BAB II DASAR TEORI BAB II DASAR TEORI
|
|
|
- Widya Hardja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II DASAR TEORI 2.1 Pompa Kalor (Heat Pump) Pompa kalor adalah mesin yang memindahkan panas dari satu lokasi (atau sumber) ke lokasi lainnya menggunakan kerja mekanis. Sebagian besar teknologi pompa kalor memindahkan panas dari sumber panas yang bertemperatur rendah ke lokasi bertemperatur lebih tinggi. Contoh yang paling umum adalah lemari es, freezer, pendingin ruangan, dan sebagainya. Satu tipe yang paling umum dari pompa kalor dengan menggunakan sifat fisik penguapan dan pengembunan suatu fluida yang disebut refrigeran. Pada aplikasi sistem pemanasan, ventilasi, dan pendingin ruangan, pompa kalor merujuk pada alat pendinginan kompresi-uap yang mencakup saluran pembalik dan penukar panas sehingga arah aliran panas bisa dibalik. Secara umum, pompa kalor mengambil panas dari udara atau dari permukaan tanah. 2.2 Air Conditioner Window (AC Window) Sesuai dengan namanya, windows, maka AC ini letaknya di jendela. Pada unit AC ini, semua komponen siklus refrigerasi terletak dalam satu paket. Itulah salah satu kelebihan AC jenis ini, bentuknya yang compact, karena semuanya tergabung dalam satu paket. Tetapi, karena semua komponen terletak dalam satu paket ini juga, AC jenis ini membutuhkan ruang yang relatif besar (minimal sebesar jendela), akibatnya harus ada bobokan dinding yang besar. Pada AC window, semua semua komponen AC seperti filter udara, evaporator, blower, compressor, condenser, refrigerant filter, expansion valve dan controll unit terpasang pada satu base plate, kemudian base plate beserta semua komponen AC tersebut dimasukkan kedalam kotak plat sehingga menjadi satu unit yang kompak. Laporan Tugas Akhir 4
2 Kelebihan AC window, pemasangannya pertama maupun pembongkaran kembali apabila akan dipindahkan mudah dilaksanakan, pemeliharaan/perawatan mudah dilaksanakan dan harga murah. Kekurangan AC window, karena semua komponen AC terpasang pada base plate yang posisinya dekat dengan ruangan yang didinginkan, maka cederung menimbulkan suara berisik (terutama akibat suara dari kompresor). Tidak semua ruangan dapat dipasang AC window, karena AC window harus dipasang dengan cara bagian condenser menghadap ketempat terbuka supaya udara panas dapat dibuang kealam bebas. Desain bangunan seperti Ruko, dimana ruangan yang berhubungan dengan udara luar hanya ada didepan dan belakang saja, bahkan mungkin hanya bagian depan saja, maka pada ruangan yang posisinya ditengah tidak dapat dipasang AC jenis window. 2.3 Sistem Kompresi Uap Sistem refrigerasi kompresi uap adalah sistem refrigerasi yang menggunakan kompresor sebagai alat kompresi refrigeran, kondensor sebagai pelepas kalor dan pengubah fasa refrigeran, alat ekspansi sebagai penurun tekanan sekaligus temperatur, evaporator sebagai penyerap kalor dari produk yang akan didinginkan dan pengubah fasa refrigeran. Refrigeran yang berasal dari evaporator berupa uap bertekanan rendah kemudian masuk ke kompresor untuk dikompresi hingga refrigeran tersebut menjadi uap bertekanan dan bertemperatur tinggi. Dari kompresor, refrigeran mengalir ke kondensor dan melakukan pelepasan kalor hingga refrigeran tersebut berubah fasa dari uap bertekanan tinggi menjadi cair bertekanan tinggi, kemudian refrigeran tersebut diturunkan tekanan sekaligus temperaturnya pada alat ekspansi seperti pipa kapiler atau Thermostatic Expansion Valve (TXV). Setelah dari alat ekspansi, refrigeran kemudian mengalir ke evaporator untuk menyerap kalor dari produk yang akan didinginkan sehingga refrigeran tersebut berubah fasa menjadi uap bertekanan rendah. Kemudian refrigeran tersebut masuk ke kompresor untuk dikompresi dan bersirkulasi kembali, seperti Laporan Tugas Akhir 5
3 yang terlihat di diagram sistem refrigerasi kompresi uap yang terlihat pada Gambar 2.1, dan siklus yang terjadi pada diagram p-h terlihat pada Gambar 2.2. Gambar 2.1 Diagram Sistem Kompresi Uap Sederhana Kondensasi 3 2 Ekspansi Kompresi 4 Evaporasi Gambar 2.2 Diagram P-h Siklus Kompresi Uap Sederhana Keterangan : 1 2 : Proses Kompresi 2 3 : Proses Kondensasi 3 4 : Proses Ekspansi 4 1 : Proses Evaporasi Laporan Tugas Akhir 6
4 2.3.1 Proses Yang Terjadi Pada Siklus Refrigerasi Kompresi Uap 1. Proses Kompresi Proses kompresi berlangsung di kompresor secara isentropic adiabatic dimana kondisi awal refrigeran pada saat masuk kompresor atau keluaran evaporator pada sisi hisap (suction) adalah uap jenuh bertekanan rendah dan setelah dikompresi refrigeran menjadi uap bertekanan tinggi, oleh karena itu proses ini dianggap isentropic dan temperatur refrigeran keluar kompresor pun meningkat. Hal ini dilakukan agar refrigeran dapat membuang panas yang telah diserap dievaporator ke lingkungan karena ketika dikompres tekanan dan temperatur mengalami peningkatan dan melebihi temperatur lingkungan. Kerja tersebut dapat dicapai dengan cara isentropic, dengan syarat sebagai berikut : Tidak ada gesekan didalam kompresor. Tidak terjadi pertukaran panas antara efrigeran dan kompresor. Kerja kompresor per kilogram (qw) dalam (kj/kg) Dengan : W = m. qw = m. (h2 h1) (2.1) qw = Besarnya kerja kompresi, (kj/kg) h1 = Enthalphy refrigeran saat masuk kompresor, (kj/kg) h2 = Enthalphy refrigeran saat keluar kompresor, (kj/kg) 2. Proses Kondensasi Proses ini terjadi di kondensor, refrigeran yang berasal dari kompresor selanjutnya dialirkan ke kondensor. Karena temperatur refrigeran lebih tinggi dari temperatur lingkungan maka refrigeran akan melepaskan kalor ke lingkungan. Kalor tersebut akan dilepas melalui dinding pipa kondensor. Pada saat uap refrigeran yang berasal dari discharge kompresor masuk kondensor maka uap tersebut akan diembunkan pada keadaan saturasi. Refrigeran keluaran kondensor berubah fasa dari uap menjadi fasa cair, bertekanan tinggi. Laporan Tugas Akhir 7
5 Dengan : Besarnya panas yang dilepas dilapas di kondensor adalah : Q k = m. q k = m. (h 2 - h 3 )....(2.2) q c = kalor yang dilepas di kondensor, (kj/kg) h 2 = Enthalphy refrigeran saat masuk kondensor, (kj/kg) h 3 = Enthalphy refrigeran saat keluar kondensor, (kj/kg) 3. Proses Ekspansi Pada proses ini refrigeran masuk ke alat ekspansi untuk diturunkan tekanan dan temperaturnya. h 3 = h 4...(2.3) 4. Proses Evaporasi Keadaan ini terjadi di evaporator, dimana temperatur refrigeran dibuat lebih rendah dari temperatur ruangan yang akan dikondisikan. Karena temperatur refrigeran yang lebih rendah dari tempratur lingkungan maka pada proses ini refrigeran menyerap kalor dari lingkungan. Besarnya kalor yang diserap di evaporator adalah Qe = m. qe = m. (h2-h1)...(2.4) Dengan : h1 = Enthalphy refrigeran saat masuk kompresor, (kj/kg) h2 = Enthalphy refrigeran saat keluar kompresor, (kj/kg) Dari proses yang terjadi pada siklus refrigeran diatas kita dapat mengetahui besarnya nilai performansi sistem refrigerasi atau dikenal dengan istilah COP (coefficient of performance) baik COP aktual maupun COP carnot. Karena COPaktual atau COP mesin refrigerasi merupakan hasil dari perbandingan antara energi yang termanfaatkan atau total kalor yang diserap oleh evaporator dengan besarnya energi yang dimanfaatkan sebagai kerja atau kerja kompresi sedangkan COPcarnot adalah COP maksimum yang dapat diperoleh pada temperatur kerja yang sama Laporan Tugas Akhir 8
