Media Pembelajaran REACT Berbasis Geogebra
|
|
|
- Susanti Tanuwidjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Media Pembelajaran REACT Berbasis Geogebra Ni Made Dwijayani 1), Ni Putu Meina Ayuningsih 2) STIKOM BALI Jl. Raya Puputan Renon No. 86 Denpasar Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan strategi REACT yang valid, praktis, dan efektif. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa media pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah design research. Data dikumpulkan menggunakan lembar pengamatan keterlaksanaan, angket respons siswa, angket respons guru, dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan sangat valid, telah memenuhi aspek kepraktisaan dan memenuhi aspek efektif. Karakteristik media pembelajaran yang dikembangkan antara lain: 1) media dapat dimanipulasi secara luas oleh siswa; 2) memuat masalah nyata; dan 3) dapat memberikan umpan balik secara langsung. Kata kunci: media, REACT, GeoGebra, hasil, belajar. 1. Pendahuluan Berdasarkan Renstra Kemdikbud tahun dimana pemerintah mengharapkan adanya penggunaan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) dalam kegiatan pembelajaran, lebih tepatnya pemerintah merencanakan penyediaan sarana dan prasarana TIK serta muatan pembelajaran berbasis TIK untuk penguatan dan perluasan e-pembelajaran pada semua jenjang pendidikan [1]. Kaitannya dengan pembelajaran matematika adalah proses pembelajaran lebih memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis dan rasionalnya melalui pemberian masalah kontekstual dengan menggunakan alat peraga atau media. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran matematika masih tergolong rendah. Hal tersebut didukung oleh data pada laporan yang diterbitkan oleh Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) pada tahun 2010 mengenai integrasi Information and Communication Technologies (ICT) dalam bidang pendidikan se-asia Tenggara. Pada laporan tersebut dijelaskan bahwa Indonesia masih tergolong ke dalam kelompok yang belum maksimal menerapkan ICT dalam pendidikan khususnya pada proses pembelajaran [2]. Beberapa hal yang menyebabkan kurang maksimalnya penggunaan media dalam pembelajaran yaitu 1) Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang sehingga memerlukan waktu yang relatif lama untuk mengintegrasikan ICT dalam pembelajaran, 2) pelatihan mengenai pembuatan media untuk guru masih sedikit karena masih terfokus pada kurikulum, dan 3) pengenalan perangkat lunak (software) kepada guru yang masih minim [3]. Berkaitan dengan hal tersebut, dilakukan wawancara dan observasi di SMPN 1 Mengwi, SMPN 2 Mengwi dan SMPN 5 Mengwi untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru mata pelajaran matematika. Sejauh ini guru hanya menggunakan bantuan Microsoft Word dan Power Point untuk membuat media pembelajaran matematika. Setelah dilakukan observasi terhadap media yang pernah dikembangkan ditemukan bahwa media tersebut tidak bisa dimanipulasi oleh peserta didik. Jadi, dapat dikatakan bahwa guru sudah berusaha untuk memfasilitasi peserta didik dengan menggunakan media hanya saja kemampuan guru masih terbatas untuk mengembangkan media yang lebih fleksibel untuk dimanipulasi oleh peserta didik. Selain itu informasi untuk guru mengenai software yang dapat digunakan untuk menyusun media matematika masih minim. Padahal penggunaan media diharapkan mampu untuk membantu peserta didik dalam memahami pembelajaran matematika, khususnya yang berkaitan dengan geometri. Salah satu materi yang didukung oleh penggunaan media adalah transformasi geometri kelas VII. Kurangnya penggunaan media pembelajaran pada pembelajaran transformasi memberikan dampak peserta didik menjadi sulit untuk memahami konsep transformasi. Hal tersebut didukung oleh hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan kepada peserta didik dan guru matematika kelas VII. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan ditemukan beberapa kendala yang dihadapi dalam pembelajaran transformasi. Kendala-kendala tersebut antara lain: 1) peserta didik belum mampu 106
2 memvisualisasikan atau membayangkan suatu kondisi matematika yang bersifat abstrak misalnya hasil transformasi (bayangan) sebuah bangun datar, 2) peserta didik masih mengalami kesulitan dalam membuat suatu generalisasi dari suatu konsep, 3) peserta didik belum terbiasa menemukan kembali atau mengkonstruksi sebuah konsep secara berkelompok, 4) peserta didik hanya mampu menyelesaikan soalsoal rutin yang diberikan oleh guru, 5) hasil belajar matematika peserta didik masih rendah, dan 6) peserta didik tidak pernah memanipulasi media pembelajaran. Mengatasi permasalahan tersebut maka dipandang perlu untuk mengembangkan media pembelajaran matematika pada topik transformasi geometri. Media yang akan dikembangkan berupa media pembelajaran berbasis GeoGebra yang akan mendukung pembelajaran. GeoGebra adalah program komputer untuk membelajarkan matematika khususnya geometri dan aljabar yang dapat diunduh secara gratis. Program ini dikembangkan oleh Markus Hohenwarter pada tahun GeoGebra mampu membantu siswa untuk mengkonstruksi konsep matematika tertentu (khususnya geometri) dan sebagai media untuk demonstrasi dan visualisasi konsep [4]. Sehingga GeoGebra dipandang sangat sesuai untuk mengatasi masalah yang ada di SMPN 1 Mengwi, SMPN 2 Mengwi dan SMPN 5 Mengwi. Media transformasi yang dikembangkan berorientasi pada suatu strategi yaitu strategi REACT (relating, experiencing, applying, cooperating, dan transferring). Strategi ini memiliki lima kegiatan yang dapat dilakukan oleh peserta didik yaitu relating, experiencing, applying, cooperating, and transferring [5]. Strategi REACT akan terakomodasi dalam media yang dikembangkan. Relating dalam media pembelajaran tercermin pada saat peserta didik diberikan kesempatan untuk mengamati kejadian seharihari mereka terkait dengan transformasi sehingga peserta didik mengetahui sifat-sifat transformasi. Selanjutnya, experiencing pada media