BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
|
|
|
- Utami Indradjaja
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Berikut ini diagram alir yang menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui ketahanan korosi Epoxy Coated Steel dan Bare Steel dalam tanah. Baja ASTM A53 Dibentuk KUPON dengan Ukuran ± 3cm X 5 cm X 5,16mm Penimbangan Kupon Kupon Tanpa Pelapisan (Bare steel) Kupon Dengan Pelapisan (Coated Epoxy Steel) Foto Mikro Penimbangan Berat setelah dilapisi Uji Kekerasan Pengujian Korosi dengan evaluasi 3 MingguSelama 3 Bulan pada Lokasi Tanah yang Berbeda (Depok dan Bekasi) Pengukuran Ketebalan Coated Epoxy steel Uji komposisi Kimia Pembersihan sampel(washing dan Brushing dengan sikat Polimer) Pengukuran ph,resistivity dan moisture content Bare Steel Disikat dengan sikat logam untuk mendapatkan Produk Korosi Penimbangan Berat sampel Uji komposisi tanah dengan XRD Produk Korosi diuji Dengan XRD Evaluasi Korosi (Kehilangan Berat dan Derajat Kerusakan ) Analisa Data dan Pembuatan Skripsi Efektifitas penggunaan pelapis..., 56 Siti Chodijah..., FT UI, 2008
2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan Adapun alat-alat yang digunakan dalam pengujian ini bermacam macam dengan setiap pengujian. a. Preparasi sampel - Gerinda Listrik (Portable Grinding) - Kertas Amplas 120 Dan 240 Mess - Alat Potong - Alat Bubut b. Proses Pelapisan Dengan Coating Epoxy - Kuas Polimer - Tempat Adonan - Alat Pengaduk c. Pengukuran Coating Thickness - Thickness Meter Minitest 600B Elektrophysik Microprocessor Coating Thickness Gauge. d. Pengujian Korosi Dengan Metode Weight Loss - Timbangan Digital - Portable Grinder e. Pengujian Resistivitas Tanah - Mesin Resistivitas AEMC 4 Pin Tembaga - Meteran - Kabel Penghubung - Soil Box f. Pengujian ph tanah - soil tester TEW, mesin resistivitas AASHTO T 288 g. Pengujian Metalografi - Olympus 6X-FSL /6X-51 - Mesin Amplas - Mesin Poles - Alat Pengering
3 58 h. Pengukuran Kekerasan - Vickers Hardness Tester (matsuzawa-japan DVK 15,PV 6212) Bahan yang digunakan - Interzone 954 part A oleh PT. International Paint Indonesia - Interzone 954 part B oleh PT. International Paint Indonesia 3.3 Prosedur Penelitian Suatu penelitian korosi memiliki tahap-tahap pengujian yang didasarkan pada standar internasional berupa ASTM dan NACE. Pada penelitian ini digunakan pipa baja ASTM A53 dengan diameter luar 2,875 inchi. Pipa baja tersebut dipotong dengan ukuran ± 3 Cm x 5 Cm x 5,16 mm yang disebut dengan Kupon. Pengujian dilakukan dengan media tanah, dimana kupon tersebut ditanam pada kedalalaman 50 Cm di dua daerah yaitu daerah Bekasi-Jakarta Timur (PT.X) dan daerah depok (Kampus Departemen Metalurgi dan Material Depok-Jawa Barat). Penelitian ini memiliki diagram Alir seperi pada bab Preparasi Sampel Pengujian Korosi (kupon) Adapun prosedur Preparasi sampel berdasarkan ASTM G4 dan NACE RP0075 sebagai berikut: a. Baja astm a53 dengan diameter inch dipotong dengan ukuran kurang lebih 3x 5 cm(kupon) dengan tebal 5,16 mm b. Kupon kemudian dibubut pinggirnya untuk menghilangkan tegangan. c. Kupon dibersihkan dari kontaminasi seperti minyak,karat dan lain-lain dengan alat gerinda dengan amplas 120 dan 240 Gambar 3.1 Kupon Baja ASTM A53
4 Proses Pelapisan Dengan Pelapisan Epoksi Adapun prosedur pengujian sebagai berikut : a. Kupon dibersihkan dari semua kontaminan dan diusahkan pada pengecetan temperatur permukaan tidak terlalu tinggi b. Kupon digerinda dengan batu Gerinda agat Cat dapat melekat pada baja dengan baik c. Buat adonan 4:1 epoxy dan hardener tanpa pengenceran agar sampel cepat mengering. d. Lapisi baja satu persatu dengan kuas biasa. Setiap lapisan memiliki ketebalan kurang lebih 100 mikron e. Keringkan dengan temperatur ruang. Tunggu hingga kering Pengukuran Ketebalan Pelapisan (Coating Thickness) Tampak Atas pipa Probe Gambar 3.2 Skema Pengukuran Ketebalan Pelapisan (Coating Thickness) Adapun prosedur sebagai berikut : a. Alat Thickness meter dikalibrasi dahulu sesuai sampel standard b. Probe diletakkan pada permukaan pipa yang akan diuji c. Nilai ketebalan yang terukur pada Thickness meter dicatat d. Pengukuran diukur tiga kali dan diambil rata-ratanya.
5 Pengujian Laju Korosi Dengan Metode Kehilangan Berat(Weight Loss) Metode weight loss adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui suatu material mengalami penurunan berat akibat terdegradasi akibat korosi dengan lingkungan. Adapun standar pengujian ini mengacu pada NACE RP0075. Adapun prosedur pengujian sebagai berikut : a. Kupon dengan ukuran 3x 5Cm dibersihakan dari debu,kontaminan,produk korosi dengan menggunakan gerinda grit 120 hingga 240. Timbang berat awal kupon. b. Kupon berupa bare steel dan coated epoxy steel ditanam pada kedalamam 50 cm dengan 4 kali evaluasi, Evaluasi dilakukan setiap 21 hari. c. Setiap evaluasi, sampel dibersihkan dengan aquades agar tidak bereaksi kemuadian sampel dikeringkan. d. Sampel yang telah dibersihkan langsung ditimbang. Kemudian catat beratnya. e. Hitung selisih berat awal dan akhir f. Konversikan menjadi rumus laju korosi Keterangan : i. CR = Laju Korosi (MPY) j. Weight Loss = Berat yang hilang (gram) k. K = Konstanta-Faktor l. Alloy Density = Massa Jenis Paduan (g/cm 3 ) Baja Karbon = 7,86 g/cm 3 Epoxy Part A dan B dengan perbandingan 4:1 Part A: 1,794 g/cm3 dan Part B = 1,031 g/cm3 didapat densitas Total bahan pelapis = 1,6414 g/cm3 m. Exposed Area = Luas Kupon korosi(a) n. Exposure time = Waktu pengujian/pembentangan kupon (jam)
6 Pengujian Resistivity dan ph Tanah Pengujian Resistivity tanah berdasarkan ASTM G57 sedangakan ph tanah berdasarkan ASTM G Resistivitas Tanah Terdapat dua cara pengujian yaitu di lapangan dengan menggunakan wenner four pin dan dilaboratorium dengan soil box 1. Pengujian Lapangan Pengujian resisitivitas di lapangan menggunakan Wenner four pin methode dengan menggunakan mesin resistivitas AEMC Standard yang digunakan untuk wenner four pin methode adalah ASTM G-57. Persiapan Sampel : a. Pilih dan tuliskan koordinat tanah yang akan diukur berdasarkan garis lintang dan bujur atau UTM b. Ukur titik jarak antar pin (a) sepanjang 1m menggunakan meteran c. Tancapkan pin dengan jarak antar pin 1m (a = 1). Setelah dilakukan pengukuran 1meter maka dilanjutkan dengan pengukuran 2m, 3m dan 4m Pengujian Sampel : a. Sambungkan kabel C, C, P, dan P di alat pengukur resistivitas dengan tiang pin Gambar 3.3 Mesin Pengukur Resistivitas AEMC Tanah
7 62 Keterangan: 1. Layar pengukur 2. Tombol pengukur 3. Pin Cu (c1 dan c2) 4. Pin Terdalam (p1 dan p2) 5. Pin terluar 6. Meteran b. Tekan tombol pengukuran untuk mendapatkan nilai pengukuran c. Nilai pengukuran di layer pengukur adalah nilai resistivitas tanah. Tampak Atas Gambar 3.4 Skema Pengukuran Soil / Mud Resistivity[6] Prosedur Pengukuran: a. Kondisi baterai Resistivity meter diperiksa b. Empat elektroda tembaga masing-masing ditancapkan di tanah dengan jarak 100 cm c. Masing-masing elektroda tembaga dihubungkan dengan terminal Resistivity meter yaitu : C1,P1 dan C2,P2 d. Jarum Galvanometer diatur dengan potensio meter hingga ke posisi nol e. Nilai tahanan yang terukur pada Resistivity meter (R) (Ω) dicatat f. Perhitungan Nilai Resistivity: ρ = 2πaR (Ωcm) a = jarak antar elektroda (cm)
8 63 2. Pengujian laboratorium Pengujian resisitivitas di laboratorium menggunakan soil box methode dengan menggunakan mesin resistivitas AASHTO T 288. Standard yang digunakan untuk alat soil box adalah ASTM G-57. Cara kerja pengujian resistivitas laboratorium adalah : Persiapan Sampel : o. Masukkan sampel tanah kedalam soil box dan ratakan sampel. Hal ini bisa dilhat pada gamber dibawah ini Gambar 3.5 Persiapan Sample Dengan Metode Soil Box Prosedur pengujian : a. Sambungkan kabel C, C, P, dan P di alat pengukur resistivitas dengan soil box seperti pada gambar dibawah. Gambar 3.6Pengujian Resistivitas Tanah dengan metode soil box Keterangan: 1. Layar Pengukuran 2. Tombol pengecekan Baterei 3. Tombol sensitivitas 4. Tombol Skala Ukur 5. Tombol Nilai Pengukuran b. Lakukan pengecekan baterai. Baterai harus dalam keadaan terisi penuh c. Tentukan sensitivitas. Untuk pengujian laboratorium gunakanlah low sensitivitas.