6 dengan sistem refrigerasi yang sebenarnya. Besarnya juga dinyatakan juga dengan persamaan sebagai berikut : COP COP Q h h COP COPaktualdan carnot dapat e 4 1 aktual...(2,5) W h3 h2 Q T e e carnot...(2.6) W TK Te Dan setelah kita mengetahui besar nilai COP, baik COP COPaktualdan carnot dapat mengetahui nilai kinerja sistem refrigerasi dengan membandingkan nilai COPaktualterhadap nilai siklus carnot kita COP _ pada temperatur kerja yang sama yaitu nilai efisiensi refrigerasi. Besarnya nilai efisiensi refrigerasi dinyatakan sebagai berikut : COP aktual refrigerasi...(2.7) COPcarnot 2.4 Komponen Utama Sistem Refrigerasi Kompresi Uap Komponen utama ini terdiri dari : 1. Kompresor 2. Kondensor 3. Alat ekspansi 4. Evaporator 1. Kompresor Pada siklus kompresi uap sederhana, kompresor bekerja untuk mengkompresi refrigeran berfasa uap dari evaporator agar tekanan dan temperaturnya naik, dan kemudian dialirkan ke kondensor. Kompresor Adalah Sebuah alat yang berfungsi untuk menyalurkan gas refrigeran ke seluruh sistem. Jika dianalogikan, cara kerja kompresor AC layaknya seperti jantung di Tubuh Manusia. Kompresor Memiliki 2 Pipa,, Yaitu Pipa Hisap Dan Pipa tekan. Dan Memiliki 2 daerah tekanan, yaitu tekanan rendah Laporan Tugas Akhir 9
7 dan tekanan tinggi. Ada tiga jenis kompresor, Yaitu : Kompresor Torak ( Reciproacting ) Kompresor Sentrifugal, dan kompresor rotary. 2. Kondensor Kondensor berfungsi untuk membuang kalor ke lingkungan, sehingga refrigeran dapat berubah fasa dari gas menjadi cair. Kondensor akan mengkondensasikan uap yang berasal dari kompresor yang bertemperatur dan bertekanan tinggi menjadi refrigeran cair yang akan mengalir ke katup ekspansi untuk kemudian diturunkan tekanannya. Kondensor ditempatkan diluar ruangan yang sedang didinginkan agar dapat membuang panasnya ke luar. Menurut media/ zat yang mendinginkannya, kondensor dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu : 1. Air-Cooled Condensor, menggunakan udara sebagai media pendinginannya. 2. Water-Cooled Condensor, menggunakan air sebagai media pendinginannya. 3. Evaporative Condensor, menggunakan campuran air dan udara sebagai media pendinginannya. 3. Katup exspansi Katup ekspansi yang digunakan ini adalah Katup Ekspansi pipa kapiler. Pipa kapiler merupakan komponen utama yang berfungsi menurunkan tekanan refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi utama pipa kapiler ini sangat vital karena menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu tekanan tinggi dan tekanan rendah. refrigeran bertekanan tinggi sebelum melewati pipa kapiler akan di ubah atau diturunkan tekananya. Akibat dari penurunan tekanan refrigeran menyebabkan penurunan suhu. Pada bagian inilah (pipa kapiler) refrigeran mencapai suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler terletak antara saringan (filter) dan Evaporator 4. Evaporator Evaporator berfungsi untuk menyerap kalor dari lingkungan atau ruangan sehingga refrigeran mengalami perubahan fasa dari cair ke uap. Penguapan ini bertujuan untuk mengambil panas dari kabin atau ruangan yang akan dikondisikan Laporan Tugas Akhir 10
8 temperaturnya. Pemilihan jenis evaporator tergantung dari media yang akan didinginkan dan lokasi penginstalan evaporator ini. 5. Refrigeran Refrigeran adalah suatu zat pada sistem refrigerasi yang bertindak sebagai media penyerap dan pembuang kalor. Dalam proses pemilihan refrigeran kita harus memastikan bahwa refrigeran yang kita pilih aman sehingga kita harus mengikuti Syarat-syarat berikut 1. Tidak beracun dan tidak berbau dalam semua keadaan. 2. Tidak berwarna. 3. Tidak mudah terbakar atau meledak. 4. Tidak mempunyai daya korosi terhadap logam. 5. Dapat bercampur oli atau pelumas. 6. Mempunyai struktur kimia yang stabil dan tidak mudah terurai. 7. Mempunyai titik penguapan atau titik didih yang rendah. 8. Mempunyai tekanan kondensasi yang tidak terlalu tinggi. 9. Mempunyai tekanan evaporasi yang sedikit lebih tinggi dari tekanan atmosfer. 10. Mempunyai kalor laten penguapan yang besar. 11. Mudah dideteksi apabila sistem mengalami kebocoran. 12. Mempunyai volume spesifik uap yang kecil. 13. Tidak merusak lapisan ozon. 14. Mudah diperoleh. 2.5 Komponen Pendukung Selain komponen utama, masih terdapat komponen kontrol dan komponen pendukung mekanik yang akan menjaga dan melindungi sistem refrigerasi dan tata udara sehingga dapat bekerja dengan menghasilkan efisiensi tinggi. Dalam sistem kompresi uap sederhana ini, komponen pendukung dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian yaitu : 1. Komponen pendukung mekanik 2. Komponen pendukung kelistrikan Laporan Tugas Akhir 11
9 3. Komponen pendukung mekanik dan kelistrikan 1. Komponen Pendukung Mekanik Komponen pendukung mekanik adalah komponen tambahan yang fungsinya sebagai pelengkap dan alat ukur kontrol pada sisitem agar sistem dapat berjalan dengan normal. Komponen pendukung mekanik yang digunakan dalam sistem refrigerasi ini adalah : 1. Pressure Gauge Pressure gauge atau disebut juga manifold gauge, adalah alat bantu mekanik yang berfungsi sebagai penunjuk tekanan kerja pada sisitem, namun tekanan yang diukur bukan tekanan absolute melainkan adalah tekanan gauge. Manifold gauge ini terdiri dari 2 jenis, yaitu high pressure gauge dan low pressure gauge. 2. Filter Dryer Didalam filter dryer terdapat silica gel yang berfungsi sebagai penyerap uap air dan screen yang terdiri dari kawat kassa yang sangat halus yang berfungsi sebagai penyaring kotoran 3. Sight Glass Sight Glass dipasang setelah filter dryer dimana alat ini berfungsi untuk mengamati apakah refrigeran yang melewati sight glass benar-benar cair atau tidak, juga berguna untuk melihat apakah refrigeran yang ada dalam sistem sudah cukup atau belum.. Pada alat ini terdapat dua indikator yaitu kuning dan hijau. Kuning mengindikatorkan bahwa sistem tersebut teredapat uap air dan jika hijau mengindikatorkan bahwa sistem tersebut tidak ada uap air. Jika di dalam sight glass terdapat buih-buih refrigerant maka sistem tersebut kurang rerfigerant. 4. Thermostat Alat ini termasuk jenis on/off automatic control dan dapat dipakai untuk mengatur temperatur rendah (cooling) maupun temperatur tinggi (heating).kerja pengatur suhu dipengaruhi oleh perubahan suhu yang diterima oleh bulb. Gas akan mengembang sebanding dengan suhunya. Perubahan suhu tersebut dapat menyebabkan cairan dan gas didalam pipa dan bulb, mengembang atu menyusut, sehingga dapat menimbulkan tekanan yang berubah-ubah.jika terjadi perubahan Laporan Tugas Akhir 12
10 suhu, tekanan akan bertambah atau berkurang sesuai dengan perubahan suhu yang terjadi. Perubahan tekanan didalam bellow diubah menjadi gerakan yang dapat menekan batang, sehingga dapat membuka atau menutup kontak listrik yang akan membuat kompressor bekerja atau berhenti. Di atas bellow diberi pegas yang melawan tekanan dari bellow. Tekanan pegas dapat diatur dengan tombol di atasnya. Pengatur suhu dalam keadaan normal mempunyai batas-batas suhu sebagai berikut 1. membukanya kontak(cut-off) 2. menutupnya kontak (cut-on) 3. perbedaan (differensial) 4. batas-batas(range) Kegunaan alat ini adalah untuk : 1. Mengatur batas-batas suhu 2. menghentikan dan menjalankan kembali compressor secara otomatis 3. mengatur lamanya kompressor berhenti sesuai setting. 2. Komponen pendukung kelistrikan Komponen pendukung kelistrikan adalah alat yang prinsip kerjanya menggunakan daya listrik sebagai power penggeraknya. Alat kontrol ini nantinya hanya akan mengatur sistem kelistrikan. 1. MCB (Mini Circuit Breaker) MCB adalah suatu alat yang digunakan untuk pengaman terhadap beban lebih atau arus hubung singkat, Jika terjadi arus beban lebih/hubung singkat, MCB ini akan bekerja memutuskan rangkaian dari sumber tegangan. Alat ini dilengkapi dengan pengaman thermal (bimetal / dwi logam) untuk beban lebih dan juga dilengkapi pengaman relay (elektromagnet) untuk arus lebih atau arus hubungan singkat. Jadi MCB ini difungsikan sebagai pengganti sekering untuk instalasi penerangan dan motor -motor listrik. 2. Volt Meter Alat ini berfungsi untuk mengukur besarnya tegangan listrik yang dipakai pada sistem. Dalam hal ini besaran listrik biasanya yang terjadi ± 220 volt. 3. Ampere Meter Laporan Tugas Akhir 13
11 Ampere meter berfungsi untuk mengukur besarnya arus listrik yang mengalir pada sistem. Semakin tinggi perbedaan tekanan pada sisi tekanan tinggi dan sisi tekanan rendah pada sistem, arus yang terjadi akan bertambah besar juga dan bisa digunakan untuk mengamati refrigeran yang masuk ke kompresor. 4. Line Up Terminal Line up terminal pada dasarnya hanya berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari dan menuju alat-alat kontrol. Alat ini memudahkan kita untuk menghubungkan kabel yang terlalau banyak jumlahnya. 5. Time Delay Relay (TDR) Time Delay Relay (TDR) adalah suatu instrumen yang digunakan sebagai kontrol pengaman otomatis dengan beberapa variasi fungsi yang pada dasarnya memiliki fungsi yang sama dengan alat pencatat data. Dalam trainer ini timer yang digunakan adalah timer on delay relay berfungsi untuk menunda arus awal yang cukup besar masuk ke dalam alat-alat ukur yang mempunyai tahanan dalam rendah. 6. Kontaktor Kontaktor adalah komponen listrik yang berfungsi untuk melewatkan arus menuju komponen yang dituju dengan menggunakan saklar on/off sebagai prinsip kerjanya. Kerja kontaktor ini didasarkan pada pada suatu kumparann yang dialiri arus, dimana saklar NO atau NC akan membuka atau menutup sesuai dengan ada tidaknya arus yang masuk ke dalamnya. 7. Saklar Togel (Lever Switch) Lever Switch (Saklar Togel) adalah alat yang digunakan sebagai saklar untuk mematikan atau menghidupkan system secara manual. 3. Komponen Pendukung Mekanik dan Kelistrikan Didefinisikan sebagai alat yang kerjanya dipengaruhi oleh keadaan mekanik, diantaranya : 1. Solenoid valve Solenoid valve adalah untuk menghentikan atau meneruskan aliran refrigeran dalam sistem refrigerasi. Pengaturnya dilakukan oleh kumparan yang Laporan Tugas Akhir 14
12 dialiri arus listrik. Solenoid valve terdiri dari sebuah kumparan yang pada bagian tengahnya terdapat sebuah inti besi yang bersifat magnet yang disebut dengan plunger. Untuk jenis NC, prinsip kerjanya adalah jika kumparan dialiri arus listrik. Maka kumparan tersebut akan berubah menjadi elektromagnet yang akan mengangkat plunger ke tengah kumparan, dan akibatnya akan membuka kontak sehingga aliran dapat berjalan. Kemudian apabila arus tersebut diputuskan, maka medan magnet dikumparan akan hilang, sehingga menyebabkan plunger tersebut akan turun karena beratnya sendiri. Dan menyebabkan katup akan menutup sehingga aliran refrigeran tidak dapat berjalan. 2.6 Perhitungan Beban Pendinginan Pada setiap perancangan system refrigerasi, perhitungan beban merupakan langkah yang sangat penting. Perhitungan beban akan mempengaruhi pemilihan seluruh komponen system refrigerasi. Untuk melakukan perhitungan beban, teori yang didapat dari buku Principles of Refrigeration, karya Roy J. Dossat. Beban pendinginan yang dihitung dari beban konduksi dinding, dan beban produk Perhitungan Beban Konduksi Melalui Dinding Beban konduksi melalui dinding didefinisikan sebagai jumlah aliran kalor secara konduksi yang melalui dinding produk yang didinginkan dari arah luar kea rah dalam. Teori perhitungannya adalah : Q = U. A. T...(2.12) Dengan : Q = laju aliran kalor, (Watt) U = koefisiensi perpindahan kalor, (W/m 2 K) A = luas permukaan, (m 2 ) T = beda temperatur melalui dinding, (⁰C) Untuk mencari nilai U, digunakan rumus : Laporan Tugas Akhir 15
13 ...(2.13) Dengan : x = tebal bahan, (m) k = konduktivitas termal, (W/mK) fo = koefisien konveksi permukaan luar, (W/m 2 K) Perhitungan Beban Beban produk didefinisikan sebagai jumlah kalor yang dilepas produk pada saat dimasukan ke dalam ruang pendingin. Toeri perhitungannya adalah : Q = m. Cp. T (2.14) Dengan : Q = laju aliran kalor, (Watt) m = massa produk, (kj/kg.k) Cp = kalor spesifik produk, (kj/kg.k) T = beda temperatur melalui dinding, (K) Teori Perhitungan Panjang Pipa Evaporator Dalam melakukan perhitungan panjang pipa evaporator, teori yang digunkan berasal dari buku Perpindahan Kalor, karya J.P. Holman. Sebelum melakukan perhitungan, ada beberapa hal yang harus diketahui terlebih dahulu, keterangannya adalah : Diameter dalam pipa (di) Diameter luar pipa (do) Luas permukaan pipa (A) Temperature evaporasi rancangan (⁰C) Temperature permukaan pipa (⁰C) Karakteristik R-22 pada temperatur rancangan : Laju aliran massa, didapat dari : Laporan Tugas Akhir 16
14 ṁ =...(2.21) v =...(2.22) Re =...(2.23) Pr =...(2.24) Nu = (0,023).Re 0,8.Pr 0,3...(2.25) Nu =...(2.26) hi =...(2.27) L...(2.28) 2.7 Cara Kerja Sistem Refrigerasi Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa sistem refrigerasi pada pompa kalor ini mempunyai dua proses, yaitu proses pendinginan dan proses pemanasan yang dilakukan dengan mengubah atau membalikan arah alairan refrigeran. Akibatnya fungsi kondensor dan evaporator akan bergantian Proses Pemanasan Pada saat sistem pompa kalor ini dijalankan, untuk proses pemanasan solenoid valve 5,6,7 dan 8 bekerja, membuka secara bersamaan. Sedangkan solenoid valve 1,2,3 dan 4 tidak bekerja atau menutup. Dengan keadaan rangkaian solenoid valve demikian maka terjadi siklus refrigerasi sebagai berikut. Laporan Tugas Akhir 17
15 Gambar 2.3 Gambar Sistem Pemipaan Pompa Kalor Pada Proses Pemanasan Refrigeran berfasa uap dengan tekanan dan temperatur rendah akan masuk ke suction kompresor, kemudian di kompresi sehingga mengakibatkan tekanan dan temperaturnya menjadi tinggi. Selanjutnya refrigeran tersebut keluar dari discharge kompresor refrigeran mengalir ke discharge line, kemudian melewati solenoid valve 5 dan masuk ke indoor coil. Pada Indoor coil refrigeran melepas panas. Proses ini selanjutnya dimanfaatkan untuk menghangatkan ruangan pada saat temperatur lingkungan rendah. Pada indoor coil terjadi proses pelepasan kalor maka refrigeran akan berkondensasi dan berubah fasa dari gas menjadi cair. Proses selanjutnya setelah refrigeran berubah fasa yaitu refrigeran cair akan masuk ke pipa kapiler dan terjadi proses ekspansi, yaitu penurunan tekanan refrigeran sehingga mengakibatkan turunya temperatur refrigeran. Kemudian refrigeran mengalir menuju outdoor coil. Pada outdoor coil refrigeran menguap dan menyerap panas dari lingkungan. kemudian terjadi perubahan fasa refrigeran dari cair menjadi uap. Refrigeran yang sudah berubah fasa menjadi uap mengalir melewati solenoid valve 8 dan mengalir kembali ke suction kompresor untuk dikompresi kembali seperti pada proses Laporan Tugas Akhir 18
16 awal. Proses ini merupakan siklus yang berlangsung secara terus menerus selama sistem beroperasi Proses Pendinginan Pada proses pendinginan aliran refrigeran atau siklus refrigerasi berlangsung secara terus menerus selama sistem beroperasi sama hal nya dengan proses pemanasan. Perbedaan proses pendinginan dan pemanasan yaitu arah aliran refrigeran dalam sistem. Pada saat pendinginan refrigeran mengalir dari kompresor ke outdoor coil dan selanjutnya masuk ke pipa kapiler dan menyerap panas ruangan atau kabin. Pada saat pompa kalor beroperasi untuk proses pendinginan solenoid valve 1,2,3 dan 4 bekerja atau membuka sedangkan solenoid valve 5,6,7 dan 8 tidak bekerja atau meutup. Berikut merupakan gambar sistem pompa kalor pada proses pendinginan Gambar 2.4 Gambar Sistem Pemipaan Pompa Kalor Pada Saat Proses Pendinginan Uap refrigeran dengan tekanan rendah dan temperatur rendah akan masuk ke suction kompresor, kemudian dikompresi sehingga tekanan dan Laporan Tugas Akhir 19
17 temperatur refrigeran tersebut menjadi tinggi. Selanjutnya uap refrigeran tersebut keluar dari discharge kompresor dan mengalir ke discharge line. Selanjutnya uap refrigeran tersebut melewati solenoid valve 1 dan masuk ke outdoor coil. Pada Outdoor coil ini refrigeran melepas panas sehingga terjadi proses kondensasi, fasa refrigeran berubah dari gas menjadi cair. Selanjutnya refrigeran cair masuk ke pipa kapiler dan terjadi proses ekspansi sehingga tekanan dan temperatur refrigeran menjadi turun. Selanjutnya refrigeran mengalir menuju indoor coil. Dan menguap karena menyerap panas dari ruangan atau kabin yang dikondisikan. Selanjutnya uap refrigeran bertekanan rendah mengalir melewati solenoid valve 4 dan kembali ke suction kompresor untuk dikompresi kembali. Proses tersebut akan terus berlangsung selama sistem beroperasi pada proses pendinginan. Berikut merupakan gambar proses pendinginannya Berikut ini merupakan tabel kondisi delapan solenoid valve pada rangkaian sistem pompa kalor pada saat proses pemanasan dan pendinginan Tabel 2.1 Tabel Kondisi Solenoid Valve No Proses SV 1 SV 2 SV 3 SV 4 SV 5 SV 6 SV 7 SV 8 1 Pemanasan Pendinginan Keterangan : - : solenoid valve menutup : solenoid valve membuka 2.8 Prosedur Pengambilan Data Pada proses pengambilan data, pompa kalor akan digunakan pada suatu ruangan dengan dimensi 2,9 m x 1,6 m x 2 m. Bahan sterofoam 5 cm dilapisi plat seng berukuran 2 mm. Proses pendistribusian udara menggunakan flexibel duct dengan panjang 2 m dan diameter 20 cm Sistem pompa kalor ini Laporan Tugas Akhir 20
18 merupakan modifikasi dari AC Window merk UCHIDA tipe MP-W5 R ½ pk. Berikut merupakan spesifikasi AC Window tipe MP-W5 R ½ pk : Source 1 ph 220 V 50 hz Cooling capacity 5000 btu/h Input 480 watt Current 2,5 A Refrigerant R Peralatan yang Digunakan Tujuan utama dari pengambilan data adalah untuk menguji sejauh mana keberhasilan dan fungsi dari alat yang telah selesai diinstalasi. Peralatan yang digunakan untuk pengambilan data adalah : 1. Thermometer digital ( Autonic ) 2. Tang Ampere 3. Stop watch Langkah-Langlah Pengambilan Data Pada proses pengambilan data langkah pertama yang dilakukan yaitu persiapan awal untuk pengambilan data yang terdiri dari tahap-tahap sebagai berikut : 1. Menentukan data yang akan diukur 2. Menentukan titik pengukuran 3. Mempersiapkan alat ukur 4. Memasangkan alat ukur pada titik-titik pengukuran yang telah ditentukan 5. Memastikan bahwa alat ukur sudah terpasang dengan benar. Kemudian pengoperasian sistem pompa kalor dilakukan sesuai dengan prosedur pengoperasian yang benar. Data-data yang diambil dalam pengujian sistem ini adalah : Laporan Tugas Akhir 21
19 1. Tekanan discharge 2. Tekanan suction 3. Temperatur discharge 4. Temperatur suction 5. Temperatur masuk indoor coil 6. Temperatur keluar indoor coil 7. Temperatur masuk outdoor coil 8. Temperatur keluar outdoor coil 9. Temperatur Lingkungan Laporan Tugas Akhir 22
BAB II DASAR TEORI 2012
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Sistem Brine Sistem Brine adalah salah satu sistem refrigerasi kompresi uap sederhana dengan proses pendinginan tidak langsung. Dalam proses ini koil tidak langsung mengambil
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Refrigerasi Refrigerasi merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan saat ini terutama bagi masyarakat perkotaan. Refrigerasi dapat berupa lemari es pada rumah tangga, mesin
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Cooling Tunnel
BAB II DASAR TEORI 2.1 Cooling Tunnel Cooling Tunnel atau terowongan pendingin merupakan sistem refrigerasi yang banyak digunakan di industri, baik industri pengolahan makanan, minuman dan farmasi. Cooling
BAB II DASAR TEORI 2.1 Brine cooling
BAB II DASAR TEORI 2.1 Brine cooling Brine cooling merupakan alat pendinginan, yang digunakan untuk mendinginkan produk dengan refrigeran sekunder sebagai media penyerap kalor, supaya terbentuk produk
BAB II DASAR TEORI. perpindahan kalor dari produk ke material tersebut.
