BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN"

Transkripsi

1 50 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Perusahaan Sejarah Perusahaan Pada tanggal 1 Maret 1919 ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Organisasi Pemadam Kebakaran Jakarta (Batavia). Ketika itu kantornya diberi nama Brandweer Batavia yang terletak di daerah Gambir. Kemudian, pada tanggal 31 Juli 1922 disusun ketentuan mengenai pendirian Organisasi Pemadam Kebakaran Jakarta, yaitu ketentuan Bataviasch Brandweer Reglement. Namun, masuk masa pemerintahan Jepang, pada tanggal 20 April 1943, ketentuannya diubah menjadi ketentuan Osamu Seirei No.II. Dari periode ke periode Organisasi Pemadam Kebakaran Jakarta terus berkembang dan tepatnya pada tahun 1957 dikeluarkan Perda tentang orientasi tugas pokok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Munculnya SK Gub. KDH DKI Jakarta No. ib.3/3/15/1969 memantapkan langkah BPK untuk mengubah statusnya. SK tersebut mengungkapkan tentang perubahan nomenklatur Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) menjadi Dinas Pemadam Kebakaran serta penambahan tugas pokoknya, yaitu pemadaman dan pencegaham kebakaran. Pada tahun 1975, terjadi perluasan tugas pokok dari Dinas Pemadam Kebakaran, yaitu tidak saja fokus bergerak di bidang pemadaman dan pencegahan saja, tetapi juga berperan di bidang

2 51 penyelamatan jiwa akibat bencana kebakaran dan bencana-bencana lainnya. Perubahan nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran menjadi Dinas Kebakaran ditandai dengan keluarnya SK Gub KDH DKI Jakarta No. BIII-b.3/1/5/1975. Ketentuan tersebut diperkuat dengan Perda No. 3 tahun 1975 tentang ketentuan penanggulangan Bahaya Kebakaran di wilayah DKI Jakarta. Struktur organisasi merupakan salah satu hal tepenting dalam suatu perusahaan atau instansi. Oleh sebab itu, muncul Perda No. 9 tahun 1980 yang mengatur tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kebakaran DKI Jakarta. Di dalam perda tersebut dibahas pula perubahan penting pada Dinas Kebakaran DKI Jakarta untuk semakin dikembangkannya aspek pencegahan dan pemberdayaan masyarakat melalui keberadaan Subdinas Pencegahan, Subdinas Peran Serta Masyarakat, Pusat Latihan Kebakaran, dan Unit Laboratorium. Selain itu, pembagian wilayah pelayanan Dinas Kebakaran kemudian dibagi ke dalam 5 wilayah administratif: Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, dan Timur. Bermula dari pembagian wilayah administrasi itu lah lahir Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan yang menjadi fokus dalam penulisan skripsi ini. Kini instansi tersebut memiliki markas di Jalan Pasar Jumat, Jakarta Selatan dan bertanggung jawab penuh atas penanggulangan kebakaran dan bencana wilayah Jakarta Selatan.

3 Visi dan Misi Visi Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan memiliki visi, yaitu menciptakan rasa aman bagi masyarakat dari bahaya kebakaran dan bencana lain. Misi Dalam usaha mewujudkan Visi yang telah terbentuk sebelumnya, maka Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan bergerak maju dengan mengemban Misi sebagai berikut : Memberikan pelayanan prima dalam Bidang Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran, serta Penyelamatan Jiwa pada kebakaran dan kejadian bencana. Meningkatkan ketahanan lingkungan bersama dengan masyarakat. Meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait.

4 Struktur Organisasi KEPALA DINAS SEKSI SARANA DINAS PUSAT SUKU DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA KABUPATEN KEP. SERIBU SUKU DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA KOTA BAGIAN TATA USAHA SEKSI OPERASIONAL SEKSI PENCEGAHAN & PARTISIPASI MASYARAKAT SEKSI PENANGGULA- NGAN BENCANA SEKSI SARANA JAKARTA SELATAN SEKSI SEKTOR PEMADAM KEBAKARAN & PENANGGULANGAN BENCANA KECAMATAN Gambar 3.1 Struktur Organisasi

5 Pembagian Tugas dan Wewenang dan Hal-Hal Lain yang Menyangkut Perusahaan a. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta (Pusat) Tugas dan wewenang, sebagai berikut : Memastikan pengembangan dan pelaksanaan kebijakan kinerja penanggulangan kebakaran dan bencana di seluruh wilayah DKI Jakarta. Memastikan untuk tetap menyediakan pelayanan dan penanggulangan kebakaran dan bencana yang berkualitas tinggi. Memperkuat kerja sama dengan seluruh pegawai sehingga dapat mendorong dan memotivasi mereka untuk saling bersinergi memajukan masing-masing divisi tempat mereka bekerja. Menjadi pihak yang berperan penting dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan kebutuhan dan kemajuan Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta (Pusat). Melakukan evaluasi kerja pegawai dan instansi secara berkala. Menjadi penghubungan antar Suku Dinas Pemadam Kebakaran beberapa wilayah di DKI Jakarta. b. Seksi Sarana Dinas Pusat Tugas dan wewenang, sebagai berikut :

6 55 Memastikan ketersediaan dan kehandalan alat-alat pemadam kebakaran Dinas Pusat maupun Suku Dinas beberapa wilayah di DKI Jakarta agar tetap berfungsi sesuai kebutuhan. Bertanggung jawab atas kinerja seksi sarana Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. c. Suku Dinas Pemadam Kebakaran & Penanggulangan Bencana Kota Tugas dan Wewenang, sebagai berikut : Memastikan kedisiplinan pelaksanaan proses pemadaman kebakaran dan penanggulangan bencana pada seluruh Suku Dinas yang ada di wilayah DKI Jakarta. Menekankan pelaksanaan TUPOKSI (Tugas Pokok dan Fungsi) kepada seksi-seksi dari seluruh Suku Dinas yang ada di wilayah DKI Jakarta. Mengkoordinasikan proses penanggulangan kebakaran. Pengendalian dibidang Pelayanan administrasi Kantor Pemadam Kebakaran Merumuskan kebijakan teknis dibidang penanggulangan kebakaran serta dan penyelamatan terhadap bencana kebakaran, bencana alam dan bencana lain.

7 56 Berperan serta pada masyarakat dibidang usaha pencegahan dan penanggulangan kebakaran, bencana alam dan bencana lain. Pemberian pengawasan dan pertimbangan teknis terhadap jenis alat pemadam kebakaran yang beredar. Pemberian pengawasan dan bimbingan teknis terhadap kelompok SAR masyarakat di wilayah Jakarta Selatan. Pelaksanaan kegiatan penelitian bahan bahan lain yang berhubungan dengan masalah penanggulangan kebakaran di laboratorium. Pelaksanaan koordinasi dan bimbingan teknis terhadap instansi pemerintah, swasta dan masyarakat. Mengevaluasi seluruh kegiatan kantor sebagai bahan pengukuran kinerja kantor. Suku Dinas Pemadam Kebakaran & Penanggulangan Bencana Kabupaten Kepulauan Seribu. Memastikan kedisiplinan pelaksanaan kerja pemadaman kebakaran dan penanggulangan bencana pada seluruh Suku Dinas yang ada di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu. Menekankan pelaksanaan TUPOKSI (Tugas Pokok dan Fungsi) kepada seksi-seksi dari seluruh Suku Dinas yang ada di wilayah Kabupaten Kepualauan Seribu.

8 57 d. Bagian Tata Usaha Tugas dan wewenang dirinci, sebagai berikut : Bagian Tata Usaha mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan pembinaan dan koordinasi serta pengawasan dan pengendalian bidang perencanaan, umum dan kepegawaian serta keuangan kantor. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi : a. Perencanaan dan pengelolaan bahan perumusan kebijakan yang berkaitan dengan perencanaan, umum dan kepegawaian. b. Pelaksanaan pemberian fasilitas dan dukungan pelayanan teknis administrasi dilingkungan kantor. c. Pelaksanaan penyusunan program kegiatan bidang perencanaan, umum dan kepegawaian, serta keuangan kantor. d. Pelaksanaan pengelolaan surat menyurat, tata naskah kantor, kearsipan, perlengkapan, rumah tangga dan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor. e. Pelaksanaan tertib administrasi pengelolaan inventarisasi barang, pemeliharaan sarana dan prasarana, perlengkapan dan aset kantor.

9 58 f. Pelaksanaan pengelolaan administrasi dan penatausahaan keuangan. g. Pelaksanaan dan pembinaan organisasi dan tatalaksana di lingkup kantor. h. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi / lembaga lainnya terkait kegiatan kantor. i. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta pelaporan kegiatan kantor. j. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai bidang tugasnya. k. Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Bagian tata usaha yang dalam melaksanakannya bertanggung jawab kepada Kepala Kantor. e. Seksi Operasional Seksi Operasional mempunyai fungsi : menyusun rencana kegiatan Seksi Operasional. menyusun kebijakan teknis di bidang operasional pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan bahaya kebakaran. menyiapkan bahan pelaksanaan kegiatan di bidang operasional pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan bahaya kebakaran. menyusun rencana kinerja dan penetapan kinerja operasional pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan bahaya kebakaran.

10 59 melaksanakan koordinasi dengan instansi lain dalam upaya penanggulangan bidang pemadam kebakaran. melaksanakan kegiatan pemadam kebakaran dan penyelamatan. melaksanakan pengawasan dan monitoring pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di wilayah Jakarta Selatan. menyiapkan bahan pengendalian dan pelaksanaan norma, standar, pedoman, dan petunjuk operasional sistem operasional pencegahan, pengendalian dan penanggulangan bahaya kebakaran. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Seksi Operasional. melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya. f. Seksi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Beberapa wewenang yang harus dijalankan, yaitu : Merencanakan, melaksanakan pembinaan dan koordinasi serta pengawasan dan pengendalian program usaha usaha yang berhubungan dengan pencegahan dan Pemadaman kebakaran. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seksi pencegahan dan pemadaman kebakaran mempunyai fungsi : a. Perencanaan kegiatan pengumpulan data bahan

