REDESAIN RUMAH MAKAN WARUNG APUNG RAHMAWATI DENGAN KONSEP JAWA MODERN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "REDESAIN RUMAH MAKAN WARUNG APUNG RAHMAWATI DENGAN KONSEP JAWA MODERN"

Transkripsi

1 TUGAS AKHIR RI REDESAIN RUMAH MAKAN WARUNG APUNG RAHMAWATI DENGAN KONSEP JAWA MODERN WIDYASI TIARA HAPSARI NRP Dosen Pembimbing Aria Wenny Anggraita, ST., M.MT Anggra Ayu Rucitra, ST., M.MT. JURUSAN DESAIN INTERIOR Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2017

2 CamScanner

3 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP REDESAIN RUMAH MAKAN WARUNG APUNG RAHMAWATI DENGAN KONSEP JAWA MODERN Nama : Widyasi Tiara Hapsari NRP : Pembimbing 1 : Aria Wenny Anggraita, ST., M.MT. Pembimbing 2 : Anggra Ayu Rucitra, ST., M.MT. ABSTRAK Rumah makan sekarang ini menjadi salah satu usaha dengan keuntungan yang menjanjikan, tak heran jika di Indonesia sendiri bermunculan rumah makan atau restoran baru dalam persaingan bisnis makanan. Mulai dari restoran cepat saji hingga warung makan sederhana dapat dijumpai diberbagai kota-kota di Indonesia, tidak hanya di kota-kota besar saja bermacam jenis restoran tersebut dapat ditemui, di kota-kota kecil juga sudah mulai banyak bisnis makanan bermunculan. Kebanyakan masyarakat Kota Gresik lebih memilih untuk mengunjungi restoran dengan tipe Family Type Restaurant atau restoran keluarga, dikarenakan harga yang terjangkau dan mereka dapat menikmati waktu berkumpul bersama keluarga dengan santai. Dengan latar belakang kota Gresik yang banyak terdapat industri atau pabrik, konsep Jawa yang diaplikasikan pada rumah makan diharapkan agar pengunjung dapat merasakan nuansa tradisional di tengah hiruk-pikuk kota industri. Nuansa modern juga memberikan sentuhan masa kini yang dapat mengimbangi konsep Jawa pada rumah makan. Konsep Jawa dipilih sebagai konsep pada bentuk furniture, penggunaan material dan elemen estetis yang terdapat pada rumah makan. Nuansa modern yang mengimbangi konsep jawa dengan pengaplikasian desain yang lebih simpel dan tidak ketinggalan jaman sehingga dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat. Dengan konsep diatas kemudian disusun sebuah konsep perencanaan yaitu redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati sebagai rumah makan keluarga di Kota Gresik dengan konsep Jawa Modern agar Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dapat semakin dikenal sebagai pilihan Rumah Makan dengan harga yang terjangkau dan nyaman untuk bersantai bersama keluarga. Kata kunci : rumah makan; keluarga; Gresik; Jawa; Modern i

4 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern ii

5 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP REDESIGN RUMAH MAKAN WARUNG APUNG RAHMAWATI WITH JAVA MODERN CONCEPT Name : Widyasi Tiara Hapsari NRP : Lecturer 1 : Aria Wenny Anggraita, ST., M.MT. Lecturer 2 : Anggra Ayu Rucitra, ST., M.MT. ABSTRACT Restaurant now is becoming one of the businesses with a promising advantage, No wonder in Indonesia own popping home to eat or new restaurants in the food business competition. Ranging from fast food restaurants to simple food stalls can be found in various cities in Indonesia, not just only in the big cities the various types of restaurants can be found, in small towns also have started much the food businesses sprung up. Most people in Gresik prefer to visit a restaurant with the type of Family Type Restaurant or restaurants that cater for families, because the affordable prices and they can enjoy the time and relaxing together with family. Against the Gresik city s background with so much industry or factory, the Java concept was applied at restaurants it is expected that visitors can experience the traditional touch in the middle of the crowd of industries city. Modernity also gives a touch of "the present time" that can balancing the Java concept at restaurant. The Java concept was chosen as the concept for the form of furniture, the use of the material and aesthetic elements contained in the restaurant. The modernity which balanced the Java concept with more simple design deployment and not outdated so it can be accepted by all circles of the society. With the concept above then drafted a planning concept that is Redesigning Rumah Makan Warung Apung Rahmawati as a families restaurant in Gresik city with Modern Java concept so that Rumah Makan Warung Apung Rahmawati can increasingly known as the choice of a restaurant with affordable price and convenient to relax with the family. Keywords : restaurant; family; Gresik; Java; Modern iii

6 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern iv

7 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena telah memberikan rahmat dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir yang berjudul Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern. Laporan Mata Kuliah Tugas Akhir (RI ) sebagai persyaratan kelulusan di Jurusan Desain Interior, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Selama penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah mendukung, membantu, dan membimbing serta memberikan saran dan dorongan yang merupakan pengalaman dan pengetahuan berharga bagi penulis. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Allah SWT atas limpahan berkah dan rahmat-nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir; 2. Ibu Anggra Ayu Rucitra, ST., M.MT., selaku dosen koordinator Mata Kuliah Tugas Akhir. 3. Ibu Aria Wenny Anggraita, ST., M.MT. dan Ibu Anggra Ayu Rucitra, ST., M.MT., selaku dosen pembimbing Mata Kuliah Tugas Akhir; 4. Bapak Ir. Prasetyo Wahyudie, MT. dan Ibu Anggri Indraprasti, S.Sn., M.Ds. selaku dosen penguji Mata Kuliah Tugas Akhir; 5. Kedua orang tua atas saran, doa dan dukungan yang tidak henti-hentinya diberikan kepada penulis, baik secara materil maupun dukungan secara moril; 6. Teman-teman seperjuangan desain interior dan sahabat-sahabat penulis yang telah membantu dan memberikan motivasi; 7. Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu yang telah banyak membantu sehingga tugas akhir ini dapat diselesaikan. Akhirnya dengan segala harapan, semoga laporan ini dapat menjadi referensi dan motivasi sehingga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh semua pihak. Penulis mohon maaf atas segala kekurangan yang ada, penulis tidak menutup diri terhadap segala saran dan kritik serta masukan yang bersifat kontruktif bagi diri penulis. Terima kasih. Surabaya, Januari 2017 Penulis v

8 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (Halaman ini sengaja dikosongkan) vi

9 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP DAFTAR ISI ABSTRAK... i ABSTRACT... iii KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR TABEL... xv DAFTAR DIAGRAM... xvii DAFTAR LAMPIRAN... xix BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Definisi Judul Masalah Identifikasi Masalah Batasan Masalah Rumusan Masalah Tujuan Manfaat Manfaat bagi Pengelola Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Manfaat bagi Pengunjung atau Konsumen Sistematika Laporan... 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA, EKSISTING, DAN PEMBANDING Tinjauan Pustaka Restoran Definisi Restoran Klasifikasi Restoran Jenis-Jenis Restoran Langgam Jawa Arsitektur Jawa Rumah Tradisional Jawa vii

10 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Langgam Modern Pengertian Modern Arsitektur Modern Konsep Desain Interior Modern Ciri Arsitektur Modern Tinjauan Eksisting Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Visi dan Misi Perusahaan Sejarah Perusahaan Deskripsi Gerai Gresik Layout Eksisting Warung Apung Rahmawati Deskripsi Interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Kekurangan dan Kelebihan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Tinjauan Pembanding Warung Lesehan Segoro Madu Gresik Kekurangan dan Kelebihan Warung Lesehan Segoro Madu The Legend Resto, Gresik Kekurangan dan Kelebihan The Legend Resto Kajian Tentang Antropometri Antropometri Lebar Meja Antropometri Jarak Sirkulasi Kajian Tentang Warna Warna Menurut Kobayashi Dampak Psikologis Warna Teori Warna Menurut Brewster BAB III METODOLOGI DESAIN Metode Desain Objek dan Subjek Desain Alur Diagram Proses Desain Metode Pengumpulan Data Data primer viii

11 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Data Sekunder Tahap Analisa Data Tahapan Desain BAB IV ANALISA DAN DATA PENELITIAN Data Penelitian Hasil Pengumpulan Data Observasi Interview Kuisioner Studi Aktivitas Analisa Layout BAB V KONSEP DESAIN Landasan Konsep Desain Konsep Makro Konsep Mikro Konsep Aplikasi Interior Dinding Lantai Plafon Furniture Pencahayaan dan Penghawaan Elemen Estetis Konsep Warna BAB VI PROSES DAN HASIL DESAIN Alternatif Layout Alternatif Layout Alternatif Layout Alternatif Layout Pengembangan Alternatif Layout Terpilih Hasil Desain Area Makan Gazebo ix

12 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Area Makan Teras Area Resepsionis BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN x

13 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Gambaran Restoran Formal Gambar 2.2. Gambaran Restoran Informal Gambar 2.3. Contoh Specialities Restoran Gambar 2.4. Bentuk Pokok Rumah Panggang-Pe Gambar 2.5. Bentuk Rumah Kampung Gambar 2.6. Contoh Rumah Limasan Gambar 2.7. Contoh Rumah Joglo Gambar 2.8. Bentuk Rumah Tajug Gambar 2.9. Contoh penggunaan furniture yang effisien Gambar Gambar Tintted Glass Gambar Pengaplikasian perforated metal pada bangunan Gambar Contoh Tekstur Galvanized Metal Gambar Logo Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Gambar Lokasi Rumah Makan Warung Apung Rahmawati pada Google earth Gambar Layout Eksisting Lantai Gambar Layout Eksisting Lantai Gambar Pintu Masuk Rumah Makan Gambar Area Lesehan Rumah Makan Gambar Area Makan Teras Gambar Kasir Warung Apung Rahmawati Gambar Area Tunggu Gambar Area VIP Gambar Warung Lesehan Segoro Madu Gambar Interior Warung Lesehan Segoro Madu Gambar Pintu Masuk The Legend Resto Gresik Gambar Dimensi Lebar Meja Minimal Gambar Dimensi Lebar Meja Optimal Gambar Jarak Bersih Minimal Kursi dan Meja xi

14 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Gambar Jarak Bersih Minimal Kursi dengan sirkulasi sau orang Gambar Jarak Bersih Minimal Kursi dengan Sirkulasi Dua Orang Gambar Jarak Kursi Bangket dengan Sirkulasi Dua Orang Gambar Color Chart Kobayashi Gambar Lingkaran Warna Gambar Konsep Warna Warung Apung Rahmawati Gambar 4.1. Layout Eksisting Rumah Makan Gambar 4.2. Layout Redesain Rumah Makan Gambar 5.1. Konsep Rumah Makan Gazebo Gambar 5.2. Interior Jawa Gambar 5.3. Interior Jawa Modern Gambar 5.4. Pengaplikasian Dinding Berwarnaa Merah Maroon Gambar 5.5. Pengaplikasian Lantai Tegel Bermotif Gambar 5.6. Penggunaan Lantai Parket Kayu Gambar 5.7. Penggunaan Lantai Keramik Bermotif Batu Alam Gambar 5.8. Pengaplikasian Plafon Ekspose Kayu Gambar 5.9. Contoh Atap Kanopi Transparan Gambar Contoh Furniture Kayu Gambar Contoh Penghawaan dan Pencahayaan Smi Outdoor Gambar Contoh Pencahayaan Warm Tone Gambar Contoh Partisi Ukir Sederhana Gambar Lampu Teplok Sebagai Elemen Estetis Gambar Kain Motif Batik Sebagai Elemen Estetis Gambar Konsep Warna Interior Jawa Gambar Konsep Warna Logo Rumah Makan Gambar 6.1. Alternatif Layout Gambar 6.2. Alternatif Layout Gambar 6.3. Alternatif Layout Gambar 6.4. Layout Area Makan Gazebo Gambar 6.5. Alur Area Makan Gazebo Gambar 6.6. Layout Area Makan Teras xii

15 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Gambar 6.7. Alur Area Makan Teras Gambar 6.8. Layout Area Resepsionis Gambar 6.9. Alur Area Resepsionis Gambar Sudut Tampak Big Gazebo Pada Denah Gambar Visualisasi Big Gazebo Gambar Sudut Tampak 1 Long Gazebo Pada Denah Gambar Visualisasi Tampak 1 Long Gazebo Gambar Sudut Tampak 2 Long Gazebo Pada Denah Gambar Visualisasi Tampak 2 Long Gazebo Gambar Sudut Tampak 1 Area Makan Teras Pada Denah Gambar Visualisasi Tampak 1 Area Makan Teras Gambar Sudut Tampak 2 Area Makan Teras Pada Denah Gambar Visualisasi Tampak 2 Area Makan Teras Gambar Sudut Tampak 3 Area Makan Teras Pada Denah Gambar Visualisasi Tampak 3 Area Makan Teras Gambar Sudut Tampak 1 Area Resepsionis Pada Denah Gambar Visualisasi Tampak 1 Area Resepsionis Gambar Sudut Tampak 2 Area Resepsionis Pada Denah Gambar Visualisasi Tampak 2 Area Resepsionis Gambar Sudut Tampak 3 Area Resepsionis Pada Denah Gambar Visualisasi Tampak 3 Area Resepsionis xiii

16 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (Halaman ini sengaja dikosongkan) xiv

17 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Kelebihan dan Kekurangan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Tabel 2.2. Kelebihan dan Kekurangan Warung Lesehan Segoro Madu Tabel 2.3. Kelebihan dan Kekurangan The Legend Resto Tabel 2.4. Tabel Psikologi Warna Tabel 3.1. Protocol Wawancara Tabel 4.1. Tabel Analisa Pembanding Tabel 4.2. Tabel Studi Aktivitas Tabel 4.3. Tabel Kebutuhan Ruang Tabel 6.1. Weighted Method Tabel 6.2. Weighted Method Value xv

18 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (Halaman ini sengaja dikosongkan) xvi

19 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP DAFTAR DIAGRAM Diagram 3.1. Mind Mapping Metodologi Desain Diagram 3.2. Alur Proses Desain Diagram 5.1. Diagram Kerangka Konsep Diagram 5.2. Diagram Konsep Mikro xvii

20 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (Halaman ini sengaja dikosongkan) xviii

21 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP DAFTAR LAMPIRAN Sejarah Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Rencana Anggaran Biaya Ruang Terpilih Rencana Anggaran Biaya Furniture Siteplan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Layout Eksisting Lantai Layout Eksisting Lantai Layout Terpilih Lantai Layout Terpilih Lantai Layout Area Terpilih Rencana Lantai Area Terpilih Rencana Plafon Area Terpilih View 1 Area Terpilih View 2 Area Terpilih Layout Area Terpilih Rencana Lantai Area Terpilih Rencana Plafon Area Terpilih View 1 Area Terpilih View 2 Area Terpilih Layout Area Terpilih Rencana Lantai Area Terpilih Rencana Plafon Area Terpilih View 1 Area Terpilih View 2 Area Terpilih xix

22 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (Halaman ini sengaja dikosongkan) xx

23 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumah makan merupakan istilah umum untuk menyebut usaha gastronomi yang menyajikan hidangan kepada masyarakat dan menyediakan tempat untuk menikmati hidangan ataupun memanfaatkan layanan take-out dining dengan tarif tertentu yang sudah ditetapkan untuk makanan dan pelayanannya. Pada umumnya rumah makan menyajikan makanan di tempat, namun seiring perkembangan zaman dengan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, banyak rumah makan atau restoran yang menyediakan layanan take-out dining, drive-thru dan delivery service untuk mempermudah konsumen. Rumah makan biasanya memiliki spesialisasi dalam jenis makanan yang dihidangkannya. Sebagai contoh yaitu rumah makan chinese food, rumah makan Padang, rumah makan cepat saji (fast food restaurant) dan sebagainya. Saat ini para pemilik restoran tidak hanya menjual makanan sebagai produk utamanya, banyak rumah makan yang turut menjual suasana dalam rumah makan. Persaingan pasar bisnis kini merambah dunia interior, suasana ruangan, tata letak dan sirkulasi serta ciri khas suatu tempat juga menjadi pertimbangan oleh konsumen. Berdasarkan studi awal, hal yang pertama dilihat oleh calon konsumen adalah tampilan dari rumah makan, sedangkan makanan berada di tingkat kedua. Jika dilihat dari segi aktivitas konsumen di rumah makan, konsumen juga menghabiskan waktu mereka dengan kegiatan lain selain menyantap hidangan seperti bercengkrama bersama rekan dan keluarga atau mengadakan pertemuan di rumah makan. Maka dari itu, kesan dan suasana interior yang mendukung untuk membangun mood konsumen perlu diperhatikan di dalam rumah makan. Hal tersebut juga dapat digunakan sebagai upaya peningkatan kenyamanan konsumen sehingga konsumen akan datang kembali ke rumah makan. 1

24 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Begitu juga persaingan pasar bisnis rumah makan di Jawa Timur, dengan perkembangan rumah makan yang cukup pesat, tidak hanya kota-kota besar yang mengikut sertakan interior sebagai penunjang bisnis rumah makan, di kota-kota kecil yang mempunyai mobilitas tinggi juga semakin marak menjadi target produsen untuk mendirikan bisnis kuliner rumah makan yang menarik. Seperti halnya di kota Gresik, kota kecil yang terkenal dengan kawasan industri membuat produsen tertarik berinvestasi bisnis makanan di kota ini. Rumah makan dengan jenis restoran cepat saji sampai cafe sudah mulai menjamur di kota Gresik, tetapi kebanyakan masyarakat memberi perhatian terhadap rumah makan keluarga. Hal tersebut dikarenakan melihat dari sisi harga yang cukup terjangkau, rumah makan keluarga juga memberikan suasana kekeluargaan bagi pengunjung, mengingat masyarakat Gresik sebagian besar merupakan masyarakat produktif dengan sedikit waktu untuk bertemu dan berkumpul bersama keluarga. Dengan latar belakang kota Gresik yang merupakan kota kawasan industri, maka banyak masyarakat dari kotakota lain bekerja di kota Gresik dan menetap di kota Gresik dan tidak jarang pula banyak masyarakat pendatang yang membangun keluarga di kota Gresik, hal tersebut juga membuat masyarakat lebih tertarik dengan rumah makan keluarga karena dapat menampung seluruh anggota keluarga dengan suasana yang hangat. Salah satu rumah makan keluarga yang terkenal di kota Gresik adalah Warung Apung Rahmawati. Rumah makan Warung Apung Rahmawati ini merupakan rumah makan bertipe keluarga yang pertama kali dibangun di gresik dengan konsep awal didirikan yaitu konsep desain mengapung dan target pasar menengah keatas. Seiring berjalannya waktu, rumah makan keluarga tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin berkumpul bersama keluarga, kegiatan lain seperti meeting karyawan, acara-acara dengan rombongan besar juga kerap diadakan di rumah makan keluarga ini. Warung Apung Rahmawati saat ini sudah kewalahan dalam menampung jumlah pengunjung, terlebih pada hari libur dan pada saat jam makan siang. Sehingga perlu dilakukan studi kebutuhan ruang ulang agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna saat ini. 2

25 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Melihat kemajuan bisnis kuliner di bidang rumah makan keluarga ini, muncul kompetitor baru bagi Warung Apung Rahmawati. Banyak rumah makan yang meniru konsep gazebo dan konsep lesehan yang awalnya hanya dimiliki oleh Warung Apung Rahmawati. Maka dari itu, inovasi dan ide-ide baru sangat diperlukan bagi Warung Apung Rahmawati agar dapat bersaing dengan kompetitor lainnya. Redesain tempat makan juga sangat diperlukan untuk menarik perhatian masyarakat demi memenuhi kebutuhan aktivitas pengunjung dan kenyamanan pengunjung di rumah makan agar masyarakat senantiasa mengutamakan mengunjungi rumah makan Warung Apung Rahmawati dan kembali lagi menjadi pelanggan Warung Apung Rahmawati Definisi Judul Dari latar belakang pentingnya redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati di Gresik, maka diperlukan konsep dan judul perancangan yang tepat untuk meredesain rumah makan ini. Judul yang sesuai adalah : Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern. Judul tersebut memiliki definisi sebagai berikut: - Redesain : merupakan sebuah aktivitas melakukan pengubahan pembaharuan dengan berpatokan dari wujud desain yang lama diubah menjadi baru, sehingga dapat memenuhi tujuan-tujuan positif yang mengakibatkan kemajuan. - Rumah Makan : adalah istilah umum untuk menyebut usaha gastronomi yang menyajikan hidangan kepada masyarakat dan menyediakan tempat untuk menikmati hidangan tersebut serta menetapkan tarif tertentu untuk makanan dan pelayanannya. - Warung Apung Rahmawati : Warung Apung Rahmawti merupakan salah satu rumah makan yang berada di kota Gresik. Rumah makan ini termasuk kedalam rumah makan dengan tipe keluarga, menjual makanan Indonesia dan suasana yang khas dengan kesan tradisional. 3

26 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern - Jawa : Gaya Jawa merupakan gaya interior yang banyak mengambil unsurunsur adat, kebudayaan, ciri khas, sampai bentukan yang melekat pada masyarakat atau bangunan Jawa asli pada zaman dahulu kala. - Modern : kata modern menurut KBBI adalah terbaru, mutakhir, sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dengan tuntutan zaman. Sedangkan gaya desain modern adalah desain yang simple, bersih, fungsional,stylish dan selalu mengikuti perkembangan jaman yang berkaitan dengan gaya hidup modern yang sedang berkembang pesat. Dari definisi judul diatas, dapat ditarik kesimpulan mengenai konsep perancangan ini yaitu mendesain kembali Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan konsep yang diambil dari unsur-unsur kebudayaan dan ciri khas bangunan Jawa dengan sentuhan nuansa modern, sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat modern saat ini Masalah Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan diatas, maka dapat dibuat identifikasi permasalahan sebagai berikut : 1. Sirkulasi pengunjung yang belum optimal karena layout furniture kurang baik. 2. Kurangnya privasi yang didapatkan oleh pengunjung dikarenakan letak antar tempat makan yang berdempetan. 3. Konsep interior jawa yang kurang menonjol pada rumah makan Batasan Masalah Agar tidak menyimpang dari konsep perancangan dan tujuan laporan yang dibuat, terdapat batasan masalah sebagai berikut : 1. Objek desain adalah Rumah Makan Warung Apung Rahmawati cabang Kota Gresik. 4

27 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Menggunakan denah objek desain yang sesungguhnya dari Rumah Makan Warung Apung Rahmawati cabang Gresik. 3. Luas ruangan, serta kolom bangunan dari objek menurut dengan eksisting asli yang telah diukur sesuai dengan objek Rumah Makan Warung Apung Rahmawati cabang Gresik Rumusan Masalah Dari identifikasi masalah serta batasan-batasan masalah yang telah dijabarkan diatas, didapatkan hasil rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana menciptakan sirkulasi yang nyaman bagi pengunjung Rumah Makan Warung Apung Rahmawati? 2. Bagaimana menciptakan interior Warung Apung Rahmawati sesuai dengan kebutuhan pengunjung dan karyawan? 3. Bagaimana membentuk suasana interior yang dapat menonjolkan ciri khas Rumah Makan Warung Apung Rahmawati? 1.4. Tujuan Dari berbagai permasalahan yang timbul, maka terdapat tujuan guna menjawab permasalahan diatas. Tujuan tersebut diantaranya : 1. Membuat suatu desain yang dapat menunjang kebutuhan karyawan, baik secara fisik maupun psikis sehingga mampu meningkatkan performa kerja para karyawan tersebut. 2. Menghasilkan suatu rancangan yang sesuai dengan keinginan owner, pengunjung serta sesuai dengan aktivitas karyawan yang ada di Warung Apung Rahmawati. 3. Menghasilkan desain Rumah Makan yang menonjolkan ciri khas sehingga beda dari Rumah Makan yang lain. 4. Menghasilkan suatu desain interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati yang dapat meningkatkan konsumen. 5

28 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 1.5. Manfaat Manfaat yang diharapkan bagi perancangan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Gresik adalah : Manfaat bagi Pengelola Rumah Makan Warung Apung Rahmawati 1. Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati memberikan pemecahan solusi bagi kebutuhan dan kenyamanan para pengunjung serta staff rumah makan. 2. Dengan adanya redesain dengan konsep yang sesuai bagi owner serta konsumen akan semakin menarik minat konsumen untuk mencoba dan kembali lagi menjadi pelanggan rumah makan yang dapat meningkatkan hasil penjualan rumah makan sendiri Manfaat bagi Pengunjung atau Konsumen 1. Dengan adanya redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati memberikan kebutuhan fasilitas dan kenyamanan sirkulasi yang terpenuhi bagi pengunjung, hal tersebut dapat membuat pengunjung semakin betah dan nyaman dengan keadaan interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. 2. Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati yang memakai konsep tradisional Jawa modern menciptakan suasana khas kekeluargaan dimana jarang ditemukan oleh pengunjung di rumah makan lain. 6

29 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Sistematika Laporan Guna memahami isi dari laporan Tugas Akhir Desain Interior ini, dalam penyusunannya dibagi dalam beberapa bab sebagai berikut : a. BAB I : Pendahuluan Dalam bab pertama ini terdapat latar belakang permasalahan yang menceritakan tentang bisnis rumah makan dengan kompetitor yang semakin banyak pada zaman sekarang, serta minat masyarakat perkotaan dengan rumah makan keluarga yang jauh dari suasana kepadatan kota. Permasalahan yang timbul dan tujuan serta manfaat dari redesain obyek perancangan rumah makan juga dibahas pada bab ini. b. BAB II : Kajian Pustaka Bab ini berisi teori-teori yang digunakan sebagai landasan dalam pengumpulan data-data dari berbagai sumber yang mendukung konsep perancangan dan akan diaplikasikan pada objek eksisting. Selain itu juga berisi studi mengenai objek eksisting serta objek pembanding yang bersifat fakta di lapangan beserta permasalahannya dan akan dibandingkan dengan objek eksisting yang telah dianalisa. c. BAB III : Metodologi Desain Bab metodologi desain berisikian metode-metode yang digunakan dalam perancangan Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dimulai dari awal penelitian objek, studi literatur, konsep desain, hingga pada desain akhir pada objek yang juga berguna sebagai rencana tahapan dalam penyusunan laporan. d. BAB IV : Analisa dan Pembahasan Setelah data-data yang diperlukan terkumpul melalui metodemetode yang digunakan dalam metodologi desain, maka hal selanjutnya yang dilakukan adalah mengolah data tersebut menjadi analisa-analisa yang diharapkan mampu mengatasi masalah desain pada objek. 7

30 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern e. BAB V : Konsep Desain Analisa-analisa yang telah dibuat dapat digunakan untuk mencari konsep desain interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati yang sesuai serta mampu mengatasi masalah-masalah desain yang terdapat pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dan diharapkan dapat menciptakan sesuatu yang baru yang menonjolkan rumah makan tersebut dimata konsumen. f. BAB VI : Desain Akhir Pengembangan dari konsep-konsep yang dilakukan mencapai hasil akhir sebuah desain atau final design yang dirasa optimal untuk diterapkan pada objek desain. g. BAB VII : Kesimpulan dan Saran Bab ini merupakan bab akhir yang berisikan kesimpulankesimpulan yang didapat selama kegiatan dan semua data yang didapat pada redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Sedangkan saran pada bab ini membahas tentang kelebihan serta kekurangan yang terdapat pada objek desain yang diambil sebagai peningkatan kualitas pada objek. 8

31 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP BAB II TINJAUAN PUSTAKA, EKSISTING, DAN PEMBANDING 2.1. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka atau studi literatur pada perancangan ini merupakan peninjauan kembali pustaka-pustaka yang terkait dengan objek perancangan, konsep perancangan dan juga objek yang dijadikan sebagai pembanding Restoran Dalam perancangan ini, objek yang diambil adalah sebuah restoran atau juga bisa disebut dengan rumah makan. Teori-teori yang berkaitan dengan restoran atau rumah makan ini akan dijabarkan dan dikaji ulang agar mempunyai pemahaman dasar sebelum mendesain sebuah objek Definisi Restoran Restoran atau rumah makan adalah istilah umum untuk menyebut usaha gastronomi yang menyajikan hidangan kepada masyarakat dan menyediakan tempat untuk menikmati hidangan tersebut serta menetapkan tarif tertentu untuk makanan dan pelayanannya. Meski pada umumnya rumah makan menyajikan makanan di tempat, tetapi ada juga beberapa yang menyediakan layanan take-out dining dan delivery service sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada konsumennya. Rumah makan biasanya memiliki spesialisasi dalam jenis makanan yang dihidangkannya. Sebagai contoh yaitu rumah makan chinese food, rumah makan Padang, rumah makan cepat saji (fast food restaurant) dan sebagainya. Restoran atau rumah makan juga memiliki tujuan operasional yaitu untuk mencari keuntungan sebagaimana tercantum dalam definisi Prof.Vanco Christian dari School Hotel Administration di Cornell University. Selain bertujuan bisnis atau 9

32 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern mencari keuntungan, membuat puas para konsumennya pun merupakan tujuan operasional yang utama dari sebuah restoran. Di Indonesia, rumah makan juga biasa disebut dengan istilah restoran. Restoran sendiri merupakan kata resapan yang berasal dari Bahasa Perancis yang diadaptasi oleh Bahasa Inggris; "restaurant" yang berasal dari kata "restaurer" yang berarti "memulihkan". 1 Sedangkan pengertian restaurant sesuai dengan kamus bahasa Inggris online 2 yaitu an establishment where meals are served to customers (sebuah tempat bangunan yang manyajikan makanan kepada pelanggan) Menurut Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No.KN.73/PVVI05/MPPT-85 tentang Peraturan usaha Rumah Makan, dalam peraturan ini yang dimaksud dengan usaha Jasa Pangan adalah : Suatu usaha yang menyediakan jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial. Sedangkan menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No. 304/Menkes/Per/89 tentang persyaratan rumah makan maka yang dimaksud rumah makan adalah satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan yang permanen dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan dan penjualan makanan dan minuman bagi umum di tempat usahanya. Restoran juga didefinisikan oleh beberapa ahli sebagai berikut :

33 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP a. Restoran Menurut Marsum suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua tamunya baik berupa makan maupun minum. 3 b. Restoran Menurut Ir. Endar Sugiarto, MM & Sri Sulartiningrum, SE, Restoran adalah suatu tempat yang identik dengan jajaran meja meja yang tersusun rapi, dengan kehadiran orang, timbulnya aroma semerbak dari dapur dan pelayanan para pramusaji, berdentingnya bunyi bunyian kecil karena persentuhan gelas gelas kaca, porselin, menyebabkan suasana hidup di dalamnya 4 c. Menurut Powers (2003) Restoran adalah tempat umum yang khusus untuk menjual makan untuk dikonsumsi di suatu yempat atau tanpa tempat. d. Menurut Walker (2004) Restoran adalah salah satu tempat dimana pengunjung dapat menggunakan alat indera untuk menikmati pelayanan tersebut. e. Menurut Ninemeier dan Hayes (2006) Restoran adalah suatu operasi layanan makanan yang mendatangkan keuntungan dengan basis utamanya adalah penjualan makanan dan minuman kepada individu-individu dan tamu dalam kelompok kecil. 3 Dikutip dari: Restoran dan Segala Permasalahannya, hal. 7 4 Dikutip dari: Pengantar Akomodasi dan Restoran, hal

34 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Dari sumber-sumber mengenai definisi restoran, dapat ditarik kesimpulan bahwa restoran merupakan suatu tempat yang menyediakan makanan dan minuman untuk dikonsumsi tamu sebagai kebutuhan dalam rangka memperbaiki/memulihkan kembali kondisi yang telah berkurang setelah melakukan suatu kegiatan. Restoran juga merupakan suatu usaha yang menyediakan jasa dan barang yang dapat mendatangkan keuntungan dengan peraturan usaha dan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh pemerintah Klasifikasi Restoran Dilihat dari pengelolaan dan sistem penyajian, restoran dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) yaitu : 5 1. Restoran Formal Gambar 2.1. Gambaran Restoran Formal Pengertian restoran formal adalah industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan professional dengan pelayanan yang eksklusif. Contoh : member restoran, Gourmet, Main dining room, Grilled Restoran, exsekutive restoran dan sebagainya. 5 Klasifikasi restoran menurut Seokresno (2000) 12

35 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Ciri ciri restoran formal : Penerimaan pelanggan dengan sistim pemesanan tempat terlebih dahulu. Para pelanggan terikat menggunakan pakaian resmi. Menu pilihan yang disediakan adalah menu klasik atau menu Eropa popular. Sistem penyajian yang dipakai adalah Russian service atau French service atau modifikasi dari kedua table service tersebut. Di sediakan ruangan untuk cocktail selain ruangan jamuan makan digunakan sebagai tempat untuk minum yang berakohol sebelum santap malam. Di buka untuk pelayanan makan malam atau makan siang atau makan malam dan makan siang dan tidak di buka untuk makan pagi. Menyediakan berbagai merek minuman bar secara lengkap khususnya wine and champagne dari beberapa Negara penghasil wine di dunia. Menyediakan hiburan musik hidup dan tempat untuk melantai dengan suasana romantis dan exclusive. Harga makanan dan minuman relatife tinggi disbanding harga makanan dan minuman di restoran informal. Penataan bangku dan kursi memiliki area service yang lebih luas untuk dapat di lewati gueridon. Tenaga relatife banyak dengan standar kebutuhan pramusaji untuk melayani 4 8 pelanggan. 13

36 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 2. Restoran Informal Gambar 2.2. Gambaran Restoran Informal Restoran informal adalah industry jasa pelayanana makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan professional dengan lebih mengutamakan kecepatan pelayanan, kepraktisan, dan percepatan frekuensi yang silih berganti pelanggan. Contoh : café, cafeteria, fast food restoran, coffe shop, bistro, canteen, tavern, family restaurant, pub, service corner, burger corner, snack bar. Ciri ciri restoran informal : Harga makanan dan minuman relative murah Penerimaan pelanggan tanpa sistem pemesanan tempat Para pelanggan yang datang tidak terikat untuk mengenakan pakaian formal Sistem penyajian yang dipakai American Service/ ready plate bahkan self service ataupun counter service Tidak menyediakan hiburan musik hidup Penataan meja dan bangku cukup rapat antara satu dengan yang lain Daftar menu oleh pramusaji tidak dipresentasikan kepada tamu atau pelanggan namun di pampang di counter atau langsung di meja makan untuk mempercepat proses pelayanan 14

37 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Menu yang disediakan sangat terbatas dan membatasi menu menu yang relative cepat selesai dimasak Jumlah tenaga service relative sedikit dengan standar kebutuhan, 1 pramusaji melayani pelanggan 3. Specialities Restoran Gambar 2.3. Contoh Specialities Restoran Specialities Restoran adalah industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan professional dengan menyediakan makanan khas dan diikuti dengan sistem penyajian yang khas dari suatu Negara tersebut. Contoh : Indonesian food restaurant, Chinese food restaurant, Japanesse food restaurant etc. Ciri ciri specialities restoran : Menyediakan sistem pemesanan tempat. Menyediakan menu khas suatu Negara tertentu, popular dan disenangi banyak pelanggan secara umum. Sistem penyajian disesuaikan dengan budaya Negara asal dan dimodifikasi dengan budaya internasional. Hanya dibuka untuk menyediakan makan siang dan atau makan malam. 15

38 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Menu ala carte dipresentasikan kepada pelanggan. Biasanya menghadirkan musik/hiburan khas Negara asal. Harga makanan relative tinggi di banding informal restaurant dan lebih rendah disbanding formal restaurant. Jumlah tenaga service sedang, dengan standar kebutuhan 1 pramusaji untuk melayani 8-12 pelanggan. Dari tiga klasifikasi restoran yang dijabarkan, restoran atau rumah makan objek perancangan yaitu Rumah Makan Warung Apung Rahmawati termasuk kedalam klasifikasi restoran informal. Hal tersebut dikarenakan harga makanan yang disajikan masih termasuk dalam harga yang relative murah, dengan penerimaan pelanggan tanpa sistem pemesanan atau pelanggan dapat berkunjung secara bebas kapan saja dan tidak perlu mengenakan pakaian yang formal, peralatan makan yang digunakan juga peralatan makan yang sederhana. Diluar dari klasifikasi dan ciri-ciri restoran informal diatas yang telah dijabarkan, Warung Apung Rahmwati juga melayani reservasi dengan penataan bangku sesuai keinginan pelanggan dan juga menyediakan live music pada hari tertentu sebagai hiburan bagi para pengunjung Jenis-Jenis Restoran Selain diklasifikasikan, restoran juga dibagi menjadi beberapa jenis. Menurut Wojowasito dan Poerwodarminto (Marsyangm, 1999:71) mengklasifikasikan restoran atau rumah makan menjadi beberapa tipe, antara lain: 1. A la Carte Restaurant : adalah restoran yang mendapatkan izin penuh untuk menjual makanan lengkap dengan banyak variasi dimana tamu bebas memilih sendiri makanan yang mereka inginkan. Tiap-tiap makanan di dalam restoran ini memiliki harga sendiri-sendiri. 16

39 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Table D hote Restaurant : adalah suatu restoran yang khusus menjual menu table d hote, yaitu suatu susunan menu yang lengkap (dari hidangan pembuka sampai penutup) dan tertentu, dengan harga yang telah ditentukan pula. 3. Coffe Shop atau Brasserei : adalah suatu restoran yang pada umumnya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu biasanya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu bias mendapatkan makan pagi. makan siang dan makan malam secara cepat dengan harga yang cukupan. Pada umumnya sistem pelayanannya adalah dengan American service dimana yang diutamakan adalah kecepatannya. Ready on plate service, artinya makanan sudah dtatur dan disiapkan diatas piring. Kadangkadang penyajiannya dilakukan dengan cara buffet atau prasmanan. 4. Cafelaria atau Cafe : adalah suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi dan teh. Pilihan makanannya terbatas dan tidak menjual minuman beralkohol. 5. Canteen : adalah restoran yang berhubungan dengan kantor, pabrik, dan sekolah, tempat dimana para pekerja atau pelajar biasa mendapatkan makan siang atau coffe break, yaitu acara minum kopi disertai makanan kecil atau selingan jam kerja, jam belajar ataupun dalam acara rapat-rapat dan seminar. 6. Continental Restaurant : suatu restoran yang menitik beratkan hidangan continental pilihan dengan pelayanan elaborate atau megah. Suasananya santai, susunannya agak rumit, disediakan bagi tamu yang ingin makan secara santai. 7. Carvery : adalah suatu restoran yang berhubungn dengan hotel dimana para tamu dapat mengisi sendiri hidangan panggang sebanyak yang mereka inginkan dengan harga hidangan yang sudah ditetapkan. 17

40 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 8. Dining Room : terdapat dihotel kecil, motel atau inn. merupakan tempat yang tidak lebih ekonomis dari pada tempat makan biasa. Dining room pada dasarnya disediakan untuk para tamu yang tinggal di hotel itu, namun yang terbuka bagi para tamu dari luar. 9. Discotheque : ialah suatu restoran yang pada prinsipnya berarti juga tempat dansa sambil menikmati alunan musik. Kadang-kadang juga menampilkan live band. Bar adalah salah satu fasilitas utama untuk sebuah discotheque. Hidangan yang tersedia umumnya berupa snack. 10. Fish and Chip Shop : ialah suatu restoran yang banyak terdapat di Inggris, dimana kita dapat membeli macam-macam kripik (chips) dan ikan goreng, biasanya berupa ikan Cod, dibungkus dalam kertas dan dibawa pergi. jadi rnakanannya tidak dinikmati di tempat itu. 11. Grill Room (Rotisserie) : adalah suatu restoran yang menyedikan bermacam-macam daging panggang. Pada umumnya antara restoran dengan dapur dibatasi dcngan sekat dinding kaca sehingga para tamu dapat memilih sendiri potongan daging yang dikehendaki dan melihat sendiri bagaimana memasaknya. Grill room kadang-kadang disebut juga sebagai steak house. 12. Inn Tavern : Inn tavern ialah suatu restoran dengan harga cukupan yang dikelola oleh perorangan di tepi kota. Suasananya dibuat dekat dan ramah, dengan tamu-tamu. Sedangkan hidangannya lezat-lezat. 13. Night Club/Super Club : adalah suatu restoran yang pada umumnya mulai dibuka menjelang larut malam, menyediakan makan malam bagi tamu-tamu yang ingin santai. Dekorasinya mewah, pelayanannya megah. Band merupakan kelengkapan yang diperlukan. Para tamu dituntut berpakaian resmi dan rapi sehingga manaikkan gengsi. 18

41 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Pizzeria: adalah suatu restoran yang kusus menjual pizza. Kadang-kadang juga ada spaghetti atau makanan khas Italia lainnya. 15. Pan Cake Hoii.se/Creperie: adalah restoran yang khusus menjual pan cake dan crepe yang diisi dengan berbagai macam manisan didalamnya. 16. Pub : pada mulanya merupakan tempat hiburan umum yang mendpat izin menjual minuman bir serta minuman beralkohol lainnya. Para tamu mendapatkan minumannya dari counter (meja panjang yang membatasi dua ruangan). Pengunjung dapat menikmat; sambil duduk atau berdiri. Hidangan yang tersedia berupa snack seperti pies dan sandwich. Sekarang kita bisa mendapatkan banyak hidangan pengganti di pub. 17. Snack Bar/Cafe/Milk Bar: adalah semacam restoran cukupan yartg sifatnya tidak resmi dengan pelayanan cepat dimana para tamu mengumpulkan makanan mereka diatas baki yang diambil dari atas konter dan kemudian membawanya kemeja makan. Para tamu bebas memilih makanan yang disukainya. Makanan yang disediakan biasanya adalah hamburger, sausages dan sandwich. 18. Terrace Restaurant: adalah suatu restoran yang terletak di luar bangunan, namun pada umumnya masih berhubungan dengan hotel maupun restoran induk. Di negara-negara barat pada umumnya restoran tersebut hanya buka pada waktu musim panas saja. 19. Gourmet Restoran: ialah suatu restoran yang menyelenggarakan pelayanan makan dan minum untuk orang-orang yang berpengalaman luas dalam bidang rasa makanan dan minuman. Keistimewaan restoran ini ialah makanan dan minumannya yang lezat-lezat, pelayanannya megah dan harganya cukup mahal. 19

42 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 20. Family Type Restaurant: ialah suatu restoran sederhana yang menghidangkan makanan dan minuman dengan harga tidak mahal, terutama disediakan untuk tamu-tamu keluarga maupun rombongan. 21. Main Dining Room: ialah suatu restoran atau ruang makan utama yang pada umumnya terdapat di hotel-hotel besar. dimana penyaji makanannya secara resmi, pelan tapi masih terikat oleh suatu peraruran yang ketat. Servisnya biasa menggunakan pelayanan ala Perancis atau Rusia. Tamutamu yang hadirpun pada umumnya berpakaian resmi atau formal. Macam-macam klasifikasi jenis restoran yang telah dijabarkan menurut Wojowasito dan Poerwodarminto merupakan macam jenis restoran yang ada di seluruh dunia. Dilihat dari pembagian segmen pengunjung dan kebanyakan pengunjung yang mengunjungi objek perancangan yaitu Rumah Makan Warung Apung Rahmawati, restoran ini termasuk kedalam restoran berjenis Family Type Restaurant atau restoran keluarga karena kebanyakan dikunjungi oleh rombongan keluarga yang menyenangi suasana sederhana pada restoran Langgam Jawa Langgam Jawa merupakan gaya arsitektural yang menganut atau mengadaptasi bentukan-bentukan dan adat yang dianut oleh masyarakat Jawa Arsitektur Jawa Arsitektur Jawa adalah arsitektur yang lahir, tumbuh dan berkembang, didukung dan digunakan oleh masyarakat Jawa. Arsitektur Jawa itu lahir dan hidup karena ada masyarakat Jawa, meskipun dikenal oleh beberapa orang, nama-nama arsitek Jawa seperti Adipati Ario Santan, Wiswakharman, dan lainnya. Bahkan banyak bangunan-bangunan Jawa yang adi luhung tidak ada yang mengetahui siapa arsiteknya. Dengan demikian Arsitektur Jawa lebih dikenal sebagai arsitektur tanpa 20

43 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP arsitek. Di beberapa daerah pantai terdapat pula rumah-rumah yang berkolong. Hal tersebut dimaksudkan untuk berjaga-jaga bila ada banjir. Dalam Seni Bangunan Jawa karena telah begitu maju, maka semua bagian kerangka rumah telah diberi nama-nama tertentu, seperti : ander, dudur, brunjung, usuk peniyung, usuk ri-gereh, reng, blandar, pengeret, saka guru, saka penanggap, umpak, dan sebagainya. Bahan bangunan rumah Jawa terbuat dari kayu jati. Arsitektur tradisional Jawa sangat populer tidak hanya di Jawa sendiri tetapi sampai menjangkau manca negara. Kedutaan Besar Indonesia di Singapura dan Malaysia juga Bandar Udara Soekarno- Hatta mempunyai arsitektur tradisional Jawa. 6 Arsitektur Jawa banyak dikenal orang dengan citra arsitektur yang ayu (indah) atau estetis. Dimana arsitektur Jawa sendiri tidak bisa lepas dengan masalah keindahan. Dalam bangunan khas Jawa selalu terdapat ukiran-ukiran atau elemen estetis yang tidak menghiraukan fungsi dan ditampilkan hanya untuk keindahan semata. Simbol-simbol yang menggunakan bentuk-bentuk sebagai pelambangan nilai, waktu, tokoh, dsb semakin menampilkan identitas atau jati dirinya sebagai bangunan khas Jawa yang filosofis penuh makna namun tetap elok dan indah dipandang Rumah Tradisional Jawa Rumah sendiri menurut Budihardjo (1994:57) adalah aktualisasi diri yang diejawantahkan dalam bentuk kreativitas dan pemberian makna bagi kehidupan penghuninya. Selain itu rumah adalah cerminan diri, yang disebut Pedro Arrupe sebagai Status Conferring Function, kesuksesan seseorang tercermin dari rumah dan lingkungan tempat huniannya. Sedangkan rumah tradisional merupakan rumah yang dibangun dengan cara yang sama dari generasi kegenerasi dan tanpa atau dikit sekali mengalami perubahan. Rumah tradisional dapat juga dikatakan sebagai rumah yang dibangun 6 Dikutip dari 21

44 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern dengan memperhatikan kegunaan, serta fungsi sosial dan arti budaya dibalik corak atau gaya bangunan. 7 Secara umum, rumah tradisional Jawa dibagi menjadi 5 macam, yaitu : 1. Rumah Panggang-Pe Gambar 2.4. Bentuk Pokok Rumah Panggang-Pe. Panggang artinya dipanaskan, Epe artinya dijemur. Rumah ini biasanya digunakan untuk menjemur barang barang ladang seperti daun teh, pati, ketela pohon, dsb. Sedangkan menurut istilah Rumah Panggang-Pe adalah rumah yang berdenah persegi panjang dengan atap yang terdiri dari satu sisi atap miring serta dengan bentuk sederhana. Rumah model ini sering pula digunakan untuk warung, pasar untuk berjualan (bango), gubuk kecil ditengah sawah, gudang, dan sebagainya. Jenis bangunan ini sangat mudah dibuat dan ringan sehingga bila rusak sangat mudah untuk diperbaiki. Jenis rumah ini umurnya jauh lebih tua dibandingkan dengan Rumah Kampung. 8 7 Dikutip dari : Siswono Yudohusodo Rumah untuk seluruh rakyat. Publisher: INKOPPOL, Unit Percetakan Bharakerta Dikutip dari : 22

45 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Rumah Kampung Gambar 2.5. Bentuk Rumah Kampung. Rumah tradisional jenis kampung ini dapat dikatakan rumah standart yang sampai sekarang masih diminati oleh masyarakat jawa. Bentuknya yang sederhana ternyata mempunyai ciri khas dan karakter kuat sebagai bangunan sederhana yang sempurna secara struktural. Bangunan pokoknya terdiri dari tiang-tiang atau saka yang berjumlah 4,6 atau bisa juga 8 buah dan seterusnya karena bentuknya dapat memanjang sesuai keinginan si pemiliknya. Biasanya yang dipakai sebagai tiang struktur utama sampai dengan 8 buah saka. Hal ini menandakan bahwa bangunan model kampung merupakan bangunan standart yang dapat dimodifikasi menjadi bentukan lain atau dikombinasikan dengan model-model baru yang lebih ekstrim atau classic. Bentukan atap hanya berbentuk segitiga jika dilihat dari sisi samping dengan atap terdapat pada kedua belah sisinya dan menggunakan bubungan atau wuwungan. Keseluruhan struktur rumah dari tiang-tiang penyangga,balok,kayu usuk sampai kayu reng menggunakan kayu jati atau kayu kuat jenis lain seperti kayu nangka,kayu mahoni atau kayu jawa lainnya. 9 9 Dikutip dari: 23

46 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 3. Rumah Limasan Gambar 2.6. Contoh Rumah Limasan Limasan adalah salah satu jenis rumah arsitektur tradisional Jawa. Rumah tradisional sudah ada sejak nenek moyang suku Jawa sejak lama. Terbukti dengan adanya relief yang menggambarkan keberadaannya. Tidak hanya asal bangun, rumah Limasan mengandung falsafah yang sarat makna dan nilai-nilai sosiokultural. Selain itu, rumah Limasan juga dikenal memiliki desain yang sederhana dan indah. Kelebihan lain pada arsitektur bangunan limasan rumah ini juga dapat meredam gempa. Bangunan ini dicirikan dengan pemakaian konstruksi atap yang kokoh dan berbentuk lengkungan-lengkungan yang terpisah pada satu ruang dengan ruang lainnya. Sebuah rumah limasan terbangun dari empat tiang utama. Bangunan tradisional limasan banyak memakai elemen natural. Kemampuannya dalam meredam gempa karena sistim struktur yang digunakan. Kemampuannya meredam gempa adalah karena antarstruktur dan materialnya saling berkait, dan juga karena sambungan antarkayunya yang tidak kaku. Hal ini membuat bangunannya fleksibel dan memiliki toleransi tinggi terhadap gempa Dikutip dari : 24

47 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Rumah Joglo Gambar 2.7. Contoh Rumah Joglo. Pada dasarnya, rumah bentuk joglo berdenah bujur sangkar. Pada mulanya bentuk ini mempunyai empat pokok tiang di tengah yang di sebut saka guru, dan digunakan blandar bersusun yang di sebut tumpangsari. Blandar tumpangsari ini bersusun ke atas, makin ke atas makin melebar. Jadi awalnya hanya berupa bagian tengah dari rumah bentuk joglo zaman sekarang. Perkembangan selanjutnya, diberikan tambahan-tambahan pada bagian-bagian samping, sehingga tiang di tambah menurut kebutuhan. Selain itu bentuk denah juga mengalami perubahan menurut penambahannya. Perubahanperubahan tadi ada yang hanya bersifat sekedar tambahan biasa, tetapi ada juga yang bersifat perubahan konstruksi Dikutip dari : 25

48 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 5. Rumah Tajug Gambar 2.8. Bentuk Rumah Tajug.. Dulu bentuk Tajug / Tajub ini hanya berupa Pundhen / Cungkup yang artinya tempat untuk memundhi ( memuja ) para arwah leluhur. Secara umum Tajug / Tajub ini memiliki bentuk yang sama dengan Joglo yaitu dengan denah ruangan bujur sangkar serta beratap brunjung yang tinggi menjuang serta bercirikhas memiliki konstruksi Tumpang Sari. Namun perbedaannya pada Joglo Atap Brunjung pada dua sisinya berbentuk trapesium sedangkan pada Tajug / Tajub keempat sisi atap Brunjungnya berbentuk segitiga dan lancip. Bentuk tersebut memiliki arti sebagai lambang Keabadian dan Keesaan Tuhan. Dalam Tajug / Tajub dibagi dalam beberapa ruangan yang memiliki fungsi sebagai berikut: a. Mikrab : Tempat pengimaman untuk khotib memimpin ibadah. b. Liwan : Ruangan untuk seluruh umat yang mengikuti ibadah. c. Serambi / Emper :Tempat ibadah seperti Liwan dan terletak diluar dinding masjid digunakan apabila Liwan telah penuh. d. Ruang Wudhu : Sebagai tempat untuk wudhu. Didesa tempat wudhu biasanya ditempatkan pada padasan ( kolah / kolam ). 26

49 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP e. Pekiwan : Kamar mandi disediakan untuk para jamaah biasanya letaknya dekay / menjadi satu kesatuan dengan Ruang Wudhu. 12 Dalam masyarakat Jawa sendiri, rumah tradisional khas Jawa dibangun dengan tidak asal-asalan, penuh makna dan filosofi didalamnya. Fungsi dari berbagai macam jenis bangunan juga tidak sembarangan semua tatanan interior didalamnya pun memiliki filosofi dan penataan tersendiri. Sehingga pengaplikasian desain rumah tradisional Jawa juga tidak bisa sembarangan tanpa diketahui fungsi dan makna yang terkandung didalam bangunannya. Pemilihan bentuk bangunan yang akan diadaptasi untuk sebuah desain tidak hanya terkait dengan keindahan atau estetisnya namun juga fungsi dan filosofi dari bentukannya tidak boleh hilang begitu saja. Pada zaman sekarang ini, arsitektur khas Jawa dapat diaplikasikan pada berbagai macam bangunan seperti rumah hunian, butik dan juga rumah makan. Objek perancangan yaitu Rumah Makan Warung Apung Rahmawati yang sedari dulu tetap mempertahankan konsep tradisional Jawa tidak ingin ciri khasnya hilang. Pengelolah pihak Rumah Makan Warung Apung Rahmawati merasa konsep tradisional Jawa ini cocok dengan suasana kekeluargaan dalam restoran mereka yang ditujukan pada segmentasi masyarakat berkeluarga Langgam Modern Langgam atau gaya arsitektur modern merupakan langgam yang kerap diaplikasikan dan dijumpai pada bangunan zaman sekarang ini. Langgam atau gaya yang berkebalikan dengan tradisional. 12 Dikutip dari : 27

50 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Pengertian Modern Modern yang berarti terbaru, mutakhir atau sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dengan tuntutan zaman. 13 Sedangkan kata modern sendiri merupakan suatu hasil dari proses modernisasi. Menurut J.W. Schoorl, modernisasi disini adalah penerapan pengetahuan ilmiah pada semua kegiatan, bidang kehidupan, dan aspek kemasyarakatan. Dari konsep modernisasi tersebut, maka melahirkan suatu konsep modern. Modern biasanya erat kaitannya dengan sesuatu yang terkini atau baru. Istilah modern berasal dari bahasa latin modernus yang dibentuk dari kata Modo = cara dan Ernus = menunjuk pada adanya periode waktu masa kini. Modernisasi dapat pula berarti perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang modern. Jadi, modernisasi merupakan suatu proses perubahan sosial d mana masyarakat yang sedang memperbaharui dirinya berusaha mendapatkan ciri-ciri atau karakteristik yang dimiliki masyarakat modern. 14 Dengan kata lain, modern bisa disebut sebagai gerakan pembaruan dimana gaya, tren ataupun pola pikir yang lama ditinggalkan dengan harapan menjadi perubahan yang lebih baik, lebih berkembang dan tidak tertinggal dengan lainnya dalam segala aspek dan bidang Arsitektur Modern Arsitektur modern memiliki ornamen yang sangat minim. Pada arsitektur modern fungsi lebih diutamakan dalam menentukan bentuk, ukuran dan bahan. Di Indonesia rumah-rumah dengan gaya arsitektur modern mulai banyak diterapkan pada awalt tahun 70-an. Di masa sekarang pun banyak rumah-rumah baru yang dibangun dengan gaya arsitektur modern dengan penyesuain terhadap bahan bangunan dengan teknologi terkini, perkembangan budaya dan wawasan serta gaya 13 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia 14 Dikutip dari : Buku Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII jilid 3. 28

51 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP hidup penghuninya. Bentuk masa rumah modern di dekorasi dengan ornament garis vertical, horizontal, dan diagonal yang sederhana pada dinding eksterior yang luas. 15 Arsitektur modern tidak dapat didefinisikan secara mentah. Ada banyak tokoh dan sumber yang menjelaskan mengenai definisi arsitektur modern. Berikut merupakan beberapa pernyataan yang berkaitan dengan arsitektur modern : 16 Agustus Welby Northmore Pugin ( ) dalam bukunya yang berjudul Contrasts terbit tahun 1836 menjelaskan bahwa pada jaman pertengahan (mediaeval) Gereja di Kota Khatolik mulai digantikan oleh pabrik, penjara dan pergantian fungsi lainnya. Penjelasan ini membuktikan bahwa pada zaman itu muncul bangunan-bangunan dengan fungsi baru yang tidak pernah ada sebelumnya. John Ruskin ( ) seorang arsitek Inggris dalam bukunya yang berjudul Ketujuh Lampu dalam Arsitektur Les Sept Lampes de l architecture (1849) menyebutkan pentingnya suatu bentuk hommogen atau keseragaman untuk seluruh masyarakat. Pernyataan ini merupakan tanda berakhirnya arsitektur gotik dan eklektik yang memiliki ciri khas daerah masing-masing. Disebutkan juga bahwa Ruskin merupakan tokoh ideologi functionalism dan menganggap aliran arsitektur gotik hanya dekorasi semata. Sementara William Morris ( ) yang juga murid Ruskin menulis buku yang berjudul Les arts decoratifs, leur relation avec la vie moderne atau yang artinya berbagi seni, dan hubungannya dengan kehidupan modern. Buku inilah yang menjadi cikal bakal art noveau dan modern style. 15 Dikutip dari : 16 Dikutip dari : buku Arsitektur Modern Akhir abad XIX dan abad XX karya Yulianto Sumalyo. 29

52 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Eugen Emmanuel Violet-le-Duc dalam bukunya yang berjudul Dictionnarie raisonn de l archtecture fancaise du XI au XVI siecle (Kamus pemikiran arsitektur perancis abad XI hingga XVI) menjelaskan bahwa arsitektur hendaknya mengungkapkan kekuatan seperti halnya mesin uap, listrik dan dapat memanfaatkan material baru seperti halnya baja. Pernyataan ini sekaligus menjelaskan munculnya ide terhadap bentuk yang fungsional dan pemanfaatan material berteknologi baru dalam arsitektur. Karakteristik Arsitektur modern pada umumnya adalah : Suatu penolakan terhadap gaya lama Suatu yang mengadopsi prinsip bahwa bahan dan fungsi sangatlah menentukan hasil dalam suatu bangunan. Arsitektur tanpa makna/filosofi, hanya fungsi Suatu yang menyangkut tentang mesin dan teknologi bangunan Menolak adanya bordiran atau ukiran dalam bangunan. Menyederhanakan bangunan sehingga format detail dan ornamen menjadi tidak perlu. Dari pernyataan-pernyataan tokoh diatas dapat dipetik suatu gambaran bahwa arsitektur modern merupakan suatu aliran/gaya arsitektur yang berkembang setelah arsitektur klasik. Arsitektur modern berusaha meninggalkan dekorasi yang dianggap tidak fungsional pada bangunan dan lebih menekankan kepada fungsi sehingga sering disebut juga fungsionalisme. Karena hanya mengikuti fungsi, maka bentuk-bentuk pada arsitektur modern umumnya tidak memiliki makna atau mengacu pada hal-hal tertentu maupun ciri khas suatu daerah. Hal inilah yang kemudian menjadikan arsitektur modern bersifat homogen dan diharapkan bisa menjadi gaya yang diterapkan semua orang dalam internasional atau international style. 30

53 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Konsep Desain Interior Modern Gaya modern adalah gaya desain yang simple, bersih, fungsional,stylish dan selalu mengikuti perkembangan jaman yang berkaitan dengan gaya hidup modern yang sedang berkembang pesat. Gaya hidup modern ditopang oleh kemajuan teknologi, dimana banyak hal yang sebelumnya tidak bisa dibuat dan didapatkan menjadi tersedia bagi banyak orang. Dalam mendesain konsep dan gaya modern selalu melihat nilai benda-benda (furniture) berdasarkan besar fungsi dan banyaknya fungsi benda tersebut,serta berdasarkan kesesuaiannya dengan gaya hidup yang menuntut serba cepat, mudah dan fungsional. Dalam arsitektur, gaya hidup modern berimbas kepada keinginan untuk memiliki bangunan yang simple, bersih dan fungsional, sebagai symbol dari semangat modern. Namun, gaya hidup semacam ini hanya dimiliki oleh sebagian masyarakat saja terutama yang berada di kota besar, dimana kehidupan menuntut gaya hidup yang lebih cepat, fungsional dan efisien. Gambar 2.9. Contoh penggunaan furniture yang effisien. selain sebagai penyalur air pipa tersebut dapat difungsikan sebagai tempat handuk. Arsitektur modern memiliki ornament yang sangat minim. Pada arsitektur modern fungsi lebih diutamakan dalam menentukan bentuk, ukuran dan bahan DiIndonesia rumah-rumah dengan gaya arsitektur modern mulai banyak diterapkan padaawal tahun 70an. Di masa sekarang pun banyak rumah-rumah baru yang 31

54 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern dibangun dengan gaya arsitektur modern dengan penyesuain terhadap bahan bangunan dengan teknologi terkini, perkembangan budaya dan wawasan serta gaya hidup penghuninya. Ruang pada rumah dengan gaya Arsitektur modern umunya transparan, menerus, ruang-ruang saling terhubung dengan ruang-ruang perantara dibatasi oleh dekorasi interior yang tidak masiv. Bahan bangunan berupa stainless steel finishing polished, aluminum anodized, kaca berwarna / tinted glass, merupakan bahan dengan jenis finishing mencirikan rumah modern dimasa-masa awal berkembangnya diindonesia. Gambar Gambar Tintted Glass. Disaat sekarang ini banyak bahan bangunan dengan teknologi modern yang menjadi komponen penting seperti galvanized metal, granitile, grc, perforated metal dll Sumber Artikel Terkait : 32

55 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Gambar Pengaplikasian perforated metal pada bangunan. Gambar Contoh Tekstur Galvanized Metal. Konsep bangunan dan interior modern, selain bentuknya yang fungsional dan minimalis, hal terpenting yang harus diterapkan sebagai pendukung konsep bangunan bertema modern adalah material yang digunakan. Selain material yang digunakan, furnish pada bangunan dan interior juga berpengaruh pada penerapan konsep modern, furnsh yang dipilih untuk konsep modern biasanya furnish yang terlihat bersih dan mngkilat atau glossy. 33

56 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Ciri Arsitektur Modern Arsitektur modern memiliki pandangan bahwa arsitektur adalah olah pikir, bukan olah rasa, dan permainan ruang bukan permainan bentuk. Muncul dan berkembangnya teknologi juga memiliki andil untuk mempopulerkan gaya modern. Berikut merupakan ciri dari arsitektur Modern : Berbentuk tertentu dan fungsional Lebih mengutamakan fungsi daripada bentukan bangunan. Segala bentuk yang tercipta pasti memiliki fungsinya masing-masing. Estetika berada di urutan ke sekian. 2. Less is more Semakin sederhana, nilai modern bangunan semakin bertambah. 3. Tidak ada ornamen Karena dianggap tak memiliki fungsi, maka segala jenis ornamen ditiadakan dalam desain bergaya modern. 4. Seragam Arsitektur modern tidak memiliki suatu ciri individual arsitek, sehingga tidak dapat dibedakan antara arsitek yang satu dan yang lainnya. 5. Kosong Maksudnya adalah desain dibuat polos, simple, dengan bidang kaca lebar yang tinggi. 6. Geometris Bentukan yang paling sering muncul adalah bentukan geometris, bukan bentukan abstrak yang tidak jelas. Bentuk bangunan pasti tegas dan bergaris lurus. 18 Sumber dari : 34

57 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Tinjauan Eksisting Tinjauan eksisting merupakan suatu tinjauan tentang segala yang terkait dengan obyek yang diambil dalam perancangan ini Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Gambar Logo Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Rumah Makan Warung Apung Rahmawati merupakan rumah makan pertama yang dibangun di Gresik dengan mengusung konsep lesehan dengan segmentasi pasar rumah makan yang ditujukan untuk keluarga. Dengan kesusksessannya pertama kali membangun gerai di Kota Gresik, kini Rumah Makan Warung Apung Rahmawati membuka banyak cabang di kota-kota lain. Berikut ini adalah lokasi cabang Rumah Makan Warung Apung Rahmawati : Gresik Jl wahidin sudirohusodo 109 kebomas gresik. Telp Surabaya Jl lontar baru 109 surabaya. Telp Jl rungkut alang2 no 167. Telp

58 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Lamongan Jl simpang kusuma bangsa 6 lamongan.telp Tuban Jl letda sucipto no 09 tuban.telp Bojonegoro Jl veteran no 77 bojonegoro.telp Sedati Jl raya pabean no 17 telp Krian Jl gubernur sunandar no 89 telp Visi dan Misi Perusahaan Visi : Persembahan anak negeri untuk negeri melalui upaya bisnis makanan dan minuman kelas dunia. Misi : WAR adalah itm yang terdiri aras orang-orang yang berkomitmen positif dan bahagia yang selalu berusaha mencapai keseimbangan, integritas, dan kejujuran. Kita bekerja berdasarkan poin-poin budaya yang mampu mengantarkan kita menjadi sosok yang luar biasa untuk mencapai tujuan yang kami inginkan. Kita akan selalu bekerja dalam kompetisi dengan semua yang percaya kalau mereka berkompetisi bersama kita. Kita bergerak dalam bisnis makanan dan minuman. Kita berkomitmen akan memberikan yang terbaik dalam hal pelayanan, kualitas, dan rasa yang mampu menggetarkan hati setiap pelanggan untuk tetap menjadikan kita sebagai pilihan 36

59 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP utama. Produk dan layanan kita harus memiliki kualitas tertinggi dan nilainya harus sebanding atau melampaui dengan uang yang pelanggan keluarkan. Pelanggan WAR adalah individu, keluarga, group dan perusahaan yang menginginkan kita untuk bisa memberikan yang terbaik dan sesuai dengan harapan pelanggan, sehingga mereka mau berpikir untuk tetap menjadi pelanggan kita. Pelanggan kita tidak dipilih karena sikap taraf hidup, umur, ras, suku, bangsa, agama dan golongan. Mereka mau memilih kita karena kita mampu memahami apa yang menjadi harapan mereka, bahwa siapapun adalah penting, dan siapapun wajib kita layani dengan baik, benar dan bertanggung jawab Sejarah Perusahaan (Lampiran 1) Deskripsi Gerai Gresik Warung Apung Rahmawati Cabang Gresik merupakan perpaduan nyata konsep tradisional dengan modern. Merupakan gerai pertama kami yang ada. Menyajikan berbagai fasilitas sesuai dengan kebutuhan anda. Halaman parkir yang luas, pilihan joglo yang banyak, ditambang iringan nuansa musik tradisional yang menyejukkan siap menemani santap makan anda bersama keluarga maupun rekan. Warung Apung Rahmawati terletak di pusat tengah Kota Gresik. Tepatnya di jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 109 Kebomas, Gresik. Dengan akses yang sangat mudah di jantung Kota Gresik. 37

60 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Warung Apung Rahmawati sangatlah tepat untuk tempat berkunjung untuk menikmati santap makan setelah berkeliling di kota. Alamat : Jl. Wahidin Sudirohusodo 109 Kebomas, Gresik. Telp : Kapasitas Total Fasilitas : ± 470 Orang : VIP Room, Joglo Area, Terrace Area Jam Operasional : Senin Minggu, Pukul s/d Gambar Lokasi Rumah Makan Warung Apung Rahmawati pada Google earth. 38

61 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Layout Eksisting Warung Apung Rahmawati Gambar Layout Eksisting Lantai 1. Gambar Layout Eksisting Lantai 2. 39

62 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Deskripsi Interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Rumah Makan Warung Apung Rahmawati merupakan Rumah Makan Keluarga yang pertama kali didirikan di Kota Gresik. Karena konsep desain awal mengapung yaitu menikmati santapan makanan di atas air, maka Rumah Makan ini diberi nama Warung Apung. Dengan spesialis menu masakan bakaran dan juga sebagai tag-line dari logonya yang menyebutkan menu andalan dari Warung Apung Rahmawati sendiri adalah ayam bakarnya. Memasuki pintu gerbang dari Rumah Makan Warung Apung Rahmawati, terdapat lahan parkir yang cukup luas yang dapat menampung sekitar 40 mobil untuk parkir dan sekitar 40 sepeda motor. Pada lahan parkir ini sudah terdapat garisgaris tanda parkir sehingga pengunjung tidak parkir sembarangan. Gambar Pintu Masuk Rumah Makan. Gambar Pintu Masuk Rumah Makan Pintu utama Rumah Makan ini tidak terlalu besar namun mencukupi segala aktivitas pengunjung dan karyawan yang keluar dan masuk. Pada pintu masuk, pengunjung langsung disambut oleh waiter rumah makan untuk membantu keperluan pengunjung dan mengantarkan pengunjung ke meja yang kosong. Area pertama setalah pintu masuk adalah area lesehan. Tempat ini merupakan tempat favorit bagi kebanyakan pengunjung. Area yang dibuat untuk bersantai, menyantap hidangan dengan duduk di lantai tanpa meja dan kursi yang formal. Pada area lesehan ini juga dibuat partisi untuk menjaga keprivasian antar pengunjung. Konsep 40

63 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP awal desain, area lesehan ini dibuat menyerupai gubug-gubug gazebo yang cantik diatas kolam ikan, hal tersebut yang menamai Rumah Makan ini sebagai Warung Apung. Setelah dilakukan perbaikan, konsep mengapung pada area leseha ini dihilangkan karna perawatan yang cukup sulit dan kebersihan yang terganggu dengan adanya kolam ikan dibawah gazebo, namun konsep lesehan masih tetap dipakai. Area lesehan ini mempunyai sekat-sekat yang bisa ditarik jika pengunjung tidak mencukupi pada satu area yang telah disediakan, namun tidak semua area lesehan ini dapat ditarik sekatnya karena memang dikhususkan untuk pengunjung dengan jumlah yang tidak begitu banyak. Area lain yang ada di Rumah Makan Warung Apung Rahmawati ini adalah area formal atau disebut area teras. Di area teras ini terdapat meja dan kursi selayaknya restoran pada umumnya. Di area teras ini desainnya lebih menonjolkan konsep modern, namun segi tradisionalnya tetap ada. Pada area teras juga menyediakan meja dan kursi yang sudah di set atau diatur sesuai dengan jumlah pengunjung, ada yang diatur dengan banyak meja dan kursi berjejer panjang untuk jumlah pengunjung yang banyak dan ada pula yang hanya diatur satu meja dnegan empat buah kursi untuk pengunjung yang tidak begitu banyak. Gambar Area Lesehan Rumah Makan. 41

64 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Gambar Area Makan Teras. Pemisah antara area makan lesehan dan area teras terdapat kasir, dimana kasir dan terdapat kolam ikan. Di area kasir juga disediakan tempat duduk berjajar sebagai fasilitas pengunjung yang menunggu makanan dengan cara take-out order atau membawa pulang makanan. Kolam ikan sebagai pemisah antara area lesehan dan area teras pun dapat menjadi hiburan bagi pengunjung yang membawa pulang makanannya agar tidak lelah dan bosan menunggu. Gambar Kasir Warung Apung Rahmawati. 42

65 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Gambar Area Tunggu. Ada pula area VIP yang terletak di lantai atas. Area VIP ini dapat diatur sesuai pemesan ruangan dengan kapasitas maksimal 210 orang. Hampir sama konsep desain di area VIP ini, hanya saja lebih terlihat formal dan modern dengan sedikit sentuhan tradisional. Area lainnya mencakup dapur, tempat pembakaran makanan dan juga tempat penyimpanan sayur dan ikan-ikan yang berupa akuarium-akuarium besar agar ikan senantiasa fresh saat dihidangkan. Gambar Area VIP. 43

66 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Kekurangan dan Kelebihan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Tabel 2.1. Kelebihan dan Kekurangan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. No. Kelebihan No. Kekurangan 1. Alur pengunjung dan karyawan yang tertata dan terpisah sehingga tidak mengganggu aktivitas keduanya. 1. Area entrance untuk penyambutan tamu kurang luas dan tidak ada area tunggu untuk waiting list pengunjung yang tidak mendapat tempat makan. 2. Pembuangan sisa asap pembakaran atau asap masakan sudah baik, dimana area dapur 2. Sirkulasi ruangan dan area antar tempat makan sedikit sesak/sempit. dibuat tertutup dari pengunjung sehingga asap dan bau-bauan tidak mengganggu pengunjung. 3. Penyimpanan bahan makanan yang baik dan selalu fresh. Terdapat akuarium tempat memelihara ikan yang menjadi bahan masakan yang juga dapat dipilih oleh pengunjung. 3. Fasilitas yang disediakan untuk balita atau anak-anak masih kurang seperti baby chair, dll, lingkungan area makan juga dapat membahayakan anak-anak untuk bermain sehingga membutuhkan pengawasan ekstra. 4. Disediakannya area VIP dengan AC bagi pengunjung yang ingin bebas dari asap rokok. 4. Penghawaan pada siang hari kurang nyaman dikarenakan material atap pada area makan lesehan yang dapat menyerap panas. 44

67 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Terdapat sistem reservasi untuk acara formal dan non formal bebas pada semua area tanpa batas minimum pengunjung dan dengan layout kursi sesuai permintaan. 5. Konsep desain yang tidak menonjol sehingga tidak terdapat point of interest dari keseluruhan rumah makan Tinjauan Pembanding Tinjauan pembanding merupakan tinjauan atau literatur yang digunakan untuk perbandingan objek yang diambil Warung Lesehan Segoro Madu Gresik Gambar Warung Lesehan Segoro Madu. Lokasi : JL. Veteran No.231, Gresik \Warung Lesehan Segoro Madu di Gresik ini juga merupakan rumah makan bertemakan tradisional dan termasuk kedalam restoran dengan segmentasi pasar untuk keluarga atau family type restaurant. Pada saat berada di pintu masuk restoran, konsep restoran yang banyak berperan merupakan onsep modern, namun setelah masuk ke dalam bangunan resto baru terasa adanya konsep tradisional Jawa 45

68 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern yang ditampilkan. Sementara di dalam ruangannya terpampang 10 lukisan bergambar pemandangan alam yang terpajang rapi di dinding ruangan. Sehingga pengunjung di resto ini sambil menanti menu yang dipesan, dapat santai memandangi lukisan-lukisan yang terpajang. Dari sekian banyak lukisan yang terpajang, pihak pengelola resto Segoro Madu juga melayani bagi yang berminat untuk membelinya. Kami sengaja tidak sekedar memfungsikan semua perabot bisa dijadikan pemanis ruang, namun bisa juga untuk dikomersilkan dan digunakan sebagaimana fungsinya, ujar Arifin, Manager resto Segoro Madu. Gambar Interior Warung Lesehan Segoro Madu. Kekhasan Jawa yang lainnya terlihat dari furniture yang didominasi dengan material kayu dan bambu, serta elemen-elemen estetis yang ditampilkan terlihat sangat mendukung dengan konsep Jawanya. Sama halnya kebanyakan rumah makan berkonsep lesehan, di Warung Lesehan Segoro Madu ini juga terdapat saung atau gubug-gubug yang tertata rapi mengelilingi area makan dengan kursi dan meja. Gubug-gubug disini berjumah sebanyak 18 gubug yang bisa dikondisikan untuk pengunjung dengan jumlah sedikit maupun pengunjung berjumlah banyak yang ingin berada dalam satu gubug. 46

69 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Menyajikan makanan dengan citarasa yang enak dan harga yang relative murah, dan menu yang hampir sama dengan kebanyakan menu rumah makan berkonsep lesehan, yang dirasa kurang dari Warung Lesehan Segoro Madu ini adalah sirkulasi dan suasana natural yang hampir tidak ada. Meskipun terdapat gubug-gubug yang berjajar, namun di Warung Lesehan Segoro Madu menggunakan AC sebagai penghawaan mereka, dimana sedikit kurang cocok dengan kondisi yang santai namun pengunjung merasakan hawa dari AC. Suasana natural yang kurang juga terasa di Warung Lesehan Segoro Madu, tanaman hijau disekitar gubug atau disekitar area makan formal sangat minim. Sehingga di dalam Warung Lesehan Segoro Madu ini hanya terasa makan di dalam gubug dalam ruangan, bukannya outdoor atau terasa makan di alam terbuka seperti halnya letak gubug pada umumnya yaitu dia area outdoor Kekurangan dan Kelebihan Warung Lesehan Segoro Madu Tabel 2.2. Kelebihan dan Kekurangan Warung Lesehan Segoro Madu. No. Kelebihan No. Kekurangan 1. Terkesan rapi dan lebih besar karena layout furniture yang 1. Gazebo atau area makan lesehan berjumlah sedikit. seragam berjajar memanjang. 2. Deretan area gazebo dengan semua sekat portabel sehingga dapat menampung sedikit 2. Tidak adanya ruang tunggu khusus untuk pengunjung yang ingin take away. hingga banyak pengunjung. 3. Area rumah makan aman untuk pengunjung yang membawa balita bermain. 3. Penghawaan ruangan menggunakan AC dan tidak adanya smooking area. 47

70 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern The Legend Resto, Gresik Gambar Pintu Masuk The Legend Resto Gresik Lokasi : JL. Veteran Raya, Gresik. The Legend Resto merupakan salah satu rumah makan yang populer di Kota Gresik. Dengan nuansa arsitektur tradisional modernnya, dan citarasa makanan yang lezat membuat restoran ini mempunyai pelanggan setianya tersendiri. Meskipun konsep yang ditonjolkan dalam rumah makan ini adalah gaya modern daipada gaya tradisionalnya. Berbeda dengan warung lesehan yang lainnya, meskipun menu makanan yang dihidangkan kurang lebih sama dengan menu makanan rumah makan lesehan, The Legend resto ini tidak mempunyai gubuggubug sebagai area makan. Area makan disini terdiri dari area indoor dan outdoor, dan tentunya dengan menggunakan meja dan kursi tidak mengusung konsep lesehan. Area resto dari The Legend Resto ini berad di lantai dua, dimana view yang ditampilkan adalah view bangunan yang berada di ketinggian yang dpaat melihat area sekitar yang lebih rendah dari bangunannya. The Legend Resto seringkali digunakan untuk acara-acara tertentu seperti acara ulang tahun, acara pernikahan dan meeting besar untuk perusahaan, tidak heran jika resto ini lebih sering 48

71 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP dibooking. Dengan fasilitas seperti ruangan yang full AC membuat pelanggan nayaman berlama-lama di resto ini mengingat suhu di Kota Gresik sendiri sangat panas. Tidak lupa pula disediakan smooking area yang menghadap view jalan raya yang disediakan pengelolah resto. Dikarenakan pengunjung lebih banyak yang membooking seluruh area resto ini dengan berbagai macam kebutuhan mereka, pihak pengelola pun membolehkan adanya catering dari luar khusus untuk acara pernikahan dan membolehkan dekorasi untuk masuk ke dalam resto. Serve table atau pelayanan antar meja menjadi pelayanan mereka, pengunjung juga bebas mengatur kursi mereka sendiri sesuai dengan kebutuhan mereka dan disediakan oleh pihak pngelolah resto secara gratis. The Legend Resto ini lebih menonjolkan konsep masakan lesehan yang dimakan secara formal namun tetap santai. Suasana modern lebih terasa di resto ini, dan konsep tradisional hanya menjadi sedikit pemanis didalam resto Kekurangan dan Kelebihan The Legend Resto Tabel 2.3. Kelebihan dan Kekurangan The Legend Resto. No. Kelebihan No. Kekurangan 1. Penghawaan ruangan menggunakan AC sehingga sejuk saat di dalam ruangan. 1. Tidak adanya konsep tertentu yang menonjol pada ruangan yang menjadikan point of interest. 2. Terdapatnya smooking area. 2. Aksesnya kurang mudah karena rumah makan berada di lantai dua. 3. Sirkulasi yang sudah cukup baik pada ruangan. 3. Letak rumah makan yang kurang strategis. 49

72 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 2.4. Kajian Tentang Antropometri Kenyamanan pada saat makan sangat diperlukan. Untuk dapat memperoleh kenyamanan maka satu orang membutuhkan lebar 60 cm dengan kedalaman 40 cm disekitar meja. Di sebuah restoran, konfigurasi tempat duduk sangat bervariasi sesuai dengan kebutuhan ruang Antropometri Lebar Meja Antropometri lebar meja digunakan untuk menentukan ukuran meja yang sesuai kebutuhan serta kenyamanan manusia pada saat makan. Lebar optimal yang disarankan dalam suatu kegiatan makan yang sering digunakan adalah 45,7 cm. Lebar minimalnya adalah sekitar 25,4 cm. Pada meja makan yang diisi oleh 3 orang mempunyai lebar meja minimal yaitu 106,7 cm dan 101,6 cm. Hal ini merupakan dimensi minimal meja makan yang digunakan dengan menggunakan zona minimal penataan perangkat makan dan zona minimal pemakaian space bersama. Gambar Dimensi Lebar Meja Minimal. 50

73 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Sedangkan pada lebar meja optimal yang sama digunakan oleh 3 orang, mempunyai zona optimal yang berbeda. Zona optimal lebar meja dengan 3 orang adalah 137,2 cm dan 121,9 cm. Hal ini terjadi karena penambahan space zona optimal pemakaian bersama yaitu 76,2 cm dan zona optimal penataan perangkat makan adalah 45,7 cm. Gambar Dimensi Lebar Meja Optimal Antropometri Jarak Sirkulasi Hubungan antara kursi dengan meja makan merupakan pertimbangan yang penting. Tinggi tempat duduk dari permukaan lantai harus memungkinkan kaki untuk dapat menapak dengan baik di atas permukaan. Jika letak tempat duduk terlalu tinggi, kaki akan menggantung dan daerah disekitar paha tepat di belakang lutut akan tertekan atau terganggu. Tinggi tempat duduk sekitar 40,6 cm sampai 41,3 cm seharusnya cukup untuk mengakomodasi sebagian orang. Jarak bersih yang cukup untuk paha juga harus disediakan antara bagian bawah meja dengan kebutuhan jarak minimum adalah 19,1 cm. Sandaran punggung pada kursi juga 51

74 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern harus ditempatkan pada tempat yang tepat sebagai penopangan daerah lumbar punggung. Tinggi permukaan atas meja haruslah antara 73,7 sampai 76,2 cm. Gambar Jarak Bersih Minimal Kursi dan Meja.. Jarak bersih yang tepat bagi seseorang yang melewati atau melayani adalah meja harus ditempatkan pada jarak antara 121,9 cm hingga 152,4 cm dari dinding. Gambar Jarak Bersih Minimal Kursi dengan sirkulasi sau orang 52

75 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Pada sirkulasi untuk dua jalur atau dua orang terhadap kursi dan meja mempunyai jarak 228,6 cm hingga 243,8 cm dari dinding. Gambar Jarak Bersih Minimal Kursi dengan Sirkulasi Dua Orang. Sedangkan jarak sirkulasi dua jalur pada tempat duduk bangket atau tempat duduk satu sisi yang merapat pada dinding adalah sejauh 121,9 cm. Gambar Jarak Kursi Bangket dengan Sirkulasi Dua Orang. 53

76 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 2.5. Kajian Tentang Warna Warna Menurut Kobayashi Sifat warna di bagi menjadi 4 kutub yaitu soft, warm, hard dan cool. Warna hitam termasuk dalam kutub Hard dan sebagian pada kutub warm dan cool. Di setiap kutub tersebut memiliki berbagai macam sifat warna yang akan memberikan kesan berbeda disetiap masing-masingnya. Gambar Color Chart Kobayashi. Pada gambar di atas, warna hitam termasuk pada golongan yang mempunyai sifat gorgeous, dynamic, provocative, vibrant, luxurious, wild, masculine, sharp, straight, formal, modern bahkan chic. Namun, kebanyakan orang juga menilai bahwa warna hitam memberikan kesan gelap, kusam, kelam, gothic, bahkan emo. Menurut Kobayashi, warna hitam merupakan warna misterius, karena ia dapat memberikan banyak makna di berbagai kondisi. Pada desain interior, warna hitam memberikan kesan netral, minimalis, elegan, luxurious, anggun dan juga formal. Kemudian secara dinamis, warna hitam bisa bersatu dengan warna apapun dan ia akan memiliki kesan dan makna yang berbeda-beda di setiap perpaduannya. 54

77 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Dampak Psikologis Warna Warna memiliki peran yang penting dalam menciptakan kesan pada sebuah ruangan dan dapat mempengaruhi perasaan setiap orang yang berada di dalamnya. Masing-masing warna memiliki karakter dan suasana yang berbedabeda. Berikut akan dijelaskan beberapa efek psikologi warna pada ruangan yang ditimbulkan terhadap psikologis ruang dan pengguna : Tabel 2.4. Tabel Psikologi Warna. Putih Putih, melihat warna ini akan memberikan pengertian tentang keaslian, kemurnian, kesucian, tentang kesan ringan, kepolosan, dan kebersihan. Dalam makna negatifnya, kita bisa merasakan perasaan dingin, steril, atau terisolasi dengan penggunaan warna putih. Secara psikologis, putih bisa memberikan efek meredakan rasa nyeri, steril, menghadirkan aura kebebasan dan keterbukaan. Alasan ini salah satu yang mendasari kebanyakan rumah sakit dan pekerja rumah sakit menggunakan warna putih. Disisi lain, warna putih yang berlebihan dapat pula memberi efek rasa sakit kepala dan kelelahan mata, karena cahaya yang dipantulkan warna ini. Coklat Bentuk-bentuk minimalis dan simpel biasa dilahirkan dengan penggunaan warna ini. Penggunaan warna putih yang digunakan dengan tepat juga mampu memberikan efek keyakinan akan kualitas yang tidak akan mengecewakan. Coklat selalu identik dengan stabilitas, dan keadaan dimana kita dapat meletakkan kepercayaan pada obyek-obyek berwarna coklat. Warna yang menjadi simbol warna Bumi 55

78 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern atau biasa juga bersanding dengan warna hijau sebagai warna alam, memberikan kehangatan, dukungan, rasa nyaman, dan rasa aman. Selain itu kesan sederhana sering muncul pada penggunaan warna ini. Coklat sering mengesankan kondisi matang atau tua, sehingga bisa menimbulkan kesan dapat diandalkan, elegan, akrab dan kuat. Merah Sedangkan pada pemaknaan negatifnya, coklat yang terlalu banyak sering kali dimaknai sebagai tidak berperasaan, kurang toleran, menguasai, berat, kaku, malas, kolot, dan pesimis. Bersemangat, enerjik, dinamis, komunikatif, aktif, kegembiraan, dan mewah. Itulah beberapa sifat yang tergambar dengan penggunaan warna merah. Warna merah memiliki efek untuk menstimulasi sebuah perhatian atau ketercapaian, serta merangsang kelenjar adrenal, hingga meningkatkan detak jantung. Sehingga merah biasa digunakan untuk menarik perhatian. Merah juga sering kali dimaknai cinta, kekuatan, percaya diri, dramatis, panas, perjuangan, dan berani.khusus untuk warna merah terang, warna ini bisa menggambarkan kerasnya cita-cita atau keinginan.disisi negatifnya, penggunaan terlalu banyak warna merah cenderung menunjukkan sifat agresif dan menuntut. Kemarahan dan nafsu juga adalah emosi lain yang umumnya tergambarkan dari penggunaan warna merah. Beberapa pemaknaan negatif lain yang bisa muncul dari penggunaan warna merah adalah dominasi, teriakan, persaingan, kekerasan dan penolakan/pertentangan. 56