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Refrigerasi Refrigerasi adalah suatu proses penarikan kalor dari suatu ruang/benda ke ruang/benda yang lain untuk menurunkan temperaturnya. Kalor adalah salah satu bentuk
BAB II DASAR TEORI BAB II DASAR TEORI. 2.1 Tinjauan Pustaka
BAB II DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Untuk memperbaiki kualitas ikan, dibutuhkan suatu alat yaitu untuk menjaga kondisi ikan pada kondisi seharusnya dengan cara menyimpannya didalam sebuah freezer yang
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Batasan Rancangan Untuk rancang bangun ulang sistem refrigerasi cascade ini sebagai acuan digunakan data perancangan pada eksperiment sebelumnya. Hal ini dikarenakan agar
BAB II DASAR TEORI. BAB II Dasar Teori
BAB II DASAR TEORI 2.1 Florist Cabinet Florist cabinet merupakan suatu alat yang digunakan untuk proses pendinginan bunga. Florist cabinet sangat beragam dalam ukuran dan konstruksi. Biasanya florist cabinet
BAB II DASAR TEORI. BAB II Dasar Teori. Gambar 2.1 Florist Cabinet (Sumber Gambar: Althouse, Modern Refrigeration and Air Conditioning Hal.
BAB II DASAR TEORI 2.1 Florist Cabinet Florist cabinet merupakan suatu alat yang digunakan untuk proses pendinginan bunga. Florist cabinet beragam dalam ukuran dan konstruksi. Biasanya florist cabinet
BAB II DASAR TEORI. Laporan Tugas Akhir. Gambar 2.1 Schematic Dispenser Air Minum pada Umumnya
BAB II DASAR TEORI 2.1 Hot and Cool Water Dispenser Hot and cool water dispenser merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengkondisikan temperatur air minum baik dingin maupun panas. Sumber airnya berasal
BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Sistem Pendinginan Tidak Langsung (Indirect System)
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pendinginan Tidak Langsung (Indirect System) Melinder (2010) menjelaskan sistem refrigerasi tidak langsung yang menggunakan secondary refrigerant telah lama banyak digunakan
BAB II DASAR TEORI 2.1 Cooling Tunnel
BAB II DASAR TEORI 2.1 Cooling Tunnel Cooling Tunnel atau terowongan pendingin merupakan penerapan sistem refrigerasi yang banyak digunakan di industri, baik industri pengolahan makanan, minuman dan farmasi.
LAPORAN TUGAS AKHIR BAB II DASAR TEORI
BAB II DASAR TEORI 2.1 Dispenser Air Minum Hot and Cool Dispenser air minum adalah suatu alat yang dibuat sebagai alat pengkondisi temperatur air minum baik air panas maupun air dingin. Temperatur air
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pengertian Sistem Heat pump
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Sistem Heat pump Heat pump adalah pengkondisi udara paket atau unit paket dengan katup pengubah arah (reversing valve) atau pengatur ubahan lainnya. Heat pump memiliki
BAB II DASAR TEORI BAB II DASAR TEORI
BAB II DASAR TEORI 2.1 Penyimpanan Energi Termal Es merupakan dasar dari sistem penyimpanan energi termal di mana telah menarik banyak perhatian selama beberapa dekade terakhir. Alasan terutama dari penggunaan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Refrigerasi Kompresi Uap Sederhana Sistem refrigerasi kompresi uap sederhana merupakan sistem refrigerasi yang menggunakan kompresor sebagai alat pemompa refrigeran. Uap
BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 sistem Blast Chiller [PT.Wardscatering, 2012] BAB II DASAR TEORI
BAB II DASAR TEORI 2.1 Blast Chiller Blast Chiller adalah salah satu sistem refrigerasi yang berfungsi untuk mendinginkan suatu produk dengan cepat. Waktu pendinginan yang diperlukan untuk sistem Blast
BAB II LANDASAN TEORI. Suatu mesin refrigerasi akan mempunyai tiga sistem terpisah, yaitu:
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pendahuluan Refrigerasi adalah proses pengambilan kalor atau panas dari suatu benda atau ruang tertutup untuk menurunkan temperaturnya. Kalor adalah salah satu bentuk dari energi,
BAB II DASAR TEORI. Tugas Akhir Rancang Bangun Sistem Refrigerasi Kompresi Uap untuk Prototype AHU 4. Teknik Refrigerasi dan Tata Udara
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Refrigerasi Kompresi Uap Sistem Refrigerasi Kompresi Uap merupakan system yang digunakan untuk mengambil sejumlah panas dari suatu barang atau benda lainnya dengan memanfaatkan
BAB II DASAR TEORI BAB II DASAR TEORI
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem refrigerasi kompresi uap Sistem refrigerasi yang umum dan mudah dijumpai pada aplikasi sehari-hari, baik untuk keperluan rumah tangga, komersial dan industri adalah sistem
BAB II DASAR TEORI LAPORAN TUGAS AKHIR. 2.1 Blast Chiller
BAB II DASAR TEORI 2.1 Blast Chiller Blast Chiller adalah salah satu sistem refrigerasi yang berfungsi untuk mendinginkan suatu produk dengan cepat. Cara pendinginan produk pada Blast Chiller ini dilakukan
BAB VI PENGOLAHAN DATA dan ANALISIS DATA
BAB VI PENGOLAHAN DATA dan ANALISIS DATA Dalam pengambilan data perlu diperhatikan beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum pengambilan data dilakukan agar tidak terjadi kesalahan yang
BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 diagram blok siklus Sistem Refrigerasi Kompresi Uap
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Refrigerasi Kompresi Uap Sistem refrigerasi kompresi uap merupakan suatu sistem yang menggunakan kompresor sebagai alat kompresi refrigeran, yang dalam keadaan bertekanan
BAB II DASAR TEORI. Tabel 2.1 Daya tumbuh benih kedelai dengan kadar air dan temperatur yang berbeda
BAB II DASAR TEORI 2.1 Benih Kedelai Penyimpanan benih dimaksudkan untuk mendapatkan benih berkualitas. Kualitas benih yang dapat mempengaruhi kualitas bibit yang dihubungkan dengan aspek penyimpanan adalah
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Simulator Pengertian simulator adalah program yg berfungsi untuk menyimulasikan suatu peralatan, tetapi kerjanya agak lambat dari pada keadaan yg sebenarnya. Atau alat untuk melakukan
BAB II DASAR TEORI. Laporan Tugas Akhir BAB II DASAR TEORI
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Refrigerasi Freezer Freezer merupakan salah satu mesin pendingin yang digunakan untuk penyimpanan suatu produk yang bertujuan untuk mendapatkan produk dengan kualitas yang
BAB II DASAR TEORI. BAB II Dasar Teori
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Air Conditioner Air Conditioner (AC) digunakan untuk mengatur temperatur, sirkulasi, kelembaban, dan kebersihan udara didalam ruangan. Selain itu, air conditioner juga
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Pendinginan Tidak Langsung ( Indirect Cooling System 2.2 Secondary Refrigerant
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Pendinginan Tidak Langsung (Indirect Cooling System) Sistem pendinginan tidak langsung (indirect Cooling system) adalah salah satu jenis proses pendinginan dimana digunakannya
BAB II STUDI PUSTAKA
BAB II STUDI PUSTAKA.1 Teori Pengujian Sistem pengkondisian udara (Air Condition) pada mobil atau kendaraan secara umum adalah untuk mengatur kondisi suhu pada ruangan didalam mobil. Kondisi suhu yang
Laporan Tugas Akhir 2012 BAB II DASAR TEORI
BAB II DASAR TEORI 2.1 Definisi Vaksin Vaksin merupakan bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi
BAB II MESIN PENDINGIN. temperaturnya lebih tinggi. Didalan sistem pendinginan dalam menjaga temperatur
BAB II MESIN PENDINGIN 2.1. Pengertian Mesin Pendingin Mesin Pendingin adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mendinginkan air, atau peralatan yang berfungsi untuk memindahkan panas dari suatu tempat
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Air-Water System
BAB II DASAR TEORI 2.1 Air-Water System Kekurangan pada all air system yaitu penggunaannya yang tidak dapat dikontol di tiap-tiap ruangan tertentu karena pada setiap ruangan menggunakan supply air yang
Penggunaan Refrigeran R22 dan R134a pada Mesin Pendingin. Galuh Renggani Wilis, ST.,MT
Penggunaan Refrigeran R22 dan R134a pada Mesin Pendingin Galuh Renggani Wilis, ST.,MT ABSTRAKSI Pengkondisian udara disebut juga system refrigerasi yang mengatur temperature & kelembaban udara. Dalam beroperasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Refrigeran merupakan media pendingin yang bersirkulasi di dalam sistem refrigerasi kompresi uap. ASHRAE 2005 mendefinisikan refrigeran sebagai fluida kerja
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Umum Air Conditioning (AC) atau alat pengkondisian udara merupakan modifikasi pengembangan dari teknologi mesin pendingin. Alat ini dipakai bertujuan untuk mengkondisikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Definisi Pengkondisian Udara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Definisi Pengkondisian Udara Sistem pengkondisian udara adalah suatu proses mendinginkan atau memanaskan udara sehingga dapat mencapai temperatur dan kelembaban yang sesuai dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengeringan Pengeringan adalah proses mengurangi kadar air dari suatu bahan [1]. Dasar dari proses pengeringan adalah terjadinya penguapan air ke udara karena perbedaan kandungan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI.1 Latar Belakang Pengkondisian udaraa pada kendaraan mengatur mengenai kelembaban, pemanasan dan pendinginan udara dalam ruangan. Pengkondisian ini bertujuan bukan saja sebagai penyejuk
PEMAHAMAN TENTANG SISTEM REFRIGERASI
PEMAHAMAN TENTANG SISTEM REFRIGERASI Darwis Tampubolon *), Robert Samosir **) *) Staf Pengajar Teknik Mesin, Politeknik Negeri Medan **) Staf Pengajar Teknik Mesin, Politeknik Negeri Medan Abstrak Refrigerasi
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Blood Bank Cabinet
BAB II DASAR TEORI 2.1 Blood Bank Cabinet Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang
Basic Comfort Air Conditioning System
Basic Comfort Air Conditioning System Manual Book (CAC BAC 09K) 5 PERCOBAAN 32 5.1. KOMPONEN KOMPONEN UTAMA DALAM SISTEM PENDINGIN TUJUAN: Setelah melakukan percobaan ini siswa akan dapat : 1. Memahami
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bahan Penelitian Pada penelitian ini refrigeran yang digunakan adalah Yescool TM R-134a.
3.1. Lokasi Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Motor Bakar Jurusan Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta. 3.2. Bahan Penelitian Pada penelitian
BAB II DASAR TEORI. BAB II Dasar Teori. 2.1 AC Split
BAB II DASAR TEORI 2.1 AC Split Split Air Conditioner adalah seperangkat alat yang mampu mengkondisikan suhu ruangan sesuai dengan yang kita inginkan, terutama untuk mengkondisikan suhu ruangan agar lebih
Bab III. Metodelogi Penelitian
Bab III Metodelogi Penelitian 3.1. Kerangka Penelitian Analisa kinerja AC split 3/4 PK dengan mengunakan refrigeran R-22 dan MC-22 variasi tekanan refrigeran dengan pembebanan terdapat beberapa tahapan
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pasteurisasi 2.2 Sistem Pasteurisasi HTST dan Pemanfaatan Panas Kondensor
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pasteurisasi Pasteurisasi ialah proses pemanasan bahan makanan, biasanya berbentuk cairan dengan temperatur dan waktu tertentu dan kemudian langsung didinginkan secepatnya. Proses
LAPORAN AKHIR FISIKA ENERGI II PEMANFAATAN ENERGI PANAS TERBUANG PADA MESIN AC NPM : NPM :
LAPORAN AKHIR FISIKA ENERGI II PEMANFAATAN ENERGI PANAS TERBUANG PADA MESIN AC Nama Praktikan : Utari Handayani NPM : 140310110032 Nama Partner : Gita Maya Luciana NPM : 140310110045 Hari/Tgl Percobaan
MESIN PENDINGIN. Gambar 1. Skema cara kerja mesin pendingin.
Mengenal Cara Kerja Mesin Pendingin MESIN PENDINGIN Mesin pendingin adalah suatu rangkaian rangkaian yang mampu bekerja untuk menghasilkan suhu atau temperature dingin. Mesin pendingin bisanya berupa kulkas,
BAB II. Prinsip Kerja Mesin Pendingin
BAB II Prinsip Kerja Mesin Pendingin A. Sistem Pendinginan Absorbsi Sejarah mesin pendingin absorbsi dimulai pada abad ke-19 mendahului jenis kompresi uap dan telah mengalami masa kejayaannya sendiri.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menggunakan jenis laporan eksperimen dan langkah-langkah sesuai standar. Mitshubisi Electrik Room Air Conditioner
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Menggunakan jenis laporan eksperimen dan langkah-langkah sesuai standar operasi prosedur : 3.1 Data-Data Penelitian Spesifikasi : Mitshubisi Electrik Room Air Conditioner
BAB III PENGETAHUAN DASAR TENTANG AC ( AIR CONDITIONER )
BAB III PENGETAHUAN DASAR TENTANG AC ( AIR CONDITIONER ) A. Pengertian Dasar Tentang AC (Air Conditioner) Secara umum pengertian dari AC (Air Conditioner) suatu rangkaian mesin yang memiliki fungsi sebagai
BAB V MENGENAL KOMPONEN SISTEM PENDINGIN
BAB V MENGENAL KOMPONEN SISTEM PENDINGIN Pada bab ini, sistem pendingin dibagi dalam dua kategori yaitu sistem pemipaan dan sistem kelistrikan. Komponen dalam sistem pemipaan terdiri dari; kompresor, kondenser,
BAB III TINJAUAN PUSTAKA
7 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1 PENDAHULUAN 3.1.1 Pengertian AC Air Conditioner(AC) merupakan sebuah alat yang mampu mengkondisikan udara. Dengan kata lain,ac berfungsi sebagai penyejuk udara. Penggunaan
SISTEM REFRIGERASI. Gambar 1. Freezer
SISTEM REFRIGERASI Sistem refrigerasi sangat menunjang peningkatan kualitas hidup manusia. Kemajuan dalam bidang refrigerasi akhir-akhir ini adalah akibat dari perkembangan sistem kontrol yang menunjang
BAB II DASAR TEORI Prinsip Kerja Mesin Refrigerasi Kompresi Uap
4 BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Pengkondisian Udara Pengkondisian udara adalah proses untuk mengkondisikan temperature dan kelembapan udara agar memenuhi persyaratan tertentu. Selain itu kebersihan udara,
Seminar Nasional Mesin dan Industri (SNMI4) 2008 ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA REFRIGERATOR KAPASITAS 2 PK DENGAN REFRIGERAN R-12 DAN MC 12
ANALISIS PERBANDINGAN UNJUK KERJA REFRIGERATOR KAPASITAS 2 PK DENGAN REFRIGERAN R-12 DAN MC 12 Suroso, I Wayan Sukania, dan Ian Mariano Jl. Let. Jend. S. Parman No. 1 Jakarta 11440 Telp. (021) 5672548
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN Tahapan-tahapan pengerjaan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Tahap Persiapan Penelitian Pada tahapan ini akan dilakukan studi literatur dan pendalaman
BAB II DASAR TEORI. (sumber: Bahan Ajar Sistem Tata Udara Andtiyanto Setiawan tahun 2010, POLBAN)
BAB II DASAR TEORI 2.1 Penggolongan Sistem Tata Udara Sistem tata udara adalah suatu proses mendinginkan/memanaskan udara sehingga dapat mencapai suhu dan kelembaban yang diinginkan/dipersyaratkan. Selain
BAB III PERANCANGAN GREEN MEDICAL BOX PORTABLE
BAB III PERANCANGAN GREEN MEDICAL BOX PORTABLE Green Medical Box Portable dirancang dengan menggunakan sistem refrigerasi yang terintegrasi dengan box. Box terdiri dari dua tingkat, tingkat pertama/bawah
Cara Kerja AC dan Bagian-Bagiannya
Cara Kerja AC dan Bagian-Bagiannya Di era serba maju sekarang ini, kita pasti sudah sangat akrab dengan air conditioner. Kehidupan modern, apalagi di perkotaan hampir tidak bisa lepas dari pemanfaatan
PELATIHAN PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN MESIN PENDINGIN. Oleh : BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERIKANAN TEGAL
PELATIHAN PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN MESIN PENDINGIN Oleh : BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERIKANAN TEGAL PRINSIP PENDINGINAN PROSES MEMINDAHKAN ATAU MENAMBAHKAN PANAS DARI SUATU BENDA ATAU TEMPAT KE
BAB II LANDASAN TEORI. Refrigerasi merupakan suatu media pendingin yang dapat berfungsi untuk
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Refrigerasi Refrigerasi merupakan suatu media pendingin yang dapat berfungsi untuk menyerap kalor dari lingkungan atau untuk melepaskan kalor ke lingkungan. Sifat-sifat fisik
BAB II TEORI DASAR. 2.1 Pengertian Sistem Tata Udara
BAB II TEORI DASAR 2.1 Pengertian Sistem Tata Udara Sistem tata udara adalah suatu sistem yang digunakan untuk menciptakan suatu kondisi pada suatu ruang agar sesuai dengan keinginan. Sistem tata udara
SILABUS MATA KULIAH REFRIGERASI DASAR KURIKULUM 2007 tahun ajaran 2010/2011
SILABUS MATA KULIAH REFRIGERASI DASAR KURIKULUM 2007 tahun ajaran 2010/2011 No Minggu ke 1 1 28 Feb Materi Tujuan Ket. Pendahuluan, Jenis dan Contoh Aplikasi system Refrigerasi Siswa mengetahui perkembangan
Bab III Metodelogi Penelitian
Bab III Metodelogi Penelitian 3.1. Kerangka Penelitian Dalam pengujian analisa kinerja AC split merk TCL 3/4 PK mengunakan refrigeran R-22 dan MC-22 dengan variasi tekanan tanpa pembebanan terdapat beberapa
BAB II DASAR TEORI.
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pendahuluan Sistem pendinginan secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistem pendinginan secara langsung dan sistem pendinginan secara tidak langsung. Sistem pendinginan secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyejuk udara atau pengkondisi udara atau penyaman udara atau erkon atau AC (air conditioner) adalah sistem atau mesin yang dirancang untuk menstabilkan suhu udara
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Refrigerant Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Refrigerant Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara (AC). Zat ini berfungsi untuk menyerap panas dari benda/media
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. temperatur di bawah 123 K disebut kriogenika (cryogenics). Pembedaan ini
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 21 Mesin Refrigerasi Secara umum bidang refrigerasi mencakup kisaran temperatur sampai 123 K Sedangkan proses-proses dan aplikasi teknik yang beroperasi pada kisaran temperatur
SATUAN ACARA PERKULIAHAN dan SILABUS MATA KULIAH REFRIGERASI DASAR (D3 dan D4) KURIKULUM 2016 tahun ajaran 2017/2018. Materi Tujuan Ket.
SATUAN ACARA PERKULIAHAN dan SILABUS MATA KULIAH REFRIGERASI DASAR (D3 dan D4) KURIKULUM 2016 tahun ajaran 2017/2018 No Minggu ke 1 1-2 12 Feb 19 Feb Materi Tujuan Ket. Pendahuluan, Jenis dan Contoh Aplikasi
DASAR TEKNIK PENDINGIN
DASAR TEKNIK PENDINGIN Oleh : Agus Maulana Praktisi Mesin Pendingin HP. 0813 182 182 33 PT Mitra Lestari Bumi Abadi Jl.Gading Indah Raya Blok C No. 25 Kelapa Gading - Jakarta, 14240 Siklus Sistem Mesin
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Air Conditioner Split Air Conditioner (AC) split merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengkondikan udara didalam ruangan sesuai dengan yang diinginkan oleh penghuni.
BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Bentuk Kristal Prisma (Ilham, 2012)
BAB II DASAR TEORI 2.1 SALJU Salju memiliki definisi butiran uap air berwarna putih bagaikan kapas yang membeku di udara dan jatuh ke bumi akibat temperatur udara di daerah itu berada di bawah titik beku.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Umum Mesin pendingin atau kondensor adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan panas dari dalam ruangan ke luar ruangan. Adapun sistem mesin pendingin yang
SILABUS MATA KULIAH D4 REFRIGERASI DASAR KURIKULUM 2011 tahun ajaran 2010/2011. Materi Tujuan Ket.
SILABUS MATA KULIAH D4 REFRIGERASI DASAR KURIKULUM 2011 tahun ajaran 2010/2011 No Minggu ke 1 1-2 20 Feb 27 Feb Materi Tujuan Ket. Pendahuluan, Jenis dan Contoh Aplikasi system Refrigerasi Siswa mengetahui
Momentum, Vol. 13, No. 2, Oktober 2017, Hal ISSN ANALISA PERFORMANSI REFRIGERATOR DOUBLE SYSTEM
Momentum, Vol. 13, No. 2, Oktober 2017, Hal. 11-18 ISSN 0216-7395 ANALISA PERFORMANSI REFRIGERATOR DOUBLE SYSTEM Ahmad Farid * dan Royan Hidayat Program Studi Teknik Mesin Universitas Pancasakti Tegal
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 SISTEM MULTI EVAPORATOR Sistem dua evaporator dengan satu kompresor dengan expansion valve untuk masing-masing evaporator dan satu kompresor ditunjukan pada gambar 2.1. Pada operasi
Sistem pendingin siklus kompresi uap merupakan daur yang terbanyak. daur ini terjadi proses kompresi (1 ke 2), 4) dan penguapan (4 ke 1), seperti pada
Siklus Kompresi Uap Sistem pendingin siklus kompresi uap merupakan daur yang terbanyak digunakan dalam daur refrigerasi, pada daur ini terjadi proses kompresi (1 ke 2), pengembunan( 2 ke 3), ekspansi (3
SISTEM PENGKONDISIAN UDARA (AC)
Pertemuan ke-9 dan ke-10 Materi Perkuliahan : Kebutuhan jaringan dan perangkat yang mendukung sistem pengkondisian udara termasuk ruang pendingin (cool storage). Termasuk memperhitungkan spatial penempatan
ANALISA KINERJA MESIN REFRIGERASI RUMAH TANGGA DENGAN VARIASI REFRIGERAN
ANALISA KINERJA MESIN REFRIGERASI RUMAH TANGGA DENGAN VARIASI REFRIGERAN 1 Amrullah, 2 Zuryati Djafar, 3 Wahyu H. Piarah 1 Program Studi Perawatan dan Perbaikan Mesin, Politeknik Bosowa, Makassar 90245,Indonesia
UTS- SISTEM TATA UDARA (Tugas Kelompok) Kelompok 10 TUGAS : Buatlah narasi/uraian tentang gambar yang tertera dibawah ini!
UTS- SISTEM TATA UDARA (Tugas Kelompok) Kelompok 10 TUGAS : Buatlah narasi/uraian tentang gambar yang tertera dibawah ini! Penjelasan Umum Gambar di atas merupakan gambar rangkaian mesin pendingin yang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Mesin Pendingin Untuk pertama kali siklus refrigerasi dikembangkan oleh N.L.S. Carnot pada tahun 1824. Sebelumnya pada tahun 1823, Cagniard de la Tour (Perancis),
Pengaruh Pipa Kapiler yang Dililitkan pada Suction Line terhadap Kinerja Mesin Pendingin
Pengaruh Pipa Kapiler yang Dililitkan pada Suction Line terhadap Kinerja Mesin Pendingin BELLA TANIA Program Pendidikan Fisika Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surya May 9, 2013 Abstrak Mesin
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
State of the art penelitian BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA Mesin refrigerasi Siklus Kompresi Uap Standar (SKU) pada adalah salah satu jenis mesin konversi energi, dimana sejumlah energi dibutuhkan untuk menghasilkan
COEFFICIENT OF PERFORMANCE (COP) MINI FREEZER DAGING AYAM KAPASITAS 4 KG
ISSN-P 2460-8408 Jurnal Teknologi Pendingin dan Tata Udara Politeknik Sekayu (PETRA) Volume 1, No. 1, November 2015, h. 44-54 COEFFICIENT OF PERFORMANCE (COP) MINI FREEZER DAGING AYAM KAPASITAS 4 KG Arief
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2015 sampai Maret Yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2015 sampai Maret 2015. Yang meliputi uji coba dan pengolahan data, dan bertempat di Laboratorium Fakultas
Gambar 2.21 Ducting AC Sumber : Anonymous 2 : 2013
1.2.3 AC Central AC central sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu titik atau tempat dan didistribusikan secara terpusat ke seluruh isi gedung dengan kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi Vaksin
BAB II DASAR TEORI 2.1 Definisi Vaksin Vaksin merupakan bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi
BAB III METODELOGI PENELITIAN. Data data yang diperoleh dari penulisan Tugas Akhir ini : pendingin dengan refrigeran R-22 dan MC-22.
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Data data yang diperoleh dari penulisan Tugas Akhir ini : 1. Data dari hasil pengujian Data diperoleh dari hasil pengujian alat praktikum mesin pendingin
Tugas akhir Perencanan Mesin Pendingin Sistem Absorpsi (Lithium Bromide) Dengan Tinjauan Termodinamika
Tugas akhir Perencanan Mesin Pendingin Sistem Absorpsi (Lithium Bromide) Dengan Tinjauan Termodinamika Oleh : Robbin Sanjaya 2106.030.060 Pembimbing : Ir. Denny M.E. Soedjono,M.T PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
MODUL PRAKTIKUM. Disusun Oleh: MUHAMMAD NADJIB, S.T., M.Eng. TITO HADJI AGUNG S., S.T., M.T.
MODUL PRAKTIKUM Disusun Oleh: MUHAMMAD NADJIB, S.T., M.Eng. TITO HADJI AGUNG S., S.T., M.T. PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2016 i ii KATA PENGANTAR Assalaamu
JOB SHEET SISTEM KELISTRIKAN RTU
JOB SHEET SISTEM KELISTRIKAN RTU Job No 1 Simple Air Conditioning System Kompresor dihubungkan dengan arus 3 phasa dan tiap phasa menggunakan sekring. 3 kipas evaporator dengan 1 phasa dihubungkan terpisah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Skema Oraganic Rankine Cycle Pada penelitian ini sistem Organic Rankine Cycle secara umum dibutuhkan sebuah alat uji sistem ORC yang terdiri dari pompa, boiler, turbin dan
PENGUJIAN UNJUK KERJA SOLAR ASSISTED HEAT PUMP WATER HEATER. MENGGUNAKAN HFC-134a DENGAN VARIASI INTENSITAS RADIASI
PENGUJIAN UNJUK KERJA SOLAR ASSISTED HEAT PUMP WATER HEATER MENGGUNAKAN HFC-134a DENGAN VARIASI INTENSITAS RADIASI Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Oleh : TRI
BAB I PENDAHULUAN Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Refrigerasi merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan saat ini terutama bagi masyarakat perkotaan. Sistem refrigerasi kompresi uap paling umum digunakan di antara
Komponen mesin pendingin
Komponen mesin pendingin Berdasarkan fungsi atau kegunaannya komponen mesin pendingin sistem kompresi dibedakan menjadi 2 bagian yaitu : A. Komponen pokok Yang dimaksud dengan komponen pokok adalah komponen
PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2016
STUDI EKSPERIMENTAL PERFORMANSI MESIN PENDINGIN (AC SPLIT) 1PK DENGAN PENAMBAHAN ALAT AKUMULATOR MENGGUNAKAN REFRIGERAN MC-22 SKRIPSI Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Cold Storage
BAB II DASAR TEORI 2.1 Cold Storage Cold storage merupakan suatu ruang penyimpanan yang digunakan untuk menjaga dan menurunkan temperatur produk beserta kelembabannya agar kualitas produk tetap terjaga
BAB II DASAR TEORI. pengembangan dari teknologi mesin pendingin. Alat ini dipakai bertujuan untuk
BAB II DASAR TEORI 2.1 Pengertian Umum Air Conditioning (AC) atau alat pengkondisi udara merupakan modifikasi pengembangan dari teknologi mesin pendingin. Alat ini dipakai bertujuan untuk memberikan udara
PENGARUH MEDIA PENDINGIN AIR PADA KONDENSOR TERHADAP KEMAMPUAN KERJA MESIN PENDINGIN
PENGARUH MEDIA PENDINGIN AIR PADA KONDENSOR TERHADAP KEMAMPUAN KERJA MESIN PENDINGIN Kemas. Ridhuan 1), I Gede Angga J. 2) Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Metro Jl. Ki Hjar