11 60 perumusan penyuluhan bencana kebakaran, pelatihan personil dan kemitraan penanggulangan serta pencegahan. b. Pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, analisis data penyuluhan pencegahan kebakaran, pelatihan personil dan kemitraan penanggulangan serta pencegahan kebakaran. c. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pencegahan bencana kebakaran, pelatihan personil, kemitraan penanggulangan serta pencegahan kebakaran. d. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi / lembaga lainnya terkait penyuluhan pencegahan bahaya kebakaran, pelatihan personil dan kemitraan penanggulangan serta pencegahan kebakaran. e. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta melaporkan kegiatan. f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. Bagian pencegahan dan pemadaman kebakaran dipimpin oleh seorang kepala bagian yang dalam pelaksanaannya tugasnya bertanggung jawab kepada kepala kantor. Seksi Penyelamatan Korban mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan pembinaan dan

12 61 koordinasi serta pengawasan dan pengendalian program operasional penyelamatan. g. Seksi Penanggulangan Bencana Tugas dan wewenang dirinci, sebagai berikut : Bertanggung jawab atas penyelamatan transportasi dan kerusakan bangunan akibat kebakaran. Bergerak dalam usaha penyelamatan bencana banjir di seluruh wilayah Jakarta Selatan. Memastikan pertolongan gawat darurat yang cepat dan tepat. h. Seksi Sarana Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan Beberapa wewenang yang harus dijalankan, yaitu : Memastikan ketersediaan dan kehandalan alat-alat pemadam kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan. Bertanggung jawab atas kinerja Seksi Sarana Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. i. Seksi Sektor Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kecamatan Beberapa wewenang yang harus dijalankan, yaitu: Memastikan kedisiplinan pelaksanaan kerja pemadaman kebakaran dan penanggulangan bencana pada seluruh kecamatan yang ada di seluruh wilayah DKI Jakarta.

13 62 Menekankan pelaksanaan TUPOKSI (Tugas Pokok dan Fungsi) kepada seksi-seksi yang bekerja pada Dinas Pemadam Kebakaran tingkat kecamatan. j. Bagian Bengkel Jakarta Selatan Beberapa fungsi yang harus dijalankan, yaitu : Bertanggung jawab penuh pada urusan fisik dari seluruh alat-alat pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan. Memberikan persetujuan untuk pengadaan sparepart yang dibutuhkan dalam perbaikan alat. Melakukan perawatan (service) dan perbaikan alat-alat yang mengalami kerusakan fungsi fisiknya. k. Bagian Bengkel Dinas Pusat Beberapa fungsi yang harus dijalankan, yaitu : Bertanggung jawab penuh pada urusan fisik dari seluruh alat-alat pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta (Pusat). Memberikan persetujuan untuk pengambilan sparepart yang dibutuhkan dalam perbaikan alat dari seluruh suku dinas. Melakukan perawatan (service) dan perbaikan alat-alat yang mengalami kerusakan fungsi fisiknya, khususnya untuk Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta (Pusat).

14 Prosedur yang Sedang Berjalan Proses penjadwalan untuk dilakukannya pemeliharaan alat-alat pemadaman api di dalam mobil pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan adalah : 1. Pegawai dari Seksi Sarana Jakarta Selatan menyusun jadwal pemeliharaan alat-alat di dalam mobil pemadam kebakaran secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel untuk jangka waktu sebulan. 2. Data penjadwalan disusun berdasarkan laporan kasar (tertulis) yang diberikan oleh Pekerja Bagian Bengkel Jakarta Selatan setiap akhir bulan. 3. Pekerja Bagian Bengkel Jakarta Selatan setiap minggu akan melakukan pengecekan rutin terhadap alat-alat di dalam mobil pemadam kebakaran dan mencatat keluhan driver mobil apabila terdapat kerusakan alat. 4. Laporan jadwal pemeliharaan atau service dan laporan mengenai keluhan driver akan dibuat secara terpisah oleh Pegawai Seksi Sarana Jakarta Selatan. 5. Setelah dibuat laporan keluhan kerusakan alat, Pegawai Seksi Sarana Jakarta Selatan kemudian membuat Surat Perintah Kerja (SPK) untuk pengadaan barang (sparepart). 6. SPK dicetak 3 rangkap, yaitu 1 untuk Kepala Seksi Sarana Jakarta Selatan, 1 untuk Seksi Sarana Dinas Pusat, dan 1 untuk Bagian Bengkel Jakarta Selatan. 7. Laporan penjadwalan, laporan keluhan kerusakan, dan SPK akan diberikan dalam bentuk hardcopy kepada Kepala Seksi Sarana Jakarta

15 64 Selatan untuk disetujui dan kemudian diketahui oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan. 8. Untuk laporan penjadwalan, jika sudah disetujui, maka segera dilaksanakan. Namun, bila masih ada yang belum sesuai, maka akan diberikan kembali kepada Seksi Sarana Jakarta Selatan untuk segera disempurnakan. 9. Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah diketahui dan disetujui akan segera dikirim dengan menggunanakan jasa kurir Caraka ke Seksi Sarana Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta (Pusat). 10. Seksi Sarana Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta (Pusat) akan memberikan instruksi kepada Bagian Bengkel Pusat untuk segera mempersiapkan barang (sparepart) yang dibutuhkan untuk perbaikan alat-alat di dalam mobil pemadam kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan. 11. Kesiapan sparepart akan diberitahukan kepada Kepala Seksi Sarana Jakarta Selatan untuk kemudian memberikan SPK ke Bagian Bengkel Jakarta Selatan untuk mengambil sparepart yang dibutuhkan ke Bagian Bengkel Pusat. 12. Bukti pengambilan sparepart (berupa SPK) akan diserahkan kembali kepada Seksi Sarana Jakarta Selatan. 13. Setelah sebulan dari proses pemeliharaan atau service, laporan persetujuan jadwal pemeliharaan diserahkan kepada Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta (Pusat) sebagai laporan rutin bulanan.

16 Diagram Aliran Data (DFD) Diagram Konteks Pegawai seksi sarana Kepala seksi saran Isian data alat-alat Isian jadwal pemeliharaan Isian data pegawai Isian bukti pengambilan Persetujuan jadwal pemeliharaan Persetujuan SPK Pengadaan Isian keluhan kerusakan SPK pengadaan barang Isian data Mobil Sistem penjadwalan pemeliharaan alatalat dalam mobil pemadam kebakaran Persetujuan SPK Pengadaan Persetujuan pengambilan barang Kepala dinas SPK pengambilan barang Kepala dinas pemadam kebakaran DKI Jakarta(pusat) Seksi sarana dinas pemadam kebakaran DKI Jakarta(pusat) Gambar 3.2 Diagram Konteks

17 Diagram Level-0 Gambar 3.3 Diagram Level-0

18 User Requirements Specifications Data Requirements Pegawai Pegawai adalah data mengenai pegawai dari seksi sarana dinas pemadam kebakaran Jakarta Selatan, yang meliputi : kode pegawai, nama pegawai, alamat, telepon, status, dan kode jabatan. Jabatan Jabatan merupakan data yang menjelaskan tentang posisi atau fungsi pegawai dalam suatu perusahaan, yang meliputi : kode jabatan dan nama jabatan. User User adalah data pengguna aplikasi website penjadwalan pemeliharaan alat-alat di dalam mobil pemadam kebakaran, yang meliputi : username dan password. Mobil Mobil merupakan data kendaraan mobil, yang meliputi : kode mobil, jenis mobil, merk dan tipe, nomor polisi, tahun pembuatan, keterangan STNK ada atau tidak, keterangan pembuatan kendaraan, dan status kondisi mobil.

19 68 Alat-alat dalam mobil pemadam Alat-alat dalam mobil pemadam adalah daftar alat-alat apa saja yang terdapat dalam mobil pemadam, yang meliputi: kode alat, jenis alat, nama alat, jumlah alat yang baik, jumlah alat yang rusak, jumlah keseluruhan alat, dan keterangan persediaan alat. Jadwal pemeliharaan Jadwal pemeliharaan adalah jadwal di mana mobil pemadam beserta alat-alat pemadam yang ada di dalamnya akan diberikan perawatan, yang meliputi : kode servis, data mobil, data alat, data pegawai, dan data keluhan. Keluhan kerusakan Keluhan kerusakan adalah daftar keluhan apa saja yang dialami oleh driver mengenai alat-alat yang rusak yang terdapat di dalam mobil. SPK Pengadaan Barang SPK pengadaan barang adalah Surat Perintah Kerja untuk pengadaan barang yang dibuat sebagai wujud tindakan terhadap keluhan driver mengenai adanya kerusakan mobil pemadam dan alat-alat yang ada di dalamnya.

20 69 SPK Pengambilan Barang SPK Pengambilan Barang merupakan Surat Perintah Kerja pengambilan barang yang diberikan oleh Pegawai Seksi Sarana Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta (Pusat) kepada Bagian Bengkel Jakarta Selatan yang bertugas mengambil barang (sparepart) keperluan perawatan atau service. Pemberitahuan Pemberitahuan adalah pemberitahuan waktunya mobil dan alat-alat pemadam kebakaran diberikan perawatan, yang meliputi : isi pemberitahuan, jenis pemberitahuan, tanggal pemberitahuan, tanggal pemeliharaan mobil pemadam. Bukti Pengambilan Bukti Pengambilan adalah surat bukti pengambilan barang, yang meliputi : SPK Pengambilan dan tanggal bukti pengambilan Transaction Requirement (Data Entries, Update, Query) 1. Data Entry a. Entry data pegawai. b. Entry data mobil. c. Entry data alat-alat dalam mobil. d. Entry data keluhan kerusakan. e. Entry data SPK pengadaan barang.