9 64 d. Putar tombol skala pengukuran dengan skala pengukuran yang diinginkan e. Putar tombol nilai pengukuran hingga garis nilai dilayar pengukuran sejajar dengan garis merah. f. Lihat nilai pengujian dan kalikan dengan nilai skala yang digunakan. Dengan jenis alat yang berbeda memiliki karakteristik yang berbeda pula Pengukuran ph 1. Pengukuran Lapangan Pengujian resisitivitas di lapangan menggunakan soil tester TEW. Persiapan Sampel : a. Pilih daerah pengukuran yang tidak terendam oleh air b. Jika tanah terlalu kering dan berpasir maka percikan air dengan air sungai sekitar. Jangan menggunakan air miuman minuman atau yang lainnya. Pengujian Sampel : a. Tancapkan alat penguji ph soil tester secara vertical hingga elektroda tembaga tertutupi oleh sampel tanah. Gambar 3.7 Alat Pengukur Ph Tanah Soil Tester TEW Keterangan: 1. Batas Elektroda 2. Tombol Pengukuran 3. Layar Pengukuran b. Padatkan daerah tanah yang ditancapkan soil tester dengan tujuan agar kontak antara elektroda tembaga dan tanah terjaga. c. Tekan tombol berwarna putih
10 65 d. Diamkan selama 3 menit dengan tujuan menstabilkan jarum skala dengan hasil pengukuran e. Lihat angka yang ditunjuk jarum pengukuran f. Nilai pengukuran yang dihasilkan adalah ph dan persentase kelembaban Pengujian Komposisi Kimia Berdasarkan ASTM A751, pengujian menggunakan Optical Emmision Spectrometer Pengujian Metalografi Berdasarkan ASTM E7. Pengujian ini menggunakan olympus 6X-FSL /6X-51 Langkah-langkah pengujian metalografi sebagai berikut: Preparasi sampel a. Sampel diamplas dengan air mengalir, amplas dilakukan dari grit kasar hingga halus dengan tahapan pengamplasan dari no. 200,600,880 dan yang palng halus b. Sampel dipoles dengan TiO 2. c. Sampel dicuci dengan sabun d. Sampel dikeringkan e. Sampel dietsa dengan nital 5% selama detik Tahapan pengambilan foto dengan software analisys a. Sampel diletakan diatas lensa b. Klik acquire c. Fokuskan gambar sampel, atur lensa dengan perbesaran mulai dari 50X,100X,500X. d. Klik icon camera untuk mengambil gambar(snapshot) e. Gambar disimpan dan gambar diprint Pengujian Kekerasan (Uji Vickers) Berdasarkan ASTM E92. Pengujian dengan menggunakan Vickers Hardness Tester (matsuzawa-japan DVK 15,PV 6212). Dengan kapasitas :
11 66 1. Load : 10 gr sampai dengan 1 Kg 2. Load : 0,3gr sampai dengan 20Kg. Dalam hal ini beban yang digunakan 10 Kg. Dengan tahap-tahap pengujian sebagai berikut: a. Sampel yang dgunakan adalag sampel uji metalografi yang telah diuji b. Pilih daerah yang dijejak c. Atur pemfokusan hingga didapat gambar yang jelas d. Putar kepenjejakan dengan diamond identor diatas permukaan yang ingin dijejakan e. Tekan start untuk melakukan penjejakan f. Lampu start mati kemudian lensa fokus diarahkan keatas penjejakan g. Geser sumbu untuk menentukan D1 hingga membentuk huruf K, dimana h. Tekan read i. Geser sumbu untuk menentukkan D2 j. Tekan read k. Catat hasil D1,D2 dan kekerasannya(hv) Pengamatan Derajat Kerusakan Dan Kekorosian Berdasarkan ASTM D dan ASTM D Pengamatan Derajat Kerusakan Cat Adapun prosedur pengamatan derajat kerusakan menurut ASTM D610 sebagai berikut: a. Pilih area yang akan dievaluasi b. Tentukan tipe kekorosian berdasarkan table dan gambar berikut ini.
12 67 Tabel 3.1 Scale Dan Deskripsi Pada Tingkatan Karat. c. Estimasi presentasi area permukaan yang berkarat menggunakan gambar visual pada gambar 1,gambar 2, gambar 3 atau SSPC-VIS 2 atau keduaduanya dengan teknik scanning elektron atau metode lainnya. d. Menggunakan presentase area permukaan yang terkarat untuk mengidentifikasi tingkat karat (lihat pada tabel 1). Tandai tingkatan karat grade pada 0-10 yang diikuti oleh tipe pada distribusi karat diidentifikasi oleh S untuk spot, G untuk general, P untuk pinpoint atau H untuk Hybrid. e. Contoh visual tidak disarankan untuk menggunakan skala tingkatan karat sejak scale didasarkan didasarkan ketika presentase area terkarat dan beberapa metode penaksiran area karat yang digunakan untuk menentukkan tingkat karat.
13 68
14 69
15 70 Gambar 3.8 Metode Penaksiran Area Karat Yang Digunakan Untuk Menentukkan Tingkat Karat Pengamatan Derajat Blistering Metode uij ini menggunakan standard referensi photographic untuk mengevaluasi tingkat blistering yang timbul ketika sistem pengecatan dikenakan pada kondisi dimana akan terjadi blistering. Digunakan untuk permukaan metal dan nonporos, metode pengujian ini bisa digunakan evaluasi blisters pada pemukaan poros, seperti kayu,dengan syarat tertentu.ketia
16 71 standar refernsi digunakan sebagai sebuah spesifikasi dari penampilan dan perijinan tingkat blistering yang disetuju oleh purchaser dan penjual. Adapun prosedur pengamatan tingkat Blistering sesuai ASTM D a. Sesuai persetujuan dari purchaser dan penjual b. Evaluasi film cat untuk tingkat blisterig dengan membandingkan dengan standard referensi photographic pada gambar berikut.
17 72 Gambar 3.9 Standard Referensi Photographic
18 Pengamatan Produk Korosi Dan Tanah Dengan XRD Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa yang terdapat pada produk korosi yaitu pada Bare steel dan tanah tempat pengujian korosi dilakukan. Dengan tahap-tahap sebagai berikut: a. Sampel dibersihkan dari tanah dengan aquades untuk mengangkat tanah basah yang menempel disampel. b. Sampel digerus dengan sikat besi untuk mengangkat produk korosi. c. Sampel yang sudah digerus,kemudian dihaluskan kemudian dimasukkan ke holder sampel untuk memadatkannya dan meratakanya. d. Sampel dimasukkin kedalam chamber e. Generator didinginkan hingga suhu 19 0 C (X-ray ON) f. Buka chamber, dimonitor radiasi meningkat g. Pengukuran dimulai dengan muncul peak dimonitor dan tunggu 1 jam Pengamatan Sampel Dengan Energy-Dispersy X-ray Analysis Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui adanya karat antara base metal dan Coating, adanya air yang masuk kedalam coating. Sampel dipotong kasar agar terlihat penampang base dan coating tanpa pengetsaan, penembakan area antara base metal dan Coating Upper dan Lower untuk mengetahui unsur yang ada.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN PELAPIS EPOKSI TERHADAP KETAHANAN KOROSI PIPA BAJA ASTM A53 DIDALAM TANAH SKRIPSI
UNIVERSITAS INDONESIA EFEKTIFITAS PENGGUNAAN PELAPIS EPOKSI TERHADAP KETAHANAN KOROSI PIPA BAJA ASTM A53 DIDALAM TANAH SKRIPSI SITI CHODIJAH 0405047052 FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK METALURGI DAN
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 DIAGRAM ALIR PENELITIAN Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian 36 37 3.2 PROSEDUR PENELITIAN Pada pengujian ini digunakan pipa baja ASTM A53 yang akan dibuat dua jenis sampel
STUDI EFEKTIFITAS LAPIS GALVANIS TERHADAP KETAHANAN KOROSI PIPA BAJA ASTM A53 DI DALAM TANAH (UNDERGROUND PIPE) SKRIPSI
UNIVERSITAS INDONESIA STUDI EFEKTIFITAS LAPIS GALVANIS TERHADAP KETAHANAN KOROSI PIPA BAJA ASTM A53 DI DALAM TANAH (UNDERGROUND PIPE) SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
komposisi tidak homogen akan memiliki perbedaan kelarutan dalam pembersihan, sehingga beberapa daerah ada yang lebih terlarut dibandingkan dengan daerah yang lainnya. Ketika oksida dihilangkan dari permukaan,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Agar pelaksanaan penelitian lebih mudah dan sistematis, maka dibuat diagram alir penelitian serta prosedur penelitian. Dengan begitu, percobaan akan lebih terarah. 3.1. DIAGRAM
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 DIAGRAM ALIR PENELITIAN Studi Literatur Pembuatan Master Alloy Peleburan ingot AlSi 12% + Mn Pemotongan Sampel H13 Pengampelasan sampel Grit 100 s/d 1500 Sampel H13 siap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. DIAGRAM ALIR PENELITIAN Untuk mengetahui perilaku korosi pada baja dari sponge bijih besi laterite dan membandingkannya secara kuantitatif dengan perilaku korosi dari baja
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Persiapan sampel Sampel yang digunakan adalah pelat baja karbon rendah AISI 1010 yang dipotong berbentuk balok dengan ukuran 55mm x 35mm x 8mm untuk dijadikan sampel dan
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN
36 1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Langkah-langkah penelitian yang dilakukan terhadap sampel line pipa (elbow) yang mengalami kerusakan adalah sebagai berikut. Gambar 3.1 Diagram
BAB III METODE PENELITIAN. Proses pengujian dapat dilihat pada diagram alir berikut ini:
20 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Proses pengujian dapat dilihat pada diagram alir berikut ini: Muai Sampel material Data Lapangan Sampel air injeksi Pengamatan visual Data Penelitian
BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA PENELITIAN
36 BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA PENELITIAN 3.1 Peralatan yang Digunakan Peralatan yang digunakan dalam penelitian dan pengujian ini antara lain: 1. Tabung Nitridasi Tabung nitridasi merupakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Secara garis besar, tahapan pelaksanaan penelitian yaitu : Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian 22 Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode bent beam dengan menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN dan dilaksanakan di Laboratorium Fisika Material Departemen Fisika
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Kegiatan penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Juli 2011 dan dilaksanakan di Laboratorium Fisika Material Departemen Fisika
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Dalam bab ini, akan diuraikan mengenai langkah-langkah dalam melakukan penelitian, diagram alir penelitian, proses pengujian tarik geser, proses pengujian kekerasan dan proses
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. Tabel 4.1 Tingkat Keasaman Tanah Dilokasi Depok Dan Bekasi
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1 Hasil Pengujian ph Tanah Setiap Daerah Pengujian dilakukan secara uji in-situ, dimana soil tester TEW ditancapkan pada kedalaman dimana sampel ditanam yaitu 0,5
Presentation Title PENGARUH KOMPOSISI PHENOLIC EPOXY TERHADAP KARAKTERISTIK COATING PADA APLIKASI PIPA OVERHEAD DEBUTANIZER TUGAS AKHIR MM091381
TUGAS AKHIR MM091381 PENGARUH KOMPOSISI PHENOLIC EPOXY TERHADAP KARAKTERISTIK COATING PADA APLIKASI PIPA OVERHEAD DEBUTANIZER Oleh : Diego Pramanta Harvianto 2708100020 Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. DIAGRAM ALIR PENELITIAN Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian 38 3.2. ALAT DAN BAHAN 3.2.1 Alat Gambar 3.2 Skema Peralatan Penelitian Die Soldering 3.2.2 Bahan Bahan utama
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Untuk dapat mengetahui hasil dari penelitian ini maka pada bab ini akan di bahas mengenai metode penelitian yakni mengenai proses pelaksanaan dan prosedur
Korosi telah lama dikenal sebagai salah satu proses degradasi yang sering terjadi pada logam, khusunya di dunia body automobiles.
JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA Korosi telah lama dikenal sebagai salah satu proses degradasi yang sering terjadi pada logam,
BAB III METODE DAN HASIL SURVEY
BAB III METODE DAN HASIL SURVEY 3.1 SURVEY 3.1.1 Pengukuran Ketebalan Pipa Dan Coating. Pengukuran ketebalan pipa dan coating dilakukan untuk mengetahui ketebalan aktual pipa dan coating. Sebelum dilakukan
Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian Pelat kuningan 70/30 (2 x 2) cm Tebal 3,1 mm Al : 0,00685% 0,03% Pelat kuningan 70/30 (2 x 2) cm Tebal 3,1 mm Al : 0,16112% > 0,03% Uji komp. kimia,
BAB 3 Metode Penelitian
BAB 3 Metode Penelitian 3.1 Diagram Alir Penelitian Penelitian dilakukan dengan mengikuti diagram alir berikut. Studi literatur Sampel uji: Sampel A: AC4B + 0 wt. % Sr + 0 wt. % Ti Sampel B: AC4B + 0.02
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 PENGUJIAN KOMPOSISI Dari pengujian dengan alat spectrometer yang telah dilakukan pada sampel uji, komposisi yang terdapat di dalam sampel uji dapat dilihat pada Lampiran 1,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian Untuk dapat mengetahui hasil dari penelitian ini maka pada bab ini akan di bahas mengenai metode penelitian yakni mengenai proses pelaksanaan dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Menyediakan Sampel Memotong blok / ingot Al Menyediakan Crusibel Menimbang blok Al, serbuk Mg, dan serbuk grafit Membuat Barrier dari campuran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alur Penelitian Mulai Studi Literatur Spesifikasi bearing Metode pengujian Persiapan Pengujian: Pengambilan bahan pengujian bearing baru, bearing bekas pakai dan bearing
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Proses karakterisasi material Bantalan Luncur dengan menggunakan metode pengujian merusak. Proses penelitian ini dapat dilihat dari diagram alir berikut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. DIAGRAM ALIR PENELITIAN Penelitian yang dilakukan sesuai dengan diagram alir yang ditunjukkan pada gambar 3.1 Gambar 3.1. Diagram alir penelitian 3.2. ALAT DAN BAHAN
Gambar 3.1 Diagram alur Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Diagram Alur Penelitian Penelitian dalam tugas akhir ini dilakukan dalam beberapa tahapan meliputi: menentukan tujuan penelitian, mengumpulkan landasan teori untuk penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1.1. Tempat penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Material Jurusan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta 3.1.2. Alat dan bahan 3.2.1 Alat Alat yang dipergunakan
III.METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan terhitung pada bulan Februari Mei
17 III.METODELOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan terhitung pada bulan Februari Mei 2012. Adapun tempat pelaksanaan penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 PENDAHULUAN Penelitian penganalisaan korosi stainless stee 316L dilakukan di laboratorium material termaju, Teknik Mesin Universitas Mercu Buana Meruya dan di laboratorium
JOB SHEET DAN LAPORAN PRAKTIKUM MATA KULIAH PRAKTIKUM METALURGI LAS
JOB SHEET DAN LAPORAN PRAKTIKUM MATA KULIAH PRAKTIKUM METALURGI LAS PENYUSUN : HERI WIBOWO, MT. PENYUSUN LAPORAN : NAMA... NIM... KELOMPOK/ KELAS... JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN NACL (PPM) DAN PENINGKATAN PH LARUTAN TERHADAP LAJU KOROSI BAJA KARBON DARI BIJIH BESI HEMATITE DAN BIJIH BESI LATERITE
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN NACL (PPM) DAN PENINGKATAN PH LARUTAN TERHADAP LAJU KOROSI BAJA KARBON DARI BIJIH BESI HEMATITE DAN BIJIH BESI LATERITE SKRIPSI Oleh EKA FEBRIYANTI 04 04 04 023 2 DEPARTEMEN TEKNIK
Karakterisasi Material Bucket Teeth Excavator 2016
BAB III PENGUMPULAN DATA 3.1 Diagram Alir Penelitian Perancangan Tugas Akhir ini direncanakan di bagi dalam beberapa tahapan proses, dituliskan seperti diagram alir berikut ini : Mulai Studi literatur
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012 hingga bulan April 2013 di
19 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012 hingga bulan April 2013 di Laboratorium Fisika Material FMIPA Unila, Laboratorium Eksperimen Fisika
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini penulis meneliti tentang pengaruh penahanan waktu pemanasan (holding time) terhadap kekerasan baja karbon rendah pada proses karburasi dengan menggunakan media
BAB 4 HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
62 BAB 4 HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengujian Visual Permukaan Sampel Pada seluruh tahapan pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini, sampel yang digunakan berjumlah 18 (delapan belas), dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 DIAGRAM ALIR PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Ingot AC8H Proses peleburan Proses GBF (Gas Bubbling Floatation) Spektrometer NG Proses pengecoran OK Solution Treatment Piston As Cast Quenching
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan diagram alir berikut ini : Pelat Baja Tipe SPHC JIS G Pembuatan Spesimen Uji
BAB III PROSEDUR PENELITIAN Penelitian ini dilakukan sesuai dengan diagram alir berikut ini : Mulai Pelat Baja Tipe SPHC JIS G 3131 Pembuatan Spesimen Uji Proses Pretreatment Proses Hot Dip Galvanis :
