E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
|
|
|
- Yulia Tedjo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP ANGKA MELALUI METODE MULTISENSORI BAGI ANAK AUTIS ABSTRAK This study begins of encountered a child with autism who do not understand with the concept of numbers. From the observation children with autism do not know the form of the numbers 1 to 10. This study aims to improve recognize the concept of numbers in children with autism. The design of this study A-B in a single subject research (SSR). As the subject is one child with autism. one child with autism. Assessment in this study consistent in measuring number of correct answers of the figures cited, shown, be taken, and written children with autism were presented as a percentage. Kata Kunci: Kemampuan mengenal konsep angka; metode multisensori; anak autis Pendahuluan Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara untuk mengikutinya. Tujuan dari pendidikan adalah membentuk manusia yang berakhlak, cerdas berilmu serta dapat mengembangkan potensi yang ada pada dirinya dan dapat direalisasikan dalam kehidupan di masyarakat. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan pasal 5 ayat 1 yang menyatakan bahwa Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan pasal 5 ayat 2 yang menyatakan bahwa Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Dari dasar hukum diatas, jelas diterangkan bahwa setiap warga negara tanpa terkecuali berhak untuk memperoleh pendidikan. Hal ini telah dijamin dalam undang-undang yang menjadi landasan hukum di negara kita. Oleh karena itu, anakanak berkebutuhan khusus juga berhak untuk memperoleh pendidikan. Anak Berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam proses pertumbuhan/ perkembangannya secara signifikan mengalami kelainan/penyimpangan (fisik, mental, intelektual, sosial, emosi, emosional) dibandingkan anak-anak lain seusianya sehingga Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP320
2 mereka memerlukan pelayanan pendidikan secara khusus. Anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang berbeda-beda, berdasarkan kelainan yang mereka miliki, salah satunya adalah anak autis. Anak autis merupakan anak yang hanya tertarik pada dunianya sendiri, mereka tidak peduli dengan stimulus-stimulus yang datang dari orang lain atau keadaan yang ada disekitarnya. Perilakunya timbul semata-mata karena dorongan dari dalam dirinya. Anak Jurnal Pendidikan Khusus Volume:I Nomor:I autis memiliki gangguan pada interaksi sosial, komunikasi (baik verbal maupun non verbal), dan pola perilaku. Penyandang autisme disebut juga anak autistik, autisme merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan adanya abnormalitas dan kelainan yang muncul sebelum anak berusia tiga tahun, dengan ciri-ciri, terganggunya perkembangan, sehingga anak tidak mampu membentuk hubungan sosial dan komunikasi dengan baik/secara normal, dan tidak memiliki kontak mata dengan orang lain. kelainan yang dimiliki anak autistik menyebabkan mereka mengalami bermacam-macam hambatan, salah satunya bidang akademik, oleh kerena itu dia perlu diberikan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan kondisinya. Untuk memenuhi tuntutan tersebut guru harus mengembangkan proses pembelajaran termasuk pembelajaran matematika. Penelitian ini berawal saat peneliti melakukan studi pendahuluan di Kelas I B SD Plus Lillah Pasir Putih Tabing. Melalui pengamatan peneliti melihat seorang anak autis dengan perilaku yang tampak, suka mengulang kata yang disebutkan orang lain, memiliki kontak mata (lebih kurang tiga detik), dan sudah mengenal perintah-perintah sederhana seperti, (ambilkan ibuk buku diatas meja, maka dengan segera anak autis akan mengambilkannya), selanjutnya anak autis sudah dapat merespon saat guru memanggil namanya. Namun dalam bidang akademik khususnya matematika anak autis belum mengenal atau memahami konsep angka. Hal ini terlihat saat peneliti mengajak anak untuk berhitung, anak hanya mampu menyebutkan angka 1 sampai 9, sedangkan untuk angka 10 anak harus dibantu untuk menyebutkannya. Saat peneliti melihatkan sebuah angka (misal 3) anak akan menjawab dengan sesuka hati, contoh: angka 2 dijawab 3, angka 5 dijawab 8, dan angka 3 dijawab 5 begitupun dalam hal menunjukkan dan mengambilkan angka yang peneliti suruh, misalnya: angka 3 diambil 8, angka 6 diambil 9 dan sebagainya. Dari hasil pernyataan Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP321
3 tersebut dapat dilihat bahwasanya anak belum paham tentang konsep angka 1 sampai 10. Sedangkan konsep angka adalah dasar dalam sebuah pelajaran matematika. Dari permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk mencoba mengenal konsep angka kepada anak autis melalui metode multisensori, dimana metode ini juga belum dipergunakan secara efektif dalam proses pembelajaran disekolah. Metode multisensori adalah salah satu metode pembelajaran yang melibatkan seluruh indera yang ada pada anak dalam proses pembelajaran. Fernald dalam Munawir (2005:168) menjelaskan bahwa metode multisensori merupakan salah satu metode pengajaran yang sering dikatakan mencakup seluruh modalitas rangsangan yang secara teknis Jurnal Pendidikan Khusus Volume:I Nomor:I pelaksanaannya melibatkan seluruh sensori yang ada pada anak. Metode multisensori melibatkan dan mengaktifkan seluruh sensori yang ada yaitu penglihatan, pendengaran, indera raba, dan gerakan-gerakan yang ada atau lebih dikenal dengan metode VAKT (visual, audio, kinestetik dan tactil). Metode multisensori ini meliputi kegiatan-kegiatan yang membutuhkan konsentrasi yaitu, melihat (visual), mendengarkan (audio), menulis di diatas kertas (kinestetik), menelusuri dan meraba (tactil). Kegiatan yang bervariasi dan melibatkan seluruh sensori anak, akan memudahkan anak memahami materi, khususnya dalam memahami materi tentang konsep angka. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep angka anak autis melalui metode multisensori. Dengan rumusan masalah Apakah metode multisensori dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep angka anak autis? Pengertian dan Karakteristik Anak Autis Istilah autisme dalam kenyataannya terdapat bermacam-macam, seperti: autis merupakan gangguan kognitif, tingkah laku dan gangguan verbal (bahasa). Dan autistik adalah gejala /perilaku yang tampak, sedangkan autisme adalah orang yang mengalami gangguaan kognitif, tingkah laku dan verbal (bahasa). Padahal Istilah ini autisme pertama kali diperkenalkan pada tahun 1943 oleh Kanner secara etimologis kata autisme berasal dari auto dan isme. Auto berarti diri sendiri, sedangkan isme berarti aliran/paham. Kanner dalam Mega (2008:76) mengatakan autisme adalah merupakan suatu keadaan ketidakmampuan seseorang melakukan kontak sosial dengan lingkungannya, dengan Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP322
4 berbagai komunikasi. Anak-anak dengan gangguan autistik ini cenderung menampakkan gejala gangguan komunikasi, tidak mampu melakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal, berpotensi menjadi hiperaktif. Dalam memberikan batasan autis ini seringkali terjadi kekeliruan, bahwa anak autis sama dengan anak tunagrahita, namun mereka rata-rata memiliki intelegensi rata-rata, dan bahkan berpeluang diatas rata-rata. Depdiknas dalam Abdul (2006:43) mengemukakan autistik adalah suatu ganguan perkembangan yang kompleks menyangkut komunikasi, interaksi sosial, aktifitas imajinasi. Dan anak autistik adalah anak yang mempunyai masalah atau ganguan dalam bidang komunikasi, interaksi, sosial, ganguan sensoris, pola bermain, perilaku, dan emosi. Dan selanjutnya Ranuh dalam Agus (2004:12) mengatakan autis adalah gangguan kognitif (kemampuan untuk mengerti), gangguan tingkah laku sosial, dan gangguan verbal. Dalam seminar autis oleh Budiman dalam Agus (2004:13) menguraikan autis sebagai gangguan Jurnal Pendidikan Khusus Volume:I Nomor:I perkembangan yang luas dan berat. Gangguan tersebut mencakup bidang komunikasi, interaksi dan prilaku. Gejala ini timbul pada anak usia 3 tahun. Pada sebagiaan anak gajala tersebut sudah tampak sejak lahir. Adapun karakteristik anak autis dapat dilihat berdasarkan jenis masalah serta gangguan yang dialaminya. Hal ini dinyatakan Hadis (2006:46) yang mendeskripsikan enam karakteristik anak autistik sebagai berikut: Masalah di bidang Komunikasi Perkembangan bahasa anak autis sangat lambat bahkan tidak ada, gangguan bahasa anak ini menyebabkan mereka terlihat seperti tuli, atau tidak bisa bicara. Anak autis juga sering mengoceh secara berulang-ulang dengan bahasa yang artinya tidak dapat dimengerti. Selain itu, anak autis juga lebih banyak menggunakan bahasa tubuh, anak autis sering menariknarik tangan orang lain untuk menunjukkan sesuatu atau meminta orang tersebut melakukan apa yang diinginkannya. Masalah di bidang interaksi sosial Dari segi interaksi sosial, anak autis tidak dapat melakukan kontak mata dan menghindari tatap muka dengan orang lain, tidak tertarik jika diajak bermain bersama teman-temannya dan lebih suka bermain sendiri. Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP323
5 Masalah di bidang kemampuan Sensoris Anak autis tidak peka sentuhan, bahkan tidak suka dipeluk, bereaksi (spontan menutup telinga) bila mendengar suara keras. Selain itu, mereka juga senang mencium dan menjilati mainan atau benda yang menarik perhatiannya. Masalah di bidang pola bermain Anak autis tidak memiliki daya imajinasi dan tidak kreatif dalam bermain, mereka tidak suka bermain dengan teman sebaya. Anak autis tidak bisa bermain sesuai dengan fungsi mainannya, tertarik dengan mainan yang berputar seperti roda sepeda. Bila menyukai suatu mainan, maka akan dibawa kemana-mana. Masalah perilaku Dari segi perilaku, anak autis sering memperlihatkan perilaku yang berlebihan (hiperktif), berputar-putar, berlari-lari serta melakukan gerakan tertentu secara beruang-ulang. Anak autis juga memiliki tatapan mata yang kosong. Masalah emosi Dari segi emosi anak autis sering terlihat marah-marah, tertawa dan menangis tanpa alasan. Bila dilarang, anak autis akan mengamuk dan dapat merusak benda-benda yang ada disekitarnya. Anak autis juga sering menyakiti diri sendiri (tantrum) misalnya membenturkan kepalanya ke dinding. Faktor Penyebab Anak Autis Secara spesifik, faktor-faktor yang menyebabkan anak menjadi autistik belum ditemukan secara pasti, meskipun secara umum ada kesepakatan di dalam lapangan yang membuktikan adanya keragaman tingkat penyebabnya. Hal ini termasuk bersifat genetik, metabolik dan gangguan syaraf pusat, infeksi pada masa hamil (rubella), gangguan pencernaan hingga keracunan logam berat. Struktur otak yang tidak normal seperti hydrocephalus juga dapat menyebabkan autistik. Selain hal-hal diatas, ada dugaan anak autistik disebabkan oleh faktor lingkungan misalnya vaccination. Yuwono (2009:32) Metode Penelitian Berdasarkan permasalahan yang peneliti teliti Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Angka Melalui Metode Multisensori Bagi Anak Autis Kelas 1 B di SD Pluslillah Pasir Putih Tabing, maka penelitian yang peneliti lakukan berbentuk single subject Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP324
6 research (SSR), dengan menggunakan desain A B, dimana A merupakan baseline (kondisi awal) dan B merupakan hasil setelah dilakukan intervensi. Yang berarti yang akan dilihat adalah kemampuan anak sebelum diberikan intervensi dan kemampuan akhir anak setelah diberikan intervensi. Sunanto (2005:57) mengemukakan bahwa desain A B merupakan desain dasar dari penelitian eksperimen subjek tunggal, prosedur desain ini disusun atas dasar apa yang disebut dengan logika baseline. Logika baseline menunjukkan suatu pengulangan pengukuran perilaku atau target behaviour pada dua kondisi. Selanjutnya Sunanto (2005:11) menjelaskan bahwa Single Subject Research digunakan untuk subjek tunggal namun dalam pelaksanaannya dapat dilakukan pada seorang anak atau sekelompok anak. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas I B di SD Plus Lillah Pasir Putih Tabing, dengan sampel atau subjek penelitian adalah seorang anak autis dengan inisial Z, berjenis kelamin laki-laki, dan berusia 8 tahun, bersekolah di SD Plus Lillah" Pasir Putih Tabing, yang duduk di kelas 1 B. Dengan ciri-ciri suka mengulang kata, suka berbicara sendiri sedang apa yang diucapkannya tidak jelas, memiliki kontak mata (lebih kurang tiga detik), suka menyendiri, dan suka memukul orang lain tanpa alasan yang jelas, selanjutnya dari segi akademik anak masih belum mengenal konsep angka adapun teknik dan alat pengumpul data yang digunakan untuk memperoleh keterangan atau mendapatkan informasi tentang anak autis adalah dengan cara: observasi, wawancara, dan tes. Dimana observasi adalah kegiatan lansung yang peneliti lakukan dalam mengamati kegiatan pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran matematika (konsep angka) dan perkembangan anak disekolah. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas dan orang tua anak autis. Kegiatan wawancara ini dilakukan untuk memperkuat data yang peneliti peroleh saat melakukan observasi. Dan berikutnya peneliti melakukan tes terhadap anak autis tentang konsep angka. hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pemahaman anak autis tetang konsep angka. Setelah data diperoleh, selanjutnya yang harus dilakukan adalah menganalisis data. Analisis data adalah merupakan tahap tarakhir sebelum penarikan kesimpulan. Sunanto (2005:96) Pada penelitian kasus tunggal dalam menganalisis data ada tiga hal utama yaitu: pembuatan grafik, penggunaan statistik deskriptif, dan menggunakan analisis visual. Langkah langkah dalam menganalisis data dalam kasus tunggal sebagai berikut: Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP325
7 Analisis dalam kondisi Yang dimaksud analisis dalam kondisi adalah menganalisis perubahan data dalam satu kondisi misalnya : kondisi baseline atau intervensi, sedangkan komponen yang akan di analisis meliputi tingkat stabilitas kecendrungan arah pada tingkat perubahan. Analisis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah data grafik masing- masing kondisi dengan langkah langkah sebagai berikut: a. Panjang kondisi, adalah menentukan berapa lama atau berapa kali pengamatan yang dilakukan pada masing-masing kondisi. b. Estimasi kecendrungan, Sunanto (2005:98) mengatakan ada tiga macam kecenderungan arah grafik (trendslope) yaitu : meningkat, mendatar, dan menurun. c. Jika data yang diperoleh bervariasi dalam setiap kondisi maka perlu ditentukan arah kecendrungan dari data tersebut dengan menggunakan metode belah dua (slitmiddle). d. Kecendrungan stabilitas ( Trend Stability), dengan menggunakan suatu variabel stabilitas 15% dari titik data tertinggi yang merupakan kondisi A dengan perhitungan : Stabilitas kecendrungan = skor tertinggi X kriteria stabilitas e. Jejak data, dapat ditentukan atau dilihat dari garis kecendrungan kondisi A dan kondisi B. Kemudian menentukan arah kecendrungan garis apakah meningkat (+), menurun ( - ) atau tidak terjadi perubahan sama sekali/mendatar (= ). f. level stabilitas dan rentang, dapat dilakukan dengan melihat data pada baseline ( A ) dan data pada Intervensi, apakah data pada kedua kondisi tersebut stabil atau tidak g. Level perubahan, yang menunjukkan berapa besar terjadinya perubahan data dalam suatu kondisi. Analisis antar kondisi Sunanto (2005:103) menyebutkan bahwa dalam melakukan analisis visual antar kondisi ada beberapa komponen penting yakni : a. Menentukan banyak variabel yang akan dirubah dalam kondisi baseline dan kondisi intervensi b. Menentukan kecendrungan perubahan arah, dengan mengambil data pada analisis dalam kondisi yang berubah diatas. Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP326
8 c. Menentukan perubahan stabilitas, dengan Menentukan perubahan kecenderungan stabilitas, dengan melihat kecenderungan stabilitas pada kondisi Baseline (A) dan Intervensi (B) pada rangkuman analisis dalam kondisi. d. Menentukan tingkat/level perubahan e. Menetukan overlape data pada kondisi baseline dengan intervensi. Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan selama 13 kali pertemuan. Lima kali pertemuan pada kondisi baseline dan delapan kali pertemuan phada kondisi intervensi. Dengan perolehan persentase 43.75% pada hari pertama, 41.25% hari kedua yang berarti tingkat perolehan persentasenya penurun, dan meningkat 46.25% hari ketiga sampai hari kelima, menurun pada hari keenam 42.5%, 56.28% hari ketujuh, 67.5% hari kedelapan, 75% hari kesembilan, 87.5% hari ke- 10, dan 95% pada hari ke-11 sampai hari ke-13.untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik 1.1 dibawah ini: Baseline Intervensi Persentase Kemampuan Anak dalam mengenal konsep angka Hari Pengamatan Grafik 1.1 Panjang Kondisi Baseline Dan Intervensi Berdasarkan grafik 1.1 diatas dapat dilihat, sebelum diberikan intevensi kemampuan anak autis dalam mengenal konsep angka masih rendah dan hanya memperoleh sedikit Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP327
9 peningkatan dengan persentase 43.75% pada hari pertama dan menurun pada hari kedua 41.25% selanjutnya meningkat pada hari ketiga 46.25% dan stabil atau tetap dari hari ketiha sampai hari kelima. Sedang pada kondisi intervensi anak autis memperoleh peningkatan yang drastis, dimana dari hari keenam sampai hari ke-11 data terus meningkat dan tetap pada hari ke-11 sampai 13 dengan persentase 95%. Dan langkah selanjutnya adalah menganalisis data grafik. Data tersebut dianalisis berdasarkan komponen-komponen data pada konsisi baseline dan intervensi. Analisis data 1. Analisis dalam kondisi Hasil analisis data dalam kondisi dapat dilihat pada tabel 1.1 dibawah ini: Kondisi Baseline (A) Intervensi (B) Panjang 5 8 kondisi Estimasi kecendrungan arah Kecendrungan (+) (+) stabilitas Jejak data Level stabilitas dan rentang Level perubahan (-) (+) (=) Variabel (+) (=) Variabel ( 5 ) ( 52.5 ) Tabel 4.11 Hasil Analisis Dalam Kondisi Kemampuan Anak Mengenal Konsep Angka Dari tabel 1.1 diatas dapat dilihat lamanya pengamatan yang dilakukan pada kondisi baseline adalah 5 kali pengamatan, dengan kecendrungan data mengalami sedikit peningkatan. Dimana data yang diperoleh menurun pada hari kedua, selanjutnya naik dan mendatar sebagaimana dapat dilihat pada grafik 1.1. Dengan level perubahan 5% dari hari pertama sampai hai kelima. Sedangkan pada kondisi intervensi lamanya pengamatan dilakukan sebanyak 8 kali pengamatan dengan kecendrungan data yang terus meningkat Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP328
10 dari hari keenam sampai hari kesebelas dan selanjutnya menetap atau mendatar, sebagaimana dapat dilihat pada grafik 1.1. dengan level perubahan52.5% dari hari keenam sampai hari ke Analisis antar kondisi Hasil analisis data antar kondisi datap dilihat pada tabel 1.2 dibawah ini: Kondisi B / A ( 2 :1 ) 1. Jumlah variabel yang 1 diubah 2. Perubahan dalam arah kecendrungan ( + ) (+) 3. Perubahan kecendrungan variabel ke variable stabilitas 4. Level perubahan = ( - ) 5. Persentase overlope 12.5% Tabel 1.2 Hasil Analisis Antar Kondisi Kemampuan Anak Mengenal Konsep Angka Berdasarkan data yang terdapat pada tabel 1.2 diatas dapat lihat banyaknya variabel yang akan diubah pada kondisi A dan B adalah 1, yaitu tentang kemampuan anak autis dalam mengenal konsep angka. dan besarnya perubahan dalam arah kecendrungan pada kondisi A mengalami sedikit perubahan. Pada kondisi B perubahan kecendrungan arahnya mengalami peningkatan yang baik, lebih tinggi dari pada kondisi A. Berdasarkan gambaran dan penjelasan data diatas bahwa pemberian intervensi (B) dengan menggunakan metode multisensori berpengaruh posistif terhadap variabel yang diubah. Pembahasan Penelitian ini dilakukan disekolah subjek, kegiatan penelitian dilakukan dalam dua sesi, yaitu sesi baseline dan intervensi. Pada sesi baseline penelitian dilakukan dalam lima kali pertemuan, dan pada sesi intervensi penelitian dilakukan dalam delapan kali pertemuan. Intervensi yang diberikan pada anak autis x yang dengan mengunakan metode multisensori. Dengan menggunakan metode multisensori maka akan lebih mempermudah anak untuk memahami pembelajaran (konsep angka). hal ini dikarenakan metode mltisensori memanfaatkan semua alat indera yang ada pada anak (penglihatan, pendengaran, perabaan, dan kinestetik). Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP329
11 Hal ini juga didukung oleh Fernald dalam Munawir (2005:168) menjelaskan bahwa metode multisensori merupakan salah satu metode pengajaran yang sering dikatakan mencakup seluruh modalitas rangsangan yang secara teknis pelaksanannya melibatkan seluruh sensori yang ada pada anak. Selanjutnya Sunardi (1997:27) menyatakan bahwa anak didik akan dapat belajar dengan baik jika materi pengajaran yang disajikan melibatkan berbagai indera. Adapun indera yang dipakai adalah visual (penglihatan), audio (pendengaran), tactile (perabaan), kinestetik (gerakan) dan lebih dikenal dengan VAKT. Berdasarkan pengertian diatas jelaslah bahwa anak akan lebih mudah mengerti dan paham dengan apa yang disampaikan guru apabila dalam pembelajaran tersebut melibatkan seluruh sensori yang ada pada anak. Karena dengan cara tersebut anak secara aktif akan ikut terlibat dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka diperoleh hasil bahwa metode multisensori dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep angka anak autis. Penutup a. Kesimpulan Metode multisensori merupakan metode pembelajaran yang menggunakan seluruh indera yang ada pada anak, dengan metode multisensori anak akan mampu memfungsikan seluruh indera perangkapnya. Dengan modalitas yang cukup anak akan menggunakan penglihatan, indera pendengaran, indera perabaan dan gerakan, sehingga anak akan lebih mudah memahami suatu konsep baru yang dilihatnya, contohnya saja dalam memahami konsep angka 1 sampai 10. Dari deskripsi pelaksanaan, hasil dan pembahasan penelitian, maka peneliti mengambil kesimpulan, setelah diberikan intervensi pada anak autis x yang belum mengenal konsep angka dapat meningkat. Di awal penelitian atau pada kondisi baseline anak belum mampu mengenal konsep angka dengan benar, namun setelah diberikan intervensi dengan menggunakan metode multisensori anak dapat mengenal konsep angka dengan baik dan benar. Dengan persentase perbandingan 46.25% pada kondisi A dan 95% pada kondisi B. b. Saran Sehubungan dengan hasil penelitian ini, maka peneliti memberi saran sebagai berikut: 1. Apabila guru menemui anak yang mengalami masalah yang sama dengan yang peneliti teliti yaitu mengalami hambatan dalam mengenal konsep angka, guru Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP330
12 disarankan menggunakan metode multisensori karena metode ini dapat membantu anak dalam mengenal konsep angka. 2. Kepada orang tua agar juga dapat membantu melatih mengenalkan konsep angka bagi anak dengan menggunakan metode multisensori ini. 3. Untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode multisensori untuk menanamkan konsep yang baru kepada anak dengan permasalahan yang Daftar Rujukan Hadis Abdul (2006). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Autistik. Bandung. Alfabeta. Iswari Mega (2008). Kecakapan Hidup Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Padang. UNP Press. Sunanto Juang (2005). Pengantar Penelitian Dengan Subject Tunggal. Japan. University of Tsukuba. Suryana Agus (2004). Terapi autisme Anak Berbakat dan Anak Hiperaktif. Jakarta. Pogres. Yusuf Munawir (2005). Pendidikan Bagi Anak Yang Mengalami Problema Belajar. Jakarta. Depdiknas Yuwono Joko (2009). Memahami anak autistik (kajian teoritik dan empirik). Bandung. Alfabeta. Rani Marienzi Jurusan PLB FIP UNP331
EFEKTIFITAS TEKNIK SHAPING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL NAMA-NAMA BINATANG BAGI ANAK AUTIS X KELAS DII/C DI SLB PERWARI PADANG
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 560-571 EFEKTIFITAS TEKNIK SHAPING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 514-526 EFEKTIFITAS MEDIA APLIKASI EDUKATIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Anak adalah karunia yang diberikan oleh Tuhan kepada umatnya. Setiap orang yang telah terikat dalam sebuah institusi perkawinan pasti ingin dianugerahi seorang anak.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP ANGKA MELALUI MEDIA KOTAK ANGKA BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 234-243 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP ANGKA MELALUI MEDIA KOTAK
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 59-71 EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA Puzzle RUMAH ANGKA UNTUK PEMAHAMAN ANGKA
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN BAGI ANAK AUTIS MELALUI MEDIA GAMBAR Oleh : Rido Guspinal 95900/2009 ABSTRACT This research is in the background by the background issues that appear in the field,
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN MELALUI METODE MULTISENSORI BAGI ANAK AUTIS Oleh: Evri Yeni Abstract: This research coming because of there is a problem in the First Grade Class in Autism Harapan
PENERAPAN PENDEKATAN MULTISENSORI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAKNA KATA PADA ANAK AUTISTIK ABSTRAK
PENERAPAN PENDEKATAN MULTISENSORI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAKNA KATA PADA ANAK AUTISTIK Maman Abdurahman SR dan Dede Supriyanto Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRAK
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 467-477 EFEKTIFITAS METODE LATIHAN MELALUI TEKNIK MENEMPEL UNTUK MENINGKATKAN
E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 576-587 EFEKTIFITAS PERMAINAN TWISTER DALAM MENGENALKAN WARNA PRIMER PADA
EFEKTIFITAS GAME EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAJAN BAGI ANAK KESULITAN BELAJAR DI MIN KOTO LUAR, KECAMATAN PAUH
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 501-513 EFEKTIFITAS GAME EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAJAN
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
KEMAMPUAN PENJUMLAHAN ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MELALUI MEDIA KARTU REMI Oleh: Eza Yusdial Abstract The research was motivated by the problems of children mental retardation (x) which is difficult to solve
E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 344-353 MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERKALIAN BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 1 Maret 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :85-96 MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAHAN BILANGAN MELALUI MEDIA PAPAN BILAH
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 188-198 MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAHAN BILANGAN MELALUI MEDIA MESIN
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Ruang Dengan Bermain Drum Untuk Anak Tunagrahita Ringan Oleh Agus Wahyu N.H Abstract: Mental retardation children experienced disturbances in the Desert about SLB
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) PENGGUNAAN SENAM OTAK (BRAIN GYM) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN BAGI
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGOPERASIKAN APLIKASI CORELDRAW
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :563-571 PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN
E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume Nomor September 2014 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 205-220 MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGHIAS SANDAL JEPIT MELALUI MEDIA AUDIO
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) EFEKTIFITAS PROSEDUR AVERSI UNTUK MENGURANGI PERILAKU MENYIMPANG PADA ANAK TUNAGRAHITA
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :63-70 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA DASAR MELALUI PERMAINAN TEROPONG
E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume Nomor September 2014 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 169-181 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN METODE ABACA-BACA PADA
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :256-262 Peningkatan Kemampuan Membuat Kalung Berbahan Kancing Baju Melalui
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 277-288 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI MEDIA SEQUENCING
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 532-545 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN RATUSAN MELALUI
EFEKTIFITAS TEKNIK RILAKSASI DALAM MENGURANGI WAKTU PERILAKU HIPERAKTIF ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SDLB N 20 PONDOK II PARIAMAN
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 340-349 EFEKTIFITAS TEKNIK RILAKSASI DALAM MENGURANGI WAKTU PERILAKU HIPERAKTIF
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
EFEKTIFITAS MEDIA DEKAK-DEKAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL NILAI TEMPAT BILANGAN BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR MATEMATIKA Oleh Dita Risfamelia Abstract This research background of the problems
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume Nomor September 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Halaman : 149-159 Meningkatkan Ketahanan Duduk Anak Hiperaktif Melalui Media Mozaik Di Kelas II SLB Hikmah Miftahul Jannnah Padang
THE EFFECTS OF THE USE OF SERIES CARD MEDIA ON TOILET TRAINING SKILL TOWARD AUTISM CHILDREN
THE EFFECTS OF THE USE OF SERIES CARD MEDIA ON TOILET TRAINING SKILL TOWARD AUTISM CHILDREN (Pengaruh Penggunaan Media Kartu Gambar Berseri Terhadap Ketrampilan Toilet Training Anak Autis) Ida Nauli Nainggolan
EFEKTIVITAS METODE LATIHAN SENSORIS MOTOR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS HURUF (VOKAL) BAGI ANAK TUNARUNGU SEDANG
Halaman : 86-94 EFEKTIVITAS METODE LATIHAN SENSORIS MOTOR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS HURUF (VOKAL) BAGI ANAK TUNARUNGU SEDANG Oleh : DEFNI DARWIS Abstract : The background of this research is,
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :132-140 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENJUMLAHKAN BILANGAN BULAT 1-10 BAGI ANAK
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 2 Juni 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) ABSTRAK Cindri Wulan Alam Sari ( 2016 ) : Efektivitas Bermain Papan Pasak Untuk Meningkatkan
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :141-151 EFEKTIVITAS METODE LATIHAN DALAM MEMBUAT KETERAMPILAN HIASAN DINDING
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka 1 Sampai 5 Melalui Media Power Point bagi Anak Down Syndrom (Single Subject Research
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :845-853 Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka 1 Sampai 5 Melalui Media Power
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 396-407 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS JENIS TULISAN BALOK MELALUI MEDIA
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 251-260 MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAHAN MELALUI MEDIA KARTU YANG BERGAMBAR
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KATA BENDA BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN Oleh : Intan Jumiati Abstrak This study, using experimental approaches in the form of Single Subject Research (SSR). As the subject
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUAT BUNGA DARI STOCKING MELALUI PEMBELAJARAN INDIVIDUAL BAGI
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 429-437 EFEKTIFITAS BERMAIN PLAY DOUGH UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu ABSTRAK Eis Herlina (2016): Efektitas Media Jendela Kejutan Untuk Meningkatkan Kemampuan
E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 601-609 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AYAT PENDEK MELALUI METODE AL-BAYAN
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 362-371 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KATA MELALUI METODE SUKU KATA BAGI
JASSI_anakku Volume 18 Nomor 1, Juni 2017
Pengaruh Metode Fernald terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Huruf Awas Peserta Didik Low Vision Ratih Ratnasari dan Ehan Departemen Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) MENINGKATKAN MOTORIK HALUS MELALUI KETERAMPILAN MEMBUAT KALUNG PADA ANAK TUNAGRAHITA
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 2 April 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 17-37 MENINGKATKAN KEMAMPUAN BINA DIRI MELALUI ANALISIS TUGAS PADA ANAK TUNAGRAHITA
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Latar Belakang E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Penelitian dilatar belakangi oleh permasalahan anak tunagrahita ringan
MENGURANGI PERILAKU HIPERAKTIF PADA ANAK AUTIS MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG DI SLB NEGERI KOTA PARIAMAN
MENGURANGI PERILAKU HIPERAKTIF PADA ANAK AUTIS MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG DI SLB NEGERI KOTA PARIAMAN (Single Subject Research Pada Anak Autis di Kelas III C) Oleh: Setia Komala Sari Abstract:
E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 Sebtember 2014 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 241-250 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGUNAKAN PECAHAN DALAM PEMECAHAN MASALAH
EFEKTIFITAS MEDIA RUMAH BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL NILAI TEMPAT BILANGAN BAGI ANAK KESULITAN BELAJAR
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 354-364 EFEKTIFITAS MEDIA RUMAH BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MELOMPAT MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT TALI BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS II DI SDLB 35 PAINAN OLEH: Yusilia Alfiza 1, Martias. Z 2, Fatmawati 3 Abstract: This research
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sistriadini Alamsyah Sidik, 2014
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu fungsi manusia selain sebagai makhluk individu adalah sebagai makhluk sosial. Dengan fungsi tersebut, antara satu individu dengan individu lain
BAB III METODE PENELITIAN
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian 1. Definisi Konsep Variabel Variabel dapat diartikan sebagai atribut dalam penelitian berupa benda atau kejadian yang dapat diamati dan dapat di ukur
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Nadiah Faradita Muthmainnah Abstrak:Penelitian ini berawal dari ditemukannya seorang
Pedoman Identifikasi Anak Autis. Sukinah jurusan PLB FIP UNY
Pedoman Identifikasi Anak Autis Sukinah jurusan PLB FIP UNY Adanya gangguan dalam berkomunikasi verbal maupun non-verbal Terlambat bicara Tidak ada usaha untuk berkomunikasi Meracau dengan bahasa yang
JURNAL PENDIDIKAN KHUSUS PENGARUH BERMAIN LOTTO TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR ANAK AUTIS DI SDLB BHAKTI WIYATA SURABAYA
JURNAL PENDIDIKAN KHUSUS PENGARUH BERMAIN LOTTO TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR ANAK AUTIS DI SDLB BHAKTI WIYATA SURABAYA Diajukan kepada Universitas Negeri Surabaya untuk Memenuhi Persyaratan Penyelesaian
JASSI_anakku Volume 18 Nomor 1, Juni 2017
Penerapan Pendekatan Matematika Realistik untuk Meningkatkan Kemampuan Operasi Hitung Pecahan pada Siswa Tunarungu Kelas V SDLB Tira Haemi Ramadhani dan Iding Tarsidi Departemen Pendidikan Khusus Fakultas
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :854-862 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA TUNARUNGU DENGAN
EFEKTIFITAS MERONCE BALOK HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 306-315 EFEKTIFITAS MERONCE BALOK HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) Rafina Sovia Waty. (2016): Peningkatan Kemampuan Menyusun Kata Anak Berkesulitan Belajar
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1 SAMPAI 5 BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG MELALUI MEDIA TIANG BILANGAN.
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 153-165 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1 SAMPAI 5 BAGI
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF VOKAL MELALUI MEDIA HURUF KERTAS AMPELAS BAGI ANAK DWON SYNDROME DI SLB SABILUNA PARIAMAN
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF VOKAL MELALUI MEDIA HURUF KERTAS AMPELAS BAGI ANAK DWON SYNDROME DI SLB SABILUNA PARIAMAN Oleh: META LESTARI Abstract These results indicate that, sandpaper letters
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :183-191 EFEKTIVITAS MEDIA GARISMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :534-541 EFEKTIVITAS MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGHIAS
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI PERMAINAN FINGER PAINTING BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI PERMAINAN FINGER PAINTING BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN Oleh : Yunita Handa Yetri Abstrack: This study originated from the problems found mild mental retardation
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :465-476 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KATA DIFGRAF MELALUI METODE MULTISENSORI
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 312-322 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENARI TARI BALANSE MADAM MELALUI METODE
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) ABSTRAK Ibadurrahman (2011):Meningkatkan Kemampuan Penjumlahan Deret Kesamping Melalui
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 350-361 MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAHAN MELALUI MEDIA KALENDER BAGI
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 756-769 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL RAMBU-RAMBU DI SEKOLAH MELALUI
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 1 Januari 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 390-399 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI Pendahuluan TEKNIK
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
ABSTRAK Nike Novita Sari. (2015). Meningkatkan Keterampilan Memasang Baju Melalui Metode Modeling Pada Anak Tunagrahita Sedang Di SLB Al- Azhar Bukittinggi (Single Subject Research). Skripsi Jurusan Pendidikan
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :658-669 Efektifitas Teknik Make A Macth Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :09-18 EFEKTIVITAS METODE SQRQCQ DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 639-648 Meningkatkan Keterampilan Gerak Dasar Tari Melalui Media Audio
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 5 Nomor 1 Maret 2016 http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) ABSTRAK Vika Putri Erianny. 2016. Mengurangi Perilaku Hiperaktivitas Melalui Prosedur
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG SATUAN PANJANG MELALUI MEDIA BAGAN TABEL BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR MATEMATIKA
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 291-300 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG SATUAN PANJANG MELALUI MEDIA
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Variabel Penelitian ini terdapat dua variabel penelitian, yaitu variabel bebas dan variabel terikat, adapun penjelasannya sebagai berikut : 1. Variabel
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 1 Maret 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :140-151 EFKTIFITAS MEDIA SEMPOA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAHAN BILANGAN
E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 610-619 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MULTI METODE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :298-308 MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP ARAH MELALUI KEGIATAN PEMBELAJARAN
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat, atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh suatu penelitian tentang suatu
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KATA MELALUI METODE DRILL BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN Oleh: NOFRAN Abstract This research background of the fact that investigators found problems at school SLB Bhakti Amal
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 4 Nomor 3 September 2015 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 615-626 EFEKTIVITAS METODE VAKT UNTUK MENINGKATKAN HAFALAN SURAH AL-KAUTSAR
PENINGKATAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG CAMPURAN SISWA TUNARUNGU KELAS IV MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA
PENINGKATAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG CAMPURAN SISWA TUNARUNGU KELAS IV MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA Agustine Eka Sari Pramono Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan perilaku anak berasal dari banyak pengaruh yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan perilaku anak berasal dari banyak pengaruh yang berbeda-beda, diantaranya faktor genetik, biologis, psikis dan sosial. Pada setiap pertumbuhan dan
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN BAGI ANAK KESULITAN BELAJAR MELALUI BRAIN GYM Oleh : Al Razak Abstrak Penelitian ini di latarbelakangi oleh siswa Kesulitan Belajar kelas II di SDN 18 Koto Lua
Meningkatkan Kemampuan Berjalan Melalui Latihan Menendang Bola Bagi Anak Cerebral Palsy Kelas Dasar IV di SLB Hikmah Miftahul Jannah Padang
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 620-632 Meningkatkan Kemampuan Berjalan Melalui Latihan Menendang Bola Bagi
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 316-327 EFEKTIFITAS MENGAYUH SEPEDA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN OTOT KAKI
BAB III METODE PENELITIAN
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian 1. Definisi Konsep a. Variabel Bebas Variabel bebas adalah yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan ataupun timbulnya variabel terikat, atau disebut
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Menurut Sugiyono (2011, hlm. 72) metode eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 3 Nomor 3 September 2014 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 407-416 EFEKTIFITAS METODE MODELING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MELAKUKAN
E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERJALAN ANAK CEREBRAL PALSY (CP) TIPE SPASTIK MELALUI BERMAIN DI AIR
Volume 3 Nomor 3 Septrmber 2014 E-JUPEKhu(JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman : 98-110 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERJALAN ANAK CEREBRAL PALSY (CP) TIPE
EFEKTIFITAS METODE AL-BAYAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA HURUF HIJAIYAH BAGI ANAK TUNARUNGU
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :682-691 EFEKTIFITAS METODE AL-BAYAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA
E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)
Volume 2 Nomor 3 September 2013 E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS) http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu Halaman :645-651 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN DENGAN MENGGUNAKAN MAGIC
