BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian
|
|
|
- Glenna Kurnia
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidik atau guru merupakan salah satu elemen lembaga pendidikan yang tidak bisa terpisah dari keberadaan siswa terutama di lingkungan sekolah. Karena guru setiap saat berinteraksi dengan siswanya dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk mencapai suatu kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien, seorang guru harus mampu memberikan kemampuan mengajar terbaiknya agar kegiatan belajar mengajar dapat berhasil. Kegiatan belajar mengajar akan berhasil, jika guru juga berhasil dan tepat dalam menilai/mengevaluasi hasil belajar siswa yang diajarnya. Dalam proses pembelajaran, ada beberapa metode yang digunakan dalam menilai/evaluasi hasil belajar siswa diantaranya dengan cara memberikan soal latihan. Pada mata pelajaran Mekanika Teknik, dibutuhkan metode pemberian soal latihan kepada siswa yang banyak, agar siswa dapat memahami lebih dalam mengenai materi yang sudah diajarkan oleh guru. Di sisi lain, siswa sudah menganggap soal latihan ini merupakan beban yang harus dijalani oleh siswa dan tidak memberikan semangat atau motivasi siswa dalam mengerjakan soal latihan Mekanika Teknik. Padahal, yang menjadikan berhasil atau tidaknya proses pembelajaran adalah ketika siswa termotivasi untuk melakukan kegiatan belajar mengajar yang diberikan oleh guru termasuk soal latihan. Siswa akan termotivasi ketika ada umpan balik dari guru yang mengajarnya. Termasuk dengan soal latihan siswa yang dikerjakan, siswa membutuhkan umpan balik dari guru yang semestinya bisa dilakukan semaksimal mungkin. Sebuah apresiasi guru terhadap apa yang dikerjakan oleh siswa lebih cenderung dilakukan kepada siswa sekolah dasar ataupun sekolah menengah pertama, namun siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) pun perlu mendapatkan apresiasi terhadap apa yang dikerjakannya. 1
2 2 Penulis melakukan observasi awal, siswa mengerjakan soal latihan yang diberikan guru dengan cara berdiskusi satu dengan yang lain. Setelah dikumpulkan, guru memeriksa dan pada pertemuan selanjutnya guru membagikan hasil soal latihan siswa. Guru memanggil satu persatu siswa dan membagikan hasil soal latihan yang dikerjakan oleh siswa. Guru memberi tahu letak kesalahan hasil soal latihan yang dikerjakan oleh siswa. Namun guru tidak sepenuhnya memberi tahu letak kesalahan hasil yang dikerjakan siswa, guru hanya memberi tahu garis besarnya saja dan itupun tidak dilakukan kepada semua siswa, guru hanya memberi tahu kepada siswa yang memang dianggapnya rajin. Itu artinya, guru kurang mengapresiasi hasil soal latihan yang dikerjakan oleh siswa. Padahal, jika guru mengapresiasi hasil kerja siswa lebih detail dan merata, siswa akan termotivasi untuk mengerjakan kembali apa yang dikerjakan sebelumnya. Respon guru terhadap siswa sangat berpengaruh terhadap motivasi mengerjakan siswa, termasuk memberikan pujian, reward terhadap hasil soal latihan siswa sehingga siswa merasa termotivasi untuk mendapatkan nilai/hasil yang memuaskan. Faktanya, guru kurang memberikan pujian, reward sehingga siswa pun kurang termotivasi untuk mengerjakan soal latihan dengan sungguhsungguh. Selain itu, siswa juga sering kali tidak mendapatkan hukuman/punishment jika tidak mengerjakan soal latihan siswa, padahal dengan adanya hukuman/punishment siswa akan merasa diperhatikan dan takut sehingga akan mengerjakan latihan soal. Penulis melakukan eksperimen ketika melakukan praktek mengajar, dan selalu memberikan penghargaan/reward berupa benda kepada siswa yang mendapatkan nilai yang bagus pada latihan soal, sehingga penulis ingin mengetahui sejauh mana hubungan apresiasi penghargaan guru terhadap motivasi belajar siswa. Selama proses pembelajaran, guru memiliki peran dalam menumbuhkan motivasi siswa atau dapat disebut juga guru memiliki peran sebagai motivator dalam kegiatan pembelajaran. Motivasi menjadi alasan setiap individu rela melakukan sesuatu hal dengan sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah dan putus asa. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh
3 3 kemampuannya yang kurang, namun disebabkan tidak adanya motivasi dalam dirinya. Motivasi dapat timbul disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal), dan faktor yang berasal dari luar siswa (eksternal). Berdasarkan latar belakang di atas, diambil judul penelitian Hubungan Persepsi Siswa Tentang Apresiasi Guru Dalam Soal Latihan Mekanika Teknik B. Identifikasi Masalah Identifikasi masalah perlu ditetapkan terlebih dahulu untuk menguasai kemungkinan-kemungkinan permasalahan yang timbul dari penelitian ini. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah yang akan diteliti adalah: 1. Adanya persepsi sebagian siswa yang tidak menyukai hasil apresiasi guru terhadap hasil soal latihan. 2. Adanya persepsi sebagian siswa yang menganggap guru menghiraukan hasil soal latihan siswa. 3. Adanya sebagian siswa yang tidak memiliki motivasi belajar mekanika teknik. 4. Kurangnya guru dalam memberikan reward terhadap hasil latihan siswa, C. Batasan Masalah Penyederhanaan penelitian dibatasi pada ruang lingkup yang tidak terlalu luas. Dalam penelitian ini dibatasi oleh dua variabel yaitu persepsi siswa tentang apresiasi penilaian soal latihan, dan motivasi belajar siswa. Maka dari dua variabel tersebut, masalah difokuskan pada: 1. Persepsi siswa tentang apresiasi guru pada hasil soal latihan mekanika teknik, persepsi siswa tentang apresiasi guru ini meliputi tindak lanjut guru dalam soal latihan, pemberian nilai soal latihan, pemberian reward/hadiah, pemberian pujian, penghargaan berupa tulisan dan pemberian hukuman.
4 4 2. Motivasi belajar siswa SMKN 2 Garut, meliputi tekun dalam menghadapi latihan soal, ulet dalam menghadapi kesulitan, menunjukkan minat, senang bekerja mandiri, cepat bosan pada latihan soal, tidak mudah melepas hal yang diyakini, senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal, reward (ucapan), reward (hadiah) dan hukuman. 3. Hubungan persepsi siswa tentang apresiasi guru dalam soal latihan mekanika teknik dengan motivasi belajar siswa TGB SMKN 2 Garut. Karena keterbatasan peneliti, penelitian ini hanya meneliti 1 bentuk motivasi siswa yaitu apresiasi. D. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah persepsi siswa tentang apresiasi guru dalam soal latihan mekanika teknik di SMKN 2 Garut? 2. Bagaimanakah motivasi belajar siswa pada mata pelajaran mekanika teknik di SMKN 2 Garut? 3. Bagaimanakah hubungan persepsi siswa tentang apresiasi guru dalam soal latihan mekanika teknik dengan motivasi belajar siswa Porgam Studi Teknik Gambar Bangunan SMKN 2 Garut? E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengetahui persepsi siswa tentang apresiasi guru dalam soal latihan mekanika teknik di SMKN 2 Garut, 2. Mengetahui motivasi belajar siswa pada mata pelajaran mekanika teknik di SMKN 2 Garut, 3. Mengetahui hubungan persepsi siswa tentang apresiasi guru dalam soal latihan mekanika teknik dengan motivasi belajar siswa Bidang Keahlian Teknik Bangunan SMKN 2 Garut.
5 5 F. Manfaat Penelitian Berdasarkan masalah yang dirumuskan di atas, maka diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Bagi Guru, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan kepada guru untuk lebih mengapresiasi yang dikerjakan oleh siswa, 2. Bagi siswa, hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi siswa akan lebih giat belajar mekanika teknik, 3. Bagi peneliti, untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai hubungan persepsi siswa tentang apresiasi guru dalam soal latihan siswa dengan motivasi belajar siswa, 4. Bagi peneliti lain, sebagai referensi untuk mengembangkan penelitian di masa yang akan datang. G. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan pembaca dalam membaca dan mempelajari skripsi ini, peneliti menyusun skripsi ini dengan terlebih dahulu memberikan gambaran penulisannya melalui sistematika ini. Skripsi ini dibagi menjadi lima bab. Dimana setiap bab akan diuraikan secara singkat seperti berikut ini: BAB I Pendahuluan meliputi: Latar Belakang, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian dan Sistematika Penulisan. BAB II Kajian Pustaka meliputi: Persepsi Siswa, Apresiasi Guru, Motivasi Belajar, Penelitian yang Relevan, Asumsi dan Hipotesis Penelitian. BAB III Metode Penelitian meliputi: Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian, Metode dan Desain Penelitian, Variabel dan Paradigma Penelitian, Definisi Operasional, Teknik Pengumpulan Data, Instrumen dan Kisi- Kisi Penelitian dan Teknik Analisis Data. BAB IV Hasil Penelitian meliputi: Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian. BAB V Simpulan, dan Saran. Daftar Pustaka. Lampiran.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dian Widiyanti, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu faktor eksternal yang dapat menunjang proses belajar berjalan dengan lancar adalah lingkungan sosial. Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada
2015 HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DENGAN PENGUASAAN MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku. Dalam proses ini perubahan tidak terjadi sekaligus tetapi secara bertahap tergantung pada faktor-faktor pendukung
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Tasikmalaya merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang bermutu dan ikut berperan serta menghasilkan lulusan terbaik
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan memiliki peran strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia dalam menghadapi perkembangan dan modernisasi kehidupan. Pada dasarnya pendidikan merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia, Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Inggris,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Universitas Negeri Medan merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang mempunyai tujuh fakultas, salah satunya adalah Fakultas Bahasa dan Seni
BAB I PENDAHULUAN. mendidik siswanya dengan keahlian dan keterampilan, juga mendidik siswa agar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang mendidik siswanya dengan keahlian dan keterampilan, juga mendidik siswa agar mampu memilih karir, berkompetisi,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan bangsa Indonesia yang termuat dalam undang-undang dasar 1945 salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan merupakan sarana paling tepat untuk
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu aspek penentu bagi kemajuan bangsa. Dengan pendidikan manusia dituntut untuk memproleh kepandaian dan ilmu, sehingga akan mampu
PENGARUH REWARD TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PADA SISWA KELAS XI
PENGARUH REWARD TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI DAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 2 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2007 / 2008 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Matematika merupakan alat utama untuk memberikan cara berpikir.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Matematika merupakan alat utama untuk memberikan cara berpikir. Matematika merupakan alat untuk menyusun pemikiran yang luas, tepat, teliti dan taat azas. Matematika
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan investasi penanaman modal manusia, dimana pendidikan berfungsi sebagai pembentuk pribadi manusia yang juga menjadi dasar bagi terciptanya
LARAS SURYA SADEWI,2014
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu sarana yang paling penting dalam kegiatan belajar mengajar siswa adalah ruangan kelas. Ruangan kelas mempunyai peran penting terhadap proses pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas sumber daya manusia maka perlu dikembangkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan perkembangan era globalisasi sekarang ini diperlukan upaya yang signifikan khususnya bagi generasi penerus sebab akan membawa dampak kemajuan diberbagai
BAB I PENDAHULUAN. tercapaikah tujuan pembelajaran matematika. Hasil belajar diperoleh dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hasil belajar matematika suatu cara untuk mengukur sudah tercapaikah tujuan pembelajaran matematika. Hasil belajar diperoleh dari proses belajar mengajar yang pada dasarnya
, 2016 PENGARUH PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XI JURUSAN TPHP DI SMKN 4 GARUT
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi ini bangsa Indonesia diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dikarenakan persaingan di dunia kerja semakin ketat. Sumber
BAB I PENDAHULUAN. kepada siswa untuk memahami nilai-nilai, norma, dan pedoman bertingkah laku karena
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah konsep yang memberikan apresiasi dan pemahaman yang luas kepada siswa untuk memahami nilai-nilai, norma, dan pedoman bertingkah laku karena pendidikan
BAB 1 PENDAHULUAN. dinamis dalam diri (inner drive) yang mendorong seseorang. arti tidak memerlukan rangsangan (stimulus) dari luar dirinya,
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Motivasi berasal dari kata motif. Motif artinya keadaan dinamis dalam diri (inner drive) yang mendorong seseorang berbuat sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada Bab IV, maka dapat disimpulkan: 1. Terdapat hubungan yang signifikan dan berarti antara supervisi
BAB I PENDAHULUAN. Asep Tarbini, 2015 IMPLEMENTASI MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN ALAT UKUR OSCILLOSCOPE
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia pendidikan tidak lepas dari proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian 1. Profil Sekolah Nama Madrasah : MA MIFTAHUSSALAM No. Statistik Madrasah : 312332108188 Akreditasi Madrasah : C Alamat Lengkap
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu unsur yang memiliki peranan penting
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan salah satu unsur yang memiliki peranan penting dalam membentuk, mengembangkan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kualitas
2015 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN JOBSHEET DALAM PEMBELAJARAN AUTOCAD DI JURUSAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMKN RAJAPOLAH
A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sedikit banyaknya sudah mempengaruhi proses pembelajaran yang terjadi di sekolah menengah kejuruan (SMK). Peranan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan. Kualitas sumber daya manusia merupakan aspek yang dominan terhadap kemajuan suatu bangsa. Manusia dituntut
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN SMKN 9 Garut merupakan sekolah yang berlokasi di Jln. Raya Garut- Bayongbong Km. 07 Desa Panembong Kec.Bayongbong Garut mempunyai visi dan misi untuk memajukan
II. KERANGKA TEORETIS. kebiasaan yang rutin dilakukan. Oleh karena itu diperlukan adanya sesuatu
6 II. KERANGKA TEORETIS A. Tinjauan Pustaka 1. Motivasi belajar Melakukan perbuatan belajar secara relatif tidak semudah melakukan kebiasaan yang rutin dilakukan. Oleh karena itu diperlukan adanya sesuatu
BAB I PENDAHULUAN. memiliki peran penting dalam menghasilkan generasi muda yang berkualitas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada masa sekarang ini merupakan kebutuhan yang memiliki peran penting dalam menghasilkan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing. Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah RUSLAN
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi dalam pendidikan membuat setiap sekolah hendaknya selalu melakukan berbagai inovasi pembelajaran untuk
BAB I PENDAHULUAN. atau penghargaan ). Belajar yang dapat mencapai tahapan ini disebut dengan belajar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti kecakapan, kebiasaan, sikap, pengetahuan atau apresiasi ( penerimaan
BLUE PRINT SKALA MOTIVASI BELAJAR
BLUE PRINT SKALA MOTIVASI BELAJAR No KOMPONEN INDIKATOR Favorabel Unfavorable Jumlah. Tekun menghadapi tugas Dapat bekerja terus menerus dalam waktu lama, tidak 3, 2 8, 4 4 1. berhenti sebelum selesai.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Flow Akademik 1. Definisi Flow Akademik Menurut Bakker (2005), flow adalah suatu keadaan sadar dimana individu menjadi benar-benar tenggelam dalam suatu kegiatan, dan menikmatinya
BAB I PENDAHULUAN. berpikir yang melibatkan berpikir konkret (faktual) hingga berpikir abstrak tingkat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan bagi kehidupan manusia diera global seperti saat ini menjadi kebutuhan yang amat menentukan bagi masa depan seseorang dalam kehidupannya, yang menuntut
BAB II KAJIAN PUATAKA. tujuan (Mc. Donald dalam Sardiman A.M, 2001:73-74). Menurut Mc. Donald. motivasi mengandung 3 elemen penting, yaitu:
7 BAB II KAJIAN PUATAKA A. Motivasi 1. Pengertian Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan (Mc.
2015 PENERAPAN PENILAIAN OTENTIK D ALAM RANGKA MENINGKATKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI SISWA PAD A MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MEKANIK D I SMK
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan kejuruan adalah pendidikan khusus yang dirancang untuk mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja yang sesuai dengan bidang keahliannya dan mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tujuan pendidikan nasional adalah menjamin mutu pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan pendidikan nasional adalah menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
BAB I PENDAHULUAN. Muhamad Kamaludin, Hubungan Persepsi Siswa Terhdap Kompetensi Pendagogik Guru Mata Pelajaran Alat Ukur Dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan faktor terpenting dalam kehidupan manusia dan tidak dapat terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Selain itu, pendidikan dapat menunjang
BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran dan pelatihan dengan tujuan untuk mendapatkan bekal dasar
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sekolah Menengah Kejuruan merupakan sebagian dari salah satu lembaga pendidikan yang berperan penting dalam mencetak tenaga kerja yang terampil. Sekolah Menengah
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang menekankan pada data data numerial (angka), mulai dari
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian dalam skripsi ini menggunakan penelitian kuantitatif explanatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kuantitatif adalah penelitian
BAB I PENDAHULUAN. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Pasal 3 menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan
BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk hidup yang senantiasa berkembang dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk hidup yang senantiasa berkembang dan mengalami perubahan-perubahan bertahap dalam hidupnya. Sepanjang rentang kehidupannya tersebut,
BAB I PENDAHULUAN. Pengangguran masih menjadi masalah serius di Indonesia karena sampai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Penelitian Pengangguran masih menjadi masalah serius di Indonesia karena sampai dengan saat ini jumlah angkatan kerja berbanding terbalik dengan kesempatan kerja yang
LESTARI OCTAVIANI NIM
Persepsi dan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial pada Mata Pelajaran Lintas Minat Biologi di SMA Negeri 2 Tanjungpinang Tahun Ajaran 2016/2017 ARTIKEL E-JOURNAL LESTARI OCTAVIANI
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Motivasi belajar sangat berperan dalam mencapai tujuan belajar. Tanpa adanya motivasi siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh maka ia tidak akan dapat mencapai tujuan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. SMK Pelita Salatiga merupakan Sekolah Menengah. Kejuruan bisnis dan manajemen yang ada di Kota Salatiga.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang SMK Pelita Salatiga merupakan Sekolah Menengah Kejuruan bisnis dan manajemen yang ada di Kota Salatiga.SMK Pelita Salatiga memiliki 32 orang guru dan 269 orang siswa.terdapat
1.1 Latar Belakang Masalah
1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pendidikan sangat penting dan berpengaruh bagi kehidupan manusia karena dengan pendidikan manusia dapat berdaya guna dan mandiri. Namun masalah pendidikan menjadi
KUESIONER HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI KARYAWAN BEKERJA DI RSIA BUNDA SEJAHTERA
KUESIONER HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI KARYAWAN BEKERJA DI RSIA BUNDA SEJAHTERA I. Petunjuk Pengisian Kuesioner Kuesioner dibawah ini memuat sejumlah pernyataan. Silakan tunjukkan
FAKROR YANG MENYEBABKAN TURUNNYA PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO ARTIKEL. Oleh DESI RAHMAWATY LOKO NIM.
FAKROR YANG MENYEBABKAN TURUNNYA PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 TAPA KABUPATEN BONE BOLANGO ARTIKEL Oleh DESI RAHMAWATY LOKO NIM. 911 411 125 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan pilar kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang salah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan pilar kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang salah satunya adalah pemerataan dan perluasan akses pendidikan kejuruan, sejak tahun 2003 Direktorat
2016 HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PRESTASI BELAJAR
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional, bab II pasal 3, menyatakan pendidikan memiliki fungsi dan tujuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. Pendidikan mempunyai peran penting dalam membentuk manusia yang berakal, berilmu, dan bermoral.
Ima Maysha, 2014 KONTRIBUSI KEGIATAN PEMBUATAN SOLAR CHARGER PONSEL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rahmat yang telah diberikan-nya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan judul Kontribusi Kegiatan Pembuatan Solar Charger Ponsel
BAB I PENDAHULUAN. pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup serta pendidikan dapat diartikan sebagai pengajaran
