BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
|
|
|
- Hadi Tanuwidjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kasus peledakan bom yang dilakukan oleh kelompok teroris umumnya bermotif ideologi, politik, agama, ekonomi atau balas dendam dan mendapat perhatian luas dari masyarakat baik didalam negeri maupun dunia internasional karena dapat menimbulkan rasa takut ditengah kehidupan masyarakat serta secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap kesetabilan keamanan dalam negeri dan dapat berdampak negatif terhadap investasi asing maupun menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Sejak tahun 2000-an hingga pertengahan tahun 2009 Puslabfor Polri dan semua Labfor Cabangnya di Polda-Polda diseluruh Indonesia telah banyak melakukan pemeriksaan baik terhadap Tempat Kejadian Perkara maupun analisis barang bukti ledakan bom yang terjadi di beberapa wilayah Republik Indonesia dimana kasus terakhir diperiksa adalah ledakan bom di JW Marriot-Ritz Carlton yang terjadi pada bulan Juli 2009 yang lalu. Dan dari data di Puslabfor Polri diperoleh data bahwa > 70 % dari kasus bom yang dianalisa menggunakan bahan peledak utama (main charge) campuran kalium klorat, sulfur dan aluminium powder. Kasus bom lainnya yang mendapat perhatian dunia adalah bom Bali I tahun 2002 yang cukup dahsyat dan banyak memakan korban manusia serta menimbulkan kerugian harta benda yang besar, sehingga ada pendapat yang menyatakan bahwa ledakan tersebut berasal dari ledakan mikro nuklir. Dari analisis residu ledakan yang dilakukan oleh Puslabfor Polri dan Australian Federal Police (AFP) terdapat perbedaan hasil anslisis yaitu Puslabfor Polri tidak menemukan adanya ion klorat, tetapi menemukan Tri Nitro Toluena (TNT), Cyclotrimethylenetrinitramine atau cyclonit ( RDX) dan Pentaerythritol tetranitrate ( PETN ), sementara AFP menemukan adanya ion klorida, ion kalium dan ion sulfat dalam konsentrasi tinggi tetapi tidak menemukan TNT, RDX dan PETN, sehingga AFP menyimpulkan bahwa bahan peledak utama bom Bali I menggunakan campuran bahan peledak kalium klorat dan sulfur. 1
2 Perbedaan hasil analisa ini menjadi menarik untuk dipelajari oleh karena itu diperlukan penelitian dan pembuktian secara ilmiah sehingga tidak menimbulkan polemik ditengah masyarakat. Kami berpendapat bahwa tidak ditemukannya ion klorat pada analisis yang dilakukan Puslabfor Polri adalah disebabkan oleh mekanisme ledakan bom Bali I menggunakan booster TNT yang dililiti detonating cord sesuai dengan keterangan salah satu tersangka yakni Ali Imron dalam Buku Putih Bom Bali (2004), sehingga dari ledakan booster memperbesar shock wave (gelombang kejut) dan menghasilkan suhu cukup tinggi ( > C ) yang dapat mengubah kalium klorat ( titik didih C) dan sulfur (titik didih C) menjadi fase uap, akibatnya antara shock wave dan suhu tinggi saling bersinergi untuk meledakkan main charge dan terjadi reaksi yang dahsyat karena berlangsung pada fase uap. Oleh karena reaksi berjalan pada fase uap maka reaksi yang terjadi lebih sempurna yang berarti konsentrasi ion klorat yang terdekomposisi lebih tinggi atau dengan kata lain ion klorida dan ion sulfat yang terbentuk semakin tinggi, sebaliknya konsentrasin ion klorat yang sisa semakin rendah. Campuran kalium klorat, sulfur dan aluminium powder digolongkan sebagai flash powder yang banyak digunakan pada industri kembang api, petasan, korek api yang biasanya menghasilkan cahaya dan jika terjadi ledakan biasanya lemah atau ledakan berkekuatan rendah. Namun demikian jika dirancang dengan formulasi tertentu dan menggunakan wadah atau kontainer kuat dan sempit (confined) maka campuran ini dapat terdetonasi sehingga pada kondisi ini bahan peledak tersebut sudah dapat digolongkan sebagai bahan peledak high explosive. Campuran bahan peledak kalium klorat yang sudah dikenal antara lain adalah dengan bahan organik seperti gula atau minyak yang dikelompokkkan sebagai Improvised Explosive Devic (Saferstein, 2002). Pada buku The Terrorist Hanbook, Gunzenboom Pyro-Technologies (2002) dijelaskan bahwa kelompok teroris telah menegembangkan penggunaan kalium klorat sebagai bahan peledak untuk bom rakitan yaitu dengan campuran vaselin atau petroleum jelly dengan perbandingan sebagai berikut yaitu kalium klorat 9 bagian berbanding vaselin 1 bagian dimana apabila terhadap campuran ini diberi shock wave akan terjadi ledakan yang lebih kuat dari black powder
