BAB IV ANALISIS DAN PENGUJIAN PROGRAM
|
|
|
- Liani Budiaman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV ANALISIS DAN PENGUJIAN PROGRAM Pengujian dan analisis sistem dibagi menjadi dua bagian, yaitu : Pada bagian sistem pengirim Pada bagian sistem penerima 4.1 PENGUJIAN DAN ANALISIS SISTEM PADA BAGIAN SISTEM PENGIRIM Hasil Pengujian Sistem Secara garis besar prinsip kerja dari bagian sistem pengirim yaitu, mengambil data koordinat posisi pada modul GPS dengan sistem validasi data. Sistem validasi ini bertujuan untuk memeriksa kebenaran data koordinat pada GPS, apabila data koordinat yang didapat tidak benar, maka data tersebut diabaikan. Setelah data koordinat GPS didapat, maka sistem akan membaca kompas digital sebagai informasi arah heading pada helikopter terhadap utara bumi. Dan sistem akan mengirim data posisi koordinat GPS dan data kompas digital sebagai informasi arah heading helikopter ke bagian sistem penerima. Gambar 4.1 Tampilan sistem validasi GPS 23
2 Hasil pengujian pengiriman data: Gambar 4.2 Hasil pengiriman data Analisa Sistem Pada Saat Posisi Diam Dengan menggunakan GPS Handheld Garmin etrex H Perhitungan error data koordinat latitude dan longitude : Jika diketahui koordinat latitude 0 adalah S, koordinat longitude 0 adalah E dan koordinat latitude 1 adalah S, koordinat longitude 1 adalah E, maka jarak dapat diperoleh dengan mengacu pada persamaan 2.1 sampai dengan persamaan 2.7 : Sehingga akan didapat data error seperti pada tabel dibawah ini : 4.1 Tabel data error koordinat pada saat diam No Latitude Longitude Spare Spare Error Jarak Latt Long (m) 0 621,6006 S 10649,1257 E ,6003 S 10649,1258 E 0,0003 0,0001 0, ,6003 S 10649,1258 E 0,0003 0,0001 0, ,6003 S 10649,1258 E 0,0003 0,0001 0, ,6003 S 10649,1258 E 0,0003 0,0001 0, ,6003 S 10649,1257 E 0,0003 0,0000 0, ,6004 S 10649,1257 E 0,0002 0,0000 0, ,6004 S 10649,1256 E 0,0002 0,0001 0,
3 8 621,6004 S 10649,1256 E 0,0002 0,0001 0, ,6004 S 10649,1256 E 0,0002 0,0001 0, ,6004 S 10649,1256 E 0,0002 0,0001 0, ,6004 S 10649,1256 E 0,0002 0,0001 0, ,6004 S 10649,1256 E 0,0002 0,0001 0, ,6004 S 10649,1256 E 0,0002 0,0001 0, ,6004 S 10649,1256 E 0,0002 0,0001 0, ,6004 S 10649,1256 E 0,0002 0,0001 0, ,6004 S 10649,1256 E 0,0002 0,0001 0, ,6004 S 10649,1255 E 0,0002 0,0002 0, ,6004 S 10649,1255 E 0,0002 0,0002 0, ,6004 S 10649,1255 E 0,0002 0,0002 0, ,6003 S 10649,1256 E 0,0003 0,0001 0, ,6003 S 10649,1255 E 0,0003 0,0002 0, ,6002 S 10649,1255 E 0,0004 0,0002 0, ,6002 S 10649,1255 E 0,0004 0,0002 0, ,6002 S 10649,1255 E 0,0004 0,0002 0,9518 Rate 621,6004 S 10649,1256 E 0,0003 0,0001 0,6023 Max 621,6006 S 10649,1258 E 0,0004 0,0002 0,9518 Min 621,6002 S 10649,1255 E 0,0002 0,0000 0, , , , ,6002 LATITUDE 621, Gambar 4.3 Grafik Perubahan Koordinat Latitude LONGITUDE 10649, , , , , , , Gambar 4.4 Grafik Data Koordinat Longitude 25
4 LATITUDE VS LONGITUDE Longitude 10649, , , , , , , , , , , , ,600 4 Latitude 621, , ,600 7 Gambar 4.5 Grafik Data Koordinat Latitude terhadap Koordinat Longitude Dengan menggunakan Modul GPS Leadtek EG T-10 Gambar 4.6 Hasil pengiriman data Perhitungan error data koordinat latitude dan longitude : Jika diketahui koordinat latitude 0 adalah S, koordinat longitude 0 adalah E dan koordinat latitude 1 adalah S, koordinat longitude 1 adalah E, maka jarak dapat diperoleh dengan mengacu pada persamaan 2.1 sampai dengan persamaan 2.7 : Sehingga akan didapat data error seperti pada tabel dibawah ini : 26
5 4.2 Tabel data error koordinat pada saat diam No Latitude Longitude Spare Spare Error Jarak Latt Long (m) 0 620,8930 S ,6595 E ,8925 S ,6591 E 0,0005 0,0004 1, ,8925 S ,6591 E 0,0005 0,0004 1, ,8925 S ,6591 E 0,0005 0,0004 1, ,8925 S ,6591 E 0,0005 0,0004 1, ,8927 S ,6593 E 0,0003 0,0002 0, ,8925 S ,6591 E 0,0005 0,0004 1, ,8925 S ,6591 E 0,0005 0,0004 1, ,8925 S ,6591 E 0,0005 0,0004 1, ,8925 S ,6591 E 0,0005 0,0004 1, ,8925 S ,6591 E 0,0005 0,0004 1, ,8926 S ,6594 E 0,0004 0,0001 0,8802 Rate 620,8926 S ,6592 E 0,0005 0,0004 1,2616 Max 620,8930 S ,6595 E 0,0005 0,0004 1,3592 Min 620,8925 S ,6591 E 0,0003 0,0001 0,7642 LATITUDE 620, , , , , , Gambar 4.7 Grafik Perubahan Koordinat Latitude LONGITUDE , , , , , Gambar 4.8 Grafik Data Koordinat Longitude 27
6 LATITUDE VS LONGITUDE LONGITUDE , , , , , , , , , LATITUDE 620, , , Gambar 4.9 Grafik Data Koordinat Latitude terhadap Koordinat Longitude 4.2 PENGUJIAN DAN ANALISIS SISTEM PADA BAGIAN SISTEM PENERIMA Hasil Pengujian Sistem Secara garis besar prinsip kerja dari bagian sistem penerima yaitu, mengambil dan mengolah data yang dikirim dari bagian sistem pengirim secara serial. Dengan proses sebagai berikut : - Pengambilan data yang dikirim secara serial sebagai posisi awal : Gambar 4.10 Tampilan pada saat proses awal 28
7 - Input Tujuan oleh pengguna (user interface) Gambar 4.11 Tampilan pada saat input tujuan - Plot posisi awal dan posisi tujuan pada peta kerja Gambar 4.12 Tampilan plot posisi awal dan tujuan 29
8 - Bandingkan bearing dengan heading dari data kompas digital Gambar 4.13 Tampilan pada saat heading sama dengan bearing - Plot pergerakan dari posisi awal menuju posisi tujuan Gambar 4.14 Tampilan pergerakan pada saat helikopter bergerak 30
9 4.2.2 Analisis Sistem Pada Saat Bergerak Pada pengujian sistem saat bergerak, pergerakan posisi dari posisi awal menuju posisi tujuan didasarkan pada bearing antara posisi awal terhadap posisi tujuan. Dimana pergerakan posisi membandingkan data kompas digital terhadap bearing antara posisi awal terhadap posisi tujuan. Berikut ini adalah hasil perubahan posisi pada saat bergerak.: Dengan menggunakan GPS Handheld Garmin etrex H Gambar 4.15 Data yang diterima 31
10 Gambar 4.16 Plot pergerakan posisi pada peta kerja Perhitungan sudut antara posisi awal terhadap posisi tujuan : Jika diketahui koordinat latitude awal adalah S, koordinat longitude awal adalah E dan koordinat latitude tujuan adalah S, koordinat longitude tujuan adalah E, maka sudut dapat diperoleh dengan mengacu pada persamaan 2.1 sampai dengan persamaan 2.8. Sehingga akan didapat data seperti pada tabel dibawah ini : Tabel 4.3 Pergerakan posisi awal menuju posisi tujuan Koordinat Pergerakan Koordinat Seharusnya Compas No Latitude Longitude Latitude Longitude Bearing Error (S) (E) (U) (S) (E) (U) (m) Awal 620, , ,3 620, , , , ,2 620, , , , , ,0 620, , , , , ,6 620, , , , , ,0 620, , , , , ,7 620, , , , , ,8 620, , , , , ,8 620, , , , , ,4 620, , , , , ,0 620, , , , , ,0 620, , ,
11 11 620, , ,5 620, , , , , ,9 620, , , , , ,8 620, , , , , ,6 620, , , , , ,3 620, , , , , ,9 620, , , , , ,6 620, , , , , ,0 620, , , , , ,8 620, , , , , ,8 620, , , , , ,2 620, , , , , ,5 620, , , , , ,1 620, , , , , ,0 620, , , , , ,6 620, , , , , ,0 620, , , , , ,2 620, , , , , ,3 620, , , , , ,0 620, , ,1048 Tujuan 620, , , , Rate 3,6337 Max 8,1129 Min 0,4882 Latitude VS Longitude , ,6600 Longitude , , , , , , , , ,9100 Latitude Gerak Perhitungan Gambar 4.17 Grafik pergerakan posisi awal menuju posisi tujuan 33
12 Dengan menggunakan Modul GPS Leadtek EG T-10 Berikut ini adalah hasil perubahan posisi pada saat bergerak.: Gambar 4.18 Data yang diterima Gambar 4.19 Plot pergerakan posisi pada peta kerja 34
13 Perhitungan sudut antara posisi awal terhadap posisi tujuan : Jika diketahui koordinat latitude awal adalah S, koordinat longitude awal adalah E dan koordinat latitude tujuan adalah S, koordinat longitude tujuan adalah E, maka sudut dapat diperoleh dengan mengacu pada persamaan 2.1 sampai dengan persamaan 2.8. Sehingga akan didapat data seperti pada tabel dibawah ini : Tabel 4.4 Pergerakan posisi awal menuju posisi tujuan Koordinat Pergerakan Koordinat Seharusnya Compas No Latitude Longitude Latitude Longitude Bearing Error (S) (E) (U) (S) (E) (U) (m) Awal 620, , ,5 620, , , , , ,7 620, , ,4 1, , , ,5 620, , ,4 3, , , ,1 620, , ,4 5, , , ,9 620, , ,4 7, , , ,5 620, , ,4 9, , , ,5 620, , ,4 10, , , ,3 620, , ,4 12, , , ,1 620, , ,4 14, , , ,2 620, , ,4 16, , , ,9 620, , ,4 18, , , ,5 620, , ,4 13, , , ,4 620, , ,4 11, , , ,5 620, , ,4 13, , , ,9 620, , ,4 14, , , ,0 620, , ,4 16, , , ,7 620, , ,4 18, , , ,0 620, , ,4 17, , , ,6 620, , ,4 12, , , ,8 620, , ,4 12, , , ,7 620, , ,4 13, , , ,9 620, , ,4 15, , , ,8 620, , ,4 17, , , ,3 620, , ,4 11, , , ,2 620, , ,4 10, , , ,9 620, , ,4 11, , , ,9 620, , ,4 12, , , ,0 620, , ,4 14, , , ,2 620, , ,4 16, , , ,1 620, , ,4 12, , , ,8 620, , ,4 10, , , ,0 620, , ,4 10, , , ,8 620, , ,4 12, , , ,8 620, , ,4 13, , , ,3 620, , ,4 15, , , ,5 620, , ,4 17, , , ,3 620, , ,4 11,