dimaksudkan dengan kegiatan peserta didik dalam memanipulasi media sehingga memperoleh bagaimana cara menentukan bayangan sebuah benda. Setelah peserta didik berhasil menentukan bayangan sebuah benda maka peserta didik diberikan beberapa soal sehingga guru mampu melihat apakah peserta didik berhasil menerapkan (applying) konsep yang mereka temukan. Kemudian, kegiatan transferring dalam media yaitu peserta didik menyelesaikan permasalahan dalam situasi tertentu. Sedangkan cooperating adalah kegiatan peserta didik dari awal menggunakan media sampai menyelesaikan permasalahan dilakukan secara berkelompok sehingga cooperating tidak terlihat secara eksplisit di media pembelajaran. Media pembelajaran yang dikembangkan juga dilengkapi dengan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) yang akan dikerjakan oleh peserta didik secara berkelompok. Strategi REACT dipandang mampu untuk meningkatkan hasil beajar matematika siswa karena pembelajaran peserta didik bukan hanya menerima informasi yang disampaikan oleh guru, melainkan melakukan aktivitas lain sehingga bisa mengkaitkan dan mengalami sendiri proses belajar [6]. Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis GeoGebra dengan berorientasi pada strategi REACT sehingga diperoleh media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif untuk pembelajaran matematika di kelas VII. Penelitian bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan karakteristik perangkat pembelajaran dikembangkan dan 2) mendeskripsikan karakteristik pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. 2. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian desain yang teorinya mengacu pada penelitian pengembangan oleh Plomp. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan sebuah produk yaitu media pembelajaran transformasi untuk kelas VII. Media yang didesain dalam penelitian ini menggunakan software GeoGebra yang beorientasi pada strategi REACT. Selain media, dalam penelitian ini juga akan disusun perangkat pembelajaran pendukung berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan topik pada media. Media pembelajaran yang didesain akan ditentukan kualitasnya berdasarkan tiga aspek yaitu validitas, kepraktisan dan efektivitas. Peserta didik berperan dalam hal perolehan data tentang kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran berupa media pembelajaran. Peserta didik yang dimaksud adalah peserta didik kelas VII di SMPN 1 Mengwi (VII B, VII D dan VII E), peserta didik kelas VII di SMPN 2 Mengwi (VII A, VII E dan VII F), dan peserta didik kelas VII di SMPN 5 Mengwi (VII A, VII D dan VII G) Pemilihan kelas VII sebagai subjek penelitian berdasarkan atas beberapa pertimbangan yang pada dasarnya mendukung keterwujudan perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu karakteristik peserta didik yang heterogen, kemampuan kelas yang setara, serta menerapkan kurikulum Selain itu, pemilihan subjek penelitian karena peserta didik yang belum pernah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran dan guru yang mengajar belum memiliki informasi yang cukup untuk menyusun sebuah media. Guru berperan dalam hal perolehan data tentang kepraktisan perangkat pembelajaran keseluruhan. 107
3 Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Guru yang dimaksud di sini adalah guru kelas VII SMPN 1 Mengwi, SMPN 2 Mengwi dan SMPN 5 Mengwi. Dalam penelitian, desain media pembelajaran yang akan dikembangkan, menggunakan teori penelitian desain dari Plomp. Berdasarkan teori tersebut, ada tiga fase dalam penelitian desain, yang meliputi: preliminary research, prototyping, dan assessment [7]. Fase preliminary research difokuskan pada menganalisis situasi, kebutuhan dan permasalahan yang terjadi pada pembelajaran matematika di sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan pada fase ini yaitu; 1)melaksanakan observasi pada proses pembelajaran, 2) melaksanakan wawancara kepada guru matematika kelas VII dan beberapa peserta didik kelas VII, 3) melaksanakan analisis dokumen yakni dokumen mengenai hasil belajar matematika peserta didik kelas VII dan meninjau media serta perangkat pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas.selain melakukan studi lapangan, dalam fase ini juga dilakukan studi pustaka, dan meninjau contoh-contoh media pembelajaran matematika yang relevan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat media pembelajaran. Dari hasil identifikasi terhadap pelaksanaan pembelajaran maupun media serta perangkat pendukung pembelajaran matematika, selanjutnya kajian-kajian yang ditemukan digunakan untuk merancang media pembelajaran dan perangkat pendukungnya berupa RPP. Selain itu juga disusun draft awal media pembelajaran transformasi yang berorientasi pada strategi REACT. Draf awal ini disebut prototipe I. Pada tahap prototyping dilakukan penyusunan desain suatu media pembelajaran transformasi dan perangkat pembelajaran yang mendukung. Kemudian media yang sudah disusun dilihat kualitasnya. Halhal yang dilakukan adalah menguji validitas perangkat pembelajaran yang masih berupa prototipe I oleh dua orang pakar (validator). Berdasarkan hasil uji validasi ini kemudian dilakukan revisi sehingga diperoleh perangkat pembelajaran dalam bentuk prototipe II yang berkualitas valid untuk kemudian dilakukan uji coba lapangan. Uji coba lapangan dilakukan untuk mengetahui kepraktisan dan efektivitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Uji coba pertama yang dilakukan adalah uji coba terbatas. Dalam uji coba terbatas, perangkat diujicobakan pada 12 siswa kelas VII dan pembelajaran dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan topik pembelajaran adalah refleksi terhadap titik asal O (0,0). Fokus dari uji coba ini adalah untuk mendapatkan gambaran keterlaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan media pembelajaran REACT berbasis GeoGebra. Pengamatan dilakukan selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran dengan melibatkan guru mata pelajaran matematika kelas VII dan peneliti. Kritik atau saran yang diperoleh pada tahap ini dijadikan bahan revisi prototipe II sehingga terbentuklah prototipe III. Selanjutnya prototipe III yang telah disusun kemudian diujicobakan. Uji coba selanjutnya disebut uji coba lapangan I yang dilaksanakan pada satu kelas yaitu kelas VII B SMPN 1 Mengwi, VII E SMPN 2 Mengwi dan VII A SMPN 5 Mengwi. Fokus dari uji coba ini adalah meningkatkan kualitas produk atau mendapatkan karakteristik media pembelajaran yang dikembangkan dan karakteristik pembelajaran yang praktis dan efektif. Pengamatan (observasi) dilakukan selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran untuk melihat keterlaksananan penggunaan perangkat pembelajaran dengan melibatkan guru matematika kelas dan peneliti. Setelah uji coba, siswa dan guru memberikan respons mengenai perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut dengan menggunakan angket respons siswa dan angket respons guru. Siswa kembali diberikan tes hasil belajar matematika diakhir uji coba lapangan I. Hasil dari pemberian angket dan tes tersebut digunakan sebagai bahan untuk merevisi prototipe III. Hasil revisi prototipe III disebut prototipe IV. Pada fase assessment dilaksanakan uji coba lapangan II dengan melibatkan siswa kelas VII D SMPN 1 Mengwi, VII A SMPN 2 Mengwi dan VII D SMPN 5 Mengwi. Pengamatan (observasi) dilakukan selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran untuk melihat keterlaksananan penggunaan perangkat pembelajaran dengan melibatkan guru kelas dan peneliti. Setelah pelaksanaan pembelajaran siswa kembali melakukan tes hasil belajar dan memberikan respons mengenai perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut. Guru kelas juga memberikan respons mengenai perangkat pembelajaran tersebut. Hasil respons siswa dan guru tersebut digunakan sebagai bahan revisi, sehingga diperoleh karakteristik media pembelajaran dan karakteristik pembelajaran yang berkualitas praktis, dan efektif (produk final). Lebih jelasnya proses pengembangan produk atau prototipe ditunjukkan dengan gambar 1. Data yang telah terkumpul kemudian diolah secara deskriptif. Perangkat pembelajaran dalam penelitian ini minimal harus mencapai kategori valid, praktis, dan efektif. Kategori valid diberikan apabila rata-rata skor kedua validator minimal berada pada rentang 2,5 Vr 3, 5 dan validasi tes hasil belajar matematika minimal 0,7. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat dikatakan praktis apabila minimal ratarata skor angket respons siswa dan rata-rata skor angket respons guru berada pada interval 2,5 Pr 3, 5. Perangkat pembelajaran dikatakan efektif apabila rata-rata skor tes hasil belajar matematika siswa minimal mencapai KKM yang ditetapkan sekolah yakni
4 109
5 Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Media Pembelajaran REACT Berbasis Prototipe I Revisi Validasi 2 pakar Geogebra Prototipe II Prototipe III Prototipe IV Revisi Revisi Uji Coba Terbatas Uji Coba Lapangan I PENGEMBANGAN PROTOTIPE PRODUK FINAL Uji Coba Lapangan II SEMI SUMATIF Gambar 1. Gambar Alur pengembangan perangkat pembelajaran 3. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian desain yang telah dilaksanakan, prosedur pengembangan produk berupa media pembelajaran REACT berbasis GeoGebra pada prinsipnya sama dengan prosedur pengembangan menurut Plomp. Pada tahap preliminary research ditemukan bahwa 1) peserta didik belum mampu memvisualisasikan atau membayangkan suatu kondisi matematika yang bersifat abstrak misalnya hasil transformasi (bayangan) sebuah bangun datar, 2) peserta didik masih mengalami kesulitan dalam membuat suatu generalisasi dari suatu konsep, 3) peserta didik belum terbiasa menemukan kembali atau mengkonstruksi sebuah konsep secara berkelompok, 4) peserta didik hanya mampu menyelesaikan soal-soal rutin yang diberikan oleh guru, 5) hasil belajar matematika peserta didik masih rendah, dan 6) peserta didik tidak pernah memanipulasi media pembelajaran. Dari hasil identifikasi tersebut, selanjutnya dirancang media pembelajaran dan instrumen-instrumen penelitian. Pada tahap prototyping perangkat pembelajaran yang telah disusun dilihat kualitasnya. Hal-hal yang dilakukan adalah menguji validitas media pembelajaran yang masih berupa prototipe I oleh dua orang pakar (validator). Tidak hanya menilai validitas media pembelajaran, validator juga menilai validitas instrumen yang akan digunakan pada kegiatan uji coba. Berdasarkan hasil uji validasi terhadap media pembelajaran, kemudian dilakukan revisi sehingga diperoleh perangkat pembelajaran dalam bentuk prototipe II dengan kriteria perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah valid. Begitu juga instrumen untuk mengukur kepraktisan dan efektivitas seperti angket respons siswa dan guru, lembar pengamatan keterlaksanaan, dan tes hasil belajar matematika dikategorikan sangat valid. Setelah diperoleh perangkat pembelajaran dalam bentuk prototipe II, kemudian dilakukan uji coba lapangan untuk mengetahui keterlaksanaan, kepraktisan, dan efektivitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Uji coba pertama yang dilakukan adalah uji coba terbatas. Dalam uji coba terbatas, perangkat diujicobakan pada 12 siswa kelas VII dan pembelajaran dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan topik pembelajaran adalah refleksi terhadap titik asal O (0,0). Pada uji coba terbatas, rata-rata skor pengamatan keterlaksanaan yang diperoleh selama melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran matematika yang disusun adalah 3,17. Berdasarkan kriteria kepraktisan dapat dikatakan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tergolong Praktis karena rataratanya berada pada interval 2,5 Pr 3, 5. Pada saat uji coba terbatas, ternyata beberapa laptop peserta didik memiliki resolusi yang berbeda sehingga koordinat yang ditampilkan pada spreadsheet tidak terlihat. Selama pelaksanaan uji coba terbatas, diperoleh beberapa kekurangan pada perangkat pembelajaran yang diduga dapat mengganggu keterlaksanaan pembelajaran pada uji coba selanjutnya. Kekurangan tersebut terletak pada penyajian petunjuk penggunaan media pembelajaran. Hasil revisi yang dilakukan pada tahap ini selanjutnya disebut dengan Prototipe III. Setelah diperoleh perangkat pembelajaran dalam bentuk Prototipe III, kemudian dilakukan uji coba lapangan I untuk mengetahui keterlaksanaan, kepraktisan, dan efektivitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Dalam uji coba lapangan I, perangkat diujicobakan pada kelas VII B, VII E, dan VII A. Kepraktisan perangkat diukur dari keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar pengamatan keterlaksanaan serta respons 110
6 siswa dan guru terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Pada uji coba lapangan I, rata-rata skor keterlaksanaan adalah 3,33 di mana tergolong dalam kategori Praktis, rata-rata skor respons siswa adalah 3,34 masuk dalam kategori Praktis, dan rata-rata skor respons guru terhadap perangkat pembelajaran sebesar 3,04 masuk dalam kategori Praktis. Selain kepraktisan, pada uji coba lapangan I juga mengukur efektivitas perangkat pembelajaran. Tes hasil belajar matematika siswa diperoleh bahwa rata-rata skor siswa adalah 78,33. Rata-rata skor tes hasil belajar matematika kelas VII lebih dari KKM yaitu 75 yang merupakan kriteria efektivitas untuk hasil belajar matematika. Dengan adanya peningkatan rata-rata skor tes hasil belajar matematika yang lebih dari KKM, perangkat pembelajaran matematika yang dikembangan dapat dikatakan efektif. Pada pelaksanaan uji coba lapangan I terdapat pula kekurangan dalam perangkat (prototipe III) yang perlu direvisi, hasil revisi dari prototipe III disebut prototipe IV. Pada tahap asessment, perangkat pembelajaran dalam bentuk Prototipe III, kemudian dilakukan uji coba lapangan II untuk mengetahui keterlaksanaan, kepraktisan, dan efektivitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Dalam uji coba lapangan II perangkat diujicobakan pada kelas VII D, VII A, dan VII D. Kepraktisan perangkat diukur dari keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang dikembangkan, respons siswa dan guru terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Pada uji coba lapangan II, rata-rata skor keterlaksanaan adalah 3,70 dimana tergolong dalam kategori Sangat Praktis, rata-rata skor respons siswa adalah 3,53 masuk dalam kategori Sangat Praktis, dan rata-rata skor respons guru terhadap perangkat pembelajaran sebesar 3,43 masuk dalam kategori Praktis. Selain kepraktisan, pada uji coba lapangan II juga mengukur efektivitas perangkat pembelajaran. Sedangkan hasil belajar matematika siswa diperoleh bahwa rata-rata skor tes hasil belajar matematika siswa adalah 80,13. Rata-rata skor hasil belajar kelas VII D, VII A, dan VII D lebih dari KKM yaitu 75 yang merupakan kriteria efektivitas untuk hasil belajar matematika. Dengan adanya peningkatan rata-rata skor hasil belajar matematika sama dengan atau lebih dari KKM, media pembelajaran yang dikembangan dapat dikatakan efektif. Jadi, secara umum pada kegiatan uji coba terbatas, uji coba lapangan I, dan uji coba lapangan II perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Berdasarkan kegiatan uji coba dan kajian terhadap teori-teori yang mendukung dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa hal yang menyebabkan media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Media pembelajaran yang dikembangkan dapat tergolong valid karena a) media pembelajaran yang dikembangkan sudah sesuai dengan tuntutan kurikulum, maksudnya adalah karakteristik kurikulum menjadi salah satu pedoman dalam menyusun media pembelajaran yang bertujuan agar apa yang diharapkan dalam kurikulum dapat tercapai apabila pembelajaran menggunakan media, b) media pembelajaran mampu memotivasi peserta didik dalam belajar yang dikarenakan media pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik, c) kegiatan pembelajaran terfokus pada peserta didik dengan penggunaan LAS yang memudahkan peserta didik untuk menemukan kembali sebuah konsep. Selanjutnya, media pembelajaran yang dikembangkan tergolong praktis karena memberikan manfaat kepada guru dan juga peserta didik. Beberapa manfaat yang diberikan adalah a) media pembelajaran yang digunakan dapat menumbuhkan antusias peserta didik dalam belajar geometri khususnya transformasi geometri karena peserta didik diberikan tampilan visual yang dekat dengan kehidupan mereka, b) media pembelajaran dapat memfasilitasi peserta didik untuk membuat simpulan, c) RPP yang detail dan jelas memberikan kemudahan bagi guru sehingga tidak perlu persiapan yang banyak, d) peserta didik menjadi lebih tahu bahwa matematika tidak hanya rumus, terlebih lagi pada topik transformasi geometri yang memiliki banyak rumus untuk menentukan koordinat bayangan sebuah titik, e) peserta didik termotivasi untuk belajar dengan menggunakan media pembelajaran karena mereka menganggap lebih praktis mengunakan media dan lebih mampu memanfaatkan gadget mereka karena media yang dikembangkan dapat diakses secara online, f) Suasana belajar di kelas yang menjadi lebih kondusif karena peserta didik memaksimalkan kemampuan mereka dengan berdiskusi dalam kelompok. Media pembelajaran yang dikembangkan dapat dikatakan efektif karena pada pelaksanaannya terdapat hal-hal berikut yang mendukung tercapinya tujuan penelitian ini. a) media pembelajaran yang dikembangkan disesuaikan dengan kurikulum saat ini dengan menggunakan pendekatan saintifik, b) pembelajaran yang menggunakan media berbasis GeoGebra telah membantu peserta didik dalam proses visualisasi konsep transformasi, c) pembelajaran juga dilengkapi dengan penggunaan lembar kerja sebagai sarana peserta didik untuk menuliskan hasil diskusi mereka, d) penggunaan media pada pembelajaran transformasi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami secara langsung bagaimana sebuah bangun bertransformasi, e) perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan fenomena dan masalah real yang terjadi dalam keseharian peserta didik. 111
7 4. Simpulan Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa bahwa media pembelajaran REACT berbasis GeoGebra yang memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan efektivitas serta mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Karakteristik atau keistimewaan dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut: a) media pembelajaran yang dikembangkan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memanipulasi media pembelajaran secara lebih luas, misalnya mereka dapat menentukan koordinat titik yang akan ditransformasikan sesuai dengan keinginan mereka, b) media pembelajaran yang dikembangkan memuat masalah nyata bagi peserta didik, c) media pembelajaran ini mampu memberikan umpan balik secara langsung kepada peserta didik ketika peserta didik menyelesaikan masalah-masalah yang ada pada tahap applying. Selain memiliki karakteristik pada media pembelajaran, selama penelitian juga ditemukan karakteristik pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang dikembangkan. Karakteristik pembelajarannya diantara lain a) pembelajaran dilaksanakan secara berkelompok karena penggunaan media pembelajaran ini menuntut peserta didik untuk bekerja sama, b) proses belajar mengajar yang diawali dengan memberikan masalah nyata kepada peserta didik mengenai konsep transformasi, c) memberikan kebebasan berpendapat dan berdiskusi bagi peserta didik, dan d) membangkitkan interaksi sosial dan rasa percaya diri peserta didik. Berdasarkan hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran REACT berbasis GeoGebra dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bagi pembaca yang berminat pada pembelajaran matematika yang inovatif dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai pedoman baik dari segi prosedur pengembangan maupun proses untuk melihat kualitas perangkat pembelajaran. Perlu untuk diperhatikan, bahwa hasil penelitian ini masih perlu ditindaklanjuti dalam bentuk sosialisasi media pembelajaran REACT berbasis GeoGebra kepada guru-guru di SMP sehingga perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat diterima dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah lainnya. Daftar Pustaka [1] Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang Tahun Desember Pusat Informasi dan Humas Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. [2] Chulalongkorn University Language Institution (ed). Report: Status of ICT Integration in Education in Southeast Asian Countries. SEAMEO [3] Chulalongkorn University Language Institution (ed). Report: Status of ICT Integration in Education in Southeast Asian Countries. SEAMEO [4] Hohenwarter M, Fuchs K. Combination of dynamic geometry, algebra and calculus in the software system GeoGebra. Computer Algebra Systems and Dynamic Geometry Systems in Mathematics Teaching Conference. Pecs Hongaria. 2004: 3. [5] CORD Communications (ed). Teaching Mathematics Contextually. CORD [6] Gulo, A. Penerapan Strategi REACT Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Materi Fungsi Di Kelas XI SMA Negeri 1 Kutapanjang. Tesis. Medan & Universitas Negeri Medan [7] Plomp Tjeerd, Nienke Nieveen. Educational Design Research. Edisi Netherlands: Netherlands Institute for Curriculum Development (SLO). 2013:
BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. tentang kemampuan relating siswa, kemampuan experiencing siswa, kemampuan
BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN A. Pembahasan Hasil Penelitian Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti selama dua kali pertemuan melalui tes, pengamatan (observasi) dan wawancara, diperoleh
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL REACT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK MATERI DIMENSI TIGA KELAS X
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL REACT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK MATERI DIMENSI TIGA KELAS X Dwi Sulistyaningsih 1, Martyana Prihaswati 2 1 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan,
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TANDUR BERBANTUAN GEOGEBRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI DAN AKTIVITAS BELAJAR GEOMETRI SISWA
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TANDUR BERBANTUAN GEOGEBRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI DAN AKTIVITAS BELAJAR GEOMETRI SISWA Ni Wayan Suardiati Putri, Sariyasa, I Made Ardana Program Studi Pendidikan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Penelitian Pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluation).
BAB I PENDAHULUAN. memunculkan persaingan yang cukup tajam, dan sekaligus menjadi ajang seleksi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan masyarakat yang cenderung bersifat terbuka memberi kemungkinan munculnya berbagai pilihan bagi seseorang dalam menata dan merancang kehidupan masa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian dan pembahasan masing-masing
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Berdasarkan penelitian mengenai pengembangan perangkat pembelajaran kalkulus kelas XI semester genap dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013
BAB III METODE PENELITIAN. menghasilkan suatu produk baru melalui proses pengembangan dan validasi.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian pengembangan (Research and Development) ini bertujuan menghasilkan suatu produk baru melalui proses pengembangan dan validasi. Produk yang dikembangkan
BAB V PEMBAHASAN. A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran. Semmel, dan Semmel (1974) 4-D yang meliputi kegiatan pendefinisian
BAB V PEMBAHASAN A. Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran Proses pengembangan perangkat pembelajaran dengan model investigasi kelompok mengacu pada model pengembangan pembelajaran Thiagarajan, Semmel,
Sugiyarti Pendidikan Matematika-Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5 Malang.
Sugiyarti, Pengembangan Buku Siswa dengan Mengacu Lima Fase... 79 Pengembangan Buku Siswa dengan Mengacu Lima Fase Belajar Model Van Hiele pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII SMP Laboratorium
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Fokusnya adalah pengembangan perangkat pembelajaran dengan pendekatan Model-Eliciting Activities
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian Prosedur pengembangan LKS materi Bangun Ruang Sisi Datar yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Prosedur pengembangan LKS materi Bangun Ruang Sisi Datar yang menggunakan pendekatan kontekstual dan berorientasi pada kemampuan berpikir kritis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian dan Pengembangan Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan Plomp. Model ini terdiri dari lima fase pengembangan, yaitu
Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126
SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS Strategi Pengembangan Pembelajaran dan Penelitian Sains untuk Mengasah Keterampilan Abad 21 (Creativity and Universitas Sebelas Maret Surakarta, 26 Oktober 2017 ANALISIS
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMP kelas VIII ini
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kegiatan siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik pada materi lingkaran untuk
Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mendukung Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas VIII
SEMINAR MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2017 Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mendukung Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas VIII Rizqi Annisavitri Program Magister Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. teknologi tidak dapat kita hindari. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi ini, perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat kita hindari. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dapat kita rasakan
BAB I PENDAHULUAN. digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai macam komponen, antara lain: siswa, guru, kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan. Di sinilah peran seorang
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA Kuswari Hernawati 1, Ali Mahmudi 2, Himmawati Puji Lestari 3 1,2,3) Jurusan Pendidikan
Kata Kunci : Pendekatan Rigorous Mathematical Thinking (RMT), Mediated Learning Experience (MLE), Peralatan psikologis, fungsi kognitif.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN RIGOROUS MATHEMATICAL THINKING (RMT) DITINJAU DARI FUNGSI KOGNITIF PADA MATERI SEGIEMPAT DI KELAS VII SMP NEGERI 1 BALONGBENDO Farit Irna
Validitas Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Penemuan Terbimbing
Suska Journal of Mathematics Education (p-issn: 2477-4758 e-issn: 2540-9670) Vol. 3, No. 1, 2017, Hal. 15 26 Validitas Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Penemuan Terbimbing Rena Revita Program
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMPN 11 KOTA JAMBI
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMPN 11 KOTA JAMBI 1) Eka Romiati 1), Roseli Theis 2) Alumni Program Studi Pendidikan Matematika
PENGEMBANGAN HANDOUT FISIKA DASAR BERBASIS KONSTRUKTIVITAS PADA MATERI DINAMIKA
PENGEMBANGAN HANDOUT FISIKA DASAR BERBASIS KONSTRUKTIVITAS PADA MATERI DINAMIKA Silvi Yulia Sari 1, Nursyahra 2, dan Husna 3 1 Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Padang, Padang 2 Program Studi Pendidikan
PENERAPAN GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS SURYAKANCANA
PENERAPAN GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS SURYAKANCANA Ari Septian Universitas Suryakancana [email protected]
Prosiding Semnasdik 2016 Prodi Pend. Matematika FKIP Universitas Madura
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PROGRAM LINIER MENGGUNAKAN APLIKASI GEOGEBRA Sri Irawati 1, Sri Indriati Hasanah 2 1, 2 Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Madura Jalan Raya Panglegur
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Media pembelajaran berbasis android dengan program Construct 2 pada
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Media pembelajaran berbasis android dengan program Construct 2 pada materi bangun ruang sisi datar untuk siswa SMP kelas 8 dikembangkan dengan
BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan Van den Akker (1999:3-5) tujuan penelitian pengembangan bisa
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Berdasarkan Van den Akker (1999:3-5) tujuan penelitian pengembangan bisa dilihat dari berbagai
BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods)
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan embedded
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA MATEMATIKA MODEL PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK SMK PERKEBUNAN BERTEMAKAN KOPI DAN KAKAO. Randi Pratama Murtikusuma 6
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA MATEMATIKA MODEL PROBLEM-BASED LEARNING UNTUK SMK PERKEBUNAN BERTEMAKAN KOPI DAN KAKAO. Randi Pratama Murtikusuma 6 ABSTRAK: LKS dalam penelitian ini dikembangkan dengan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pengembangan LKS berbasis masalah yang berorientasi pada kemampuan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pengembangan LKS berbasis masalah yang berorientasi pada kemampuan penalaran matematis siswa SMP kelas VII pada materi himpunan dilakukan dengan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. bagian tersebut akan diuraikan sebagai berikut.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian A.1 Hasil Uji Validitas Validitas LKS ini dilakukan pada tiga bagian, yakni validitas materi, validitas konstruksi dan validitas bahasa. Adapun hasil validasi
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA TIPE PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP OPERASI BENTUK ALJABAR
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA TIPE PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP OPERASI BENTUK ALJABAR Muriadi, I Nengah Parta, dan Makbul Muksar Mahasiswa S2 Pendidikan Matematika
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN KOORDINAT PADA MATERI VEKTOR KELAS XI SMK
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN KOORDINAT PADA MATERI VEKTOR KELAS XI SMK Fatkhurrizal Amri Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo E-mail: [email protected]
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM UPAYA MEMBANTU PEMAHAMAN MATERI TURUNAN
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM UPAYA MEMBANTU PEMAHAMAN MATERI TURUNAN Andreas Ricky Proklamanto 1, M. Andy Rudhito 2 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pratindakan Kegiatan pratindakan dilakukan oleh penulis dengan melakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran, aktivitas belajar
PENGEMBANGAN MODUL AJAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) POKOK BAHASAN PROGRAM PENGOLAH ANGKA BERORIENTASI LEARNING CYCLE
PENGEMBANGAN MODUL AJAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) POKOK BAHASAN PROGRAM PENGOLAH ANGKA BERORIENTASI LEARNING CYCLE UNTUK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 KUBUTAMBAHAN I Gede Krisna Mahendra
Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia pada Materi Lingkaran untuk Siswa Kelas VIII SMP
SEMINAR MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2017 M-70 Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia pada Materi Lingkaran untuk Siswa Kelas VIII SMP
PENGGUNAAN APLIKASI GEOGEBRA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI FUNGSI KUADRAT
Minarto 1 PENGGUNAAN APLIKASI GEOGEBRA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI FUNGSI KUADRAT Oleh Minarto SMA Negeri 1 Bangorejo E-mail : [email protected]
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN Cica Aisyah Nurlatifah 1, Tuti Kurniati 2, Meti Maspupah
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian penembangan yaitu suatu penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian penembangan yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan suatu produk dengan kualifikasi
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBANTUAN GEOGEBRA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBANTUAN GEOGEBRA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII Oleh : Ni Luh Putu Ayu Nopiyanti (1029051004) Program
Meisa Yasmita Pradani, Mimiep S. Madja dan Lathiful Anwar Universitas Negeri Malang
PEMBELAJARAN MELALUI STRATEGI REACT BERBANTU CABRI 3D UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI DIMENSI TIGA (JARAK) SISWA KELAS X SEMESTER GENAP SMA NEGERI 10 MALANG Meisa Yasmita Pradani, Mimiep S. Madja
BAB III METODE PENELITIAN. karena peneliti ingin mengembangkan pembelajaran matematika berbasis
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian pengembangan karena peneliti ingin mengembangkan pembelajaran matematika berbasis masalah mengaplikasikan
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS SOFTWARE GEOGEBRA DALAM PEMBELAJARAN KONSEP GARIS LURUS PADA SISWA SMPN 1 JEMBER
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS SOFTWARE GEOGEBRA DALAM PEMBELAJARAN KONSEP GARIS LURUS PADA SISWA SMPN 1 JEMBER Tri Dyah Prastiti [email protected] UPBJJ-UT Jember Abstrak Salah
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS REALISTIK UNTUK MATERI RUANG DIMENSI TIGA PADA KELAS X SMA N 1 BONJOL KABUPATEN PASAMAN ABSTRACT
1 PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS REALISTIK UNTUK MATERI RUANG DIMENSI TIGA PADA KELAS X SMA N 1 BONJOL KABUPATEN PASAMAN Yunessa*), Zulfaneti, M. Si ** ), Alfi Yunita, M. Pd ** ) * )Mahasiswa
Lembar Kerja Siswa Berbantuan Geogebra Sebagai Upaya Membantu Pemahaman Siswa Materi Limit Fungsi Aljabar
Ardina, Lembar Kerja Siswa Berbantuan Geogebra... 1 Lembar Kerja Siswa Berbantuan Geogebra Sebagai Upaya Membantu Pemahaman Siswa Materi Limit Fungsi Aljabar Fimmatur Rizka Ardina Pendidikan Matematika,
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SETTING KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SETTING KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY SUB POKOK BAHASAN PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI KELAS VII SMP Ahmad Rif an F 33, Dinawati.
PRAKTIKALITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA ADABIAH 2 PADANG
PRAKTIKALITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA ADABIAH 2 PADANG Megasyani anaperta (1) Farida (2) (1) Prodi Pendidikan
PEMBELAJARAN STATISTIKA DASAR DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME BERBANTUAN CD INTERAKTIF
PEMBELAJARAN STATISTIKA DASAR DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME BERBANTUAN CD INTERAKTIF Sutrisno, Bagus Ardi Saputro, Sukamto Universitas PGRI Semarang [email protected], [email protected],
BAB I PENDAHULUAN. Mata pelajaran matematika wajib diberikan kepada semua peserta didik mulai
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Mata pelajaran matematika wajib diberikan kepada semua peserta didik mulai dari jenjang sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROGRAM LINEAR MENGGUNAKAN APLIKASI GEOGEBRA BERBANTUAN ANDROID DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
JPPM Vol. 9 No. 1 (2016) PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROGRAM LINEAR MENGGUNAKAN APLIKASI GEOGEBRA BERBANTUAN ANDROID DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ibnu Fazar 1), Zulkardi 2), Somakim 3) Pendidikan Matematika PPs
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan ( research and
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan ( research and development). Menurut Sugiyono (2011 : 297) metode penelitian dan pengembangan adalah metode
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang harus diajarkan di bangku sekolah dasar. Hal tersebut secara jelas tertuang dalam Undang-undang
PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII
PEMANFAATAN PROGRAM GEOGEBRA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII Adi Suryobintoro 1, M. Andy Rudhito 2 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (developmental
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (developmental research), karena peneliti ingin mengembangkan perangkat pembelajaran matematika bilingual
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI BANGUN DATAR BERORIENTASI PADA PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP
58 Jurnal Pendidikan Matematika Vol.6 No.7 Tahun 2017 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI BANGUN DATAR BERORIENTASI PADA PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini tergolong jenis penelitian dan pengembangan (Research and Developmnent/ R&D). Dalam hal ini peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran matematika
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK SISWA MATERI DIMENSI TIGA KELAS X SMA
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI REACT TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK SISWA MATERI DIMENSI TIGA KELAS X SMA Dwi Sulistyaningsih 1), Martyana Prihaswati 2) 1 Fakultas
Rahmi, Yerizon, & Musdi p-issn: ; e-issn: Padang, Sumatera Barat, Indonesia
Rahmi, Yerizon, & Musdi p-issn: 2086-4280; e-issn: 2527-8827 TAHAP PRELIMINARY RESEARCH PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS
PROSIDING ISBN :
P 22 PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENDEKATAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUANGEOGEBRA UNTUK MEMBELAJARKAN TOPIK TRIGONOMETRI PADA SISWA KELAS X SMA Dian Andarwati 1), Kuswari Hernawati
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan karena peneliti ingin
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan karena peneliti ingin mengembangkan perangkat pembelajaran sub pokok perbandingan dengan pendekatan RME Setting
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIII SMP
Rahmiati, Musdi, & Fauzi p-issn: 2086-4280; e-issn: 2527-8827 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIII
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development
81 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research), karena peneliti ingin mengembangkan perangkat pembelajaran matematika menggunakan
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN PEMAHAM KONSEP SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS ICT BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA PADA MATERI SEGIEMPAT
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN PEMAHAM KONSEP SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS ICT BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA PADA MATERI SEGIEMPAT Puji Wardaya, Nila Kurniasih, Isnaeni Maryam Program Studi Pendidikan
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI DI KELAS VIII MTs NEGERI 2 SURABAYA
1 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI DI KELAS VIII MTs NEGERI 2 SURABAYA Oleh: Fanny Adibah IKIP Widya Darma Abstrak: Pendidikan Matematika bertujuan untuk mengembangkan
BAB III METODE PENELITIAN. mengembangkan perangkat pembelajaran sub pokok bahasan luas permukaan dan. Permukaan dan Volume Pisma dan Limas tegak.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan karena peneliti ingin mengembangkan perangkat pembelajaran sub pokok bahasan luas permukaan dan volume pisma
BAB I PENDAHULUAN. jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Akan tetapi, matematika
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Maju mundurnya suatu bangsa dipengaruhi oleh
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA HASIL PENGEMBANGAN. define, design, develop, dan disseminate. Namun dalam pelaksanaannya,
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA HASIL PENGEMBANGAN A. Deskripsi dan Analisis Proses Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan Model Learning Cycle-5E Pengembangan perangkat pembelajaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R & D). Menurut Sugiyono (2007: 407), penelitian
P - 92 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA
P - 92 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA Kuswari Hernawati 1, Ali Mahmudi 2, Himmawati Puji Lestari 3 1,2,3) Jurusan
PENERAPAN STRATEGI REACT DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 1 BATANG ANAI
Vol. 3 No. 1 (214) : Jurnal Pendidikan Matematika, Part 1 Hal. 26-3 PENERAPAN STRATEGI REACT DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 1 BATANG ANAI Fadhila El Husna 1),
Implementasi Pendekatan Guided discovery dalam Game Edukasi Matematika untuk Siswa SMP
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 Implementasi Pendekatan Guided discovery dalam Game Edukasi Matematika untuk Siswa SMP Afif Rizal, Kuswari Hernawati Fakultas Matematika dan
III. METODE PENELITIAN. LKS kimia model inkuiri terpimpin pada materi pokok kelarutan dan hasil kali
III. METODE PENELITIAN A. Rencana Pelaksanaan Penelitian Pengembangan yang dilakukan adalah pengembangan media pembelajaran berupa LKS kimia model inkuiri terpimpin pada materi pokok kelarutan dan hasil
BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Garis dan Sudut dengan Pendekatan Inquiry Berbantuan Software Wingeom
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Garis dan Sudut dengan Pendekatan Inquiry Berbantuan Software Wingeom Dyah Pradipta 1, Kuswari Hernawati
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dedi Abdurozak, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika sebagai bagian dari kurikulum di sekolah, memegang peranan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bertindak atas
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2013: 297) merupakan penelitian
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PADA SISWA SMP KELAS VIII
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PADA SISWA SMP KELAS VIII ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Berdasarkan jenis masalah dan tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka penelitian ini akan memanfaatkan metode penelitian dan pengembangan (research and development). 3.1.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari lima fase
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari lima fase atau tahap utama, yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS PEMECAHAN MASALAH DI KELAS X SMK
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS PEMECAHAN MASALAH DI KELAS X SMK Fitri Muslimah Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo e-mail: [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan dan teknologi, menjadi salah satu ilmu yang diperlukan pada saat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan landasan dan kerangka perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadi salah satu ilmu yang diperlukan pada saat seseorang harus menyelesaikan
TINJAUAN TENTANG PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS INQUIRY UNTUK PESERTA DIDIK KELAS VII SMP
Jurnal Pendidikan Rokania Vol. I (No. 2/2016) 55-64 55 TINJAUAN TENTANG PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS INQUIRY UNTUK PESERTA DIDIK KELAS VII SMP Oleh Mirda Swetherly Nurva Dosen
ARTIKEL TESIS OLEH I PUTU PASEK SURYAWAN NIM
0 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MODEL PEMBELAJARAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH (MP3M) BERORIENTASI MASALAH TERBUKA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
BAB III METODE PENELITIAN. berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), buku siswa, dan Lembar
62 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan (development research) karena tujuannya untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang berupa Rencana