3 yaitu dengan kecepatan detonasi berada pada area kecepatan detonasi high explosive atau dengan kata lain sifat ledakan yang terjadi relatif kuat. Menurut J. Kohler dan Rudolf Meyer dalam bukunya Explosive edisi keempat tahun 1993, bahwa penggolongan bahan peledak low explosive dan high explosive adalah didasarkan pada kecepatan detonasinya yaitu dengan kecepatan detonasi pada kisaran antara m/det digolongkan kedalam bahan peledak high explosive, sedangkan dengan kecepatan yang lebih rendah dari 1500 m/det digolongkan dalam bahan peledak low explosive. Dari penelitian yang dilakukan Puslabfor Bareskrim Polri bekerja sama dengan PT. Dahana Tasikmalaya pada tahun 2007 diperoleh hasil bahwa kecepatan detonasi dari campuran kalium klorat, sulfur dan aluminium dalam kontainer pipa paralon dan pipa besi yang dipicu oleh detonator pabrik diperoleh kecepatan detonasi sebesar 2700 m/det, hal ini menunjukkan bahwa kecepatan detonasi campuran bahan peledak tersebut berada pada kisaran kecepatan detonasi high explosive. Penelitian terhadap penggunaan kalium klorat sebagai bahan peledak adalah sangat terbatas dimana penelitian biasanya dilakukan dalam skala laboratorium terutama berkaitan dengan sifat-sifat klorat sebagai oksidator kuat terutama berkaitan dengan sifat kinetika kimianya. Lajos Szirovica (2009) telah mempelajari sifat kinetika reaksi klorat (ClO - 3 ) dengan SO - 3 dan H 2 SO 3 yaitu untuk menentukan kecepatan reaksi dengan mengukur konsentrasi dari konsentrasi Cl - dan H +. Demikian juga publikasi atau informasi tentang penggunaan kalium klorat sebagai bahan peledak khususnya bahan peledak high explosive sangat terbatas dan sulit diperoleh tetapi publikasi yang ada umumnya hanya berkaitan dengan penggunaanya sebagai pyrotechnic atau kebutuhan pada dunia industri yang lainnya. Oleh karena itu kami ingin melakukan penelitian tentang penggunaan bahan kimia campuran tepung kalium klorat, sulfur dan aluminium ini sebagai bahan peledak yang bersifat high explosive yaitu dengan merancang ledakan bom rakitan menggunakan kontainer pipa galvanis serta sebagai pemicu ledakan dibuat bervariasi antara lain berupa detonator rakitan, detonator pabrik, detonator pabrik dengan tandem booster TNT, dan memodifikasi booster dengan memberi lapisan plat Pb maupun membuat rongga antara booster dengan main charge.
4 Kemudian juga dilakukan peledakan dengan menggunakan booster daya gel magnum sebagai perbandingan. Selanjutnya masing-masing bom rakitan sesuai dengan rancangan tersebut diatas diledakan dan dihitung kecepatan detonasinya menggunakan Dautriche Methode untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan tandem booster terhadap kecepatan detonasi bahan peledak tersebut. Analisis terhadap residu ledakan dilakukan secara kualitatif dengan reaksi kimia (spot test) dan dengan alat Ion Scan, selanjutnya analisis kuantitatif dilakukan dengan metode Kromatografi Ion untuk mengetahui konsentrasi ion klorat yang terdekomposisi menjadi ion klorida sehingga diharapkan dapat menjelaskan permasalahan yang berkaitan dengan bom Bali I 2002 terutama tentang adanya perbedaaan hasil analisis dari Puslabfor Bareskrim Polri dengan temuan Polisi Federal Australia tentang bahan peledak utama yang digunakan Perumusan Permasalahan Campuran tepung kalium klorat, sulfur, dan aluminium yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai bahan pyrotechnic dan banyak digunakan pada pembuatan korek api dan petasan atau juga dikenal sebagai flash powder untuk pembuatan kembang api, dalam penggunaannya hanya menimbulkan ledakan kecil (low explosive) disertai timbulnya asap atau nyala api. Akan tetapi pada kenyataannya di Indonesia khususnya sejak tahun 2000 hingga kasus terakhir pada bulan Juli 2009 yang lalu kelompok teroris banyak menggunakannya sebagai bahan peledak high expolsive yang dapat menimbulkan kerusakan yang besar disertai dengan korban manusia dan kebakaran hebat. Salah satu kasus bom rakitan yang menjadi perhatian dunia karena ledakannya sangat dahsyat dan menimbulkan kerusakan harta benda yang besar disertai kebakaran hebat maupun memakan korban manusia cukup banyak adalah Bom Bali tahun Dari aspek hukum dan investigasi Polri sudah berhasil menangkap dan membongkar jaringan teroris pelaku bom tersebut, tetapi dari aspek ilmiah khususnya tentang jenis bahan peledak yang digunakan masih ada kontroversi yang perlu dibuktikan secara ilmiah yaitu adanya perbedaan hasil analisis antara
5 Polri yang tidak menemukan klorat sedangkan Polisi Federal Australia menyimpulkan bahwa bahan peledak yang digunakan adalah klorat. Diperkirakan timbulnya ledakan yang sangat kuat (high explosive) adalah disebabkan oleh penggunaan tandem booster TNT pada rangkaian bom rakitan tersebut seperti yang diterangkan oleh salah satu tersangka Ali Imron, maka dengan adanya booster tersebut akan menghasilkan suhu ekstra tinggi yang berarti bahwa reaksi berjalan pada fase uap/gas sehingga terjadi reaksi yang dahsyat dan ledakan bersifat high explosive. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalaqm penelitian ini dapat dirumuskan suatu permasalahan yaitu : Apakah penggunaan tandem booster TNT yang pada ledakannya menghasilkan suhu ekstra tinggi dapat mengubah campuran bahan peledak tepung kalium klorat, sulfur dan aluminium menjadi fase uap mengakibatkan reaksi yang terjadi lebih cepat dan dahsyat sehingga sifat ledakan menjadi high explosive, dan ion klorat tidak terdeteksi lagi pada residu ledakan tetapi terdeteksi sebagai ion klorida sebagai mana hasil analisis Australian Federal Police pada residu ledakan bom Bali tahun Hipotesa. Bahwa pada reaksi suhu ekstra tinggi yang dihasilkan dari ledakan tandem booster TNT, campuran bahan peledak tepung kalium klorat, sulfur dan aluminium dapat diubah menjadi fase uap sehingga reaksi lebih cepat dan dahsyat serta ledakan yang terjadi bersifat high explosive dan pada residu ledakan tidak terdeteksi lagi ion klorat tetapi sebagai ion klorida dalam konsentrasi tinggi Tujuan Penelitian. Untuk membuktikan apakah penggunaan tandem booster TNT pada bom rakitan dengan rangkaian yang menyerupai atau ada kemiripan dengan rangkaian bom Bali 2002 dapat mengubah kecepatan detonasi bahan peledak campuran tepung kalium klorat, sulfur dan aluminium menjadi high explosive karena reaksi
6 berjalan pada suhu tinggi yang dapat mengubah campuran bahan peledak tersebut menjadi fase uap, sehingga pada`residu ledakan tidak ditemukan ion klorat ditemukan tetapi terdeteksi sebagai ion klorida dalam konsentrasi tinggi Manfaat Penelitian. Dari hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk : a. Sebagai bahan masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan bahan peledak (explosive material) terutama pemanfaatan kalium klorat sebagai bahan peledak high explosive. b. Untuk memberi masukan kepada pimpinan Polri dalam menyamakan pandangan dan pendapat antara Polri dan Australian Fedral Police khususnya tentang analisis residu bom Bali I tahun c. Penelitian ini juga diharapkan bermanfaat bagi petugas Puslabfor Bareskrim Polri sebagai pedoman analisis residu bahan peledak dan untuk antisipasi terhadap aksi peledakan bom yang mungkin dilakukan oleh teroris dimasa mendatang.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bahan Peledak Bahan peledak dapat di defenisikan sebagai suatu bahan atau campuran bahan yang dengan spontan dapat berubah secara kimia tanpa suplay oksigen dari luar dan melepaskan
KLASIFIKASI MINERAL. Makro : Kebutuhan minimal 100 mg/hari utk orang dewasa Ex. Na, Cl, Ca, P, Mg, S
ANALISIS KADAR ABU ABU Residu anorganik dari proses pembakaran atau oksidasi komponen organik bahan pangan. Kadar abu dari bahan menunjukkan : Kadar mineral Kemurnian Kebersihan suatu bahan yang dihasilkan
BAB 6 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERORISME
BAB 6 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERORISME I. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI Peran Pemerintah dan masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi terorisme sudah menunjukan keberhasilan yang cukup berarti,
Nama : Irritant. Lambang : Xi. Contoh : NaOH, C 6 H 5 OH, Cl 2. Nama : Harmful. Lambang : Xn
Seperti yang telah kita ketahui, bahan-bahan kimia yang biasa terdapat di laboratorium kimia banyak yang bersifat berbahaya bagi manusia maupun bagi lingkungan sekitar. Ada yang bersifat mudah terbakar,
Jenis - Jenis Detonator PT. Dahana, Orica, DNX, dan MNK
Jenis - Jenis Detonator PT. Dahana, Orica, DNX, dan MNK 1. PT. Dahana PT. Dahana memproduksi Dayadet (detonator produksi Dahana) dengan jenis detonator elektrik dan detonator nonel. Sumber: dahana.com
ANALISIS KADAR ABU DAN MINERAL
ANALISIS KADAR ABU DAN MINERAL OLEH KELOMPOK 8 1. NI WAYAN NIA ARISKA PURWANTI (P07134013010) 2. NI KADEK DWI ANJANI (P07134013021) 3. NI NYOMAN SRI KASIHANI (P07134013031) 4. GUSTYARI JADURANI GIRI (P07134013039)
SISTEM PIROTEKNIK PADA ROKET
SISTEM PIROTEKNIK PADA ROKET Sukandi Nasir Rohili Peneliti Pusat Teknologi Wahana Dirgantara, LAPAN RINGKASAN Piroteknik adalah salah satu instrumen yang banyak dipakai pada peroketan, apalagi pada roket
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Berawal dari aksi teror dalam bentuk bom yang meledak di Bali pada
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berawal dari aksi teror dalam bentuk bom yang meledak di Bali pada tanggal 12 oktober 2002 hingga bom yang meledak di JW Marriott dan Ritz- Carlton Jumat pagi
STUDI TENTANG PENGARUH LEDAKAN 3 BAHAN PELEDAK BERKEKUATAN TINGGI PADA DINDING KONKRET BERTULANG
STUDI TENTANG PENGARUH LEDAKAN 3 BAHAN PELEDAK BERKEKUATAN TINGGI PADA DINDING KONKRET BERTULANG Disusun oleh : Danny Ferdiansyah 2107 100 177 Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA. Teknik
BAB I PENDAHULUAN. Mallard dan Chatelier tercatat sebagai orang pertama yang menyelidiki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mallard dan Chatelier tercatat sebagai orang pertama yang menyelidiki fenomena detonasi. Hal ini bermula pada suatu peristiwa ledakan yang tidak lazim di dalam gua
BAB 5 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERORISME
BAB 5 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERORISME BAB 5 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERORISME A. KONDISI UMUM Keterlibatan dalam pergaulan internasional dan pengaruh dari arus globalisasi dunia, menjadikan
BAB 5 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERORISME
BAB 5 PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TERORISME A. KONDISI UMUM Keterlibatan dalam pergaulan internasional dan pengaruh dari arus globalisasi dunia, menjadikan Indonesia secara langsung maupun tidak langsung
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS BAHAN MAKANAN ANALISIS KADAR ABU ABU TOTAL DAN ABU TIDAK LARUT ASAM
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS BAHAN MAKANAN ANALISIS KADAR ABU ABU TOTAL DAN ABU TIDAK LARUT ASAM Kelompok 10 Delis Saniatil H 31113062 Herlin Marlina 31113072 Ria Hardianti 31113096 Farmasi 4B PRODI
JURNAL PRAKTIKUM SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK 12 Mei 2014
JURNAL PRAKTIKUM SENYAWA ORGANIK DAN ANORGANIK 12 Mei 2014 Oleh KIKI NELLASARI (1113016200043) BINA PUTRI PARISTU (1113016200045) RIZQULLAH ALHAQ F (1113016200047) LOLA MUSTAFALOKA (1113016200049) ISNY
K3 KEBAKARAN. Pelatihan AK3 Umum
K3 KEBAKARAN Pelatihan AK3 Umum Kebakaran Hotel di Kelapa Gading 7 Agustus 2016 K3 PENANGGULANGAN KEBAKARAN FENOMENA DAN TEORI API SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN FENOMENA & TEORI API Apakah...? Suatu proses
BAB III KESIMPULAN. Nama Praktikan/11215XXXX 4
BAB III KESIMPULAN 3.1 Kriteria Penggalian Kemampuan untuk menaksir kemampugalian suatu massa batuan sangatlah penting, apalagi bila akan mengunakan alat gali mekanis kontinu. Tujuan memelajari kriteria
MATERI DAN PERUBAHANNYA. Kimia Kesehatan Kelas X semester 1
MATERI DAN PERUBAHANNYA Kimia Kelas X semester 1 SKKD STANDAR KOMPETENSI Memahami konsep penulisan lambang unsur dan persamaan reaksi. KOMPETENSI DASAR Mengelompokkan sifat materi Mengelompokkan perubahan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Indonesia sebagai negara berkembang memiliki stabilitas ekonomi yang cenderung naik turun. Oleh karena itu, kini Pemerintah Indonesia sedang giat dalam meningkatkan
8.15 Pengamat Sosial -Prof Tajjudin Nur Effendi-
Sahabat MQ/ Tepat hari Jum at yang lalu bangsa Insdonesia dikehutkan oleh ledakan di dua hotel bertarap internasional JW. Marriot dan Ritz Carlton/ yang notabene kedua hotel itu pusatnya di AS// Berbagai
MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan
MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan - Siswa mampu membuktikan penurunan titik beku larutan akibat penambahan zat terlarut. - Siswa mampu membedakan titik beku larutan elektrolit
BAB I PENDAHULUAN A. Judul percobaan B. Tujuan praktikum
BAB I PENDAHULUAN A. Judul percobaan Pengenceran Suatu Larutan B. Tujuan praktikum Melatih menggunakan labu ukur di dalam membuat pengenceran atau suatu larutan. 1 BAB II METODE A. Alat dan Bahan Alat:
BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON
BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON Air merupakan salah satu bahan pokok dalam proses pembuatan beton, peranan air sebagai bahan untuk membuat beton dapat menentukan mutu campuran beton. 4.1 Persyaratan
ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS PADA PELAPISAN KOMPOSIT MENGGUNAKAN TIMAH PUTIH
TUGAS AKHIR ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS PADA PELAPISAN KOMPOSIT MENGGUNAKAN TIMAH PUTIH Disusun : SARYANTO NIM : D 200 040 103 JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
IDENTIFIKASI BAHAYA BAHAN KIMIA
IDENTIFIKASI BAHAYA BAHAN KIMIA IDENTIFIKASI BAHAYA BAHAN-BAHAN KIMIA Dalam upaya memastikan bahan kimia yang berbahaya ada di tempat kerja, maka perlu dilakukan identifikasi awal. Identifikasi awal dapat
LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION
LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION By Djadjat Tisnadjaja 1 Jenis analisis Analisis makro Kuantitas zat 0,5 1 g Volume yang dipakai sekitar 20 ml Analisis semimikro Kuatitas zat sekitar 0,05 g Volume
Materi 6. Oleh : Agus Triyono, M.Kes. td&penc. kebakaran/agust.doc 1
Materi 6 Oleh : Agus Triyono, M.Kes td&penc. kebakaran/agust.doc 1 TETRA HEDRON KESELAMATAN MENGENALI MENGHINDARI BAHAYA PELATIHAN KESEHATAN FISIK PERLENGKAPAN PELINDUNG TUBUH td&penc. kebakaran/agust.doc