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1 DIAGRAM ALIR PENELITIAN Pengumpulan Data dan Informasi Pengamatan Fraktografi Persiapan Sampel Uji Kekerasan Pengamatan Struktur Mikro Uji Komposisi Kimia Proses Perlakuan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
39 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Pengujiaan 4.1.1. Pengujian Ketebalan Lapisan Dengan Coating Gauge Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui tebal lapisan yang terdapat pada spesimen dengan menggunakan
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian
22 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Proses Penelitian Mulai Preparasi dan larutan Pengujian Polarisasi Potensiodinamik untuk mendapatkan kinetika korosi ( no. 1-7) Pengujian Exposure (Immersion) untuk
Cara uji kepadatan ringan untuk tanah
Standar Nasional Indonesia Cara uji kepadatan ringan untuk tanah ICS 93.020 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii Pendahuluan... iii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif...
BAB IV METODE PENELITIAN. Start
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Secara umum rancangan penelitian dapat digambarkan sebagai berikut : Start Studi literatur Jurnal, Text book Persiapan alat dan bahan Pembentukan spesimen
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian sekaligus pengambilan data dilakukan di Laboratorium Produksi dan
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Penelitian Penelitian sekaligus pengambilan data dilakukan di Laboratorium Produksi dan laboratorium Metrologi Teknik Mesin Universitas lampung dan laboratorium SMK
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di beberapa tempat sebagai berikut:
III. METODE PENELITIAN A. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di beberapa tempat sebagai berikut: 1. Pengecoran logam dilakukan dipabrik pengecoran logam,desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Material Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung. Adapun bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah :
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Proses Produksi dan Laboratorium Material Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung. B. Bahan Adapun bahan yang
Gambar 3.1 Blok Diagram Metodologi Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian Penelitian dalam tugas akhir ini dilakukan dalam beberapa tahapan penting, meliputi: menentukan tujuan penelitian, mengumpulkan landasan teori
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2013 di
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2013 di Laboratorium Fisika Material Jurusan Fisika FMIPA Unila dan Laboratorium Teknik Sipil
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1.DIAGRAM ALIR PENLITIAN Persiapan Benda Uji Material Sand Casting Sampel As Cast Perlakuan Quench/ Temper Preheat 550 O C 10 menit Austenisasi 920 O C 40 menit Quenching
Oleh: Az Zahra Faradita Sunandi Dosen Pembimbing: Prof.Dr.Ir. Sulistijono, DEA
Seminar Proposal Tugas Akhir Oleh: Az Zahra Faradita Sunandi 2710100026 Dosen Pembimbing: Prof.Dr.Ir. Sulistijono, DEA Jurusan Teknik Material dan Metalurgi Fakultas Teknologi Industri Instiut Teknologi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Kegiatan penelitian ini akan dilakukan pada bulan Februari 2011 sampai dengan Juli 2011 dan dilaksanakan di Laboratorium Fisika Material Departemen
BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN
30 BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN 3.1 PENDAHULUAN Baterai seng udara merupakan salah satu bentuk sumber energi secara elektrokimia yang memiliki peluang sangat besar untuk aplikasi sumber energi masa depan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 DIAGRAM ALIR BAB III METODOLOGI PENELITIAN STUDI LITERATUR ALUMINIUM AC8H PROSES PELEBURAN PROSES GBF PENGUJIAN KOMPOSISI KIMIA PENAMBAHAN Sr (LADLE TREATMENT) PENAMBAHAN PHOSPOR (LADLE TREATMENT)
BAB III PERCOBAAN DAN HASIL PERCOBAAN
BAB III PERCOBAAN DAN HASIL PERCOBAAN Untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas pada kondisi struktur mikro dan sifat kekerasan pada paduan Fe-Ni-Al dengan beberapa variasi komposisi, dilakukan serangkaian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan disampaikan mengenai metode penelitian yang meliputi alat dan bahan penelitian yang digunakan beserta proses pembuatannya, parameter-parameter yang digunakan,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Peralatan yang digunakan pada penelitian ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mencakup peralatan pembuatan paduan Al-Si dengan penambahan
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN ANALISIS
28 BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN ANALISIS 4.1 Kondisi Operasi Kondisi operasi dan informasi teknis dari sampel sesuai dengan data lapangan dapat dilihat pada Tabel 3.1, sedangkan posisi sample dapat dilihat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian ini merupakan eksperimen untuk mengetahui pengaruh temperatur media pendingin pasca pengelasan terhadap laju korosi dan struktur mikro.
BAB I PENDAHULUAN. Pengelasan adalah suatu proses penggabungan antara dua. logam atau lebih yang menggunakan energi panas.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengelasan adalah suatu proses penggabungan antara dua logam atau lebih yang menggunakan energi panas. Teknologi pengelasan tidak hanya digunakan untuk memproduksi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Persiapan Sampel Pemotongan Sampel Sampel 1 (tanpa perlakuan panas) Perlakuan panas (Pre heat 600 o C tiap sampel) Sampel 2 Temperatur 900 o C
III. METODOLOGI. ini dibentuk menjadi spesimen kekerasan, spesimen uji tarik dan struktur mikro.
30 III. METODOLOGI 3.1 Material dan Dimensi Spesimen Bahan yang dipilih dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah. Baja karbon ini dibentuk menjadi spesimen kekerasan, spesimen uji tarik dan struktur
III. PROSEDUR PERCOBAAN. XRD dilakukan di Laboratorium Pusat Survey Geologi, Bandung dan
29 III. PROSEDUR PERCOBAAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2012 sampai dengan Desember 2012, di Laboratorium Fisika Material FMIPA Universitas Lampung. Karakterisasi
Gambar 3.1. Alat Uji Impak Izod Gotech.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Penyiapan Alat dan Bahan 3.1.1. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Alat uji impak Alat impak yang digunakan untuk melakukan pengujian
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Bulan September 2012 sampai dengan November
III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Bulan September 2012 sampai dengan November 2012. Preparasi sampel dilakukan di Laboratorium Fisika Material Universitas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Uraian langkah-langkah penelitian dapat dijabarkan ke dalam diagram alir penelitian pada Gambar 3.
35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian Uraian langkah-langkah penelitian dapat dijabarkan ke dalam diagram alir penelitian pada Gambar 3.1 sebagai berikut: Start Studi Pustaka Raw
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
52 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. DATA PENELITIAN 1. Material Penelitian a. Tipe Baja : A 516 Grade 70 Bentuk : Plat Tabel 7. Komposisi Kimia Baja A 516 Grade 70 Komposisi Kimia Persentase (%) C 0,1895 Si
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan suatu metode tentang segala kegiatan yang dilakukan dalam suatu penelitian. Dalam bab ini akan membahas tentang segala sesuatu yang berkaitan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat Penelitian Proses pelapisan plastik ABS dengan menggunakan metode elektroplating dilaksanakan di PT. Rekayasa Plating Cimahi, sedangkan pengukuran kekasaran, ketebalan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam teknologi pengerjaan logam, proses electroplating. dikategorikan sebagai proses pengerjaan akhir (metal finishing).
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam teknologi pengerjaan logam, proses electroplating dikategorikan sebagai proses pengerjaan akhir (metal finishing). Secara sederhana, electroplating dapat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 DIAGRAM ALIR PENELITIAN Aluminum Foil 99,9% Pemotongan Sampel Degreasing dengan NaOH Pembuatan sampel anodisasi Anodisasi 150 ml H 2 SO 4 3M + 150 ml H 2 C 2 O 4 0,5M
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Agustus sampai bulan Oktober 2012.
31 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Bulan Agustus sampai bulan Oktober 2012. Penelitian ini dilakukan dibeberapa tempat yaitu preparasi sampel dilakukan
III. METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2012 di Laboratorium Material Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lampung. Karakaterisasi
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Agustus Penelitian
34 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Agustus 2012. Penelitian dilakukan di beberapa tempat yaitu preparasi sampel dan uji fisis
METODE PENELITIAN. Waktu pelaksanaan penelitian terhidung sejak bulan Juni 2013 sampai dengan
29 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu pelaksanaan penelitian terhidung sejak bulan Juni 2013 sampai dengan Agustus 2013. Penelitian ini dilakukan di beberapa tempat yaitu di Laboratorium
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Penelitian Pada penelitian ini langkah-langkah pengujian mengacu pada diagram alir pada Gambar 3.1.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Pada penelitian ini langkah-langkah pengujian mengacu pada diagram alir pada Gambar 3.1. Mulai Mempersiapkan Alat dan Bahan Proses Peleburan Proses
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. DIAGRAM ALIR
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. DIAGRAM ALIR 24 3.2. ALAT DAN BAHAN Alat 1. Oven Nabertherm 2. Mesin Amplas 3. Mesin Poles 4. Mesin Uji Kekerasan (Hoytom) 5. Instrumen Ultrasonik Pulser-Receiver PANAMETRIC
Pengujian Impak (Hentakan) Pengujian Metalografi Pengujian Korosi Parameter pada Lambung Kapal...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING... ii LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PENGUJI... iii HALAMAN PERSEMBAHAN... iv HALAMAN MOTTO... v KATA PENGANTAR... vi ABSTRAK... viii ABSTRACT...
BAB III PENELITIAN DAN ANALISA
BAB III PENELITIAN DAN ANALISA 3.1 Dimensi Benda Uji Spesifikasi benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Benda uji dibuat dengan ukuran Diameter pipa x Panjang (12 x 1350
BAB III PERCOBAAN DAN HASIL PERCOBAAN
BAB III PERCOBAAN DAN HASIL PERCOBAAN Percobaan ini dilakukan untuk mendapatkan data energi impak dan kekerasan pada baja AISI H13 yang diberi perlakuan panas hardening dan tempering. Berdasarkan data
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Alat dan Bahan Penelitian 3.1.1. Pembuatan Mesin Shot Peening 1. Alat a. Mesin las listrik b. Kunci kombinasi c. Gergaji besi d. Mesin penekuk plat e. Gerinda potong f. Mistar
TUGAS AKHIR METALURGI PENGUJIAN KETAHANAN PROTEKSI KOROSI CAT ANTI KARAT JENIS RUST CONVERTER, WATER DISPLACING, DAN RUBBER PAINT
TUGAS AKHIR METALURGI PENGUJIAN KETAHANAN PROTEKSI KOROSI CAT ANTI KARAT JENIS RUST CONVERTER, WATER DISPLACING, DAN RUBBER PAINT Oleh Baskoro Adisatryanto NRP. 2102 100 047 Dosen Pembimbing Dr. Ir. H.C.
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2012 di Instalasi Elemen
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2012 di Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE), Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN)-
BAB I PANDAHULUAN. Berbagai industri barang perhiasan, kerajinan, komponen sepeda. merupakan pelapisan logam pada benda padat yang mempunyai
BAB I PANDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehidupan modern tak lepas dari peranan industri elektroplating. Berbagai industri barang perhiasan, kerajinan, komponen sepeda motor, mobil, mesin, barang elektronik,
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada September hingga Desember 2015 di
24 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada September hingga Desember 2015 di Laboratorium Fisika Material, Laboratorium Kimia Fisika, Laboratorium Kimia Instrumentasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ENGINE STAND. hasilnya optimal dan efisien dari segi waktu, biaya dan tenaga. Dalam metode
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ENGINE STAND 4.1. Proses Perancangan Dalam suatu pembuatan alat diperlukan perencanaan yang matang agar hasilnya optimal dan efisien dari segi waktu, biaya dan tenaga. Dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (C), serta unsur-unsur lain, seperti : Mn, Si, Ni, Cr, V dan lain sebagainya yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Baja Baja merupakan paduan yang terdiri dari unsur utama besi (Fe) dan karbon (C), serta unsur-unsur lain, seperti : Mn, Si, Ni, Cr, V dan lain sebagainya yang tersusun dalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Alat Penelitian Alat yang digunakan selama proses treatment atau perlakuan alkalisasi serat kenaf dapat dilihat pada Gambar 3.1. (a) (b) (c) (d) (e) (f) (g) Gambar 3.1. Peratalatan
SIDANG TUGAS AKHIR. oleh : Rosalia Ishida NRP Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Sulistijono, DEA Dr. Hosta Ardhyananta, ST, MSc
SIDANG TUGAS AKHIR oleh : Rosalia Ishida NRP 2706 100 005 Dosen Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Sulistijono, DEA Dr. Hosta Ardhyananta, ST, MSc Dalam penggunaannya, baja sering mengalami kerusakan, salah satunya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Penyiapan Bahan dan Alat 3.1.1. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1. Serat ijuk aren Serat ijuk aren didapatkan dari salah satu sentra
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 BAHAN PENELITIAN Baja karbon rendah lembaran berlapis seng berstandar AISI 1010 dengan sertifikat pabrik (mill certificate) di Lampiran 1. 17 Gambar 3.1. Baja lembaran SPCC
III.METODOLOGI PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilakukan adalah: 1. Persiapan serat dan pembuatan komposit epoxy berpenguat serat ijuk di
III.METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Penelitian Tempat penelitian ini dilakukan adalah: 1. Persiapan serat dan pembuatan komposit epoxy berpenguat serat ijuk di lakukan di Laboratium Material Teknik, Universitas
BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN
41 BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN 3.1 PENDAHULUAN Metode Pelaksanaan merupakan cara atau prosedur yang berisi tahapan tahapan yang jelas yang disusun secara sistematis dalam proses penelitian dimulai dari
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan langkah-langkah yang dilakukan selama penelitian agar dapat tercapai hasil serta kesimpulan yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian oksidasi baja AISI 4130 pada
30 III. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini dilakukan pengujian oksidasi baja AISI 4130 pada temperatur 750 0 C dalam lingkungan. Pengujian dilakukan untuk melihat pertambahan berat terhadap waktu lamanya
ANALISIS KERUSAKAN PADA LINE PIPE (ELBOW) PIPA PENYALUR INJEKSI DI LINGKUNGAN GEOTHERMAL
UNIVERSITAS INDONESIA ANALISIS KERUSAKAN PADA LINE PIPE (ELBOW) PIPA PENYALUR INJEKSI DI LINGKUNGAN GEOTHERMAL SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik WIRDA SAFITRI