14 37 620, , ,0 620, , ,4 10, , , ,5 620, , ,4 11, , , ,7 620, , ,4 11, , , ,5 620, , ,4 13, , , ,5 620, , ,4 16, , , ,1 620, , ,4 10, , , ,2 620, , ,4 9,5321 Tujuan 620, , ,0 620, , ,4 - Rate 12,6199 Max 18,3759 Min 1,8138 Longitude LATITUDE VS LONGITUDE 10649, , , , , , , , , , ,9100 Latitude Perhitungan Pergerakan Gambar 4.20 Grafik pergerakan posisi awal menuju posisi tujuan Berdasarkan data pengujian yang diperoleh pada posisi diam dan bergerak, terdapat perubahan koordinat latitude dan longitude sehingga koordinat posisi tersebut menjadi tidak pasti. Hal itu disebabkan karena : Metode penentuan posisi yang digunakan adalah metode absolut atau dikenal juga sebagai point positioning, yaitu menentukan posisi hanya berdasarkan pada satu penerima saja. Hal tersebut menyebabkan ketelitian posisi menjadi dalam beberapa meter (tidak berketelitian tinggi) dan umumnya hanya diperuntukan bagi keperluan NAVIGASI. Adanya multipath pada sinyal diterima, sehingga GPS tidak hanya menerima sinyal dari satelit tapi dari beberapa pantulan. Hal tersebut menyebabkan bertambahnya waktu perjalanan sinyal untuk sampai ke penerima GPS sehingga dapat mempengaruhi ketelitian koordinat posisi hasil pengujian. 36
15 Jumlah satelit yang tampak. Semakin tinggi sinyal satelit GPS, maka semakin baik ketelitiannya. Bangunan, tanah lapang, interferensi elektronik dapat menghalangi penerimaan sinyal, sehingga dapat menyebabkan kesalahan penentuan posisi bahkan memungkinkan tidak adanya pendeteksian posisi sama sekali. Oleh karena itu, GPS tidak dapat digunakan di dalam bangunan atau di daerah urban. Adanya faktor atmosfir yang dapat mengurangi ketepatan. Dan pada umumnya GPS komersial memiliki keakurasian sampai dengan +/- 15 meters. Pada GPS Handheld Garmin etrex H memiliki error yang lebih kecil dibanding Modul GPS Leadtek EG T-10 karena memiliki sistem high sentivity. Untuk mencapai posisi tujuan, maka pergerakan heading dari posisi awal menuju posisi tujuan menyesuaikan dengan bearing antara posisi awal terhadap posisi tujuan. 37
SISTEM NAVIGASI HELIKOPTER BERDASARKAN DATA POSISI SECARA TELEMETRI SKRIPSI
SISTEM NAVIGASI HELIKOPTER BERDASARKAN DATA POSISI SECARA TELEMETRI SKRIPSI Oleh INGOT MARITO N 06 06 04 2664 DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNVERSITAS INDONESIA GENAP 2007/2008 SISTEM NAVIGASI
SISTEM NAVIGASI HELIKOPTER BERDASARKAN DATA POSISI SECARA TELEMETRI SKRIPSI
SISTEM NAVIGASI HELIKOPTER BERDASARKAN DATA POSISI SECARA TELEMETRI SKRIPSI Oleh INGOT MARITO N 06 06 04 2664 DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNVERSITAS INDONESIA GENAP 2007/2008 SISTEM NAVIGASI
BAB III PERANCANGAN SISTEM. 3.1 KONFIGURASI UMUM SISTEM Secara umum, sistem terbagi atas 2 bagian, yaitu
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 KONFIGURASI UMUM SISTEM Secara umum, sistem terbagi atas 2 bagian, yaitu Sistem 1 : Sistem Pengirim. Pada sistem pengirim ini terdapat bagian pembaca data posisi pada modul
PEMETAAN LOKASI OBJEK PAJAK UNTUK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SENSOR FUSION PADA PERANGKAT BERGERAK DENGAN SISTEM OPERASI ANDROID
PEMETAAN LOKASI OBJEK PAJAK UNTUK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SENSOR FUSION PADA PERANGKAT BERGERAK DENGAN SISTEM OPERASI ANDROID Cipta Andrian 5106100170 Jurusan Teknik Informatika Fakultas
Pelatihan Tracking dan Dasar-Dasar Penggunan GPS PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN - KEBUDAYAAN KEMENDIKBUD
Pelatihan Tracking dan Dasar-Dasar Penggunan GPS PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN - KEBUDAYAAN KEMENDIKBUD GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) Slide 2 Merupakan salah satu sistem yang akan membantu untuk
BAB IV HASIL AKHIR DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL AKHIR DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Data GPS Percobaan menggunakan GPS dilakukan untuk mengetahui posisi payload berdasarkan data altitude, longitude, dan latitude. Sebelum melakukan uji coba
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 GPS GPS adalah singkatan dari Global Positioning System yang merupakan sistem untuk menentukan posisi dan navigasi secara global dengan menggunakan satelit. Sistem yang pertama
4. HASIL DAN PEMBAHASAN. Data Loger. Pemasangan e-logbook dilakukan di kapal pada saat kapal sedang
29 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Pemasangan Alat E-Logbook di Lapangan Pemasangan alat e-logbook dimulai dengan menyambungkan GPS Map Garmin 585 yang sudah tersambung transduser dan antena GPS dengan INOS-
sensing, GIS (Geographic Information System) dan olahraga rekreasi
