SENSUS PERTANIAN 2013 EVALUASI PASCA SENSUS
|
|
|
- Handoko Surya Hermanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SENSUS PERTANIAN 2013 EVALUASI PASCA SENSUS PENCACAHAN LENGKAP RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN PEDOMAN KOORDINATOR TIM (ST2013-PES.KORTIM) BADAN PUSAT STATISTIK
2
3 KATA PENGANTAR Evaluasi Pasca Sensus ST2013 (PES ST2013) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh ukuran-ukuran kesalahan cakupan dan isian sebagai evaluasi terhadap hasil pencacahan lengkap rumah tangga usaha pertanian ST2013. Kegiatan ini harus dilaksanakan segera setelah pencacahan lengkap ST2013 selesai dilakukan. Buku pedoman ini menjelaskan fungsi, tugas, tanggung jawab, dan wewenang kortim serta tata cara pengawasan lapangan dan pemeriksaan dokumen PES ST2013 oleh Kortim, baik saat pemutakhiran rumah tangga maupun saat pencacahan lengkap rumah tangga pertanian. Selain itu pada buku ini juga memuat tata cara pelaksanaan rekonsiliasi yang harus dilakukan oleh kortim. Mengingat kortim mempunyai peran yang cukup penting dalam pelaksanaan kegiatan PES ST2013, maka diharapkan kortim mengikuti petunjuk yang dijabarkan dalam buku ini agar dapat melaksanakan tugas, fungsi dan perannya dengan baik. Akhirnya, atas peran serta semua pihak di pusat dan daerah dalam pelaksanaan PES ST2013 ini diucapkan terimakasih Jakarta, Mei 2013 Deputi Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik, Ir. Dudy Saefudin Sulaiman, M.Eng ST2013-PES.KORTIM i
4 ii ST2013-PES.KORTIM
5 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL...v DAFTAR BAGAN...v DAFTAR GAMBAR...v DAFTAR LAMPIRAN... vi I PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Karakteristik yang Dikumpulkan Lokasi dan Petugas Alokasi sampel Cakupan Kegiatan Jenis Dokumen Alur Dokumen Jadwal Kegiatan... 6 II. FUNGSI DAN TUGAS KORTIM Fungsi Kortim Fungsi Koordinasi Fungsi Pengawas Lapangan Fungsi Pemeriksaan Daftar Fungsi Rekonsiliasi Lapangan Tugas, Tanggung Jawab, dan Wewenang Kortim Petunjuk Pelaksanaan Tugas Kortim III. METODE PENCACAHAN Metode Pengumpulan Data untuk Pencacahan Lengkap PES ST Pemutakhiran Rumah Tangga PES ST Metode Pemutakhiran Rumah Tangga ST2013-PES.KORTIM iii
6 IV. TATA CARA PENGAWASAN LAPANGAN Persiapan Lapangan Kelengkapan Instrumen Pembagian Tugas Pengawasan Lapangan Pengorganisasian Kegiatan Lapangan Evaluasi dan Pemeriksaan V. TATA CARA PEMERIKSAAN DOKUMEN Pemeriksaan Daftar ST2013-PES.P dan Peta Pemeriksaan Daftar ST2013-PES.L Blok I. Keterangan Umum Rumah Tangga Blok II.A. Jenis Kegiatan Rumah Tangga Usaha Pertanian Blok II.B Keterangan Rumah Tangga Usaha Pertanian Blok III. Penguasaan/Kegiatan Tanaman Pangan (Padi dan Palawija) Blok IV. Pengusahaan Tanaman Hortikultura Blok V. Pengusahaan Tanaman Perkebunan Blok VI. Penguasaan/Pengusahaan Ternak Blok VII. Pengusahaan Kegiatan Perikanan Blok VIII. Pengusahaan Tanaman Kehutanan dan Kegiatan Kehutanan Lainnya Blok IX. Keterangan Penguasaan Lahan Rumah Tangga Pada Saat Pencacahan Konsistensi Dokumen ST2013-PES.P dan ST2013-PES.L Konsistensi dan Kewajaran Jawaban Pengecekan Kelengkapan Melengkapi Daftar Isian ST2013-PES.L oleh Kortim Pengelolaan Dokumen VI. TATA CARA PENGISIAN DAFTAR ST2013-PES.WB VII REKONSILIASI LAPANGAN Prosedur Rekonsiliasi lapangan Tata cara Pengisian Daftar ST2013-PES.RL VIII. PENUTUP IX. LAMPIRAN iv ST2013-PES.KORTIM
7 DAFTAR TABEL Tabel.1.1 Jenis Dokumen yang Digunakan dalam PES ST Tabel.1.2 Jadwal Kegiatan PES ST DAFTAR BAGAN Bagan 1.1. Tahapan Kegiatan PES ST Bagan 1.2. Alur Dokumen dalam Pelaksanaan PES ST Bagan 4.1. Tahapan Pengawasan Pemutakhiran Rumah Tangga Bagan 4.2. Tahapan Pengawasan Pencacahan Lengkap Bagan 5.1. Tahapan Pemeriksaan Daftar ST2013-PES.P Bagan 5.2. Tahapan Pemeriksaan Daftar ST2013-PES.L Bagan 5.3. Tahapan Pengiriman Dokumen DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1. Ilustrasi Tugas Pencacah dan Kortim untuk Pencacahan Lengkap Rumah Tangga pada Blok Sensus Door to Door Gambar 4.2. Identifikasi Responden dengan Metode Snowball ST2013-PES.KORTIM v
8 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Jumlah Sampel Blok Sensus dan Petugas PES ST Lampiran 2. Jadwal Kerja Harian per Tim di Lapangan pada Blok Sensus Dooor to Door Lampiran 3. Jadwal Kerja Harian per Tim di Lapangan pada Blok Sensus Snowball Lampiran 4. Peta SP2010-WB/ST2013-WB Setelah Dimutakhirkan Lampiran 5. Daftar ST2013-PES.P Door to Door Lampiran 6. Daftar ST2013-PES.P Snowball Lampiran 7. Daftar ST2013-PES.L Lampiran 8. Daftar ST2013-PES.RL Lampiran 9. Daftar ST2013-PES.WB Lampiran 10. Daftar ST2013-KODE vi ST2013-PES.KORTIM
9 I PENDAHULUAN Latar Belakang Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, penyelenggaraan Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, dan Sensus Ekonomi dilakukan 10 tahun sekali. Selanjutnya, dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 51 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Statistik disebutkan bahwa waktu penyelenggaraan Sensus Penduduk adalah pada tahun berakhiran angka 0 (nol), Sensus Pertanian pada tahun berakhiran angka 3 (tiga), dan Sensus Ekonomi pada tahun berakhiran angka 6 (enam). Penyelenggaraan Sensus Pertanian dilakukan oleh BPS sejak tahun 1963, artinya Sensus Pertanian 2013 (ST2013) adalah yang keenam kalinya. Kegiatan pertanian yang dicakup dalam Sensus Pertanian sebelumnya dan dalam ST2013 meliputi 6 subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Pada setiap kegiatan pengumpulan data, tidak terlepas dari kesalahan yang disebut dengan non sampling error. Kesalahan ini merupakan bias yang disebabkan antara lain oleh kesalahan petugas lapangan dan kesalahan responden. Kesalahan petugas lapangan dapat berupa salah cakup (coverage error), dan salah isi (content error). Sedangkan kesalahan responden dapat berupa salah jawab (response error) yang juga merupakan bagian dari content error. Untuk memperkirakan besarnya kesalahan non sampling pada pelaksanaan ST2013, BPS melakukan kegiatan evaluasi yang disebut dengan kegiatan Post Enumeration Survey ST2013 (PES ST2013). Pelaksanaan ST2013 dan PES ST2013 dilakukan secara independen. Oleh karena itu dalam pencacahan PES ST2013 tidak diperkenankan menggunakan Daftar Kuesioner ST2013. ST2013-PES.KORTIM 1
10 1.1 Tujuan Tujuan utama dari PES ST2013-Listing adalah : 1. Mendapatkan informasi tingkat kesalahan cakupan (coverage error) pada pelaksanaan pencacahan lengkap rumah tangga usaha pertanian ST Mendapatkan informasi tingkat kesalahan isian (content error) dari variabelvariabel isian. Dari hasil kegiatan ini diharapkan dapat diperoleh masukan bagi perencanaan kegiatan sensus/survei yang akan datang, sehingga kesalahan serupa dapat dikurangi. 1.2 Karakteristik yang Dikumpulkan Karakteristik rumah tangga pertanian yang dikumpulkan pada PES ST2013 meliputi: 1. Jenis kegiatan rumah tangga usaha pertanian. 2. Jenis usaha utama rumah tangga pertanian. 3. Penguasaan/pengusahaan/kegiatan tanaman pangan (padi dan palawija). 4. Pengusahaan tanaman hortikultura. 5. Pengusahaan tanaman perkebunan. 6. Penguasaan/pengusahaan ternak. 7. Pengusahaan kegiatan perikanan. 8. Pengusahaan tanaman kehutanan dan kegiatan kehutanan lainnya. 9. Penguasaan lahan rumah tangga. 1.3 Lokasi dan Petugas Kegiatan PES ST2013 dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah sampel blok sensus sebanyak blok. Pelaksanaan pencacahan PES ST2013 dilakukan secara tim. Setiap tim terdiri dari 1 orang koordinator tim (kortim) dan 3 orang pencacah lengkap (PCL) yang akan bekerja di 6 blok sensus sampel. Kortim dan PCL PES ST2013 adalah petugas ST2013/kortim ST2013 berkemampuan baik dari blok sensus yang berbeda dengan blok sensus wilayah 2 ST2013-PES.KORTIM
11 kerjanya pada saat PES ST Selain petugas lapangan, pada tahap pengolahan juga terdapat petugas matching dan petugas rekonsiliasi lapangan. Setiap petugas matching akan melakukan matching sebanyak 2 blok sensus, dan setiap petugas rekonsiliasi akan melakukan rekonsiliasi lapangan di 6 blok sensus. Banyaknya sampel blok sensus dan jumlah petugas di setiap propinsi dapat dilihat pada Lampiran Alokasi sampel Kegiatan pencacahan lengkap PES ST2013 dilakukan secara sampel. Blok sensus yang menjadi cakupan PES ST2013 adalah blok sensus biasa yang ada muatan rumah tangga hasil SP2010. Jumlah sampel blok sensus PES ST2013 sebanyak blok tersebar di seluruh wilayah provinsi di Indonesia. Dalam pelaksanaan pencacahan lengkap, wilayah administrasi (desa/kelurahan) di kabupaten dan blok sensus di kota dikelompokkan berdasarkan konsentrasi pertaniannya. 1.5 Cakupan Kegiatan Secara keseluruhan tahapan kegiatan PES ST2013 meliputi tahap menelusuri blok sensus, tahap pemutakhiran rumah tangga, pencacahan lengkap rumah tangga pertanian, tahap pemeriksaan, tahap matching awal, tahap rekonsiliasi lapangan, tahap matching akhir, dan tahap pengolahan data. Selengkapnya dapat dilihat pada Bagan 1.1 di bawah ini. ST2013-PES.KORTIM 3
12 Mulai Tim menyelusuri wilayah BS (Peta SP2010-WB) Pemutakhiran rumah tangga (Daftar ST2013-PES.P) Pencacahan lengkap rumah tangga pertanian (Daftar ST2013-PES.L) Pemeriksaan daftar Kortim menyerahkan dokumen hasil pencacahan ke BPS Kab/Kota BPS Kab/Kota mengirim hasil pencacahan ke BPS Provinsi Tahap matching awal (Daftar ST2013-P, ST2013-L, ST2013-PES.P, ST2013-PES.L) BPS Provinsi mengirim dokumen (ST2013- PES.P, ST2013-PES.RL) yang akan direkonsiliasi ke BPS Kab/Kota Rekonsiliasi lapangan (Daftar ST2013-PES.RL) BPS Kab/Kota mengembalikan dokumen hasil rekonsiliasi (ST2013-PES.P, ST2013-PES.RL) ke BPS Provinsi Tahap match akhir Daftar ST2013-PES.P oleh petugas matching BPS Provinsi mengirim data clean PES ST2013 ke BPS Pusat Pengolahan Selesai Bagan 1.1. Tahapan Kegiatan PES ST ST2013-PES.KORTIM
13 1.6 Jenis Dokumen Dokumen yang digunakan dalam PES ST2013 seperti pada tabel berikut: Tabel.1.1 Jenis Dokumen yang Digunakan dalam PES ST2013 Jenis Dokumen Kegunaan Digunakan Oleh (1) (2) (3) ST2013-PES.DSBS Daftar sampel blok sensus PES ST2013 PCl, Kortim Daftar ST2013-P Matching rumah tangga. Petugas matching Daftar ST2013-L Peta SP2010-WB/ ST2013-WB Daftar ST2013-KODE Daftar ST2013-PES.WB Matching rumah tangga usaha pertanian. Mengenali wilayah kerja pencacah PES ST2013 Berisi seluruh kode dan nama jenis tanaman, ternak/unggas, ikan, dan satwa liar. Meneliti Peta SP2010-WB yang digunakan dalam pencacahan PES ST2013 Petugas matching Kortim, PCL Kortim, PCL Kortim Daftar ST2013-PES.RL Rekonsiliasi Lapangan Kortim Daftar ST2013-PES.P Daftar ST2013-PES.L Buku pedoman kepala BPS Propinsi/ Kabupaten/Kota Buku Pedoman Pencacah Buku Pedoman Kortim Buku Pedoman Matching Buku Pedoman Pengolahan Hasil pemutakhiran rumah tangga hasil listing SP2010 pada kegiatan PES ST2013 Hasil pencacahan rumah tangga usaha pertanian pada kegiatan PES ST2013. Satu set Daftar ST2013-PES.L untuk satu rumah tangga usaha pertanian Pedoman Kepala BPS Propinsi Kab/Kota dalam melaksanakan kegiatan lapangan PES ST2013 Pedoman PCL dalam pencacahan rumah tangga Pedoman kortim dalam rangka pengawasan di lapangan Pedoman dalam melakukan kegiatan matching Pedoman pengolahan hasil pencacahan PES ST2013 PCL, Kortim, petugas matching PCL, Kortim, petugas matching Kepala BPS Propinsi/ Kabupaten/Kota PCL, Kortim Kortim Petugas matching Petugas pengolah ST2013-PES.KORTIM 5
14 1.7 Alur Dokumen BPS RI BPS Propinsi BPS Kab/Kota Pencacah/kortim - ST2013- PES.DSBS*) - ST2013-PES.P *) - ST2013-PES.L - ST2013-PES.WB - ST2013-KODE - ST2013-PES.RL - Buped kepala BPS - Buped pencacah - Buped Kortim - Buped matching - ST2013- PES.DSBS*) - ST2013-PES.P*) - ST2013-PES.L - ST2013-PES.WB - ST2013-KODE - ST2013-PES.RL **) - Buped kepala BPS - Buped pencacah - Buped kortim - Buped matching - ST2013-PES.DSBS - ST2013-PES.P - ST2013-PES.L - ST2013-PES.WB - ST2013-KODE - PETA SP2010-WB - Buped kepala BPS - Buped pencacah - Buped kortim - ST2013-PES.RL - ST2013-PES.DSBS - ST2013-PES.P - ST2013-PES.L - ST2013-PES.WB - ST2013-KODE - PETA SP2010-WB - Buped pencacah - Buped kortim - ST2013-PES.RL Copy dokumen ST2013-L yang tidak ada pasangannya - ST2013-PES.P - ST2013-PES.L - ST2013-PES.WB - PETA SP2010-WB - ST2013-PES.RL - ST2013-PES.P - ST2013-PES.L - ST2013-PES.WB - PETA WB - ST2013-PES.RL *) softcopy **) Daftar ST2013-PES.RL dikirimkan ke BPS Kabupaten/Kota setelah kegiatan matching dilakukan. Bagan 1.2. Alur Dokumen dalam Pelaksanaan PES ST Jadwal Kegiatan Tabel.1.2 Jadwal Kegiatan PES ST2013 No. Kegiatan Jadwal 1. Pembahasan metodologi/tehnik penghitungan dan penyusunan buku pedoman dan kuesioner Mei 2. Pencetakan Kuesioner dan Buku Pedoman Mei 3. Pengiriman buku pedoman dan kuesioner ke daerah Mei 6 ST2013-PES.KORTIM
15 No. Kegiatan Jadwal 4. Pelatihan Innas PES ST2013 selama 5 hari 3 7 Juni 5. Pelatihan Petugas Pencacahan Lengkap selama 4 hari Juni Pemutakhiran (ST2013-PES.P), Pencacahan lengkap (ST2013-PES.L) & Pemeriksaan Briefing dan Matching hasil pencacahan PES di Provinsi selama 8 hari 17 Juni 7 Juli Juli 8. Rekonsiliasi lapangan 23 Juli 2 Ags 9. Entri data hasil PES ST Juli 23 Ags 10. Pengiriman dokumen dan data clean hasil PES ke BPS RI 26 Ags 30 Ags 11. Finalisasi Data 2 Sept 30 Sept 12. Tabulasi dan penghitungan statistik 1 Okt 14 Okt 13. Penulisan laporan 16 Okt 31 Okt ST2013-PES.KORTIM 7
16 II. FUNGSI DAN TUGAS KORTIM Fungsi Kortim Dalam kegiatan lapangan pencacahan PES ST2013, kortim secara garis besar mempunyai 4 (empat) fungsi, yaitu berkoordinasi ke luar maupun di dalam tim, pengawasan proses kegiatan, pemeriksaan hasil dan rekonsiliasi lapangan Fungsi Koordinasi Fungsi kortim sebagai koodinator dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kortim adalah pimpinan tim yang bertindak untuk dan atas nama BPS, secara khusus dalam lingkup kegiatan PES ST2013 di wilayah tugasnya. Kortim berada pada garis paling depan berkomunikasi dengan masyarakat secara langsung. Kortim adalah orang yang dipercaya BPS memimpin sekelompok petugas pencacah lapangan (PCL), sehingga dengan sendirinya kortim bertanggung jawab atas proses maupun hasil kepada BPS secara langsung. Konsekuensi sebagai pimpinan adalah harus mengenal dengan baik setiap anggotanya. Secara struktur, PCL adalah bawahan langsung kortim. 2) Kortim harus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat (kepala desa/lurah atau ketua satuan lingkungan setempat/sls), minimal atas 3 alasan penting, yaitu: a. Tim melakukan aktivitas mengunjungi semua rumah tangga yang ada di bawah kekuasaan mereka. b. Penguasa wilayah lebih mengenal seluk beluk wilayah, sehingga tim terbantu dalam menghindari lewat cacah ataupun cacah ganda. c. Keberhasilan tugas tim tergantung pada penerimaan masyarakat, dimana tim akan diterima jika mendapat dukungan tokoh masyarakat. 3) Kortim mengatur waktu pencacahan, membagi tugas siapa mencacah di mana, dan mengerahkan tim mengerjakan apa, termasuk mengatur distribusi dan 8 ST2013-PES.KORTIM
17 pengumpulan dokumen sesuai dengan ketentuan dan waktu yang telah ditetapkan. 4) Memegang teguh rahasia atas keterangan yang diberikan responden, baik yang menyangkut perubahan rumah tangga maupun pencacahan rumah tangga pertanian dan usaha jasa pertanian. 5) Mengawasi pelaksanaan pencacahan sesuai SOP yang telah ditetapkan yaitu door to door atau snowball dan dipastikan tidak melakukan wawancara dengan mengumpulkan responden di rumah ketua SLS. 6) Kortim mengambil keputusan tentang hal yang tidak dapat diputuskan sendiri oleh PCL, ataupun tentang jalan keluar penyelesaian masalah yang timbul di lapangan. 7) Kortim harus menyampaikan atau meneruskan instruksi kepada tim yang diperoleh dari atasannya (KSK/BPS). Kortim adalah pemimpin PCL yang bertanggungjawab langsung atas proses dan hasil kegiatan PES ST Fungsi Pengawas Lapangan Sebagai pengawas lapangan, kortim harus melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) Kortim secara langsung melakukan pengawasan di lapangan dengan cara memantau proses pencacahan. Kortim harus mendampingi PCL dalam melakukan wawancara di rumah tangga, memperhatikan bagaimana PCL melakukan tugasnya sebagai bahan untuk memberi koreksi ataupun pujian. Kortim juga harus tahu mengapa PCL yang satu lebih lambat atau lebih cepat dari yang lainnya, kemudian sebagai bahan petunjuk jika ada yang mesti dikoreksi. Kortim harus dengan mudah dihubungi PCL apabila ditemui permasalahan sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan sedini mungkin. Pemantauan terhadap PCL harus intensif dan terus menerus. 2) Sebelum melaksanakan pemutakhiran rumah tangga, kortim harus bersamasama dengan PCL menelusuri wilayah setiap blok sensus, menunjukkan atau menandai batas blok sensus sesuai peta ST2013-WB (selanjutnya disebut ST2013-PES.KORTIM 9
18 dengan peta WB), memutakhirkan peta WB serta menetapkan bangunan mana awal mulai pemutakhiran. 3) Memegang teguh rahasia atas keterangan yang diberikan responden, baik yang menyangkut perubahan rumah tangga maupun pencacahan rumah tangga pertanian dan usaha jasa pertanian. 4) Organisasi pelaksanaan pencacahan sesuai SOP yang telah ditetapkan yaitu door to door atau snowball dan dipastikan tidak melakukan wawancara dengan mengumpulkan responden di rumah ketua SLS. 5) Pada saat PCL melakukan pemutakhiran rumah tangga maka kortim harus mendampingi dan mengawasi proses pemutakhiran rumah tangga yang dilakukan PCL 1 dan PCL lainnya secara bergantian. 6) Kortim harus menyertai PCL berwawancara di rumah tangga pertama (awal pencacahan) dalam tiap blok sensus, ketika melakukan pencacahan lengkap dengan Daftar ST2013-PES.L. Penelusuran wilayah setiap blok sensus wajib dilaksanakan bersama-sama PCL sebelum pemutakhiran rumah tangga Fungsi Pemeriksaan Daftar Sebagai pengawas lapangan, kortim harus melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) Kortim harus melakukan pemeriksaan hasil pencacahan yang mencakup kelengkapan dan kebenaran pengisian daftar serta kewajaran isian. Termasuk yang harus diperiksa adalah konsistensi isian antar pertanyaan dan konsistensi isian antara Daftar ST2013-PES.P dan ST2013-PES.L. 2) Pemeriksaan dokumen dilakukan saat berada di lapangan. Pemeriksaan Daftar ST2013-PES.L dilakukan sesaat setelah PCL selesai pencacahan setiap satu rumah tangga. Selanjutnya daftar tersebut harus segera diambil dan diperiksa oleh kortim. Apabila masih ditemui kesalahan, jelaskan kesalahannya agar PCL dapat memperbaiki pada saat itu juga dan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. Jika perlu, PCL harus mengunjungi ulang rumah tangga responden. 10 ST2013-PES.KORTIM