21 70 f. Entry data SPK pengambilan barang. g. Entry data jadwal pemeliharaan. h. Entry data pemberitahuan 2. Update / Deletion a. Update jadwal pemeliharaan b. Update and delete data mobil. c. Update and delete alat-alat dalam mobil. d. Update keluhan kerusakan. e. Update SPK pengadaan barang. f. Update SPK pengambilan barang. g. Update Pemberitahuan. 3. Data Query a. Select data pegawai. b. Select data kendaraan. c. Select alat-alat dalam mobil. d. Select jadwal pemeliharaan. e. Select keluhan kerusakan. f. Select SPK pengadaan barang. g. Select SPK pengambilan barang. h. Select pemberitahuan General System Requirement 1. Ukuran database awal - Jumlah pegawai dan user keseluruhan diperkirakan ada Jumlah kendaraan keseluruhan diperkirakan ada 110

22 71 - Jumlah alat-alat dalam mobil keseluruhan diperkirakan ada Laju pertumbuhan database Rata-rata jumlah laporan yang dibuat dalam 1 bulan berjumlah Rata-rata jumlah tipe record yang dicari: - Pencarian pada detail pegawai. - Pencarian pada detail kendaraan. - Pencarian pada detail alat-alat dalam mobil. - Pencarian pada detail jadwal pemeliharaan. - Pencarian pada detail SPK pengadaan barang. - Pencarian pada detail SPK pengambilan barang. - Pencarian pada detail pemberitahuan. 4. Kebutuhan akses dan jaringan Semua pengguna aplikasi terhubung dengan jaringan internet. 5. Keamanan - Database menggunakan perlindungan username dan password. - Setiap pengguna aplikasi mempunyai hak akses sesuai dengan tipe user. 3.6 Permasalahan yang Dihadapi Setelah dilakukan analisis pada sistem yang sedang berjalan, ditemukan permasalahan yang terjadi pada sistem tersebut, yaitu :

23 72 1. Pencatatan sebagian data peralatan masih dilakukan secara manual, sehingga besar kemungkinan menghasilkan data yang berulang dan kesalahan pencatatan. 2. Data keseluruhan yang ada belum terintegrasi dengan baik karena data peralatan, antara yang satu dengan lainnya, masih disimpan pada beberapa file terpisah dan bersifat independent. 3. Penjadwalan pemeliharaan alat-alat di dalam mobil pemadam masih dilakukan secara mengira-ngira dan acak sehingga mudah terjadi disfungsi alat ketika alat tersebut dibutuhkan. 4. Penggunaan sistem lama sering terjadi pemborosan kertas karena setiap data peralatan yang dibutuhkan harus dilakukan pencetakan (hardcopy) atau perpindahan data peralatan tidak berjalan dengan berbasiskan web. 3.7 Alternatif Pemecahan Masalah 1. Merancang dan membuat suatu database pengaturan jadwal pemeliharaan alat-alat di dalam mobil pemadam kebakaran agar data dapat terintegrasi dan tertata dengan rapi, sehingga dapat menghilangkan data yang berulang. 2. Membuat suatu aplikasi pengaturan jadwal pemeliharaan alat-alat dalam mobil pemadam kebakaran berbasis web yang dapat mempermudah pegawai di bidang sarana untuk melihat jadwal pemeliharaannya dengan tepat dan tidak dengan mengira-ngira.

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. Sastra, Fakultas MIPA, dan Program Pascasarjana.

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. Sastra, Fakultas MIPA, dan Program Pascasarjana. BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan Pada tanggal 8 Agustus 1996, Binus University berdiri dan secara sah diakui oleh pemerintah. STMIK Bina Nusantara kemudian melebur ke dalam

Lebih terperinci

Petunjuk pemakaian sistem dilampirkan dan dijelaskan, sebagai berikut :

Petunjuk pemakaian sistem dilampirkan dan dijelaskan, sebagai berikut : 72 Petunjuk Pemakaian Sistem Petunjuk pemakaian sistem dilampirkan dan dijelaskan, sebagai berikut : 1. Layar Login Gambar 1 Tampilan Layar Menu Awal Pada halaman ini, muncul menu utama, yaitu Beranda,

Lebih terperinci

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

WALIKOTA TANGERANG SELATAN SALINAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KOTA TANGERANG SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA MEDAN NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENCEGAH PEMADAM KEBAKARAN KOTA MEDAN

PERATURAN WALIKOTA MEDAN NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENCEGAH PEMADAM KEBAKARAN KOTA MEDAN PERATURAN WALIKOTA MEDAN NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENCEGAH PEMADAM KEBAKARAN KOTA MEDAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MEDAN Menimbang : a. bahwa sesuai

Lebih terperinci

bawahan sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku;

bawahan sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku; BAB XV BALAI LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH PADA DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN Pasal 63 Susunan Organisasi Balai Laboratorium Kesehatan DaerahPada Dinas Kesehatan Provinsi Banten terdiri dari : a. Kepala

Lebih terperinci

WALIKOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR NOMOR 39 TAHUN 2016

WALIKOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR NOMOR 39 TAHUN 2016 WALIKOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR NOMOR 39 TAHUN 2016 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI JABATAN NON STRUKTURAL PADA DINAS PEMADAM KEBAKARAN KOTA MAKASSAR DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BUPATI SUKAMARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI SUKAMARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI SUKAMARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM

Lebih terperinci

TUPOKSI DAN URAIAN TUGAS

TUPOKSI DAN URAIAN TUGAS TUPOKSI DAN URAIAN TUGAS Tugas Pokok dan Fungsi Satpol PP 1. Menegakan Peraturan Daerah 2. Menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat 3. Serta perlindungan masyarakat Uraian Tugas Kepala

Lebih terperinci

BUPATI LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN BUPATI LIMA PULUH KOTA NOMOR 52 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN BUPATI LIMA PULUH KOTA NOMOR 52 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN BUPATI LIMA PULUH KOTA NOMOR 52 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 58 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 58 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 58 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

Lebih terperinci

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS,

Lebih terperinci

PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 67 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA

PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 67 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 67 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 71 2016 SERI : D PERATURAN WALI KOTA BEKASI NOMOR 71 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA PADA DINAS PEMADAM KEBAKARAN

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI. Tengah Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas-Dinas

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI. Tengah Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas-Dinas BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI A. SEJARAH SINGKAT Terbentuknya Dinas Kebersihan, Pertamanan Dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tapanuli Tengah berdasarkan Peraturan Daerah

Lebih terperinci

TUGAS DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN

TUGAS DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN TUGAS DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN (Berdasarkan Peraturan Bupati Sigi Nomor 28 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Perangkat

Lebih terperinci

BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUMAS,

BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUMAS, BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 86 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, URAIAN TUGAS JABATAN DAN TATAKERJA UNIT PEMADAM KEBAKARAN PADA DINAS CIPTA KARYA, KEBERSIHAN

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, - 1 - PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 55 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BENGKULU SELATAN NOMOR : 10 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN BUPATI BENGKULU SELATAN NOMOR : 10 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN BUPATI BENGKULU SELATAN NOMOR : 10 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS PEMADAM BAHAYA KEBAKARAN PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK

PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG SALINAN PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG FUNGSI BADAN, SEKRETARIAT, BIDANG DAN RINCIAN TUGAS SUB BAGIAN, SEKSI SERTA TATA KERJA PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAN PEMADAM KEBAKARAN

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Organisasi 3.1.1 Sejarah Singkat Organisasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Darma Satria Persada berdiri pada tahun 1981 oleh ketua yayasan bernama

Lebih terperinci

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 45 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 45 TAHUN 2016 TENTANG 1 SALINAN BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 45 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM

Lebih terperinci

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG -1- BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG PERATURAN BUPATI WAY KANAN NOMOR 52 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN WAY KANAN

Lebih terperinci

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 43 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 43 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 43 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN KOTA MATARAM

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BELITUNG DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BUPATI BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

BUPATI BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH BUPATI BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI BARITO UTARA NOMOR 22 TAHUN 2017 TENTANG TUGAS DAN URAIAN TUGAS JABATAN PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN BARITO

Lebih terperinci

FUNGSI DAN TUGAS KECAMATAN BOJONGLOA KIDUL KOTA BANDUNG

FUNGSI DAN TUGAS KECAMATAN BOJONGLOA KIDUL KOTA BANDUNG FUNGSI DAN TUGAS KECAMATAN BOJONGLOA KIDUL KOTA BANDUNG Kedudukan Kecamatan merupakan wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah yang dipimpin oleh Camat, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada

Lebih terperinci

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 48 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 48 TAHUN 2008 TENTANG . BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 48 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERHUBUNGAN, INFORMATIKA, DAN KOMUNIKASI KABUPATEN

Lebih terperinci

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

BUPATI MALANG BUPATI MALANG, BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN (PPBK) PADA DINAS CIPTA KARYA DAN TATA RUANG BUPATI MALANG,

Lebih terperinci

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA YOGYAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 94 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 94 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 94 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, FUNGSI, TUGAS DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS PUBLIC

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Gambaran umum Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Sejarah Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Gambaran umum Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Sejarah Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran umum Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta 3.1.1 Sejarah Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Sejarah Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta dimulai pada masa sebelum kemerdekaan.

Lebih terperinci

.000 WALIKOTA BANJARBARU

.000 WALIKOTA BANJARBARU SALINAN.000 WALIKOTA BANJARBARU PERATURAN WALIKOTA BANJARBARU NOMOR 39 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KOTA BANJARBARU DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN BUPATI SUMBAWA BARAT NOMOR 18 TAHUN 2017 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATAA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 75 BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Gambaran Umum Dinas Perhubungan 3.1.1 Sejarah Singkat Dinas Perhubungan Pada awalnya Dinas Perhubungan dikenal dengan nama DitJen (Direktorat Jenderal) Perhubungan.