GPS (Global Positioning System) Global positioning system merupakan metode penentuan posisi ekstra-teristris yang menggunakan satelit GPS sebagai target pengukuran. Metode ini dinamakan penentuan posisi
B A B IV HASIL DAN ANALISIS
B A B IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Output Sistem Setelah sistem ini dinyalakan, maka sistem ini akan terus menerus bekerja secara otomatis untuk mendapatkan hasil berupa karakteristik dari lapisan troposfer
AKUISISI DATA TITIK GEOARKINDO 2016
AKUISISI DATA TITIK GEOARKINDO 2016 BEBERAPA CARA AKUISISI DATA TITIK CAGAR BUDAYA Akuisisi Data Titik Menggunakan GPS GPS Handheld GPS Geodetik Akuisisi Data Titik dari Peta Tematik Arkeologi Akuisisi
III. METODE PENELITIAN. berlokasi di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Taman Nasional Way
13 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan September 2012 yang berlokasi di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Taman Nasional Way Kambas
BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan manusia dengan dorongan untuk menuju. kehidupan yang lebih baik lagi, manusia berusaha untuk dapat
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dalam kehidupan manusia dengan dorongan untuk menuju kehidupan yang lebih baik lagi, manusia berusaha untuk dapat menunjang kehidupan yang dia jalani. Untuk menunjang
Panduan Pengoperasian GPS GARMIN 76CSX, 60CSX dan etrex Hcx
Panduan Pengoperasian GPS GARMIN 76CSX, 60CSX dan etrex Hcx Posted by www.teknologisurvey.com April 12, 2012 14 Komentar PANDUAN PENGOPERASIAN GPS GARMIN 76CSX, 60CSX dan etrex Hcx I. U M U M A. Fungsi
AKUISISI DATA GPS UNTUK PEMANTAUAN JARINGAN GSM
AKUISISI DATA GPS UNTUK PEMANTAUAN JARINGAN GSM Dandy Firdaus 1, Damar Widjaja 2 1,2 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma Kampus III, Paingan, Maguwoharjo, Depok,
AKUISISI DATA GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) DENGAN KOMPUTER PADA MODEL KAPAL SEBAGAI SARANA PENELITIAN
AKUISISI DATA GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) DENGAN KOMPUTER PADA MODEL KAPAL SEBAGAI SARANA PENELITIAN Muh. Taufiqurrohman Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah
PENENTUAN POSISI DENGAN GPS UNTUK SURVEI TERUMBU KARANG. Winardi Puslit Oseanografi - LIPI
PENENTUAN POSISI DENGAN GPS UNTUK SURVEI TERUMBU KARANG Winardi Puslit Oseanografi - LIPI Sekilas GPS dan Kegunaannya GPS adalah singkatan dari Global Positioning System yang merupakan sistem untuk menentukan
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pengujian dilakukan untuk mengetahui nilai yang dihasilkan oleh pengukuran sensor ultrasonic yang sudah diolah oleh arduino dan dibandingkan dengan ketinggian air sebenarnya.
PURWA-RUPA PENAMPIL LOKASI MANUSIA MENGGUNAKAN GPS DENGAN KOORDINAT LINTANG-BUJUR
PURWA-RUPA PENAMPIL LOKASI MANUSIA MENGGUNAKAN GPS DENGAN KOORDINAT LINTANG-BUJUR Disusun Oleh : Nama : Eko Kurniawan Gufron Nrp : 0522133 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri,
BAB 4 PENGUJIAN DAN ANALISA KONTROL GERAK SIRIP ELEVATOR
33 BAB 4 PENGUJIAN DAN ANALISA KONTROL GERAK SIRIP ELEVATOR 4.1 Pengujian Rangkaian Untuk dapat melakukan pengontrolan gerakan sirip elevator pada pesawat tanpa awak, terlebih dahulu dilakukan uji rangkaian
BAB III PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK MENENTUKAN JENIS KAWANAN IKAN, JARAK KAWANAN IKAN, DAN POSISI KAPAL
xxxi BAB III PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK MENENTUKAN JENIS KAWANAN IKAN, JARAK KAWANAN IKAN, DAN POSISI KAPAL Perangkat lunak pengenal gelombang perubahan fasa ini dilakukan dengan menggunakan komputer
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1 Prinsip Kerja GPS (Sumber :
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi GPS GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat dengan bantuan penyelarasan
APLIKASI GPS GARMIN 10 Lucky Heryanti BAB 1 PENDAHULUAN
APLIKASI GPS GARMIN 10 Lucky Heryanti BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka berkembang pula alat-alat canggih yang dapat membantu kita dalam
2 TINJAUAN PUSTAKA. Unmanned Surface Vehicle (USV) atau Autonomous Surface Vehicle (ASV)
2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Unmanned Surface Vehicle (USV) Unmanned Surface Vehicle (USV) atau Autonomous Surface Vehicle (ASV) merupakan sebuah wahana tanpa awak yang dapat dioperasikan pada permukaan air.
Mengetahui Posisi Dengan Modul Penerima GPS dengan Modul TF-11 dan Kabel CB-232
Mengetahui Posisi Dengan Modul Penerima GPS dengan Modul TF-11 dan Kabel CB-232 GPS (Global Positioning System) adalah suatu sistem navigasi dengan menggunakan bantuan satelit. Dimanapun posisi sesorang
Pengingat Agenda Berdasarkan Konteks Lokasi Menggunakan GPS dengan Algoritma k-nearest Neighbor pada Perangkat Bergerak
Pengingat Agenda Berdasarkan Konteks Lokasi Menggunakan GPS dengan Algoritma k-nearest Neighbor pada Perangkat Bergerak IVAN AHMED GIOVANNI NRP 5109100042 Dosen Pembimbing I Ary Mazharuddin S., S.Kom.,
Pengembangan OSD (On Screen Display) dengan Penambahan Menu untuk Aplikasi pada Semi Autonomous Mobile Robot dengan Lengan untuk Mengambil Objek
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) A-929 Pengembangan OSD (On Screen Display) dengan Penambahan Menu untuk Aplikasi pada Semi Autonomous Mobile Robot dengan Lengan
Pelatihan Tracking dan Dasar-Dasar Penggunan GPS PUSAT DATA, STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENDIKBUD
Pelatihan Tracking dan Dasar-Dasar Penggunan GPS PUSAT DATA, STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENDIKBUD GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) Slide 2 Merupakan salah satu sistem yang akan membantu untuk
batas tersebut akan ada peringatan bawah telah melewati batas yang sudah ditentukan tersebut. Sistem ini diharapkan kita mampu mengetahui secara cepat
SISTEM PEMANTAU POSISI KENDARAAN PENGIRIMAN BARANG BERBASIS GPS DAN SMS Prof. Dr. I Wayan Simri Wicaksana, SSi., MEng., 1 Eko Supriyanto 2 1. Dosen Universitas Gunadarma 2. Mahasiswa Universitas Gunadarma
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, penggunaan smartphone akhir-akhir ini meningkat pesat. Menurut hasil penelitian Nielsen di sembilan kota
BAB III PERANCANGAN SISTEM HARDWARE DAN SOFTWARE
BAB III PERANCANGAN SISTEM HARDWARE DAN SOFTWARE 3. 1 UMUM Sistem peringatan dini tsunami merupakan sistem yang dirancang untuk memberikan informasi data terjadinya gempa yang mengarah pada prediksi adanya
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Sistem berikut: Secara umum sistem yang dibangun dijelaskan dalam diagram blok sistem 6 1 Baterai Sensor: - GPS 2 Sensor Suhu dan Kelembapan 4 Mikrokontroler
Sebuah modem GSM mendefinisikan sebuah antarmuka yang. memungkinkan aplikasi komputer atau peralatan lain untuk mengirim dan
19 Sebuah modem GSM mendefinisikan sebuah antarmuka yang memungkinkan aplikasi komputer atau peralatan lain untuk mengirim dan mengirim pesan melalui interface modem. Agar dapat melaksanakan tugas ini,
ANALISIS KETELITIAN DATA PENGUKURAN MENGGUNAKAN GPS DENGAN METODE DIFERENSIAL STATIK DALAM MODA JARING DAN RADIAL
ANALISIS KETELITIAN DATA PENGUKURAN MENGGUNAKAN GPS DENGAN METODE DIFERENSIAL STATIK DALAM MODA JARING DAN RADIAL Oleh : Syafril Ramadhon ABSTRAK Ketelitian data Global Positioning Systems (GPS) dapat
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS SISTEM
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS SISTEM 4.1 HASIL RANCANG BANGUN Berdasarkan rancang bangun pada Bab 3, dibuatlah sistem secara keseluruhan. Gambar 4.1 memperlihatkan perangkat keras yang digunakan pada sistem
ESTIMATOR PENENTUAN KOORDINAT LOKASI PADA PETA DIGITAL KOTA LHOKSEUMAWE BERBASIS GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM)
ESTIMATOR PENENTUAN KOORDINAT LOKASI PADA PETA DIGITAL KOTA LHOKSEUMAWE BERBASIS GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM) Yusman 1 1 Dosen Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe ABSTRAK Menentukan
SIMULASI ELECTRONIC ROAD PRICING BERBASIS GLOBAL POSITIONING SYSTEM
SIMULASI ELECTRONIC ROAD PRICING BERBASIS GLOBAL POSITIONING SYSTEM David & Sunarto Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti Jalan Kiai Tapa 1, Jakarta Barat 11410 Email:
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
58 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi Sistem GPS receiver (menggunakan TFAG30LP-18) Berfungsi untuk mengambil informasi dari satelit GPS untuk mendapatkan posisi, nantinya GPS receiver ini
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian dan analisis dari setiap modul yang mendukung sistem secara keseluruhan. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah
III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura
III. METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR). Berdasarkan administrasi pemerintahan Provinsi Lampung kawasan ini berada
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING POSISI PUSKESMAS KELILING DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN JARINGAN GSM UNTUK APLIKASI TELEMEDIKA
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING POSISI PUSKESMAS KELILING DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN JARINGAN GSM UNTUK APLIKASI TELEMEDIKA 1 Oleh: M. Razaq Jaya Saputra 2205 100 072 Dosen Pembimbing I: Dr. Eko Setijadi,
Kampus PENS-ITS Sukolilo, Surabaya 1 ABSTRAK
Sistem Penentuan Lokasi Kendaraan Menggunakan GPS Dengan Pemanfaatan SMS Sebagai Komunikasi Data Irawan Kholfanani #1, Akhmad Hendriawan -1 #2, Taufiqurrahman,.-2 #3, Eru Puspita -3 #4 # Jurusan Teknik
BAB III GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)
BAB III GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) III. 1 GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) Global Positioning System atau GPS adalah sistem radio navigasi dan penentuan posisi menggunakan satelit [Abidin, 2007]. Nama
UJI AKURASI GPS GENGGAM TIPE NAVIGASI PADA BERBAGAI PENGGUNAAN DI LAPANGAN Oleh : Iwan Setiawan dan Priyambudi Santoso
UJI AKURASI GPS GENGGAM TIPE NAVIGASI PADA BERBAGAI PENGGUNAAN DI LAPANGAN Oleh : Iwan Setiawan dan Priyambudi Santoso Ringkasan Pada waktu ini, receiver GPS (Global Positioning System) banyak digunakan
Rancang Bangun Aplikasi Pencarian Tempat Indekos Pada Perangkat Mobile Android
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2014) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) 1 Rancang Bangun Aplikasi Pencarian Tempat Indekos Pada Perangkat Mobile Android Adriyanra, Dwi Sunaryono, Adhatus Solichah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Telepon genggam adalah salah satu media yang bisa digunakan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Telepon genggam adalah salah satu media yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi. Pada perkembangannya telepon genggam tidak lagi hanya berfungsi untuk
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Alat dan Bahan Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1. Dua unit komputer 2. Path Profile 3. Kalkulator 4. GPS 5. Software D-ITG
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan zaman, maka berkembang pula alat-alat canggih yang dapat membantu kita dalam mengerti
PENERAPAN ALGORITMA ANT COLONY UNTUK TRAVELLING SALESMAN PROBLEM PADA PERANGKAT BERGERAK
PENERAPAN ALGORITMA ANT COLONY UNTUK TRAVELLING SALESMAN PROBLEM PADA PERANGKAT BERGERAK PRIYANKA GEMET ARISMOYO NRP 5109100178 Dosen Pembimbing I Henning Titi Ciptanigntyas S.Kom., M.Kom. Dosen Pembimbing
Prototype Payload Untuk Roket Uji Muatan
Prototype Payload Untuk Roket Uji Muatan Jalimin / 0522122 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha, Jln. Prof. Drg. Surya Sumantri 65, Bandung 40164, Indonesia Email : [email protected]
MODULE-2. PANDUAN PENGUKURAN GPS Navigasi UNTUK P.A.I. 1 Hidupkan alat receiver GPS dengan cara menekan tombol ON/OFF
MODULE-2. PANDUAN PENGUKURAN GPS Navigasi UNTUK P.A.I 1 Hidupkan alat receiver GPS dengan cara menekan tombol ON/OFF sesuai dengan tipe dan jenis alat nya. 2 Pastikan receiver GPS telah di setup sebagai
Laporan Tugas Akhir BAB I PENDAHULUAN
PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Maraknya pencurian kendaraan sepeda motor (curanmor) di berbagai daerah menyebabkan keresahan dan menimbulkan kerugian sangat besar yang dialami oleh masyarakat. Pencuri
RANCANG BANGUN PROTOTYPE PAPAN INFORMASI DIGITAL PADA TRANSPORTASI LAUT BERBASIS GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)
RANCANG BANGUN PROTOTYPE PAPAN INFORMASI DIGITAL PADA TRANSPORTASI LAUT BERBASIS GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) Joko Subur Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI PENDETEKSI KEBERADAAN TELEPON SELULAR BERBASIS GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM)
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI PENDETEKSI KEBERADAAN TELEPON SELULAR BERBASIS GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM) Gutama Indra 1, Dewi Agustini Santoso 2, M. Ary Heryanto 3 1,2,3) Fakultas Teknik, Universitas
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perkembangan teknologi Location Based Service (LBS) saat ini mulai berkembang semakin beragam. Dimulai dari pengintegrasian Personal Computer (PC) dan Global Positioning
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari trainer kendali kecepatan motor DC menggunakan kendali PID dan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Dimensi : 30 x 22 x 9CM, Bobot 2.4 Kg. Display : layar LCD 16 x 2 karakter, 71.2 x 25.2 mm, 6.
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 41 Spesifikasi sistem Dimensi : 30 x 22 x 9CM, Bobot 24 Kg Display : layar LCD 16 x 2 karakter, 712 x 252 mm, 65 inchi Processor : Microcontroller with 128K Bytes, Clock
ANALISA RMS ERROR TERHADAP RATA RATA POSISI PADA PENUNJUKAN GPS UNTUK APLIKASI ALIGNMENT PESAWAT TEMPUR F-16 TNI-AU
ANALISA RMS ERROR TERHADAP RATA RATA POSISI PADA PENUNJUKAN GPS UNTUK APLIKASI ALIGNMENT PESAWAT TEMPUR F-16 TNI-AU Andy Nur Hidayat 1) Achmad Ansori 2) Devy Kuswidiastuti 3) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas
GARMIN GPS etrex Vista HCx
GARMIN GPS etrex Vista HCx MEMPELAJARI FUNGSI TOMBOL Power Key : Tekan dan tahan untuk menghidupkan atau mematikan unit. Tekan dan lepaskan untuk mengatur lampu backlight dan kecerahannya serta untuk melihat
LATIHAN GPS SUNGAI TIGO. Di Ambil dari Berbagai Sumber
LATIHAN GPS SUNGAI TIGO Di Ambil dari Berbagai Sumber Perlengkapan Unit GPS Komputer dengan serial/usb port Kabel data serial/usb transfer data Software (GIS, RS & GPS) Peta dasar MAIN PAGES Garmin GPS
UNSUR UTAMA PENGELOLAAN LABORATORIUM SOP PENGOPERASIAN ALAT KATEGORI 2. GPS U-Blok NEO 6M
Halaman 1 dari 4 halaman UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA LAB. Energi Terbarukan TEKNIK ELEKTRO UNSUR UTAMA PENGELOLAAN LABORATORIUM No Dokumen : 004/IK-AK2/LABEE-FT/2016 Tanggal Berlaku : 5 September 2016
Alat Ukur Parameter Tanah dan Lingkungan Berbasis Smartphone Android
Scientific Journal of Informatics Vol. 2, No. 2, November 2015 p-issn 2407-7658 http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/sji e-issn 2460-0040 Alat Ukur Parameter Tanah dan Lingkungan Berbasis Smartphone
RANCANG BANGUN SISTEM AUTONOMOUS PADA ROBOT BERODA DENGAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)
RANCANG BANGUN SISTEM AUTONOMOUS PADA ROBOT BERODA DENGAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) Zakharia Anugrah Gumilar 1, Djogi Lubis 2 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas
BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan dan perkembangan sistem tracking antena pada komunikasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penulisan Kebutuhan dan perkembangan sistem tracking antena pada komunikasi point-to-point semakin meningkat, salah satunya adalah untuk kepentingan pemantauan cuaca
TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN KENDARAAN MENGGUNAKAN SISTEM GPS DAN GSM SERTA ARDUINO MEGA
TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN KENDARAAN MENGGUNAKAN SISTEM GPS DAN GSM SERTA ARDUINO MEGA Diajukan guna melengkapi sebagian syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh
BAB III PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN
BAB III PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN 3.1 Perencanaan Kebutuhan Telepon seluler merupakan salah satu sarana penunjang yang mendukung setiap orang beraktivitas setiap hari. Karena itu, tentunya
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM PEMANTAUAN POSISI DAN TINGKAT PENCEMARAN UDARA BEGERAK
36 BAB 3 PERANCANGAN SISTEM PEMANTAUAN POSISI DAN TINGKAT PENCEMARAN UDARA BEGERAK 3.1 PRINSIP KERJA SISTEM Sistem pemantauan posisi dan tingkat pencemaran udara bergerak, merupakan sebuah sistem yang
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4. 1 UMUM Perancangan Mikrokontroler Sebagai Pemroses Data Sistem Informasi Tsunami merupakan suatu sistem yang mampu memberikan informasi secara real time posisi dari buoy
BAB III METODE PENELITIAN. Dibawah ini merupakan flowchart metode penelitian yang digunakan,
BAB III METODE PENELITIAN Dibawah ini merupakan flowchart metode penelitian yang digunakan, Gambar 3. 1 Alur metode penelitian 26 27 3.1. Tahap Identifikasi Awal Tahap identifikasi awal merupakan langkah
BAB III RANCANG BANGUN
BAB III RANCANG BANGUN 3.1 PRINSIP KERJA SISTEM Prinsip kerja sistem secara keseluruhan dimulai dari menempatkan sistem penerimaan GPS pada suatu tempat dan menunggu sampai GPS menerima data dengan baik
GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) Mulkal Razali, M.Sc
GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) Mulkal Razali, M.Sc www.pelagis.net 1 Materi Apa itu GPS? Prinsip dasar Penentuan Posisi dengan GPS Penggunaan GPS Sistem GPS Metoda Penentuan Posisi dengan GPS Sumber Kesalahan
SISTEM CERDAS PELACAK ANAK LUAR RUANG
SISTEM CERDAS PELACAK ANAK LUAR RUANG Aripin Iskandar 1 ; Ronny Haryanto 2 ; Wendi 3 ; Lukas S. Tanutama 4 4 Jurusan Sistem Komputer; Fakultas Ilmu Komputer; BINUS University Jalan K.H. Syahdan No. 9,
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. DESKRIPSI KERJA SISTEM Gambar 3.1. Blok diagram sistem Satelit-satelit GPS akan mengirimkan sinyal-sinyal secara kontinyu setiap detiknya. GPS receiver akan
Aplikasi Modul SD Card untuk Akuisisi Data GPS EM-410. Disusun Oleh : Nama : An Lie Nrp :
Aplikasi Modul SD Card untuk Akuisisi Data GPS EM-410 Disusun Oleh : Nama : An Lie Nrp : 0722018 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof.Drg.Suria Sumantri, MPH no.65, Bandung, Indonesia. Email
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman sekarang yang semakin modern, persaingan semakin ketat. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini yang semakin meningkat khususnya dibidang komunikasi,
BAB III PEMODELAN BISNIS, DATA, DAN PROSES
BAB III PEMODELAN BISNIS, DATA, DAN PROSES 3.1 Pemodelan Bisnis Kehadiran ponsel pintar menjadi berperan penting dalam hubungan komunikasi dan akses terhadap informasi terkini menjadi lebih mudah dan praktis,
ALGORITMA TDOA UNTUK PENGUKUR JARAK ROKET MENGGUNAKAN TEKNOLOGI UHF
ALGORITMA TDOA UNTUK PENGUKUR JARAK ROKET MENGGUNAKAN TEKNOLOGI UHF Haris Setyawan 1*, Wahyu Widada 2 1 Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jalan Lingkar Selatan Tamantirto
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari alat peraga sistem pengendalian ketinggian air. 3.1. Gambaran Alat
BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi yang terus berkembang saat ini, kebutuhan manusia akan informasi mencakup banyak hal, salah satunya adalah kebutuhan akan informasi lokasi.
Jurnal Coding Sistem Komputer Untan Volume 05, No.3 (2017), hal ISSN : X
RANCANG BANGUN SISTEM PELACAK KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN GPS DENGAN ANTARMUKA WEBSITE [1] Rian Affrilianto, [2] Dedi Triyanto, [3] Suhardi [1][2][3] Jurusan Sistem Komputer, Fakultas MIPA Universitas
PEMANFAATAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM TRACKER DAN KAMERA SEBAGAI ALAT BANTU PEMANTAU BUS
PEMANFAATAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM TRACKER DAN KAMERA SEBAGAI ALAT BANTU PEMANTAU BUS Joni Maulindar 1*, Rudi Susanto 2 1,2 Program Studi Teknik Informatika, STMIK Duta Bangsa Surakarta Jl. Bhayangkara
BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT
55 BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA ALAT Untuk tahap selanjutnya setelah melakukan perancangan dan pembuatan alat maka langkah berikut nya adalah pengujian dan menganalisa alat yang telah dibuat, agar tujuan
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Bab ini akan menjelaskan secara detil mengenai hasil-hasil pengukuran
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN Bab ini akan menjelaskan secara detil mengenai hasil-hasil pengukuran penelitian ini. Pengukuran-pengukuran yang dilakukan secara garis besar yaitu Pengukuran gedung parkir Universitas
BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini, inovasi teknologi yang terus berkembang khususnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi ini, inovasi teknologi yang terus berkembang khususnya pada bidang navigasi memberikan dampak yang positif bagi kehidupan manusia. Munculnya teknologi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Penelitian Pengambilan Data Koreksi Variasi Harian Koreksi IGRF Anomali magnet Total Pemisahan Anomali Magnet Total Anomali Regional menggunakan Metode Trend Surface
ANALISA RMS ERROR TERHADAP RATA RATA POSISI PADA PENUNJUKAN GPS UNTUK APLIKASI ALIGNMENT PESAWAT TEMPUR F-16 TNI-AU
ANALISA RMS ERROR TERHADAP RATA RATA POSISI PADA PENUNJUKAN GPS UNTUK APLIKASI ALIGNMENT PESAWAT TEMPUR F-16 TNI-AU Dosen Pembimbing : Ir. Achmad Ansori, DEA. Devy Kuswidiastuti, S.T, M.Sc. Oleh : ANDY
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan Sistem Dalam tugas akhir ini, penulis mencoba membuat alat yang dirancang untuk mendeteksi para pendaki gunung yang tersesat dengan menggunakan sistem pengiriman
BAB III PERANCANGAN Sistem Kontrol Robot. Gambar 3.1. Blok Diagram Sistem
BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan sistem yang meliputi sistem kontrol logika fuzzy, perancangan perangkat keras robot, dan perancangan perangkat lunak dalam pengimplementasian
Perancangan dan Realisasi Robot Waypoint Berbasis GPS
Perancangan dan Realisasi Robot Waypoint Berbasis GPS Disusun oleh: Nama : Daniel Octa Vianus Nrp : 0822076 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri, MPH no.65, Bandung,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebuah Unmanned Aerial Vehicle (UAV) merupakan pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh atau diterbangkan secara mandiri yang dilakukan pemrograman terlebih
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Blank Spot 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Batasan Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lampu-lampu jalan di tiap daerah tampaknya belum tersebar secara merata. Pemerintah di masing-masing daerah di Indonesia khususnya di Propinsi DIY belum memiliki standarisasi
PENENTUAN POSISI DENGAN GPS
PENENTUAN POSISI DENGAN GPS Disampaikan Dalam Acara Workshop Geospasial Untuk Guru Oleh Ir.Endang,M.Pd, Widyaiswara BIG BADAN INFORMASI GEOSPASIAL (BIG) Jln. Raya Jakarta Bogor Km. 46 Cibinong, Bogor 16911
SEMINAR TUGAS AKHIR PERANCANGAN SISTEM KOMUNIKASI DATA PADA MARITIM BUOY WEATHER UNTUK MENDUKUNG KESELAMATAN TRANSPORTASI LAUT
SEMINAR TUGAS AKHIR PERANCANGAN SISTEM KOMUNIKASI DATA PADA MARITIM BUOY WEATHER UNTUK MENDUKUNG KESELAMATAN TRANSPORTASI LAUT Muhammad Sa ad 2408100106 Dosen Pembimbing Ir. Syamsul Arifin, MT. LATAR BELAKANG
SISTEM NAVIGASI DAN PENGHINDAR RINTANGAN PADA MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN GPS DAN PENGUKUR JARAK ULTRASONIK
SISTEM NAVIGASI DAN PENGHINDAR RINTANGAN PADA MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN GPS DAN PENGUKUR JARAK ULTRASONIK Rudy Dikairono 1, Tri Arief Sardjono 2, Lukas Yulianto 3 Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi
