BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
|
|
|
- Glenna Hadiman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini kebutuhan informasi dalam suatu perusahaan menjadi sangat penting dalam menentukan kemajuan suatu perusahaan. Informasi merupakan kebutuhan vital dalam perancangan kegiatan yang akan mempengaruhi perkembangan perusahaan. Dengan adanya informasi yang akurat, lengkap, relevan dan tepat, maka perusahaan akan dapat berjalan sesuai yang di rencanakan. Disamping itu perusahaan juga membutuhkan suatu sistem informasi yang dapat mengelola dengan baik data perusahaan dalam jumlah yang besar, sehingga dapat membantu dan mendukung untuk menentukan strategi dan kebijakan perusahaan, baik dalam segi waktu maupun kualitas keputusan yang akan dihasilkan. Badan kependudukan dan keluarga berencana nasional disingkat BKKBN, merupakan lembaga pemerintah non department indonesia yang bertugas melakukan tugas pemerintah di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera, badan ini mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas pemerintah di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana. BKKBN telah menerapkan sistem informasi salah satu sistem informasi yang telah diterapkan yaitu penggunaan sistem informasi statistik rutin disingkat SISR, yang bertujuan untuk menyediakan informasi tentang pencapaian program kependudukan dan keluarga berencana nasional. Penerapan sistem informasi tidak terlepas dari adanya ancaman yang akan mengganggu keberlangsungan proses bisnis pada perusahaan. Ada beberapa ancaman yang dapat terjadi pada perusahaan ancaman tersebut berupa kehilangan data, kurangnya keamanan sistem informasi pada perusahaan, kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam ataupun kesalahan data penting dari orang yang terlibat di perusahaan. Keadaan tersebut pernah terjadi di BKKBN maka proses bisnis atau kinerja pada BKKBN dapat berhenti. 1
2 Pada dasarnya ancaman keamanan sistem informasi dapat dihindari jika perusahaan dapat merencanakan atau mengantisipasi langkah aman jika timbul kegagalan yang menyebabkan kerugian pihak perusahaan. Kerugian yang dialami bukan hanya kerugian financial, tetapi juga citra yang tentunya memiliki potensi nilai kerugian yang lebih besar. Tiga faktor keamanan yang harus mendapat perlindungan dalam keamanan sistem informasi adalah kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan. Untuk mengetahui tingkat risiko keamanan sistem informasi di perusahaan, maka diperlukan satu langkah penilaian terhadap risiko keamanan sistem informasi yang mungkin akan muncul dan dapat mengakibatkan keberlangsungan bisnis dan menimbulkan kerugian perusahaan. Maka dari itu untuk mengetahui risiko dari penggunaan sistem informasi, diperlukan sebuah metode atau kerangka kerja untuk membantu proses penilaian risiko. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk proses penilaian risiko seperti ISO 27001, NIST, dan OCTAVE-S. BKKBN memiliki asset sistem informasi pengolahan data statistik rutin disingkat SISR, yang membantu dalam pekerjaan di perusahaan, yang sangat penting dan rentan terhadap serangan atau ancaman risiko keamanan sistem informasi yang menyebabkan risiko kegagalan perusahaan yaitu pada SISR yang di terapkan oleh perusahaan. Apabila SISR yang diterapkan BKKBN mengalami gangguan atau kerusakan, maka hal tersebut dapat menghambat kinerja pada perusahaan, dan risiko kehilangan data akan terjadi. BKKBN pernah mengalami ancaman risiko keamanan sistem informasi, pada tahun 2013 kerusakan yang terjadi pada SISR yang di terapkan oleh BKKBN yaitu, terjadinya kerusakan pada server yang disebabkan oleh serangan virus sehingga data pada server akan mengalami kerusakan atau kehilangan data. Hal tersebut dapat mengganggu proses bisnis pada BKKBN sehingga SISR tidak dapat digunakan. Pada awal tahun 2014 dan akhir tahun 2014 BKKBN kembali mengalami serangan paada server dengan masalah yang sama. Kemudan terjadinya kehilangan data yang diakibatkan dari tidak adanya cadangan basisdata (backup database) pada SISR yang diterapkan oleh BKKBN. Dan terjadinya 2
