BAB 2 LANDASAN TEORI
|
|
|
- Liana Kusnadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 8 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Jaringan Komputer dan Protokol Komunikasi Tujuan dari komunikasi data adalah untuk bertukar informasi antara dua pihak (Stallings,2004,p4). Informasi adalah arti yang dimiliki data sebagai akibat dari persetujuan yang diterapkan pada data tersebut, sedangkan data merupakan representasi dari fakta-fakta, konsep-konsep, atau instruksi-instruksi dengan suatu cara formal yang sesuai untuk komunikasi, interpretasi, atau pemrosesan oleh manusia atau secara otomatis (American National Standards Institute). Jaringan komunikasi merupakan kumpulan dari alat-alat yang ingin berkomunikasi. Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi adalah (Stallings,2004, p9): - Bila perangkat-perangkatnya saling terpisah jauh. - Terdapat serangkaian perangkat, masing-masing membutuhkan jaringan untuk menghubungkan satu sama lain pada waktu yang berbeda-beda. Jaringan komputer adalah kumpulan komputer-komputer yang saling terinterkoneksi dengan sebuah jaringan komunikasi (Stallings,2004,p9) Protokol Komunikasi dan Fungsi dari Protokol Dua pihak yang berkomunikasi harus memiliki persetujuan dalam hal apa yang dikomunikasikan, cara berkomunikasi, kapan berkomunikasi. Persetujuan ini disebut dengan protokol. Definisi protokol menurut Stallings (2004,p12) adalah sekumpulan aturan-aturan yang mengatur pertukaran data antara dua entitas.
2 9 Elemen-elemen kunci suatu protokol terdiri dari (Stallings,2004,p13) : - Sintaks: meliputi hal-hal seperti format data dan tinggi rendah sinyal. - Semantik: meliputi informasi kontrol untuk koordinasi dan penanganan kesalahan (error handling). - Timing: meliputi penyesuaian kecepatan dan pengurutan. a. OSI Model Open Systems Interconnection (OSI) model dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) sebagai model untuk arsitektur komunikasi komputer, serta sebagai kerangka kerja bagi pengembangan standar-standar protokol. (Stallings,2004,p21) OSI memiliki 7 layer, yaitu: 1. Physical Layer Physical layer mencakup physical interface yang ada diantara perangkat komunikasi dan aturan bagaimana bit-bit data melewati satu titik ke titik lain. 2. Data Link Layer Data link layer mengupayakan agar link fisik dapat bekerja dengan baik dan menyediakan fungsi untuk mengaktifkan, mempertahankan, dan menonaktifkan link. 3. Network Layer Network layer menyediakan transfer informasi antar end systems melalui beberapa jaringan komunikasi. Pada layer ini, sistem komputer berdialog dengan jaringan untuk menentukan alamat tujuan dan meminta fasilitas jaringan tertentu, seperti prioritas.
3 10 4. Transport Layer Transport layer menyediakan mekanisme yang baik untuk pertukaran data antar proses pada sistem yang berbeda. Transport layer memastikan data unit yang dikirimkan bebas dari error, terurut, tanpa kehilangan atau penggandaan. 5. Session Layer Layer ini menyediakan mekanisme untuk mengontrol dialog diantara aplikasi pada end system. Servis-servis kunci yang disediakan oleh session layer adalah dialogue discipline, grouping, dan recovery. 6. Presentation Layer Presentation layer menentukan format data yang dipindahkan diantara aplikasi dan menawarkan layanan transformasi data kepada program-program aplikasi. 7. Application Layer Application layer menyediakan cara bagi program aplikasi untuk mengakses OSI environment.
4 11 Gambar 2.1 Lingkungan OSI b. TCP/ IP Protocol Suite TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol) merupakan hasil dari pengembangan dan riset protokol yang dilakukan atas jaringan paket-switched eksperimental (experimental packet-switched network), ARPANET, dan didanai oleh DARPA (Defense Advanced Research Project Agency), dan secara umum dikenal sebagai TCP/IP protocol suite. Protocol suite ini terdiri atas sekumpulan protokol dalam jumlah besar yang dijadikan sebagai standar internet. (Stallings,2004,p13) Tidak ada model protokol TCP/IP resmi sebagaimana yang ada dalam OSI.
5 12 Protokol TCP/IP terbagi atas layer-layer, yaitu: Application layer : menyediakan komunikasi diantara proses atau aplikasi pada host-host terpisah. Contoh: SMTP, POP3, Telnet, HTTP, dan lainnya. End-to-end atau transport layer: menyediakan layanan transfer data end-to-end. Transport layer menyembunyikan detil-detil jaringan dari application layer. Contoh: TCP dan UDP. Internet layer: Berkaitan dengan routing data dari sumber ke host tujuan melewati satu jaringan atau lebih yang dihubungkan melalui router. Contoh: IP, ICMP. Network access layer: Berkaitan dengan logical interface diantara end system dan jaringan. Physical layer: Menentukan karakteristik-karakteristik media transmisi, signal rate dan signal encoding scheme. Gambar 2.2 Perbandingan arsitektur Protokol OSI dan TCP/IP
6 Object Oriented Analysis and Design (OOAD) dan Unified Modelling Language (UML) Object-oriented analysis adalah pendekatan yang digunakan untuk mempelajari objek-objek yang ada agar diketahui bila dapat digunakan ulang atau diadaptasi untuk penggunaan baru. Objek-objek baru ataupun yang telah dimodifikasi dapat dikombinasikan dengan objek-objek yang telah ada agar dapat berguna bagi aplikasi perhitungan bisnis. (Whitten et al, 2004, p430). Konsep-konsep dasar dalam OOAD, yaitu: - Objek (object) adalah benda, secara fisik atau konseptual, yang dapat kita temui di sekeliling kita. Sebuah objek memiliki keadaan sesaat (state) dan perilaku (behaviour). State dinyatakan dengan nilai dari atribut (attribute) objeknya. Behaviour dari sebuah objek dicerminkan oleh interface, service, dan method dari objek tersebut. - Attribute adalah nilai internal suatu objek yang mencerminkan antara lain karakteristik objek, kondisi sesaat, koneksi dengan objek lain, dan identitas. - Interface adalah pintu ruang untuk mengakses service objek. - Service adalah fungsi yang bisa diemban objek. - Method adalah mekanisme internal objek yang mencerminkan perilaku (behaviour) objek tersebut. - Kelas (class) adalah definisi umum (pola, template atau cetak biru) untuk himpunan objek sejenis. Kelas adalah abstraksi dari entitas dalam dunia nyata.
7 14 Menurut pendapat Booch et al (1998),UML (Unified Modelling Language) merupakan suatu bahasa pemodelan yang dapat digunakan untuk visualisasi, mengkonstruksi, dan mendokumentasi artifact yang ada dalam piranti lunak. Tujuan utama UML diantaranya untuk - Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan mudah dan dimengerti secara umum. - Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa. - Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan. Untuk membuat suatu model, beberapa diagram grafis UML yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: 1. Use case diagram Use case diagram adalah pusat dari pemodelan perilaku sebuah sistem, subsistem atau sebuah class. Setiap use case diagram menunjukkan use cases dan actors maupun hubungan yang dimilikinya. (Booch et al,1998,p233) Use case diagram sangat penting dalam visualisasi, spesifikasi dan mendokumentasi perilaku sebuah elemen. Use case diagram membuat sistemsistem, subsistem-subsistem, dan class-class menjadi dapat dimengerti dan dipahami dengan menampilkan pandangan bagaimana suatu elemen digunakan pada konteksnya. (Booch et al,1998,p233)
8 15 Buy Items Gambar 2.3. Contoh Use Case Customer Gambar 2.4. Contoh Actor Use case diagram terdiri dari: - Use case - Actor - Hubungan (relationship) antara use case dengan actor. Actor dan use case berkomunikasi atau mempunyai relasi jika ada pertukaran informasi antara mereka. Pengaturan use cases dapat dilakukan dengan menjelaskan hubungan generalization, include dan extend yang ada di dalamnya (Booch et al, 1998,p105). Generalization pada uses cases mirip dengan yang ada pada classes. Yang berarti child use case mewarisi perilaku dan arti yang dimiliki oleh parent use case; child use case dapat menambah perilaku atau memiliki overidde dari perilaku parent use case. (Booch et al, 1998,p227) Hubungan include antar use cases berarti sebuah use case dasar secara eksplisit menyertakan perilaku kepada use case lain yang terdapat pada lokasi
9 16 yang telah dispesifikasikan. Sebuah included use case tidak pernah berdiri sendiri, melainkan merupakan sebuah bagian dari beberapa use case dasar yang lebih besar yang menyertakannya. (Booch et al, 1998,p227) Hubungan extend antar uses cases berarti use case dasar secara implisit menyertakan perilaku kepada use case lain pada suatu lokasi yang telah dispesifikasikan secara tidak langsung dengan melakukan extend use case. Use case dasar dapat berdiri sendiri, namun pada kondisi tertentu, perilaku yang dimilikinya mungkin di extend dengan perilaku yang dimiliki oleh use case lain. (Booch et al, 1998,p228) Gambar 2.5 Use-case diagram (Booch et al, 1998,p234) 2. Class diagram Menurut pendapat Booch et al (1998,p105), class diagram menunjukkan sekumpulan kelas-kelas, interface serta kolaborasi dan hubungan antar mereka.
10 17 Class diagram biasanya terdiri dari (Booch et al, 1998,p105): - Classes. Class adalah deskripsi dari sekelompok objek yang memiliki atribut (attribute), operasi (operation), hubungan (relationship) dan semantik (semantic) yang sama (Booch et al, 1998, p49). - Interfaces. Inteface adalah sekumpulan operasi yang digunakan untuk menjelaskan service yang dimiliki oleh sebuah class atau sebuah komponen. (Booch et al, 1998, p155) - Collaborations. Collaborations digunakan untuk menjelaskan realisasi dari suatu use case dan operasi-operasi, dan untuk memodelkan mekanisme arsitektur dari sistem yang ada. (Booch et al, 1998, p369) - Dependency, generalization, dan association relationship. Dependency adalah menggunakan hubungan suatu state yang bila salah satu spesifikasinya mengalami perubahan, akan mempengaruhi hal lain yang menggunakannya. (Booch et al, 1998, p63) Generalization adalah hubungan antara suatu hal umum (disebut dengan superclass atau parent) dengan hal yang lebih spesifik (disebut subclass atau child). (Booch et al, 1998, p64) Association adalah hubungan struktural yang menjelaskan suatu objek dari suatu hal berhubungan dengan objek dari hal lain. (Booch et al, 1998, p65)
11 18 Ada 4 atribut yang dapat dimiliki oleh associations, yaitu: (Booch et al, 1998, p65) Name: Sebuah association dapat memiliki nama, dan nama dapat dijabarkan sesuai dengan hubungan yang dimiliki. Role: Setiap class memiliki peranan yang dimainkan dalam suatu hubungan. Multiplicity: Menjelaskan seberapa banyak objek yang terhubung melalui instance dari suatu associations. Macam-macam multiplicity : tepat satu (1), nol sampai satu (0..1), banyak (0..*), satu atau lebih (1..*). Aggregation: Menunjukkan suatu objek yang lebih besar memiliki objek lain sebagai bagiannya. Aggregation dilambangkan dengan association yang diujungnya terdapat lambang berlian. Gambar 2.6 Class diagram (Booch et al,1998,p106)
12 19 3. Statechart diagram Statechart diagram menunjukkan mekanisme state, menekankan pada aliran kontrol dari suatu state ke state yang lain. Mekanisme state adalah suatu perilaku yang akan menjelaskan urutan suatu state dari objek berpindah selama masa hidupnya (lifetime) sebagai respon dari suatu event, bersama respon terhadap event tersebut. Sebuah state adalah kondisi atau situasi hidup suatu objek selama memenuhi suatu kondisi, melakukan kegiatan, atau menunggu terjadinya suatu event. Suatu event adalah spesifikasi dari kejadian penting yang terjadi pada suatu satuan ruang dan waktu. Dalam konteks mekanisme state, sebuah event adalah kejadian yang akan memicu terjadinya transisi state. Gambar 2.7 Statechart diagram (Booch et al, 1998, p289) 2.3 Objek-objek yang Berperan dalam Pengiriman Dalam pengiriman , terdapat objek-objek yang memiliki peranan penting. Objek-objek itu meliputi Mail Transfer Agent (MTA) dan Mail User Agent (MUA).
13 20 a. Mail Transfer Agent (MTA) MTA adalah sebuah aplikasi atau software agent yang berfungsi untuk mengirimkan pesan atau dari satu komputer ke komputer lain ( MTA menerima pesan dari Mail User Agent (MUA) atau dari MTA lain, kemudian mengirimkannya pada MTA lain atau secara langsung pada MUA. ( b. Mail User Agent (MUA) MUA adalah sebuah aplikasi atau software agent yang berfungsi untuk membaca , membuat , dan mengirimkannya pada MTA ( MUA biasanya merupakan sumber (source) atau tujuan (target) daripada . Sebagai sumber, MUA bertugas mengumpulkan yang akan dikirimkan oleh user, kemudian menyerahkannya pada MTA(Mail Transfer Agent). Sebagai tujuan, MUA berperan sebagai tempat pengiriman terakhir dari (Klensin, 2001, RFC 2821). 2.4 Protokol-protokol dalam Pengiriman Dalam pengiriman dibutuhkan suatu protokol yang dapat mengatur bagaimana komunikasi antara objek-objek yang berperan dalam pengiriman . Protokol SMTP digunakan untuk mengirimkan dari MTA ke MTA lain atau ke MUA. Dalam prosesnya, protokol SMTP menggunakan bantuan DNS untuk mengirimkan sampai ke tempat tujuan. Protokol POP3 digunakan oleh client (MUA) untuk meminta server (MTA) mengirimkan padanya (di-download).
14 Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) dan perintah-perintah SMTP SMTP adalah standar protokol dalam pengiriman antar host pada protokol TCP/IP. (Stallings, 2004, p697) Tujuan utama dari SMTP adalah untuk mengirimkan secara reliabel dan efisien. SMTP tidak tergantung suatu sistem transmisi tertentu dan hanya membutuhkan suatu saluran data yang reliabel. Biasanya SMTP menggunakan TCP sebagai protokol transportnya. (Klensin, 2001, RFC 2821). Salah satu fitur penting SMTP adalah kemampuannya untuk mengirimkan melewati jaringan-jaringan, yang biasa disebut SMTP mail relaying. Menggunakan SMTP, sebuah proses dapat mengirimkan pada proses lain pada jaringan yang sama atau jaringan yang berbeda melalui sebuah relay atau gateway yang dapat diakses dari jaringan tersebut. Dengan cara ini, sebuah mungkin melewati sejumlah relay atau gateway penghubung dalam perjalanannya dari pengirim menuju penerima. (Klensin, 2001, RFC 2821) User File System SMTP Client SMTP Command / Replies SMTP Server File System Gambar 2.8 SMTP (Klensin, 2001, RFC 2821) Ketika sebuah SMTP client mempunyai pesan untuk dikirimkan, ia akan membuat sebuah saluran transmisi dua arah dengan sebuah SMTP server. Tugas dari
15 22 sebuah SMTP client adalah untuk mentransfer pada satu atau lebih SMTP server atau melaporkan bila terjadi kegagalan. (Klensin, 2001, RFC 2821). Sebuah SMTP client dapat mengetahui alamat dari SMTP server yang sesuai dengan cara melakukan resolving terhadap nama domain tujuan walaupun tujuan itu adalah Mail exchanger penyambung atau host tujuan terakhir. Sebuah SMTP server dapat berupa tujuan terakhir atau relay penyambung (ini dapat berperan menjadi SMTP client setelah menerima pesan) atau gateway (akan mengirimkan pesan lebih jauh dengan menggunakan protokol selain SMTP). Perintah SMTP (SMTP command) dihasilkan oleh SMTP client dan dikirimkan pada SMTP server. Balasan SMTP (SMTP replies) dikirim dari SMTP server pada SMTP client sebagai tanggapan terhadap perintah-perintah tersebut. (Klensin, 2001, RFC 2821). Ketika saluran transmisi telah dibuat dan handshaking awal telah selesai, SMTP client biasanya memulai transaksi . Transaksi tersebut biasanya terdiri dari urutan perintah untuk menentukan pengirim dan tujuan dari dan perintah untuk pengiriman isi pesan (termasuk header atau struktur lain). Ketika pesan yang sama dikirim pada penerima yang lebih dari satu, protokol ini menganjurkan agar hanya mengirim satu salinan data untuk semua penerima bila tujuannya sama (berada dalam satu domain) Server menanggapi setiap perintah dengan balasan. Balasan dapat menandakan bahwa perintah diterima, perintah kurang lengkap, atau ada kesalahan sementara atau permanen. SMTP mempunyai mekanisme pengiriman sebagai berikut : bila pengirim dan penerima berada pada satu transport service yang sama (jaringan yang sama), pengiriman dilakukan secara langsung. Bila pengirim dan penerima berada pada
16 23 transport service yang berbeda (jaringan yang berbeda), maka pengiriman akan melibatkan satu atau lebih SMTP server penyambung. SMTP server penyambung yang berperan sebagai SMTP relay atau gateway ini biasanya dipilih melalui mekanisme Mail exchanger (MX) dari Domain Name Service (DNS). Relay dan Gateway Menurut Klensin, 2001, RFC 2821, sebuah sistem relay SMTP (biasa disebut relay saja) menerima dari SMTP client dan mengirimkannya tanpa memodifikasi data selain menambah informasi pencatatan jejak, pada SMTP server lain untuk direlay lebih jauh atau untuk pengiriman. Menurut Klensin, 2001, RFC 2821, sebuah sistem gateway SMTP (biasa disebut gateway saja) menerima dari client dari suatu lingkungan transport dan mengirimkannya pada server dari suatu lingkungan transport yang berbeda. Perbedaan dalam protokol atau semantik pesan antara lingkungan transport dari kedua sisi gateway memungkinkan gateway melakukan transformasi pada pesan yang tidak diperbolehkan pada sistem relay SMTP. (Klensin, 2001, RFC 2821). Prosedur SMTP SMTP memiliki beberapa prosedur berikut untuk mengirimkan , yaitu inisiasi sesi (session initiation), inisiasi oleh client (client initiation), transaksi mail (mail transaction), meneruskan mail (forwarding mail), memeriksa nama mailbox (verifying mailbox names), expanding mailing lists, dan pembukaan dan penutupan pertukaran (opening and closing exchanges). (Klensin, 2001, RFC 2821)
17 24 Inisisasi Sesi (Session Initiation) Sebuah sesi SMTP dibuat ketika client melakukan koneksi pada server dan server merespon dengan pesan pembuka. SMTP server dapat memberikan identifikasi mengenai software dan informasi versi dalam pesan pembuka. (Klensin, 2001, RFC 2821) Inisiasi oleh Client (Client Initiation) Setelah server telah mengirim pesan pembuka dan client telah menerimanya, biasanya client mengirimkan perintah EHLO pada server untuk memberitahu identitas client. Penggunaan EHLO menandakan bahwa client dapat memproses tambahan layanan (service extensions) dan meminta pada server untuk menyediakan daftar tambahan yang didukung. SMTP server atau client yang tidak mendukung EHLO, dapat menggunakan perintah HELO untuk melakukan inisiasi. (Klensin, 2001, RFC 2821). Transaksi Mail (Mail Transactions) Ada tiga langkah dalam melakukan transaksi mail SMTP. Transaksi dimulai dengan perintah MAIL yang mengidentifikasi pengirim. Lalu dilanjutkan dengan satu atau lebih perintah RCPT untuk memberikan informasi mengenai penerima (tujuan). Kemudian perintah DATA digunakan untuk memulai pengiriman isi dan diakhiri dengan indikator akhir (end of mail). Setelah itu transaksi mail selesai dan data siap dikirim (Klensin, 2001, RFC 2821). Meneruskan Mail (Forwarding Mail) Meneruskan mail (forwarding) biasanya dibutuhkan untuk menggabungkan atau menyederhanakan alamat dalam sebuah perusahaan atau kadang-kadang dipakai untuk membuat alamat yang menyambungkan alamat lama seseorang. Dalam implementasi,
18 25 SMTP server dapat memilih untuk memberitahukan client mengenai perubahan alamat, atau diam-diam meneruskan ke alamat yang baru. (Klensin, 2001, RFC 2821) Memeriksa nama mailbox (Verifying Mailbox Name) SMTP mempunyai perintah untuk memeriksa nama mailbox atau nama user yang terdaftar pada SMTP server tersebut, yaitu VRFY. Jika nama mailbox atau nama user yang diberikan terdaftar pada server, maka server akan mengirimkan balasan berupa nama lengkap dari user dan nama mailbox nya. (Klensin, 2001, RFC 2821) Mendapatkan daftar anggota milis(expanding Mailing List) Untuk mendapatkan isi (daftar anggota) dari sebuah milis (Mailing List), SMTP menggunakan perintah EXPN. Jika nama milis tersebut valid, maka server akan mengirimkan balasan berupa nama user dan nama mailbox nya. (Klensin, 2001, RFC 2821) Penutupan sesi dan koneksi Koneksi SMTP ditutup ketika client mengirimkan perintah QUIT. Server membalas dengan balasan positif, setelah itu memutuskan koneksi. SMTP server tidak boleh memutuskan koneksi secara sengaja kecuali jika : Setelah menerima perintah QUIT, dan membalas dengan kode 221 Setelah mendeteksi ada kebutuhan untuk mematikan layanan SMTP dan memberikan kode 421. Server tidak boleh memutuskan koneksi jika menerima perintah yang tidak dikenalnya, melainkan server harus mengirimkan kode balasan 500 dan menunggu perintah selanjutnya dari client.
19 26 Perintah-perintah SMTP (SMTP commands) Perintah SMTP mendefinisikan proses transfer atau fungsi lainnya yang diminta oleh user. Perintah SMTP adalah berupa kata (string) yang diakhiri dengan CRLF (Carriage Return & Line Feed atau karakter ganti baris). Jika ada parameter maka dipisahkan dengan karakter spasi. (Klensin, 2001, RFC 2821) Extended HELLO (EHLO) atau HELLO (HELO) Perintah ini digunakan untuk mengidentifikasi client pada SMTP server. Perintah ini dapat mempunyai argumen berupa nama domain lengkap (Fully-Qualified Domain Name / FQDN) dari client jika ada. Jika client tidak mempunyai nama domain, maka client harus mengirimkan alamatnya (berupa alamat IP). (Klensin, 2001, RFC 2821) SMTP client harus memulai sesi SMTP dengan mengirim perintah EHLO. Jika SMTP server mendukung layanan tambahan SMTP (SMTP service extensions), ia akan memberikan tanggapan sukses, tanggapan gagal atau tanggapan kesalahan. SMTP client yang lebih kuno boleh menggunakan HELO selain EHLO, dan server harus mendukung perintah HELO dan memberikan balasan dengan benar. MAIL (MAIL) Perintah ini digunakan untuk menginisiasi transaksi dimana isi tersebut akan dikirimkan pada sebuah SMTP server. Perintah ini mempunyai argumen berupa reverse-path dan mempunyai beberapa parameter opsional. Reverse-path merupakan alamat mailbox dari pengirim. Dalam beberapa kasus seperti pengiriman laporan kegagalan pengiriman, reverse-path dapat dibiarkan kosong (Klensin, 2001, RFC 2821). Jika layanan tambahan digunakan, maka perintah MAIL dapat juga mengandung parameter yang sesuai dengan layanan tersebut.
20 27 RECIPIENT (RCPT) Perintah ini digunakan untuk mengidentifikasi penerima dari pesan. Bila penerima lebih dari satu, maka perintah ini harus digunakan berulang-ulang. Perintah ini mempunyai argumen berupa forward-path dan mempunyai beberapa parameter opsional. Forward-path biasanya berupa alamat mailbox dari penerima (Klensin, 2001, RFC 2821). Jika layanan tambahan digunakan, maka perintah RCPT dapat juga mengandung parameter yang sesuai dengan layanan tersebut (Klensin, 2001, RFC 2821). DATA (DATA) Perintah ini digunakan untuk menandai awal dari isi . Setelah menerima perintah DATA, penerima biasanya mengirimkan balasan berupa kode 354, kemudian menganggap baris-baris seterusnya sebagai data atau isi dari pengirim. Isi dapat mengandung karakter yang termasuk 128 karakter ASCII. Isi diakhiri dengan sebuah baris yang hanya mengandung satu buah titik (. ), yaitu urutan karakter <CRLF>.<CRLF>. <CRLF> yang pertama merupakan akhir dari baris terakhir data (baris di atas tanda titik). Penerimaan data akhir (end of mail) menandakan bahwa server harus menyimpan informasi mengenai transaksi tersebut. Jika proses ini berhasil, penerima harus mengirimkan balasan OK. Jika gagal, penerima harus mengirimkan balasan gagal. Model SMTP tidak mengijinkan keadaan setengah berhasil atau setengah gagal, setiap pesan harus berhasil dikirim atau gagal dikirim. Ketika SMTP server menerima pesan baik untuk relaying atau untuk pengiriman terakhir, ia menambahkan jejak (trace record atau time stamp) pada bagian atas dari . Jejak ini menandakan identitas dari host yang mengirim pesan, identitas host yang
21 28 menerima pesan dan tanggal dan waktu pesan tersebut diterima. Pesan yang direlay dapat mempunyai lebih dari satu baris time stamp. (Klensin, 2001, RFC 2821) RESET (RSET) Perintah ini menyatakan bahwa transaksi saat ini akan dibatalkan. Semua informasi mengenai pengirim, penerima dan isi harus diabaikan. Penerima harus mengirim balasan 250 OK terhadap perintah RSET. Perintah RSET dapat digunakan client kapan saja. Server tidak boleh menutup koneksi jika mendapat perintah RSET. (Klensin, 2001, RFC 2821) VERIFY (VRFY) Perintah ini meminta penerima (server) untuk memastikan apakah argumen yang diberikan nama user atau nama mailbox. (Klensin, 2001, RFC 2821) EXPAND (EXPN) Perintah ini meminta pada penerima (server) untuk memastikan apakah argumen berupa milis, jika ya, penerima akan mengirimkan daftar anggota dari milis tersebut. (Klensin, 2001, RFC 2821) HELP (HELP) Perintah ini meminta server untuk mengirimkan informasi yang berguna pada client. Perintah ini bisa mempunyai argumen (berupa nama perintah) dan mengirimkan informasi yang spesifik sebagai balasan. (Klensin, 2001, RFC 2821) NOOP (NOOP) Perintah ini tidak mempengaruhi parameter atau perintah yang diberikan sebelumnya. Perintah ini tidak melakukan apa selain penerima mengirimkan balasan OK. (Klensin, 2001, RFC 2821)
22 29 QUIT (QUIT) Perintah ini mengharuskan penerima (server) mengirimkan balasan OK, kemudian menutup saluran transmisi (koneksi). Penerima tidak boleh secara sengaja menutup saluran transmisi sampai ia menerima dan membalas perintah QUIT. Pengirim tidak boleh secara sengaja menutup saluran transmisi sampai ia mengirim perintah QUIT, dan harus menunggu sampai ia menerima balasan. Jika koneksi terputus tanpa mengikuti aturan diatas, maka server harus membatalkan transaksi yang belum selesai (pending) tetapi tidak membatalkan transaksi yang sudah selesai (completed) (Klensin, 2001, RFC 2821) Balasan-balasan SMTP (SMTP replies) Balasan terhadap SMTP penting untuk memastikan sinkronisasi dari permintaan dan aksi dalam proses pengiriman , dan untuk menjamin SMTP client selalu mengetahui status dari SMTP server. Setiap perintah harus mendapatkan satu balasan. (Klensin, 2001, RFC 2821) Balasan SMTP terdiri dari tiga digit kode, digit pertama menandakan apakah balasan itu benar, salah atau tidak lengkap, digit kedua dan ketiga berperan sebagai informasi tambahan. (Klensin, 2001, RFC 2821) Ada lima nilai untuk digit pertama dari kode balasan (Klensin, 2001, RFC 2821) Positive Preliminary reply (1yz) Perintah telah diterima, tetapi aksi ditunda sementara, menunggu konfirmasi terhadap reply ini. SMTP client harus mengirimkan perintah untuk meneruskan atau membatalkan aksi.
23 30 Positive Completion reply (2yz) Aksi yang diminta telah selesai dilaksanakan. Perintah yang baru bisa dimasukkan lagi. Positive Intermediate reply (3yz) Perintah telah diterima, tetapi aksi yang diminta ditunda sementara, menunggu penerimaan informasi lebih lanjut. SMTP client harus mengirimkan perintah lain yang mengandung informasi ini. Transient Negative Completion reply (4yz) Perintah tidak diterima, dan aksi yang diminta tidak dilakukan. Walaupun demikian, kondisi kesalahan ini hanya sementara dan aksi dapat diminta kembali. Permanent Negative Completion reply (5yz) Perintah tidak diterima, dan aksi yang diminta tidak dilakukan. SMTP client diharapkan tidak mengulangi perintah yang sama atau urutan perintah yang sama. Kode-kode balasan SMTP berikut ini diurutkan berdasarkan fungsinya. (Klensin, 2001, RFC 2821) 500 Syntax error, command unrecognized Artinya : kesalahan sintaks, perintah tidak dikenal 501 Syntax error in parameters or arguments Artinya : kesalahan sintaks pada argumen atau parameter 502 Command not implemented Artinya : perintah belum diimplementasi
24 Bad sequence of commands Artinya : urutan perintah salah 504 Command parameter not implemented Artinya : parameter perintah belum diimplementasi 211 System status, or system help reply Artinya : status sistem atau bantuan 214 Help message Artinya : pesan bantuan 220 <domain> Service ready Artinya : layanan siap, biasanya ini merupakan salam pembuka 221 <domain> Service closing transmission channel Artinya : layanan menutup saluran transmisi 421 <domain> Service not available, closing transmission channel Artinya : Layanan tidak tersedia, menutup saluran transmisi (Ini merupakan jawaban terhadap semua perintah bila layanan harus dimatikan) 250 Requested mail action okay, completed Artinya : Aksi yang diminta selesai dilaksanakan 251 User not local; will forward to <forward-path> Artinya : user tidak terdaftar di server, tetapi server akan meneruskan ke alamat lain (forward-path) 252 Cannot VRFY user, but will accept message and attempt delivery Artinya : tidak dapat melakukan VRFY, tetapi tetap menerima
25 32 pesan dan mencoba mengirimkan 450 Requested mail action not taken: mailbox unavailable Artinya : aksi tidak dapat dilakukan, mailbox tidak ada (sibuk) 550 Requested action not taken: mailbox unavailable Artinya : aksi tidak dapat dilakukan, mailbox tidak ada (mailbox tidak terdaftar, tidak ada akses atau perintah ditolak) 451 Requested action aborted: error in processing Artinya : aksi dibatalkan, kesalahan terjadi saat proses 551 User not local; please try <forward-path> Artinya : user tidak terdaftar di server, client diminta mencoba alamat lain (forward-path) 452 Requested action not taken: insufficient system storage Artinya : aksi tidak dilakukan, penyimpanan sistem tidak cukup 552 Requested mail action aborted: exceeded storage allocation Artinya : aksi dibatalkan, penyimpanan melebihi batas 553 Requested action not taken: mailbox name not allowed Artinya : aksi tidak dilakukan, nama mailbox tidak valid 354 Start mail input; end with <CRLF>.<CRLF> Artinya : awal dari isi pesan, akhiri dengan <CRLF>.<CRLF> 554 Transaction failed Artinya : transaksi gagal
26 Domain Name Service (DNS) dan Elemen-elemennya DNS (Domain Name Service) adalah suatu layanan yang menyediakan suatu mekanisme untuk memberi nama pada suatu resource dengan suatu cara sehingga nama dapat digunakan pada host yang berbeda, jaringan, protokol, Internet dan organisasiorganisasi. (Mockapetris, 1987, RFC 1035). DNS server biasanya menyimpan informasi sebagai kumpulan dari resource record (RRs), yang masing-masing mengandung informasi tertentu mengenai suatu nama domain. (Partridge, 1986, RFC 974) DNS mempunyai 3 elemen utama (Mockapetris, 1987, RFC 1034): Domain Name Space dan Resource Record, merupakan spesifikasi untuk nama yang mempunyai struktur tree dan data yang mengacu pada nama tersebut. Operasi query digunakan untuk mengambil tipe tertentu dari informasi yang berasal dari himpunan tertentu. Sebuah query menyebutkan nama domain dan tipe resource yang diinginkan. Name server, merupakan program server yang menyimpan informasi mengenai tree domain structure dan informasi mengenai himpunan. Resolver, merupakan program yang mengambil informasi dari name server sebagai tanggapan atas permintaan dari client. Resolver harus dapat mengakses salah satu name server dan menggunakan informasi dari name server itu untuk menjawab query secara langsung atau meneruskan query ke name server lain dengan menggunakan pengacu dari name server tersebut..
27 34 Resource Record Setiap nama domain mempunyai himpunan informasi mengenai sesuatu, yang bisa saja kosong. Himpunan informasi yang mengacu pada suatu nama tertentu terdiri dari Resource Record (RR) yang terpisah. Urutan dari RR dalam suatu himpunan tidak berpengaruh. (Mockapetris, 1987, RFC 1034) RR mempunyai komponen berikut (Mockapetris, 1987, RFC 1034) : Owner, merupakan nama domain dari RR yang bersangkutan Type, menyatakan tipe dari resource dalam RR tersebut, antara lain: o A alamat host o CNAME mengidentifikasi nama resmi (canonical name) dari alias o HINFO mengidentifikasi Central Processing Unit (CPU) dan Operating System (OS) dari host o MX mengidentifikasi mail exchange untuk domain tersebut o NS name server yang bertanggung jawab untuk domain tersebut. o PTR pointer untuk bagian lain dari domain name space o SOA mengidentifikasi awal dari zona otoritas (zone of authority). Class, menentukan protokol apa yang digunakan. TTL, 32 bit signed integer yang menspesifikasikan interval waktu yang telah dilakukan cache oleh resource record sebelum sumber dari informasinya dikonsultasikan kembali.
28 RDATA, merupakan data dari resource, isinya tergantung dari type dan class. 35 Mail exchanger (MX) dan MX Record Mail exchanger merupakan sebuah SMTP server yang bertanggung jawab untuk menangani untuk suatu domain tertentu. Alamat dari Mail exchanger ini terkandung pada MX record dari DNS. Suatu domain bisa saja mempunyai satu atau lebih MX record. Setiap MX mempunyai dua buah data, yaitu nilai prioritas (preference value), dan nama dari host. Nilai prioritas digunakan untuk menentukan urutan MX host mana yang harus dihubungi oleh pengirim, nilai yang paling rendah memiliki prioritas tertinggi. MX diperbolehkan memiliki nilai prioritas sama. (Partridge, 1986, RFC 974) Post Office Protocol Version 3.0 (POP3) dan Operasi-operasinya Protokol ini bertujuan untuk memungkinkan sebuah komputer/workstation untuk mengakses secara dinamis yang tersimpan di sebuah server. Ini berarti protokol POP3 ini digunakan untuk memperbolehkan sebuah komputer mengambil dari server yang menyimpannya. POP3 tidak ditujukan untuk memanipulasi yang tersimpan di server, biasanya didownload kemudian dihapus.(myers & Rose, 1996, RFC 1939) Pada awalnya, server menjalankan layanan POP3 dengan mendengarkan pada TCP port 110. Ketika sebuah client ingin menggunakan layanan, ia akan membuat koneksi TCP dengan server. Ketika koneksi sudah dibuat, server POP3 mengirimkan sapaan. Client dan POP3 server kemudian bertukar perintah dan balasan (secara bergantian) sampai koneksi ditutup atau dibatalkan. (Myers & Rose, 1996, RFC 1939)
29 36 Perintah pada POP3 terdiri dari keyword yang case-insensitive (huruf besar atau kecil tidak berpengaruh), bisa ditambah oleh satu atau beberapa argumen. Semua perintah diakhiri oleh CRLF (Carriage Return & Line Feed). Keyword dan argumen terdiri dari karakter ASCII biasa. Keyword dan argumen dipisahkan oleh karakter spasi. Keyword terdiri dari 3 atau 4 karakter. Setiap argumen bisa mencapai 40 karakter. Balasan dalam POP3 terdiri dari indikator status dan keyword, bisa ditambah dengan informasi tambahan. Semua balasan diakhiri oleh CRLF. Balasan dapat terdiri dari 512 karakter termasuk CRLF. Ada dua indikator : positif ( +OK ) dan negatif ( -ERR ). Server harus mengirim +OK dan -ERR dalam huruf besar. (Myers & Rose, 1996, RFC 1939) Status-status dalam POP3 Status Otorisasi (Authorization State) Ketika koneksi TCP telah dibuka oleh sebuah POP3 client, POP3 server memberikan satu baris salam pembuka. Ini dapat berupa balasan positif apa saja, contoh nya : +OK POP3 server ready Sesi POP3 sekarang berada pada status Otorisasi (Authorization). Client harus mengidentifikasi dan mengotentikasi dirinya pada POP3 server. Ada dua mekanisme untuk melakukan otentikasi, yaitu menggunakan kombinasi perintah USER dan PASS, atau menggunakan perintah APOP..(Myers & Rose, 1996, RFC 1939) Status Transaksi (Transaction State) Ketika POP3 server telah mengetahui bahwa client tertentu telah melakukan otentikasi dan client tersebut harus diberi akses pada maildropnya( milik user yang tersimpan di server), POP3 server kemudian memperoleh exclusive-lock terhadap
30 37 maildrop, agar mencegah pesan diubah atau dihapus sebelum proses selesai. Bila lock berhasil didapat, POP3 server akan merespon dengan balasan positif. Sesi POP3 sekarang berada pada status Transaksi (Transaction State) Client sekarang dapat memberikan perintah POP3 berulang-ulang. Setelah setiap perintah, POP3 server akan memberikan balasan, sampai client memberikan perintah QUIT. (Myers & Rose, 1996, RFC 1939) Status Update (Update State) Bila client memberikan perintah QUIT pada waktu berada pada status Transaksi, sesi POP3 berada pada status Update (Update State). Jika client memberikan perintah QUIT pada waktu status Otorisasi, maka koneksi tetap akan ditutup, tetapi POP3 tidak masuk ke status Update. Pada status ini, POP3 server akan melakukan perubahan pada maildrop sebagai efek dari perintah-perintah yang diberikan client..(myers & Rose, 1996, RFC 1939) Perintah-perintah POP3 (POP3 commands) Perintah QUIT Jika diberikan pada waktu status Otorisasi, perintah QUIT hanya berfungsi untuk menutup koneksi. Jika diberikan pada waktu status Transaksi, perintah QUIT berfungsi untuk menutup koneksi sekaligus masuk ke status Update. Perintah STAT Perintah ini digunakan untuk mengetahui informasi mengenai maildrop dari user tertentu.
31 38 Perintah LIST Perintah ini digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai salah satu atau semua pesan yang ada dalam maildrop milik suatu user. Perintah RETR Perintah ini meminta pada server untuk mengirimkan seluruh isi pesan pada client. Perintah DELE Perintah ini digunakan untuk menghapus pesan yang tersimpan di server. Perintah NOOP Perintah ini digunakan hanya untuk mendapatkan balasan positif dari server. Perintah RSET Perintah ini digunakan untuk membatalkan pemberian tanda terhapus pada pesan (akibat perintah DELE).
Mohammad Safii
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) RFC 821 Mohammad Safii [email protected] http://sapitenk.cjb.net Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan
LAPISAN APLIKASI SMTP, POP, DAN IMAP. Budhi Irawan, S.Si, M.T
LAPISAN APLIKASI SMTP, POP, DAN IMAP Budhi Irawan, S.Si, M.T SKEMA SEND RECEIVE E-MAIL Client Kirim e-mail ke sebuah server menggunakan SMTP dan menerima e-mail menggunakan POP3 APLIKASI E-MAIL CLIENT
APPLICATION LAYER. Oleh : Reza Chandra
APPLICATION LAYER Oleh : Reza Chandra Sebagian besar dari kita berpengalaman menggunakan Internet melalui World Wide Web, layanan e-mail, dan file-sharing. Aplikasi ini, dan banyak lainnya, menyediakan
TUGAS KOMUNIKASI DATA Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) Disusun oleh: Lusia Pusvita Dewi Feti Fuji Astuti Andi Rofik Adi Wijaya Kusuma Yayan Jaya
TUGAS KOMUNIKASI DATA Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) Disusun oleh: Lusia Pusvita Dewi Feti Fuji Astuti Andi Rofik Adi Wijaya Kusuma Yayan Jaya FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PRODI TEKNIK INFORMATIKA
TUGAS JARINGAN KOMPUTER
TUGAS JARINGAN KOMPUTER Visualisasi Layanan Yang Berjalan Pada Protokol UDP Dan TCP Nama : Alfiansyah Nim : 09011281520131 SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERISTAS SRIWIJAYA 2017/2018 1. Layanan
Dosen Pengampu : Muhammad Riza Hilmi, ST.
Model OSI DAN TCP/IP PROTOKOL Konsep Dasar Komunikasi Data Konsep Protokol Jaringan OSI Model Enkapsulasi dan Dekapsulasi TCP/IP Model Protocol Suite TCP/IP Dosen Pengampu : Muhammad Riza Hilmi, ST. Email
Mengenal Komunikasi Data Melalui Layer OSI & TCP/IP
1 Mengenal Komunikasi Data Melalui Layer OSI & TCP/IP Modification by Melwin S Daulay, S.Kom., M.Eng 2 Protokol Arsitektur komunikasi data Protokol komunikasi komputer : Aturan-aturan dan perjanjian yang
adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer dalam Komunikasi Data
adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer dalam Komunikasi Data Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya
1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan
1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan mengatasi problem yang terjadi dengan menggunakan pendekatan
Badiyanto, S.Kom., M.Kom. Refrensi : William Stallings Data and Computer Communications
KOMIKASI DATA Dosen: Badiyanto, S.Kom., M.Kom. Refrensi : William Stallings Data and Computer Communications BAB 1 Pendahuluan 1. Model Komunikasi 2. Komunikasi Data 3. Jaringan Komunikasi Data 4. Protokol
Agenda. Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP
Agenda Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP 2 Protokol Definisi : A rule, guideline, or document which guides how an activity should be performed. Dalam ilmu komputer, protokol adalah konvensi
REVIEW MODEL OSI DAN TCP/IP
REVIEW MODEL OSI DAN TCP/IP A. Dasar Teori Apa itu jaringan komputer? Jaringan Komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui media
Protokol Jaringan JARINGAN KOMPUTER. Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom
Protokol Jaringan JARINGAN KOMPUTER Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom Overview Konsep Jaringan Komputer Protokol Jaringan Physical Layer Data Link Layer Konsep Lan Network Layer Ip Address Subnetting Ip Version
MAKALAH TENTANG LAPISAN OSI KE 7 (APPLICATION LAYER)
MAKALAH TENTANG LAPISAN OSI KE 7 (APPLICATION LAYER) NAMA : DICKY TRIMARDI ( 11110996 ) YAYAT SUYATMAN ( 18110610 ) YIZREEL CHRISTYELL TATUIL ( 18110629 ) KELAS DOSEN : 3KA35 : MISSA LAMSANI TUGAS KELOMPOK
Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP
Pertemuan III Referensi Model TCP/IP Sasaran Pertemuan 3 - Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan metode pengendalian masukan dan keluaran beberapa definisi mengenai Interfacing Protokol Komunikasi Bahasa
Sejarah TCP/IP TCP/IP
Sejarah TCP/IP Sejarah TCP/IP bermula di Amerika Serikat pada tahun 1969 di Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) melakukan menguji rangkaian sistem pada paket (packet-switching). 1 Sejarah
Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP
Pertemuan III Referensi Model TCP/IP Protokol Komunikasi Bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi. Tatacara komunikasi yang harus disepakati oleh komputer yang ingin melaksanakan komunikasi. Komputer-komputer
Networking Model. Oleh : Akhmad Mukhammad
Networking Model Oleh : Akhmad Mukhammad Objektif Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. Mengidentifikasi dan mengatasi problem
KOMUNIKASI DATA OSI LAYER
KOMUNIKASI DATA OSI LAYER Arsitektur komunikasi data Pendahuluan Protokol komunikasi komputer : Aturan-aturan dan perjanjian yang mengatur pertukaran informasi antar komputer melalui suatu medium jaringan
MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP. Budhi Irawan, S.Si, M.T
MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP 1011101010101011101 Budhi Irawan, S.Si, M.T Pendahuluan Model Referensi OSI (Open System Interconnection) merupakan standar dalam protokol jaringan yang dikembangkan oleh ISO
Deskripsi Layanan Protokol TCP dan UDP. (Tugas Mata Kuliah Jaringan Komputer) Nama: Azwar Hidayat NIM: Kelas: SK 4 C
Deskripsi Layanan Protokol TCP dan UDP (Tugas Mata Kuliah Jaringan Komputer) Nama: Azwar Hidayat NIM:09031181419024 Kelas: SK 4 C Jurusan Sistem Komputer Fakultas lmu Komputer Universitas Sriwijaya 2017
3. 3 Application Layer Protocols and Services Examples
NAMA KELOMPOK : RENDY PRATAMA P. 113140707111006 PANJI SATRIA S. 113140707111017 3. 3 Application Layer Protocols and Services Examples Application Layer, Layer tujuh, adalah lapisan paling atas baik di
Komunikasi Data STMIK AMIKOM Yogyakarta Khusnawi, S.Kom, M.Eng. TCP/IP Architecture
Komunikasi Data STMIK AMIKOM Yogyakarta Khusnawi, S.Kom, M.Eng TCP/IP Architecture TCP/IP Protocol Architecture Dikembangkan oleh the US Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) for its packet
Tugas Jaringan Komputer
Tugas Jaringan Komputer Soal 1. Jelaskan perbedaan antara model jaringan OSI dan TCP/IP 2. Jelaskan fungsi tiap layer pada model TCP/IP! 3. Apa yang dimaksud Protocol? 4. Jelaskan tentang konsep class
Pemrograman Jaringan
Pemrograman Jaringan 1 M O D U L 2 O S I R E F E R E N C E M O D E L T C P / I P P R O T O K O L S U I T E T R A N S P O R T L A Y E R TCP (Transmission Control Protokol) UDP (User Data Protokol) A G R
JARINGAN KOMPUTER Layanan Dari TCP dan UDP Protocol
JARINGAN KOMPUTER Layanan Dari TCP dan UDP Protocol Nama : Qonita Al afwa NIM : 09011281520103 Kelas : SK5C Dosen Pengampuh : Deris Stiawan, M.T., Ph.D. SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS
TK 2134 PROTOKOL ROUTING
TK 2134 PROTOKOL ROUTING Materi Minggu ke-1: Internetworking Devie Ryana Suchendra M.T. Teknik Komputer Fakultas Ilmu Terapan Semester Genap 2015-2016 Internetworking Topik yang akan dibahas pada pertemuan
HTTP Protocol Ketika sebuah alamat web (atau URL) yang diketik ke dalam web browser, web browser melakukan koneksi ke web service yang berjalan pada
Application Layer Application layer adalah lapisan yang menyediakan interface antara aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dan jaringan yang mendasarinya di mana pesan akan dikirim. Layer ini berhubungan
Refrensi OSI
Refrensi OSI Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data
BAB 2 LANDASAN TEORI. bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. bersatu untuk mencapai tujuan yang sama.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Sistem Menurut Mulyadi (2001, p2) Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang berhubungan erat antara satu dengan yang lainnya, yang berfungsi
26/09/2013. Pertemuan III. Elisabeth, S.Kom - FTI UAJM. Referensi Model TCP/IP
Pertemuan III Referensi Model TCP/IP 1 TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI ada. Namun demikian lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI. Protokol TCP/IP hanya
DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA BAB VI OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI)
DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA BAB VI OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI) IF Pengertian OSI OSI dan Integrated Services Digital Network (ISDN) merupakan bentuk komunikasi intenasional. OSI diperkenalkan
Model OSI. Diambil dari /tutorial/linux/osi.html
Model OSI Diambil dari http://www.geocities.com/indoprog /tutorial/linux/osi.html 1 Apa yang dimaksud dengan model- OSI? Komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda sangat sulit dilakukan, karena
1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan
1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan mengatasi problem yang terjadi dengan menggunakan pendekatan
JENIS-JENIS JARINGAN. Jaringan yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua.
7 OSI LAYER JENIS-JENIS JARINGAN LAN (Local Area Network) Jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, namun pada umumnya dibatasi oleh suatu area lingkungan seperti sebuah lab atau perkantoran
Layanan ( service) Simple Mail Transport Protocol (SMTP)
Layanan E-mail (E-mail service) E-mail adalah layanan untuk saling berkirim pesan antar pengguna internet di seluruh dunia. Sebenarnya e-mail sama dengan surat dalam kehidupan nyata. Perbedaannya adalah
MAKALAH PERBEDAAN TCP/IP DENGAN OSI
MAKALAH PERBEDAAN TCP/IP DENGAN OSI Oleh : Ery Setiyawan Jullev A (07.04.111.00051) Danar Putra P (07.04.111.00035) M.M Ubaidillah (07.04.111.00090) Fakultas Teknik UNIVERSITAS TRUNOJOYO 2009/2010 1 Protokol
Bab 1. Pengenalan. William Stallings Komunikasi Data dan Komputer
William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Diterjemahkan oleh Andi Susilo E-mail: [email protected] Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro, Peminatan Teknik Komunikasi Universitas Krisnadwipayana,
The OSI Reference Model
The OSI Reference Model Contoh penerapan model OSI : Contoh penerapan model OSI sehari-hari pada proses penerimaan e mail: o Layer 7, Anda memakai Microsoft Outlook yang mempunyai fungsi SMTP dan POP3.
TCP dan Pengalamatan IP
TCP dan Pengalamatan IP Pengantar 1. Dasar TCP/IP TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekumpulan protokol komunikasi (protocol suite) yang sekarang ini secara luas digunakan
BAB 1 Arsitektur Layanan
BAB 1 Arsitektur Layanan E-Mail Dewasa ini E-Mail telah menjadi sarana komunikasi standar bagi para user komputer. Fasilitas yang 5 tahun lalu masih terbilang langka tersebut saat ini telah tersedia di
Bab III Prinsip Komunikasi Data
Bab III Prinsip Komunikasi Data Teknologi Jaringan yang menghubungkan beberapa Komputer baik dalam area kecil maupun besar mempunyai aturan aturan baku atau Prinsip prinsip baku dalam komunikasi data.
Referensi Model OSI & TCP/IP
02 Referensi Model OSI & TCP/IP Komunikasi dan Jaringan Komputer, ST http://afenprana.wordpress.com Industri Komunikasi Data Pada industri komunikasi data memiliki banyak stakeholder dengan ketersalinghubungan
BAB II DASAR TEORI. Teknologi TCP/IP adalah hasil penelitian dan pengembangan protocol
BAB II DASAR TEORI 2.1 Teknologi TCP/IP Teknologi TCP/IP adalah hasil penelitian dan pengembangan protocol yang dilaksanakan dan dibiayai oleh Defense Advanced Research Project Agency (DARPA). Paket TCP/IP
Protokol TCP/IP. Oleh: Eko Marpanaji
Protokol TCP/IP Oleh: Eko Marpanaji ARSITEKTUR TCP/IP Protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) yang digunakan secara luas untuk jaringan Internet, dikembangkan secara terpisah
KOMUNIKASI. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia. 2.1 Komunikasi Data
KOMUNIKASI Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia 2.1 Komunikasi Data Komunikasi data merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi
MODEL OSI DAN PROTOCOL TCP/IP
Modul 03 MODEL OSI DAN PROTOCOL TCP/IP Model lapisan/layer yang mendominasi literatur komunikasi data dan jaringan sebelum 1990 adalah Model Open System Interconnection (OSI). Setiap orang yakin bahwa
TUGAS JARKOM. *OSI Layer dan TCP/IP* A. OSI layer
TUGAS JARKOM *OSI Layer dan TCP/IP* A. OSI layer Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai
BAB II DASAR TEORI. Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi
BAB II DASAR TEORI 2.1 Protokol Komunikasi Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi komunikasi, perpindahan data, serta penulisan hubungan antara dua atau lebih perangkat komunikasi.
BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP
BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP Reza Aditya Firdaus Cisco Certified Network Associate R&S Introduction to TCP/IP DoD (Departement of Defense) dibanding dengan OSI OSI Model Application Presentation Session
2.2 Dasar Teori. Layer # Nama Unit. Dimana setiap layer memiliki fungsi dan contoh masing-masing.
BAB 2. TCP/IP Model 2.1 Tujuan - Mahasiswa mampu melakukan identifikasi transmisi data menggunakan model TCP/IP - Mahasiswa mampu melakukan identifikasi layer dari model TCP/IP - Mahasiswa mampu menggunakan
TCP DAN UDP. Budhi Irawan, S.Si, M.T
TCP DAN UDP Budhi Irawan, S.Si, M.T LAPISAN TRANSPOR adalah Lapisan keempat dari Model Referensi OSI yang bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol
LAPISAN JARINGAN (NETWORK LAYER) Budhi Irawan, S.Si, M.T
LAPISAN JARINGAN (NETWORK LAYER) Budhi Irawan, S.Si, M.T PENDAHULUAN Fungsi lapisan network adalah mengirimkan paket dari sumber ke tujuan. Ketika paket dikirimkan maka lapisan network akan memanfaatkan
Dasar Dasar Jaringan
Dasar Dasar Jaringan Ardian Ulvan (Applied Computer Research Group ACRG) [email protected] 1 Pendahuluan Keuntungan Menggunakan Jaringan Resource Sharing (kebanyakan device berstatus idle) Biaya pembelian
DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI
DTG1E3 DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI Pengenalan Komunikasi Data dan Klasifikasi Jaringan By : Dwi Andi Nurmantris Dimana Kita? Dimana Kita? Pengertian Komunikasi Data Penggabungan antara dunia komunikasi
AMALIA ZAKIYAH 1 D4LJ-TI
Nama : Amalia Zakiyah NRP : 2110165021 Kelas : 1 D4 LJ TI 1. Jelaskan perbedaan antara dua model jaringan komputer : OSI model dan TCP/IP model! Perbedaan anatara model OSI dan model TCP/IP model adalah
Model Komunikasi. Sumber-sumber. Alat Pengirim. Sistem Trasmisi. Alat Penerima. Tujuan (Destination) Menentukan data untuk dikirim
Pendahuluan Model Komunikasi Sumber-sumber Menentukan data untuk dikirim Alat Pengirim Mengubah data menjadi signal yang dapat dikirim Sistem Trasmisi Mengirim data Alat Penerima Mengubah signal menjadi
Referensi Model OSI & TCP/IP
03 Referensi Model OSI & TCP/IP Jaringan Komputer, ST http://afenprana.wordpress.com Sub Pokok Bahasan Latar Belakang Kenapa Perlu Standard Lapisan Model OSI Model TCP/IP 2 Latar Belakang Masalah ketidak
Yama Fresdian Dwi Saputro Pendahuluan. Lisensi Dokumen:
OSI LAYER Yama Fresdian Dwi Saputro [email protected] http://from-engineer.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk
Hubungan Aplikasi dan Transport
Application Layer Pendahuluan Berurusan dengan program komputer yang digunakan oleh user. Program komputer yang berhubungan hanya program yang melakukan akses jaringan, bukan program standalone Contoh:
Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM
Yuli Purwati, M.Kom USE CASE DIAGRAM UML UML (Unified Modeling Language) merupakan pengganti dari metode analisis berorientasi object dan design berorientasi object (OOA&D) yang dimunculkan sekitar akhir
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN Sebelum merancang sebuah sistem, perlu dilakukan analisis terlebih dahulu. Analisis sistem adalah proses menentukan kebutuhan sistem, apa yang harus dilakukan sistem untuk
File Transfer Protocol
File Transfer Protocol FAJAR YUSRAN ZEBUA [email protected] [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk
BAB 2 DASAR TEORI. Iklan berasal dari sebuah kata dalam bahasa melayu, yaitu i lan atau i lanun
BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Mekanisme Penayangan Iklan Digital Iklan berasal dari sebuah kata dalam bahasa melayu, yaitu i lan atau i lanun yang memiliki arti informasi. Iklan adalah suatu cara untuk memperkenalkan,
Open Systems Interconnection 7 - Layer
Open Systems Interconnection 7 - Layer Open Systems Interconnection (OSI) Dibuat oleh International Organization for Standardization (ISO) pada tahun 1984 Model asitektur untuk komunikasi interkomputer.
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pentingnya Efisiensi Energi pada Perangkat Komunikasi Bergerak
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pentingnya Efisiensi Energi pada Perangkat Komunikasi Bergerak Penggunaan perangkat komunikasi bergerak yang bertumbuh dengan cepat mengisyaratkan permintaan penggunaan energi yang
Tugas Jaringan Komputer
Tugas Jaringan Komputer SOAL 1. Jelaskan perbedaan antara dua model jaringan computer: OSI model dan TCP/IP model! 2. Jelaskan fungsi tiap layer pada model TCP/IP! 3. Apa yang dimaksud dengan protocol?
TRANSPORT LAYER. Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP
TRANSPORT LAYER Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP Transport Layer melakukan segmentasi dan menyatukan kembali data yang tersegmentasi menjadi suatu arus data. Layanan-layanan yang terdapat di transport
Pertemuan II. Referensi Model OSI
Pertemuan II Referensi Model OSI Sasaran Pertemuan 2 - Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan menjelaskan tentang modul I/O yang dihubungkan dengan sistem komputer Mekanisme Komunikasi Data Ada dua model
IP Address. Dedi Hermanto
IP Address Dedi Hermanto TCP/IP Sekumpulan protokol yang terdapat di dalam jaringan komputer (network) yang digunakan untuk berkomunikasi atau berhubungan antar komputer. TCP/IP merupakan protokol standar
Lapisan OSI Dan Mcam-Macam Layer
Lapisan OSI Dan Mcam-Macam Layer Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization
Dalam model ini, informasi akan diteruskan dari satu lapisan ke berikutnya, mulai pada
Jaringan Komputer Komunikasi data merupakan proses mengirimkan data dari satu komputer ke komputer yang lain. Untuk dapat mengirimkan data diperlukan alat yang dikenal sebagai network interface (interface
TUGAS KELAS 1 Praktek Jaringan Komputer 2 Tentang Ringkasan Model DOD D I S U S U N OLEH :
TUGAS KELAS 1 Praktek Jaringan Komputer 2 Tentang Ringkasan Model DOD D I S U S U N OLEH : YOHANA ELMATU CHRISTINA (011140020) TEKNIK INFORMATIKA / KELAS MALAM SEMESTER 4 2016 1. Jelaskan tentang DOD secara
lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI.
TCP dan IP Kamaldila Puja Yusnika [email protected] http://aldiyusnika.wordpress.com Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2013IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan,
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan tentang teori-teori pendukung yang diperlukan untuk mendukung dalam penyelesaian skripsi ini. Teori-teori yang dituliskan pada bab ini yaitu mengenai jaringan komputer,
Application Layer Protocol and Services DNS Service and Protocol WWW dan HTTP
Application Layer Protocol and Services DNS Service and Protocol WWW dan HTTP JARINGAN KOMPUTER TEKNOLOGI INFORMASI / PROGAM VOKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Disusun oleh : Zulkfli : 113140707111022 Deddy
Fungsi Lapis Transport
Transport Layer Fungsi umum Memungkinkan multi aplikasi dapat dikomunikasikan melalui jaringan pada saat yang sama dalam single device. Memastikan agar, jika diperlukan, data dapat diterima dengan handal
P E R T E M U A N 14
KODE DOKUMEN TOP DOWN DESIGN P E R T E M U A N 14 BOTTOM UP DESIGN OSI SEVEN LAYER ٠ TOP DOWN DESIGN OR BOTTOM UP DESIGN? - TOP DOWN DESIGN ATAU BOTTOM UP DESIGN SAJA TIDAK AKAN BERHASIL Edisi 01 Revisi
B A B IX MODEL OSI (OPEN SYSTEMS INTERCONNECTIONS)
B A B IX MODEL OSI (OPEN SYSTEMS INTERCONNECTIONS) OSI dan Integrated Services Digital Network (ISDN) merupakan bentuk komunikasi internasional. OSI diperkenalkan oleh International Standard Organization
William Stallings Data and Computer Communications. BAB 2 Protokol dan Arsitektur
William Stallings Data and Computer Communications BAB 2 Protokol dan Arsitektur 1 Langsung atau tidak langsung Monolitik atau terstruktur Simetris atau asimetris Standar atau tidak standar Karakteristik
MODEL JARINGAN 7 OSI LAYER
MODEL JARINGAN 7 OSI LAYER Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi
OOAD (Object Oriented Analysis and Design) UML part 2 (Activity diagram, Class diagram, Sequence diagram)
OOAD (Object Oriented Analysis and Design) UML part 2 (Activity diagram, Class diagram, Sequence diagram) Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom ADSI-2015 Activity Diagram Activity diagram digunakan untuk
Materi 1. Pendahuluan
Jaringan Komputer Materi 1. Pendahuluan Missa Lamsani Hal 1 Outline Konsep dan Model Komunikasi Jaringan Komputer Teknik Switching Konsep Protokol Arsitektur Protokol Model OSI dan TCP/IP Organisasi dan
CARA KERJA TCP/IP. Bab 1. Pendahuluan
CARA KERJA TCP/IP Kelompok 5 Jurusan Teknik Elektro Universitas Udayana I Nyoman Suaditya, 0604405038, [email protected] Dityo Kurniawan P, 0604405040, [email protected] I Gede Mahenda, 0604405042,
Tujuan dari Bab ini:
Protokol Dan Standar Tujuan dari Bab ini: Pembaca memahami pentingnya protokol dan standar dalam komunikasi data. Pembaca memahami standar Open System Interconnection (OSI). Pembaca memahami standar TCP/IP
TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP
TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP. 2103137045 PROGRAM STUDI D3 PJJ TEKNIK INFORMATIKA DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA 2016
Pengantar Protokol dan Arsitektur Protokol
Pendahuluan Pengantar Protokol dan Arsitektur Protokol Bila diinginkan mengirim sebuah file yang ada dalam sebuah komputer ke komputer yang lain, harus ada suatu jalur (data path) antara dua komputer tersebut,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1 Analisis Sistem Keylogger merupakan aplikasi yang digunakan untuk merekam segala aktifitas pada komputer yang berhubungan dengan fungsi keyboard, metode string matching
ARSITEKTUR PROTOKOL TCP/IP
ARSITEKTUR PROTOKOL TCP/IP 1. Umum... 2 2. Transport Control Protocol (TCP)... 6 3. User Datagram Protocol (UDP)... 8 4. Internet Protocol (IP)... 10 5. Internet Control Message Protocol (ICMP)... 13 6.
KOMUNIKASI DATA. Model Referensi OSI. Achmad Wahyudi, S.Kom
KOMUNIKASI DATA Model Referensi OSI Achmad Wahyudi, S.Kom Pengenalan OSI? Sebuah badan multinasional yang didirikan tahun 1947 yang bernama International Standards Organization (ISO) sebagai badan yang
Data and Computer BAB 1
William Stallings Data and Computer Communications BAB 1 Pendahuluan 1 Model Komunikasi Source / Sumber-sumber Menentukan t k / menghasilkan data yang akan dikirim i Transmitter / Alat Pengirim Mengubah
Arsitektur Jaringan Komputer Standar dan Arsitektur Model Referensi OSI TCP/IP
Arsitektur Jaringan Komputer Standar dan Arsitektur Model Referensi OSI Standar dan Arsitektur Model Referensi TCP/IP Pembangunan suatu jaringan komputer yang baik, harus memiliki kemampuan untuk mendukung
Terdapat dua protokol utama yang sering digunakan dalam layanan E- Mail :
1. Pengertian Mail server Adalah Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan
APPLICATION LAYER. Pengertian Application layer Service application layer (HTTP, DNS, SMTP)
APPLICATION LAYER Pengertian Application layer Service application layer (HTTP, DNS, SMTP) Domain Name System; DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam
KOMUNIKASI DATA. DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI Yuyun Siti Rohmah, ST., MT
KOMUNIKASI DATA DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI Yuyun Siti Rohmah, ST., MT PENGERTIAN KOMUNIKASI DATA Penggabungan antara dunia komunikasi dan komputer, Komunikasi umum antar manusia (baik dengan bantuan alat
JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TUGAS JARINGAN KOMPUTER Nama : Yonatan Riyadhi NIM : 09011181419009 Kelas : SK 5A Nama Dosen : Dr. Deris Stiawan M.T JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 CAPTURE DAN
Modul 2. Network Analysis Tool, Application Layer Protocol, dan Transport Layer Protocol
Modul 2 Network Analysis Tool, Application Layer Protocol, dan Transport Layer Protocol 1. Network Analysis Tool a. Tujuan - Mendeskripsikan fungsi dari Wireshark sebagai salah satu network analysis tool.
Komunikasi Data...? Jaringan Komputer (Teori 1-2) 9/15/2013. Komponen Komunikasi Data (1) Komponen Komunikasi Data (2) Diagram Model Komunikasi Data
Komunikasi Data...? Jaringan Komputer (Teori 1-2) Dosen : M. Romzi, M.Kom. Komunikasi data merupakan proses pengiriman informasi diantara dua titik menggunakan kode biner melewati saluran transmisi dan
12. Internet dan Jaringan Konvergensi
TEE 843 Sistem Telekomunikasi 12. Internet dan Jaringan Konvergensi Muhammad Daud Nurdin [email protected] Jurusan Teknik Elektro FT-Unimal Lhokseumawe, 2016 Internet dan Jaringan Konvergensi OSI Reference
