Pembelajaran tipe giving question and getting answer dengan group resume
|
|
|
- Inge Jayadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Pembelajaran tipe giving question and getting answer dengan group resume ditinjau dari aktivitas siswa (studi kasus pembelajaran biologi pada konsep transportasi tumbuhan pada siswa kelas VIII SMP Negeri I Pare tahun pelajaran 2008/2009) Oleh : Sumah iyah S BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan siswa dalam mencapai suatu kompetensi dasar dengan mempelajari suatu materi pelajaran terletak pada kemampuan mereka, kondisi belajar dan membangun struktur kognitif. Padahal masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar atau tidak menguasai kompetensi dasar materi yang diterima, sehingga tes materi tersebut setelah diberikan kepada siswa ternyata banyak siswa yang belum tuntas. Bertolak dari kenyataan tersebut peneliti harus mengetahui alasan mengapa siswa-siswa banyak yang belum menguasai kompetensi dasar. Atas dasar inilah sehingga peneliti berusaha memberikan metode yang sekiranya sesuai dengan kondisi siswa yang pengetahuan kognitifnya masih kurang. Apalagi di SMP Negeri I Pare rata-rata nilai hasil ujian nasional untuk siswa masih rendah, maka perlu membuat strategi-strategi pembelajaran yang menitik beratkan pada keberhasilan siswa.
2 Tabel 1.1 Rata-rata Ujian Nasional SMP Negeri I Pare Tahun Pelajaran Rata-rata 2003 / , / , / , / , / ,48 (Sumber data dari seksi kurikulum SMP Negeri I Pare) Masalah keberhasilan dalam pembelajaran Biologi merupakan masalah yang penting sebab menyangkut masa depan siswa, terutama siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pendekatan-pendekatan cara belajar adalah salah satu usaha dalam pendidikan yang bertujuan memotivasi siswa dalam penguasaan siswa terhadap materi kompetensi dasar tertentu. Dalam hal ini guru dituntut bagaimana cara agar siswa dapat memahami materi dengan baik sehinga prestasi siswa dapat meningkat. Beberapa alasan mengapa di SMP Negeri I Pare berupaya supaya kondisi sekolah lebih maju, paling tidak standar nasional. Diantaranya ; (1) prestasi siswa berbeda-beda dan akan berkembang jika stimulusnya tepat, (2) kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) pada lembaga pendidikan, (3) tidak adanya persaingan siswa dalam meraih prestasi, (4) minat belajar siswa yang masih kurang. (5) Persaingan yang terjadi pada lembaga pendidikan, sehingga diperlukan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa dan sekolah. Karena kondisi tersebut akhirnya peneliti menggunakan model pembelajaran yang bersifat kooperatif. Model pembelajaran Kooperatif disini menggunakan strategi Giving Question and Getting Answer (memberi pertanyaan dan menerima jawaban) memang jarang
3 dilaksanakan di SMP Negeri I Pare. Mengingat materi pembelajaran Biologi di SMP yang padat, dan sebagian materi perlu pemahaman maksud dan isinya, ditambah tahun ini mata pelajaran Biologi (IPA) masuk materi ujian nasional. Untuk mengejar target kurikulum, akhirnya kegiatan pembelajaran Biologi di sekolah cenderung hanya mencakup kognitifnya saja, dan kurang menekankan pada aktivitas siswa. Sehingga siswa cenderung kurang memahami maksud dan isi materi. Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) lebih banyak berpusat pada guru, dan kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan strategi Giving Question and Getting Answer dengan Group Resume tidak lagi bagi guru yang aktif selama kegiatan mengajar tetapi siswa yang aktif. Guru di dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) berperan sebagai fasilitator yang bertugas merancang strategi pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan untuk peserta didik dalam mencapai prestasi belajar siswa secara optimal dengan melalui pengalaman belajar. Keberhasilan proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh fakor internal (intelegensi, bakat, minat, dan motifasi) dan faktor eksternal (guru, materi pelajaran, fasilitas belajar, metode mengajar, pendekatan pembelajaran dan sebagainya). Berangkat dari fakta dan kondisi yang seperti ini maka salah satu dari penyelesaian untuk mengatasi ketuntasan belajar siswa adalah dengan mengembangkan suatu metode pembelajaran yang lebih meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar. Hal ini dapat dilakukan dengan mengelompokkan siswa menjadi kelompok-kelompok yang jumlah anggotanya sedikit, sehingga siswa akan lebih mudah menyelesaikan permasalahan yang sulit apabila mereka saling mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya, padahal melalui pengalaman belajar ini akan mendorong siswa untuk berani mengeluarkan pertanyaan ataupun memberikan jawaban yang membangkitkan ide-
4 ide yang tidak terduga, karena suatu pertanyaan yang benar dapat mengarahkan pada solusi yang bersifat membangun dan dapat menemukan jawaban dari permasalahanpermasalahan yang dihadapi siswa. Belajar kelompok dengan beban tanggung jawab individu, harusnya dapat memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam kelompok. Kelompok yang ditugaskan untuk menyelesaikan satu masalah, biasanya siswa yang aktif berpartisipasi penuh, sementara yang lainnya hanya pasif. Siswa yang merasa kurang aktif, biasanya tidak berani untuk berpartisipasi atau berargumentasi. Anggota kelompok yang aktif bertanggungjawab menjelaskan hasil diskusi kepada teman satu kelompoknya yang kurang aktif. Materi transportasi tumbuhan merupakan materi penting karena masuk SKL (Standar Ketuntasan Lulusan) dan termasuk materi yang tepat disajikan dengan teknik belajar kelompok melalui eksperimen. Hal ini dapat dilihat pada karakteristik materi yang memerlukan pengamatan yang lebih teliti. Pendekatan model kooperatif menggunakan Giving Question and Getting Answer dan Group Resume pada materi transportasi tumbuhan diharapkan dapat memfasilitasi siswa untuk belajar kelompok, sehingga siswa dengan keaktivan rendah dapat memahami materi tersebut sebaik siswa yang keaktivannya tinggi dalam meneliti. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah, terdapat beberapa masalah yang dapat diidentifikasikan sebagai berikut : 1. Fakta dan kondisi sekolah yang hasil UAN masih rendah. 2. Prestasi / hasil belajar biologi masih rendah. 3. Siswa kurang menguasai materi pada konsep transportasi tumbuhan sehingga akan mempengaruhi hasil belajarnya.
5 4. Aktivitas siswa SMP Negeri I Pare yang rendah menyebabkan prestasi belajarnya kurang bagus sehingga tidak bisa memenuhi KKM yang nilai minimumnya Kurang disiplinnya siswa dalam mengikuti kegiatan belajar dan mengerjakan tugas di sekolah. 6. Motivasi belajar siswa di sekolah yang masih kurang. 7. Guru kurang melibatkan secara aktif dalam proses KBM, sehingga perlu mencari model pembelajaran yang sesuai. C. Pembatasan Masalah Dari uraian identifikasi di atas, maka agar penelitian dapat dilaksanakan dengan baik perlu dibatasi pada masalah yang akan dikaji. Pembatasan masalah dalam penelitian ini antara lain : 1. Model kooperatif hanya memakai strategi Giving Question and Giving Answer dengan Group Resume dalam pembelajaran biologi. 2. Aspek yang diteliti meliputi aktivitas belajar siswa yang dikaji dibatasi dari aspek tinggi rendahnya tingkat kemampuan belajar siswa. 3. Prestasi belajar biologi ditunjukkan oleh parameter pada aspek kognitif yang berupa tes hasil belajar biologi kelas VIII pada konsep transportasi tumbuhan. D. Perumusan Masalah Masalah pokok yang akan dikaji dalam penelitian ini, dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Apakah ada perbedaan prestasi belajar Biologi pada pembelajaran tipe Giving Question and Getting Answer dengan Group Resume. 2. Apakah ada perbedaan prestasi belajar Biologi untuk siswa yang aktivitasnya tinggi, sedang dan rendah.
6 3. Apakah ada interaksi antara pembelajaran tipe Giving Question and Getting Answer, Group Resume dengan aktivitas belajar terhadap prestasi belajar siswa. E. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan : a. Untuk mengetahui perbedaan antara pembelajaran model kooperatif tipe Giving Question and Getting Answer dengan Group Resume pada kompetensi dasar tranportasi tumbuhan. b. Untuk mengetahui perbedaan tingkat aktivitas belajar siswa yang memiliki aktivitas tinggi dan rendah dalam meningkatkan hasil belajar Biologi. c. Untuk mengetahui interaksi antara pembelajaran tipe Giving Question and Getting Answer, Group Resume dengan tingkat aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa SMP. F. Manfaat Penelitian Setiap penelitian diharapkan memiliki kegunaan. Adapun kegunaan penelitian ini, antara lain: 1. Secara teoritis a. Meningkatkan efektifitas pembelajaran yang menggunakan strategi Giving Question and Getting Answer dengan Group Resume pada pencapaian prestasi belajar Biologi dengan memperhatikan aktivitas siswa pada siswa SMP Negeri I Pare kelas VIII tahun pelajaran 2008 / 2009.
7 b. Menganalisis dampak positif atau hubungan timbal balik antara menggunakan metode eksperimen dengan strategi Giving Question and Getting Answer dengan Group Resume terhadap prestasi belajar Biologi dengan memperhatikan aktivitas siswa. c. Mengetahui seberapa jauh perbedaan pengaruh aktivitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa yang satu dengan yang lain. d. Menambah wawasan ilmu pengetahuan dalam mendukung teori-teori yang berhubungan dengan masalah penelitian. 2. Secara praktis a. Memberi masukan dan bahan pertimbangan bagi guru Biologi guna memperluas wawasan pembelajarannya. b. Membantu siswa lebih mudah menguasai kompetensi dasar dengan menggunakan pembelajaran model kooperatif. c. Memberikan pengalaman kepada siswa untuk belajar bekerja sama dan menghargai orang lain dalam mempelajari Biologi dengan menggunakan pembelajaran tipe Giving Question and Getting Answer dengan Group Resume. d. Memberikan pengalaman kepada peneliti lain tentang penggunaan pendekatan pembelajaran strategi Giving Question and Getting Answer dengan Group Resume. e. Hasil penelitian dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan cara pemilihan pembelajaran yang tepat.
BAB I PENDAHULUAN. kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan merupakan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan merupakan satuan tindakan yang
BAB I PENDAHULUAN. manusia, karena dengan pendidikan manusia dapat berdaya guna dan mandiri.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era globalisasi sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat begitu maju sehingga memunculkan adanya persaingan dalam berbagai bidang kehidupan, salah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosial, karena dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk sosial, karena dalam kehidupannya manusia tidak dapat hidup sendiri sehingga membutuhkan bantuan orang lain demi kelangsungan
BAB I PENDAHULUAN. menentukan kemana arah hidup dan cita-cita yang ingin masyarakat capai. memerlukan pendidikan demi kemajuan kehidupannya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dalam kehidupan masyarakat, dimana melalui pendidikan mereka mendapatkan pengetahuan, ilmu, wawasan, ketrampilan dan keahlian
SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Oleh NATALIA ERNAWATI NIM
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATERI POKOK BAHASAN SUDUT PADA SISWA KELAS VII SEMESTER II DI SMP AL-ISLAM I SURAKARTA (Penelitian Eksperimen, Tahun Pelajaran 2008/
STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE JIGSAW DAN Group Investigation (GI) DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE JIGSAW DAN Group Investigation (GI) DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SKRIPSI Oleh: SUPRIYANI FERIYATI NIM. K4303062 FAKULTAS KEGURUAN
I. PENDAHULUAN. mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
PENERAPAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DISERTAI AUTHENTIC ASSESSMENT
PENERAPAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DISERTAI AUTHENTIC ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN PENGUASAAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 3 NGUTER
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Belajar merupakan aktivitas interaksi aktif individu terhadap lingkungan sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Sementara itu, pembelajaran adalah penyediaan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan adalah upaya sadar dan terencana yang dilakukan oleh sekelompok manusia atas sekelompok manusia lain, dengan tujuan untuk membebaskan manusia yang lain
BAB I PENDAHULUAN. (SDM). Pendidikan merupakan sarana untuk menyiapkan generasi masa kini
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena dengan adanya pendidikan dapat meningkatkan dan mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam pelaksanaan pembelajaran peran guru tidak hanya
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam pelaksanaan pembelajaran peran guru tidak hanya membantu proses pembelajaran atau sebagai seorang pengambil keputusan instruksional tetapi lebih dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini dalam rangka mengembangkan mutu pendidikan terutama pada pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama (SMP) lebih ditekankan pada pembelajaran
BAB II KAJIAN TEORI. dimana siswa dapat bekerja sama dalam satu kelompok, metode kooperatif. berusaha menyelesaikan masalah bersama.
10 BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoritis 1. Model Pembelajaran Kooperatif Model kooperatif baik digunakan sebagai salah satu variasi model yang diterapkan kepada siswa agar dapat memperbaiki proses pembelajaran,
BAB I PENDAHULUAN. yang wajib dipelajari di Sekolah Dasar. Siswa akan dapat mempelajari diri
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari di Sekolah Dasar. Siswa akan dapat mempelajari diri sendiri dan alam sekitar
BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari pembentukan Negara RI adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini tentunya menuntut adanya penyelenggaraan
BAB I PENDAHULUAN. penemuan. Trianto (2011:136) mengatakan bahwa Ilmu Pengetahuan. Alam merupakan suatu kumpulan teori yang sistematis.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. IPA bukan hanya kumpulan pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam UU No. 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa
BAB I PENDAHULUAN. berlandaskan pada kurikulum satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan. masyarakat secara mandiri kelak di kemudian hari.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan formal merupakan upaya sadar yang dilakukan sekolah dengan berlandaskan pada kurikulum satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan kemampuan kognitif,
BAB I PENDAHULUAN. dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang. memungkinkan berfungsi untuk memenuhi dalam kehidupan, masyarakat,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan
BAB I PENDAHULUAN. prestasi belajar siswa dengan berbagai upaya. Salah satu upaya tersebut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Guru sebagai agen pembelajaran merasa terpanggil untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan berbagai upaya. Salah satu upaya tersebut adalah mengoptimalkan
BAB I PENDAHULUAN. pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil dari proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan merupakan pondasi bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan karena pendidikan merupakan pondasi bagi kemajuan suatu bangsa. Pendidikan yang berkembang akan dapat menghasilkan
BAB I. aktivitas guru sebagai pengajar. Siswa dapat dikatakan belajar dengan aktif
BAB I A. Latar Belakang Proses pembelajaran merupakan aktivitas peserta didik bukan aktivitas guru sebagai pengajar. Siswa dapat dikatakan belajar dengan aktif apabila mereka telah mendominasi aktivitas
I. PENDAHULUAN. Bagian ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan latar belakang
I. PENDAHULUAN Bagian ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di semua jenjang pendidikan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai jenjang pendidikan yang paling tinggi.
BAB I PENDAHULUAN. perubahan demi mencapai suatu keberhasilan. usaha, kemauan dan tekat yang sungguh-sungguh.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia semakin pesat. Hal ini ditunjukkan karena adanya peningkatan kualitas pendidikan yang semakin meningkat
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI)
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2007/2008 SKRIPSI Oleh: SITI ROHANA NIM. K4304006
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
1 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung yang sangat penting dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas tinggi baik sebagai individu
BAB 1 PENDAHULUAN. Guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga fasilitator yang membimbing dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Proses pembelajaran merupakan serangkaian interaksi yang baik antar siswa dengan guru yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu,
BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi belajar merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi belajar merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Karena komunikasi dapat mempermudah interaksi antara guru dengan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. manusia, baik aspek kemampuan, kepribadian, maupun tanggung jawab.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah menjadi salah satu sorotan utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Upaya peningkatan mutu pendidikan tersebut
commit to user BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DISERTAI LEMBAR KERJA SISWA UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII A SMPN 1 KEMUSU BOYOLALI TAHUN PELAJARAN
PENGARUH METODE KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DAN TTW (THINK-TALK-WRITE) DALAM PEMBELAJARAN
PENGARUH METODE KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DAN TTW (THINK-TALK-WRITE) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA (Kelas VII Semester
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. Pendidikan mempunyai peran penting dalam membentuk manusia yang berakal, berilmu, dan bermoral.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN AFEKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VII-A SMP NEGERI 16 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011 Skripsi OLEH:
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang diajarkan dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT), bahkan di tingkat Taman
BAB I PENDAHULUAN. ini semakin berkembanng dengan sangat pesat. integratif, produktif, kreatif dan memiliki sikap-sikap kepemimpinan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan ialah sebuah proses yang terus menerus berkembang sesuai dengan perubahan zaman yang terjadi sebagai perkembangan IPTEK, perubahan nilai budaya, dan
1. PENDAHULUAN. dikarenakan sasaran dari pendidikan adalah peningkatan kualitas sumber daya
1 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan peranan penting dalam membangun sebuah negara, hal ini dikarenakan sasaran dari pendidikan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia.
I. PENDAHULUAN. akan hal tersebut. Seperti halnya pada mata pelajaran Geografi yang diajarkan di
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan hanya dengan menempuh pendidikan tertentu maka manusia dapat menguasai
BAB I PENDAHULUAN. dapat mengembangkan pengetahuan sesuai bidang studi yang dipelajari. Oleh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses pembelajaran merupakan komponen pendidikan. Kegiatan tersebut melibatkan peserta didik dan guru. Pada proses pembelajaran terdapat interaksi antara guru dan siswa
SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi
PENINGKATAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE SQ3R PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VIIA SMP MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan
BAB I PENDAHULUAN. maupun kewajiban sebagai warga negara yang baik. Untuk mengetahui
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan memegang peranan penting bagi kelangsungan kehidupan manusia. Pendidikan adalah sarana yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas manusia dalam aspek kemampuan,
Penerapan metode pembelajaran kooperatif Group Investigation
Penerapan metode pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI) dalam meningkatkan kompetensi mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas VII SMP Negeri 16 Surakarta tahun pelajaran 2005/2006 Oleh : Islamiyatun
BAB I PENDAHULUAN. teknologi. Keberhasilan proses pembelajaran biologi dapat diukur dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan biologi menjadi bagian dari pendidikan sains dan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah yang diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional
BAB I PENDAHULUAN. mengharuskan mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan yang mengharuskan mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Pendidikan merupakan suatu
I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan kebutuhan dalam kehidupan manusia yang. memberikan bekal untuk menjalani kehidupan dan untuk menyiapkan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan dalam kehidupan manusia yang memberikan bekal untuk menjalani kehidupan dan untuk menyiapkan kehidupan mendatang yang lebih baik. Untuk mewujudkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan cara untuk mencerdaskan bangsa dan mencapai tujuan pendidikan nasional, perkembangan jaman saat ini menuntut adanya sumber daya manusia
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan transformasi pengetahuan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan transformasi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan melibatkan aktivitas fisik dan mental siswa. Keterlibatan
SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika. Oleh:
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI LEARNING START WITH A QUESTION (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VIIIC SMP Negeri 1 Ngemplak Boyolali Tahun Ajaran
BAB I PENDAHULUAN. yang dapat mengembangkan semua aspek dan potensi peserta didik sebaikbaiknya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah air selalu dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar dapat menciptakan proses pembelajaran yang dapat mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelajaran fisika merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menurut beberapa siswa dinilai sebagai mata pelajaran
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan, maju mundurnya kualitas manusia dapat dilihat dari kualitas pendidikannya. Adapun tujuan pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. Dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan nasional di Indonesia telah ditetapkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat bagi manusia. Pendidikan sangat penting, sebab dengan proses pendidikan manusia dapat mengembangkan semua potensi
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI PLUPUH I TAHUN AJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI Oleh : ARIKA YULIA
BAB I PENDAHULUAN. Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting. Karena pentingnya, matematika diajarkan mulai dari jenjang SD sampai dengan Perguruan Tinggi
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DISERTAI LEMBAR KERJA SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP N 21 SURAKARTA Skripsi Oleh : Siti Mutmainah K4303060 FAKULTAS
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses mengubah sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang melalui upaya pengajaran dan pelatihan dalam upaya mendewasakan
I. PENDAHULUAN. hasil belajar siswa disekolah. Kurikulum yang digunakan saat ini adalah
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebijakan pemerintah dalam pendidikan mengacu pada perubahan kurikulum yang menuntut guru agar lebih aktif dan inovatif dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat terlepas dari pendidikan. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan manusia dalam seluruh aspek kepribadian
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses interaksi atau hubungan timbal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kelangsungan kehidupan dalam masyarakat, bangsa dan negara, karena dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan kehidupan dalam masyarakat, bangsa dan negara, karena dengan pendidikan dapat meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. dengan siswa dapat memahami dan mengerti maksud pembelajaran.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia, sebab dengan pendidikan manusia dapat hidup sesuai dengan tujuan dan fungsinya sebagai
BAB I PENDAHULUAN. observasi, eksperimen, penyimpulan, penyusunan teori dan seterusnya. mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lainnya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan mencakup Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) khususnya Biologi, merupakan salah satu pengetahuan teoritis yang disusun atau diperoleh dengan cara yang khusus atau