3 connection lost terhadap id user yang disebabkan oleh adanya ganguan pada koneksi internet, hal tersebut dapat menyebabkan akses terhadap SISR akan terputus sehingga user tidak dapat mengakses SISR. Sehingga kejadian tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan BKKBN. Dalam mengadopsi sistem informasi perlu menerapkan pengelolaan risiko, khususnya risiko keamanan sistem informasi yang timbul dari penerapan sistem informasi yang menggunakan teknologi informasi terkait dengan informasi yang di kelola dengan menggunakan sistem informasi, dimana asset-aset informasi yang ada dalam sistem informasi (info rmasi, sistem, piranti lunak, piranti keras dan sumberdaya manusia) perlu di lindungi risiko keamanan nya dari ancaman dan kerentanan baik dari dalam (inbound) dan luar (outbound), agar tenjamin keberlanjutan proses bisnisnya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode OCTAVE-S (Operationally Critical Threat, Asets and Vulnerability Evalution). Metode OCTAVE-S memberi solusi manajemen risiko keamanan informasi yang sistematik dan kholistik. Metode OCTAVE-S memiliki 3 fase, 5 proses, 16 aktifitas dan 30 langkah yang diharapkan dapat membantu dalam penilaian dan pengukuran risiko serta mendukung tercapainya visi dan misi perusahaan. (Albert, dkk. 2005). Pada penelitian ini, penulis menggunakan dua fase terdiri dari tahap membangun asset berbasis profil ancaman dan identifikasi kelemahan infrastruktur. Sebab BKKBN belum memiliki identifikasi ancaman risiko sistem informasi dan identifikasi kerentanan infrastruktur. Berdasarkan latar belakang, maka penulis menjadikan topik penelitian sebagai laporan Tugas Akhir dengan judul Analisis manajemen risiko keamanan sistem informasi statistik rutin menggunakan metode OCTAVE-S studi kasus pada BKKBN Provinsi Riau Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah yaitu bagaimana penilaian analisis manajemen risiko keamanan sistem informasi statistik rutin menggunakan metode OCTAVE-S. Pada BKKBN provinsi riau? 3
4 1.3. Batasan Masalah Batasan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini dibatasi pada halhal sebagai berikut : 1) Melakukan identifikasi ancaman, dan identifikasi kelemahan infrastruktur yang terjadi pada BKKBN. 2) Penilaian risiko dilakukan pada asset teknologi informasi yaitu pada SISR. 3) Pengumpulan data mengunakan dokumen OCTAVE-S Tujuan Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk menghasilkan profil ancaman keamanan SISR dan kelemahan infrastruktur, yang di gunakan pada BKKBN. 2) Untuk menghasilkan profil risiko asset kritis, penggunaan SISR. Pada BKKBN. 3) Untuk menghasilkan perencanaan tindakan risiko strategi perlindungan terhadap risiko keamanan SISR dan indentifikasi kelemahan infrastruktur pada BKKBN Manfaat Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1) Membantu BKKBN dalam mengetahui profil ancaman keamanan SISR dan kelemahan infrastruktur pada BKKBN. 2) Memberikan pedoman atau acuan mengenai profil risiko yang ada pada keamanan SISR yang di terapkan pada BKKBN. 3) Untuk membantu pembuatan perencanaan tindakan risiko strategi perlindungan terhadap risiko keamanan SISR dan identifikasi kelemahan infrastruktur pada BKKBN. 4
5 1.6. Sistematika Penulisan Laporan dari penulisan Tugas Akhir ini terdiri dari lima Bab, dengan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang deskripsi umum dari Tugas Akhir yang meliputi Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan, Manfaat serta Sistematika Penulisan Tugas Akhir BAB II TINJAUAN PUSTAKA Membahas teori yang berhubungan dengan tugas akhri. Teori tentang analisis manajemen risiko keamanan sistem informasi menggunakan metode OCTAVE-S. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini membahas tentang rencana, langkah dan tahapan kegiatan yang akan dilakukan dalam penelitian penyusunan Tugas Akhir (TA) yang akan dibuat. Mulai dari tahap perencanaan, tahap pengumpulan data, tahap analisis dan pembahasan, serta tahap dokumentasi. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Membahas hasil dari penilaian analisis manajemen risiko keamanan SISR yang digunakan oleh BKKBN serta menghasilkan rekomendasi berupa dokumen daftar tindakan dan strategi perlindungan untuk BKKBN. BAB V PENUTUP Bab ini berisikan kesimpulan dati Tugas Akhir yang telah dibuat dan menjelaskan sasaran-sasaran penulis kepada pembaca, pustakawan, maupun untuk penulis. DAFTAR PUSTAKA Berisi daftar jurnal, buku dan alamat website rujukan yang digunakan dalam penelitian. 5
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi, perkembangan dunia bisnis juga mengalami perkembangan kearah pencapaian luar biasa yang diperoleh perusahaan seperti perusahaan
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KEAMANAN SISTEM INFORMASI STATISTIK RUTIN MENGGUNAKAN METODE OCTAVE-S TUGAS AKHIR. Oleh : PUTRA EFRI RAHMAN
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KEAMANAN SISTEM INFORMASI STATISTIK RUTIN MENGGUNAKAN METODE OCTAVE-S (Studi Kasus : BKKBN Provinsi Riau) TUGAS AKHIR Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar
BAB 1 PENDAHULUAN. dikarenakan teknologi informasi yang dapat memfasilitaskan dan mendukung proses
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan globalisasi jaman yang berkem bang, banyak perusahaanperusahaan saat ini yang berdiri menggunakan sistem teknologi informasi. Hal tersebut dikarenakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian ini ada beberapa tahap yang peniliti lakukan. Adapun metodologi penelitian pada gambar dibawah ini : Gambar 3.1 Metodologi Penelitian 3.1 Tahap Perencanaan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI 4.1 Latar Belakang Pembahasan Dalam pengukuran risiko yang dilakukan pada PT National Label, kami telah mengumpulkan dan mengolah data berdasarkan kuisioner
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terkait Dari topik yang akan penulis ambil untuk penelitian ini, penulis mencari beberapa penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan untuk dijadikan referensi. Diharapkan
PEMBUATAN DISASTER RECOVERY PLAN (DRP) BERDASARKAN ISO/IEC 24762: 2008 DI ITS SURABAYA (STUDI KASUS DI PUSAT DATA DAN JARINGAN BTSI)
PEMBUATAN DISASTER RECOVERY PLAN (DRP) BERDASARKAN ISO/IEC 24762: 2008 DI ITS SURABAYA (STUDI KASUS DI PUSAT DATA DAN JARINGAN BTSI) Julia Carolina Daud OUTLINE BAB I PENDAHULUAN BAB II DASAR TEORI BAB
MENGUKUR INDEKS KEAMANAN INFORMASI DENGAN METODE OCTAVE BERSTANDAR ISO PADA UNIVERSITAS ALMUSLIM-BIREUEN
MENGUKUR INDEKS KEAMANAN INFORMASI DENGAN METODE OCTAVE BERSTANDAR ISO 27001 PADA UNIVERSITAS ALMUSLIM-BIREUEN Zulkifli,M.Kom Email : [email protected] Dosen Tetap Program studi Teknik Informatika
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI 4.1 Latar Belakang Pembahasan Dalam pengukuran risiko yang dilakukan pada PT Informasi Komersial Bisnis, kami mengolah data berdasarkan wawancara kepada
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Saat ini teknologi merupakan salah satu bagian yang penting dalam keberhasilan di era globalisasi. Teknologi yang diakses dengan mudah akan memberikan informasi yang
BAB I PENDAHULUAN. digunakan untuk mengakses situs web (website) adalah internet. pertumbuhannya sangat cepat adalah World Wide Web.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini arus informasi memegang peranan yang sangat vital dan sistem informasi menjadi salah satu media yang digunakan oleh semua orang. Salah satu media informasi
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI. Sebagaimana individu, perusahaan, dan ekonomi semakin bergantung pada sistem
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI 4.1 Latar Belakang Pembahasan Sebagaimana individu, perusahaan, dan ekonomi semakin bergantung pada sistem IT dan internet, maka risiko dalam sistem-sistem
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, kemungkinan terjadinya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Informasi merupakan salah satu aset perusahaan yang sangat penting. Dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat, kemungkinan terjadinya gangguan keamanan
BAB 1 PENDAHULUAN. Informasi merupakan salah satu kebutuhan di dalam suatu instansi,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Informasi merupakan salah satu kebutuhan di dalam suatu instansi, perusahaan, organisasi, lembaga serta lingkungan yang berada diluar sistem. Informasi dianggap sangat
STANDARD OPERATING PROCEDURE
JUDUL KEAMANAN JARINGAN 01 Agustus KEAMANAN JARINGAN Disiapkan oleh, Diperiksa oleh, Disahkan oleh, Mahmud, S.Kom., M.Kom. Meidyan Permata Putri, M.Kom. Benedictus Effendi, S.T., M.T. Kepala Sekretaris
BAB 1 PENDAHULUAN. Informasi merupakan salah satu kebutuhan di dalam suatu instansi, perusahaan,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Informasi merupakan salah satu kebutuhan di dalam suatu instansi, perusahaan, organisasi, lembaga serta lingkungan yang berada diluar sistem. Informasi dianggap sangat
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI. mengumpulkan data dan mengolah data berdasarkan hasil dari wawancara dengan
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI 4.1 Latar Belakang Dalam melakukan manajemen risiko pada PT Saga Machie, penulis mengumpulkan data dan mengolah data berdasarkan hasil dari wawancara dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. oleh karena itu, untuk mendukung tercapainya visi dan misi suatu organisasi,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Informasi merupakan salah satu sumber daya strategis suatu organisasi, oleh karena itu, untuk mendukung tercapainya visi dan misi suatu organisasi, pengelolaan informasi
BAB I PENDAHULUAN. dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Undang Undang No 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan menyebutkan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data Pada sebuah penelitian metode pengumpulan data menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan oleh penulis. Beberapa metode pengumpulan data yang digunakan
Satu yang terkenal diantaranya adalah metode OCTAVE.
97 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENG UKURAN RES IKO TI 4.1 Latar Belakang Pembahasan Saat ini, Teknologi informasi menjadi hal yang berharga bagi kebanyakan perusahaan. Karena bagaimanapun, banyak perusahaan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Beberapa penelitian terkait mitigasi resiko sebelumnya telah dilakukan dengan menggunakan metode OCTAVE yaitu Evaluasi risiko atas keamanan jaringan komputer
BAB I 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemenuhan kebutuhan akan sistem informasi bagi semua jenis organisasi menyebabkan perkembangan sistem informasi yang begitu pesat. Begitu pula dengan perkembangan di
MATERI 03 : KEAMANAN INFORMASI
MATERI 03 : KEAMANAN INFORMASI INFORMATION SECURITY Hastha Sunardi Universitas IGM Teknik Komputer Pertemuan [1.02-02] Keamanan Informasi Keamanan informasi digunakan untuk menggambarkan perlindungan terhadap
BAB I PENDAHULUAN. dan sekitarnya. PT Karya Karang Asem Indonesia khususnya pada daerah Sedati,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT Karya Karang Asem Indonesia merupakan induk perusahaan dalam bidang usaha daur ulang. Sampai saat ini PT Karya Karang Asem Indonesia mempunyai beberapa anak cabang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini, kesadaran akan pentingnya sistem keamanan dalam melindungi aset perusahaan, berupa data dan informasi, telah meningkat. Hal tersebut disebabkan karena
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam metodologi penelitian ini akan dijelaskan fakta-fakta atau prinsipprinsip (baik kegiatan untuk penemuan, pengujian atau pengembangan) dari suatu pengetahuan dengan cara
BAB I PENDAHULUAN. memungkinkan pemakaian secara bersama data, perangkat lunak dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia telekomunikasi saat ini sangat pesat seiring dengan peningkatan kebutuhan layanan yang cepat dan efisien. Begitu juga dengan komunikasi data,
Penyusunan Perencanaan Keberlangsungan Bisnis PT PLN (Persero) APD Jateng dan DIY dengan ISO dan Metode OCTAVE
A737 Penyusunan Perencanaan Keberlangsungan Bisnis PT PLN (Persero) APD Jateng dan DIY dengan ISO 22301 dan Metode OCTAVE Azmi Afifah Zahra, Apol Pribadi, dan Eko Wahyu Tyas D Jurusan Sistem Informasi,
Langkah langkah FRAP. Daftar Risiko. Risk
L1 Langkah langkah FRAP Daftar Risiko Risk Risiko Tipe Prioritas Awal # 1 Kerusakan Database dikarenakan kegagalan INT B hardware 2 Staff internal sengaja memodifikasi data untuk INT C keuntungan kelompok
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis pada PT XL Axiata Tbk. dengan menggunakan metode FRAAP, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Terdapat
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Karya tulis ilmiah merupakan hasil dari sebuah penelitian, dan penelitian adalah salah satu kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan melakukan penelitian diharapkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Pada pendahuluan perlu dikemukakan hal-hal yang mendorong atau argumentasi pentingnya dilakukan penelitian. Dalam pendahuluan diuraikan proses dalam mengidentifikasi masalah penelitian.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
B A N D U N G STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR BAGIAN KETIGA DIVISI PENGEMBANGAN APLIKASI PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN PANGKALAN DATA 2017 BANDUNG Nomor Dokumen Pembuatan PTIPD-SOP-3-001 3 November 2017 KEMENTRIAN
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KEAMANAN JARINGAN
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR Disiapkan oleh, Diperiksa oleh, Disahkan oleh, Muchlis, S.Kom., M.Si Ketua Tim Standar Sistem Informasi Yeni Yuliana, S.Sos.I., M.Pd.I Ariansyah, S.Kom., M.Kom Ketua Penjaminan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Dalam bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan tugas akhir, lingkup tugas akhir, metodlogi tugas akhir, dan sistematika penulisan laporan tugas
MODEL PENILAIAN RISIKO ASET TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN ISO DAN ISO/IEC STUDI KASUS : POLITEKNIK POS INDONESIA (POLTEKPOS)
MODEL PENILAIAN RISIKO ASET TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN ISO 31000 DAN ISO/IEC 27001. STUDI KASUS : POLITEKNIK POS INDONESIA (POLTEKPOS) Roni Habibi 1), Indra Firmansyah 2) 1) Teknik Informatika Politeknik
BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya client server berbasis web.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Client Server merupakan aplikasi yang banyak kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya client server berbasis web. Aplikasi client server yang berbasis
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada zaman dimana teknologi informasi semakin berkembang dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman dimana teknologi informasi semakin berkembang dengan sangat cepat ini, kebutuhan dan ketergantungan setiap individu maupun suatu organisasi dan dunia usaha
PROSEDUR KEAMANAN JARINGAN SPMI - UBD
PROSEDUR KEAMANAN JARINGAN SPMI - UBD SPMI UBD Universitas Buddhi Dharma Jl. Imam Bonjol No. 41 Karawaci, Tangerang Telp. (021) 5517853, Fax. (021) 5586820 Home page : http://buddhidharma.ac.id Disetujui
BAB I PENDAHULUAN. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. letak geografisnya dan dapat dilakukannya dengan baik. banyak cabang di lokasi yang berbeda tentu harus dapat memonitor cabang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.1.1 Perkembangan Internet Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komputerisasi, jaringan komputer tentu sangat bermanfaat, antara lain membuat
BAB 1 PENDAHULUAN. dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Salah satu teknologi yang sangat banyak
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di dalam era globalisasi saat ini semakin dirasakan pentingnya peranan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Salah satu teknologi yang sangat banyak digunakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jaringan komputer merupakan salah satu infrastruktur yang harus ada pada sebuah perusahaan. Baik perusahaan skala kecil, menengah, hingga yang besar membutuhkan jaringan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teori-Teori Umum 2.1.1. Sistem Menurut Mulyadi (1997) sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama
BAB I PENDAHULUAN. PT. Varia Usaha Beton merupakan anak usaha dari PT. Semen Gersik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Varia Usaha Beton merupakan anak usaha dari PT. Semen Gersik (persero) Tbk. Sampai saat ini PT. Varia Uasaha Beton mempunyai cabang (plant) di daerah Jawa Timur,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Skripsi/Tugas Akhir adalah merupakan karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa berdasarkan hasil penelitian laboratorium atau penelitian lapangan dengan bimbingan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan teknologi modern sangat berperan dalam menunjang pekerjaan dan aktifitas sehari-hari. Pekembangan teknologi informasi telah mengubah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat telah menjangkau aktivitas manusia baik secara individual maupun organisasional. Teknologi informasi telah bertransformasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Prospek Transindo Utama adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyewaan kendaraan. Kantor pusat perusahaan ini terletak di daerah Jakarta Utara. Penggunaan
BAB 1 PENDAHULUAN. banyaknya penggunaan komputer di berbagai bidang. Banyak perusahaan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, teknologi informasi berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penggunaan komputer di berbagai bidang. Banyak perusahaan yang menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. merupakan salah satu diantaranya. Sistem e-learning atau sistem
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat telah banyak mempengaruhi berbagai bidang kehidupan manusia. Bidang pendidikan juga merupakan salah satu diantaranya.
PERATURAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL, Menimbang : a. bahwa
PENGUKURAN RISIKO PADA PENERAPAN CLOUD COMPUTING UNTUK SISTEM INFORMASI (Studi Kasus Universitas Bina Darma)
Seminar Nasional Magister Teknik Informatika (SEMNASTIK) VI Palembang-Indonesia, 22-23 Agustus 2014 PENGUKURAN RISIKO PADA PENERAPAN CLOUD COMPUTING UNTUK SISTEM INFORMASI (Studi Kasus Universitas Bina
MANAJEMEN RISIKO SISTEM INFORMASI
BAB 4 MANAJEMEN RISIKO SISTEM INFORMASI 4.1 Latar Belakang Pembahasan Untuk mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan manajemen risiko sistem informasi.wawancara dilakukan langsung kepada Manajer
BAB I PENDAHULUAN. tamu dan karyawan yang keluar masuk di PT Bio Farma. maka penyusun. dengan judul PERANCANGAN SISTEM INFORMASI BUKU TAMU DAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi informasi berkembang semakin pesat dan merambah ke berbagai sisi kehidupan manusia di berbagai sektor kehidupan. Sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN. kebutuhan akan fasilitas alat kesehatan di Indonesia semakin hari semakin
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya pelayanan kesehatan di Indonesia, kebutuhan akan fasilitas alat kesehatan di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Institusi kesehatan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi merupakan teknologi yang dapat digunakan untuk membantu manusia dalam memproses data untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat. Perkembangan teknologi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan teknologi informasi di Indonesia saat ini telah mengalami
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi di Indonesia saat ini telah mengalami pertumbuhan yang begitu pesat. Setiap perusahaan memerlukan suatu sistem yang dapat beradaptasi
PERANCANGAN PERLINDUNGAN PERANGKAT LUNAK SEBAGAI ASET INFORMASI TERHADAP MALICIOUS CODE DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERITAS PASUNDAN
PERANCANGAN PERLINDUNGAN PERANGKAT LUNAK SEBAGAI ASET INFORMASI TERHADAP MALICIOUS CODE DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERITAS PASUNDAN TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata
TUGAS AKHIR. Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan Bandung
PENGUKURAN TINGKAT KEPEDULIAN KARYAWAN TERHADAP KEAMANAN LINGKUNGAN KERJA BERDASARKAN ISO 27001:2013 (STUDI KASUS: FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk
Standar Internasional ISO 27001
Standar Internasional ISO 27001 ISO 27001 merupakan standar internasional keamanan informasi yang memuat persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dalam usaha menggunakan konsepkonsep keamanan informasi
ANALISIS MANAJEMEN RESIKO PADA PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI SMART PMB DI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ANALISIS MANAJEMEN RESIKO PADA PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI SMART PMB DI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Eli Pujastuti 1), Asro Nasiri 2) 1), 2) Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta Jl Ring road Utara, Condongcatur,
1 BAB I PENDAHULUAN. informasi dalam segala bentuknya (McKeown, 2002).Infrastruktur teknologi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi merujuk pada seluruh bentuk teknologi yang digunakan untuk menciptakan, menyimpan, mengubah, dan menggunakan informasi dalam segala bentuknya
II. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI
Yth. 1. Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi; dan 2. Pengguna Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, di tempat. SALINAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA
BAB 1 PENDAHULUAN. yang dapat dilakukan oleh perusahaan. kepada partner bisnisnya dan dapat melakukan pemesanan secara online.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini teknologi di dunia berkembang sangat pesat, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi informasi berbasis web. Situasi seperti inilah yang memacu perusahaan
PEMBUATAN STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEAMANAN HARDWARE BERDASARKAN ISO/IEC 27001:2013
PEMBUATAN STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEAMANAN HARDWARE BERDASARKAN ISO/IEC 27001:2013 (Studi kasus : Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat
TUGAS AKHIR. Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan Bandung
PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KEAMANAN SERVER BERDASARKAN PENDEKATAN ISO 27001:2013 (studi kasus :Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Bandung) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan pesatnya perkembangan penggunaan komputer sebagai alat bantu manusia di berbagai bidang kehidupan, semakin besar pula jenis software yang digunakan.virus
BAB 4 PENGUKURAN MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI. Untuk memperoleh data yang berhubungan dengan pengukuran risiko, maka
BAB 4 PENGUKURAN MANAJEMEN RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI 4.1 Latar Belakang Pembahasan Untuk memperoleh data yang berhubungan dengan pengukuran risiko, maka dilakukan wawancara kepada Kepala Bagian Infrastruktur