19 3) Kortim juga harus memeriksa ulang semua daftar (ST2013-PES.P maupun ST2013-PES.L) Fungsi Rekonsiliasi Lapangan Tujuan rekonsiliasi lapangan adalah mencari jawaban atas kasus rumah tangga yang mungkin match berdasarkan proses matching awal. Rekonsiliasi lapangan adalah kunjungan ulang ke rumah tangga yang mungkin match, dan melakukan klarifikasi tentang keberadaan rumah tangga tersebut sesuai petunjuk pada Daftar ST2013-RL. Peran kortim dalam hal ini adalah melakukan rekonsiliasi lapangan terhadap rumah tangga dengan kasus tersebut tanpa menentukan status match akhirnya. 2.2 Tugas, Tanggung Jawab, dan Wewenang Kortim Sesuai dengan fungsinya maka kortim mempunyai tugas sebagai berikut: 1) Melakukan tugas dan kewajiban sebagaimana tertuang dalam buku pedoman Kortim atau sesuai perintah atau arahan dari pihak yang berwenang. 2) Mengikuti pelatihan PES ST ) Menerima Daftar ST2013-PES.DSBS, Daftar ST2013-PES.P, Peta SP2010- WB atau ST2013-WB, dan Daftar ST2013-PES.L dari penanggung jawab pelaksana di BPS Kabupaten/Kota kemudian mendistribusikan dokumen tersebut kepada PCL. 4) Membantu pendistribusian dokumen dan perlengkapan petugas. 5) Melakukan koordinasi dengan penguasa wilayah dan Ketua SLS setempat untuk menginformasikan kegiatan lapangan PES ST ) Mengenali batas-batas blok sensus yang menjadi tanggung jawabnya bersama-sama dengan PCL. 7) Membagi tugas pemutakhiran rumah tangga dan pencacahan lengkap rumah tangga usaha pertanian kepada PCL. 8) Mengawasi jalannya pelaksanaan pemutakhiran rumah tangga dan pencacahan lengkap rumah tangga usaha pertanian, apakah sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. ST2013-PES.KORTIM 11
20 9) Selama pencacahan, kortim selalu bersama PCL di lapangan, sehingga hasil pencacahan dapat langsung diperiksa. 10) Mencacah ulang beberapa rumah tangga yang telah dicacah oleh PCL pada awal-awal pencacahan. Hasilnya untuk didiskusikan dan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan. 11) Mengatasi masalah teknis yang dihadapi oleh PCL dan apabila perlu melaporkannya kepada penanggung jawab pelaksanaan di BPS Kabupaten/Kota untuk penyelesaiannya. 12) Memeriksa kewajaran isian Daftar ST2013-PES.P, Daftar ST2013-PES.L, dan Peta SP2010-WB atau ST2013-WB, termasuk cara penulisan Daftar ST2013- PES.L. 13) Mengisi daftar ST2013-PES.WB. 14) Memperbaiki isian dokumen ST2013-PES.P, jika terdapat perbedaan dengan dokumen ST2013-PES.L. 15) Mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan dokumen hasil pencacahan (Daftar ST2013-PES.P, Daftar ST2013-PES.L, dan Peta SP2010-WB atau ST2013-WB) dari PCL. 16) Menyerahkan dokumen hasil pencacahan (Daftar ST2013-PES.P, Daftar ST2013-PES.L, dan Peta SP2010-WB atau ST2013-WB), yang sudah lengkap dan terisi dengan benar setelah pemeriksaan silang antar rincian kepada penanggung jawab pelaksanaan di BPS Kabupaten/Kota. 17) Melakukan rekonsiliasi dengan Daftar ST2013-PES.RL untuk rumah tangga yang mungkin match. 18) Menyerahkan hasil rekonsiliasi lapangan ke BPS Kabupaten/Kota untuk selanjutnya dikirim ke BPS Provinsi guna penentuan status match akhir. 19) Mematuhi tata cara, tahapan, dan jadwal waktu yang ditentukan. Kortim selalu bersama PCL di lapangan selama waktu pencacahan. Kortim harus mendampingi, membimbing dan mengevaluasi hasil kerja PCL sejak awal, agar setiap kesalahan dapat dihindari sedini mungkin. 12 ST2013-PES.KORTIM
21 2.3 Petunjuk Pelaksanaan Tugas Kortim Beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan kortim ketika melakukan pencacahan bersama PCL: 1) Kortim memberikan arahan dan bimbingan kepada PCL secara teknis pencacahan. Selanjutnya harus dievaluasi sampai dengan PCL dapat dipercaya untuk mencacah sendiri sesuai beban tugasnya. Kortim memberikan pengarahan kepada PCL untuk mencatat hasil wawancara pada kuesioner yang telah disediakan dan tidak mencatat pada kertas lain/block note. 2) Kortim harus selalu berkomunikasi dengan PCL, dan BPS Kabupaten/Kota. Gunakan berbagai cara untuk tetap kontak komunikasi dengan unsur-unsur organisasi lapangan, termasuk dengan ketua SLS dan kepala desa/lurah. 3) Kortim menjadi teladan bagi PCL sehingga harus selalu disiplin waktu, bersemangat dan berdedikasi serta memberi perlakuan yang sama terhadap semua anggota tim. 4) Jika kortim menganggap ada PCL yang sudah tidak bisa lagi melanjutkan pekerjaannya karena berbagai alasan, segera laporkan kepada penanggung jawab di BPS Kabupaten/Kota, agar dapat diputuskan tindak lanjutnya. 5) Harus selalu diingat bahwa pekerjaan ini sangat penting untuk dilaksanakan sebaik-baiknya, karena tugas ini mengandung tanggung jawab moral tim untuk masyarakat, pemerintah, bangsa dan negara. 6) Melakukan pertemuan tim sesuai jadwal yang telah ditetapkan. ST2013-PES.KORTIM 13
22 III. METODE PENCACAHAN Metode Pengumpulan Data untuk Pencacahan Lengkap PES ST2013 Kegiatan pencacahan lengkap PES ST2013 dilakukan pada seluruh blok sensus di lokasi PES ST2013 yang merupakan sampel dari blok sensus ST2013. Metode pengumpulan data yang diterapkan pada blok sensus terpilih PES ST2013 disesuaikan dengan metode yang digunakan pada saat ST2013. Pada persiapan ST2013, telah dilakukan pengelompokkan terhadap wilayah administrasi berdasarkan konsentrasi pertaniannya pada level desa/kelurahan, guna penentuan metode pengumpulan data di lapangan dengan memperhatikan sebaran rumah tangga usaha pertanian yang cukup berbeda antara wilayah kabupaten dan kota, pengklasifikasian daerah konsentrasi pertanian untuk pelaksanaan pencacahan lengkap dilakukan dengan metode yang berbeda, yaitu: 1) Kabupaten Daerah perdesaan (rural) Pelaksanaan pencacahan lengkap rumah tangga usaha pertanian ST2013 dilakukan secara door to door, mengingat desa rural merupakan wilayah pertanian. Daerah perkotaan (urban) Untuk daerah konsentrasi usaha pertanian, pelaksanaan pencacahan lengkap dilakukan secara door to door, dan untuk daerah nonkonsentrasi pelaksanaan pencacahan lengkap dilakukan secara snowball. Penentuan konsentrasi usaha pertanian berdasarkan jumlah rumah tangga usaha pertanian di setiap desa dengan cut of point rata-rata rumah tangga usaha pertanian hasil SP2010 per desa di kabupaten daerah urban. 2) Kota Baik untuk daerah perdesaan (rural) maupun daerah perkotaan (urban) menggunakan metode: 14 ST2013-PES.KORTIM
23 Strata konsentrasi usaha pertanian Pelaksanaan pencacahan lengkap rumah tangga ST2013 dilakukan secara door to door. Strata nonkonsentrasi usaha pertanian Pelaksanaan pencacahan lengkap rumah tangga ST2013 dilakukan secara snowball. Tabel.3.1 Metode Pencacahan yang Digunakan Klasifikasi Strata Metode pencacahan Kabupaten Kota Urban Desa nonkonsentrasi Snowball Desa konsentrasi Door to door Rural Semua desa Door to door Urban & Rural BS nonkonsentrasi Snowball BS konsentrasi Door to door 3.2 Pemutakhiran Rumah Tangga PES ST2013 Tujuan pemutakhiran rumah tangga adalah untuk memperoleh daftar nama dan alamat rumah tangga yang lengkap dan mutakhir. Sumber data yang digunakan untuk melakukan pemutakhiran adalah daftar nama dan alamat rumah tangga hasil pencacahan lengkap Sensus Penduduk 2010 (SP2010) dengan menggunakan Daftar SP2010-C1. Penggunaan daftar rumah tangga hasil SP2010 dimaksudkan agar cakupan (coverage) dapat dioptimalkan. Instrumen yang digunakan dalam pemutakhiran rumah tangga adalah: 1) Peta SP2010-WB/ST2013-WB Peta SP2010-WB adalah peta blok sensus yang dibuat saat persiapan SP2010. Peta ST2013-WB adalah peta SP2010-WB yang telah di-update. Peta digunakan sebagai dasar untuk mengenali wilayah kerja pencacah PES ST2013. Contoh Peta SP2010-WB terdapat pada Lampiran 4. 2) Daftar ST2013-PES.P Daftar ST2013-PES.P adalah daftar yang memuat nama-nama kepala rumah tangga beserta alamat (SLS, nama jalan, dsb) hasil pencacahan SP2010 ST2013-PES.KORTIM 15
24 dalam suatu blok sensus yang nantinya digunakan sebagai dasar pemutakhiran. Contoh Daftar ST2013-PES.P terdapat pada Lampiran 5 dan Lampiran Metode Pemutakhiran Rumah Tangga Pemutakhiran rumah tangga dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan responden. Metode pemutakhiran rumah tangga dapat dilakukan melalui 2 (dua) metode, bergantung pada klasifikasi desa konsentrasi pertaniannya, yaitu: A. Door to door Pemutakhiran rumah tangga dengan metode ini dilakukan dengan cara melakukan kunjungan dari pintu rumah ke pintu rumah untuk seluruh rumah tangga dalam blok sensus baik yang tercantum maupun yang belum tercantum pada Daftar ST2013-PES.P door to door. B. Snowball Pemutakhiran keberadaan rumah tangga dengan cara snowball adalah pendataan yang dilakukan terhadap rumah tangga usaha pertanian, termasuk rumah tangga usaha jasa pertanian berdasarkan informasi dari berbagai narasumber (prioritas utama adalah ketua/pengurus SLS setempat). Narasumber lain yang dapat dimintai keterangannya, antara lain: Ketua Kelompok Tani (Kapoktan), Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Kepala Cabang Dinas (KCD), Tokoh Masyarakat (Tomas), dan Tokoh Agama (Toga), serta rumah tangga yang menjadi responden. Nama kepala rumah tangga yang tercantum pada Daftar ST2013-PES.P snowball juga harus dijadikan sebagai narasumber dalam mencari informasi rumah tangga pertanian termasuk yang melakukan usaha jasa pertanian lainnya. Pemutakhiran rumah tangga dengan metode ini dapat dilakukan untuk setiap rumah tangga yang tercetak pada Daftar ST2013-PES.P snowball, dan rumah tangga yang dikunjungi berdasarkan informasi dari narasumber. 16 ST2013-PES.KORTIM
25 IV. TATA CARA PENGAWASAN LAPANGAN Persiapan Lapangan Pencacahan PES ST2013 akan dilaksanakan pada bulan Juni 2013, segera setelah pencacahan lengkap ST2013 selesai. Sebelum memasuki masa pencacahan tersebut, harus dilakukan berbagai persiapan, seperti pertemuan tim mengenali situasi wilayah tugas, merancang strategi pencacahan, berkoordinasi dan berkomunikasi dengan penguasa wilayah setempat, menyiapkan instrumen, serta membagi tugas Kelengkapan Instrumen Kelengkapan instrumen lapangan sangat penting. Kortim harus menyiapkan semua instrumen yang akan digunakan dalam pencacahan. Pastikan bahwa jumlah dan jenis dokumen serta alat tulis yang diberikan ke PCL mencukupi kebutuhan lapangan termasuk cadangan Daftar ST2013-PES.L. Dokumen dan perlengkapan yang harus disiapkan adalah: 1) Peta WB 2) Daftar ST2013-PES.P 3) Daftar ST2013-PES.L 4) Surat Tugas 5) Tanda Pengenal Petugas 6) Perlengkapan petugas dan alat tulis Dokumen dan alat tulis yang dibagikan harus diyakinkan tidak ada yang kurang dan dalam keadaan berfungsi. Khusus untuk Daftar ST2013-PES.L harus diperiksa bahwa kertas dalam keadaan baik, tiap halaman cetakannya jelas dan lengkap. ST2013-PES.KORTIM 17
26 Pencarian Informasi Situasi dan Kondisi Wilayah Tugas Beberapa informasi yang perlu diketahui adalah: 1) Keberadaan BS, agar kortim dapat menentukan urutan BS yang akan dicacah. 2) Ketersediaan transportasi ke lokasi untuk mengantisipasi apabila ada lokasi yang memerlukan biaya dan waktu khusus. 3) Profil masyarakat di wilayah tugas untuk menentukan cara berwawancara yang sesuai Penelusuran Wilayah Kerja Sebelum pelaksanaan pemutakhiran rumah tangga tim melaksanakan penelusuran lapangan untuk memastikan wilayah tugas masing-masing PCL. 1) Mengunjungi ketua/pengurus SLS untuk mendapatkan izin bertugas di wilayah tersebut dengan membawa surat tugas dari BPS Kabupaten/Kota. a). Untuk blok sensus door to door tanyakan posisi rumah tangga pertama pada Daftar ST2013-PES.P, petugas memberi simbol ( ) pada posisi rumah tangga pertama tersebut di peta WB. Gunakan landmark sebagai referensi posisi, b). Untuk blok sensus snowball tanyakan posisi rumah tangga pertanian termasuk rumah tangga jasa pertanian baik yang tercetak pada Daftar ST2013-PES.P maupun yang berasal dari informasi narasumber, beri simbol ( ) dan nama pada peta WB untuk seluruh rumah tangga pertanian. Gunakan landmark sebagai referensi posisi; 2) Menelusuri wilayah kerja dengan membawa peta WB; 3) Mengenali arah Utara, batas luar blok sensus, jalan, dan landmark (bangunan yang mudah dikenali sebagai batas seperti rumah ibadah, sekolah, kantor, dsb.). Periksa ketepatan posisi landmark dan tambahkan landmark pada batas luar SLS dan batas luar blok sensus bila belum ada. Perhatikan dengan seksama batas terluar blok sensus, karena hal ini berkaitan dengan cakupan rumah tangga dalam blok sensus tersebut. Apabila terdapat ketidaksesuaian antara batas terluar peta WB dengan rumah tangga yang tercakup dalam Daftar ST2013-PES.P, tim harus memastikan batas terluar blok sensus tersebut; 18 ST2013-PES.KORTIM
27 4) Jika ditemui ketidaksesuaian arah Utara, batas luar blok sensus, jalan, dan landmark penting lainnya (rumah ibadah, sekolah, kantor, dsb.), tim memperbaiki dan/atau melengkapi arah Utara, batas luar blok sensus, jalan, dan landmark penting lainnya (rumah ibadah, sekolah, kantor, dsb.) dengan menggunakan warna yang berbeda, sesuai keadaan di lapangan; 5) Tim merencanakan kegiatan pemutakhiran dengan cermat agar rumah tangga (untuk door to door) dan rumah tangga pertanian (untuk snowball) dalam blok sensus tersebut tidak terlewat cacah atau tercacah lebih dari satu kali. 6) Memperkirakan kapan selesai pemutakhiran rumah tangga pada masingmasing blok sensus. 7) Menentukan tempat pertemuan pertama, kedua dan pertemuan selanjutnya yang akan diakukan oleh tim. 8) Menjelaskan kepada masyarakat bahwa sensus akan dimulai. 9) Melakukan identifikasi karakter masyarakat dan menyusun rencana untuk menyesuaikan diri (waktu berkunjung, dll) Strategi Pencacahan Untuk memastikan agar pencacahan berlangsung sesuai dengan prosedur dan tepat waktu, kortim dapat melakukan langkah strategis sebagai berikut: 1) Menyusun jadwal kegiatan yang belum tertuang dalam jadwal harian kerja tim, seperti jadwal berkoordinasi dengan ketua SLS, jadwal membagi dokumen, jadwal menelusuri wilayah tugas, dan jadwal mulai mencacah per BS. 2) Menentukan urutan wilayah kerja dan target yang harus dicapai oleh tim dan setiap PCL. 3) Menentukan cara yang paling efektif dan efisien untuk melakukan pemutakhiran dan pencacahan lengkap rumah tangga sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan. Jadwal pencacahan yang sudah ditentukan harus dipatuhi oleh seluruh anggota tim. Kortim harus tegas jika ada pencacah yang mangkir. Selain itu, kortim harus mampu membangun motivasi PCL, sehingga mereka tetap bekerja dengan semangat yang tinggi. Untuk mencapai hal ini kortim harus berusaha agar: ST2013-PES.KORTIM 19
28 1) PCL memahami sepenuhnya tentang hasil yang harus dicapai. 2) Memberi motivasi untuk meningkatkan hasil dan mutu pekerjaannya. 3) Menciptakan kekompakan tim. Jadwal kegiatan tim harus dipatuhi seluruh anggota tim Koordinasi dan Komunikasi Kortim harus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pejabat atau penguasa wilayah tugas timnya seperti ketua SLS dan kepala desa/lurah untuk memudahkan tim melakukan pencacahan. Kortim harus mencari kesempatan untuk berbicara langsung dengan ketua SLS dan tokoh masyarakat lainnya untuk menjelaskan adanya kegiatan PES ST2013, memperkenalkan semua anggota tim yang akan bertugas di wilayahnya. Kortim juga meminta ketua SLS dan tokoh masyarakat agar membantu menginformasikan kepada masyarakat tentang kegiatan PES ST2013 seperti jadwal kunjungan tim serta meminta saran sikap apa yang perlu dijaga dalam mengunjungi setiap rumah atau bangunan sesuai dengan adat kebiasaan setempat. Kunjungan pada ketua SLS dan tokoh masyarakat ini dilakukan sebelum tim memulai penelusuran wilayah. Setiap petugas harus membawa surat tugas, tanda pengenal, dan atribut lain sebagai bukti identitas petugas resmi PES ST2013. Komunikasi yang baik dengan pejabat setempat akan membantu tim untuk diterima masyarakat dengan baik. Koordinasi dan komunikasi antara kortim dan BPS Kabupaten/Kota juga harus selalu terjalin terus menerus sehingga dapat diketahui keberadaan, kondisi tim, dan kemajuan pekerjaan di lapangan. Tim tidak diperkenankan memberikan, menunjukkan, meminjamkan, menggandakan, menitipkan dokumen hasil pencacahan dalam bentuk apapun kepada siapapun, kecuali kepada petugas yang telah ditentukan. Dokumen hasil pencacahan bersifat rahasia. Komunikasi agar terus dijaga, baik komunikasi dengan masyarakat maupun BPS Kabupaten/Kota. 20 ST2013-PES.KORTIM
29 Pembagian Tugas Pembagian tugas dilakukan sedemikian rupa sehingga tim dapat bekerja optimal. Hal-hal berikut ini perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pemutakhiran dan pencacahan lengkap rumah tangga pertanian sesuai dengan metode pencacahan pada setiap blok sensus: A. Blok Sensus door to door 1) Pemutakhiran rumah tangga setiap BS dilakukan oleh seorang PCL, dimana seorang PCL pada umumnya melakukan pemutakhiran rumah tangga pada tiga BS. Pemutakhiran rumah tangga per BS diperkirakan selesai dalam waktu 3 hari. 2) Pembagian BS harus berdasarkan Daftar ST2013-PES.RP2 dan peta WB. Setiap PCL bertugas pada tiga BS yang berdekatan dan diupayakan sesuai dengan kondisi PCL (tempat tinggal, kemampuan, dan sebagainya). BS wilayah kerja tim seharusnya terletak sehamparan, meskipun disadari bahwa ada kemungkinan terpaksa tidak sehamparan. Upayakan tiga BS pertama yang saling berdekatan untuk dilaksanakan pemutakhiran rumah tangga terlebih dahulu agar mudah komunikasi dan pengawasannya. Lalu pemutakhiran rumah tangga berikutnya pada tiga BS yang lain yang saling berdekatan pula. 3) Pelaksanaan pencacahan lengkap dilakukan oleh tim secara bersama-sama. Kortim memberikan satu nama kepala rumah tangga pertanian (KRT) kepada masing-masing PCL. Petunjuk letak tempat tinggal rumah tangga berpedoman pada peta WB. Tahapan pencacahan rumah tangga pertanian: a. Pertama, kortim akan mengantar PCL 1 ke rumah tangga pertanian 1, PCL 2 ke rumah tangga pertanian 2 dan PCL 3 ke rumah tangga pertanian 3. b. Kemudian, kortim ke rumah tangga pertanian 1 untuk mendampingi secara penuh PCL 1. Setelah PCL 1 selesai mencacah satu rumah tangga, daftar ST2013-PES.L langsung diperiksa kortim. Jika isian sudah lengkap dan benar maka PCL 1 melanjutkan mencacah di rumah tangga pertanian 4. c. Selesai mendampingi PCL 1, kortim mendampingi secara penuh PCL 2 di ST2013-PES.KORTIM 21
30 rumah tangga pertanian 5. Setelah PCL 2 selesai mencacah satu rumah tangga, Daftar ST2013-PES.L langsung diperiksa kortim. Jika isian sudah lengkap dan benar maka PCL 2 melanjutkan mencacah di rumah tangga pertanian 8. d. Selesai mendampingi PCL 2, kortim mendampingi secara penuh PCL 3 di rumah tangga pertanian 9. Setelah PCL 3 selesai mencacah satu rumah tangga, Daftar ST2013-PES.L langsung diperiksa kortimjika isian sudah lengkap dan benar maka PCL 3 melanjutkan mencacah di rumah tangga pertanian 12. No. Urut Ruta Pertania n PCL 1 PCL 2 PCL PCL 1 PCL 2 PCL PCL 1 PCL 2 PCL Kortim Kortim Kortim Gambar 4.1. Ilustrasi Tugas Pencacah dan Kortim untuk Pencacahan Lengkap Rumah Tangga pada Blok Sensus Door to Door 4) Jika ada rumah tangga pertanian yang tidak dapat ditemui pada saat pencacahan lengkap, catat nama KRT tersebut pada daftar ST2013-PES.L Rincian 102 dan beri tanda cek ( ) pada kotak terakhir paling kanan Rincian 101 (No. Urut Ruta Pertanian) selanjutnya pastikan bahwa PCL akan mengunjungi kembali. 5) Kortim harus membagi jumlah rumah tangga pertanian secara proporsional agar beban antar PCL berimbang. Pemutakhiran rumah tangga dilakukan oleh satu orang PCL pada 1 BS. Pencacahan lengkap dalam 1 BS dilakukan bersama-sama oleh 1 tim. B. Blok Sensus snowball 1) Pemutakhiran dan pencacahan lengkap rumah tangga usaha pertanian dengan cara snowball dilakukan terhadap rumah tangga pertanian termasuk rumah tangga jasa pertanian berdasarkan informasi dari berbagai nara 22 ST2013-PES.KORTIM
31 sumber. Karena metode pencacahan pada blok sensus snowball adalah 1 kunjungan ke rumah tangga, maka pemutakhiran dan pencacahan lengkap rumah tangga pertanian dengan metode ini dilakukan sekaligus. 2) Tim melakukan kunjungan ke rumah tangga usaha pertanian berdasarkan informasi yang tercetak pada Daftar ST2013-PES.P dan dari nara sumber (ketua SLS atau lainnya). Pencacah pertama melakukan pemutakhiran rumah tangga dengan wawancara berdasarkan Daftar ST2013-PES.P Blok V. Selesaikan wawancara sampai seluruh pertanyaan pada Blok V untuk satu rumah tangga. 3) Setelah selesai melakukan pendataan pada rumah tangga tersebut dengan Daftar ST2013-PES.P, tanyakan keberadaan rumah tangga pertanian serta rumah tangga jasa pertanian lainnya yang berada di SLS tersebut atau di SLS lain dalam blok sensus tersebut. 4) Jika ada informasi dari nara sumber, cek informasi tersebut dengan daftar nama kepala rumah tangga yang tercetak pada Daftar ST2013-PES.P Blok V. Jika tidak ada pada Blok V, tuliskan nama kepala rumah tangga tersebut setelah baris terakhir yang terisi. Beri simbol ( ) dan nama pada peta WB untuk rumah tangga pertanian. 5) Bila rumah tangga pada butir 1) teridentifikasi sebagai rumah tangga pertanian termasuk rumah tangga jasa pertanian, kortim menugaskan pencacah pertama untuk melakukan wawancara dengan Daftar ST2013- PES.L. 6) Gambarkan lingkaran isi ( ) pada peta WB sebagai simbol lokasi rumah tangga pertanian atau rumah tangga jasa pertanian. Kemudian beri nomor urut di sisi lingkaran sesuai dengan nomor urut rumah tangga pertanian pada Daftar ST2013-PES.P Blok V Kolom (20). Sebelum menggambarkan lingkaran, hapus tanda cek ( ) dan nama. Bila dalam satu bangunan sensus ada 3 rumah tangga usaha pertanian dan atau rumah tangga jasa pertanian dengan nomor urut rumah tangga pertanian 10, 11, dan 12, maka cukup digambar dengan satu lingkaran ( ) dan beri nomor urut rumah tangga Apabila setelah dikunjungi ternyata rumah tangga pertanian berdasarkan informasi dari nara sumber bukan merupakan rumah tangga pertanian ST2013-PES.KORTIM 23
32 maupun rumah tangga jasa pertanian, maka pencacah harus menghapus tanda cek dan nama yang telah ditulis di peta WB. 7) Selanjutnya kortim bersama dua pencacah lainnya menuju lokasi rumah tangga pertanian atau rumah tangga jasa pertanian lainnya berdasarkan informasi dari nara sumber pada butir 2). 8) Lakukan proses pada butir (1) sampai dengan butir (6) dengan pembagian tugas pemutakhiran dan pencacahan lengkap rumah tangga secara bergilir untuk setiap pencacah. 9) Kortim juga harus mendampingi pencacah secara bergiliran agar dapat melihat langsung bagaimana pencacah melakukan tugasnya, mengevaluasi, dan mengarahkan untuk perbaikan agar tidak mengulangi kesalahannya tersebut pada pencacahan selanjutnya. Pada saat itu kortim juga harus memeriksa Daftar ST2013-PES.L yang telah diisi pencacah. 10) Lakukan proses tersebut hingga selesai pendataan dalam satu blok sensus yang menjadi wilayah kerjanya. Ilustrasi metode snowball dapat dilihat seperti pada Gambar 4.2. Gambar 4.2. Identifikasi Responden dengan Metode Snowball 24 ST2013-PES.KORTIM
33 Keterangan Gambar 4.2: : Menggambarkan rumah tangga pertanian termasuk rumah tangga jasa pertanian. : Menggambarkan rumah tangga bukan pertanian termasuk rumah tangga bukan pelaku usaha jasa pertanian. : Nara sumber pertama (prioritas utama adalah ketua/pengurus SLS setempat, Ketua Kelompok Tani (Kapoktan), Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Kepala Cabang Dinas (KCD), Tokoh Masyarakat (Tomas), dan Tokoh Agama (Toga). : Nara sumber lainnya. : Yang diinformasikan. Pemutakhiran rumah tangga dan pencacahan lengkap dilakukan sekaligus dalam 1 kunjungan, bersama-sama oleh 1 tim. 4.2 Pengawasan Lapangan Tata cara pencacahan pada saat pemutakhiran rumah tangga berbeda dengan pencacahan lengkap. Oleh karena itu, pengawasan pada saat pemutakhiran rumah tangga juga berbeda dengan pengawasan pada saat pencacahan lengkap. Jadwal pengawasan pemutakhiran rumah tangga harus diatur agar semua PCL dapat diawasi secara optimal. Pemutakhiran rumah tangga di blok sensus door to door harus dimulai dari lokasi rumah tangga bernomor urut satu pada Daftar ST2013-PES.P Pengawasan Pemutakhiran Rumah Tangga Dalam melaksanakan pengawasan pemutakhiran rumah tangga, upayakan letak BS yang dimutakhirkan rumah tangga oleh masing-masing PCL berdampingan. Hal ini dimaksudkan agar kortim lebih mudah mengawasi. Tahapan pengawasan yang harus dilakukan kortim adalah: ST2013-PES.KORTIM 25
34 1) Periksa apakah pemutakhiran rumah tangga dilakukan dimulai dari lokasi rumah tangga bernomor urut satu pada Daftar ST2013-PES.P. 2) Kunjungi dan dampingi PCL secara bergantian, amati cara PCL melakukan wawancara. 3) Kunjungi 5 (lima) rumah tangga pertama yang dimutakhirkan oleh PCL, apakah pemutakhiran rumah tangga sudah dilakukan dengan benar. 4) Periksa apakah pengisian pada Daftar ST2013-PES.P Kolom (20) sudah sesuai dengan nomor pada peta WB. 5) Amati apakah PCL melakukan penggambaran lingkaran dan pemberian nomor urut rumah tangga pertanian secara bersamaan di lapangan. 6) Jika ditemui adanya ketidaksesuaian, tanyakan pada PCL yang bertugas di BS tersebut. Perbaiki segera dan bila perlu lakukan kunjungan ulang ke rumah tangga bersangkutan. 7) Jika pada saat pemutakhiran rumah tangga ditemui ada satu rumah tangga yang penghuninya sedang bepergian dan sampai pada batas akhir waktu pencacahan (7 Juli 2013) rumah tangga tersebut masih belum kembali, maka isikan kode 7 pada Daftar ST2013-PES.P Kolom (7). 8) Jika satu BS sudah selesai dimutakhirkan oleh PCL, periksa isian Daftar ST2013-PES.P, jika ada isian yang tidak wajar maka kembalikan ke PCL untuk diperbaiki, jika perlu minta PCL untuk kembali ke rumah tangga yang isiannya bermasalah tersebut. Adakan pertemuan dalam tim untuk evaluasi dan mengatur strategi untuk pemutakhiran rumah tangga berikutnya. 26 ST2013-PES.KORTIM
35 Koordinator Tim (Kortim) Menerima hasil Pemutakhiran Ruta dan Peta WB dari PCL Kunjungi 5 Ruta dan periksa: Isian Daftar ST2013-PES.P Gambar lingkaran dan nomor pada Peta WB Bandingkan nomor Peta dengan Daftar ST2013-PES.P Blok V Kolom (20) PCL memperbaiki Tidak Sudah lengkap dan wajar? Ya Datang ke ketua SLS tanyakan apakah ada warganya yg blm terdaftar pada Daftar ST2013-PES.P SELESAI Bagan 4.1. Tahapan Pengawasan Pemutakhiran Rumah Tangga ST2013-PES.KORTIM 27
36 Pengawasan Pencacahan Lengkap Rumah Tangga Usaha Pertanian Pada saat pencacahan lengkap, pembagian rumah tangga harus diatur agar masing-masing PCL mencacah di rumah tangga yang berdekatan sehingga pengawasan dapat dilakukan dengan optimal. Selain itu, kortim harus melakukan berbagai kegiatan lain sebagai berikut: 1) Pastikan bahwa PCL sudah mencatat nama KRT dan mengisi alamat responden dengan jelas. 2) Amati cara PCL melakukan wawancara terutama pada saat awal melakukan pencacahan dengan Daftar ST2013-PES.L, bagaimana cara PCL menanyakan jumlah ART, melakukan probing (penelusuran mendalam) saat menanyakan umur KRT. Jika ditemui kesalahan, diskusikan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar kesalahan tidak terulang. 3) Amati cara PCL mengisi Daftar ST2013-PES.L dan pastikan setiap jawaban responden dituliskan ke dalam daftar dengan jelas dan benar. 4) Perhatikan kesalahan dan kelemahan PCL, kemudian tindaklanjuti dengan memberitahu PCL bagaimana yang benar, agar kesalahan tersebut tidak terulang di rumah tangga berikutnya. 5) Mintalah Daftar ST2013-PES.L setiap kali PCL selesai melakukan pencacahan, kemudian periksa kelengkapan isian, konsistensi, kewajaran isian, dan beri kode wilayah administrasi pada Blok IX yang diperlukan. Jika ditemui ketidakwajaran isian, langsung ditanyakan kepada PCL terkait dan bila tidak mungkin diperbaiki sebaiknya lakukan kunjungan ulang ke rumah responden. 6) Pemeriksaan terhadap arsiran (marking), penulisan huruf dan angka juga dilakukan langsung di lapangan dan dicek/diperbaiki kembali. Dampingi dan bimbing PCL pada awal pencacahan rumah tangga pertanian dan catat kesalahan dengan blangko lembar kerja. 28 ST2013-PES.KORTIM
37 Koordinator Tim (Kortim) Cek apakah PCL sudah mencatat nama KRT dan alamat responden dengan benar Sudah benar? Tidak PCL memperbaiki Ya - Dampingi PCL pada awal pencacahan rumah tangga pertanian - Catat kesalahan dan kelemahan PCL pada blangko LK daftar kesalahan - Diskusikan permasalahan lebih lanjut, agar tidak terulang kesalahan yang sama - Pastikan setiap jawaban responden sudah dituliskan ke dalam daftar dengan benar dan jelas Kortim memeriksa: - Kelengkapan; - Konsistensi; - Kewajaran isian; - Coding. PCL memperbaiki Sudah OK menurut Kortim? Tidak Ya SELESAI Bagan 4.2. Tahapan Pengawasan Pencacahan Lengkap ST2013-PES.KORTIM 29
38 Tips melakukan pengawasan: 1) Kortim harus memberitahu kesalahan berwawancara yang dilakukan PCL dengan suasana yang bersahabat agar tidak menyinggung perasaan. Kesalahan mungkin disebabkan belum terbiasa dengan struktur pertanyaan dalam kuesioner atau belum menguasai konsep dan definsi. 2) Pemeriksaan dokumen dilakukan langsung di lapangan. Tunjukkan kesalahan yang ditemui, diskusikan dalam suasana yang bersahabat, beri kesempatan PCL untuk menjelaskan permasalahannya dan upayakan pula agar PCL tidak merasa malu atau tersinggung. 3) Kortim harus cermat dan teliti memeriksa arsiran (marking) dan penulisan huruf maupun angka pada Daftar ST2013-PES.L. Penulisan yang baik adalah yang dapat dibaca dengan mudah tanpa menimbulkan salah interpretasi. 4) Pastikan bahwa alat tulis yang digunakan adalah pensil. 5) Pada prinsipnya satu BS selesai dulu baru mengerjakan BS yang lain. Namun, tidak ada jaminan bahwa setiap rumah tangga langsung bisa ditemui ketika berkunjung. Jika menunggu sampai satu BS lengkap, maka BS lain mungkin akan tertunda dan secara keseluruhan beban tugas akan mungkin tidak selesai. Agar tidak terjadi demikian, maka kalau ada beberapa rumah tangga dalam suatu BS belum dapat ditemui, bisa saja tim memulai BS lain dulu dan mencari kesempatan (dalam periode pencacahan) untuk dapat mengunjungi rumah tangga yang tertunda. 6) Jika sampai batas akhir waktu pencacahan lengkap masih ada rumah tangga yang tidak dapat ditemui, Daftar ST2013-PES.L untuk rumah tangga tersebut harus tetap terisi Rincian sesuai Daftar ST2013-PES.P. 30 ST2013-PES.KORTIM
39 4.3 Pengorganisasian Kegiatan Lapangan Kortim harus mengorganisir kegiatan lapangan dalam lingkup wilayah kerjanya dengan jadwal kegiatan sebagai berikut: 1) Selambat-lambatnya sehari sebelum pelaksanaan lapangan tim (kortim dan PCL) wajib mengadakan pertemuan persiapan dan mengadakan penelusuran wilayah batas-batas BS. 2) Pada 2 hari pertama masing-masing PCL melakukan pemutakhiran. 3) Pada hari ke-3, tim wajib mengadakan pertemuan evaluasi, perbaikan hasil pemutakhiran, pemeriksaan ulang oleh kortim, perbaikan kembali hasil pemutakhiran berdasarkan hasil pemeriksaan kortim. 4) Pada hari ke-7, setelah seluruh pemutakhiran selesai, tim wajib melakukan pertemuan evaluasi seperti pada hari ke-3, sekaligus mempersiapkan pencacahan lengkap. 5) Pada hari ke-20 atau terakhir pencacahan, tim wajib mengadakan pertemuan seperti hari ke-7, sekaligus menyelesaikan semua pekerjaan tim. Termasuk didalamnya pemeriksaan akhir konsistensi antara Daftar ST2013-PES.P dan Daftar ST2013-PES.L 6) Pada hari berikutnya, tanggal 8 Juli 2013, seluruh hasil sudah diserahkan kepada penanggung jawab di BPS Kabupaten/Kota untuk diteruskan kepada BPS Provinsi. Jadwal kerja harian per tim pada blok sensus door to door di lapangan dapat dilihat pada Lampiran 2, sedangkan untuk blok sensus snowball dapat dilihat pada Lampiran Evaluasi dan Pemeriksaan Rancangan pencacahan dengan tim ditujukan untuk mendapatkan data clean di lapangan. Setelah rumah tangga selesai dicacah oleh PCL, Daftar ST2013-PES.L langsung diperiksa oleh kortim. Hal penting yang perlu ditekankan dalam pemeriksaan: 1) Harus ada konsistensi antara Daftar ST2013-PES.P, Daftar ST2013-PES.L, dan peta WB. Nomor urut terbesar pada Daftar ST2013-PES.P Blok V Kolom ST2013-PES.KORTIM 31
40 (20) harus sama dengan jumlah dokumen Daftar ST2013-PES.L dalam satu blok sensus serta harus sama dengan nomor terbesar pada peta WB. 2) Rincian luas lahan pertanian harus terisi untuk rumah tangga usaha pertanian yang menggunakan lahan. 3) Untuk rumah tangga pertanian yang memiliki usaha pertanian maka kode komoditas yang diusahakan harus terisi. Laporan hasil pengawasan pencacahan yang dilakukan oleh kortim harus disampaikan ke penanggung jawab di BPS Kabupaten/Kota. Permasalahan yang harus dilaporkan adalah: 1) Banyaknya BS di wilayah tugasnya, kondisi BS, dan waktu pencacahan. 2) Kendala dan pemecahannya ketika menghadapi masalah. 3) Perkembangan pelaksanaan pencacahan. Laporan kortim disampaikan secara berjenjang ke BPS Kabupaten/Kota. 32 ST2013-PES.KORTIM
41 V. TATA CARA PEMERIKSAAN DOKUMEN Pemeriksaan Daftar ST2013-PES.P dan Peta Pemeriksaan peta WB dapat dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan Daftar ST2013-PES.P. Prosedur pemeriksaan adalah sebagai berikut: 1) Informasi batas-batas luar BS dan legenda penting sudah digambar dan dituliskan dalam peta WB sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. 2) Keterangan lokasi dan kode administrasi pada Daftar ST2013-PES.P dan peta WB harus benar dan sesuai satu sama lain. 3) Pastikan isian hasil pencacahan PCL tertulis pada baris P. 4) Pemberian nomor rumah tangga pertanian harus sesuai dengan penomoran pada peta WB. Informasi yang diperoleh dari PES ditulis pada Baris/Kolom P Baris/Kolom E merupakan salinan dari Daftar ST2013 Tugas Kortim PES adalah memeriksa isian yang ditulis oleh pencacah PES (isian pada Kolom/Baris P) ST2013-PES.KORTIM 33
42 Koordinator Tim (Kortim) Memeriksa: Isian Daftar ST2013-PES.P Gambar lingkaran dan nomor pada Peta WB Jumlah Ruta Pertanian Konsistensi Isian Tidak Sudah lengkap dan wajar? Ya Koordinator Sensus Kecamatan Bagan 5.1. Tahapan Pemeriksaan Daftar ST2013-PES.P Salah satu tugas kortim adalah melakukan pemeriksaan dan membetulkan penulisan yang salah/kurang jelas dokumen hasil pencacahan. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh kortim dalam pemeriksaan dokumen antara lain : a. Pemeriksaan dokumen harus dilakukan secara berurutan, dimulai dengan pemeriksaan dokumen ST2013-PES.P, kemudian dilanjutkan dokumen ST2013-PES.L, dari nomor urut rumah tangga pertama sampai dengan nomor urut rumah tangga terakhir dalam setiap blok sensus. 34 ST2013-PES.KORTIM
43 b. Pemeriksaan blok pertanyaan dan rincian harus dilakukan secara berurutan, mulai dari blok pertanyaan dan rincian pertama sampai dengan blok pertanyaan dan rincian terakhir; c. Kortim harus memeriksa apakah isian jawaban suatu pertanyaan benar dan konsisten dengan isian jawaban pertanyaan lain. Apabila kortim menemukan kesalahan atau ketidaksesuaian antar isian, maka isian yang salah harus diperbaiki. Cara memperbaiki adalah dengan menghapus isian yang salah dan mengganti dengan isian yang benar, baik untuk dokumen ST2013-PES.P dan ST2013-PES. d. Pemeriksaan mencakup isian dokumen ST2013-PES.P dan ST2013-PES.L. Jika terdapat perbedaan antara keduanya, maka lakukan perbaikan dengan berpedoman pada dokumen ST2013-PES.L. e. Kortim harus meneliti seluruh isian dokumen secara utuh. Apabila terjadi keragu-raguan harap ditanyakan kepada petugas pencacah lapangan (PCL) atau kunjungan ke lapangan (revisit) Pengecekan isian pada Daftar ST2013-PES.P adalah sebagai berikut: Blok I. KETERANGAN TEMPAT 1. Isian R.101 s.d R.108 harus sama dengan identitas master wilayah semester I 2012 (sudah tertulis). 2. Untuk perbedaan identitas wilayah yang disebabkan karena pemekaran, tidak boleh dilakukan perubahan. 3. Perubahan identitas wilayah yang dilakukan oleh petugas lapangan diperbolehkan untuk wilayah yang muatan rumah tangganya tertukar antar blok sensus baik dalam satu kecamatan maupun antar kecamatan. 4. Isian R.109 (untuk Daftar ST2013-PES.P) [Snowball]: nara sumber harus ada isian. Blok II. KETERANGAN PETUGAS 1. Isian R.201 Kolom (2) kode petugas harus terisi. 2. Isian R.201 Kolom (3) kode petugas harus terisi. 3. Isian R.202 nama petugas pencacah dan kortim harus ada isian ST2013-PES.KORTIM 35
44 4. Isian R.203 harus terisi, isian rincian ini untuk kolom (2) dan (3) mulai dari 1 Juni s.d 15 Juni Isian R.204 harus terisi tanda tangan pencacah dan petugas. Blok III. REKAPITULASI 1. Isian R.301 sudah tercetak. 2. Isian R.302 harus sama dengan Blok V Kolom (8) nomor urut terbesar. Jika tidak sama, maka rincian ini disesuaikan. 3. Isian R.303 harus sama dengan Blok V halaman terakhir Rincian C Kolom (15). Jika tidak sama, maka rincian ini disesuaikan. 4. Isian R.304 harus sama dengan Blok V halaman terakhir Rincian C kolom (16). Jika tidak sama, maka rincian ini disesuaikan. 5. Isian R.305 harus sama dengan Blok V halaman terakhir Rincian C kolom (17). Jika tidak sama, maka rincian ini disesuaikan. 6. Isian R.306 harus sama dengan Blok V halaman terakhir Rincian C Kolom (18). Jika tidak sama, maka rincian ini disesuaikan. 7. Isian R.307 harus sama dengan Blok V halaman terakhir Rincian C kolom (19). Jika tidak sama, maka rincian ini disesuaikan. 8. Isian R.308 harus sama dengan Blok V kolom (20) nomor urut terbesar. Jika tidak sama, maka rincian ini disesuaikan. 9. Isian R.309 harus sama dengan Blok V halaman terakhir Rincian C kolom (12b). Jika tidak sama, maka rincian ini disesuaikan. 10. Isian R.303 s.d R.308 harus lebih kecil atau sama dengan R.302. Blok IV. CATATAN Blok ini hanya digunakan untuk melihat apakah ada catatan untuk menerangkan hal-hal yang perlu penjelasan. Blok V. HASIL PEMUTAKHIRAN DAN KETERANGAN KEGIATAN PERTANIAN 1. Kolom (1) s.d kolom (6) sudah tercetak. Jika ada rumah tangga baru untuk door to door, maka kolom (1) boleh blank, kolom (2) dan (3) harus terisi, dan kolom (4) harus blank. 36 ST2013-PES.KORTIM
45 Isian kolom (2) dan kolom (3) maksimum 3 digit numerik atau 3 digit numerik, 1 digit karakter dibelekang. Aturan penomomoran bangunan fisik dan bangunan sensus baru pada kolom (2) dan kolom 3 adalah sebagai berikut: a. Untuk bangunan fisik (kolom(2)) baru yang terletak diantara dua bangunan fisik yang sudah ada maka penomoran bangunan fisik yang baru tersebut mengikuti nomor bangunan fisik terdekatnya dan menambahkan alfabet pada 1 diigit dibelakang. Contoh: SP2010 terdapat bangunan fisik 001, 002 sampai 015. Ketika ST2013 terdapat penambahan bangunan fisik diantara bangunan fisik 001 dan 002, penambahan bangunan fisiknya sebanyak 2 bangunan, maka cara pengisian di dokumen ST2013-P adalah : 001A, 001B. Sama halnya dengan bangunan sensus. b. Jika bangunan fisik baru diantara bangunan fisik yang sudah ada, jumlahnya lebih dari 26, maka penomoran bangunan fisik ke 27,28, dst mengikuti nomor bangunan fisik selanjutnya yang sudah ada. Contoh: SP2010 terdapat bangunan fisik 001, 002 sampai 015. Ketika ST2013 terdapat penambahan bangunan fisik diantara bangunan fisik 004 dan 005, penambahan bangunan fisiknya sebanyak 28 bangunan, maka cara pengisian di dokumen ST2013-P adalah : 004A, 004B,.., sampai dengan 004Z, sedangkan 1 bangunan fisik lagi dimasukkan ke nomor urut selanjutnya yaitu 005A, 005B. Jika ada rumah tangga baru untuk snowball, maka kolom (1) s.d (3) boleh blank sedangkan kolom (4) harus blank. 2. Kolom (7) harus terisi kode 1, 2, 3, 4, 5, 6 atau Kolom (8): Kolom (8) harus ada isian jika kolom (7) berkode 1, 2, 3,atau 4. Kolom (8) blank Jika kolom (7) berkode 5, 6 atau Kolom (9) s.d (14) kecuali kolom (12b) Kolom ini akan terisi jika kolom (8) ada isian. ST2013-PES.KORTIM 37
46 Isian kolom ini 1 atau (strip). Jika kolom (9) s.d (14) ada isian (baik kode 1 maupun strip) sedangkan kolom (7) berkode 5,6, atau 7, dan atau kolom (8) tidak mempunyai nomor urut maka: o Kolom (7) diberi kode 1,2,3, atau 4, tanyakan ke PCL. o Kolom (8) harus diberi nomor urut berikutnya setelah nomor urut terbesar. 5. Kolom (12b): Isian kolom ini adalah 0 s.d 999 atau blank. Kolom ini harus terisi jika kolom (12a) berkode 1 Kolom ini harus blank jika kolom (12a) bertanda strip (-) 6. Kolom (15) s.d (18): Isian kolom ini adalah 1, strip (-) atau blank. Kolom ini harus terisi jika salah satu atau lebih kolom (9) s.d kolom (12a) dan kolom (13) s.d (14) berkode 1. Kolom ini harus blank jika kolom (9) s.d kolom (12a) dan kolom (13) s.d (14) berkode strip (-) 7. Kolom (19): Isian kolom ini adalah 1 atau strip (-). Kolom ini harus terisi jika kolom (8) ada isian. 8. Kolom (20): Kolom ini harus terisi jika salah satu atau lebih kolom (15) s.d kolom (17) dan kolom (19) ada yang berkode 1. Jika ada Rumah tangga yang diberi nomor urut tetapi bukan RT pertanian maka nomor urut di kolom (20) dihapus dan nomor urut terbesar diganti dengan nomor urut yang terhapus, dan informasikan ke seksi IPDS BPS Kabupaten/Kota agar nomor urut RT pertanian Peta WB disesuaikan. Rincian a. Jumlah halaman ini Isian Rincian ini harus sesuai dengan penjumlahan pada halaman yang bersangkutan untuk kolom (9) s.d kolom (19). 38 ST2013-PES.KORTIM
47 Rincian b. Jumlah sampai dengan halaman sebelumnya. Isian rincian ini harus sesuai dengan Rincian c halaman sebelumnya. Untuk halaman 1, rincian ini harus terisi tanda (strip) untuk Kolom (9) s.d Kolom (19). Rincian c. Jumlah kumulatif sampai dengan halaman ini. Isian rincian ini harus sesuai dengan penjumlahan dari Rincian a ditambah dengan Rincian b pada halaman yang bersangkutan untuk Kolom (9) s.d Kolom (19). 5.2 Pemeriksaan Daftar ST2013-PES.L Setelah PCL selesai mencacah satu rumah tangga, kortim langsung memeriksa cara penulisan, konsistensi, dan kewajaran isian kuesioner. Cek secara menyeluruh apakah PCL menuliskan isian hasil pencacahan rumah tangga pertanian pada baris P. Dalam melakukan pemeriksaan Daftar ST2013-PES.L ada beberapa variabel atau rincian pertanyaan yang saling terkait sehingga kesalahan pengisiannya dapat mempengaruhi isian variabel lainnya. Jika ditemui ada data yang tidak konsisten atau tidak wajar isian sebaiknya jangan langsung mengubah isian tapi ditanyakan kembali ke PCL. Berikut disajikan beberapa contoh isian yang tidak konsisten atau tidak wajar: 1) Isian jumlah lahan pertanian sawah yang dikuasai berbeda dengan penjumlahan dari seluruh rincian jenis lahan sawah, contoh: Irigasi teknis 100 m 2, tadah hujan 50 m 2 tetapi jumlah lahan sawah 200 m 2 seharusnya lahan sawah terisi 150 m 2 2) Rincian 302 tidak ada isian tetapi rincian 201 berkode 1. 3) Blok II.A. ada yang berkode 1 tetapi Rincian 214 tidak ada isian, atau sebaliknya Rincian 214 ada isian tetapi Blok II.A tidak ada yang berkode 1. ST2013-PES.KORTIM 39
48 Kortim 1 Menerima satu ruta pertanian yang akan diperiksa Cek R.101 sesuai Daftar P Cek R.201 R.302 Cek R.202 R.304 Cek R.203 R.402 Cek R.204 R.502 Cek R.205 R.603 Cek R.206 R.702 Cek R.207 R.705 Cek R.208 R.802 Cek R.209 R.803a kol (6) Cek R.210 R.803b kol (6) Cek R.211 R.803c kol (6) Cek R.212 R.306a, 404a, 504a, 605a, 707a, 707b, 805a Ya PCL mengecek dan memperbaiki Tidak Sudah lengkap dan 1 Bagan 5.2. Tahapan Pemeriksaan Daftar ST2013-PES.L 40 ST2013-PES.KORTIM
49 Blok I. Keterangan Umum Rumah Tangga Sebelum memeriksa Blok I, periksa rincian Hasil Pemutakhiran di pojok kanan atas. Pastikan isian sama dengan Daftar ST2013-PES.P Blok V kolom (7) untuk rumah tangga yang sesuai. Hal-hal yang harus diperiksa dari Blok I: 1) Isian kode pada Rincian 101: Provinsi, Kab/Kota, Kecamatan, Desa/Kel, dan Nomor blok sensus harus sesuai dengan daftar sampel blok sensus PES. 2) Isian No SLS, No Bangunan Fisik, No Bangunan Sensus, No Urut Ruta Pertanian PES dan No Sub Blok Sensus harus sesuai dengan Daftar ST2013-PES.P. 3) Isian R.102 harus terisi sesuai dengan ST2013-PES.P Blok V kolom (5) dan minimal terdiri dari 2 karakter. 4) Isian R.103 harus terisi 10 s.d 99 5) Isian R.104 harus terisi kode 1 atau 2. Jika kosong maka tanyakan kepada PCL. 6) Isian R.105 harus terisi sesuai dengan dokumen ST2013-PES.P R ) Isian R.106 alamat harus terisi sesuai dengan dokumen ST2013-PES.P Blok V kolom (6). 8) Isian R.107 laki-laki dan atau R.107 perempuan harus terisi. 9) Jika R.107a berkode 1, maka R.107b harus ada isian Blok II.A. Jenis Kegiatan Rumah Tangga Usaha Pertanian Cara pemeriksaan Blok II.A sebagai berikut: 1) Jika R.302 ada isian maka R.201 harus berkode 1 2) Jika R.304 ada isian maka R.202 harus berkode 1 3) Jika R.402 ada isian maka R.203 harus berkode 1 4) Jika R.502 ada isian maka R.204 harus berkode 1 5) Jika R.603 ada isian maka R.205 harus berkode 1 6) Jika R.702 ada isian maka R.206 harus berkode 1 7) Jika R.705 ada isian maka R.207 harus berkode 1 8) Jika R.802 ada isian maka R.208 harus berkode 1 ST2013-PES.KORTIM 41
50 9) Jika R.803a Kolom (2) ada isian maka R.209 harus berkode 1 10) Jika R.803b Kolom (2) ada isian maka R.210 harus berkode 1 11) Jika R.803c Kolom (2) ada isian maka R.211 harus berkode 1 12) Jika R.306a, 404a, 504a, 605a, 707a, 707b, 805a, ada yang berkode 1 maka R.212 harus berkode 1. Pastikan isian keterangan terisi dengan benar dan konsisten Blok II.B Keterangan Rumah Tangga Usaha Pertanian Cara pemeriksaan Blok II.B sebagai berikut: a. Isian R.213 laki-laki dan atau R.213 perempuan harus terisi. Jika kedua isian tidak terisi maka tanyakan kepada PCL. b. Isian R.213 harus kurang dari atau sama dengan R.107. c. Isian R.213 harus lebih dari atau sama dengan maksimal isian R.305, R.403, R.503, R.604, R.703, R.706, R.804. d. Jika diantara R.201 s.d R.211, hanya R.201 dan atau R.202 yang berkode 1, maka isian R.213 laki-laki = isian R.305 laki-laki, dan isian R.213 perempuan = isian R.305 perempuan. Isian R.214 = 201 atau 202 e. Jika diantara R.201 s.d R.211, hanya R.203 yang berkode 1, isian R.213 harus sama dengan isian R.403 dan isian R.214 harus terisi kode 203. f. Jika dari R.201 sampai dengan R.211 yang terisi kode 1 hanya pada R.204 maka isian R.213 sama dengan isian R.503. Isian R.214 akan terisi kode 204. g. Jika dari R.201 sampai dengan R.211 yang terisi kode 1 hanya pada R.205 maka isian R.213 akan sama dengan isian R.604. Isian R.214 harus terisi kode 205. h. Jika dari R.201 sampai dengan R.211 yang terisi kode 1 hanya pada R.206 maka isian R. 213 akan sama dengan isian R.703. Isian R. 214 harus terisi kode 206. i. Jika dari R.201 sampai dengan R.211 yang terisi kode 1 hanya pada R.207 maka isian R.213 akan sama dengan isian R.706. Isian R.214 harus terisi kode 207. j. Jika dari R.201 sampai dengan R.211 yang terisi kode 1 hanya pada R.208, R.209, R.210, dan atau R.211 maka isian R.213 harus sama dengan isian 42 ST2013-PES.KORTIM
51 R.804. Isian R.214 harus terisi salah satu kode 208, 209, 210, atau 211. k. Isian R.215 terisi minimal 2 karakter. l. Isian R.216 terisi 10 s.d. 99 m. Isian R.217 terisi kode 1 atau 2. Jika tidak terisi, sesuaikan dengan isian nama pada R.215 atau tanyakan kepada PCL. n. Isian R.218 terisi kode 1 atau Blok III. Penguasaan/Kegiatan Tanaman Pangan (Padi dan Palawija) Tata cara memeriksa Blok III diuraikan sebagai berikut: Rincian 301a. (Padi Sawah) dan Rincian 301.b (Padi Ladang) 1) Isian Kolom (5) sama dengan penjumlahan Kolom (2)+(3)+(4). 2) Jika Kolom (5) ada isian maka Kolom (6) s.d (8) harus ada isian. 3) Jika Kolom (5) ada isian, maka Kolom (6) harus terisi salah satu kode 1 s.d 6. 4) Jika Kolom (5) ada isian, maka Kolom (7) harus berkode 1,2, atau 3. 5) Jika Kolom (5) ada isian, maka Kolom (8) bisa diarsir lebih dari satu kode. (satu kode, dua kode, atau ketiga-tiganya). 6) Jika kolom (2), (3), dan (4) tidak ada isian sedangkan kolom (5) ada isian, maka tanyakan kepada PCL. Rincian 302 1) Jika R.301a Kolom (8) ada isian dan R.301b Kolom (8) tidak ada isian, maka isian R.302 harus 1101 dan isian jenis adalah padi sawah. 2) Jika R.301a Kolom (8) tidak ada isian dan R.301b Kolom (8) isian, maka isian R.302 harus 1102 dan isian jenis adalah padi ladang. 3) Jika R.301a. Kolom (8) dan atau R.301b. Kolom (8) ada isian, maka R.302 harus ada isian jenis dan kode tanaman padi harus berkode 1101 atau Rincian 303 (Palawija) 1) Isian Kolom (5) sama dengan penjumlahan Kolom (2)+(3)+(4). 2) Jika Kolom (5) ada isian maka Kolom (6) s.d (8) harus ada isian. 3) Jika Kolom (5) ada isian, maka Kolom (8) harus terisi salah satu kode 1 s.d 6. 4) Jika Kolom (5) ada isian, maka Kolom (6) harus berkode 1,2, atau 3. ST2013-PES.KORTIM 43
52 5) Jika Kolom (5) ada isian, maka Kolom (8) bisa diarsir lebih dari satu kode. (satu kode, dua kode, atau ketiga-tiganya). 6) Jika Rincian 303g, 303h atau 303i Kolom (1) ada isian, maka kolom (5) harus ada isian. 7) Jika kolom (2), (3), dan (4) tidak ada isian sedangkan kolom (5) ada isian, maka tanyakan kepada PCL. 8) Isian R.303g s.d R.303i Kolom (1) jenis dan kode tanaman harus sesuai dengan Daftar ST2013-KODE. Rincian 304 Jika salah satu atau lebih R.303a s/d R.303i Kolom (8) ada isian, maka R.304 harus ada isian nama dan kode komoditi tanaman palawija sesuai jenis tanaman palawija yang terisi. Rincian 305 1) Jika R.305 ada isian maka salah satu baris R.301 dan atau R.303 Kolom (8) harus ada isian. 2) Jika R.305 tidak ada isian sedangkan salah satu baris atau lebih R.301 dan atau R.303 kolom (8) ada isian, tanyakan pada PCL. 3) Isian R.305 harus kurang dari atau sama dengan R.213 untuk masing-masing laki-laki dan perempuan. 4) Jika kolom (4) terisi kode 1 maka kolom (5) dan atau kolom (6) harus ada isian. 5) Jika kolom (7) terisi kode 1 maka kolom (8) dan atau kolom (9) harus ada isian. Rincian 306a 1) Isian Rincian ini adalah kode 1 atau 2. 2) Jika rincian ini berkode 1 maka isian R.212 harus berkode 1. 3) Jika isian Rincian ini blank, tanyakan ke PCL. Rincian 306b.1 1) Isian Rincian ini adalah kode 1 atau 2, atau blank. 44 ST2013-PES.KORTIM
53 2) Jika baris R.301a dan atau R.301b kolom (8) ada isian, maka R.306b.1 harus berkode 1 atau 2. 3) Jika baris R.301a dan R.301b kolom (8) tidak ada isian, maka R.306b.1 harus blank. Rincian 306b.2 1) Isian Rincian ini adalah kode 1 atau 2, atau blank. 2) Jika baris R.303a s.d R.303i kolom (8) salah satu ada isian, maka R.306b.2 harus berkode 1 atau 2. 3) Jika baris R.303a s.d. R.303i Kolom (8) semuanya tidak ada isian, maka R harus blank Blok IV. Pengusahaan Tanaman Hortikultura Tata cara pemeriksaan Blok IV diuraikan sebagai berikut: Rincian 401a s.d. 401o 1) Isian deskripsi jenis tanaman pada kolom (1) dan kode pada kolom (2) harus sesuai seperti yang tercantum pada daftar ST2013-KODE (Hortikultura). 2) Jika deskripsi kolom (1) tidak sesuai dengan kode pada kolom (2), maka kode pada kolom (2) harus disesuaikan dengan deskripsi pada kolom (1). 3) Jika Rincian 401a s.d R. 401o kolom (2) ada isian maka : pada Kolom (1) harus ada isian sesuai kelompok tanaman pada ST2013-KODE. Isiannya boleh berulang hanya untuk kode-kode berikut ini : 2199, 2299, 2399, 2499, 2599, 2699, 2799, 2899, 2107, 2114, 2128, 2139, 2143, 2148, 2152, 2157, 2160, 2163, atau ) Jika kolom (2) terisi maka kolom (4) dan kolom (5) harus ada isian. 5) Isian R.401c s.d R.401i kolom (3) untuk tanaman hortikultura tahunan dan R.401k s.d R.401o untuk tanaman hortikultura semusim, jika Kolom (4) terisi maka satuan harus sesuai dengan yang terdapat pada Daftar ST2013- KODE (Hortikultura). Apabila kolom (3) berbeda dengan ST2013-KODE, tanyakan ke PCL. Pastikan isian kolom (4) konsisten dengan satuan pada kolom (3) 6) Jika kolom (4) terisi maka Kolom (6) harus ada isian. ST2013-PES.KORTIM 45
54 7) Isian kolom (5) kolom (4), hanya berlaku untuk R.401a sampai dengan R.401i. 8) Isian kolom (6) bisa diarsir lebih dari satu kode. (satu kode, dua kode, atau ketiga-tiganya). 9) Isian R.401a s.d R.401r Kolom (1) dan Kolom (2) tidak boleh berulang, Jika ada yang berulang (sama) maka tambahkan isian Kolom (6) dan (7) pada baris isian kode yang sama. Kecuali untuk kode yang telah disebutkan pada butir 3 dan kode tanaman lainnya. 10) Jika Kolom (7) terisi kode 1 maka Kolom (8) atau Kolom (9) harus ada isian. Rincian 402 1) Isian jenis dan kode tanaman: salah satu dari jenis dan kode tanaman sesuai ST2013-KODE (Hortikultura). 2) Jika R.402 ada isian, maka pada R.401 harus ada isian pada baris yang sesuai dengan kode isian R.402 tersebut. 3) Jika isian kode tanaman R.402 tidak sama dengan yang terisi pada R.401 Kolom (2), maka R.402 harus diisi kode tanaman dari salah satu dari R.401 yang ada isian dengan menanyakan kembali kepada PCL. 4) Jika R.401 hanya terisi satu baris dan isian R.402 tidak sesuai dengan isian kode R.401 kolom (2), maka isian R.402 harus diganti dengan isian kode R.401 kolom (2). ST2013-KODE harus menjadi acuan untuk menentukan jenis tanaman hortikultura tahunan atau jenis tanaman hortikultura semusim Rincian 403 1) Jika R.403 ada isian maka salah satu baris R.401 kolom (6) harus ada yang diarsir. 2) Jika R.403 tidak ada isian sedangkan salah satu baris atau lebih R.401 kolom (6) ada yang diarsir, maka tanyakan ke PCL. 3) Isian R.403 harus kurang dari atau sama dengan R.213 untuk masing-masing laki-laki dan perempuan. 46 ST2013-PES.KORTIM
55 4) Jika kolom (4) terisi kode 1 maka kolom (5) dan atau kolom (6) harus ada isian. Jika kolom (5) dan atau kolom (6) kosong, tanyakan ke PCL. 5) Jika kolom (7) terisi kode 1 maka kolom (8) dan atau kolom (9) harus ada isian. Rincian 404a 1) Isian Rincian ini adalah kode 1 atau 2. 2) Jika rincian ini berkode 1 maka isian R.212 harus berkode 1. 3) Jika isian Rincian ini blank, tanyakan ke PCL. Rincian 404b 1) Isian Rincian ini adalah kode 1 atau 2, atau blank. 2) Jika R.401 kolom (6) ada yang diarsir maka R.404b harus berkode 1 atau 2. 3) Jika R.401 kolom (6) tidak ada yang diarsir maka R.404b harus blank. Rincian 404c 1) Isian Rincian ini adalah kode 1 atau 2, atau blank. 2) Jika R.401 kolom (6) ada yang diarsir maka R.404c harus berkode 1 atau 2. 3) Jika R.401 kolom (6) tidak ada yang diarsir maka R404c harus blank. Blok IX Terkait Kegiatan Hortikultura 1) Jika rincian R.401a s.d R.401i ada isian, maka salah satu atau lebih R.901b1, R.901b2, R.901b3, R.901b6, R.901b7 harus ada isian. Jika R.901b1, R.901b2, R.901b3, R.901b6 dan R.901b7 kosong, maka tanyakan kembali kada PCL. ST2013-KODE harus menjadi acuan untuk menentukan jenis tanaman hortikultura tahunan atau jenis tanaman hortikultura semusim Blok V. Pengusahaan Tanaman Perkebunan Tata cara pemeriksaan Blok V diuraikan sebagai berikut: Rincian 501a s.d 501k (Tanaman Tahunan) 1) Isian jenis dan kode tanaman perkebunan pada kolom (1) dan kolom (2) harus bersesuaian menurut Daftar ST2013-KODE (Perkebunan). Jenis tanaman menjadi pedoman utama. ST2013-PES.KORTIM 47
56 2) Isian jenis dan kode tanaman perkebunan pada kolom (1) dan kolom (2) tidak boleh berulang, kecuali kode tanaman lainnya (kode 3199) dengan menyebutkan jenis tanamannya. 3) Jika R.501g s.d R.501k kolom (1) dan kolom (2) ada isian maka kolom (3) harus ada isian. 4) Isian Kolom (3) kolom (4) + kolom (5). 5) Jika Kolom (1) ada isian sedangkan Kolom (3) blank, maka lakukan. Jika kol (4) dan atau Kolom (5) ada isian, maka tanyakan ke PCL. Jika Kolom (4) dan Kolom (5) blank, maka Kolom (1) blank 6) Jika kolom (6) ada isian, maka kolom (3) harus ada isian. Jika kolom (3) tidak ada isian, maka tanyakan kembali kepada PCL. 7) Jika kolom (7)L dan kolom (7)P tidak ada isian sedangkan baris yang bersesuaian ada isian, maka tanyakan kepada PCL: 8) Isian kolom (8) bisa diarsir lebih dari satu kode (satu kode, dua kode, atau ketiga-tiganya). 9) Jika kolom (9) berkode 1 maka kolom (10) dan atau kolom (11) harus ada isian. Rincian 501m s.d 501p (Tanaman Semusim) 1) Isian jenis dan kode tanaman perkebunan pada kolom (1) dan kolom (2) harus bersesuaian menurut kode ST2013-KODE (Perkebunan). Jenis tanaman menjadi pedoman utama. 2) Isian jenis dan kode tanaman perkebunan pada kolom (1) dan kolom (2) tidak boleh berulang, kecuali kode tanaman lainnya (kode 3299) dengan menyebutkan jenis tanamannya. 3) Jika R.501n s.d R.501p Kolom (1) dan kolom (2) ada isian maka kolom (8) harus ada isian. 4) Jika kolom (7)L dan kolom (7)P tidak ada isian sedangkan baris yang bersesuaian ada isian, maka tanyakan ke PCL. 5) Isian kolom (8) bisa diarsir lebih dari satu kode (satu kode, dua kode, atau ketiga-tiganya). 6) Jika kolom (9) tertulis kode 1 maka kolom (10) dan atau kolom (11) harus ada isian. 48 ST2013-PES.KORTIM
57 Rincian Isian kode tanaman: salah satu kode 3101 s.d 3129, 3199, 3201 s.d 3211, dan Jika R.502 ada isian, maka pada R.501 harus ada isian pada baris tanaman yang sesuai dengan kode isian pada R.502 tersebut. 3. Jika isian kode tanaman R.502 tidak sama dengan yang terisi pada R.501, maka R.502 harus diisi kode tanaman dari salah satu R.501 yang ada isian atau tanyakan kembali kepada PCL. Rincian 503 1) Jika R.503 kolom (2) atau kolom (3) ada isian maka salah satu baris R.501 harus ada isian. 2) Jika R.503 kolom (2) atau kolom (3) tidak ada isian sedangkan salah satu baris atau lebih R.501 ada isian, maka tanyakan ke PCL. 3) Isian R.503 kolom (2) dan kolom (3) harus kurang dari atau sama dengan R.213 untuk masing-masing laki-laki dan perempuan. 4) Rincian R.503 kolom (2) dan kolom (3) harus lebih dari atau sama dengan isian maksimum pada R.501 kolom (7) untuk masing-masing laki-laki dan perempuan. 5) Isian R.503 harus kurang dari atau sama dengan jumlah R.501 kolom (7) untuk masing-masing laki-laki dan perempuan. Contoh : R.501 cengkeh kolom (7) L=1; R.501 karet kol (7) L = 2. Maka isian R.503 : harus lebih dari atau sama dengan 2 [isian maksimum pada R.01 kol (7) L] dan kurang dari atau sama dengan 3 [jumlah R.501 kol (7) L]. Misalkan R.107 = 5 (masih dengan contoh yang sama), maka R.503 tidak boleh 4 (walaupun konsistensi R.503 < R.107 benar tetapi untuk contoh di atas isian R.503 tidak boleh lebih dari 3. 6) Jika kolom (4) terisi kode 1, maka kolom (5) dan atau kolom (6) harus ada isian. 7) Jika kolom (7) terisi kode 1, maka kolom (8) dan atau kolom (9) harus ada isian. ST2013-PES.KORTIM 49
58 Rincian 504a 1) Isian rincian ini adalah kode 1 atau 2. 2) Jika rincian ini berkode 1 maka isian R.212 harus berkode 1. 3) Jika tidak ada jasa pertanian tanaman perkebunan, maka tanyakan ke PCL. Rincian 504b 1) Isian rincian ini adalah kode 1, 2, atau blank. 2) Jika salah satu baris R.501a s.d R.501p kolom (8) ada isian, maka R.504b harus berkode 1 atau 2. 3) Jika semua baris R.501a s.d R.501p kolom (8) blank maka R.504b harus blank. Blok IX (Lahan) Terkait Kegiatan Perkebunan Jika R.501 Kolom (6) terisi, maka salah satu atau lebih rincian Blok IX R.901a, R.901b.1, R.901b.2, R.901b.7 kolom (2) harus ada isian (cek kewajaran) Blok VI. Penguasaan/Pengusahaan Ternak Tata cara pemeriksaan Blok VI diuraikan sebagai berikut: Rincian 601 (Ternak besar/kecil) 1) Isian deskripsi Jenis ternak untuk R.601e s.d R.601f Kolom (1) adalah: kuda, kambing, domba, dan babi. 2) Isian deskripsi jenis ternak pada kolom (1) tidak boleh sama/berulang dengan rincian sebelumnya. 3) Isian kode jenis ternak untuk R.601e s.d R.601f Kolom (2) disesuaikan dengan jenis ternak pada kolom (1). (sesuai Daftar ST2013-KODE) Pilihan isian Kode untuk kolom (2) antara lain : 4102, 4201, 4202, ) Jika Kolom (3) ada isian maka kolom (5) harus ada isian. 5) Jika kolom (3) tidak ada isian dan kolom (4) ada isian, maka kolom (5) tidak ada yang diarsir. 50 ST2013-PES.KORTIM
59 6) Isian kolom (5) bisa diarsir lebih dari satu kode. (satu kode, dua kode, atau ketiga-tiganya) Rincian 602 (Ternak lain) 1) Isian Jenis ternak untuk R.602c s.d R.602e Kolom (1) adalah: ayam ras petelur, itik manila, angsa, ayam lokal lainnya, burung merpati, burung puyuh, kalkun, kelinci. Selain yang tercantum pada Daftar ST2013-KODE tidak dicatat. 2) Jenis ayam lokal lainnya: adalah selain ayam kampung, ayam ras petelur, dan ayam ras pedaging. Contohnya: Ayam cemani, ayam bangkok, ayam kate, ayam bekisar/ayam hutan, ayam pelung, ayam ketawa dan lainnya. 3) Isian jenis ternak pada kolom (1) tidak boleh sama/berulang dengan rincian sebelumnya, khusus untuk ayam lokal lainnya, isian kode ternak boleh berulang. 4) Isian kode jenis ternak untuk R.602c s.d R.602e Kolom (2) disesuaikan dengan jenis ternak pada kolom (1). 5) Pilihan isian kode untuk kolom (2): 4303, 4305, 4401, 4402, 4403, 4404, 4405, ) Jika R.602f.1 ada isian, maka R.602f.2 harus ada isian, dan berlaku sebaliknya. 7) Jika R.602f Kolom (3) ada isian maka R.602f kolom (5) harus ada isian. 8) Isian untuk R.602f.2 kolom (3): ) Jika Kolom (3) ada isian maka kolom (5) harus ada arsiran. 10) Jika Kolom (3) tidak ada isian dan kolom (4) ada isian, maka kolom (5) tidak ada yang diarsir. 11) Isian kolom (5) bisa diarsir lebih dari satu kode. (satu kode, dua kode, atau ketiga-tiganya). Rincian 603 1) Isian kode ternak: , atau , atau , atau ) Jika R.603 ada isian, maka pada R.601 s.d R.602 kolom (5) harus ada isian pada baris yang sesuai dengan kode isian pada R.603 tersebut. ST2013-PES.KORTIM 51
60 3) Jika isian kode ternak R.603 tidak sama dengan yang terisi pada R.601 s.d R.602 kolom (2), maka R.603 harus diisi kode ternak dari salah satu R.601 s.d R.602 yang ada isian, dengan menanyakan kembali kepada PCL. 4) Jika dari salah satu R.601 s.d R.602 hanya terisi satu baris dan isian R.603 tidak sesuai dengan isian kode R.601 s.d R.602 kolom (2) yang terisi, maka isian R.603 harus diganti dengan isian kode R.601 s.d R.602 kolom (2) yang terisi. 5) Jika R.601 kolom (3) dan R.602 kolom (3) tidak ada isian dan hanya R.601a s.d R.601c kolom (4) saja yang terisi, maka R.603 harus kosong. Rincian 604 1) Jika R.604 kolom (2) atau kolom (3) ada isian, maka salah satu baris R.601a s.d R.602f kolom (5) harus ada isian. 2) Jika R.604 tidak ada isian sedangkan salah satu baris atau lebih R.601a s.d R.602f kolom (5) ada isian, maka tanyakan kembali ke PCL. 3) Isian R. 604 harus kurang dari atau sama dengan R.213 untuk masing-masing laki-laki atau perempuan. 4) Jika kolom (4) terisi kode 1, maka kolom (5) dan atau kolom (6) harus ada isian. 5) Jika kolom (7) terisi kode 1, maka kolom (8) dan atau kolom (9) harus ada isian. Rincian 605a 1) Isian rincian ini adalah kode 1 atau 2. 2) Jika rincian ini berkode 1 maka isian R.212 harus berkode 1. 3) Jika isian rincian ini blank, maka tanyakan ke PCL. Rincian 605b 1) Isian rincian ini adalah kode 1 atau 2, atau blank. 2) Jika salah satu baris R.601a s.d R.602f kolom (5) ada isian, maka R.605b harus berkode 1 atau 2. 3) Jika semua baris R.601a s.d R.602f kolom (5) blank maka R.605b harus blank. 52 ST2013-PES.KORTIM
61 BLOK IX Terkait Penguasaan/Pengusahaan Ternak Jika R.601 atau R.602 ada isian, lihat kewajaran di Blok IX. R.901b Blok VII. Pengusahaan Kegiatan Perikanan Tata cara pemeriksaan Blok VII diuraikan sebagai berikut: Rincian 701 ( U M U M ) 1) Khusus R.701A.1, R.701A.3, R.701A.5, R.701.B, jika Kolom (3) ada isian maka kolom (4), (5), (6), (7) harus ada isian. 2) Khusus R.701A.2, dan R.701A.4, jika Kolom (4) ada isian maka kolom (5), (6), (7) harus ada isian. 3) Dari kolom (3) s.d. (7), jika ada salah satu kolom yang ada isian sedangkan kolom lainnya kosong, maka tanyakan kembali kepada PCL. 4) Isian Kolom (5) adalah kode 1, 2, atau 3. 5) Isian deskripsi jenis ikan dan kode pada kolom (6) harus sesuai seperti yang tercantum pada daftar ST2013-KODE. 6) Isian kolom (7) bisa diarsir lebih dari satu kode. (satu kode, dua kode, atau ketiga-tiganya). 7) Jika kolom (8) terisi kode 1, maka kolom (9) dan atau kolom (10) harus ada isian. Rincian 701A.1 (Budidaya di Laut) 1) Isian kolom (3) hanya boleh terisi kode 2, 3, 4, 6, 7. Jika diisi selain kode tsb maka harus diisikan kode yang sesuai dengan menanyakan kembali kepada PCL. 2) Isian kode di kolom (6) adalah 5101 s.d 5194, atau ) Jika isian deskripsi kolom (6) adalah rumput laut, maka isian yang terisi pada kolom (3) adalah kode 4 (tali rentang). Rincian 701A.2 (Budidaya Ikan di Tambak Air Payau) 1) Jika rincian ini ada isian maka Blok IX R.901b.4. harus ada isian. (Tidak berlaku sebaliknya). 2) Isian kode di kolom (6) adalah 5201 s.d 5225, atau ST2013-PES.KORTIM 53
62 Rincian 701A.3 (Budidaya Ikan di Kolam/Air Tawar) 1) Isian kolom (3) hanya boleh terisi kode 1, 5, 6, 7. Jika diisi selain kode tsb maka harus diisikan kode yang sesuai, dengan menanyakan kembali kepada PCL. 2) Jika Kolom (3) terisi kode 1, maka Blok IX R.901b.4. harus ada isian. 3) Isian kode di kolom (6) adalah 5301 s.d 5375, atau Rincian 701A.4 (Budidaya Ikan di Sawah) 1) Jika rincian ini ada isian maka Blok IX R.901a.1. atau R.901a.2 harus ada isian. 2) Isian deskripsi jenis ikan dan kode pada Kolom (6) harus sesuai seperti yang tercantum pada daftar ST2013-KODE. 3) Isian kode di kolam (6) adalah 5301 s.d 5375, atau Rincian 701A.5 (Budidaya Ikan di Perairan Umum) 1) Isian kolom (3) hanya boleh terisi kode 2, 3, 7 Jika diisi selain kode tsb maka harus diisikan kode yang sesuai, dengan menanyakan kembali kepada PCL. 2) Isian kode di kolam (6) adalah 5301 s.d 5375, atau Rincian 701. B (Khusus Ikan Hias) 1) Isian kolom (3) hanya boleh terisi kode 1, 5, 6, 7. Jika diisi selain kode tsb maka harus diisikan kode yang sesuai, dengan menanyakan kembali kepada PCL. 2) Jika Kolom (3) terisi kode 1, maka Blok IX R.901b.4. harus ada isian. 3) Isian kode di kolam (6) adalah 5401 s.d Rincian 702 1) Isian kode budidaya: salah satu kode 51, 52, 53, 54, 55, 56. 2) Jika R.702 ada isian, maka pada R.701 harus ada isian pada baris yang sesuai dengan kode isian R.702 tersebut. 3) Jika isian kode budidaya R.702 tidak sama dengan yang terisi pada R.701 kolom (2), maka R.702 harus diisi kode budidaya dari salah satu dari R.701 yang ada isian dengan menanyakan kembali kepada PCL. 54 ST2013-PES.KORTIM
63 4) Jika R.701 hanya terisi satu baris dan isian R.702 tidak sesuai dengan isian kode R.701 kolom (2), maka isian R.702 harus diganti dengan isian kode R.701 kolom (2). 5) Jika kolom (8) terisi kode 1, maka kolom (9) dan atau kolom (10) harus ada isian. Rincian 703 1) Jika R.703 kolom (2) dan kolom (3) ada isian maka salah satu baris R.701 harus ada isian. 2) Jika R.703 tidak ada isian sedangkan salah satu baris atau lebih R.701 ada isian, maka tanyakan ke PCL. 3) Isian R.703 kolom (2) dan kolom (3) harus kurang dari atau sama dengan R.213 untuk masing-masing laki-laki dan perempuan. 4) Jika kolom (4) terisi kode 1, maka kolom (5) dan atau (6) harus ada isian. 5) Jika kolom (7) terisi kode 1, maka kolom (8) dan atau kolom (9) harus ada isian. Rincian 704 ( U M U M ) 1) Jika R.704a Kolom (4) ada isian maka kolom (5), (6), (7) harus ada isian. 2) Jika R.704b. Kolom (3) ada isian maka kolom (4), (5), (6), (7) harus ada isian. 3) Jika salah satu kolom (3), (4), (5), (6) atau (7) ada isian sedangkan kolom lainnya kosong, maka tanyakan kembali kepada PCL. 4) Isian kolom (4) adalah 1 s.d. 4. 5) Isian kolom (4) harus kurang dari atau sama dengan isian R.213 lakilaki+perempuan. 6) Isian Kolom (5) adalah kode 1 s.d 4. 7) Isian Kolom (6) adalah kode 1 s.d 5. 8) Isian kolom (7) bisa diarsir lebih dari satu kode. (satu kode, dua kode, atau ketiga-tiganya). 9) Banyaknya kotak terisi pada kolom (5) dan kolom (6) harus sesuai dengan isian kolom (4). - Jika kolom (4) isi = 1 maka kolom (5) dan (6) akan terisi hanya satu kotak yaitu pada unit I. ST2013-PES.KORTIM 55
64 - Jika kolom (4) isi = 2 maka kolom (5) dan (6) akan terisi dua kotak yaitu pada unit I dan II. - Jika kolom (4) isi = 3 maka kolom (5) dan (6) akan terisi tiga kotak yaitu pada unit I, II, dan III. - Jika kolom (4) isi = 4 maka kolom (5) dan (6) akan terisi empat kotak yaitu pada unit I s.d.iv. 10) Hubungan kolom (5) dan (6) adalah saling berpasangan. - Jika pada kolom (5) terisi di Unit I maka di kolom (6) harus terisi di unit I. - Jika pada kolom (5) terisi di Unit I dan II maka di kolom (6) harus terisi di unit I dan II. - Jika pada kolom (5) terisi di Unit I, II dan III maka di kolom (6) harus terisi di unit I,II, dan III. - Jika pada kolom (5) terisi di Unit I s.d. IV maka di kolom (6) harus terisi di unit I s.d. IV. 11) Jika Kolom (5) terisi kode 4 (tanpa perahu) maka isian kolom (6) tidak boleh terisi kode 1 dan 2. 12) Untuk R.704b. Perairan Umum Isian kolom (3) adalah kode 1 s.d 5. 13) Apabila kolom (8) terisi kode 1, maka kolom (9) dan atau kolom (10) harus ada isian. Rincian 705 1) Isian kode Penangkapan : salah satu kode 57 atau 58. 2) Jika R.705 ada isian, maka pada R.704 harus ada isian pada baris yang sesuai dengan kode isian R.705 tersebut. 3) Jika isian kode Penangkapan R.705 tidak sama dengan yang terisi pada R.704, maka R.705 harus ada isian pada baris yang sesuai dengan kode isian R.704 tersebut. 4) Jika R.704 hanya terisi satu baris dan isian R.705 tidak sesuai dengan isian kode R.704 kolom (2), maka isian R.705 harus diganti dengan isian kode R.704 kolom (2). 56 ST2013-PES.KORTIM
65 Rincian 706 1) Jika R.706 kolom (2) atau kolom (3) ada isian maka salah satu baris R.704 harus ada isian. 2) Jika R.706 tidak ada isian sedangkan salah satu baris atau lebih R.704 ada isian, maka tanyak kembali ke PCL. 3) Isian R.706 kolom (2) dan kolom (3) harus kurang dari atau sama dengan R.213 untuk masing-masing laki-laki atau perempuan. 4) Jika kolom (4) terisi kode 1, maka kolom (5) dan atau kolom (6) harus ada isian. 5) Jika kolom (7) terisi kode 1, maka kolom (8) dan atau kolom (9) harus ada isian. Rincian 707a 1) Isian rincian ini adalah kode 1 atau 2. 2) Jika rincian ini berkode 1 maka isian R.212 harus berkode 1. 3) Jika isian rincian ini blank, maka tanyakan ke PCL. Rincian 707b 1) Isian rincian ini adalah kode 1 atau 2. 2) Jika rincian ini berkode 1 maka isian R.212 harus berkode 1. 3) Jika isian rincian ini blank, maka tanyakan ke PCL. Rincian 707c 1) Isian rincian ini adalah kode 1 atau 2, atau blank. 2) Jika rincian ini berkode 1 atau 2 maka R.702 dan atau R.705 harus ada isian. 3) Jika rincian ini berkode 1 atau 2, dan R.702 dan R.705 tidak ada isian, maka R.707c harus blank. Jika R.701 hanya terisi R.701B (Ikan Hias) saja dan R.705 tidak ada isian, maka R.707c harus berkode Blok VIII. Pengusahaan Tanaman Kehutanan dan Kegiatan Kehutanan Lainnya Tata cara pemeriksaan Blok VIII diuraikan sebagai berikut: ST2013-PES.KORTIM 57
66 Rincian 801 ( U M U M ) Jika kolom (3) terisi, maka kolom (2) harus ada isian. 1) Isian kolom (3) - Harus kurang dari atau sama dengan isian kolom (2) - Jika lebih dari kolom (2), maka tanyakan kembali kepada PCL. 2) Isian kolom (5) - Jika kolom (2) dan atau kolom (4) ada isian, maka salah satu atau lebih kode di kolom (5) harus ada arsiran. - Jika tidak ada arsiran sedangkan kolom (2) dan atau kolom (4) ada isian, maka tanyakan kembali kepada PCL. 3) Jika kolom (6) terisi kode 1, maka kolom (7) dan atau kolom (8) harus ada isian. Rincian 801f s.d 801h 1) Isian deskripsi jenis dan kode tanaman pada kolom (1) harus sesuai dengan yang tercantum pada daftar ST2013-KODE. 2) Isian deskripsi jenis dan kode tanaman pada kolom (1) tidak boleh sama dengan 801a s.d 801e (satu baris hanya untuk satu jenis tanaman kecuali untuk kode 6199 dengan deskripsi yang berbeda). 3) Isian kode di kolom (1) adalah 6101 s.d 6195, atau 6199 (kecuali kode 6102, 6109, 6135, 6156, 6180). 4) Jika kolom (1) ada isian, maka kolom (2) dan atau kolom (3), dan atau kolom (4) harus ada isian. 5) Jika kolom (1) ada isian, sedangkan kolom (2) s.d kolom (4) tidak ada isian, maka isian kolom (1) harus dihapus. 6) Jika kolom (1) tidak ada isian, sedangkan kolom (2) s.d kolom (4) ada isian, maka tanyakan jenis dan kode tanaman kepada PCL. Rincian 802 1) Jika R.801 ada baris yang terisi, maka R.802 harus ada isian. 2) Jika R.801 hanya terisi satu baris, maka isian R.802 harus sama dengan isian kolom (1) pada baris tersebut. 58 ST2013-PES.KORTIM
67 3) Jika isian kode R.802 tidak sama dengan salah satu kode yang terisi pada R.801, maka R.802 harus diisi kode tanaman dari salah satu R.801 yang ada isian dengan menanyakan kembali kepada PCL. Rincian 803 ( U M U M ) 1) Isian kolom (1c) harus berkode 1 atau 2. 2) Jika kolom (1c) berkode 1, maka kolom (2) dan (3) harus ada isian. 3) Isian deskripsi jenis satwa/tumbuhan/hasil hutan pada kolom (2) dan kode pada kolom (3) harus bersesuaian, dan sesuai dengan yang tercantum pada daftar ST2013-KODE. 4) Isian kode di R.803a kolom (3) adalah 6201 s.d 6248, 6301 s.d 6304, 6299, atau ) Isian kode di R.803b kolom (3) adalah 6301 s.d 6304, 6401 s.d 6413, 6399, atau ) Isian kode di R.803c kolom (3) adalah 6201 s.d 6248, atau ) Jika kolom (1c) berkode 1 sementara kolom (2) dan kolom (3) kosong, maka kolom (1c) harus berkode 2. 8) Jika kolom (1c) berkode 1 dan kolom (2) ada isian, sementara kolom (3) kosong, maka isikan kolom (3) sesuai deskripsi yang ada pada daftar ST2013- KODE (kehutanan). 9) Jika kolom (1c) berkode 1 dan kolom (3) ada isian, sementara kolom (2) kosong, maka isikan kolom (2) sesuai kode yang ada pada daftar ST2013- KODE (kehutanan). 10) Jika kolom (1c) berkode 2 sedangkan kolom (2) dan kolom (3) ada isian, maka kolom (1c) harus diganti dengan kode 1. 11) Jika deskripsi kolom (2) tidak sesuai dengan kode pada kolom (3), maka isikan kolom (3) dengan kode sesuai deskripsi yang ada pada kolom (2) yang terdapat pada daftar ST2013-KODE (kehutanan). Rincian 804 1) Jika R.801 kolom (5) ada isian dan atau R.803 kolom (2) ada isian, maka R.804 kolom (2) dan atau kolom (3) harus ada isian. ST2013-PES.KORTIM 59
68 2) Jika R.804 tidak ada isian sedangkan R.801 kolom (5) ada isian dan atau R.803 kolom (2) ada isian, maka tanyakan kembali ke PCL. 3) Isian R.804 kolom (2) dan kolom (3) harus kurang dari atau sama dengan R.213 untuk masing masing laki-laki dan perempuan. Rincian 805a 1) Isian rincian ini adalah harus kode 1 atau 2. 2) Jika rincian ini berkode 1 maka isian R.212 harus berkode 1. 3) Jika isian rincian ini blank, maka tanyakan kembali pada PCL. Rincian 805b 1) Isian rincian ini adalah kode 1 atau 2, atau blank. 2) Jika rincian ini berkode 1 atau 2, maka R.801 kolom (5) harus ada yang diarsir dan atau R.803 kolom (2) ada isian. 3) Jika R.801 kolom (5) tidak ada yang diarsir dan R.803 kolom (2) tidak ada isian, maka R.805b harus blank. 4) Jika R.801 kolom (5) ada yang diarsir dan atau R.803 kolom (2) ada isian, sedangkan rincian R.805b blank, maka tanyakan kembali kepada PCL. BLOK IX Terkait Kegiatan Kehutanan Jika rincian R.802 ada isian, maka R.901b.1, R.901b.3, dan atau R.901b.7 harus ada isian. Tetapi bila R.901b.1, R.901b.3, dan R.901b.7 ketiganya kosong, maka tanyakan kembali kepada PCL Blok IX. Keterangan Penguasaan Lahan Rumah Tangga Pada Saat Pencacahan Tata cara pemeriksaan Blok IX diuraikan sebagai berikut: 1) Secara umum, jika R.901a dan R.901b ada isian maka Blok III R.301 Kolom (5) ada isian. 2) R.902 Kolom (2) minimal 10 m 2. 3) Jika Kolom (2) ada isian, maka lokasi lahan di Kolom (6) harus berkode ) Jika Kolom (6) berkode 4, maka harus ada isian nama dan kode Provinsi dan Kabupaten Kota lokasi lahan terluas. 60 ST2013-PES.KORTIM
69 5) R.901a.6 sama dengan R.901a R.901a.5. 6) R.901b.8 sama dengan R.901b R.901b.7. 7) R.903 sama dengan R.901a.6 + R.901b.8 + R ) Jika kolom (3) terisi kode 1, maka kolom (4) atau kolom (5) harus ada isian. Pemberian kode wilayah administratif pada Daftar ST2013-PES.L Blok IX merupakan salah satu tugas penting kortim. Kode wilayah administrasi terdiri dari 4 digit (angka), yang secara keseluruhan keempat digit itu menjadi satu kesatuan: 1) 2 digit pertama menunjukkan kode provinsi. 2) 2 digit berikutnya menunjukkan kode kabupaten/kota. Kode provinsi berstruktur dan tersusun secara sistematis. Sistematika kode provinsi adalah sbb: 1) Wilayah Sumatera: {11, 12,..., 21}. 2) Wilayah Jawa: {31, 32,..., 36}. 3) Wilayah Bali dan Nusa Tenggara: {51, 52, 53}. 4) Wilayah Kalimantan: {61, 62, 63, 64}. 5) Wilayah Sulawesi: {71, 72, 73, 74, 75, 76}. 6) Wilayah Maluku: {81, 82}. 7) Wilayah Papua: {91, 94}. Kode kabupaten/kota berstruktur dan tersusun secara sistematis di masingmasing provinsi terdiri dari: 1) Kabupaten: {01, 02,..., dan seterusnya}. 2) Kota: {71, 72,..., dan seterusnya}. Kode wilayah yang tersedia adalah kondisi Juni Jika masih terjadi lagi pemekaran wilayah sampai Mei 2013, maka kode yang dipakai adalah yang tercantum pada Lampiran 10, sedangkan konversinya akan dilakukan dalam pengolahan. Tidak diperkenankan menggunakan sumber selain buku yang ditetapkan dan dilarang mengubah kode. Penulisan kode wilayah dalam kuesioner harus sesuai dan benar. Kode provinsi dicatat pada dua kotak pertama sedangkan kabupaten pada dua kotak berikutnya. ST2013-PES.KORTIM 61
70 5.3 Konsistensi Dokumen ST2013-PES.P dan ST2013-PES.L 1. Periksa kesesuaian antara isian pada ST2013-PES.P dan ST2013-PES.L 2. Perlakuan umum : a. Jika rumah tangga pada ST2013-PES.L tidak terdapat pada ST2013-PES.P atau ST2013-PES.P Kolom (20) tidak ada isian, maka Jika ruta tersebut ada (printed) pada daftar ST2013-PES.P, maka isikan daftar ST2013-PES.P Kolom (7) s.d (19) sesuai dengan sub sektor yang diusahakan dengan berpedoman pada tata cara Konsistensi Daftar ST2013-PES.P dan ST2013-PES.L. Beri nomor urut pada Blok V Kolom (20). Jika ruta tersebut tidak ada pada daftar ST2013-PES.P, maka tambah tambahkan ruta tersebut pada ST2013-PES.P dan beri nomor urut pada Kolom (20) b. Jika suatu rumah tangga pada dokumen ST2013-PES.P Kolom (20) ada isian, tetapi tidak tercatat pada ST2013-PES.L maka lakukan pengecekan untuk memastikan tidak lewat cacah, pengawas editing. Jika setelah pengecekan, ruta tersebut tidak mempunyai dokumen ST2013-PES.L (bukan ruta Pertanian), maka coret isian ST2013-PES.P Blok V kol (9) s.d. (20) 3. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok IIA R.201 terisi kode 1, maka Daftar ST2013- PES.P Blok V Kolom (9) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka sesuaikan Daftar ST2013-PES.P. 4. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok IIA R.202 terisi kode 1, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (9) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka sesuaikan Daftar ST2013-PES.P. 5. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok IIA R.203 terisi kode 1, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (10) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka sesuaikan Daftar ST2013-PES.P. 6. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok IIA R.204 berkode 1, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (11) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka sesuaikan Daftar ST2013-PES.P. 62 ST2013-PES.KORTIM
71 7. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok IIA R.205 berkode 1, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (12a) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai, perlakuan untuk kondisi tersebut dapat dibedakan menjadi dua yaitu: 8. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok VI R.601a s.d. R.601c Kolom (4) salah satu ada isian, (memelihara sapi dan atau kerbau bukan untuk usaha), dan R.603 tidak ada isian, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (12a) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka isikan kode 1 pada Daftar ST2013-PES.P Blok V kolom (12a). Dan isikan jml ternak sapi dan kerbau pada kolom (12b). 9. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok VI R.601a s.d. R.601c kolom (3) dan kolom (4) semua tidak ada isian, dan R.603 tidak ada isian, maka Daftar ST2013-PES.P kolom (12a) harus terisi -. Jika tidak sesuai maka pada Daftar ST2013-PES.P Blok V Kolom (12a) isikan tanda Isian Daftar ST2013-PES.P kolom (12b) = Jumlah isian Daftar ST2013-PES.L Blok VI R.601a s.d. R.601c (untuk ternak yang dipelihara) kolom (3) dan (4). Jika tidak sesuai maka sesuaikan Daftar ST2013-PES.P. 11. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok IIA R.206 berkode 1, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (13) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka sesuaikan Daftar ST2013-PES.P. 12. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok IIA R.207 berkode 1, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (13) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka sesuaikan Daftar ST2013-PES.P. 13. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok IIA R.208 berkode 1, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (14) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka sesuaikan Daftar ST2013-PES.P. 14. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok IIA R.209 berkode 1, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (14) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka sesuaikan Daftar ST2013-PES.P. 15. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok IIA R.210 berkode 1, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (14) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka sesuaikan Daftar ST2013-PESP. ST2013-PES.KORTIM 63
72 16. Jika Daftar ST2013-PESL Blok IIA R.211 berkode 1, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (14) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka sesuaikan Daftar ST2013-PES.P. 17. Jika Daftar ST2013-PES.L Blok IIA R.212 berkode 1, maka Daftar ST2013- PES.P kolom (19) harus terisi kode 1. Jika tidak sesuai maka isikan kode 1 pada Daftar ST2013-PES.P Blok V Kolom (19). Periksa kembali ST2013-P Blok Va jika ada pencoretan kolom (9) s.d. kolom (20). Blok Va. Jumlah halaman ini (sebenernya ini sudah disinggung di halaman 13-14). Isian rincian ini harus sesuai dengan penjumlahan pada halaman yang bersangkutan untuk kolom (9) s.d kolom (19). Blok Vb. Jumlah sampai dengan halaman sebelumnya. Isian rincian ini harus sesuai dengan Rincian c halaman sebelumnya. Untuk halaman 1, rincian ini harus terisi tanda (strip) untuk kolom (9) s.d kolom (19). Blok Vc. Jumlah kumulatif sampai dengan halaman ini. Isian rincian ini merupakan penjumlahan dari Rincian a ditambah dengan Rincian b pada halaman yang bersangkutan untuk kolom (9) s.d kolom (19). 5.4 Konsistensi dan Kewajaran Jawaban Selain isian jawaban yang sudah lengkap sesuai alur pertanyaan, maka perlu diperhatikan juga kewajaran isian. Kewajaran dan konsistensi merupakan hal yang harus dipenuhi dari keterangan yang dikumpulkan. Wajarnya suatu keterangan diperoleh jika keterangan itu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, yang benar-benar ada kejadiannya. Kejadian-kejadian aneh di lapangan mungkin disebabkan karena salah pengertian, baik pengertian petugas yang mencatat maupun responden yang memberi keterangan. 64 ST2013-PES.KORTIM
73 5.5 Pengecekan Kelengkapan Selain Kortim harus melakukan pengecekan kelengkapan hasil pencacahan lapangan sebagai berikut: 1) Pastikan bahwa tidak ada rumah tangga dalam BS yang terlewat dimutakhirkan. 2) Pastikan bahwa seluruh rumah tangga pertanian sudah dicacah dengan Daftar ST2013-PES.L pada baris P dan sesuai dengan rumah tangga yang tercatat dalam Daftar ST2013-PES.P baris P. 3) Pastikan kelengkapan isian dari daftar. Tidak boleh ada pertanyaan yang terlewat serta sudah diisi sesuai alur pertanyaan. 4) Bila ada jawaban kosong karena belum ditanyakan saat wawancara, perintahkan PCL yang bersangkutan kembali kepada responden. Jangan menebak jawaban, sebab prilaku malas akan merusak data. Pastikan itu segera setelah selesai wawancara, selagi masih dekat dengan responden. 5) Dokumen hasil pencacahan harus disusun berurutan untuk satu BS, mulai dari nomor urut rumah tangga pertanian terkecil diatas dan dimasukkan dalam plastik kemudian pada boks yang disediakan. 6) Periksa nomor urut rumah tangga pertanian terakhir pada Daftar ST2013- PES.L sama dengan jumlah rumah tangga pertanian yang terdapat dalam Daftar ST2013-PES.P atau sama dengan nomor urut terbesar pada Kolom (20) Daftar ST2013-PES.P. 7) Dokumen tidak boleh tercecer dan diserahkan kepada Koordinator Sensus Kecamatan dalam jumlah yang lengkap. Pastikan seluruh dokumen hasil pencacahan terisi dengan lengkap, benar, wajar dan konsisten. 5.6 Melengkapi Daftar Isian ST2013-PES.L oleh Kortim Selama pencacahan lengkap rumah tangga usaha pertanian dengan Daftar ST2013-PES.L, kortim memegang Daftar ST2013-PES.P. Pada masa itu, jumlah ST2013-PES.KORTIM 65
74 rumah tangga Daftar ST2013-PES.P bisa bertambah karena: terlewat pada saat pemutakhiran rumah tangga, pada rumah tangga pertanian yang dikunjungi terdapat lebih dari 1 rumah tangga, adanya rumah tangga yang baru pindah kedalam blok sensus tersebut setelah masa pemutakhiran berakhir. Untuk kasus ini, tambahkan rumah tangga yang belum tercatat pada baris di bawah rumah tangga terakhir. Rumah tangga dalam Daftar ST2013-PES.P bisa juga berkurang karena: tercacah ganda pada saat pemutakhiran rumah tangga, beberapa rumah tangga hasil pemutakhiran ternyata tidak terpisah (seharusnya gabung rumah tangga), rumah tangga baru saja pindah ke luar blok sensus. Untuk kasus ini maka isian kode pada Daftar ST2013-PES.P Kolom (7) harus diperbaiki. 5.7 Pengelolaan Dokumen Kortim adalah orang yang bertanggungjawab mengurus semua instrumen kebutuhan tim. Kortim menerima dokumen dari BPS Kabupaten/Kota dan langsung memeriksa kecukupannya maupun kelengkapan jenisnya. Selain jenis dan jumlah dokumen yang diterima perlu dicek juga kondisi kelayakannya. Dokumen yang dikelola oleh kortim adalah ST2013-PES.DSBS, Peta WB, Daftar ST2013-PES.P, dan Daftar ST2013-PES.L. Setelah selesai pencacahan, kortim menyerahkan seluruh dokumen hasil pemutakhiran rumah tangga maupun pencacahan lengkap kepada KSK. Butir-butir berikut ini harus menjadi acuan bagi tim dalam mengelola dokumen dan perlengkapan PES ST2013: 1) Penerimaan maupun pengiriman dokumen harus disertai dengan dokumen pengantarnya atau tanda terima. 2) Dokumen yang pertama dibagikan kepada PCL adalah Daftar ST2013-PES.P dan Peta WB. 66 ST2013-PES.KORTIM
75 3) Pembagian Daftar ST2013-PES.L didasarkan pada perkiraan jumlah rumah tangga pertanian dalam BS. Jika jumlah dokumen kurang atau lebih, maka koordinasikan ke BPS Kabupaten/Kota. 4) Pengiriman Daftar ST2013-PES.L dan Daftar ST2013-PES.KB hasil pencacahan lengkap dari kortim ke BPS Kabupaten/Kota harus lengkap satu BS. 5) Pastikan Daftar ST2013-PES.L untuk satu BS sudah lengkap dan nomor urut rumah tangga pertanian berurutan. Daftar ST2013-PES.P diletakkan paling atas kemudian di bawahnya Daftar ST2013-PES.L untuk rumah tangga pertanian nomor urut 1, Daftar ST2013-PES.L untuk rumah tangga pertanian nomor urut 2, Daftar ST2013-PES.L untuk rumah tangga pertanian nomor urut 3 dan seterusnya sampai pada rumah tangga nomor urut terakhir. 6) Pengiriman Daftar ST2013-PES.P, Daftar ST2013-PES.L, dan Peta WB ke BPS Kabuaten/Kota harus sudah melalui proses pemeriksaan bersama (silang) antar PCL dalam satu tim. 7) Pastikan identitas masing-masing blok sensus tertulis dengan lengkap pada boks. 8) Boks disimpan di tempat yang kering (tidak lembab). ST2013-PES.KORTIM 67
76 Koordinator Tim Memeriksa: Daftar ST2013-PES.P Kelengkapan Daftar ST2013-PES.L dan susunan dari nomor terkecil PCL memeriksa dan melengkapi dokumen Tidak Sudah lengkap dan benar? Koordinator Sensus kecamatan Bagan 5.3. Tahapan Pengiriman Dokumen 68 ST2013-PES.KORTIM
77 VI. TATA CARA PENGISIAN DAFTAR ST2013-PES.WB 6 Daftar ST2013-PES.WB digunakan untuk meneliti peta SP2010-WB yang digunakan ketika penelusuran wilayah kerja tim dan diisi oleh Kortim. Ingat, ketika mengisi nama Kabupaten/Kota dan nama Desa/Kelurahan, coret salah satu kata Kabupaten atau Kota dan Desa atau Kelurahan yang tidak sesuai. BLOK I. PENGENALAN TEMPAT Rincian 101 sampai dengan 106. Tuliskan nama dan kode Propinsi, Kabupaten / Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan, Nomor Blok Sensus, dan Satuan Lingkungan Setempat dengan benar sesuai dengan Daftar ST2013-PES.DSBS. BLOK II. PENELITIAN PETA BLOK SENSUS Rincian 201. Apakah batas-batas pada peta SP2010-PES.WB/ST2013-WB sudah sesuai dan mudah dikenali di lapangan? Ya -1 Tidak -2 Bandingkan batas-batas blok sensus pada peta ST2010-PES.WB dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Unsur-unsur yang ada pada batas blok sensus peta ST2010-PES.WB (seperti jalan, sungai, bangunan penting, dsb) harus sama dengan keadaan di lapangan. Isikan kode 1 jika batas-batas pada peta sesuai dan mudah dikenali, dan kode 2 jika tidak. Rincian 202. Apakah ada landmark (berupa bangunan fisik, gardu, dll) pada batas-batas blok sensus? Ya -1 Tidak -2 Batas blok sensus dapat berupa jalan atau sungai yang jelas letak dan namanya. Jika batas blok sensus terdapat pada area yang tidak mudah dikenali (misalnya antara rumah penduduk, atau di wilayah kosong) maka harus ada landmark pada peta. Landmark bisa berupa rumah lengkap dengan nama kepala keluarga, ST2013-PES.KORTIM 69
78 bangunan penting lainnya (gardu, tempat ibadah, dll), ataupun simbol sawah atau kebun. Isikan kode 1 jika ya, dan kode 2 jika tidak. Rincian 203. Apakah ada informasi dari wilayah yang berbatasan dengan blok sensus terpilih? Ya -1 Tidak -2 Informasi yang dimaksud adalah nama blok sensus, RT / RW, desa, kecamatan, kabupaten atau provinsi lain yang berbatasan langsung dengan blok sensus terpilih. Contoh informasi dari wilayah yang berbatasan dengan blok sensus terpilih bisa dilihat pada Lampiran 4. Isikan kode 1 jika ya, dan kode 2 jika tidak. Rincian 204. Apakah ada informasi jalan utama (akses) di bagian dalam peta SP2010-WB/ST2013-WB? Ya-1 Tidak -2 Pastikan informasi jalan utama (akses) yang ada di lapangan tergambar pada peta SP2010-WB dengan jelas dan sesuai keadaan dilapangan. Contoh bisa dilihat pada Lampiran 4. Isikan kode 1 jika ya, dan kode 2 jika tidak. Rincian 205. Apakah gambar arah mata angin pada peta sesuai dengan arah mata angin di lapangan? Ya -1 Tidak -2 Pastikan gambar arah mata angin pada peta sudah benar dan sesuai dengan di lapangan. Contoh gambar mata angin bisa dilihat pada Lampiran 4. Isikan kode 1 jika ya, dan kode 2 jika tidak Rincian 206. Apakah ada informasi batas dan nama Satuan Lingkungan Setempat (SLS) pada peta SP2010-WB/ST2013-WB? Ya -1 Tidak -2 Periksa peta blok sensus, apakah pada area blok sensus terdapat informasi batas dan nama SLS, Informasi yang dimaksud adalah nama RT / RW pada blok sensus terpilih dan garis batas SLS dengan SLS yang lain. Isikan kode 1 jika terdapat batas dan nama SLS, dan kode 2 jika tidak. 70 ST2013-PES.KORTIM
79 VII. REKONSILIASI LAPANGAN Prosedur Rekonsiliasi lapangan Rekonsiliasi lapangan dilakukan setelah proses matching awal. Kegiatan ini dilakukan untuk menghilangkan keraguan atas kasus yang mungkin match, sehingga pada tahap matching akhir seluruh rumah tangga dapat dipastikan status match-nya. Status rumah tangga yang mungkin match dalam hal ini adalah rumah tangga yang didata pada ST2013 tetapi tidak didata pada PES, dan rumah tangga yang didata pada PES tetapi tidak didata pada ST2013. Rekonsiliasi lapangan dilakukan oleh Kortim PES ST2013 dengan Daftar ST2013-PES.RL. Prosedur yang dilakukan dalam proses rekonsiliasi lapangan sebagai berikut: 1. Petugas rekonsiliasi lapangan harus membawa Daftar ST2013-PES.RL dan peta WB. 2. Kunjungi alamat rumah tangga yang tertulis pada Daftar ST2013-PES.RL dengan berpanduan pada peta WB yang telah dilingkari nomor urut rumah tangganya. 3. Lakukan klarifikasi setiap kasus rumah tangga yang mungkin match dengan Daftar ST2013-RL. 7.2 Tata cara Pengisian Daftar ST2013-PES.RL Daftar ST2013-PES.RL digunakan oleh Kortim pada saat melakukan rekonsiliasi lapangan. Pada beberapa bagian dari daftar ini ada yang diisi oleh petugas matching. BLOK I. PENGENALAN TEMPAT Isian blok ini mulai dari nama dan kode provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, dan nomor blok sensus. Blok ini disalin oleh petugas matching dari Daftar ST2013-PES.P untuk blok sensus yang akan direkonsiliasi. ST2013-PES.KORTIM 71
80 BLOK II. KETERANGAN PETUGAS Tuliskan nama petugas rekonsiliasi, tanggal pelaksanaan rekonsiliasi, dan tanda tangan petugas rekonsiliasi di Kolom (3). BLOK III. REKAPITULASI JUMLAH RUMAH TANGGA HASIL REKONSILIASI LAPANGAN. Blok ini diisi oleh petugas matching setelah rekonsiliasi lapangan selesai dilakukan. BLOK IV. CATATAN Blok ini digunakan untuk mencatat hal-hal penting berkaitan dengan hasil rekonsiliasi lapangan yang dapat digunakan sebagai masukan dalam analisis berikutnya. BLOK V s.d BLOK VII. REKONSILIASI LAPANGAN. Blok V s.d. VII digunakan untuk rekonsiliasi lapangan ke rumah tangga yang status match-nya belum jelas. Pada blok-blok ini, ada beberapa bagian yang telah diisi oleh petugas matching, dan hanya beberapa bagian saja yang harus diisi oleh Kortim berdasarkan hasil rekonsiliasi lapangan. BLOK V. REKONSILIASI RUMAH TANGGA PES YANG PINDAH KELUAR BLOK SENSUS/TIDAK DITEMUKAN, TETAPI PADA SAAT ST 2013 DITEMUKAN/GANTI KEPALA RUMAH TANGGA/PINDAH DALAM BLOK SENSUS/BERGABUNG DENGAN RUMAH TANGGA LAIN (KODE REKON 1 s.d 8) Kolom (1) dan (2): No dan Sampel Kolom ini sudah tercetak, berisi nomor urut rumah tangga yang harus dikunjungi, dan kode sampel. Kolom (3) sampai (10): nomor urut bangunan fisik, sampai kode rekon Kolom-kolom ini diisi oleh petugas matching. Kolom (11) dan kolom (12) diisi oleh Kortim pada saat rekonsiliasi lapangan. 72 ST2013-PES.KORTIM
81 Kolom (11): Apakah rumah tangga ini tinggal di blok sensus ini pada saat PES? Pertanyaan ditujukan ke rumah tangga hasil pencacahan ST2013. Kortim harus menyebutkan dengan tepat rentang waktu petugas PES bertugas di blok sensus tersebut. Isikan kode 1 jika rumah tangga tinggal di blok sensus tersebut pada saat pencacahan PES berlangsung, dan isikan kode 2 jika tidak. Kolom (12) : Jika kolom (11) berkode 2, apakah rumah tangga ada pada saat ST? Kolom ini hanya diisi bila kolom (11) berkode 2. Kortim harus menyebutkan dengan tepat rentang waktu petugas ST bertugas di blok sensus tersebut, dan lebih tepat lagi waktu ketika petugas ST datang ke lokasi rumah tangga tersebut. Pastikan keberadaan rumah tangga tersebut pada rentang waktu kedatangan petugas ST. Isikan kode 1 jika rumah tangga tinggal di blok sensus tersebut pada saat ST, dan isikan kode 2 jika tidak Kolom (13), (14) dan (15): Status match akhir Kolom-kolom ini diisi oleh petugas matching berdasarkan hasil rekonsiliasi lapangan oleh Kortim. BLOK VI. REKONSILIASI RUMAH TANGGA PES YANG DITEMUKAN/GANTI KRT/PINDAH DALAM BLOK SENSUS/BERGABUNG DENGAN BLOK SENSUS LAIN, TETAPI PADA SAAT ST2013 PINDAH KELUAR BLOK SENSUS/TIDAK DITEMUKAN (KODE REKON 13, 14,15,16) Kolom (1) dan (2): No dan sampel Kolom ini sudah tercetak, berisi nomor urut rumah tangga yang harus dikunjungi. Kolom (3) sampai (10): nomor urut bangunan fisik, sampai kode rekon Kolom-kolom ini diisi oleh petugas matching. Kolom (11) dan. (12) diisi oleh Kortim pada saat rekonsiliasi lapangan Kolom (11): Apakah rumah tangga tinggal di blok sensus ini pada saat ST? Pertanyaan ditujukan ke rumah tangga hasil pencacahan PES. Pada saat bertanya ST2013-PES.KORTIM 73
82 ke rumah tangga, Kortim harus menyebutkan dengan tepat rentang waktu petugas ST bertugas di blok sensus tersebut, dan lebih tepat lagi waktu ketika petugas ST datang ke lokasi rumah tangga tersebut. Pastikan keberadaan rumah tangga tersebut pada rentang waktu kedatangan PCL ST2013. Isikan kode 1 jika rumah tangga tinggal di blok sensus tersebut pada saat ST, dan isikan kode 2 jika tidak. Kolom (12): Jika Kolom (11) berkode 2, apakah rumah tangga ada pada saat PES? Pada saat bertanya ke rumah tangga, Kortim harus menyebutkan dengan tepat rentang waktu petugas PES bertugas di blok sensus tersebut, dan lebih tepat lagi waktu ketika petugas PES datang ke lokasi rumah tangga tersebut. Isikan kode 1 jika rumah tangga tinggal di blok sensus tersebut pada saat PES, dan isikan kode 2 jika tidak. Kolom (13) s.d. (15): Status match akhir Kolom-kolom ini diisi oleh petugas matching berdasarkan hasil rekonsiliasi lapangan oleh Kortim BLOK VII. REKONSILIASI RUMAH TANGGA YANG DICATAT SEBAGAI RUMAH TANGGA BARU PADA DAFTAR ST2013-P TETAPI TIDAK DICATAT PADA DAFTAR ST2013-PES.P (KODE REKON 17) Kolom (1) dan (2): No dan sampel Kolom ini sudah tercetak, berisi nomor urut rumah tangga yang harus dikunjungi. Kolom (3) sampai (10): nomor urut bangunan fisik, sampai kode rekon Kolom-kolom ini diisi oleh petugas matching. Kolom (11) s.d. (12) diisi oleh Kortim pada saat rekonsiliasi lapangan. Kolom (10): Apakah rumah tangga tinggal di blok sensus ini? Pertanyaan ini dapat diisi ketika pada saat rekonsiliasi lapangan Kortim berhasil menemui rumah tangga pada alamat yang tertera di Kolom (6). Isikan kode 1 jika rumah tangga tinggal di blok sensus tersebut, dan kode 2 jika tidak. 74 ST2013-PES.KORTIM
83 Kolom (11): Jika Kolom (10) berkode 2 (Tidak), disebabkan oleh: Jika rumah tangga yang tertera di Kolom (5) ternyata tidak ditinggal di blok sensus Kortim harus mencari tahu sebabnya. Isikan kode 1 jika rumah tangga tidak ditemukan, dalam hal ini tidak ada seorangpun yan tahu tentang keberadaan rumah tangga tersebut; dan isikan kode 2 jika ada informasi rumah tangga tersebut pindah keluar blok sensus. Kolom (12): Jika Kolom (11) berkode 2, sejak kapan rumah tangga pindah dari blok sensus ini? Pertanyaan ini ditanyakan apabila rumah tangga yang dikunjungi pindah keluar blok sensus. Kortim harus mengklarifikasi ke narasumber yang dapat dimintai informasinya tentang kapan tepatnya rumah tangga tersebut pindah keluar blok sensus. Pada saat mengklarifkasi, Kortim harus memberi tahu ke narasumber tentang waktu pencacahan ST2013 di wilayah tersebut sebagai acuan jawaban responden. Isikan kode 1 jika rumah tangga pindah keluar blok sensus sebelum ST2013, dan isikan kode 2 jika setelah ST2013. Kolom (13) s.d. (15): Status match akhir Kolom-kolom ini diisi oleh petugas matching berdasarkan hasil rekonsiliasi lapangan oleh Kortim. ST2013-PES.KORTIM 75
84 76 ST2013-PES.KORTIM
85 VIII. PENUTUP 8 a. Kualitas data yang baik sangat tergantung pada kemauan, kemampuan dan ketelitian para petugas lapang (Pencacah dan Kortimnya). Oleh karena itu, kerjasama yang baik antara kortim dan pencacah harus benar-benar diterapkan, terutama dalam hal pencacahan rumah tangga dan pemeriksaan daftar isian yang harus diperiksa secara bertahap oleh Pencacah dan Kortim. b. Pemeriksaan awal oleh pencacah dimaksudkan agar dapat diketahui secepatnya apabila ditemukan ketidakwajaran maupun kesalahan dalam daftar isian sehingga masih dapat diperbaiki, dan bilamana perlu dapat dilakukan kunjungan ulang ke rumah tangga tanpa menunggu instruksi Kortim. c. Jika dijumpai hal-hal yang meragukan, pencacah harus mendiskusikan permasalahan tersebut dengan teman-teman sesama pencacah. Bila masih ragu juga, maka permasalahan tersebut harus didiskusikan kepada kortim agar diperoleh penjelasan dan jalan keluarnya. d. Setelah pencacahan selesai dan Pencacah yakin bahwa semua isian telah diperiksa dengan baik, serahkan semua daftar yang telah diisi kepada Kortim untuk dilakukan pemeriksaan lebih teliti. Bila diperlukan, pencacah akan diminta Kortim untuk melakukan pencacahan ulang. e. Dengan menyelesaikan tugas sebaik-baiknya sebagai kortim, berarti Saudara telah menyumbangkan dharma bhakti kepada Negara/Pemerintah Republik Indonesia karena data yang Saudara kumpulkan akan sangat bermanfaat bagi Pemerintah untuk evaluasi data Sensus Pertanian 2013 khususnya, dan perencanaan pembangunan dibidang pertanian pada umumnya. ST2013-PES.KORTIM 77
86 78 ST2013-PES.KORTIM
87 IX. LAMPIRAN ST2013-PES.KORTIM 79
88 80 ST2013-PES.KORTIM
89 Lampiran 1. Jumlah Sampel Blok Sensus dan Petugas PES ST2013 Jumlah Sampel Blok Sensus dan Petugas PES ST2013 Propinsi Alokasi Sampel Blok Sensus Kortim PCL Petugas Matching Rekonsiliasi Pengolahan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 11 NAD Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Sumatera Selatan Bengkulu Lampung Bangka Belitung Kep. Riau DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah DI Yogyakarta Jawa Timur Banten Bali NTB NTT Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Sulawesi Barat Maluku Maluku Utara Papua Barat Papua JUMLAH , ST2013-PES.KORTIM 81
90 Lampiran 2. Jadwal Kerja Harian per Tim di Lapangan pada Blok Sensus Dooor to Door Minggu 16 Juni Pertemuan I Tim: Persiapan sebelum memulai pencacahan Penelusuran wilayah bersama-sama 23 Juni Pertemuan III Tim: Persiapan pencacahan lengkap ruta tani Pencacahan lengkap rumah tangga. 30 Juni Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan 7 Juli Pertemuan IV Tim: Pemeriksaan akhir. Pemeriksaan kelengkapan dokumen hasil lapangan. Jadwal Kerja Harian per Tim di Lapangan pada Blok Sensus Door to Door Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu 17 Juni 18 Juni 19 Juni 20 Juni 21 Juni 22 Juni Pemutakhiran rumah tangga per blok sensus oleh masingmasing pencacah. Kortim bersama Pencacah 1. Pemutakhiran rumah tangga per blok sensus oleh masingmasing pencacah. Kortim mendampingi Pencacah 2 Pertemuan II Tim: Evaluasi pemutakhiran ruta & identifikasi ruta tani. Melanjutkan pemuktahiran ruta Kortim mendampingi Pencacah 3 Pemutakhiran rumah tangga per blok sensus oleh masingmasing pencacah. Kortim mendampingi Pencacah 1 Pemutakhiran rumah tangga per blok sensus oleh masingmasing pencacah. Kortim mendampingi Pencacah 2 Pemutakhiran rumah tangga per blok sensus oleh masingmasing pencacah. Kortim mendampingi Pencacah 3 24 Juni 25 Juni 26 Juni 27 Juni 28 Juni 29 Juni Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan 1 Juli 2 Juli 3 Juli 4 Juli 5 Juli 6 Juli Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pembagian tugas pencacahan ruta dilakukan di lapangan. Pencacahan lengkap rumah tangga. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan 8 Juli Penyerahan dokumen clean ke BPS Kab/ Kota 82 ST2013-PES.KORTIM
91 Lampiran 3. Jadwal Kerja Harian per Tim di Lapangan pada Blok Sensus Snowball Minggu 16 Juni Pertemuan I Tim: Persiapan sebelum memulai pencacahan, Penelusuran wilayah bersama-sama 23 Juni Pertemuan III Tim: Evaluasi pemutakhiran, identifikasi ruta tani & pencacahan lengkap ruta Melanjutkan pemutakhiran ruta dan pencacahan lengkap ruta tani 30 Juni Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan 7 Juli Pertemuan IV Tim: Pemeriksaan akhir. Pemeriksaan kelengkapan dokumen hasil lapangan. Jadwal Kerja Harian per Tim di Lapangan pada Blok Sensus Snowball Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu 17 Juni 18 Juni 19 Juni 20 Juni 21 Juni 22 Juni Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pertemuan II Tim: Evaluasi pemutakhiran, identifikasi ruta tani & pencacahan lengkap ruta Melanjutkan pemutakhiran ruta dan pencacahan lengkap ruta tani Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan 24 Juni 25 Juni 26 Juni 27 Juni 28 Juni 29 Juni Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan 1 Juli 2 Juli 3 Juli 4 Juli 5 Juli 6 Juli Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan Pemutakhiran Ruta dan pencacahan lengkap ruta tani per blok sensus. Kortim mendampingi Pencacah. Pemeriksaan hasil pencacahan oleh Kortim di lapangan 8 Juli Penyerahan dokumen clean ke BPS Kab/ Kota ST2013-PES.KORTIM 83
92 Lampiran 4. Peta SP2010-WB/ST2013-WB Setelah Dimutakhirkan 84 ST2013-PES.KORTIM
93 Lampiran 5. Daftar ST2013-PES.P Door to Door ST2013-PES.KORTIM 85
94 86 ST2013-PES.KORTIM
95 Lampiran 6. Daftar ST2013-PES.P Snowball ST2013-PES.KORTIM 87
96 88 ST2013-PES.KORTIM
97 ST2013-PES.KORTIM 89
98 Lampiran 7. Daftar ST2013-PES.L 90 ST2013-PES.KORTIM
99 ST2013-PES.KORTIM 91
100 92 ST2013-PES.KORTIM
101 ST2013-PES.KORTIM 93
102 94 ST2013-PES.KORTIM
103 ST2013-PES.KORTIM 95
104 96 ST2013-PES.KORTIM
105 ST2013-PES.KORTIM 97
106 98 ST2013-PES.KORTIM
107 ST2013-PES.KORTIM 99
108 100 ST2013-PES.KORTIM
109 ST2013-PES.KORTIM 101
110 102 ST2013-PES.KORTIM
111 ST2013-PES.KORTIM 103
112 104 ST2013-PES.KORTIM
113 ST2013-PES.KORTIM 105
114 106 ST2013-PES.KORTIM
115 ST2013-PES.KORTIM 107
116 Lampiran 8. Daftar ST2013-RL ST2013-PES.RL REPUBLIK INDONESIA SENSUS PERTANIAN 2013 SURVEI PASCA SENSUS REKONSILIASI LAPANGAN I. PENGENALAN TEMPAT (1) (2) (3) III. REKAPITULASI JUMLAH RUMAH TANGGA HASIL REKONSILIASI LAPANGAN (Diisi oleh petugas matching) 1. Provinsi 2. Kabupaten/Kota *) 3. Kecamatan 4. Desa/Kelurahan *) 5. Nomor Blok Sensus Uraian Nama Petugas II. KETERANGAN PETUGAS Matching Rekonsiliasi (1) (2) (3) Tanggal Pelaksanaan Jumlah rumah tangga diluar cakupan PES (Disalin dari isian Blok V kolom (13) halaman terakhir Baris C + isian Blok VII kolom (13) halaman terakhir Baris C) 302. Jumlah rumah tangga ST salah cakup (Disalin dari isian Blok V kolom (14) halaman terakhir Baris C +isian Blok VII kolom (14) halaman terakhir Baris C) 303. Jumlah rumah tangga PES lewat cacah (Disalin dari isian Blok V kolom (15) halaman terakhir Baris C + isian Blok VII kolom (15) halaman terakhir Baris C) 304. Jumlah rumah tangga diluar cakupan ST (Disalin dari isian Blok VI kolom (13) halaman terakhir Baris C) 305. Jumlah rumah tangga PES salah cakup (Disalin dari isian Blok VI kolom (15) halaman terakhir Baris C) 306. Jumlah rumah tangga ST lewat cacah (Disalin dari isian Blok VI kolom (14) halaman terakhir Baris C) (1) (2) 203 Tanda Tangan Jumlah IV. CATATAN ST2013-PES.KORTIM
117 No S a m p e BLOK V. REKONSILIASI RUMAH TANGGA PES YANG PINDAH KELUAR BLOK SENSUS/TIDAK DITEMUKAN, TETAPI PADA SAAT ST2013 DITEMUKAN/GANTI KEPALA RUMAH TANGGA/ PINDAH DALAM BLOK SENSUS/BERGABUNG DENGAN RUMAH TANGGA LAIN (KODE REKON 1 s.d. 8) Bangunan Fisik No Urut Bangunan Sensus Rumah Tangga Disalin dari Daftar ST2013-PES.P Nama KRT Alamat Hasil pemutakhiran rumah tangga Kode rekon Diisi pada saat rekonsiliasi lapangan ke rumah tangga ST2013 Apakah rumah tangga ini tinggal di blok sensus ini pada saat PES? 1. Ya 2. Tidak Jika Kolom (11) berkode 2, apakah rumah tangga ada pada saat ST? 1. Ya 2. Tidak 6. Diluar cakupan PES Status match akhir Isikan kode 1. Ya - Tidak (Diisi oleh petugas matching) 8. ST salah cakup 9. PES lewat cacah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) P 1 - E P 2-1 E 3 P E 4 P E 5 P E 6 P E 7 P E 8 P E a. Jumlah halaman ini (pada Blok V) b. Jumlah kumulatif halaman sebelumnya (pada Blok V) c. Jumlah kumulatif sampai dengan halaman ini (a+b) Kode rekon (Kolom 10): menyatakan kode hasil pemutakhiran rumah tangga pada: Kode 1/5: PES pindah keluar BS/tidak ditemukan, ST2013 ditemukan Kode 2/6: PES pindah keluar BS/tidak ditemukan, ST2013 ganti KRT Kode 3/7: PES pindah keluar BS/tidak ditemukan, ST2013 pindah dalam BS No. urut rumah tangga hasil pemutakhiran -2- Kode 3/8: PES pindah keluar BS/tidak ditemukan, ST2013 bergabung dengan rumah tangga lain l ST2013-PES.KORTIM 109
118 No (1) S a m p e l (2) P E P E P E P E P E P E P E P E Bangunan Fisik BLOK VI. REKONSILIASI RUMAH TANGGA PES YANG DITEMUKAN/ GANTI KRT/ PINDAH DALAM BLOK SENSUS/BERGABUNG DENGAN RUMAH TANGGA LAIN, TETAPI PADA SAAT ST2013 PINDAH KELUAR BLOK SENSUS/TIDAK DITEMUKAN (KODE REKON 9 s.d 16) No Urut Bangunan Sensus Rumah Tangga Disalin dari Daftar ST2013-PES.P Nama KRT Alamat Hasil pemutakhiran rumah tangga (3) (4) (5) (6) (7) (8) a. Jumlah halaman ini (pada Blok VI) b. Jumlah kumulatif halaman sebelumnya (pada Blok VI) c. Jumlah kumulatif sampai dengan halaman ini (a+b) Kode rekon (Kolom 10): menyatakan kode hasil pemutakhiran rumah tangga pada: Kode 9/13: PES ditemukan, ST2013 pindah keluar BS/tidak ditemukan Kode 10/14: PES ganti KRT, ST2013 pindah keluar BS/tidak ditemukan Kode 11/15: PES pindah dalam blok sensus, ST2013 pindah keluar BS/ tidak ditemukan No. urut rumah tangga hasil pemutakhiran -4- (9) Kode rekon (10) Diisi pada saat rekonsiliasi lapangan ke rumah tangga ST2013 Apakah rumah tangga ini tinggal di blok sensus ini pada saat ST? 1. Ya 2. Tidak (11) Jika Kolom (11) berkode 2, apakah rumah tangga ada pada saat PES? 1. Ya 2. Tidak (12) Status match akhir Isikan kode 1. Ya - Tidak (Diisi oleh petugas matching) 7. Diluar cakupan ST ST lewat cacah 11. PES salah cakup (13) (14) (15) Kode 12/16: PES bergabung dengan rumah tangga lain, ST2013 pindah keluar BS/tidak ditemukan 110 ST2013-PES.KORTIM
119 VII. REKONSILIASI RUMAH TANGGA YANG DICATAT SEBAGAI RUMAH TANGGA BARU PADA DAFTAR ST2013-P TETAPI TIDAK DICATAT PADA DAFTAR ST2013-PES.P (KODE REKON 17) No Bangunan Fisik No Urut Bangunan Sensus Rumah Tangga Disalin dari Daftar ST2013-PES.P Baris E Nama KRT Alamat Hasil pemutakhiran rumah tangga Kode rekon Diisi pada saat rekonsiliasi lapangan ke rumah tangga ST2013 Apakah rumah tangga tinggal di blok sensus ini? 1. Ya 2. Tidak Jika Kolom (10) berkode 2 (Tidak), disebabkan oleh : 1. Tidak ditemukan. 2. Pindah keluar blok sensus. Jika Kolom (11) berkode 2, sejak kapan rumah tangga pindah dari blok sensus ini? 1. Sebelum ST 2. Setelah ST (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) Status match akhir Isikan kode 1. ya - tidak (Diisi oleh petugas matching) 6. Di luar cakupan PES 8. ST salah cakup 9. PES lewat cacah (13) (14) (15) a. Jumlah halaman ini (pada Blok VII) b. Jumlah kumulatif halaman sebelumnya (pada Blok VII) c. Jumlah kumulatif sampai dengan halaman ini (a+b) Kode rekon (kolom 9): kode 17: PES tidak ada dokumennya, ST2013 rumah tangga baru No. urut rumah tangga hasil pemutakhiran -6- ST2013-PES.KORTIM 111
120 VII. REKONSILIASI RUMAH TANGGA YANG DICATAT SEBAGAI RUMAH TANGGA BARU PADA DAFTAR ST2013-P TETAPI TIDAK DICATAT PADA DAFTAR ST2013-PES.P (KODE REKON 17) No Bangunan Fisik No Urut Bangunan Sensus Rumah Tangga Disalin dari Daftar ST2013-PES.P Baris E Nama KRT Alamat Hasil pemutakhiran rumah tangga Kode rekon Diisi pada saat rekonsiliasi lapangan ke rumah tangga ST2013 Apakah rumah tangga tinggal di blok sensus ini? 1. Ya 2. Tidak Jika Kolom (10) berkode 2 (Tidak), disebabkan oleh : 1. Tidak ditemukan. 2. Pindah keluar blok sensus. Jika Kolom (11) berkode 2, sejak kapan rumah tangga pindah dari blok sensus ini? 1. Sebelum ST 2. Setelah ST (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) Status match akhir Isikan kode 1. ya - tidak (Diisi oleh petugas matching) 6. Di luar cakupan PES 8. ST salah cakup 9. PES lewat cacah (13) (14) (15) a. Jumlah halaman ini (pada Blok VII) b. Jumlah kumulatif halaman sebelumnya (pada Blok VII) c. Jumlah kumulatif sampai dengan halaman ini (a+b) Kode rekon (kolom 9): kode 17: PES tidak ada dokumennya, ST2013 rumah tangga baru No. urut rumah tangga hasil pemutakhiran ST2013-PES.KORTIM
121 Lampiran 9. Daftar ST2013-WB ST2013-PES.KORTIM 113
122 Lampiran 10. Daftar ST2013-KODE 114 ST2013-PES.KORTIM
123 ST2013-PES.KORTIM 115
124 116 ST2013-PES.KORTIM
125 ST2013-PES.KORTIM 117
126 118 ST2013-PES.KORTIM
127 ST2013-PES.KORTIM 119
128 120 ST2013-PES.KORTIM
129 ST2013-PES.KORTIM 121
130 122 ST2013-PES.KORTIM
131 ST2013-PES.KORTIM 123
SENSUS PERTANIAN 2013
Katalog BPS: 1402004 SENSUS PERTANIAN 2013 PENCACAHAN LENGKAP RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN PEDOMAN KOORDINATOR TIM (ST2013-KORTIM) BADAN PUSAT STATISTIK KATA PENGANTAR Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan
PEDOMAN KOORDINATOR TIM SENSUS PERTANIAN 2013 DI LINGKUNGAN BADAN PUSAT STATISTIK BAB I PENDAHULUAN
3 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN KOORDINATOR TIM SENSUS PERTANIAN 2013 DI LINGKUNGAN BADAN PUSAT STATISTIK PEDOMAN KOORDINATOR TIM SENSUS PERTANIAN
PEDOMAN KOORDINATOR TIM (KORTIM) SENSUS PENDUDUK 2010
Buku 5 PEDOMAN KOORDINATOR TIM (KORTIM) SENSUS PENDUDUK 2010 BADAN PUSAT STATISTIK Sensus Penduduk 2010 Mencacah Semua Penduduk dan Tiap Penduduk Hanya Sekali DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI...
PEDOMAN TEKNIS SENSUS PERTANIAN 2013 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI DAN BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN/KOTA BAB I PENDAHULUAN
3 2013, No.196 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 80 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN TEKNIS SENSUS PERTANIAN 2013 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI DAN BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN/KOTA PEDOMAN
SENSUS PERTANIAN 2013 SURVEI RUMAH TANGGA USAHA PENANGKAPAN IKAN TAHUN 2014 PEDOMAN PEMERIKSA (ST2013-SPI.PMS)
KATALOG BPS: 1402030 SENSUS PERTANIAN 2013 SURVEI RUMAH TANGGA USAHA PENANGKAPAN IKAN TAHUN 2014 PEDOMAN PEMERIKSA (ST2013-SPI.PMS) BADAN PUSAT STATISTIK Kata Pengantar Sensus Pertanian 2013 (ST2013)
PEDOMAN PENGOLAHAN DATA PRA KOMPUTER SENSUS PERTANIAN 2013 BAB I PENDAHULUAN
2013, No.730 4 LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENGOLAHAN SENSUS PERTANIAN 2013 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI DAN BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN/KOTA
BADAN PUSAT STATISTIK KATALOG BPS:
BADAN PUSAT STATISTIK KATALOG BPS: 1404039 KATA PENGANTAR Survei Struktur Ongkos Usaha Tanaman Pangan dan Peternakan Tahun 2017 (SOUT2017) merupakan kegiatan integrasi antara Survei Struktur Ongkos
SURVEI PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN HIDUP 2013
SPPLH 2013 SURVEI PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN HIDUP 2013 Buku III. Pedoman Pengawasan/Pemeriksaan BADAN PUSAT STATISTIK Pedoman Pengawasan/Pemeriksaan SPPLH 2013 i ii Pedoman Pengawasan/Pemeriksaan SPPLH
Pilot Post Enumeration Survey (PES) Sensus Pertanian 2013 (Pilot PES ST2013), 2012
BADAN PUSAT STATISTIK Pilot Post Enumeration Survey (PES) Sensus Pertanian 2013 (Pilot PES ST2013), 2012 ABSTRAKSI Pada setiap kegiatan pengumpulan data, tidak terlepas dari kesalahan yang disebut dengan
PEDOMAN 2 SURVEI ANGKATAN KERJA NASIONAL (SAKERNAS) 2002 PEDOMAN PENGAWAS/PEMERIKSA BPS BADAN PUSAT STATISTIK, JAKARTA
PEDOMAN 2 SURVEI ANGKATAN KERJA NASIONAL (SAKERNAS) 2002 PEDOMAN PENGAWAS/PEMERIKSA BPS BADAN PUSAT STATISTIK, JAKARTA BAB I PENDAHULUAN 1.1. Umum Data ketenagakerjaan yang dihasilkan BPS dikumpulkan melalui
STUDI PENGUKURAN TINGKAT KEBAHAGIAAN (SPTK) 2013
PANDUAN PELAKSANAAN STUDI PENGUKURAN TI NGKAT KEBAHAGI AAN (SPTK) 0 BADAN PUSAT STATI STI K PANDUAN PELAKSANAAN STUDI PENGUKURAN TINGKAT KEBAHAGIAAN (SPTK) 0 BADAN PUSAT STATISTIK KATA PENGANTAR Buku
BADAN PUSAT STATISTIK KATALOG BPS:
BADAN PUSAT STATISTIK KATALOG BPS: 1404037 KATA PENGANTAR Survei Struktur Ongkos Usaha Tanaman Pangan dan Peternakan Tahun 2017 (SOUT2017) merupakan kegiatan integrasi antara Survei Struktur Ongkos
SENSUS PERTANIAN 2013 SURVEI RUMAH TANGGA USAHA BUDIDAYA IKAN TAHUN 2014 PEDOMAN PEMERIKSA (ST2013-SBI.PMS)
KATALOG BPS: 1402028 SENSUS PERTANIAN 2013 SURVEI RUMAH TANGGA USAHA BUDIDAYA IKAN TAHUN 2014 PEDOMAN PEMERIKSA (ST2013-SBI.PMS) BADAN PUSAT STATISTIK Kata Pengantar Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan
KATA PENGANTAR. Jakarta, April 2016 Kepala Badan Pusat Statistik. Dr. Suryamin, M.Sc.
KATA PENGANTAR Kegiatan Pendaftaran Usaha/ Perusahaan Sensus Ekonomi 2016 (Listing SE2016) merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan Sensus Ekonomi Tahun 2016. Kegiatan Listing SE2016 dimaksudkan
Seuntai Kata. Kota Maba, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Halmahera Timur. Ir. Salahuddin
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Banjarmasin Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Banjarmasin Tahun 2013 sebanyak 5.617 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Banjarmasin Tahun 2013 sebanyak 21 Perusahaan Jumlah perusahaan tidak
KATA PENGANTAR. Selamat bekerja. Jakarta, Agustus 2015 Kepala Badan Pusat Statistik. Dr. Suryamin, M.Sc.
KATA PENGANTAR Kegiatan Pendaftaran (Listing) usaha/perusahaan Sensus Ekonomi 2016 (Listing SE2016) merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Sensus Ekonomi Tahun 2016. Kegiatan Listing SE2016 dimaksudkan
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Bogor Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Bogor Tahun 2013 sebanyak 4.588 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Bogor Tahun 2013 sebanyak 2 perusahaan Jumlah perusahaan tidak
Seuntai Kata. Bulukumba, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bulukumba. Ir. H. Yunus
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Metro Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Metro Tahun 2013 sebanyak 9.203 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Metro Tahun 2013 sebanyak 3 (tiga) unit Jumlah perusahaan pertanian
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANGKA BARAT
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANGKA BARAT Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Bangka Barat Tahun 2013 sebanyak 22.879 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten
Post Enumeration Survey Sensus Pertanian (PES ST), 2013
BADAN PUSAT STATISTIK Post Enumeration Survey Sensus Pertanian (PES ST), 2013 ABSTRAKSI Pengumpulan data ST2013 tidak terlepas dari nonsampling error. Kesalahan ini merupakan sumber bias yang disebabkan
SENSUS PERTANIAN 2013
Katalog BPS: 1402035 SENSUS PERTANIAN 2013 PEDOMAN PEMUTAKHIRAN RUMAH TANGGA PADA BLOK SENSUS TERPILIH SUBSEKTOR (ST2013-SUBSEKTOR.PEMUTAKHIRAN) BADAN PUSAT STATISTIK KATA PENGANTAR Sensus Pertanian 2013
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Kotamobagu Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Kotamobagu Tahun 2013 sebanyak 8.289 rumah tangga Jumlah perusahaan tidak berbadan hukum atau bukan usaha rumah tangga usaha pertanian di Kota Kotamobagu Tahun
Post Enumeration Survei Sensus Penduduk (PES SP) 2010, 2010
BADAN PUSAT STATISTIK Post Enumeration Survei Sensus Penduduk (PES SP) 2010, 2010 ABSTRAKSI Latar belakang: Pengumpulan data yang dilakukan melalui sensus maupun survei tidak terlepas dari kesalahan yang
Seuntai Kata. Jayapura, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kota Jayapura. Muchlis Malik Sotting, B.St
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
Seuntai Kata. Semarang, 1 September 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kota Semarang. Endang Retno Sri Subiyandani, S.Si
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
Drs. Morhan Tambunan, M.Si
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2013 sebanyak 9.539 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2013 sebanyak lima (5)
Seuntai Kata. Limboto, 15 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Gorontalo. Arifin M. Ointu, SE
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
Seuntai Kata. Tarempa, 1 September 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Anamabs. Drs. Bustami
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
PEDOMAN PENCACAH SURVEI LUAS PANEN DAN LUAS LAHAN TANAMAN PANGAN 2015 (VP2015-S)
Katalog: PEDOMAN PENCACAH SURVEI LUAS PANEN DAN LUAS LAHAN TANAMAN PANGAN 2015 (VP2015-S) BADAN PUSAT STATISTIK SURVEI LUAS PANEN DAN LUAS LAHAN TANAMAN PANGAN 2015 KATA PENGANTAR Survei Luas Panen dan
PEDOMAN PENCACAH. Februari Survei Angkatan Kerja Nasional. Direktorat Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan
PEDOMAN PENCACAH Survei Angkatan Kerja Nasional Februari 2017 B A D A N P U S AT S T AT I S T I K Direktorat Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan DATA MENCERDASKAN BANGSA KATA PENGANTAR Survei Angkatan
Seuntai Kata. Gedung Tataan, Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Pesawaran. Risma Pijayantini, S.Si.
Seuntai Kata Sensus Pertanian 213 (ST213) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 1 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST213 merupakan amanat
Draft 18 September 2017 PODES 2018 PEDOMAN PENCACAH BADAN PUSAT STATISTIK, JAKARTA INDONESIA
Draft 18 September 2017 PODES 2018 PEDOMAN PENCACAH BADAN PUSAT STATISTIK, JAKARTA INDONESIA PODES 2018 PEDOMAN PENCACAH BADAN PUSAT STATISTIK, JAKARTA INDONESIA KATA PENGANTAR Buku pedoman ini merupakan
KATA PENGANTAR. Akhirnya saya ucapkan terima kasih atas peran serta para pengawas/pemeriksa dalam pelaksanaan SUSI05 ini, dan selamat bekerja.
KATA PENGANTAR Buku Pedoman Pengawas/Pemeriksa dalam Survei Usaha Terintegrasi 2005 (SUSI05) digunakan sebagai petunjuk dan pegangan bagi para pengawas dalam melakukan pengawasan/pemeriksaan terhadap hasil
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Tomohon Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Tomohon Tahun 2013 sebanyak 6.939 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Tomohon Tahun 2013 sebanyak 5 Perusahaan Jumlah perusahaan
Seuntai Kata. Jayapura, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sarmi. Selvina De Lima
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN KUDUS
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN KUDUS Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan
PEDOMAN PENGGUNAAN PROGRAM PEMUTAKHIRAN DAN PENARIKAN SAMPEL RUMAH TANGGA SURVEI PENDUDUK ANTAR SENSUS 2015
PEDOMAN PENGGUNAAN PROGRAM PEMUTAKHIRAN DAN PENARIKAN SAMPEL RUMAH TANGGA SURVEI PENDUDUK ANTAR SENSUS 2015 Pemutakhiran dan penarikan sampel pada kegiatan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 akan
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Singkawang Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Singkawang Tahun 2013 sebanyak 12.798 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Singkawang Tahun 2013 sebanyak 4 Perusahaan Jumlah perusahaan
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Probolinggo Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Probolinggo Tahun 2013 sebanyak 9.968 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Probolinggo Tahun 2013 sebanyak 7 Perusahaan Jumlah perusahaan
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PANGANDARAN
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PANGANDARAN Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pangandaran Tahun 2013 sebanyak 275.212 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum Kabupaten Pangandaran
KATA PENGANTAR. Jakarta, Maret 2012 Direktur Statistik Industri. DR. Mudjiandoko, MA
KATA PENGANTAR Survei Industri Besar dan Sedang Tahun 2011 merupakan kelanjutan dari survei Industri Besar dan Sedang tahun sebelumnya. Buku Pedoman Pengawas ini dibuat untuk pelaksanaan lapangan di tingkat
Seuntai Kata. Kuala Pembuang, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Seruyan. Herry, B.st
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
KOTA BUKITTINGGI. Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Bukittinggi Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Katalog BPS. 5106002.1375 Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Bukittinggi Tahun 2013 sebanyak 1.850 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Bukittinggi Tahun 2013 sebanyak
Jumlah rumah tangga usaha pertanian Di kabupaten Aceh Tengah Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian Di kabupaten Aceh Tengah Tahun 2013 sebanyak 32.708 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di kabupaten Aceh Tengah Tahun 2013 sebanyak 2 Perusahaan
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Bintan Tahun 2013 sebanyak 9.856 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Bintan Tahun 2013 sebanyak 9 Perusahaan Jumlah perusahaan
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANGKA TENGAH
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANGKA TENGAH Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Bangka Tengah Tahun 213 sebanyak 18.757 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Bangka
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pasuruan Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pasuruan Tahun 2013 sebanyak 3.791 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Pasuruan Tahun 2013 sebanyak 2 Perusahaan Jumlah perusahaan
Seuntai Kata. Jakarta, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. Matamira B. Kale, M.Si
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 213 sebanyak 34.35 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 213 sebanyak
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Tasikmalaya Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Tasikmalaya Tahun 2013 sebanyak 21 267 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Tasikmalaya Tahun 2013 sebanyak 6 Perusahaan Jumlah perusahaan
Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2013 Modul (Gabungan)
Katalog Datamikro - Badan Pusat Statistik Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2013 Modul (Gabungan) Laporan ditulis pada: November 29, 2016 Kunjungi data katalog kami di: http://microdata.bps.go.id/mikrodata/index.php
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BATU BARA
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Batu Bara Tahun 2013 sebanyak 38 532 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Batu Bara Tahun 2013 sebanyak 20 Perusahaan Jumlah
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA MOJOKERTO
BADAN PUSAT STATISTIK KOTA MOJOKERTO Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Mojokerto Tahun 2013 sebanyak 1490 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Mojokerto Tahun 2013
Seuntai Kata. Jakarta, 17 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. Dr. Suryamin, M.Sc.
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pringsewu Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pringsewu Tahun 2013 sebanyak 54.677 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Pringsewu Tahun 2013 sebanyak 2 Perusahaan Jumlah
AUDIT MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI
AUDIT MUTU INTERNAL AUDIT MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN IMMI JL. RAYA TANJUNG BARAT NO. 11 PS. MINGGU JAKARTA SELATAN TELP. 021 781 7823, 781 5142 FAX. -21 781 5144
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Tojo Una-una Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Tojo Una-una Tahun 2013 sebanyak 24.813 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Indonesia Tahun 2013 sebanyak 1 Perusahaan Jumlah perusahaan tidak
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 1979 TENTANG PELAKSANAAN SENSUS PENDUDUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 1979 TENTANG PELAKSANAAN SENSUS PENDUDUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kebijaksanaan kependudukan perlu dirumuskan secara nasional
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Luwu Utara Tahun 2013 sebanyak rumah tangga
Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Luwu Utara Tahun 2013 sebanyak 52.187 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Luwu Utara Tahun 2013 sebanyak 5 Perusahaan Jumlah
Ir. Rahmadi Agus Santosa, M.Si
Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan
