BAB II LANDASAN TEORI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II LANDASAN TEORI"

Transkripsi

1 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Mesin PWHT (Post Weld Heat Treatment) PWHT adalah bagian dari process heat treatment yang bertujuan untuk menghilangkan tegangan sisa yang terbentuk setelah proses welding-an selesai. Material terutama carbon steel akan mengalami perubahan struktur dan grain karena efek dari pemanasan dan pendinginan. Struktur yang tidak homogen ini menyimpan banyak tegangan sisa yang membuat material tersebut memiliki sifat yang lebih keras namun ketangguhannya lebih rendah. Untuk mengembalikan kembali kepada sifat yang diinginkan terutama dalam ketangguhan maka struktur yang berubah tadi dikembalikan lagi ke struktur semula melalui pemanasan pada waktu tertentu dan dalam jangka waktu tertentu pula. Tergantung dari jenis material dan ketebalan material. 6

2 7 Gambar 2.1 Mesin PWHT di PT.Komatsu Indonesia Proses PWHT dapat dilakukan dengan dua cara yaitu memasukkan benda uji kedalam dapur atau melakukan pemanasan setempat didekat daerah weldingan saja. Metode mana yang akan dilakukan lebih bersifat kepada pertimbangan ekonomis saja. Di penelitian ini PWHT dilakukan dengan metode memasukkan benda kedalam dapur ruangan PWHT. Parameter parameter dalam PWHT yang perlu dijaga adalah : 1. Heating rate. 2. Holding temperature 3. Cooling Rate 2.2 Excavator PC3000 dan Excavator PC4000 ( Big Size) Excavator PC3000 dan PC4000 merupakan Excavator dengan ukuran yang sangat besar dengan berat operasi masing-masing yaitu PC3000 beratnya 300 ton dan PC4000 beratnya 400 ton. Unit ini biasanya digunakan di tambang-tambang yang besar. Dalam penelitian ini komponen PC3000 dan PC4000 yang melewati

3 8 proses PWHT yaitu ARM dan BOOM. Excavator PC3000 dan PC4000 mempunyai 2 tipe yaitu tipe Backhoe seperti pada gambar 2.2 dan tipe Shovel seperti pada gambar 2.3 BOOM ARM Gambar 2.2 Excavator PC3000 Backhoe ARM BOOM Gambar 2.3 Excavator PC4000 Shovel

4 9 2.3 Biaya Standard (Standard Cost) Biaya standar merupakan penentuan biaya ditentukan di muka, disusun berdasar aliran biaya (Mas ud, 1993:135). Biaya standard adalah biaya yang ditentukan di muka, yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membuata satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan tertentu (Mulyadi, 2005:387). Standard dapat digolongkan atas dasar tingkat keketatan atau kelonggaran sebagai berikut (Mulyadi, 2005:394): 1. Standard teoritis : standard yang ideal yang pelaksanaannya sulit untuk dicapai. Asumsi yang mendasari standard teoritis ini adalah bahwa standar merupakan tingkat yang paling efisien yang dapat dicapai oleh para pelaksana kabaikan standard. 2. Rata-rata biaya waktu yang lalu : standard yang longgar sifatnya. Rata-rata biaya waktu yang lalu dapat mengandung biaya-biaya yang tidak efisien, yang seharusnya tidak boleh dimasukkan sebagai unsur biaya standard. 3. Standard Normal : didasarkan atas taksiran biaya dimasa yang akan datang dibawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang normal. Standard normal beguna bagi manajemen dalam perencanaan kegiatan jangka panjang dan dalam pengambilan keputusan yang bersifat jangka panjang. 4. Pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai (attainable high performance) : standar jenis ini banyak digunakan dan merupakan criteria yang paling baik untuk menilai pelaksanaan. Standard ini didasarkan pada tingkat pelaksanaan terbaik yang dapat dicapai dengan perhitungan ketidakefisienan kegiatan yang tidak dapat dihindari.

5 10 Pengembangan biaya standar adalah merupakan dasar untuk menyusun budget. Setelah perusahaan berpengalaman dalam menyusun budget, yaitu untuk menetapkan apa yang diharapkan di masa yang akan datang, maka penyusunan biaya standar merupakan jalan pintas untuk menyusun rencana dimasa mendatang. Budget adalah suatu pengertian yang menyangkut seluruh aspek operasi termasuk pelaksanaannya dan hasil yang diharapkan, oleh sebab itu angka-angka budget harus disusun secara terperinci dan jelas. Angka-angka dari budget adalah merupakan dasar dari pengukuran statistik dari hasil yang diperoleh.yang khas dari biaya standar dibandingkan biaya yang lain adalah kenyataannya bahwa biaya standar ditentukan sebelum adanya kegiatan produksi. Kata yang paling penting dalam definisi biaya standar adalah ditentukan lebih dahulu. Penetapan biaya standar sangat bermanfaat bagi manajemen dalam perencanaan dan pengendalian aktifitas perusahaan. Adapun manfaat biaya standar antara lain (Rony, 1990) yaitu : 1. Dasar pertimbangan pembuatan budget. 2. Pengendalian biaya dan mengukur efisiensi 3. Mendorong kemungkinan pengurangan biaya. 4. Memudahkan dalam pencatatan dan pelaporan biaya. 5. Merencanakan biaya bahan baku, pekerjaan dalam proses maupun produk jadi. 6. Sebagai penetapan harga penawaran dalam suatu proyek atau kontrak tertentu. Teknik biaya standar adalah persiapan dan pemakaian biaya standar, perbandingannya dengan biaya sebenarnya, dan analisa mengenai penyimpangan untuk mencari sebab dan akibatnya. Kata yang paling penting dalam definisi sistem biaya standar adalah perbandingan. Perbandingan merupakan inti dari

6 11 sistem biaya standar, karena dengan ini dapat menilai apakah biaya itu lebih rendah atau lebih tinggi daripada yang diharapkan. Bila membicarakan biaya, biasanya yang dimaksud adalah bahwa barang yang dibuat atau dihasilkan ada biayanya, dan biaya yang dimaksud disini adalah biaya produk, dan karenanya biaya tersebut kita sebut biaya per unit. Biaya standar biasanya diartikan sebagai biaya standar untuk setiap unit barang. Tentu saja dapat dibuat perbandingan yang perlu antara biaya standar per unit dan biaya sebenarnya per unit. Biaya yang sebenarnya akan memberi gambaran tentang apa yang telah terjadi, dan inilah yang akan dikendalikan. Untuk mendapatkan biaya per unit yang sebenarnya terlebih dahulu harus mengalokasikan atau membagi semua pengeluaran yang sebenarnya kepada setiap barang. Hal ini sangat mahal dan banyak memakan waktu. Sebagai contoh bahan mentah tertentu dari biaya standar per unit dapat dilihat antara lain berapa yang harus dikeluarkan untuk bahan mentah untuk satu unit barang, jika dikalikan jumlah barang yang diproduksi misalnya dalam satu bulan dengan biaya standar bahan mentah per unit produk, dapat dilihat, berapa banyak bahan mentah yang harus dihabiskan dalam satu bulan, dinyatakan dalam rupiah. Jumlah barang yang diproduksi dikalikan dengan biaya standar bahan mentah per unit barang menunjukkan berapa seharusnya nilai bahan yang dipakai selama periode yang bersangkutan, dan ini disebut standar. Standar ini kemudian dibandingkan dengan nilai bahan mentah yang sebenarnya dipakai secara keseluruhan. Pengalaman menunjukkan bahwa nilai standar dan nilai sebenarnya, jarang atau bahkan tidak pernah sama. Jadi hampir selalu terjadi suatu pengeluaran yang lebih rendah atau lebih tinggi. Tentu saja biaya pembuatan barang tidaklah terbatas pada bahan mentah saja ada biaya

7 12 biaya lain, atau unsur-unsur biaya yang lain. Jika prosedur memungkinkan standar itu dilakukan untuk semua unsur biaya, kita menilai produksi untuk bulan itu berdasarkan biaya standar per unit. dan ini disebut nilai standar produksi (SVP = standar value produced) atau NSP. Nilai standar produksi adalah alat pengukur yang dipakai, perbandingan antara pengeluaran yang sebenarnya dengan nilai standar produksi akan menunjukkan pengeluaran yang lebih rendah atau lebih tinggi yang disebut penyimpangan, dengan cepat penyimpangan akan menunjukkan hal-hal yang tidak beres, dan kemudian dapat diambil tindakan perbaikan. Teknik yang merupakan salah satu manfaat utama dari sistem biaya standar, dikenal dengan nama manajemen berdasarkan perkecualian, yaitu teknik yang dapat dipakai untuk dengan mudah dan cepat mengetahui daerah-daerah persoalannya dan kemudian mengambil tindakan koreksinya. Banyaknya pos pengeluaran akan menunjukkan adanya penyimpangan, maka harus menentukan mana yang penting dan mana yang tidak. Memang selalu ada kecenderungan untuk mencoba memperhitungkan semua penyimpangan, tetapi bahwa sebelum dapat menyelesaikan semua penyimpangan dan persoalan untuk suatu bulan tertentu, penyimpangan itu akan menjadi tanggung jawab, dan tugas kita sekarang adalah membuat suatu daftar prioritas, sehingga dapat mengambil tindakan terhadap penyimpanganpenyimpangan yang paling penting terlebih dahulu, tetapi bagaimana caranya kita menentukan apa yang penting, dan apa yang tidak. Pertama-tama kita periksa penyimpangannya dan menghubungkannya dengan jumlah yang seharusnya dikeluarkan. Jadi yang kita lihat adalah jumlah yang relatif dari penyimpangannya. Salah satu petunjuk mengenai pentingnya suatu penyimpangan

8 13 adalah nilai relatifnya, dan dalam mempertimbangkan jumlah penyimpangan kita lihat nilai mutlaknya. Jadi ada dua faktor yang perlu dipertimbangkan besarnya angka penyimpangan yang relatif dan yang mutlak. Penyimpangan memberikan gambaran bahwa kenyataan tidak sesuai dengan rencana, dan dengan sendirinya kita ingin memperbaiki ini. Atas dasar ini dapat dikatakan bahwa tujuan dari penggunaan biaya standar bukanlah mencari penyimpangan melainkan menentukan tindakan untuk menyehatkan perusahaan kembali. 2.4 Biaya Aktual Biaya aktual merupakan biaya yang sesungguhnya terjadi dalam memproses suatu produk, pesanan atau jasa yang dihasilkan. Perhitungan biaya aktual ini hanya dapat dilakukan pada akhir periode tertentu. Seperti halnya dengan biaya standar perhitungan biaya aktual juga terdiri dari biaya aktual bahan baku, biaya aktual tenaga kerja langsung, biaya aktual overhead pabrik. 2.5 Analisis Selisih Biaya Untuk mendapatkan suatu patokan biaya yang baik, terlebih dahulu harus diketahui biaya-biaya apa saja yang diperlukan dan berapa nilai dari masingmasing biaya tersebut. Oleh karena itu, sebelum produksi dimulai, terlebih dahulu masing-masing unsur biaya (biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead) harus dianalisa untuk mengetahui berapa besarnya masingmasing biaya seharusnya dalam suatu keadaan tingkat harga dan cara produksi yang normal. Biaya yang seharusnya dan ditetapkan secara ilmiah ini dinamakan biaya standar (Hartanto, 1981). Biaya standar ini merupakan target yang dituju dan sekaligus merupakan patokan yang dipakai untuk mengukur dan menilai biaya sesungguhnya. Biaya

9 14 standar juga membantu manajemen dalam bidang perencanaan, khususnya mengenai biaya pabrikasi dapat dilakukan sampai unsur biaya yang sekecilkecilnya. Jika kita membandingkan biaya standar dengan biaya sesungguhnya (biaya aktual), maka biasanya akan terdapat perbedaan-perbedaan (Garrison dan Eric, 1997). Selisih tersebut dapat dibedakan menjadi selisih harga dan selisih jumlah. Alasan pembedaan analisis selisih ini adalah karena keputusan pengendalian yang berkaitan dengan harga dan pengendalian yang berkaitan dengan jumlah dilakukan pada waktu yang berbeda. 2.6 Biaya Produksi Menurut Riwayadi (2006:64), biaya produksi adalah biaya yang terjadi pada fungsi produksi, dimana fungsi produksi merupakan fungsi yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Menurut Mulyadi (2005:14), merupakan biayabiaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Contohnya adalah biaya Depresiasi mesin dan peralatan, biaya bahan baku; biaya bahan penolong; biaya gaji karyawan yang bekerja dalam bagian-bagian, baik yang langsung maupun yang tida langsung berhubungan dengan proses produksi. Menurut obyek pengeluaranya, secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Selain biaya produksi ada biaya pemasaran dan biaya administrasi & umum. Biaya pemasaran merupakan biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Biaya administrasi & umum merupakan biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk.