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1. Riwayat Puskesmas 3.1.1. Sejarah Puskesmas Puskesmas Kecamatan Jagakarsa berdiri pada tahun 1986 yang beralamat di Jalan Moh Kahfi I No. 27A, sebelum berdiri sendiri

Lebih terperinci

Lampiran 1. Tabel Check List Pengendalian Manajemen Operasional

Lampiran 1. Tabel Check List Pengendalian Manajemen Operasional L I - 1 Lampiran 1. Tabel Check List Pengendalian Manajemen Operasional 1. Adanya pemisahan tugas Pembagian dan pemisahan tugas sesuai sesuai dengan dengan wewenang dan tanggung jawab wewenang dan tanggung

Lebih terperinci

GUBERNUR RIAU PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR : 43 TAHUN 2015 TENTANG

GUBERNUR RIAU PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR : 43 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN GUBERNUR RIAU PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR : 43 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATAKERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH PROVINSI RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2009

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2009 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Instansi Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu Dinas yang bergerak dalam bidang Ke Cipta Karyaan, sebelumnya bernama Dinas

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Organisasi Perusahaan 3.1.1 Sejarah dan PerkembanganPerusahaan Pengiriman tenaga kerja di luar negeri sangat dirasakan manfaatnya, selain untuk memperoleh

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 88 TAHUN 2007

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 88 TAHUN 2007 PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 88 TAHUN 2007 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL, Menimbang : Mengingat

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERUMAHAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI LEMBAGA TEKNIS DAERAH KOTA BENGKULU

PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI LEMBAGA TEKNIS DAERAH KOTA BENGKULU PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI LEMBAGA TEKNIS DAERAH KOTA BENGKULU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BENGKULU, Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA MADIUN No Jabatan Tugas :

URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA MADIUN No Jabatan Tugas : URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA MADIUN No 1. Kepala Satuan Memimpin, merumuskan, mengatur, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan teknis

Lebih terperinci

b. penyelenggaraan pembinaan dan pelatihan olahraga bagi olahragawan; c. penyelenggaraan pembinaan prestasi olahraga bagi olahragawan; d. penerapan me

b. penyelenggaraan pembinaan dan pelatihan olahraga bagi olahragawan; c. penyelenggaraan pembinaan prestasi olahraga bagi olahragawan; d. penerapan me BAB LII BALAI PEMBINAAN DAN PELATIHAN OLAHRAGA PADA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA PROVINSI BANTEN Pasal 243 Susunan Organisasi Balai Pembinaan dan Pelatihan Olahraga terdiri dari: a. Kepala Balai ; b. Kepala

Lebih terperinci

BUPATI KEPULAUAN SELAYAR

BUPATI KEPULAUAN SELAYAR BUPATI KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN BUPATI KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 12 TAHUN TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI, KEPALA BADAN, UNSUR PENGARAH, KEPALA PELAKSANA, SEKRETARIS, SUB BAGIAN, BIDANG DAN

Lebih terperinci

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 52 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN KOTA

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA INDIVIDU TAHUN 2018

INDIKATOR KINERJA INDIVIDU TAHUN 2018 Lampiran Keputusan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang Nomor : 188.4/ /KEP/35.07.206/2018 Tentang Indikator Kinerja Individu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 84 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERIJINAN KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL,

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 84 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERIJINAN KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL, PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 84 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERIJINAN KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL, Menimbang : Mengingat : bahwa sebagai tindak lanjut Peraturan

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 92 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 92 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 92 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, FUNGSI, TUGAS DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS LABORATORIUM

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN RINCIAN TUGAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN

PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN RINCIAN TUGAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN 1 PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN RINCIAN TUGAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT,

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Sejarah Organisasi PT Garuda Jaya Sumbar Indah (PT. GJSI) merupakan perusahaan keluarga yang berdiri sejak tahun 1985. PT Garuda Jaya Sumbar Indah bergerak dalam

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Perhubungan Kabupaten Subang telah dibentuk dengan

Lebih terperinci

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG 1 BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN UNIT PELAKSANA TEKNIS BADAN PEMADAM KEBAKARAN PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN

TUGAS POKOK DAN FUNGSI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN MEMIMPIN, MENGKOORDINASIKAN DAN MENGENDALIKAN TUGAS-TUGAS DIBIDANG PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KAWASAN YANG MELIPUTI PENGEMBANGAN KAWASAN KHUSUS DAN KERJASAMA PENGEMBANGAN KAWASAN;

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA,

WALIKOTA TASIKMALAYA, WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS BINA MARGA, PENGAIRAN, PERTAMBANGAN DAN ENERGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BUPATI TOBA SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI TOBA SAMOSIR NOMOR 88 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI TOBA SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI TOBA SAMOSIR NOMOR 88 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN Menimbang BUPATI TOBA SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI TOBA SAMOSIR NOMOR 88 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA BADAN PENANGGULANGAN

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG DENGAN

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN : BABI KETENTUAN UMUM. Pasal 1

MEMUTUSKAN : BABI KETENTUAN UMUM. Pasal 1 3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah; 4. Undang-undang Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 19 TAHUN 2003 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT KANTOR PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI T E N T A N G PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI T E N T A N G PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 4 TAHUN 2007 T E N T A N G PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI, Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

WALIKOTA BEKASI WALIKOTA BEKASI

WALIKOTA BEKASI WALIKOTA BEKASI WALIKOTA BEKASI PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 04 TAHUN 2005 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI JABATAN STRUKTURAL PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PEMERINTAH KOTA BEKASI WALIKOTA BEKASI Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 30 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA DAN CIPTA KARYA

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 30 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA DAN CIPTA KARYA BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 30 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA DAN CIPTA KARYA BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 82 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 82 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 82 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 65 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 65 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 65 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN WONOSOBO

Lebih terperinci

d. pengendalian perencanaan dan operasional rehabilitasi/ e. pelaksanaan urusan ketatausahaan; f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas s

d. pengendalian perencanaan dan operasional rehabilitasi/ e. pelaksanaan urusan ketatausahaan; f. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas s BAB XVIII BALAI PELAKSANA TEKNIS JALAN DAN JEMBATAN WILAYAH TANGERANG PADA DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN Pasal 123 Susunan Organisasi Balai Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan Wilayah

Lebih terperinci

PROFIL SATPOL PP KABUPATEN BINTAN TAHUN kerja daerah yang memiliki tipe A, yang dipimpin oleh seorang Kepala Satuan

PROFIL SATPOL PP KABUPATEN BINTAN TAHUN kerja daerah yang memiliki tipe A, yang dipimpin oleh seorang Kepala Satuan PROFIL SATPOL PP KABUPATEN BINTAN TAHUN 2014 A. Gambaran Umum. Satuan Pamong Praja Kabupaten Bintan sebagai satuan perangkat kerja daerah yang memiliki tipe A, yang dipimpin oleh seorang Kepala Satuan

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN KABUPATEN GARUT Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI SUKABUMI NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN

BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI SUKABUMI NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN BUPATI SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI SUKABUMI NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKABUMI, Menimbang

Lebih terperinci

TUGAS DAN FUNGSI DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH

TUGAS DAN FUNGSI DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH TUGAS DAN FUNGSI DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH (Berdasarkan Peraturan Bupati Sigi Nomor 28 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Perangkat Daerah)

Lebih terperinci

TUGAS POKOK DAN FUNGSI ( TUPOKSI)

TUGAS POKOK DAN FUNGSI ( TUPOKSI) TUGAS POKOK DAN FUNGSI ( TUPOKSI) Menghadapi era globalisasi dimana tingkat hubungan antar daerah sudah semakin transparan dan saling mempengaruhi, maka dibutuhkan suatu kelembagaan pemerintahan yang memiliki

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Sejarah Organisasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat berdiri pada tahun 1945 dimana pada waktu itu namanya adalah Kementrian Pekerjaan Umum dan Tenaga

Lebih terperinci

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 59 TAHUN 2008 TENTANG FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA,

Lebih terperinci

d. Kepala Seksi Bahan dan Peralatan; e. Kelompok Jabatan Fungsional.

d. Kepala Seksi Bahan dan Peralatan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. BAB XXXI BALAI PELAKSANA TEKNIS JALAN DAN JEMBATAN WILAYAH LEBAK PADA DINAS BINA MARGA DAN TATA RUANG PROVINSI BANTEN Pasal 138 Susunan Organisasi Balai Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan Wilayah Lebak

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 14 TAHUN 2003 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 16 TAHUN 2003 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS PERHUBUNGAN KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN, BUPATI KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI KLATEN NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN SUSUNAN ORGANISASI TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN KLATEN DENGAN

Lebih terperinci

BAB XVIII BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN PADA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN

BAB XVIII BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN PADA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN BAB XVIII BALAI TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN PADA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BANTEN Pasal 78 Susunan Organisasi Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan terdiri dari: a. Kepala Balai ; b. Kepala Sub Bagian

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 559 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN GARUT

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 559 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN GARUT BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 559 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN GARUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI KARO NOMOR 177 TAHUN 2008 T E N T A N G

PERATURAN BUPATI KARO NOMOR 177 TAHUN 2008 T E N T A N G PERATURAN BUPATI KARO NOMOR 177 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN KARO DAN AKADEMI KEBIDANAN KABANJAHE BUPATI KARO Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA SURAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA O G K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 28 TAHUN 2015

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA O G K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 28 TAHUN 2015 WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA O G K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA KANTOR PENGELOLAAN TAMAN PINTAR

Lebih terperinci

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BLORA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 33 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PASAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG, Menimbang

Lebih terperinci

pelanggaran Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah;

pelanggaran Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah; PERATURAN BUPATI NGANJUK NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN NGANJUK I. TUGAS POKOK Satuan Polisi Pamong

Lebih terperinci

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA PEKANBARU NOMOR 98 TAHUN 2016 T E N T A N G KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Riwayat Perusahaan Departemen perdagangan adalah departemen dalam pemerintahan indonesia yang membidangi urusan perdagangan. Departemen perdagangan dipimpin oleh

Lebih terperinci

Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran memiliki visi dan misi sebagai berikut. Visi dan misi Dinas Kebakaran yaitu:

Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran memiliki visi dan misi sebagai berikut. Visi dan misi Dinas Kebakaran yaitu: BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (DisKar) Kota Bandung merupakan pelaksanaan sebagian kewenangan daerah dalam bidang pencegahan dan penanggulangan

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA LAIN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 61 TAHUN 2008 T E N T A N G

PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 61 TAHUN 2008 T E N T A N G PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 61 TAHUN 2008 T E N T A N G PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN MUSI RAWAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci