PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
|
|
|
- Ratna Hartono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 1964 TENTANG PERUBAHAN DAN TAMBAHAN PERATURAN PEMERINTAH NO. 1 TAHUN 1955 TENTANG PENGAWASAN TERHADAP URUSAN KREDIT PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka usaha penertiban perbankan swasta perlu segera meninjau kembali persyaratan yang kini berlaku bagi pendirian bank; b. bahwa untuk melaksanakan hal tersebut huruf a di atas dalam waktu yang sesingkat-singkatnya perlu segera meninjau kembali ketentuanketentuan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1955 (Lembaran-Negara No. 2 tahun 1955); sambil menunggu dikeluarkannya Undang-undang Pokok Perbankan dan Undangundang Pokok Bank Indonesia yang baru; Mengingat : 1. Pasal 7 ayat (5) Undang-undang Pokok Bank Indonesia 1953 (Undang-undang No. 1 tahun 1953 (Lembaran-Negara No. 40 tahun 1953); 2. Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1955 (Lembaran-Negara No. 2 tahun 1955); Memutuskan: Menetapkan : Peraturan Pemerintah tentang perubahan dan tambahan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1955 tentang pengawasan terhadap urusan kredit. Pasal 1
2 - 2 - Pasal 1. Ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1955 tentang Pengawasan terhadap urusan kredit diubah dan ditambah, sepanjang ketentuan-ketentuan tersebut mengenai hal- hal yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini. Pasal 2. (1) Sejak mulai berlakunya Peraturan Pemerintah ini izin untuk mendirikan bank umum hanya diberikan apabila bank mempunyai modal yang telah dibayar sekurang-kurangnya sebesar Rp ,- (dua puluh lima juta rupiah) dan memenuhi syaratsyarat umum yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1955 dan/atau Peraturan Pemerintah ini. (2) Izin tetap untuk melakukan usaha bank umum, yang telah diberikan selama ini, ditetapkan sebagai izin sementara terhitung mulai tanggal berlakunya Peraturan Pemerintah ini. (3) Bank-bank umum termaksud dalam ayat (2) pasal ini diwajibkan dalam waktu setahun setelah berlakunya Peraturan Pemerintah ini untuk menambah modal yang dibayarnya, sehingga memenuhi ketentuan yang tercantum dalam ayat (1) pasal ini, kecuali apabila "Menteri yang diserahi urusan bank swasta" menetapkan lain. Izin tetap untuk melakukan usaha Bank Umum diberikan setelah dipenuhinya ketentuan tersebut di atas. Pasal 3. (1) Pendirian bank umum termaksud dalam pasal 2 hanya dapat dilakukan oleh warganegara Indonesia atau badan-badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan yang sahamsahamnya dimiliki oleh warganegara Indonesia. (2) Saham
3 - 3 - (2) Saham-saham yang dikeluarkan oleh bank umum termaksud dalam ayat (1) pasal ini hanya dapat dikeluarkan "atas nama". (3) Bank-bank umum yang belum memenuhi ketentuan tersebut dalam ayat-ayat (1) dan (2) pasal ini, diwajibkan untuk dalam waktu 6 (enam) bulan setelah berlakunya Peraturan Pemerintah ini melaksanakan ketentuan tersebut. (4) Setiap pemindah-tanganan dari saham-saham hanya dapat dilakukan dengan sepengetahuan dan persetujuan Bank Indonesia. Pasal 4. Bank Umum yang telah didirikan berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia akan tetapi mengenai pemilikan saham- sahamnya belum memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan dalam pasal 3 ayat (1), ditetapkan sebagai bank asing sepanjang bank tersebut dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pasal 3 ayat (3) belum memenuhi syaratsyarat tersebut di atas. Terhadap bank tersebut berlaku ketentuan-ketentuan yang ditetapkan terhadap bank asing. Pasal 5. Kepada Menteri yang diserahi urusan bank swasta diberi wewenang untuk mengambil segala tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini dan di bidang pengurusan serta susunan permodalan bank-bank umum dalam rangka menyelenggarakan politik Pemerintah dan menertibkan bank swasta. Pasal 6. Kepada "Menteri yang diserahi urusan bank swasta" diberi wewenang untuk menetapkan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan lainnya yang diperlukan bagi pendidikan bank tabungan swasta apabila dianggap perlu dalam rangka penertiban perbankan swasta. Pasal 7
4 - 4 - Pasal 7. Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada hari diundangkannya. Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatan dalam Lembaran-Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta. pada tanggal 2 Mei Presiden Republik Indonesia, ttd SUKARNO. Diundangkan di Jakarta pada tanggal 2 Mei Sekretaris Negara, ttd MOHD. ICHSAN LEMBARAN NEGARA TAHUN 1964 NOMOR 42
5 PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NO. 19 TAHUN 1964 TENTANG PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN PERATURANPEMERINTAH NO. 1 TAHUN 1955 TENTANG PENGAWASAN TERHADAP URUSAN KREDIT PENJELASAN UMUM. Kehidupan dan perkembangan perbankan tidaklah merupakan suatu persoalan yang berdiri sendiri. Perbankan sebagai suatu alat perjoangan dari Pemerintah dan Rakyat Indonesia dalam usahanya mengejar cita-cita suatu masyarakat adil dan makmur, serta membantu terlaksananya Amanat Penderitaan Rakyat, harus berkembang, baik struktur maupun ekonomis, seiring dengan dinamika Revolusi Indonesia yang meliputi seluruh bidang kehidupan masyarakat dan Negara. Dalam Deklarasi Ekonomi yang telah diamanatkan oleh P.Y.M. Presiden tertanggal 18 Maret 1963 ditegaskan bahwa jalan ke arah Sosialisme Indonesia harus ditempuh secara gotong royong antara Pemerintah dan Rakyat. Pada hakekatnya dasar ekonomi terpimpin yalah menyalurkan dan memperkokoh potensi rakyat tersebut, agar supaya dapat berkembang sepenuhnya, berdasarkan perencanaan dari pelaksanaan secara teratur dan perhitungan yang saksama. Dari perbankan yang juga merupakan suatu potensi, yang menghimpun "funds and forces" dalam masyarakat, perlu segera diambil manfaat yang sebesar-besarnya dan dipergunakan sebaik-baiknya dalam usaha Pemerintah mensukseskan politik ekonomi jangka pendek dan mengikut sertakannya dalam pembangunan semesta jangka panjang, maupun dalam usahanya untuk meletakkan landasan-landasan yang kuat bagi perkembangan perbankan selanjutnya. Salah satu usaha ke arah ini yalah perlunya dalam waktu yang tidak lama mengadakan penertiban dilingkungan perbankan, yang kini telah menjalankan usahanya, penertiban mana pertama-tama ditujukan ke arah : a. mencegah
6 - 2 - a. mencegah dipergunakannya perbankan untuk manipulasi-manipulasi yang merugikan masyarakat. b. meletakkan dan memperkembangkan landasan-landasan yang kokoh dan sehat bagi perkembangan perbankan dalam rangka ekonomi terpimpin. Dalam rangka kewajiban kita menumbuhkan Revolusi Nasional yang perpesifiknya adalah Sosialisme Indonesia, maka kini telah disusun suatu Rancangan Undang-undang Induk Perbankan dan Rancangan Undang-undang Pokok Bank Indonesia, yang mengatur sistim perbankan dalam arti konsepsionil, organisatoris dan strukturil. Sambil menunggu disetujuinya kedua Rancangan Undang-undang tersebut oleh D.P.R.-G.R.. maka dianggap perlu untuk segera mengadakan perubahan-perubahan dan tambahan-tambahan pada P.P. No. 1 tahun 1955 guna dapat melaksanakan penertiban perbankan dimaksud di atas. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1. Cukup jelas Pasal 2 Dalam rangka penertiban perbankan termaksud di atas, maka perlu persyaratan pendirian bank sebagaimana ditetapkan dalam P.P. No.1 tahun 1955 ditinjau kembali dan disesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan moneter dewasa ini. Dalam ketentuan ini ditetapkan persyaratan modal untuk mendirikan bank dari Rp.2,5 juta menjadi Rp. 25,- juta. Berhubung dengan adanya ketentuan baru ini, maka semua bank umum, yang selama ini telah mendapatkan izin bekerja, diwajibkan dalam waktu setahun setelah berlakunya Keputusan Presiden ini untuk menambah modal dibayarnya sampai sekurangkurangnya Rp.25,- juta. Izin
7 - 3 - Izin tetap yang telah diberikan selama ini ditetapkan sebagai izin sementara, selama persyaratan modal itu belum dipenuhi. Pasal 3. Cukup jelas. Pasal 4. Dalam ketentuan ini ditetapkan bahwa bank umum yang telah didirikan berdasarkan hukum Indonesia akan tetapi dalam kenyataannya belum dapat memenuhi syarat-syarat tentang pemilikan saham sebagaimana ditetapkan dalam pasal 3 ayat (3) dalam jangka waktu 6 bulan setelah berlakunya Peraturan Pemerintah ini dianggap dan diperlakukan (dikwalifisir) sebagai bank asing. Ini berarti bahwa bagi bank tersebut berlaku sepenuhnya ketentuan-ketentuan yang ditetapkan bagi bank-bank asing. Pasal 5. Ketentuan ini memberi wewenang kepada Menteri yang diserahi urusan bank swasta guna mengambil segala tindakan yang dianggap perlu dalam bidang management dan susunan permodalan bank yang bersangkutan, apabila terdapat hal-hal yang dapat merugikan masyarakat dan Negara, di samping mengatur lebih lanjut pelaksanaan dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah ini. Berdasarkan ketentuan ini maka Menteri yang diserahi urusan bank swasta dapat melarang dipergunakannya warga-negara asing sebagai tenaga pada bank-bank swasta. Pasal 6. Cukup jelas. Pasal 7. Cukup jelas. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA NOMOR 2646
8 - 4 -
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1968 TENTANG BANK ASING PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 3 TAHUN 1968 TENTANG BANK ASING PRESIDEN, Menimbang : bahwa sambil menunggu pengaturan hal-hal tentang Bank Asing dalam Undang-undang sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 22 dari
BANK ASING Peraturan Pemerintah Nomor: 3 Tahun 1968 Tanggal: 16 Pebruari 1968 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
BANK ASING Peraturan Pemerintah Nomor: 3 Tahun 1968 Tanggal: 16 Pebruari 1968 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sambil menunggu pengaturan hal-hal tentang Bank Asing dalam Undangundang sebagaimana
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1964 TENTANG BADAN MUSYAWARAH PENGUSAHA NASIONAL SWASTA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PRESIDEN NOMOR 2 TAHUN 1964 TENTANG BADAN MUSYAWARAH PENGUSAHA NASIONAL SWASTA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka Struktur Ekonomi dan Demokrasi Terpimpin sebagaimana yang digariskan
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1965 TENTANG PERATURAN POKOK ORGANISASI PERUSAHAAN SEJENIS
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1965 TENTANG PERATURAN POKOK ORGANISASI PERUSAHAAN SEJENIS Presiden Republik Indonesia, Menimbang: a. bahwa dalam rangka struktur ekonomi terpimpin dan
Undang Undang No. 2 Tahun 1966 Tentang : Hygiene
Undang Undang No. 2 Tahun 1966 Tentang : Hygiene Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 2 TAHUN 1966 (2/1966) Tanggal : 11 JUNI 1966 (JAKARTA) Sumber : LN 1966/22; TLN NO. 2804 Presiden Republik Indonesia,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 1962 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK BANK PEMBANGUNAN DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 1962 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK BANK PEMBANGUNAN DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mempercepat terlaksananya usaha-usaha
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1964 TENTANG BADAN MUSYAWARAH PENGUSAHA NASIONAL SWASTA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1964 TENTANG BADAN MUSYAWARAH PENGUSAHA NASIONAL SWASTA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka Struktur Ekonomi dan Demokrasi
PENETAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1965 TENTANG PENDIRIAN BANK TUNGGAL MILIK NEGARA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PENETAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1965 TENTANG PENDIRIAN BANK TUNGGAL MILIK NEGARA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa pada saat dilaksanakan pengintegrasian Bank-bank Umum
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1968 TENTANG PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI DENGAN RACHMAT TUHAN JANG MAHA ESA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1968 TENTANG PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI DENGAN RACHMAT TUHAN JANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa di dalam penyelenggaraan pembangunan
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1963 TENTANG TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1963 TENTANG TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. perlu melaksanakan ketentuan tersebut dalam pasal 1 ayat
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 1962 TENTANG BANK PEMBANGUNAN SWASTA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 1962 TENTANG BANK PEMBANGUNAN SWASTA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Garis-garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahapan
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1965 TENTANG PEMBERIAN BANTUAN PENGHIDUPAN ORANG JOMPO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG NOMOR 4 TAHUN 1965 TENTANG PEMBERIAN BANTUAN PENGHIDUPAN ORANG JOMPO PRESIDEN, Menimbang : bahwa perlu diadakan usaha-usaha untuk memberikan bantuan penghidupan dan perawatan kepada orang-orang
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1966 TENTANG HYGIENE PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1966 TENTANG HYGIENE PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: Bahwa dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Kesehatan perlu ditetapkan Undang-
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 24 TAHUN 1998 TENTANG PENERBITAN JAMINAN BANK INDONESIA, SERTA PENERBITAN JAMINAN BANK UNTUK PENERIMAAN PINJAMAN LUAR NEGERI OLEH BANK PERSERO DAN BANK PEMBANGUNAN DAERAH YANG
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 1992 TENTANG BANK PERKREDITAN RAKYAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 1992 TENTANG BANK PERKREDITAN RAKYAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Bank Perkreditan Rakyat yang berfungsi sebagai badan usaha yang
PENETAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 1965 TENTANG KEBIJAKSANAAN EKONOMI KEUANGAN TAHUN 1966 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PENETAPAN PRESIDEN NOMOR 26 TAHUN 1965 TENTANG KEBIJAKSANAAN EKONOMI KEUANGAN TAHUN 1966 PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa untuk menyelamatkan dan mensukseskan revolusi pada tingkat perjoangan dewasa ini,
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 1988 TENTANG LEMBAGA PEMBIAYAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 1988 TENTANG LEMBAGA PEMBIAYAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi maka sarana penyediaan dana
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 1962 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK BANK PEMBANGUNAN DAERAH. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 1962 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK BANK PEMBANGUNAN DAERAH. PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa untuk mempercepat terlaksananya usaha-usaha pembangunan yang merata diseluruh
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 32, 1965 BANTUAN PENGHIDUPAN ORANG JOMPO. PEMBERIAN. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1965 TENTANG PEMBERIAN BANTUAN PENGHIDUPAN ORANG JOMPO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1965 TENTANG PEMBERIAN BANTUAN PENGHIDUPAN ORANG JOMPO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa perlu diadakan usaha-usaha untuk memberikan bantuan penghidupan
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1964 TENTANG PERATURAN HARGA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 1964 TENTANG PERATURAN HARGA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1963 tentang Kebijaksanaan Di bidang
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 1988 TENTANG LEMBAGA PEMBIAYAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 1988 TENTANG LEMBAGA PEMBIAYAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi maka sarana penyediaan dana
PENETAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 1 TAHUN 1964 TENTANG PEMBINAAN PERFILMAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PENETAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 1 TAHUN 1964 TENTANG PEMBINAAN PERFILMAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa perfilman merupakan alat publikasi massa yang sangat penting untuk
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1973 TENTANG JAMINAN SIMPANAN UANG PADA BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 1973 TENTANG JAMINAN SIMPANAN UANG PADA BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka usaha meningkatkan penyimpanan dana-dana
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1967 TENTANG DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1967 TENTANG DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KAMI, PEJABAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa perlu segera dibentuk
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1995 TENTANG PENGGUNAAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa kemajuan yang dicapai dalam pembangunan,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1999 TENTANG PARTAI POLITIK. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA EsA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1999 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA EsA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1967 TENTANG DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1967 TENTANG DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KAMI, PEJABAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa perlu segera dibentuk
*36403 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 28 TAHUN 1999 (28/1999) TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK
Copyright (C) 2000 BPHN PP 28/1999, MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK *36403 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 28 TAHUN 1999 (28/1999) TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menciptakan sistem perbankan yang sehat,
PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1962 TENTANG PERDAGANGAN BARANG-BARANG DALAM PENGAWASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1962 TENTANG PERDAGANGAN BARANG-BARANG DALAM PENGAWASAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: 1. bahwa dalam rangka pelaksanaan Ekonomi Terpimpin
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menciptakan sistem perbankan yang sehat,
BUPATI BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG
BUPATI BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN NAMA DAN BENTUK
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 1965 TENTANG ANGGARAN MONETER TAHUN-ANGGARAN 1966 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 1965 TENTANG ANGGARAN MONETER TAHUN-ANGGARAN 1966 PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan ekonomi- keuangan tahun 1966 yang bersifat menyeluruh
PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 48 TAHUN 1960 TENTANG PENGAWASAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN ASING PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 48 TAHUN 1960 TENTANG PENGAWASAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN ASING PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa perlu mengadakan ketentuan-ketentuan
UNDANG-UNDANG (UU) Nomor: 20 TAHUN 1968 (20/1968) Tanggal: 18 DESEMBER 1968 (JAKARTA) Sumber: LN 1968/73; TLN NO Tentang: BANK TABUNGAN NEGARA
UNDANG-UNDANG (UU) Nomor: 20 TAHUN 1968 (20/1968) Tanggal: 18 DESEMBER 1968 (JAKARTA) Sumber: LN 1968/73; TLN NO. 2873 Tentang: BANK TABUNGAN NEGARA Indeks: BANK TABUNGAN NEGARA. PENDIRIAN. DENGAN RAKHMAT
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG MERGER, KONSOLIDASI DAN AKUISISI BANK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menciptakan sistem perbankan yang sehat,
NOMOR 2 TAHUN 1999 TENTANG PARTAI POLITIK
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1999 TENTANG PARTAI POLITIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan
PERATURAN PENGUASA PERANG TERTINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1961 TENTANG LEMBAGA PERSAHABATAN ANTAR BANGSA DI INDONESIA
PERATURAN PENGUASA PERANG TERTINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1961 TENTANG LEMBAGA PERSAHABATAN ANTAR BANGSA DI INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SELAKU PENGUASA PERANG TERTINGGI, Menimbang:
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1995 TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA SIMPAN PINJAM OLEH KOPERASI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1995 TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA SIMPAN PINJAM OLEH KOPERASI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk meningkatkan pendapatan