10 15 Pengumpulan biaya produksi sangat ditentukan oleh cara produksi secara garis besar cara memproduksi produk dapat dibagi menjadi dua macam : produksi atas dasar pesanan dan produksi massa. Perusahaan yang memproduksi berdasarkan pesanan. Perusahaan yang berproduksi berdasarkan produksi massa melaksanakan pengolahan produksinya untuk memenuhi persediaan di gudang umumnya produknya berupa produk standard. Dalam perusahaan yang memproduksi massa, karakteristik produksinya adalah sebagai berikut: Produk yang dihasilkan merupakan produk standard, produk yang dihasilkan dari bulan-ke bulan adalah sama, kegiatan produksi dimulai dengan terbitnya perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standard untuk jangka waktu tertentu. 2.7 Metode Full Costing Menurut Mulyadi(1999) metode Full Costing adalah metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku variabel maupun tetap. Harga pokok produksi yang dihitung dengan pendekatan Full Costing terdiri unsur harga pokok produksi (biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik variabel, dan biaya overhead pabrik tetap) ditambah dengan biaya non produksi (biaya pemasaran, biaya administrasi, dan umum).

11 16 Gambar 2.4 Harga Pokok Produksi dan Total Harga Pokok Produk menurut metode Full Costing (Mulyadi, 1993) Dengan demikian harga pokok produksi menurut metode Full Costing terdiri dari unsur biaya produksi sebagai berikut : Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik variable Biaya overhead pabrik tetap Harga pokok produksi : xxx : xxx : xxx : xxx : xxx Dalam metode Full Costing, biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku tetap maupun variable, dibebankan kepada produk yang diproduksi atas dasar tarif yang ditentukan dimuka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead pabrik sesungguhnya. Oleh karena itu, biaya overhead pabrik tetap akan melekat pada harga pokok persediaan produk dalam proses dan persediaan produk jadi yang belum laku dijual, dan baru dianggap sebagai biaya( unsur hara pokok penjualan)

12 17 apabila produk jadi tersubut telah terjual. Karena biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tariff yang ditentukan dimuka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead pabrik sesungguhnya berbeda berbeda dengan yang dibebankan tersebut, akan terjadi pembebanan overhead labih( overapplied factory overhead ) atau pembebanan overhead kurang ( underapplied factory overhead ). Jika produk yang diolah dalam periode tersebut belum laku dijual maka pembebanan biaya overhead pabrik labih atau kurang tersebut digunakan untuk mengurangi atau menambah harga pokok produk yang masih dalam persediaan tersebut (baik yang berupa persediaan produk dalam proses maupun produk jadi). Namun jika dalam suatu periode akutansi tidak terjadi pembebanan overhead lebih atau kurang, maka biaya overhead pabrik tetap tidak mempunyai pengaruh terhadap perhitungan rugi laba sebelum produknya laku dijual 2.8 Depresiasi Aktiva tetap dicatat sebesar pengorbanan sumber ekonomik yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh aktiva, sampai dengan aktiva tersebut siap digunakan. Oleh karena aktiva tetap yang diperoleh memiliki manfaat lebih dari satu periode akutansi dan semakin lama kemampuan potensial aktiva tersebut semaikin berkurang, maka cost aktiva tetap harus dialokasikan secara sistematik dan rasional. Baik secara langsung maupun tidak langsung kos aktiva tetap harus dialokasikan ke periode-periode yang menerima manfaat aktiva tersebut. Proses alokasi ini dinamakan Depresiasi, kos aktiva tetap, yang umur manfaatnya terbatas harus di depresaiasikan. Secara fisik ketinggalan jaman dan keusangan

13 18 dari operasi merupakan elemen yang penting yang sebagai penyebab perlu dilakukan Depresiasi. Depresiasi adalah proses alokasi cost aktiva tetap menjadi biaya yang dilakukan secara sistematik dan rasional pada periode-periode yang menikmati manfaat dari pemanfaatan aktiva tersebut. Depresiasi bukan merupakan penilaian, tetapi alat untuk mengalokasikan cost. Penentuan beban Depresiasi tergantung pada pemilihan metode Depresiasi yang sering di gunakan adalah metode yang perhitungannya sistematik dan rasional. Metode-metode Depresiasi diklasifikasikan sebagai berikut : a. Metode-metode Depresiasi yang berdasarkan waktu : 1. Metode pembebanan sama - Metode garis lurus (straight-liner) 2. Metode pembebanan menurun - Metode Jumlah Angka Tahun (sum of the year digits) - Metode Penurunan Ganda (double declining method) 2. Metode-metode Depresiasi berdasarkan kegiatan (activity method) - Metode unit output - Metode unit jasa 3. Metode-metode Depresiasi khusus - Metode persediaan - Metode penggantian dan persediaan - Metode grup dan umur komposit - Metode nilai tunai

14 19 Metode garis lurus (straight-liner) Metode garis lurus merupakan metode yang paling sederhana. Depresiasi di bebankan dalam jumlah yang sama, selama taksiran manfaat ekonomis aktiva tetap. Depresiasi (tahun) diperoleh denganberdasarkan perhitungan berikut: D = Tingkat Depresiasi garis lurus x cost aktiva di Depresiasikan D = 1 x (Harga perolehan Nilai residu) N Harga Perolehan Nilai residu D = Umur ekonomis aktiva tetap Metode Jumlah Angka Tahun (sum of the year digits) Berdasarkan metode ini, Depresiasi ditentukan dengan dasar pecahan (fraction) yang semakin menurun dikalikan dengan cost didepresiasikan (kos-nilai residu). Semua pecahan menggunakan jumlah angka-angka tahun sebagai penyebut sedangkan angka-angka tahun selama umur manfaat aktiva tetap digunakan sebagai pembilang. Langkah-langkah perhitungan: 1. Tentukan jumlah angka tahun (JAT) JAT = n ( n + 1) 2

15 20 2. Tentukan besar penyusutan Besar Penyusutan = AT x (HP-NS) JAT AT= Angka tahun / umur ekonomis JAT = Jumlah angka Tahun HP = Harga perolehan NS = Nilai sisa/ residu Metode Penurunan Ganda (double declining method) Metode menurun ganda disebut juga metode Double Declining Balance Methode, menurut metode ini maka penyusutan aktiva tetap ditentukan berdasarkan persentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan. Persentase penyusutan dapat dicari atau dihitung dengan mengalikan persentase penyusutan dengan metode garis lurus dengan angka 2 (dua). Dengan ungkapan lain persentase penyusutan besarnya 2x Persentase atau tarif penyusutan metode garis lurus. Rumus penyusutan aktiva tetap metode menurun ganda Penyusutan = {2 x (100% : umur ekonomis)} x Harga buku aktiva tetap 2.9 Profitabilitas Profitabilitas adalah hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan manajemen perusahaaan (Brigham dan Gapenski, 2006). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa profitabilitas perusahaan merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari aktivitas yang dilakukan pada suatu periode akuntansi. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan memperoleh laba

16 21 dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva atau dengan modal (ekuitas). Dalam hal ini dapat dijelaskan untuk mengetahui profitabilitas suatu perusahaan adalah sangat penting bagi manajemen sehingga dapat menentukan kebijakan ke depan dengan baik. Menurut Sartono (2001:122) profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan, yaitu : 1) Jenis Perusahaan Profitabilitas perusahaan akan sangat bergantung pada jenis perusahaan, jika perusahaan menjual barang konsumsi atau jasa biasanya akan memiliki keuntungan yang stabil dibandingkan dengan perusahaan yang memproduksi barang-barang modal. 2) Umur Perusahaan Sebuah perusahaan yang telah lama berdiri akan lebih stabil bila dibandingkan dengan perusahaan yang baru berdiri. Umur perusahaan ini adalah umur sejak berdirinya perusahaan hingga perusahaan tersebut masih mampu menjalankan operasinya. 3) Skala Perusahaan Jika skala ekonominya lebih tinggi, berarti perusahaan dapat menghasilkan produk dengan biaya yang rendah. Tingkat biaya rendah tersebut merupakan cara untuk memproleh laba yang diinginkan. 4) Harga Produksi Perusahaan yang biaya produksinya relatif lebih murah akan memiliki keuntungan yang lebih baik dan stabil daripada perusahaan yang biaya produksinya tinggi.

17 22 Dalam penelitian ini faktor ini yang dibahas dalam mempengaruhi profitabilitas perusahaan. 5) Habitat Bisnis Perusahaan yang bahan produksinya dibeli atas dasar kebiasaan (habitual basis) akan memperoleh kebutuhan lebih stabil dari pada non habitual basis. 6) Produk yang Dihasilkan Perusahaan yang bahan produksinya berhubungan dengan kebutuhan pokok biasanya penghasilan perusahaan tersebut akan lebih stabil daripada perusahaan yang memproduksi barang modal Pengendalian Biaya Perusahaan (bekerja dengan tujuan) untuk mencari laba. Laba adalah kelebihan penerimaan penjualan terhadap biaya atau pengeluaran. Manajer perusahaan biasanya hanya sedikit atau bahkan sama sekali tidak dapat mengendalikan harga penjualan dan karenannya perhatiannya harus tercurah pada biaya atau pengeluaran. Pimpinan menerima laporan periodik (biasanya bulanan) tentang biaya yang benar-benar dikeluarkan, dan ia harus menilai ini untuk menentukan apakah biaya itu lebih tinggi atau lebih rendah daripada yang diharapkan, atau kurang lebih sama. Ia akan tertarik kepada biaya yang lebih tinggi dari pada yang diharapkan, sehingga dengan demikian dapat dilakukan tindakan untuk menekannya. Tetapi ia juga tertarik kepada biaya yang lebih rendah untuk melihat apakah penghematan itu dapat dipertahankan. Untuk dapat menentukan apakah biaya itu lebih tinggi atau lebih rendah ia harus mengetahui berapa besar biaya yang diharapkan (Murphy 1973).

18 23 Pada dasarnya fungsi manajemen mencakup aspek perencanaan dan pengendalian semua aktifitas suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh organisasi itu sendiri. Usaha manajemen mencapai tujuan perusahaan sangat ditentukan oleh sejauh mana manajemen mampu menjalankan fungsi perencanaan dan pengendalian atas keseluruhan aktivitas perusahaan(rony 1990). Perencanaan adalah suatu proses pengambilan keputusan tentang apa yang akan dilaksanakan, bagaimana menentukan strategi pencapaiannya dengan mempertimbangkan kemampuan yang ada guna mencapai tingkat keuntungan yang diinginkan. Untuk ini memerlukan adanya data-data yang berkaitan dengan aktivitas produksi meliputi pengelolaan material, pengelolaan buruh dan pengelolaan peralatan produksi, serta perencanaan penjualan dan kegiatan administratif. Pengendalian berkaitan dengan usaha, prosedur, metode serta langkah yang harus ditempuh agar apa yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik mencapai sasaran yang ditetapkan. Pengendalian biaya yang efektif mempunyai dua aspek pokok yaitu, pengendalian operasional dan pengendalian akuntansi. Pengendalian dibutuhkan pada setiap pekerjaan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan agar sesuai dengan yang direncanakan. Menurut Rony (1990), pengendalian berkaitan dengan usaha, prosedur, metode dan langkah yang harus ditempuh agar apa yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Biaya produksi harus dapat dikendalikan agar tidak terjadi pemborosan. Maka dari itu diperlukan suatu metode yang dapat mengendalikan biaya produksi agar berjalan secara efisien. Menurut Kuswandi (2005), penentuan biaya standar

19 24 dilakukan untuk mencapai produktivitas yang maksimum dengan biaya serendahrendahnya. Info Biaya Masa Lalu Prediksi Perencanaan Perencanaan Biaya Model Keputusan Biaya dan Biaya Yang Relevan Hasil dan Umpan Balik Realisasi atau Implementasi Pelaksanaan & Pengendalian Kegiatan Gambar 2.5 : Proses Penggunaan Informasi Biaya Pengendalian biaya yang efektif bergantung kepada pengumpulan data serta penyajian laporan yang relevan. Pengendalian biaya dimulai dengan melakukan pencatatan-pencatatan semua transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Untuk pengendalian biaya yang efektif, diperlukan adanya sistem akuntansi biaya, yang mencatat dan melaporkan semua biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan (Sembiring 1990). Budget merupakan alat pengendalian yang efektif bagi perusahaan dalam melakukan perencanaan yang diharapkan, oleh karena itu dalam penentuan budget harus objektif. Penentuan pos-pos budget yang efektif akan memberikan hasilm yang bermanfaat dalam tahun

20 25 penggunaanya. Adanya selisih-selisih terhadap rencana biaya yang telah ditetapkan sebelumnya, maka harus dilakukan analisis mengenai sebab-sebab terjadinya dan melakukan tindakan revisi kembali, sehingga dapat disesuaikan kembali dengan rencana yang sebenarnya. Berdasarkan tinjauan diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian biaya mengandung pengertian suatu metode pencatatan, pengumpulan, dan penyajian yang berkaitan dengan sistem mengenai perencanaan terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan agar dapat mencapai sasaran yang ditetapkan Keterkaitan dengan Penelitian Sebelumnya Penelitian yang berkaitan dengan, biaya dan harga pokok sudah banyak dilakukan sebelumnya, Hasil dari setiap penelitian sangat beragam, namun terdapat kesamaan pada metode analisis yang digunakan. Kesamaan lain yaitu dari tujuan yang ingin dicapai, yaitu menentukan suatu penetapan harga pokok, biaya, dan tingkat volume produksi yang sesuai bagi perusahaan. Sedangkan yang dilakukan di penelitian ini memperbaiki standard cost yang salah pada salah satu mesin dan membandingkan perhitungan overhead yang diterapkan perusahaan dengan metode perhitungan Full Costing. Analisis biaya dan penetapan harga pokok produksi kayu gergajian (Sawn Timber) hutan rakyat CV. Sinar Kayu Bogor, Jawa Barat dilakukan Permata (2008). Hasil analisis selisih biaya standar dan biaya aktual terdapat selisisih yang defisit, baik dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Selisih biaya bahan baku dari kedua jenis bahan baku merupakan selisih yang defisit dimana biaya aktual yang sebenarnya terjadi lebih besar dari biaya standar yang ditetapkan.analisis struktur biaya pada CV Sinar

21 26 Kayu menjelaskan bahwa terjadi perbedaan dalam penetapan kebijakan harga jual antara secara eceran ke konsumen langsung dan distributor. Harga jual yang ditetapkan dengan system penjualan ke distributor lebih rendah jika dibandingkan dengan harga jual dengan sistem penjualan ke konsumen langsung. Harga pokok produksi berdasarkan biaya standar untuk kaso 57 Rp 4.316,92 per unit sedangkan produk kaso 46 adalah Rp 3.103,28 per unit. Dengan demikian keuntungan per unit yang ingin di peroleh oleh CV Sinar Kayu untuk produk kaso 57 lebih besar jika dibandingkan penjualan produk kaso 46 untuk ke dua sistem penjualan. Penelitian tentang penetapan harga pokok produksi dilakukan oleh Roslinawati (2007) dengan judul Analisis Penetapan Harga Pokok Produksi Benih Padi Pada PT. Sang Hyang Seri RM 1 Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Dari hasil perhitungan didapatkan rata-rata harga pokok produksi metode perusahaan menghasilkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan rata-rata harga pokok produksi dengan menggunakan metode Full Costing dan variabel costing. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan dalam menganalisis biaya. Pada metode perusahaan memasukkan biaya pengemasan kedalam perhitungan harga pokok produksinya, yang seharusnya tidak dilakukan karena biaya pengemasan merupakan biaya pemasaran dan bukan termasuk biaya produksi. Yulianti (2007) melakukan penelitian dengan judul Penetapan Harga Pokok Dan Zona Fleksibilitas Harga Meises Cokelat (kasus : PT G di Bandung, Jawa Barat). Hasil penelitian menunjukan bahwa perhitungan harga pokok produk meises cokelat 818 biru dengan menggunakan metode Full Costing periode tahun 2006 yaitu Rp per kg atau Rp per dus. Harga pokok meises dengan menggunakan metode Full Costing lebih tinggi dari pada harga pokok produk

22 27 dengan metode PT G, disebabkan karena metode Full Costing mengakumulasikan seluruh biaya termasuk biaya tetap dan biaya variabel. Ivana Eva (2004) dalam penelitiannya yang berjudul Penentuan Harga Pokok Produksi Karkas dengan menggunakan metode Full Costing, variable costing, dan ABC costing pada studi kasus rumah potong ayam Asia Afrika, Bogor Jawa Barat. Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat bahwa rata-rata harga pokok untuk menghasilkan 1 kg karkas dengan menggunakan metode variable costing merupakan harga pokok rata-rata yang paling rendah dan laba kotor ratarata tertinggi, hal ini disebabkan dalam metode variabel costing komponen pembentuk harga pokok produksi adalah biaya produksi yang bersifat variable yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel, sehingga total biaya produksi yang akan menjadi lebih kecil bila dibandingkan dengan metode lain. Harga pokok rata-rata yang tertinggi dan laba kotor terendah diperoleh dengan menggunakan metode Full Costing, hal ini disebabkan dalam metode Full Costing penentuan harga pokok produksi dilakukan dengan memperhitungkan semua unsur biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik tetap dan variabel, sehingga total biaya produksi akan menjadi lebih besar bila dibandingkan metode yang lain. Harga pokok dan laba kotor rata-rata yang menggunakan metode ABC costing tidak menghasilkan nilai yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah, hal ini disebabkan dalam metode ABC penentuan harga pokok produksi berdasarkan biaya aktivitas-aktivitasnya yang dilakukan untuk menghasilkan produk, sehingga dalam metode ABC harga pokok produksi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan konsumsi sumber daya aktivitas yang

23 28 dikeluarkan untuk menghasilkan harga pokok yang undercosted untuk produk yang diproduksi dalam volume tinggi dan overcosted untuk produk yang diproduksi dalam volume rendah.

24

BAB V ANALISA HASIL. penyimpangan atau selisih standard cost setelah perhitungan sebenarnya dengan

BAB V ANALISA HASIL. penyimpangan atau selisih standard cost setelah perhitungan sebenarnya dengan BAB V ANALISA HASIL 5.1 Analisa Penyimpangan Dalam penelitian ini penyimpangan yang dimaksudkan yaitu penyimpangan atau selisih standard cost setelah perhitungan sebenarnya dengan metode Full Costing dibandingkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan bagian akuntansi yang mencatat berbagai macam biaya, mengelompokkan, mengalokasikannya

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya. 1. Pengertian Akuntansi Biaya

BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya. 1. Pengertian Akuntansi Biaya BAB II LANDASAN TEORITIS A. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya 1. Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi berkaitan dengan hal pengukuran, pencatatan dan pelaporan informasi keuangan kepada pihak-pihak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan hal yang paling penting bagi manajemen perusahaan sebagai basis data biaya untuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi (2010:7) Akuntansi Biaya ialah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk jasa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1. Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan hal yang paling penting bagi manajemen perusahaan sebagai basis data biaya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya mengukur dan melaporkan setiap informasi keuangan dan non keuangan yang terkait dengan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya menyediakan informasi biaya yang akan digunakan untuk membantu menetapkan harga pokok produksi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya sangat berperan penting dalam kegiatan perusahaan. Salah satu peranan akuntansi biaya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Secara garis besar bahwa akuntansi dapat diartikan sebagai pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan

Lebih terperinci

2.1.2 Tujuan Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi (2007:7) akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu:

2.1.2 Tujuan Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi (2007:7) akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu: 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan hal yang paling penting bagi manajemen perusahaan sebagai basis data biaya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi Biaya merupakan hal yang penting bagi perusahaan manufaktur dalam mengendalikan suatu biaya

Lebih terperinci

BAB II TUNJAUAN PUSTAKA

BAB II TUNJAUAN PUSTAKA 9 BAB II TUNJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Menurut Bastian (2006:137) Biaya adalah suatu bentuk pengorbanan ekonomis yang dilakukan untuk mencapai tujuan entitas.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya menyediakan informasi biaya yang akan digunakan untuk membantu menetapkan harga pokok produksi suatu perusahaan. Akuntansi biaya mengukur

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Biaya dan Beban Istilah biaya (cost) sering digunakan dalam arti yang sama dengan istilah beban (expense). Berdasarkan teori yang ada istilah biaya (cost) dengan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya salah satu bagian atau unsure dari harga dan juga unsur yang paling pokok dalam akuntansi biaya, untuk itu perlu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini, penulis akan menguraikan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang akan digunakan sebagai landasan dalam menganalisa permasalahan yang ada diperusahaan PT

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Aset Tetap Aset tetap merupakan aset yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan aktivitas usaha dan sifatnya relatif tetap atau jangka waktu perputarannya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Penyusunan laporan akhir ini penulis menggunakan beberapa teori sebagai acuan untuk membahas permasalahan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya merupakan salah satu pengeluaran yang pasti dalam suatu perusahaan, oleh karenanya, biaya sangat diperlukan dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya memasukkan bagian-bagian akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan tentang bagaimana

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Ada beberapa pengertian biaya yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya: Daljono (2011: 13) mendefinisikan Biaya adalah suatu pengorbanan sumber

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya dan Pengklasifikasian Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya berkaitan dengan semua tipe organisasi baik organisasi bisnis, non bisnis, manufaktur, dagang dan jasa. Dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya memiliki peranan penting bagi manajemen perusahaan agar dapat memiliki pemahaman dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan hal yang paling penting bagi manajemen perusahaan sebagai basis data biaya untuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan salah satu pengkhususan dalam akuntansi, sama halnya dengan akuntansi keuangan, akuntansi pemerintahan, akuntansi pajak, dan sebagainya.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 5 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Akuntani Biaya 1. Pengertian biaya Biaya merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam proses produksi dalam satu perusahaan manufaktur. Terdapat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Biaya dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Aktiva Tetap 1. Pengertian Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan bagian dari harta kekayaan perusahaan yang memiliki manfaat ekonomi lebih dari satu periode akuntansi. Manfaat menunjukkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik

BAB II LANDASAN TEORI. dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Harga Pokok Produksi Menurut Mulyadi (2007:18) yang dimaksud dengan harga pokok produksi adalah harga pokok produksi memperhitungkan semua unsur biaya yang terdiri dari biaya

Lebih terperinci

BAB II BIAYA PRODUKSI PADA CV. FILADELFIA PLASINDO SURAKARTA

BAB II BIAYA PRODUKSI PADA CV. FILADELFIA PLASINDO SURAKARTA BAB II BIAYA PRODUKSI PADA CV. FILADELFIA PLASINDO SURAKARTA Manajemen dalam menjalankan tugasnya harus mempunyai keahlian serta kemampuan untuk memanfaatkan setiap faktor produksi yang ada. Salah satu

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. selalu mengupayakan agar perusahaan tetap dapat menghasilkan pendapatan yang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. selalu mengupayakan agar perusahaan tetap dapat menghasilkan pendapatan yang BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Biaya Setiap perusahaan yang berorientasi pada peningkatan pendapatan akan selalu mengupayakan agar perusahaan tetap dapat menghasilkan pendapatan

Lebih terperinci

Pengertian aset tetap (fixed asset) menurut Reeve (2012:2) adalah :

Pengertian aset tetap (fixed asset) menurut Reeve (2012:2) adalah : BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Kriteria Aset Tetap 2.1.1 Pengertian Aset Tetap Setiap perusahaan apapun jenis usahanya pasti memiliki kekayaan yang digunakan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Manajemen Setiap usaha, baik usaha kecil maupun usaha besar membutuhkan informasi akuntansi yang berguna bagi pihak manajemen. Informasi akuntansi dapat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi keuangan Akuntansi memegang peranan penting dalam entitas karena akuntansi adalah bahasa bisnis (bussnines language). Akuntansi menghasilkan informasi

Lebih terperinci

BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets)

BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets) BAB 5 Aktiva Tetap Berwujud (Tangible - Assets) Tujuan Pengajaran: Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan pengertian aktiva tetap berwujud 2. Menerangkan penentuan harga

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Biaya Biaya merupakan salah satu komponen yang sangat penting karena biaya sangat berpengaruh dalam mendukung kemajuan suatu perusahaan dalam melaksanakan aktifitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2, BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah 2.1.1 Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2, dan 3 Tahun 2008 tentang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya memberikan informasi biaya yang akan digunakan untuk membantu menetapkan harga pokok produksi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Keseluruhan biaya yang dikeluarkan

BAB I PENDAHULUAN. baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Keseluruhan biaya yang dikeluarkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan utamanya mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Keseluruhan biaya yang dikeluarkan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN 5 BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu tipe akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi keuangan bukan merupakan tipe akuntansi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi keuangan yang membahas mengenai penentuan harga pokok produk. Akuntansi biaya secara khusus berkaitan dengan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Pengklasifikasian Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Menurut Mulyadi (2007:8), Pengertian biaya dalam arti luas adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Biaya Informasi biaya sangat bermanfaat bagi manajemen perusahaan. Diantaranya adalah untuk menghitung harga pokok produksi, membantu manajemen dalam fungsi perencanaan dan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu tipe keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi biaya bukan merupakan tipe akuntansi tersendiri

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSAKA

BAB II TINJAUAN PUSAKA BAB II TINJAUAN PUSAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Dalam penyusunan laporan akhir ini, penulis akan menguraikan beberapa teori sebagai landasan bagi penulis

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya salah satu bagian atau unsur dari harga pokok dan juga unsur yang paling pokok dalam akuntansi biaya, untuk itu

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap

BAB II LANDASAN TEORI. adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perusahaan Industri Menurut undang-undang Republik Indonesia nomor 3 tahun 1982, Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya 2.2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi sebagai salah satu ilmu terapan mempunyai dua tipe, yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Salah satu yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Menurut Hansen dan Mowen (2011:47) Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya memiliki peranan penting bagi manajemen perusahaan agar dapat memiliki perusahaan dalam

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Salah satu data penting yang diperlukan oleh perusahaan adalah biaya.

BAB II BAHAN RUJUKAN. Salah satu data penting yang diperlukan oleh perusahaan adalah biaya. BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Biaya dan Beban Salah satu data penting yang diperlukan oleh perusahaan adalah biaya. Biaya mengandung dua pengertian, yaitu dalam beban (expense) dan dalam pengertian

Lebih terperinci

PENETAPAN HARGA POKO PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. PAYA PINANG GROUP TEBING TINGGI. Sri Wangi Sitepu, S.Pd, M.Si

PENETAPAN HARGA POKO PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. PAYA PINANG GROUP TEBING TINGGI. Sri Wangi Sitepu, S.Pd, M.Si PENETAPAN HARGA POKO PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. PAYA PINANG GROUP TEBING TINGGI Sri Wangi Sitepu, S.Pd, M.Si ABSTRAK Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui metode yang digunakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Akuntansi biaya memiliki

Lebih terperinci

Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Penjualan Dan Laba Operasi Pada Perusahaan Manufaktur

Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Penjualan Dan Laba Operasi Pada Perusahaan Manufaktur Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Thesis of Accounting http://repository.ekuitas.ac.id Financial Accounting 2015-12-21 Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Penjualan Dan Laba Operasi Pada Perusahaan

Lebih terperinci

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI BAB II HARGA POKOK PRODUKSI Bab ini berisi teori yang akan digunakan sebagai dasar melakukan analisis data. Mencakup pengertian dan penggolongan biaya serta teori yang berkaitan dengan penentuan harga

Lebih terperinci

TIN 4112 AKUNTANSI BIAYA

TIN 4112 AKUNTANSI BIAYA - Jurusan Teknik Industri TIN 4112 AKUNTANSI BIAYA Teknik Industri Lesson 1 RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Mata Kuliah : Kode : TID 4019 Semester : 3 Beban Studi : 3 SKS Capaian Pembelajaran (CPL): 1. Menguasai

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN 7 BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen menggunakan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi serta membuat keputusan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Akuntansi biaya melengkapi manajemen dengan perangkat akuntansi untuk

BAB II BAHAN RUJUKAN. Akuntansi biaya melengkapi manajemen dengan perangkat akuntansi untuk BAB II BAHAN RUJUKAN 2.2 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen dengan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi, serta membuat baik keputusan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan perusahaan umumnya ditentukan oleh kemampuan manajemen

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan perusahaan umumnya ditentukan oleh kemampuan manajemen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan perusahaan umumnya ditentukan oleh kemampuan manajemen untuk melihat kemungkinan dan kesempatan yang akan terjadi pada masa datang. Perencanaan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen menggunakan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi serta membuat keputusan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Manajemen. Pengertian akuntansi manajemen menurut Horngren (2000) adalah proses

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Manajemen. Pengertian akuntansi manajemen menurut Horngren (2000) adalah proses 19 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Akuntansi Manajemen 1. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Manajemen Pengertian akuntansi manajemen menurut Horngren (2000) adalah proses identifikasi, pengukuran,

Lebih terperinci

ANALISA STANDARD COST

ANALISA STANDARD COST TUGAS AKHIR ANALISA STANDARD COST PADA MESIN PWHT (POST WELD HEAT TREATMENT) DENGAN METODE FULL COSTING UNTUK PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI DI PT.KOMATSU INDONESIA Diajukan Guna Melengkapi Sebagaian Syarat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep, Konstruksi, dan Variabel Penelitian 2.1.1 Biaya Produksi Menurut Hansen dan Mowen (2012: 47), Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya adalah suatu kegiatan yang ditunjukkan untuk menyediakan informasi biaya bagi manajemen yang merupakan alat dalam merencanakan, mengorganisir,

Lebih terperinci

Definisi akuntansi biaya dikemukakan oleh Supriyono (2011:12) sebagai

Definisi akuntansi biaya dikemukakan oleh Supriyono (2011:12) sebagai BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.akuntansi biaya bukan merupakan tipe akuntansi tersendiri

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORISTIS PEMIKIRAN. Harga pokok produksi sering juga disebut biaya produksi. Biaya produksi

BAB II KERANGKA TEORISTIS PEMIKIRAN. Harga pokok produksi sering juga disebut biaya produksi. Biaya produksi BAB II KERANGKA TEORISTIS PEMIKIRAN 2.1 Harga Pokok Produksi 1. Pengertian Harga Pokok Produksi Harga pokok produksi sering juga disebut biaya produksi. Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Biaya dan Beban Salah satu data penting yang diperlukan oleh perusahaan dalam menentukan harga pokok adalah biaya. Biaya mengandung dua pengertian, yaitu dalam beban

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya Dalam kegiatan perusahaan ada banyak keputusan yang harus diambil oleh manajemen untuk kelangsungan hidup perusahaan. Dalam pengambilan keputusan dibutuhkan informasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini, penulis akan menguraikan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang akan digunakan sebagai landasan dalam menganalisa permasalahan yang ada di perusahaan CV

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM DASAR MANAJEMEN KEUANGAN

MODUL PRAKTIKUM DASAR MANAJEMEN KEUANGAN MODUL PRAKTIKUM DASAR MANAJEMEN KEUANGAN Versi 3.1 Tahun Penyusunan 2012 1. Muhammad Yunanto, SE., MM. 2. Hadir Hudiyanto, SE., MM. Tim Penyusun 3. Darmadi, SE., MM. 4. Ridwan Zulfi Agha (Asisten) 5. Galih

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Akuntansi Manajemen Akuntansi dapat dipandang dari dua tipe akuntansi yang ada yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Sebagai salah satu tipe informasi akuntansi manajemen

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORI

BAB II KERANGKA TEORI BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Pengertian dan Penggolongan Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya berkaitan dengan semua tipe organisasi bisnis, non-bisnis, manufaktur, eceran dan jasa. Umumnya, berbagai macam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Menurut pasal 1 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2008 Tentang Usaha. Mikro, Kecil dan Menengah bahwa usaha mikro adalah usaha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Menurut pasal 1 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2008 Tentang Usaha. Mikro, Kecil dan Menengah bahwa usaha mikro adalah usaha BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 2.1.1. Pengertian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah a. Menurut pasal 1 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah bahwa

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Akuntansi Biaya

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Akuntansi Biaya BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen menggunakan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi serta membuat keputusan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam

BAB II BAHAN RUJUKAN. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Menurut Mulyadi (2005:8) menyatakan bahwa pengertian biaya dalam arti luas adalah : Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Aset Tetap Aset tetap merupakan harta kekayaan perusahaan yang dimiliki setiap perusahaan. Aset tetap yang dimiliki perusahaan digunakan untuk menjalankan operasionalnya

Lebih terperinci

METODE DIRECT COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK. Nurul Badriyah,SE,MPd

METODE DIRECT COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK. Nurul Badriyah,SE,MPd METODE DIRECT COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK Nurul Badriyah,SE,MPd ABSTRAK Direct costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan salah satu pengkhususan dalam akuntansi, sama hal nya dengan akuntansi keuangan, akuntansi pemerintahan, akuntansi pajak, dan sebagainya.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Umum Akuntansi Biaya 2.1.1. Pengertian Akuntasi Biaya Secara garis besar Akuntasi berarti pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian dari transaksi-transaksi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Aset Tetap BAB II TINJAUAN PUSTAKA Aset tetap merupakan harta kekayaan perusahaan yang dimiliki setiap perusahaan. Aset tetap yang dimiliki perusahaan digunakan untuk menjalankan operasionalnya

Lebih terperinci

VII. SIKLUS AKUNTANSI USAHA MANUFAKTUR

VII. SIKLUS AKUNTANSI USAHA MANUFAKTUR VII. SIKLUS AKUNTANSI USAHA MANUFAKTUR Ada tiga kegiatan utama dalam usaha manufaktur yaitu produksi, penjualan dan administrasi/umum. Lebih kompleks dibandingkan perusahaan jasa dan dagang sehingga perlu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dari definisi biaya tersebut mengandung empat unsur penting biaya yaitu: 1. Pengorbanan sumber-sumber ekonomi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dari definisi biaya tersebut mengandung empat unsur penting biaya yaitu: 1. Pengorbanan sumber-sumber ekonomi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Biaya Pengertian biaya menurut Supriyono (1999:252) adalah pengorbanan sumbersumber ekonomi yang sudah terjadi atau akan terjadi yang dinyatakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar yang menyimpan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar yang menyimpan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar yang menyimpan banyak potensi, salah satunya adalah potensi ekonomi. Menurut Ginanjar Kartasasmita sebagai

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 5 BAB II LANDASAN TEORI A. Akuntansi Biaya dan Pengertian Biaya 1. Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam akuntansi di Indonesia terdapat istilah-istilah biaya, beban, dan harga

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam akuntansi di Indonesia terdapat istilah-istilah biaya, beban, dan harga BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Biaya Dalam akuntansi di Indonesia terdapat istilah-istilah biaya, beban, dan harga perolehan yang identik dengan cost dalam literatur akuntansi berbahasa Inggris. Harga perolehan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 5 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Biaya dan Penggolongan Biaya 1. Pengertian Biaya Sebelum mengetahui lebih lanjut apa dan bagaimana biaya, berikut pengertian biaya menurut Horngren dan Foster (2000;

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dalam dunia bisnis saat ini menunjukkan tingkat kemajuan yang begitu pesat. Hal ini dilihat dari banyaknya perusahaan yang terus bermunculan, sehingga

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II LANDASAN TEORITIS 7 BAB II LANDASAN TEORITIS A. Definisi Biaya Menurut Bustami dan Nurlela (2007:4) biaya atau cost adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kekayaan. Kekayaan yang diperoleh dapat berupa kekayaan material (material

BAB I PENDAHULUAN. kekayaan. Kekayaan yang diperoleh dapat berupa kekayaan material (material BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan pada dasarnya didirikan sebagai institusi pencipta kekayaan. Kekayaan yang diperoleh dapat berupa kekayaan material (material wealth) yaitu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. membantu perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

BAB I PENDAHULUAN. membantu perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kondisi ekonomi global menuntut perusahaan menata manajemennya, mengingat ketatnya persaingan dan segala bentuk perubahan yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Lebih terperinci

ANALISIS PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PADA PT VENEER PRODUCTS INDONESIA

ANALISIS PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PADA PT VENEER PRODUCTS INDONESIA Journal of Applied Business And Economics Vol. 3 No. 2 (Des 2016) 61-68 ANALISIS PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PADA PT VENEER PRODUCTS INDONESIA Oleh: Litdia Dosen Fakultas

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Aktiva Tetap Aktiva tetap adalah suatu aktiva yang berwujud yang dipergunakan dalam operasi perusahaan sehari-hari dan merupakan aktiva tahan lama yang secara berangsur-angsur

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN Pengertian Akuntansi Biaya. Menurut Mulyadi (2009:7) mendefinisikan akuntansi biaya sebagai. berikut:

BAB II BAHAN RUJUKAN Pengertian Akuntansi Biaya. Menurut Mulyadi (2009:7) mendefinisikan akuntansi biaya sebagai. berikut: BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen menggunakan perangkat akuntansi untuk kegiatam perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi serta membuat keputusan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya mengukur dan melaporkan setiap informasi keuangan dan non keuangan yang terkait dengan biaya perolehan atau pemanfaatan sumber daya

Lebih terperinci

BAB VI METODE HARGA POKOK PROSES

BAB VI METODE HARGA POKOK PROSES BAB VI METODE HARGA POKOK PROSES Pengumpulan biaya produksi tergantung karakteristik perusahaan dalam melakukan proses produksi : Perusahaan yang berproduksi atas dasar pesanan : pengumpulan biaya produksi

Lebih terperinci

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING II.1. Harga Jual Penentuan harga jual suatu produk atau jasa merupakan salah satu keputusan penting manajemen karena harga yang ditetapkan

Lebih terperinci