79 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Biru Ketenangan, kepercayaan, keyakinan, keseriusan, dan professional menjadi gambaran yang nampak dari penggunaan warna biru, hal ini membuatnya menjadi salah satu warna yang sering kali dikaitkan dengan dunia bisnis, khususnya bisnis-bisnis yang mengedepankan keseriusan dalam pekerjaannya. Penggunaan warna biru yang lebih muda akan memberikan efek kepercayaan yang lebih dominan, sedangkan warna biru gelap lebih cenderung meningkatkan kesan cerdas pada penggunaannya. Biru adalah warna langit yang mampu memberikan kesan stabil. Secara umum, biru akan diasosiasikan dengan Kecerdasan, komunikasi, kepercayaan, efisiensi, ketenangan, tugas, logika, kesejukan, protektif, refleksi, kooperatif, integritas, dan sensitif. Ungu Gambaran negatif yang cenderung digambarkan dari penggunaan warna ini adalah sikap dingin, keras kepala, bangga diri, acuh tak acuh, tak ramah, kurang emosi. Meski demikian, biru adalah warna yang paling banyak di sukai di dunia. Warna yang sering bermakna magis, terasa memancarkan aura spiritualitas, misterius, menarik perhatian, memancarkan kekuatan, meningkatkan daya imajinasi, sensitivitas dan obsesif. Arti yang dapat dimunculkan dari penggunaan warna ini adalah ambisius, martabat, kebenaran, kualitas, independen, kebijaksanaan, kesadaran, visioner, orisinalitas, kekayaan, dan kemewahan. Ungu adalah warna yang unik, salah satunya karena jarang ditemukan di alam. Penggunaan warna ini menggambarkan 57

80 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Kuning pengharapan yang besar dan kepekaan. Disisi negatifnya, ungu cenderung menampakkan kesan kurang teliti dan kesendirian. Kuning adalah warna yang ceria, melukiskan kegembiraan, suasana penuh suka cita, berenergi, dan antusiasme. Secara alami kuning mampu memberikan efek psikologi berupa kegembiraan, kegembiraan yang ditimbulkan warna ini sendiri adalah yang paling besar jika dibandingkan dengan warna lainnya. Warna ini juga mampu menarik perhatian, meskipun tidak sebesar warna merah. Childish atau kekanakkanakan adalah pelambangan berikutnya yang sesuai dengan warna ini. Warna ini mampu memancarkan kehangatan, memberi inspirasi, mendorong pengekspresian diri, dan kemampuan intelektual. Warna kuning secara umum dapat mencakup makna kekeluargaan, persahabatan, keleluasaan, santai, spontanitas, sosial, mendominasi, toleran, rasa ingin tahu, hingga cita-cita, optimisme, kepercayaan diri, harga diri, ekstraversi, kekuatan emosional, keramahan, kreativitas, imajinatif, masa muda, kedermawanan, dan semangat yang tinggi. Abu-Abu Sedangkan disisi negatifnya, kuning akan memberikan penilaian berupa sikap yang berubah-ubah, dan kurang dapat dipercaya. Makna-makna negatif lain yang bisa timbul dari warna ini adalah antara lain: Irasionalitas, ketakutan, kerapuhan, emosional, depresi, kecemasan, bunuh diri. Berikutnya adalah warna Abu-abu. Sebuah warna yang menggambarkan keseriusan, kemandirian, dan keluasan. Warna abu-abu yang merupakan salah satu warna alam ini 58

81 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP cenderung memiliki pemaknaan abstrak, atau tidak menyatakan tujuan dengan jelas. Namun, penggunaan warna ini akan memberikan keyakinan bahwa pengguna warna dapat diandalkan dan memiliki sifat stabil. Secara umum, abu-abu bermakna netral, tidak memihak. Hijau Kesan bertanggung jawab dapat ditunjukkan juga dengan penggunaan warna ini. Namun, pada sisi negatifnya, warna Abu yang digunakan dengan terlalu mendominasi akan memberikan kesan tidak komunikatif atau membosankan. Selain itu, beberapa makna negatif yang bisa ditimbulkan dari penggunaan warna ini adalah kurang percaya diri, kelembaban, depresi, hibernasi, dan kekurangan energi. Hijau jua adalah salah satu warna alam, sehingga membuatnya selalu nampak bersahabat dengan alam. Memancarkan kesegaran, ketenangan, dan kesejukan. Warna ini mampu menurunkan stress, dan melambangkan penyembuhan atau kesehatan. Di sisi lain warna ini jua mendorong perasaan empati. Secara umum warna ini bisa diartikan sebagai keberuntungan, kehidupan, fertilitas, uang, harmoni, keseimbangan, cinta universal, istirahat, pemulihan, jaminan, kesadaran, lingkungan, keamanan, kedamaian, keinginan, ketabahan dan kekerasan hati. Orange Sedangkan, disisi negatif, warna ini mampu menimbulkan rasa terperangkap/tersesat, kebosanan, stagnasi, superior, ambisi, keserakahan, dan kelemahan. Orange merupakan simbol interaksi yang bersahabat, penuh percaya diri, keramahan, penuh harapan, dan kreativitas. Warna orange yang merupakan gabungan antara merah dan 59

82 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern kuning ialah warna yang kuat dan hangat, membuat penggunaan warna ini memberi rasa nyaman. Secara umum, penggunaan warna ini akan menampakkan makna berupa kenyamanan, makanan, kehangatan, keamanan, gairah, kelimpahan, dan kesenangan. Orange yang berlebihan mampu merangsang perilaku hiperaktif, atau menampakkan makna gaduh. Selain itu, sisi negatif yang bisa muncul dengan penggunaan warna orange adalah perampasan, frustrasi, kesembronoan, kurangnya intelektualisme, dan ketidak dewasaan. Merah Muda Merah muda atau Pink merupakan warna yang feminin, dalam kondisi normal warna ini hampir selalu berkaitan dengan sesuatu yang bersifat kewanitaan. Warna ini menampakkan sifat kelembutan, dan mampu menenangkan. Secara umum, merah muda bisa berarti cinta atau kasih sayang, romantisme, ketenangan fisik, memelihara, kehangatan, kewanitaan, simbol kelangsungan hidup manusia. Hitam Disisi negatifnya, warna ini kurang bersemangat dan menyebabkan melemahnya energi. Hitam adalah warna yang merepresentasikan kekuatan, percaya diri, glamor, keamanan, emosional, efisiensi, substansi, maskulin, keabadian, sifat dramatis, melindungi, kemisteriusan, klasik, dan kecanggihan. Meskipun sering nampak suram dan menakutkan, namun hitam dengan 60

83 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP penggunaan yang tepat akan mampu menimbulkan kesan elegan. Jika digunakan dalam intensitas besar warna ini mampu menimbulkan perasaan tertekan. Disisi lain, hitam jua melambangkan berhentinya kehidupan, yang bisa memberikan pemaknaan kondisi hampa, kematian, kegelapan, kebinasaan, kerusakan, duka, kemurungan, atau kepunahan Teori Warna Menurut Brewster diantaranya : Menurut teori brewster, warna dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat), - Warna primer merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru dan kuning - Warna sekunder merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru. - Warna tersier merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga. Warna coklat merupakan campuran dari ketiga warna merah, kuning dan biru. - Warna netral merupakan warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau bukan merupakan warna primer dan sekumder. Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang 61

84 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern warnawarna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam. Gambar Lingkaran Warna. Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu : - Warna panas adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna yang dimulai dari warna merah hingga kuning. Warna panas menjadi simbol penuh semangat, riang gembiran dan juga marah. - Warna dingin adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna yang dimulai dari warna hijau hingga ungu. Warna dingin menjadi simbol penuh kelembutan, sejuk dan nyaman. 62

85 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Gambar Konsep Warna Warung Apung Rahmawati. Dari data warna yang sudah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap warna dapat mempengaruhi emosi dan kenyamanan manusia ketika berada di dalam ruangan. Berdasarkan hasil riset yang didapat melalui studi pustaka, berikut beberapa warna yang akan diaplikasikan pada interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati adalah warna dengan perpaduan warna panas dan netral (coklat, orange, merah dan kuning serta terdapat sentuhan warna netral) yang dapat diambil dari karakteristik warna interior khas Jawa dan warna dari logo Warung Apung Rahmawati. 63

86 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (Halaman ini sengaja diksongkan) 64

87 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP BAB III METODOLOGI DESAIN 3.1. Metode Desain Metodologi adalah cara yang teratur dan terpikir baik baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan dsb); atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. 19 Dalam membuat sebuah desain yang efektif, terlebih dahulu dilakukan sebuah riset atau penelitian agar tercipta sebuah desain interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati yang memenuhi segala kebutuhan pengguna rumah makan. Dalam sebuah penelitian juga terdapat metodologi penelitian yang merupakan sebuah penjabaran ide pemikiran dalam setiap proses dan alur yang telah dikonsepkan dalam mencapai sebuah tujuan awal. Dalam penjabaran sebuah konsep, diperlukan beberapa data yang diperlukan dalam menyusunnya agar dapat terperinci dan sesuai dengan tujuan awal dalam ide. Keseluruhan aktivitas yang dimulai dengan tahap pengumpulan data, analisa data dengan menguraikan permasalahan dan tujuan penelitian. 19 Kamus Besar Bahasa Indonesia 65

88 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Diagram 3.1. Mind Mapping Metodologi Desain Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Jawa Modern 3.2. Objek dan Subjek Desain Objek desain yang diambil dalam penelitian ini adalah elemen-elemen interior yang terdapat di Rumah Makan Warung Apung Rahmawati meliputi dinding, lantai, plafon, furniture serta elemen pembentuk bangunan lain. Sedangkan subjek desain merupakan masyarakat yang berasal dari Kota Gresik dan masyarakat yang tinggal di Kota Gresik. 66

89 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Alur Diagram Proses Desain Berikut ini merupakan alur tahapan pada proses penelitian yang dilakukan guna mendapatkan desain akhir Rumah Makan Warung Apung Rahmawati : Diagram 3.2. Alur Proses Desain 67

90 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 3.4. Metode Pengumpulan Data Data primer Data primer merupakan data-data yang didapat langsung dari lapangan melalui pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan objek. 1. Survey Lapangan Survey lapngan merupakan observasi secara langsung yang dilakukan pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dilakukan untuk mendapat data lapangan. Data lapangan merupakan data tentang keadaan lokasi bangunan secara nyata, berupa siteplan, denah bangunan, bentuk serta kondisi fisik bangunan, dan kondisi lingkungan sekitar. Survey lapangan ini bertujuan untuk mengetahui fasilitas yang dibutuhkan pegawai dan pengunjung Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Observasi yang dilakukan pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati bertujuan untuk mendapatkan data-data sebagai berikut : - Bentuk bangunan dan interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. - Siteplan dan denah bangunan dari Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. - Foto-foto setiap area Rumah Makan dan lingkungan sekitar yang diambil langsung saat survey lapangan. - Aktivitas pegawai, staff dan pengunjung Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. - Permasalahan-permasalahan yang terdapat dalam bangunan yang didapat dari interaksi langsung oleh pekerja maupun staff serta pengunjung Rumah Makan. - Kebutuhan fasilitas bangunan. 68

91 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Wawancara / Interview Pengambilan data interview atau wawancara dilakukan kepada penanggung jawab Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdirinya Rumah Makan, profil dan logo usaha, serta segala sesuatu yang berkaitan dengan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. A. Interview dengan pengelola Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Interview dilakukan kepada pengelola Rumah Makan Warung Apung Rahmawati untuk mengetahui hal-hal yang diinginkan oleh pengelola terhadap perkembangan Rumah Makan. Narasumber : Bapak Widyo Nugroho Pekerjaan : Store Manager Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Tanggal : Minggu, 20 September 2015 Pukul : WIB Lokasi : Rumah Makan Warung Apung Rahmawati cabang Gresik JL. Dr. Wahidin S.H. No.109, Gresik. Berikut merupakan protocol wawancara terhadap Bapak Widyo : Tabel 3.1. Protocol Wawancara. Fokus Penelitian Fasilitas dan Keadaan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Jenis Data Perkembangan pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Pertanyaan 1. Bagaimana sejarah perkembangan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati? 69

92 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 2. Fasilitas apa saja yang terdapat pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati? 3. Kapan saat Rumah Makan Warung Apung Rahmawati mengalami pelonjakan pengunjung? 4. Berapakah jumlah staff dan pegawai di Rumah Makan Warung Apung Rahmawati? 5. Bagaimana karakteristik pengunjung Rumah Makan Warung Apung Rahmawati? 6. Apa yang diharapkan dalam redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati? 3. Kuisioner Design research yang dipilih untuk pengambilan data yaitu pembagian kuisioner. Pengambilan data kuisioner yang dilakukan dengan membuat susunan pertanyaan yang ditujukan kepada pengunjung dan masyarakat sekitar obyek perancangan yaitu masyarakat Kota Gresik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengambilan data melalui kuisioner adalah sebagai berikut : 70

93 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP A. Target Responden Dalam melakukan pengambilan data mengenai objek desain, target responden dilakukan kepada beberapa target sesuai dengan output data yang diharapkan sebagai berikut : - Pengunjung yang sedang mengunjungi Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. - Pengunjung yang telah mengunjungi Rumah Makan Warung Apung Rahmawati cabang Kota Gresik yang berasal dari dalam kota maupun luar kota. - Calon pengunjung potensial (masyarakat umum sekitar) Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan segmensegmen tertentu. B. Analisa Kuisioner Pada kuisioner ini dibuat pertanyaan secara berstruktur dengan bentuk pertanyaan dengan jawaban pilihan berganda (multiple choice question) dan pertanyaan dengan jawaban terbuka (open question). Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang persepsi layanan dari Rumah Makan Warung Apung Rahmawati menurut responden. Jenis pertanyaan yang akan diberikan pada responden adalah sebagai berikut : - Pertanyaan Terbuka : pertanyaan-pertanyaan yang memberi pilihan-pilihan respons terbuka kepada responden dapat berupa jawaban deskriptif. Pada pertanyaan terbuka harus selalu mengantisipasi jenis respons yang muncul. Respons yang diterima harus tetap bisa diterjemahkan dengan benar. - Pertanyaan Tertutup : pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau menutup pilihan-pilihan respons yang 71

94 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern tersedia bagi responden atau berupa pertanyaan dengan jawaban pilihan ganda. - Pertanyaan dengan gambar : agar mempermudah dan membantu responden dalam membayangkan suasana seperti apa yang mereka inginkan. Setelah mengetahui jenis jenis pertanyaan dalam kuisioner, perlu diketahui bahasa yang tepat agar mempermudah penyampaian maksud peneliti kepada responden agar mendapat hasil yang diinginkan. Selain itu menyusun pertanyaan dalam kuisioner harus berurutan dan dimulai dengan pertanyaan yang paling umum mengenai objek yang akan diteliti Data Sekunder Tahap pengumpulan data sekunder, yaitu sejumlah data yang diperoleh secara tidak langsung dari lapangan maupun pihak yang berkaitan langsung dengan objek melainkan melalui studi pustaka, majalah, internet dan media lainnya. Dengan melakukan pengumpulan data sekunder guna untuk mendukung sebuah perancangan pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan membandingkan beberapa data yang sudah diperoleh, sehingga akan dihasilkan beberapa kesimpulan yang dapat menunjang dan melengkapi kekurangan serta permasalahan yang ada sebelumnya. 1. Survey Lapangan Survey lapangan yang dilakukan guna mendapat data sekunder merupakan observasi pada objek pembanding untuk mendapatkan data tipologi. Data tipologi merupakan data-data tentang kondisi fisik yang mirip dengan perancangan yang akan dibuat, sehingga dapat membantu perancang mendapatkan permasalahan-permasalahan yang sekiranya dapat terjadi dalam perancangan. Studi pembanding dilakukan di 72

95 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP beberapa tempat berbeda namun masi dalam satu area atau satu kota dengan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Observasi objek studi pembanding di beberapa rumah makan dilakukan guna mendapatkan data sebagai berikut : - Bentuk bangunan dan interior objek pembanding - Karakteristik pengunjung yang datang atau segmentasi pengunjung - Studi aktivitas dan studi kebutuhan fasilitas yang diperlukan oleh pengunjung yang didapatkan dari memperhatikan aktivitas pengunjung dan kaitannya dengan fasilitas yang disediakan oleh pengelola rumah makan. 2. Studi Literatur Studi literatur merupakan data sekunder yang didapatkan dari pihak yang tidak berkaitan langsung dan didapatkan dengan cara menghimpun data yang ada dari berbagai sumber dan media yang kemudian dianalisa untuk mendapatkan sumber perolehan data. Pencarian data diperoleh dari jurnal, buku peraturan, laporan penelitian, internet, koran dan majalah. Data dan informasi yang dicari adalah : - Ciri budaya setempat, karakter masyarakat sekitar rumah makan - Studi literatur mengenai pengertian, fungsi, syarat-syarat rumah makan dan pengelompokan jenis-jenis rumah makan. - Studi literatur mengenai rumah makan dan fasilitas yang ada di dalamnya. - Studi literatur mengenai konsep desain yang akan diterapkan 73

96 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern - Studi elemen interior yang mendukung sebagai teori perancangan seperti lighting, warna, dan elemen estetis yang lainnya. - Studi antropometri yang sangat berguna untuk mengetahui standart dimensi furniture, elemen interior serta elemen estetis yang sangat berpengaruh bagi kenyamanan pengunjung. Data-data primer yang telah didapatkan secara langsung di lapangan akan dibandingkan ulang dengan data-data sekunder yang didapat dari berbagai sumber literatur. Data-data tersebut kemudian akan dianalisa sehingga akan diperoleh kesimpulan yang menjadi dasar untuk menentukan konsep desain Tahap Analisa Data Analisa merupakan proses untuk menemukan permasalahan yang ada. Proses ini berlangsung dengan cara membandingkan keadaan yang ada di lapangan, data tipologi dan data dari literatur yamh telah didapat. Hasil analisa tersebut diolah kembali berdasarkan kebutuhan yang muncul, seperti kebutuhan ruang, hubungan ruang, dan pembagian area. Dalam riset desain ini menggunakan metode penelitian untuk mengolah data berupa metode induktif, yaitu dengan mengumpulkan semua data yang ada kemudian dianalisa menggunakan metode deduktif dan komparatif dan dianalisa berdasarkan literatur yang ada dan kemudian di ambil kesimpulannya. Metode deduktif merupakan metode menganalisa data dari yang bersifat umum dan dikerucutkan data data tersebut menjadi lebih khusus yang sesuai dengan judul perancangan. 74

97 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Metode komparatif merupakan metode untuk membandingkan data yang ada dengan cara menggabungkan data data yang ada. Selanjutnya menyusun data yang telah dianalisa tersebut agar sesuai dengan judul perancangan. Langkah langkah yang dilakukan adalah : - Mengumpulkan data data secara keseluruhan. - Memilah berdasarkan kepentingan tinjauan perancangan. - Menentukan fasilitas yang akan menjadi objek desain. - Membandingkan dan menyesuaikan data terhadap judul perancangan. - Menentukan data data yang sesuai dengan proses rancangan interior. Setelah data data tersebut dikumpulkan dan dianalisa kemudian menganalisa kebutuhan elemen elemen desain interior yang berhubungan dengan judul perancangan. a. Analisa Pengguna dan Kebutuhan Fasilitas Analisa tentang sifat-sifat tiap ruangan yang ada dan prioritas masalah yang harus diselesaikan pada ruangan tersebut. Hal ini berkaitan dengan erat dengan siapa saja yang menjadi pengguna ruang tersebut dan aktifitas apa saja yang dilakukan. b. Analisa Kebutuhan dan Sifat Ruang Analisa tentang kebutuhan ruangan yang berbeda dalam objek disesuaikan dengan sifat, aktifitas dan pengguna ruangannya. c. Analisa Hubungan Antar Ruang Analisa tentang bagaimana tiap ruangan yang berbeda mempengaruhi tiap ruangan lainnya yang bersinggungan. Meliputi bagaimana bukaan ruangan tersebut dengan ruangan lainnya. Hal tersebut disesuaikan dengan tingkat prioritas ruangan yang ada serta kemudahan akses untuk pengguna dalam melakukan aktifitas. Juga untuk membatasi sifat yang berbeda dari tiap ruangan yang ada. d. Analisa Sirkulasi Analisa tentang bagaimana alur pergerakan pengguna di dalam ruangan, berkaitan dengan keteraturan dan pembatasan jenis aktifitas 75

98 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern dan pengguna yang ada di dalam ruangan. Bagaimana tatanan alur itu bisa memberikan kenyamanan yang disesuaikan dengan pengguna bangunan, baik musisi, pengunjung, maupun pengelola. e. Analisa Bentuk Analisa bentukan pada interior yang sesuai dengan konsep awal Tradisional Jawa Modern dan bagaimana aplikasinya pada objek dan fasilitas pendukungnya yang dapat disesuaikan dengan eksisting bangunan. f. Analisa Warna Analisa warna pada interior yang sesuai dengan konsep Tradisional Jawa Modern dan bagaimana aplikasinya pada objek dan fasilitas pendukungnya yang disesuaikan dengan eksisting bangunan. Sehingga menciptakan suasana yang mendukung karakter dari tema. g. Analisa Material Analisa material yang diaplikasikan pada elemen interior sehingga sesuai dengan konsep Tradisional Jawa Modern dan bagaimana aplikasinya pada objek dan fasilitas pendukungnya yang disesuaikan dengan eksisting bangunan sehingga memberikan kesan dan menciptakan suasana pada desain interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. h. Analisa Pencahayaan Analisa pencahayaan yang sesuai dengan standart kebutuhan aktivitas yang ada pada interior khususnya area makan lesehan dan area makan teras dengan mengacu kepada konsep Tradisional Jawa Modern, sehingga dapat mendukung suasana yang diinginkan. i. Analisa Penghawaan Analisa tentang penghawaan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna pada area makan lesehan dan area makan teras, agar dapat tercipta suasana yang nyaman dan mendukung aktivitas di dalamnya serta tidak melupakan unsur estetika. 76

99 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Tahapan Desain Setelah tahap analisa data yang melalui proses-proses pemecahan masalah yang terdapat pada objek Rumah Makan Warung Apung Rahmawati, nantinya akan muncul ide atau gagasan awal sebagai bentuk solusi pemecahan masalah yang akan dikembangkan menjadi sebuah konsep ide perancangan. Dalam konsep perancangan ini, semua hal yang dibutuhkan dalam mendesain sebuah interior yang efektif harus dipikirkan secara teliti, baik dari segi perencanaan bentuk, alur dan sirkulasi, penempatan warna, sistem pecahayaan dan penghawaan dsebuah area rumah makan, serta elemen-elemen pendukung yang fungsional ataupun elemen estetis yang mendukung sebuah konsep desain dalam interior ruang yang menarik dan efektif. 77

100 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (Halaman ini sengaja dikosongkan) 78

101 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP BAB IV ANALISA DAN DATA PENELITIAN 4.1. Data Penelitian Data penelitian merupakan sampel data yang dibutuhkan untuk dianalisa sebagai jawaban dari permasalahan yang akan menghasilkan keismpulan yang menunjuk pada konsep desain. Berikut ini beberapa aspek pertanyaan yang ditujukan kepada responden : 1. Pertanyaan mengenai identitas dan latar belakang pengunjung yang ada di Rumah Makan. 2. Pertanyaan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan pengunjung di Rumah Makan. 3. Pertanyaan untuk mengetahui bersama siapa pengunjung mengunjungi Rumah Makan. 4. Pertanyaan untuk mengetahui kepuasan pengunjung di Rumah Makan. 5. Pertanyaan untuk mengetahui tema dan konsep yang akan diaplikasikan pada Rumah Makan. 6. Pertanyaang untuk mengetahui harapan dan keinginan pengunjung akan fasilitas dari Rumah Makan. Dari aspek pertanyaan diatas akan diketahui keinginan dan harapan pengunjung terhadap konsep desain dan fasilitas rumah makan yang diinginkan oleh pengunjung rumah makan. 4.2.Hasil Pengumpulan Data Observasi Observasi dilakukan pada eksisting objek desain yaitu Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dan analisa pembanding yakni Warung Lesehan Segoro Madu dan The Legend Resto. 79

102 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 1. Analisa Fasilitas Fasilitas yang tersedia di Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Gresik adalah area resepsionis, area makan gazebo, area makan teras, area makan VIP, area tunggu, dan fasilitas umum lain seperti kamar mandi dan musholla. Analisa dilakukan sesuai dengan alur aktivitas pengunjung mulai dari melakukan tempat makan hingga selesai memakan hidangan yang dipesan yakni : Konsumen yang datang langsung berada di area resepsionis dan disambut dengan pelayan yang menanyakan pesanan untuk berapa orang dan menyiapkan meja untuk konsumen tersebut. Konsumen memilih area makan yang mereka inginkan dengan diantarkan oleh pelayan. Pelayan memberikan menu makanan untuk dipesan oleh konsumen. Lalu pelayan mencatat pesanan konsumen dan mengorder ke dapur. Pelayan mengantarkan pesanan yang dipesan oleh konsumen. Konsumen menyantap hidangan yang telah dipesan dan membayar tagihannya di kasir. 2. Analisa Alur dan Sirkulasi Analisa alur dan sirkulasi berdasarkan aktivitas konsumen dan karyawan rumah makan. alur dan sirkulasi dari rumah makan sudah cukup baik hanya sirkulasinya saja yang sedikit sesak jika rumah makan sedang penuh dengan pengunjung. Ada area yang terasa panas dikarenakan sirkulasi dari atap yang terlalu rendah dan jarak antar gazebo makan yang terlalu berdekatan satu sama lain sehingga dirasa privasinya kurang. 3. Analisa Pembanding Untuk mendapatkan referensi dari rumah makan, maka dilakukan observasi terhadap rumah makan lainnya yang dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan konsep desain : 80

103 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Tabel 4.1. Tabel Analisa Pembanding. No. Pembanding Rumah Makan Warung Warung Lesehan Segoro The Legend Resto Apung Rahmawati Madu 1. Lokasi Pusat Kota Pusat Kota Pusat Kota 2. Eksterior Kesan tradisional dan alami terlihat dari eksteriornya meskipun sedikit. Area parkir yang sangat luas membuat pintu masuk dari rumah makan ini tidak terlihat. 3. Fasilitas - Parkir - Resepsionis - Area Makan Gazebo - Area Makan Teras - Area Tunggu - Area VIP - Kasir - Taman - Kamar Mandi - Musholla 4. Interior Terdapat macam-macam area makan seperti area gazebo, area teras dan area VIP. Area Gazebo merupakan area makan dengan lesehan dan bersekat-sekat antar gazebo tergantung jumlah konsumen yang memesan. Dari eksterior lebih terkesan modern dan dari luar terlihat seperti hanya ada area makan formal. - Parkir - Kasir - Area Makan Gazebo - Area Makan Formal - Kamar Mandi - Musholla Terdapat area makan juga menggunakan gazebo atau gubug dan ada juga yang menggunakan meja dan kursi formal. Konsep yang digunakan hanya lesehan dan kesan tradisional tidak terlihat. Kesan modern dan tradisional, namun kesan dan konsep yang digunakna dari eksteriornya tidak terlihat. - Parkir - Area Makan Formal - Area VIP - Kamar Mandi - Musholla - Kasir & Resepsionis Tidak terdapat gazebo, hanya ada ruang makan formal dengan meja dan kursi, konsep yang digunakan juga leboh mengarah ke restoran modern dengan pasar menengah keatas. Ada pula area VIP yang digunakan untuk pengunjung yang memesan untuk acar 81

104 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern tertentu dengan jumlah tamu yang banyak. Area Teras merupakan area makan formal dengan menggunakan meja dan kursi yang tertata rapi. Area VIP merupakan area yang digunakan jika ada konsumen atau pengunjung yang memesan ruangan karena acara tertentu dan jumlah tamu yang banyak. 5. Penghawaan Penghawaan terbuka tanpa AC, AC berada di luar VIP yang tertutup. 6. Pencahayaan Pencahayaan alami oad siang hari (atap yang sebagian transparan) Menggunakan pencahayaan buatan pada malam hari. Tida menggunakan AC, Penghawaan langsung. Menggunakan cahaya alami pada siang hari dan menggunakan pencahayaan buatan pada malam hari. Menggunakan AC pada seluruh ruangan. Menggunakan pencahayaan alami dan dibantu dengan pencahayaan buatan. 82

105 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Dari perbandingan objek diatas, dapat diketahui bahwa masyarakat saat ini yang hidup di daerah pusat kota lebih senang mengunjungi rumah makan dengan jenis rumah makan keluarga yang dapat digunakan untuk berkumpul bersama keluarga dan berkumpul bersama rekan kerja dan meeting di tempat makan yang sama. Masyarakat saat ini lebih menaruh perhatian pada rumah makan yang memiliki gazebo atau area makan lesehan dikarenakan suasana santai yang dan kekeluargaan yang didapat lebih terasa Interview Interview dilakukan dengan Store Manager dari Rumah Makan Warung Apung Rahmawati : Fasilitas yang terdapat di Rumah Makan Warung Apung Rahmawati adalah area makan teras, area makan VIP, area makan gazebo dan juga fasilitas umum lain seperti kamar mandi dan musholla, juga adanya area tunggu untuk pengunjung yang melakukan take away. Rumah Makan Warung Apung Rahmawati biasanya paling sering dikunjungi pada saat jam istirahat kantor dan pada saat malam hari, dan pada saat hari libur kerja atau weekend, pengunjung yang mengunjungi Rumah Makan Warung Apung Rahmawati lebih melonjak lagi. Pada saat-saat tertentu seperti saat bulan puasa juga pelonjakan pengunjung sangat tinggi sehingga harus memesan tempat terlebih dahulu untuk jam buka puasa. Staff yang dipekerjakan sudah sangat banyak, mereka melakukan pergantian shift dan para staff telah memiliki jobdesk tersendiri. Pada saat pergantian shift selalu dilakukan briefing oleh store manager terlebih dahulu. Harapan dari pihak Rumah Makan Warung Apung Rahmawati adalah menginginkan rumah makan tetap berkonsep Jawa dikarenakan suasana dari konsep Jawa yang terkesan lebih terasa kekeluargaannya, sehingga dapat membuat pengunjung sedikit 83

106 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern refresh jika mengunjungi rumah makan ini lepas dari suasa perkotaan Kuisioner Pertanyaan penelitian ialah pertanyaan yang diajukan oleh penulis kepada responden yang telah mengunjungi Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan bertujuan untuk mendapatkan hal-hal apa yang menarik pengunjung untuk datang ke Warung Apung Rahmawati dan tentang kepuasan pengunjung mengenai segala aspek yang ada dalam Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dan juga harapan-harapan pengunjung untuk menjadika Warung Apung Rahmawati menjadi lebih baik lagi. 1. Identitas Responden Pada awal kuisioner, data dari responden sangat penting guna mendapatkan identitas responden. Data responden juga berfungsi sebagai penentu tepat atau tidaknya seseorang menjadi responden dalam suatu riset. Daftar pertanyaannya adalah sebagai berikut : Jenis kelamin responden? 84

107 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Range umur responden? Pendidikan terakhir responden? Pekerjaan responden? Penghasilan responden? 85

108 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Hasil dari responden lebih banyak berjenis kelamin wanita dengan umur tahun dan sebagian berumur tahun. Latar belakang pendidikan terakhir mayoritas adalah SMA dan Sarjana. Pekerjaan yang digeluti oleh responden paling banyak adalah pelajar atau mahasiswa dengan penghasilan perbulan antara Rp ,00 Rp ,00. Dengan kata lain responden merupakan mayoritas penduduk produktif yang menyenangi hal-hal cepat dan praktis dengan berkunjung ke restoran. 2. Latar Belakang Responden Analisa guna mengetahui latar belakang responden melalui pengalaman mereka dengan restoran pada umumnya atau secara general. Pendekatan responden akan menghasilkan jawaban responden yang meliputi alasan, aktvitas serta ketertarikan responden pada suatu restoran yang akan menjurus pada restoran atau rumah makan yang lebih khusus yaitu Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Daftar pertanyaan mengenai latar belakang responden sebagai berikut : Seberapa sering responden mengunjungi sebuah restoran? Dengan siapa responden mengunjungi sebuah restoran? 86

109 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Apa alasan responden mengunjungi sebuah restoran? Mayoritas masyarakat di Kota Gresik mengunjungi restoran sebanyak satu bulan sekali dan berkunjung dengan keluarga mereka. Selain bersama keluarga, responden juga kerap mengunjungi restoran bersama teman. Dengan alasan yang hanya sekedar ingin saja, terkadang ingin mencoba restoran baru atau mencari suasana lain selain makan di rumah atau untuk merefresh pikiran agar tidak jenuh di rumah. 3. Kegiatan Pengunjung Dalam serangkaian pertanyaan kegiatan pengunjung, jawaban responden diperlukan untuk mengetahui apa saja aktivitas yang dilakukan responden di sebuah restoran atau rumah makan secara general, hal ini dapat membantu peneliti untuk menyediakan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan pengunjung terkait dari aktivitas pengunjung agar pengunjung merasa nyaman. Serangkaian pertanyaan kegiatan pengunjung sebagai berikut : Berapa lama responden menghabiskan waktu di sebuah restoran? 87

110 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Restoran jenis apa yang sering dikunjungi oleh responden? Apa yang menarik perhatian responden pada restoran tertentu? 4. Kedekatan Pengunjung dengan Objek Analisa kedekatan pengunjung dengan objek merupakan serangkaian pertanyaan yang berfungsi untuk megetahui seberapa dekat pengunjung mengenali suatu objek penelitian yaitu Rumah Makan Warung Apung Rahmawati sehingga jawaban yang didapat akan lebih valid. Serangkaian pertanyaan tersebut seperti ini: Apa responden pernah berkunjung ke Rumah Makan Warung Apung Rahmawati? Seberapa sering responden mengunjungi Warung Apung Rahmawati? 88

111 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Kapan waktu kunjungan yang sering dilakukan oleh responden? Apa alasan responden untuk mengunjungi Warung Apung Rahmawati? Seluruh responden merupakan penduuduk Kota Gresik yang pernah mengunjungi Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Dengan jangka waktu tiga bulan sekali atau lebih mengunjungi Warung Apung Rahmawati cabang Gresik. Dan mayoritas waktu kunjungan yang dilakukan yaitu pada malam hari. Dari data jawaban diatas dapat diketahui jika responden mengunjungi Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan alasan kelengkapan menu dan kualitas rasa yang dimiliki oleh Warung Apung Rahmawati lalu dengan alasan pula harga yang terjangkau. 89

112 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 5. Kepuasan Pengunjung Untuk menganalisa kepuasan pengunjung terhadap objek yaitu Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dibentuk serangkaian pertanyaan bermodel pilihan ganda dengan jawaban yang sudah ditentukan untuk mewakili taraf kepuasan pengunjung. Pilihan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini dibuat sama agar mempermudah untuk dianalisa. Dari daftar pertanyaan yang menganalisa kepuasan pengunjung dapat dihasilkan jawaban-jawaban yang berguna sebagai perbaikan mutu pelayanan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati yang disajikan kepada pelanggan rumah makan. Daftar pertanyaan adalah sebagai berikut : Puaskah responden dengan pelayanan dan cara kerja staff Warung Apung Rahmawati? Puaskah responden dengan interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati guna memberikan kenyamanan? 90

113 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Puaskah responden dengan sirkulasi yang terdapat di Warung Apung Rahmawati? Apakah responden puas dengan interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati saat malam hari? Dari data responden yang diambil, jawaban tentang kepuasan dan kenyamanan pengunjung Warung Apung Rahmawati menyatakan bahwa pengunjung merasa puas dengan pelayanan staff dari Warung Apung Rahmawati, begitu juga dengan desain iinterior serta sirkulasi yang ada di Warung Apung Rahmawati, pengunjung merasa puas. Meskipun pengunjung melakukan kunjungan di malam hari, pengunjung pun merasa nyaman dengan desain interior Warung Apung Rahmawati. 6. Analisa Interior Analisa tentang interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati membutuhkan serangkaian pertanyaan untuk responden mengenai pendapat yang terkait dengan eksisting Rumah Makan yang diamati oleh responden. Serangkaian pertanyaan tentang analisa interior ini dibuat dengan jenis jawaban pilihan ganda yang mempresentasikan persetujuan bagi responden. Serangkaian pertanyaan persetujuan tentang analisa interior sebagai berikut : 91

114 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Apa interior Warung Apung Rahmawati menampilkan ciri khas tertentu? Apa interior Warung Apung Rahmawati menunjukkan kesan tradisional? Apa responden merasa nyaman dengan interior Warung Apung Rahmawati yang menunjukkan kesan tradisional? Apa responden setuju jika konsep Warung Apung Rahmawati dibuat mengapung seperti pada awal dibangun? Analisa interior yang ada di Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dari responden menyatakan setuju dengan mayoritas menjawab Ya pada serangkaian pertanyaan di atas. Dapat disimpulkan bahwa responden merasa nyaman dnegan 92

115 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP interior Warung Apung Rahmawati yang berkonsep tradisional. Responden sekaligus pengunjung juga menginginkan konsep Warung Apung Rahmawati yang semula dibangun yaitu mengapung karena sesuai dengan nama rumah makan ini. 7. Langgam Desain Pertanyaan untuk menganalisa langgam desain yang cocok dan di inginkan oleh responden dan pengunjung diberikan jenis pertanyaan dengan pilihan gambar pada jawabannya. Hal ini memudahkan responden yang awam dengan jenis langgam-langgam desain dalam dunia desain. Dengan pertanyaan gambar juga memudahkan responden untuk mengapresiasikan maksud dan keinginan mereka untuk perbaikan interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Pertanyaan yang diajukan adalah mana desain pilihan responden yang cocok diterapkan sebagai interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Penjelasan jawaban dari gambar adalah sebagai berikut : Gambar 1 : Gambar 1 menunjukkan langgam desain tradisional. Tradisional yang diambil merupakan tradisional Jawa dengan banyak ukiran dengan bentuk furniture yang banyak lengkungan. 93

116 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Gambar 2 : Gambar 2 menunjukkan langgam dengan sentuhan modern. Kesan santai dan sederhana diberikan pada langgam ini. Disebut modern karena bentukan yang lebih simple namun terdapat kesan tradisional dari kebiasaan orang Jawa yang disebut lesehan. Gambar 3 : Gambar 3 merupakan restoran dengan langgam modern. Tatanan yang formal serta bentuk minimalis dan material yang digunkan mencerminkan langgam desainn modern. 94

117 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Gambar 4 : Pada gambar 4 menunjukkan langgam desain rustic. Dengan material partisi dari kayu yang sengaja tidak difurnish dan materialmaterial alam yang digunakan. Dari hasil kuisioner yang sudah dijawab oleh responden, pertanyaan bergambar tentang langgam desain yang cocok dan responden inginkan adalah desain pada gambar 2. Gambar 2 merupakan langgam desain tradisional dengan sentuhan modern. Kesan santai, nyaman dan kekeluargaan dirasa tepat untuk diaplikasikan pada interior Warung Apung Rahmawati. 95

118 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 4.3.Studi Aktivitas Tabel 4.2. Tabel Studi Aktivitas. No Pelaku Aktivitas Area yang Fasilitas / Aktivitas Waktu Umum Diperlukan Furniture Khusus 1. Waiter / Mencatat Area 1. Nampan 1. Sholat Jam Kerja Waitress Pesanan Makan 2. Alat Makan 2. Ke Kamar Sesuai Mengantar Area 3. Meja Makan Kecil Shift, Makanan Makan 4. Kursi 3. Briefing Open Membersihk Area Makan 4. Istirahat Time, an Meja Makan 5. Service Makan Closing Makan Trolley 5. Pergantian Time Mengantar Area 6. Alat Shift dan Makan Kebersihan Menyediaka n Meja Makan Bagi Pengunjung Stand By di Counter 1. Meja Input Counter Input Order Pesanan Pesanan 2. PC / Telephone 2. Receptio Menerima Area 1. Meja 1. Sholat Jam Kerja nist Tamu Receptionis Receptionist 2. Ke Kamar Sesuai t 2. Kursi Kerja Kecil Shift Mencatat Area 3. PC 3. Briefing Pemesanan Receptionis 4. Alat Tulis 4. Istirahat Tempat t 5. Buku Menu Makan 6. Telephone 96

119 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Pergantian Shift 3. Cleaning Mencuci Area Cuci 1. Alat Alat 1. Sholat Jam Kerja Staff Peralatan Kebersihan. 2. Ke Kamar Sesuai Makan Kecil Shift, Membersihk Seluruh 3. Briefing Open an Area Area 4. Istirahat Time, Rumah Rumah Makan. Closing Makan Makan 5. Pergantian Time Perawatan Seluruh Shift Pada Rumah Area Makan Rumah Makan 4. Chef & Membuat Dapur 1. Kitchen Set 1. Sholat Jam Kerja Barista Makanan 2. Lemari 2. Ke Kamar Sesuai dan Pendingin Kecil Shift Minuman 3. Peralatan 3. Briefing Menerima Dapur Dapur 4. Istirahat Order dari 4. PC Makan. Waiter & Penerima 5. Mengambil Waitress Order Bahan Pengecekan Area 5. Telephone Baku dari Ketersediaa Penyimpan Penyimpan n Bahan an an Baku 6. Pergantian Shift 5. Petugas Transaksi Area Kasir 1. Meja Kasir 1. Sholat Jam Kerja Kasir Pembayaran 2. Kursi 2. Ke Kamar Sesuai 3. Mesin Kasir Kecil Shift, 97

120 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 4. PC 5. Telephone 6. Alat Tulis 7. Brankas 3. Briefing 4. Istirahat Makan. 5. Membuat Laporan Keuangan 6. Pergantian Shift Closing Time 6. Petugas Mengatur Area Parkir 1. HT 1. Sholat Jam Kerja Keamana Parkir 2. Alat 2. Ke Kamar Sesuai n Kendaraan Pengamanan Kecil Shift, Menjaga Rumah 3. Peluit 3. Briefing Open Keamanan Makan dan 4. Stick Lamp 4. Istirahat Time, di Area Sekitarnya Makan Closing Rumah 5. Pergantian Time Makan Shift 7. Superviso Membuat Kantor 1. PC / Laptop 1. Sholat Jam Kerja r Laporan 2. Alat Tulis 2. Ke Kamar Harian, dll 3. Meja Kerja Kecil Controlling Area 4. Kursi Kerja 3. Memimpin Loading Penyimpan 5. Telephone Briefing Bahan Baku an 6. Sofa 4. Istirahat dan 7. Meja kecil Makan. Penyimpana 8. Rak File 5. Menerima n Tamu Controlling Seluruh 6. Meeting Restoran Area 7. Bertemu Rumah Klien Makan 98

121 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Dari tabel studi aktivitas diatas, yang diperlukan oleh pengunjung selain area makan untuk menunjang kebutuhan pengunjung selain area makan adalah area resepsionis, area kasir, area parkir, area tunggu dan area yang harus ada pada public space yaitu kamar mandi dan mushola. Tabel 4.3. Tabel Kebutuhan Ruang No Nama Ruang Area Resepsionis Area Makan Lesehan Area Makan Teras Jmlh Ruang Menyantap Hidangan, Berbincang, Mencatat Pesanan, Mengantar Makanan, Membersihkan Meja, Input Order Dimensi Luas Furniture Rasio Satuan Total Luas (mᶻ) P L (cmᶻ) furniture sirkulasi Meja Resepsionis 1 Unit Aktivitas Furniture Jumlah Menerima Tamu, Mencatat Pemesanan Tempat, Menunggu Antrian Waiting List Menyantap Hidangan, Berbincang, Mencatat Pesanan, Mengantar Makanan, Membersihkan Meja, Input Order, Melihat Display Snack, Meeting Kursi Kantor 2 Unit Meja Tamu 1 Unit Sofa Tunggu 2 Unit Gazebo Makan Kecil 12 Unit Gazebo Makan Besar 6 Unit Gazebo Makan Panjang 8 Unit Meja Input Order 1 Unit Meja Makan 28 Unit Meja Makan Besar 6 Unit Gazebo Snack 1 Unit Kursi Makan Single 44 Unit Meja Makan Persegi 6 Unit Meja Makan Panjang 10 Unit Kursi Makan Panjang 12 Unit Wastafel 1 Unit , ,2196 Luas Ruang (mᶻ) 14, , , ,6588 Meja Komputer 2 Unit Area Kasir 1 Melakukan Transaksi Pembayaran, Tempat Loker Para Staff Kursi Kantor 2 Unit , ,01 Loker Staff 1 Unit Mengolah Bahan Makanan, Kompor 6 Unit Area Dapur 1 Menerima Order Makanan, 22, ,06 Menyajikan Ke Tempat Saji Counter Table 17 Unit Area VIP 1 Menyantap Hidangan, Berbincang, Mencatat Pesanan, Mengantar Makanan, Membersihkan Meja, Input Order Meja Persegi Kursi Makan Meja Lingkaran 15 Unit Unit Unit , ,566 7 Area Tunggu 1 Menunggu Order Take Away Kursi Panjang 2 Unit Kursi Single 4 Unit Total Luas (mᶻ) Sirkulasi 30% Total Luas Keseluruhan (mᶻ) 3, ,72 895, , ,

122 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 4.4. Analisa Layout Gambar 4.1. Layout Eksisting Rumah Makan. Pada layout eksisting diatas, sudah terdapat area resespsionis namun dengan ukuran yang sempit, sehingga aktivitas yang dilakukan oleh pengunjung di area resepsionis masih belum dapat terpenuhi sepenuhnya. Area resepsionis pada layout eksisting ini hanya digunakan sebagai area penerimaan tamu dengan dua staff berdiri menjaga area resepsionis. Memasuki area makan lesehan atau area makan gazebo, terdapat lorong panjang dengan sisi kanan dan kiri merupakan gazebo makan dengan berbagai macam tipe. Pembagian tipe dan lorong yang sangat panjang membuat kesan rumah makan menjadi monoton dan membosankan. Sirkulasi alur pengunjung dan staf yang akan pergi ke toilet atau ke area lain menjadi lebih panjang karna diharuskan memutar sesuai satu alur yang ada pada rumah makan. Setelah area makan lesehan, lorong panjang ini juga menuju ke area kasir dan area tunggu yang berada disebelah area makan lesehan. Area kasir sudah cukup melengkapi kebutuhan dan sirkulasi staff bagian keuangan yang bertugas di area kasir. Untuk area tunggu terdiri dari 6 buah kursi tunggu. Area tunggu ini berfungsi jika ada pengunjung yang ingin memesan makanan secara take away atau dibawa pulang, dan pengunjung menunggu pesanan mereka siap di area tunggu. Dengan kursi yang disediakan, pengunjung merasa kurang karena pada saat rumah makan sedang dalam jam padat, masih ada pengunjung yang berdiri di area tunggu menunggu pesanan makanan merekan. 100

123 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Pada area makan teras yang terletak pada belakang rumah makan dan dibatasi dengan kolam sebagai penanda area dan suasana ynag berbeda pada area makan teras. Area makan teras merupakan area makan yang lebih formal dengan meja dan kursi makan. Pada area makan ini sering juga dijadikan sebagai tempat meeting bersama klien atau rapat semi formal oleh pengunjung. Dalam area makan teras terdapat sebuah gazebo display snack makanan ringan yang juga diproduksi oleh pihak rumah makan sebagai oleh-oleh dari kota Gresik. Gazebo snack ini terdapat tepat setelah entrance pada area makan teras. View yang disajikan pada area makan teras ini adalah kolam pemisah area makan teras dengan area makan lesehan dan juga terdapat taman di area belakang rumah makan. Gambar 4.2. Layout Redesain Rumah Makan. Gambar diatas merupakan layout yang sudah diredesain dari layout eksisting. Dikarenakan area resepsionis pada layout eksisting membutuhkan perluasan ruang, pada layout ini perluasan area dilakukan dengan mengambil area pintu masuk dan menjadikannya area resepsionis. Area resepsionis pada layout yang telah diredesain juga memiliki area tunggu sehingga pengunjung yang ingin memesan tempat tidak perlu menunggu di area tunggu dekat kasir, dan area tunggu di area resepsionis ini juga diperuntukkan bagi pengunjung yang menunggu tempat makan jika sedang penuh atau sedang dipersiapkan. 101

124 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Redesain juga dilakukan pada area makan lesehan. Pada area makan lesehan yang semula terdapat lorong sepanjang area, diberikan celah di tengah area makan agar alur sirkulasi lebih tertata dan terdapat point of interest di tengah ruangan. Pengelompokan gazebo lebih tertata pada area lesehan yang telah diredesain. Gazebo dengan ukuran besar juga mengalami perubahan bentuk agar lebih menarik dan tidak monoton dengan bentuk persegi pada layout eksistingnya. Redesain pada area makan lesehan ini menjadikan jarak lorong antara gazebo makan menjadi lebih lebar dari eksistingnya. Alur pengunjung dan para staff rumah makan pada layout yang telah diredesain juga mempermudah pengunjung dan para staff agar tidak perlu memutar sesuai sirkulasi satu arah yang terdapat pada eksisting. Selain area makan lesehan, redesain yang dilakukan pada area makan teras. Pada area makan teras dilakukan perubahan layout furniture. Gazebo snack yang semula berada tepat disebelah area entrance dipergunakan sebagai point of interest di tengah ruangan agar pengunjung lebih menaruh perhatian pada gazebo display snack tersebut. Pengelompokan furniture pada area makan teras juga diperbaiki agar aktivitas pengunjung dengan berbagai kebutuhan seperti rapat dan meeting tidak terganggu oleh pengunjung lain yang sedang berkumpul bersama keluarga. 102

125 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP BAB V KONSEP DESAIN 5.1. Landasan Konsep Desain Rumah makan adalah suatu tempat yang menyajikan hidangan kepada masyarakat dengan menetapkan tarif tertentu untuk makanan dan pelayanannya. Rumah makan sendiri dibagi menjadi beberapa jenis menurut hidangan yang disajikan serta pasar konsumen yang dituju. Di Kota Gresik, jenis-jenis rumah makan pada masa sekarang ini sudah berkembang dengan pesat. Dari rumah makan atau restoran keluarga, restoran cepat saji hingga warung makan kecil yang diperuntukkan bagi kalangan menengah kebawah dapat dijumpai di kota industri ini. Dengan semakin banyaknya rumah makan yang bermunculan di Kota Gresik, masyarakat menjadi lebih mempertimbangkan banyak pilihan rumah makan dan membandingkan rumah makan yang akan mereka kunjungi. Mulai dari menu sajian, cita rasa yang disajikan, fasilitas yang ada di dalam rumah makan, hingga desain interior yang terdapat di rumah makan. Pada konsep desain ini, Rumah Makan Warung Apung Rahmawati adalah salah satu rumah makan yang sudah lama berdiri di Kota Gresik. Konsep perancangan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati adalah konsep rumah makan untuk kalangan keluarga dengan harga yang terjangkau namun memberikan kualitas yang baik. Konsep desain rancangan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati ini mengusung tema Jawa Modern yang cocok untuk rumah makan jenis keluarga. Dengan konsep desain Jawa Modern, bukan hanya keluarga saja yang dapat menikmati konsep desain interior dalam rumah makan ini, semua kalangan juga dapat menikmati suasana yang tercipta di rumah makan ini. Dengan target pasar untuk para keluarga, maka rumah makan ini harus bisa memberikan kenyamanan kepada seluruh anggota keluarga. Dengan konsep desain Jawa dan terdapat unsur modern, Rumah Makan Warung Apung Rahmawati mampu menjadi 103

126 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern rumah makan yang dipilih dan dituju oleh masyarakat Kota Gresik yang ingin mencari susasana baru dalam menyantap hidangan. Berikut merupakan faktor-faktor yang melandasi konsep desain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati : - Sarana melepas penat dari suasana perkotaan yang padat. - Menjadikan tempat berkumpul bagi para keluarga yang jarang bertemu karena kesibukan bekerja. - Rumah makan yang menyediakan kualitas terbaik namun dengan harga yang terjangkau. - Memaksimalkan fungsi dari Rumah Makan Warung Apung Rahmawati tidak hanya sebagai tempat makan, namun juga untuk tempat bertemu klien atau meeting, berkumpul bersama kawan lama atau sebagai tempat diselenggarakannya acara-acara formal. 104

127 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Diagram 5.1. Diagram Kerangka Konsep. Tujuan Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Membuat pengunjung merasa nyaman dengan suasana yang diberikan serta kualitas makanan dan pelayanan yang baik sehingga pengunjung ingin datang kembali ke Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Tempat menyantap makanan yang nyaman dan terjangkau. Impresi (-) Tempat makan dengan menu yang mahal, minim fasilitas, dan suasana yang tidak nyaman. Desain yang mampu memberikan kenyamanan kepada seluruh pasar konsumen dengan segala usia.. Pasar yang dituju adalah keluarga - Usia: usia produktif manusia tahun - Karakter : memilih praktis, tidak memiliki banyak waktu, terikat dengan pekerjaan / tanggung jawab. Membutuhkan adanya fasilitas dengan konsep desain yang sesuai dengan karakter usia produktif yang setiap harinya selalu terikat dengan pekerjaan dan hiruk pikuk suasana kota dan tidak banyak waktu untuk dihabiskan bersama keluarga. Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Jawa Rumah Adat Rumah Makan Keluarga Modern Banyak Bentuk Furniture Lesehan Santai Simple Minimalis Ukiran Elemen Estetis Fungsional 105

128 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 5.2. Konsep Makro Konsep desain interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati ini berfokus pada memberikan dekorasi atau elemen estetis baru yang akan menarik perhatian pengunjung agar memiliki keinginan untuk mengunjungi rumah makan ini. Konsep interior ini juga memberikan fasilitas penunjang lainnya yang biasanya tidak terdapat di dalam rumah makan dengan harga terjangkau yaitu area makan lesehan dengan gazebo yang membuat suasana seperti menyantap hidangan rumahan dengan kualitas restoran bintang lima. Suasana rumah makan yang nyaman dan friendly dengan seluruh anggota keluarga membuat waktu berkumpul bersantai bersama keluarga menjadi tidak terlupakan, atau sarana melepas penat dengan suasana tradisional jauh dari perkotaan. Gambar 5.1. Konsep Rumah Makan Gazebo. Konsep nuansa Jawa ini memberikan suasana yang lebih dapat mengakrabkan dikarenakan penggunaan material dari alam seperti kayu yang memberikan nuansa hangat pada interior. Dengan pengunjung yang bukan hanya dari kalangan penduduk produktif atau kalangan keluarga, rumah makan dengan suasana santai ini dapat juga dijadikan tempat pertemuan dengan klien atau kerabat kerja agar kekeluargaan lebih terasa. Dengan konsep nuansa Jawa juga akan menarik perhatian masyarakat sekitar yang berasal dari Jawa untuk merasakan suasana makan seperti di kampung halaman dan juga dapat menarik penduduk lain untuk sekedar mengetahui bagaimana nuansa Jawa, dengan kata lain ikut melestarikan kebudayaan daerah khususnya Jawa. 106

129 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Gambar 5.2. Interior Jawa. Konsep modern yang diusung dalam rumah makan ini adalah konsep yang mengimbangi konsep Jawa, dimana nuansa Jawa yang sebenarnya merupakan adat yang kaku sangat patuh pada aturan. Disini nuansa modern lebih merujuk pada fleksibilitas adat Jawa yang dapat diaplikasikan sebagai elemen-elemen pendukung bangunan dan keindahan sepeerti penggunaan kain pelapis tiang bangunan menggunakan kain batik Jawa yaitu batik kawung. Penggunaan material-material yang sangat mencirikan nuansa modern juga membantu konsep perancangan agar tidak menggunakan material yang monoton dengan tema warna yang sama pada konsep Jawa. Diagram 5.3. Interior Jawa Modern. 107

130 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 5.3. Konsep Mikro Diagram 5.2. Diagram Konsep Mikro. KONSEP RUMAH MAKAN KELUARGA NUANSA JAWA NUANSA MODERN Merubah konsep layout furniture yang fleksibel yang dapat dipergunakan untuk banyak orang ataupun dalam jumlah yang sedikit. Merubah konsep area makan formal dengan tatanan meja dan kursi menggunakan lesehan pada gazebo. Elemen estetis yang mengadaptasi dari bentukan dan motif khas Jawa. Penggunaan material mengkilap, logam atau metal, dan juga kaca. Mempersederhana bentukan ornamen Jawa yang terkesan terlalu banyak bentukan agar lebih sederhana dan indah dipandang. Gazebo yang dapat dicopot antar sekatnya. - Area makan lesehan yang berada seperti di gubug atau gazebo. - Lampu dinding dengan bentukan seperti lampu teplok. - Penggunaan kain batik sebagai pelapis kolom. - Pengaplikasian kaca pada tengah meja kayu. - Penggunaan lampu gantung dengan material metal. 108

131 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Konsep Aplikasi Interior Dinding Pada konsep ini, dinding menggunakan dinding bata dengan cat merah maroon dan coklat. Dinding berwarna merah maroon dimaksudkan memberikan nuansa colorfull namun kesan nuansa Jawa masih terasa. Batik-batik yang sering menggunakan warna-warna gelap dan warna coklat dan warna perpaduan sekitarnya seperti warna maroon, merah bata, dan cream. Warna-warna ini diaplikasikan sebagai perpaduan dari warna cokelat agar tidak monoton. Dinding dengan warna merah, pada psikologis warna juga dapat meningkatkan nafsu makan bagi para pengunjungnya. Gambar 5.4. Pengaplikasian Dinding Berwarnaa Merah Maroon Lantai Lantai pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati menggunakan lantai tegel dengan berbagai motif, motif batik juga diaplikasikan pada lantai rumah makan. hal ini menonjolkan konsep Jawa pada rumah makan. Selain itu, lantai tegel kini juga marak atau sedang tren dipergunakan. 109

132 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Gambar 5.5. Pengaplikasian Lantai Tegel Bermotif. Selain lantai tegel, lantai parket juga diaplikasikan pada lantai gazebo yang membuat senada dengan sekat atau pembatas pada gazebo. Gambar 5.6. Penggunaan Lantai Parket Kayu. Lantai keramik dengan motif batu alam juga digunakan pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Penggunaan lantai keramik dengan motfi batu alam ini dapat mengimbangi nuansa alam yang tercipta dari banyaknya material kayu yang dipergunakan, serta ruangan yang semi indoor pada rumah makan. 110

133 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Gambar 5.7. Penggunaan Lantai Keramik Bermotif Batu Alam Plafon Plafon yang diaplikasikan pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati adalah plafon ekspose dengan lapisan kayu. Hal ini membuat kesan Jawa pada rumah makan lebih mennjol dan lebih serasi. Gambar 5.8. Pengaplikasian Plafon Ekspose Kayu. 111

134 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Pada plafon Rumah Makan Warung Apung Rahmawati juga terdapat celah atau penggunaan atap kanopi transparan. Gambar 5.9. Contoh Atap Kanopi Transparan Furniture Furniture yang digunakan dipadukan dengan bentukan batik namun disederhanakan kembali bentukannya. Sebagian besar, furniture yang digunakan menggunakan unsur alam yaitu kayu. Gambar Contoh Furniture Kayu. 112

135 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Pencahayaan dan Penghawaan Pencahayaan yang digunakan pada Rumah Makna Warung Apung Rahmawati ini merupakan penchayaan alami, karena area rumah makan merupakan semi indoor. Pada siang hari, menggunakan pencahayaan langsung, dikarenakan cahaya matahari dapat masuk melalu arah ruangan yang tida tertutup sepenuhnya dengan dinding. Untuk penghawaan pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati juga menggunakan penghawaan alami tanpa adanya AC. Gambar Contoh Penghawaan dan Pencahayaan Smi Outdoor. Pencahayaan buatan atau lampu dipergunakan jika matahari sudah mulai turun atau langit sudah mulai gelap. Pencahayaan buatan yang digunakan sebagian besar berwarna kuning atau warm. Gambar Contoh Pencahayaan Warm Tone. 113

136 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Elemen Estetis Elemen estetis yang digunakan pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati masih berkisar tentang Jawa dan berbagai motif didalamnya. Menggunakan lampu ublik yang sering digunakan pada zaman dahulu yang akan semakin menonjolkan nuansa Jawa. Sentuhan kain batik dan ukiran-ukiran yang khas dengan kebudayaan Jawa membuat nuansa Jawa semakin terasa di Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Gambar Contoh Partisi Ukir Sederhana. Gambar Lampu Teplok Sebagai Elemen Estetis. 114

137 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Gambar Kain Motif Batik Sebagai Elemen Estetis Konsep Warna Menurut teori warna Brewster, warna primer hingga tersier dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu warna panas dan warna dingin. Warna yang tergolong warna panas adalah warna merah violet, warna merah, merah dingin, orange, kuning orange dan kuning. Warna-warna yang terdapat didalam kelompok warna panas ini yang akan digunakan pada konsep Jawa Modern. Gambar Konsep Warna Interior Jawa. Dari contoh interior dengan konsep etnik Jawa diatas, dapat dilihat bahwa penggunaan warna dominan pada warna coklat dan warna merah gelap. Warna coklat pada interior dengan konsep Jawa merupakan warna yang sangat dominan. 115

138 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Warna coklat ini yang membuat konsep Jawa menjadi mudah terlihat dan dikenali. Interior Jawa yang identik dengan penggunaan kayu, membuat warna coklat yang juga warna kayu menjadi peranan penting pada interior dengan konsep Jawa. Warna coklat sendiri mempunyai makna stabilitas dan dapat dipercaya. Warna coklat yang menjadi simbol warna Bumi ini memberikan kehangatan, rasa aman dan rasa nyaman bagi yang melihatnya. Tetapi warna coklat yang dominan juga dapat dimaknai sebagai kaku, kolot, dan menguasai, sehingga pengaplikasian warna coklat pada interior harus di imbangi dengan warna-warna lain. Warna coklat dapat diaplikasikan pada warna dinding interior dan warna furniture pada interior. Warna merah maroon yang berasal dari warna inti merah mempunyai sifat dinamis, komunikatif dan mewah. Warna merah juga memiliki efek untuk menstimulasi sebuah perhatian atau menarik perhatian. Dari sifat dan efek yang ditimbulkan oleh warna merah, maka warna ini sangat cocok jika diaplikasikan pada dinding ruangan yang akan menjadi pusat perhatian dari konsep Jawa yang diaplikasikan pada interior ruangan. Cat dinding warna merah ini juga membuat konsep Jawa lebih dinamis dengan memberikan warna selain coklat. Gambar Konsep Warna Logo Rumah Makan. Dari logo Rumah Makan Warung Apung Rahmawati diatas, dapat diambil warna-warna inti yang membangung logo tersebut. Warna yang membangun logo rumah makan ini adalah orange, putih dan warna coklat. Warna coklat pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati juga menjadi salah satu identitas rumah makan karena terdapat pada logo rumah makan. Warna orange yang muncul pada logo 116

139 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP rumah makan ini bermakna keramahan, interaksi yang bersahabat, dan penuh harapan. Warna orange juga memiliki sifat kuat dan hangat, secara psikologis penggunaan warna ini dapat memberikan perasaan nyaman. Warna orange juga akan menampakkan makna berupa makanan, kehangatan, gairah dan kesenangan. Tidak heran jika warna orange diaplikasikan pada logo rumah makan, dengan sifatsifat yang ditimbulkan oleh warna orange membuat pengunjung menjadi tertarik dan menggugah selera makan. Warna orange yang berlebihan pada pengaplikasiannya akan menampakkan makna gaduh dan menciptakan perilaku hiperaktif, sehingga warna orange ini tidak dpaat diaplikasikan pada ruangan dengan dominan. Warna orange ini dapat diaplikasikan menjadi elemen estetis pendukung pada interior. Warna putih juga muncul pada logo Rumah Makan Warung Apung Rahmawati. Warna putih tergolong warna netral. Warna putih akan memberikan pengertian tentang kepolosan, kebersihan, kebebasan dan kesan ringan. Secara psiklogos, warna putih juga bisa memberikan efek meredakan rasa nyeri, menghadirkan aura keterbukaan dan kebebasan. Warna putih disini lebih mengidentifikasikan konsep modern yang simpel. Warna putih pada interior dapat diaplikasikan sebagai penyeimbang warna coklat yang dominan pada konsep Jawa. Warna putih juga akan menimbulkan konsep modern pada interior, sehingga interior dengan konsep Jawa menjadi lebih seimbang dan lebih dinamis. 117

140 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (Halaman ini sengaja dikosongkan) 118

141 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP BAB VI PROSES DAN HASIL DESAIN 6.1. Alternatif Layout Pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati, proses pembuatan layput rumah makan dipilih empat kriteria yang nantinya menjadi acuan untuk menemukan desain layout yang terbaik. Kriteria yang diambil yaitu Jawa, Modern, Nyaman, dan Privasi. Tabel 6.1. Weighted Method. Dari empat kriteria yang menjadi acuan dalam proses mendesain layout, kenyamanan menjadi acuan yang paling penting dalam mendesain rumah makan. Dalam menentukan desain layout yang terbaik, dilakukan proses pembuatan alternatif sebanyak tiga layout denah yang kemudian akan dipilih dengan kriteria yang telah ditentukan Alternatif Layout 1 Pada desain layout alternatif pertama, peletakan jenis gazebo dengan tipe big gazebo yang semula berjajar dirubah dengan peletakkan yang berhadapan. Peletakan long gazebo yang dikelompokkan pada salah satu sisi area makan gazebo 119

142 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern agar memudahkan para pengunjung dan karyawan untuk memilih jenis gazebo sesuai dengan jumlah pengunjung. Perubahan area resepsionis yang semula hanya terdapat meja resepsionis tanpa ada kursi untuk staff bagian penerimaan tamu, ditambahkan kursi untuk staff bagian penerimaan tamu agar selalu bersiap siaga di area resepsionis. Perubahan layout furniture pada area makan teras hanya mengelompokkan jumlah kursi dan jenis meja dari layout alternative. Jumlah kursi yang lebih banyak dengan meja makan yang lebih panjang ditata dengan rapi di salah satu sisi area makan teras. Gambar 6.1. Alternatif Layout Alternatif Layout 2 Pada layout alternative kedua menggunakan tambahan luasan dari area pintu masuk depan, sehingga pada layout ini area resepsionis menjadi lebih luas dan tidak sesak untuk staff resepsionis yang berjaga. Alur sirkulasi pada layout alternatif 2 ini lebih tertata dan terlihat lebih luas. Dengan mengelompokkan gazebo berada di tengah area makan dan terdapat sirkulasi jalanan yang mengitari gazebo. gazebo dengan tipe long gazebo juga dirubah penataannya yang semula diletakkan secara vertical berjajar menjadi diletakkan secara horizontal. Hal ini juga membuat area makan gazebo menjadi lebih luas. Pada area makan teras, peletakkan meja persegi dengan sedikit kursi diletakkan di tengah area makan dan dikelilingi oleh meja panjang untuk jumlah pengunjung yang lebih banyak. Peletakkan gazebo snack masih sama seperti yang terdapat di layout furniture eksisting. 120

143 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Gambar 6.2. Alternatif Layout Alternatif Layout 3 Pada desain alternatif layout ketiga ini juga menggunakan tambahan luasan dari area pintu masuk untuk dijadikan area resepsionis yang lebih luas. Area resepsionis diperluas dan dilengkapi dengan sofa sebagai area tunggu pengunjung. Area makan gazebo yang banyak dirubah dari layout eksisting dan layout alternatif sebelumnya. Seperti peletakan long gazebo yang berada di area depan, big gazebo yang dirubah peletakannya menjadi ditengah area makan, dan perubahan bentukan pada gazebo yang berbeda dari layout eksisting dan layout alternatif lainnya. Pada area makan teras, gazebo snack lebih diolah lagi fungsinya, selain digunakan sebagai display snack yang diproduksi oleh Rumah Makan Warung Apung Rahmawati juga digunakan sebagai point of interest di area makan teras, maka dari itu gazebo snack diletakkan di tengah area makan teras. Peletakkan meja dan kursi makan yang lebih terorganisir seusai dengan kebutuhan dan kenyamanan pengunjung yang memanfaatkan area teras tidak hanya untuk sekedar menyantap hidangan namun juga kebutuhan lain yang lebih formal seperti meeting dengan rekan kerja, dsb. 121

144 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Gambar 6.3. Alternatif Layout 3 Dari beberapa layout desain diatas, nilai tertinggi didapatkan oleh alternatif tiga sehingga desain layout Rumah Makan Warung Apung Rahmawati yang terpilih adalah desain layout alternatif tiga. Tabel 6.2. Weighted Method Value. 122

145 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Pengembangan Alternatif Layout Terpilih Dari hasil riset yang dilakukan, diperoleh desain layout alternatif 3 merupakan desain yang paling baik dan optimal dalam memenuhi kriteria yang ada. Desain alternatif layout yang terpilih juga ditentukan berdasarkan dari nilai weight method yang tertinggi. Pengembangan layout disesuaikan dengan konsep yang telah didapat melalui proses analisa data yang kemudian akan diterapkan pada desain layout terpilih sebagai berikut : 1. Area Makan Gazebo Pada area gazebo terdapat gazebo-gazebo lesehan untuk menikmati hidangan. Gazebo tersebut memiliki beberapa jenis untuk disesuaikan dengan jumlah pengunjung dalam suatu rombongan. Jenis gazebo makan tersebut dibagi menjadi tiga yaitu small gazebo, long gazebo dan big gazebo. Masingmasing memiliki kapasitas jumlah tamu yang berbeda. Pada area makan gazebo juga terdapat wastafel tempat cuci tangan dan juga meja input order. Gambar 6.4. Layout Area Makan Gazebo. 123

146 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern a. Sirkulasi Area Makan Gazebo Sirkulasi area makan gazebo merupakan kriteria pertama untuk mencapai kenyamanan pengunjung maupun staf. Sirkulasi di area makan ini dibagi menjadi beberapa macam. Berikut penjelasan alur sirkulasi area makan gazebo pada Rumah Makan Warung Apung Rahmawati : Gambar 6.5. Alur Area Makan Gazebo. Anak panah hijau merupakan entrance atau pintu masuk yang sekaligus menjadi pintu keluar ke area makan gazebo. Anak panah berwarna merah merupakan alur sirkulasi pengunjung maupun staf pada area makan gazebo. Pengunjung dan staf melakukan aktivitas berlalu-lalang pada area makan gazebo juga ditandai dengan anak panah merah. Anak panah biru menunjukkan alur pengunjung dan staf yang menuju ke bagian small gazebo di samping area makan. Sedangkan anak panah berwarna ungu merupakan penghubung area makan gazebo dengan area yang lain. 124

147 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP b. Fasilitas Area Makan Gazebo Pada area makan gazebo menyediakan beberapa jenis macam lesehan gazebo, yaitu small gazebo, long gazebo dan big gazebo. Small gazebo merupakan gazebo yang diperuntukkan bagi pengunjung dengan jumlah maksimal 4 orang dengan satu meja makan persegi. Long gazebo adalah gazebo makan bermodel panjang dengan dua buah meja makan persegi sejajar dan berkapasitas maksimum 6-7 orang. Sedangkan big gazebo merupakan gazebo berukuran besar bermodel oktagonal dengan kapasitas untuk 8 orang yang dilengkapi dengan sebuah meja besar yang juga berbentuk segi delapan atau oktagonal. Pada area makan gazebo juga terdapat taman dengan jalanan setapak menuju area small gazebo yang terletak pada bagian semi outdoor di area ini. Pada area semi outdoor, terdapat pula small gazebo dengan atap agar pengunjung terlindung dari cahaya matahari dan juga hujan. Adanya meja staf untuk menginput order dari para pengunjung dilengkapi dengan monitor yang dapat mengirimkan pesanan pengunjung langsung ke bagian dapur rumah makan. Meja input order ini diletakkan pada bagian tengah area agar dapat dijangkau oleh para staf. Fasilitas lainnya terdapat wastafel untuk mencuci tangan dan kamar mandi pada area makan gazebo ini. 125

148 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 2. Area Makan Teras Gambar 6.6. Layout Area Makan Teras. Area makan teras merupakan area makan dengan jenis berbeda dari area makan gazebo. Pada area makan teras terdapat meja dan kursi untuk pengunjung seperti halnya di restoran atau rumah makan formal pada umumnya. Area makan teras ini diperuntukkan bagi pengunjung yang tidak ingin duduk lesehan dan bagi para pengunjung yang mempunyai kebutuhan lain yang lebih formal selain makan dan bersantai seperti bertemu dengan klien atau meeting dengan rekan kerja. 126

149 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP a. Sirkulasi Area Makan Teras Sirkulasi dan alur pengunjung serta staf pada area makan teras ini juga dibagi menjadi beberapa macam. Berikut alur dan sirkulasi yang ada pada area makan teras : Gambar 6.7. Alur Area Makan Teras. Anak panah berwarna hijau merupakan pintu masuk ke area makan teras dan sekaligus akses jalan untuk keluar dari area makan teras. Dari akses masuk area makan teras, point pertama kali yang dilihat adalah gazebo snack yang berada di tengah area makan. Gazebo ini merupakan gazebo tempat menjual snack, dimana snack atau oleh-oleh khas yang diproduksi dan dijual oleh Rumah Makan Warung Apung Rahmawati di display agar menarik perhatian pengunjung. Seperti yang digambarkan oleh anak panah berwarna biru yang mengarah pada gazebo snack diatas, merupakan alur pengunjung yang akan menuju ke gazebo snack. Sedangkan anak panah biru lainnya merupakan alur pengunjung yang mengarah pada wastafel untuk mencuci tangan. Anak panah berwana 127

150 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern merah merupakan akses pengunjung yang memilih meja untuk menyantap makanannya dan juga sebagai alur para staf yang mengantarkan makanan pada pengunjung. Terdapat pula anak panah berwarna ungu merupakan jalanan akses keluar dari area makan teras yang akan menuju area belakang Rumah Makan Warung Apung Rahmawati yaitu bagian taman, kamar mandi, serta area mushola. b. Faislitas Area Makan Teras Pada area makan teras menyediakan fasilitas meja dan kursi untuk pengunjung. Meja dan kursi di area makan ini mempunyai beberapa macam. Untuk meja yang ada di area makan teras terdapat dua macam, yaitu meja persegi yang ditata dengan kursi single mengelilingi meja tersebut yang diperuntukkan bagi pengunjung dengan kapasitas empat orang dan enam orang. Jenis meja lainnya yang terdapat di area makan teras ini merupakan meja panjang dengan kapasitas kursi yang lebih banyak sekitar enam orang dan lebih. Sama halnya dengan meja, untuk kursi yang terdapat di area makan teras makan ini juga tersiri dari dua macam yaitu kursi single dan kursi panjang. Kursi single merupakan kursi yang digunakan untuk perorangan atau satu orang saja. Sedangkan kursi panjang merupakan kursi yang dapat digunakan untuk tiga orang ataupun lebih. Kursi panjang ini dimaksudkan untuk menambah keakraban bagi para pengunjung karna tidak adanya batas langsung pada kursi, dan ditujukan bagi pengunjung yang menginginkan suasana yang lebih santai seperti berkumpul bersama teman dan keluarga maka kursi jenis panjang ini sangat cocok. Di area makan teras juga terdapat gazebo sebagai tempat display snack atau oleh-oleh khas Kota Gresik yang dipasarkan oleh Warung Apung Rahmawati. Selain menjadi tempat display snack, gazebo ini juga dipergunakan sebagai elemen estetis 128

151 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP pemanis ruangan yang dapat menarik perhatian pengunjung. Kebutuhan lain seperti wastafel untuk mencuci tangan juga disediakan pada area makan teras ini. 3. Area Resepsionis Pada layout eksisting Rumah Makan Warung Apung Rahmawati, area resepsionis ini hanya terdiri dari dua buah meja tanpa staf yang bertugas pasti sebagai respsionis atau penerima tamu. Area resepsionis ini juga merupakan area tambahan karna dirasa perlu untuk membantu pengunjung mempermudah apa yang mereka butuhkan, maka dari itu luasan dari area resepsionis ini juga merupakan luasan tambahan dari layput eksistingnya. Gambar 6.8. Layout Area Resepsionis.. 129

152 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern a. Sirkulasi Area Resepsionis Sirkulasi area respsionis pada rumah makan ini lebih sederhana dikarenakan area respsionis yang tidak begitu luas dan kegiatan yang dilakukan di area resepsionis ini tidak banyak. Berikut penjelasan alur dan sirkulasi pengunjung serta staf di area respsionis : Gambar 6.9. Alur Area Resepsionis. Anak panah berwarna hijau menunjukkan pintu masuk dan juga pintu keluar yang digunakan oleh seluruh pengunjung, sedangkan untuk alur keluar masuk staf lebih diutamakan dengan menggunakan pintu staf yang langsung menuju area penyimpanana dan dapur. Alur pengunjung setelah masuk dari pintu masuk utama, yang menjadi kesan pertama adalah meja respsionis seperti yang di arahkan oleh anak panah berwarna biru. Sedangkan anak panah berwarna biru lainnya merupakan alur untuk pengunjung yang menuju kursi tunggu di area resepsionis. Anak panah berwarna merah merupakan anak 130

153 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP panah merupakan alur keluar masuk pengunjung dan staf yang menuju area makan gazebo. Dan anak panah berwarna ungu adalah alur pengunjung staf yang akan meninggalkan area resepsionis. Anak panah berwarna ungu merupakan area penghubung dari area resepsionis dengan area makan gazebo. b. Fasilitas Area Resepsionis Pada area resepsionis terdapat meja resepsionis dan staf bagian penerima tamu dari pihak rumah makan yang membantu pengunjung. Staf pada area resepsionis membantu menghubungkan pada staf area makan untuk menyediakan tempat makan yang diinginkan pengunjung. Staf pada bagian penerimaan tamu juga bertugas sebagai pelayanan pemesanan tempat oleh pengunjung, dll. Pada area ini juga terdapat sofa untuk pengunjung yang menunggu tempat makan disediakan oleh staf area makan atau untuk pengunjung yang berada pada daftar tunggu dikarenakan rumah makan sedang penuh Hasil Desain Dari proses pengembangan layout, pengembangan desain dan gagasan ide pada konsep desain kemudian dilakukan pengolahan ide kembali untuk menghasilkan aplikasi konsep desain yang sesuai pada interior dan kebutuhan fungsi rumah makan itu sendiri. Berikut adalah desain akhir dari proses desain yang telah dilewati. 131

154 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Area Makan Gazebo 1. Visualisasi Big Gazebo Gambar Sudut Tampak Big Gazebo Pada Denah. Gambar Visualisasi Big Gazebo. 132

155 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Visualisasi Long Gazebo Tampak 1 Gambar Sudut Tampak 1 Long Gazebo Pada Denah. Gambar Visualisasi Tampak 1 Long Gazebo. 133

156 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 3. Visualisasi Long Gazebo Tampak 2 Gambar Sudut Tampak 2 Long Gazebo Pada Denah. Gambar Visualisasi Tampak 2 Long Gazebo. 134

157 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Area Makan Teras 1. Visualisasi Area Makan Teras Tampak 1 Gambar Sudut Tampak 1 Area Makan Teras Pada Denah. Gambar Visualisasi Tampak 1 Area Makan Teras. 135

158 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 2. Visualisasi Area Makan Teras Tampak 2 Gambar Sudut Tampak 2 Area Makan Teras Pada Denah. Gambar Visualisasi Tampak 2 Area Makan Teras. 136

159 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Visualisasi Area Makan Teras Tampak 3 Gambar Sudut Tampak 3 Area Makan Teras Pada Denah. Gambar Visualisasi Tampak 3 Area Makan Teras. 137

160 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Area Resepsionis 1. Visualisasi Area Resepsionis Tampak 1 Gambar Sudut Tampak 1 Area Resepsionis Pada Denah. Gambar Visualisasi Tampak 1 Area Resepsionis. 138

161 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Visualisasi Area Resepsionis Tampak 2 Gambar Sudut Tampak 2 Area Resepsionis Pada Denah. Gambar Visualisasi Tampak 2 Area Resepsionis. 139

162 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 3. Visualisasi Area Resepsionis Tampak 3 Gambar Sudut Tampak 3 Area Resepsionis Pada Denah. Gambar Visualisasi Tampak 3 Area Resepsionis. 140

163 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan Dalam perancangan Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern didapatkan beberapa kesimpulan, diantaranya : 1. Rumah Makan Warung Apung Rahmawati merupakan rumah makan dengan tipe keluarga yag pertama kali dibangun di Kota Gresik, sehingga diperlukan redesain dengan konsep yang lebih menonjol agar pengunjung semakin meningkat begitu pula dengan keuntungan pihak rumah makan. 2. Memperbaiki kembali layout dari Rumah Makan Warung Apung Rahmawati sesuai dengan kebutuhan, tingkat privasi dan juga kenyamanan pengunjung sehingga didapatkan hasil layout yang maksimal dan efisien bagi pengunjung maupun bagi staf dan pemilik rumah makan. 3. Menampilkan interior dengan ciri khas Rumah Makan Warung Apung Rahmawati yaitu rumah makan dengan konsep Jawa namun tidak kuno atau ketinggalan jaman agar pengunjung lebih menikmati suasana tradisional di tengah hiruk pikuk perkotaan Saran Beberapa saran yang menjadi pertimbangan perancangan Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern adalah sebagai berikut : 1. Berbagai teknis yang perlu diperhatikan berhubungan dengan penerapan konsep Jawa agar alur dan sirkulasi udara pada rumah makan lebih maksimal. 141

164 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern 2. Perlunya penambahan fasilitas dan sarana hiburan untuk keluarga, mengingat segmentasi pasar Rumah Makan Warung Apung Rahmawati mencakup semua kalangan usia. 3. Teknis perawatan atau maintenance yang harus lebih diperhatikan terkait dengan konsep Jawa yang memiliki berbagai elemen estetis dengan banyak material berupa bahan alam cenderung memerlukan perawatan yang lebih agar tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung. 142

165 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP DAFTAR PUSTAKA Atmodjo, Marsum Widjojo Restoran dan Segala Permasalahannya, hal. 7. Indonesia. Andi Publisher. Ir. Endar Sugiarto, BA & Sri dan Sulartiningrum, BA Pengantar Akomodasi dan Restoran, hal. 77. Indonesia. Atlas Dan Wisata. Kobayashi, Shigenobu Book of Colors: Matching Colors, Combining Colors, Color Designing, Color Decorating. Japan : Kodansha International Muin, Idianto Buku Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII jilid 3. Indonesia. Erlangga. Siswono Yudohusodo Rumah untuk seluruh rakyat. Publisher: INKOPPOL, Unit Percetakan Bharakerta. 32. Sumalyo, Yulianto. Arsitektur Modern Akhir abad XIX dan abad XX. URL : URL : URL : URL : URL : URL : URL : URL : URL : URL : URL : 143

166 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (halaman ini sengaja dikosongkan) 144

167 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP LAMPIRAN 145

168 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (Halaman ini sengaja dikosongkan) 146

169 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Sejarah Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Setiap pengalaman yang tidak dinilai baik oleh dirinya sendiri ataupun ornag lain akan tinggal menjadi sesobek kerts dari buku hidup yang tida punya makna. Padahal setiap pengalaman tak lain daripada fondasi kehidupan Pramoedya Ananta Toer, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2. Bagi warga Kota Gresik sudah pasti mengenal Warung Apung Rahmawati, sebuah restoran keluarga yang tidak asing lagi di telinga masyarakat sekitar, dan sudah merupakan tempat makan paling sering disinggahi oleh masyarakat di Gresik. Pendiri Warung Apung Rahmawati adalah seorang perempuan pejuang dari Sidoarjo bernama Susmiati yang dilahirkan di Sidoarjo pada 12 Desember Berasal dari keluarga sederhana dengan hidup betul-betul betumpu pada kekuatan untuk tabah dan meski hanya lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama), beliau bisa memperbaiki nasib yang smeula hanya seorang pengajar sebagai guru di salah satu sekolah di Desa Jati Sidoarjo kini memiliki 10 Cabang Restoran yang tersebar di wilayah Jawa Timur meliputi Gresik, Surabaya, Lamongan, Tuban, Bojonegoro< Sedati, Krian, Mojokerto dan Sidoarjo. Jalan hidup membawanya berkenalan dengan Amar Abdul Azis, yang sampai saat ini setia mendampingi perjalana hidupnya hingga dikaruniai 4 anak yaitu Tony Susanto, saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Warung Apung Rahmawati, Yogi Febriyanto, Direktur Keuangan Warung Apung Rahmawati, Agus Wahyu Raharjo, Dierktur Operasional dan Meryta. Seusai memutuskan menikah, beliau mengambil langkah untuk keluar dari pekerjaannya sebagai guru, menjadi ibu rumah tangga. Sepanjang daswarsa 70-an, Bu Susmiati dan suami H. A Azis bersama keluarga melewatkan kehidupan yang sangat sederhana. Untuk menambah penghasilan keluarga, Bu Susmiati bersama suami H. A Azis melakukan segala macam usaha mulai usaha membuat kue/roti, toko pracangan hingga berjualan ikan untuk didistribusikan ke pasar. Semua dilakukan dengan perasaan tidak ada gengsi, tak ada malu, dan tidak rasa takut 147

