RANCANG BANGUN SIMULASI MOBILE IP PADA JARINGAN WLAN
|
|
|
- Hendra Salim
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 RANCANG BANGUN SIMULASI MOBILE IP PADA JARINGAN WLAN Eki Ahmad Zaki Hamidi 1 1 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Jalan AH. Nasution 105 Bandung Indonesia [email protected] Abstrak. Mobile IP (MIP) adalah mekanisme adelivery untuk mengirim alamat IP yang sebelumnya digunakan sehingga ketika perangkat terhubung Local Area Networks Wireless (WLAN) tidak perlu melakukan konfigurasi ulang saat bergerak. Mekanisme kerja pada rancangan ini adalah Mobile Node (MN) pada posisi awal berada di area Access Point 1 (AP 1) dengan ip address atau pada area Home Agent (HA), hal ini memungkinkan Corresspondent Node (CN) berkomunikasi langsung dengan MN. Kemudian MN berpindah tempat pada coverage area AP 2 sehingga CN mengalami putus komunikasi dengan MN. Agar dapat tetap berkomunikasi antara CN dengan MN maka digunakan transfer data dengan tunneling. Kata kunci : Mobile IP, Local Area Networks Wireless (WLAN) 1. PENDAHULUAN Mobilitas telah merubah pandangan orang mengenai internet. Seiring penambahan jumlah dan jenis dari mobile device, seperti PDA, Laptop, dan telepon selular, akan menambah servis internet yang bisa di akses oleh user yang bergerak melalui jaringan wireless yang tersebar luas. Manajemen mobilitas adalah teknologi utama yang mendukung secara otomatis akses dari layanan mobile.[5] Kemampuan Mobile IP yang baik untuk aplikasi peer-to-peer yang interaktif membuat Mobile IP memegang peranan penting dalam manajemen mobilitas dari berbagai akses jaringan wireless. Komunikasi bergerak berkembang dengan pesat untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dunia. Dengan banyaknya titik hubung (Attachment Points/AP) seperti jaringan seluler, Wireless Local Area Network (WLAN) dan Wireless Personal Area Network (WPAN) akan membuat komunikasi lebih mudah dan pergerakan lebih banyak (Aldalaty, 2009). Teknologi dalam telekomunikasi seluler terbaru adalah 4G dengan layanan IP based (yang memungkinkan melakukan pembicaraan telepon melalui internet) dan menggunakan 150
2 jaringan internet, memiliki kriteria yang hampir sama dengan WLAN. Dengan persamaan kriteria inilah dilakukan penelitian oleh Hyung-Yu Wey untuk penggabungan 4G dengan WLAN yang menjadikan perpindahan komunikasi dari WLAN ke 4G atau sebaliknya menjadi lancar dan user sama sekali tidak merasakan perpindahan tersebut (Wey, 2004). Perancangan teknologi 4G berdasarkan teknologi pendahulunya, yaitu diawali dengan teknologi 1G dengan layanan suara analog. Dilanjutkan dengan 2G yang menyediakan layanan digital, kecepatan 2G yang masih kurang ditingkatkan dengan penambahan saluran radio frekuensi. Tetapi hal utama yang membuat 2G menjadi 2.5G adalah mulai dikenalkan akses internet melalui seluler.[1] Setelah itu teknologi 3G dengan fitur percakapan video, dan diperbaiki pada teknologi 4G yang mampu mengirimkan percakapan video dengan kualitas yang lebih baik.[1] Semua AP memiliki radius sinyal, jika semakin jauh dari AP maka kualitas sinyal semakin menurun. Saat kualitas sinyal menjadi buruk (bahkan hilang), perangkat yang berkomunikasi dengan AP seperti notebook, tablet PC dan smartphone untuk WLAN/WPAN; handphone, tablet PC dan smartphone untuk jaringan seluler (yang nantinya disebut mobile device/md atau Mobile Node/MN) akan melakukan pencarian AP dengan sinyal baik (Perkins, 1997). Saat MD/MN menemukan sinyal yang baik, MN melakukan proses pemindahan dari satu AP ke AP yang lain (handoff). Pada WLAN/WPAN, saat terhubung dengan AP yang baru, MN akan melakukan konfigurasi ulang (DiNicolo, 2012). Hal ini tentu akan menyebabkan streaming yang dilakukan menjadi terputus, pemutusan ini merupakan hal yang tidak boleh terjadi untuk komunikasi. Berbeda dengan jaringan seluler, masalah handoff ini telah diatasi.[1] Menghindari konfigurasi ulang MN saat handoff pada WLAN/WPAN, dikeluarkanlah ide untuk Mobile Internet Protokol (Mobile IP/MIP). MIP adalah sebuah mekanisme pengiriman alamat IP yang ada pada home network(hn) agar bisa digunakan sebagai alamat IP oleh MN (Redi, 1998). MIP mempunyai tiga tahapan cara kerja. Pertama, MD mencari hubungan dengan sebuah jaringan WLAN/WPAN. Kedua, saat hubungan terjadi MN akan memberikan informasi untuk HN 151
3 terhadap jaringan WLAN/WPAN. Ketiga, jaringan WLAN/WPAN menghubungi HN, dan dibalas oleh HN dengan mengirimkan alamat IP yang nantinya digunakan sebagai alamat IP oleh MD (Perkins, 1997). Berdasarkan cara kerja MIP, dapat disimpulkan bahwa saat terjadi handoff MN tidak akan melakukan konfigurasi ulang. Dan dengan tidak adanya konfigurasi ulang, komunikasi antara MN dengan WLAN tidak akan terputus.[1] 2. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah 1) Mobile Node (MN) pada posisi awal berada di area Access Point 1 (AP 1) atau pada area Home Agent (HA), hal ini memungkinkan Corresspondent Node (CN) berkomunikasi langsung dengan MN, Kemudian MN berpindah tempat pada coverage area AP 2 sehingga CN mengalami putus komunikasi dengan MN. Bagaimanakah agar dapat tetap berkomunikasi antara CN dengan MN. 2) Bagaimanakah membuat konfigurasi agar Mobile Node (MN) tetap dapat berkomunikasidengan Corresspondent Node (CN) walaupun MN berpindah tempat. 3. TINJAUAN PUSTAKA 3.1. WLAN Jaringan komputer tanpa kabel atau yang lebih sering disebut dengan istilah jaringan wireless dewasa ini semakin banyak dimanfaatkan oleh para pengguna komputer. Hal ini disebabkan karena kemudahan dari sistem wireless yang semakin mengurangi pengunaan teknologi kabel (wire) sebagai media untuk melalukan komunikasi data. Kecepatan akses, jangkauan serta harga peralatan yang digunakan untuk membangun sistem wireless-pun sudah relatif dapat dijangkau oleh pengguna komputer dari kalangan perorangan atau individu sekalipun. Dan yang tidak kalah pentingnya ada kemampuan yang bersifat mobile, sehingga dapat dipergunakan dimana saja.[3] Komponen utama pembentuk jaringan tanpa kabel (wireless networking) adalah Wireless Network Adapther baik yang berupa PCI Card, USB Card maupun PCMCIA, Access Point, Repeater dan Antena (optional).[3] 152
4 3.2. MOBILE IP Semakin pesat perkembangan teknologi komunikasi dan informasi terutama dalam bidang komunikasi wireless sehingga semakin hari kebutuhan akan mobile semakin tinggi. Sedangkan untuk setiap perpindahan jaringan terjadi perubahan nomor IP (internet protocol). Dengan demikian diperlukan sebuah teknologi yang bisa melakukan fungsi untuk tidak merubah alamat IP meskipun berpindah dari suatu jaringan dengan jaringan lainnya. Teknologi yang bisa melakukan fungsi itu adalah Mobile IP. Dimana dalam teknologi ini ketika sebuah host berpindah dari jaringan satu ke lainnya maka tidak mengalami perubahan IP. Dengan kata lain sebuah host akan mempunyai alamat yang tetap meskipun selalu berpindah jaringan. Semakin bertambahnya host yang berada pada suatu jaringan computer mengakibatkan kebutuhan akan IP semakin meningkat sehingga untuk memenuhi kebutuhan itu diperlukan adanya alokasi IP yang lebih banyak. Untuk itu dalam teknologi Mobile IP ini terdapat ada dua model, yaitu untuk mobile IP versi 4 dan mobile IP versi 6. Mobile IP versi 6 ini mendukung adanya koneksi yang lebih cepat karena didukung dengan adanya teknologi tunneling. Yaitu bidirectional tunnel dan route optimation. Dengan adanya Mobile IP ini diharapkan akan lebih memudahkan dalam pengaturan IP.[3] Dalam jaringan internet yang menggunakan kabel, ditetapkan bahwa alamat IP mengidentifikasikan secara unik titik node yang terhubung pada internet. Karena itu sebuah sebuah note harus ditempatkan pada jaringan yang diidentifikasikan oleh alamat IP nya dalam rangka untuk menerima datagram yang ditujukan kepadanya jika tidak, datagram yang ditujukan kepada node tidak akan terkirim. Untuk sebuah node yang merubah point of attachmentnya tanpa kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi, maka salah satu dari dua mekanisme berikut harus dilakukan: 1. Node harus merubah alamat IP nya ketika node merubah titik hubungnya ke internet. 2. Rute tertentu host harus disebarkan ke seluruh perusahaan penyedia internet. Kedua alternatif ini sering tidak dapat diterima. Alternative pertama membuat ini menjadi tidak mungkin bagi sebuah node untuk menjaga sambungan layer transport dan layer 153
5 yang lebih tinggi ketika node merubah lokasinya. Alternartif kedua secara jelas akan menjadi masalah. Karena ini diperlukan sebuah mekanisme baru untuk mengakomodasi mobilitas node dalam internet yang memungkinkan node merubah attachmentnya dengan internet tanpa merubah alamat IP nya. Fitur dari mobile IP ini diantaranya yaitu : 1. Support Host yang berpindah-pindah. 2. Tidak ada batasan geografis 3. Tidak ada modifikasi terhadap nomor IP 4. Keamanan jaringan terjamin.[3] 3.3. ALASAN MENGGUNAKAN MOBILE IP Alamat IP dari sebuah host terdiri dari dua bagian yaitu bit alamat yang lebih tinggi menentukan jaringan dimana host tersebut terletak dan bit yang lebih rendah menentukan nomer dari host tersebut.[3] IP memilih hop selanjutnya dengan menentukan informasi jaringan dari alamat IP tujuan paket tersebut. Sebaliknya, level layer yang lebih tinggi seperti TCP mengatur informasi tentang sambungan yang disusun oleh quadruplet yang berisi alamat IP endpoint dan port number-nya. Jadi, ketika mencoba untuk melakukan mobilitas pada internet dibawah protocol suite yang ada, kita menghadapi dua masalah yang saling berhubungan yaitu : mobile node harus merubah alamat IP ketika berpindah ke jaringan lain, sehingga paket data dapat dikirimkan ke tujuan dengan benar. Untuk dapat tetap tersambung dengan jaringan internet, mobile node harus memiliki alamat IP yang tetap. Perubahan alamat IP akan menyebabkan sambungan terganggu dan akhirnya putus. Mobile IP yang dirancang untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengijinkan setiap mobile node untuk memiliki dua alamat IP dan mengatur dengan baik proses binding antara dua alamat tersebut. Salah satu dari alamat IP adalah alamat permanen home address yang berada pada home network dan digunakan untuk komunikasi endpoint, dan yang lainnya merupakan temporary care - of address yang menunjukkan lokasi sekarang dimana host tersebut berada. Tujuan utama dari mobile IP adalah untuk membuat mobilitas dapat semakin mudah untuk dikenali ke level protokol yang lebih tinggi seperti TCP dan untuk 154
6 meminimalisasikan infrastruktur internet yang ada.[3] perubahan dialamatkan ke home address MN ke alamat MN yang sekarang KOMPONEN MOBILE IP 1) Home link atau home network Home link merupakan subnetwork dari HA. Home link mempunyai subnet prefiks network yang dikirimkan oleh HA melalui router advertising. MN menggunakan home subnet prefiks untuk menentukan home address. 2) Home address Home address merupakan alamat tetap pada MN ketika berada pada home link atau foreign link. Dengan home address, proses koneksi antara MN dapat berlangsung tanpa bergantung pada lokasi MN tersebut. Paket yang dialamatkan ke alamat yang sesuai dengan home subnet prefiks akan dikirimkan ke home link menggunakan proses IP routing. Jika MN berada pada home link, metode Mobile IP tidak digunakan. Jika MN tidak berada pada home link proses metode Mobile Ip digunakan untuk mengirim atau tunnel paket yang 3) HA HA merupakan router pada home link yang memelihara informasi MN pada home link yang berpindah dari home link dan memelihara informasi alamat MN yang sekarang. Jika MN berada pada home link, HA akan berfungsi sebagai IP router yang bertugas untuk meneruskan paket yang dialamatkan ke MN. Jika MN berpindah dari home link, HA akan melakukan proses tunnel paket yang dialamatkan ke home address MN ke alamat MN yang sekarang. 4) MN MN merupakan IP node yang dapat berpindah koneksi, mengubah alamat IP dan memelihara reachability menggunakan home address. MN mempunyai informasi home address dan alamat global pada lokasi sekarang yang mengidentifikasikan informasi pemetaan home address atau alamat lokasi sekarang HA dan IP node lain yang sedang berkomunikasi dengan MN. 155
7 5) Foreign link atau foreign network Foreign link merupakan link yang bukan merupakan home link MN. Foreign link ditandai dengan forign subnet prefiks. 6) CoA CoA merupakan alamat yang digunakan Mobile ketika MN terhubung ke foreign link. CoA merupakan kombinasi anatara foreign subnet prefiks dan interface ID yang dimiliki oleh MN. MN dapat memiliki lebih dari satu CoA, tapi hanya satu Coa yang terdaftar sebagai primary CoA pada HA. Asosiasi CoA sengan home address untuk MN dinamakan binding. Correspondent node dan HA mengetahui informasi lokasi MN pada binding yang dinamakan binding cache. 7) Correspondent node Correspondent node berupa computer yang merupakan Ip node yang dapat berkomunikasi dengan MN ketika berada pada home link atau ketika berpindah dari home link. Correspondent node dapat juga sebagai MN.[3] 3.5. MOBILE IP AGENT DISCOVERY Movement detection dan location discovery, dua hal yang merupakan kebutuhan paling penting pada mobility protocol, dialamatkan pada Mobile IP melalui penggunaan agent advertisements. Mobile IP agent advertisements dibuat di atas Internet Control Message Protocol (ICMP) Router Discovery Protocol (IRDP), yang pertama kali diusulkan pada RFC IRDP terdiri dari dua macam pesan yang digunakan untuk mensuport Mobile IP, sebagai berikut: Router Advertisement Yaitu sebuah pesan yang dikirimkan oleh router pada FA sebagai cara untuk meyampaikan pesan kepada MN bahwa router tersebut dapat mensupport service yang spesifik pada Mobile IP, misalnya reverse tunneling. Pesanpesan ini disebut Mobile IP agent advertisements, dan dikirimkan baik dengan cara multicast atau broadcast IP. Router Solitication Yaitu pesan yang dikirimkan oleh MN untuk meminta router yang ada untuk mengirimkan router advertisement. Mobile IP agent solitication diset menjadi 1. Dengan 156
8 mengirimkan Mobile IP agent solitication MN akan mengetahui apakah ada mobile agent yang dapat dihubungi, dan mengijinkan location discovery dapat dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan jika MN harus menunggu agent advertisement yang dikirimkan secara periodik. MN dapat mengirimkan solitication. Penggunaan pesan-pesan ini mengijinkan MN untuk mempelajari Mobile Agent apa saja yang terdapat dalam jangkauannya, dan service apa saja yang tersedia pada mobile agent.[3] 3.6. MOBILE IP HANDOVER Handover adalah proses dimana MN berpindah dari satu jaringan access point (home network) ke jaringan access point yang lain (foreign network). Secara umum handover yang hanya mengalami perubahan pada link layer (layer 2 OSI) tanpa mengubah alamat IP dinamakan horizontal handover. Contohnya adalah ketika MN berpindah pada access point wireless LAN yang dilayani oleh IP access router yang sama. Pada terminology kedua access point berada pada Extend Sevice Set (ESS) yang sama. Sedangkan handover yang terjadi ketika MN berpindah diantara access point yang berbeda ESS dan dilayani oleh access router yang berbeda dinamakan Vertical Handover. Vertical handover dapat terjadi diantara provider yang sama maupun provider yang berbeda. Gambar 1. Horizontal Handover [3] Gambar 2. Vertical Handover pada ISP yang sama [3] Gambar 3. Vertical Handover pada ISP yang berbeda [3] 157
9 3.7. PROSES HANDOVER Menurut K. Daniel wong ( 2005 ). Wireless Internet Telecommunications. Page 91: Wireless is about freedom of movement. Managing the mobility of users is therefore one of the key technical challenges of wireless IP research. It would seem that a user should be able obtain some IP services no matter where the user is located. For example, you would like to be able to take your laptop with you to places other than where you normally use it, and still be able to obtain some IP services, even if not as rich a set of services as you might be used to. Karakteristik MIP pada wireless LAN mengidentifikasikan bahwa latency mempengeruhi handover delay selama proses handover. Proses handover delay meliputi: Waktu deteksi perpindahan Waktu yang diperlukan MN untuk mendeteksi dan memproses perpindahan ke titik akses yang baru. Waktu konfigurasi CoA Waktu antara proses perpindahan dan waktu untuk mendapatkan alamat IP global Waktu registrasi binding Waktu selama pengiriman BU ke HA sampai menerima binding acknowledgement. Waktu route optimation Selang waktu dari registrasi CoA baru dengan HA dan CN sehingga metode route optimization dapat digunakan.[3] 3.8. ROAMING Jika ada beberapa area dalam sebuah ruangan di cakupi oleh lebih dari satu Access Point maka cakupan sel telah melakukan overlaccess point. Setiap wireless station secara otomatis akan menentukan koneksi terbaik yang akan ditangkapnya dari sebuah Access Point. Area Cakupan yang Overlaping merupakan attribut penting dalam melakukan setting Wireless LAN karena hal inilah yang menyebabkan terjadinya roaming antar overlaping sells.[3] Roaming memungkinkan para pengguna mobile dengan portable station untuk bergerak dengan mudah pada overlapping sells. Roaming merupakan work session yang terjadi ketika bergerak dari satu cell ke cell yang lainnya. Sebuah gedung dapat dicakupi oleh beberapa Access Point. Ketika areal cakupan dari dua atau lebih access point mengalami 158
10 overlaping maka station yang berada dalam areal overlaping tersebut bisa menentukan koneksi terbaik yang dapat dilakukan, dan seterusnya mencari Access Point yang terbaik untuk melakukan koneksi. Untuk meminimalisasi packet loss selama perpindahan, Access Point yang lama dan Access Point yang baru saling berkomunikasi untuk mengkoordinasikan proses.[3] 4. SIMULASI MOBILE IP Topologi yang digunakan dalam mobile IP adalah sebagai berikut: antara CN dengan MN maka digunakan transfer data dengan tunneling. Dilakukan dengan cara setelah putus komunikasi dengan AP 1, MN tersambung dengan AP 2 agar dapat tetap berkomunikasi dengan CN seolah-olah MN masih berada pada posisi awal. Proses komunikasi yang terjadi sebelum tunneling CN terhubung dengan AP 1 kemudian ke server 1 baru kemudian ke MN. Setelah tunneling CN terhubung ke AP kemudian ke server 1 kemudian ke AP 1 kemudian ke router, dari router ke AP 2 kemudian ke server 2 kemudian ke AP 2 baru ke MN. Gambar 4. Topologi Jaringan Mobile Node (MN) pada posisi awal berada di area Access Point 1 (AP 1) dengan ip address atau pada area Home Agent (HA), hal ini memungkinkan Corresspondent Node (CN) berkomunikasi langsung dengan MN. Kemudian MN berpindah tempat pada coverage area AP 2 sehingga CN mengalami putus komunikasi dengan MN. Agar dapat tetap berkomunikasi Gambar 5. Mekanisme Kerja Perangkat yang digunakan dalam rancang bangun simulasi ini adalah: Laptop 1 : CN (Correspondent Node) Laptop 2 : MN (Mobile Node) Laptop 3 : Router, dan HA (Home Agent) (in Virtual Machine) Laptop 4 : Foreign Agent Wifi 1 : AP 1(set ssid, turn off dhcp) Wifi 2 : AP 2(set ssid, turn off dhcp) 159
11 Adapun skema pembentukan jaringan adalah sebagai berikut: Router: OS : Mikrotik 5.18 (on VM) Interface : Ether1, C0A8:0:1::1/64 to AP1 Via Wifi( ) Ether2, C0A8:0:2::1/64to AP2 Via NIC( ) Fungsi : Routing, dan DHCP(C0A8:0:1::0/64, C0A8:0:2::0/64) Home Agent: OS : Ubuntu IP : C0A8:0:1::2/64/24 to AP1 Via Wifi Foreign Agent: OS : Ubuntu IP : C0A8:0:2::/64/24 to AP2 Via NIC Correspondent Node: OS : Microsoft Windows IP : C0A8:0:1::xx/64 (DHCP) to AP1 Via Wifi Mobile Node if in Home: OS : Microsoft Windows IP : C0A8:0:1::xx/64 (DHCP) to AP1 Via Wifi Mobile Node if in Foreign: OS : Microsoft Windows IP : C0A8:0:1::xx/64 (DHCP) to AP2 Via Wifi PC1: Mikrotik, dan HA Wifi disambungkan ke Wifi 1, dengan Set ip wifi Lan disambungkan ke wifi 2, dengan Set ip lan Copy VM Mikrotik dan HA Set Mikrotik VM 1. Set New Gambar 6. Setting Mikrotik 2. Membuat OS untuk mikrotik sebagai Router dan Home Agent. Gambar 7 5. KONFIGURASI JARINGAN 160
12 Gambar 8 Gambar 11 Gambar 9 Gambar 12 Gambar 10 Gambar
13 Gambar 7, 8, 9, 10, 11, 12, dan 13 merupakan proses seting router dan Home Agent. 3. Seting network Home Agent. Gambar 16 Gambar 16 menunujukkan konfigurasi dari Home Agent. 4. Konfigurasi FA dan MN Gambar 14 Gambar 17 Setelah melakukan konfigurasi HA, tidak boleh di shutdown/reboot, dilanjutkan dengan konfigurasi FA dan MN seperti tampak pada gambar Konfigurasi FA Gambar 15 Gambar 14 dan 15 merupakan proses seting network untuk Home Agent. Seting network untuk adapter 1 1. Attached to Bridge. 2. MAC Addres yang digunakan: c114f. 4. Konfigurasi Home Agent. Gambar 18 Hasil Konfigurasi FA 6. Konfigurasi MN Gambar 19 Konfigurasi MN Setelah melakukan konfigurasi MN, tidak boleh di shutdown/reboot. 162
14 Gambar 20 Hasil Konfigurasi MN Hasil dari konfigurasi MN, di masukan scipt sh ha.sh dengan tujuan cepat mendapatkan ip dari dhcp server. Serta masukan scipt sh fa.sh dengan tujuan cepat mendapatkan ip dari dhcp server. 3. Jalankan MN, agar keluar dari coverage Wifi- 2 FA ANALISA PENGUJIAN 1. Konfigurasi MN, dikoneksikan dengan wifi HA. 4. CN melakukan tes koneksi ke MN saat MN terhubung dengan Wifi-1 HA Gambar 21 Koneksi HA Ping ke (server Home Agent) untuk memastikan terhubung. 2. CN melakukan tes koneksi ke MN saat MN terhubung dengan Wifi-1 HA Gambar 22 Hasil Koneksi KESIMPULAN Dari hasil pengujian di atas terlihat bahwa ping pada kondisi awal adalah pada saat MN terhubung dengan wifi 1 (HA), setelah MN melakukan perjalanan dan tidak 163
15 tercoverage lagi oleh HA, MN dicoverage oleh wifi 2 (FA). Dalam prosesnya terlihat bahwa terdapat request timed out, hal tersebut menunjukkan bahwa MN tidak tercoverage lagi oleh HA. Akan tetapi setelah beberapa saat, MN dapat terhubung kembali dengan CN, karena MN telah terhubung dengan wifi 2 (FA). Meskipun HA dan FA berbeda jaringan, koneksi tetap dilakukan, karena MN mendapat ip tunnel, pada saat langkah-langkah konfigurasi yang telah dilakukan sebelumnya. Sehinnga konfigurasi Mobile IP telah dapat dilakukan, terbukti dengan perpindahan dari HA ke FA, MN masih bisa tetap berhubungan dengan MN. REFERENSI [1]. Igor Novid, Zaini, Ihsan Lumasa Rimra, Teknik Elektro UNAND, Teknik Elektro Politeknik Negeri Padang, Analisa Simulasi Mobile IPv6 (MIPv6) pada Jaringan WLAN Jurnal Teknik Eletro ITP, Volume 3 No. 1; Januari [2]. Hero Gunawan1, Herlinawati2, Muhamad Komarudin3. Simulasi dan Analisis Kualitas Layanan pada Jaringan Mobile WIMAX Jurusan Teknik Elektro Universitas Universitas Lampung, ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro, Volume: 6 No.3 September [3]. Krisnha Prasetyo Surendro Menentukan Optimasi Routing dengan Pengaturan Route Advertisement pada Jaringan Mobile IPV6. Magister Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana, InComTech, Jurnal Telekomunikasi dan Komputer, vol. 1, no. 2, [4]. Nur Hayati1, Prima Kristalina2, M. Zen S. Hadi2 Analisa Kualitas Aplikasi Multimedia pada Jaringan Mobile IP Versi 6. 1Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi, 2 Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS, Surabaya. [5]. Lukman Wijanarko¹, Agus Ganda Permana², Arif Rudiana³ Simulasi Performansi Mobilitas Terminal Voice Over IP yang Didukung Mobile IP ¹Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Universitas Telkom, [6]. Rokhmat Wahyuanto 1, Ir. Prima Kristalina, MT 2, Haryadi Amran Darwito, S.ST 2. " Mekanisme Fast Handover untuk Proses Mobility Management di Mobile IPv6 " 1Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi, 2Dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS, Surabaya. [7]. Reza Firdaus, Simulasi dan Analisis IP Transport Koneksi GPRS Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Juni
16 [8]. Eki Ahmad Zaki Hamidi, Kholilatul Wardani, Annisa Firasanti, Widda Aripa, Kholidiyah Masykuroh, Konfigurasi Jaringan Mobile IP Program Studi Teknik Telekomunikasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Mei [9]. Martin Sauter. (2006). Communication Systems for the Mobile Information Society. New York: John Wiley and Sons. [10]. Ke-Lin Du M. N. S. Swamy. Wireless Communication Systems. Cambridge, University Press [11]. Youngsong Mun & Hyewon K. Lee.(2008). Understanding IPv6. Berlin: Springer [12]. K. Daniel wong ( 2005 ). Wireless Internet Telecommunications. Boston: Artech.House [13]. M. Poikselka. (2006). The IMS IP Multimedia Concepts and Services. Chichester: Wiley. [14]. Aftab Ahmad. (2005).Wireless and Mobile Data Networks. Chichester: Wiley [15]. Charles E. Perkins, & David B. Johnson. (1996). Mobility Support in IPv6. [16]. Yi-Bing Lin & Sok-Lan Sau (2008). Charging for Mobile All- IP Telecommunications. New York: John Wiley and Sons [17]. Rajeev S. Kodli & Charles E. Perkins. (2007). Mobile Inter-Net Working for IPv6. New York: John Wiley and Sons [18]. Sudhir Dixit & Ramjee Prasad. ( 2002 ). Wireless IP and Building the Mobile Internet. Boston: Artech.House [19]. Yi-Bing Lin & Ai-Chun Pang. (2005). Wireless and Mobile All- IP Networks. New York: John Wiley and Sons [20]. Hsiao-Hwa Chen & Muhsen Guizani. ( 2006 ). Next Generation Wireless System and Network. New York: John Wiley and Sons 165
BAB 3 KONSEP MOBILE IP. Mobile IPv4 mendukung IPv4 node untuk mobile atau berpindah dari suatu
42 BAB 3 KONSEP MOBILE IP 3.1 Mobile IPv4 Mobile IPv4 mendukung IPv4 node untuk mobile atau berpindah dari suatu lokasi ke lokasi yang lain pada jaringan IPv4 dan memelihara proses komunikasi yang aktif
ANALISA SIMULASI MOBILE IPv6 (MIPv6) PADA JARINGAN WLAN
ANALISA SIMULASI MOBILE IPv6 (MIPv6) PADA JARINGAN WLAN Oleh: Igor Novid 1, Zaini 1, Ihsan Lumasa Rimra 2 1 Teknik Elektro UNAND, 2 Teknik Elektro Politeknik Negri Padang Abstrak Mobile IP (MIP) adalah
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. topologi yang akan dibuat berdasarkan skematik gambar 3.1 berikut:
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1. TOPOLOGI SISTEM JARINGAN Dalam penelitian ini dilakukan pengembangan dan implementasi teknologi MIPv4 dengan diperhatikannya faktor kualitas layanan dan kehandalan. Adapun
Analisa Kualitas Aplikasi Multimedia pada Jaringan Mobile IP Versi 6
Analisa Kualitas Aplikasi Multimedia pada Jaringan Mobile IP Versi 6 Nur Hayati 1, Prima Kristalina 2, M. Zen S. Hadi 2 1 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi
Menentukan Optimasi Routing dengan Pengaturan Route Advertisement pada Jaringan Mobile IPV6
Menentukan Optimasi Routing dengan Pengaturan Route Advertisement pada Jaringan Mobile IPV6 Krisnha Prasetyo Surendro Magister Teknik Elektro, Universitas Mercu Buana ABSTRAK Tuntutan jaman yang serba
MOBILITY MANAGEMENT DALAM SISTIM NIRKABEL BERGERAK
MOBILITY MANAGEMENT DALAM SISTIM NIRKABEL BERGERAK By : Prima Kristalina Program Studi S2 T. Elektro- PENS 2015 OVERVIEW Konsep Dasar Mobility Management Location Management Handoff Management Mobility
BAB 3 KONSEP MOBILE IP. lokasi ke lokasi yang lain pada jaringan IPv4 dan memelihara proses komunikasi yang
BAB 3 KONSEP MOBILE IP 3.1 Mobile IPv4 Mobile IPv4 mendukung IPv4 node untuk mobile atau berpindah dari suatu lokasi ke lokasi yang lain pada jaringan IPv4 dan memelihara proses komunikasi yang aktif masih
ANALISA PENGARUH ROUTER ADVERTISE INTERVAL PADA PERFORMA JARINGAN MIPV6 MENGGUNAKAN SIMULATOR JARINGAN OPNET
ANALISA PENGARUH ROUTER ADVERTISE INTERVAL PADA PERFORMA JARINGAN MIPV6 MENGGUNAKAN SIMULATOR JARINGAN OPNET Daniel Martua Helya Sitompul, I Gde Dharma Nugraha Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Alamat IPv6 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol Internet versi 6. Panjang totalnya
Simulasi dan Analisis Mobile IPv6 dengan Menggunakan Simulator OMNeT++ Gede Pradipta Yogaswara gunadarma.ac.id Jurusan Teknik
Simulation and Analysis of Mobile IPv6 By Using OMNeT++ Simulator Gede Pradipta Yogaswara Undergraduate Program, Faculty of Industrial Engineering, 2010 Gunadarma University http://www.gunadarma.ac.id
ULANGAN HARIAN JARINGAN NIRKABEL
ULANGAN HARIAN JARINGAN NIRKABEL a. Pilihan Ganda 1. Protokol TCP/IP berhubungan dengan pengguna aplikasi yang berguna untuk terminal maya jarak jauh a. HTTP b. FTP c. SMTP d. TELNET e. UDP 2. Proses pencampuran
A I S Y A T U L K A R I M A
A I S Y A T U L K A R I M A STANDAR KOMPETENSI Pada akhir semester, mahasiswa mampu merancang, mengimplementasikan dan menganalisa sistem jaringan komputer Menguasai konsep networking (LAN &WAN) Megnuasai
SIMULASI APLIKASI MIKROTIK ROUTER DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
SIMULASI APLIKASI MIKROTIK ROUTER DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Teknik pada Fakultas Teknik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rochandi Wirawan (2011), bertujuan untuk melakukan perbandingan terhadap kemampuan dari dua buah protokol
PERCOBAAN VII Komunikasi Data WLAN Indoor
PERCOBAAN VII Komunikasi Data WLAN Indoor 1. TUJUAN 1. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja WLAN 2. Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi WLAN 3. Mahasiswa dapat menggunakan aplikasi WLAN 2. DASAR TEORI
PRAKTIKUM KONEKSI JARINGAN MEDIA KABEL DAN WIFI LAPORAN. OLEH : SHOFIYATUN NAJAH NIM Offering E
PRAKTIKUM KONEKSI JARINGAN MEDIA KABEL DAN WIFI LAPORAN Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Praktikum Komunikasi Data dan Jaringan Komputer OLEH : SHOFIYATUN NAJAH NIM. 209533424878 Offering E UNIVERSITAS
BAB 1 PENDAHULUAN. dinamakan hotspot. Batas hotspot ditentukan oleh frekuensi, kekuatan pancar
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penggunaan Wi-Fi memudahkan dalam mengakses jaringan dari pada menggunakan kabel. Ketika menggunakan WiFi, pengguna dapat berpindahpindah tempat. Meskipun
LAPISAN JARINGAN (NETWORK LAYER) Budhi Irawan, S.Si, M.T
LAPISAN JARINGAN (NETWORK LAYER) Budhi Irawan, S.Si, M.T PENDAHULUAN Fungsi lapisan network adalah mengirimkan paket dari sumber ke tujuan. Ketika paket dikirimkan maka lapisan network akan memanfaatkan
MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS)
MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS) A. TUJUAN 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep MPLS 2. Mahasiswa memahami cara kerja jaringan MPLS 3. Mahasiswa mampu menganalisa performansi antara
Penelusuran Data Melalui Jaringan Internet
Penelusuran Data Melalui Jaringan Internet Tulisan ini berdasarkan CCNA Exploration 4.0 : Network Fundamentals Berikut ini akan digambarkan sebuah transfer data sederhana antara dua host melewati sebuah
Gambar.3.2. Desain Topologi PLC Satu Terminal
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Desain Topologi Jaringan Gambar.3.1 Desain Topologi Sharring File Topologi diatas digunakan saat melakukan komunikasi data digital secara peer to peer sehingga PLC ataupun
BAB II TEORI DASAR. Resource Reservation Protocol (RSVP) merupakan protokol pada layer
BAB II TEORI DASAR 2.1 Pendahuluan Resource Reservation Protocol (RSVP) merupakan protokol pada layer transport yang digunakan untuk meminta kualitas layanan QoS tinggi transportasi data, untuk sebuah
LOCAL AREA NETWORK DAN IMPLEMENTASI VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK UNTUK GEDUNG PERKANTORAN. Oleh : Teguh Esa Putra ( )
LOCAL AREA NETWORK DAN IMPLEMENTASI VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK UNTUK GEDUNG PERKANTORAN Oleh : Teguh Esa Putra (14111001) PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS MERCU
Bab 2 LANDASAN TEORI
Bab 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Jaringan Komputer Jaringan komputer saat ini sangat diperlukan dalam melakukan proses pengiriman data dari suatu tempat ke tempat lain. Tanpa adanya jaringan maka kemungkinan
JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER
JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER Topologi jaringan adalah : hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Jenis Topologi jaringan
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami dan mampu melakukan konfigurasi jaringan wireless menggunakan router wireless atau access point (AP). 2. Memahami dan mampu melakukan konfigurasi jaringan wireless menggunakan
Gambar 11. Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
Protocol adalah sekumpulan peraturan atau perjanjian yang menentukan format dan transmisi data. Layer n di sebuah komputer akan berkomunikasi dengan layer n di komputer yang lain. Peraturan dan perjanjian
Dasar Jaringan Komputer
Pertemuan 1 Dasar Jaringan Komputer A. Sistem Komunikasi Sistem komunikasi membutuhkan medium sebagai pembawa sinyal (carrier). Sistem transmisi sinyal bisa berupa kabel, gelombang elektromagnetik (RF)
BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP
BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP Reza Aditya Firdaus Cisco Certified Network Associate R&S Introduction to TCP/IP DoD (Departement of Defense) dibanding dengan OSI OSI Model Application Presentation Session
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Defenisi Jaringan Komputer Wendell Odom (2004, hal: 5) menyatakan bahwa jaringan adalah kombinasi perangkat keras, perangkat lunak, dan pengkabelan (cabeling), yang memungkinkan
BAB II LANDASAN TEORI. dihubungkan untuk berbagi sumber daya (Andi Micro, 2011:6). Jaringan Komputer
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sekumpulan peralatan atau komputer yang saling dihubungkan untuk berbagi sumber daya (Andi Micro, 2011:6). Jaringan Komputer terbagi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Sebelumnya Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 Penelitian sebelumnya yang terkait dengan perancangan
BAB I PENDAHULUAN. IMPLEMENTASI DAN ANALISIS PERFORMANSI ETHERNET OVER IP (EoIP) TUNNEL Mikrotik RouterOS PADA LAYANAN VoIP DENGAN JARINGAN CDMA 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informatika dan telekomunikasi saat ini bergerak semakin pesat. Keduanya saling mendukung dan tidak dapat dipisahkan. Saat ini, kebutuhan akan
Jaringan Wireless Ad Hoc
Jaringan Wireless Ad Hoc 5 23.09 in Networking, Tutorial Ad Hoc merupakan salah satu mode jaringan dalam WLAN (Wireless Local Area Network). Mode ini memungkinkan dua atau lebih device (komputer atau router)
Dalam konfigurasi Wireless Distribution System (WDS) setiap. mikrotik wireless dikonfigurasi sama dan saling terhubung yang sedikit
CARA MENJALANKAN PROGRAM 3.1 Konfigurasi Router Mikrotik Dalam konfigurasi Wireless Distribution System (WDS) setiap mikrotik wireless dikonfigurasi sama dan saling terhubung yang sedikit berbeda hanya
BAB XIII. Wireless LAN dan Hotspot
BAB XIII Wireless LAN dan Hotspot Hotspot (Wi-Fi) adalah salah satu bentuk pemanfaatan teknologi Wireless LAN pada lokasi-lokasi publik seperti taman, perpustakaan, restoran ataupun bandara. Pertama kali
Gambar 1 : Simple Data Transfer
Berikut ini adalah aliran data pada Internetwork. Gambar 1 : Simple Data Transfer Gambar diatas menunjukan transfer data secara sederhana dan gambar-gambar dibawah akan menjelaskan bagaimana data di proses
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tersebut dapat diketahui hasil sinyal Wi-Fi. 1. Pergerakan penumpang Terminal 3
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan mengetahui parameter sistem seperti langkah langkah pengumpulan pergerakan penumpang dan konfigurasi sistem pada
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dapat mengimplementasikan rancangan ini secara langsung, maka digunakan simulator
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Dikarenakan biaya, waktu dan tempat yang tidak memungkinkan untuk dapat mengimplementasikan rancangan ini secara langsung, maka digunakan simulator untuk menjalankan rancangan
CARA MENJALANKAN PROGRAM
CARA MENJALANKAN PROGRAM 4.1.1 Konfigurasi Router Dalam konfigurasi Wireless Distribution System (WDS) setiap mikrotik wireless dikonfigurasi sama dan saling terhubung yang sedikit berbeda hanya pada mikrotik
Evaluasi Pervormance Dari AODV Routing Protokol Pada Jaringan Ad Hoc Dengan Testbed
Evaluasi Pervormance Dari AODV Routing Protokol Pada Jaringan Ad Hoc Dengan Testbed Eri Sugiantoro Laboratory for Telecommunication Networks Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya 60111 Tel
Rancang Bangun Jaringan Wirelless Di Politeknik Negeri Bengkalis Menggunakan MAC Filtering
Rancang Bangun Jaringan Wirelless Di Politeknik Negeri Bengkalis Menggunakan MAC Filtering Agus Tedyyana Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis Jl. Bathin Alam, Sungai Alam - Bengkalis Kode Pos
Rangkuman Bab I Konsep Jaringan. Jaringan adalah kumpulan dari komputer yang saling terhubung dan berkomunikasi. Menurut
Rangkuman Bab I Konsep Jaringan Nama : Akhmad Fariiqun Awwaluddin NRP : 2110165019 Kelas : 1 D4 LJ Teknik Informatika Jaringan adalah kumpulan dari komputer yang saling terhubung dan berkomunikasi. Menurut
BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1. Statistik Grafik secara Global dari User yang Melakukan Akses ke Google Menggunakan IPv6 pada Musim Semi 2014 [2]
BAB II DASAR TEORI 2.1. Sejarah IPv6 Pada tahun 1991, IETF mengumumkan bahwa protokol IPv4 yang digunakan pada masa itu semakin berkurang. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya penggunaan protokol IPv4
Percobaan VLAN. Konfigurasi VLAN
Percobaan VLAN Digunakan 2 switch pada jaringan VLAN. Untuk jaringan 192.168.10.0/24 menggunakan VLAN10 dan 192.168.30.0/24 menggunakan VLAN30. Konfigurasi VLAN Buat VLAN baru, VLAN 10 dan VLAN 30. Lakukan
JARINGAN WIRELESS. Jurusan T-informatika STT-Harapan Medan T.A 2016/2017 Oleh : Tengku Mohd Diansyah, ST, M.Kom 30/05/2017 1
JARINGAN WIRELESS Jurusan T-informatika STT-Harapan Medan T.A 2016/2017 Oleh : Tengku Mohd Diansyah, ST, M.Kom 30/05/2017 1 Introduction Enable people to communicate and access applications and information
Cara Setting IP Address DHCP di
Cara Setting IP Address DHCP di komputer/laptop Anda: Cara Setting IP Address DHCP di komputer/laptop Anda Berikut beberapa langkah mudah untuk mensetting ip address model manual ke model DHCP di komputer/laptop
BAB 1 PENDAHULUAN. merupakan tulang punggung jaringan berbasis TCP/IP harus mampu mengikuti
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan Internet akhir-akhir ini telah membuat Internet Protokol (IP) yang merupakan tulang punggung jaringan berbasis TCP/IP harus mampu mengikuti perkembangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Dari penelitian yang dilakukan oleh Cristian Wijaya (2014) mengenai
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dari penelitian yang dilakukan oleh Cristian Wijaya (2014) mengenai Perancangan Wireless Distribution System (WDS) Berbasis OpenWRT dimana
Simulasi dan Monitoring Protokol Dalam Tes Koneksi
Simulasi dan Monitoring Protokol Dalam Tes Koneksi Imam Prasetyo [email protected] http://superman-kartini.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi
MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jaringan tanpa kabel (wireless) sebenarnya hampir sama dengan jaringan LAN, akan tetapi setiap node pada WLAN (Wireless Local Area Network) menggunakan wireless
Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP
Pertemuan III Referensi Model TCP/IP Sasaran Pertemuan 3 - Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan metode pengendalian masukan dan keluaran beberapa definisi mengenai Interfacing Protokol Komunikasi Bahasa
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM. Metodologi pelaksanaan berisi penjelasan tentang langkah-langkah yang
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM Metodologi pelaksanaan berisi penjelasan tentang langkah-langkah yang digunakan dalam analisa dan menghadapi masalah yang ada pada PT. Crossnetwork Indonesia yang meliputi: 1.
NAMA : SUSILO KELAS : 22 NIM : TANGGAL : 10 JUNI 2015
NAMA : SUSILO KELAS : 22 NIM : 13111039 TANGGAL : 10 JUNI 2015 1. Penjelasan fitur Mikrotik RouterOS -Firewall Adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman
Tunnel dan Virtual Private Network
Tunnel dan Virtual Private Network Tunnel Tunnel di dalam dunia jaringan diartikan sebagi suatu cara untuk meng enkapsulasi atau membungkus paket IP didalam paket IP yang lain. Dimana titik dibelakang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan suatu cara berpikir yang dimulai dari menentukan suatu permasalahan, pengumpulan data baik dari buku-buku panduan maupun studi lapangan, melakukan
ANALISIS PERFORMANSI AUTOCONFIGURATION ADDRESS IPV4 DENGAN IPV6 TUGAS AKHIR
ANALISIS PERFORMANSI AUTOCONFIGURATION ADDRESS IPV4 DENGAN IPV6 TUGAS AKHIR Diajukan guna memenuhi sebagian persyaratan dalam rangka menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu (S1) pada Jurusan Teknik
BAB III METODE PENELITIAN. Metodologi penelitian yang digunakana dalam penulisan skripsi ini adalah
34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metodologi penelitian yang digunakana dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut: 1. Pengumpulan data a. Studi Pustaka Mencari dan mengumpulkan
Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP
Pertemuan III Referensi Model TCP/IP Protokol Komunikasi Bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi. Tatacara komunikasi yang harus disepakati oleh komputer yang ingin melaksanakan komunikasi. Komputer-komputer
PERANCANGAN SISTEM Perancangan Topologi Jaringan Komputer VPN bebasis L2TP dan IPSec
BAB 4. PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan menjelaskan tahap perancangan sistem Virtual Private Network (VPN) site-to-site berbasis L2TP ( Layer 2 Tunneling Protocol) dan IPSec (Internet Protocol Security),
VPN (Virtual Private Network)
VPN (Virtual Private Network) VPN merupakan metode untuk membangun jaringan yang menghubungkan antar node jaringan secara aman / terenkripsi dengan memanfaatkan jaringan publik (Internet / WAN). Beberapa
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Wireless Local Area Network (WLAN) mesh network yang merupakan bagian dari Wireless Mesh Network (WMN) adalah suatu perkembang teknologi jaringan yang terdiri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
15 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertukaran Informasi antar perusahaan di dunia pada awalnya hanya terbatas di media-media cetak, akan tetapi semakin berkembangnya suatu perusahaan berbanding lurus
BAB III PEMBAHASAN Kegiatan Kerja Praktek
BAB III PEMBAHASAN 3.1. Kegiatan Kerja Praktek Tempat dari kerja praktek ini berada di PT. JalaWave Cakrawala tepatnya di kantor cabang Kosambi yang berlokasi di Kompleks Segitiga Emas jalan Jend. A. Yani
BAB IV PEMBAHASAN. local area network (WLAN) yaitu jaringan Ad-Hoc dapat digunakan untuk keadaan
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Identifikasi Masalah Dizaman yang telah berkembang menjadikan jaringan sudah tidak menjadi kemewahan lagi bagi setiap orang, melainkan sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang untuk
Pengertian TCP IP, Konsep Dasar Dan Cara Kerja Layer TC IP
Pengertian TCP IP, Konsep Dasar Dan Cara Kerja Layer TC IP Pengertian TCP/IP adalah protokol komunikasi untuk komunikasi antara komputer di Internet. TCP/IP singkatan Transmission Control Protocol / Internet
LAN, VLAN, WLAN & WAN
LAN, VLAN, WLAN & WAN Ir. Roedi Goernida, MT. Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Institut Teknologi Telkom Bandung 2012 1 Local Area Network (1/2) Merupakan jaringan komputer yang
Tugas Jaringan Komputer
Tugas Jaringan Komputer Soal 1. Jelaskan perbedaan antara model jaringan OSI dan TCP/IP 2. Jelaskan fungsi tiap layer pada model TCP/IP! 3. Apa yang dimaksud Protocol? 4. Jelaskan tentang konsep class
Tugas Jaringan Komputer. Memahami Konsep VLAN Pada Cisco Switch
Nama : Muhammad Satrio Pinandito NIM : 14111045 Pengertian Tugas Jaringan Komputer Memahami Konsep VLAN Pada Cisco Switch Virtual LAN (VLAN) merupakan pengembangan dari konsep dasar LAN, sehingga penerapan
BAB I PENDAHULUAN. yang mempunyai kemampuan modular dengan berbasis teknologi IP (Internet
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi membawa perubahan yang sangat mendasar bagi dunia telekomunikasi. Dalam teknologi komunikasi, komunikasi suara
Aplikasi SIP Based VoIP Server Untuk Integrasi Jaringan IP dan Jaringan Teleponi di PENS - ITS
Aplikasi SIP Based VoIP Server Untuk Integrasi Jaringan IP dan Jaringan Teleponi di PENS - ITS Fahmi Alfian 1, Prima Kristalina 2, Idris Winarno 2 1 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan
IP Subnetting dan Routing (1)
IP Subnetting dan Routing (1) 1. Tujuan - Memahami prinsip subnetting - Memahami prinsip routing statis 2. Alat Percobaan PC Router dengan 2 NIC 6 unit PC Workstation 6 unit PC Server 1 unit Hub / Switch
A. TUJUAN PEMBELAJARAN:
A. TUJUAN PEMBELAJARAN: Setelah mempelajari materi dalam bab ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Memahami perbedaan Physical Address dan Logical Address. 2. Memahami tentang ARP Table. 3. Mampu menerapkan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian VRRP VRRP (Virtual Routing Redundancy Protocol) merupakan salah satu protokol open source redundancy yang artinya dapat digunakan di berbagai merek perangkat dan dirancang
Ringkasan Komunikasi Data - 15 tel 5
Ringkasan Komunikasi Data - 15 tel 5 by webmaster - Monday, March 06, 2017 http://suyatno.dosen.akademitelkom.ac.id/index.php/2017/03/06/ringkasan-komunikasi-data-15-tel-5/ Ringkasan Komunikasi Data Data
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jaringan bergerak, atau yang lebih populer dengan nama Mobile Network (MN), adalah sekumpulan node yang dapat berpindah-pindah tempat dan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi
Analisis dan Perancangan Wireless Roaming (Studi Kasus Universitas Baturaja)
Analisis dan Perancangan Wireless Roaming (Studi Kasus Universitas Baturaja) Muhammad Sofyan 1, Leon Andretti Abdillah 2, Hadi Syahputra 3 1,3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer,
TUGAS AKHIR. Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan Bandung
PENGATURAN QUALITY OF SERVICE (QoS) PADA JARINGAN UNTUK MENDUKUNG LAYANAN VOICE OVER INTERNET PROTOKOL (VoIP) (Studi Kasus: Lab.Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan) TUGAS AKHIR Disusun sebagai
ANALISIS PERBANDINGAN IPV4 DAN IPV6 DALAM MEMBANGUN SEBUAH JARINGAN
ANALISIS PERBANDINGAN IPV4 DAN IPV6 DALAM MEMBANGUN SEBUAH JARINGAN Maria Ulfa 1), Muhammad Sobri 2) dan Iin Seprina 3) Fakultas Ilmu Komputer 1,2,3 Program Studi Teknik Komputer 1), Program Studi Manajemen
MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS)
MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS) A. TUJUAN 1. Mengenalkan pada mahasiswa tentang konsep MPLS 2. Mahasiswa memahami cara kerja jaringan MPLS 3. Mahasiswa mampu menganalisa performansi antara
BAB III LANDASAN TEORI. Packet Tracer adalah sebuah perangkat lunak (software) simulasi jaringan
BAB III LANDASAN TEORI Pada bab tiga penulis menjelaskan tentang teori penunjang kerja praktik yang telah di kerjakan. 3.1 PACKET TRACER Packet Tracer adalah sebuah perangkat lunak (software) simulasi
TUGAS JARINGAN KOMPUTER : REVIEW TCP/IP
NAMA : MUHAMMAD AN IM FALAHUDDIN KELAS : 1 D4 LJ NRP : 2110165026 TUGAS JARINGAN KOMPUTER : REVIEW TCP/IP 1. Jelaskan perbedaan antara dua model jaringan komputer : OSI model dan TCP/IP model! TCP/IP hanya
Utility Jaringan (Panduan Mengoptimalkan Jaringan Komputer Berbasis Windows) Penulis : Ahmad Yani Ukuran : 15,5 x 23,5 cm Tebal : 102 BW (bonus CD)
Utility Jaringan (Panduan Mengoptimalkan Jaringan Komputer Berbasis Windows) Penulis : Ahmad Yani Ukuran : 15,5 x 23,5 cm Tebal : 102 BW (bonus CD) ISBN : 979-757-106-8 Harga : Rp26.000 Untuk membentuk
Instalasi UGM-Hotspot Menggunakan Mikrotik. Oleh : Muhammad Rifqi
Instalasi UGM-Hotspot Menggunakan Mikrotik Oleh : Muhammad Rifqi PUSAT SISTEM DAN SUMBERDAYA INFORMASI UNIVERSITAS GAJAH MADA YOGYAKARTA 2014 SK Rektor UGM No43./2011 1. Penamaan AP di seluruh UGM adalah
BAB I PENDAHULUAN. yang cukup besar untuk kemajuan dunia telekomunikasi. Di dalam dunia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi saat ini telah membawa perubahan yang cukup besar untuk kemajuan dunia telekomunikasi. Di dalam dunia telekomunikasi, komunikasi
BAB 2 DASAR TEORI. Iklan berasal dari sebuah kata dalam bahasa melayu, yaitu i lan atau i lanun
BAB 2 DASAR TEORI 2.1 Mekanisme Penayangan Iklan Digital Iklan berasal dari sebuah kata dalam bahasa melayu, yaitu i lan atau i lanun yang memiliki arti informasi. Iklan adalah suatu cara untuk memperkenalkan,
Networking Model. Oleh : Akhmad Mukhammad
Networking Model Oleh : Akhmad Mukhammad Objektif Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. Mengidentifikasi dan mengatasi problem
PERCOBAAN 7 KOMUNIKASI WIRELESS MODE AD-HOC
PERCOBAAN 7 KOMUNIKASI WIRELESS MODE AD-HOC A. TUJUAN 1. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja WLAN 2. Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi WLAN mode ad-hoc 3. Mahasiswa dapat menggunakan aplikasi WLAN
TUGAS AKHIR ANALISA INFRASTRUKTUR LAYANAN VOICE OVER INTERNET PROTOKOL PADA PT. AJ CENTRAL ASIA RAYA. Diajukan guna melengkapi sebagian syarat
TUGAS AKHIR ANALISA INFRASTRUKTUR LAYANAN VOICE OVER INTERNET PROTOKOL PADA PT. AJ CENTRAL ASIA RAYA Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh
TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP
TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP. 2103137045 PROGRAM STUDI D3 PJJ TEKNIK INFORMATIKA DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA 2016
ANALISA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN BERBASIS MPLS
ANALISA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN BERBASIS Dwi Ayu Rahmadita 1,M.Zen Samsono Hadi 2 1 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi 2 Dosen Politeknik Elektronika Negeri
BAB I PENDAHULUAN. komunikasi data. router dengan kabel Unshielded Twisted Pair sebagai (UTP) Topologi jaringan
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Topologi star terdapat perangkat pengendali yang berfungsi sebagai pengatur dan pengendali komunikasi data. router dengan kabel Unshielded Twisted Pair sebagai
TASK 1 JARINGAN KOMPUTER
TASK 1 JARINGAN KOMPUTER Draw Your Concept of the Internet Now Dibuat oleh : Nama : Ilham Kholfihim M NIM : 09011281419043 JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 Draw
BAB I PENDAHULUAN. dengan permintaan pasar untuk dapat berkomunikasi dan bertukar data dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi telekomunikasi tanpa kabel berkembang pesat seiring dengan permintaan pasar untuk dapat berkomunikasi dan bertukar data dengan mudah dan cepat. Teknologi
LEMBAR SOAL. 2. Jaringan komputer yang memiliki radius km adalah... a. LAN c. Internet e. Nirkabel
LEMBAR SOAL Mata Pelajaran : MPJ WAN Kelas Program : XI TKJ Hari / Tanggal : Kamis, 9 Juni 2011 Waktu : 09.15 11.15 WIB Guru Pengampu : Imam Bukhari, S.Kom PETUNJUK UMUM 1. Teliti soal sebelum mengerjakan,
LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM )
LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM ) JARINGAN KOMPUTER Program Studi Teknik Komputer Jenjang Pendidikan Program Diploma III Tahun AMIK BSI NIM :. NAMA :.. KELAS :. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer
