PKM ITS Program Kemitraan dan Mandiri LAPORAN PELAKSANAAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITS PROGRAM SARJANA TAHUN AKADEMIK 2017/2018

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PKM ITS Program Kemitraan dan Mandiri LAPORAN PELAKSANAAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITS PROGRAM SARJANA TAHUN AKADEMIK 2017/2018"

Transkripsi

1 PKM ITS Program Kemitraan dan Mandiri LAPORAN PELAKSANAAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITS PROGRAM SARJANA TAHUN AKADEMIK 2017/2018 PANITIA PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITS KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER DIREKTORAT AKADEMIK TAHUN 2017

2 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan ke hadlirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan limpahan rahmat-nya sehingga kegiatan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru ITS Tahun Ajaran 2017/2018 melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri melalui Program Kemitraan dan Mandiri (PKM) Tahun 2017 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya secara umum telah dapat diselenggarakan dengan lancar dan akuntabel. SNMPTN Tahun 2017 diikuti oleh peminat dari 2698 sekolah dari seluruh Indonesia. Peminat SBMPTN Tahun 2017 sebesar yang terdiri dari Bidikmisi dan Reguler. Sedangkan peserta seleksi PKM sebanyak 660 dari Program Kemitraan dengan 49 mitra, dan dari Program Mandiri. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, juncto Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, juncto Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 45 Tahun 2015 tentang i

3 Perubahan atas Permenristekdikti Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri, pola penerimaan mahasiswa baru program Sarjana dilakukan melalui: Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri. SNMPTN 2017 merupakan seleksi mahasiswa baru yang dilakukan oleh PTN berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik calon mahasiswa. SBMPTN 2017 adalah seleksi yang dilakukan oleh PTN secara bersama di bawah koordinasi Panitia Pusat dengan seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dalam bentuk cetak (Paper Based Testing) atau menggunakan komputer (Computer Based Testing), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa. Seleksi Mandiri merupakan penerimaan mahasiswa baru secara mandiri yang dilaksanakan sendiri oleh PTN yang seleksinya diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN. Seleksi Mandiri di ITS dinamakan Program Kemitraan dan Mandiri, dimana seleksi didasarkan pada hasil nilai SBMPTN 2017 kecuali untuk Program Studi Desain Produk Industri didasarkan pada tes tulis dan ketrampilan melalui Ujian Khusus Masuk Desain Produk Industri. Laporan penyelenggaran SNMPTN, SBMPTN, dan PKM Tahun 2017 terbagi dalam 5 Bab, yaitu Bab 1 Pendahuluan, Bab 2 Laporan Pelaksanaan SNMPTN 2017, Bab 3 Laporan Pelaksanaan SBMPTN ii

4 2017, Bab 4 Laporan Pelaksanaan PKM 2017, dan Bab 5 Penutup. Laporan ini bisa memberikan gambaran kondisi secara keseluruhan pelaksanaan dan hasil seleksi SNMPTN, SBMPTN, dan PKM Tahun 2017 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Atas dukungan dan bantuan yang diberikan demi keberhasilan penyelenggaraan SNMPTN, SBMPTN, dan PKM 2017, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada: 1. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia; 2. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia; 3. Sekretaris Jenderal, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia; 4. Inspektur Jenderal, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia; 5. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia; 6. Ketua dan Pengurus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI); 7. Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya; iii

5 8. Panitia SNMPTN 2017 di ITS; 9. Panitia Lokal SBMPTN 2017 di Surabaya; 10. Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru PKM 2017 di ITS; 11. Para Mitra ITS pada Program Kemitraan Tahun 2017; 12. Para Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala SLTA di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di seluruh Indonesia; dan 13. Semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan SNMPTN, SBMPTN, dan PKM 2017 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Semoga kerja sama yang telah dijalin selama ini dapat terus ditingkatkan di masa yang akan dating. Akhir kata, mudah mudahan laporan ini dapat bermanfaat khususnya di dalam menyusun strategi pelaksanaan SNMPTN, SBMPTN, dan PKM Tahun 2018 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Surabaya, 10 Agustus 2017 Wakil Rektor I Selaku Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2017 ITS Prof. Dr. Ir. Heru Setyawan, M.Eng. iv

6 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI i v BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Landasan Hukum Tujuan Landasan Konseptual Susunan Kepanitiaan 7 BAB 2 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI (SNMPTN) Tahapan Pelaksanaan SNMPTN Pengumpulan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) Pendaftaran SNMPTN Hasil dan Evaluasi Pendaftaran SNMPTN 2017 di ITS Seleksi SNMPTN Pelaksanaan Seleksi SNMPTN 2017 di ITS Hasil Seleksi Verifikasi dan Daftar Ulang SNMPTN BAB 3 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) Latar Belakang Tujuan Ketentuan dan Persyaratan Program Studi dan Daya Tampung ITS Pendaftaran Jenis Ujian Kelompok Ujian 93 v

7 3.8 Kelompok Program Studi dan Jumlah Pilihan Biaya Seleksi Ujian Tertulis dan Ketrampilan Jadwal Ujian Pengumuman Hasil Seleksi Laman Resmi dan Alamat Panitia Pusat Evaluasi Pendaftaran SBMPTN 2017 di ITS Pengumuman dan Daftar Ulang SBMPTN BAB 4 SELEKSI MANDIRI: PROGRAM KEMITRAAN DAN MANDIRI ITS Penerimaan Jalur PKM Mekanisme Seleksi Masuk Jalur PKM Program Studi dan Daya Tampung PKM 2017 di ITS Mekanisme Pendaftaran PKM di ITS Persyaratan dan Ketentuan Pilihan program studi pada PKM di ITS Biaya Pendidikan Daftar Mitra Jadwal Pelaksanaan PKM Evaluasi Pendaftaran PKM Seleksi PKM 2017 di ITS 140 BAB 5 PENUTUP 146 KLIPING SNMPTN KLIPING SBMPTN KLIPING PKM ITS TAHUN vi

8 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perguruan Tinggi dapat digambarkan sebagai sebuah sistem yang terdiri dari sub sistem input-proses-output. Kualitas output (lulusan) perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas input (calon mahasiswa). Oleh karena itu, calon mahasiswa harus diseleksi melalui sistem seleksi yang kredibel, valid, dan handal, dengan tetap memperhatikan kapasitas perguruan tinggi untuk pengembangan di masa yang akan datang. Sistem penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana di ITS mengikuti sistem penerimaan mahasiswa baru PTN di Indonesia yang telah mengalami perubahan sejak mulai dikembangkan pada tahun 1976, ketika lima perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas (SKALU) melakukan seleksi calon mahasiswa baru secara bersama-sama. Yang selanjutnya dikembangkan berturut-turut menjadi Proyek Perintis, Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), dan sejak tahun 2008 menjadi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang kemudian sejak tahun 2013 menjadi SNMPTN dan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Pengembangan pendidikan tinggi menuju sistem pendidikan tinggi yang sehat (Healthy Higher Education System) mempunyai tiga ciri utama, yaitu peningkatan kualitas dan relevansi, perluasan akses dan kesetaraan, dan otonomi yang luas. Berdasarkan konsep tersebut, dalam pelaksanaan seleksi mahasiswa baru, ITS mengedepankan peningkatan kualitas calon mahasiswa dengan tetap membuka peluang kepada seluruh calon mahasiswa baru untuk mengikuti seleksi secara adil dan tanpa ada diskriminasi. 1

9 Pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi telah ditetapkan dalam Pasal 73 bahwa penerimaan mahasiswa baru PTN untuk setiap Program Studi dapat dilakukan melalui pola penerimaan mahasiswa secara nasional atau bentuk lain. Di samping itu, ditetapkan pula bahwa pemerintah menanggung biaya seleksi bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti pola penerimaan mahasiswa baru secara nasional. Untuk peserta didik yang terjaring melalui jalur penerimaan secara nasional adalah juga termasuk peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi. Secara lebih rinci kebijakan di atas diatur dalam Keputusan Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri (Lampiran 1). Secara garis besar skema penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTN dilakukan melalui tiga jalur yaitu: (1) Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dilakukan oleh masingmasing PTN berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik calon mahasiswa; (2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang dilakukan oleh PTN secara bersama-sama dengan seleksi yang ditetapkan berdasarkan hasil ujian tertulis atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian ketrampilan calon mahasiswa; dan/atau (3) penerimaan mahasiswa baru secara mandiri yang dilaksanakan sendiri oleh PTN yang seleksinya diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN. Seleksi secara nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik merupakan satusatunya seleksi nasional karena diikuti oleh seluruh PTN dan dapat diikuti oleh seluruh siswa di Indonesia dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah. Dalam rangka mencapai good university governance, maka pada proses seleksi calon mahasiswa, ITS harus tetap menjaga akuntabilitas dan transparansi baik dari segi akademis, administratif, dan keuangan. Untuk itu, demi efisiensi dan efektivitas, maka Rektor ITS membentuk kepanitiaan dengan nama Panitia Seleksi Penerimaan Calon Mahasiswa Baru ITS melalui Program Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) Tahun Akademik 2017/2018 sesuai dengan Keputusan Rektor ITS Nomor 0096/IT2/HK.00.01/2017 serta melalui Program Kemitraan dan Mandiri (PKM) Tahun Akademik 2017/2018 sesuai dengan Keputusan Rektor ITS 2

10 Nomor 1780/IT2/HK.00.01/2017. Sedangkan Panitia Seleksi Penerimaan Calon Mahasiswa Baru ITS melalui Program Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) Tahun Akademik 2017/2018 ditetapkan oleh Panitia Lokal yang diketuai oleh para Rektor di Panitia Lokal Surabaya, yaitu Universitas Airlangga, ITS, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Universitas Trunojoyo, dan UPN Jawa Timur. Panitia Lokal Surabaya ditetapkan sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Surabaya Nomor: 168/UN38/HK/KP/2017 tentang Pembentukan Panitia Lokal Surabaya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun Penyelenggaraan SNMPTN Tahun 2017 mengedepankan semangat penetapan perspektif edukasi nasional dalam menegakkan kejujuran yang berkeadilan dan penguasaan teknologi informasi. Untuk itu pemerintah melakukan pengembangan dan pemantapan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang memuat data prestasi siswa dan sekolah sebagai dasar seleksi untuk diterima di PTN. Dalam pengisian data PDSS harus dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan bebas manipulasi. Seluruh proses penyelenggaraan SNMPTN dilakukan secara Online, sehingga pimpinan sekolah dan siswa harus menguasai penggunaan teknologi informasi khususnya internet. Di samping itu, dengan sistem Online telah menghemat biaya dan yang lebih penting, proses seleksi akan menjadi lebih transparan dan akuntabel sehingga dapat menjaga rasa keadilan bagi siswa dan masyarakat. Penyelenggaraan seleksi calon mahasiswa baru secara nasional melalui SNMPTN memberikan keuntungan bagi peserta seleksi dan bagi PTN yang menyelenggarakannya. 1. Bagi calon mahasiswa baru sangat fleksibel, karena dapat memilih lebih dari satu program studi dan lintas perguruan tinggi di daerah manapun. 2. Bagi PTN, jumlah peminat akan lebih besar karena berasal dari seluruh wilayah di Indonesia, sehingga kualitas calon mahasiswa 3

11 baru yang terjaring lebih tinggi, karena tingkat keketatan dan nilai batas lulusnya lebih tinggi dibanding dengan seleksi secara mandiri. 3. Adanya benchmark kualitas mahasiswa baru antar PTN, karena seleksi calon mahasiswa baru dilakukan dengan menggunakan sistem dan standar nasional. 4. Dengan adanya mekanisme lintas wilayah maka dapat merupakan wahana kebersamaan dan perekat kesatuan bangsa. 5. Di masing-masing PTN akan terbangun komunitas mahasiswa lintas etnis, sosial, dan budaya sehingga terwujud konsep Bhinneka Tunggal Ika dalam kampus. Pelaksanaan SNMPTN, SBMPTN, dan PKM 2017 di ITS diikuti oleh 34 propinsi dan luar negeri dengan jumlah peserta berturut-turut , , dan orang siswa, dalam upaya memperluas akses masyarakat seluruh Indonesia untuk dapat masuk ke PTN. Untuk menjamin kredibilitas seleksi dan untuk menjamin mutu pelaksanaan SNMPTN 2017, maka dilaksanakan penilaian terhadap siswa yang melamar ke program studi Desain Produk Industri dan Desain Interior dengan menggunakan portofolio yang harus diunggah siswa ke sistem SNMPTN Dengan dilaksanakannya penilaian portofolio ini akan memungkinkan ITS untuk menilai kualitas siswa pelamar program studi Desain Produk Industri dan Desain Interior, yang tidak dapat ditunjukkan dari nilai rapor siswa. 1.2 Landasan Hukum Landasan hukum penyelenggaraan SNMPTN dan SBMPTN 2017, baik yang menyangkut aspek akademis maupun aspek keuangan adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Sistem Keuangan Negara. 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. 4

12 4. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi. 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.02/2015 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2016, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.02/ Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. 10. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 126 Tahun 2016 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri. 11. Keputusan Rektor ITS Nomor 0096/IT2/HK.00.01/2017 tentang Pembentukan Panitia Inti Pelaksana Seleksi Penerimaan Calon Mahasiswa Baru ITS Melalui Program Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) Tahun Akademik 2017/ Tujuan SNMPTN 1. Memberikan kesempatan kepada siswa SMA, MA, SMK atau SRI di luar negeri yang memiliki prestasi unggul untuk memperoleh pendidikan tinggi. 2. Memberikan peluang pada PTN untuk mendapatkan calon mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik tinggi. 5

13 SBMPTN PKM 1. Menyeleksi calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik. 2. Memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas wilayah. 1. Menjaring calon mahasiswa yang berkualitas. 2. Meningkatkan kerjasama dan pemerataan kesempatan. 1.4 Landasan Konseptual Landasan konseptual SNMPTN dan SBMPTN 2017 sebagai berikut: 1. Membangun satu kesatuan sistem pendidikan nasional melalui integrasi vertikal pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi. 2. Memberikan pengakuan terhadap semua prestasi akademik siswa selama menempuh pendidikan menengah sebagai pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa baru di PTN. 3. Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh siswa lulusan sekolah menengah yang mempunyai prestasi akademik terbaik di seluruh Indonesia untuk dapat mengikuti pendidikan tinggi program sarjana di seluruh PTN di Indonesia tanpa deskriminasi. 4. Memberikan peran kepada sekolah menengah untuk ikut bersama-sama dengan PTN dalam proses penerimaan mahasiswa baru. 5. Membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan edukasi nasional penggunaan teknologi informasi. 6. Sebagai wahana perekat bangsa karena diikuti oleh siswa lintas wilayah diseluruh Indonesia sehingga dalam kampus PTN terbangun komunitas Bhineka. 6

14 1.5 Susunan Kepanitiaan Panitia SNMPTN 2017 ITS merupakan gabungan dari pimpinan rektorat, dekanat, dan departemen, serta tenaga kependidikan unit-unit di ITS. Panitia SNMPTN 2017 dibawah koordinasi dan tanggung jawab Rektor ITS. Susunan Panitia Inti SNMPTN 2017 ITS ditetapkan melalui Keputusan Rektor ITS Nomor 0096/IT2/HK.00.01/ Susunan Panitia Seleksi Penerimaan Calon Mahasiswa Baru ITS melalui Program Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) 2017 Panitia Inti Penanggung Jawab : Rektor Ketua I : Wakil Rektor I Ketua II : Wakil Rektor II Ketua III : Wakil Rektor III Ketua IV : Wakil Rektor IV Sekretaris : Kasubdit Penerimaan Mahasiswa dan Pengelolaan Kuliah Bersama (PMPKB) Anggota : Direktur Akademik Dekan FMIPA Dekan FTI Dekan FTSP Dekan FTK Dekan FTIF Dekan FTE Dekan FBMT Panitia Pelaksana 1. Ketua : Direktur Akademik 2. Sekretaris : Kasubdit PMPKB 3. Bendahara : Ka Biro Keuangan 4. Pejabat Pembuat Komitmen : Staf Dir. P2SP (PPK) 5. Koordinator Tim Verifikasi Data Ekonomi : Direktur Dit. PAL 7

15 6. Koordinator Tim Verifikasi : Ka BAPKM Rapor dan Prestasi serta Verifikasi Biodata 7. Koordinator Sekretariat : Kabag. Administrasi Pembelajaran 8. Koordinator Tim Verifikasi : Kadep Despro Portofolio Despro 9. Koordinator Tim Verifikasi : Kadep Desain Interior Portofolio Des. Interior 10. Koordinator Tim Verifikasi : Ka Unit Medical Centre Kesehatan 11. Koordinator Tim Pengolahan : Direktur DPTSI Data 12. Koordinator Tim Keuangan : Kabag. Perbendaharaan 13. Koordinator Tim Perlengkapan : Kasubdit. Pengel. Sarana 14. Koordinator Tim Keamanan : Kasi KK Uraian Tugas Panitia Seleksi Penerimaan Calon Mahasiswa Baru ITS melalui Program Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) Ketua bertugas melakukan koordinasi seluruh perangkat Panitia SNMPTN 2017 di ITS. 2. Sekretaris bertugas menyusun manajemen pengelolaan operasional tim seleksi, melakukan koordinasi kegiatan sosialisasi dan promosi, pelaksanaan pendaftaran, seleksi dan pengumuman hasil SNMPTN Koordinator Sekretariat bertugas membantu sekretaris dalam pelaksanaan pendaftaran, seleksi dan pengumuman hasil SNMPTN Bendahara bertugas menyusun rancangan anggaran pendapatan dan pelaporan keuangan Panitia SNMPTN 2017 di ITS. Koordinator Tim Keuangan bertugas membantu pengelolaan keuangan, menyusun rancangan anggaran, pendapatan dan pelaporan keuangan Panitia SNMPTN 2017 di ITS. 8

16 5. Pejabat Pembuat Komitmen bertugas membantu dalam melegalisasi pelaporan keuangan Panitia SNMPTN 2017 di ITS. 6. Koordinator Tim Verifikasi Data Ekonomi bertugas melakukan koordinasi pelaksanaan verifikasi data ekonomi dan menentukan uang kuliah tunggal (UKT) calon mahasiswa baru yang diterima melalui Program SNMPTN Koordinator Tim Verifikasi Rapor dan Prestasi serta Verifikasi Biodata bertugas melakukan koordinasi pelaksanaan verifikasi data rapor, prestasi dan biodata calon mahasiswa baru yang diterima melalui Program SNMPTN Koordinator Tim Verifikasi Portofolio Despro melakukan koordinasi penilaian dan pelaksanaan verifikasi portofolio Program Studi Desain Produk. 9. Koordinator Tim Verifikasi Portofolio Des. Interior melakukan koordinasi penilaian dan pelaksanaan verifikasi portofolio Program Studi Desain Interior. 10. Koordinator Tim Verifikasi Kesehatan melakukan koordinasi pelaksanaan verifikasi kesehatan calon mahasiswa baru yang diterima melalui Program SNMPTN Koordinator Tim Pengolahan Data bertugas melakukan koordinasi pengolahan data pendaftaran, seleksi dan pengumuman hasil SNMPTN Koordinator Tim Perlengkapan bertugas melakukan koordinasi perlengkapan semua bidang pada pelaksanaan SNMPTN 2017 di ITS. 13. Koordinator Tim Keamanan bertugas melakukan koordinasi keamanan pelaksanaan SNMPTN 2017 di ITS. 9

17 Talk show life Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2017 di SBO TV pada tanggal 26 Januari Narasumber: Wakil Rektor 1 ITS, Prof. Heru Setyawan, dan Kasubdit Penerimaan Mahasiswa dan Pengelolaan Mata Kuliah Bersama, Dr. Siti Machmudah. 10

18 BAB 2 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) Tahapan Pelaksanaan SNMPTN 2017 Pelaksanaan SNMPTN 2017 meliputi tahapan sebagai berikut. 1. Pengisian data sekolah dan siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh sekolah. Sekolah harus telah terdaftar di basis data Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dan mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). 2. Verifikasi data PDSS oleh siswa. Siswa harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). 3. Pemeringkatan dan pemberian kuota berdasarkan akreditasi sekolah Panitia Nasional. Pemeringkatan dilakukan melalui PDSS sistem. 4. Pendaftaran SNMPTN oleh siswa yang eligibel. Pendaftaran dilakukan secara Online. 5. Proses Seleksi oleh PTN. Pada proses seleksi, PTN menentukan kuota masing-masing sekolah berdasarkan data perangkingan. 2.2 Pengumpulan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) Sebelum siswa melakukan proses pendaftaran SNMPTN 2017, Panitia Nasional SNMPTN 2017 melakukan pengumpulan data sekolah dan siswa melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). PDSS sangat diperlukan pada SNMPTN, dimana PDSS berperan dalam: 1. menampung data sekolah yang terdaftar; 2. menampung nilai siswa tiap semester; dan 3. menjadi dasar evaluasi prestasi siswa dan seleksi SNMPTN. 11

19 Tahapan persiapan pengumpulan data sekolah dan siswa oleh Panitia Nasional SNMPTN 2017 meliputi dua tahapan Analisis kurikulum SMA/SMK/MA/MAK Analisis kurikulum SMA/SMK/MA/MAK digunakan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan mata pelajaran berdasarkan jenis serta jurusan sekolah. Hasil dari analisis kurikulum digunakan untuk merancang data isian di PDSS sehingga data tersebut mudah digunakan untuk melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN Untuk SMA dibagi menjadi empat jurusan, yaitu Umum, IPA, IPS, dan Bahasa. Untuk MA dibagi menjadi lima jurusan, yaitu Umum, IPA, IPS, Bahasa, dan Keagamaan. Untuk SMK mata pelajaran bervariasi sesuai dengan kompetensi jurusan SMK Penyiapan data sekolah dan siswa Sekolah yang dapat mendaftar dan mengisi nilai rapor pada PDSS adalah sekolah yang telah terdaftar di basis data Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, yang ditandai dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dimana nomor tersebut digunakan sebagai username ketika login di PDSS. Sedangkan sebagai identitas siswa harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Panitia Nasional SNMPTN bekerja sama dengan pihak pengelola data NPSN untuk melakukan verifikasi NPSN sekolah. Pengisian PDSS dilakukan oleh kedua pihak, yaitu sekolah dan siswa dengan alur pengisian aplikasi PDSS seperti terlihat pada Gambar

20 Gambar 2.1 Alur Pengisian PDSS Aplikasi PDSS dioperasikan untuk mendukung: sekolah, siswa, helpdesk, serta panitia. Fungsi-fungsi aplikasi yang diperlukan untuk menjaring data sekolah dalam sistem PDSS meliputi: a. Sekolah mengisi data sekolah dan mengisi password untuk login; b. Login sekolah; c. Memasukkan daftar jurusan yang ada di sekolah; d. Memasukkan kurikulum untuk tiap jurusan; 13

21 e. Memasukkan daftar kelas untuk tiap jurusan; f. Memasukkan daftar siswa untuk tiap kelas; g. Memasukkan daftar nilai untuk tiap siswa; h. Mengunduh/mengganti password siswa; dan i. Mengisi tiket (pertanyaan) kepada helpdesk. Fungsi-fungsi yang diperlukan untuk menjaring data siswa meliputi: a. Login siswa; b. Melihat nilai yang sudah dimasukkan oleh sekolah; dan c. Memverifikasi nilai yang sudah dimasukkan oleh sekolah. Fungsi-fungsi yang diperlukan untuk helpdesk meliputi: a. Login helpdesk; b. Menjawab tiket (pertanyaan) yang masuk. Fungsi-fungsi yang diperlukan untuk panitia meliputi: a. Login panitia; b. Melihat ringkasan data sekolah dan siswa; c. Melihat laporan detil sekolah dan siswa; d. Mengatur jadwal kegiatan PDSS. Kegiatan pengisian dan verifikasi PDSS berlangsung mulai tanggal 14 Januari 2017 sampai tanggal 12 Februari Pihak yang terlibat dalam proses pengisian PDSS adalah Pihak Sekolah dan Siswa dengan identitas sekolah adalah Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan identitas siswa adalah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Pihak sekolah harus mengisi data sekolah dan data akademik semua siswa secara lengkap. Selanjutnya siswa yang memiliki NISN dapat melakukan verifikasi terhadap data rekam jejak prestasi akademik (nilai rapor) yang telah diisikan oleh Kepala Sekolah. Apabila siswa tidak melakukan verifikasi data rekam jejak prestasi akademik (nilai rapor) yang diisikan oleh Kepala Sekolah, maka data yang diisikan dianggap benar dan tidak dapat diubah setelah waktu verifikasi berakhir. 14

