BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
|
|
|
- Susanto Hendra Hardja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Masa usia dini (nol sampai dengan enam tahun) merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan dalam semua aspek, baik aspek fisik motorik, kognitif, bahasa, maupun aspek lainnya yang berlangsung dengan sangat pesat, (Suyanto, 2005:7). Para ahli menyebutnya sebagai usia emas perkembangan (golden age) dimana perkembangan otak pada anak sangat berkembang pesat yaitu sekitar 50% pada usia 0-4 tahun dan mencapai 80% pada usia 4-8 tahun sehingga dapat menerima berbagai masukan dari lingkungan sekitarnya dan sangat terbuka dalam menerima berbagai macam pembelajaran dan stimulasi yang diberikan (Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, 2004: 3). Stimulasi yang diberikan sejak dini dengan tepat, tentu akan sangat berperan pada perkembangan dan pertumbuhan anak selanjutnya. Senada dengan hal tersebut, Hurlock (1978 : 28) menyatakan bahwa bimbingan sangat diperlukan dalam tahapan awal belajar pada saat peletakan dasar awal. Salah satu satu upaya yang dapat diberikan yaitu melalui layanan pendidikan bagi anak usia dini. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Butir 14 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, 2006: 1). Secara umum, pendidikan anak usia dini dimaksudkan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh sesuai dengan normanorma dan nilai-nilai kehidupan. Pendidikan anak usia dini hendaknya tidak berorientasi akademik, tetapi hendaknya dapat menyediakan pengalaman-
2 pengalaman belajar bagi anak, juga harus disesuaikan dengan kebutuhan, minat dan perkembangan anak (Solehuddin, 1997: 6-9) Banyak para ahli yang memandang usia prasekolah sebagai fase yang sangat fundamental bagi kehidupan individu diantaranya yaitu Santrock dan Yussen (dalam Solehuddin, 1997:2) menganggap usia prasekolah sebagai masa yang penuh dengan kejadian-kejadian penting dan unik yang meletakkan dasar bagi kehidupan seseorang di masa dewasa. Selain itu, Sperry, Hubel dan Wisel juga menjelaskan bahwa perkembangan potensi untuk masing-masing aspek memiliki keterbatasan waktu yang sebagian besar diantaranya terjadi pada masa usia dini (Solehuddin, 1997: 3). Salah satu potensi yang dimiliki oleh anak adalah perkembangan bahasa. Bahasa merupakan aspek yang berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi, sehingga dari adanya komunikasi tersebut dapat saling bertukar informasi, menyampaikan pendapat, menyampaikan keinginan, dan pikirannya terhadap orang lain. Menurut Santrock (dalam Hani Yulindrasari, 2008:1) bahasa merupakan suatu sistem simbol yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa yang digunakan individu untuk berkomunikasi sangatlah beragam, selain itu, setiap negara mempunyai bahasa nasional yang berbeda dengan negara lainnya. Setiap negara juga memiliki bahasa daerah yang beraneka ragam, sehingga sangat memungkinkan adanya penggunaan dua bahasa atau lebih dalam melakukan komunikasi. Warga Indonesia juga mengenal berbagai macam bahasa sejak dari anak-anak hingga dewasa. Pertama kali, anak-anak belajar bahasa ibu dan ada juga belajar bahasa daerah, hingga memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar anak-anak sudah mempelajari bahasa-bahasa asing. Sri Utari Subyakto-Nababan (Hermawan, 2011: 55) mengatakan bahwa bahasa asing merupakan bahasa yang digunakan oleh orang asing, yakni orang yang ada di luar lingkungan masyarakat dalam kelompok atau bangsa. Di Indonesia, selain mempelajari bahasa Indonesia yang merupakan bahasa pengantar, sudah banyak juga yang mempelajari bahasa-bahasa asing seperti bahasa Jerman, Jepang, Mandarin, Korea, Inggris Prancis, dan Arab. Menurut Kosasih pembelajaran bahasa asing ini sangat baik apabila diterapkan sejak dini
3 agar semakin mudah ia menguasai bahasa asing tersebut (Hery, 2003). Hal ini dikarenakan setiap individu mempunyai potensi yang di bekali sejak lahir oleh Allah SWT untuk mempelajari hal-hal baru termasuk untuk belajar bahasa asing. Sebagaimana menurut pendapat Chomsky (Fitriani 2010: 2) bahwa manusia memiliki bekal kodrati (innate properties) waktu lahir dan bekal inilah yang kemudian membuatnya mampu untuk mengembangkan bahasa, oleh karena itu banyak lembaga taman kanak-kanak yang memanfaatkan peluang tersebut untuk mengajarkan bahasa asing termasuk bahasa Arab. Bahasa Arab merupakan bahasa universal, ia juga merupakan bahasa Al-Qur an, sedangkan Al-Qur an merupakan bahasa keilmuwan. Bahasa Arab digunakan oleh umat Islam untuk memahami tradisi keilmuwan. Tanpa menguasai bahasa Arab, seseorang sulit untuk memahami tradisi Islam. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur an, Allah SWT menganjurkan mempelajari bahasa Arab agar seseorang dapat memahaminya: Artinya : Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al-Quran dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya (QS. Az Zukhruf:3). Bagi seorang muslim tentu sangatlah penting mempelajari bahasa Arab agar mampu memahami isi dari Al-Qur an, juga agar memiliki perbendaharaan kosa kata bahasa Arab dengan jumlah yang banyak. Hal yang paling penting lagi yaitu pada saat anak mempunyai/memahami banyak jumlah kosa kata bahasa Arab, kemudian seiring waktu berjalan dan tetap belajar sampai membaca A- Qur an, sedikit demi sedikit ia akan memahami isi dari Al-Qur an sehingga ia dapat mengaplikasikan pada kehidupannya sehari-hari. Namun tentu hal itu akan dilalui oleh anak secara bertahap sesuai pertumbuhan usianya. Belajar bahasa tidak dapat terlepas dari belajar kosa kata. Oleh karena itu menguasai kosakata secara kuantitas dan kualitas dapat menjadikan seseorang akan terampil dalam berbahasa.
4 Kosa kata (pembendaharaan kata) adalah sejumlah seluruh kata dalam suatu bahasa, juga kemampuan kata-kata yang diketahui dan digunakan oleh seseorang dalam berbicara dan menulis (Krisiyanto, 2011). Kosa kata bahasa sangat penting sebagai fondasi awal belajar bahasa termasuk belajar Bahasa Arab. Hal ini didukung oleh pendapat Junaidi (Fahruddin dan Jamaris, 2005:9) seseorang dapat dikatakan telah menguasai bahasa asing apabila orang tersebut menguasai kosa kata, menguasai tata bunyi, dan pola dasar kalimat. Hal ini sejalan dengan pendapat Tarigan (1989:2) bahwa penguasaan kosa kata sangat penting dalam berbahasa, semakin kaya kosa kata yang dimiliki oleh seseorang, semakin besar pula keterampilan seseorang dalam berbahasa. Anak-anak mempunyai potensi untuk belajar menambah kosa kata bahasa asing dengan cepat karena pada saat usia dini ini anak masih belum mempunyai banyak kosa kata bahasa asing, ia baru menguasai bahasa ibu dan atau bahasa kedua saja sehingga guru dapat mengembangkan kosa kata anak dengan mengenalkan kosa kata bahasa asing. Anak-anak juga selain memperoleh banyak kosa kata baik kosa kata bahasa ibu, kedua dan asing ia akan memperoleh banyak kosa kata dari lingkungan sekitar sehingga tidak menutup kemungkinan untuk anak-anak belajar banyak kosa kata dari berbagai bahasa, karena pada lingkungan juga mempengaruhi perkembangan bahasa anak khususnya pemerolehan kosa kata. Sebagaimana menurut Purwo (Hapsari dan Suminar, 2002:2) bahwa pembelajaran kosa kata sebaiknya dilakukan sejak dini, karena otak anak masih elastis dan lentur sehingga proses penyerapan bahasa selain bahasa ibu berjalan dengan mulus, untuk mendukung hal ini Hurlock (1978; 189) mengatakan bahwa diperkirakan rata-rata perbedaan jumlah kata yang digunakan anak pada usia 18 bulan adalah 10 dan pada usia 24 bulan adalah 29,1. Kosa kata anak umur 2 tahun berisi rata-rata 200 sampai dengan 300 kata (17,9). Hal ini sejalan dengan pernyataan Suyanto (2005:74) yang mengatakan bahwa ketika anak memasuki usia 5 tahun kurang lebih terdapat kosa kata. Dalam hal ini penting bagi guru untuk dapat memanfaatkan peluang besar dengan memaksimalkan potensi tersebut karena masa ini tidak akan terulang di masa berikutya.
5 Namun jika peluang tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, maka anak tidak akan menguasai kosakata Bahasa Arab. Belajar kosa kata bahasa Arab sejak dini tentu saja tidak mudah, selain guru dituntut agar memiliki wawasan luas terkait kosa kata bahasa Arab, juga harus mempersiapkan segala sesuatunya agar pembelajaran kosa kata bahasa Arab dapat berlangsung dengan baik dan maksimal. Pembelajaran kosakata bahasa Arab di KOBER Wisana merupakan materi yang harus dikuasai oleh anak-anak mengingat semua siswa beragama Islam sehingga menjadikan kosakata bahasa Arab harus dikuasai oleh anak. Pihak sekolah mengadaptasi kurikulum raudhatul athfal sebagai acuan untuk pembelajaran kosakata bahasa Arab. Apabila terdapat anak yang masih kurang dalam menguasai kosakata bahasa Arab nya maka apa yang sudah direncanakan tidak berjalan dengan harapan yang telah direncanakan. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti yang mana peneliti merupakan salah satu pengajar kelompok B1 di KOBER Wisana, bahwa sebagian besar anak-anak belum mampu menguasai kosakata bahasa Arab dengan maksimal. Dalam hal ini anak-anak belum mampu menguasai kosakata bahasa Arab secara reseptif baik secara auditori maupun visual, maksudnya anakanak belum mampu menangkap kosakata yang telah disampaikan, belum mampu mengucapkan kembali kosakata yang telah disampaikan oleh guru dengan tepat, anak-anak juga belum dapat menghafal kosakata yang sudah ia pelajari sehingga seringkali tidak tepat ketika mengucapkan dan menyebutkan artinya. Sementara untuk dapat menguasai kosakata pada level yang rendah anak-anak harus mampu menangkap kosakata yang telah ia dengar dan mengucapkan ulang, kemudian anak-anak harus mampu menghafal bagaimana mengucapkan kosakata dan mengetahui arti dari kosakata dengan tepat. Apabila anak-anak keliru dalam menyebutkan kosakata maka akan dapat merubah makna dari kosakata tersebut terlebih jika anak-anak memang menyebutkan arti yang tidak sesuai dengan artinya. Salah satu contohnya yaitu ketika guru mengucapkan کتب buku dan meminta anak untuk menyebutkan kembali terdapat beberapa anak yang mengucapkan selain کتب buku. Kemudian jika guru bertanya apa makna
6 dari آصفر (kuning), beberapa anak-anak menjawab آسمر (coklat), karena dua kosakata tersebut memiliki bunyi yang hampir sama sehingga seringkali tertukar dalam menyebutkannya. Hal tersebut disebabkan oleh cara mengajarakan kosakata bahasa Arab dengan cara yang monoton karena guru tidak menggunakan media yang menarik dan hanya menggunakan media papan tulis sebagai media dalam mengajarkan kosakata bahasa Arab ini terkadang guru mengajarkan dengan cara bernyanyi. Oleh sebab itu apa yang disampaikan oleh guru tidak tersampaikan dengan maksimal sehingga menuntut adanya solusi untuk menangani permasalahan tersebut. Upaya yang akan dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Arab anak KOBER Wisana yaitu melalui media flashcard, karena berdasarkan hasil penelitian Khoiriyah terhadap anak mengenai pembelajaran mufrodat bahasa Arab yang dilakukan pada tahun 2011 bahwa media flashcard dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang berarti dapat mempengaruhi dalam peningkatan penguasaan kosa kata anak usia dini, dapat menarik perhatian anak, dapat dimainkan oleh anak, cocok digunakan untuk pembelajaran kosakata, dan mudah dimengerti oleh anak-anak sehingga diharapkan dapat menjadi solusi bagi guru dalam memecahkan permasalahan anak di KOBER Wisana terkait dengan penguasaan kosa kata bahasa Arab. Berdasarkan permasalahan yang berkembang di atas maka penelitian ini memfokuskan kajian pada Meningkatkan Penguasaan Kosa kata Bahasa Arab Melalui Media Flashcard. B. Identifikasi dan Perumusan Masalah Identifikasi masalah dalam penelitian ini yaitu berkaitan dengan rendahnya penguasaan kosakata bahasa Arab anak kelompok B1 KOBER Wisana, yang ditandai dengan kurangnya kemampuan anak dalam menangkap kosakata yang telah disampaikan, belum mampu mengucapkan kembali kosakata yang telah disampaikan oleh guru dengan tepat, anak-anak juga belum dapat menghafal kosakata yang sudah ia pelajari sehingga seringkali tidak tepat ketika mengucapkan dan menyebutkan artinya.
7 Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dipaparkan di atas, maka dirumuskan pertanyaan yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini sebagai berikut: bagaimanakah penguasaan kosakata bahasa Arab anak dengan menggunakan media flashcard di KOBER. Adapun rumusan masalah secara khusus dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana kondisi objektif penguasaan kosa kata bahasa Arab anak di Kelompok Bermain Wisana sebelum diterapkan media flashcard.? 2. Bagaimana penerapan media flashcard dalam mengembangkan penguasaan kosa kata bahasa Arab anak di Kelompok Bermain Wisana? 3. Bagaiamana peningkatan penguasaan kosa kata bahasa Arab anak di Kelompok Bermain Wisana setelah diterapkan media flashcard? C. Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan bagaimana kondisi objektif penguasaan kosa kata bahasa Arab anak di Kelompok Bermain Wisana sebelum diterapkan media flashcard. 2. Mendeskripsikan bagaimana penerapan media flashcard dalam mengembangkan penguasaan kosa kata bahasa Arab anak di Kelompok Bermain Wisana. 3. Mendeskripsikan peningkatan penguasaan kosa kata bahasa Arab anak di Kelompok Bermain Wisana setelah diterapkan media flashcard. D. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Anak a) Membantu meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Arab yang dimiliki anak melalui media yang menarik. b) Memberikan pengalaman aktivitas motorik secara eksploratif.
8 c) Anak dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai kosa kata Bahasa Arab, memiliki dan mengetahui jumlah kosa kata bahasa Arab lebih banyak 2. Bagi guru a) Memberikan gambaran kepada guru tentang penguasaan kosa kata bahasa Arab anak di Kelompok Bermain Wisana dengan menggunakan media flashcard. b) Memberikan gambaran kepada guru dalam menerapkan media flashcard untuk meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Arab anak di Kelompok Bermain Wisana mulai dari pembuatan rancangan pembelajaran, pelaksanaan hingga evaluasi dari penerapan media flashcard tersebut. 3. Bagi Sekolah Dapat dijadikan sebagai referensi dalam mengembangkan dan meningkatkan kosa kata bahasa Arab melalui media flashcard. 4. Bagi peneliti selanjutnya Dapat dijadikan bahan kajian lebih lanjut bagi peneliti selanjutnya mengenai hal yang sama secara mendalam. E. Struktur Organisasi Adapun sistematika dalam penulisan skripsi ini dibagi dalam lima BAB yang rangkuman pembahasannya sebagai berikut : 1. Bab I Pendahuluan Bab ini membahas mengenai latar belakang masalah, identifikasi dan perumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. 2. Bab II Kajian Teori Bab ini membahas tentang kajian-kajian pustaka mengenai konsep perkembangan bahasa anak usia dini, konsep kosakata, dan konsep media flashcard.
9 3. Bab III Metode Penelitian Bab ini membahas tentang metode penelitian yang digunakan untuk melalukan penelitian, yakni metode penelitian tindakan kelas (PTK). 4. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab ini membahas mengenai pembahasan dan penjabaran tentang pertanyaan-pertanyaan di rumusan masalah yang di dapatkan dari penelitian yang dilakukan penulis selama berada di tempat penelitian. 5. Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi Bab ini membahas tentang kesimpulan dari hasil penelitian yang di lakukan penulis dan rekomendasi sebagai sumbangan pemikiran sebagai bahan penelitian lebih lanjut.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan sarana yang sangat penting dalam kehidupan anak, karena dengan berbahasa anak dapat berkomunikasi dengan orang lain. Akhadiah ( Suhartono :
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan. Periode usia dini ini adalah tahuntahun berharga bagi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang diselenggarakan untuk mengembangkan pribadi, pengetahuan, dan keterampilan yang melandasi pendidikan dasar serta
BAB I PENDAHULUAN. Anak usia dini sebagai pribadi unik yang memiliki masa-masa emas dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak usia dini sebagai pribadi unik yang memiliki masa-masa emas dalam hidupnya. Pribadi unik yang dimaksud adalah anak selalu memiliki cara tersendiri dalam
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak
BAB I PENDAHULUAN. memasuki pendidikan lebih lanjut. Hal ini tertera didalam Undang-Undang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Latifah Nurfauziah, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa merupakan alat komunikasi yang dipergunakan oleh manusia untuk berinteraksi sosial. Mengingat pentingnya bahasa maka seseorang harus mempelajari bahasa untuk
BAB I PENDAHULUAN. manusia. Artinya, pendidikan diharapkan dapat membuat manusia menyadari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu upaya untuk membantu memanusiakan manusia. Artinya, pendidikan diharapkan dapat membuat manusia menyadari nilai kemanusiaannya. Melalui
BAB I PENDAHULUAN. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia no. 20 tahun 2003 tentang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Undang-Undang Republik Indonesia no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1, ayat (14) dijelaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan
BAB I PENDAHULUAN. melahirkan perasaan, dan memungkinkan individu menciptakan kegiatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa sebagai alat komunikasi merupakan sarana perumusan maksud, melahirkan perasaan, dan memungkinkan individu menciptakan kegiatan sesama manusia,.mengatur
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ami S.A.Khaerani,2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Usia Taman Kanak-Kanak merupakan usia yang sangat penting bagi perkembangan anak atau biasa disebut masa golden age, karena hasil riset otak mutakhir menyatakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Atiasih, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan yang sangat penting bagi perkembangan dasar anak. Perkembangan dasar anak usia dini memerlukan stimulus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Erni Nurfauziah, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penentu kehidupan pada masa mendatang. Seperti yang diungkapkan Dr.Gutama (2004) dalam modul
BAB I PENDAHULUAN. proses perkembangan dengan pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Anak usia dini (AUD) adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat dan sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya,
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan harkat martabat manusia. Pendidikan akan menciptakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses membantu mengembangkan dan meningkatkan harkat martabat manusia. Pendidikan akan menciptakan kemampuan untuk menghadapi setiap perubahan
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar yang merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini adalah jenjang pendidikan sebelum pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI (Sebuah Penelitian Tindakan Kelas di KB dan TKIT Mutiara Hati Klaten) Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia dini adalah anak yang berada pada usia 0-8 tahun. Menurut Beichler dan Snowman (Dwi Yulianti, 2010: 7), anak usia dini adalah anak yang berusia antara
BAB I PENDAHULUAN. manusia tentunya membutuhkan alat komunikasi yang berupa bahasa guna
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa sangat penting keberadaanya sebagai alat komunikasi. Setiap manusia tentunya membutuhkan alat komunikasi yang berupa bahasa guna sebagai interaksi dan alat bertutur
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan mempunyai perencanaan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha atau kegiatan yang disengaja untuk membantu, membina, dan mengarahkan manusia mengembangkan segala kemampuannya yang dilaksanakan
BAB I PENDAHULUAN. dengan sebutan golden age yaitu usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan anak usia dini merupakan masa yang sangat menentukan bagi kehidupan anak di masa mendatang. Masa ini bisa dikatakan sebagai masa yang sangat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masa usia Taman Kanak-kanak (TK) atau masa usia dini merupakan masa
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masa usia Taman Kanak-kanak (TK) atau masa usia dini merupakan masa perkembangan yang sangat pesat, sehingga sering disebut masa keemasan (Golden Age) dalam
BAB I PENDAHULUAN. juga masa awal kanak-kanak yang memiliki berbagai karakter atau ciri-ciri.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak merupakan individu yang sedang mengalami proses perkembangan yang sangat pesat bagi kehidupan serta organisasi yang merupakan satu kesatuan jasmani dan
BAB I PENDAHULUAN. dari orang tua, guru, dan orang dewasa lainya yang ada disekitarnya. Usaha
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Taman Kanak-Kanak adalah salah satu bentuk pendidikan pra sekolah yang menangani anak usia 4-6 tahun. Menurut para ahli, usia ini disebut juga usiaemas (golden
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang sedang dikembangkan oleh pemerintah saat ini, karena usia dini berada pada
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan suatu kegiatan universal dalam kehidupan manusia. Karena pada hakikatnya, pendidikan merupakan usaha untuk memanusiakan manusia itu sendiri, yaitu
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan bentuk pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan bentuk pendidikan untuk anak dalam rentang usia empat sampai dengan enam tahun yang sangat penting untuk mengembangkan
NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagai persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Anak Usia Dini
UPAYA MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK MELALUI METODE MIND MAPPING PADA ANAK KELOMPOK B1 TK AISYIYAH PABELAN KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagai persyaratan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan upaya pembinaan pada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak usia dini adalah individu yang sedang menjalani proses perkembangan dengan pesat untuk menjalani kehidupan selanjutnya. masa ini disebut juga dengan masa golden
2013 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI PENDEKATAN INVESTIGASI
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan kemudahan dalam mencari maupun menemukan informasi sekarang ini, maka masyarakat sudah mulai membuka mata dan memberikan
BAB I PENDAHULUAN. tergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik ketika ia berada di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di dalam pendidikan terdapat proses belajar mengajar. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan hanya mengetahuinya. Pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Usia Dini merupakan masa keemasan perkembangan anak atau yang biasa disebut Golden Age, dimana pada Pada masa itu anak menempati posisi paling vital. Keith
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia dini merupakan periode awal yang paling mendasar dalam sepanjang rentang pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN. ide, gagasan, pikiran dan perasaan seseorang. Bahasa juga digunakan untuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu sarana komunikasi untuk menyampaikan ide, gagasan, pikiran dan perasaan seseorang. Bahasa juga digunakan untuk mengungkapkan kembali
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Usia Dini merupakan jenjang pertama anak masuk ke dalam dunia pendidikan formal. Pendidikan Anak Usia Dini menurut Permendikbud No 146 Tahun
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0486/UI/1992 tentang Taman Kanak-
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak usia dini merupakan kelompok potensial dalam masyarakat yang perlu mendapat perhatian dan proritas khusus, baik para orang tua dan lembaga pendidikan. Keputusan
BAB I PENDAHULUAN. Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mempunyai peranan penting dalam berbagai aspek perkembangan. Anak usia TK merupakan masa-masa
I. PENDAHULUAN. Anak usia dini merupakan manusia kecil pada rentang usia 0-6 tahun yang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia dini merupakan manusia kecil pada rentang usia 0-6 tahun yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Anak usia ini memiliki karakteristik tertentu
BAB I PENDAHULUAN. masa yang terjadi sejak anak berusia 0 6 tahun. Masa ini adalah masa yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Usia Dini yang dikenal dengan masa Golden Age adalah masa yang terjadi sejak anak berusia 0 6 tahun. Masa ini adalah masa yang paling tepat
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. membaca dan keterampilan menulis. Anak-akan dituntut untuk dapat berbicara,
19 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran bahasa mempunyai tujuan agar siswa terampil berbahasa yang meliputi keterampilan berbicara, keterampilan menyimak, keterampilan membaca dan keterampilan
BAB I PENDAHULUAN. Usia dini merupakan masa keemasan atau golden age (Slamet. Suyanto, 2005: 6). Oleh karena itu pendidikan pada masa ini merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Usia dini merupakan masa keemasan atau golden age (Slamet Suyanto, 2005: 6). Oleh karena itu pendidikan pada masa ini merupakan pendidikan yang sangat fundamental
2016 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PEMBELAJARAN TARI KREASI BALI
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa fundamental anak ditentukan dari 0-6 tahun (masa anak usia dini). Menurut Sujiono (2009, hlm. 6) anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak adalah seorang laki-laki ataupun perempuan yang belum dewasa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak adalah seorang laki-laki ataupun perempuan yang belum dewasa atau belum mengalami pubertas. Baik anak laki-laki maupun perempuan, mereka memiliki karakteristik
BAB I PENDAHULUAN. Manusia sebagai anggota masyarakat selalu melakukan komunikasi. dalam kehidupan sosial. Komunikasi dilakukan untuk mengemukakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia sebagai anggota masyarakat selalu melakukan komunikasi dalam kehidupan sosial. Komunikasi dilakukan untuk mengemukakan pengalaman, pikiran, perasaan,
I PENDAHULUAN. Pada usia prasekolah (3-6 tahun) atau biasa disebut masa keemasan (golden age)
1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada usia prasekolah (3-6 tahun) atau biasa disebut masa keemasan (golden age) dalam proses perkembangan anak akan mengalami kemajuan fisik, intelektual dan sosial
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini (paud) merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitiberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. untuk memasuki pendidikan lebih lanjut (Suyadi, 2010).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan serangkaian upaya sistematis dan terprogram dalam melakukan pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Astriana Rahma, 2014
1 BAB I PENDAHULUAN Bab ini membahas mengenai kondisi pendidikan anak usia dini secara global.kemudian ditelaah menjadi lebih terfokus ke dalam fenomena-fenomena yang sedang dialami oleh lembaga-lembaga
BAB I PENDAHULUAN. terhadap apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Anak seolah-olah tidak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak adalah manusia kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Anak memiliki karakteristik tertentu yang khas dan tidak sama dengan orang dewasa, anak
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan berbahasa seorang manusia tidak luput dari perkembangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakanng Perkembangan berbahasa seorang manusia tidak luput dari perkembangan psikologi menusia tersebut. Kita dapat melihat hal tersebut pada pertumbuhan seorang anak dari
I. PENDAHULUAN. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang sangat. dasar dan menjadi masa keemasan (golden age) bagi anak.
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang sangat dasar dan menjadi masa keemasan (golden age) bagi anak. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. termasuk pembangunan dibidang pendidikan. dalam satu program kegiatan belajar dalam rangka kegiatan belajar dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia adalah menuju pembangunan manusia seutuhnya yang meliputi dari berbagai faktor kehidupan termasuk pembangunan
BAB I PENDAHULUAN. dan pengembangan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan dan pengembangan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai usia enam tahun,dilakukan melalui pemberian
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian
BAB I PENDAHULUAN. paling pesat, baik fisik maupun mental (Suyanto, 2005:5). Maka tepatlah bila
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Anak usia dini berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat, baik fisik maupun mental (Suyanto, 2005:5). Maka tepatlah bila dikatakan
BAB I PENDAHULUAN. Anak usia dini adalah anak yang unik, dan memiliki karakteristik khusus,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia dini adalah anak yang unik, dan memiliki karakteristik khusus, salah satunya adalah mempunyai rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Upaya Meningkatkan Nilai-Nilai Keagamaan Anak Usia D ini Melalui Metode Bernyanyi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa Anak Usia Dini (AUD) merupakan masa emas perkembangan (golden age) pada individu, masa ini merupakan proses peletakan dasar pertama terjadinya pematangan kemampuan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), saat ini sedang mendapat perhatian
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), saat ini sedang mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Perkembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) menuju kearah yang lebih
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tia Setiawati, 2013
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi ini dalam rangka memenuhi sifat manusia sebagai makhluk sosial yang perlu
BAB 1 PENDAHULUAN. bagi setiap manusia dalam aktivitas komunikasi antara sesama mereka. Tanpa
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara sosialisasi, bahasa merupakan media verbal yang paling penting bagi setiap manusia dalam aktivitas komunikasi antara sesama mereka. Tanpa adanya pemahaman tentang
BAB I PENDAHULUAN. ada dijalur pendidikan formal. Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Anak Usia Dini merupakan salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang ada dijalur pendidikan formal. Pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bellanita Maryadi, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan modal dasar untuk menyiapkan manusia yang berkualitas. Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah
I. PENDAHULUAN. anak belajar menguasai tingkat yang lebih tinggi dari aspek-aspek gerakan,
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak Usia Dini adalah sosok individu yang sedang dalam proses perkembangan.perkembangan anak adalah suatu proses perubahan dimana anak belajar menguasai tingkat
BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran sepanjang hayat (long life learning). Kegiatan membaca
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Membaca merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan suatu pembelajaran sepanjang hayat (long life learning). Kegiatan membaca menjadi bagian dari kehidupan
BAB I PENDAHULUAN. yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak usia 0-6 tahun dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan anak usia dini adalah upaya yang terencana dan sistematis yang dilakukan oleh pendidik atau pengasuh anak usia 0-6 tahun dengan tujuan agar anak
BAB I PENDAHULUAN. sebagaimana tertulis dalam pasal 1 butir 14 Undang-undang RI Nomor 20. tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Masa usia Taman Kanak-kanak (TK) mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga sering disebut masa keemasan dalam perkembangan kehidupan anak. Masa-masa
BAB I PENDAHULUAN. usia Taman Kanak-kanak memiliki karakteristik yaitu rasa ingin tahu dan antusias
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia TK memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai karena anak usia TK adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. dan berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu, pendidikan. sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berhubungan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengertian pendidikan menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
BAB I PENDAHULUAN. yaitu TPA, Playgroup dan PAUD sejenis (Posyandu). Pendidikan formal yaitu. Taman Kanak-kanak (TK) maupun Raudhatul Athfal (RA).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang dimulai dari usia 0-6 tahun. Pendidikan ini dapat dilaksanakan oleh beberapa lembaga pendidikan, antara lain pendidikan
PENDAHULUAN. Masing-masing anak memiliki bakat dan potensi yang telah dibawanya dari
1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak sebagai individu yang unik memiliki karakteristik yang berbedabeda. Masing-masing anak memiliki bakat dan potensi yang telah dibawanya dari sejak lahir. Masa
BAB I PENDAHULUAN. pentingnya kemampuan bahasa bagi kehidupan manusia, tidak terkecuali bagi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia dalam kehidupannya tidak terlepas dari bahasa. Manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Dengan bahasa, manusia akan mudah dalam bergaul dan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia dini berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat, baik fisik maupun mental. Tepatlah bila dikatakan bahwa usia dini adalah
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu unsur budaya yang dapat menunjukkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Bahasa merupakan salah satu unsur budaya yang dapat menunjukkan tinggi dan rendahnya suatu bangsa, dan juga bahasa adalah alat komunikasi antar sesama manusia sebagai
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat lain, suatu bangsa berhubungan dengan bangsa lain. Bahasa
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa merupakan alat komunikasi penyampai gagasan, pikiran, pendapat dan perasaan. Di zaman modern, suatu masyarakat berhubungan dengan masyarakat lain, suatu bangsa
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan yang lain. Usia dini merupakan awal dari pertumbuhan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Usia dini dalam perjalanan umur manusia merupakan periode penting bagi pembentukan otak, intelegensi, kepribadian, memori, dan aspek perkembangan yang lain.
I. PENDAHULUAN. mencerdaskan dan meningkatkan taraf hidup suatu bangsa. Bagi bangsa Indonesia
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu usaha dalam menjawab permasalahan serta berbagai tantangan yang selalu hadir dalam kehidupan manusia. Pendidikan dapat mencerdaskan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 Ayat 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD yaitu suatu upaya
I. PENDAHULUAN Latar Belakang. Usia dini merupakan periode awal yang paling penting dan mendasar
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Usia dini merupakan periode awal yang paling penting dan mendasar untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak usia dini merupakan sosok individu yang sedang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lima tahun pertama adalah saat-saat emas atau golden age. Pada usia ini anak belajar banyak tentang segala sesuatu dari ibu,ayah, keluarga dekat serta lingkungannya.
BAB I PENDAHULUAN. selanjutnya. Masa ini dapat disebut juga sebagai The Golden Age atau masa. pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berkembang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak usia dini adalah investasi masa depan bagi keluarga dan bangsa yang sedang menjalani proses perkembangan dengan pesat untuk menjalani kehidupan selanjutnya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rita Mawarni,2015
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu proses yang disosialisasikan sebagai usaha dalam rangka membimbing anak didik terhadap perkembangan jasmani dan rohaninya untuk menjadikan
BAB I PENDAHULUAN. usia ini merupakan usia emas (golden age) yang merupakan masa peka dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Taman Kanak-kanak (TK) merupakan lembaga pendidikan formal sebelum anak memasuki sekolah dasar. Lembaga ini dianggap penting karena usia ini merupakan usia emas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemampuan dalam akademik khususnya membaca sangat diperlukan untuk perkembangan pengetahuan anak. Dalam era yang serba modern seperti saat ini, banyak anak usia prasekolah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian
BAB I PENDAHULUAN. Anak sebagai individu yang unik memiliki karakteristik yang berbeda beda. Masing
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak sebagai individu yang unik memiliki karakteristik yang berbeda beda. Masing masing anak memiliki bakat dan potensi yang telah dibawanya sejak lahir. Bakat
PERBEDAAN KEMATANGAN SOSIAL ANAK DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH (PLAYGROUP)
PERBEDAAN KEMATANGAN SOSIAL ANAK DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN PENDIDIKAN PRASEKOLAH (PLAYGROUP) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh derajat Sarjana S-1 Psikologi Disusun Oleh : ANIK
BAB I PENDAHULUAN. Masa perkembangan anak usia dini yaitu antara usia 4-6 tahun merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa perkembangan anak usia dini yaitu antara usia 4-6 tahun merupakan periode perkembangan yang sangat cepat seiring dengan terjadinya perubahan dalam berbagai
BAB I PENDAHULUAN. 0-6 tahun yang masih memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Anak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak usia dini merupakan manusia kecil yang mempunyai rentang usia 0-6 tahun yang masih memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Anak usia ini memiliki
