BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Sonny Cahyadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini dapat diklasifikasikan ke dalam penelitian pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data yang dinyatakan dengan skor angka. Atau dengan kata lain data verbal yang dikuantifikasikan ke dalam skor angka berdasarkan definisi operasional. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. penelitian korelasional adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara satu variabel atau lebih variabel, dan apabila ada sejauh mana eratnya hubungan tersebut serta berarti atau tidaknya hubungan tersebut. Atau bisa juga dikatakan bahwa penelitian korelasional adalah penelitian yang menggabungkan antara satu variabel dengan variabel lain untuk memahami suatu fenomena. B. Identifikasi Variabel Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengukuran terhadap keberadaan suatu variabel dengan menggunakan instrumen penelitian. Variabel adalah gejala yang menjadi fokus peneliti untuk di amati (Sugiyono, 1997:2). Variabel sebagai atribut dari sekelompok orang atau objek memiliki variasi antara satu dengan lainnya. Identifikasi variabel yang terdapat dalam penelitian harus ditentukan terlebih dahulu sebelum metode pengumpulan data dan analisis data. Identifikasi 60
2 variabel membantu dalam menentukan alat pengumpul data dan teknik analisis data yang digunakan. Dalam penelitian ini menggunakan satu variabel independent dan satu variabel dependent, yaitu: 1. Variabel bebas (X): persepsi santri nahun 2. Variabel terikat(y): kelekatan aman C. Definisi Operasional Definisi operasional dari variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Kelekatan Aman Kelekatan aman adalah kecenderungan perilaku emosional atau hubungan yang bersifat afektif antara satu individu dengan individu lainnya yang mempunyai arti khusus dan mengikat mereka dalam suatu kedekatan yang bersifat kekal sepanjang waktu yang ditandai dengan mempunyai model mental diri sebagai orang berharga, penuh dorongan, dan mengembangkan model mental orang lain sebagai orang yang bersahabat, dipercaya, responsif, dan penuh kasih sayang. Berkembangnya model mental ini memberikan pengaruh yang positif terhadap kompetensi sosial, dan hubungan romantis yang saling mempercayai. 2. Persepsi Santri Nahun Persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penglihatan hingga terbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri individu sehingga 61
3 individu sadar akan segala sesuatu yang terkait dengan sosok kiai, baik dari penampilan maupun kepribadian dari kiai tersebut melalui inderaindera yang dimilikinya. D. Strategi Penelitian 1. Populasi Subjek penelitian merupakan fakor utama yang harus ditentukan sebelum kegiatan penelitian dilakukan. Tujuan dari penentuan subyek penelitian adalah untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan data yang dapat berakibat kesalahan dalam mengambil kesimpulan dan generalisasi hasil penelitian. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh seorang peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Muslich Anshori & Sri Iswati, 2009:92). Dalam penelitian ini, ditentukan populasi adalah seluruh santri nahun baik putra maupun putri di Pondok Pesantren Tremas. Tabel 3.1 Jumlah Santri Nahun Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan No. Kelas Laki-laki Jenis Kelamin Perempuan Jumlah (L+P) 1 Isti dad Mumtaz
4 3 1 MTS MTS MTS MA MA MA Jumlah Total Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Untuk menentukan banyaknya sampel, menurut Arikunto (2006:112), apabila subyek penelitian kurang dari 100 maka lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Namun apabila subyeknya besar atau lebih dari 100, maka dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 santri (35%) dari santri nahun Pondok Pesantren Tremas dan memiliki karakteristik yang ditentukan oleh peneliti dengan rincian: Tabel 3.2 Jumlah Sampel Penelitian No Kelas Jumlah Populasi Jumlah Sampel 1 1 MA MA
5 3 3 MA Jumlah Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah double sampling, yaitu metode quota sampling dan purposive sampling. Quota sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan cara menetapkan jumlah tertentu sebagai target yang harus dipenuhi dalam pengambilan sampel dari populasi, kemudian dengan patokan jumlah tertentu peneliti mengambil sampel secara sembarang dengan pertimbangan tertentu, asal memenuhi persyaratan sebagai sampel dari populasi tersebut. Penetapan banyaknya sampel yang akan diambil dengan quota sampling berbeda makna dan teknis dari penetapan jumlah sampel pada populasi terhingga. Pada populasi terhingga penetapan jumlah sampel yang akan diambil bersifat proporsional, setidak-tidaknya memperhatikan banyaknya anggota populasi, sehingga sebanding atau mendekati sebanding jumlah anggota dalam populasi (bahkan seiring dengan heteroginitas populasi), karena jumlah anggota populasi jelas hitungannya. Pada quota sampling, banyaknya sampel yang ditetapkan hanya sekedar perkiraan relatif memadai untuk mendapatkan data yang diperlukan dan yang diperkirakan dapat mencerminkan populasinya, tidak bisa diperhitungkan secara tegas proporsinya dari populasi, karena jumlah anggota populasi tidak diketahui secara pasti. 64
6 Sedangkan purposive sampling, terjadi apabila pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan peneliti atau perorangan. Pengambilan sampel dengan teknik ini cukup baik karena sesuai dengan pertimbangan peneliti sendiri sehingga dapat mewakili populasi, hanya peneliti tidak dapat menggunakan statistik parametrik sebagai teknik analisis data, karena tidak memenuhi persyaratan random. Dalam penggunaan purposive sampling ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu: a. Pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik tertentu yang merupakan ciri-ciri pokok populasi. b. Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi (key subjects). c. Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan (Arikunto, 2010:183). E. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data, sedangkan instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data dengan tujuan pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti cermat, lengkap dan sistematis. 65
7 1. Kuesioner/angket Kuesioner merupakan sebuah daftar pernyataan yang diberikan kepada subjek penelitian dengan tujuan supaya subjek penelitian memberikan respon sesuai permintaan peneliti. Dalam penelitian ini menggunakan metode skala sebagai pengumpulan data. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert, yaitu skala yang berisi pernyataan-pernyataan sikap (attitude statement). Pernyataan sikap terdiri atas dua macam, yaitu pernyataan favourable (pernyataan yang berisi tentang hal yang positif dan mendukung objek sikap yang diungkap), dan unfavourable (pernyataan yang berisi tentang hal yang negatif mengenai objek sikap, berisi kontra terhadap objek sikap yang diungkap) (Azwar, 1998:98). Skala disajikan dalam bentuk tertutup dengan menyediakan 4 pilihan jawaban, yaitu: sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Peneliti meniadakan alternatif jawaban ragu-ragu (R) dengan alasan sebagai berikut: a. Alternatif jawaban ragu-ragu mempunyai arti ganda, bisa diartikan belum dapat memberikan jawaban, dan bisa diartikan netral. b. Tersedianya jawaban ditengah menimbulkan kecenderungan menjawab ditengah (central tendency effect), terutama bagi mereka yang ragu-ragu antara setuju dan tidak setuju. c. Penggunaan alternatif jawaban dimaksudkan untuk melihat kecenderungan pendapat responden ke arah setuju atau tidak 66
8 setuju. Jika disediakan jawaban ditengah maka akan mengurangi banyaknya informasi yang akan didapat dari responden (Hadi, 2000:49). Dalam menjawab skala, responden diminta untuk menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan yang diajukan. Untuk pernyataan favourable, penilaian dimulai dari range angka 4 sampai 1, dan untuk pernyataan unfavourable, penilaian dimulai dari range 1 sampai 4. F. Instrumen Penelitian Penelitian ini menggunakan dua macam skala, yaitu skala persepsi dan skala kelekatan aman. 1. Skala Persepsi Penyusunan skala persepsi mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Bimo Walgito (1991) yang dikombinasikan dengan teori aspek komunikasi yang efektif yang dikemukakan oleh Tubbs & Moss (1996), seperti yang telah dirumuskan oleh Sita Resmi (2007) namun aitem-aitem yang terdapat dalam skala merupakan aitem yang dibuat oleh peneliti sendiri, yang diuraikan dalam tabel berikut: 67
9 Tabel 3.3 Blue Print Persepsi Variabel Indikator Sebaran Aitem Jml. Persepsi 1. Pemahaman yang baik terhadap figur kiai F 1,3,5,7, 9,11 2. Perubahan sikap 10,12,14, 3. Memiliki hubungan sosial yang baik 16,18,20, 22 19,21,23 25,27,29 4. Adanya tindakan nyata 32,34,36, 38,40 Uf Aitem 2,4,6, ,15, 17 24,26, 28,30 31,33, 35,37, Total Skala Kelekatan Aman Penyusunan skala kelekatan aman ini disusun mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Ainsworth dalam Avin Fadilla Helmi (1999:11), yang tertuang dalam tabel berikut: Tabel 3.4 Blue Print Kelekatan Aman Variabel Indikator Sebaran Aitem Jml. F UF Aitem Kelekatan 1. Memiliki kepercayaan 2,4,6,8, 1,3,5,7 10 Aman ketika berhubungan dengan kiai. 10,12 2. Memiliki konsep diri yang baik. 9,11,13, 15,17,19, 14,16,
10 21 3. Merasa nyaman untuk 20,22,24, 23,25,27, 10 berbagi perasaan dengan kiai. 26,28, Peduli dengan 31,33,35, 32,34,36, 10 siapapun. 37,39 38,40 Total 40 G. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya, sedangkan instrumen adalah alat ukur untuk mendapatkan data. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengujian validitas isntrumen dalam penelitian untuk mengukur setiap hasil pernyataan (aitem) sampel peneliti adalah jawaban responden, pengujian validitas tiap butir aitem menggunakan analisis yaitu mengoreksi skor tiap butir aitem pernyataan. Untuk menguji validitas, alat ukur terlebih dahulu dicari korelasi antara bagian-bagian dari alat secara keseluruhan dengan cara mengkorelasikan tiap butir alat ukur dengan skor total yang merupakan jumlah skor butir dengan menggunakan rumus Person Product Moment. r = 69
11 Keterangan: r = koefisien korelasi product moment N = jumlah subjek x = jumlah skor aitem y = jumlah skor total Pada umumnya untuk penelitian-penelitian dibidang ilmu pendidikan digunakan taraf signifikansi 0.05 atau Apakah suatu koefisiensi validitas dianggap memuaskan atau tidak, penilaiannya dikembalikan kepada pihak pemakai skala atau kepada mereka yang berkepentingan dalam penggunaan hasil ukur skala yang bersangkutan (Azwar, 2008:5). Kesahihan aitem tiap-tiap skala persepsi dan kelekatan aman menggunakan taraf signifikansi p < Jadi, dari semua aitem dianggap sahih adalah aitem yang menggunakan angka peluang ralat p tidak lebih dari 5% (p < 0.05). Standar pengukuran yang digunakan untuk menentukan validitas aitem bahwa suatu aitem dikatakan valid apabila koefisiensi korelasi aitem total (r ix ) Namun, apabila jumlah aitem yang valid ternyata masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, maka dapat menurunkan sedikit kriteria dari 0.30 menjadi 0.25 atau 0.20 (Azwar, 2004:65). 2. Reliabilitas Reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam 70
12 beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subjek memang belum berubah. Dalam hal ini, relatif sama berarti tetap adanya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan kecil diantara hasil beberapa kali pengukuran (Azwar, 2011:4). Untuk mengetahui reliabilitas alat ukur, maka penelitian ini menggunakan rumus Alpha yang dibantu dengan program SPSS for windows. Penggunaan rumus ini dikarenakan skor yang dihasilkan dari instrumen penelitian merupakan rentangan skala 1-4, 1-5 dan seterusnya, bukan dengan hasil 1 dan 0. Adapun rumusnya: Keterangan: r 11 = reliabilitas aitem K = banyaknya butir pernyataan atau banyaknya soal αb 2 = jumlah variabel butir αt 2 = variabel total Tinggi rendahnya reliabilitas secara empirik ditunjukkan oleh suatu angka yang disebut koefisien reliabilitas. semakin tinggi koefisien korelasi antara hasil ukur dari dua alat yang paralel berarti konsistensi antara keduanya semakin baik. Biasanya koefisiensi reliabilitas 71
13 berkisar antara 0 sampai Jika koefisien reliabilitas mendekati angka 1.00 berarti semakin tinggi reliabilitasnya. Sebaliknya, koefisien yang semakin rendah mendekati angka 0 berarti semakin rendahnya reliabilitas (Azwar, 2004:83). H. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Prosedur penelitian terdiri dari beberapa tahap, yaitu: 1. Tahap Persiapan Dalam tahap persiapan yang dilakukan oleh peneliti adalah: menyusun alat ukur. Sebelum alat ukur dibuat maka hal pertama yang dilakukan oleh peneliti adalah menentukan aspek-aspek dari suatu alat ukur. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengukuran persepsi dan skala kelekatan aman. 2. Tahap Pelaksanaan Penelitian Setelah dilakukan persiapan penelitian, maka selanjutnya peneliti akan melakukan pelaksanaan penelitian terhadap santri nahun di Perguruan Islam Pondok Tremas. I. Metode Analisis Data Setelah data terkumpul maka tahap selanjutnya adalah analisis data. Teknik analisis data merupakan langkah yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian dengan tujuan memperoleh kesimpulan dari hasil penelitian. Teknik yang dipakai peneliti untuk analisis data adalah teknik 72
14 analisis kuantitatif dan analisis korelasi. Analisis kuantitatif yaitu analisa yang bentuk datanya berupa angka atau tabel dan dinyatakan dalam satuan-satuan tertentu yang mudah diklasifikasikan dalam kategori tertentu. 1. Menghitung mean hipotetik (µ) dengan rumus: µ = keterangan: µ : rata-rata hipotetik imax imin k : skor maksimum item : skor minimum item : jumlah item 2. Menghitung standar deviasi hipotetik (σ) dengan rumus: keterangan: σ = σ Xmax Xmin : standar deviasi hipotetik : jumlah item x skor tertinggi : jumlah item x skor terendah 3. Kategorisasi Penentuan kategorisasi yang digunakan adalah sebagai berikut: 73
15 Tabel 3.5 Rumus Kategorisasi Kategori Tinggi Sedang Rendah Rumus X > M + 1 SD M 1 SD X < M + 1 SD X < M 1 SD Sedangkan analisis korelasi digunakan untuk mengetahui bobot atau besarnya hubungan antara persepsi sebagai variabel x (variabel bebas) dengan kelekatan aman sebagai variabel y (variabel terikat) dengan menggunakan rumus persamaan korelasi Product Moment dari Karl Pearson dengan bantuan SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi Adapun rumus persamaan korelasi Product Moment adalah sebagai berikut: r xy = Keterangan: r xy N x y = koefisien korelasi = jumlah subjek = jumlah skor aitem = jumlah skor total 74
16 Nilai koefisien korelasi digunakan sebagai pedoman untuk menentukan suatu hipotesis dapat diterima/ditolak dalam suatu penelitian. Analisis korelasi berguna untuk menentukan besaran yang menyatakan bagaimana kuat hubungan suatu variabel dengan variabel lain. 1. Jika nilai r > 0, artinya telah terjadi hubungan linear positif, yaitu semakin besar nilai variabel x, makin besar variabel y, begitu sebaliknya. 2. Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan linear positif, yaitu semakin besar nilai variabel x, makin besar variabel y, begitu sebaliknya. 3. Jika nilai r = 1 atau r = -1, artinya telah terjadi linear sempurna, sedangkan untuk nilai r yang semakin mengarah ke angka 0, maka hubungan akan melemah. 75
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang telah dijelaskan di atas, maka penelitian ini dapat diklasifikasikan ke dalam penelitian kuantitatif.
BAB III METODE PENELITIAN. penafsiran terhadap data, serta penampilan dari hasilnya. Serta mengunakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif, karena dalam penelitian ini banyak menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap
BAB III METODE PENELITIAN
46 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, yang suatu penelitian dituntut menggunakan angka mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap
BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data serta penampilan dari hasilnya.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian kuantitatif, seperti yang dijelaskan oleh Arikunto (006. 1) bahwa penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, karena
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, karena menggunakan data berupa angka-angka, kemudian dianalisa. Karena angka-angka tersebut sesudah
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika.
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada datadata numerikal (angka) yang diolah dengan metoda statistika. Penelitian ini merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu merupakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian dalam suatu penelitian ilmiah digunakan sebagai pedoman bagi peneliti untuk melakukan penelitian. Jenis penelitian pada penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Yakni penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada pola-pola numerikal (angka)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul dan mudah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan pedoman dan langkah-langkah yang digunakan untuk melakukan penelitiannya, penelitian ini berangkat dari adanya permasalahan.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menjelaskan atau
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini bersifat kuantitaif, maka proses penelitian banyak menggunakan angka mulai dari pengumpulan, penafsiran, dan penyajian hasil. Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Dan Definisi Operasional 1. Variabel Menurut Sugiyono (2011), variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Penelitian kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan strategi yang mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang tetap sesuai dengan karakteristik dan tujuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan
BAB III METODOLOGI PEELITIA A. Pendekatan Penelitian Suatu penelitian terdapat dua macam pendekatan, yaitu pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN. peneliti memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitiannya.
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Menurut Kerlinger (2000:483) rancangan penelitian merupakan rencana dan stuktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti memperoleh
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional kuantitatif. Penelitian korealasional kuantitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan strategi yang mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang tetap sesuai dengan karateristik dan tujuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, karena menggunakan data berupa angka angka yang kemudian dianalisa. Penelitian kuantitatif banyak dituntut
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan data berupa angka-angka yang kemudian dianalisa.
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian yang bersifat kuantitatif, karena menggunakan data berupa angka-angka yang kemudian dianalisa. Penelitian kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. variabel-variabel yang diambil dalam penelitian ini.
BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Untuk menguji hipotesis penelitian, sebelumnya akan dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. empiric mengenai hubungan dalam masalah tersebut. Rancangan penelitian
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian adalah rancangan dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga penelitian akan dapat memperoleh jawaban untuk
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dikategorikan sebagai jenis penelitian kuantitatif karena data
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini dikategorikan sebagai jenis penelitian kuantitatif karena data penelitian berupa angka dan analisisnya menekankan pada data numerikal
BAB III METODE PENELITIAN. angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran angka tersebut, serta penampilan
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam usaha menguji hipotesis yang telah disusun. Penelitian kuantitatif banyak dituntut menggunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang banyak menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data,
BAB III METODE PENELITIAN. bisa dikatakan sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala
49 BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Variabel adalah semua keadaan, faktor, kondisi perilaku atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil penelitian (Hadi, 000). Variabel penelitian adalah
BAB III METODE PENELITIAN. teori-teori yang ada melalui pengukuran variabel-variabel dengan prosedur
BAB III METODE PEELITIA A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian sebagai beberapa langkah untuk melakukan pelatihan ataupun metode-metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data penelitian. Rancangan
BAB III METODE PENELITIAN. Brand Image sedangkan variabel dependen (terikat) adalah Keputusan
36 BAB III METODE PENELITIAN A. VARIABEL DAN DEFENISI OPERASIONAL 1. Identifikasi Variabel Dalam penelitian ini, yang menjadi variabel independen (bebas) adalah Brand Image sedangkan variabel dependen
BAB III METODE PENELITIAN
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan pada data- data numerical atau
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini tidak
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Pemilihan dan penggunaan metode sangat menentukan keberhasilan suatu penelitian, oleh karena itu penentuan metode yang dipakai harus tepat dan sesuai dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 2.1. Identifikasi Variabel Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan obyek penelitian dan merupakan faktor-faktor yang berpengaruh dalam suatu penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data serta penampilan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang banyak menggunakan angka, mulai dari
BAB III METODE PENELITIAN. data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika (Azwar,
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitif. Penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kuantitatif dan (b). Penelitian kualitatif (Azwar, 2007: 5). Dalam
49 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan dari berbagai cara dan sudut pandang. Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi atas dua macam, yaitu:
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Identivikasi Variabel Penelitian Dalam penelitian ini rancangan penelitian yang akan digunakan adalah jenis penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN. masalah dalam penelitian. Melalui penelitian manusia dapat menggunakan
22 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang berisikan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mengumpulkan data dengan tujuan dapat menjawab masalah dalam penelitian. Melalui
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Penelitian dengan pendekatan kuatitatif menekankan
BAB IV METODE PENELITIAN. serta penampilan dari hasilnya (Arikunto, 2002, p. 12)
BAB IV METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam usaha menguji hipotesis yang telah disusun. Penelitian kuantitatif banyak dituntut menggunakan angka,
BAB III METODE PENELITIAN. Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian 1. Identifikasi variabel penelitian Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian atau faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa
BAB III METODE PENELITIAN. yang banyak menggunakan angka-angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data serta penampilan dari hasilnya.
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Menurut Arikunto (2010) penelitian kuantitatif adalah penelitian yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. banyak menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Jenis penelitian pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang dalam prosesnya banyak menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN. dibuat secara sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan pedoman dan langkah-langkah yang diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitian. Rancangan penelitian harus dibuat secara
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan model kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Penelitian kuantitatif merupakan suatu penelitian yang dituntut untuk
BAB III METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian yang Digunakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian yang Digunakan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Creswell ( dalam Alsa, 2003, h. 13) menjelaskan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. menghubungkan antara variabel X dan variabel Y. Penelitian dengan. B. Variabel Penelitian
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional yang menghubungkan antara variabel X dan variabel Y. Penelitian dengan teknik korelasional merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. rancangan korelasi non intervensi yaitu suatu penelitian yang dirancang untuk
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan korelasi non intervensi yaitu suatu penelitian yang dirancang untuk menentukan
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif adalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kuantitatif adalah metode yang berlandaskan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang banyak menggunakan angka-angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap
BAB III METODE PENELITIAN. datanya berbentuk angka angka dan dianalisa menggunakan statistik.
48 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2009) penelitian kuantitatif adalah penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan analisisnya
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran. terhadap data, serta penampilan dari hasilnya.
BAB III METODE PENELITIAN 1. Jenis Penelitian Penelitian yang akan dilakukan ini menggunakan pola pendekatan kuantitatif. Sebagaimana Arikunto (006, hal. 1) menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Kemudian mendeskripsikan secara sistematis sifat-sifat atau gejala-gejala dari
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan teknik komparatif. Penelitian dengan teknik komparatif yakni jenis penelitian yang bertujuan membandingkannya dengan melihat persamaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional 1. Identifikasi Variabel Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data
BAB III METODE PENELITIAN. peneliti. Angka-angka yang terkumpul sebagai hasil penelitian kemudian
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif, sebuah penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif menghasilkan data berupa angka
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang mana kuantitif sendiri diartikan sebagai sebuah metode yang digunakan untuk menguji teori tertentudengan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. mengetahui ada tidaknya hubungan Kontrol diri (variabel bebas) dan Perilaku
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional. Penelitian dengan teknik korelasional merupakan penelitian untuk mengetahui
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional, yakni penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional, yakni penelitian yang meneliti tentang ada tidaknya hubungan antara variabel variabel yang
BAB III METODE PENELITIAN. sampel tertentu, teknik pengambilan sampel biasanya dilakukan dengan cara random,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian yang akan dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. banyak menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang dalam prosesnya banyak
BAB III METODE PENELITIAN. adalah penelitian yang dalam prosesnya banyak menggunakan angka-angka dari
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang dalam prosesnya banyak menggunakan angka-angka
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numeric
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numeric (angka)
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Berdasarkan metode penelitian ini akan menguraikan : (A) Identifikasi variabel-variabel penelitian, (B) Defenisi Operasional penelitian, (C) Populasi dan sampel, (D) Metode pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan pada penelitian deskriptif atau dalam rangka pengujian hipotesis
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang merupakan penelitian yang menekankan pada data-data numerical atau
Bab III METODE. analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode
Bab III METODE A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif yaitu menekankan analisisnya pada data-data
BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. bersifat deskriptif. Hal ini disebabkan karena data-data yang diperolah dalam
46 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Hal ini disebabkan karena data-data yang diperolah dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian adalah rencana yang disusun sedemikian rupa
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian adalah rencana yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk jawaban-jawaban penelitiannya (Kerlinger,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. jenis penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan skala dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan skala dan wawancara sebagai
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunahkan pendekatan kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunahkan pendekatan kuantitatif seperti yang dijelaskan oleh Arikunto bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN
80 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian adalah proses yang sistematik, terencana, dan dan terkontrol dari beberapa tahapan yang logis. Sedangkan rancangan penelitian merupakan pedoman
BAB III METODE PENELITIAN. adalah penelitian yang banyak menggunakan angka-angka, mulai dari
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Pada penelitian ini peneliti mengajukan metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Arikunto penelitian kuantitatif
BAB III METODE PENELITIAN. dengan variasi dalam variabel lain (Trianto, 2010: 201). Penelitian ini terdiri dari 2 variabel
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan serangkaian proses yang akan dilakukan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional kuantitatif,
BAB III METODE PENELITIAN. terhadap hasil penelitian. Kegiatan penelitian harus mengikuti langkah-langkah
23 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan faktor penting yang sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian. Kegiatan penelitian harus mengikuti langkah-langkah atau prosedur kerja sehingga
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang banyak
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang banyak menggunakan angka-angka,
BAB III METODE PENELITIAN. pada penelitian kuantitatif, lebih menekankan pada pengujian teori melalui angka,
64 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi kuantitatif, dimana pada penelitian kuantitatif, lebih menekankan pada pengujian teori melalui
BAB III METODE PENELITIAN. dibuat secara sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang. betul-betul dan mudah diikuti secara mendasar.
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan pedoman dan langkah-langkah yang digunakan peneliti untuk melakukan penelitiannya, penelitian ini berangkat dari adanya
BAB III METODE PENELITIAN. (Sedarmayanti & Hidayat, 2002). dapat digunakan untuk pemecahan masalah (Azwar, 2013).
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan penelitian Penelitian termasuk dalam metode ilmiah (the method of scientific) adalah suatu cara mencari dan mengungkapkan kebenaran dengan ciri objektivitas, karena
lapangan (empiris) dapat diperoleh. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
Hipotesis merupakan dugaan atau kesimpulan awal dan masih bersifat sementara yang akan dibuktikan kebenarannya setelah data lapangan (empiris) dapat diperoleh. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. b. Regulasi emosi. B. Definisi Operasional
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel tergantung : Harga diri 2. Varibel bebas : a. Dukungan sosial b. Regulasi emosi B. Definisi Operasional 1. Harga Diri Harga
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tipe Penelitian. untuk melihat perbedaan (kepercayaan diri) ditinjau dari jenis kelamin.
BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Dalam penelitian ini variabel yang diteliti yaitu kepercayaan diri. Untuk jenis penelitian kuantitatif ini, maka pelaksanaan penelitian dilakukan dengan cara
BAB III METODE PENELITIAN. Korelasional bivariat kuantitatif, karena penelitian ini melibatkan satu
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah jenis penelitian Korelasional bivariat kuantitatif, karena penelitian ini melibatkan satu variabel bebas