22 Setelah data pengisian dan verifikasi PDSS berakhir, selanjutnya dilakukan pemeringkatan siswa oleh Panitia Pusat melalui sistem PDSS mulai tanggal 13 sampai 19 Februari Pemeringkatan siswa melalui sistem berdasarkan nilai mata pelajaran sebagai berikut: a) Jurusan IPA: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi. b) Jurusan IPS: Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi. c) Jurusan Bahasa: Matematika, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Bahasa Indonesia, Antropologi, dan salah satu Bahasa Asing d) SMK: Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Kompetensi Keahlian (Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan) Berdasarkan pemeringkatan prestasi akademik yang dilakukan Panitia Pusat dan sesuai ketentuan akreditasi sekolah, siswa yang memenuhi syarat DIIZINKAN untuk mendaftar SNMPTN Pendaftaran SNMPTN 2017 Pendaftaran siswa sekolah SMA/SMK/MA untuk memilih Program Studi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diminati merupakan tahap kedua yang harus dikerjakan siswa setelah proses verifikasi data siswa pada PDSS. Data pendaftaran siswa sekolah sangat diperlukan oleh PTN untuk mengetahui jumlah peminat Program Studi dari PTN yang akan digunakan untuk proses seleksi. Sejak SNMPTN 2015 terdapat perubahan sistem pengisian data pada PDSS, diantaranya adanya data nilai portofolio bidang Olahraga dan Seni, yang mempermudah pada proses seleksi yang dilakukan oleh PTN Ketentuan dan Persyaratan Pendaftaran SNMPTN 2017 Ketentuan Umum pendaftaran SNMPTN 2017 meliputi: a. Proses pendaftaran dilakukan oleh siswa setelah sekolah mengisi PDSS secara lengkap 15

23 b. Biaya seleksi ditanggung Pemerintah Persyaratan Umum Pendaftaran SNMPTN 2017 adalah sebagai berikut: a. Persyaratan Umum Sekolah Sekolah yang siswanya berhak mengikuti SNMPTN adalah: - SMA/SMK/MA atau sederajat baik negeri maupun swasta yang telah memiliki NPSN, termasuk sekolah RI di luar negeri. - Sekolah tidak sedang mendapat sanksi dari Panitia Nasional SNMPTN Telah mengisi PDSS dengan lengkap dan benar. b. Persyaratan Umum Siswa Pelamar - Mempunyai Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) - Memiliki nilai rapor di sekolah pada semua semester c. Persyaratan Khusus Siswa Pelamar - Siswa SMA/SMK/MA atau sederajat (termasuk SRI di luar negeri) kelas terakhir yang mengikuti UN pada tahun 2017, yang: a. memiliki prestasi unggul, yaitu calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah dengan ketentuan berdasarkan akreditasi sekolah sebagai berikut: i. Akreditasi A, 50% terbaik di sekolahnya ii. Akreditasi B, 30% terbaik di sekolahnya iii. Akreditasi C, 10% terbaik di sekolahnya iv. Akreditasi lainnya, 5% terbaik di sekolahnya Pemeringkatan dilakukan oleh Panitia Pusat b. memiliki NISN dan telah terdaftar pada PDSS. c. memiliki nilai rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/SMK/MA atau sederajat dengan masa belajar 3 (tiga) tahun atau semester 1 (satu) sampai dengan semester 7 (tujuh) bagi SMK dengan masa belajar 4 (empat) tahun, yang telah diisikan pada PDSS. d. memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh ITS 16

24 2.3.2 Persyaratan Pemilihan Program Studi Persyaratan pemilihan program studi adalah sebagai berikut: a. Setiap siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 2 (dua) PTN yang diminati. Apabila memilih satu PTN, maka PTN yang dipilih dapat berada di provinsi manapun. Apabila memilih lebih dari satu PTN, maka salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan SMA/SMK/MA asalnya, atau dari provinsi terdekat bila belum terdapat PTN pada provinsi asalnya. b. Siswa pelamar dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi yang diminati dengan maksimal 2 (dua) program studi di tiap PTN. c. Urutan pilihan PTN dan program studi menyatakan prioritas pilihan. d. Untuk SMK hanya diperbolehkan memilih program studi yang relevan dengan ketentuan masing-masing PTN. e. Daftar program studi dan daya tampung SNMPTN tahun 2017 dapat dilihat pada laman selama periode pendaftaran Alur Pendaftaran SNMPTN 2017 Alur pendaftaran SNMPTN 2017 adalah sebagai berikut: a. Pendaftar yang memenuhi kriteria pemeringkatan, melakukan pendaftaran dan login ke laman dengan menggunakan NISN dan password yang telah diberikan. b. Pendaftar mengisi Biodata, Pilihan PTN, dan Pilihan Program Studi, serta menggunggah (upload) pasfoto resmi terbaru serta dokumen prestasi tambahan (jika ada). Pendaftar harus membaca dan memahami seluruh ketentuan yang berlaku pada PTN yang dipilih. c. Pendaftar pada program studi Seni dan Keolahragaan WAJIB mengunggah portofolio dan dokumen bukti prestasi terkait 17

25 yang telah disahkan oleh Kepala Sekolah, menggunakan pedoman borang isian yang dapat diunduh (download) dari laman d. Pendaftar mencetak Kartu Bukti Pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN. Pendaftaran SNMPTN 2017 dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2017 sampai dengan 6 Maret 2017, yang selanjutnya diperpanjang sampai tanggal 7 Maret 2017 secara Online. Pendaftaran ke PTN yang dituju dilakukan oleh siswa yang memenuhi syarat SNMPTN 2017 melalui laman sesuai dengan alur pendaftaran pada Gambar 2.2. Gambar 2.2 Alur Pendaftaran SNMPTN oleh Siswa 2.4 Hasil dan Evaluasi Pendaftaran SNMPTN 2017 di ITS Total pendaftar SNMPTN 2017 di ITS sebanyak siswa dengan pendaftar bidikmisi sebanyak siswa. Jumlah tersebut lebih kecil 18

26 dibandingkan tahun 2016 dengan total pendaftar sebanyak siswa dengan (19,41%) siswa bidikmisi. Penurunan total jumlah pendaftar mencapai (40,68%), sedangkan penurunan jumlah pendaftar untuk non bidikmisi dan bidikmisi masing-masing sebesar (43,14%), dan 861 (27,71%). Penurunan jumlah pendaftar yang cukup besar dikarenakan adanya pengurangan persentase jumlah siswa berprestasi terbaik di sekolah yang diijinkan untuk mendaftar SNMPTN Sebagai perbandingan, pada tahun 2016 siswa yang mempunyai rangking terbaik di sekolah yang mempunyai akreditasi A sebanyak 75% yang diijinkan untuk mendaftar, sedangkan pada tahun 2017 hanya 50% siswa di sekolah terakreditasi A yang diijinkan mendaftar SNMPTN Demikian pula untuk sekolah yang terakreditasi B, C dan akreditasi lain yang juga turun dari masing-masing 50%, 30%, dan 10% pada tahun 2016, berturut-turut menjadi 30%, 10%, dan 5%. Jumlah pendaftar SNMPTN mulai tahun 2014 sampai 2017 dapat dilihat pada Tabel 2.1. Tabel 2.1 Jumlah Pendaftar SNMPTN Tahun 2014, 2016, dan 2017 Kriteria SNMPTN 2014 SNMPTN 2015 SNMPTN 2016 SNMPTN 2017 Jumlah Pendaftar Jumlah Pendaftar Non Bidikmisi Jumlah Pendaftar Bidikmisi Siswa Pendaftar SNMPTN 2017 berasal dari SMA, MA, dan SMK berbagai jurusan dengan peminatan IPA dan IPS. Jumlah siswa pendaftar yang berasal dari jurusan IPA dan IPS masing-masing sebanyak dan 207 siswa dengan jumlah sebaran masing-masing SMA, MA, dan SMK seperti pada Tabel 2.2. Perkembangan pendaftaran SNMPTN 2017 di ITS menunjukkan pola yang unik. Dari rentang waktu yang terekam mulai tanggal 21 Februari samapai 7 Maret 2017, siswa cenderung memanfaatkan waktu menjelang akhir pendaftaran, terutama pada minggu terakhir pendaftaran. Kenaikan 19

27 drastis jumlah pendaftar terjadi antara tanggal 1 6 Maret Data perkembangan pendaftaran SNMPTN 2017 di ITS oleh siswa sebagai fungsi waktu selama periode 21 Februari 7 Maret 2017 dapat dilihat pada Gambar 2.3. Tabel 2.2 Jumlah Pendaftar SNMPTN 2017 berdasarkan Jurusan Sekolah Jumlah SMA Peminatan Matematika & IPA SMA Peminatan IPS 72 MA Peminatan Matematika & IPA 639 MA Peminatan IPS 23 SMK Akutansi 42 SMK Administrasi Perkantoran 25 SMK Surveying 24 SMK Pemasaran 14 SMK Akomodasi Perhotelan 3 SMK Usaha Perjalanan Wisata 3 SMK Seni Lukis 1 SMK IPA Berdasarkan pilihan pendaftar di ITS, sebagian besar siswa pendaftar SNMPTN 2017 memilih ITS sebagai PTN Pilihan 1. Jumlah pendaftar pada ITS sebagai PTN Pilihan 1 dan 2 berturut-turut sebesar dan siswa. Data perkembangan pendaftaran siswa SNMPTN 2017 untuk ITS sebagai PTN Pilihan 1 dan 2 sebagai fungsi waktu pendaftaran ditunjukkan pada Gambar 2.4. Sebanyak 81,39% siswa pendaftar memilih ITS sebagai PTN Pilihan 1. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 77,50%. 20

28 Jumlah pendaftar SNMPTN 2017 di ITS sebagai PTN Pilihan 1 dan 2 pada masing-masing Program Studi ditunjukkan pada Tabel 2.3. Untuk Program Studi Pilihan 1 baik pada ITS sebagai PTN Pilihan 1 dan Pilihan 2, Teknik Informatika menduduki peringkat pertama sebagai program studi yang paling diminati, dan diikuti oleh Teknik Mesin dan Teknik Elektro berturut-turut sebagai Program Studi peringkat kedua dan ketiga. Secara keseluruhan, Program Studi yang paling diminati pada SNMPTN 2017 di ITS urutan 1, 2, dan 3 berturut-turut adalah Teknik Informatika, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro dengan jumlah peminat masing-masing 1867, 1309, dan 1226 siswa. Peringkat Program Studi yang paling diminati tersebut sama dengan peringkat SNMPTN Gambar 2.3 Jumlah Pendaftar SNMPTN 2017 di ITS mulai 21 Februari sampai 7 Maret

29 Gambar 2.4 Pendaftaran Siswa per Hari SNMPTN 2017 ITS Berdasarkan Pilihan PTN Jumlah siswa dan sekolah yang mendaftar SNMPTN 2017 di ITS untuk tiap provinsi dapat dilihat pada Tabel 2.4. Sebagian besar siswa dan sekolah yang mendaftar SNMPTN 2017 berasal dari Jawa Timur, yaitu masing-masing sebesar 65,48% dan 37,32%. Hal ini dikarenakan letak ITS di ibukota provinsi Jawa Timur, sehingga ITS sebagai salah satu PTN terbesar di Indonesia banyak diminati oleh siswa SMA/MA/SMK yang terletak di provinsi Jawa Timur dengan pertimbangan lebih dekat dari tempat asal mereka. Selain itu, ITS juga hanya diberi kesempatan untuk melakukan Road Show untuk promosi dan sosialisasi SNMPTN/SBMPTN 2017 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di 3 kota, yaitu Surabaya, Pamekasan, dan Bojonegoro di Jawa Timur. Namun demikian, persentase peminat dari luar Jawa Timur sedikit meningkat dibandingkan pada SNMPTN 2016 yang semula 30,4% meningkat menjadi 34,52% pada SNMPTN Data ini membuktikan bahwa promosi yang telah dilakukan para Dekan, Wakil Dekan, dan Kepala Departemen menunjukkan hasil yang positif. 22

30 Tabel 2.3 Jumlah Pendaftar SNMPTN 2017 pada masing-masing Program Studi di ITS sebagai PTN Pilihan 1 dan 2 PROGRAM STUDI PTN - 1 PTN Jumlah 1 2 Jumlah ARSITEKTUR BIOLOGI DESAIN INTERIOR DES. PROD INDUSTRI (DKV, DESPRO) FISIKA KIMIA MANAJEMEN BISNIS MATEMATIKA PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SISTEM INFORMASI STATISTIKA TEKNIK BIOMEDIK TEKNIK ELEKTRO TEKNIK FISIKA TEKNIK GEOFISIKA TEKNIK GEOMATIKA TEKNIK INDUSTRI Total 23

31 TEKNIK INFORMATIKA TEKNIK KELAUTAN TEKNIK KIMIA TEKNIK KOMPUTER TEKNIK LINGKUNGAN TEKNIK MATERIAL TEKNIK MESIN TEKNIK PERKAPALAN TEKNIK SIPIL TEKNIK SISTEM PERKAPALAN TEKNIK TRANSPORTASI LAUT TEK. SIST PERKAPALAN (GLR GANDA ITS-JERMAN) TOTAL

32 Tabel 2.4 Jumlah Siswa dan Sekolah yang Mendaftar SNMPTN 2017 di ITS Berdasarkan Provinsi NO PROVINSI JUMLAH PENDAFTAR JUMLAH SEKOLAH % PENDAFTAR % SEKOLAH 1 Aceh % 1.41% 2 Sumatera Utara % 4.82% 3 Sumatera Barat % 2.52% 4 Riau % 2.41% 5 Kepulauan Riau % 0.89% 6 Jambi % 0.70% 7 Bengkulu % 0.52% 8 Sumatera Selatan % 1.56% 9 Kepulauan Bangka Belitung % 0.41% 10 Lampung % 1.30% 11 DKI Jakarta % 5.37% 12 Jawa Barat % 10.34% 13 Jawa Tengah % 8.78% 14 DI Yogyakarta % 1.30% 15 Jawa Timur % 37.32% 16 Banten % 3.15% 17 Bali % 2.19% 18 Nusa Tenggara Barat % 1.74% 19 Nusa Tenggara Timur % 0.70% 20 Kalimantan Barat % 0.96% 21 Kalimantan Tengah % 0.82% 22 Kalimantan Selatan % 1.70% 23 Kalimantan Timur % 2.30% 25

33 24 Kalimantan Utara % 0.22% 25 Sulawesi Utara % 0.33% 26 Sulawesi Tengah % 0.59% 27 Sulawesi Selatan % 3.04% Sulawesi 28 Tenggara % 0.78% 29 Gorontalo % 0.26% 30 Sulawesi Barat % 0.15% 31 Maluku % 0.33% 32 Maluku Utara % 0.26% 33 Papua % 0.48% 34 Papua Barat % 0.26% 35 Luar Negeri % 0.07% TOTAL % % 2.5 Seleksi SNMPTN 2017 SNMPTN 2017 merupakan proses seleksi yang dilakukan berdasarkan dua komponen dasar seleksi nasional, yaitu sekolah dan siswa. Selain itu, seleksi juga mempertimbangkan aksesibilitas siswa yang berasal dari daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T) dan keluarga miskin. Kriteria seleksi harus memenuhi syarat sebagai alat ukur yang handal untuk menjadi predikator keberhasilan calon mahasiswa. Seleksi dirancang untuk mengukur kriteria umum yang menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi di Perguruan Tinggi. Khusus untuk program studi bidang ilmu seni, seperti Desain Produk dan Desain Interior di ITS, diperlukan materi seleksi lain untuk mengukur kemampuan dan ketrampilan calon mahasiswa, yaitu dengan menggunakan dokumen portofolio yang terkait bidang ilmu seni. Pada kegiatan SNMPTN, proses seleksi terhadap pendaftar dilakukan di PTN masing-masing. Namun demikian, perlu dikembangkan variabel seleksi secara nasional dengan tujuan: 26

34 a. Menghasilkan kriteria seleksi yang dapat memberi gambaran standar kualitas calon mahasiswa Perguruan Tinggi secara nasional; dan b. Menghasilkan kriteria seleksi yang obyektif, handal, dan valid untuk digunakan dalam menyeleksi peserta yang diprediksi mampu menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Prinsip Seleksi Seleksi dilakukan bedasarkan prinsip: a. mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas secara akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasiprestasi lainnya yang relevan dengan program studi yang dipilih. b. memperhitungkan rekam jejak kinerja sekolah. c. menggunakan rambu-rambu kriteria seleksi nasional dan kriteria yang ditetapkan oleh masing-masing PTN secara adil, akuntabel, dan transparan Tahapan Seleksi Seleksi dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: a. Pendaftar diseleksi di PTN pilihan pertama berdasarkan urutan pilihan program studi. b. Pendaftar yang memilih di 2 (dua) PTN, jika tidak lulus di PTN 1 maka akan diseleksi di PTN 2 berdasarkan urutan pilihan program studi. 2.6 Pelaksanaan Seleksi SNMPTN 2017 di ITS Setelah proses pendaftaran secara Online, dilakukan pengolahan data nilai oleh Panitia Nasional pada tanggal 7 14 Maret 2017, dan selanjutnya data diserahkan ke PTN masing-masing pada tanggal 14 Maret Pelaksanaan seleksi dilaksanakan dalam 2 27

35 tahap, yaitu Seleksi PTN 1 yang dijadwalkan pada tanggal 15 Maret 7 April 2017 dan Seleksi PTN 2 pada tanggal April Sebelum pelaksanaan seleksi peserta SNMPTN di ITS, dilakukan rapat koordinasi panitia inti untuk menyusun kriteria dan mekanisme seleksi serta penyiapan aplikasi seleksi oleh tim IT di DPTSI. Pada proses seleksi peserta SNMPTN 2017, data yang diterima oleh ITS dari Panitia Nasional meliputi: 1. Peringkat siswa per sekolah per jurusan untuk seluruh mata pelajaran a. Peringkat per semester b. Peringkat berdasarkan mata pelajaran semester I-V atau I-VII (SMK 4 tahun) c. Peringkat berdasarkan mata pelajaran dari semester III-V 2. Peringkat siswa per sekolah per jurusan untuk mata pelajaran yang diujikan dalam UN a. Peringkat per semester b. Peringkat berdasarkan mata pelajaran dari semester I-V atau I-VII (SMK 4 tahun) c. Peringkat berdasarkan mata pelajaran dari semester III-V 3. Prestasi sekolah tiga tahun terakhir a. Statistika SNMPTN, SBMPTN, UN 4. Profil sosial ekonomi siswa pendaftar Selain data-data di atas, dokumen portofolio juga dikirimkan oleh Panitia Nasional untuk peserta yang memilih Program Studi Desain Produk Industri (DKV Despro) dan Program Studi Desain Interior. Penyertaan dokumen portofolio peserta yang diunggah oleh peserta harus diketahui dan diverifikasi oleh Kepala Sekolah. Berdasarkan hasil rapat Panitia Inti Pelaksanaan Kegiatan Seleksi SNMPTN 2017 di ITS, ditetapkan kriteria penilaian seleksi peserta sebagai berikut: 28

36 1. Prestasi Siswa: a. Nilai rapor 6 mata pelajaran utama semester 1-5 b. Nilai rapor selain 6 mata pelajaran utama semester 1-5 c. Peringkat siswa di sekolah berdasarkan nilai 6 mata pelajaran utama semester 1-5 d. Peringkat siswa di sekolah berdasarkan nilai semua mata pelajaran semester 1-5 e. Prestasi non-akademik/prestasi siswa lainnya (di luar data rapor, UN, dan peringkat siswa) f. Nilai portofolio (untuk Prodi Desain Produk Industri dan Desain Interior) 2. Sekolah dan Alumni: a. Akreditasi Sekolah b. Rasio jumlah pendaftar dan diterima melalui jalur SNMPTN di ITS 3 tahun sebelumnya c. Rasio jumlah pendaftar dan diterima melalui jalur SNMPTN di seluruh PTN pada 3 tahun sebelumnya d. Rerata skor seluruh alumni dari sekolah yang mengikuti SBMPTN 3 tahun sebelumnya e. Rerata IPK alumni asal sekolah pendaftar di ITS pada tahun sebelumnya 3. Prestasi Non-Akademik: a. Kejuaraan olimpiade (seperti matematika, fisika, kimia, dan lain-lain) tingkat internasional (Juara 1 Harapan 3) b. Kejuaraan olimpiade (seperti matematika, fisika, kimia, dan lain-lain) tingkat nasional (Juara 1 3) c. Kejuaraan olimpiade (seperti matematika, fisika, kimia, dan lain-lain) tingkat provinsi (Juara 1 3) d. Kejuaraan di bidang Seni tingkat internasional (Juara 1 Harapan 3) 29

37 e. Kejuaraan di bidang Seni tingkat nasional (Juara 1 3) f. Kejuaraan di bidang Seni tingkat provinsi (Juara 1 3) g. Kejuaraan Olah Raga di tingkat internasional (Juara 1 Harapan 3) h. Kejuaraan Olah Raga di tingkat nasional (Juara 1 3) i. Kejuaraan Olah Raga di tingkat provinsi (Juara 1 3) j. Organisasi (Ketua tingkat sekolah) 4. Aksesibilitas a. Distribusi asal sekolah b. Asal daerah peserta berdasarkan Provinsi c. Asal daerah peserta berdasarkan Kabupaten Nilai akhir siswa dihitung menggunakan formula sebagai berikut: NAS n i 1 f i X i dimana f = bobot dan X = parameter kriteria, dengan parameter kriteria penilaian dalam perhitungan sebagai berikut: 1. Prestasi Siswa a. Nilai mata pelajaran (X1) b. Peringkat siswa di sekolah (X2) c. Nilai UN murni dan/atau hasil kelulusan UN (X3) d. Prestasi lainnya (X4) e. Nilai portofolio (prodi seni dan olah raga) (X5) 2. Prestasi Sekolah a. Akreditasi sekolah (X6) b. Rasio jumlah pendaftar/yang diterima SBMPTN tahun lalu (X7) 30

38 c. Rasio jumlah pendaftar/yang diterima tes mandiri tahun lalu (X8) d. Rerata IPK alumni di PTN masing-masing (X9) 3. Parameter lainnya, termasuk aksesibilitas siswa (Xn) Bobot penilaian portofolio ditetapkan antara 50%, sedangkan nilai prestasi non-akademik merupakan nilai bonus. Secara umum, bobot penilaian ditetapkan sebagai berikut: 1. Penilaian Indeks Sekolah untuk menentukan kuota siswa yang diterima: a. Rekam jejak alumni dari sekolah yang mengikuti SBMPTN 3 tahun sebelumnya: 45% b. Rerata IPK almuni asal sekolah pendaftar di ITS: 45% c. Rekam jejak SNMPTN alumni asal sekolah pendaftar 3 tahun sebelumnya: 5% d. Akreditasi sekolah: 5% 2. Penilaian Siswa yang diterima (peringkat siswa): a. Nilai rapor 6 mata pelajaran semester 1-5: 70% b. Nilai rapor selain 6 mata pelajaran utama semester 1-5: 30% Penilaian Prestasi dan Portofolio Penilaian prestasi akademik dan non-akademik dilakukan oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTIF), Dekan Fakultas Teknologi Elektro (FTE), dan Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi (FBMT) secara Online. Sedangkan penilaian dokumen portofolio dilakukan oleh Tim penilai dari Departemen Desain Produk Industri dan Departemen Desain Interior dengan koordinator Ketua Departemen Desain Produk Industri dan Ketua Departemen Desain Interior. Tim penilai portofolio ini juga melaksanakan proses verifikasi 31

39 terhadap dokumen portofolio pada saat pendaftaran ulang peserta yang dinyatakan lulus SNMPTN tahun 2017 yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei Pelaksanaan penilaian prestasi dan portofolio dilakukan mulai tanggal 18 sampai 25 Maret Hasil penilaian portofolio diserahkan oleh Koordinator Tim Penilai Departemen Desain Produk Industri dan Departemen Desain Interior kepada Dekan FTSP, yang selanjutnya diserahkan kepada Ketua Pelaksana Seleksi SNMPTN 2017 di ITS. Hasil penilaian prestasi dan portofolio selanjutnya digabungkan untuk proses seleksi selanjutnya Proses Seleksi Mekanisme seleksi ditetapkan sebagai berikut: kuota masingmasing Program Studi dipenuhi pada seleksi ITS sebagai PTN 1, dan seleksi ITS sebagai PTN 2 dilakukan apabila kuota prodi belum terpenuhi. Seleksi dilakukan terpisah antara bidikmisi dan non bidikmisi. Sekolah dikelompokkan menjadi 2, yaitu kelompok sekolah non-bidikmisi dan kelompok sekolah bidikmisi. Jumlah SMA/MA/SMK yang terdaftar dalam seleksi SNMPTN 2017 di ITS sebanyak 2240 sekolah dengan Index Sekolah minimum 0,2828 dan maksimum 0,9014. Selanjutnya pada proses seleksi ditetapkan bahwa Index Sekolah minimum yang dapat mengikuti proses seleksi adalah 0,6983 dan dibagi menjadi 8 klaster seperti ditunjukkan pada Tabel 2.5. Pada tabel tersebut juga ditunjukkan kuota siswa yang bisa diterima dari masing-masing sekolah dengan peringkat terendah siswa di sekolah tersebut yang eligibel untuk diterima di ITS, dimana peringkat siswa di sekolah ditentukan dari nilai median peringkat siswa pada semester 1 5. Berdasarkan klaster yang sudah ditetapkan, jumlah SMA/MA/SMK terpilih yang dapat mengikuti proses seleksi SNMPTN 2017 di ITS untuk PTN-1 adalah sebanyak 471 sekolah. Daftar nama sekolah beserta nilai indeks sekolah pada masing-masing klaster dapat dilihat pada Tabel

40 Klaster Batas bawah Index Tabel 2.5 Pembagian Klaster Berdasarkan Index Sekolah Rentang Bawah Rentang Atas Jumlah Sekolah Kuota (default) Peringkat Minimum

41 Tabel 2.6 Daftar Nama dan Index Sekolah pada Klaster 1 Nama Sekolah Kabupaten Propinsi Akreditasi Index Sekolah Sekolah SMA KATOLIK Kota Surabaya Jawa Timur A STLOUIS 1 SMAN 5 SURABAYA Kota Surabaya Jawa Timur A SMAN 61 JAKARTA Kota Jakarta Timur SMAN 28 JAKARTA Kota Jakarta Selatan DKI Jakarta A DKI Jakarta A Tabel 2.7 Daftar Nama dan Index Sekolah pada Klaster 2 Nama Sekolah Kabupaten Propinsi Akreditasi Index Sekolah Sekolah SMAN UNGGULAN Kota DKI Jakarta A MH THAMRIN Jakarta Timur JEMBER Kab Jawa Timur A Jember KOTA Kota Jawa Barat A DEPOK Depok Kota Jawa A MAGELANG Magelang Tengah SMAN 3 Kota Malang Jawa Timur A SMAS KRISTEN PETRA 2 SURABAYA SMAN 81 JAKARTA Kota Surabaya Kota Jakarta Timur Jawa Timur A DKI Jakarta A

42 SIDOARJO SURAKARTA 4 JAKARTA SMAN 2 SURABAYA SMAN 68 JAKARTA BLITAR SMAN 78 JAKARTA SMAN 2 KEDIRI Kab Sidoarjo Kota Surakarta Kota Jakarta Timur Kota Surabaya Kota Jakarta Pusat Kota Blitar Kota Jakarta Barat Kota Kediri Jawa Timur A Jawa A Tengah DKI Jakarta A Jawa Timur A DKI Jakarta A Jawa Timur A DKI Jakarta A Jawa Timur A Tabel 2.8 Daftar Nama dan Index Sekolah pada Klaster 3 Nama Sekolah Kabupaten Propinsi Akreditasi Index Sekolah Sekolah Kota Bogor Jawa Barat A BOGOR Kota Malang Jawa Timur A Kota Salatiga Jawa A SALATIGA Tengah SMAN 39 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Timur Kab Jawa A KEBUMEN Kebumen Tengah SMAS K KOLESE ST YUSUP Kota Malang Jawa Timur A

43 SMAN 34 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Selatan SMAN 48 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Timur Kota Jawa A PEKALONGAN Pekalongan Tengah SMAN 2 Kab Jawa Timur A LUMAJANG Lumajang KOTA Kota Serang Banten A SERANG SMAN 71 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Timur SMAS KRISTEN Kota Jawa Timur A PETRA 1 Surabaya SMAN 03 Kota Jawa A Semarang Tengah SMAN PLUS Kota Riau A PROP RIAU Pekanbaru SMAN 3 Kota Bogor Jawa Barat A BOGOR SMAN 2 Kab Jawa Timur A JOMBANG Jombang Kab Jawa A PURWOREJO Purworejo Tengah SMAS KRISTEN Kota Jakarta DKI Jakarta A BPK PENABUR JAKARTA Timur Kab Jawa Timur A GENTENG Banyuwangi GRESIK Kab Gresik Jawa Timur A SMAN 2 MADIUN Kota Madiun Jawa Timur A

44 Kota Batam Kepulauan A BATAM Riau Kab Klaten Jawa A KLATEN Tengah Kab Jawa A SUKOHARJO Sukoharjo Tengah SMAS KATOLIK Kota Jawa Timur A FRATERAN Surabaya SMAN 4 Kota Bali A DENPASAR Denpasar Kab Jawa Timur A BOJONEGORO Bojonegoro Kab Jawa Timur A PONOROGO Ponorogo SMAN 3 Kota Jawa A SURAKARTA Surakarta Tengah Kab Malang Jawa Timur A LAWANG SMA NEGERI 1 Kab Jawa Timur A TRENGGALEK Trenggalek SMAN 8 Kota Riau A PEKANBARU Pekanbaru SMAS TARUNA Kab Jawa A NUSANTARA Magelang Tengah SMAN 5 Kota Malang Jawa Timur A SMAN 3 Kota Jawa Barat A BANDUNG Bandung Kab Jawa Timur A GLAGAH Banyuwangi SMAS LABSCHOOL JAKARTA Kota Jakarta Timur DKI Jakarta A SURABAYA Kota Surabaya Jawa Timur A

45 KEDIRI Kota Kediri Jawa Timur A PATI Kab Pati Jawa A Tengah SMAS Kota Jakarta DKI Jakarta A GONZAGA JAKARTA Selatan SMAN 4 Kota Malang Jawa Timur A Kab Jawa Timur A PAMEKASAN Pamekasan SMAN 62 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Timur TUBAN Kab Tuban Jawa Timur A SMAN 26 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Selatan 0 Kota Malang Jawa Timur A TANGERANG PASURUAN SMAN 2 NGANJUK 2 JAKARTA BALIKPAPAN SMAN 21 JAKARTA MATARAM Kota Tangerang Banten A Kota Jawa Timur A Pasuruan Kab Nganjuk Jawa Timur A Kota Jakarta Timur Kota Balikpapan Kota Jakarta Timur Kota Mataram DKI Jakarta A Kalimantan A Timur DKI Jakarta A Nusa Tenggara Barat A BEKASI Kota Bekasi Jawa Barat A KARANGANYAR Kab Karanganyar Jawa Tengah A

46 Kota Padang Sumatera A PADANG Barat SMAN 4 Kota Jawa A SURAKARTA Surakarta Tengah SMAS ISLAM Kota Jakarta DKI Jakarta A AL-AZHAR 1 JAKARTA Selatan SMA NEGERI 1 Kab Jawa A REMBANG Rembang Tengah SMAN 2 PARE Kab Kediri Jawa Timur A SMAS BUDI MULIA BOYOLANGU SMAN SBBS GEMOLONG SMAN 3 MADIUN SMA NEGERI 17 PALEMBANG KEPANJEN SOOKO Kota Pematang Siantar Kab Tulungagung Kab Sragen Sumatera Utara A Jawa Timur A Jawa A Tengah Kota Madiun Jawa Timur A Kota Palembang Sumatera Selatan A Kab Malang Jawa Timur A Kab Mojokerto Jawa Timur A Tabel 2.9 Daftar Nama dan Index Sekolah pada Klaster 4 Nama Sekolah Kabupaten Propinsi Akreditasi Index Sekolah Sekolah SMAS KATOLIK ST ALBERTUS Kota Malang Jawa Timur A

47 PROBOLINGGO Kota Probolinggo Jawa Timur A BANDA Kota Banda Aceh A ACEH Aceh 7 Kota Sulawesi A MAKASSAR Makassar Selatan BLORA Kab Blora Jawa A Tengah SMAN 3 Kab Jombang Jawa Timur A JOMBANG CEPU Kab Blora Jawa A Tengah 3 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Utara SMAN 70 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Selatan SMAN 47 JAKARTA Kota Jakarta Selatan DKI Jakarta A SMAN MODAL Kab Aceh Aceh A BANGSA Besar SMAN 77 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Pusat SMAN CMBBS Kab Banten A Pandeglang SMAS Kota Bekasi Jawa Barat A MARSUDIRINI GEGER Kab Madiun Jawa Timur A DENPASAR TAMBUN SELATAN SITUBONDO Kota Bali A Denpasar Kab Bekasi Jawa Barat A Kab Situbondo Jawa Timur A

48 PURI Kab Jawa Timur A Mojokerto TEGAL Kota Tegal Jawa A Tengah SMAS SANTO Kota Medan Sumatera A THOMAS 1 MEDAN Utara SMAN 8 Kota Jawa Barat A BANDUNG Bandung Kab Jawa Timur A PANDAAN Pasuruan SMAS REGINA Kota Bogor Jawa Barat A PACIS Kab Jawa Timur A KEDUNGWARU Tulungagung SMAN 6 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya TAMAN Kab Sidoarjo Jawa Timur A SMAN 2 Kab Jawa Timur A LAMONGAN Lamongan Kota Sumatera A BUKITTINGGI Bukittinggi Barat Kab Buleleng Bali A SINGARAJA TALUN Kab Blitar Jawa Timur A Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya Kab Klaten Jawa A KARANGANOM Tengah SMAN 38 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Selatan SMAN 8 TANGERANG Kota Tangerang Banten A

49 SMKN ANALIS Kota Bogor Jawa Barat A KIMIA SMAKBO BOGOR MANYAR Kab Gresik Jawa Timur A PADANG Kota Padang Sumatera A PANJANG Panjang Barat BANGIL Kab Jawa Timur A Pasuruan SMA NEGERI 1 Kab Cilacap Jawa A CILACAP Tengah Kab Magetan Jawa Timur A MAGETAN BATU Kota Batu Jawa Timur A Kab Madiun Jawa Timur A MEJAYAN SMAN 21 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya Kab Nganjuk Jawa Timur A KERTOSONO SMAS ST PAULUS Kab Jember Jawa Timur A Kota Kalimantan A PONTIANAK Pontianak Barat SMAS AL Kota Jawa Timur A HIKMAH SURABAYA Surabaya SMAN 8 Kota Malang Jawa Timur A SMAN 3 PAMEKASAN SMA TARUNA DRA ZULAEHA SMAN 2 TANGERANG SMAS PANGUDI LUHUR VAN LITH Kab Pamekasan Kab Probolinggo Kota Tangerang Kab Magelang Jawa Timur A Jawa Timur A Banten A Jawa Tengah A

50 SMAN 2 BEKASI Kota Bekasi Jawa Barat A SMAN 2 JEMBER Kab Jember Jawa Timur A Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya SMAN 2 BANDAR Kota Bandar Lampung A LAMPUNG Lampung SMAN 6 YOGYAKARTA Kota Yogyakarta DI Yogyakarta A Tabel 2.10 Daftar Nama dan Index Sekolah pada Klaster 5 Nama Sekolah Kabupaten Propinsi Akreditasi Index Sekolah Sekolah KUDUS Kab Kudus Jawa A Tengah Kab Jawa A PURWOKERTO Banyumas Tengah SMAN 9 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya SMAN 2 TUBAN Kab Tuban Jawa Timur A CILEGON Kota Cilegon Banten A SMAN 2 NGAWI Kab Ngawi Jawa Timur A Kab Jawa Timur A SAMPANG Sampang Kab Blitar Jawa Timur A SRENGAT SMAN 2 Kab Sidoarjo Jawa Timur A SIDOARJO 0 Kota Kalimantan A SAMARINDA Samarinda Timur SMAN 2 CIREBON Kota Cirebon Jawa Barat A SMAN 5 BEKASI Kota Bekasi Jawa Barat A

51 SMAN 2 Kab Jawa A KEBUMEN Kebumen Tengah SMA DARUL Kab Jawa Timur A ULUM 2 Jombang Kab Jawa Timur A BANGKALAN Bangkalan SMAN 5 BOGOR Kota Bogor Jawa Barat A SMAN 3 Kota Jawa A MAGELANG Magelang Tengah KRIAN Kab Sidoarjo Jawa Timur A SMAN 3 KOTA Kota Depok Jawa Barat A DEPOK SMAN 2 Kota Jawa Timur A Mojokerto Kab Jawa Timur A SUMENEP Sumenep SIDAYU Kab Gresik Jawa Timur A SMAN 2 CIMAHI Kota Cimahi Jawa Barat A SMAS YAYASAN PUPUK KALTIM BONTANG SMAN 2 PONOROGO SMAS ISLAM AL- AZHAR 4 MOJOAGUNG SMAS YAYASAN PENDIDIKAN VIDYA DAHANA PATRA SMAN 6 JAKARTA Kota Bontang Kalimantan Timur A Kab Jawa Timur A Ponorogo Kota Bekasi Jawa Barat A Kab Jombang Kota Bontang Kota Jakarta Selatan Jawa Timur A Kalimantan Timur A DKI Jakarta A

52 SMAN 4 Kab Sidoarjo Jawa Timur A SIDOARJO SMAN AMBULU Kab Jember Jawa Timur A SMAN 2 Kab Jawa Timur A BONDOWOSO Bondowoso Kab Jawa Timur A LUMAJANG Lumajang SMAN 7 Kota Kalimantan A BANJARMASIN Banjarmasin Selatan CAWAS Kab Klaten Jawa A Tengah 1 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya 0 Kota Padang Sumatera A PADANG Barat SMAN 3 Kab Sidoarjo Jawa Timur A SIDOARJO PARE Kab Kediri Jawa Timur A MEDAN Kota Medan Sumatera A Utara SMAN 2 Kota Malang Jawa Timur A Kab Jawa Timur A KAUMAN Tulungagung MADIUN Kota Madiun Jawa Timur A SMAN 2 PURWOKERTO 12 JAKARTA SMAN 20 SURABAYA PURWAKARTA SMAS KRIDA NUSANTARA Kab Banyumas Kota Jakarta Barat Kota Surabaya Kab Purwakarta Kota Bandung Jawa A Tengah DKI Jakarta A Jawa Timur A Jawa Barat A Jawa Barat A

53 BANJARMASIN Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan A Tabel 2.11 Daftar Nama dan Index Sekolah pada Klaster 6 Nama Sekolah Kabupaten Propinsi Akreditasi Index Sekolah Sekolah Kab Tabanan Bali A TABANAN GARUM Kab Blitar Jawa Timur A SMAN 2 Kab Bogor Jawa Barat A CIBINONG SMAS CENDANA Kab Riau A MANDAU Bengkalis SMAN 4 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya SMAS PESANTREN Kab Jawa Barat A UNGGUL AL BAYAN Sukabumi SMAN 3 JAKARTA Kota Jakarta DKI Jakarta A Selatan SMAS WACHID Kab Sidoarjo Jawa Timur A HASYIM 2 SMAN 3 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya GIANYAR Kab Gianyar Bali A SMAN 3 KOTA TANGERANG SELATAN TANJUNG PINANG Kota Tangerang Selatan Kota Tanjung Pinang Banten A Kepulauan Riau A

54 MAN INSAN CENDEKIA SERPONG TEMPEH Kota Tangerang Selatan Banten A Kab Jawa Timur A Lumajang Kota Kalimantan A Samarinda Timur Kab Subang Jawa Barat A SAMARINDA SMAS IT AS-SYIFA BOARDING SCHOOL 7 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya SMAN 2 BOGOR Kota Bogor Jawa Barat A SMA NEGERI 06 Kota Sumatera A PALEMBANG Palembang Selatan SMAS KHARISMA Kota Banten A BANGSA Tangerang Selatan SMAN 4 KEDIRI Kota Kediri Jawa Timur A SMAN 01 Kota Semarang Jawa Tengah A SMAS UNGGUL Kab Toba Sumatera A DEL Samosir Utara SMAS KRISTEN Kota Jawa Timur A PETRA 5 Surabaya 03 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Timur SMAN 3 Kota Bali A DENPASAR Denpasar BABAT Kab Jawa Timur A Lamongan SMAN 3 KEDIRI Kota Kediri Jawa Timur A SMAS CENDANA Kota Pekanbaru Riau A

55 SMKS TELKOM Kota Malang Jawa Timur A SANDHY PUTRA WARU Kab Sidoarjo Jawa Timur A SMAN 5 Kota Bali A DENPASAR Denpasar SMAS KATOLIK Kota Jawa Timur A SANTA AGNES Surabaya SMAN 2 Kota Jawa Barat A BANDUNG Bandung SMAS TRI MURTI Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya SMAN 04 Kota Jawa A Semarang Tengah SMAN 6 BOGOR Kota Bogor Jawa Barat A SMAN 2 Kota Cilegon Banten A KRAKATAU STEEL CILEGON 9 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya GIRI Kab Jawa Timur A Banyuwangi Kab Sidoarjo Jawa Timur A KREMBUNG PACITAN Kab Pacitan Jawa Timur A SMAN 3 Kab Jawa Timur A LUMAJANG Lumajang BOYOLALI Kab Boyolali Jawa A Tengah SMAN 3 Kota Jawa A PEKALONGAN Pekalongan Tengah 3 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya SMAN 4 JEMBER Kab Jember Jawa Timur A

56 SMAN 05 Kota Jawa A Semarang Tengah SMAN 7 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya SMAS ISLAM AL- Kota Banten A AZHAR BSD Tangerang Selatan SRAGEN Kab Sragen Jawa A Tengah NGANJUK Kab Nganjuk Jawa Timur A SMAS KATOLIK Kota Batam Kepulauan A YOS SUDARSO Riau SMAS Kab Sidoarjo Jawa Timur A MUHAMMADIYAH 2 0 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya SMAN 5 Kota Bengkulu A BENGKULU Bengkulu Kab Jawa Timur A MOJOSARI Mojokerto SMAN 7 Kota Malang Jawa Timur A SMAN 5 Kota DI A YOGYAKARTA Yogyakarta Yogyakarta Kab Jawa Timur A MAOSPATI Magetan SMAN 54 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Timur Kota Jawa Barat A TASIKMALAYA Tasikmalaya SMAN 2 KLATEN Kab Klaten Jawa Tengah A

57 Tabel 2.12 Daftar Nama dan Index Sekolah pada Klaster 7 Nama Sekolah Kabupaten Propinsi Akreditasi Index Sekolah Sekolah SMKN 5 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya SMAN 2 Kota Kalimantan A PALANGKA RAYA Palangka Raya Tengah SMAN 65 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Barat SMAN 31 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Timur SMAS KHADIJAH Kota Surabaya Jawa Timur A SMAS UNGGULAN Kab Deli Sumatera A CT FOUNDATION Serdang Utara SMAN 99 JAKARTA Kota Jakarta Timur DKI Jakarta A BAU-BAU Kota Bau- Sulawesi A Bau Tenggara SMAN 4 KOTA Kota Depok Jawa Barat A DEPOK SMAN 3 BEKASI Kota Bekasi Jawa Barat A SMAN 3 SMAN 7 PURWOREJO KRAKSAAN SMAN 3 BATU SANGKAR Kota Mojokerto Kab Purworejo Kab Probolinggo Kab Tanah Datar Jawa Timur A Jawa A Tengah Jawa Timur A Sumatera Barat A

58 SMAS MUHAMMADIYAH 2 Kota Surabaya Jawa Timur A SMAN 2 BLITAR Kota Blitar Jawa Timur A SMAS KEMALA BHAYANGKARI 1 SURABAYA 8 SURABAYA Kota Surabaya Jawa Timur A Kota Jawa Timur A Surabaya SMAN 3 BATAM Kota Batam Kepulauan A Riau SMAN 90 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Selatan SMAS IIBS RI Kab Bekasi Jawa Barat A Kab Jawa A BANYUMAS Banyumas Tengah Kab Sidoarjo Jawa Timur A GEDANGAN NGAWI Kab Ngawi Jawa Timur A SMAN 55 JAKARTA SMAS PAHOA SMAN 2 KOTA SERANG ROGOJAMPI SMAN 2 KOTA TANGERANG SELATAN SMKN 1 SURABAYA SMAN 82 JAKARTA Kota Jakarta Selatan DKI Jakarta A Kab Banten A Tangerang Kota Serang Banten A Kab Banyuwangi Kota Tangerang Selatan Kota Surabaya Kota Jakarta Selatan Jawa Timur A Banten A Jawa Timur A DKI Jakarta A

59 SMAN 9 JAKARTA 4 SURABAYA SMAS GLORIA KOTA TANGERANG SELATAN SMAS ISLAM TERPADU NURUL FIKRI Kota Jakarta Timur DKI Jakarta A Kota Jawa Timur A Surabaya Kota Jawa Timur A Surabaya Kota Banten A Tangerang Selatan Kota Depok Jawa Barat A SMAN 2 PADANG Kota Padang Sumatera A Barat METRO Kota Metro Lampung A KEBONMAS SMA NEGERI 1 RAYA SMAN MODEL TERPADU MADANI SMAN SUMATERA SELATAN SMAS PLUS PEMBANGUNAN JAYA SMAN 29 JAKARTA SMAN 7 TANGERANG BANJARBARU Kab Gresik Jawa Timur A Kab Simalungun Kota Palu Kota Palembang Kota Tangerang Selatan Kota Jakarta Selatan Kota Tangerang Kota Banjarbaru Sumatera Utara Sulawesi Tengah A A Sumatera A Selatan Banten A DKI Jakarta A Banten A Kalimantan Selatan A

60 LUBUK SIKAPING SMAN 58 JAKARTA SMAS MUHAMMADIYAH 1 GRESIK SMA SEMESTA SMAN 52 JAKARTA SMAN 2 KUNINGAN SMAN 2 PROBOLINGGO SMAN 4 MAGELANG SMAN 2 PASURUAN SMAS SANTA MARIA SMAN SIWALIMA AMBON WONOGIRI Kab Pasaman Sumatera Barat A Kota Jakarta DKI Jakarta A Timur Kab Gresik Jawa Timur A Kota Semarang Jawa Tengah A Kota Jakarta DKI Jakarta A Utara Kab Jawa Barat A Kuningan Kota Jawa Timur A Probolinggo Kota Jawa A Magelang Tengah Kota Jawa Timur A Pasuruan Kota Jawa Timur A Surabaya Kota Ambon Maluku A Kab Wonogiri Jawa Tengah A Tabel 2.13 Daftar Nama dan Index Sekolah pada Klaster 8 Nama Sekolah Kabupaten Propinsi Akreditasi Index Sekolah Sekolah SMAN 3 PADANG Kota Padang Sumatera A Barat MAN 3 MALANG Kota Malang Jawa Timur A

61 SMAN 5 BATAM Kota Batam Kepulauan A Riau SMAS MTA Kota Jawa A SURAKARTA Surakarta Tengah SMAN 3 BLITAR Kota Blitar Jawa Timur A Kab Jawa Timur A NGIMBANG Lamongan SMAS SANTO Kota Jakarta DKI Jakarta A YAKOBUS JAKARTA Utara SMAN 4 Kota DI A YOGYAKARTA Yogyakarta Yogyakarta SMAS ASSAADAH Kab Gresik Jawa Timur A BUNGAH Kab Bogor Jawa Barat A CIBINONG Kab Jawa A MUNTILAN Magelang Tengah Kota Kalimantan A TARAKAN Tarakan Utara Kab Tapanuli Sumatera A MATAULI Tengah Utara SMAN 5 Kota Nusa A MATARAM Mataram Tenggara Barat SMAS KOLOSE DE Kab Sleman DI A BRITO DEPOK Yogyakarta SMAS HANG Kab Sidoarjo Jawa Timur A TUAH 2 GEDANGAN SMAN 6 CIREBON Kota Cirebon Jawa Barat A SMAN 9 BANDAR LAMPUNG Kota Bandar Lampung Lampung A

62 KENDARI Kota Kendari Sulawesi A Tenggara SMAS MUTIARA Kab Riau A Bengkalis SMAN 2 KOTA Kota Depok Jawa Barat A DEPOK SMAN 4 BEKASI Kota Bekasi Jawa Barat A SMAN 3 Kota Salatiga Jawa A SALATIGA Tengah SMAN 3 CILACAP Kab Cilacap Jawa A Tengah SMAN 5 Kota Kalimantan A BALIKPAPAN Balikpapan Timur SMAN 7 KEDIRI Kota Kediri Jawa Timur A SMAN 3 Kab Tapanuli Sumatera A TARUTUNG Utara Utara PORONG Kab Sidoarjo Jawa Timur A BAE Kab Kudus Jawa A KUDUS Tengah SMAN 8 Kota Jawa Timur A SURABAYA Surabaya SMAN BANUA Kab Banjar Kalimantan A KAL SEL Selatan SMAN 2 Kota Bengkulu A BENGKULU Bengkulu TUREN Kab Malang Jawa Timur A SMAN 7 KOTA TANGERANG SELATAN SMAN 22 SURABAYA SMAS BINA NUSANTARA Kota Tangerang Selatan Kota Surabaya Kota Tangerang Selatan Banten A Jawa Timur A Banten A

63 SMAN 3 BUKITTINGGI PURWOSARI SMAN 2 PURWOREJO SMAS METHODIST 3 MEDAN SMAN 2 BOJONEGORO BANDUNG SMAN 3 SUKOHARJO 05 JAKARTA SMAN 2 GENTENG BONTANG GRATI SMAN 98 JAKARTA SMAN 3 BANDA ACEH JOMBANG PRAYA SMAN 5 SURAKARTA Kota Bukittinggi Kab Pasuruan Kab Purworejo Kota Medan Kab Bojonegoro Kota Bandung Kab Sukoharjo Kota Jakarta Timur Kab Banyuwangi Kota Bontang Kab Pasuruan Kota Jakarta Timur Kota Banda Aceh Kab Jombang Kab Lombok Tengah Kota Surakarta Sumatera A Barat Jawa Timur A Jawa Tengah Sumatera Utara A A Jawa Timur A Jawa Barat A Jawa A Tengah DKI Jakarta A Jawa Timur A Kalimantan A Timur Jawa Timur A DKI Jakarta A Aceh A Jawa Timur A Nusa Tenggara Barat Jawa Tengah A A

64 MAN 2 KUDUS Kab Kudus Jawa A Tengah SMAN 2 Kota Jawa A MAGELANG Magelang Tengah Kab Dairi Sumatera A SIDIKALANG Utara SMAN 2 Kota Kalimantan A PONTIANAK Pontianak Barat 09 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Selatan Kab Kediri Jawa Timur A PLEMAHAN Kab Jawa Timur A LAMONGAN Lamongan SMAN 4 MEDAN Kota Medan Sumatera A Utara SMA NEGERI 1 Kab Cilacap Jawa A KROYA Tengah PLOSO Kab Jawa Timur A Jombang PEMALI Kab Bangka Kepulauan A Bangka Belitung PEMALANG Kab Pemalang Jawa Tengah A SMAN UNGGUL Kab Aceh Aceh A TAPAKTUAN Selatan SMAN 4 Kota Riau A PEKANBARU Pekanbaru SMAN 02 Kota Jawa A Semarang Tengah SMA NEGERI 1 SEWON Kab Bantul DI Yogyakarta A

65 SMKN 1 PURWOREJO JOGONALAN GEMOLONG SMA NEGERI 1 MAOS NGANTANG SMAN 2 TANJUNG PINANG SMAS SANTA MARIA MAN 2 KOTA SERANG KETAPANG SMAN 44 JAKARTA TANJUNG PANDAN SMAN 3 SINGKAWANG AJIBARANG SMAN KARANGPANDAN SMAN 2 JAKARTA Kab Purworejo Jawa Tengah A Kab Klaten Jawa A Tengah Kab Sragen Jawa A Tengah Kab Cilacap Jawa A Tengah Kab Malang Jawa Timur A Kota Tanjung Pinang Kota Pekanbaru Kepulauan Riau A Riau A Kota Serang Banten A Kab Ketapang Kota Jakarta Timur Kab Belitung Kota Singkawang Kab Banyumas Kab Karanganyar Kota Jakarta Barat SMAN 3 TEGAL Kota Tegal Jawa Tengah Kalimantan A Barat DKI Jakarta A Kepulauan Bangka Belitung A Kalimantan A Barat Jawa A Tengah Jawa A Tengah DKI Jakarta A A

66 Kab Jawa Timur A GONDANG Tulungagung SMAN 5 Kota Banten A TANGERANG Tangerang SMAS NURUL Kab Jawa Timur A JADID Probolinggo SMAN 2 Kota Kalimantan A BALIKPAPAN Balikpapan Timur SMAS IT IHSANUL Kab Jawa A FIKRI MUNGKID Magelang Tengah SMAN 8 BEKASI Kota Bekasi Jawa Barat A SMAS KRISTEN Kab Sidoarjo Jawa Timur A PETRA 4 MAN 2 MODEL Kota Riau A PEKANBARU Pekanbaru SMAN 6 Kota Malang Jawa Timur A SMKN 13 Kota Jawa Barat A BANDUNG Bandung SMAN 42 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Timur SMAS KATOLIK ST Kota Jawa Timur A CAROLUS Surabaya SMAN 8 BATAM Kota Batam Kepulauan A Riau SMAN 30 Kota Jakarta DKI Jakarta A JAKARTA Pusat SMKN 1 BLITAR Kota Blitar Jawa Timur A TUMPANG Kab Malang Jawa Timur A Hasil Seleksi Dari hasil seleksi SNMPTN 2017 untuk ITS sebagai PTN 1, sebanyak 1026 siswa diterima sebagai calon mahasiswa baru ITS 59

67 dengan rincian 780 siswa Prodi pilihan 1 dan 246 siswa Prodi pilihan 2. Untuk seleksi ITS sebagai PTN 2, sebanyak 33 siswa diterima sebagai calon mahasiswa baru ITS yang semuanya Prodi Pilihan 1. Sehingga jumlah total siswa yang diterima di ITS melalui jalur SNMPTN tahun 2017 adalah 1059 siswa. Jumlah calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SNMPTN 2017 untuk masing-masing Program Studi dapat dilihat pada Tabel Pada penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN tahun 2017 ini, ITS juga menerima mahasiswa baru dengan beasiswa Bidikmisi dari Ristek Dikti. Dari total 1059 siswa yang diterima, 209 diterima sebagai calon mahasiswa Bidikmisi dan 850 reguler. Distribusi jumlah calon mahasiswa baru Bidikmisi SNMPTN 2017 pada masing-masing Prodi ditunjukkan pada Tabel Distribusi jumlah siswa yang diterima berdasarkan asal sekolah dan asal provinsi berturut-turut dapat dilihat pada Tabel 2.15 dan Tabel Siswa yang diterima berasal dari 269 sekolah di Indonesia dimana jumlah siswa diterima terbanyak berasal dari SMAN 2 Lumajang, SMAN 2 Surabaya, dan SMAN 2 Jombang dengan jumlah masing-masing 32, 25, dan 24 siswa. Sedangkan berdasarkan asal provinsi, siswa yang diterima paling banyak berturut-turut berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta dengan persentase masing-masing sebesar 69,59%; 7,65%; dan 6,33%. 60

68 Tabel 2.14 Jumlah Calon Mahasiswa Baru yang Diterima SNMPTN 2017 masing-masing Program Studi SISWA PENDAFTAR SISWA DITERIMA NO PROGRAM STUDI PTN 1 PTN - 2 TOTAL PTN- PTN- TOTAL PIL PIL TOTAL B.M. PIL PIL TOTAL B.M. TOTAL B.M ARSITEKTUR BIOLOGI DESAIN INTERIOR DES. PROD INDUSTRI (DKV, DESPRO) FISIKA KIMIA MANAJEMEN BISNIS MATEMATIKA PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA SISTEM INFORMASI STATISTIKA TEKNIK BIOMEDIK TEKNIK ELEKTRO TEKNIK FISIKA

69 15 TEKNIK GEOFISIKA TEKNIK GEOMATIKA TEKNIK INDUSTRI TEKNIK INFORMATIKA 19 TEKNIK KELAUTAN TEKNIK KIMIA TEKNIK KOMPUTER TEKNIK LINGKUNGAN 23 TEKNIK MATERIAL TEKNIK MESIN TEKNIK PERKAPALAN TEKNIK SIPIL TEKNIK SISTEM PERKAPALAN 28 TEKNIK TRANSPORTASI LAUT 29 TEK. SIST PERKAPALAN (GLR GANDA ITS-JERMAN) TOTAL

70 Tabel 2.15 Distribusi Jumlah Siswa Diterima Berdasarkan Asal Sekolah NO NAMA SEKOLAH KOTA/KABUPATEN JUMLAH DITERIMA 1 MAN 1 KOTA BIMA Kota Bima 1 2 MAN 2 MODEL PEKANBARU Kota Pekanbaru 1 3 MAN Insan Cendekia Gorontalo Kab. Bone Bolango 1 4 MAN MODEL BANDA ACEH Kota Banda Aceh 2 5 MAN SURABAYA Kota Surabaya 1 6 SMA IBNU HAJAR BOARDING SCHOOL Kota Depok 1 7 SMA KATOLIK ST.LOUIS 1 Kota Surabaya 2 8 SMA NEGERI 1 REMBANG Kab. Rembang 8 9 SMA NEGERI 1 TRENGGALEK Kab. Trenggalek SMA NEGERI 17 PALEMBANG Kota Palembang 2 11 SMA TARUNA DRA. ZULAEHA Kab. Probolinggo 3 12 SMAN 04 Semarang Kota Semarang 1 13 SMAN 05 Semarang Kota Semarang 1 14 BABAT Kab. Lamongan 3 15 BALIKPAPAN Kota Balikpapan BANGIL Kab. Pasuruan 1 63

71 17 BANGKALAN Kab. Bangkalan 5 18 BANGLI Kab. Bangli 1 19 BANGSAL Kab. Mojokerto 1 20 BANJAR Kab. Buleleng 1 21 BANJARMASIN Kota Banjarmasin 1 22 BATAM Kota Batam 7 23 BATANG Kab. Batang 1 24 BATU Kota Batu 2 25 BAU-BAU Kota Bau-Bau 1 26 BEKASI Kota Bekasi 3 27 BENGKULU SELATAN Kab. Bengkulu Selatan 1 28 BINAMU Kab. Jeneponto 1 29 BITUNG Kota Bitung 1 30 BLITAR Kota Blitar BLORA Kab. Blora 2 32 BOJONEGORO Kab. Bojonegoro BOYOLANGU Kab. Tulungagung 4 34 CAWAS Kab. Klaten 1 35 CEPU Kab. Blora 6 36 CURUP Kab. Rejang Lebong 1 37 DENPASAR Kota Denpasar 3 38 DOLOK SANGGUL Kab. Humbang Hasundutan 1 39 GARUM Kab. Blitar 1 40 GEGER Kab. Madiun 8 64

72 41 GENTENG Kab. Banyuwangi GERUNG Kab. Lombok Barat 1 43 GLAGAH Kab. Banyuwangi GRESIK Kab. Gresik JEMBER Kab. Jember KARANGANOM Kab. Klaten 1 47 KARANGANYAR Kab. Karanganyar 5 48 KEBUMEN Kab. Kebumen 1 49 KEDIRI Kota Kediri KEDUNGWARU Kab. Tulungagung 8 51 KEPANJEN Kab. Malang 1 52 KERTOSONO Kab. Nganjuk 3 53 KLATEN Kab. Klaten 1 54 KOMODO Kab. Manggarai Barat 1 55 KOTA DEPOK Kota Depok 1 56 KOTA SERANG Kota Serang 9 57 KOTA TANGERANG SELATAN Kota Tangerang Selatan 2 58 KOTABARU Kab. Kotabaru 1 59 KREMBUNG Kab. Sidoarjo 1 60 KRIAN Kab. Sidoarjo 2 61 KUDUS Kab. Kudus 2 62 KUTA Kab. Badung 1 65

73 63 KUTA UTARA Kab. Badung 1 64 LAWANG Kab. Malang LUMAJANG Kab. Lumajang 2 66 MADIUN Kota Madiun 2 67 MAGELANG Kota Magelang 6 68 MAGETAN Kab. Magetan 1 69 MAKASSAR Kota Makassar 1 70 Malang Kota Malang MANYAR Kab. Gresik 5 72 MAOSPATI Kab. Magetan 1 73 MATARAM Kota Mataram 5 74 MEJAYAN Kab. Madiun 5 75 MOJOAGUNG Kab. Jombang 3 76 MOJOSARI Kab. Mojokerto 2 77 NGANJUK Kab. Nganjuk 1 78 NGANTANG Kab. Malang 2 79 PADANG Kota Padang 1 80 PAMEKASAN Kab. Pamekasan PANDAAN Kab. Pasuruan 9 82 PARE Kab. Kediri 4 83 PASURUAN Kota Pasuruan PATI Kab. Pati 6 66

74 85 PEKALONGAN Kota Pekalongan 8 86 PEMALI Kab. Bangka 2 87 PLOSO Kab. Jombang 2 88 PONOROGO Kab. Ponorogo PROBOLINGGO Kota Probolinggo 4 90 PURI Kab. Mojokerto 5 91 PURWOKERTO Kab. Banyumas 1 92 PURWOREJO Kab. Purworejo 3 93 PUTRI HIJAU Kab. Bengkulu Utara 1 94 SALATIGA Kota Salatiga 6 95 SAMPANG Kab. Sampang 2 96 SIDAYU Kab. Gresik 3 97 SIDOARJO Kab. Sidoarjo SITUBONDO Kab. Situbondo 7 99 SOOKO Kab. Mojokerto SRENGAT Kab. Blitar SUKOHARJO Kab. Sukoharjo SUMENEP Kab. Sumenep SURABAYA Kota Surabaya TALUN Kab. Blitar TAMAN Kab. Sidoarjo TANGERANG Kota Tangerang 4 67

75 107 TANJUNG PINANG Kota Tanjung Pinang TARAKAN Kota Tarakan TUBAN Kab. Tuban WARU Kab. Sidoarjo WONOGIRI Kab. Wonogiri BANDA ACEH Kota Banda Aceh Malang Kota Malang SURABAYA Kota Surabaya AMBON Kota Ambon SURABAYA Kota Surabaya JAKARTA Kota Jakarta Timur SURABAYA Kota Surabaya JAKARTA Kota Jakarta Utara SURABAYA Kota Surabaya JAKARTA Kota Jakarta Timur SURABAYA Kota Surabaya SURABAYA Kota Surabaya SURABAYA Kota Surabaya MAKASSAR Kota Makassar SURABAYA Kota Surabaya 1 68

76 SURABAYA Kota Surabaya 2 9 SURABAYA Kota Surabaya SMAN 2 BALIGE Kab. Toba Samosir 10 SMAN 2 BANDAR Kota Bandar 130 LAMPUNG Lampung SMAN 2 BLITAR Kota Blitar SMAN 2 BOGOR Kota Bogor SMAN 2 BOJONEGORO Kab. Bojonegoro SMAN 2 BONDOWOSO Kab. Bondowoso SMAN 2 BUKITTINGGI Kota Bukittinggi SMAN 2 CIREBON Kota Cirebon SMAN 2 GENTENG Kab. Banyuwangi SMAN 2 JEMBER Kab. Jember SMAN 2 JOMBANG Kab. Jombang SMAN 2 KEBUMEN Kab. Kebumen SMAN 2 KEDIRI Kota Kediri SMAN 2 KLATEN Kab. Klaten SMAN 2 LAMONGAN Kab. Lamongan SMAN 2 LUMAJANG Kab. Lumajang SMAN 2 MADIUN Kota Madiun SMAN 2 MAJENE Kab. Majene SMAN 2 Mojokerto Kota Mojokerto SMAN 2 NGANJUK Kab. Nganjuk 12 69

77 149 SMAN 2 PALANGKA RAYA Kota Palangka Raya SMAN 2 PARE Kab. Kediri SMAN 2 PATI Kab. Pati SMAN 2 PONOROGO Kab. Ponorogo SMAN 2 PONTIANAK Kota Pontianak SMAN 2 PROBOLINGGO Kota Probolinggo SMAN 2 SAMARINDA Kota Samarinda SMAN 2 SIDOARJO Kab. Sidoarjo SMAN 2 SUMENEP Kab. Sumenep SMAN 2 SURABAYA Kota Surabaya SMAN 2 TANGERANG Kota Tangerang SMAN 2 TUBAN Kab. Tuban SMAN 20 SURABAYA Kota Surabaya SMAN 21 JAKARTA Kota Jakarta Timur SMAN 21 SURABAYA Kota Surabaya SMAN 22 SURABAYA Kota Surabaya SMAN 26 JAKARTA Kota Jakarta Selatan SMAN 3 BANJARMASIN Kota Banjarmasin SMAN 3 BLITAR Kota Blitar SMAN 3 BOGOR Kota Bogor 3 70

78 169 SMAN 3 JAKARTA Kota Jakarta Selatan SMAN 3 JOMBANG Kab. Jombang SMAN 3 KEDIRI Kota Kediri SMAN 3 KUPANG Kota Kupang 1 SMAN LUMAJANG Kab. Lumajang SMAN 3 MADIUN Kota Madiun SMAN 3 Malang Kota Malang SMAN 3 Mojokerto Kota Mojokerto SMAN 3 PAMEKASAN Kab. Pamekasan SMAN 3 SIDOARJO Kab. Sidoarjo SMAN 3 SORONG Kota Sorong SMAN 3 SURABAYA Kota Surabaya SMAN 3 SURAKARTA Kota Surakarta SMAN 34 JAKARTA Kota Jakarta Selatan SMAN 39 JAKARTA Kota Jakarta Timur SMAN 4 BUKIT TINGGI Kota Bukittinggi SMAN 4 DENPASAR Kota Denpasar SMAN 4 JAYAPURA Kota Jayapura SMAN 4 JEMBER Kab. Jember SMAN 4 KARIMUN Kab. Karimun SMAN 4 KEDIRI Kota Kediri 2 71

79 190 SMAN 4 KOTA TERNATE Kota Ternate SMAN 4 Malang Kota Malang SMAN 4 SIDOARJO Kab. Sidoarjo SMAN 4 SURABAYA Kota Surabaya SMAN 4 SURAKARTA Kota Surakarta SMAN 47 JAKARTA Kota Jakarta Selatan SMAN 48 JAKARTA Kota Jakarta Timur SMAN 5 BANDAR LAMPUNG Kota Bandar Lampung SMAN 5 DENPASAR Kota Denpasar SMAN 5 Malang Kota Malang 7 SMAN SURABAYA Kota Surabaya SMAN 6 BOGOR Kota Bogor SMAN 6 KENDARI Kota Kendari SMAN 6 Malang Kota Malang SMAN 6 SURABAYA Kota Surabaya SMAN 6 YOGYAKARTA Kota Yogyakarta SMAN 61 JAKARTA Kota Jakarta Timur SMAN 62 JAKARTA Kota Jakarta Timur SMAN 7 BANJARMASIN Kota Banjarmasin SMAN 7 Malang Kota Malang 2 72

80 SMAN 7 PURWOREJO Kab. Purworejo 1 SMAN 7 SURABAYA Kota Surabaya 2 SMAN 71 JAKARTA Kota Jakarta Timur 5 SMAN 74 Kota Jakarta JAKARTA Selatan 1 SMAN 8 PEKANBARU Kota Pekanbaru 6 SMAN 8 SURABAYA Kota Surabaya 3 SMAN 8 TANGERANG Kota Tangerang 4 SMAN 81 JAKARTA Kota Jakarta Timur 3 SMAN 85 JAKARTA Kota Jakarta Barat SMAN 9 JAKARTA Kota Jakarta Timur SMAN 9 KOTA TANGERANG SELATAN Kota Tangerang Selatan SMAN 9 MANADO Kota Manado SMAN 9 SURABAYA Kota Surabaya SMAN AMBULU Kab. Jember SMAN CMBBS Kab. Pandeglang SMAN MODAL BANGSA Kab. Aceh Besar SMAN MODEL TERPADU MADANI Kota Palu SMAN PLUS PROP RIAU Kota Pekanbaru SMAN TITIAN TERAS Kab. Muaro Jambi 1 73

81 SMAN UNGGUL SUBULUSSALAM Kota Subulussalam 1 SMAN UNGGUL TAPAKTUAN Kab. Aceh Selatan 1 SMAN UNGGULAN M.H. THAMRIN Kota Jakarta Timur 1 SMAS AL HIKMAH SURABAYA Kota Surabaya 4 SMAS BUDI Kota Pematang MULIA Siantar 6 SMAS DARUL QUR AN Kab. Bogor 3 SMAS FATIH BILINGUAL SCHOOL Kota Banda Aceh 1 SMAS GONZAGA Kota Jakarta JAKARTA Selatan 2 SMAS ISLAM TERPADU NURUL FIKRI Kota Depok 1 SMAS IT IBNU ABBAS Kab. Klaten 1 SMAS K KOLESE ST YUSUP Kota Malang 2 SMAS KATOLIK FRATERAN Kota Surabaya SMAS KHADIJAH Kota Surabaya SMAS KRISTEN 7 BPK PENABUR Kota Jakarta Timur 2 JAKARTA 243 SMAS KRISTEN PETRA 1 Kota Surabaya SMAS KRISTEN PETRA 2 SURABAYA Kota Surabaya 7 74

82 SMAS LABSCHOOL JAKARTA Kota Jakarta Timur 7 SMAS MARSUDIRINI Kota Bekasi 1 SMAS MUHAMMADIYAH 1 DENPASAR Kota Denpasar 1 SMAS MUHAMMADIYAH 1 TAMAN Kab. Sidoarjo 1 SMAS MUHAMMADIYAH 2 Kota Surabaya 3 SMAS NURIS JEMBER Kab. Jember 1 SMAS NURUL JADID Kab. Probolinggo 3 SMAS REGINA PACIS Kota Bogor 1 SMAS SANTA MARIA Kota Pekanbaru 1 SMAS TARUNA NUSANTARA Kab. Magelang 5 SMAS UNGGULAN CT FOUNDATION Kab. Deli Serdang 1 SMAS YPPK TERUNA BAKTI Kota Jayapura 1 SMK NEGERI 12 SURABAYA Kota Surabaya 1 SMKN 07 Semarang Kota Semarang SMKN 1 BLITAR Kota Blitar 1 SMKN PURWOREJO Kab. Purworejo SMKN 2 BAUBAU Kota Bau-Bau 1 75

83 SMKN 2 SURABAYA Kota Surabaya 1 SMKN 3 BOYOLANGU Kab. Tulungagung 2 SMKN 3 SURABAYA Kota Surabaya 1 SMKN 5 SURABAYA Kota Surabaya 4 SMKN 6 SURABAYA Kota Surabaya 1 SMKN 7 SURABAYA Kota Surabaya 1 SMKN ANALIS KIMIA SMAKBO BOGOR Kota Bogor 2 SMKS TELEKOMUNIKASI SANDHY PUTRA Kab. Banyumas 1 PURWOKERTO TOTAL 1059 Tabel 2.16 Distribusi Jumlah Siswa Diterima Berdasarkan Asal Propinsi NO PROVINSI JUMLAH TERIMA % TERIMA 1 Aceh % 2 Sumatera Utara % 3 Sumatera Barat % 4 Riau % 5 Jambi % 6 Sumatera Selatan % 7 Bengkulu % 8 Lampung % 9 Bangka-Belitung % 10 Riau Kepulauan % 11 DKI Jakarta Raya % 76

84 12 Banten % 13 Jawa Barat % 14 Jawa Tengah % 15 DI Yogyakarta % 16 Jawa Timur % 17 Bali % 18 Nusa Tenggara Barat % 19 Nusa Tenggara Timur % 20 Kalimantan Barat % 21 Kalimantan Tengah % Kalimantan 22 Selatan % 23 Kalimantan Timur % 24 Kalimantan Utara % 25 Sulawesi Utara % 26 Sulawesi Tengah % 27 Sulawesi Selatan % 28 Sulawesi Tenggara % 29 Gorontalo % 30 Sulawesi Barat % 31 Maluku % 32 Maluku Utara % 33 Papua Barat % 34 Papua % TOTAL % 2.8 Verifikasi dan Daftar Ulang SNMPTN 2017 Setelah pengumuman penerimaan calon mahasiswa baru ITS melalui jalur SNMPTN tahun 2017 pada tanggal 26 April 2017, calon 77

85 mahasiswa baru diwajibkan untuk hadir pada verifikasi rapor dan prestasi untuk calon mahasiswa baru reguler, dan verifikasi Bidik Misi untuk calon mahasiswa baru penerima beasiswa Bidik Misi. Jadwal pelaksanaan verifikasi rapor dan prestasi di ITS dilakukan pada tanggal 8 12 Mei 2017 di Plaza Gedung Angka dan Ruang BAPKM dengan rincian seperti ditunjukkan pada Tabel Verifikasi rapor dan prestasi dilakukan oleh Sekretaris Departemen atau Kepala Program Studi untuk masing-masing Prodi. Untuk verifikasi Bidikmisi dan Daftar Ulang calon mahasiswa baru dilakukan oleh masing-masing Kepala Departemen dan Dekan pada tanggal 16 Mei 2017 di Gedung Graha ITS. Tabel 2.17 Jadwal Pelaksanaan Verifikasi Rapor dan Prestasi Calon Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN 2017 Jadwal Fakultas 8 Mei 2017 FMIPA 9 Mei 2017 FTI, FTE 10 Mei 2017 FTSP, FBMT 12 Mei 2017 FTK, FTIF Pada pelaksanaan verifikasi rapor dan prestasi, calon mahasiswa baru juga melakukan tes kesehatan di Medical Center ITS pada jadwal yang sama. Berdasarkan hasil verifikasi rapor dan prestasi didapatkan bahwa 16 rapor siswa memiliki nilai mata pelajaran yang berbeda dengan nilai mata pelajaran pada PDSS dengan rata-rata 1 mata pelajaran yang berbeda. Berdasarkan hasil verifikasi Bidikmisi yang dilakukan oleh Kepala Departemen dan Dekan, 13 calon mahasiswa baru tidak lolos verifikasi dan harus dilakukan visitasi di rumah masing-masing calon mahasiswa baru tersebut. Setelah dilakukan visitasi, Wakil Rektor 1 melakukan rapat bersama Dekan FMIPA, FTI, FTSP, FTK, FTIF, FTE, dan FBMT, Direktur Akademik, Kasubdit PMPKB, serta BAPKM untuk memutuskan calon mahasiswa layak menerima beasiswa bidikmisi atau tidak. Selanjutnya diputuskan 7 calon mahasiswa diterima, dan 6 ditolak sebagai penerima beasiswa bidikmisi. 78

86 Dari hasil Daftar Ulang didapatkan bahwa ada 31 calon mahasiswa baru yang tidak melakukan daftar ulang dari 1059 calon mahasiswa baru, atau 97,07% calon mahasiswa baru yang melakukan daftar ulang. Data jumlah calon mahasiswa baru yang melakukan daftar ulang pada masingmasing Prodi ditunjukkan pada Tabel

87 NO Tabel 2.18 Jumlah Calon Mahasiswa Baru yang Melakukan Daftar Ulang SNMPTN 2017 pada Masingmasing Prodi PROGRAM STUDI Non BIDIKMISI BIDIKMISI TOTAL Tidak Tidak Daftar Daftar Daftar Diterima Daftar Diterima Daftar Diterima Ulang Ulang Ulang Ulang Ulang 1 Fisika Kimia Biologi Teknik Mesin Teknik Kimia Teknik Fisika Teknik Industri Teknik Material Teknik Sipil Teknik Lingkungan Teknik Geomatika Teknik Geofisika Teknik Perkapalan Tidak Daftar Ulang 80

88 14 15 Teknik Sistem Perkapalan DD Marine Engineering Teknik Kelautan Transportasi Laut Teknik Informatika Sistem Informasi Matematika Statistika Teknik Elektro Teknik Komputer Teknik Biomedik Arsitektur PWK Desain Produk Desain Interior Manajemen Bisnis TOTAL

89 Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITS pada Tahun Akademik 2017/2018 tidak mengalami perubahan, dan terbagi menjadi 7 kategori, yaitu: 1. Kategori 1 sebesar Rp ,- 2. Kategori 2 sebesar Rp ,- 3. Kategori 3 sebesar Rp ,- 4. Kategori 4 sebesar Rp ,- 5. Kategori 5 sebesar Rp ,- 6. Kategori 6 sebesar Rp ,- 7. Kategori 7 sebesar Rp ,- Sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Nomor: 1960/IT2/HK.00.01/2017 tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahasiswa Baru ITS dari Jalur Masuk SNMPTN Tahun 2017, distribusi UKT pada masing-masing Prodi dapat dilihat pada Tabel Sedangkan distribusi UKT secara keseluruhan ditunjukkan pada Gambar 2.5. Tabel 2.19 Distribusi UKT Mahasiswa Baru ITS Jalur SNMPTN 2017 pada Masing-masing Program Studi PROGRAM STUDI JUMLAH KATEGORI UKT TOTAL Fisika Kimia Biologi Teknik Mesin Teknik Kimia Teknik Fisika Teknik Industri Teknik Material Teknik Sipil Teknik Lingkungan

90 Teknik Geomatika Teknik Geofisika Teknik Perkapalan Teknik Sistem Perkapalan DD Marine Engineering Teknik Kelautan Teknik Transportasi Laut Informatika Sistem Informasi Matematika Statistika Teknik Elektro Teknik Komputer Teknik Biomedik Arsitektur PWK Desain Produk Desain Interior Manajemen Bisnis TOTAL

91 Gambar 2.5 Distribusi Uang Kuliah Tunggal Mahasiswa Baru ITS Jalur SNMPTN

92 BAB 3 SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) 2017 Selain jalur SNMPTN, pada Tahun Akademik 2017/2018, ITS juga menerima calon mahasiswa dari jalur SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Alokasi daya tampung jalur SBMPTN di ITS adalah sebesar 40 persen dari total daya tampung. SBMPTN dapat diikuti oleh siswa lulusan Pendidikan Menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat pada tahun 2015, 2016, termasuk Paket C dan sudah memiliki ijazah, serta lulusan tahun Khusus bagi siswa lulusan tahun 2017 telah memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah. Pada tahun 2017, pelaksanaan SBMPTN dilakukan melalui Ujian Tertulis yang terdiri dari Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing (CBT), yang dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2015, 2016, dan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, juncto Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, juncto Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 45 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Permenristekdikti Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri, pola penerimaan mahasiswa baru program Sarjana dilakukan melalui: Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri. SBMPTN 2017 adalah seleksi yang dilakukan oleh PTN secara bersama di bawah koordinasi Panitia Pusat dengan seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dalam bentuk cetak (Paper Based Testing) atau menggunakan komputer (Computer Based Testing), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa. 85

93 Pembiayaan penyelenggaraan SBMPTN dibebankan kepada peserta seleksi dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Peserta SBMPTN dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan mempunyai prestasi akademik tinggi dapat mengikuti SBMPTN tanpa dibebani biaya tetapi dibiayai melalui dana bantuan biaya pendidikan Bidikmisi. Laporan akhir pelaksanaan SBMPTN 2017 meliputi: ketentuan dan persyaratan umum, tata cara pembayaran biaya seleksi, tata cara pendaftaran, jadwal pelaksanaan, dan jumlah pilihan PTN serta program studi. Pendaftaran dan hasil seleksi SBMPTN 2017 juga akan ditampilkan pada bab ini. Informasi lengkap mengenai SBMPTN dimuat dalam Panduan SBMPTN yang dapat diakses di laman resmi Latar Belakang Seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTN melalui ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah dilakukan menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi peserta, PTN, maupun bagi kepentingan nasional. Bagi peserta, seleksi bersama menguntungkan karena lebih efisien, murah, dan fleksibel. Hal ini dikarenakan adanya mekanisme lintas wilayah. Berdasarkan pengalaman dalam melaksanakan SBMPTN, yaitu seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tertulis atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan, maka pada tahun 2017 Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) melaksanakan Ujian tertulis yang terdiri dari Paper Based Testing (PBT) dan Computer Based Testing (CBT), yang dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2015, 2016, dan 2017 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, termasuk Paket C. Pada tahun 2017 ini, pemerintah meningkatkan jumlah peserta CBT melalui jaringan INHERENT sebanyak Ujian tertulis yang terdiri dari PBT dan CBT menggunakan soal-soal ujian yang dirancang mengikuti kaidah-kaidah akademik pengembangan tes. Ujian tertulis SBMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang dapat memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, 86

94 yakni kemampuan penalaran tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang sains dan teknologi (saintek) dan/atau bidang sosial dan humaniora (soshum). Selain mengikuti ujian tertulis (PBT atau CBT), peserta yang memilih program studi Ilmu Seni dan/atau Keolahragaan diwajibkan mengikuti ujian keterampilan. 3.2 Tujuan Tujuan SBMPTN adalah sebagai berikut: 1. Menyeleksi calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik. 2. Memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas wilayah. 3.3 Ketentuan dan Persyaratan Ketentuan Umum SBMPTN 2017 merupakan seleksi yang dilakukan oleh PTN secara bersama di bawah koordinasi Panitia Pusat dengan seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dalam bentuk cetak (PBT) atau menggunakan komputer (CBT), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa untuk Prodi tertentu Ketentuan Khusus SBMPTN 2017 di ITS Khusus jalur SBMPTN 2017, semua program studi menerima pendaftar dari SMA/MA/SMK sejenis jurusan eksakta, kecuali beberapa program studi yaitu: Desain Produk Industri, Perencanaan Wilayah Kota, Sistem Informasi, Desain Interior dan Manajemen Bisnis bisa diikuti dari jurusan non-eksakta. Namun demikian, semua program studi menerima calon mahasiswa baru dari jalur SBMPTN yang mengikuti kelompok ujian Saintek atau Campuran, kecuali Manajemen Bisnis menerima peserta dari kelompok Soshum. 87

95 3.3.3 Persyaratan A. Pendaftaran : 1. Bagi siswa lulusan tahun 2015 dan 2016 harus sudah memiliki ijazah. 2. Bagi siswa lulusan tahun 2017 telah memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah, sekurangkurangnya memuat informasi jati diri dan foto terbaru yang bersangkutan serta dibubuhi cap yang sah. 3. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di program studinya. B. Penerimaan : Lulus pendidikan menengah, lulus SBMPTN 2016, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima Persyaratan Khusus Peminat Program Studi Bidang Ilmu Seni Rupa di ITS Khusus peminat program studi Desain Produk Industri dan Desain Interior Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), diharuskan mengikuti Ujian Keterampilan pada pelaksanaan SBMPTN Tata cara mengikuti Ujian Keterampilan dapat dilihat pada laman selama masa pendaftaran SBMPTN Persyaratan Khusus pada Beberapa Program Studi di ITS Tabel 3.1 Daftar Program Studi dengan Persyaratan Khusus Fakultas Program Studi Persyaratan Khusus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Fisika Kimia Biologi Memiliki fungsi penglihatan yang memadai untuk 88

96 Fakultas Teknologi Industri (FTI) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Teknik Kimia Arsitektur Teknik Lingkungan Desain Produk Industri Teknik Geomatika Teknik Geofisika membedakan warna sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran Beberapa program studi dalam proses pembelajaran sangat memerlukan suatu kompetensi spesifik yang terkait dengan kondisi mata. Persyaratan kompetensi yang harus dipenuhi calon mahasiswa yang diterima di beberapa program studi di ITS dan akan dilakukan cek kesehatan pada saat proses regristrasi seperti ditampilkan pada Tabel Program Studi dan Daya Tampung ITS Tabel 3.2 menampilkan daftar daya tampung SBMPTN pada masingmasing program studi di ITS tahun 2017 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Nomor: 00093/IT2/HK.00.01/2017 tentang Penetapan Daya Tampung Mahasiswa baru Program Sarjana (S-1) Tahun Akademik 2017/2018 Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Selain itu, juga diberikan data peminat tahun Data peminat tahun sebelumnya dapat menunjukkan keketatan daya saing di masing-masing program studi dihitung secara total. 89

97 Tabel 3.2 Daftar Daya Tampung SBMPTN 2017 pada Masing-masing Program Studi di ITS Fakultas Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Program Studi Daya Tampung 2017 Peminat 2016 Keketatan 2016 Fisika ,12% Matematika ,64% Statistika ,04% Kimia ,88% Biologi ,98% Teknik Mesin ,24% Teknik Kimia ,70% Teknik Fisika ,91% Teknik Industri ,19% Teknik Material ,79% Teknik Sipil ,14% Arsitektur ,97% Teknik Lingkungan ,51% Desain Produk Industri ,34% Teknik Geomatika ,47% 90

98 Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) Fakultas Teknologi Elektro (FTE) Perencanaan Wilayah dan Kota ,21% Teknik Geofisika ,35% Desain Interior ,66% Teknik Perkapalan ,00% Teknik Sistem Perkapalan ,96% Double Degree Marine Engineering ,52% Teknik Kelautan ,15% Transportasi Laut ,92% Teknik Informatika ,74% Sistem Informasi ,45% Teknik Elektro ,67% Teknik Komputer ,18% Teknik Biomedik ,30% Fakultas Bisnis dan Manajemen Bisnis ,93% Manajemen Teknologi (FBMT) Jumlah

99 3.5 Pendaftaran 1. Pendaftaran dilakukan secara online dan tata cara pendaftaran secara lengkap dapat dilihat pada laman 2. Tata cara pengisian borang pendaftaran ujian tertulis dan keterampilan dapat diunduh (download) dari laman mulai tanggal 3 April Pendaftaran online Paper Based Testing (PBT) maupun Computer Based Testing (CBT) dimulai pada tanggal 11 April 2017 pukul WIB sampai dengan 5 Mei 2017 pukul WIB. Tetapi selanjutnya diperpanjang sampai dengan tanggal 10 Mei 2017 pukul WIB. 3.6 Jenis Ujian Ujian Tertulis (PBT atau CBT) Materi Ujian Tertulis terdiri atas: a. Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) b. Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) terdiri atas mata uji Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika c. Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas mata uji Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi Ujian Keterampilan Ujian Keterampilan (UK) diperuntukkan bagi peserta yang mendaftar ke program studi bidang Seni dan Keolahragaan, terdiri dari: a. UK Seni Rupa dengan mata uji Tes Menggambar dan Tes Pengetahuan dan Wawasan Seni Rupa b. UK Seni Tari dengan mata uji Tes Tari Bentuk, Tes Kreativitas Tari, Tes Imitasi Gerak, serta Tes Pengetahuan dan Wawasan Seni Tari (dalam bentuk wawancara) 92

100 c. UK Seni Musik dengan mata uji Tes Musikalitas, Tes Praktik Instrumen, serta Tes Pengetahuan dan Wawasan Seni Musik (dalam bentuk wawancara) d. UK Seni Drama/Teater dengan mata uji Tes Praktik Monolog, Tes Pantomim, serta Tes Pengetahuan dan Wawasan Seni Drama/Teater (dalam bentuk wawancara) e. UK Olahraga, dengan mata uji Tes Kesehatan dan Tes Keterampilan Motorik Ujian Keterampilan dapat diikuti di PTN terdekat yang memiliki program studi yang sesuai dengan pilihan peserta. Daftar PTN penyelenggara ujian keterampilan secara lengkap dapat dilihat di laman ITS menyelenggarakan ujian ketrampilan seni rupa yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa Prodi Desain Produk Industri dan Prodi Desain Interior. 3.7 Kelompok Ujian Kelompok ujian SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu: 1. Kelompok Ujian Saintek dengan materi ujian TKPA dan TKD Saintek 2. Kelompok Ujian Soshum dengan materi ujian TKPA dan TKD Soshum 3. Kelompok Ujian Campuran dengan materi ujian TKPA, TKD Saintek, dan TKD Soshum Setiap peserta dapat mengikuti kelompok ujian Saintek, Soshum, atau Campuran. Khusus untuk peserta CBT hanya dibolehkan mengikuti kelompok ujian Saintek saja atau kelompok ujian Soshum saja. 3.8 Kelompok Program Studi dan Jumlah Pilihan Program Studi yang ada di PTN dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Saintek dan kelompok Soshum. Peserta dapat memilih program studi sebanyak-banyaknya 3 (tiga) program studi dengan ketentuan sebagai berikut: 93

101 a. Jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok Saintek, maka peserta mengikuti kelompok ujian Saintek. b. Jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok Soshum, maka peserta mengikuti kelompok ujian Soshum. c. Jika program studi yang dipilih terdiri dari kelompok Saintek dan Soshum, maka peserta mengikuti kelompok ujian Campuran. Urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan. Peserta ujian yang hanya memilih 1 (satu) program studi dapat memilih program studi di PTN manapun. Peserta ujian yang memilih 2 (dua) program studi atau lebih, salah satu pilihan program studi tersebut harus di PTN yang berada dalam satu wilayah pendaftaran dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan program studi yang lain dapat di PTN di luar wilayah pendaftaran tempat peserta mengikuti ujian. Daftar wilayah pendaftaran, program studi, daya tampung per PTN tahun 2017, dan jumlah peminat program studi per PTN tahun 2016 dapat dilihat di laman mulai tanggal 3 April Biaya Seleksi Ujian Tertulis dan Ketrampilan 1. Biaya seleksi yang ditanggung oleh peserta sebesar Rp ,00 (dua ratus ribu rupiah). 2. Biaya seleksi dapat dibayarkan melalui salah satu bank berikut ini: Bank Mandiri, Bank BNI, atau Bank BTN. 3. Biaya seleksi yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apa pun Jadwal Ujian 1. Jadwal Ujian Tertulis Ujian Tertulis baik untuk Paper Based Testing (PBT) maupun Computer Based Testing (CBT) dilaksanakan secara serentak pada hari Selasa tanggal 16 Mei Jadwal Ujian Keterampilan 94

102 Ujian Keterampilan dilaksanakan pada hari Rabu dan/atau Kamis, tanggal 17 dan/atau 18 Mei Pengumuman Hasil Seleksi Hasil seleksi SBMPTN 2017 diumumkan mulai tanggal 13 Juni 2017 pukul WIB, dan dapat diakses pada laman atau pada laman mirror : Laman Resmi dan Alamat Panitia Pusat 1. Informasi resmi mengenai SBMPTN 2017 dapat diakses melalui laman resmi dan 2. Informasi resmi lainnya juga dapat diperoleh melalui: Twitter Facebook : Helpdesk : dan Call Center : Alamat Panitia Pusat SNMPTN - SBMPTN 2017: Gedung dr. Prakosa Kantor Pusat Universitas Sebelas Maret (Lt.2) Jalan Ir. Sutami No. 36A Kentingan Surakarta Telepon , Faksimile ITS termasuk dalam Panitia Lokal (Panlok) 50 bersama dengan Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Islam Negeri 95

103 Sunan Ampel, Universitas Trunojoyo Madura, dan UPN Surabaya. Panlok 50 berpusat di Universitas Negeri Surabaya Evaluasi Pendaftaran SBMPTN 2017 di ITS Ketentuan dan persyaratan pendaftaran SBMPTN, serta tata cara pemilihan Program Studi telah dijelaskan pada sub bab 3.3. Seperti dijelaskan sebelumnya, pendaftaran Online Paper Based Testing (PBT) maupun Computer Based Testing (CBT) dimulai dari tanggal 11 April 2017 pukul WIB sampai dengan 5 Mei 2017 pukul WIB, yang selanjutnya diperpanjang sampai tanggal 10 Mei 2017 pukul Jumlah siswa yang mendaftar SBMPTN 2017 di ITS sebanyak siswa, yang terdiri dari siswa Reguler dan siswa Bidikmisi. Jumlah pendaftar mengalami kenaikan sebesar 11,72% dari tahun 2016, dimana pada tahun tersebut jumlah pendaftar sebesar siswa. Pada tahun 2017, daya tampung Program Studi Sarjana di ITS sebesar siswa, sedangkan pada tahun 2016 sebanyak siswa dengan tingkat keketatan berturut-turut 4,37% dan 3,58%. Peningkatan jumlah pendaftar disebabkan karena peningkatan jumlah daya tampung di ITS. Selain itu, dikarenakan turunnya jumlah siswa yang dapat mengikuti jalur SNMPTN Namun demikian, pada tahun 2017 keketatan siswa untuk masuk ke ITS menurun dengan kemungkinan lulus diterima sebesar 4,37%. Perbandingan jumlah pendaftar, daya tampung, dan tingkat keketatan SBMPTN mulai tahun 2013 sampai 2017 dapat dilihat pada Tabel

104 Tabel 3.3 Perbandingan Jumlah Pendaftar, Daya Tampung, dan Tingkat Keketatan SBMPTN Tahun Tahun Jumlah Pendaftar Daya Tampung Tingkat Keketatan ,09 % ,55 % ,89 % ,58 % ,37 % Distribusi jumlah pendaftar per hari untuk peserta reguler dan Bidik Misi ditampilkan pada Gambar 3.1. Sedangkan Gambar 3.2 menunjukkan distribusi jumlah pendaftar per hari berdasarkan Pilihan 1, 2, dan 3, dan untuk masing-masing Program Studi. Dari kedua grafik tersebut dapat terlihat bahwa peningkatan jumlah pendaftar yang cukup tajam terjadi pada minggu terakhir batas akhir pendaftaran, yaitu mulai tanggal 28 April Peningkatan jumlah pendaftar mulai tanggal 28 April 2017 sampai 5 Mei 2017 dapat mencapai sekitar 500 orang per hari, dan cenderung konstan setelah tanggal 5 Mei 2017 dikarenakan pendaftaran seharusnya sudah ditutup pada tanggal tersebut. Hal yang sama juga terlihat pada Gambar

105 Gambar 3.1 Pendaftaran Siswa Reguler dan Bidik Misi per Hari SBMPTN 2017 di ITS Gambar 3.2 Pendaftaran Siswa per Hari SBMPTN 2017 di ITS Berdasarkan Pilihan 98

106 Persentase jumlah pendaftar reguler dan bidikmisi pada pendaftaran SBMPTN 2017 mulai tanggal 16 April 2017 sampai 10 Mei 2017 dapat dilihat pada Tabel 3.4. Pendaftar bidikmisi dan regular pada SBMPTN 2017 masing-masing sebesar 12,59% dan 87,41% dari total pendaftar sebanyak siswa. Sedangkan persentase jumlah pendaftar pada pilihan 1, 2 dan 3 secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 3.5. Sebagian besar pendaftar memilih pada Pilihan 1, diikuti Pilihan 2 dan Pilihan 3 dengan masingmasing sebesar 45,76%, 34,14%, dan 20,10%. Tanggal Tabel 3.4 Persentase Jumlah Pendaftar per Hari Reguler dan Bidikmisi Reguler Bidikmisi Jumlah Persentase Jumlah Persentase Total 16/4/ % % /4/ % % /4/ % % /4/ % % /4/ % % /4/ % % /4/ % % /4/ % % /4/ % % /4/ % % /4/ % % /4/ % % /4/ % % /5/ % % /5/ % % /5/ % % /5/ % % /5/ % %

107 6/5/ % % /5/ % % /5/ % % /5/ % % /5/ % %

108 Tanggal Tabel 3.5 Persentase Jumlah Pendaftar per Hari pada Pilihan 1, 2, dan 3 Pilihan 1 Pilihan 2 Pilihan 3 Jumlah Persentase Jumlah Persentase Jumlah Persentase 16/4/ % % % /4/ % % % /4/ % % % /4/ % % % /4/ % % % /4/ % % % /4/ % % % /4/ % % % /4/ % % % /4/ % % % /4/ % % % /4/ % % % /4/ % % % /5/ % % % /5/ % % % Total 101

109 3/5/ % % % /5/ % % % /5/ % % % /5/ % % % /5/ % % % /5/ % % % /5/ % % % /5/ % % %

110 Gambar 3.3 Pendaftaran Siswa Reguler dan Bidikmisi SBMPTN 2017 pada masing-masing Program Studi di ITS Gambar 3.4 Pendaftaran Siswa SBMPTN 2017 pada masing-masing Program Studi di ITS untuk Urutan Pilihan 1, 2, dan 3 103

111 Distribusi jumlah pendaftar pada masing-masing Program Studi (Prodi) di ITS ditunjukkan pada Gambar 3.3 dan 3.4. Seperti tampak pada Gambar 3.3 dan 3.4, secara keseluruhan Prodi Teknik Informatika merupakan Prodi favorit di ITS dengan jumlah pendaftar terbanyak sebesar siswa yang terdiri dari pendaftar reguler dan 309 pendaftar Bidikmisi. Jumlah pendaftar secara detil beserta persentasenya ditampilkan pada Tabel 3.6 dan 3.7. Secara keseluruhan, lima besar Prodi terfavorit pilihan peserta adalah sebagai berikut: 1. Teknik Informatika = siswa 2. Teknik Sipil = siswa 3. Teknik Mesin = siswa 4. Teknik Industri = siswa 5. Sistem Informasi = siswa 104

112 Tabel 3.6 Jumlah dan Persentase Pendaftar pada masing-masing Program Studi di ITS untuk Peserta Reguler dan Bidikmisi No Nama Prodi Reguler Bidikmisi Jumlah Persentase Jumlah Persentase Total 1 ARSITEKTUR % % BIOLOGI % % DES. PROD INDUSTRI % % DESAIN INTERIOR % % FISIKA % % KIMIA % % MANAJEMEN BISNIS % % MATEMATIKA % % PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA % % SISTEM INFORMASI % % STATISTIKA % % TEK. SIST PERKAPALAN (DD ITS- JERMAN) % % TEKNIK BIOMEDIK % %

113 14 TEKNIK ELEKTRO % % TEKNIK FISIKA % % TEKNIK GEOFISIKA % % TEKNIK GEOMATIKA % % TEKNIK INDUSTRI % % TEKNIK INFORMATIKA % % TEKNIK KELAUTAN % % TEKNIK KIMIA % % TEKNIK KOMPUTER % % TEKNIK LINGKUNGAN % % TEKNIK MATERIAL % % TEKNIK MESIN % % TEKNIK PERKAPALAN % % TEKNIK SIPIL % % TEKNIK SISTEM PERKAPALAN % % TEKNIK TRANSPORTASI LAUT % % 449 TOTAL % %

114 Tabel 3.7 Jumlah dan Persentase Pendaftar pada masing-masing Program Studi di ITS Berdasarkan Pilihan 1, 2, dan 3 No Nama Prodi Pilihan 1 Pilihan 2 Pilihan 3 Jumlah % Jumlah % Jumlah % 1 ARSITEKTUR % % % BIOLOGI % % % DES. PROD INDUSTRI % % % DESAIN INTERIOR % % % FISIKA % % % KIMIA % % % MANAJEMEN BISNIS % % % MATEMATIKA % % % PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA % % % SISTEM INFORMASI % % % STATISTIKA % % % TEK. SIST PERKAPALAN (DD ITS- JERMAN) Total % % %

115 13 TEKNIK BIOMEDIK % % % TEKNIK ELEKTRO % % % TEKNIK FISIKA % % % TEKNIK GEOFISIKA % % % TEKNIK GEOMATIKA % % % TEKNIK INDUSTRI % % % TEKNIK INFORMATIKA % % % TEKNIK KELAUTAN % % % TEKNIK KIMIA % % % TEKNIK KOMPUTER % % % TEKNIK LINGKUNGAN % % % TEKNIK MATERIAL % % % TEKNIK MESIN % % % TEKNIK PERKAPALAN % % % TEKNIK SIPIL % % % TEKNIK SISTEM PERKAPALAN % % % TEKNIK TRANSPORTASI LAUT % % % 449 TOTAL % % %

116 3.14 Pengumuman dan Daftar Ulang SBMPTN 2017 Setelah pengumuman penerimaan calon mahasiswa baru ITS melalui jalur SBMPTN tahun 2017 pada tanggal 13 Juni 2017, calon mahasiswa baru diwajibkan untuk melakukan daftar ulang pada tanggal 4 7 Juli 2017 di Plaza Gedung Angka dan Ruang BAPKM. Pengumuman SBMPTN 2017 dapat diakses pada laman atau Berdasarkan Keputusan Panitia Pusat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2017 Nomor 11/Kep.Panpus/2017 tentang Peserta Lulus SBMPTN Tahun 2017, calon mahasiswa baru ITS yang diterima melalui jalur SBMPTN sebesar siswa yang terdiri dari reguler (non bidikmisi) dan 172 bidikmisi, dengan rincian masing-masing Program Studi seperti pada Tabel 3.8. Dari siswa yang diterima, hanya siswa (83,63%) yang melakukan daftar ulang dengan rincian siswa reguler dan 138 siswa bidikmisi. 109

117 No Tabel 3.8 Jumlah Calon Mahasiswa Baru yang Diterima SBMPTN 2017 dan yang Melakukan Daftar Ulang Jurusan Non BIDIKMISI BIDIKMISI TOTAL % % Daftar Daftar Daftar Diterima Daftar Diterima Daftar Diterima Ulang Ulang Ulang Ulang Ulang % Daftar Ulang 1 Fisika % % % 2 Kimia % % % 3 Biologi % % % 4 Teknik Mesin % % % 5 Teknik Kimia % % % 6 Teknik Fisika % % % 7 Teknik Industri % % % 8 Teknik Material % % % 9 Teknik Sipil % % % 10 Teknik Lingkungan % % % 11 Teknik Geomatika % % % 12 Teknik Geofisika % % % 13 Teknik Perkapalan % % % 110

118 14 15 Teknik Sistem Perkapalan DD Marine Engineering % % % % % % 16 Teknik Kelautan % % % 17 Transportasi Laut % % % 18 Teknik Informatika % % % 19 Sistem Informasi % % % 20 Matematika % % % 21 Statistika % % % 22 Teknik Elektro % % % 23 Teknik Komputer % % % 24 Teknik Biomedik % % % 25 Arsitektur % % % 26 PWK % % % 27 Desain Produk % % % 28 Desain Interior % % % 29 Manajemen Bisnis % % % TOTAL % % % 111

119 Beasiswa Bidik Misi berlaku pada semua program studi di ITS, kecuali program studi Double Degree Marine Engineering atau Double Degree Teknik Sistem Perkapalan. Calon mahasiswa baru Bidikmisi yang lulus seleksi SBMPTN di ITS berdasarkan pilihan Prodi 1, 2, dan 3 ditunjukkan pada Tabel 3.9. Calon mahasiswa baru Bidikmisi yang diterima di ITS sebanyak 172 dengan rasio jumlah yang diterima terhadap jumlah peminat sebesar 4,37%. Tabel 3.9 Jumlah Pendaftar dan Jumlah Calon Mahasiswa Baru Bidik Misi yang Diterima di ITS Bidikmisi Jumlah Pendaftar Jumlah Terima % Keketatan Pilihan % Pilihan % Pilihan % TOTAL % Tabel 3.10 menunjukkan data nilai SBMPTN masing-masing Prodi di ITS. Peringkat 5 besar Prodi dengan nilai rataan SBMPTN tertinggi adalah sebagai berikut: 1. Teknik Informatika : 686,78 2. Teknik Kimia : 694,89 3. Teknik Elektro : 688,48 4. Teknik Industri : 677,77 5. Teknik Sipil : 673,93 Peringkat 5 besar Prodi dengan nilai SBMPTN tertinggi adalah sebagai berikut: 1. Teknik Elektro : 837,01 2. Teknik Informatika : 828,59 3. Teknik Kimia : 825,17 4. Teknik Material : 797,16 5. Teknik Industri : 762,51 112

120 Sedangkan peringkat 5 besar Prodi dengan nilai SBMPTN terendah adalah sebagai berikut: 1. Fisika : 590,58 2. Biologi : 590,93 3. Desain Interior : 600,79 4. Teknik Transportasi Laut : 602,65 5. Matematika : 604,18 Tabel 3.10 Nilai SBMPTN 2017 pada masing-masing Program Studi di ITS NO NAMA PRODI RATAAN MIN MAX 1 TEKNIK INFORMATIKA TEKNIK KIMIA TEKNIK ELEKTRO TEKNIK INDUSTRI TEKNIK SIPIL ARSITEKTUR TEKNIK MESIN TEKNIK FISIKA STATISTIKA SISTEM INFORMASI TEKNIK MATERIAL TEKNIK BIOMEDIK TEKNIK PERKAPALAN TEKNIK KOMPUTER TEK. SIST PERKAPALAN (GLR GANDA ITS-JERMAN) TEKNIK LINGKUNGAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA MANAJEMEN BISNIS

121 19 TEKNIK SISTEM PERKAPALAN TEKNIK KELAUTAN DES. PROD INDUSTRI (DKV, DESPRO) MATEMATIKA TEKNIK GEOMATIKA TEKNIK GEOFISIKA TEKNIK TRANSPORTASI LAUT KIMIA DESAIN INTERIOR FISIKA BIOLOGI Berdasarkan tingkat keketatan pada masing-masing Prodi di ITS (lihat Tabel 3.11), Arsitektur merupakan Prodi yang mempunyai daya saing paling tinggi di ITS dengan nilai keketatan 2,71%, yaitu dibawah keketatan ITS secara keseluruhan sebesar 4,74%. Peringkat 5 besar Prodi paling ketat di ITS adalah sebagai berikut: 1. Arsitektur : 2,71% 2. Teknik Sipil : 3,03% 3. Teknik Informatika : 3,31% 4. Teknik Komputer : 3,56% 5. Teknik Perkapalan : 3,82% Tabel 3.11 Tingkat Keketatan SBMPTN 2017 pada Masingmasing Program Studi di ITS NO NAMA PRODI PEMINAT TERIMA KEKETATAN (%) 1 ARSITEKTUR TEKNIK SIPIL TEKNIK INFORMATIKA TEKNIK KOMPUTER

122 5 TEKNIK PERKAPALAN MANAJEMEN BISNIS SISTEM INFORMASI TEKNIK MESIN TEKNIK ELEKTRO TEKNIK SISTEM PERKAPALAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA TEKNIK LINGKUNGAN TEKNIK BIOMEDIK TEKNIK KELAUTAN DESAIN INTERIOR TEK. SIST PERKAPALAN (GLR GANDA ITS JERMAN) 17 TEKNIK TRANSPORTASI LAUT TEKNIK INDUSTRI TEKNIK MATERIAL STATISTIKA TEKNIK KIMIA DES. PROD INDUSTRI (DKV, DESPRO) TEKNIK FISIKA TEKNIK GEOMATIKA TEKNIK GEOFISIKA BIOLOGI MATEMATIKA KIMIA FISIKA

123 Secara nasional dalam bidang Saintek, nilai rataan SBMPTN 2017 diterima adalah sebesar 554,19. ITS mempunyai nilai rataan SBMPTN sebesar 653,57 yang menduduki peringkat keempat tertinggi dari 78 PTN yang ada di Indonesia. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan nilai rataan SBMPTN 2016 sebesar 647,54. Peringkat nasional PTN yang memiliki nilai rataan SBMPTN 2017 tertinggi adalah sebagai berikut: 1. Institut Teknologi Bandung : 713,88 2. Universitas Indonesia : 675,36 3. Universitas Gajah Mada : 656,15 4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember : 653,57 5. Universitas Airlangga : 627,63 ITS merupakan PTN di Jawa Timur yang memiliki nilai rataan SBMPTN tertinggi yang diikuti oleh Universitas Airlangga dengan nilai rataan sebesar 616,67. Tabel 3.12 menunjukkan jumlah dan persentase mahasiswa baru ITS berdasarkan asal provinsi. Sebagian besar mahasiswa baru ITS yang diterima melalui jalur SBMPTN 2017 berasal dari provinsi Jawa Timur (58,96%) diikuti provinsi DKI Jakarta (8,29%), Jawa Barat (8,15%), dan Jawa Tengah (6,20%). Tabel 3.12 Jumlah dan Persentase Mahasiswa Baru ITS yang Diterima melalui Jalur SBMPTN 2017 Berdasarkan Asal Provinsi NO PROVINSI JUMLAH DITERIMA % DITERIMA 1 Aceh % 2 Bali % 3 Banten % 4 DI Yogyakarta % 5 DKI Jakarta % 6 Gorontalo % 7 Jambi % 8 Jawa Barat % 116

124 9 Jawa Tengah % 10 Jawa Timur % 11 Kalimantan Barat % 12 Kalimantan Selatan % 13 Kalimantan Tengah % 14 Kalimantan Timur % 15 Kalimantan Utara % Kepulauan Bangka 16 Belitung % 17 Kepulauan Riau % 18 Lampung % 19 Maluku Utara % 20 Nusa Tenggara Barat % 21 Nusa Tenggara Timur % 22 Papua % 23 Riau % 24 Sulawesi Selatan % 25 Sulawesi Tengah % 26 Sulawesi Tenggara % 27 Sulawesi Utara % 28 Sumatera Barat % 29 Sumatera Selatan % 30 Sumatera Utara % TOTAL % Mulai tahun akademik 2013/2014, biaya pendidikan mahasiswa baru jalur SNMPTN dan SBMPTN menggunakan satu komponen biaya yaitu Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semua program studi kecuali Program Studi Double Degree Marine Engineering atau Double Degree Teknik Sistem Perkapalan. Besaran 117

125 UKT tergantung dari indeks kemampuan sosial ekonomi dari orang tua. Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITS dibagi dalam 7 (tujuh) kategori yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang tua mahasiswa. Indeks kemampuan ekonomi orang tua ditentukan pada saat daftar ulang. Nilai kategori, Indeks kemampuan ekonomi orang tua dan tarif UKT dapat dilihat pada Tabel UKT diberlakukan untuk semua calon mahasiswa yang diterima di berbagai program studi melalui SBMPTN kecuali Program Studi Double Degree Marine Engineering atau Double Degree Teknik Sistem Perkapalan. Biaya pendidikan pada program Double Degree Marine Engineering sebesar Rp pada semester pertama dan Rp pada semester berikutnya. Tabel 3.13 Kategori dan Tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun 2017/2018 KATEGORI TARIF UKT 1 Rp ,00 2 Rp ,00 3 Rp ,00 4 Rp ,00 5 Rp ,00 6 Rp ,00 7 Rp ,00 Distribusi UKT mahasiswa baru ITS yang diterima melalui jalur SBMPTN Tahun 2017 pada masing-masing Prodi dapat dilihat pada Tabel 3.14, sedangkan distribusi UKT secara keseluruhan ditunjukkan pada Gambar 3.5. Lebih dari 35% mahasiswa baru ITS dibebani UKT tertinggi Rp ,- diikuti UKT kategori 4 6 (Rp ,- sampai Rp ,-). 118

126 Tabel 3.14 Distribusi UKT Mahasiswa Baru ITS Jalur SBMPTN 2017 pada Masing-masing Program Studi PROGRAM STUDI JUMLAH KATEGORI UKT Fisika Kimia Biologi Teknik Mesin Teknik Kimia Teknik Fisika Teknik Industri Teknik Material Teknik Sipil Teknik Lingkungan Teknik Geomatika Teknik Geofisika Teknik Perkapalan Teknik Sistem Perkapalan TOTAL 119

127 DD Marine Engineering Teknik Kelautan Teknik Transportasi Laut Teknik Informatika Sistem Informasi Matematika Statistika Teknik Elektro Teknik Komputer Teknik Biomedik Arsitektur PWK Desain Produk Desain Interior Manajemen Bisnis TOTAL

128 Gambar 3.5 Distribusi UKT Mahasiswa Baru ITS yang Diterima Jalur SBMPTN

129 Talk show life Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2017 di TVRI Surabaya pada tanggal 1 Februari Narasumber: Wakil Rektor 1 ITS, Prof. Heru Setyawan, Kasubdit Penerimaan Mahasiswa dan Pengelolaan Mata Kuliah Bersama, Dr. Siti Machmudah, dan Humas ITS, Dr. Choirul Mahfud. 122

130 BAB 4 SELEKSI MANDIRI: PROGRAM KEMITRAAN DAN MANDIRI ITS Selain SNMPTN dan SBMPTN, pada tahun ajaran 2017/2018 ini ITS juga melaksanakan Seleksi Mandiri. Seleksi Mandiri di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) diberi nama Program Kemitraan dan Mandiri (PKM). Tujuan dari penerimaan mahasiswa baru melalui PKM adalah sebagai berikut: - Menjaring calon mahasiswa yang berkualitas - Meningkatkan kerjasama dan pemerataan kesempatan Dalam pelaksanaannya, Program PKM-ITS terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu Program Kemitraan dan Program Mandiri. 4.1 Penerimaan Jalur PKM Terdapat 2 (dua) jalur penerimaan calon mahasiswa melalui PKM yaitu melalui Program Kemitraan dan Program Mandiri. 1. Program Kemitraan diperuntukkan bagi siswa SMA/MA/SMK sejenis yang sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh ITS dan merupakan utusan instansi mitra (Perusahaan/Pemprov/ Pemkab/Pemkot) yang mempunyai nota kesepahaman dengan ITS ditunjukkan dengan adanya MoU dan MoA. 2. Program Mandiri diperuntukkan bagi siswa SMA/MA/SMK sejenis yang sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh ITS dari masyarakat umum yang berminat. 123

131 4.2 Mekanisme Seleksi Masuk Jalur PKM 1. Seleksi penerimaan calon mahasiswa baru Program PKM-ITS dapat diikuti oleh pendaftar dari SMA/MA/SMK sejenis lulusan tahun 2015, 2016 dan Seleksi PKM ITS tidak memerlukan ujian tulis, seleksi akan didasarkan pada nilai/skor yang diperoleh dalam ujian SBMPTN Tahun 2017 kecuali program studi Desain Produk Industri (DESPRO). Bagi calon peserta seleksi PKM yang salah satu pilihan prodinya adalah Desain Produk Industri diharuskan mengikuti ujian khusus masuk Despro yang dijadwalkan pada tangal 6 Juli Dengan demikian setiap calon peserta seleksi PKM ITS wajib terdaftar di SBMPTN Tahun 2017, kecuali calon peserta yang hanya memilih program studi Desain Produk Industri tidak wajib terdaftar di SBMPTN Tahun 2017, tetapi harus mengikuti ujian khusus masuk Despro. Khusus peserta SBMPTN 2017 Kelompok Ujian Soshum hanya bisa memilih Program Studi Manajemen Bisnis. 4.3 Program Studi dan Daya Tampung PKM 2017 di ITS Tabel 4.1 merupakan daftar daya tampung jalur seleksi Mandiri atau PKM pada masing-masing program studi di ITS tahun 2017 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Nomor: 00093/IT2/HK.00.01/2017 tentang Penetapan Daya Tampung Mahasiswa baru Program Sarjana (S-1) Tahun Akademik 2017/2018 Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Selain itu, pada tabel tersebut juga diberikan data peminat PKM tahun Data peminat tahun sebelumnya dapat menunjukkan keketatan daya saing di masing-masing program studi dihitung secara total. 124

132 Tabel 4.1 Daya Tampung Program Kemitraan dan Mandiri ITS Tahun 2017 untuk Masing-masing Program Studi Fakultas Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Program Studi Daya Tampung 2017 Data Peminat 2016 Data Keketatan 2016 Fisika *) ,38% Matematika ,14% Statistika ,27% Kimia *) ,94% Biologi *) ,52% Teknik Mesin ,47% Teknik Kimia *) ,54% Teknik Fisika *) ,04% Teknik Industri ,72% Teknik Material dan Metalurgi ,39% Teknik Sipil ,36% Arsitektur *) ,44% Teknik Lingkungan *) ,76% 125

133 Desain Produk Industri *) **) ,42% Teknik Geomatika *) ,49% Perencanaan Wilayah dan Kota ,71% Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Teknik Geofisika *) ,84% Desain Interior ,34% Teknik Perkapalan ,81% Teknik Sistem Perkapalan Double Degree Marine Engineering ***) ,60% ,04% Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) Teknik Kelautan ,54% Teknik Transportasi Laut ,76% Teknik Informatika ,49% Sistem Informasi ,93% 126

134 Fakultas Teknologi Elektro (FTE) Fakultas Bisnis dan Manajemen Bisnis Teknik Elektro ,61% Teknik Komputer ,81% Teknik Biomedik ,21% Manajemen ,69% Bisnis ****) JUMLAH 1026 *) Apabila lolos seleksi, prodi ini membutuhkan kompetensi tidak buta warna. **) Harus mengikuti Ujian Masuk Despro Tahun 2017 ***) Tidak menerima pelamar bidikmisi ****) Menerima Peserta SBMPTN 2017 Kelompok Ujian Soshum 127

135 4.4 Mekanisme Pendaftaran PKM di ITS Pendaftaran Pendaftaran PKM dimulai tanggal 16 Mei - 4 Juli 2017, yang dilakukan secara on line melalui web ITS : Seleksi program ini menggunakan skor atau hasil dari SBMPTN 2017 untuk semua program studi kecuali program studi Desain Produk Industri. Dengan demikian calon peserta Program Kemitraan dan Mandiri wajib mengikuti tes SBMPTN Tahun 2017 kelompok ujian Saintek atau Campuran untuk semua program studi, atau kelompok ujian Soshum untuk program studi Manajemen Bisnis Tata Cara Pendaftaran Pendaftaran Program Kemitraan dan Mandiri (PKM) dilaksanakan secara on line melalui website Seleksi Masuk ITS (SMITS) dengan tata cara sebagai berikut: 1. Pendaftaran KAP, PIN dan Kode Pembayaran. Calon peserta menuliskan Nama Lengkap, tanggal lahir, No. SBMPTN, dan alamat yang valid. Selanjutnya calon peserta mendapatkan slip pembayaran yang dikirim melalui berisi Kode Pembayaran, KAP dan PIN. Kode Akses Pendaftaran (KAP) sepanjang 12 digit, PIN Pendaftaran sepanjang 16 digit, dan Kode Pembayaran sepanjang 18 digit. PERHATIAN: KAP dan PIN ini bersifat sangat rahasia, tidak boleh diperlihatkan pada orang lain dan hanya dapat dipergunakan untuk melakukan pendaftaran online satu kali saja setelah dilakukan pembayaran. Konsekuensi kelalaian menjaga kerahasiaan informasi tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab calon peserta. 2. Dengan menggunakan Kode Pembayaran, calon peserta membayar biaya pendaftaran sebesar Rp ,00 mulai tanggal 16 Mei s.d 3 Juli 2017 (paling lambat pukul 128

136 24.00 WIB) melalui loket/teller/atm/internet Banking untuk Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI dan Bank BTN. (Perhatian : Biaya pendaftaran tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun). Pendaftaran secara on line ditutup pada tanggal 4 Juli 2017 pukul WIB. 3. Calon peserta melakukan pendaftaran secara online (melalui Internet) dengan mengunjungi website Seleksi Masuk ITS (SMITS) dengan alamat dan memilih menu Pendaftaran Online» Program Kemitraan dan Mandiri. Untuk melakukan pendaftaran secara online, calon peserta harus menyiapkan: a. Slip pembayaran b. File pasfoto berwarna ukuran 4 x 6 cm (terbaru), berformat JPG atau PNG, dengan ukuran maksimum 100 KB. 4. Calon peserta harus melakukan Login dengan memasukkan PIN dan KAP yang tercantum dalam slip pembayaran. 5. Calon peserta mengisi borang (formulir) pendaftaran online sesuai dengan petunjuk yang ada secara benar. Semua informasi yang diisikan dalam borang ini harus benar. Kesalahan/kecurangan dalam pengisian borang ini dapat berakibat pembatalan penerimaan di ITS. 6. Calon peserta harus menyimpan dan mencetak file Kartu Bukti Pendaftaran online. 7. Calon peserta menandatangani Kartu Bukti Pendaftaran tersebut pada tempat yang disediakan. Kartu Bukti Pendaftaran yang telah ditandatangani berlaku sebagai Kartu Tanda Peserta Program Kemitraan dan Mandiri. 4.5 Persyaratan dan Ketentuan 1. Pendaftar adalah siswa SMA/MA/SMK-sejenis lulusan 2015, 2016, atau 2017 yang telah mengikuti ujian SBMPTN Tahun 2017 kelompok ujian Saintek, Campuran atau Soshum. 129

137 2. Bagi pendaftar yang salah satu pilihan prodinya adalah Desain Produk Industri diharuskan mengikuti ujian khusus masuk Despro Tahun Namun bagi pendaftar yang hanya memilih prodi Desain Produk Industri saja, tidak diwajibkan mengikuti ujian SBMPTN Bagi pendaftar yang akan mendaftar melalui Program Kemitraan, selain persyaratan di atas, juga berlaku ketentuan sebagai berikut: a. Pendaftar adalah utusan instansi mitra yang tercantum dalam daftar mitra ITS. Daftar mitra ITS adalah mitra yang telah melakukan kerjasama dengan ITS yang ditandai dengan adanya MoU dan MoA antara mitra dengan ITS. b. Setelah melakukan pendaftaran, peserta harus mengirimkan bukti pendaftaran kepada instansi terkait, selanjutnya instansi tersebut diwajibkan mengirimkan rekap calon peserta PKM yang direkomendasikan (format rekap rekomendasi dapat diunduh pada contoh file rekomendasi) kepada Wakil Rektor I ITS ( dengan tembusan Kasubdit. Penerimaan Mahasiswa dan Pengelolaan Kuliah Bersama ITS ( c. Pendaftar yang namanya tidak masuk dalam "Daftar peserta yang direkomendasikan instansi mitra ITS" tidak dianggap sebagai peserta Program Kemitraan. 4.6 Pilihan Program Studi pada PKM di ITS Seleksi jalur PKM menggunakan skor atau hasil dari SBMPTN 2017 dan/atau Ujian Masuk Despro Dengan demikian calon peserta Program Kemitraan dan Mandiri wajib mengikuti SBMPTN 130

138 2017 kelompok ujian Saintek atau Campuran untuk semua program studi, kecuali program studi Manajemen Bisnis dapat diikuti peserta yang mengikuti kelompok ujian Soshum. Khusus program studi Desain Produk Industri, peserta wajib mengikuti Ujian Masuk Despro 2017 dan dapat diikuti oleh peserta yang tidak mengikuti ujian SBMPTN Oleh karena itu, peserta PKM bisa diikuti oleh semua pendaftar SBMPTN 2017 yang belum diterima walaupun pada saat SBMPTN tidak memilih ITS. Ketentuan pemilihan Program Studi sebagai berikut: 1. Pendaftar bisa memilih sebanyak-banyaknya 3 (tiga) Program Studi yang ada di ITS. 2. Urutan pilihan Program Studi menunjukkan prioritas pilihan. 4.7 Biaya Pendidikan Biaya pendidikan jalur PKM mengikuti ketentuan yang ditetapkan ITS Program Kemitraan a. Uang Kuliah (UK) Sebesar Rp , 00 per semester untuk semua program studi, kecuali untuk biaya pendidikan pada program Double Degree Marine Engineering sebesar Rp , 00 pada semester pertama dan Rp ,00 pada semester berikutnya. b. Sumbangan Pengembangan Institusi Sesuai dengan yang telah disepakati dalam Piagam Kerjasama Kemitraan antara ITS dengan Mitra ITS. Besaran SPI yang sudah ditetapkan ITS seperti ditunjukkan pada Tabel Program Mandiri a. Uang Kuliah (UK) 131

139 Sebesar Rp ,00 per semester untuk semua program studi, kecuali untuk biaya pendidikan pada program Double Degree Marine Engineering sebesar Rp , 00 pada semester pertama dan Rp , 00 pada semester berikutnya. b. Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) Besarnya SPI yang sudah ditetapkan ITS seperti ditunjukkan pada Tabel

140 Tabel 4.2 Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) pada Masing-masing Program Studi di ITS untuk Program Kemitraan dan Mandiri Fakultas Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Program Studi Tarif SPI minimal (Rp.) Kemitraan Mandiri 1. Fisika Matematika Statistika Kimia Biologi Teknik Mesin Teknik Kimia Teknik Fisika Teknik Industri Teknik Material Teknik Sipil Arsitektur Teknik Lingkungan Desain Produk Industri *) Teknik Geomatika Perencanaan Wilayah dan Kota 133

141 Fakultas Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) Fakultas Teknologi Elektro (FTE) Fakultas Bisnis dan Manajemen Teknologi (FBMT) Program Studi Tarif SPI minimal (Rp.) Kemitraan Mandiri 7. Teknik Geofisika Desain Interior Teknik Perkapalan Teknik Sistem Perkapalan Teknik Sistem Perkapalan 0 (Double Degree) **) 4. Teknik Kelautan Teknik Transportasi Laut Teknik Informatika Sistem Informasi Teknik Elektro Teknik Komputer Teknik Biomedik Manajemen Bisnis *) Harus mengikuti Ujian Masuk Despro 2017 **) Biaya pendidikan pada program Double Degree Marine Engineering sebesar Rp pada semester pertama dan Rp pada semester berikutnya. 134

142 4.8 Daftar Mitra Daftar Mitra yang telah mempunyai MoU atau MoA dengan ITS dan dapat mengikuti Program Kemitraan Tahun 2017 ditampilkan pada Tabel 4.3. Tabel 4.3 Daftar Mitra ITS NO 1 ADHI KARYA 2 BANK MANDIRI NAMA MITRA 3 BIRO KLASIFIKASI INDONESIA 4 BNI 5 BRI 6 BTN 7 DINAS PERUMAHAN RAKYAT JAWA TIMUR 8 IKA BALI 9 KALTIM PRIMA COAL 10 KANGEAN ENERGY INDONESIA 11 MEDCO ENERGI 12 PAMAPERSADA 13 PDAM SURABAYA 14 PEMERINTAH KABUPATEN BATU BARA 15 PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS 16 PEMKAB SULAWESI TENGGARA 17 PLN DISTRIBUSI JATIM 18 PP IKA ITS 19 PT INKA 20 PT IPMOMI 21 PT KRAKATAU BANDAR SAMUDERA 22 PT PAL 23 PT PETROKIMIA GRESIK (PERSERO) 24 PT SEMEN INDONESIA (PERSERO), TBK 135

143 25 PT YTL JAWA TIMUR DI PAITON 26 PT. BARATA INDONESIA (PERSERO) 27 PT. BUKAKA TEKNIK UTAMA 28 PT. DOK DAN PERKAPALAN 29 PT. INDONESIA POWER 30 PT. INHUTANI I 31 PT. ITS KEMITRAAN 32 PT. JAPFA COMFEED INDONESIA TBK. 33 PT. PELABUHAN INDONESIA III 34 PT. PEMBANGKITAN JAWA-BALI 35 PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X 36 PT. PERTAMINA 37 PT. PERTAMINA GAS 38 PT. PP (PERSERO) 39 PT. REKAYASA INDUSTRI 40 PT. SURVEYOR INDONESIA 41 PT. TEKNINDO GEOSISTEM UNGGUL 42 PUPUK SRIWIJAYA 43 TELKOM 44 WIKA BETON 45 YAYASAN KRAKATAU STEEL 46 YAYASAN PENDIDIKAN CENDANA RIAU 47 YAYASAN PUPUK KALTIM 48 YAYASAN VIDATRA 49 YPIT 4.9 Jadwal Pelaksanaan PKM Jadwal pelaksanaan PKM 2017 di ITS dapat dilihat pada Tabel 136

144 Kegiatan/Tahapan Tabel 4.4 Jadwal Plaksanaan PKM 2017 di ITS Tanggal Penting Pendaftaran PKM 16 Mei 4 Juli 2017 Ujian masuk khusus yang mengambil Desain Produk 6 Juli 2017 Pengumuman Kelulusan PKM 11 Juli 2017 Pendaftaran Ulang Peserta yang Lulus PKM Juli Evaluasi Pendaftaran PKM 2017 Pendaftaran Program Kemitraan Mandiri (PKM) 2017 di ITS dimulai pada tanggal 16 Mei Juli Sampai dengan penutupan pendaftaran, jumlah total pendaftar Program Kemitraan dan Mandiri sebanyak siswa, yang terdiri dari 660 siswa pendaftar Program Kemitraan dan 5480 siswa pendaftar Program Mandiri. Secara keseluruhan, total jumlah peminat PKM pada masing-masing Prodi sebesar , yang terdiri dari Program Kemitraan dan Program Mandiri masing-masing sebesar dan Jumlah peminat berdasarkan pilihan Program Studi (Prodi) ditampilkan pada Tabel 4.5. Secara keseluruhan, jumlah peminat terbanyak adalah pada Prodi berikut: 1. Teknik Industri : Teknik Sipil : Teknik Informatika : Manajemen Bisnis : Arsitektur :

145 Tabel 4.10 Jumlah Pendaftar Program Kemitraan Mandiri 2017 Berdasarkan Pilihan Program Studi PROGRAM STUDI KEMITRAAN MANDIRI PIL 1 PIL 2 PIL 3 TOTAL PIL 1 PIL 2 PIL 3 TOTAL FISIKA MATEMATIKA STATISTIKA KIMIA BIOLOGI TEKNIK MESIN TEKNIK ELEKTRO TEKNIK KIMIA TEKNIK FISIKA TOTAL TEKNIK INDUSTRI TEKNIK BIOMEDIK TEKNIK MATERIAL MANAJEMEN BISNIS TEKNIK KOMPUTER TEKNIK SIPIL

146 ARSITEKTUR TEKNIK LINGKUNGAN DESAIN PRODUK INDUSTRI TEKNIK GEOMATIKA PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA TEKNIK GEOFISIKA DESAIN INTERIOR TEKNIK PERKAPALAN TEKNIK SISTEM PERKAPALAN DOUBLE DEGREE TEKNIK SISTEM PERKAPALAN TEKNIK KELAUTAN TEKNIK TRANSPORTASI LAUT TEKNIK INFORMATIKA SISTEM INFORMASI TOTAL

147 4.11 Seleksi PKM 2017 di ITS Seleksi mahasiswa baru Program Kemitraan Mandiri 2017 di ITS berdasarkan nilai SBMPTN 2017, kecuali untuk Prodi Desain Produk Industri melalui Ujian Masuk Tulis dan Uji Ketrampilan. Berdasarkan hasil seleksi yang telah dilakukan, jumlah total calon mahasiswa baru yang diterima melalui Program Kemitraan Mandiri sebanyak siswa atau 7,95% dari jumlah peminat. Sedangkan jumlah calon mahasiswa baru yang melakukan pendaftaran ulang sebanyak 804 siswa atau sekitar 60,18%. Jumlah mahasiswa baru yang diterima dan yang melakukan daftar ulang pada masing-masing Prodi ditunjukkan pada Tabel

148 Tabel 4.11 Jumlah Mahasiswa Baru yang Diterima Program Kemitraan dan Mandiri ITS Tahun 2017 pada Masing-masing Program Studi Jurusan Diterima KEMITRAAN MANDIRI TOTAL Daftar Ulang % Daftar Ulang Diterima Daftar Ulang % Daftar Ulang Diterima Daftar Ulang % Daftar Ulang Fisika % % % Kimia % % % Biologi % % % Teknik Mesin % % % Teknik Kimia % % % Teknik Fisika % % % Teknik Industri % % % Teknik Material % % % Teknik Sipil % % % Teknik Lingkungan % % % Teknik Geomatika % % % Teknik Geofisika % % % 141

149 Teknik Perkapalan % % % Teknik Sistem Perkapalan % % % DD Marine Engineering % % % Teknik Kelautan % % % Teknik Transportasi Laut % % % Informatika % % % Sistem Informasi % % % Matematika % % % Statistika % % % Teknik Elektro % % % Teknik Komputer % % % Teknik Biomedik % % % Arsitektur % % % PWK % % % Desain Produk % % % Desain Interior % % % Manajemen Bisnis % % % 142

150 TOTAL % % % 143

151 Tabel 4.12 menunjukkan jumlah dan persentase mahasiswa baru ITS yang diterima melalui Program Kemitraan Mandiri berdasarkan asal provinsi. Sebagian besar mahasiswa baru berasal dari Jawa Timur (32,29%), diikuti dari Jawa Barat (21,08%), DKI Jakarta (20,78%), Banten (7,77%), dan Jawa Tengah (5,61%). Pada penerimaan tahun 2017 ini, ada 3 mahasiswa baru yang berasal dari SMA/MA/SMK sederajat di luar negeri. Tabel 4.12 Jumlah dan Persentase Mahasiswa Baru ITS yang diterima melalui Program Kemitraan Mandiri 2017 Berdasarkan Asal Provinsi NO NAMA PROVINSI JUMLAH DITERIMA PERSENTASE 1 ACEH % 2 BALI % 3 BANTEN % 4 BENGKULU % 5 DI YOGYAKARTA % 6 DKI JAKARTA % 7 GORONTALO % 8 JAMBI % 9 JAWA BARAT % 10 JAWA TENGAH % 11 JAWA TIMUR % 12 KALIMANTAN SELATAN % 13 KALIMANTAN TENGAH % 14 KALIMANTAN TIMUR % KEPULAUAN BANGKA 15 BELITUNG % 16 KEPULAUAN RIAU % 17 LAMPUNG % 18 MALUKU UTARA % 19 NUSA TENGGARA BARAT % 144

152 20 NUSA TENGGARA TIMUR % 21 PAPUA % 22 PAPUA BARAT % 23 RIAU % 24 SULAWESI SELATAN % 25 SULAWESI TENGAH % 26 SULAWESI TENGGARA % 27 SUMATERA BARAT % 28 SUMATERA SELATAN % 29 SUMATERA UTARA % 30 LUAR NEGERI % TOTAL % 145

153 BAB 5 PENUTUP Penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana di ITS tahun 2017 dilakukan melalui 3 jalur, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Program Kemitraan dan Mandiri (PKM). Jumlah total calon mahasiswa baru Program Sarjana yang diterima melalui 3 jalur seleksi di ITS adalah 3879 siswa yang terdiri dari 1059 siswa dari jalur SNMPTN, 1484 siswa dari jalur SBMPTN, dan 1336 dari jalur PKM seperti ditunjukkan pada Tabel 5.1. Dari 3879 siswa yang diterima, sebanyak 3073 siswa (79,22%) telah melakukan daftar ulang. Jumlah siswa yang melakukan daftar ulang lebih kecil dari jumlah daya tampung Program Sarjana yang telah ditetapkan ITS, yaitu sebesar 3410 siswa. Tabel 5.1 Jumlah Mahasiswa Baru Program Sarjana di ITS Tahun 2017 Seleksi Terima Daftar Ulang % Daftar Ulang SNMPTN % SBMPTN % PKM % TOTAL % 146

154 KLIPING SNMPTN

155 148

156 149

157 150

158 151

159 152

160 153

161 154

162 KLIPING SBMPTN

163 156

164 157

165 158

166 159

167 160

168 161

169 162

170 163

171 164

172 165

173 166

174 KLIPING PKM ITS TAHUN

175 168

176 169

177 170

178 171

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENDAFTARAN MAHASISWA BARU JALUR SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) UNIVERSITAS RIAU

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENDAFTARAN MAHASISWA BARU JALUR SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) UNIVERSITAS RIAU STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENDAFTARAN MAHASISWA BARU JALUR SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI () UNIVERSITAS RIAU Identitas Pembuatan Tanggal Terbit Edisi I : 4 Desember 2017 Tanggal

Lebih terperinci

SMA/SMK/MA atau sederajat (termasuk SRI di luar negeri) yang mempunyai NPSN dan telah mengisi PDSS dengan lengkap dan benar.

SMA/SMK/MA atau sederajat (termasuk SRI di luar negeri) yang mempunyai NPSN dan telah mengisi PDSS dengan lengkap dan benar. Ketentuan Umum - SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/SMK/MA atau sederajat

Lebih terperinci

INFORMASI SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) 2018

INFORMASI SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) 2018 INFORMASI SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) 2018 PANITIA PUSAT SNMPTN DAN SBMPTN TAHUN 2018 PRAKATA Penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada Perguruan Tinggi

Lebih terperinci

Informasi Umum SNMPTN 2016

Informasi Umum SNMPTN 2016 Latar Belakang Informasi Umum SNMPTN 2016 Penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras,

Lebih terperinci

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) DAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) TAHUN 2016

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) DAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) TAHUN 2016 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) DAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) TAHUN 2016 LANDASAN KONSEPTUAL SN-SBMPTN 2016 Membangun satu kesatuan sistem pendidikan

Lebih terperinci

PENDAFTARAN MAHASISWA BARU JALUR MANDIRI

PENDAFTARAN MAHASISWA BARU JALUR MANDIRI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENDAFTARAN MAHASISWA BARU JALUR MANDIRI UNIVERSITAS RIAU Identitas Pembuatan Tanggal Terbit Edisi I : 4 Desember 2017 Tanggal Terbit Edisi II : - Status Revisi : 00

Lebih terperinci

HASIL SELEKSI SNMPTN 2017

HASIL SELEKSI SNMPTN 2017 HASIL SELEKSI SNMPTN 2017 Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017 Jakarta, 26 April 2017 TAHAP PENGISIAN DATA PDSS Data yang digunakan untuk pemeringkatan dan kelayakan adalah data yang diisikan oleh sekolah

Lebih terperinci

Berdasarkan ac.id.

Berdasarkan   ac.id. SNMPTN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010

Lebih terperinci

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) DAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) TAHUN 2016

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) DAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) TAHUN 2016 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI () DAN SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) TAHUN 2016 1 LANDASAN KONSEPTUAL SN SBMPTN 2016 1.Membangunsatukesatuansistempendidikannasional

Lebih terperinci

SISTEM SELEKSI SNMPTN dan SBMPTN 2017

SISTEM SELEKSI SNMPTN dan SBMPTN 2017 SISTEM SELEKSI SNMPTN dan SBMPTN 2017 KETUA UMUM Jakarta, 13 Januari 2017 LANDASAN KONSEPTUAL SNMPTN DAN SBMPTN 2017 1. Membangun satu kesatuan sistem pendidikan nasional melalui integrasi vertikal pendidikan

Lebih terperinci

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2014 PANITIA SNMPTN 2014 DENPASAR, 9 DESEMBER 2014

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2014 PANITIA SNMPTN 2014 DENPASAR, 9 DESEMBER 2014 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2014 PANITIA SNMPTN 2014 DENPASAR, 9 DESEMBER 2014 UU 12/2012 PP 66/ 2010 LANDA- SAN HUKUM SNMPTN PP 32/2013 PERMEND IKBUD 34/2010 UU-PT No.

Lebih terperinci

LAPORAN AKHIR PELAKSANAAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITS TAHUN 2016

LAPORAN AKHIR PELAKSANAAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITS TAHUN 2016 LAPORAN AKHIR PELAKSANAAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITS TAHUN 2016 LEMBAGA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN, KEMAHASISWAAN DAN HUBUNGAN ALUMNI (LP2KHA) PANITIA PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITS TAHUN 2016 PKM ITS Program

Lebih terperinci

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2014 PANITIA SNMPTN 2014 DENPASAR, 9 DESEMBER /9/2014 UU 12/2012 PP 32/2013

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2014 PANITIA SNMPTN 2014 DENPASAR, 9 DESEMBER /9/2014 UU 12/2012 PP 32/2013 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2014 PANITIA SNMPTN 2014 DENPASAR, 9 DESEMBER 2014 UU 12/2012 PP 66/ 2010 LANDA- SAN HUKUM SNMPTN PP 32/2013 PERMEND IKBUD 34/2010 1 UU-PT

Lebih terperinci

TINGGI NEGERI SNMPTN 2013 PANITIA SPMB UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS) SURAKARTA TAHUN 2013

TINGGI NEGERI SNMPTN 2013 PANITIA SPMB UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS) SURAKARTA TAHUN 2013 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI SNMPTN 2013 PANITIA SPMB UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS) SURAKARTA TAHUN 2013 PeraturanPemerintahNo. 66 Th2010 Penerimaan mahasiswa baru di PTN dilaksanakan

Lebih terperinci

PENGISIAN PDSS DAN PENDAFTARAN SNMPTN 2017

PENGISIAN PDSS DAN PENDAFTARAN SNMPTN 2017 PENGISIAN PDSS DAN PENDAFTARAN SNMPTN 2017 TAHAPAN PELAKSANAAN SNMPTN 2017 Pengisian PDSS oleh Sekolah 14 Januari s.d. 10 Februari 2017 Finalisasi PDSS oleh Sekolah 14 Januari s.d. 10 Februari 2017 Verifikasi

Lebih terperinci

SOSIALISASI SNMPTN 2014

SOSIALISASI SNMPTN 2014 UNIVERSITAS ANDALAS SOSIALISASI SNMPTN 2014 1 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) UU 12/2012 PP 66/ 2010 LANDA- SAN HUKUM SNMPTN PP 32/2013 PERMEN DIKBUD 34/2010 UU-PT No. 12 /2012

Lebih terperinci

SOSIALISASI SNMPTN dan SBMPTN Jakarta, 12 Januari 2018

SOSIALISASI SNMPTN dan SBMPTN Jakarta, 12 Januari 2018 SOSIALISASI SNMPTN dan SBMPTN 2018 Jakarta, 12 Januari 2018 MATERI LANDASAN KONSEPTUAL DAN LANDASAN HUKUM DESKRIPSI POLA PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM SARJANA PADA PTN 2018 SELEKSI DAN ALOKASI DAYA

Lebih terperinci

PENGISIAN PDSS DAN PENDAFTARAN SNMPTN 2017

PENGISIAN PDSS DAN PENDAFTARAN SNMPTN 2017 PENGISIAN PDSS DAN PENDAFTARAN SNMPTN 2017 TAHAPAN SNMPTN TAHAPAN PELAKSANAAN SNMPTN 2017 Pengisian PDSS oleh Sekolah 14 Januari s.d. 10 Februari 2017 Finalisasi PDSS oleh Sekolah 14 Januari s.d. 10 Februari

Lebih terperinci

BIMBINGAN KONSELING SNMPTN dan SBMPTN

BIMBINGAN KONSELING SNMPTN dan SBMPTN YAYASAN WIDYA BHAKTI SEKOLAH MENENGAH ATAS SANTA ANGELA TERAKREDITASI A Jl. Merdeka No. 24 Bandung 022. 4214714 Fax.022. 4222587 http//: www.smasantaangela.sch.id, e-mail : smaangela@yahoo.co.id 043 URS

Lebih terperinci

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) PANITIA PELAKSANA SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI TAHUN 2013

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) PANITIA PELAKSANA SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI TAHUN 2013 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) PANITIA PELAKSANA SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI TAHUN 2013 Riwayat SNMPTN Seleksi Rapor Seleksi Ujian Tulis 2013 SNMPTN x SBM-PTN

Lebih terperinci

BIMBINGAN KONSELING SMA TARAKANITA 1 KAMIS, 02 FEBRUARI 2017

BIMBINGAN KONSELING SMA TARAKANITA 1 KAMIS, 02 FEBRUARI 2017 BIMBINGAN KONSELING SMA TARAKANITA 1 KAMIS, 02 FEBRUARI 2017 JALUR PENERIMAAN MAHASISWA BARU PTN Jalur Undangan: SNMPTN PPKB/Talent Scouting UI Jalur Tulis: SBMPTN Ujian Mandiri (masing-masing PTN) S N

Lebih terperinci

POKOK-POKOK SNMPTN 2015

POKOK-POKOK SNMPTN 2015 POKOK-POKOK SNMPTN 2015 Disampaikan pada: SOSIALISASI SNMPTN 2015 LANDASAN KONSEPTUAL SNMPTN (1) 1. Membangun satu kesatuan sistem pendidikan nasional melalui integrasi vertikal pendidikan menengah dengan

Lebih terperinci

POKOK-POKOK SNMPTN Disampaikan pada: SOSIALISASI SNMPTN 2015

POKOK-POKOK SNMPTN Disampaikan pada: SOSIALISASI SNMPTN 2015 POKOK-POKOK SNMPTN 2015 Disampaikan pada: SOSIALISASI SNMPTN 2015 LANDASAN KONSEPTUAL SNMPTN (1) 1. Membangun satu kesatuan sistem pendidikan nasional melalui integrasi vertikal pendidikan menengah dengan

Lebih terperinci

INFORMASI AWAL SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2011 JALUR UNDANGAN & JALUR UJIAN TERTULIS/KETERAMPILAN

INFORMASI AWAL SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2011 JALUR UNDANGAN & JALUR UJIAN TERTULIS/KETERAMPILAN INFORMASI AWAL SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2011 JALUR UNDANGAN & JALUR UJIAN TERTULIS/KETERAMPILAN PANITIA PELAKSANA SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI TAHUN

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENDAFTARAN MAHASISWA BARU JALUR SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) UNIVERSITAS RIAU

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENDAFTARAN MAHASISWA BARU JALUR SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) UNIVERSITAS RIAU STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENDAFTARAN MAHASISWA BARU JALUR SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI () UNIVERSITAS RIAU Identitas Pembuatan Tanggal Terbit Edisi I : 4 Desember 2017 Tanggal

Lebih terperinci

SMAN 8 JAKARTA SMA NEGERI 8 JAKARTA TAHUN PELAJARAN Jakarta, 23 Januari 2015

SMAN 8 JAKARTA SMA NEGERI 8 JAKARTA TAHUN PELAJARAN Jakarta, 23 Januari 2015 SMAN 8 JAKARTA SMA NEGERI 8 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2014-2015 Jakarta, 23 Januari 2015 NO STATUS JUMLAH 1 Pegawai Negeri Sipil (PNS) 47 2 Honorer (Non PNS) 30 Jumlah 77 Keluar 1. menyelesaikan seluruh

Lebih terperinci

U N I V E R S I T A S R I A U

U N I V E R S I T A S R I A U U N I V E R S I T A S R I A U SNMPTN (50%) BERDASAR PRESTASI AKADEMIK SISWA (RAPOR, HASIL UN DAN PRESTASI YANG LAINNYA) BIAYA DITANGGUNG PEMERINTAH MINIMAL 50% KUOTA DAYA TAMPUNG SETIAP PTN SBMPTN (30%)

Lebih terperinci

Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN 2011)

Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN 2011) Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN 2011) Landasan Hukum Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan

Lebih terperinci

INFORMASI SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2012

INFORMASI SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2012 INFORMASI SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2012 PANITIA PELAKSANA SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI TAHUN 2012 KATA PENGANTAR Berdasarkan Peraturan Pemerintah

Lebih terperinci

INFORMASI TEKNIS Penjaringan Calon Mahasiswa di PTN Tahun 2015 Asep Sutiadi

INFORMASI TEKNIS Penjaringan Calon Mahasiswa di PTN Tahun 2015 Asep Sutiadi INFORMASI TEKNIS Penjaringan Calon Mahasiswa di PTN Tahun 2015 Asep Sutiadi Staf Pengajar Fisika UPI Panlok 34 Bandung aseps@upi.edu Sejarah SNMPTN Tahun 1976: SKALU (Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas)

Lebih terperinci

PANITIA SNMPTN /24/2014 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2014 PERSYARATAN PENERIMAAN PERSYARATAN PENDAFTARAN

PANITIA SNMPTN /24/2014 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2014 PERSYARATAN PENERIMAAN PERSYARATAN PENDAFTARAN SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2014 SISTEM penerimaan mahasiswa baru ptn 2014 SNMPTN BERDASAR PRESTASI AKADEMIK SISWA (RAPOR, UN DAN PRESTASI LAINNYA) BIAYA DITANGGUNG PEMERINTAH

Lebih terperinci

Panduan Umum Jalur Ujian Tertulis/Ketrampilan SNMPTN 2011

Panduan Umum Jalur Ujian Tertulis/Ketrampilan SNMPTN 2011 Panduan Umum Jalur Ujian Tertulis/Ketrampilan SNMPTN 2011 PERSYARATAN DAN KETENTUAN 1. Seleksi 1. Lulus Ujian Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2009, 20010 dan

Lebih terperinci

SOSIALISASI SNMPTN Jakarta, 12 Januari 2018

SOSIALISASI SNMPTN Jakarta, 12 Januari 2018 SOSIALISASI SNMPTN 2018 Jakarta, 12 Januari 2018 Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Pola seleksi nasional berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor,

Lebih terperinci

Panduan Peserta SBMPTN 2014 KATA PENGANTAR

Panduan Peserta SBMPTN 2014 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17

Lebih terperinci

Assalamu alaikum Wr Wb Salam Sejahtera untuk kita semua, dan Om Swastiastu

Assalamu alaikum Wr Wb Salam Sejahtera untuk kita semua, dan Om Swastiastu Yth. Rektor dan Para Pembantu Rektor ISI Yogyakarta Yth. Ketua, Sekretaris dan Seluruh Anggota Senat ISI Yogyakarta Yth. Dekan dan Para Pembantu Dekan Fakultas Seni Pertunjukan, Dekan dan Para Pembantu

Lebih terperinci

INFORMASI SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) 2018

INFORMASI SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) 2018 INFORMASI SELEKSI BERSAMA MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SBMPTN) 2018 PANITIA PUSAT SNMPTN DAN SBMPTN TAHUN 2018 PRAKATA Penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru program sarjana pada Perguruan Tinggi

Lebih terperinci

Universitas Pendidikan Indonesia

Universitas Pendidikan Indonesia A Tentang Universitas Pendidikan Indonesia Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menetapkan UPI sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Sebagai perguruan tinggi negeri

Lebih terperinci

Nomor : 0090/SDAR/BSNP/I/ Januari 2018 Lampiran : 7 lembar Perihal : Penambahan Mata Pelajaran dan Kisi-kisi USBN SMA Tahun Pelajaran 2017/2018

Nomor : 0090/SDAR/BSNP/I/ Januari 2018 Lampiran : 7 lembar Perihal : Penambahan Mata Pelajaran dan Kisi-kisi USBN SMA Tahun Pelajaran 2017/2018 Nomor : 0090/SDAR/BSNP/I/2018 29 Januari 2018 Lampiran : 7 lembar Perihal : Penambahan dan Kisi-kisi USBN SMA Tahun Pelajaran 2017/2018 Yang terhormat: 1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi 2. Kepala Kantor

Lebih terperinci

No : 0062/SDAR/BSNP/IX/ September 2015 Lampiran : satu berkas Perihal : Surat Edaran UN Perbaikan Tahun Pelajaran 2014/2015

No : 0062/SDAR/BSNP/IX/ September 2015 Lampiran : satu berkas Perihal : Surat Edaran UN Perbaikan Tahun Pelajaran 2014/2015 No : 0062/SDAR/BSNP/IX/2015 25 September 2015 Lampiran : satu berkas Perihal : Surat Edaran UN Perbaikan Tahun Pelajaran 2014/2015 Yang terhormat 1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi 2. Kepala Kantor Wilayah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 11 provinsi, keterlambatan paket soal, kekurangan lembar soal dan lembar jawaban,

BAB I PENDAHULUAN. 11 provinsi, keterlambatan paket soal, kekurangan lembar soal dan lembar jawaban, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ujian Nasional (UN) telah memunculkan kontroversi yang berkepanjangan yang masih meninggalkan sejumlah persoalan dan pertanyaan yang menarik untuk dikaji. Kontroversi

Lebih terperinci

Siaran Pers Kemristekdikti Nomor 49/SP/HM/BKKP/IV/ Peserta Lulus SBMPTN 2017

Siaran Pers Kemristekdikti Nomor 49/SP/HM/BKKP/IV/ Peserta Lulus SBMPTN 2017 Siaran Pers Kemristekdikti Nomor 49/SP/HM/BKKP/IV/2017 148.066 Peserta Lulus SBMPTN 2017 Penetapan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 akan diumumkan pada hari Selasa, 13

Lebih terperinci

TINGGI NEGERI (SNMPTN) PANITIA SNMPTN 2014 BANDUNG, 11 DESEMBER 2013

TINGGI NEGERI (SNMPTN) PANITIA SNMPTN 2014 BANDUNG, 11 DESEMBER 2013 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2014 PANITIA SNMPTN 2014 BANDUNG, 11 DESEMBER 2013 UU. 12 /2012 Penerimaan mahasiswa baru PTN melalui lli pola seleksi lkinasional atau bentuk

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 126 TAHUN 2016 TENTANG PENERIMAAN MAHASISWA

Lebih terperinci

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2017 TENTANG PENERIMAAN MAHASISWA

Lebih terperinci

Peserta SNMPTN harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

Peserta SNMPTN harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. TUJUAN : Penyelenggaraan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi bertujuan untuk memperoleh mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di Pedidikan Tinggi

Lebih terperinci

DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN

DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN Nomor : 188 /B3.1/KM/2017 27 Januari 2017 Lampiran : 1 (satu) jadwal Perihal : Penyelenggaraan Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) Tahun 2017 Kepada Yth:

Lebih terperinci

SELAMAT DATANG PESERTA SOSIALISASI PENGISIAN SPMI ONLINE Selasa, 29 Agustus 2017 Kantor Penjaminan Mutu

SELAMAT DATANG PESERTA SOSIALISASI PENGISIAN SPMI ONLINE Selasa, 29 Agustus 2017 Kantor Penjaminan Mutu SELAMAT DATANG PESERTA SOSIALISASI PENGISIAN SPMI ONLINE 2017 Selasa, 29 Agustus 2017 Kantor Penjaminan Mutu SOSIALISASI PENGISIAN SPMI ONLINE 2017 29 Agustus 2017 Kantor Penjaminan Mutu DASAR HUKUM 1.

Lebih terperinci

yang ditentukan oleh perguruan tinggi. perguruan tinggi. persyaratan yang ditentukan Universitas Jember.

yang ditentukan oleh perguruan tinggi. perguruan tinggi. persyaratan yang ditentukan Universitas Jember. Pada Tahun 2015, SNMPTN dilaksanakan melalui jalur Penelusuran Prestasi Akademik dengan menggunakan nilai rapor dan portofolio akademik sebagai dasar penerimaan mahasiswa baru. SNMPTN digunakan untuk menyeleksi

Lebih terperinci

Nomor : 0304/E3.4/ Februari 2013 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : Penyelenggara ON MIPA-PT Tahun 2013

Nomor : 0304/E3.4/ Februari 2013 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : Penyelenggara ON MIPA-PT Tahun 2013 Telepon (021) 57946073 Faksimil (021) 57946072 http//dikti.kemdikbud.go.id/ Nomor 0304/E3.4/2013 4 Februari 2013 Lampiran 2 (dua) lampiran Perihal Penyelenggara ON MIPA-PT Tahun 2013 Kepada Yth 1. Pimpinan

Lebih terperinci

PENETAPAN DAYA TAMPUNG MAHASISWA BARU

PENETAPAN DAYA TAMPUNG MAHASISWA BARU STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENETAPAN DAYA TAMPUNG MAHASISWA BARU UNIVERSITAS RIAU Identitas Pembuatan Tanggal Terbit Edisi I : 4 Desember 2017 Tanggal Terbit Edisi II : - Status Revisi : 00 Disusun

Lebih terperinci

PANDUAN USMU 2011 PANITIA PELAKSANA USMU TAHUN

PANDUAN USMU 2011 PANITIA PELAKSANA USMU TAHUN PANDUAN USMU 2011 PANITIA PELAKSANA USMU TAHUN 2011 1 KATA PENGANTAR Dalam rangka memperluas dan mempermudah akses masyarakat untuk mengikuti pendidikan di Universitas Syiah Kuala dengan tetap mengedepankan

Lebih terperinci

Nomor : 0457/E3.4/ Maret 2012 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : ON MIPA-PT

Nomor : 0457/E3.4/ Maret 2012 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : ON MIPA-PT Telepon (021) 57946073 Faksimil (021) 57946072 http//dikti.kemdiknas.go.id/ Nomor 0457/E3.4/2012 21 Maret 2012 Lampiran 2 (dua) lampiran Perihal ON MIPA-PT Kepada Yth 1. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri

Lebih terperinci

UNIVERSI RS TAS A S SE S BE B LAS A S MARE

UNIVERSI RS TAS A S SE S BE B LAS A S MARE UNIVERSITAS SEBELAS MARET SPMB UNS TAHUN Panitia SPMB UNS SEKILAS TENTANG UNS Universitas Sebelas Maret (UNS Solo) dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang pesat menuju World Class University,

Lebih terperinci

Nomor : 33 /B3.1/KM/ Januari 2016 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : Penyelenggaraan ON MIPA-PT Tahun 2016

Nomor : 33 /B3.1/KM/ Januari 2016 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : Penyelenggaraan ON MIPA-PT Tahun 2016 Nomor : 33 /B3.1/KM/2016 26 Januari 2016 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : Penyelenggaraan ON MIPA-PT Tahun 2016 Kepada Yth: 1. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Bidang Kemahasiswaan 2. Sekretaris Pelaksana

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) TAHUN PELAJARAN 2017/2018 PROVINSI JAWA BARAT

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) TAHUN PELAJARAN 2017/2018 PROVINSI JAWA BARAT PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) TAHUN PELAJARAN 2017/2018 PROVINSI JAWA BARAT 1. Ketentuan Umum A. Calon Peserta Didik Baru, harus memenuhi syarat dan ketentuan

Lebih terperinci

INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAIN CURUP SECARA ONLINE SPMB PTAIN TAHUN 2013 BAGIAN 1

INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAIN CURUP SECARA ONLINE SPMB PTAIN TAHUN 2013 BAGIAN 1 INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAIN CURUP SECARA ONLINE SPMB PTAIN TAHUN 2013 BAGIAN 1 JALUR PRESTASI AKADEMIK A. Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2010

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN

Lebih terperinci

KERJA SAMA DAERAH DAN INDUSTRI

KERJA SAMA DAERAH DAN INDUSTRI KERJA SAMA DAERAH DAN INDUSTRI 2008 bv KERJA SAMA DAERAH DAN INDUSTRI DENGAN UNIVERSITAS INDONESIA Dalam program ini, ditawarkan 54 program studi jenjang pendidikan sarjana yang secara integratif berada

Lebih terperinci

PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2013

PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2013 PENERIMAAN 118 Ada pilihan Program Studi 4 di Program Pendidikan untuk lulusan SLTA e 18 13 6 + Program Studi Ekonomi Islam dibuka mulai 2013 PENERIMAAN Jalur Masuk UI Program Pendidikan S1 B e b a s U

Lebih terperinci

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009 ACEH ACEH ACEH SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT RIAU JAMBI JAMBI SUMATERA SELATAN BENGKULU LAMPUNG KEPULAUAN BANGKA BELITUNG KEPULAUAN RIAU DKI JAKARTA JAWA BARAT

Lebih terperinci

Perencanaan Pelaksanaan Akreditasi PAUD dan PNF Tahun 2018

Perencanaan Pelaksanaan Akreditasi PAUD dan PNF Tahun 2018 Perencanaan Pelaksanaan Akreditasi PAUD dan PNF Tahun 2018 Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 1 Kebijakan Umum Kemendikbud Kebijakan Pembangunan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2015 TENTANG BIAYA KULIAH TUNGGAL DAN UANG KULIAH TUNGGAL PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

2017, No dalam rangka Penyelenggaraan Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2018; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan

2017, No dalam rangka Penyelenggaraan Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2018; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan No.1161, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERPUSNAS. Pelimpahan Urusan Pemerintahan Perpusnas. PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG PELIMPAHAN URUSAN

Lebih terperinci

No : 0067/SDAR/BSNP/I/ Januari 2016 Lampiran : satu berkas Perihal : Ujian Nasional bagi Peserta Didik pada Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK)

No : 0067/SDAR/BSNP/I/ Januari 2016 Lampiran : satu berkas Perihal : Ujian Nasional bagi Peserta Didik pada Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) No : 0067/SDAR/BSNP/I/2016 7 Januari 2016 Lampiran : satu berkas Perihal : Ujian Nasional bagi Peserta Didik pada Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) Yang terhormat: 1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi 2.

Lebih terperinci

ANALISIS HASIL UJIAN NASIONAL PENDIDIKAN KESETARAAN TAHUN 2015

ANALISIS HASIL UJIAN NASIONAL PENDIDIKAN KESETARAAN TAHUN 2015 . 1 ANALISIS HASIL UJIAN NASIONAL PENDIDIKAN KESETARAAN TAHUN 2015 Dra. Th. Nuraeni Ekaningrum, MPd. MARET 2016 Kategori hasil UN dapat dikelompokkan sebagai berikut: 2 NILAI KETERANGAN N > 85 A = SANGAT

Lebih terperinci

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2013 PANITIA SNMPTN 2013 JAKARTA, 10 DESEMBER 2012

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2013 PANITIA SNMPTN 2013 JAKARTA, 10 DESEMBER 2012 SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2013 PANITIA SNMPTN 2013 JAKARTA, 10 DESEMBER 2012 Peraturan Pemerintah no. 66/2010 Penerimaan mahasiswa baru di PTN dilaksanakan setelah UN

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS PENYELENGGARA

Lebih terperinci

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2015

PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2015 I. PENDAHULUAN PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2015 Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dilakukan secara online melalui web

Lebih terperinci

Panduan Pendaftaran Beasiswa Penuh Outreaching Untan Program Bidikmisi Tahun Akademik 2015/2016

Panduan Pendaftaran Beasiswa Penuh Outreaching Untan Program Bidikmisi Tahun Akademik 2015/2016 Panduan Pendaftaran Beasiswa Penuh Outreaching Untan Program Tahun Akademik 2015/2016 Universitas Tanjungpura (Untan) menyediakan beasiswa penuh Outreaching Untan Program untuk tahun akademik 2015/2016

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Jakarta, Desember 2011. Tim Penyusun

Kata Pengantar. Jakarta, Desember 2011. Tim Penyusun Kata Pengantar Dalam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Oleh karena itu, guru wajib

Lebih terperinci

YAYASAN PENDIDIKAN DAYANG SUMBI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

YAYASAN PENDIDIKAN DAYANG SUMBI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL KEPUTUSAN REKTOR Nomor: 209/N.07/Rektorat/Itenas/XII/2015 Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Teknologi Nasional Tahun Akademik 2016/2017 REKTOR Memperhatikan: Hasil rapat Pimpinan Institut Teknologi

Lebih terperinci

REGULER BER-SKS, DAN NON REGULER BER-SKS UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2015 PANDUAN PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM NON REGULER

REGULER BER-SKS, DAN NON REGULER BER-SKS UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2015 PANDUAN PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM NON REGULER PANDUAN PENDAFTARAN MAHASISWA BARU PROGRAM NON REGULER, REGULER BER-SKS, DAN NON REGULER BER-SKS UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada hakekatnya kualitas calon mahasiswa

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PERSYARATAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA

BUKU PANDUAN PERSYARATAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA BUKU PANDUAN PERSYARATAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA PANITIA UNIVERSITAS UDAYANA 2012 1 KATA PENGANTAR Buku Panduan ini disusun untuk memberikan informasi tentang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut

Lebih terperinci

PANDUAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA TAHAP II (PERIODE JULI AGUSTUS) 2014

PANDUAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA TAHAP II (PERIODE JULI AGUSTUS) 2014 PANDUAN SELEKSI CALON MAHASISWA PROGRAM NON REGULER/EKSTENSI DAN PROGRAM DIPLOMA TAHAP II (PERIODE JULI AGUSTUS) 2014 PANITIA SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS UDAYANA 2014 1 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

PENGELOLAAN BERSAMA SELEKSI MAHASISWA BARU

PENGELOLAAN BERSAMA SELEKSI MAHASISWA BARU PENGELOLAAN BERSAMA SELEKSI MAHASISWA BARU PENGALAMAN MENGELOLA PANITIA NASIONAL SNMPTN SBMPTN 2014 (disampaikan pada acara Sounding Juknis Sipenmaru Poltekes TA 2014/2015 oleh Bambang Hermanto-Sekretariat

Lebih terperinci

alam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi

alam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi Kata Pengantar alam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Oleh karena itu, guru wajib

Lebih terperinci

II. PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN 2.1 JALUR PMDK

II. PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN 2.1 JALUR PMDK II. Farmasi, Psikologi, Teknik Kimia, Teknik Elektro, Teknik Metalurgi, Kimia, dan Informatika. (Akan dikonfirmasi ulang pada test kesehatan mahasiswa baru) h. Seleksi tahap 2 akan diberlakukan bagi pendaftar

Lebih terperinci

PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2016

PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2016 PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2016 I. PENDAHULUAN Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dilakukan secara online melalui web

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 041/P/2017 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 041/P/2017 TENTANG SALINAN KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 041/P/2017 TENTANG PENETAPAN ALOKASI DANA DEKONSENTRASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN ANGGARAN 2017 MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Nomor : 0094/SDAR/BSNP/III/ Maret 2018 Lampiran : satu berkas Perihal : Revisi Kedua POS UN Tahun Pelajaran 2017/2018

Nomor : 0094/SDAR/BSNP/III/ Maret 2018 Lampiran : satu berkas Perihal : Revisi Kedua POS UN Tahun Pelajaran 2017/2018 Nomor : 0094/SDAR/BSNP/III/2018 5 Maret 2018 Lampiran : satu berkas Perihal : Revisi Kedua POS UN Tahun Pelajaran 2017/2018 Yang terhormat: 1. Kepala Dinas Provinsi 2. Kepala Kantor Wilayah Kementerian

Lebih terperinci

A. Latar Belakang. B. Tujuan

A. Latar Belakang. B. Tujuan PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MADRASAH ALIYAH NEGERI INSAN CENDEKIA TAHUN PELAJARAN 2011/2012 KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH J A

Lebih terperinci

Cara Daftar Online SNMPTN 2017

Cara Daftar Online SNMPTN 2017 Cara Daftar Online SNMPTN 2017 PMB Jalur SNMPTN, Pengajuan SNMPTN Online, Opsi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN, Nas Pendaftaran Online SNMPTN, Teknik Pendaftaran On line SNMPTN, Wasiat dan Jadwal

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAYAAN KEPADA GUBERNUR DALAM PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN SISWA BARU (PSB) TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK TAHUN PELAJARAN 2010/2011 KOTA TANJUNGPINANG

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN SISWA BARU (PSB) TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK TAHUN PELAJARAN 2010/2011 KOTA TANJUNGPINANG Lamp Lampiran : Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Tanjung Pinang Nomor : 422.1/1451/SET/2010 Tanggal : 7 Juni 2010 utusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang NomLLlkl=ts.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2015 TENTANG BIAYA KULIAH TUNGGAL DAN UANG KULIAH TUNGGAL PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES/665/2017 TENTANG TIM REKRUTMEN PETUGAS KESEHATAN HAJI INDONESIA (PKHI) TAHUN 1439 H/2018 M DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

PANDUAN PENDAFTARAN SNMPTN 2016

PANDUAN PENDAFTARAN SNMPTN 2016 PANDUAN PENDAFTARAN SNMPTN 2016 Untuk Siswa RINGKASAN Dokumen ini berisi panduan pendaftaran SNMPTN 2016 yang harus dilakukan oleh siswa Panitia Pelaksanan SNMPTN 2016 Februari 2016 DAFTAR ISI Pendahuluan...

Lebih terperinci

Tata Cara Daftar Online SNMPTN 2017

Tata Cara Daftar Online SNMPTN 2017 Tata Cara Daftar Online SNMPTN 2017 PMB Jalur SNMPTN, Pendaftaran SNMPTN Online, Penyortiran alternatif Penerimaan Praja Baru Jalur SNMPTN, Nas Pendaftaran On line SNMPTN, Teknik Pendaftaran On line SNMPTN,

Lebih terperinci

DALAM JABATAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017

DALAM JABATAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi DALAM JABATAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017 SERTIFIKASI

Lebih terperinci

31 Maret 2017 Lampiran : 1 (satu) gabung. Penelusuran Minat dan Bakat Tahun 2017

31 Maret 2017 Lampiran : 1 (satu) gabung. Penelusuran Minat dan Bakat Tahun 2017 KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS PENDIDIKANN GANESHA Alamat : Jalan Udayana Singaraja Telp. (0362) 22570 Fax. (0362) 25735 Website: www.undiksha.ac.idd Email:humas@undiksha.ac.id

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 23 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS, SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DAN SEKOLAH LUAR BIASA

Lebih terperinci

JALUR MASUK UI TA 2018/2019

JALUR MASUK UI TA 2018/2019 JALUR MASUK UI TA 2018/2019 POLA PENERIMAAN MAHASISWA BARU SNMPTN BERDASARKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA (RAPOR DAN PRESTASI YANG LAINNYA) BIAYA DITANGGUNG PEMERINTAH S1 REGULER SBMPTN BERDASARKAN HASIL TES

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DINAS PENDIDIKAN SMAN 5 TAMBUN SELATAN

PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DINAS PENDIDIKAN SMAN 5 TAMBUN SELATAN A. DASAR HUKUM PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DINAS PENDIDIKAN SMAN 5 TAMBUN SELATAN Jalan Sunset Ave Grand Wisata-Tambun Selatan Bekasi 17510 (021) 825058 Website : www.sman5tamsel.sch.id E-mail

Lebih terperinci

TANYA-JAWAB PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

TANYA-JAWAB PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL 1 2 D Kata Pengantar alam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Oleh karena itu, guru

Lebih terperinci

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembar

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembar BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1712, 2016 PERRPUSNAS. Penyelenggaraan Dekonsentrasi. TA 2017. PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PELIMPAHAN URUSAN

Lebih terperinci

Gencarkan Promosi ITS ke Seluruh Indonesia

Gencarkan Promosi ITS ke Seluruh Indonesia Gencarkan Promosi ITS ke Seluruh Indonesia Sehubungan dengan akan dilaksanakannya pendaftaran calon mahasiswa baru untuk tahun akademik 2013/2014, ITS Surabaya telah merancang sejumlah kegiatan promosi

Lebih terperinci

TERSEDIA dari TOTAL BEASISWA BIDIKMISI S1/D3. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unnes

TERSEDIA dari TOTAL BEASISWA BIDIKMISI S1/D3. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unnes Universitas Konservasi TERSEDIA 300 1.500 dari TOTAL BEASISWA BIDIKMISI S1/D3 Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unnes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unnes (SPMU) merupakan seleksi mandiri yang diselenggarakan

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, - 1 - PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN DANA DEKONSENTRASI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN ANGGARAN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci