BAB II LANDASAN TEORI
|
|
|
- Johan Santoso
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 9 BAB II LANDASAN TEORI A. Penelitian Relevan Sebelum melakukan penelitian ini, peneliti terlebih dahulu meninjau penelitian sebelumnya. Peninjauan pada penelitian lain sangat penting dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui relevansi antara penelitian dari peneliti dengan penelitian sebelumnya. Selain itu, peninjauan bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan antara penelitian yang terdahulu dengan penelitian yang akan dilaksanakan sehingga dapat diketahui apakah penelitian ini sudah pernah dilakukan atau belum. Selain itu, dari segi orisinalitas penelitian juga dapat diketahui. Dari peninjauan tersebut, peneliti dapat melengkapi kekurangan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. Penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut. 1. Penelitian dengan Judul Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak melalui Media Gambar dengan Pendekatan BCCT. (Jurnal, oleh: Siti Nur Istianingsih) Jenis penelitian dengan judul di atas merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tersebut dilakukan berdasarkan masih rendahnya kemampuan dan tingkat percaya diri anak pada saat berbicara di depan teman-temannya. Setelah menggunakan media gambar dengan pendekatan BCCT, kemampuan berbicara anak-anak pada kelompok bermain (TK) dapat meningkat. Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Siti Nur Istianingsih dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah sama-sama bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak. Sedangkan 9
2 10 perbedaannya terletak pada subjek penelitian. Siti Nur Istianingsih mengambil subjek siswa taman kanak-kanak (TK), sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti subjeknya adalah siswa MTs kelas VII B. Peneliti menggunakan media audio visual dalam menunjang kemampuan berbicara siswa. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Isti Nur Istianingsih menggunakan media gambar dengan pendekatan BCCT. 2. Penelitian dengan judul Peningkatan Keterampilan Bercerita dengan Media Gambar Berseri pada Siswa Kelas VII MTs Padureso Kebumen. (Skripsi, oleh: Dian Fitriani) Jenis penelitian dengan judul diatas merupakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik non tes. Perbedaan penelitian yang dilakakan oleh peneliti dengan penelitian yang dilakukan oleh Dian Fitriani yaitu terletak pada subjek penelitian. Penelitian Dian Fitriani mengambil subjek siswa kelas VII MTs Padureso. Sedangakan penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengambil subjek siswa kelas VII B MTS Muhammadiyah 01 Purbalingga. Selain itu, media yang digunakan juga berbeda. Media yang digunakan oleh peneliti berupa media audio visual, sedangkan media yang digunakan oleh Dian Fitriani adalah gambar berseri. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan penelitian yang dilakukan oleh Dian Fitriani sebenarnya terdapat juga persamaannya yang terletak pada objek penelitian. Peneliti menggunakan objek penelitian berupa peningkatan keterampilan berbicara, sedangkan Dian Fitriani objek penelitian berupa peningkatan kemampuan bercerita. Meski terlihat berbeda, namun pada dasarnya sama karena keterampilan bercerita masih termasuk dalam keterampilan berbicara.
3 11 B. Berbicara 1. Pengertian Berbicara Berbicara merupakan kegiatan yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Dalam memenuhi kehidupannya, seseorang pasti akan berkomunikasi dengan cara berbicara untuk mendapatkan informasi ataupun kepentingan tertentu. Selain dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan berbicara juga selalu ada dalam seluruh pembelajaran yang dialami siswa di sekolah. Hal ini dikarenakan, hampir setiap pembelajaran siswa dituntut untuk aktif mengemukakan pendapatnya. Berbicara merupakan sebuah tingkah laku yang di pelajari. Berbicara sebagi tingkah laku, sudah dipelajari oleh siswa dilingkungan keluarga, tetangga, dan lingkungan lainnya. Walaupun siswa sudah mengekspresikan dirinya secara lisan, sebelum mereka diajar secara formal mereka tetap memerlukan bimbingan untuk mengembangkan keterampilan berbicara. Siswa memerlukan kesempatan berlatih dan belajar berbicara. Tidak ada orang yang terampil berbicara tanpa melalui latihan. Berbicara adalah tingkah laku yang dipelajari, baru dapat dikuasai. Tompkins 1991:143 dalam Novi, dkk (2006:191), mengungkapkan bahwa berbicara adalah bentuk bahasa ekspresif yang utama. Baik anak-anak maupun orang dewasa lebih sering menggunakan bahasa lisan dari pada tulisan, dan anak-anak belajar berbicara sebelum belajar membaca dan menulis. Berbicara juga merupakan keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan (Djago Tarigan, 1990:149 dalam Resmini, dkk 2006:193). Kaitan antara pesan dan bahasa lisan sebagai media informasi sangat erat. Pesan yang diterima oleh pendengar tidaklah dalam wujud asli, tetapi dalam bentuk lain yaitu bunyi bahasa.
4 12 Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, maka peneliti menyimpulkan bahwa berbicara adalah suatu keterampilan lisan yang harus dimiliki manusia, yang digunakan sebagai alat komunikasi dan untuk menyampaikan ide dan gagasan seseorang. 2. Tujuan Berbicara Tujuan utama berbicara adalah untuk berkomunikasi, sehingga banyak yang mengungkapkan bahwa bahasa merupakan alat komunikasi. Agar dapat menyampaikan secara efektif, seyogyanya pembicara memahami makna segala sesuatu yang ingin disampaikan. Menurut Tarigan (2015:17), pada dasarnya berbicara mempunyai tiga maksud (tujuan) umum, diantaranya: a. Memberitahukan dan melaporkan (to inform) b. Menjamu dan menghibur (to entertain) c. Membujuk, mengajak, mendesak, dan meyakinkan (to persuade) Selain itu, Djago Tarigan dalam Novi, dkk (2006:193) juga mengemukakan tujuh tujuan berbicara, diantaranya : a. berbicara untuk menghibur b. berbicara untuk menginformasikan c. berbicara untuk menstimulasi d. berbicara untuk meyakinkan e. berbicara untuk menggerakkan. Dari pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa secara umum tujuan berbicara memang sama yaitu untuk menginformasikan. Namun tidak menutup kemungkinan dari beberapa tujuan diatas dapat bergabung menjadi satu, misalnya gabungan dari
5 13 tujuan berbicara menginformasikan dan menghibur. Dengan kata lain, dalam suatu kegiatan berbicara, pembicara tidak hanya memiliki satu tujuan melainkan beberapa tujuan. C. Bercerita 1. Pengertian Bercerita Bercerita merupakan salah satu bentuk dari keterampilan berbahasa yaitu berbicara. Kegiatan bercerita dapat digunakan oleh orang tua dan guru untuk melatih dan mengasah kemampuan berbicara anak. Melalui kegiatan bercerita, guru atau orang tua dapat memberikan pelajaran bagi anak-anak dan memberikan contoh yang baik melalui cerita-cerita yang menarik. Cerita yang disampaikanpun dapat berupa pengalaman pribadi, film/ video, buku dongeng, dan sebagainya. Dengan bercerita siswa dapat mengungkapkan apa yang pernah dialaminya baik pengalaman sendiri, pengalaman orang lain, ataupun pengalaman-pengalaman yang pernah didengar. Kegiatan bercerita menuntun dan melatih siswa untuk dapat berbicara baik karena lancar bercerita adalah lancar berbicara. Menurut Musfiroh (2005:24), bercerita adalah alat pendidikan yang mudah dicerna anak dsamping teladan yang di lihat anak setiap hari. Sedangkan menurut Bachir (2005:10) bercerita adalah menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan atau suatu kejadian yang disampaikan secara lisan dengan tujuan membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada orang lain. Dengan demikian bercerita dalam konteks komunikasi dapat dikatakan sebagai upaya mempengaruhi orang lain melalui ucapan dan penuturan tentang sesuatu (ide). Musfiroh juga mengungkapkan bererita menjadi sesuatu yang penting bagi anak karena:
6 14 a. Bercerita merupakan metode dan materi yang dapat diintegrasikan dengan keterampilan lainnya, yakni berbicara, menulis, membaca, menyimak (tidak terkecuali untuk anak Taman Kanak-kanak). b. Bercerita memberi ruang lingkup yang bebas pada anak untuk mengembangkan kemampuannya. c. Bercerita memberi contoh bagi anak bagaimana menyikapi suatu permasalahan dengan baik. d. Bercerita memberikan barometer sosial pada anak, nilai-nilai apa saja yang diterima oleh masyarakat sekitar. e. Bercerita memberikan ruang gerak pada anak, kapan suatu nilai berhasil ditangkap dan diaplikasikan. f. Bercerita membangkitkan rasa tahu anak akan peristiwa. Dalam pembelajaran, kegiatan bercerita menjadi ajang tersendiri bagi peserta didik karena mereka dituntut untuk dapat mengeksplor dan mengasah kemampuan bicaranya didepan teman-temannya. Dari beberapa pengertian bercerita diatas, dapat disimpulkan bahwa bercerita merupakan suatu kegiatan pemaparan kejadian, peristiwa, tokoh, atau hal lainnya yang disampaikan dengan menarik dengan tujuan memberi tahu dan membagikan pengalaman. 2. Tujuan dan Manfaat Bercerita Kegiatan bercerita memberikan sumbangan besar pada perkembangan anak secara keseluruhan, karena sebagai implikasi dari perkembangan bahasanya sehingga anak memiliki kemampuan mengembangkan aspek perkembangan yang lain dengan modal kemampuan berbahasa yang sudah baik. Bachir (2005:11), mengungkapkan
7 15 bahwa kegiatan bercerita dilakukan dengan tujuan mengembangkan ranah kemampuan perkembangan berbahasa diantaranya: a. kemampuan dan keterampilan mendengarkan b. kemampuan dan keterampilan berbicara c. kemampuan dan keterampilan berasosiasi d. kemampuan dan keterampilan berekspresi e. kemampuan dan keterampilan berimajinasi f. kemampuan dan keterampilan berfikir/ logika Kegiatan bercerita memang memiliki peranan penting untuk melatih komunikasi peserta didik. Melalui kegiatan bercerita, peserta didik dapat menyampaikan berbagai cerita, dapat mengungkapkan perasaan sesuai yang (dialami, dilihat, dirasakan, dibaca), mengungkapkan keinginan dan pengalaman yang dialami oleh pencerita. Salah satu manfaat bercerita adalah melatih dan mengasah peserta didik dalam mengingat, merangkai kalimat, dan kelancaran berbicara. Adapun manfaatnya, Musfiroh (2005:95) meninjau dari beberapa aspek, diantaranya: a. Membantu membentuk pribadi dan moral anak b. Menyalurkan kebutuhan imajinasi dan fantasi c. Merangsang minat baca anak d. Membuka cakrawala pengetahuan anak e. Meningkatkan kemampuan berbicara anak Sedangkan menurut Bachir (2005: 11), manfaat bercerita adalah dapat memperluas wawasan dan cara berfikir anak, sebab dalam bercerita anak mendapat tambahan pengalaman yang bisa jadi merupakan hal baru baginya. Dari pendapat diatas peneliti menyimpulkan bahwa tujuan bercerita secara umum adalah
8 16 menyampaikan informasi kepada orang lain. Sedangkan manfaatnya, peneliti menyimpulkan bahwa manfaat bercerita adalah untuk melatih cara berpikir dan berkomunikasi anak dalam menyampaikan ide-ide atau gagasannya. D. Media Pembelajaran Audio Visual 1. Pengertian Media Pembelajaran Media pembelajaran merupakan aspek yang penting dalam proses pembelajaran selain metode atau pendekatan yang digunakan oleh pendidik. Bahkan dapat dikatakan bahwa media akan menunjang pimilihan metode atau pendekatan yang telah didesain. Media pembelajaran merupakan perantara untuk menyampaikan pesan atau informasi yang sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran agar memudahkan guru dalam penyampaian materi pembelajaran dan memudahkan siswa untuk menerima materi pembelajaran. Menurut Arsyad (2014:3), dalam bahasa arab media adalah perantara atau pengantar pesan dan pengirim pesan kepada penerima pesan. Dengan demikian media pembelajaran merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pendidikan di sekolah pada khususnya (Arsyad, 2014:4). National Education Association (NEA) mendefinisikan media sebagai suatu benda yang dapat dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan untuk kegiatan tersebut (Mukminan, 2009: 97). Heinich (1996: 8) menyatakan: A medium (plural media) is channel of communication. Derivered from the Latin word meaning between, the refers to anything that carries information between a source and receiver. Pernyataan tersebut mengandung makna bahwa media merupakan segala sesuatu yang membantu atau memfasilitasi sampainya
9 17 sebuah pesan dari pengirim atau penyampai pesan kepada penerima pesan. Pada konteks ini, media pembelajaran menjadi sebuah alat komunikasi yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan bentuk peralatan yang berfungsi merangsang pemikiran dan pengantar pesan kepada sasaran yang dituju. Jika media tersebut tidak dapat berfungsi sebagai penyalur pesan berarti media tersebut tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang ingin disampaikan sumber ke penerima. Televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran dapat memberikan tekanan pada posisi media sebagai wahana penyalur pesan atau informasi belajar untuk mengondisikan seseorang belajar. 2. Fungsi Media Pembelajaran Dalam suatu proses belajar mengajar ada dua unsur yang sangat penting dan saling berkaitan yaitu metode mengajar dan media pembelajaran. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang akan digunakan, walaupun masih ada beberapa aspek lain yang perlu diperhatikan diantaranya tujuan pembelajaran, jenis tugas, dan respon siswa. Meski demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi kondisi dan lingkungan belajar yang di tata dan diciptakan oleh guru.
10 18 Menurut (Hamalik 1986 dalam Azhar Arsyad 2014:19) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Fungsi utama media pembelajaran menurut (Kemp & Dayton 1985:28 dalam Azhar Arsyad 2014:23) diantaranya : a. Memotivasi minat atau tindakan Untuk memenuhi fungsi motivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan. Hasil yang diharapkan dapat melahirkan minat dan merangsang siswa untuk bertindak. Pencapaian tujuan ini akan mempengaruhi sikap, nilai, dan emosi siwa. b. Menyajikan Informasi Untuk tujuan informasi, media pembelajaran dapat digunakan dalam rangka penyajian informasi dihadapan sekelompok siswa. Isi dan bentuk penyajian bersifat sangat umum, berfungsi sebagai pengantar dan ringkasan laporan. Penyajian dapat pula berbentuk hiburan, drama, atau bentuk motivasi. c. Memberi instruksi Media berfungsi untuk tujuan instruksi di mana informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan siswa, baik mental siswa ataupun dalam bentuk aktivitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis, dilihat dari prinsip-prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi yang efektif.
11 19 3. Media Audio Visual Media merupakan suatu ekstensi manusia yang memungkinkan mempengaruhi orang lain yang tidak mengadakan kontak langsung dengan manusia. Media audio visual berasal dari kata media dan audio visual. Kata media berarti bentuk perantara yang digunakan manusia untuk menyampaikan atau menyebarkan ide, gagasan atau pendapat sehingga ide, pendapat atau gagasan yang dikemukakan itu sampai pada penerima yang dituju. Sedangkan audio berarti suara, dan visual berarti gambar. Jadi dapat disimpulkan bahwa media audio visual merupakan media pengajaran dan media pendidikan yang mengaktifkan mata dan telinga peserta didik dalam waktu proses belajar mengajar berlangsung. Selain mengandung unsur suara, audio visual juga mengandung unsur-unsur lain seperti gambar, rekaman video, dan berbagai ukuran film. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung ketertarikan tersendiri bagi peserta didik. Menurut (Chunning 2001 in international journal, 2016:238), states that video provides stimuli to learners, as it gives learners an opportunity to get a background schema of the subject. Dari pendapat di atas dapat diartikan bahwa media audio visual dapat memberikan rangsangan kepada siswa, kerena siswa diberikan kesempatan untuk mengetahui latar belakang seseorang. Selain itu, (Dale dalam Arsyad 2014:27) juga menyebutkan bahwa media audio visual dapat memberikan banyak manfaat asalkan guru berperan aktif dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini guru dan siswa merupakan elemen yang sangat penting dalam system pendidikan. Guru harus selalu hadir untuk menyajikan materi pelajaran dengan bantuan media apapun yang nantinya dapat membuahkan hasil belajar yang maksimal. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media audio visual adalah sebuah media yang dapat
12 20 mempengaruhi seseorang dalam mengungkapkan ide dan gagasannya karena secara tidak langsung terdapat stimulus yang ditujukkan untuk penerima. 4. Manfaat Media Audio Visual Menurut (Dale dalam Arsyad 2014:27), menjelaskan bahwa penggunaan media audio visual memiliki banyak manfaat dalam proses pembelajaran, diantaranya: a. Meningkatkan rasa saling pengertian dan simpati dalam kelas b. Membuahkan perubahan signifikan pada tingkah laku siswa c. Menunjukkan antara mata pelajaran, kebutuhan, dan minat siswa dengan meningkatnya motivasi belajar siswa d. Membawa kesegaran dan variasi bagi pengalaman belajar siswa e. Membuat hasil belajar lebih bermakna bagi kemampuan siswa f. Mendorong pemanfaatan yang bermakna dari mata pelajaran dengan jalan melibatkan imajinasi dan partisipasi yang mengakibatkan meningkatnya hasil belajar g. Memberikan umpan balik yang diperlukan yang dapat membantu siswa menemukan seberapa banyak yang sudah mereka pelajari h. Melengkapi pengalaman yang kaya dengan pengalaman konsep-konsep yang bermakna dan dapat dikembangkan i. Memperluas wawasan dan pengalaman siswa yang mencerminkan pembelajaran nonverbalistik j. Meyakinkan diri bahwa urutan dan kejelasan pikiran yang siswa butuhkan membangun struktur konsep dan sistem gagasan yang bermakna.
13 21 E. Kerangka Berpikir Perencanan Pelaksanaan Kondisi Awal Keamampuan siswa dalam menceritkan tokoh idola masih rendah. Penyebab: 1. Guru belum menggunakan media audio visual dalam pembelajaran menceritakan tokoh idola. 2. Siswa kesulitan dalam mengungkapkan ide dan gagasannya. TINDAKAN Pembelajaran menggunakan media audio visual Refleksi Observasi Kondisi Akhir Kemampuan berbicara siswa meningkat F. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian tepri yang telah diuraikan, maka sebuah hipotesis dapat diajukan. Hipotesis tindakan ini yaitu jika kemampuan berbicara dalam kompetensi dasar menceritakan tokoh idola dilakukan dengan menggunakan media audio visual, maka kemampuan berbicara siswa kelas VII B MTs Muhammadiyah 01 Purbalingga tahun pelajaran meningkat.
BAB I PENDAHULUAN. (Hamalik, 2009: 57). Selain itu, menurut Chalil dalam buku Desain Belajar Mengajar
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Ini berarti bahwa keberhasilan tujuan pendidikan bergantung pada
METODE PENGENALAN BAHASA UNTUK ANAK USIA DINI*
METODE PENGENALAN BAHASA UNTUK ANAK USIA DINI* Hartono Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNY e-mail: [email protected] Pemilihan metode pengenalan bahasa untuk anak usia dini perlu memperhatikan
FUNGSI DAN MANFAAT MEDIA PENDIDIKAN
FUNGSI DAN MANFAAT MEDIA PENDIDIKAN Fungsi dan Manfaat Media Pendidikan Salah satu fungsi utama media pendidikan adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, danlingkungan
URGENSI MEDIA PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN DASAR
URGENSI MEDIA PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN DASAR Arrofa Acesta *Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Kuningan [email protected] Abstrak Media pembelajaran yang dikemas dengan
II.KAJIAN PUSTAKA. Anak usia dini merupakan manusia kecil pada rentang usia 0-6 tahun yang masih. berkembang menjadi manusia dewasa seutuhnya.
7 II.KAJIAN PUSTAKA A. Anak Usia Dini Anak usia dini merupakan manusia kecil pada rentang usia 0-6 tahun yang masih memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Anak usia ini memiliki karakteristik
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Manusia mengembangkan dirinya dengan mengadakan interaksi dengan orang lain melalui bahasa. Melalui bahasa diperoleh
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI METODE CERITA BERGAMBAR DI KELOMPOK B TK PERTIWI MOJAYAN I KLATEN TENGAH TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI
0 PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI METODE CERITA BERGAMBAR DI KELOMPOK B TK PERTIWI MOJAYAN I KLATEN TENGAH TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat
II. TINJAUAN PUSTAKA. Dalam proses kegiatan pembelajaran disekolah, ada saat-saat tertentu dimana
12 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Hasil Belajar Dalam proses kegiatan pembelajaran disekolah, ada saat-saat tertentu dimana guru harus menyelidiki hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam
Annisa Ratna Sari MEDIA PEMBELAJARAN
Annisa Ratna Sari MEDIA PEMBELAJARAN APA YANG PERLU DIKETAHUI & DIPAHAMI GURU TENTANG MEDIA? Media sebagai alat komunikasi efektivitas PBM Fungsi media mencapai tujuan pendidikan & pembelajaran Seluk-beluk
BAB II KAJIAN PUSTAKA. kata media pengajaran digantikan oleh istilah seperti alat pandang-dengar, bahan
BAB II KAJIAN PUSTAKA Dalam bab ini dibahas : (a) media pendidikan, dan (b) minat belajar. Adapun penjelasannya sebagai berikut : A. Media Pendidikan Menurut Arsyad (2003), dalam kegiatan belajar mengajar
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran penting yang masuk dalam ujian nasional pada setiap jenjang pendidikan pelajaran yang lebih
MEDIA SENI RUPA PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN. Tim Dosen Media
MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN SENI RUPA Tim Dosen Media TUJUAN PENDIDIKAN Mengantarkan siswa (peserta didik) menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku, baik intelektual, moral maupun sosial. Dalam
BAB 1 PENDAHULUAN. meningkatkan keterampilan berbahasa siswa. Keterampilan berbahasa tersebut
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menuntut siswa agar mampu berkomunikasi dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam perkembangan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan penting dalam perkembangan dan perwujudan diri individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara. Kemajuan suatu bangsa tergantung
I. PENDAHULUAN. semakin modern, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas serta kreativitas
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang semakin maju serta peradaban manusia yang semakin modern, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas serta kreativitas belajar siswa sesuai
TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian merupakan kegiatan pencarian, penyelidikan, dan percobaan secara
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Pengembangan Penelitian merupakan kegiatan pencarian, penyelidikan, dan percobaan secara alamiah dalam bidang tertentu untuk mendapatkan suatu informasi yang datanya
BAB I PENDAHULUAN. keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Kurikulum Bahasa dan Sastra Indonesia disebutkan, Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek, yaitu keterampilan mendengarkan, keterampilan berbicara,
BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kerangka Teoritis dan Hipotesis Tindakan a. Landasan Teoritis 1. Kegiatan Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Dalam setiap kegiatan belajar memiliki suatu tujuan yang
Penggunaan Radio Sebagai Media Pembelajaran
Drs., M.Pd. KURTEK FIP - UPI Penggunaan Radio Sebagai Media Pembelajaran Drs., M.Pd. KURTEK FIP - UPI Pengertian Media Heinich, dkk. (1993) Media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa
BAB I PENDAHULUAN. menulis seperti membuat ikhtisar, menulis puisi, mencatat pelajaran, menulis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menulis merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat. Suparno & Mohamad Yunus menyatakan menulis sangat bermanfaat untuk: (1) meningkatkan kecerdasan, (2) mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran bahasa Indonesia adalah menyimak, berbicara, membaca, dan. kesatuan dari aspek bahasa itu sendiri (Tarigan, 2008: 1).
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Empat keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat
BAB I PENDAHULUAN. Setelah melakukan pengamatan ketika melaksanakan PLP di Sekolah Dasar Negeri 3 Cibogo kecamatan Lembang kabupaten Bandung Barat,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan komponen terpenting bagi kehidupan manusia. Bahasa dijadikan alat komunikasi untuk bersosialisasi satu sama lain. Menurut Abidin (2010), Bahasa
BAB I PENDAHULUAN. dalam merangkai kata. Akan tetapi, dalam penerapannya banyak orang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keterampilan menulis merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah. Kegiatan menulis menjadikan siswa aktif dalam kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pendidikan yang di berikan anak sejak dini merupakan dasar bagi pembentukan kepribadian manusia secara utuh yaitu ditandai dengan karakter budi pekerti luhur pandai
BAB I PENDAHULUAN. yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak usia 0-6 tahun dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini adalah upaya yang terencana dan sistematis yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak usia 0-6 tahun dengan tujuan agar anak
PENGEMBANGAN DIKTAT MENGGUNAKAN PERKAKAS TANGAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL. Artikel. Oleh RIYANTO NIM
PENGEMBANGAN DIKTAT MENGGUNAKAN PERKAKAS TANGAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BANTUL Artikel Oleh RIYANTO NIM. 08503242008 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA MARET
TUJUAN PENDIDIKAN: LINGKUNGAN BELAJAR: kognitif psikomotorik afektif TUJUAN PEMBELAJARAN : BAHAN PEMBELAJARAN :
TUJUAN PENDIDIKAN: Mengantarkan siswa (peserta didik) menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku, baik intelektual, moral maupun sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan
BAB I PENDAHULUAN. sendiri, orang lain, dan lingkungan anak dalam dunia bermain.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Prinsip belajar di Taman Kanak-Kanak adalah bermain sambil belajar, belajar sambil bermain. Di dalam bermain anak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan
BAB I PENDAHULUAN. potensi, kecakapan dan karakteristik pribadi peserta didik. Kegiatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kegiatan mengoptimalkan perkembangan potensi, kecakapan dan karakteristik pribadi peserta didik. Kegiatan pendidikan diarahkan kepada
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Siska Novalian Kelana, 2013
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah suatu komponen dalam sistem masyarakat yang memiliki peran serta kontribusi cukup besar untuk mempersiapkan sumber daya manusia handal dimasa
BAB I PENDAHULUAN. mengungkapkan berbagai keinginan maupun kebutuhannya, serta memungkinkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi seorang anak untuk mengungkapkan berbagai keinginan maupun kebutuhannya, serta memungkinkan anak untuk menerjemahkan
BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk mengikuti perkembangan zaman. Pembelajaran memiliki peran serta mendidik siswa agar menjadi manusia
TINJAUAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Media Pembelajaran Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau, pengantar. Dalam bahasa Arab media adalah sebuah perantara atau
BAB I PENDAHULUAN. lain dan meningkatkan kemampuan intelektual. Pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi. Melalui bahasa manusia dapat saling berhubungan, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain dan meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. dan gaya penulisan. Menulis merupakan suatu kemampuan berbahasa yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah, terdapat empat aspek kebahasaan yang harus dikuasai siswa, yaitu kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah alat komunikasi, berarti bahasa merupakan alat yang tidak akan pernah lepas dari diri manusia. Dengan kata lain, tidak ada kegiatan manusia yang tidak
BAB I PENDAHULUAN. 2008:73). Pada jaman dahulu dongeng disampaikan secara lisan sebelum
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dongeng adalah cerita bersifat khayal yang dianggap tidak benarbenar terjadi, baik oleh penuturnya maupun oleh pendengarnya (Itadz, 2008:73). Pada jaman dahulu
BAB I PENDAHULUAN. dasar, yaitu keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keterampilan berbahasa (language skills) meliputi empat keterampilan dasar, yaitu keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking
BAB I PENDAHULUAN. dengan dilakukannya proses pembelajaran manusia akan mampu berkembang.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran bagi manusia sangat penting karena dengan dilakukannya
II. TINJAUAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang seacara harfiah berarti
9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Media Audio-Visual Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang seacara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keterampilan menganalisis diajarkan dengan tujuan agar siswa mampu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keterampilan menganalisis diajarkan dengan tujuan agar siswa mampu menganalisis dengan baik dan benar, oleh karena itu menganalisis disebut kegiatan produktif
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa Indonesia pada dasarnya merupakan upaya untuk meningkatkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Anak Taman Kanak-kanak merupakan pendidikan yang. memfasilitasi proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Taman Kanak-kanak merupakan pendidikan yang memfasilitasi proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Upaya untuk memfasilitasi perkembangan anak
BAB I PENDAHULUAN. tentang Sistem Pendidikan Nasional). Masa kanak-kanak adalah masa Golden
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan Taman Kanak-Kanak merupakan salah satu pendidikan anak usia dini yang berada pada pendidikan formal (UU RI 20 Th. 2003 tentang Sistem Pendidikan
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Berbicara Pengertian Kemampuan Berbicara
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Berbicara 2.1.1 Pengertian Kemampuan Berbicara Kemampuan berbicara adalah kemampuan anak untuk berkomunikasi secara lisan dengan orang lain. Kemampuan ini memberikan gambaran tentang
SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah.
PEMANFAATAN MEDIA GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PILANGSARI 1 SRAGEN TAHUN AJARAN 2009/2010 (Penelitian Tindakan Kelas) SKRIPSI Untuk
2015 PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA SEKOLAH DASAR
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mempunyai peran penting didalam komunikasi baik secara lisan maupun tulisan dan digunakan sebagai bahasa nasional sehingga
BAB II KAJIAN PUSTAKA. penerima pesan. Lingkungan pembelajaran yang baik ialah lingkungan yang
5 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pembelajaran 1. Hakikat Pembelajaran Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke
KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN Oleh BUDI WALUYO (Dosen STAI An-Nur Lampung)
17 KONSEP MEDIA PEMBELAJARAN Oleh BUDI WALUYO (Dosen STAI An-Nur Lampung) Abstrak Media dalam proses pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan berkaitan erat dengan proses belajar mangajar. Seperti di sekolah tempat pelaksanaan pendidikan, peserta didik dan pendidik saling melaksanakan pembelajaran
II. TINJAUAN PUSTAKA. Media pembelajaran didefinisikan oleh Heinich (dalam Daryanto, 2010: 4) kata
11 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Media Maket Media pembelajaran didefinisikan oleh Heinich (dalam Daryanto, 2010: 4) kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara
2015 PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN MELALUI TRANSFORMASI FILM DOKUMENTER
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Bekalang Penelitian Manusia merupakan makhluk sosial yang akan senantiasa memerlukan interaksi dengan manusia lainnya. Oleh karena itu, manusia membutuhkan media untuk berinteraksi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA DINI MELALUI METODE CERITA GAMBAR SERI
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA DINI MELALUI METODE CERITA GAMBAR SERI (Sebuah Penelitian Tindakan Kelas Pada Anak Kelompok B TK Bhayangkari Tahun Pelajaran 2011/ 2012) NASKAH PUBLIKASI
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Reni Febriyenti, 2015
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menulis karangan merupakan kompetensi dasar yang harus dicapai pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar. Terdapat beberapa kompetensi dasar yang memiliki
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. 1). Pembelajaran menurut Sugandi (2006: 9) adalah seperangkat peristiwa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bisa diartikan sebagai sebuah proses kegiatan pelaksanaan kurikulum suatu lembaga pendidikan yang telah ditetapkan (Sudjana, 2001: 1). Pembelajaran
BAB II KAJIAN TEORI. A. Keterampilan Mengungkapkan Pendapat. 1. Mengungkapkan pendapat sebagai keterampilan berbicara
BAB II KAJIAN TEORI A. Keterampilan Mengungkapkan Pendapat 1. Mengungkapkan pendapat sebagai keterampilan berbicara Keterampilan berbicara memiliki cakupan materi mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Istilah matematika berasal dari kata Yunani mathein atau manthenein
5 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakikat Pembelajaran Matematika Istilah matematika berasal dari kata Yunani mathein atau manthenein yang artinya mempelajari. Mungkin juga kata itu erat hubungannya dengan kata
BAB II KAJIAN PUSTAKA
6 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teori Pada penelitian ini variabel penelitiannya adalah penggunaan media gambar seri. 2.1.1. Pengertian Media Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk
BAB I PENDAHULUAN. komunikator kepada komunikan. Pesan tersebut dapat berupa pikiran, ide,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia terjadi interaksi satu sama lain. Proses interaksi tersebut terjadi karena adanya komunikasi antar sesama anggota masyarakat. Komunikasi merupakan
MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN ENCEP KUSUMAH
MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN ENCEP KUSUMAH PENGERTIAN MEDIA Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar Media
BAB I PENDAHULUAN. pikiran, pendapat, imajinasi, dan berhubungan dengan manusia laninnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan alat terpenting yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Dengan bahasa, manusia akan dapat mengungkapkan segala pemikirannya. Selain itu, dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah upaya perubahan yang dilakukan manusia, oleh karena itu pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap manusia itu sendiri sehingga akan melahirkan
BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa sistem lambang bunyi yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas katakata atau
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS RINGKASAN TEKS YANG DIDENGAR MELALUI MEDIA AUDIO PADA KELAS VI SDN 02 WANARATA SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2016/2017
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS RINGKASAN TEKS YANG DIDENGAR MELALUI MEDIA AUDIO PADA KELAS VI SDN 02 WANARATA SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2016/2017 1 Mualif Siswanto *) [email protected] Abstrak:
BAB I PENDAHULUAN. orang lain, baik secara lisan maupun tulisan.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Bekalang Masalah Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia karena bahasa merupakan alat komunikasi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa, seorang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan disemua jenjang pendidikan. Mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dalam berbahasa
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pembelajaran merupakan proses yang melibatkan berbagai unsur agar tujuan yang telah direncanakan dapat tercapai dengan baik. Oleh karena itu penting sekali bagi setiap
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Cerita tidak hanya sekedar hiburan melainkan merupakan suatu cara yang dipandang cukup efektif digunakan dalam mencapai target pendidikan. Oleh karena itu melalui
BAB I PENDAHULUAN. sejak lama, yaitu sejak awal kemerdekaan Indonesia, dengan berdirinya Taman Siswa
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini di Indonesia, khususnya TK, telah diselenggarakan sejak lama, yaitu sejak awal kemerdekaan Indonesia, dengan berdirinya Taman Siswa
BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran Bahasa Indonesia nilai KKM siswa masih dibawah rata-rata
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Kegiatan belajar mengajar sangat memegang peranan penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Siswa berperan penting sebagai subjek dan merupakan objek dari
BAB I PENDAHULUAN. terpisahkan dalam seluruh proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran menulis
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang termasuk ke dalam ruang lingkup mata pelajaran bahasa indonesia dan tidak dapat terpisahkan
BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan ilmu pengetahuan dari guru dalam proses belajar-mengajar. membimbing dan memfasilitasi siswa dalam kegiatan belajar.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses belajar-mengajar dilakukan siswa dan guru di sekolah. Siswa mendapatkan ilmu pengetahuan dari guru dalam proses belajar-mengajar. Kegiatan Belajar Mengajar
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Satu sisi pendidikan dilaksanakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia pendidikan dewasa ini tidak dapat dipisahkan dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Satu sisi pendidikan dilaksanakan agar peserta didik
02. Konsep Dasar Media
02. Konsep Dasar Media Standar Kompetensi Memahami dan membuat salah satu media pembelajaran biologi untuk sekolah menengah Kompentesi dasar menjelaskan tentang konsep dasar media, pembelajaran, sistem
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Erni Nurfauziah, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penentu kehidupan pada masa mendatang. Seperti yang diungkapkan Dr.Gutama (2004) dalam modul
BAB I PENDAHULUAN. merupakan sarana untuk berkomunikasi antar manusia. Bahasa sebagai alat. mempunyai kemampuan berbahasa yang baik.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari bahasa. Bahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi antar manusia. Bahasa sebagai alat komunikasi ini dalam rangka memenuhi
BAB I PENDAHULUAN. komunikasi dalam bercakap sehari-hari tetapi bahasa juga merupakan media
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting dalam berinteraksi dengan sesamanya. Bahasa tidak hanya sekedar merupakan media komunikasi dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, yang bunyinya sebagai berikut:
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK MELALUI PERMAINAN MAZE KATA DI TAMAN KANAK-KANAK PADANG ARTIKEL
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK MELALUI PERMAINAN MAZE KATA DI TAMAN KANAK-KANAK PADANG 1 ARTIKEL Oleh NANDA ERIKA NIM : 2009/51064 JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
BAB I PENDAHULUAN. dapat menemukan potensi tersebut. Seorang anak dari lahir memerlukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap anak dilahirkan bersamaan dengan potensi-potensi yang dimilikinya. Merupakan tugas orang tua dan guru sebagai pendidik untuk dapat menemukan potensi tersebut.
BAB 1. Pembelajaran Bahasa Indonesia adalah pembelajaran yang memiliki. beberapa aspek keterampilan berbahasa yang harus dicapai oleh siswa.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran Bahasa Indonesia adalah pembelajaran yang memiliki beberapa aspek keterampilan berbahasa yang harus dicapai oleh siswa. Keterampilan berbahasa mempunyai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Taman Kanak-Kanak adalah pendidikan anak usia dini jalur formal
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Taman Kanak-Kanak adalah pendidikan anak usia dini jalur formal yang menyelenggarakan pendidikan anak usia 4-6 tahun. Usia tersebut merupakan masa emas (golden age)
BAB I PENDAHULUAN. langsung tetapi juga dapat memahami informasi yang disampaikan secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi oleh karena itu, pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PERMAINAN TEBAK BENDA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia yaitu sebagai sarana komunikasi. Hal tersebut terjadi karena sebagai makhluk sosial, manusia selalu berkomunikasi
BAB V PEMBAHASAN. Siswa Kelas Unggulan di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung. berkaitan dengan indera pendengar, dimana pesan yang disampaikan
BAB V PEMBAHASAN A. Keterampilan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menggunakan Media Pembelajaran Audio untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas Unggulan di SMP Negeri 1 Gondang Tulungagung. Dalam
Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 07 Salule Mamuju Utara
Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 07 Salule Mamuju Utara Siarni, Marungkil Pasaribu, dan Amran Rede Mahasiswa Program Guru Dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Atiasih, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan yang sangat penting bagi perkembangan dasar anak. Perkembangan dasar anak usia dini memerlukan stimulus
PENERAPAN METODE STORY READING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK MELATI / ABA 005 PULAU BALAI
143 PENERAPAN METODE STORY READING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK MELATI / ABA 005 PULAU BALAI 0852-6533-5335 TK Melati/ ABA 005 Pulau Balai ABSTRACT This study aims to
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah alat komunikasi utama bagi seorang anak untuk. mengungkapkan berbagai keinginan dan kebutuhannya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa adalah alat komunikasi utama bagi seorang anak untuk mengungkapkan berbagai keinginan dan kebutuhannya. Anak-anak yang memiliki kemampuan berbahasa yang
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Ghyna Amanda Putri, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam pengajaran bahasa, aspek keterampilan berbahasa adalah salah satu hal yang diperlukan. Berdasarkan jenisnya, aspek keterampilan berbahasa dibagi menjadi 4 yaitu:
Rizmada Azzahra 1) 1) Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Indonesia. 1) ABSTRAK
ANALISIS PEMBUATAN VIDEO MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MATA KULIAH PEMBELAJARAN MENYIMAK OLEH MAHASISWA KELAS A SEMESTER V PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE Rizmada Azzahra 1) 1)
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. membaca dan keterampilan menulis. Anak-akan dituntut untuk dapat berbicara,
19 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa mempunyai tujuan agar siswa terampil berbahasa yang meliputi keterampilan berbicara, keterampilan menyimak, keterampilan membaca dan keterampilan
BAB I PENDAHULUAN. berbicara, membaca, dan menulis. Dari ke empat aspek berbahasa tersebut yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi manusia dalam bentuk lisan maupun tulisan. Melalui bahasa, seseorang dapat memberikan informasi atau menyampaikan informasi
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI VIDEO SEBUAH OBJEK PADA SISWA KELAS X TSM 1 SMK MUHAMMADIYAH 1 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2012/2013
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI VIDEO SEBUAH OBJEK PADA SISWA KELAS X TSM 1 SMK MUHAMMADIYAH 1 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI IKA SUSILA RINI A310090125 FAKULTAS KEGURUAN
BAB I PENDAHULUAN. beberapa unsur. Unsur-unsur tersebut sengaja dipadukan pengarang dan dibuat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu bentuk karya sastra berupa novel. Novel dibangun melalui beberapa unsur. Unsur-unsur tersebut sengaja dipadukan pengarang dan dibuat mirip dengan dunia nyata
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengajaran bahasa Indonesia di SD memiliki nilai strategis. Pada jenjang inilah pertama kalinya pengajaran bahasa Indonesia dilaksanakan secara berencana dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Yeyen Yeni Aminah, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa perkembangan bahasa dan bicara anak yang paling intensif terletak pada lima tahun pertama dari hidupnya, yakni suatu periode dimana otak manusia berkembang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lima tahun pertama adalah saat-saat emas atau golden age. Pada usia ini anak belajar banyak tentang segala sesuatu dari ibu,ayah, keluarga dekat serta lingkungannya.
