Aplikasi Hipnosis dalam Konseling
|
|
|
- Susanti Kusnadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Ifdil, Linda Fitria, Gina Nafsih, & Zadrian Ardi. (2015). Aplikasi Hipnosis Dalam Konseling Paper presented at the The International Seminar And Workshop on Guidance and Counseling, Yogyakarta. Aplikasi Hipnosis dalam Konseling Oleh: Ifdil 1, Linda Fitria 2, Gina Nafsih 3 & Zadrian Ardi 4 1,3,4 Universitas Negeri Padang 2 Universitas Putra Indonesia YPTK Padang . [email protected] Abstract The manuscript describes about hypnosis procedure in general and how hypnosis procedure working in the counseling process (hypno -counseling). In fact there are counselors who disagreed with hypnosis, even claimed that hypnosis contrary to the counseling, this argument even claimed that counselors should not be to learn and master the hypnosis and even the hypnotherapy. The manuscript trying to provide the meeting point, description of the use of hypnosis in counseling procedures and recommends to the counselor to have the hypnosis procedure well and properly, even utilizing hypnoterapi as one of the approaches that can be used in the process help to overcome psychological problems experienced by client. Keyword: Hynocounseling, hypnosis, counseling dan hypnotherapy PENDAHULUAN Istilah hipnosis masih asing di Indonesia, masyarakat lebih mengenal istilah hipnotis dibandingkan hipnosis. Hipnosis mengacu kepada cara sedangkan hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis. (Amalia, 2014; Wong & Hakim, 2009). Dengan demikian dapat dipahami kalimat orang itu kena hipnotis merupakan kalimat yang salah, seharusnya orang itu dihipnosis oleh sang penghipnotis. Istilah ini harusnya sudah mulai bergeser meskipun pada dasarnya dalam beberapa tahun terakhir ini hipnosis perlahan namun pasti mulai menjadi ilmu baru yang tenar di Indonesia. Mulai dari yang paling popular yaitu stage of hypnosis (hipnosis panggung) yang muncul di televisi maupun hipnoterapi yang digunakan untuk terapi psikis manusia. 126
2 Dari penelitian menemukan fakta bahwa sekitar >75% penyakit yang diderita individu bersumber dari masalah mental dan emosi (Anggraini, 2014; Cohen & Herbert, 1996; Fell, Pollitt, Sampson, & Wright, 1974; Nuryati, 2014) Namun kebanyakan pengobatan atau terapi sulit menjangkau sumber masalah ini, yaitu pikiran bawah sadar. Saat seseorang pergi ke dokter, yang diobati adalah gejalanya atau paling jauh akibat yang ditimbulkan, bukan sumber masalahnya. sekarang, beberapa ahli meyakini bahwa dalam kaitannya dengan keterhubungan fungsi tubuh dan pikiran ( mind body connection), dengan membimbing seseorang ke dalam kondisi hipnosis memberikan kesempatan untuk memfungsikan pikiran bawah sadarnya mencari permasalahannya sendiri terhadap gangguan tubuh atau penyakit yang dideritanya. Hal ini diungkapkan oleh Muriel Prince Warren dalam bukunya yang berjudul Talking to the Amigdala: Expanding the Science of Hypnosis (2009) dan mengacu pada pernyataan Dr. Davis Spiegel, peneliti Stanford University, dalam kongres tahunan ke-54 The Society of Clinical and Experimental Hypnosis tahun Spegel menyatakan bahwa meskipun masih belum diketahui dengan jelas bagaimana keterkaitan hipnosis dengan mekanisme kerja otak, banyak contoh kasus yang membuktikan bahwa hipnosis dapat membantu seseorang secara efektif dalam mengakses segala macam sumber daya di bawah sadarnya untuk memecahkan masalah dirinya sendiri. banyak keberhasilan dicapai oleh penerapan hipnosis ini, bahkan ketika obat-obatan modern gagal mengatasinya. Oleh karena itu hipnoterapi sangat efektif untuk mengatasi permasalahan yang bersifat kejiwaan manusia karena proses hipnoterapi tidaklah lama dan tidak berteletele seperti terapi yang lain. Proses praktik hipnoterapi hanya membutuhkan waktu dalam hitungan menit untuk mengatasi masalah trauma dan fobia terhadap sesuatu. DEFINISI HIPNOSIS DAN HIPNOTERAPI Hipnosis adalah teknik untuk mem-bypass atau memperkecil peran dari Critical Area, sehingga informasi dapat lebih mudah memasuki Sub-Conscious (IBH, 2010), Critical area disebut juga RAS (Reticular Activating System) adalah penampungan data sementara, dimana di tempat inilah data akan diproses berdasarkan analisa, logika, pertimbangan etika, dll. 127
3 Berikut adalah gambar struktur RAS: Gambar. 1. Reticular Activating System (Svorad, 1957, Calabrò, Cacciola, Bramanti, & Milardi, 2015) Secara harfiah, kata hipnoterapi terdiri dari dua kata, yaitu hypno dari hipnotis dan terapi. Keduanya memiliki makna yang utuh. Hipnotis awalnya dari neuro-hypnotism atau tidurnya sistem saraf. Adapun secara istilah hipnotis adalah suatu keadaan yang muncul secara alami dimana kesadaran seseorang menjadi lebih mudah untuk menerima sugesti dari luar.(hakim, 2011) Keadaan hipnotis meningkatkan memori dan persepsi, serta bisa menjadi pemicu penyembuhan, peningkatan kreatifitas dan perbaikan kualitas hidup lainnya. Kemudian terapi adalah pengobatan.(gunawan, 2009) Jadi jika disimpulkan bahwa hipnoterapi secara harfiah adalah terapi dengan cara hipnotis. Secara istilah hipnoterapi adalah terapi yang digunakan atau diterapkan kepada klien dalam keadaan hipnosis. Banyak definisi mengenai hipnoterapi, karena setiap hipnoterapis memiliki setidaknya satu definisi. Oleh karena itu hipnoterapi adalah sebuah terapi yang popoler yang menggunakan hipnotis sebagai alat bantu yang utama. SEJARAH HIPNOTERAPI Pada dasarnya, perjalanan panjang kaidah keilmuan hipnosis mengalami kemajuan atas dasar kemungkinan-kemungkinan pemanfaatannya untuk kegiatan penyembuhan. Menurut sejarah, kegiatan hipnosis telah dikenal sejak tahun 2980 SM berdasarkan catatan kuno di Mesir yang menuliskan adanya praktik penyembuhan dengan terapi tidur di kul-kuil Mesir yang 128
4 dilakukan oleh seorang penyembuh yang bernama imhotep. (Wong & Hakim, 2009), Awal perkembangan hipnosis modern yang dipertimbangkan kaidah-kaidahnya oleh Franz Anton Mesmer ( ) dalam kegiatan magnetisme pada abad ke-18 pun menitik beratkan pemanfaatannya untuk penyembuhan manusia. Namun, hingga pada masa tersebut masih terdapat kerancuan akan pemanfaatan kondisis tidur seperti ini sehubungan dengan praktikpraktik penyembuhan, seperti apa saja yang mampu dilakukan dalam kondisi ini. Setelah magnetisme yang diperkenalkan oleh Mehmer, beberapa ahli memanfaatkan kondisis tidur untuk kegiatan anesthesia (penghilangan rasa nyeri atau sakit) dan penanganan gangguan saraf, salah satunya dilakukan oleh John Elliotson ( ), seorang doketr berkebangsaan Inggris dan James Esdaile ( ), dokter asal Skotlandia. Hingga atas jasa Jean Martin Charcot ( ), neurologh asal Prancis, hipnotisme mulai diterima di kalangan profesional medis. Saat itu, upaya Charcot dalam mengkaji lebih lanjut tentang fenomena hipnosis masih bersandarkan pada keterkaitannya terhadap neurologis dan fisiolohis. Karena itulah banyak ahli medis yang menganggap kondisi timbul sebagai kegiatan histeria yang terjadi karena gangguan fisik atau somatis. Pemahaman ini tidak lama kemudian dikoreksi oleh Pierre Janet ( ) (LéBlanc, 2001; Putnam, 1989; Van der Kolk & Van der Hart, 1989) dan Sigmund Freud ( ) sebagai kajian psikologis yang tidak berkaitan dengan fisiologis. (Charcot, 2001; Freud, 1978) James Braid adalah orang pertama yang mencoba menjelaskan fenomena mesmerisme dari sudut pandang ilmu psikologi. Ia adalah seorang ahli bedah dan seorang penulis yang produktif dan andal. Ia juga sangat dihormati oleh British Medical Associatian. Pada tahun 1841, ia melakukan pemeriksaan medis pertama terhadap seorang subjek yang berada dalam kondisi trance mesmerisme. Setelah pemeriksaan pertama, ia memulai eksperimen pribadi dan melibatkan rekan kerja yang ia percaya. Dari hasil penelitian yang ia lakukan, akhirnya hipnoterapi dapat dijelaskan dalam kerangka ilmiah dan diterima sebagai suatu teknik pengobatan oleh dunia kedokteran Inggris. Dengan demikian, Braid dipandang sebagai Bapak hipnoterapi.(gunawan, 2005; Khoiriyah, 2013; Wong & Hakim, 2009) Di abad 20 Milton H. Erickson ( ), mengembangkan hipnosis untuk dunia terapi. Dimana Eriskson memanfaatkan hipnosis ini untuk digunakan dalam menterapi seseorang yang memiliki masalah psikis. Banyak korban psikis pasca perang dunia ke II yang berhasil 129
5 diselamatkan oleh Erickson. Metode yang digunakan oleh Erickson inilah yang kemudian sering disebut dengan Ericksonian Hypnotherapy. Metode Erickson inilah yang menandai era Hipnoterapi modern (Gilligan, 2013; IBH, 2010; Peter, 2005; Zeig & Rennick, 1991) Di tahun 1973, dari Santa Cruz, dua orang ilmuwan bernama Richard Bandler dan Professor John Grinder, mengembangkan sebuah ilmu komunikasi yang diturunkan dari Hipnosis. Ilmu ini selanjutnya dikenal sebagai Neuro Linguistic Programming yang biasa dikenal dengan NLP. Dengan NLP, ternyata Bandler dan Grinder tidak saja memperbesar keampuhan hipnoterapi dalam keadaan tidur semata bahkan mengikuti jejak gurunya Erickson, NLP mampu mempercepat pemulihan trauma dalam keadaan sadar dan dalam tempo yang sangat singkat. Selama perang dunia II, hipnosis menjadi alternatif pengobatan bagi para korban perang yang meliputi mengurangi rasa sakit, mengobati gangguan kecemasan (neurosis), dan pengalaman yang traumati yang mengganggu. Dari kegiatan inilah hipnosis menjadi sebuah alternatif penanganan gangguan psikis yang cukup populer. Hingga kahirnya, setelah perang dunia II, hipnosis untuk kegiatan terapi diakui secara berturut-turut oleh lembaga medis dan psikologi di negara Inggris dan Amerika serikat. Pada tahu 1955 diakui penggunaannya oleh British Medical Association (AMA), dan 1960 oleh American Psyichological Association (APA). TINGKAT GELOMBANG OTAK MANUSIA Untuk memahami Hypnosis atau Hypnotherapy secara mudah dan benar, sebelumnya kita harus memahami bahwa aktivitas pikiran manusia secara sederhana dikelompokkan dalam 4 wilayah yang dikenal dengan istilah Brainwave, yaitu : Beta, Alpha, Theta, dan Delta (IBH, 2010) 1. Beta adalah kondisi pikiran pada saat sesorang sangat aktif dan waspada. Kondisi ini adalah kondisi umum ketika seseorang tengah beraktivitas normal. Frekuensi pikiran pada kondisi ini sekitar Cps (diukur dengan perangkat EEG). 2. Alpha adalah kondisi ketika seseorang tengah fokus pada suatu hal (belajar, mengerjakan suatu kegiatan teknis, menonton televisi), atau pada saat seseorang dalam kondisi relaksasi. Frekuensi pikiran pada kondisi ini sekitar 7 14 Cps. 130
6 3. Theta adalah kondisi relaksasi yang sangat ekstrim, sehingga seakan-akan yang bersangkutan merasa tertidur, kondisi ini seperti halnya pada saat seseorang melakukan meditasi yang sangat dalam. Theta juga gelombang pikiran ketika seseorang tertidur dengan bermimpi, atau kondisi REM (Rapid Eye Movement). Frekuensi pikiran pada kondisi ini sekitar Cps 4. Delta adalah kondisi tidur normal ( tanpa mimpi). Frekuensi pikiran pada kondisi ini sekitar Cps. Kondisi Hypnosis sangat mirip dengan kondisi gelombang pikiran Alpha dan Theta. Yang sangat menarik, bahwa kondisi Beta, Alpha, dan Theta, merupakan kondisi umum yang berlangsung secara bergantian dalam diri kita. Suatu saat kita di kondisi Beta, kemudian sekian detik kita berpindah ke Alpha, sekian detik berpindah ke Theta, dan kembali lagi ke Beta, dan seterusnya. KLIEN SEBAGAI SUBJEK Orang yang dihipnosis sebenarnya tidak dalam keadaan tidur dalam pemahaman yang sesungguhnya. Walaupun menggunakan perintah berupa kata 'tidur', kata itu tidak membuat klien tidur sesungguhnya. klien tetap dalam keadaan sadar, serta mampu mengobservasi perilakunya selama dalam keadaan hipnosis. Ia menyadari segala sesuatu yang diperintahkan serta dapat menolak sesuatu yang bertentangan dengan keinginan atau norma-norma umum. Selain itu, sebelum proses ini dilakukan, telah ada kesepakatan antara klien dengan terapis untuk melakukan hipnoterapi. (IBH, 2010). Melakukan hipnoterapi terhadap klien sama halnya dengan melakukan terapi lainnya. klien harus tahu persis mengapa diperlukan bantuan hipnotis dalam terapinya, serta keunggulan apa yang didapatkan dibandingkan model terapi lainnya. Proses hipnoterapi juga harus dilakukan dengan jelas, terbuka, dan tanpa paksaan. Terapis sebagai fasilitator dan klien sebagai subjek perlu menjalani kerjasama yang baik sebelum proses hipnotis dimulai. Pemahaman pasien akan masksud dan tujuan hipnoterapi merupakan kunci efektifitas terapi. Karena itu diperlukan informasi yang jelas dan pemahaman 131
7 yang sama. Hal ini bertujuan agar persepsi yang terbentuk dalam tingkat sadar sejalan dengan persepsi bawah sadar. Secara konvensional, Hipnotherapi dapat diterapkan kepada klien yang memenuhi persyaratan dasar, yaitu : (1). Bersedia dengan sukarela (2). Memiliki kemampuan untuk fokus (3). Memahami komunikasi verbal. (Gunawan, 2009; IBH, 2010) TAHAPAN HIPNOTERAPI Prosedur hipnoterapi sedikit berbeda dengan hipnotis panggung. (Wong & Hakim, 2009). Perbedaan terletak pada prosedurnya, dan yang paling penting bahwa dalam proses hipnoterapi adalah mengantarkan klien pada kondisi hipnosis, dan ini tidak selalu identik dengan tidur yaitu kondisi berkurang efektifitasnya Critical Area. (IBH, 2010). Pada kasus sederhana klien bisa dibantu dalam kondisi mata masih terbuka dan bahkan mata tertutup. Persepsi yang salah selama ini adalah bahwa ketika dihipnosis maka klien akan hilang kesadaran dan tidak mampu mengelola dan mengendalikan diri. Justru dalam proses hipnoterapi clien center therapy dimana kesuksesan proses ditentukan oleh klien. (IBH. 2010) Lebih lanjut adapun prosedur proses tahapan hipnoterapi dimulai dari Pre-Iduction, Suggestibility Test, Induction, Deepening, Therapeutic Procedure, Termination (Gunawan, 2007, 2009; Heap, 2012; Hunter & Eimer, 2012) lebih lanjut akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Pre- Induction (interview) Pada tahap awal ini hinpnoterapis dan klien untuk pertama kalinya bertemu, setelah klien mengisi formulir mengenai data dirinya, hipnoterapis membuka percakapan untuk membangun kepercayaan klien, menghilangkan rasa takut terhadap hipnotis/hipnoterapi dan menjelaskan mengenai hipnoterapi dan menjawab semua pertanyaan klien. Sebelumnya hipnoterapis harus mengenali aspek-aspek psikologis dari klien, antara lain terhadap hipnotis dan seterusnya. Pre-Induction dapat berupa percakapan ringan, saling berkenalan, serta hal-hal lain yang bersifat mendekatkan seorang hipnoterapis secara mental terhadap klien ( rapport building). 132
8 Hipnoterapis juga akan membangun penghargaan mental klien terhadap masalah yang dihadapinya (building mental expectancy). 2. Suggestibility Test Maksud dan uji sugestibilitas adalah untuk menentukan apakah klien termasuk ke dalam orang yang mudah menerima sugesti atau tidak. Selain itu, uji sugestibilitas juga berfungsi sebagai pemanasan dan juga untuk menghilangkan rasa takut terhadap proses hipnoterapi, uji sugestibilitas juga membantu hipnoterapis untuk menentukan teknik induksi yang terbaik bagi sang klien. 3. Induction Induksi adalah cara yang digunakan oleh seorang hipnoterapis untuk membawa pikiran klien berpindah dari pikiran sadar ke pikiran bawah sadar, dengan menembus apa yang dikenal dengan critical area. Saat tubuh rileks, pikiran juga menjadi rileks maka frekuensi gelombang otak dari klien akan turun dari beta, alfa, kemudian theta. Semakin turun gelombang otak, klien akan semakin rileks, sehingga berada dalam kondisi trance. Inilah yang dinamakan kondisi terhipnotis. Hipnoterapis akan mengetahui kedalaman trance klien dengan melakukan depth level test (tingkat kedalaman trance klien). 4. Deepening (Pendalaman Trance) Jika dianggap perlu, hipnoterapis akan membawa klien ke trance yang lebih dalam. Proses ini dinamakn deepening. 5. Therapeutic Procedure Selanjutnya hipnoterapis akan memberikan Berbagai teknik HypnoTherapeutic yang sesuai dengan permasalahan dan kondisi Client. (IBH, 2010) Pada saat klien masih berada dalam kondsi trance, hipnoterapis juga akan memberi post hypnotic suggestion, sugesti yang diberikan kepada klien pada saat proses hipnotis masih berlangsung dan diharapkan terekam terus oleh pikiran bawah sadar klien meskipun klien 133
9 telah keluar dari proses hipnotis. Post hypnotic suggestion adalah salah satu unsur terpenting dalam proses hipnoterapi. 6. Termination Akhirnya dengan teknik yang tepat, hipnoterapis secara perlahan-lahan akan membangunkan klien dari tidur hipnotisnya dan membawanya ke keadaan yang sepenuhnya sadar. Hipnoterapi dan Pemanfaatannya Sekarang, hipnosis untuk keperluan terapi (hipnoterapi) efektif digunakan dalam penanganan gangguan-gangguan yang bersifat psikologis untuk mengubah mekanisme pikiran manusia dalam menginterpretasikan pengalaman hidupnya, serta menghasilkan perubahan pada persepsi dan tingkah laku. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan fakta menarik yang menyatakan bahwa pada dasarnya sekitar 75% dari semua penyakit fisik yang diderita banyak yang bersumber dari masalah mental atau emosi. Karena itu, tidak mengherankan jika hipnoterapi banyak digunakan dalam mengatasi gangguan yang berkenaan dengan kecemasan (axiety), ketegangan ( stress), depresi ( depression), fobia ( phobia); menghilangkan kebiasaan buruk (bad habits), seperti ketergantungan terhadap rokok, alkohol dan obat -obatan; serta pemberdayaan diri, seperti membangkitkan motivasi dan melangsingkan tubuh. Hipnoterapi bahkan bermanfaat dalam kasus-kasus klinis yang berhubungan dengan medis. Beberapa pendapat spekulatif dari sebagian ahli yang menyatakan bahwa saat seseorang berada dalam kondisi hipnosis, tubuhnya menstimulasi otak untuk melepaskan neurotransmiter (zat kimia yang terdapat dalam otak), enchepalin, dan endhorphin yang berfungsi meningkatkan perasaan nyaman sehingga dapat mengubah penerimaan individu terhadap sakit atau gejala fisik lainnya. Bagaimana pun, kenyataannya kondisi hipnosis yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kegiatan anesthesia (mati rasa) dan analgesia (berkurangnya sensasi rasa sakit) sehingga berguna untuk kegiatan-kegiatan medis terkait, seperti pencabutan gigi, pembedahan tanpa obat bius, dan persalinan atau melahirkan. Pakar hipnosis medis S.J. van Pelt mantan presisden British Medical Hypnosis Society pada dekade 1950-an mengatakan bahwa hipnosis efektif untuk dimanfaatkan dalam 134
10 pemeliharaan keseimbangan organ tubuh. Ini karena sara takut, perasaan cemas, dan hal-hal jenis sejenisnya merupakan faktor utama yang memengaruhi kinerja sistem otonom ( automatic nervous system). Kenyataan ini berkaitan dengan mekanisme lawan (fight) atau lari (flight) yang dilakukan oleh fungsi saraf otonom tersebut (melalui fungsi saraf simpatis dan parasimpatis), yang berpengaruh terhadap fungsi pupil mata, saluran nafas, jantung, kelenjar ludah, lambung, dan organ seksual. Pendapat lebih lanjut dikemukakan dalam buku Hypnosis and Counseling in the Treatment of Chronic Illness (2003) yang dirtulis D. Frank dan B. Mooney. Mereka menyatakan bahwa dalam kondisi hipnosis, fungsi amigdala menjadi non-aktif dan menyebabkan sistem saraf otomatis ( automatic nervous system) menjadi lebih relaks. Hal ini memberikan kesempatan kepada tubuh dan sistem kekebalannya untuk mengatur kembali bagian-bagian tubuh sehingga menjadikannya lebih sehat. Fungsi amigdala juga memberikan pengaruh besar terhadap sistem endoktrin, termasuk kelenjar adrenalin dan kelenjar lendir (pituitari) yang mengatur kegiatan hormon tubuh dan sistem saraf otomatis melakukan fungsi kontrol terhadap detak jantung dan tekanan darah. Oleh karena itu, hipnosis sangat bermanfaat pula untuk dimanfaatkan dalam kegiatan perlakuan medis terhadap gangguan penyakit kronis (chronic pain). Kini, beberapa ahli meyakini bahwa dalam kaitannya dengan keterhubungan fungsi tubuh dan pikiran (mind body connection), dengan membimbing seseorang ke dalam kondisi hipnosis memberikan kesempatan untuk memfungsikan pikiran bawah sadarnya mencari permasalahannya sendiri terhadap gangguan tubuh atau penyakit yang dideritanya. Hal ini diungkapkan oleh Muriel Prince Warren dalam bukunya yang berjudul Talking to the Amigdala: Expanding the Science of Hypnosis (2009) dan mengacu pada pernyataan Dr. Davis Spiegel, peneliti Stanford University, dalam kongres tahunan ke-54 The Society of Clinical and Experimental Hypnosis tahun Spegel menyatakan bahwa meskipun masih belum diketahui dengan jelas bagaimana keterkaitan hipnosis dengan mekanisme kerja otak, banyak contoh kasus yang membuktikan bahwa hipnosis dapat membantu seseorang secara efektif dalam mengakses segala macam sumber daya di bawah sadarnya untuk memecahkan masalah dirinya sendiri. banyak keberhasilan dicapai oleh penerapan hipnosis ini, bahkan ketika obat-obatan modern gagal mengatasinya. 135
11 HIPNOSIS DALAM COUNSELING Pada awal perkembangan konseling diawali dengan psychoanalysis di tahun 1960-an, hingga saat ini sudah memasuki abad 21 dimana perkembangannya lebih kepada pendekatatn spiritual dan alternatif. Lebih lengkap dapat dilihat pada Gambar. 2. Kondisi ini menghendaki konselor menguasai lebih banyak lagi pendekatan dan ketrampilan konseling untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh klien. Dalam perkembangan para konselor melakukan praktik dan memanfaatkan berbagai pendekatan psikoterapi seperti RET, CBT, REBT, FBT dan lain sebagainya termasuk Hipnoterapi. Konseling dan psikoterapi merupakan hal yang saling terkait dan dapat saling mendukung satu dengan yang lainnya. Gambar. 2 Counseling Era (Mohd Tajudin Ninggal, 2015) Dalam perkembangan konseling di Indonesi masih banyak konselor yang anti dengan hipnosis bahkan menyatakan bahwa hipnosis bertentangan dengan konseling, pandangan ini bahkan menyatakan bahwa konselor tidak boleh untuk belajar dan menguasi hipnosis dan bahkan juga hipnoterapi. Pandangan ini terlalu sepihak dan datangnya dari kalangan yang sebelumnya melihat hipnosis seperti apa yang ada tayangan TV dan berpandangan bahwa hipnosis adalah kondisi hilangnya kesadaran. 136
12 Justru sebenarnya orang yang dihipnosis sebenarnya tidak dalam keadaan tidur dalam pemahaman yang sesungguhnya (hilang kesadaran). Walaupun menggunakan perintah berupa kata 'tidur', kata itu tidak membuat klien tidur sesungguhnya. klien tetap dalam keadaan sadar, serta mampu mengobservasi perilakunya selama dalam keadaan hipnotis. Ia menyadari segala sesuatu yang diperintahkan serta dapat menolak sesuatu yang bertentangan dengan keinginan atau norma-norma umum. Bahkan hipnosis tidak selalu identik dengan tidur, dalam kondisi membuka mata sekalipun individu bisa dalam kondisi hipnos (hypnosis state) (IBH, 2010). Dalam naskah ini penulis mencoba untuk memberikan titik temu antara konseling dan hipnosis. Sebagaimana kita pahami bahwa hipnosis adalah teknik untuk mem-bypass atau memperkecil peran dari Critical Area, sehingga informasi dapat lebih mudah memasuki Sub- Conscious (IBH, 2010), justru secara prosedur konseling memerlukan kondisi ini dimana disebut juga hypnosis state yaitu salah satu kondisi kesadaran (State of Conscious-ness), dimana dalam kondisi ini manusia lebih mudah menerima saran (informasi). Lebih lanjut dalam proses konseling sendiri hypnosis state contohnya adalah istilah kontak psikologis, dimana terjadi hubungan psikologis antara konselor dengan klien, kontak psikologis ini hanya bisa tercipta jika kondisi konseling dalam kondisi hipnos ( hypnosis state) dimana tidak ada kritikal area klien, klien menerima, mau dan setuju dengan kondisi yang tercipta. Pemanfaatan hipnosis dalam konseling lebih dikenal dengan istilah Hypnocounseling (Gunnison, 1990). Lebih lanjut hypnocounseling mengacu pada penggunaan pola bahasa hipnosis dan kondisi hipnosis dalam hubungan konseling (Gunnison, 1985; Rogers, 1985) sebagai tambahan dan dukungan dari pendekatan utama dan metode konselor dalam konseling (Gestalt,cognitive behavioral, TA, reality, rational emotive (RET), or the brief-systemic therapies etc). Sehingga Hypnocounseling dapat berfungsi sebagai salah satu teknik eklektik dalam konseling. Lebih lanjut beberapa teknik yang digunakan konselor dalam proses konseling merupakan salah satu teknik hipnoterapi, seperti kursi kosong dalam hipnoterpi dikenal dengan Chair Therapy; rileksasi yang dalam hipnoterapi dikenal dengan Extended Progressive Relaxation ; dan teknik desensitisasi (IBH. 2010), Ini berarti bahwa sebenarnya dalam konseling konselor telah menggunakan beberapa teknik hipnosis. Sehingga pemahaman tidak sadar atau diluar kesadaran yang dipahami selama ini tidaklah benar karena sesungguhnya proses sesi hipnosis 137
13 salah satunya persis seperti apa yang dialami saat melakukan rileksasi dalam konseling artinya masih dalam batas kesadaran. Untuk meningkatkan pelayanan maka konselor memerlukan ketrampilan hipnosis yang bisa dijadikan salah satu ketrampilan yang perlu dikuasai sehingga proses konseling dapat dilakukan lebih baik lagi dan lebih kaya lagi untuk mengentaskan permasalahan klien yang semakin komplek. Tidak hanya hipnosis justru ketrampilan psikoterapi lainnya dapat memperkaya pengetetahuan dan ketrampilan konselor. KESIMPULAN Konseling dan hipnoterapi sama-sama bertujuan untuk mengentaskan permasalahan psikologis yang dialami klien. Tidak beralasan jika konselor menghindari hipnosis atau bahkan tidak mau mempelajari hipnoterapi, Justru beberapa teknik yang digunakan konselor dalam proses konseling merupakan salah satu teknik hipnoterapi, seperti kursi kosong rileksasi, dan pada kenyataannya kondisi konseling menghendaki hypnosis state pada tahap pembinaan dimana klien sudah dalam keadaan terbuka, menerima dan tidak menolak solusi permasalahan yang dihadapi klien. Dan Hipnoterapi juga kien populer di dunia dengan tingkat keefektifan yang tinggi dan cepat. Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari hipnoterapi, karena selain dari cepat dan efektif dalam penyembuhan masalah kejiwaan, terapi ini juga dapat meningkatkan kompetensi dan kreatifitas anak sekolah maupun mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA Adiyanto. 2007, Hipnosis penurunan rasa nyeri Pengamatan Efek Hypnosis Pada Otak Melalui Brain Imaging Amalia, T. Z Spiritual Confidence Enhancing A Pedagogical Approach. EDUKASIA, 10(1). Anggraini, R Pengaruh intensitas mengikuti bimbingan keagamaan Islam terhadap kesehatan mental penghuni LP Klas II A Wanita Semarang. UIN Walisongo. 138
14 Charcot, J.-M La fe que cura. Revista de la Asociación Española de Neuropsiquiatría, 21(77): Cohen, S., & Herbert, T. B Health psychology: Psychological factors and physical disease from the perspective of human psychoneuroimmunology. Annual review of psychology, 47(1): Calabrò, R. S., Cacciola, A., Bramanti, P., & Milardi, D. (2015). Neural correlates of consciousness: what we know and what we have to learn! Nceurological Sciences, 1-9. Fell, V., Pollitt, R. J., Sampson, G. A., & Wright, T Ornithinemia, hyperammonemia, and homocitrullinuria: a disease associated with mental retardation and possibly caused by defective mitochondrial transport. American Journal of Diseases of Children, 127(5): Freud, S Charcot (1893). The standard edition of the complete psychological works of Sigmund Freud. Gilligan, S. G Therapeutic trances: The co-operation principle in Ericksonian hypnotherapy: Routledge. Gunawan, A. W Hypnosis: the art of subconscious communication: meraih sukses dengan kekuatan pikiran: Gramedia Pustaka Utama. Gunawan, A. W The Secret of Mindset: Gramedia Pustaka Utama. Gunawan, A. W Hypnotherapy The Art of Subconscious Restructuring: PT Gramedia Pustaka Utama. Gunnison, H The uniqueness of similarities: parallels of Milton H. Erickson and Carl Rogers. Journal of Counseling & Development, 63(9): Gunnison, H Hypnocounseling: Ericksonian hypnosis for counselors. Journal of Counseling & Development, 68(4): Hakim, A Dahsyatnya Pikiran Bawah Sadar: VisiMedia. Heap, M Role and uses of hypnosis in psychological treatment. Hypnotherapy: A Handbook: A handbook: 22. Hunter, C. R., & Eimer, B The art of hypnotic regression therapy: A clinical guide: Crown House Publishing. IBH Modul Fundamental Hipnoterapi Workshop. Jakarta: The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH). 139
15 Khoiriyah, M Tinjauan hukum Islam terhadap hipnosis forensik sebagai metode pembuktian dalam tindak pidana. IAIN Walisongo. LéBlanc, A The origins of the concept of dissociation: Paul Janet, his nephew Pierre, and the problem of post-hypnotic suggestion. History of Science, 39: Mohd Tajudin Ninggal Empowering Gen-Y through Creativity in Counseling. Padang, Paper presented at International Counseling Seminar Nuryati, N Metode Psikoterapi Al-Qur an Sebagai Pencegahan Penyakit Psikosomatik. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA. Peter, B Gassner s exorcism not Mesmer s magnetism is the real predecessor of modern hypnosis. International journal of clinical and experimental hypnosis, 53(1): Putnam, F. W Pierre Janet and modern views of dissociation. Journal of Traumatic Stress, 2(4): Rogers, C. R Reaction to Gunnison's article on the similarities between Erickson and Rogers. Journal of Counseling & Development, 63(9): Svorad, D Reticular Activating System of Brain Stem and. Science, 125: 156. Van der Kolk, B. A., & Van der Hart, O Pierre Janet and the Breakdown of Adaptation. Am J Psychiatry, 146(12): 1S30-31S40. Wong, W., & Hakim, A Dahsyatnya Hipnosis: VisiMedia. Zeig, J. K., & Rennick, P. J Ericksonian hypnotherapy: A communications approach to hypnosis. 140
LEBIH DEKAT & SEHAT DENGAN HYPNOTHERAPY *Oleh : Suci Riadi Prihantanto, CHt (Indigo Hypnosis & Hypnotherapy)
LEBIH DEKAT & SEHAT DENGAN HYPNOTHERAPY *Oleh : Suci Riadi Prihantanto, CHt (Indigo Hypnosis & Hypnotherapy) Apakah hipnoterapi Itu? Hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari
Anda akan belajar langsung dari Master Hipnotis IHA (Indonesian Hypnosis Association).
1 Pusat Pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi Indonesia Indonesian Hypnosis Association Jln. Raya Welahan-Jepara Km. 2, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. +622913408700, 081390390132, 081252777720, [email protected]
INDRA MAJID Mind Technology Expert International Certified Hypnotherapist Trainer of Hypnosis Trainer
Pusat Pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi Indonesia Indonesian Hypnosis Association Jln. Raya Welahan-Jepara Km. 2, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. +622913408700, 081390390132, 081252777720, [email protected]
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipnoterapi adalah salah satu cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah kognisi (pikiran), afeksi (perasaan), dan perilaku.
HypnoSelling: Hipnotis dalam Penjualan. Yassin
HypnoSelling: Hipnotis dalam Penjualan Yassin Krisnanegara @yassinkrisna 1 2 Sejarah Hipnosis Abad 18 Fr. Joseph Gassner (1727-1779) Marquis Chastenet De Puysegur Dr. James Esdaile (1808 1859) Traditional
Written by Administrator Wednesday, 17 March :00 - Last Updated Thursday, 28 January :47
There are no translations available. N'Powerment Private Class Bagi siapapun anda, apapun profesi anda (psikolog, psikiater, dokter, pengusaha, sales, tenaga pengajar, ibu rumah tangga, karyawan, dsb)
Apakah Hipnosis/Hipnoterapi Berbahaya?
Apakah Hipnosis/Hipnoterapi Berbahaya? With great power comes great responsibility Sebelum menjelaskan lebih lanjut saya ingin kita menyamakan dulu persepsi kita mengenai hipnosis, agar kita bisa berpikir
Ditulis oleh Administrator Jumat, 02 May :00 - Terakhir Diperbaharui Selasa, 27 November :10
Sejarah Hypnosis Berdasarkan pictograph yang ada, penggunaan hypnosis sudah ada sejak lama sebelum sejarah itu sendiri dicatat. Di Eber Papyrus yang telah berusia kurang lebih 3000 tahun mengkisahkan seorang
Hypnosis: The Art of Subconscious Communication
Hypnosis: The Art of Subconscious Communication As human beings, we can never know reality. We can only know our perceptions of reality. NLP Program Saat ini masyarakat Indonesia mulai mengenal hipnosis,
KESADARAN Rah a ay a u G i G n i in i ta t s a a s s a i s
KESADARAN Rahayu Ginintasasi A. Pengertian Kesadaran Secara harfiah, kesadaran sama artinya dengan mawas diri (awareness). Kesadaran juga bisa diartikan sebagai kondisi dimana seorang individu memiliki
INDRA MAJID Mind Technology Expert International Certified Hypnotherapist Trainer of Hypnosis Trainer
Pusat Pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi Indonesia Indonesian Hypnosis Association Jln. Raya Welahan-Jepara Km. 2, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. +622913408700, 081390390132, 081252777720, [email protected]
Ditulis oleh Administrator Selasa, 05 Juni :09 - Terakhir Diperbaharui Senin, 02 Desember :35
HUBUNGI LANGSUNG NSK NUGROHO, MCH, CHt DI 0818-150543 atau 0816-972603 (Sampaikan bahwa anda mendapat info dari web site ini) PROFESSIONAL HYPNOTHERAPY TRAINING Bagi Siapa? Pelatihan ini berguna bagi siapapun
Event Organizer. Fundamental Hypnotherapy Workshop. Angga Pratama
School of Hypnotism Event Organizer Fundamental Hypnotherapy Workshop School of Hypnotism Fundamental Hypnotherapy Workshop Hypnosis telah dipelajari secara ilmiah lebih dari 200 tahun. Banyak studi klinis
Proposal Pelatihan Rev Medical Hypnosis. Aplikasi Teknik Hipnosis untuk Pengobatan Medis. IPHI
Proposal Pelatihan Rev. 0.1 Medical Hypnosis Aplikasi Teknik Hipnosis untuk Pengobatan Medis Sasaran Program : Pelatihan bagi anda yang ingin memaksimalkan layanan kesehatan secara Holistik mencakup mental
Gordon Emmerson (2007) Program Magister Psikologi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT The study was conducted to see the application of hypnotherapy program to reduce the degree of anxiety on a client who had a phobia in the clinic "X" Bandung. Subjects were hypnotherapy clients
Pusat Pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi Indonesia Indonesian Hypnosis Association
Pusat Pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi Indonesia Indonesian Hypnosis Association Jln. Brantak Sekarjati No. 29 Welahan, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. 085329990001, 085329999633, [email protected]
PAIN MANAGEMENT. (Hypnosis Method)
PAIN MANAGEMENT (Hypnosis Method) Pernahkah Anda melihat ada seseorang ketika akan disuntik ketakutan, sehingga terdengar sedikit mengerang bahkan jika orang tersebut anak-anak bisa sampai menangis, atau
Hypno Selling Rahasia Sales Superstar Meraih Penjualan Jutaan Dolar Pertahun
Hypno Selling Rahasia Sales Superstar Meraih Penjualan Jutaan Dolar Pertahun Oleh: M. Anshar Akil, ST, MSi, CHt The Best Motivator in Makassar email: [email protected] Mobile: 081524004858 (Revisi,
Manfaat Hypnosis 3 JURUS JITU HYPNOLEARNING
Manfaat Hypnosis Tidak ada seorang pun yang mampu memberikan perhitungan yang tepat dan secara pasti tentang manfaat hypnosis, karena hampir di setiap bidang apa pun dalam kehidupan kita melibatkan pikiran,
Ultimate Hypnotherapy
Proposal Pelatihan Rev. 0.1 Ultimate Hypnotherapy Seni Memanfaatkan Hypnosis untuk Penyembuhan Sasaran Program : Pelatihan bagi anda yang ingin fokus menggunakan teknik Hypnosis untuk Therapy dan Self
HIPNOTIS MODERN MENGENAL. Oleh: Indra Majid Mind Technology Expert
MENGENAL HIPNOTIS MODERN E-book ini akan membuka pintu pengetahuan Anda tentang hipnotis modern yang sepenuhnya ilmiah. Oleh: Indra Majid Mind Technology Expert WWW.INDRAMAJID.COM KATA PENGANTAR Di Indonesia,
Muvtizar Solichin
Version 1.0 My Activity : Self-Development & Communication Specialist Muvtivator, Train-er and Consultant NLP and Hypnosis Practitioner Author of Motivation and Communication Book Muvtizar Solichin (@KangMuvti)
BAB IV ANALISIS HASIL DATA PENELITIAN. dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. 77
BAB IV ANALISIS HASIL DATA PENELITIAN A. Temuan Penelitian Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola kategori dan suatu uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Masalah Komunikasi merupakan kebutuhan manusia yang paling penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan komunikasi manusia berinteraksi antar satu individu dengan
FIRMAN FARADISI J
PERBEDAAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI MUROTAL DENGAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS DI RUMAH SAKIT Dr.MOEWARDI SURAKARTA SKRIPSI Diajukan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Pustaka 1. Anak Usia 8 10 Tahun Anak usia 8-10 tahun tergolong usia sekolah dasar. Usia sekolah dasar 6-12 tahun sudah dapat mereaksi rangsangan intelektual, atau melaksanakan
INDRA MAJID Mind Technology Expert International Certified Hypnotherapist Trainer of Hypnosis Trainer
Pusat Pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi Indonesia Indonesian Hypnosis Association Jln. Raya Welahan-Jepara Km. 2, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. +622913408700, 081390390132, 081252777720, [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kecemasan adalah suatu sinyal yang menyadarkan, kecemasan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kecemasan adalah suatu sinyal yang menyadarkan, kecemasan memperingatkan adanya bahaya yang mengancam dan memungkinkan seseorang mengambil tindakan untuk mengatasi
PENELITIAN PENGARUH TERAPI MUSIK RELIGI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2012
PENELITIAN PENGARUH TERAPI MUSIK RELIGI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2012 Penelitian Keperawatan Jiwa SITI FATIMAH ZUCHRA BP. 1010324031
Ringkasan Singkat Belajar hipnotis
Ringkasan Singkat Belajar hipnotis Ebook yang berisi tentang ringkasan saat masa orientasi pada salah satu sekolah hipnotis, yang berada di indonesia Ebook ini berisi tentang: 1. Pengenalan Hipnotis 2.
Apa Saja Manfaat Hipnotis? Dan Mengapa Anda Perlu Mempelajarinya?
Apa Saja Manfaat Hipnotis? Dan Mengapa Anda Perlu Mempelajarinya? Banyak orang mengira yang menganggap hipnotis adalah ilmu gaib atau identik dengan kejahatan yang banyak diberitakan media masa. Beberapa
BAB I PENDAHULUAN. Fobia sering kali dimiliki seseorang. Apabila terdapat perasaan takut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fobia sering kali dimiliki seseorang. Apabila terdapat perasaan takut akan sesuatu yang terkadang tidak mengidap sesuatu adalah lucu dan aneh, tetapi bagi orang yang
BAB I PENDAHULUAN. Hampir semua perasaan takut bermula dari masa kanak-kanak karena pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Hampir semua perasaan takut bermula dari masa kanak-kanak karena pada masa ini anak belum memiliki kemampuan berpikir yang baik. Hal ini membuat mereka
267 Bacaan Pengantar untuk Fasilitator LAMPIRAN
267 Bacaan Pengantar untuk Fasilitator LAMPIRAN 268 Bacaan Pengantar untuk Fasilitator 269 Sekilas NLP SEJARAH NLP Sejarah NLP (Neuro Linguistic Programming) bermula di California pada awal 1972 ketika
Saya berharap bahwa dengan Paket CD ini anda mendapatkan sesuatu yang mudah dalem meningkatkan kecerdasan anda.
Paket CD Brain Booster-Kecerdasan, Konsentrasi, Daya Ingat dan Kreativitas ini adalah Produk Best Seller, anda dapat memilih audio sesuai dengan kebutuhan anda dalam meningkatkan kemampuan otak. Ada 5
Essence Hypnosis. Apa itu. Essence Hypnosis. Program Tepat untuk anda yang ingin mengenal, merasakan, dan mempraktekan Hypnosis yang sebenarnya
Proposal Pelatihan Rev.1.0 Materi Program Materi dari Program yang akan diajarkan pada Workshop atau pelatihan Page 2 Investasi Investasi dan biaya paket program yang disesuaikan dengan program yang anda
BAB I PENDAHULUAN. sering kali menghadapi masalah baik itu anak yang hiperaktif, anak yang nakal,
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Anak merupakan generasi masa depan sebagai penerus bangsa, dan merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi setiap orang tua apabila memiliki anak-anak yang sehat baik
Ditulis oleh Administrator Rabu, 14 Desember :00 - Terakhir Diperbaharui Kamis, 10 November :24
Ir. NSK Nugroho, MBA, MCH, CHt HypnoTherapist - Hypnotist Trainer - Coach - Instructor Membantu Anda menemukan dan membangkitkan, serta memperkuat nilai-nilai dan potensi positif dalam diri Anda dalam
Cerai Dengan Rokok Dalam 20 Hari
Cerai Dengan Rokok Dalam 20 Hari Kupas Tuntas Strategi Sukses & Cerdas Untuk Berhenti Merokok Recomended BOOK Suci Riadi Prihantanto, C.Ht.,CI ( Abi Zaky Mubarok ) Konselor Hipnoterapis & Sufistik Psikoterapi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. tekanan mental atau beban kehidupan. Dalam buku Stress and Health, Rice (1992)
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Stres 2.1.1 Definisi Stres dan Jenis Stres Menurut WHO (2003) stres adalah reaksi atau respon tubuh terhadap tekanan mental atau beban kehidupan. Dalam buku Stress and Health,
Tidur = keadaan bawah sadar dimana orang tsb dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya
Definisi : Tidur = keadaan bawah sadar dimana orang tsb dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya Koma = keadaan bawah sadar dimana orang tsb tidak dapat dibangunkan
BAB I PENDAHULUAN. Untuk Hipnoterapi sendiri dapat dikembangkan menjadi tiga jenis yaitu Hipnolearning, Hipnoteaching Dan Hipnoparenting.
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Suatu hal yang munkin sudah tidak asing bagi orang lain dan masih baru untuk kita ketahui. Cukup dengan kata Hipnotis & Hipnoterapi, ini merupakan suatu penemuan yang
BAB I PENDAHULUAN. telah mewujudkan hasil yang positif di berbagai bidang, yaitu adanya. dan bertambah cenderung lebih cepat (Nugroho, 2000).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan keberhasilan pemerintah dalam pembangunan nasional, telah mewujudkan hasil yang positif di berbagai bidang, yaitu adanya kemajuan ekonomi, perbaikan lingkungan
KENAKALAN DAN DEGRADASI REMAJA
KENAKALAN DAN DEGRADASI REMAJA Judul Esai Generasi Muda Butuh Hipnoterapi Untuk Mengatasi Kenakalan Dan Degradasi Moral Remaja Diajukan untuk Mengikuti Kompetisi LOMBA ESAI NASIONAL PENDIDIKAN NONFORMAL
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Akhir-akhir ini berbagai bencana terjadi di Indonesia. Dimulai dari gempa bumi, tsunami, banjir bandang hingga letusan gunung merapi. Semua bencana tersebut tentu saja
METODE FUTURE PACING HYPNOTHERAPY UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA BARU
METODE FUTURE PACING HYPNOTHERAPY UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA BARU Zahro Varisna Rohmadani Universitas Aisyiyah Yogyakarta Email : [email protected] Abstract: This study aims
BAB I PENDAHULUAN. membuka dinding perut dan dinding uterus (Sarwono, 2005). Sectio caesarea
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Operasi atau pembedahan merupakan salah satu bentuk terapi pengobatan dan merupakan upaya yang dapat mendatangkan ancaman terhadap integritas tubuh dan jiwa
Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar. (Peace Of Mind)
Review Buku Peace of Mind 1 Membangkitkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar (Peace Of Mind) Otak merupakan organ dalam tubuh manusia yang sangat penting. Otak merupakan anugerah istimewa dari sang pemberi hidup
Edukasi Kesehatan Mental Intensif 15. Lampiran A. Informed consent (Persetujuan dalam keadaan sadar) yang digunakan dalam studi ini
Edukasi Kesehatan Mental Intensif 15 Lampiran A. Informed consent (Persetujuan dalam keadaan sadar) yang digunakan dalam studi ini PERSETUJUAN DALAM KEADAAN SADAR UNTUK BERPARTISIPASI SEBAGAI SUBJEK RISET
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Musik merupakan salah satu hal yang tidak dapat lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Musik dan pengobatan mempunyai hubungan yang erat sejak dahulu kala, ini dapat
Strategi pemulihan gangguan jiwa berdasar stress vulnerability model
Materi ini merupakan salah satu Bahan kuliah online gratis Bagi anggota keluarga, relawan kesehatan jiwa Dan perawat pendamping Strategi pemulihan gangguan jiwa berdasar stress vulnerability model Oleh:
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Musik adalah segala sesuatu yang memberikan efek menyenangkan, keceriaan, dan mempunyai irama (ritme) melodi, timbre tertentu untuk membantu tubuh dan pikiran saling
BAB 2 DATA DAN ANALISA. Data dan informasi untuk mendukung proyek tugas akhir ini diperoleh dari berbagai
BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Sumber Data Data dan informasi untuk mendukung proyek tugas akhir ini diperoleh dari berbagai sumber antara lain: 1. Data Literatur - Artikel surat kabar Berikut ini adalah sepenggal
BAB 1 PENDAHULUAN. operasi melalui tiga fase yaitu pre operasi, intraoperasi dan post. kerja dan tanggung jawab mendukung keluarga.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Tindakan operasi
BAB I PENDAHULUAN. sering terjadi di masyarakat dewasa ini. Di tengah jaman yang semakin global,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berbagai macam penyakit akibat gaya hidup yang tidak sehat sangat sering terjadi di masyarakat dewasa ini. Di tengah jaman yang semakin global, banyak stresor dan
Created by: Rahayu Ginintasasi
Created by: Rahayu Ginintasasi Freud berkebangsaan Austria, lahir 6 Mei 1856 di Pribor, (ketika itu) Austria, lalu bersama keluarganya pindah ke Wina dan terus tinggal di kota itu. Ia berasal dari keluarga
Culture and Treatment of Abnormal Behavior
Culture and Treatment of Abnormal Behavior OLEH: DR. ASIH MENANTI, MS Introduction: - Kebudayaan berperan penting dalam mendefinisikan abnormalitas. - Faktor budaya tersebut mempengaruhi kemampuan psikolog
BAB I PENDAHULUAN. prosedur pembedahan. Menurut Smeltzer dan Bare, (2002) Pembedahan / operasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tindakan operasi merupakan pengalaman yang biasa menimbulkan kecemasan, kecemasan biasanya berhubungan dengan segala macam prosedur asing yang dijalani pasien dan juga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perjalanan kehidupan manusia berada dalam rentang toleransi dan keseimbangan yang dinamis terhadap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perjalanan kehidupan manusia berada dalam rentang toleransi dan keseimbangan yang dinamis terhadap tekanan baik internal maupun eksternal. Istilah kecemasan
HYPNOSIS MOTIVATION. Melejitkan Diri Menjadi Sang Juara
HYPNOSIS MOTIVATION Melejitkan Diri Menjadi Sang Juara HSQ INDONESIA Perumahan Griya Karadenan Indah Blok A/1B Jl.Raya Pemda Karadenan Cibinong Kabupaten Bogor Telp : 0251-8657100, 0817 6064 508, 0812
BAB I PENDAHULUAN. anak-anak yang berkualitas agar dapat melanjutkan cita-cita bangsa dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebagai bangsa yang sedang berkembang, Indonesia sangat memerlukan anak-anak yang berkualitas agar dapat melanjutkan cita-cita bangsa dan pembangunan kelak di kemudian
ABSTRAK. Kata Kunci: Manajemen halusinasi, kemampuan mengontrol halusinasi, puskesmas gangguan jiwa
ABSTRAK Halusinasi adalah gangguan jiwa pada individu yang dapat ditandai dengan perubahan persepsi sensori, dengan merasakan sensasi yang tidak nyata berupa suara, penglihatan, perabaan, pengecapan dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Pustaka 1. Kecemasan Kecemasan seringkali berkaitan dengan perasaan yang tidak pasti dan tidak berdaya. Kecemasan ditandai dengan adanya perasaan ketakutan atau kekhawatiran
BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan uji hasil olah data descriptive tingkat kecemasan di kedua kelompok yakni
digilib.uns.ac.id BAB IV PEMBAHASAN A. Pembahasan Berdasarkan uji hasil olah data descriptive tingkat kecemasan di kedua kelompok yakni kelompok intervensi hypnobirthing dan kelompok kontrol didapatkan
BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan dengan cepat, tepat dan benar. Diberikan melalui
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Instalasi gawat darurat merupakan salah satu unit di rumah sakit yang dapat memberikan pelayanan dengan cepat, tepat dan benar. Diberikan melalui standart tim kesehatan
BAB I PENDAHULUAN. dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2007 dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih memerlukan perhatian yang serius. 1 Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan
BAB 1 PENDAHULUAN. Operasi adalah tindakan pengobatan yang banyak menimbulkan kecemasan,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Operasi adalah tindakan pengobatan yang banyak menimbulkan kecemasan, sampai saat ini sebagian besar orang menganggap bahwa semua pembedahan yang dilakukan adalah pembedahan
I. PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia saat ini
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia saat ini tidak dapat dipungkiri berdampak pada perubahan di seluruh aspek kehidupan, khususnya terhadap
Kata Kunci: Pengetahuan Mahasiswi, Persalinan, Hypnobirthing
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWI KEBIDANAN TENTANG PERSALINAN DENGAN HYPNOBIRTHING DI AKADEMI KEBIDANAN MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN Gusni Rahmarianti Akademi Kebidanan Manna Abstrak: Hypnobirthing
NYERI DAN EFEK PLASEBO
NYERI DAN EFEK PLASEBO NYERI APA YANG DIMAKSUD DENGAN NYERI? Teori Nyeri terdahulu: Nyeri merupakan Sensasi Dideskripsikan sebagai berikut: 1. Kerusakan jaringan menyebabkan sensasi nyeri 2. Keterlibatan
BAB I PENDAHULUAN. A. Konteks Penelitian (Latar Belakang Masalah) (WHO), Setiap tahun jumlah penderita kanker payudara bertambah sekitar tujuh
1 BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian (Latar Belakang Masalah) Salah satu jenis kanker yang paling ditakuti oleh para wanita adalah kanker payudara (Rahmah, 2009). Menurut data organisasi kesehatan
1. Bab II Landasan Teori
1. Bab II Landasan Teori 1.1. Teori Terkait 1.1.1. Definisi kecemasan Kecemasan atau dalam Bahasa Inggrisnya anxiety berasal dari Bahasa Latin angustus yang berarti kaku, dan ango, anci yang berarti mencekik.
Peranan Hypnosis/ Hypnotherapy Dalam Motivasi dan Empowerment
Peranan Hypnosis/ Hypnotherapy Dalam Motivasi dan Empowerment Setelah memahami hypnotherapy dan keefektifannya dalam proses penyembuhan, sekarang akan ditinjau kaitan hypnosis atau hypnotherapy dalam motivasi
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. mengambil 7 subjek mahasiswa yang mengalami kecemasan tinggi.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 1.1 Gambaran Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa BK-FKIP UKSW yang sedang menyusun skripsi yaitu sebanyak 40 orang. Dari 40 mahasiswa
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR. NIKEN ANDALASARI
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR. NIKEN ANDALASARI KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR Niken Andalasari 1 Kebutuhan Istirahat dan tidur Istirahat sangat luas jika diartikan meliputi kondisi santai, tenang, rileks,
awal 1972 ketika Richard Bandler, mahasiswa University of Santa Cruz bersepakat dengan John Grinder, profesor bahasa, untuk mempelajari
Lampiran SEJARAH NLP Sejarah NLP (Neuro Linguistic Programming) bermula di California pada awal 1972 ketika Richard Bandler, mahasiswa University of Santa Cruz bersepakat dengan John Grinder, profesor
Dra. Rahayu Ginintasasi, M.Si
KESADARAN Dra. Rahayu Ginintasasi, M.Si Pengertian Kesadaran Secara harfiah, kesadaran sama artinya dengan mawas diri (awareness). Kesadaran juga bisa diartikan sebagai kondisi dimana seorang individu
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR. Niken Andalasari
KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR Niken Andalasari 1 Kebutuhan Istirahat dan tidur Istirahat sangat luas jika diartikan meliputi kondisi santai, tenang, rileks, tidak stress, menganggur,.. Namun tidak berarti
BAB I PENDAHULUAN. Anak yang datang ke dokter gigi saat berada di dalam ruangan tidak jarang tiba-tiba
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak sejak dini harus diperkenalkan untuk datang berkunjung ke dokter gigi, bahkan sebelum gigi anak itu tumbuh karena kesempatan itu dapat dimanfaatkan oleh orang
BAB I PENDAHULUAN. ditandai dengan perasaan tegang, pikiran khawatir dan. perubahan fisik seperti meningkatnya tekanan darah.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Kazdin (2000) dalam American Psychological Association mengatakan kecemasan merupakan emosi yang ditandai dengan perasaan tegang, pikiran khawatir dan perubahan
BAB 1 PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhan kesehatan bagi masyarakat. Menanggapi hal ini,
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi keperawatan dewasa ini adalah memenuhi kebutuhan kesehatan bagi masyarakat. Menanggapi hal ini, keperawatan telah memberikan
HYPNOTEACHING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
1 JURNAL EDUTAMA, Vol 4, No. 2 Juli 2017 HYPNOTEACHING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Agus Budianto dan Nara Setya Wiratama Dosen Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas Nusantara PGRI Kediri Email: [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. lingkungan fisik yang tidak sehat, dan stress (Widyanto, 2014).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lanjut usia merupakan individu yang berada pada tahapan dewasa akhir yang usianya dimulai dari 60 tahun keatas. Setiap individu mengalami proses penuaan terlihat dari
MODUL VII COGNITIVE THERAPY AARON BECK
www.mercubuana.ac.id MODUL VII COGNITIVE THERAPY AARON BECK Aaron Beck adalah psikiater Amerika yang merintis penelitian pada psikoterapi dan mengembangkan terapi kognitif. Ia dianggap sebagai bapak cognitive
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju masa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa, salah satu dari tugas perkembangan kehidupan sosial remaja ialah kemampuan memahami
BAB I PENDAHULUAN. mengalami gangguan fungsi mental berupa frustasi, defisit perawatan diri, menarik diri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) merupakan salah satu permasalahan yang menjadi ancaman serius bagi Bangsa Indonesia. Penyalahgunaan NAPZA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya gangguan pikiran, persepsi, emosi, gerakan dan perilaku yang aneh. Penyakit ini
BAB V PEMBAHASAN. spiritual terhadap penurunan tingkat stress remaja di LPKA Kelas I Blitar.
BAB V PEMBAHASAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya dan keterbatasan yang ditemui selama proses penelitian berlangsung. Penelitian ini bertujuan
BAB I PENDAHULUAN. sebagian besar penyakit yang menyebabkan penderita mencari pertolongan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gangguan pada saluran pencernaan (gastrointestinal) merupakan sebagian besar penyakit yang menyebabkan penderita mencari pertolongan medik. Kasus pada sistem gastrointestinal
BAB 1 PENDAHULUAN. terhentinya suplai darah ke otak karena sumbatan (stroke iskemik) atau
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke merupakan penyakit atau gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf (defisit neurologik) akibat terhambatnya aliran darah ke otak. Secara sederhana stroke
PERSPEKTIF TERPADU: ALTERNATIF TERBAIK ATAS KONSELING KONVENSIONAL. Wening Cahyawulan 1 Arga Satrio Prabowo 2
140 Perspektif Terpadu: Alternatif Terbaik atas Konseling Konvensional PERSPEKTIF TERPADU: ALTERNATIF TERBAIK ATAS KONSELING KONVENSIONAL Wening Cahyawulan 1 Arga Satrio Prabowo 2 Abstrak Berbagai teori
BAB I PENDAHULUAN. Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, modernisasi dan globalisasi tidak dapat dihindari lagi oleh setiap negara di dunia. Begitu pula halnya
Anda akan belajar langsung dari Master Hipnotis IHA ( Indonesian Hypnosis Association)
Pusat Pelatihan Hipnotis dan Hipnoterapi Indonesia Indonesian Hypnosis Association Jln. Raya Welahan-Jepara Km. 2, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. 085329990001 / 085329999633, [email protected] www.indohypnosis.com
BAB I PENDAHULUAN. bertahun-tahun ini oleh ahli-ahli di bidang psikosomatik menunjukkan bahwa
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Nyeri adalah suatu fenomena yang kompleks, dialami secara primer sebagai suatu pengalaman psikologis. Penelitian yang berlangsung selama bertahun-tahun ini oleh ahli-ahli
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada prinsipnya sebagai makhluk sosial, antara individu yang satu dengan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada prinsipnya sebagai makhluk sosial, antara individu yang satu dengan yang lainnya pasti membutuhkan kerjasama. Ketergantungan manusia satu dengan yang lain merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Sistem Kesehatan Nasional (SKN) tahun 2009 menyebutkan bahwa pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan
BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Sistem Kesehatan Nasional (SKN) tahun 2009 menyebutkan bahwa pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa untuk meningkatkan kesadaran,
BAB I PENDAHULUAN. memperlancarkan darah dari zat toksin dan berbagai zat sisa. mengatur keseimbangan asam basa, mempertahankan volume dan
1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi untuk memperlancarkan darah dari zat toksin dan berbagai zat sisa metabolisme tubuh yang tidak diperlukan.