TUGAS AKHIR STUDI BENTUK, UKURAN DAN KEKERASAN HASIL COR ULANG SERBUK HASIL ATOMISASI SEMPROT UDARA TIMAH PUTIH
TUGAS AKHIR STUDI BENTUK, UKURAN DAN KEKERASAN HASIL COR ULANG SERBUK HASIL ATOMISASI SEMPROT UDARA TIMAH PUTIH Tugas Akhir Ini Disusun Guna Memperoleh Gelar Kesarjanaan Strata Satu Pada Jurusan Teknik
BAB I PENDAHULUAN. terutama sejak terjadinya peristiwa World Trade Centre (WTC) di New York,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Terorisme di dunia bukanlah merupakan hal baru, namun menjadi aktual terutama sejak terjadinya peristiwa World Trade Centre (WTC) di New York, Amerika Serikat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam bab ini diuraikan mengenai hasil dari penelitian yang telah dilakukan,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini diuraikan mengenai hasil dari penelitian yang telah dilakukan, temuan penelitian, dan pembahasannya. Hasil penelitian yang diperoleh disajikan dalam
ALAT ANALISA. Pendahuluan. Alat Analisa di Bidang Kimia
Pendahuluan ALAT ANALISA Instrumentasi adalah alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks Secara umum instrumentasi
IDENTIFIKASI BAHAYA B3 DAN PENANGANAN INSIDEN B3
1 dari 7 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) Tanggal terbit Ditetapkan, Direktur RS. Dedy Jaya Brebes PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN PROSEDUR dr. Irma Yurita 1. Identifikasi bahaya B3 (Bahan Berbahaya dan
LAPORAN KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI LIMBAH ALUMUNIUM FOIL
LAPORAN KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI LIMBAH ALUMUNIUM FOIL KELOMPOK : 3 NAMA NIM APRIANSYAH 06111010020 FERI SETIAWAN 06111010018 ZULKANDRI 06111010019 AMALIAH AGUSTINA 06111010021 BERLY DWIKARYANI
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni tahun 2012 Januari 2013 di Laboratorium Riset Kimia dan Laboratorium Kimia Analitik Instrumen Jurusan Pendidikan
KADAR ABU & MINERAL. Teti Estiasih - THP - FTP - UB
KADAR ABU & MINERAL 1 PENDAHULUAN Analisis kadar abu penting untuk bahan atau produk pangan Menunjukkan kualitas seperti pada teh, tepung, atau gelatin Merupakan perlakuan awal untuk menentukan jenis mineral
bdtbt.esdm.go.id TEKNIK PELEDAKAN Rochsyid Anggara, ST
TEKNIK PELEDAKAN Rochsyid Anggara, ST Teknik Peledakan merupakan tindak lanjut dari kegiatan pemboran, dimana tujuannya adalah untuk melepaskan batuan dari batuan induknya agar menjadi fragmen-fragmen
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG
Oksidasi dan Reduksi
Oksidasi dan Reduksi Reaksi kimia dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara antara lain reduksi-oksidasi (redoks) Reaksi : selalu terjadi bersama-sama. Zat yang teroksidasi = reduktor Zat yang tereduksi
4006 Sintesis etil 2-(3-oksobutil)siklopentanon-2-karboksilat
NP 4006 Sintesis etil 2-(3-oksobutil)siklopentanon-2-karboksilat CEt + FeCl 3 x 6 H 2 CEt C 8 H 12 3 C 4 H 6 C 12 H 18 4 (156.2) (70.2) (270.3) (226.3) Klasifikasi Tipe reaksi dan penggolongan bahan Adisi
BAB VI REAKSI KIMIA. Reaksi Kimia. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas IX 67
BAB VI REAKSI KIMIA Pada bab ini akan dipelajari tentang: 1. Ciri-ciri reaksi kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi kimia. 2. Pengelompokan materi kimia berdasarkan sifat keasamannya.
BAB III. TEORI DASAR
BAB III. TEORI DASAR Pemberaian suatu batuan merupakan salah satu kegiatan utama dalam suatu kegiatan penambangan dan salah satu metode yang sering digunakan adalah pemboran dan peledakan selain digaru,
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penelitian Pendahuluan Penelitian pendahuluan ini merupakan salah satu cara untuk mengetahui dapat atau tidaknya limbah blotong dibuat menjadi briket. Penelitian pendahuluan
BAB VI PENUTUP. perusakan dan pembakaran. Wilayah persebaran aksi perkelahian terkait konflik
BAB VI PENUTUP VI.1 Kesimpulan Konflik TNI-Polri selama periode pasca Reformasi, 80% merupakan aksi perkelahian dalam bentuk penganiayaan, penembakan, pengeroyokan dan bentrokan; dan 20% sisanya merupakan
Pengertian Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun Bahan kimia berbahaya adalah bahan kimia yang memiliki sifat reaktif dan atau sensitif terhadap
Pengertian Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun Bahan kimia berbahaya adalah bahan kimia yang memiliki sifat reaktif dan atau sensitif terhadap perubahan/kondisi lingkungan yang dengan sifatnya tersebut dapat
BAB II LANDASAN TEORI
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahan peledak dalam pertambangan dibutuhkan karena material material batuan yang berada di daerah pertambangan tersebut kadang susah untuk di hancurkan dengan alat
30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya.
30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya. 1. Semua pernyataan berikut benar, kecuali: A. Energi kimia ialah energi
BAHAN PELEDAK KOMERSIAL UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
BAHAN PELEDAK KOMERSIAL UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN A. Defenisi dan Klasifikasi Bahan Peledak Bahan peledak adalah suatu bahan kimia senyawa tunggal atau campuran berbentuk padat,cair gas atau campuranya
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Bahan dan Alat Sampel yang digunakan adalah gorengan berlapis tepung yang diolah sendiri. Jenis gorengan yang diolah mengacu pada hasil penelitian pendahuluan mengenai jenis
SOP MMBC EXPRESS last update: 04 Oktober 2016
SOP MMBC EXPRESS last update: 04 Oktober 2016 1. Silakan lakukan pemesanan di https://klikmbc.co.id/express dan pihak pemesan akan mendapatkan NOMOR AWB / NOMOR RESI (contoh NOMOR AWB: 100123122) 2. Silakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemerintah indonesia saat ini telah mencanangkan kepada masyarakat agar mengganti bahan bakar minyak beralih menggunakan bahan bakar gas untuk keperluan sehari-hari,
Review I. 1. Berikut ini adalah data titik didih beberapa larutan:
KIMIA KELAS XII IPA KURIKULUM GABUNGAN 06 Sesi NGAN Review I Kita telah mempelajari sifat koligatif, reaksi redoks, dan sel volta pada sesi 5. Pada sesi keenam ini, kita akan mereview kelima sesi yang
BAB I PENDAHULUAN. Sampah menjadi masalah bagi sebagian besar masyarakat. indonesia, di daerah perdesaan banyak sekali sampah organik kebun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sampah menjadi masalah bagi sebagian besar masyarakat indonesia, di daerah perdesaan banyak sekali sampah organik kebun yang hanya di buang dan di bakar tanpa ada manfaatnya,
PENGELOLAAN BAHAN DAN LIMBAH KIMIA Oleh: Regina Tutik Padmaningrum Staff Jurdik Kimia, FMIPA, UNY
PENGELOLAAN BAHAN DAN LIMBAH KIMIA Oleh: Regina Tutik Padmaningrum Staff Jurdik Kimia, FMIPA, UNY [email protected] Pengelolaan bahan kimia di laboratorium berarti bagaimana cara mengambil, menggunakan,
Format Validasi Ahli terhadap Buku Ajar Reaksi Redoks dengan Konteks Kembang Api
Lampiran A.4 Format Validasi Ahli terhadap Buku Ajar Reaksi Redoks Konteks Kembang Api Assalamu alaikum wr.wb Yth. Bapak/ Ibu Di Sehubungan penelitian yang saya lakukan judul Pengembangan Buku Ajar Reaksi
LAPORAN PRAKTIKUM SINTESIS KIMIA ORGANIK
LAPORAN PRAKTIKUM SINTESIS KIMIA ORGANIK PEMBUATAN t - BUTIL KLORIDA NAMA PRAKTIKAN : KARINA PERMATA SARI NPM : 1106066460 PARTNER PRAKTIKAN : FANTY EKA PRATIWI ASISTEN LAB : KAK JOHANNES BION TANGGAL
LIMBAH. Pengertian Baku Mutu Lingkungan Contoh Baku Mutu Pengelompokkan Limbah Berdasarkan: 1. Jenis Senyawa 2. Wujud 3. Sumber 4.
LIMBAH Pengertian Baku Mutu Lingkungan Contoh Baku Mutu Pengelompokkan Limbah Berdasarkan: 1. Jenis Senyawa 2. Wujud 3. Sumber 4.B3 PENGERTIAN Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18/1999 Jo.PP 85/1999
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2. Titrasi Permanganometri. Selasa, 6 Mei Disusun Oleh: Yeni Setiartini. Kelompok 3: Fahmi Herdiansyah
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK 2 Titrasi Permanganometri Selasa, 6 Mei 2014 Disusun Oleh: Yeni Setiartini 1112016200050 Kelompok 3: Fahmi Herdiansyah Huda Rahmawati Aida Nadia Rizky Harry Setiawan. PROGRAM
BAHAN KIMIA BERBAHAYA ALDI KURNIA TAMA
BAHAN KIMIA BERBAHAYA ALDI KURNIA TAMA 1417031006 Tabel Bahan Kimia Berbahaya No Nama Bahan Kimia Simbol Keterangan 1 Natrium Peroxide Oksidasi Korosif 2 Acrylamide 3 Sodium Hidroxide Korosif 4 Napthalene
STANDART OPERASIONAL PROSEDURE ( SOP ) PENGAWASAN SENJATA API DAN BAHAN PELEDAK
POLRI DAERAH NUSA TENGGARA BARAT DIREKTORAT INTELKAM STANDART OPERASIONAL PROSEDURE ( SOP ) PENGAWASAN SENJATA API DAN BAHAN PELEDAK I. PENDAHULUAN. 1. Umum. a. Intelijen Keamanan merupakan salah satu
PEMBUATAN GEL FUEL BERBAHAN DASAR ALKOHOL DENGAN GELLING AGENT ASAM STEARAT DAN METIL SELULOSA
LABORATORIUM TEKNOLOGI PROSES KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER PEMBUATAN GEL FUEL BERBAHAN DASAR ALKOHOL DENGAN GELLING AGENT ASAM STEARAT DAN METIL SELULOSA DOSEN PEMBIMBING
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 AREN (Arenga pinnata) Pohon aren (Arenga pinnata) merupakan pohon yang belum banyak dikenal. Banyak bagian yang bisa dimanfaatkan dari pohon ini, misalnya akar untuk obat tradisional
PENDAHULUAN. Tujuan umum. Standar kompetensi dan kriteria unjuk kerja
PENDAHULUAN Materi yang diberikan pada modul ke satu ini merupakan tahap awal untuk mengenal bahan peledak. Modul ini berisikan tiga pembelajaran, yaitu pembelajaran 1 tentang reaksi dan klasifikasi bahan
Panduan Transaksi MMBC EKSPRESS
Panduan Transaksi MMBC EKSPRESS 1. Silahkan Login https://transaksi.klikmbc.co.id/ 2. Klik Menu > Pilih Produk dan Jasa > MMBC Express 3. Silahkan Isi Nama Kota Pickup, Kota Tujuan, Isi Paket / Dokumen,
SISTEM DETEKSI DAN PEMADAMAN KEBAKARAN
LAMPIRAN II PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG KETENTUAN DESAIN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DAN LEDAKAN INTERNAL PADA REAKTOR DAYA SISTEM DETEKSI DAN PEMADAMAN KEBAKARAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2002 TENTANG
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3. Bahan baku dengan mutu pro analisis yang berasal dari Merck (kloroform,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. BAHAN 1. Standar DHA murni (Sigma-Aldrich) 2. Standar DHA oil (Tama Biochemical Co., Ltd.) 3. Bahan baku dengan mutu pro analisis yang berasal dari Merck (kloroform, metanol,
Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 8: Cara uji kadar hidrogen klorida (HCl) dengan metoda merkuri tiosianat menggunakan spektrofotometer
Standar Nasional Indonesia Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 8: Cara uji kadar hidrogen klorida (HCl) dengan metoda merkuri tiosianat menggunakan spektrofotometer ICS 13.040.40 Badan Standardisasi
SEJARAH. Pertama kali digunakan untuk memisahkan zat warna (chroma) tanaman
KROMATOGRAFI PENDAHULUAN Analisis komponen penyusun bahan pangan penting, tidak hanya mencakup makronutrien Analisis konvensional: lama, tenaga beasar, sering tidak akurat, tidak dapat mendeteksi pada
METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Alat dan Bahan Prosedur Penelitian
METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2010 sampai dengan Mei 2011 di Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB),
Soal dan jawaban tentang Kimia Unsur
Soal dan jawaban tentang Kimia Unsur 1. Identifikasi suatu unsur dapat dilakukan melalui pengamatan fisis maupun kimia. Berikut yang bukan merupakan pengamatan kimia adalah. A. perubahan warna B. perubahan
LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITATIF ANION
LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITATIF ANION I. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memahami prinsip-prinsip dasar yang melatarbelakangi prosedur pemisahan anion serta mengidentifikasi jenis anion
BAB I PENDAHULUAN. Prarancangan Pabrik Asam Nitrat Dari Natrium Nitrat dan Asam Sulfat Kapasitas Ton/tahun
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Senyawa nitrat banyak terdapat di alam dalam bentuk garam-garam nitrat. Asam nitrat (HNO 3 ) diperkirakan berasal dari mineral sodium nitrat (NaNO 3 ). Sejak dahulu,
MATERIAL SAFETY DATA SHEET ANILINE 99%
MATERIAL SAFETY DATA SHEET ANILINE 99% Bagian 1: Identifikasi Zat Nama Produk : aniline Sinonim : aminobenzena; Benzenamine; Aminophen Nama Kimia : aniline Formula kimia : C 6 H 5 NH 2 Bagian 2: Identifikasi
TATA CARA PEMBERIAN SIMBOL DAN LABEL BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
Lampiran Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 03 Tahun 2008 Tanggal : 5 Maret 2008 TATA CARA PEMBERIAN SIMBOL DAN LABEL BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN I. PENDAHULUAN Pengelolaan B3 yang mencakup
ANALISA PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DENGAN MELAKUKAN PENGUJIAN NILAI KALOR TERHADAP PERFOMANSI KETEL UAP TIPE PIPA AIR DENGAN KAPASITAS UAP 60 TON/JAM
ANALISA PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DENGAN MELAKUKAN PENGUJIAN NILAI KALOR TERHADAP PERFOMANSI KETEL UAP TIPE PIPA AIR DENGAN KAPASITAS UAP 60 TON/JAM Harry Christian Hasibuan 1, Farel H. Napitupulu 2 1,2 Departemen
Prarancangan Pabrik Asam Nitrat Dari Asam Sulfat Dan Natrium Nitrat Kapasitas Ton Per Tahun BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendirian Pabrik Untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia, salah satu caranya dengan pembangunan industri kimia. Salah satu bentuk industri kimia yaitu industri
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium kimia Analis Kesehatan,
20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian dalam karya tulis ini adalah jenis penelitian eksperimen yang didukung dengan studi pustaka. B. Lokasi dan Waktu Penelitian Tempat
b. Mengubah Warna Indikator Selain rasa asam yang kecut, sifat asam yang lain dapat mengubah warna beberapa zat alami ataupun buatan.
ASAM DAN BASA A. Asam Apa yang kamu ketahui tentang asam? Asam berkaitan dengan salah satu tanggapan indra pengecap kita terhadap suatu rasa masam. Kata asam berasal dari bahasa Latin, yaitu acidus yang
Keluarga terduga teroris gemparkan Surabaya
Keluarga terduga teroris gemparkan Surabaya Senin, 14 Mei 2018 04:48 WIB Walikota Surabaya Tri Rismaharini (tengah) meninjau di lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya,
Pemisahan dengan Pengendapan
Pemisahan dengan Pengendapan Reaksi Pengendapan Pemisahan dengan teknik pengendapan membutuhkan perbedaan kelarutan yang besar antara analit dan material pengganggunya. Pemisahan dengan pengendapan bisa
ANION TIOSULFAT (S 2 O 3
ANION TIOSULFAT (S 2 O 3 2- ) Resume Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mata Kuliah Kimia Analitik I Oleh: Dhoni Fadliansyah Wahyu NIM. 109096000004 PROGRAM STUDI KIMIA JURUSAN MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN
Prarancangan Pabrik Nitrogliserin dari Gliserin dan Asam Nitrat dengan Proses Biazzi Kapasitas Ton/ Tahun BAB II DESKRIPSI PROSES
BAB II DESKRIPSI PROSES 2.1 Spesifikasi Bahan Baku dan Produk 2.1.1 Bahan Baku 1. Gliserin (C3H8O3) Titik didih (1 atm) : 290 C Bentuk : cair Spesific gravity (25 o C, 1atm) : 1,261 Kemurnian : 99,5 %
BAB VI KINETIKA REAKSI KIMIA
BANK SOAL SELEKSI MASUK PERGURUAN TINGGI BIDANG KIMIA 1 BAB VI 1. Padatan NH 4 NO 3 diaduk hingga larut selama 77 detik dalam akuades 100 ml sesuai persamaan reaksi berikut: NH 4 NO 2 (s) + H 2 O (l) NH
PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL. Tanya (T-01) :Bagaimana cara kerja RUST COMBAT?
PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL Tanya (T-01) :Bagaimana cara kerja RUST COMBAT? JAWAB (J-01) : RUST COMBAT bekerja melalui khelasi (chelating) secara selektif. Yaitu proses di mana molekul sintetik yang
PERAWATAN BAHAN PRAKTIKUM KIMIA
( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.word-to-pdf-converter.net PERAWATAN BAHAN PRAKTIKUM KIMIA Oleh: C. Budimarwanti, M.Si PENDAHULUAN Laboratorium kimia merupakan sarana penting untuk pendidikan,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menelan banyak korban sipil tersebut. Media massa dan negara barat cenderung
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Terorisme menjadi tema utama dalam wacana global selain demokrasi dan perekonomian dunia. Sehingga menimbulkan berbagai pernyataan variatif dari berbagai elemen
PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU. Oleh : Dra. ZULTINIAR,MSi Nip : DIBIAYAI OLEH
PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU Oleh : Dra. ZULTINIAR,MSi Nip : 19630504 198903 2 001 DIBIAYAI OLEH DANA DIPA Universitas Riau Nomor: 0680/023-04.2.16/04/2004, tanggal
Kerugian Kecelakaan Kerja (Teori Gunung Es Kecelakaan Kerja)
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) Kerugian Kecelakaan Kerja (Teori Gunung Es Kecelakaan Kerja) Gunung Es kerugian pada kecelakaan kerja kerugian yang "tampak/terlihat" lebih kecil daripada kerugian
BAB I. PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Korosi merupakan proses terdegradasinya suatu material karena pengaruh lingkungan. Sebagai contoh adalah baja yang akan habis karena berkarat saat dibiarkan
PT. BINA KARYA KUSUMA
PT. BINA KARYA KUSUMA www.bkk.id Informasi Teknis RUST PREVENTIVE OIL 05 Januari 2015 1. Pengantar RUST PREVENTIVE OIL adalah bahan kimia yang diformulasikan khusus sebagai anti karat yang bersifat mudah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sehingga dapat menghasilkan data yang akurat.
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Proses pengujian panas yang dihasilkan dari pembakaran gas HHO diperlukan perencanaan yang cermat dalam perhitungan dan ukuran. Teori-teori yang berhubungan dengan pengujian yang
LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK PUSAT STANDARDISASI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN R.I.
02. Sistem Fluida dan Komponen Untuk Penggunaan Umum 1 02.02 Komponen saluran pipa dan saluran pipa Pipa Polietilena untuk Air Minum 06-4829-2005 2-Feb-09 2 02.02 Pipa PVC untuk Saluran Air Buangan di
IMOWu STAINLESS STEEL PER uss S3OT. Small object (Nonferromagnetic stainless steel knife) Pengaturan sensitivitas terhadap benda :
Pengaturan sensitivitas terhadap benda : Large object (Handgun) Berfungsi 0,15 15 astip!» *U- C!i'E-..SIO-«- i ;. :;..:..I«ETEI i -3 ZINC ALLDV 'Ex U'vS Z3553C 28±i -2 STEEL PER UNS G41400 23±1-1 ALUVINUM
BAB 1 PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini, pasar modal semakin banyak mendapat perhatian, baik
BAB 1 PENDAHULUAN Di era globalisasi ini, pasar modal semakin banyak mendapat perhatian, baik dari kalangan investor, emiten, maupun pemerintah, karena perannya yang sangat mendukung bagi perekonomian.
OKSIDASI OLEH SRI WAHYU MURNI PRODI TEKNIK KIMIA FTI UPN VETERAN YOGYAKARTA
KSIDASI MKA PRSES KIMIA LEH SRI WAHYU MURNI PRDI TEKNIK KIMIA FTI UPN VETERAN YGYAKARTA Tipe-tipe proses oksidasi: 1. Dehidrogenasi C 2 H 5 H + ½ 2 etanol CH 3 2. Pemasukan Atom ksigen CH 3 C H + ½ 2 C
BAB I PENDAHULUAN. Di masa sekarang ini pemerintah Indonesia sedang giat-giatnya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di masa sekarang ini pemerintah Indonesia sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan di segala bidang, baik pembangunan fisik maupun pembangunan mental spiritual
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN PERTEMUAN KE-1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN PERTEMUAN KE-1 Sekolah : SMAN 3 Tangerang Selatan Mata Pelajaran : Kimia Kelas/ Semester : XI/ I Tahun Pelajaran : 010/011 Pokok Bahasan : Laju Reaksi