170 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern direndahkan. Pada tahun 1989, Bu Susmiati mulai fokus untuk mengolah kemmapuan memasaknya dengan memaksimalkan link di tempat suaminya dimana bekerja (Auto2000) melalui penawaran jasa katering. Semuanya dilakukan murni sebagai kepedulian istri untuk membantu mencari nafkah. Pada tahun 1997 beliau beserta suami pergi haju dan ketika menunaikan ibadah haji di tanah suci tersebut, Bu Susmiati disapa sosok lelaki tua yang belum pernah dikenalinya dan memanggil Bu Susmiati dengan sebutan Rahmawati. Di sinilah embrio lahirnya Warung Apung Rahmawati. Seusai menuaikan ibadah haji, Bu Susmiati (Hj. Rahmawati) beserta suami (H. A Azis) dan keluarga memutuskan untuk pindah dan hijrah ke kota Gresik. Melalui hasil musyawarah bersama suami, akhirnya beliau mendirikan sebuah bengkel mobil di Gresik dengan nama Rahma Motor. Sepanjang perjalanan bisnis bengkel keluarg tersebut yang telah dijalani selama 5 tahun semenjak pendiriannya, Bu Hj. Rahmawati memulai lagi menyalurkan hobi memasaknya dengan menjalankan bisnis kateringnya untuk didistribusikan di perusahaanperusahaan sekitar di Kota Gresik. Pada suatu ketika, Bu Hj. Rahmawati mulai merancang gagasan bagi operasional rumah makan yang dimulai dengan pinjaman modal dari bank. Beliau mengkhayalkan rumah makannya kelak memiliki cita rasa yang dicintai pengunjungnya. Apa sih bisnis rumah makan itu? tentu beliau mendambakan rasa dan kepuasan. Apa jantung dari usaha itu? Pelayanan dan cita rasa, tidak lebih. Lalu bagaimana agar bisnis itu todak hanya sukses melayani pelanggan tapi juga sukses mendulang yang snagta sederhana, Bu Hj. Rahmawati menyusun konsep untuk menjalankan usaha rumah makannya. Setelah memikirkan cara mengelola, beliau memikirkan pegawainya. Bagaimana menciptakan aturan main kerja sehingga pegawai merasakan cinta saat bertugas? Bu Hj. Rahmawati dengan cepat menjawab pertanyaannya sendiri. Beliau memperlakukan mereka seperti anak-anaknya sendiri. Para pegawainya itu akan dididik dengan baik, dibina, dirangkul untuk sama-sama 148

171 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP berkembang. Setelah puas menuangkan tentang hal-hal yang ia kerjakan, Bu Hj. Rahmawati merasakan perasaan bahagia. Inilah fase yang penting dalam sejarah kelahiran Warung Apung Rahmawati. Yakni keyika Bu Hj. Rahmawati menatap memulai bisnis rumah makan dalam rancangan idealisme yang beliau buat. Walau bermodal terbatas, tapi visinya sudah jauh ke depan. Dibantu dengan ketiga anaknya maka dimulailah usaha rumah makan tersebut menggunakan lahan tanah yang belum tahu kondisinya dan saat mengetahui bahwasanya lahan yang akan digunakan sebagai usaha rumah makan berupa rawa0rawa dengan genangan air, secara spontan Bu Susmiati memberi nama usaha rumah makannya tersebut dengan sebutan Warung Apung Rahmawati. Dinamakan Warung Apung Rahmawati, Apung karena usaha berdiri dibangun di atas genangan air dan Rahmawati sebagai nama titipan dari lelaki tua yang diperolhnya saat menuaikan ibadah haji. Usaha rumah makan yang hanya satu cabang tersebut kemudian melesat popular di Wilayah Gresik karena pelayanannya yang luar biasa dan cita rasa ayam bakar sebagai pionernya. Kunjungan berdatangan tanpa henti. Dari hasil keuntungan saat itu, Bu Hj. Ramawati saat ini bisa melakukan ekspansi untuk pembukaan cabang rumah makannya. Kombinasi antara Bu Hj. Rahmawati dan sang suami H. A Azis yang berdisiplin tinggi dan penuh passion dalam menjalankan usahanya berpadu harmonis dengan pembawaan putranya, Tony Susanto yang cermat dan tenang. Semua problem dalam menjalani usaha rumah makan dibawa dalam rapat keluarga untuk dicari solusinya. Permintaan akan penambahan cabang semakin tertanam di benak Bu Hj. Rahmawati. Usaha yang semula ditujukan untuk menjaga kestabilan ekonomi keluarg, kemudian berkembang menjadi bisnis yang amat serius. Beberapa cabang yang dimiliki dirasa kurnag mencukupi. Titik layanan kian melebar, tidak hanya di daerah Grsik, Surabaya, Lamongan tapi juga samapai ke daerahdaerah lain di Jawa Timur. Keluarga Bu Hj. Rahmawati tengah mempersiapkan 149

172 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern daswarsa tahun 2003-an secara alamiah memasuki babak baru yang sangat penting. Sebuah fase dimana kehidupan berbisnis tidak lagi sekedar aktivitas keluarga untuk menambah rezeki. Pada tahun 2010 realita membuktikan bahwa mereka mampu membesarkan rumah makan dan mendulang keuntungan yag signifikan. Keluarga Bu Hj. Rahmawati bisa menambah jumlah cabang rumah makan sebanyak 10 gerai dan itu akan terus bertamabah setiap tahunnya. Bersama tim di Warung Apung Rahmawati, Tony Susanto selaku Diektur Utama pun mantap menjalankan tugas operasional perusahaan secara keseluruhan. Bisa dikatakan tahun 2003-an merupakan masa penggodokan idealisme Warung Apung Rahmawati. Dalam kesederhanaan Bu Hj. Rahmawati beserta sang suami H. A Azis memimpin perjalanan besar membawa Warung Apung Rahmawati siap mengarungi zaman. Dia menanamkan kepada tim manajemennya bagaimanan menumbuhkan sense of belonging yang tinggi terhadap Warung Apung Rahmawati dengan menjadi serdadu-serdadu tangguh dan penuh pengorbanan. Mereka menikmati masamasa sangat bersahaja dimana atmosfer konvensional masih menyelimuti manajemennya. Pengelolaan yang sangat rapi dan manajemen keluarga yang sehat memungkinkan Warung Apung Rahmawati menambah cabangnya. Agus Wahyu Raharjo, putra ketiga dipercaya untuk memimpin Warung Apung Rahmawati sebagai Direktur Operasional dan sang kakak Yogi Febriyanto sebagai direktur keuangan. Setelah melewati tahun-tahun yang berat, dasawarsa selanjutnya mulai disinari optimisme yang lebih kuat. Nilai-nilai dan prinsip Warung Apung Rahmawati yang ditancapkan Bu Hj. Rahmawati telah berakar dan menghasilkan batang serta dahan yang sehat. Setelah 10 tahun bisa bertahan, wajah bosnis ini terlihat sangat jelas. Warung Apung Rahmawati bisa mengukur diri apakah mampu melanjutkan perjalanan atau tidak. Bu Hj. Rahmawati beserta suami H. A Azis dan ketiga anaknya bertekad maju terus. Pad atahun 150

173 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP , 10 tahun setelah Warung Apung Rahmawati lahir, cabang bertambahmenjadi 10 gerai. Keyakinan Bu hj. Rahmawati bahwa masyarakat perlahan tapi pasti akan mantap memilih Warung Apung Rahmawati sebagai tempat singgah untuk makan dengan kualitas layanan prima dan sistem profesional yang terpercaya akan terbentuk. Kemajuan demi kemajuan tak terbendung lagi di Warung Apung Rahmawati. Manajemen yang rapi, idealisme yang dijaga ketat, pengaturan finansial yang sangat matang dan strategi ekspansi yang arif, membuat langkah kemajuan Warung paung Rahmawati begitu tertata dan sangat cantik. Perpaduan antara kekuatan kharisma Bu Hj. Rahmawati beserta suami H. A Azis, agresivitas dan kreativitas Tony Susanto, serta ketenangan strategi Agus Wahyu Raharjo membuat Warung Apung Rahmawati di era 2010-an menunjukkan perkembangan yang sehat. Inilah catatan penting dari perjuangan Bu Hj. Rahmawati beserta suami dalam membidik sukses masa depan. Kesabaran, teguh dalam prinsip, kepemimpinan yang tegas, bijaksana, progesionalisme serta selalu emngutamakan faktor religi. Perkembangan asset adalah hal yang paling menonjol jika membicarakan kemajuan Warung Paung Rahmawati. Perusahaan ini telah berkembang sedemikian rupa seperti benih yang menumbuhkan batang kuat dna menghasilkan rimbun dedaunan dengan dahan yang terus bertambah banyak. Dari awal bergulirnya, kini Warung Apung Rahmawati telah memiliki 10 cabang rumah makan. Kini ada sekitas 500 karyawan yang berkarya di kantor pusat dan cabang. Dekorasi setiap cabang juga terus diremajakan. Keinginan internasioanal selalu diperjuangkan dengan melibatkan konsisten seluruh tim. Sebuah terobosan yang luar biasa mencengangkan. Ibu Hj. Rahmawati menyatakan bahwa dalam membangun bsinis, mengembangkan jaringan (network) adalah penting. Memiliki rekanan (partner) dengan baik diperlukan. Dengan prinsipnya tersebut beliau aktif terlibat dalam berbagai organisasi wanita antara lain ketua IKABOGA Kabupaten Gresik, Wakil Ketua IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Kabupaten Gresik dan Anggpta Pleno di BKOW (Badan Kerjasama Organisasi 151

174 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Wanita). Bagi Ibu Hj. Rahmawati, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembang bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaringbisa diadalkan. Menurut Ibu Hj. Rahmawati, kemauan dan kerja keras harus dimiliki seseorang yang ingin sukses berbisnis. Baginya mengembangkan usaha bukanlah persoalan sepele karena selain mengerahkan tenaga dan pikiran agar usaha berkembang namun dituntut tetap menyeimbangkan urusan rumah tangga terjaga tetap harmonis. Betapa beruntungnya sang suami yang selalu mensupportnya dengan menyuruhnya untuk selalu bersyukur atas apa yang didapat saat ini. Hal tersebut memicu semangat Ibu Hj. Rahmawati karena dalam bisnis, beliau menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tidak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika (instant), karena dalam dunia usahah kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar. Membangun integritas dan selalu bersedekah adalah penting bagi Ibu Hj. Rahmawati. Secara rutin beliau selalu melibatkan anak yatim dan mengadakan acara pengajian di tiap cabangnya sebagai bentuk rasa syukurnya. Bagi Ibu Hj. Rahmawati dan suami adalah manusiawi ketika berusaha, seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Tidak semua hasil bisa diterima secara langsung. 152

175 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP RANCANGAN ANGGARAN BIAYA TAHUN ANGGARAN 2016 Nama Kegiatan : Redesain Interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Pada Area Makan Lesehan Nama Pekerjaan : Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Lokasi : Kota Gresik Tahun Anggaran : 2017 NO URAIAN VOL A PEKERJAAN PERSIAPAN SA T HARGA (RP) JUMLAH HARGA (RP) TOTAL HARGA (RP) ,00 1 Persiapan 1,00 ls , ,00 2 Mobilisasi 1,00 ls , ,00 3 Pembersihan 1,00 ls , ,00 B C D PEKERJAAN DINDING Pemasangan dinding bata Pemasangan Lapisan Dinding Batu Alam Pemasangan Lapisan Panel Kayu Pekerjaan Pengecatan Dinding PEKERJAAN ATAP Pemasangan Plafon Kayu PEKERJAAN LANTAI Pekerjaan Plester Lantai Pemasangan Rumput 24,5 m³ , ,00 56 m³ , ,00 13,5 m³ , ,00 18 m³ , , m³ , ,00 56 m³ , ,00 56 m² , , , , ,00 153

176 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern E Pemasangan Lantai Keramik 60x60 PEKERJAAN FURNITUR (BUILD-IN) Pekerjaan Gazebo Outdoor Pekerjaan Gazebo Long Pekerjaan Gazebo Small 232 m³ , ,00 4,00 set , ,00 8,00 set , ,00 8,00 set , , ,00 4 Pekerjaan Gazebo Big 6,00 set , ,00 5 Pekerjaan Meja Gazebo 36,00 set , ,00 F PEKERJAAN LISTRIK Pemasangan Titik Stop Kontak Gedung Pemasangan Titik Lampu Downlight Pemasangan Titik Lampu sorot Pemasangan Saklar Ganda 4,00 set , ,00 24,00 set , ,00 1,00 set , ,00 2,00 set , , ,00 J PEKERJAAN LAIN LAIN 1 Pengerjaan akhir , ,00 PPN 10% ,00 TOTAL ,00 154

177 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP DAFTAR STANDAR HARGA SATUAN BAHAN TAHUN ANGGARAN 2017 Nama Kegiatan : Redesain Interior Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Pada Area Makan Lesehan Nama Pekerjaan : Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Lokasi : Kota Gresik Tahun Anggaran : 2017 NO. URAIAN KEGIATAN A. PEKERJAAN DINDING KOEF. SAT. 1. Pemasangan Dinding Bata m³ Upah: HARGA SATUAN (Rp) HARGA (Rp) Mandor 0,075 O.H , ,00 Kepala Tukang 0,025 O.H , ,00 Tukang 0,150 O.H , ,00 Pekerja/Buruh Tak Terampil 0,600 O.H , ,00 Jumlah: ,00 Bahan: Semen PC 50 Kg 0,659 Zak , ,00 Pasir pasang/plester 0,910 kg , ,00 Batu Bata Merah (Uk. 22 cm x 11 cm x4.5 cm) 140 bh 950, ,00 Jumlah: ,00 Nilai HSPK : ,00 2. Pemasangan Lapisan Dinding Batu Alam Upah: m³ Mandor 0,075 O.H , ,00 Kepala Tukang 0,025 O.H , ,00 155

178 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Tukang 0,150 O.H , ,00 Pekerja/Buruh Tak Terampil 0,600 O.H , ,00 Jumlah: ,00 Bahan: Semen PC (Portland Cement) 50 kg 0,196 Zak , ,00 Keramik Batu Alam 10x10 (motif andesit) 1,000 m , ,00 Jumlah: ,00 Nilai HSPK : ,00 3. Pemasangan Lapisan Panel Kayu Upah: m2 Mandor 0,075 O.H , ,00 Kepala Tukang 0,025 O.H , ,00 Tukang 0,150 O.H , ,00 Pekerja/Buruh Terampil 0,600 O.H , ,00 Jumlah: ,00 Bahan: Semen PC (Portland Cement) 50 kg 0,196 Zak , ,00 Panel Kayu 1,00 m² , ,00 Plitur 1,00 m² , ,00 Jumlah: ,00 156

179 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Nilai HSPK : ,00 4. Pekerjaan Pengecatan Dinding Upah: m² Mandor O.H ,00 300,00 Kepala Tukang O.H ,00 693,00 Tukang O.H , ,00 Pekerja/Buruh Tak Terampil O.H , ,00 Jumlah: ,00 Bahan: Cat tembok 0.1 Kaleng , ,00 Dempul tembok 0.1 Kg , ,00 Kertas gosok halus 0.1 Lemba r , ,00 Jumlah: ,00 Nilai HSPK : ,00 B. PEKERJAAN ATAP 1. Pemasangan Plafon Kayu m² Upah: Mandor 0,075 O.H , ,00 Kepala Tukang 0,025 O.H , ,00 Tukang 0,150 O.H , ,00 Pekerja/Buruh Tak Terampil 0,600 O.H , ,00 Jumlah: ,00 Bahan: Multipleks 2mm 1,000 m² , ,00 Besi Hollow 40/40 0,750 m' , ,75 Besi Hollow 20/20 2,000 m' , ,00 Skrup 4,000 bh 3.700, ,00 157

180 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Jumlah: ,75 Nilai HSPK : ,75 C. PEKERJAAN LANTAI 1. Pekerjaan Plester Lantai m² Upah: Mandor 0,035 O.H , ,00 Kepala Tukang 0,035 O.H , ,00 Tukang 0,035 O.H , ,00 Pekerja/Buruh Tak Terampil 0,700 O.H , ,00 Jumlah: ,00 Bahan: Semen PC 50 kg 0,196 Zak , ,00 Pasir Pasang 0,045 m³ , ,00 Jumlah: ,00 Nilai HSPK : ,00 2. Pemasangan Rumput m² Upah: Mandor 0,035 O.H , ,00 Kepala Tukang 0,035 O.H , ,00 Tukang 0,035 O.H ,00 36,040,00 Pekerja/Buruh Tak Terampil 0,700 O.H , ,00 Jumlah: ,00 Bahan: Rumput Gajah Mini termasuk Tanah 1,0 m² , ,00 158

181 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Jumlah: ,00 Nilai HSPK : ,00 3. Pemasangan Lantai Keramik 60x60 Upah: m² Mandor 0,035 O.H , ,00 Kepala Tukang 0,035 O.H , ,00 Tukang 0,035 O.H ,00 36,040,00 Pekerja/Buruh Tak Terampil 0,700 O.H , ,00 Jumlah: ,00 Bahan: Semen PC (Portland Cement) 50 kg 0,196 Zak Semen Berwarna Yiyitan 1,300 Kg , , , ,00 Pasir Pasang 0,045 m , ,00 Keramik Platinum 60x60 (motif travertine) 1,000 m , ,00 Jumlah: ,00 Nilai HSPK : ,00 D. PEKERJAAN LISTRIK 1. Pemasangan Titik Stop Kontak Upah: Titik Kepala Tukang Listrik 0,050 O.H , ,00 Tukang Listrik 0,200 O.H , ,00 Pembantu Tukang 0,001 O.H ,00 99,00 Jumlah: Rp ,00 Bahan: 159

182 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Stop Kontak (broco) 1,000 Buah , ,00 Kabel NYA 500 Volt 2 x 2,5 mm2 10,000 m , ,00 Pipa Pralon 5/8 1,000 Lonjor 7.500, ,00 T Doos Pvc 1,000 Buah 2.650, ,00 Jumlah: ,00 Nilai HSPK : ,10 2. Pemasangan Titik lampu downlight Upah: Titik Kepala Tukang Listrik 0,050 O.H , ,00 Tukang Listrik 0,200 O.H , ,00 Pembantu Tukang 0,001 O.H ,00 99,00 Jumlah: Rp ,00 Bahan: Isolator 4,000 Buah , ,00 Kabel NYA 500 Volt 2 x 2,5 mm2 10,000 m , ,00 Pipa Pralon 5/8 1,000 Lonjor 6.600, ,00 T Doos Pvc 1,000 Buah 2.200, ,00 Fiting Plafon 1,000 Buah , ,00 lampu t5/led 23 watt 1,000 Buah , ,00 Jumlah: ,00 Nilai HSPK : ,00 3. Pemasangan Titik Lampu sorot Upah: Titik Kepala Tukang Listrik 0,050 O.H , ,00 Tukang Listrik 0,200 O.H , ,00 160

183 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Pembantu Tukang 0,001 O.H ,00 99,00 Jumlah: Rp ,00 Bahan: Isolator 4,000 Buah , ,00 Kabel NYA 500 Volt 2 x 2,5 mm2 10,000 m , ,00 Pipa Pralon 5/8 1,000 Lonjor 6.600, ,00 T Doos Pvc 1,000 Buah 2.200, ,00 Lampu Sorot LED 20 watt 1,000 Buah , ,00 Jumlah: ,00 Nilai HSPK : ,00 4. Pemasangan Saklar Ganda Titik Upah: Kepala Tukang Listrik 0,050 O.H , ,00 Tukang Listrik 0,200 O.H , ,00 Pembantu Tukang 0,001 O.H ,00 99,00 Jumlah: ,00 Bahan: Saklar Ganda 1,000 Unit ,00 Jumlah: ,00 Nilai HSPK : ,00 E. PEKERJAAN PEMASANGAN GAZEBO Upah: m² Mandor 0,035 O.H , ,00 Kepala Tukang 0,035 O.H , ,00 161

184 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Tukang 0,035 O.H ,00 36,040,00 Pekerja/Buruh Tak Terampil 0,700 O.H , ,00 Jumlah: ,00 Bahan : Gazebo 1,00 Buah , ,00 Jumlah : ,00 Nilai HSPK : ,00 162

185 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP DAFTAR STANDAR HARGA SATUAN DASAR UPAH TAHUN ANGGARAN 2017 NO. URAIAN TENAGA KERJA SATUAN HARGA SATUAN (Rp.) 1 M a n d o r O.H Kepala Tukang O.H Tukang O.H Pekerja / Buruh Terampil O.H Pekerja / Buruh Tak Terampil O.H

186 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern DAFTAR STANDAR HARGA SATUAN BAHAN TAHUN ANGGARAN 2017 No Uraian Koef Satuan Jumlah (Rp) I BAHAN TANAH DAN PASIR 1 Sirtu 1 m ,00 2 Pasir Urug 1 m ,00 3 Pasir Pasang 1 m ,00 II BAHAN SEMEN/PC 1 Semen portland (40kg) 1 Zak ,00 2 Semen PC (Portland Cement) 50 kg 1 Zak ,00 3 Semen Berwarna Yiyitan 1 Kg ,00 III BAHAN BESI DAN ALUMINIUM 1 Besi Hollow 40/40 1 m' ,00 2 Besi Hollow 20/40 1 m' ,00 3 Besi Profil Canal C 1 kg ,00 4 Rangka Metal Stud 1 m ,00 IV BAHAN KAYU DAN KUSEN WPC 1 Panel Kayu 0,2x4m 1 m ,00 2. Multiplek 12 mm 1 m ,00 V BAHAN KERAMIK KW.1 1 Keramik Platinum 60 x 60 cm 1 box ,00 2 Forbo marmoleum 3706 beton 64 m ,00 3 Forbo color white (matte) 64 m ,00 VI BAHAN TRIPLEK 1 Panel GRC t=6 mm 1 lembar ,00 2 Gypsum Tebal 12 mm 1 Lembar ,00 VII BAHAN PAKU 1 Skrup 1 bh 3.700,00 VIII BAHAN LISTRIK 1 Stop Kontak (broco) 1 Buah ,00 164

187 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP Stop Kontak AC (broco) 1 Buah ,00 3 Kabel NYA 500 Volt 2 x 2,5 mm2 1 m ,00 4 Pipa Pralon 5/8 1 Lonjor 6.600,00 5 T Doos Pvc 1 Buah 2.200,00 6 Isolator 1 Buah ,00 7 Fiting Plafon Downlight 1 Buah ,00 8 lampu t5/led 23 watt 1 Buah ,00 9 Saklar Tunggal 1 Buah ,00 10 Saklar Ganda 1 Buah ,00 11 Lampu Sorot LED 20 watt 1 bh ,00 12 Diffuser AC 1 bh ,00 13 LED strip (Hidden Lamp) 72watt 1 Rol ,00 XVI LAIN-LAIN 1 Air (biaya air tawar) 1 Liter 13,00 2 Cutting MDF 1 Menit 5.000,00 3 Profil U blanc (10,5x 11,5x 10,5 mm) 2 m ,00 165

188 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (Halaman ini sengaja dikosongkan) 166

189 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP RANCANGAN ANGGARAN BIAYA FURNITURE TAHUN ANGGARAN 2016 Nama Kegiatan : Desain Furniture Meja Lesehan untuk Rumah Makan Warung Apung Rahmawati Nama Pekerjaan : Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Lokasi : Kota Gresik Tahun Anggaran : 2017 NO. URAIAN JENIS PEKERJAAN Perkiraan Jumlah Harga Kuantitas Harga Satuan (Volume/Satuan) Pekerjaan a b c d e = c x d A PEKERJAAN FURNITUR MEJA LESEHAN 1 lbr Kayu Jati tebal 2 cm 1,00 Rp Rp Paku Tembak 1 dos Rp Rp Kaki Meja Kayu Jati 2 cm Plitur Kayu Jati Jasa Ukir Kaki Meja Jasa Pembuatan Furnitur 4,00 2,00 1 lbr Rp Rp kaleng Rp Rp unit Rp Rp unit Rp Rp JUMLAH HARGA PEKERJAAN A Rp

190 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern (Halaman ini sengaja dikosongkan) 168

191 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP SITEPLAN RUMAH MAKAN WARUNG APUNG RAHMAWATI 169

192 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern LAYOUT EKSISTING LANTAI 1 170

193 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP LAYOUT EKSISTING LANTAI 2 171

194 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern LAYOUT TERPILIH LANTAI 1 172

195 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP LAYOUT TERPILIH LANTAI 2 173

196 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern LAYOUT AREA TERPILIH 1 174

197 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP RENCANA LANTAI AREA TERPILIH 1 175

198 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern RENCANA PLAFON AREA TERPILIH 1 176

199 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP VIEW 1 AREA TERPILIH 1 177

200 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern VIEW 2 AREA TERPILIH 1 178

201 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP LAYOUT AREA TERPILIH 2 179

202 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern RENCANA LANTAI AREA TERPILIH 2 180

203 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP RENCANA PLAFON AREA TERPILIH 2 181

204 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern VIEW 1 AREA TERPILIH 2 182

205 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP VIEW 2 AREA TERPILIH 2 183

206 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern LAYOUT AREA TERPILIH 3 184

207 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP RENCANA LANTAI AREA TERPILIH 3 185

208 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern RENCANA PLAFON AREA TERPILIH 3 186

209 LAPORAN TUGAS AKHIR RI Widyasi Tiara Hapsari, NRP VIEW 1 AREA TERPILIH 3 187

210 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern VIEW 2 AREA TERPILIH 3 188

Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern

Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No.1, (2017) 2337-3520 (2301-928X Print) F-34 Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern Widyasi Tiara Hapsari, Aria Wenny Anggraita, dan Anggra

Lebih terperinci

1. A la Carte Restaurant : adalah restoran yang mendapatkan izin penuh untuk menjual makanan lengkap dengan banyak variasi dimana tamu bebas memilih

1. A la Carte Restaurant : adalah restoran yang mendapatkan izin penuh untuk menjual makanan lengkap dengan banyak variasi dimana tamu bebas memilih II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Restoran Menurut SK Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM 73/PW 105/MPPT-85 menjelaskan bahwa Rumah Makan adalah setiap tempat usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya

Lebih terperinci

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi Restoran

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi Restoran II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi Restoran Menurut SK Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM 73/PW 105/MPPT-85, restoran adalah salah satu jenis usaha dibidang jasa pangan yang bertempat disebagian

Lebih terperinci

internet, banyak teknologi dikembangkan sebagai EDI (Electronic Data Intechage) enbaler yang ditujukan untuk melakukan pemindahan informasi antar

internet, banyak teknologi dikembangkan sebagai EDI (Electronic Data Intechage) enbaler yang ditujukan untuk melakukan pemindahan informasi antar BAB III DASAR TEORI 3.1 Sistem Informasi Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang saling berhubungan dan bergantung satu sama lain (Widyahartono,2011). Dalci dan Tanis mengutip definisi sistem

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. saat ini. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya pihak-pihak yang

BAB 1 PENDAHULUAN. saat ini. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya pihak-pihak yang BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pariwisata adalah salah satu industri yang sangat berkembang pesat saat ini. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya pihak-pihak yang bergerak dalam industri pariwisata.

Lebih terperinci

Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan konsep Open kitchen bernuansa Modern Chic

Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan konsep Open kitchen bernuansa Modern Chic Tugas Akhir Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan konsep Open kitchen bernuansa Modern Chic Dosen Koordinator: Anggri Indraprasti SSn, MDs Dosen Pembimbing : Ir. Budiono, MSn Sayuri Dianita 3409100108

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Restoran

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Restoran 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Restoran Makan dan minum merupakan kebutuhan primer manusia untuk mempertahankan hidup. Makan yang baik dan memuaskan diawali dengan timbulnya selera makan. Selera seseorang

Lebih terperinci

KONSEP TUGAS AKHIR REDESAIN RESTORAN ITALIA PRONTO DENGAN KONSEP ITALIA KONTEMPORER

KONSEP TUGAS AKHIR REDESAIN RESTORAN ITALIA PRONTO DENGAN KONSEP ITALIA KONTEMPORER KONSEP TUGAS AKHIR REDESAIN RESTORAN ITALIA PRONTO DENGAN KONSEP ITALIA KONTEMPORER Deloni Hanis Mareta 3408.100.082 Koor. Tugas Akhir: Anggri Indraprasti, S. Sn, M. Sn Dosen Pembimbing: Ir. Prasetyo Wahyudie,

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORI. Di Indonesia, rumah makan juga biasa disebut sebagai restoran. Restoran

BAB II KERANGKA TEORI. Di Indonesia, rumah makan juga biasa disebut sebagai restoran. Restoran BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Rumah Makan atau Restoran 2.1.1 Defenisi Rumah Makan atau Restoran Di Indonesia, rumah makan juga biasa disebut sebagai restoran. Restoran merupakan resapan yang berasal dari

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan usaha yang sangat pesat mendorong setiap pengusaha untuk membuat

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan usaha yang sangat pesat mendorong setiap pengusaha untuk membuat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan usaha yang sangat pesat mendorong setiap pengusaha untuk membuat suatu bentuk yang berbeda dari usaha yang lainnya, salah satunya adalah usaha restoran,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kabupaten Badung, dengan jumlah penduduk jiwa dan luas 420,09

BAB I PENDAHULUAN. Kabupaten Badung, dengan jumlah penduduk jiwa dan luas 420,09 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kabupaten Badung, dengan jumlah penduduk 589.00 jiwa dan luas 420,09 km (Data BPS Kabupaten Badung Tahun 2013) termasuk Kuta dan Nusa Dua merupakan daerah yang

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB II URAIAN TEORITIS BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Ruang Lingkup Restoran Restoran adalah tempat yang khusus untuk melaksanakan penjualan dan penyajian makanan serta minuman. Suatu usaha komersial yang menyediakan jasa pelayanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Makanan merupakan kebutuhan utama/primer yang harus dipenuhi. oleh manusia untuk melangsungkan kehidupannya.

BAB I PENDAHULUAN. Makanan merupakan kebutuhan utama/primer yang harus dipenuhi. oleh manusia untuk melangsungkan kehidupannya. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Makanan merupakan kebutuhan utama/primer yang harus dipenuhi oleh manusia untuk melangsungkan kehidupannya. Makanan dapat memberikan sumber energi dan tenaga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. menjamur di Indonesia khususnya Darah Istimewa Yogyakarta. Semakin

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. menjamur di Indonesia khususnya Darah Istimewa Yogyakarta. Semakin BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Industri perhotelan merupakan salah satu industri pariwisata yang semakin menjamur di Indonesia khususnya Darah Istimewa Yogyakarta. Semakin berkembangnya objek-objek

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Restoran BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Marsum (2000), restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisir secara komersil, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik kepada semua

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN LEMBAR PENGESAHAN PRAKATA ABSTRACT ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN 1

DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN LEMBAR PENGESAHAN PRAKATA ABSTRACT ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN 1 LEMBAR PERNYATAAN LEMBAR PENGESAHAN PRAKATA ABSTRACT ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISI ii vi vii viii xi xiii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Ide/Gagasan Perancangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. boga/restoran, transportasi, tempat penukaran mata uang asing, toko cinderamata,

BAB I PENDAHULUAN. boga/restoran, transportasi, tempat penukaran mata uang asing, toko cinderamata, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kepariwisataan di Negara Indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini dibuktikan dengan berkembangnya jumlah akomodasi, jasa boga/restoran, transportasi,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Restoran Restoran adalah bangunan yang menetap dengan segala peralatan yang digunakan untuk proses pembuatan (pengolahan) dan penjualan (penyajian) makanan dan minuman bagi

Lebih terperinci

MAKASSAR merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang. meningkatkan jumlah pengunjung/wisatawan

MAKASSAR merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang. meningkatkan jumlah pengunjung/wisatawan MAKASSAR merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang EKONOMI SOSIAL POLITIK INDUSTRI PARIWISATA BUDAYA mengalami perkembangan mengikuti kemajuan zaman meningkatkan

Lebih terperinci

Desain Interior Restoran Seafood Layar Bukit Mas dengan Konsep Modern Country di Surabaya

Desain Interior Restoran Seafood Layar Bukit Mas dengan Konsep Modern Country di Surabaya JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.1, (2013) 2337-3520 (2301-928X Print) 1 Desain Interior Restoran Seafood Layar Bukit Mas dengan Konsep Modern Country di Surabaya Astrid Intan L.W dan Ir. Susy Budi

Lebih terperinci

Desain Interior Kafe di Surabaya Berkonsep Mediteranian Post Modern Dengan Sentuhan Italian Outdoor

Desain Interior Kafe di Surabaya Berkonsep Mediteranian Post Modern Dengan Sentuhan Italian Outdoor JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.1, (2013) 2337-3520 (2301-928X Print) 1 Desain Interior Kafe di Surabaya Berkonsep Mediteranian Post Modern Dengan Sentuhan Italian Outdoor Penulis Ambar Ayu Wulansari

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Brand Loyalitas Tamu pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Brand Loyalitas Tamu pada BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Empiris Menurut penelitian Hartati dan Rini (2006) dengan judul Pengaruh Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan Terhadap Brand Loyalitas Tamu pada Restoran Fastfood

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan primer atau biasa yang disebut dengan kebutuhan pokok manusia dibagi menjadi tiga macam, yaitu : sandang, papan dan pangan. Kebutuhan sandang adalah kebutuhan

Lebih terperinci

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Restoran dan Rumah Makan 2.2 Jenis-jenis Restoran atau Rumah Makan

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Restoran dan Rumah Makan 2.2 Jenis-jenis Restoran atau Rumah Makan II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Restoran dan Rumah Makan Restoran adalah salah satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan yang permanen, dilengkapi dengan peralatan

Lebih terperinci

REDESAIN INTERIOR PYRAMID RESTORAN DAN KARAOKE DI YOGYAKARTA

REDESAIN INTERIOR PYRAMID RESTORAN DAN KARAOKE DI YOGYAKARTA REDESAIN INTERIOR PYRAMID RESTORAN DAN KARAOKE DI YOGYAKARTA TUGAS AKHIR PENCIPTAAN Oleh: Theresia Sinta Pamela 101 1711 023 PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR JURUSAN DESAIN FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Dalam bab pendahuluan ini diuraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan metode penelitian dan perancangan yang digunakan dalam penyusunan Rumah Makan Sepuasnya (All You

Lebih terperinci

METODE DESAIN. 3.1 Metode Pengumpulan Data

METODE DESAIN. 3.1 Metode Pengumpulan Data METODE DESAIN 3.1 Metode Pengumpulan Data 3.2 Tahapan Pengumpulan Data METODE DESAIN Dalam tahap pengumpulan data dapat terbagi menjadi dua bagian, yaitu : data primer data kuisioner owner data sekunder

Lebih terperinci

Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo

Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) F-193 Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo

Lebih terperinci

Desain Interior Restoran 1914 Surabaya dengan konsep Kolonial Luxury

Desain Interior Restoran 1914 Surabaya dengan konsep Kolonial Luxury JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) F-163 Desain Interior Restoran 1914 Surabaya dengan konsep Kolonial Luxury Erwin Kurniawan dan Prasetyo Wahyudie Jurusan Desain

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perencanaan & Perancangan Interior Gallery Coffee & Café di Jakarta 1

BAB I PENDAHULUAN. Perencanaan & Perancangan Interior Gallery Coffee & Café di Jakarta 1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Manusia mempunyai kebutuhan dalam kehidupanya, kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang paling utama. Kebutuhan primer itu sendiri meliputi sandang, pangan, papan.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Setiadi (2003:3) mengatakan bahwa perilaku konsumen merupakan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Setiadi (2003:3) mengatakan bahwa perilaku konsumen merupakan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Perilaku Konsumen 1. Pengertian Perilaku Konsumen Setiadi (2003:3) mengatakan bahwa perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Toko Sumber Hidangan dibangun pada tahun 1929, didirikan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Toko Sumber Hidangan dibangun pada tahun 1929, didirikan untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Toko Sumber Hidangan dibangun pada tahun 1929, didirikan untuk memproduksi dan menjual jajanan khas Belanda. Seiring dengan berkembangnya Jalan Braga, Toko

Lebih terperinci

kreasi Volume 1 Nomor 2 April 2016

kreasi Volume 1 Nomor 2 April 2016 Membangun Customer s Experience Melalui Desain Interior Pada Sebuah Restoran Yeremia Martin, Tri Noviyanto P. Utomo, M.Y. Susan Interior Architecture Department, Universitas Ciputra Surabaya 60219, Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyukai makanan enak dan lebih murah. usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut (Undang-undang No.9 Tahun

BAB I PENDAHULUAN. menyukai makanan enak dan lebih murah. usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut (Undang-undang No.9 Tahun BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelayanan dalam dunia perhotelan merupakan kegiatan yang mengedepankan standar tentang sikap hospitality yang menjadikan tamu yang datang utuk menginap menjadi nyaman

Lebih terperinci

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi dan Jenis Restoran

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi dan Jenis Restoran II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi dan Jenis Restoran Restoran adalah salah satu jenis usaha pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan permanen, dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB II URAIAN TEORITIS BAB II URAIAN TEORITIS 2.1. Gambaran Umum Food and Beverage Service 2.1.1 Pengertian Service Service Food & Beverage bagi para tamu hotel harus diberikan secara profesional dan semaksimal mungkin. Service

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Restoran 2.2 Jenis Restoran

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Restoran 2.2 Jenis Restoran II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Restoran Restoran berasal dari bahasa Prancis yaitu restaurer. Kemudian kata tersebut di serap ke dalam bahasa Inggris menjadi restaurant yang berarti memulihkan atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan juga banyak diminati pasaran masyarakat era globalisasi. Gaya hidup

BAB I PENDAHULUAN. dan juga banyak diminati pasaran masyarakat era globalisasi. Gaya hidup BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejauh ini bisnis kuliner banyak diminati pelaku bisnis di Indonesia karena bisnis yang bergerak di bidang kuliner ini termasuk bisnis dengan profit yang besar dan juga

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Izzi Pizza adalah sebuah restoran yang mulai berdiri di Jakarta sejak 2002

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Izzi Pizza adalah sebuah restoran yang mulai berdiri di Jakarta sejak 2002 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan 3.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan Izzi Pizza adalah sebuah restoran yang mulai berdiri di Jakarta sejak 2002 dan berkembang menjadi salah satu

Lebih terperinci

Tkeluarga dan non. Sakhir pekan bersama anak-anaknya. ST UDI ANALISA BAB 3. Keluarga. Konsumen. Non-Keluarga. Target Desain

Tkeluarga dan non. Sakhir pekan bersama anak-anaknya. ST UDI ANALISA BAB 3. Keluarga. Konsumen. Non-Keluarga. Target Desain Target Desain Keluarga egmen keluarga biasanya memiliki karakter yaitu menghabiskan waktu saat Sakhir pekan bersama anak-anaknya. Konsumen a r g e t d e s a i n m e r u p a k a n Tkeluarga dan non keluarga,

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Surabaya, 7 juli Penulis

KATA PENGANTAR. Surabaya, 7 juli Penulis KATA PENGANTAR Puji syukur yang sedalam dalamnya penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas segala rahmat dan karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan Tugas Akhir ini. Penulis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di era modern sekarang ini sudah berkembang budaya eating out, dimana orang-orang lebih memilih makanan diluar dibandingkan memasak dirumah. Hal itu salah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makan adalah kebutuhan dasar manusia agar dapat tetap hidup. Di seluruh dunia, ada banyak tempat dengan jenis makanan, cara makan, dan suasana. Selain dari segi makanan,

Lebih terperinci

DESAIN INTERIOR RESTAURANT SEBAGAI PENDUKUNG DI PUSAT KEBUDAYAAN YOGYAKARTA DI JAKARTA

DESAIN INTERIOR RESTAURANT SEBAGAI PENDUKUNG DI PUSAT KEBUDAYAAN YOGYAKARTA DI JAKARTA DESAIN INTERIOR RESTAURANT SEBAGAI PENDUKUNG DI PUSAT KEBUDAYAAN YOGYAKARTA DI JAKARTA TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian Persyaratan Guna Melengkapi Gelar Sarjana Seni Program Studi Desain Interior

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. MALL BAKERY & CAFE DI SURAKARTA SEBAGAI WADAH PENDIDIKAN,PENJUALAN DAN REKREASI, dapat diartikan sebagai berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN. MALL BAKERY & CAFE DI SURAKARTA SEBAGAI WADAH PENDIDIKAN,PENJUALAN DAN REKREASI, dapat diartikan sebagai berikut : BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. PENGERTIAN JUDUL MALL BAKERY & CAFE DI SURAKARTA SEBAGAI WADAH PENDIDIKAN,PENJUALAN DAN REKREASI, dapat diartikan sebagai berikut : a. MALL: pusat perbelanjaan, yang memiliki bentuk

Lebih terperinci

Desain Interior Galeri Handicraft Lombok dengan Fasilitas Pelatihan yang Berlanggam Budaya Lombok

Desain Interior Galeri Handicraft Lombok dengan Fasilitas Pelatihan yang Berlanggam Budaya Lombok Desain Interior Galeri Handicraft Lombok dengan Fasilitas Pelatihan yang Berlanggam Budaya Lombok Diajeng Okta Prathikasari 40810011 Anggri Indraprasti, S.Sn, M.Ds Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Little Wings adalah sebuah book cafe yang menggunakan konsep klasik kolonial sehingga memberikan nuansa girly seperti rumah Barbie. Cafe unik ini ada

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERENCANAAN INTERIOR 4.1 Konsep Perancangan HEPOL BUILDING HANNINE RESTO Suasana khas Korea Budaya Korea Hanok Nyaman Tenang Gedung Perkantoran Bangunan dengan konsep modern Restoran Korea

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN DESAIN INTERIOR RESTORAN ALAS DAUN DI HOTEL CROWN, JAKARTA SELATAN/RANI AGUSTINA R

BAB I PENDAHULUAN DESAIN INTERIOR RESTORAN ALAS DAUN DI HOTEL CROWN, JAKARTA SELATAN/RANI AGUSTINA R BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kota Jakarta merupakan kota yang sangat padat dan memiliki taraf hidup yang tinggi, terlebih dalam hal makanan, oleh karena itu perkembangan bisnis kuliner, khususnya

Lebih terperinci

KONSEP DESAIN. WARNA Warna yang digunakan adalah warna khas budaya Toraja yang terdapat pada elemen arsitektural dan motif ornamen.

KONSEP DESAIN. WARNA Warna yang digunakan adalah warna khas budaya Toraja yang terdapat pada elemen arsitektural dan motif ornamen. BENTUK Bentuk yang digunakan dapat berupa transformasi dari bentuk Tongkonan, ragam hias tradisional Makassar dan Toraja, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan budaya Makassar dan Toraja. Untuk menciptakan

Lebih terperinci

Ala carte suatu susunan menu, di mana setiap makanan yang dicantumkan pada daftar makanan tersebut disertai dengan harga sendiri

Ala carte suatu susunan menu, di mana setiap makanan yang dicantumkan pada daftar makanan tersebut disertai dengan harga sendiri Ala carte suatu susunan menu, di mana setiap makanan yang dicantumkan pada daftar makanan tersebut disertai dengan harga sendiri - - Table d hote menu susunan hidangan lengkap dengan satu harga yang pasti

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tuntutan atau permintaan pihak pemberi tugas. Tahapan perencanaan yang. kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing.

BAB I PENDAHULUAN. tuntutan atau permintaan pihak pemberi tugas. Tahapan perencanaan yang. kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing. BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Perencanaan interior merupakan proses kreatif menciptakan elemen elemen pembentuk ruang, pengisi ruang dan perlengkapan lain agar mempunyai fungsi bagi kegiatan manusia

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dicapai oleh pekerjaan tersebut sesuai dengan yang ditargetkan baik dalam hal mutu

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dicapai oleh pekerjaan tersebut sesuai dengan yang ditargetkan baik dalam hal mutu BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Konsep Efisiensi Menurut Sedarmayanti (2001 : 23), pengertian efisiensi kerja adalah perbandingan terbaik antara suatu pekerjaan yang dilakukan dengan hasil yang dicapai oleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia yang memiliki luas sekitar

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia yang memiliki luas sekitar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia yang memiliki luas sekitar 661,52 km² dengan penduduk berjumlah kurang lebih 10.187.595 jiwa. Jakarta merupakan metropolitan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Bandung merupakan kota metropolitan dan kota wisata, yang perekonominnya berkembang pesat. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank

Lebih terperinci

II TINJAUAN PUSTAKA. 1

II TINJAUAN PUSTAKA. 1 II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Restoran 2.1.1. Definisi Restoran Pengertian restoran menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 304 Tahun 1989 tentang : Persyaratan Kesehatan Rumah Makan Dan Restoran pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ekspedisi, dan masih banyak lagi. Semakin ketatnya persaingan bisnis jasa, maka

BAB I PENDAHULUAN. ekspedisi, dan masih banyak lagi. Semakin ketatnya persaingan bisnis jasa, maka BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini bisnis dalam bidang jasa semakin berkembang, itu terlihat dari bertambahnya jumlah bisnis jasa seperti contohnya penginapan atau indekos, restoran atau cafe,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap hari penduduk yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, usia anak

BAB I PENDAHULUAN. Setiap hari penduduk yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, usia anak 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap hari penduduk yang terdiri dari laki-laki dan perempuan, usia anak sampai dengan usia lanjut memerlukan pangan, sandang, dan papan. Disamping kebutuhan, setiap

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. tradisi dan sopan serta memiliki berbagai kelebihan. Hal ini menimbulkan kesan

BAB 1 PENDAHULUAN. tradisi dan sopan serta memiliki berbagai kelebihan. Hal ini menimbulkan kesan 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Citra Jepang di mata dunia Internasional adalah baik, dalam arti memiliki kesan bahwa orang Jepang yang penuh dengan tradisi yang kental, menghargai tradisi dan sopan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN HAKIKAT OBYEK STUDI

BAB II TINJAUAN HAKIKAT OBYEK STUDI BAB II TINJAUAN HAKIKAT OBYEK STUDI 2.1 TINJAUAN UMUM PARIWISATA 2.1.1 Definisi Pariwisata Suatu usaha dalam menjauhkan diri dari kesibukan & ketegangan jiwa akibat rutinitas sehari-hari, menari suasana

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB II URAIAN TEORITIS BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Asal Usul Restoran Restoran berasal dari bahasa Perancis yaitu restore yang artinya mengembangkan dan pengembalian dari kata restore adalah Restoration, yang kemudian berubah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bisnis merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dikerjakan oleh suatu perusahaan untuk mencari keuntungan atau nilai tambah. Saat ini perkembangan bisnis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Wikipedia merupakan istilah umum untuk menyebut usaha yang menyajikan

BAB I PENDAHULUAN. Wikipedia merupakan istilah umum untuk menyebut usaha yang menyajikan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Arti dari rumah makan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indon esia) adalah kedai tempat makan (menjual makanan). Rumah makan menurut Wikipedia merupakan istilah umum

Lebih terperinci

BAB III KAJIAN LAPANGAN

BAB III KAJIAN LAPANGAN BAB III KAJIAN LAPANGAN A. Ieke Coffe and Gelato (survei café es krim) 1. Lokasi: Jl. Yos Sudarso No. 197 Solo. Merupakan jalan utama ke arah Solo Baru. Letaknya di pinggir jalan. 2. Aktivitas a. Pengunjung:

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Restoran

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Restoran II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Restoran Restoran adalah salah satu jenis usaha pangan yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan yang permanen, dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hotel Hyatt Regency merupakan salah satu hotel bintang lima terbaik di Yogyakarta.

BAB I PENDAHULUAN. Hotel Hyatt Regency merupakan salah satu hotel bintang lima terbaik di Yogyakarta. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hotel Hyatt Regency merupakan salah satu hotel bintang lima terbaik di Yogyakarta. Hotel Hyatt berpusat di Amerika dan mempunyai beberapa Hotel Hyatt yang tersebar di

Lebih terperinci

PERANCANGAN INTERIOR CIP AIRPORT LOUNGE DI BANDARA INTERNASIONAL NGURAH RAI BALI

PERANCANGAN INTERIOR CIP AIRPORT LOUNGE DI BANDARA INTERNASIONAL NGURAH RAI BALI PERANCANGAN INTERIOR CIP AIRPORT LOUNGE DI BANDARA INTERNASIONAL NGURAH RAI BALI KARYA DESAIN Diah Dewani 101 1724 023 Tugas Akhir ini diajukan kepada Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hotel merupakan salah satu bangunan yang ditujukan untuk singgah dalam jangka waktu sementara dengan layanan dan fasilitas lainnya. Sebagai pokok akomodasi yang terdiri

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata-kata kunci: restoran, seafood, dan swamasak. vi Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata-kata kunci: restoran, seafood, dan swamasak. vi Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Balikpapan merupakan salah satu kota besar di Kalimantan Timur yang cukup perkembang pesat. Letak yang strategis menjadikan kota ini sebagai pintu gerbang utama penghubung antara kota-kota didalam

Lebih terperinci

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) ( X Print) F-330

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) ( X Print) F-330 JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) F-330 Redesain Rumah Makan di Tongas Probolinggo Bertema Eklektik dengan Perpaduan Budaya Jawa Bali dan Nuansa Natural Modern

Lebih terperinci

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Konsep/Citra Ruang Citra atau image yang digunakan dalam mendukung karakter desain adalah modern natural with batavian etnic, dengan menggunakan bentuk bentuk yang geometris

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada bidang penjualan makanan yang memiliki usaha berupa Warung Angkringan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada bidang penjualan makanan yang memiliki usaha berupa Warung Angkringan BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Latar Belakang Perusahaan PT. Karya Perdana Kofienti merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang penjualan makanan yang memiliki usaha berupa Warung Angkringan SO

Lebih terperinci

PERANCANGAN INTERIOR QUEEN GARPHIC HOUSE PADANG PANJANG SUMATERA BARAT

PERANCANGAN INTERIOR QUEEN GARPHIC HOUSE PADANG PANJANG SUMATERA BARAT PERANCANGAN INTERIOR QUEEN GARPHIC HOUSE PADANG PANJANG SUMATERA BARAT PERANCANGAN Amry Diza Jade NIM 101 1731 023 Tugas Akhir ini diajukan kepada Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Lebih terperinci

diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut.

diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi, eraglobalisasi memperluas pasar produk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. banyak cafe yang menawarkan konsep one stop shopping pengunjung dapat

BAB I PENDAHULUAN. banyak cafe yang menawarkan konsep one stop shopping pengunjung dapat 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Akibat perkembangan jaman dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, membuat gaya hidup seseorang untuk mencari suatu hiburan menjadi berubah. Waktu mereka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Gambar 1.1 Suasana Little White Cafe

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Gambar 1.1 Suasana Little White Cafe BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Little White Cafe yang berlokasi di Jl. Lodaya No. 11A Bandung adalah rumah tinggal yang beralih fungsi menjadi cafe sejak 2011 didirikan oleh Bapak

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB II URAIAN TEORITIS 6 BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Coffe Shop Coffe shop atau cafe adalah: suatu tempat yang mempunyai karakteristik gabungan dari bar dengan rumah makan atau restoran, tetapi dalam hal ini coffe

Lebih terperinci

Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan Konsep Open Kitchen bernuansa Modern Chic

Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan Konsep Open Kitchen bernuansa Modern Chic Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan Konsep Open Kitchen bernuansa Modern Chic 1 Sayuri Dianita dan Ir. Budiono. MSn. Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Semakin majunya teknologi dan bertumbuhnya perekonomian dapat

BAB I PENDAHULUAN. Semakin majunya teknologi dan bertumbuhnya perekonomian dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin majunya teknologi dan bertumbuhnya perekonomian dapat menyebabkan perubahan pola konsumsi dari masyarakat. Kegiatan makan pada awalnya adalah hanya untuk memenuhi

Lebih terperinci

BAB pagi 2 dini hari Kegiatan. Makan, minum, bersantai, bertemu teman. Menengah ke atas Fasilitas

BAB pagi 2 dini hari Kegiatan. Makan, minum, bersantai, bertemu teman. Menengah ke atas Fasilitas BAB 3 3.1 Konsep Desain Konsep yang digunakan pada desain Restoran Eclectic adalah konteporer, dimana memadukan antara konsep sebuah restoran dan bar. 3.1.1 Analisa data Kafe Eclectic Peak Hour Rabu-Sabtu

Lebih terperinci

Eksotisme & GALLERY. Vol. 13 No. 05 Mei 2012

Eksotisme & GALLERY. Vol. 13 No. 05 Mei 2012 Eksotisme KONSEP RESTO & GALLERY Penulis Qisthi Jihan Fotografer Ahkamul Hakim Berwisata kuliner di Bali, tidak sekadar mencari makanan yang nikmat, tetapi kebanyakan dari pengunjung juga mencari sebuah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bali sudah sangat terkenal dengan pariwisata oleh karena itu, pemerintah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Bali sudah sangat terkenal dengan pariwisata oleh karena itu, pemerintah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bali sudah sangat terkenal dengan pariwisata oleh karena itu, pemerintah provinsi Bali sangat mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan pendapatan

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP MUTU PELAYANAN RUMAH MAKAN IKAN BAKAR BABE NASERI, DEPOK BAMBANG BUDIANSYAH

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP MUTU PELAYANAN RUMAH MAKAN IKAN BAKAR BABE NASERI, DEPOK BAMBANG BUDIANSYAH ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP MUTU PELAYANAN RUMAH MAKAN IKAN BAKAR BABE NASERI, DEPOK BAMBANG BUDIANSYAH PROGRAM STUDI MANAJEMEN BISNIS DAN EKONOMI PERIKANAN-KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN

Lebih terperinci

Rumah Jawa adalah arsitektur tradisional masyarakat Jawa yang berkembang sejak abad ke- 13 terdiri atas 5 tipe dasar (pokok) yaitu:

Rumah Jawa adalah arsitektur tradisional masyarakat Jawa yang berkembang sejak abad ke- 13 terdiri atas 5 tipe dasar (pokok) yaitu: Rumah Jawa adalah arsitektur tradisional masyarakat Jawa yang berkembang sejak abad ke- 13 terdiri atas 5 tipe dasar (pokok) yaitu: 1. Joglo (atap joglo) 2. Limasan (atap limas) 3. Kampung (atap pelana)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di pulau Jawa. Di kota ini banyak terjadi sejarah penting seperti kebakaran besar Bandung Lautan Api, Konfrensi Asia Afrika

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS. makan di mana hidangan secara lengkap dari hidangan pembuka sampai hidangan

BAB II URAIAN TEORITIS. makan di mana hidangan secara lengkap dari hidangan pembuka sampai hidangan BAB II URAIAN TEORITIS 2. 1 Pengertian Buffet dan Breakfast Buffet Buffet (Prasmanan) merupakan adalah satu tipe dasar pelayanan di ruang makan di mana hidangan secara lengkap dari hidangan pembuka sampai

Lebih terperinci

PERANCANGAN INTERIOR CAFÉ AND RESTAURANT DENGAN KONSEP PAC MAN ABSTRAK

PERANCANGAN INTERIOR CAFÉ AND RESTAURANT DENGAN KONSEP PAC MAN ABSTRAK PERANCANGAN INTERIOR CAFÉ AND RESTAURANT DENGAN KONSEP PAC MAN ABSTRAK Era 1990an merupakan era akhir abad 20 sebelum menyambut era baru abad 21 atau dikenal juga dengan sebutan millennium. Generasi Tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini bisnis pariwisata sudah menjadi suatu trend, kebutuhan, serta sumber pemasukan yang besar bagi para pengusaha dan negara. Di Indonesia, Bandung merupakan

Lebih terperinci

Desain Interior Cafe Maggie Pancake Surabaya dengan Langgam Shabby Chic

Desain Interior Cafe Maggie Pancake Surabaya dengan Langgam Shabby Chic JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2, No.1, (2013) 2337-3520 (2301-928X Print) 1 Desain Interior Cafe Maggie Pancake Surabaya dengan Langgam Shabby Chic Wahyu Reny Faraditya, dan Firman Hawari, S.Sn, M.Ds

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini diuraikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, ruang lingkup penelitian, kontribusi penelitian, metode perancangan, sistematika penulisan, serta daftar pustaka

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS

BAB II URAIAN TEORITIS BAB II URAIAN TEORITIS 2.1 Pengertian Banquet Ada beberapa macam pengertian Banquet antra lain: 1. Berdasarkan kamus pariwisata dan perhotelan, Pengertian Banquet adalah suatu resepsi mewah yang diadakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Roemah Kopi adalah sebuah cafe yang menggunakan konsep etnik Indonesia sehingga memberikan nuansa yang berbeda dan ini bisa menjadi daya tarik bagi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Dewasa ini rutinitas manusia yang meningkat ditandai dengan padatnya aktivitas sehari-hari mampu membuat suasana penat dalam pekerjaan. Banyak orang yang

Lebih terperinci

Desain Interior Little Bee Baby Spa di Surabaya dengan TEMA Lebah

Desain Interior Little Bee Baby Spa di Surabaya dengan TEMA Lebah Tugas Akhir Desain Interio Desain Interior Little Bee Baby Spa di Surabaya dengan TEMA Lebah Fitrya Firmaningtyas 340 7100 126 Dosen Pembimbing : Ir. Adi Wardoyo Dosen Koordinator : Anggri Indraprasti

Lebih terperinci

BAB 1 LATAR BELAKANG

BAB 1 LATAR BELAKANG BAB 1 LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Pemilihan Usaha Semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan konsumsi makanan yang harus di sediakan, makanan merupakan

Lebih terperinci

PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM TEH DI BOGOR BAB I PENDAHULUAN

PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM TEH DI BOGOR BAB I PENDAHULUAN PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM TEH DI BOGOR BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, serta meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat, menuntut manusia

Lebih terperinci

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Konsep utama yang mendasari Rancang Ulang Stasiun Kereta Api Solobalapan sebagai bangunan multifungsi (mix use building) dengan memusatkan pada sistem dalam melayani

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Objek Penelitian Profil Perusahaan Sejarah Perusahaan 1.2 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Objek Penelitian Profil Perusahaan Sejarah Perusahaan 1.2 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Objek Penelitian 1.1.1 Profil Perusahaan Nama Usaha : Siete Cafe & Garden Tahun Berdiri : Mei 2012 Alamat : Jalan Sumur Bandung No. 20 Telepon : 022-2500453 Jam Operasi :

Lebih terperinci

II TINJAUAN PUSTAKA Restoran

II TINJAUAN PUSTAKA Restoran II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Restoran 2.1.1. Definisi Restoran Menurut Keputusan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Nomor 73/PW.105/MPPT/1985 dalam Christvelldy (2007), restoran adalah salah satu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. konsep makanan siap saji (fast food) dan restoran atau rumah makan. Hal

BAB I PENDAHULUAN. konsep makanan siap saji (fast food) dan restoran atau rumah makan. Hal BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini dunia usaha dalam bidang kuliner di Indonesia telah berkembang dengan pesat. Baik usaha baru, usaha yang sudah ada kemudian melakukan ekspansi, maupun

Lebih terperinci