga satuan yang ditenderkan di dalam bill of quantities untuk berbagai item pekerjaan tanah meliputi biaya pemakaian semua tenaga kerja, perlengkapan dan bahan-bahan yang digunakan dalam penggalian bahanbahan yang dibutuhkan pada pembersihan dan stripping keseluruhan areal di dalam jalur yang telah ditentukan, ditetapkan oleh direksi untuk dibersihkan / dipotong Tidak ada pemisahan pembayaran yang dibuat untuk setiap pembersihan dan stripping dikerjakan dalam spesifikasi ini, tidak ada pemisahan atau penambahan pembayaran yang dibuat diatas harga satuan penawaran dalam bill of quantities pada perhitungan setiap bahan yang basah atau pada perhitungan metode atau tipe peralatan yang digunakan dalam pembuatan panggalian yang dibutuhkan Tidak ada pemisahan pembayaran yang dibuat untuk perawatan dan pengangkutan air dalam pekerjaan operasi penggalian. Tidak ada pemisahan dan penambahan pembayaran yang dibuat disebabkan kebutuhan untuk pemadatan khusus material yang berhubungan dengan bangunan tidak ada pemisahan atau pembayaran yang dibuat untuk pemercikan atau pengeringan material timbunan pada perhitungan setiap penundaan pembayaran yang dibuat untuk penggoresan, penggarukan, pemberian kadar air atau pemadatan permukaan tanah dalam mempersiapkan permukaan di bawah timbunan yang dipadatkan atau pemadatan material antara permukaan yang disiapkan dan ketinggian asli Biaya pengangkutan penggalian dan material pengambilan setiap jarak biaya penempatan material galian dalam lereng saluran, tampang saluran, tepi-tepi pembuangan, tempat penimbunan untuk timbunan kembali, timbunan untuk jalan, timbunan untuk saluran drainase dan aliran-aliran air, cofferdam, kaki tanggul, saluran-saluran dan alur air yang akan diisi dan konstruksi permanen lainnya, timbunan kembali yang dibutuhkan dalam spesifikasi ini dan semua biaya sehubungan dengan setiap pembetulan kembali atau material galian untuk memudahkan operasi konstruksi kontraktor, pembetulan kembali pada Spesifikasi Teknik 62

70 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. material untuk timbunan kembali, akan dimasukkan kembali, ke dalam harga satuan yang ditawarkan di dalam bill of quantities untuk item penggalian yang digunakan Tidak ada ukuran untuk pembayaran yang dibuat pada penggalian dibuat untuk memudahkan kontraktor untuk setiap tujuan atau alasan untuk penggalian berlebihan di luar jalur dan batas-batas yang ditentukan, untuk mengeluarkan material yang terganggu atau terlepas karena operasi kontraktor dan semua penggalian yang demikian penggalian berlebihan dan pengeluaran material terganggu harus diisi kembali dan diganti dimana dibutuhkan oleh direksi sesuai dengan tuntutan spesifikasi ini atas biaya kontraktor Pembayaran tidak akan dilakukan sesuai item pada bill of quantities pada penggalian material dasar yang tidak sesuai, seperti penggalian material yang mudah meluncur dari kemiringan yang diluar pengawasan kontraktor dan untuk pengisian kembali serta pemadatan penggalian-penggalian yang tidak seperti diperintahkan dan disetujui oleh direksi. Pembayaran akan dilakukan sesuai item yang digunakan dari bill of quantities untuk menempatkan kembali timbunan kembali dan biaya pengembalian dan pengangkutan material timbunan kembali dari tempat penimbunan jika dibutuhkan akan dimasukkan ke dalam harga satuan yang ditawarkan di dalam bill of quantities untuk timbunan kembali sekitar bangunan. Spesifikasi Teknik 63

71 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. III. PEKERJAAN PASANGAN BATU 1. Pasangan batu kosong kering 1.1. Ruang lingkup pekerjaan Pekerjaan yang dilaksanakan untuk pasangan batu kosong berupa pasangan batu kosong kering pada tempat yang tercamtum dalam gambar pelaksanaan 1.2. Umum Pasangan batu kosong harus terdiri dari batu belah dan batu pecah yang ditempatkan pada lapisan dasar sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang lebih jauh detailnya tercantum dalam gambar atau menurut petunjuk direksi Semua batu belah, batu pecah dan lapisan dasar yang dipakai untuk pasangan batu kosong yang ditentukan dalam persyaratan ini harus disediakan oleh pemborong sesuai dengan ketentuan batu, kerikil dan lapisan dasar dalam bab I bahan-bahan umum Pemasangan Pasangan batu kosong harus dibuat pada pondasi yang kuaty dan pada garis dan arah yang tercantum dalam gambar atau sesuai dengan petunjuk direksi. Lobang-lobang pada pondasi harus diisi oleh bahan yang baik dan dipadatkan pada tiap lapis, setebal 15 cm. bila pondasi telah disetujui oleh direksi maka lapisan dasar sebgagaimana tercantum dalam gambar harus diletakkan dengan tebal yang sama dan cukup rata dan meskipun demikian menjadi pondasi yang kuat untuk pemasangan batu belah dan batu pecah Batu belah dan batu pecah yang dipakai dalam pasangan batu kosong harus diletakkan pada lapisan dasar dengan cara sedemikian sehingga batu kosong yang selesai dikerjakan menjadi stabil dan tidak akan longsor. Rongga besar yang terbuka diantara batu belah harus dihindari. Harus diupayakan supaya semua batu belah dapat dijamin dipasang dengan baik pada bidang yang datar. Batu belah harus diletakkan sedemikian sehingga tidak menonjol diatas garis yang dicantumkan dalam gambar atau menurut petunjuk direksi. Dalam pasangan batu kosong harus diisi dengan batu pecah yang dipakai tidak boleh melebihi volume yang dibutuhkan untuk mengisi rongga diantara batu pecah Lapisan induk diatas pondasi dapat dipakai sebagai lapisan dasar sesuai dengan persyaratan atau menurut petunjuk direksi. Lapisan penutup harus dibuat pada bagian atas pasangan batu kosong dengan kemiringan yang layak sehingga dapat memperkuat lapisan atas pasangan batu kosong Lapisan penutup harus terdiri batu pecah pilihan yang tebal diletakkan pada jalur dan arah yang sesuai dengan gambar atau menurut putunjuk direksi Ukuran dan Pembayaran Ukuran dan pembayaran untuk pasangan batu kosong akan dibuat secara keseluruhan, meliputi lapisan dasar, pemasangannya berdasarkan tebal pasangan batu kosong dan lapisan dasar yang Spesifikasi Teknik 64

72 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. sesuai dengan gambar atau menurut petunjuk direksi, berikut pekerjaan galian tanah Pembayaran untuk pekerjaan batu kosong akan dibuat atas dasar harga satuan lelang permeter kubik dalam daftar volume pekerjaan untuk jenis pekerjaan pasangan batu kosong Angka lelang harus sepenuhnya dibayarkan untuk pekerjaan yang selesai dikerjakan yang sesuai dengan persyaratan ini dan dalam bagian lain dalam spesifikasiteknik dan pada gambar untuk pasangan batu kosong, dan harus termasuk biaya pengadaan dan penempatan lapisan dasar. 2. Pasangan batu kali 2.1. Ruang lingkup pekerjaan Semua pasangan batu atau batu kosong yang dibutuhkan untuk dibuat dalam persyaratan teknik ini dan untuk keperluan yang berhubungan dengannya, dan yang mungkin ditentukan oleh direksi, terdiri dari bahan yang disyaratkan disini dan harus dicampur sesuai dengan kegunaannya, dibuat dan dipasang sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang ditentukan disini, ketentuan dan persyaratan disini lebih lanjut harus diterapkan untuk semua pekerjaan batu, kecuali jika ada yang secara khusus untuk jenis pekerjaan tertentu dirubah oleh direksi Bahan Bahan untuk pasangan batu kali atau batu kosong yang dibutuhkan dalam persyaratan teknik ini meliputi batu, semen, pasir dan air harus sesuai dengan ketentuan dan sepenuhnya memenuhi persyaratan dalam bab I : Bahan-bahan umum Susunan adukan Susunan adukan untuk pasangan batu kali / belah terdiri dari 1PC : 4 Ps. Dalam volume dan air secukupnya sampai dihasilkan kepekatan yang sesuai dengan keperluan yang diinginkan Adonan adukan Cara alat yang dipakai untuk mengaduk adonan harus demikian sehingga dapat menentukan dan mengatur banyaknya masing-masing bahan secara terpisah dengan tepat yang dimasukkan ke dalam adukan dan harus mendapat persetujuan dari direksi. Jika dipakai mesin adukan, maka bentuk dan waktu lamanya pengadukan setelah semua bahan dimasukkan dalam mesin pengaduk harus tidak kurang dari 2 menit, kecuali jika banyak mengandung air. Adukan harus dibuat hanya dalam volume yang cukup dipakai untuk pekerjaan yang segera dilaksanakan saja, semua adonan yang telah ditambah air dalam adukanselama 30 menit tidak bisa dipakai lagi dan harus dibuang. Mengencerkan kembali adukan tidak diperkenankan. Bak dan ember harus dicuci bersih sama sekali pada setiap hari selesai bekerja Pemasangan Batu yang dipakai dalam pasangan batu kali belah harus bersih sama sekali sebelum dipasang dan setelah disetujui oleh direksi Batu tidak boleh dipasang pada waktu hujan lebat atau yang cukup dapat mengikis adukan dari pasangan batu. Adukan yang telah dapat Spesifikasi Teknik 65

73 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. dipasang yang menjadi encer karena kehujanan harus dibongkar dan diganti sebelum melanjutkan pekerjaan. Tukang batu tidak diperkenankan melaksanakan pekerjaan pemasangan batu atau batu kosong sebelum hal ini dipersiapkan dengan seksama Batu yang dipakai untuk pasangan batu kali dengan perekat adukan harus dibasahi dengan air antara 3-4 jam sebelum dipakai, dengan cara yang dapat menjamin bahwa tiap batu telah menjadi basah sama sekali dengan merata Siaran/plesteran Susunan adukan untuk siaran harus terdiri dari campuran 1 pc : 2 ps dalam volume dan airnya cukup untuk menghasilkan kekentalan untuk keperluan yang diinginkan Sebelum pekerjaan siaran dimulai, celah-celah diantara batu harus dikorek sebelum adukan dipasang (atau dicungkil untuk pasangan batu yang sudah lama) dan permukaannya harus dibersihkan dengan sikat kawat dan dibasahi pekerjaan siaran dapat dibagi atas : - siar tenggelam (masuk ke dalam + 1 cm) - siar rata ( rata dengan muka batu) - siar timbul (timbul tebal 1 cm, lebar 2 cm) kecuali ditentukan lain semua pekerjaan siaran harus siar tenggelam dan atas persetujuan direksi Pekerjaan plesteran harus dilakukan dengan campuran 1pc : 4ps dalam volume dan airnya cukup untuk menghasilkan kekentalan untuk keperluan yang diinginkan Perawatan Semua pasangan batu atau batu kosong termasuk siaran / plesteran harus dirawat dengan memakai air atau cara lain yang dapat diterima dan disetujui oleh direksi Bila dirawat dengan air maka pasangan batu kali harus dijaga supaya tetap basah sekurang-kurangnya 14 hari, dengan cara tertentu kecuali bila tidak, maka caranya dengan menutupi dengan bahan yang penuh dengan air, atau dengan cara memakai pipa yang berlobang-lobang, merendam dalam bak air, atau dengan cara lain yang dapat disetujui yang dapat menjaga seluruh permukaan menjadi selalu terawat basah. Air yang digunakan untuk perawatan harus memenuhi persyaratan untuk air yang dipakai untuk adukan Perbaikan pasangan batu kali Setelah pekerjaan pasangan batu selesai dikerjakan, maka jika pasangan batu keluar jalur atau tidak mendatar, atau tidak sesuai dengan garis dan arah yang ditunjukkan dalam gambar, maka harus dibongkar dan diganti atas biaya pemborong kecuali bila petugas teknik memberi jaminan secara tertulis untuk menambal atau memperbaiki bagian yang rusak Ukuran dan pembayaran Ukuran untuk pembayaran pasangan batu kali harus dibuat hanya sampai batas yang terlihat pada gambar atau ditentukan oleh direksi secara tertulis. Volume rongga, pipa dan lekukan harus dikurangkan terhadap ukuran pasangan. Harga satuan lelang harus meliputi harga air, semen, pasir, kapur, angkutan, persiapan untuk pasangan, perlindungan, perawatan, Spesifikasi Teknik 66

74 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. penyelesaian dan perbaikan permukaan pasangan dan semua pekerjaan. Prosedur dan kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pasangan batu atau batu kosong sesuai dengan persyaratan teknis. 3. Pipa peresapan 3.1. Tembok-tembok penahan, pasangan miring dan tembok-tembok kepala harus dilengkapi dengan suling-suling. Suling-suling harus dibuat dari pipa PVC dengan 50 mm dan paling tidak satu buah untuk tiap 2m 2 permukaan. Setiap ujung pemasukan dari suling-suling harus dilengkapi dengan saringan Saringan ini bisa terbuat dari pertama-tama lapisan ijuk yang membungkus lobang suling lalu berikutnyua kerikil pasir serta pada bagian terluar tertutup dengan ijuk. 4. Pasangan batu bata 4.1. Pasangan Bata harus diletakkan dengan benar menurut garis bentuk dengan arah mendatar dan arah tegak, sesuai menurut ukuran-ukuran yang diperlihatkan dalam gambar Segera sebelum dipasang, bata dicelupkan lebih dahulu ke dalam air bersih dan sebelum meneruskan sisa pekerjaan yang harus diselesaikan, dasar sambungan yang kelihatan juga disiram air. Umumnya tebal lapisan siar mendatar tidak boleh lebih dari 20 mm dan sambungan tegak 20 mm atau dengan ukuran-ukuran lainnya yang disetujui oleh direksi dan seluruh sambungan harus penuh diisi dengan adukan jika tidak ditentukan lain, adukan yang dipakai menurut perbandingan ini harus 1pc : 4 pasir untuk pasangan biasa dan 1pc : 2 pasir untuk pasangan biasa dan 1pc : 2 pasir untuk pasangan kedap air atau diperintahkan lain oleh direksi Pekerjaan bata harus diselenggarakan secara seragamdan tidak boleh ada satu bagian lebih tinggi 1 m Spesifikasi Teknik 67

75 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. IV. PEKERJAAN BETON A. Pekerjaan beton 1. Umum 1.1. Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan beton sesuai dengan persyaratan yang ditentukan di dalam peraturan beton 1971 (PBI 1971) dan harus melaksanakan pekerjaannya dengan ketepatan dan kesesuaiannya yang tinggi menurut RKS, gambar kerja dan instruksi-instruksi oleh direksi Direksi berhak untuk memeriksa pekerjaan Kontraktor, hal ini dapat dikerjakan sewaktu-waktu yang dianggap tepat. Direksi tidak berkewajiban untuk melakukan pemeriksaan terus menerus dan kegagalan direksi untuk mengetahui kesalahan-kesalahan tidak membebaskan kontraktor dari tanggung jawab Semua pekerjaan-pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan yang ada dalam RKS dan gambar-gambar rencana harus dibongkar, dan giganti atas biaya dari kontraktor Semua material harus baru dengan kualitas yang terbaik dari yang ditentukan (contoh) dan harus disetujui oleh Direksi sebelum dipakai. Direksi akan menyimpan contoh-contoh yang telah disetujui sebagai standar untuk memeriksa pengiriman-pengiriman selanjutnya. Semua material yang tidak disetujui direksi harus dikeluarkan dari proyek atas biaya kontraktor. 2. Bahan 2.1 Portland cement (PC) Semua merk PC yang digunakan harus portland cement merk standar yang telah disetujui oleh badan yang berwenang dan memenuhi persyaratan Portland cement klas I : 2475b(PBI-1971 NI-2). Seluruh pekerjaan harus menggunakan 1 merk PC. Pengganti merk semen hanya dapat dilakukan dengan persetujuan direksi. PC harus disimpan secara baik, dihindarkan dari kelembaban sampai saatnya dipakai. PC yang telah menggumpal atau membatu tidak boleh digunakan. PC harus disimpan sedemikian rupa sehingga mudah untuk diperiksa dan diambil contohnya. 2.2 Koral dan pasir (agregat) Agregat harus sesuai dengan syarat-syarat PBI 1971 bab 3 ayat dan Agregat kasar harus berupa koral atau crush stones yang mempunyai susunan gradasi yang baik, padat (tidak porous) dan cukup syarat kekerasannya Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 % (ditentukan terhadap berat kering) Besar maksimum butir agragat kasar tidak boleh lebih dari 3 cm dan tidak lebih dari ¼ dimensi beton yang terkecil dari bagian konstruksi yang bersangkutan Dua minggu sebelum pengecoran dimulai, sampel-sampel yang telah diambil dengan ukuran tertentu, tipe tertentu, dites sesuai dengan percobaan-percobaan yang tercantum dalam PBI Dari hasil-hasil ini, kontraktor mengambil dua buah contoh yang representatif untuk diambil grading analysisnya Kontraktor harus menjaga semua pengiriman agregat dari suatu sumber untuk setiap agregat yang telah disetujui direksi, agar Spesifikasi Teknik 68

76 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. terjamin kesamaan kualitas dan grading selama pekerjaan. Percobaan-percobaan selanjutnya untuk setiap pengiriman sebanyak 50 ton, atau sewaktu-waktu bila diperintahkan oleh direksi Agragat kasar dan halus diangkat dan disimpan terpisah dan harus dicegah terjadinya segregasi dari berbagai ukuran partikel. Agragat harus dijaga terhadap kebersihan dan bebas terhadap material lain. Kapasitas tempat harus disiapkan pada tempat sumbernya atau pada site untuk menjamin tersedianya kedua macam agregat tersebut, dengan kualitas dan grading yang telah disetujui untuk menjamin kontinuitas pekerjaan. 2.3 Air Air untuk pembuatan dan perawatan beton harus memenuhi syarat PBI 1971 pasal 3.6. sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum. 2.4 Bahan pencampur (admixture) Admixture yang dicampurkan pada beton tidak diijinkan kecuali dengan persetujuan tertulis dari direksi dan konsultan perencana Untuk pemakaian admixture diatas, maka kontraktor harus sudah membuat percobaan-percobaan perbandingan berat dan W/C ratio dari penambahan admixture tersebut. Hasil crushing test kubuskubus berumur 7, 14 dan 21 hari dari laboratorium yang berwenang harus dilaporkan kepada direksi untuk disetujui. 3. Campuran beton 3.1. Beton terdiri dari semen portland, pasir, agragat kasar, air seperti yang telah dispesifikasikan, semua dicampur secara baik dan membawa kualitas yang layak Untuk mutu K175 dan mutu yang lebih tinggi harus digunakan design mix. Design mix harus dari hasil pengujian campuran untuk memperoleh ketentuan Campuran beton yang terdiri dari bahan semen, bahan pembantu (admixture), pasir, koral dan air, kualitas bahan tersebut harus memenuhi syarat yang ditentukan. Perbandingan campuran beton harus diajukan oleh kontraktor berdasarkan hasil percobaan kubus beton di laboratorium beton yang ditunjuk direksi. Hasil pengujian beton tersebut harus diperlihatkan kepada direksi proyek untuk diminta persetujuannya, dan bila disetujui direksi proyek dapat dipakai untuk pekerjaan yang dimaksud Bila campuran beton rencana yang telah disetujui direksi diganti, kualitas dari sumber maupun agregatnya, maka harus dicari lagicampuran yang baru sehingga tetap memenuhi syarat. Untuk campuran beton yang baru tersebut prosedur pembuatan campuran testing kubus beton dan ijindari direksi harus diulang kembali Didalam membuat campuran beton, jumlah semen dan agragat diukur menurut berat, kecuali dalam beberapa hal khusus, dengan persetujuan direksi, pengukuran material dengan pengukuran volume, akan dipakai untuk bangunan-bangunan struktur kecil Semua volume dan berat agragat, semen dan air harus ditakar dengan seksama. Bilamana proporsi-proporsi yangv disyaratkan untuk dilaksanakan kontraktor, maka konstruksi beton yang sudah dicor akan diperintahkan untuk segera disingkirkan. Spesifikasi Teknik 69

77 BAB.VI DOKUMEN LELANG Jumlah semen yang dipakai minimum sebesar 340 kg/m3 beton untuk struktur bangunan air dan reservoir, serta minimum sebesar 275 kg/m3 untuk bangunan struktur biasa. 4. Testing beton dan peralatan 4.1 Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja, material, tempat dan semua peralatan (misal : cetakan-cetakan baja, hammer test, dll) untuk melaksanakan tes-tes beton di bawah ini : - Slump test - Crushing test - Tes kadar lumpur - Hammer test 4.2 Pengujian slump beton segara setelah beton keluar dari mixer, slump minimum 5 cm dan slump maximum 10 cm 4.3 Kontraktor harus membuat, merawat dan mengadakan tes-tes kubus beton pada laboratorium beton yang disetujui direksi atas biaya sendiri. Tes yang dilakukan pada waktu kubus beton berumur 7 hari dan 28 hari. Setiap 5 m 3 beton yang dicor, maka harus dibuat 1 set benda uji terdiri dari 2 buah yaitu untuk 7 hari dan 28 hari. Setiap benda uji harus diberi tanggal pembuatan dan dari bagian mana beton diambil. Jika digunakan beton ready mix, maka dari tiap truck dibuat 2 benda uji untuk test 7 hari dan 28 hari 4.4 Kontraktor harus membuat laporan lengkap mengenai hasil tes kubus dari laboratorium beton yang disetujui oleh direksi dan disampaikan pada direksi secara rutin. 4.5 Kontraktor harus membuat test kadar lumpur pasir dan dilaporkan pada direksi secara rutin. 4.6 Tata cara dan aturan pelaksanaan tes akan ditetapkan dan diatur kemudian oleh direksi. 5. Persiapan pengecoran beton 5.1 Umum Sebelum pekerjaan beton dimulai, maka 24 jam sebelumnya kontraktor harus membuat laporan tertulis kepada direksi proyek yang menyebutkan : - Jumlah volume beton yang dicor - Jumlah alat-alat pengecoran antara lain : mixer, vibrator yang tersedia di lapangan - Jumlah portland cement yang tersedia di lapangan. - Jumlah pasir, koral / kerikil yang tersedia di lapangan - Jumlah cetakan-cetakan kubus beton yang tersedia di lapangan - Jumlah alat-alat slump test yang tersedia di lapangan - Jumlah tenaga kerja yang ada di lapangan - Perbandingan campuran beton yang akan dilaksanakan - Time schedule pelaksanaan pengecoran - Skema jalannya pengecoran sampai selesai - Pengawas ahli dari kontraktor yang ditugaskan di lapangan. Pekerjaan tidak bolehdimulai sebelum persyaratan diatas terpenuhi, dan disetujui direksi proyek bersangkutan. 5.2 Pencegahan korosi Pipa, pipa listrik, angker dan bahan lainnya yang terbuat dari besi yang ditanam dalam beton harus dipasang cukup kuat sebelum pelaksanaan pengecoran beton, kecuali jika ada perintah lain dari direksi proyek, jarak Spesifikasi Teknik 70

78 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. antara bahan tersebut dengan setiap bagian pembesian sekurang-kurangnya harus 5 cm. Cara yang dibenarkan untuk mengikat bahan itu pada kedudukan yang benar adalah dengan kawat atau mengelas ke besi beton. 5.3 Persiapan permukaan yang akan dicor beton Sebelum adukan beton dicor, semua ruang-ruang yang akan diisi dengan beton harus dibersihkan dari kotoran-kotoran kemudian cetakan-cetakan dan pasangan-pasangan dinding yang akan berhubungan dengan beton harus dibasahi dengan air sampai jenuh. Permukaan tanah atau lantai kerja harus dibasahi oleh air sebelum pengecoran, permukaan tersebut harus tetap basah dengan penyiraman terus menerus sampai tiba saat pengecoran. Bagaimana juga permukaan tersebut harus bebas dari air yang tergenang dan juga bebas dari lumpur serta kotoran-kotoran pada saat pengecoran beton. 5.4 Sambungan beton Bidang-bidang beton lama yang akan berhubungan dengan beton baru, dan bila perlu juga bidang-bidang akhir dari beton pada siar pelaksanaan, harus dikasarkan dahulu kemudian bidang-bidang tersebut harus dibersihkan dari segala kotoran dan benda-benda lepas setelah itu harus dibasahi dengan air sampai jenuh. Setelah permukaan disiapkan dengan persetujuan direksi proyek, saat sebelum beton yang baru akan dicor, semua permukaan sambungan beton yang horizontal harus dilapisi dengan spesi mortar dengan susunan yang sama seperti yang terdapat dalam betonnya. Lapisan spesi mortar tersebut harus disebar merata dan harus dikerjakan benar sampai mengisi kedalam seluruh liku-liku permukaan beton lama yang tidak rata, sedapat mungkin dipergunakan sapu kawat untuk menyisipkan lapisan aduk tersebut ke dalam celah permukaan beton lama. 5.5 Persiapan pengecoran Beton tidak boleh dicor, bila seluruh pekerjaan bekisting, pekerjaan tulangan dan pekerjaan instalasi yang tertanam selesai dipasang dan persiapan seluruh permukaan tempat pengecoran belum disetujui oleh direksi proyek. Seluruh permukaan bekisting dan bagian instalasi yang akan ditanam di dalam beton pengecoran yang lalu, harus dibersihkan terhadap seluruh kerak beton tersebut, sebelum beton dikelilinginya atau beton yang terdekat dicor. 5.6 Penyingkiran air Beton tidak boleh dicor sebelum semua genangan air yang memasuki tempat pengecoran tersebut dikeringkan dengan sebaik-baiknya. Beton tidak boleh dicor didalam air tanpa persetujuan dari direksi proyek. Kontraktor juga tidak dibenarkan membiarkan air mengalir diatas beton sebelum beton cukup umurnya dan mencapai pengerasan awal. 6. Pengadukan 6.1. Mesin pengaduk campuran beton 6.2. Bahan-bahan untuk adukan beton harus dicampur dalam beton molen atau portable mixer, tidak kurang dari 1,5 menit sesudah seluruh bahanbahan (kecuali untuk air dengan jumlah yang ranum di dalam mixer). Waktu pengadukan ditambah apabila kapasitas melebihi dari 1,5 m 3 Spesifikasi Teknik 71

79 BAB.VI DOKUMEN LELANG Direksi memberi syarat untuk penambahan waktu pengadukan bilamana pengisian dan operasi pengadukan gagal menghasilkan beton melalui bahan-bahan yang didistribusikan dan konsisten dan uniform Concrete harus seragam dalam komposisi dan konsisten dari kelompokkelompok, kecuali bila bergantian dalam komposisi dan konsisten dibutuhkan air, harus ditambah sebelum pengisian dan pengadukan berikutnya dilaksanakan.campuran overmixing yang berlebihan dengan menambahkan air untuk mendapatkan konsisten beton tidak diizinkan Hand mixing beton 6.6. Karena strength dari beton sangat bergantung dari kesempurnaan pengadukan, maka pekerjaan ini harus dijaga dan dilaksanakan dan dicoba Box pengukuran agragat, saringan agregat dan pengadukan beton dalam bentuk datar harus dilengkapi dengan ukuran yang cukup untuk meningkatkan dan mempercepat pengadukan sekurang-kurangnya 2 bathcing pada waktu yang sama. Tiap-tiap batch tidak akan lebih dari 1,5 m Di dalam box-box pengadukan, pengukuran jumlah pasir disebar lebih dahulu dalam 4 adukan, kemudian semen harus disebar di atas pasir, dan pasir serta semen secara sempurna dicampur hingga warna seragam. Kemudian penambahan air yang membuat lapisan mortar. Setelah campuran dibentuk dengan lengkap sebagai mortar kemudian agragat disebarkan diatas permukaan dan keseluruhannya disodok dan dibalik atau dicangkul sampai adukan tercampur sempurna dan semua agragat ditutup dengan mortar, hal ini mungkin membutuhkan adukan dibalik dan disodok sekurang-kurangnya 4 kali Hand mixing tidak diizinkan untuk beton bendungan, jembatan dan bangunan-bangunan yang besar Bagian dalam dinding beton harus digetarkan dengan vibrator, dan pada waktu yang sama bekistingnya diketuk sampai adukan beton benar-benar mengisi penuh bekisting tersebut atau lobang galian dan menutupi seluruh permukaan bekisting Lapisan berikutnya tidak boleh dicor bila lapisan sebelumnya tidak dikerjakan secara seksama Dalam hal pemadatan beton dilakukan dengan vibrator harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut ; - slump dari beton tidak lebih dari 12,5 cm - jarum penggetar harus dimasukkan ke dalam adukan secar vertikal dan dengan persetujuan direksi proyek, dalam keadaan khusus boleh miring sampai Selama penggetaran jarum tidak boleh digerakkan kearah horizontal karena hal ini akan memindahkan bahan-bahan - Harus dijaga agar jarum tidak mengenai cetakan atau bagian beton yang sudah mulai mengeras. Karena itu jarum tidak boleh dipasang lebih dari 5 cm dari cetakan atau dari beton yang sudah mengeras. Juga harus diusahakan agar tulangan tidak terkena oleh jarum agar tulangan tidak terlepas dari betonnya, dan getaran-getaran tidak merambat ke bagian-bagian lain dimana betonnya sudah mengeras Spesifikasi Teknik 72

80 BAB.VI DOKUMEN LELANG Lapisan yang digetarkan tidak boleh lebih tebal dari cm. Berhubungan dengan itu maka pengecoran bagian-bagian konstruksi yang sangat tebalharus dilakukan lapis demi lapis, sehingga tiap-tiap lapis dapat dipadatkan dengan baik. - Jarum penggetar ditarik dari adukan beton apabila adukan mulai nampak mengkilap sekitar jarum (air semen mulai memisahkan diri dengan agregat) yang pada umumnya tercapai setelah maksimum 30 detik. Penarikan jarum ini tidak boleh dilakukan terlalu cepat agar rongga bekas jarum dapat diisi penuh lagi dengan adukan. - Jarak antara pemasukan jarum harus dipilih sedemikian rupa sehingga daerah-daerah pengaruhnya saling menutupi 7. Perlindungan cuaca dan perawatan beton 7.1. Perlindungan cuaca panas Adukan beton yang baru dicor harus diberi pelindung terhadap panas matahari secepat mungkin setelah permukaan beton yang baru sudah mengeras Perlindungan musim hujan Tidak diperbolehkan mengecor selama turun hujan dan beton yang dicor harus dilindungi dari hujan. Penghentian beton yang yang baru dicor harus dilindungi terhadap pengikisan aliran air hujan. Sebelum pengecoran berikutnya dikerjakan, maka seluruh beton yang kena hujan atau aliran air hujan harus diperiksa untuk diperbaiki dan dibersihkan dulu terhadap beton-beton yang tercampur / terkikis air hujan. Pengecoran selanjutnya harus mendapatkan izin direksi terlebih dahulu Perlindungan beton selama dalam proses pengerasan lantai dan bagian konstruksi yang lain, tidak diperkenankan menggunakan lantai tersebut sebagai jalan untuk mengangkut bahan-bahan atau sebagai tempat penimbunan bahan Tidak diperbolehkan merusak / melubangi beton yang sudah jadi untuk keperluan-keperluan apapun juga. Jika hal ini terpaksa dilakukan, harus mendapat persetujuan dari direksi proyek Selama perawatan bekisting kayu dibiarkan tetap tinggal agar beton tetap basah untuk mencagah ratak pada sambungan beton lama dan baru karena pengeringan beton yang terlalu cepat Semua beton hendaknya selalu dalam keadaan basah selama paling sedikit 7 hari dengan cara membasahi dengan air 8. Penyelesaian permukaan beton 8.1. Penyelesaian permukaan Semua permukaan yang dicetak harus dikerjakan secara cermat sesuai dengan bentuk, garis, kemiringan dan potongan sebagaimana tercantum dalam gambar atau ditentukan oleh direksi proyek. Permukaanplat beton merupakan suatu permukaan yang rapi, licin, merata dan keras. Dilarang menaburkan semen kering dan pasir diatas permukaan beton untuk menghisap air yang berlebihan. Pelat lantai dan bagian atas dinding exposed harus dirapikan dengan sendok aduk dari baja. Spesifikasi Teknik 73

81 BAB.VI DOKUMEN LELANG Perbaikan cacat permukaan harus dilakukan segera setelah cetakan, dilepaskan, semua permukaan, exposed (terbuka) harus diperiksa secara teliti, bagian yang tidak rata harus segera digosok atau diisi secara baik agar diperoleh suatu permukaan yang seragam dan merata. Perbaikan hanya boleh dikerjakan setelah ada pemeriksaan dari direktur proyek. Semua perbaikan dan penggantian sebagaimana diuraikan disini harus dilaksanakan oleh kontraktor atas biaya sendiri.beton yang menunjukkan adanya rongga-rongga, lobang keropok atau cacat sejenis lainnya, harus dibongkar dan diganti. Semua perbaikan harus dilaksanakandan dibentuk sedemikian rupa dengan cara yang dibenarkan dan sedemikian rupa tidak memperlemah kualitas beton. Semua perbaikan itu harus dirawat sebagaimana diperlukan untuk beton yang diperbaiki. Untuk struktur reservoir yang berhubungan dengan air, tiap retakan yang timbul harus diberi tanda dan diperbaiki agar menjadi kedap dengan adukan water proofing. 9. Siar pelaksanaan 9.1. Siar pelaksanaan harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak banyak mengurangi kekuatan konstruksi. Bila siar-siar pelaksanaan tidak ditunjukkan dalam gambar-gambar rencana, maka siar-siar pelaksanaan harus disetujui oleh direksi proyek. Penyimpangan tempat siar pelaksanaan dari yang ditunjukkan dalam gambar harus disetujui oleh direksi proyek Pada polar dan balok, siar-siar pelaksanaan harus ditempatkan kira-kira ditengah-tengah bentang dimana terdapat gaya lintang yang terkecil 9.3. Siar mulai harus dibuat pada lokasi dan dimensi yang tepat seperti pada gambar rencana 10. Beton kedap air 10.1 Semua beton kedap air diberi lapisan water proofing, lapisan water proofing harus dari bahan yang tidak beracun atau dapat menjadi sebab tercemarnya air. Pemakaian merk dan jenis water proofing dengan persetujuan direksi proyek. Cara pemasangan dan pengangkeran waterstop harus dilakukan sedemikian rupa sehingga kedudukan waterstop tetap teguh dan tidak terliput beton pada waktu pengecoran Pemberhentian pengecoran beton rapat air harus diberi waterstop yang akan digunakan harus diserahkan pada direksi proyek untuk disetujui Sambungan-sambungan delatasi baik vertikal maupun horizontal harus diberi scalant yang disetujui direksi. 11. Pembesian 1. Umum 1.1 Ruang lingkup Kontraktorharus menyiapkan, membengkokkan dan memasang pembersihan sesuai dengan apa yang tercantum di dalam gambar dan apa yang dijelaskan di dalma spesifikasi. Dalam pekerjaan pembersihan termasuk semua pemasangan kawat beton, kaki ayam untuk penyanggah, beton dekking dan segala hal yang perlu serta juga menghasilkan pekerjaan beton sesuai dengan ketentuan. 1.2 Gambar kerja Spesifikasi Teknik 74

82 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. Sebelum pekerjaan pembengkokan besi beton, kontraktor harus terlebih dahulu menyiapkan daftar pembesian, sketsa dan gambar pembengkokan besi dan menyerahkannya pada direksi proyek untuk disetujui. Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya atas ketelitian ukuran, dan akan diperiksa di lapangan oleh direksi proyek. 1.3 Standar Detail dan pemasangan pembesian harus sesuai dengan peraturan atau standar PBI 1971 atau yang disetujui oleh direksi proyek. 2. Mutu baja tulangan Besi beton yang dipakai adalah besi beton polos atau besi beton ulir. Besi beton polos yang dipakai adalah besi beton dengan tegangan leleh kg/cm 2 dan tertera dalam gam bar dengan kode U.24. besi beton ulir (high strength steel) yang dipakai adalah besi beton dengan tegangan leleh kg/cm 2 dan tertera dalam gambar dengan kode U.32. besi beton tersebut diatas haruslah memenuhi syarat PBI 1971-NI-2. kontraktor harus bisa membuktikan dan melaporkan pada direksi proyek bahwa besi beton yang dipakai termasuk jenis mutu baja yang direncanakan.jika nanti terdapat kesalahan / kekeliruan mengenai jenis besi beton yang dipergunakan, maka kontraktor harus bertanggung jawab atas segalanya dan mengganti semua tulangan baik yang sudah terpasang maupun yang belum. Laporan mengenai jenis beton harus dibuat secara tertulis dan dilampirkan juga keterangan dari pabrik besi beton dimana tulangan tersebut diproduksi, yang menyebutkan bahan besi beton tersebut termasuk tulangan yang bermutu sesuai dengan yang direncanakan, yang dilengkapi dengan hasilhasil percobaan laboratorium. 3. pembengkokan besi beton 3.1. Pekerjaan pembengkokan besi harus dilakukan dengan teliti sesuai dengan ukuran yang tertera pada gambar Besi beton tidak boleh dibengkokan atau diluruskan sedemikian rupa, sehingga rusak atau cacat, dan tidak diperbolehkan membengkokan besi beton dengan cara memanaskan.pembengkokan dilakukan dengan cara melingkari sebuah pasak diameter tidak kurang dari 5 kali diameter besi beton, kecuali untuk besi beton yang lebih besar dari 25 mm, pasak yang digunakan harus tidak kurang dari 8 X diameter besi beton, kecuali ditentukan lain Semua pembesian harus mempunyai hak pada kedua ujungnya bilamana tidak ditentukan lain. 4. Pemasangan besi tulangan 4.1. Pembersihan Sebelum baja tulangan dipasang, besi beton harus bebas dari sisa logam, karatan, lemak dan lapisan yang dapat merusak atau mengurangi daya lekat besi dan beton Pemasangan Pembesian harus disetel dengan cermat sesuai dengan gambar dan diikat dengan kawat beton. Semua tulangan harus dipasang dengan posisi yang tepat sebelum pengecoran pemasangan tulangan harus diperiksa oleh direksi proyek. Tulangan-tulangan harus dipasang sedemikian rupa sedemikian rupa sehingga selama pengecoran tidak berubah tempat seperti yang tercantum di dalam PBI 1971 bab 3 Spesifikasi Teknik 75

83 BAB.VI DOKUMEN LELANG Sambungan batang tulangan dengan menggunakan las tidak diizinkan. Sambungan-sambungan tulangan harus dibuat overlap minimum 40 kali diameter tulangan sesuai persyaratan yang tercantum pada PBI 1971 bab 8 dan ketentuan-ketentuan pada gambar. Harus dihindari meletakkan sambungan tulangan pada titik-titik yang menimbulkan tegangan maksimum 4.4. Beton dekking Bilamana tidak ditentukan lain dalam gambar, maka penulangan harus dipasang dengan tebal untuk beton dekking sebagai berikut : - semua dinding beton yang kena air 4-5 cm - balok dan kolom tidak kena air 3-4 cm - bidang yang kena udara dan semua bidang interior 2,5 cm 5. Bekisting 1. Umum Bekisting harus menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk, ukuran, batas-batas seperti yang ditunjukkan dalam gambar konstruksi. 2. Bahan Semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk bekisting baru bisa dipergunakan jika sudah mendapat persetujuan dari direksi proyek. Semua bahan untuk bekisting harus bahan baru, dikeringkan secara baik dan bebas dari mata kayu yang lepas, celah kotoran yang melekat dan jenis lainnya, bila bekisting yang sama yang akan digunakan lagi harus menghasilkan permukaan yang serupa dan dengan persetujuan direksi proyek. Tiang-tiang penahan bekisting harus dipilih dari bahan yang kuat. Bambu tidak diperbolehkan dipakai untuk tiang-tiang penyangga sekur dan klem, tetapi harus menggunakan kayu sekurangkurangnya sekualitas dengan kayu dolken. Untuk bahan-bahan yang kurang / tidak memenuhi syarat, tidak boleh dipakai dan harus dipindahkan dari lokasi pekerjaan. 3. Pembuatan bekisting 3.1 Bekisting-bekisting tidak boleh bocor dan cukup kaku dan tidak berpindah tempat atau melendut. Permukaan bekisting harus halus dan rata, tidak boleh ada lekukan / lobang-lobang 3.2 Tiang penyangga Tiang penyangga baik yang vertikal / miring harus dibuat sebaik mungkin untuk memberikan penunjang yang dibutuhkan tanpa menimbulkan perpindahan tempat, kerusakan danoverstress pada beberapa bagian konstruksi. Struktur dari tiang-tiang penyangga harus ditempatkan pada posisi sedemikian rupa sehingga konstruksi bekisting benar-benar kuat dan kaku untuk menunjang berat sendiri dari beban-beban lain yang berada diatasnya selama pelaksanaan, bila perlu pemborong memuat perhitungan besar lendutan dan kekuatan dari bekisting tersebut. 3.3 Khusus untuk bekisting kolom, balok-balok tinggi dan dinding pada tepi bawah harus dibuatkan bukaan pada dua sisi untuk mengeluarkan kotorankotoran yang mungkin terdapat pada dasar kolom / dinding tersebut. 3.4 Penanaman pipa dan lain-lain Spesifikasi Teknik 76

84 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. Pipa saluran dan lainnya, serta perlengkapan lain untuk membuat lobang. Saluran dan lain-lain harus dipasang kokoh dalam bekisting kecuali bila diperintahkan lain oleh direksi proyek. 3.5 Pelapis bekisting Untuk mempermudah pembongkaran bekisting, dapat digunakan pelapis bekisting dengan persetujuan direksi proyek. Kontraktor harus memberitahukan direksi proyek bilamana bermaksud akan membongkar cetakan pada bagian-bagian konstruksi yang utama dan persetujuan direksi itu tidak berarti rekanan lepas dari tanggung jawabnya. Bilamana akibat pembongkaran cetakan pada bagian-bagian konstruksi akan bekerja beban-beban yang lebih tinggi daripada beban rencana, maka cetakan tidak boleh dibongkar selama keadaan kelebihan beban tersebut berlangsung. Perlu ditekankan bahwa tanggung jawab atau keamanan konstruksi beton seluruhnya terletak pada kontraktor dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetakan ditujukan ke PBI 1971 dalam pasal yang bersangkutan. 4. Pemeriksaan bekisting Bekisting yang sudah selesai dibuat dan disiapkan untuk pengecoran beton, akan diperiksa oleh direksi proyek. Untuk menghindari keterlambatan dalam mendapatkan persetujuan, sekurang-kurangnya 24 jam sebelumnya kontraktor harus memberitahukan direksi proyek bahwa bekisting sudah siap untuk diperiksa. 5. Pembongkaran 5.1 Bekisting harus dibongkar tanpa goncangan, getaran atau kerusakan pada beton. Pembongkaran harus dilakukan dengan hati-hati. 5.2 Saat pembongkaran bekisting Bekisting tidak boleh dibongkar sebelum beton-beton mencapai suatu kekuatan kubus sekurang-kurangnya untuk memikul 2X beban sendiri. Kontraktor harus memberitahu direksi proyek bilaman akan membongkar cetakan pada bagian konstruksi yang utama dan persetujuan direksi itu tidak berarti rekanan lepas dari tanggung jawabnya. Bilamana akibat pembongkaran cetakan pada bagian-bagian konstruksi akan bekerja beban-beban yang lebih tinggi daripada beban rencana, maka cetakan tidak boleh dibongkar selama keadaan kelebihan beban tersebut berlangsung. Perlu ditekankan bahwa tanggung jawab atau keamanan konstruksi beton seluruhnya terletak pada kontraktor dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetakan ditujukan ke PBI 1971 dalam pasal yang bersangkutan. 6. Sambungan delatasi Sambungan delatasi 1. Umum 1.1 Pekerjaan yang diperlukan dalam pasal ini meliputi bahan, perlengkapan dan peralatan lainnya yang diperlukan untuk menyelesaikan semua sambungan delatasi sebagaimana tercantum dalam gambar ditentukan dalam persyaratan ini. 1.2 Semua sambungan delatasi yang terendam dalam air harus terdirii dari waterstop dan pengisi sambungan delatasi 2. Water stop 2.1. Bahan dan pabrik Spesifikasi Teknik 77

85 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. Bahan harus diperoleh dari suatu elastometric polyvinylchloride compond atau bahan yang memiliki sifat ekuivalen. Dilarang menggunakan bahan asal yang tercecer (sweeping). Kontraktor harus menyerahkan pada direksi proyek laporan pengujian terakhir dan sertifikasi waterstop yang menerangkan bahwa barang-barang yang akan dikirim ke tempat pekerjaan memenuhi ketentuan standar yang berlaku di Indonesia contoh dan pembuatan di lapangan sebelum bahan waterstop digunakan di lapangan, contoh dari tiap ukuran dan bentuk bahan yang akan dipakai harus diserahkan pada direksi pengawas untuk disetujui. Contoh tersebut harus dibuat sedemikian rupa sehingga bahan dan pengerjaannya merupakan bahan bantu (fitting) yang harus disediakan sesuai dengan kontrak. Contoh dari fitting yang dibuat di lapangan (crosses T-stuck dan lain-lain) akan dipilih secara bebas oleh direksi pengawas untuk dicek. Bagian dan sambungan yang dibuat di lapangan harus sesuai dengan petunjuk pabrik waterstop dengan menggunakan besi pemanas thermostatis hingga disetujui direksi pengawas pengisi sambungan delatasi bila pengisi sambungan delatasi dicantumkan dalam gambar, bahannya harus dari preformed non extruding type joint filder yang dibuat dari spons karet atau bahan yang ekuivalen sifatnya memenuhi standar internasional. Dilarang menggunakan fiber bintumen. Pengisi sambungan delatasi harus dari pabrik yang membuat waterstop. 3. Pengangkeran water step 3.1. Cara yang memadai harus dilakukan dengan pengangkeran waterstop dan pengisian sambungandalam beton. Cara pemasangan waterstop dalam cetakan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga waterstop jangan sampai terlipat oleh beton pada saat pengecoran Kontraktor harus menyerahkan gambar detail pengangkeran waterstop dan joint filler pada direksi pengawas untuk disetujui. Spesifikasi Teknik 78

86 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. V. PEKERJAAN SALURAN DRAINASE 1. Pekerjaan persiapan 1.1. Untuk pekerjaan pembersihan lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan pekerjaan tanah 2. Pekerjaan galian dan timbunan 2.1. Semua pekerjaan galian harus mengikuti ketentuan sesuai dengan pekerjaan tanah untuk pekerjaan timbunan atau urugan harus dipadatkan lapis demi lapis sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan tanah. 3. Pasangan batu kali untuk dinding saluran 3.1. Sebelum pelaksanaan galian untuk saluran terlebih dahulu harus dipasang bowplank untuk menentukan elevasi dan ukuran pasangan batu kali 3.2. setelah galian untuk saluran selesai dilaksanakan dilanjutkan dengan pasangan batu kali, dan sebelum dilaksanakan pemasangan batu kali terlebih dahulu disetujui secara tertulis oleh direksi pasangan batu kali untuk saluran terbuat dari pasangan batu kali dengan adukan 1pc : 4ps. Pekerjaan pasangan batu kali untuk saluran harus dipasang bagian dasar terlebih dahulu kemudian baru menyusul pekerjaan dinding saluran pekerjaan saluran dibuat sesuai dengan type saluran menurut gambar rencana atau gambar kerja (shop drawing) dan untuk daerah-daerah tertentu disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan meminta persetujuan terlebih dahulu kepada direksi Untuk pekerjaan pasangan batu kali harus sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan pasangan batu kali. 4. Plesteran untuk dinding saluran 4.1. Dinding saluran diplester dengan ketebalan 10 mm dengan adukan 1pc : 4ps atau sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan pasangan batu kali 4.2. plesteran dibuat sedemikian rupadengan memasang benang-benang pembantu sehingga kelihatan rapi dan rata permukaannya Pada dinding saluran dibuat lobang atau suling-suling dari pipa PVC diameter 25/50 mm dengan jarak yang telah ditentukan pada gambar atau menurut petunjuk direksi Semua pekerjaan yang belum sempurna dilaksanakan, harus disempurnakan dan sisa-sisa pekerjaan harus dibersihkan. 5. Penolakan dari beton 5.1. Direksi berhak menolak pekerjaan yang tidak memenuhi syarat. Kontraktor harus mengganti, membongkar dan memperbaiki beton-beton yang tidak memenuhi syarat atas biaya sendiri sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh direksi Syarat kekuatan beton Kekuatan beton harus sesuai dengan persyaratan pada PBI 1987 bab4.5, 4.6, 4.7 dan Toleransi kesalahan pada pelaksanaan beton Beton harus mempunyai ukuran-ukuran dimensi lokasi dan bentuk yang tidak boleh melampaui toleransi berikut ini : Spesifikasi Teknik 79

87 BAB.VI DOKUMEN LELANG Posisi garis as dari penyelesaian bagian struktur pada semua titik kurang lebih 0,5 cm posisi yang seharusnya. 6. pengangkutan dan pengecoran 6.1. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton, kontraktor harus memberi tahu direksi proyek dan mendapatkan persetujuannya. Jika tidak ada persetujuan direksi proyek maka kontraktor akan diperintahkan untuk menyingkirkan beton yang dicor atas biaya sendiri Sejak pengecoran dimulai, pekerjaan ini harus dilanjutkan tanpa berhenti sampai mencapai siar-siar pelaksanaan yang ditetapkan menurut gambar atau dengan persetujuan direksi proyek Apabila pengecoran beton akan dilakukan dan diteruskan pada hari berikutnya, maka tempat penghentian tersebut harus disetujui menurut ketentuan yang telah dijelaskan pada gambar atau atas persetujuan direksi proyek Adukan beton pada umumnya sudah harus dicor dalam waktu 1 jam setelah pengadukan dengan air dimulai. Jangka waktu tersebut dapat diperpanjang sampai 2 jam, apabila adukan beton digerakkan terus menerus secara mekanis. Apabila diperlukan jangka waktu yang lebih panjang lagi maka harus dipakai bahan-bahan penghambat pengikatan yang berupa bahan pembantu yang disetujui oleh direksi proyek. Beton harus dicor sedekat-dekatnya ke tujuannya yang terakhir untuk mencegah pemisahan bahan-bahan akibat pemindahan adukan dalam cetakan Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ke tempat pengecoran harus dilakukan dengan cara-cara yang benar. Spesifikasi Teknik 80

88 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. VI. PEKERJAAN SALURAN DRAINASE TERTUTUP 1. Pekerjaan persiapan Untuk pekerjaan pembersihan lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan pekerjaan tanah 2. Pekerjaan galian dan timbunan 2.1 Semua pekerjaan galian harus mengikuti ketentuan sesuai dengan pekerjaan tanah. 2.2 untuk pekerjaan timbunan atau urugan harus dipadatkan lapis demi lapis sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan tanah. 3. Pasangan batu kali untuk dinding saluran 3.1 Sebelum pelaksanaan galian untuk saluran terlebih dahulu harus dipasang bowplank untuk menentukan elevasi dan ukuran pasangan batu kali 3.2 setelah galian untuk saluran selesai dilaksanakan dilanjutkan dengan pasangan batu kali, dan sebelum dilaksanakan pemasangan batu kali terlebih dahulu disetujui secara tertulis oleh direksi. 3.3 pasangan batu kali untuk saluran terbuat dari pasangan batu kali dengan adukan 1pc : 4ps. Pekerjaan pasangan batu kali untuk saluran harus dipasang bagian dasar terlebih dahulu kemudian baru menyusul pekerjaan dinding saluran. 3.4 pekerjaan saluran dibuat sesuai dengan type saluran menurut gambar rencana atau gambar kerja (shop drawing) dan untuk daerah-daerah tertentu disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan meminta persetujuan terlebih dahulu kepada direksi. 3.5 Untuk pekerjaan pasangan batu kali harus sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan pasangan batu kali. 4. Plesteran untuk dinding saluran 4.1 Dinding saluran diplester dengan ketebalan 10 mm dengan adukan 1pc : 4ps atau sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan pasangan batu kali 4.2 plesteran dibuat sedemikian rupadengan memasang benang-benang pembantu sehingga kelihatan rapi dan rata permukaannya. 4.3 Pada dinding saluran dibuat lobang atau suling-suling dari pipa PVC diameter 25/50 mm dengan jarak yang telah ditentukan pada gambar atau menurut petunjuk direksi. 4.4 Semua pekerjaan yang belum sempurna dilaksanakan, harus disempurnakan dan sisa-sisa pekerjaan harus dibersihkan. 5. Pemadatan dan penggetaran 5.1 Pada waktu adukan beton dicor ke dalam bekisting atau lobang galian tempat tersebut harus telah padat betul dan tetap, tidak ada penurunan lagi. Adukan beton tersebut harus memasuki semua sudut, melalui celah pembesian, tidak terjadi sarang koral. 5.2 Perhatian khusus perlu diberikan untuk pengecoran beton di sekeliling waterstop 5.3 Kontraktor harus menyediakan vibrator cadangan yang cukup 5.4 Dalam keadaan khusus dimana pemakaian vibrator tidak praktis, direksi proyek dapat menganjurkan dan menyetujui pengecoran tanpa vibrator. Spesifikasi Teknik 81

89 BAB.VI DOKUMEN LELANG Pekerjaan pengecoran harus dipadatkan sebaik-baiknya sehingga tidak terjadi cacat beton seperti keropos, adanya kantong udara dan sarang koral yang akan memperlemah. 6. Pekerjaan bekisting / cetakan beton 6.1 Setelah pekerjaan saluran selesai dilaksanakan dan telah ada persetujuan tertulis dari direksi, maka dilanjutkan dengan pekerjaan plat beton (beton bertulang) untuk tiap saluran. 6.2 Desain bekisting untuk tiap saluran disesuaikan dengan berbagai bentuk, ketinggian dan dimensi dari beton yang terlihat pada gambar pelaksanaan. 6.3 Untuk pembuatan bekisting beton harus sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan beton. 7. Pekerjaan tulangan dan cor beton 7.1 Desain dan dimensi tulangan dalam pelaksanaan pembesian harus disesuaikan dengan gambar rencana atau gambar kerja (shop drawing) dan tidak terlepad dari ketentuan dalam bahan-bahan umum. 7.2 Setelah bekisting beton selesai dan telah mendapat perfsetujuan direksi dilanjutkan dengan pengecoran beton. Mutu beton yang dipakai K225 atau sesuai dengan petunjuk dan persetujuan direksi. 7.3 Pelaksanaan pengecoran beton harus sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan beton. 7.4 Untuk pembongkaran dan pemindahan bekisting agar dipedomani ketentuan dalam pekerjaan beton. Spesifikasi Teknik 82

90 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. VII. PEKERJAAN JEMBATAN PLAT BETON 1. Pekerjaan persiapan Untuk pekerjaan pembersihan lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan pekerjaan. 2. Pekerjaan galian dan timbunan 2.1. Untuk pekerjaan galian harus mengikuti ketentuan dalam pekerjaan tanah 2.2. Timbunan atau urugan harus dipadatkan lapis demi lapis sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan tanah. 3. Pemasangan pondasi jembatan 3.1. Bila pekerjaan galian untuk pondasi jembatan telah selesai dilanjutkan dengan pasangan pondasi dari batu kali 3.2. Untuk pekerjaan pasangan batu kali harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan pasangan batu kali 3.3. plesteran untuk pasangan batu kali pondasi dilaksanakan dengan adukan 1pc : 4ps dengan ketebalan 10 cm, pasangan batu kali harus sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan pasangan batu kali untuk plesteran harus dibuat sedemikian rupa dengan memasang benangbenang pembantu sehingga kelihatan rapi dan rata permukaannya. 4. Pekerjaan bekisting / cetakan beton 4.1. Setelah pekerjaan pondasi selesai dilaksanakan dan telah disetujui secara tertulis oleh direksi maka dilanjutkan dengan pekerjaan plat beton (beton bertulang) untuk lantai jembatan 4.2. desain bekisting untuk lantai jembatan disesuaikan dengan berbagai bentuk, ketinggian dan dimensi dari beton yang terlihat pada gambar pelaksanaan. Untuk pembuatan bekisting beton harus sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan beton. 5. Pekerjaan tulangan dan cor beton 5.1. Desain dan dimensi tulangan dalam pelaksanaan pembesian harus disesuaikan dengan gambar rencana atau gambar kerja (shop drawing) dan tidak terlepas dari ketentuan dalam bahan-bahan umum 5.2. setelah bekisting beton selesai dan telah mendapatkan persetujuan dari direksi dilanjutkan dengan pengecoran beton, mutu beton yang dipakai K225 atau sesuai dengan petunjuk dan persetujuan direksi Pelaksanaan pengecoran beton harus sesuai dengan ketentuan dalam pekerjaan beton Untuk pembongkaran dan pemindahan bekisting agar dipedomani ketentuan dalam pekerjaan beton. Spesifikasi Teknik 83

91 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. VIII. PERLENGKAPAN DIREKSI 1. Kantor sementara di lapangan 1.1. Pemborong harus menyediakan dan memelihara kantos sementara di lapangan dengan alat-alat direksi 1.2. Pemborong boleh menyewa rumah penduduk untuk dipakai sebagai kantor direksi. Kalau perlu rumah itu harus diperbaiki lebih dahulu sehingga sesuai dengan yang disyaratkan dan semuanya atas persetujuan direksi pengawas. 2. Peralatan untuk pengukuran 2.1. Pembororng harus menyediakan dan memelihara peralatan dan perlengkapan untuk dipakai sendiri oleh direksi. Alat dan perlengkapan ini dijaga supaya tetap dalam keadaan yang baik. Jika ada perbaikan dan harus diganti jika hilang atau rusak senua alat dan peralatan tersebut tetap menjadi milik pemborong 2.2. Penjelasan secukupnya harus diserahkan bersama penawaran untuk memungkinkan direksi menilai mutu daripada alat-alat dan perlengkapanperlengkapan itu tidak boleh ditukar dalam waktu pelaksanaan pemborong, kecuali dengan izin atau atas perintah direksi. 3. Foto dokumentasi Foto dokumentasi diambil untuk kondisi 0 % pondasi, 50 % dan 100 % pada titik yang sama untuk setiap patoknya sehingga kelihatan kemajuan pelaksanaannya. 4. As build drawing Digambar setelah diukur kembali dengan kondisi pelaksanaan 100 % lapangan. Patok yang diambil adalah patok yang semula. Gambar harus diasistensikan ke proyek. 5. Format laporan Laporan mingguan harus dimasukan setiap minggunya. Tidak boleh dirapelkan atau ditumpuk untuk beberapa minggu kemudian baru dilaporkan. Pada lembaran laporan harus ada gambar konstruksi utem yang dikerjakan berikut perhitungan volumenya. Format laporan disesuaikan dengan format proyek. Laporan bulanan dibuat setiap bulannya setelah laporan mingguan sebelumnya diakui oleh pihak proyek. Untuk laporan mutual check sebagai pendukung perhitungan volume untuk gambar as build drawing. Semua laporan dibuat rangkap 5 (kima) mengingat pentingnya laporan ini rekanan diminta menunjuk satu orang yang khusus menangani laporan. 6. Site manager / pelaksana Direktur harus menempatkan seorang site manager yang benar-benar cakap dan bisa mengambil keputusan di lapangan. Untuk itu direktur harus memberi pendelegasian kewenangan keputusan yang harus diambil kepada site manager. Demikian juga terhadap tenaga pelaksana lapangan harus mengerti teknis dan bisa membaca gambar serta mampu mengkoordinir tukang. Site manager dan tenaga pelaksana yang ditunjuk harus mempunyai tanda TPTT yang dikeluarkan oleh Kanwil Dept.PU Provinsi Sumatera barat. 7. Dasar pembiayaan dan pembayaran Tidak dilakukan pembayaran terpisah terhadap operasi untuk kegiatan ponit 2,3,4 dan 5 yang dilakukan. Kontraktor sesuai dengan spesifikasi ini. Biaya pekerjaan ini dianggap telah termasuk dalam berbagai harga penawaran untuk operasi pemeliharaan. Spesifikasi Teknik 84

92 BAB.VI DOKUMEN LELANG 20.. IX. PEKERJAAN PEMBERSIHAN 1. Umum Selama masa penanganan pelaksanaan pihak kontraktor harus tetap memelihara pekerjaan sedemikian rupa sehingga terbebas dari tumpukan sisa bangunan, kotoran-kotoran dan sampah-sampah yang dihasilkan sebagai akibat adanya kegiatan proyek. Pada saat selesainya pekerjaan pihak kontraktordiharuskan menyingkirkan seluruh bahan sisa dan bahan kelebihan, sampah-sampah, perlengkapan=perlengkapan, peralatan, mesin-mesin dari lapangan. Seluruh bagian permukaan hasil penanganan harus terlihat bersih dan proyek yang akan diserahkan harus sudah dalam keadaan siap pakai dan diterima dengan memuaskan oleh direksi proyek. 2. Pembersihan selama pelaksanaan 2.1. Pihak kontraktor harus melakukan pembersihan rutin untuk menjamin daerah kerja, kantor darurat dan hunian tetap terbebas dari tumpukan-tumpukan bahan sisa, sampah dan terbebas dari kotoran lainnya yang dihasilkan dari operasi pekerjaan lapangan dan harus tetap memelihara daerah kerja dalam keadaan bersih setiap saat Jangan membuang bahan sisa yang mudah menguap seperti misalnya cairan mineral, minyak atau minyak cat ke dalam selokan, jalan atau ke dalam saluran yang ada. 3. Pembersihan akhir 3.1. Pada saat selesainya pekerjaan lapangan, daerah proyek harus tetap terjaga kebersihannya dan siap dipakai oleh pemilik. Pihak kontraktor harus memulihkan daerah proyek yang tidak merupakan bagian pekerjaan untuk perbaikan, seperti dijelaskan dalam dokumen kontrak, sesuai dengan keadaan aslinya pada saat pembersihan akhir, seluruh pekerjaan harus diperiksa kembali karena kemungkinan ada kerusakan-kerusakan fisik yang ditemukan sebelum pembersihan akhir. Daerah kerja yang terletak di dekat lokasi daerah lokasi kerja harus dibersihkan. 4. Dasar pembayaran Tidak dilakukan pembayaran terpisah terhadap operasi pembersihan yang dilakukan kontraktor sesuai dengan spesifikasi ini. Biaya pekerjaan ini dianggap telah termasuk dalam berbagai harga penawaran untuk operasi pemeliharaan. Spesifikasi Teknik 85

93 BAB.VII DOKUMEN LELANG 20.. BAB - VII BENTUK-BENTUK JAMINAN 1. BENTUK JAMINAN PENAWARAN ( JAMINAN BANK ) 1. Oleh karena.. (nama pengguna jasa) Selanjutnya disebut Pengguna Jasa telah mengundang : (nama peserta lelang) (alamat peserta lelang) selanjutnya disebut Peserta Lelang mengajukan penawaran untuk (uraian singkat mengenai pekerjaan) 2. Dan oleh karena itu peserta lelang terkait pada instruksi kepada peserta lelang mengenai pekerjaan tersebut diatas yang mewajibkan peserta lelang memberikan kepada pengguna jasa suatu jaminan penawaran sebesar Rp.....(jumlah jaminan dalam rupiah) (terbilang.) 3. Maka kami Penjamin yang bertanggung jawab dan mewakili.... (nama Bank) berkantor resmi di (alamat bank) selanjutnya disebut Bank berwenang penuh untuk menandatangani dan melaksanakan kewajiban atas nama Bank, dengan ini menyatakan bahwa Bank penjamin Pengguna jasa atas seluruh nilai uang sebesar tersebut diatas sebagai jaminan penawaran dari Peserta lelang yang mengajukan penawaran untuk pekerjaan tersebut diatas tertanggal...(tanggal penawaran) 4. Syarat-syarat kewajiban ini adalah : a. Apabila peserta lelang menarik kembali penawarannya sebelum berakhirnya masa laku penawaran yang dinyatakan dalam surat penawarannya, atau b. Apabila penawaran dimenangkan dalam masa laku penawaran dan peserta lelang gagal atau menolak : 1). Memberikan jaminan pelaksanaan yang diperlukan 2). Untuk menandatangani Kontrak, atau 3). Menyetujui koreksi aritmatik terhadap penawarannya sebagaimana tersebut pada Pasal 28 Intruksi Kepada Peserta Lelang. Maka Bank wajib membayar membayar sepenuhnya jaminan penawaran tersebut diatas kepada Pengguna Jasa dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah menerima permintaan pertama dari Pengguna Jasa, dan tanpa mempertimbangkan adanya keberatan dari Peserta Lelang. 5. Jaminan ini berlaku sepenuhnya selama jangak waktu.( ) (jumlah hari dalam angka dan huruf yang sekurang-kurangnya28 (dua puluh delapan) hari lebih lama dari jangka waktu berlakunya penawaran yang ditetapkan dalam dokumen lelang) hari kalender sejak batas akhir pemasukan penawaran. 6. Setiap permintaan pembayaran atas jaminan ini harus telah diterima oleh Bank selambaatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal terakhir berlakunya jaminan bank sebagaimana disebutkan dalam butir 5 diatas. Bentuk-bentuk Jaminan 86

94 BAB.VII DOKUMEN LELANG Menunjuk ketentuan Pasal 1832 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Bank mengesampingkan hak preferensinya atas harta benda milik Peserta Lelang yang berkenaan dengan penyitaan dan penjualan harta benda tersebut untuk melunasi hutangnya sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1831 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Dengan Itikad baik, kami Penjamin yang secara sah mewakili Bank, dengan ini membubuhkan tandatangan serta cap dan materai pada Jaminan ini pada tanggal.. BANK (Tanda Tangan dan Cap dan materai) (..) Saksi (..) Penjamin Bentuk-bentuk Jaminan 87

95 BAB.VII DOKUMEN LELANG BENTUK JAMINAN PENAWARAN (SURETY BOND) Nomor Bond :. Nilai : Rp. (.. ) (jumlah nilai jaminan) 1. Dengan ini diyatakan, bahwa kami :.. (nama dan alamat peserta lelang) Sebagai peserta lelang, selanjutnya disebut PRINCIPAL, dan....(nama dan alamat Perusahaan Asuransi atau Penjamin) sebagai Penjamin, selanjutnya disini disebut SURETY, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada.. (nama pengguna jasa) sebagai Pengguna Jasa, selanjutnya disini disebut OBLIGEE atas uang sejumlah Rp (Terbilang....) (jumlah nilai jaminan angka dan huruf) 2. Maka kami, PRINCIPAL dan SURETY dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut diatas dengan baik dan benar bilamana PRINCIPAL tidak memenuhi kewajiban sebagaimana ditetapkan dalam instruksi kepada peserta lelang untuk pekerjaan (uraian singkat pekerjaan) yang diselenggarakan oleh OBLIGEE pada tanggal.. di. (tanggal dan tempat pelelangan). 3. Adapun ketentuan dari Surat Jaminan ini adalah jika : a. PRINCIPAL menarik kembali penawarannya sebelum berakhirnya masa penawwaran yang dinyatakan dalam penawarannya, dan b. Apabila penawar PRINCIPAL disetujui OBLIGEE dalam masa laku penawaran, dan PRINCIPAL telah : 1) Menyerahkan jaminan pelaksanaan yang diperlukan; 2) Menandatangani kontrak; 3) Menandatangani dokumen perikatan lain sebagaimana yang diharuskan dalam dokumen lelang; 4. Tuntutan penagihan (klaim) atas Jaminan ini dilaksanakan oleh OBLIGEE secara tertulis kepada SURETY segera setelah timbul cidera janji (Wanpretasi/default) oleh pihak PRINCIPAL sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam dokumen lelang. SURETY akan membayar kepada OBLIGEE dalam jumlah penuh selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah menerima tuntutan penagihan dari OBLIGEE berdasar Keputusan OBLIGEE mengenai pengenaan sanksi akibat tindakan cidera janji oleh PRINCIPAL. 5. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa SURETY melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya harta benda pihak yang dijamin lebih dahulu disita dan dijual guna melunasi hutangnya sebagaiman dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. Bentuk-bentuk Jaminan 88

96 BAB.VII DOKUMEN LELANG Setiap pengajuan ganti rugi terhadap SURETY berdasarkan jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) bulan sesudah berakhirnya masa laku jaminan ini. Ditandatangani serta dibubuhi cap dan materai di Pada tanggal PENAWAR (PRINCIPAL).. PENJAMIN (SURETY).. (..) (..) Bentuk-bentuk Jaminan 89

97 BAB.VII DOKUMEN LELANG BENTUK JAMINAN PELAKSANAAN ( JAMINAN BANK ) 1. Oleh karena.. (nama pengguna jasa) Selanjutnya disebut Pengguna Jasa telah mengundang : (nama penyedia jasa) (alamat penyedia jasa) selanjutnya disebut Penyedia Jasa untuk pekerjaan (uraian singkat mengenai pekerjaan) 2. Dan oleh karena itu PENYEDIA JASA terikat oleh kontrak yang mewajibkan PENYEDIA JASA memberikan jaminan pelaksanaan kepada PENGGUNA JASA sebesar.. %. (.persen) 3. Maka kami Penjamin yang bertanggung jawab dan mewakili.... (nama Bank) berkantor resmi di (alamat bank) selanjutnya disebut Bank berwenang penuh untuk menandatangani dan melaksanakan kewajiban atas nama Bank, dengan ini menyatakan bahwa Bank menjamin Pengguna jasa atas seluruh nilai uang sebesar Rp (jumlah jaminan dalam rupiah) (terbilang..) senilai dengan % (.persen) ( besarnya jaminan dalm persentase ) dari harga kontrak, sebagaimana disebutkan diatas. 4. Syarat-syarat kewajiban ini adalah : a. Setelah PENYEDIA JASA menandatangani kontrak tersebut di atas dengan PENGGUNA JASA sampai dengan sebesar nilai uang yang disebutkan diatas, setelah mendapat perintah tertulis dari PENGGUNA JASA untuk membayar ganti rugi kepada PEGGUNA JASA atas kerugian yang diakibatkan oleh cacat maupun kekurangan atau kegagalan PENYEDIA JASA dalam pelaksanaan pekerjaan sebagaimana yang disyaratkan daalam kontrak tersebut diatas. b. BANK harus menyerahkan uang yang diperlukan oleh PENGGUNA JASA dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah ada permintaan pertama tanpa menunda dan tanpa perlu ada pemberitahuan sebelumnya mengenai proses hukum dan administratif dan tanpa perlu pembuktian kepada BANK mengenai adanya cacat atau kekurangan atau kegagalan pelaksanaan pada pihak PENYEDIA JASA. 5. Jaminan ini berlaku sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan 14 (empat belas) hari setelah tanggal masa pemeliharaan berakhir berdasarkan kontrak atau sampai PENGGUNA JASA mengeluarkan suatu instruksi kepada BANK yang menyatakan bahwa jaminan ini boleh diakhiri. 6. Permintaan pembayaran berkenaan dengan jaminan ini harus telah disampaikan kepada BANK selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal terakhirnya jaminan bank ini yang dinyatkan pada butir 5 diatas. 7. BANK menyanggupi memperpanjang jangka waktu berlakunya jaminan ini berdasarkan syaratsyarat yang sama sebagaimana disebutkan diatas sesuai dengan adanya perubahan atau perpanjangan waktu kontrak sebagaimana yang selanjutnya dapat dilakukan sesuai ketentuanketentuan kontrak. Bentuk-bentuk Jaminan 90

98 BAB.VII DOKUMEN LELANG Menunjuk ketentuan Pasal 1832 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Bank mengesampingkan hak preferensinya atas harta benda milik Peserta Lelang yang berkenaan dengan penyitaan dan penjualan harta benda tersebut untuk melunasi hutangnya sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1831 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Dengan Itikad baik, kami Penjamin yang secara sah mewakili Bank, dengan ini membubuhkan tandatangan serta cap dan materai pada Jaminan ini pada tanggal.. BANK (Tanda Tangan dan Cap dan materai) (..) Saksi (..) Penjamin Bentuk-bentuk Jaminan 91

99 BAB.VII DOKUMEN LELANG BENTUK JAMINAN UANG MUKA ( JAMINAN BANK ) 1. Oleh karena.. (nama pengguna jasa) Selanjutnya disebut PENGGUNA JASA telah menandatangani kontark dengan : (nama penyedia jasa) selanjutnya disebut PENYEDIA JASA untuk pekerjaan (uraian singkat mengenai pekerjaan) pada kontrak tanggal (tanggal kontrak) nomor.. (nomor kontrak) 2. Dan oleh karena sesuai dengan kontrak tersebut, PENGGUNA JASA dapat membayar uang muka kepada PENYEDIA JASA sebesar tidak lebih dari.. %. (...persen) (persentase yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak) harga kontrak. 3. Maka kami PENJAMIN yang bertanggung jawab dan mewakili.... (nama Bank) berkantor resmi di (alamat bank) selanjutnya disebut BANK berwenang penuh untuk menandatangani dan melaksanakan kewajiban atas nama BANK, dengan ini menyatakan bahwa BANK menjamin PENGGUNA JASA atas seluruh nilai uang sebesar Rp (jumlah jaminan dalam rupiah) (terbilang..) 4. Ketentuan kewajiban ini adalah : a. BANK terikat mengembalikan uang muka atau sisa uang muka, apabila setelah PENYEDIA JASA menerima uang muka PENYEDIA JASA gagal memulai atau melanjutkan pekerjaan, apapun alasannya dan BANK harus segera mengembalikan nilai keseluruhan atau nilai pembayaran kembali uang muka yang masih tersisa. b. BANK harus menyerahkan uang yang diminta oleh PENGGUNA JASA segera setelah ada permintaan pertama tanpa tertunda dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender dan tanpa perlu adanya pemberitahuan sebelumnya mengenai proses hukum atau proses administrasi dan tanpa perlu pembuktian kepada BANK mengenai kegagalan PENYEDIA JASA. 5. Jaminan ini berlaku selama masa berlakunya kontrak atau sampai pada tanggal uang muka telah dibayar kembali seluruhnya. 6. Permintaan pembayaran berkenaan dengan jaminan ini harus telah disampaikan kepada BANK selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal terakhirnya jaminan BANK ini. Bentuk-bentuk Jaminan 92

100 BAB.VII DOKUMEN LELANG Menunjuk ketentuan Pasal 1832 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Bank mengesampingkan hak preferensinya atas harta benda milik Peserta Lelang yang berkenaan dengan penyitaan dan penjualan harta benda tersebut untuk melunasi hutangnya sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1831 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Dengan Itikad baik, kami PENJAMIN yang secara sah mewakili BANK, dengan ini membubuhkan tandatangan serta cap dan materai pada Jaminan ini pada tanggal.. BANK (Tanda Tangan dan Cap dan materai) (..) Saksi (..) Penjamin Bentuk-bentuk Jaminan 93

101 BAB.VII DOKUMEN LELANG BENTUK JAMINAN UANG MUKA (SURETY BOND) Nomor Bond :. Nilai : Rp. (.. ) (jumlah nilai jaminan) 1. Dengan ini diyatakan, bahwa kami :.. (nama dan alamat penyedia jasa) Sebagai PENYEDIA JASA, selanjutnya disebut PRINCIPAL, dan....(nama dan alamat Perusahaan Asuransi atau Penjamin) sebagai PENJAMIN, selanjutnya disini disebut SURETY, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada.. (nama pengguna jasa) sebagai PENGGUNA JASA, selanjutnya disini disebut OBLIGEE atas uang sejumlah Rp (Terbilang....) (jumlah nilai jaminan angka dan huruf) 2. Maka kami, PRINCIPAL dan SURETY dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut diatas dengan baik dan benar. 3. Bahwa PRINCIPAL dengan suatu perjanjian tertulis Nomor tanggal.. tanggal kontrak) telah mengadakan kontrak dengan OBLIGEE untuk pekerjaan.. (uraian singkat mengenai pekerjaan) dengan harga kontrak yang telah disetujui sebesar Rp. ( ) (harga kontrak) dan jaminan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak tersebut. 4. Bahwa untuk kontrak tersebut diatas, OBLIGEE setuju membayar kepada PRINCIPAL uang sebesar Rp... ( ) (jumlah nilai jaminan) sebagai pembayaran uang muka sebelum pekerjaan menurut kontrak diatas dimulai. Sebagai jaminan terhadap pembayaran uang muka itu maka SURETY memberikan jaminan dengan ketentuan tersebut dibawah ini. 5. Jika PRINCIPAL telah melakukan pembayaran kembali kepada OBLIGEE seluruh jumlah uang muka dimaksud (yang dinyatakan dalam surat tanda bukti penerima olehnya), atau sisa uang muka yang wajib dibayar menurut kontrak tersebut, maka surat jaminan ini menjadi batal dan tidak berlaku lagi; jika tidak, surat jaminan ini tetap berlaku dari tanggal sampai dengan tanggal. (selama berlakunya kontrak atau sampai pada tanggal uang muka telah dibayar kembali seluruhnya). 6. Tuntutan ganti rugi atas Jaminan ini dilaksanakan oleh OBLIGEE secara tertulis kepada SURETY segera setelah timbul cidera janji (Wanpretasi/default) oleh pihak PRINCIPAL karena tidak dapat membayar kembali uang muka atau sisa uang muka tersebut sesuai dengan syarat kontrak. 7. SURETY akan membayar kepada OBLIGEE uang muka atau sisa uang muka yang berdasarkan kontrak belum dikembalikan oleh PRINCIPAL, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender setelah menerima tuntutan penagihan (klaim) dari OBLIGEE. 8. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa SURETY melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya harta benda pihak yang dijamin lebih dahulu disita dan dijual guna melunasi hutangnya sebagaiman dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. Bentuk-bentuk Jaminan 94

102 BAB.VII DOKUMEN LELANG Setiap pengajuan ganti rugi terhadap SURETY berdasarkan jaminan ini, harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) bulan sesudah berakhirnya masa laku jaminan ini. Ditandatangani serta dibubuhi cap dan materai di Pada tanggal PENAWAR (PRINCIPAL).. PENJAMIN (SURETY).. (..) (nama jelas) (..) (nama jelas) Bentuk-bentuk Jaminan 95

103 BAB.VII DOKUMEN LELANG BENTUK JAMINAN PEMELIHARAAN ( JAMINAN BANK ) 1. Oleh karena.. (nama pengguna jasa) Selanjutnya disebut PENGGUNA JASA telah menandatangani konrak dengan : (nama penyedia jasa) (alamat penyedia jasa) selanjutnya disebut PENYEDIA JASA untuk pekerjaan (uraian singkat mengenai pekerjaan) 2. Dan oleh karena itu PENYEDIA JASA terikat oleh kontrak yang mewajibkan PENYEDIA JASA memberikan jaminan pemeliharaan kepada PENGGUNA JASA sebesar.. %. (.persen) 3. Maka kami PENJAMIN yang bertanggung jawab dan mewakili.... (nama Bank) berkantor resmi di (alamat bank) selanjutnya disebut BANK berwenang penuh untuk menandatangani dan melaksanakan kewajiban atas nama BANK, dengan ini menyatakan bahwa Bank menjamin PENGGUNA JASA atas seluruh nilai uang sebesar Rp (jumlah jaminan dalam rupiah) (terbilang..) senilai dengan % (.persen) ( besarnya jaminan dalm persentase ) dari harga kontrak, sebagaimana disebutkan diatas. 4. Syarat-syarat kewajiban ini adalah : a. Setelah PENYEDIA JASA menandatangani kontrak tersebut di atas dengan PENGGUNA JASA maka BANK wajib membayar sejumlah uang kepada PENGGUNA JASA sampai dengan sebesar nilai uang yang disebutkan diatas, setelah mendapat perintah tertulis dari PEGGUNA JASA untuk membayar ganti rugi kepada PENNGUNA JASA atas kerugian yang diakibatkan oleh cacat maupun kekurangan atau kegagalan PENYEDIA JASA dalam memlihara pekerjaan sebagaimana yang disyaratkan daalam kontrak tersebut diatas. b. BANK harus menyerahkan uang yang diperlukan oleh PENGGUNA JASA dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah ada permintaan pertama tanpa menunda dan tanpa perlu ada pemberitahuan sebelumnya mengenai proses hukum dan administratif dan tanpa perlu pembuktian kepada BANK mengenai adanya cacat atau kekurangan atau kegagalan pelaksanaan pada pihak PENYEDIA JASA. 5. Jaminan ini berlaku sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan 14 (empat belas) hari setelah tanggal penyerahan berakhir pekerjaan berdasarkan kontrak atau sampai PENGGUNA JASA mengeluarkan suatu instruksi kepada BANK yang menyatakan bahwa jaminan ini boleh diakhiri. 6. Permintaan pembayaran berkenaan dengan jaminan ini harus telah disampaikan kepada BANK selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal terakhirnya jaminan bank ini yang dinyatkan pada butir 5 diatas. 7. BANK menyanggupi memperpanjang jangka waktu berlakunya jaminan ini berdasarkan syaratsyarat yang sama sebagaimana disebutkan diatas sesuai dengan adanya perubahan atau perpanjangan waktu kontrak sebagaimana yang selanjutnya dapat dilakukan sesuai ketentuanketentuan kontrak. Bentuk-bentuk Jaminan 96

104 BAB.VII DOKUMEN LELANG Menunjuk ketentuan Pasal 1832 Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Bank mengesampingkan hak preferensinya atas harta benda milik Peserta Lelang yang berkenaan dengan penyitaan dan penjualan harta benda tersebut untuk melunasi hutangnya sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1831 Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Dengan Itikad baik, kami Penjamin yang secara sah mewakili Bank, dengan ini membubuhkan tandatangan serta cap dan materai pada Jaminan ini pada tanggal.. BANK (Tanda Tangan dan Cap dan materai) (..) Saksi (..) Penjamin Bentuk-bentuk Jaminan 97

105 BAB.VII DOKUMEN LELANG BENTUK JAMINAN PEMELIHARAAN (SURETY BOND) Nomor Bond :. Nilai : Rp. (.. ) (jumlah nilai jaminan) 1. Dengan ini diyatakan, bahwa kami :.. (nama dan alamat penyedia jasa) sebagai PENYEDIA JASA, selanjutnya disebut PRINCIPAL, dan....(nama dan alamat Perusahaan Asuransi atau Penjamin) sebagai PENJAMIN, selanjutnya disini disebut SURETY, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada.. (nama pengguna jasa) sebagai PENGGUNA JASA, selanjutnya disini disebut OBLIGEE atas uang sejumlah Rp (Terbilang....) (jumlah nilai jaminan angka dan huruf) 2. Maka kami, PRINCIPAL dan SURETY dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut diatas dengan baik dan benar bilamana PRINCIPAL tidak memenuhi kewajibannya dalam pemeliharaan pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya atas dasar surat penunjukan penyedia jasa dari OBLIGEE No... tanggal.. di. (nomor dan tanggal surat penunjukan penyedia jasa) yang selanjutnya dikukuhkan dalam kontrak. (uraian singkat pekerjaan) antara pihaak PRINCIPAL dan OBLIGEE, dan jaminan pemeliharaan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak tersebut. 3. Adapun ketentuan dari Jaminan ini adalah jika PRINCIPAL : a. Memelihara pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam kontrak; atau b. Membayar, memperbaiki, dan mengganti pada OBLIGEE semua kerugian dan kerusakan yang mungkin diderita OBLIGEE oleh sebab kegagalan atau kelalaian dari pihak PRINCIPAL dalam melaksanakan kontrak. Maka jaminan ini tidak berlaku lagi; jika tidak, maka jaminan ini tetap berlaku dari tanggal sampai dengan tanggal dan dapat dimintakan perpanjangannya oleh PRINCIPAL sampai 14 (empat belas) hari setelah masa jaminan berakhir. 4. Tuntutan penagihan (klaim) atas Jaminan ini dilaksanakan oleh OBLIGEE secara tertulis kepada SURETY segera setelah timbul cidera janji (Wanpretasi/default) oleh pihak PRINCIPAL dalam melaksanakan kontrak dan bukan karena resiko-resiko PENYEDIA JASA. SURETY harus membayar kepada OBLIGEE sejumlah jaminan tersebut diatas selambatlambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah menerima tuntutan penagihan dari OBLIGEE berdasar Keputusan OBLIGEE mengenai pengenaan sanksi akibat tindakan cidera janji oleh PRINCIPAL. 5. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa SURETY melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya harta benda pihak yang dijamin lebih dahulu disita dan dijual guna melunasi hutangnya sebagaiman dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. Bentuk-bentuk Jaminan 98

106 BAB.VII DOKUMEN LELANG Setiap pengajuan ganti rugi terhadap SURETY berdasarkan jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 3 (tiga) bulan sesudah berakhirnya masa laku jaminan ini. Ditandatangani serta dibubuhi cap dan materai di Pada tanggal PENAWAR (PRINCIPAL).. PENJAMIN (SURETY).. (..) (nama jelas) (..) (nama jelas) Bentuk-bentuk Jaminan 99

107 BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG

108 BAB II DATA LELANG

109 BAB III BENTUK SURAT PENAWARAN, LAMPIRAN, SURAT PENUNJUKAN DAN SURAT PERJANJIAN

110 BAB IV SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK

111 BAB V SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK

112 BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS

113 BAB VII BENTUK-BENTUK JAMINAN

114 ENGINEERING ESTIMATE Kegiatan : Bidang Sumberdaya Air, Dinas PU Prop Riau Pekerjaan : Perencanaan Detail Desain Embung Tembilahan Tahun Anggaran : 2011 No URAIAN PEKERJAAN SATUAN VOLUME HARGA SATUAN Rp JUMLAH Rp I KONTRUKSI UTAMA EMBUNG A PEKERJAAN PERSIAPAN 84,795, Fhoto Dokumentasi Ls , , Mobilisasi dan Demobilisasi Alat Berat (Eksavator 4 Unit) Unit ,030, ,120, Kisdam dan Dewatering Ls ,750, ,750, B PEKERJAAN KONSTRUKSI (EMBUNG, INTAKE DAN PINTU AIR) 3,842,768, Galian tanah Untuk Pondasi Pintu Air (Manual) m , , Galian tanah untuk pemasangan pre cast ( berbentuk L) (Manual) m , ,402, Galian tanah Untuk Saluran Masuk (Manual) m , , Pemasangan Cerucuk Dia 10 cm L 8 m buah 1, , ,339, Pembuatan Pre Cast (berbentuk L) beton K175 untuk dinding parit 21 m ,392, ,120, Pemasangan Pre Cast (berbentuk L) m' , ,640, Pekerjaan Beton Pondasi Pintu Air K225 m ,643, ,737, Pengadaan Dan Pemasangan Pintu Air (B = 2.5) Unit ,584, ,336, Pekerjaan Beton Saluran Masuk K175 m ,392, ,594, Pekerjaan Beton Lantai Peredam Energi K175 m ,392, ,964, Galian tanah embung h = 3,5 m m 3 177, , ,650,087, Bekas Galian dirapikan di belakang tanggul (estafet 4 kali pindah) m 3 159, , ,034,727, Galian tanah untuk normalisasi dari P1 s/d P6 m 3 1, , ,228, C PEKERJAAN KONSTRUKSI TANGGUL 118,560, Timbunan Tanah Untuk Konstruksi Tanggul Dari Bekas Galian m 3 18, , ,560, dipadatkan dengan Ekcavator D PEKERJAAN LAIN - LAIN 7,500, Test Mutu Beton ls ,500, ,500, Pelaporan, Foto Dokumentasi As Built Drawing ls ,000, ,000, Jumlah 4,053,623, PPN 10% 405,362, Kepala Dinas PSDA Pesisir Selatan Total Jumlah Total Dibulatkan 4,458,985, ,458,985, Pekanbaru, September 2011 PT. Wastu Asrindoriau Ir. Anzil Fitri, MT Team Leader 2

115 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Ls. FOTO DOKUMENTASI HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 925, /Ls NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 325, Tukang Foto Ls , , B BAHAN 600, Film dan Cetak Ls , , % - 50 % % Jumlah 925, Total harga satuan 925, Total harga dibulatkan 925, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR MOBILISASI DAN DEMOBILISASI ALAT-ALAT BERAT HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 16,030, /Unit NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A PERSONIL 30, Sopir OH , , Operator OH , , B TRANPORTASI 16,000, Unit Alat Berat Tronton ,000, ,000, ( 18 ton, jarak 90 km ) 2 1 Unit Ponton/Tag Boat Tag Boat ,000, ,000, Jumlah 16,030, Total harga satuan 16,030, Total harga dibulatkan 16,030,000.00

116 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PEKERJAAN KISDAM DAN DEWATERING ( PENGERINGAN ) HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 19,750, /Ls NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 6,450, Mandor OH , ,200, Pekerja OH , ,250, B ALAT 13,300, Pompa dia. 5" ( 2 Unit ) Unit ,000, ,000, Selama Pelaksanaan 2 Kayu dan Papan M ,200, ,800, Alat Bantu Ls , , Jumlah 19,750, Total harga satuan 19,750, Total harga dibulatkan 19,750, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 3 URUGAN SIRTU DIPADATKAN TEBAL 10 CM Harga Satuan Dalam Rupiah 199, /M 3 No. Uraian Satuan Kuantitas Harga Satuan H. Satuan Pekerjaan A Upah 48, Pekerja OH , , Mandor OH , , B Bahan 150, Sirtu M , , C ALAT 1, Pemadatan dengan Stamper Stemper , , Jumlah 199, Total harga satuan 199, Total harga dibulatkan 199,000.00

117 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 3 GALIAN TANAH DENGAN ALAT EXCAVATOR HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 9, /M 3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH B BAHAN C ALAT 8, Excavator Jam , , Jumlah 8, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % Total harga satuan 9, Total harga dibulatkan 9, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 3 GALIAN TANAH DENGAN ALAT EXCAVATOR DI RAPIKAN DI BELAKANG TANGGUL HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 6, /M 3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH B BAHAN C ALAT 5, Excavator Jam , , Jumlah 5, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % Total harga satuan 6, Total harga dibulatkan 6,500.00

118 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 3 LAND CLEARING, PENIMBUNAN DENGAN BULDOZER HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 6, /M 3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH B BAHAN 1 Tanah M C ALAT 5, Buldozer Jam , , Jumlah 5, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % Total harga satuan 6, Total harga dibulatkan 6, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 2 PEMADATAN DENGAN VIBRO ROLLER HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 5, /M 2 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH B BAHAN C ALAT 4, Vibro Roller Jam , , Jumlah 4, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % Total harga satuan 5, Total harga dibulatkan 5,400.00

119 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 BUAH PEMANCANGAN CERUCUK DIA 10 CM L = 8 M HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 42, /M 2 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 27, Mandor OH , , Pekerja OH , , Pekerja Terampil OH , , B 1 BAHAN C ALAT 11, Alat Pancang Manual Jam , , Mesin Las Jam , , Alat Bantu Jam Jumlah 38, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 3, Total harga satuan 42, Total harga dibulatkan 42, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR MEMECAH/MEMAHAT BATU HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 222, /M3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 195, Pekerja OH , , Mandor OH , , B BAHAN C ALAT 6, Jack Hammer Unit/jam , , Compresor Unit/jam , , Jumlah 202, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 20, Total harga satuan 222, Total harga dibulatkan 222,000.00

120 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 3 TIMBUNAN TANAH DIDATANGKAN HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 71, /M 3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 20, Pekerja OH , , Mandor OH , , B BAHAN 1 Tanah m , , C ALAT 8, Ekcavator (1 Unit) Unit , , Jumlah 65, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 6, Total harga satuan 71, Total harga dibulatkan 71, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 3 TANAH BEKAS GALIAN DIANGKUT SEJAUH 30M HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 32, /M 3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 25, Pekerja OH , , Mandor OH , , B ALAT 3, Keranjang Bh Kereta Barang Unit , , Jumlah 29, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 2, Total harga satuan 32, Total harga dibulatkan 32, ANALISA HARGA SATUAN

121 DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 3 BETON SIKLOP (K175+40% Batu Kali) Batu Kali didatangkan HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 1,074, /M 3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 255, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 685, Batu Coral Beton M , , Pasir Beton/Cor M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , Batu Kali M , , C ALAT 35, Molen Unit / Hari , , Vibrator Unit / Hari , , Ember Buah , Kotak adukan Buah , Jumlah 976, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 97, Total harga satuan 1,074, Total harga dibulatkan 1,074, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 3 BETON SIKLOP (K175+40% Batu Kali) Batu Kali Bekas Galian HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 941, /M 3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 255, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 564, Batu Coral Beton M , , Pasir Beton/Cor M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , C ALAT 35, Molen Unit / Hari , , Vibrator Unit / Hari , , Ember Buah , Kotak adukan Buah , Jumlah 855, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 85, Total harga satuan 941, Total harga dibulatkan 941,100.00

122 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 2 PLASTERAN Camp. 1 Pc : 3 Ps HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 76, /M 2 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 50, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 16, Pasir Pasang M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , C ALAT 1, Kayu Kasut Buah , , Ember Buah , Kotak adukan Buah , Jumlah 69, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 6, Total harga satuan 76, Total harga dibulatkan 76, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M2 LANTAI KERJA BETON HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 767, /M2 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 158, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 539, Koral Beton M , , Pasir Beton/Cor M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , C ALAT Ember Buah , Kotak adukan Buah , Jumlah 698, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 69, Total harga satuan 767, Total harga dibulatkan 767,800.00

123 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 3 BETON K225 HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 2,643, /M 3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 426, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 1,941, Koral Beton M , , Pasir Beton/Cor M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , Besi Beton Kg , ,148, Kawat Beton kg , , Kayu Bekisting M ,200, , Paku kg , , C ALAT 35, Molen Unit / Hari , , Ember Buah , Kotak adukan Buah , Vibrator Unit / Hari , , Jumlah 2,403, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 240, Total harga satuan 2,643, Total harga dibulatkan 2,643, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PEMBESIAN PONDASI, STILLING BAZIN DAN SHEAR CONECTOR DENGAN BESI ULIR ( 1 Kg ) HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 21, / Kg NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 780, Pekerja OH , , Tukang Besi OH , , Kepala Tukang OH , , B BAHAN 1,356, Besi Beton Ulir Kg , ,320, Kawat Beton Kg , , C ALAT 2, Gunting Pemotong Bh , , Kunci Pembengkok Bh , Jumlah 2,138, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 213, Total harga satuan 2,352, Total harga satuan ( dalam 1 Kg ) 21, Total harga dibulatkan 21,380.00

124 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PEMBESIAN PLAT LANTAI RUMAH PELAYANAN DENGAN BESI BIASA ( 1 Kg ) HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 21, / Kg NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 780, Pekerja OH , , Tukang Besi OH , , Kepala Tukang OH , , B BAHAN 1,184, Besi Beton Biasa Kg , ,148, Kawat Beton Kg , , C ALAT 2, Gunting Pemotong Bh , , Kunci Pembengkok Bh , Jumlah 1,966, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 196, Total harga satuan 2,163, Total harga satuan ( dalam 1 Kg ) 21, Total harga dibulatkan 21, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PEMBESIAN PILAR DENGAN BESI ULIR ( 1 Kg ) HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 35, / Kg NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 1,875, Pekerja OH , , Tukang Besi OH , , Kepala Tukang OH , , B BAHAN 1,356, Besi Beton Ulir Kg , ,320, Kawat Beton Kg , , C ALAT 2, Gunting Pemotong Bh , , Kunci Pembengkok Bh , Jumlah 3,234, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 323, Total harga satuan 3,557, Total harga satuan ( dalam 1 Kg ) 35, Total harga dibulatkan 35,570.00

125 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PEMBESIAN BANJIR SCREEN DENGAN BESI ULIR ( 1 Kg ) HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 35, / Kg NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 1,875, Pekerja OH , , Tukang Besi OH , , Kepala Tukang OH , , B BAHAN 1,356, Besi Beton Ulir Kg , ,320, Kawat Beton Kg , , C ALAT 2, Gunting Pemotong Bh , , Kunci Pembengkok Bh , Jumlah 3,234, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 323, Total harga satuan 3,557, Total harga satuan ( dalam 1 Kg ) 35, Total harga dibulatkan 35, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PEMBESIAN KOLOM DAN BALOK RUMAH PELAYANAN DENGAN BESI BIASA ( 1 Kg ) HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 33, / Kg NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 1,875, Pekerja OH , , Tukang Besi OH , , Kepala Tukang OH , , B BAHAN 1,184, Besi Beton Biasa Kg , ,148, Kawat Beton Kg , , C ALAT 2, Gunting Pemotong Bh , , Kunci Pembengkok Bh , Jumlah 3,062, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 306, Total harga satuan 3,368, Total harga satuan ( dalam 1 Kg ) 33, Total harga dibulatkan 33,680.00

126 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 2 BEKISTING DARI KAYU TERMASUK PEMBONGKARAN HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 71, /M 2 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 36, Pekerja OH , , Tukang Kayu OH , , B BAHAN 28, Kayu M ,200, , Paku Kg , , C ALAT Palu Bh , Gergaji Bh , Jumlah 64, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 6, Total harga satuan 71, Total harga dibulatkan 71, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M2 TULANGAN WIREMESH DIA. 8 HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 72, /m2 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 4, Pekerja OH , , Tukang Besi OH , , Kepala Tukang Besi OH , Mandor OH , B BAHAN 61, Besi Wiremesh Ø 8 mm m , , Jumlah 66, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 6, Total harga satuan 72, Total harga dibulatkan 72,600.00

127 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PENGADAAN DAN PEMASANGAN PINTU AIR PINTU SORONG B = 1.5 M HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 31,900, /Unit NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 8,940, Pekerja OH , ,200, Tukang OH , ,340, Kepala Tukang OH , ,800, Mandor OH , , B BAHAN 18,100, Pintu Sorong B = 1.5 Unit ,100, ,100, C ALAT 2,000, Alat Bantu Ls ,000, ,000, Jumlah 29,040, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 2,904, Total harga satuan 31,944, Total harga dibulatkan 31,900, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 2 GEBALAN RUMPUT HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 16, /M 2 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 11, Pekerja OH , , Mandor OH , , B BAHAN 3, Lempengan rumput m , , C ALAT Tusuk bambu bh , Gerobak dorong bh , Jumlah 14, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 1, Total harga satuan 16, Total harga dibulatkan 16,000.00

128 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 3 PASANGAN BATU KOSONG/ROCK FILL HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 403, /M 3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 115, Pekerja OH , , Mandor OH , , B BAHAN 252, Batu Kali m , , C ALAT Keranjang bh Jumlah 367, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 36, Total harga satuan 403, Total harga dibulatkan 403, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR SULING-SULING RESAPAN PVC 1"+ IJUK HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 28, /M' NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 14, Pekerja OH , , Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 9, Pipa PVC 1" m , , Ijuk Kg , , C ALAT 2, Alat Bantu Ls , , Jumlah 25, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 2, Total harga satuan 28, Total harga dibulatkan 28,000.00

129 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PEMASANGAN SANDARAN/HAND RAIL DIA. 2" HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 84, /M' NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 14, Pekerja OH , , Tukang Las OH , , Mandor OH , , B BAHAN 38, Pipa Besi Ø 2" m' , , C ALAT 24, Pengelasan Unit/jam , , Gerinda Unit/jam , , Jumlah 76, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 7, Total harga satuan 84, Total harga dibulatkan 84, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PEMASANGAN PIPA AIR DIA. 5" HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 245, /M' NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 34, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang Batu OH , , Mandor OH , B BAHAN 188, Pipa Besi Ø 5" m' , , Perlengkapan 35% harga Pipa Ls , , Jumlah 223, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 22, Total harga satuan 245, Total harga dibulatkan 245,000.00

130 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR BETON PENYANGGA PIPA 20cm x 10 cm x 75 cm HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 102, /Unit NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 39, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , B BAHAN 54, Batu Coral Beton M , , Pasir Beton/Cor M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , Besi polos kg , , Kawat Beton kg , Paku kg , kayu Bekisting M ,200, , Jumlah 93, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 9, Total harga satuan 102, Total harga dibulatkan 102, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PEMASANGAN GORONG-GORONG DIA. 100CM HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 944, /Unit NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 78, Pekerja OH , , Tukang OH , , B BAHAN 780, Gorong-gorong Dia. 100 cm Buah , , Bertulang Jumlah 858, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 85, Total harga satuan 944, Total harga dibulatkan 944,000.00

131 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M3 PASANGAN BATU KALI CAMP. 1PC :4 PS HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 779, /M3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 186, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 521, Batu Kali M , , Pasir Pasang M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , C ALAT Ember Buah , Kotak adukan Buah , Jumlah 708, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 70, Total harga satuan 779, Total harga dibulatkan 779, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1M3 BETON BERTULANG K175 HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 2,392, /M' NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 426, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 1,733, Batu Coral Beton M , , Pasir Beton/Cor M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , Besi Beton Kg , ,148, Kawat Beton kg , , Kayu Bekisting M ,200, , Paku kg , , C ALAT 15, Molen Unit / Hari , Vibrator Unit / Hari , , Ember Buah , Kotak adukan Buah , Jumlah 2,175, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 217, Total harga satuan 2,392, Total harga dibulatkan 2,392,000.00

132 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1M3 TIANG PANCANG K225 BERTULANG HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 2,643, /M3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 426, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 1,941, Batu Coral Beton M , , Pasir Beton/Cor M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , Besi Beton Kg , ,148, Kawat Beton kg , , Kayu Bekisting M ,200, , Paku kg , , C ALAT 35, Molen Unit / Hari , , Vibrator Unit / Hari , , Ember Buah , Kotak adukan Buah , Jumlah 2,403, Total harga dibulatkan 240, Total harga satuan 2,643, Total harga dibulatkan 2,643, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M3 BETON TUMBUK 1PC : 3PC : 6KR HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 1,114, /M3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 426, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 551, Koral Beton M , , Pasir Beton M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , C ALAT 35, Molen Unit / Hari , , Vibrator Unit / Hari , , Ember Buah , Kotak adukan Buah , Jumlah 1,013, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 101, Total harga satuan 1,114, Total harga dibulatkan 1,114,000.00

133 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M3 PASANGAN BATA 1PC : 2 PS HARGA SATUAN DALAM RUPIAH 1,574, /M3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 414, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 1,016, Batu Bata Bh , , Pasir Pasang M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , C ALAT Ember Buah , Kotak adukan Buah , Jumlah 1,431, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 143, Total harga satuan 1,574, Total harga dibulatkan 1,574, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR 1 M 2 PLASTERAN Camp. 1 Pc : 2 Ps BAK PENAMPUNG AIR HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 77, /M 2 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 50, Pekerja OH , , Tukang Batu OH , , Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 17, Pasir Pasang M , , Semen PC ( 50 kg ) Zak , , C ALAT 1, Kayu Kasut Buah , , Ember Buah , Kotak adukan Buah , Jumlah 70, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 7, Total harga satuan 77, Total harga dibulatkan 77,000.00

134 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PENGADAAN DAN PEMASANGAN PINTU SORONG b= 2,5 M HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 56,584, /Unit NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 8,940, Pekerja OH , ,200, Tukang Batu OH , ,340, Kepala Tukang OH , ,800, Mandor OH , , B BAHAN 42,500, Pintu Sorong Plat Baja Stang Unit ,500, ,500, Tunggal b=2,5m C ALAT Jumlah 51,440, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 5,144, Total harga satuan 56,584, Total harga dibulatkan 56,584, ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PEMBUATAN DAN PEMASANGAN ATAP RUMAH PELAYANAN HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 6,215, /Unit NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 3,280, Pekerja OH , ,500, Tukang kayu OH , ,080, Kepala Tukang OH , , Mandor OH , , B BAHAN 2,370, Kayu Kelas II M ,400, , Paku kg , , Genteng Metal M , ,120, Perabung bh , , Pucuk Gonjong bh , , Cat Kayu klg , , C ALAT 1 Alat bantu Ls , , Jumlah 5,650, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % 565, Total harga satuan 6,215, Total harga dibulatkan 6,215,000.00

135 ANALISA HARGA SATUAN DED AIR BAKU KABUPATEN INDRAGIRI HILIR GALIAN TANAH MANUAL HARGA SATUAN DALAM RUPIAH Rp. 6, /M3 NO URAIAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN H.SATUAN PEKERJAAN A UPAH 1, Pekerja OH , , Mandor OH , B BAHAN C ALAT 1 Alat bantu Ls , , Jumlah 6, Biaya Umum dan Keuntungan 10 % Total harga satuan 6, Total harga dibulatkan 6,900.00

136 ESTIMASI HARGA SATUAN UPAH DAN BAHAN TAHUN ANGGARAN 2011 No. UPAH DAN JENIS BAHAN SATUAN HARGA SATUAN KET. ( Rp. ) A. UPAH 1 Mandor Orang / Hari 100, Kepala Tukang Orang / Hari 150, Tukang Anyam Orang / Hari 90, Tukang Batu Orang / Hari 90, Tukang Kayu Orang / Hari 90, Tukang besi Orang / Hari 90, Tukang Las Orang / Hari 90, Pekerja Orang / Hari 75, Operator Orang / Jam 15, Sopir Orang / Jam 15, B. BAHAN 1 Batu Kali m 3 210, Batu Bata bh 1, Pasir Pasang m 3 160, Pasir beton m 3 150, Koral beton m 3 180, Kerikil m 3 125, Sirtu m 3 125, Semen PC 50 kg zak 70, Kayu Bekisting m 3 1,200, Kayu Kelas I m 3 2,200, Kayu Kelas II m 3 1,400, Kayu kasut Bh 50, Paku kg 12, Besi Beton Biasa kg 10, Besi Beton Ulir kg 12, Kawat Beton kg 18, Kawat Werimesh Dia. 8 Jarak 17,5 cm Uk. 2,1 x 5,4m lbr 600, Kawat Werimesh Dia. 8 Jarak 17,5 cm m2 60, Genteng metal m 2 80, Perabung bh 50, Cat kayu klg 51, Pucuk Gonjong bh 250, Kawat Beronjong Pabrikasi Ø 3 mm unit 377, Pipa Besi Ø 2" pjg 6 m Btg 229, Pipa Besi Ø 2" pjg 6 m m 38, Lempengan rumput m 2 3, Keranjang bh Molen unit/hari 100, Ember bh 3, Kotak adukan bh 15, Vibrator unit/hari 75, Palu bh 15, Gergaji bh 15, Kereta Barang Unit 60, Pemadatan ( Stamper ) Unit/m3 60, Pipa PVC 1" pjg 6 m Btg 49, Pipa PVC 1" per m m 8, Ijuk Kg 7, Pipa Besi Ø 5" pjg 6 m t=3mm Btg 838, Pipa Besi Ø 5" pjg per meter m ' 139, Gunting Pemotong bh 100, Kunci Pembengkok bh 50, Gorong-gorong Dia.100cm bertulang Buah 260, Stop Kran 5" Buah 907, Stop Kran 5" Pelampung unit 907, Kran 3/4" unit 72, Pintu Sorong Plat Baja Stang Ganda b=1,5m unit 42,500, Solar ltr 5, Termasuk Lansir 48 Oli Mesin ltr 30, Oli Transmisi ltr 35, Oli Hydrolik ltr 45, Premium ltr 5, Termasuk Lansir 52 Gemuk Kg 25, Timbunan Tanah Clay m3 30,

137 TABEL 1a ANALISA HARGA SATUAN ALAT 1,337,985,000 No I Data Buldozer Excavator Vibrator Roller 1. Merk Komatsu Komatsu Komatsu 2. Model/Type D 65E-12 PC200 JV25W-2 3. Tenaga; N (Hp) Kapasitas; q (m 3 ) Umur Ekonomis; UE (thn) Jam Kerja pertahun; h (jam) 2,000 2,000 2, Bunga Rata-rata; i (%) Premi Asuransi; p (%) Lama Pinjam; Lp (thn) Job Factor/Efisiensi Kerja; E Harga Pokok; HP 1,216,350, ,038, ,780, Harga Sisa; Hs = 10 %HP 121,635, ,503, ,278, Harga Penyusutan; (HP - Hs) 1,094,715, ,534, ,502, II A ANALISA BIAYA Uraian Biaya Kepemilikan 1. Biaya Penyusutan per jam (D) Jenis Alat D = HP - Hs Rp/Jam 109, , , UE. h 2. Bunga Modal (Bm) Lp x i x HP Bm = UE x h Rp/Jam 36, , , Biaya Asuransi (Ba) p x HP Ba = h Rp/Jam 6, , , B Biaya Operasi Alat 1. Biaya Bahan Bakar (BBM) 0,8. N. S BBM = x H BBM Rp/Jam 165, , , E S=0,15 (l/hp.jam)solar ; S=0,22(l/HP.jam)bensin 2. Biaya Bahan Minyak Pelumas a. Mesin (BBO M ) C S BBO M = ( + ) N. H BOP Rp/Jam 6, , T E S = (liter/hp.jam) C= 0,13(liter/HP) T= 250 jam operasi b. Trasmissi (BBO T ) C S BBO T = ( + ) N. H BOP Rp/Jam 4, , T E S = 0,0003 (liter/hp.jam) C= 0,223(liter/HP) T= 1000 jam 3. Biaya Bahan Hidraulic Oil (BBH) C S BBH = ( + ) N. H BBH Rp/Jam 5, , , T E S buldozer = 0,0003 (liter/hp.jam) S excavator dan vibroller = 0,00064 (liter/hp.jam) C buldozer = 0,62(liter/HP); Cexcav = 2.875(liter/HP) C vibroller = 1.29 (liter/hp) T= 2000 jam operasi

138 TABEL 1b ANALISA HARGA SATUAN ALAT No Uraian 4. Biaya Bahan Gemuk/Grease (BBG) Buldozer Excavator Vibrator Roller S BBG = N. H BBG Rp/Jam , E S buldozer dan vibroller = 0,00009 (Kg/HP.jam) S excavator = 0,0006 (Kg/HP.jam) 5. Biaya Filter-filter (BFF) Jenis Alat C BFF = 0.5 (BBM + BBO + BBH + BBG) Rp/Jam 91, , , Biaya Operator Rp/Jam 15, , , Biaya Pemeliharaan Biaya Pemeliharaan/Perbaikan HP BPP = f UE.h Rp / Jam 109, , , f buldozer, excavator dan vibroller = 0,90 Jumlah (Rp/Jam) 549, , ,558 Analisa Tahun 2011

139 PERHITUNGAN PRODUKSI EXCAVATOR PC200 UNTUK GALIAN TANAH PADA EMBUNG 1. Data- data yang ada : - Berat alat operasi = 19, Kg - Berat Jenis Material = 1, Kg/m 3 - Swell faktor material (Sf) = Waktu gali (Wg) = detik - Waktu putar (Wp) = 7.00 detik - Waktu buang (Wb) = 6.00 detik - Efisiensi kerja (E) = Faktor bucket (K) = Kapasitas bucket (q 1 ) = 0.80 m 3 - Tenaga yang tersedia (N) = HP 2. Perhitungan - Produksi setiap siklus (q) = q 1 x K - Waktu siklus (Ct) = Wg + (Wp x 2) + Wb = 0.56 m detik 3600q - Produksi alat = Ct x E = m 3 /Jam Jadi produksi alat Excavator PC m 3 /Jam

140 PERHITUNGAN PRODUKSI EXCAVATOR PC200 UNTUK GALIAN DIRAPIKAN 4 KALI PINDAH 1. Data- data yang ada : - Berat alat operasi = 19, Kg - Berat Jenis Material = 1, Kg/m 3 - Swell faktor material (Sf) = Waktu gali (Wg) = 6.00 detik - Waktu putar (Wp) = 8.00 detik - Waktu buang (Wb) = 4.00 detik - Efisiensi kerja (E) = Faktor bucket (K) = Kapasitas bucket (q 1 ) = 0.80 m 3 - Tenaga yang tersedia (N) = HP 2. Perhitungan - Produksi setiap siklus (q) = q 1 x K - Waktu siklus (Ct) = Wg + (Wp x 2) + Wb = 0.56 m detik 3600q - Produksi alat = Ct x E = m 3 /Jam Jadi produksi alat Excavator PC m 3 /Jam

DAFTAR ISI BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG...5

DAFTAR ISI BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG...5 DAFTAR ISI BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG...5 A. UMUM...5 1. LINGKUP PEKERJAAN...5 2. SUMBER DANA...5 3. PERSYARATAN PESERTA LELANG...6 4. KUALIFIKASI PESERTA LELANG...6 5. SATU PENAWARAN TIAP PESERTA

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN KEBIJAKAN FISKAL DOKUMEN PENGADAAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN KEBIJAKAN FISKAL DOKUMEN PENGADAAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN KEBIJAKAN FISKAL DOKUMEN PENGADAAN PENGADAAN JASA PENGELOLAAN KEBERSIHAN DAN FASILITAS GEDUNG UNTUK BADAN KEBIJAKAN FISKAL TAHUN ANGGARAN 2011 Gedung RM. Notohamiprodjo

Lebih terperinci

BAB VI DOKUMEN PELELANGAN

BAB VI DOKUMEN PELELANGAN BAB VI DOKUMEN PELELANGAN 6.1. INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG 6.1.1. Umum Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN 1. Pengguna Jasa sesuai ketentuan dalam data lelang, mengundang Penyedia Jasa untuk melaksanakan pekerjaan.

Lebih terperinci

LAMPIRAN-LAMPIRAN CV. DELTA KONSULTANT

LAMPIRAN-LAMPIRAN CV. DELTA KONSULTANT LAMPIRAN-LAMPIRAN CV. DELTA KONSULTANT A. BENTUK SURAT PENAWARAN KOP PERUSAHAAN Nomor :...,..200 Lampiran : Kepada Yth. Kepala Kantor/Satuan Kerja/Pemimpin Kegiatan/ Bagian Kegiatan... di... Perihal :

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI BUKU 2 STANDAR DOKUMEN PELELANGAN NASIONAL PEKERJAAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI BUKU 1 STANDAR DOKUMEN PELELANGAN NASIONAL PEKERJAAN

Lebih terperinci

PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 2010

PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 2010 PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BATAM TAHUN ANGGARAN 2010 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (RISALAH - AANWIJZING) DAN ADDENDUM DOKUMEN LELANG NOMOR : 01/RISALAH-ADD/SATPOL.

Lebih terperinci

KELOMPOK KERJA (POKJA) DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN ANGGARAN 2012

KELOMPOK KERJA (POKJA) DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN ANGGARAN 2012 KELOMPOK KERJA (POKJA) DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN ANGGARAN 2012 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIJZING) Nomor 04/BARPP/ POKJA-LU/DISDIK/2012 Pada hari ini Kamis tanggal

Lebih terperinci

TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA

TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 13 TAHUN 2010 TANGGAL : 28 JANUARI 2010 TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA A. Perencanaan Pengadaaan 1. Menteri/Kepala

Lebih terperinci

1 / 8

1 / 8 LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 67 TAHUN 2005 TANGGAL 9 NOVEMBER 2005 TENTANG TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA A. Perencanaan Pengadaan: 1. Menteri/Ketua

Lebih terperinci

BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG

BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG 130 C. DOKUMEN PENGADAAN BARANG/JASA C.1 Contoh Dokumen Lelang Untuk Jasa Konstruksi BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG A. UMUM 1. LINGKUP PEKERJAAN 1.1. Pejabat Pembuat Komitmen menentukan nama paket

Lebih terperinci

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 365/ULP-POKJA KONSTRUKSI.II/2011

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 365/ULP-POKJA KONSTRUKSI.II/2011 PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT UNIT LAYANAN PENGADAAN Jalan Sutan Syahrir Nomor 02 No. Telp. (0532) 23759 Pangkalan Bun 74112 BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 365/ULP-POKJA

Lebih terperinci

DOKUMEN PENGADAAN / RKS

DOKUMEN PENGADAAN / RKS DOKUMEN PENGADAAN / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 08/LL/NONSAR/KCI/RKS/XI/2017 Tanggal : 23 November 2017 PENGADAAN ALAT DAN CHEMICAL PAKET 1 PAKET 2 (KEBERSIHAN STASIUN) (KEBERSIHAN KRL)

Lebih terperinci

BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG. Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN

BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG. Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG A. UMUM Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN 1) Pejabat pembuat komitmen sesuai ketentuan dalam data lelang, mengundang penyedia barang dan jasa untuk melaksanakan Pengadaan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN UNIT LAYANAN PENGADAAN ( ULP ) Jl. JA. SUPRAPTO No.08 Pacitan P A C I T A N

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN UNIT LAYANAN PENGADAAN ( ULP ) Jl. JA. SUPRAPTO No.08 Pacitan P A C I T A N PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN UNIT LAYANAN PENGADAAN ( ULP ) Jl. JA. SUPRAPTO No.08 Pacitan P A C I T A N BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 02/ULP.II.8/PASCA.PHP/VIII/2011 NAMA KEGIATAN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Departemen Pekerjaan Umum

DAFTAR ISI. Departemen Pekerjaan Umum DAFTAR ISI Bagian I INSTRUKSI KEPADA PESERTA PELELANGAN... I-1 A UMUM... I-1 1 Lingkup Pekerjaan... I-1 2 Sumber Dana... I-1 3 Persyaratan Peserta Lelang... I-2 4 Kualifikasi Peserta Pelelangan... I-2

Lebih terperinci

BERITA - ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIJZING) Nomor : 027/ 14 - BAPP/LU/ULP-POKJA III/ III /2013

BERITA - ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANWIJZING) Nomor : 027/ 14 - BAPP/LU/ULP-POKJA III/ III /2013 PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR UNIT LAYANAN PENGADAAN TAHUN ANGGARAN 2013 POKJA PENGADAAN III (BARANG DAN JASA LAINNYA) Sekretariat : Setda Kabupaten Kotawaringin Timur, Jalan Jend. Sudirman No.

Lebih terperinci

TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA

TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR : 13 TAHUN 2010 TANGGAL : 28 JANUARI 2010 TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA A. Perencanaan Pengadaaan 1. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala

Lebih terperinci

TBERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 64.LLASDP/ULP-Pokja Konstruksi I/2011

TBERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 64.LLASDP/ULP-Pokja Konstruksi I/2011 PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT UNIT LAYANAN PENGADAAN Jalan Sutan Syahrir Nomor 02 No. Telp. (0532) 23759 Pangkalan Bun 74112 TBERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 64.LLASDP/ULP-Pokja Konstruksi

Lebih terperinci

RISALAH DOKUMEN PEMILIHAN DOKUMEN PEMILIHAN

RISALAH DOKUMEN PEMILIHAN DOKUMEN PEMILIHAN RISALAH DOKUMEN PEMILIHAN PERUBAHAN DARI : DOKUMEN PEMILIHAN PELAKSANAAN PENGADAAN JASA PEMBORONGAN K E G I A T A N : PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PAKET PEKERJAAN : PEMBANGUNAN SARANA PENUNJANG GEDUNG KANTOR

Lebih terperinci

PENGADAAN JASA ASURANSI KESEHATAN PEGAWAI TAHUN 2018

PENGADAAN JASA ASURANSI KESEHATAN PEGAWAI TAHUN 2018 DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen: 66/LL/NONSAR/KCI/RKS/X/2017 Tanggal : 26 Oktober 2017 TanggalT37/KCJ/XI/09 /09 PENGADAAN JASA ASURANSI KESEHATAN PEGAWAI TAHUN 2018 PT Kereta

Lebih terperinci

PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN SIGN DPT BIRU, SIGN DPT KKW DAN SIGN KKW

PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN SIGN DPT BIRU, SIGN DPT KKW DAN SIGN KKW DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 61/LL/NONSAR/KCI/RKS/X/2017 Tanggal : 06 Oktober 2017 TanggalT 37/KCJ/XI/09 PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN SIGN DPT BIRU, SIGN DPT KKW

Lebih terperinci

SUMBER DANA : APBK BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2010

SUMBER DANA : APBK BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2010 STANDAR DOKUMEN PELELANGAN NASIONAL PEKERJAAN JASA PELAKSANAAN KONSTRUKSI (PEMBORONGAN) UNTUK KEGIATAN DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA BANDA ACEH TAHUN ANGGARAN 2010 SUMBER DANA : APBK BANDA

Lebih terperinci

ADDENDUM 02. Maksud dan Tujuan

ADDENDUM 02. Maksud dan Tujuan ADDENDUM 02 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan diterbitkannya Addendum 02 ini adalah untuk memberikan informasi dan ketentuan ketentuan tambahan kepada Peserta lelang mengenai halhal yang belum ada atau

Lebih terperinci

INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)

INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) A. Umum 1. Lingkup Pekerjaan 1.1 Peserta menyampaikan penawaran atas paket Pekerjaan. sebagaimana tercantum dalam LDP. 1.2 Peserta yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 2 TAHUN 2011 TANGGAL : 5 JANUARI 2011

LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 2 TAHUN 2011 TANGGAL : 5 JANUARI 2011 LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 2 TAHUN 2011 TANGGAL : 5 JANUARI 2011 TATA CARA PENGADAAN BADAN USAHA PEMBANGUN DAN PENGELOLA KAWASAN EKONOMI KHUSUS DALAM RANGKA PERJANJIAN KERJASAMA

Lebih terperinci

BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG

BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG 295 C.4 Contoh Dokumen Lelang Untuk Pengadaan Barang A. UMUM 1. LINGKUP PEKERJAAN BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG 1.1. Pejabat Pembuat Komitmen menentukan nama paket pekerjaan yang dituangkan dalam

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI BUKU 4 PEDOMAN EVALUASI PENAWARAN PELELANGAN NASIONAL

Lebih terperinci

PENGADAAN PERALATAN KANTOR, DETEKTOR UANG PALSU DAN MESIN HITUNG UANG

PENGADAAN PERALATAN KANTOR, DETEKTOR UANG PALSU DAN MESIN HITUNG UANG 4B4BDOKUMEN LELANG / RKS 5B5B(RENCANA KERJA DAN SYARAT) NOMOR Dok.: 448 / LL / KCJ / V /2010 Tanggal 25 Mei 2010 PENGADAAN PERALATAN KANTOR, DETEKTOR UANG PALSU DAN MESIN HITUNG UANG PT. KAI Commuter Jabodetabek

Lebih terperinci

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 05/PPBJ/Bappeda/APBD /2012

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 05/PPBJ/Bappeda/APBD /2012 PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PANITIA PENGADAAN BARANG, JASA DAN PEKERJAAN KONSTRUKSI JL. 17 AGUSTUS NO.74, TELP. (0431) 851380, FAX. (0431) 863204, PO-BOX 147

Lebih terperinci

DOKUMEN PEMILIHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PRAKUALIFIKASI METODE 2 (DUA) TAHAP DENGAN SISTEM NILAI KONTRAK HARGA SATUAN

DOKUMEN PEMILIHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PRAKUALIFIKASI METODE 2 (DUA) TAHAP DENGAN SISTEM NILAI KONTRAK HARGA SATUAN DOKUMEN PEMILIHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PRAKUALIFIKASI METODE 2 (DUA) TAHAP DENGAN SISTEM NILAI KONTRAK HARGA SATUAN i DAFTAR ISI BAB I. Undangan... 1 BAB II. Instruksi Kepada Peserta... 2 A. Umum... 2

Lebih terperinci

Peningkatan Daerah Irigasi Noenoni II

Peningkatan Daerah Irigasi Noenoni II A D E N D U M D O K U M E N P E N G A DA A N Nomor : POKJA.PDIN-II/05/ULP-TTS/2017 Tanggal : 06 Juni 2017 Untuk : Peningkatan Daerah Irigasi Noenoni II Kelompok Kerja : Unit Layanan Pengadaan Peningkatan

Lebih terperinci

Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

Dokumen Pengadaan Secara Elektronik PEMERINTAH ACEH Dokumen Pengadaan Secara Elektronik PEMBANGUNAN SELASAR Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi RUMAH SAKIT JIWA ACEH D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 027/071/PAN-APBA/12 Tanggal:

Lebih terperinci

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 027 / 60 - BAPP / LS / ULP - POKJA V / IX / 2012

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 027 / 60 - BAPP / LS / ULP - POKJA V / IX / 2012 PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR UNIT LAYANAN PENGADAAN TAHUN ANGGARAN 2012 POKJA PENGADAAN V (BARANG DAN JASA LAINNYA) Sekretariat : Lantai II Bagian Umum Setda Kabupaten Kotawaringin Timur, Jalan

Lebih terperinci

PENGADAAN MESIN PENGHITUNG DAN SORTIR UANG DALAM RANGKA MENUNJANG OPERASIONAL COMMUTER VENDING MACHINE (CVIM) DI STASIUN PT. KAI COMMUTER JABODETABEK

PENGADAAN MESIN PENGHITUNG DAN SORTIR UANG DALAM RANGKA MENUNJANG OPERASIONAL COMMUTER VENDING MACHINE (CVIM) DI STASIUN PT. KAI COMMUTER JABODETABEK DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 44/LL/NONSAR/KCJ/RKS/VI/2017 Tanggal : 20 Juni 2017 PENGADAAN MESIN PENGHITUNG DAN SORTIR UANG DALAM RANGKA MENUNJANG OPERASIONAL COMMUTER

Lebih terperinci

D O K U M E N P E N G A D A A N

D O K U M E N P E N G A D A A N D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 05/DL-PSPDL/12/2012 Tanggal: 07 Desember 2012 untuk PENGADAAN BARANG/JASA CLEANING SERVICE Panitia Pengadaan Barang dan Jasa PUSARPEDAL - KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

Lebih terperinci

PEKERJAAN PERAWATAN AC KANTOR KCI, DIPO DEPOK, STASIUN, GRIYAKARYA, POSKES, DAN PPK WILAYAH PT. KCI

PEKERJAAN PERAWATAN AC KANTOR KCI, DIPO DEPOK, STASIUN, GRIYAKARYA, POSKES, DAN PPK WILAYAH PT. KCI DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 09/LL/NONSAR/KCI/RKS/XI/2017 Tanggal : 28 November 2017 TanggalT 37/KCJ/XI/09 PEKERJAAN PERAWATAN AC KANTOR KCI, DIPO DEPOK, STASIUN, GRIYAKARYA,

Lebih terperinci

PEKERJAAN PERAWATAN ESCALATOR STASIUN TANAH ABANG

PEKERJAAN PERAWATAN ESCALATOR STASIUN TANAH ABANG DOKUMEN PENGADAAN / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 21/LL/NONSAR/KCJ/RKS/I/2018 Tanggal : 31 Januari 2018 TanggalT 37/KCJ/XI/09 PEKERJAAN PERAWATAN ESCALATOR STASIUN TANAH ABANG PT. Kereta

Lebih terperinci

Jln. Gurami No. 18 Lampriet Telp. (0651) , , Fax. (0651) , Banda Aceh

Jln. Gurami No. 18 Lampriet Telp. (0651) , , Fax. (0651) , Banda Aceh Jln. Gurami No. 18 Lampriet Telp. (0651) 7555150, 7555160, Fax. (0651) 7555088, 7555140 Banda Aceh 1. Lanjutan Pembangunan GOR Kota Subulussalam 2. Rehabilitasi Gedung IPSI Dalam Komplek SHB 3. Lanjutan

Lebih terperinci

PENGADAAN DAN PEMASANGAN PAPAN INFORMASI KRL DI STASIUN JABODETABEK

PENGADAAN DAN PEMASANGAN PAPAN INFORMASI KRL DI STASIUN JABODETABEK DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 75/LL/NONSAR/KCI/RKS/XI/2017 Tanggal : 29 November 2017 TanggalT 37/KCJ/XI/09 PENGADAAN DAN PEMASANGAN PAPAN INFORMASI KRL DI STASIUN JABODETABEK

Lebih terperinci

PENGADAAN GENERATOR ATAU GENSET 100 KVA, STASIUN BOGOR PT. KAI COMMUTER JABODETABEK

PENGADAAN GENERATOR ATAU GENSET 100 KVA, STASIUN BOGOR PT. KAI COMMUTER JABODETABEK DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 34/LL/NONSAR/KCJ/RKS/V/2017 Tanggal : 22 Mei 2017 TanggalT 37/KCJ/XI/09 PENGADAAN GENERATOR ATAU GENSET 100 KVA, STASIUN BOGOR PT. KAI COMMUTER

Lebih terperinci

PEKERJAAN PENYEDIA JASA KEBERSIHAN KANTOR, KANTOR CREW KRL&UPT CREW KRL, GRIYA KARYA DAN PENGEMUDI PT. KCI

PEKERJAAN PENYEDIA JASA KEBERSIHAN KANTOR, KANTOR CREW KRL&UPT CREW KRL, GRIYA KARYA DAN PENGEMUDI PT. KCI DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 67/LL/NONSAR/KCI/RKS/X/2017 Tanggal : 27 Oktober 2017 TanggalT 37/KCJ/XI/09 PEKERJAAN PENYEDIA JASA KEBERSIHAN KANTOR, KANTOR CREW KRL&UPT

Lebih terperinci

DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN)

DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN) DOKUMEN KUALIFIKASI PEKERJAAN KONSTRUKSI DENGAN PASCAKUALIFIKASI BAB I. DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN)

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 43 /PRT/M/2007 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN

Lebih terperinci

DOKUMEN LELANG / RKS PENGADAAN PEKERJAAN PEMASANGAN PANEL DISTRIBUSI DIPO BOGOR MENUNJANG KELANCARAN PERAWATAN KRL (RENCANA KERJA DAN SYARAT)

DOKUMEN LELANG / RKS PENGADAAN PEKERJAAN PEMASANGAN PANEL DISTRIBUSI DIPO BOGOR MENUNJANG KELANCARAN PERAWATAN KRL (RENCANA KERJA DAN SYARAT) DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen: 1740/ LL/KCJ/RKS/VII/2015 Tanggal : 28 Juli 2015 TanggalT 37/KCJ/XI/09 PENGADAAN PEKERJAAN PEMASANGAN PANEL DISTRIBUSI DIPO BOGOR MENUNJANG

Lebih terperinci

PENGADAAN JASA SEWA 4 (empat) UNIT KAS MOBIL (OTO BANKING) PT. BANK BPD BALI TAHUN 2017

PENGADAAN JASA SEWA 4 (empat) UNIT KAS MOBIL (OTO BANKING) PT. BANK BPD BALI TAHUN 2017 i PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH BALI kantor pusat: jalan raya puputan margarana, niti mandala denpasar bali Indonesia tlp/phone: 0361.223301 5 (5 saluran) fax: 235806 telex: 35168 bpd dpr ia D O K U M E

Lebih terperinci

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN NAMA PEKERJAAN : Pengadaan Sarana Penunjang Pembelajaran/Alat Elektronik Sekolah Dasar PERKIRAAN NILAI PEKERJAAN : Rp. 874.071.000,- (Delapan

Lebih terperinci

DOKUMEN LELANG / RKS PENGADAAN JASA KEBERSIHAN SARANA KRL TAHUN 2016 (RENCANA KERJA DAN SYARAT) (KEBERSIHAN SARANA DIPO DEPOK)

DOKUMEN LELANG / RKS PENGADAAN JASA KEBERSIHAN SARANA KRL TAHUN 2016 (RENCANA KERJA DAN SYARAT) (KEBERSIHAN SARANA DIPO DEPOK) DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen: 2979/LL/KCJ/RKS/XII/2015 Tanggal : 22 Desember 2015 TanggalT 37/KCJ/XI/09 PENGADAAN JASA KEBERSIHAN SARANA KRL TAHUN 2016 PAKET I PAKET II

Lebih terperinci

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik Republik Indonesia Pengadaan - - Ver 1.1 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah A D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 251/POKJAIV-ULPSIKKA/VIII/2017 Tanggal: 24 Agustus 2017

Lebih terperinci

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN II (AANWIJZING)

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN II (AANWIJZING) 0 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN II (AANWIJZING) Nomor : 030/PAN-NONFISIK/UPTTKP/2013 Tanggal : 30 Mei 2013 Pekerjaan : Belanja kawat/faksimili/internet Pagu Dana : Rp. 903,400,000,- Semula : HPS :

Lebih terperinci

POKJA VIII ULP KABUPATEN BALANGAN 2013

POKJA VIII ULP KABUPATEN BALANGAN 2013 POKJA VIII ULP KABUPATEN BALANGAN 2013 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (Aanwijzing) NOMOR : 02 / POKJA.VIII.ULP-BLG/17.03.20 / 2013 Program Kegiatan Pekerjaan : Pembangunan Turap / Talud / Bronjong :

Lebih terperinci

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN NAMA PEKERJAAN : Pengadaan Peralatan Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan dan Peralatan Kesenian Sekolah Menengah Pertama PERKIRAAN

Lebih terperinci

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK

C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK C. PENANDATANGANAN DAN PELAKSANAAN KONTRAK 1. PENANDATANGANAN KONTRAK Setelah SPPBJ diterbitkan, PPK melakukan finalisasi terhadap rancangan Kontrak, dan menandatangani Kontrak pelaksanaan pekerjaan, apabila

Lebih terperinci

A D E D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 235.4/PL.420/PA-STP/XI/2012 Tanggal : 30 November 2012

A D E D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 235.4/PL.420/PA-STP/XI/2012 Tanggal : 30 November 2012 A D E D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 235.4/PL.420/PA-STP/XI/2012 Tanggal : 30 November 2012 Untuk PENGADAAN BAHAN MAKAN TARUNA SEKOLAH TINGGI PERIKANAN TAHUN 2013 BAB I BAB II BAB

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN UNIT LAYANAN PENGADAAN ( ULP ) Jl. JA. SUPRAPTO No.08 Pacitan P A C I T A N

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN UNIT LAYANAN PENGADAAN ( ULP ) Jl. JA. SUPRAPTO No.08 Pacitan P A C I T A N PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN UNIT LAYANAN PENGADAAN ( ULP ) Jl. JA. SUPRAPTO No.08 Pacitan P A C I T A N KEGIATAN / PEKERJAAN : BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN (AANWIJZING) Nomor : 02.A/ULP.II.15/PASCA.TPI/VI/2011

Lebih terperinci

PENGADAAN CCTV BULLET BERBASIS IP

PENGADAAN CCTV BULLET BERBASIS IP DOKUMEN PENGADAAN / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 45/LL/NONSAR/KCI/RKS/V/2018 Tanggal : 04 Mei 2018 TanggalT 37/KCJ/XI/09 PENGADAAN CCTV BULLET BERBASIS IP PT. Kereta Commuter Indonesia

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS I. UMUM Dalam

Lebih terperinci

A D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N. Nomor: ADD. II-2/DOK-DPU/ULP-KONSTRUKSI/2013. Tanggal: 24 Mei untuk Pengadaan

A D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N. Nomor: ADD. II-2/DOK-DPU/ULP-KONSTRUKSI/2013. Tanggal: 24 Mei untuk Pengadaan A D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: ADD. II-2/DOK-DPU/ULP-KONSTRUKSI/2013 Tanggal: 24 Mei 2013 untuk Pengadaan Jln Jrs Simpang Meat - Pakkodian, Kec. Tampahan (BKP) Kelompok Kerja Konstruksi

Lebih terperinci

UNIT LAYANAN PENGADAAN

UNIT LAYANAN PENGADAAN n BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA UNIT LAYANAN PENGADAAN Jalan M.T. Haryono Kav. 52 Gedung A Jakarta Selatan 12770 Telepon (021) 7981205, Fax. (021) 7981205 PO BOX 4451

Lebih terperinci

RISALAH AANWIJZING PROGRAM : PENGADAAN PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU-PARU/ RUMAH SAKIT MATA

RISALAH AANWIJZING PROGRAM : PENGADAAN PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU-PARU/ RUMAH SAKIT MATA RISALAH AANWIJZING PROGRAM : PENGADAAN PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU-PARU/ RUMAH SAKIT MATA PEKERJAAN : PEMBUATAN INTERIOR RUANG SEKDA KABUPATEN SAROLANGUN

Lebih terperinci

Jelas dan sudah dilaksanakan melalui LPSE

Jelas dan sudah dilaksanakan melalui LPSE LAMPIRAN II BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (ANWIJZING) Nomor : KU.003/116/BA/HLO/VIII/2012 Tanggal : 31 Agustus 2012 DOKUMEN PENGADAAN PEMBUATAN SUMBER MATA AIR BERSIH TERMASUK BAK PENAMPUNGAN DAN MENARA

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIJZING )

BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIJZING ) BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN ( AANWIJZING ) N o m o r Program Kegiatan Pekerjaan Ruas Jalan Paket/Kualifikasi Kantor/Satuan Kerja : : : : : : : 02-3/KPJL/PPBJ-BM/II/DPU/2012 Pembangunan Jalan dan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN)

DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN) BAB I. DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN) Pengumuman Pelelangan Umum Pascakualifikasi...1 BAB II. Instruksi

Lebih terperinci

DOKUMEN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI ( PELELANGAN UMUM )

DOKUMEN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI ( PELELANGAN UMUM ) DOKUMEN PENGADAAN JASA KONSTRUKSI ( PELELANGAN UMUM ) K e g i a t a n : Pembangunan Jalan P e k e r j a a n : Pembangunan Jalan di Wilayah Kecamatan Pasar Kota Jambi L o k a s i : Kecamatan Pasar Kota

Lebih terperinci

LAMPIRAN BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANVULLING) BAB I UMUM BAB II PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI

LAMPIRAN BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANVULLING) BAB I UMUM BAB II PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI LAMPIRAN BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (AANVULLING) PELELANGAN UMUM PEKERJAAN KONSTRUKSI BIDANG CIPTA KARYA DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SUKOHARJO KEGIATAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR (K-15) PEKERJAAN

Lebih terperinci

DOKUMEN LELANG/RKS PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 (RENCANA KERJA DAN SYARAT)

DOKUMEN LELANG/RKS PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 (RENCANA KERJA DAN SYARAT) DOKUMEN LELANG/RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) NOMOR DOKUMEN : 20/ LL/ KCJ/ RKS/ I /2015 Tanggal, 06 Januari 2015 PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 PT. KAI Commuter Jabodetabek Stasiun Juanda Lt. 2

Lebih terperinci

D O K U M E N P E N G A D A A N

D O K U M E N P E N G A D A A N PEMERINTAH KABUPATEN KUPANG SEKRETARIAT DAERAH UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) POKJA KONSTRUKSI XXX Jln. Timor Raya Km. 36. Oelamasi addendum D O K U M E N P E N G A D A A N NOMOR: I.2.5/POKJA KONST XXX /X/2016

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik Republik Indonesia Pengadaan - - Ver 1.1 Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah A D D E N D U M D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 289/POKJAIV-ULPSIKKA/IX/2017 Tanggal: 11 Agustus 2017

Lebih terperinci

PENGADAAN ALAT DAN CHEMICAL TAHUN 2017 PAKET 1 (OSC) PAKET 2 (OTC)

PENGADAAN ALAT DAN CHEMICAL TAHUN 2017 PAKET 1 (OSC) PAKET 2 (OTC) DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 09/LL/NONSAR/KCJ/RKS/I/2017 Tanggal : 10 Januari 2017 TanggalT 37/KCJ/XI/09 PENGADAAN ALAT DAN CHEMICAL TAHUN 2017 PAKET 1 (OSC) PAKET 2

Lebih terperinci

PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH DINAS KEBERSIHAN, PERTAMANAN DAN PEMAKAMAN TAHUN ANGGARAN 2011

PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH DINAS KEBERSIHAN, PERTAMANAN DAN PEMAKAMAN TAHUN ANGGARAN 2011 Dokumen Pengadaan 1 DOKUMEN PENGADAAN PEMILIHAN LANGSUNG PENGADAAN JASA KONSTRUKSI KEGIATAN PEKERJAAN LOKASI SUMBER DANA : Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan IPLT. : Rehab Jalan Operasional IPLT Talang

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PRESIDEN NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PENGADAAN KARTU THB UNTUK TAHUN 2018

PENGADAAN KARTU THB UNTUK TAHUN 2018 DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 15/LL/NONSAR/KCI/RKS/I/2018 Tanggal : 15 Januari 2018 TanggalT 37/KCJ/ XI/09 PENGADAAN KARTU THB UNTUK TAHUN 2018 PT. Kereta Commuter Indonesia

Lebih terperinci

Pengadaan Jasa Lainnya

Pengadaan Jasa Lainnya Republik Indonesia Model Dokumen Pengadaan Nasional Pengadaan - dengan Pascakualifikasi - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Edisi 2007 3 [kop surat satuan

Lebih terperinci

PENGADAAN PEMASANGAN CCTV KRL

PENGADAAN PEMASANGAN CCTV KRL DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) NOMOR DOKUMEN : 30/LL/NONSAR/KCJ/RKS/V/2017 Tanggal, 05 Mei 2017 PENGADAAN PEMASANGAN CCTV KRL PT. KAI Commuter Jabodetabek Stasiun Juanda Lt. 2 Jl. Ir.

Lebih terperinci

Dokumen Pengadaan. Pengadaan Jasa Lainnya. Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi

Dokumen Pengadaan. Pengadaan Jasa Lainnya. Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi 1 Dokumen Pengadaan Pengadaan Jasa Lainnya Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara Makassar D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 0002/KS.1.8/PBJ.01.2.c/2012

Lebih terperinci

DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) PENGADAAN MESIN ACCESS DOOR UNTUK PINTU RUANG LOKET DAN STAF STASIUN JABODETABEK

DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) PENGADAAN MESIN ACCESS DOOR UNTUK PINTU RUANG LOKET DAN STAF STASIUN JABODETABEK DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen: 015/LL/SAR/KCI/RKS/XII/2017 Tanggal 19 Desember 2017 TanggalT37/KCI/XI/09 PENGADAAN MESIN ACCESS DOOR UNTUK PINTU RUANG LOKET DAN STAF STASIUN

Lebih terperinci

Pengadaan. Pekerjaan Konstruksi

Pengadaan. Pekerjaan Konstruksi Republik Indonesia Pengadaan - Metoda Pemilihan Langsung dengan Pascakualifikasi - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor : 11 /PAN/2011 Tanggal : 16 September

Lebih terperinci

Pengadaan Lisensi Microsoft

Pengadaan Lisensi Microsoft 1 ( D O K U M E N P E M I L I H A N ) Pengadaan Lisensi Microsoft -Metode Pelelangan Terbatas dengan Prakualifikasi Metode Satu Sampul Sistem Gugur- Panitia Pengadaan Barang/Jasa PT. Bank Lampung 2 D O

Lebih terperinci

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN NAMA PEKERJAAN PERKIRAAN NILAI PEKERJAAN SATUAN / UNIT KERJA / SKPD SUMBER DANA : Pengadaan Alat Laboratorium IPA, Peralatan Matematika dan

Lebih terperinci

a. Nota Dinas Pejabat Pembuat Komitmen ke Unit Layanan Pengadaan dalam Rangka Pemasukan Data Lelang NOTA DINAS

a. Nota Dinas Pejabat Pembuat Komitmen ke Unit Layanan Pengadaan dalam Rangka Pemasukan Data Lelang NOTA DINAS 79 B. BENTUK FORMULIR PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA DENGAN SISTEM E-PROCUREMENT a. Nota Dinas Pejabat Pembuat Komitmen ke Unit Layanan Pengadaan dalam Rangka Pemasukan Data Lelang NOTA DINAS Kepada :

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA DOKUMEN SAYEMBARA LOGO KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

REPUBLIK INDONESIA DOKUMEN SAYEMBARA LOGO KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA LOGO KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL NOMOR: 039/DL- S/PPBJ/08/2012 KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUNH ANGGARAN 2012

Lebih terperinci

BENTUK SURAT PERINTAH KERJA (SPK) [kop surat K/L/D/I] SATUAN KERJA PPK: NOMOR DAN TANGGAL SPK NOMOR DAN TANGGAL DOKUMEN PENGADAAN :

BENTUK SURAT PERINTAH KERJA (SPK) [kop surat K/L/D/I] SATUAN KERJA PPK: NOMOR DAN TANGGAL SPK NOMOR DAN TANGGAL DOKUMEN PENGADAAN : BENTUK SURAT PERINTAH KERJA (SPK) [kop surat K/L/D/I] SURAT PERINTAH KERJA (SPK) SATUAN KERJA PPK: NOMOR DAN TANGGAL SPK NOMOR DAN TANGGAL SURAT PERMINTAAN PENAWARAN: PAKET PEKERJAAN : NOMOR DAN TANGGAL

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA UNIT LAYANAN PENGADAAN

PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA UNIT LAYANAN PENGADAAN PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA UNIT LAYANAN PENGADAAN Jl. Jend. Ahmad Yani No. 1 Majalengka Telp./Fax. (0233) 8286565 E-mail : [email protected] BERITA ACARA PENJELASAN (BAP) Nomor : ULP/Pokja

Lebih terperinci

PENGADAAN PENYEDIA JASA PENGAMANAN, KEBERSIHAN DAN PENGEMUDI KANTOR DI LINGKUNGAN PT. KCJ TAHUN 2014

PENGADAAN PENYEDIA JASA PENGAMANAN, KEBERSIHAN DAN PENGEMUDI KANTOR DI LINGKUNGAN PT. KCJ TAHUN 2014 DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen: /LL/KCJ/RKS/I/2014 Tanggal : 08 Januari 2014 T 374/LL/KCJ/XI/09 PENGADAAN PENYEDIA JASA PENGAMANAN, KEBERSIHAN DAN PENGEMUDI KANTOR DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

PENGADAAN DAN PEMASANGAN ESKALATOR JPO STASIUN TANAH ABANG

PENGADAAN DAN PEMASANGAN ESKALATOR JPO STASIUN TANAH ABANG DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen : 417/LL/KCJ/RKS/VII/2016 Tanggal : 20 Juli 2016 TanggalT 37/KCJ/XI/09 PENGADAAN DAN PEMASANGAN ESKALATOR JPO STASIUN TANAH ABANG PT. KAI Commuter

Lebih terperinci

Standar Dokumen Pengadaan

Standar Dokumen Pengadaan i Standar Dokumen Pengadaan KEGIATAN PEMBANGUNAN/REHAB.GEDUNG/KANTOR, DINAS/ MESS PEGAWAI KECAMATAN DI KAB. DONGGALA Pekerjaan Konstruksi PEMBANGUNAN GEDUNG RAPAT KECAMATAN BANAWA Metoda Pelelangan Umum

Lebih terperinci

POKJA PEKERJAAN KONSTRUKSI BIDANG PENGAIRAN DINAS PEKERJAAN UMUM UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN TAHUN ANGGARAN 2011

POKJA PEKERJAAN KONSTRUKSI BIDANG PENGAIRAN DINAS PEKERJAAN UMUM UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN TAHUN ANGGARAN 2011 POKJA PEKERJAAN KONSTRUKSI BIDANG PENGAIRAN DINAS PEKERJAAN UMUM UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KABUPATEN BALANGAN TAHUN ANGGARAN 2011 BERITA ACARA PENJELASAN PEKERJAAN (Aanwijzing) NOMOR

Lebih terperinci

Pengadaan. Pekerjaan Konstruksi

Pengadaan. Pekerjaan Konstruksi Republik Indonesia Pengadaan - Metoda Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 1238/FSK.E-PROC/SBD/PAN.BM-SDA06/APBD/VIII/2012

Lebih terperinci

d. Data Kualifikasi Diisi sesuai yang tertera dalam formulir isian kualifikasi dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) ;

d. Data Kualifikasi Diisi sesuai yang tertera dalam formulir isian kualifikasi dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) ; PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA DI LINGKUNGAN DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN KARIMUN TAHUN ANGGARAN 2011 Jl. Jend. Sudirman Komplek Perkantoran Gedung A Lantai II Tanjung Balai Karimun BERITA ACARA PEMBERIAN

Lebih terperinci

6. PELELANGAN UMUM SECARA PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DENGAN EVALUASI SISTEM GUGUR DENGAN AMBANG BATAS

6. PELELANGAN UMUM SECARA PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DENGAN EVALUASI SISTEM GUGUR DENGAN AMBANG BATAS 6. PELELANGAN UMUM SECARA PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DENGAN EVALUASI SISTEM GUGUR DENGAN AMBANG BATAS a. Pengumuman Prakualifikasi 1) Kelompok Kerja ULP mengumumkan Pelelangan Umum Prakualifikasi

Lebih terperinci

2017, No listrik tenaga mikrohidro/pembangkit listrik tenaga surya dengan mekanisme sewa; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaks

2017, No listrik tenaga mikrohidro/pembangkit listrik tenaga surya dengan mekanisme sewa; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaks BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.658, 2017 KEMENPU-PR. Mitra Pemanfaatan BMN. Pemilihan Badan Usaha. PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 09/PRT/M/2017 TENTANG

Lebih terperinci

PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA DILINGKUNGAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KAB. KAUR TAHUN ANGGARAN 2012 JL.

PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA DILINGKUNGAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KAB. KAUR TAHUN ANGGARAN 2012 JL. PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA DILINGKUNGAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KAB. KAUR TAHUN ANGGARAN 2012 JL. Syamsul Bahrun Pd. Kempas- Bintuhan KABUPATEN KAUR ADDENDA DOKUMEN LELANG Tujuan diterbitkan Addenda

Lebih terperinci