IV. KONDISI UMUM PERUSAHAAN
|
|
|
- Budi Rachman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 IV. KONDISI UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan Pabrik Gula Djombang Baru adalah salah satu unit pengolahan gula tebu yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara X (Persero). Pabrik ini terletak di jalan Jenderal Sudirman No.1, Desa Pulo Lor, Kelurahan Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Secara geografis, pabrik ini terletak 80 km dari ibukota propinsi dan 3 km dari ibukota kabupaten dengan ketinggian 44 meter diatas permukaan air laut. PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang begerak di bidang industri pergulaan. Perusahaan ini memiliki sebuah kantor direksi yang berlokasi di jalan Jembatan Merah No Surabaya. Perusahaan ini memiliki sebelas buah unit pabrik gula, lima buah kebun, tiga buah rumah sakit, dan satu buah industri Bobbin. Kesebelas pabrik gula tersebut adalah Pabrik Gula Watoetoelis di Sidoarjo, Pabrik Gula Kremboong di Sidoarjo, Pabrik Gula Toelangan di Sidoarjo, Pabrik Gula Gempolkrep di Mojokerto, Pabrik Gula Djombang Baru di Jombang, Pabrik Gula Tjoekir di Jombang, Pabrik Gula Lestari di Nganjuk, Pabrik Gula Meritjan di Kediri, Pabrik Gula Pesantren Baru di Kediri, Pabrik Gula Ngadiredjo di Kediri, dan Pabrik Gula Modjopanggung di Tulungagung. Kemudian, kelima kebun tersebut adalah Kebun Kertosari di Jember, Kebun Ajong Gayasari di Jember, dan Kebun Kebonarum, Gayamprit, dan Wedibirit yang berlokasi di Klaten. Selanjutnya, ketiga rumah sakit yang dimiliki oleh perusahaan ini adalah Rumah Sakit Perkebunan di Jember, Rumah Sakit Bina Usaha Gatoel di Mojokerto, dan Rumah Sakit Toeloengredjo di Kediri. Industri Bobbin yang dimiliki oleh perusahaan ini terletak di kabupaten Jember. Pabrik Gula Djombang Baru didirikan oleh Belanda pada tahun 1895 atas nama Direksi ANEMAET & CO. Setelah tahun 1957, pemerintah Indonesia mengambil alih perusahaan tersebut di bawah naungan PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) yang berlokasi di Jawa Timur. Pada awalnya, pabrik ini termasuk kedalam karesidenan Surabaya. Namun, pada tahun 1963 terjadi reorganisasi yang mengubah karesidenan di daerah-daerah menjadi daerah 26
2 inspeksi. Hal ini menyebabkan Pabrik Gula Djombang Baru termasuk dalam inspeksi X Surabaya. Pada tahun 1968, terjadi reorganisasi yang kedua kalinya yang menyebabkan terjadinya pembentukan direksi independen dengan nama PNP XXI yang membawahi tujuh buah pabrik gula dan satu buah rumah sakit. Pabrik Gula Djombang Baru pun menjadi bagian dari direksi tersebut. Pada tahun 1973, terjadi reorganisasi yang ketiga sehingga menyebabkan penggabungan PNP XXI (Eks Karesidenan Surabaya) dengan PNP XXII (Eks Karesidenan Kediri) menjadi PT. Perkebunan XXI-XXII (Persero) yang berpusat di Jalan Jembatan Merah No.3-5 Surabaya. Perusahaan baru ini memiliki lima pabrik gula dan satu buah rumah sakit. Kemudian, terjadi restrukturisasi BUMN di lngkungan Departemen Pertanian sehingga menyebabkan perubahan nama PT. Perkebunan XXI-XXII (Persero) menjadi PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) atau disingkat PTPN X (Persero) yang terdiri dari eks PTP XIX (Persero), PTP XXI- XXII (Persero), dan PTP XXVII (Persero). B. Proses Peroduksi Tebu merupakan bahan baku utama pembuatan gula di Indonesia. Menurut Van Dilewijn (1952), tebu atau Saccharum Oficinarum termasuk kedalam kelas Monocotyledoneae dan ordo Glumaceae. Tanaman ini sering dijumpai antara 35 o LU dan 35 o LS. Menurut Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (2004), tanaman ini sudah dikenal dan dibudidayakan secara luas sejak tiga ratus tahun yang lalu. Suhu optimum untuk pertumbuhan tanaman ini adalah o C dan letak ketinggian tempat yang memenuhi syarat pertumbuhan tanaman ini tidak lebih dari 600 meter dpl (Van Dilewijn 1952). Proses pengadaan bahan baku merupakan pilar pertama dalam pembuatan gula tebu. Oleh karena itu, proses penanaman tebu yang baik akan menghasilkan tebu-tebu unggulan dan memiliki banyak sukrosa. Secara umum, ada empat tahapan yang harus dilalui dalam menanam tebu, diantaranya adalah proses penggarapan tanah, penanaman, pemupukan, dan pembumbunan. Penggarapan tanah merupakan proses untuk merubah tanah sedemikian rupa agar memudahkan tanaman dalam pengambilan zat makanan dan zat-zat yang terlarut di dalamnya. Aktivitas ini erat kaitannya dengan aktivitas pembukaan lahan dengan cara 27
3 reynoso atau cara mekanisasi. Kemudian, proses penanaman tebu adalah aktivitas peletakan tanaman tebu kedalam tanah. Aktivitas ini dilakukan dengan cara meletakkan bibit tebu di dalam juringan. Bibit tersebut diletakkan berjajar membentuk garis lurus dan menyiku dengan kemiringan tanah. Selanjutnya, proses pemupukan adalah suatu aktivitas pemberian makanan atau nutrisi pada tanaman untuk menunjang kehidupannya. Kemudian, proses pembumbunan adalah aktivitas untuk memberikan media tanah yang halus dan merata di selasela rumpun tebu, sebagai media tumbuh guna memperbanyak akar dan memperkokoh batang tanaman tebu. Proses ini terdiri dari enam tahapan, diantaranya adalah Bumbun I-V dan Klentek I/II/III. Tebu-tebu yang telah masak harus segera diproses menjadi gula agar tidak berkurang kadar sukrosanya. Proses pengolahan tebu menjadi gula merupakan pilar kedua yang menentukan keberhasilan pembuatan gula. Proses pembuatan gula melalui beberapa tahapan seperti Gambar 6 di bawah ini. Tebu Penimbangan Air Imbibisi Penggilingan Pemurnian Penguapan Pemucatan Pengkristalan Penyaringan Pemisahan Tetes Gula Gambar 6. Diagram Alir Proses Pembuatan Gula Tebu 28
4 Proses pembuatan gula tersebut merupakan proses untuk mengekstrak gula yang terkandung di dalam tanaman tebu sebanyak mungkin. Penjelasan mengenai proses tersebut menurut Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (2004) adalah sebagai berikut : 1. Pemotongan dan penggilingan (di Stasiun Gilingan) Pada proses ini, tebu dipotong-potong lalu digiling. Tujuannya untuk memperoleh sebanyak-banyaknya cairan yang mengandung gula terlarut (cairan yang disebut nira). Nira yang dihasilkan ini tentunya masih banyak megandung kotoran sehingga akan dimurnikan. 2. Pemurnian nira (di Stasiun Pemurnian) Proses pemurnian merupakan proses untuk membersihkan nira dari bahan-bahan bukan gula. Peristiwa yang terjadi pada proses ini adalah sebagai berikut : Proses kimia, dimana terjadi reaksi kimia untuk membentuk endapan guna menarik kotoran-kotoran di dalam nira. Peristiwa fisika-kimia, dimana terjadi peristiwa adsorbsi (penyerapan pada permukaan) komponen-komponen bukan gula (kotoran) sehingga menggumpal. Proses fisika, yaitu saat proses penyaringan (pemisahan endapan yang dibentuk) Adapun secara umum untuk proses pemurnian nira yang biasa digunakan oleh pabrik gula ada tiga macam, yaitu : Defekasi Cara ini paling sederhana, yaitu nira hasil gilingan diberi susu kapur sehingga terbentuk gumpalan. Gumpalan ini akan turun ke bawah dan mengadsorpsi bagian-bagian (kotoran-kotoran) yang melayang seperti ikatan Fe, Al, dan Si. Untuk mempermudah ikatan-ikatan tersebut biasanya dipakai garam fosfat juga. Kemudian, dilakukan pemisahan dengan cara penyaringan. Filtrat berupa nira jernih yang encer disebut nira encer sedangkan kotoran yang dipisahkan disebut blotong. 29
5 Sulfitasi Nira hasil gilingan diberi susu kapur berlebihan dan kelebihannya diendapkan dengan mengalirkan gas SO 2 sehingga membentuk endapan CaSO 3, kemudian dilakukan penyaringan hingga didapat nira encer. Karbonatasi Nira hasil gilingan diberi susu kapur berlebihan dan kelebihannya diendapkan dengan mengalirkan gas CO 2 sehingga membentuk CaCO 3, yang dapat mengadsorpsi kotoran-kotoran dalam nira hingga ikut mengendap. Endapan kemudian disaring hingga diperoleh nira encer. Pabrik Gula Djombang Baru menggunakan proses pemurnian sulfitasi. Hal ini disebabkan karena biaya produksi dengan menggunakan proses ini dinilai lebih murah. Selain itu, gula yang dihasilkan memiliki mutu yang baik. 3. Evaporasi (di Stasiun Penguapan) Nira encer (hasil pemurnian nira) ini akan dikristalkan.untuk menghasilkan kristal maka nira encer harus mencapai kejenuhan tertentu. Oleh karena itu, nira encer akan diuapkan sebagian airnya sehingga mencapai kekentalan tertentu dengan menggunakan evaporator. Nira yang sudah diuapkan disebut nira kental. Nira ini kemudian diputihkan (bleaching) sehingga nantinya didapatkan hasil nira yang putih. 4. Kristalisasi dan pemisahan kristal (di Stasiun Masakan) Nira kental yang sudah putih diuapkan kembali airnya dalam pan masakan (kristaliser) sehingga terbentuk mascequite atau campuran kristal gula dan cairan yang tidak mengkristal (molases). Campuran kristal gula dengan molases ini kemudian dipisahkan. Pemisahan ini dilakukan dengan memutar campuran tersebut dengan centrifuse yang berpori. Hal ini mengakibatkan kristal akan tertahan sedangkan cairannya akan terlempar keluar. Kristal inilah yang dinamakan gula sedangkan cairannya disebut dengan tetes tebu yang ditampung di tangki. Untuk mendapatkan gula yang lebih putih, maka dilakukan pencucian kristal gula dengan jalan menyiramkan air jernih kedalam centrifuse tersebut. 30
6 C. Struktur Organisasi Perusahaan Struktur organisasi Pabrik Gula Djombang Baru diatur berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian no.38/kpts/kp.210/12/89 tanggal 4 Desember Struktur ini berbentuk lini dan staff yang berfungsi untuk memberikan bantuan kepada pimpinan. Secara umum, dapat dikatakan bahwa Pabrik Gula Djombang Baru dipimpin oleh seorang Administratur yang ditunjuk oleh direksi dan bertanggung jawab untuk keseluruhan kegiatan unit produksi. Namun, dalam menjalankan tugasnya Administratur tersebut dibantu oleh empat kepala bagian, yakni kepala bagian administrasi dan keuangan, kepala bagian tanaman, kepala bagian pengolahan, dan kepala bagian instalasi. Setiap kepala bagian tersebut memiliki tugas masing-masing untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Selain itu, setiap kepala bagian juga memiliki staf yang akan membantu mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari. Untuk lebih jelasnya, bagan struktur organisasi Pabrik Gula Djombang Baru dapat dilihat pada Lampiran 1. D. Sistem Kompensasi Perusahaan Sistem kompensasi Pabrik Gula Djombang Baru didasarkan atas Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Perjanjian ini merupakan hasil perundingan dan kesepakatan antara pengusaha dan serikat pekerja atau serikat buruh. Perjanjian ini dipergunakan sebagai pedoman oleh kedua belah pihak dalam pelaksanaan hubungan kerja dan sebagai rujukan utama apabila terjadi perselisihan di kemudian hari. Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini didasarkan atas tiga Undang-undang yang berlaku di Indonesia. Undang-undang tersebut adalah Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Kep.48/MEN/IV/2004 tentang Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan, dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I. No.PER.05/MEN/IV/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 31
7 Berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dinyatakan bahwa kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawannya berupa gaji. Dalam perjanjian itu, gaji didefinisikan sebagai hak karyawan yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada karyawan yang ditetapkan dan dibayarkan menurut perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi karyawan dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan. Pada PKB pasal 26 ayat 1, dijelaskan bahwa sistem penggajian karyawan tetap dinyatakan dalam golongan. Selanjutnya, ayat 2 menegaskan bahwa golongan tersebut terdiri dari enam belas ruang yang dapat dilihat pada Tabel 2. Kemudian, sistem penggajian karyawan tidak tetap diatur dalam kontrak kerja perorangan. Kontrak ini didasarkan pada kesepakatan kedua belah pihak yang besarnya tidak boleh kurang dari UMK (Upah Minimum Kabupaten) setempat dan pembayarannya dilakukan secara bulanan, mingguan, harian, atau borongan. Tabel 2. Ruang Golongan Karyawan Tetap PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) No Gol Masa Fungsi Jabatan Pangkat Kerja Jabatan 1 IV D 0-6 Kebijakan Kabid/Karo/Adm/KaRS Pembina I 2 IV C 0-9 Manajerial Pembina II 3 IV B 0-6 Pengelola Kaur/Kabag Penata I 4 IV A 0-10 Manajerial Penata II 5 III D 0-11 Pengendali Asisten D Pengatur I 6 III C 0-7 Operasional Asisten C Pengatur II 7 III B 0-10 Komando Asisten B Pengatur Muda I 8 III A 0-11 Operasional Asisten A Pengatur Muda II 9 II D 0-14 Pengawas Asisten Muda I Penyelia I 10 II C 0-6 Operasional Asisten Muda II Penyelia II 11 II B 0-6 Pelaksana Juru... Pelaksana I 12 II A 0-8 Juru...I Pelaksana II 13 I D 0-7 Juru...II Pelaksana Dasar I 14 I C 0-9 Juru...III Pelaksana Dasar II 15 I B 0-11 Pembantu Juru...Muda I Pembantu pelaksana I 16 I A 0-15 Pelaksana Juru...Muda II Pembantu pelaksana II 32
8 Golongan dan kontrak perorangan merupakan dasar utama dalam perhitungan gaji di Pabrik Gula Djombang Baru. Gaji yang berhak dibawa pulang oleh karyawan tiap bulannya disebut dengan Gaji Take Home Pay. Gaji ini terdiri dari beberapa elemen, diantaranya adalah gaji pokok, santunan khusus, tunjangan jabatan, tunjangan struktural, tunjangan SRLAB, tunjangan PPh/Jamsostek/Dapenbun, premi dan lembur, dan tunjangan mewakili. Di dalam PKB dinyatakan bahwa gaji pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada karyawan menurut tingkat atau jenis pekerjaan. Kepada karyawan tetap, gaji pokok diberikan sesuai golongan dan skala gaji. Namun, bagi karyawan tidak tetap, gaji pokok didasarkan pada kontrak perorangan yang besarnya tidak boleh kurang dari UMK. Besarnya gaji pokok bagi karyawan tetap dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini. Tabel 3. Golongan Dan Gaji Pokok Karyawan Tetap Per 1 Januari 2009 PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) Tahun Golongan Gaji IA IB IC ID IIA IIB IIC IID
9 Tabel 3. (Lanjutan) Tahun Golongan Gaji IIIA IIIB IIIC IIID IVA IVB IVC IVD Santunan khusus merupakan santunan yang khusus diberikan perusahaan kepada karyawannya. Santunan ini diberikan karena menurut Undang-Undang No.13 Tahun 2003 besarnya gaji pokok tidak boleh kurang dari 70% dari Upah Minimum Provinsi/Kabupaten. Oleh karena itu, PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) mengambil kebijakan bahwa Upah Minimum Provinsi (UMP) akan dipecah menjadi dua bagian, yakni 75% berupa gaji pokok dan 25% berupa santunan khusus. Selain itu, pemecahan ini juga ditujukan untuk memperkecil jumlah gaji pokok. Hal ini diakibatkan karena gaji pokok adalah elemen utama yang berpengaruh terhadap tunjangan-tunjangan lainnya. Apabila tidak dilakukan pemecahan atau dengan kata lain UMP akan dijadikan sebagai gaji pokok, maka jumlah take home pay terlalu besar dan perusahaan tidak memiliki kemampuan untuk membayarnya. Besarnya santunan khusus pada tiap-tiap golongan dan skala gaji dapat dilihat pada Tabel 4. 34
10 Tabel 4. Santunan Khusus pada Tiap Golongan dan Skala Gaji Tahun Golongan Gaji IA IB IC ID IIA IIB IIC IID Tahun Golongan Gaji IIIA IIIB IIIC IIID IVA IVB IVC IVD
11 Tunjangan jabatan adalah tunjangan yang diberikan kepada karyawan karena jabatan dan statusnya dalam organisasi di perusahaan. Akibat jabatan dan statusnya tersebut, seorang karyawan diberi wewenang untuk melaksanakan kebijakan perusahaan. Besarnya tunjangan jabatan yang diberikan kepada karyawan berbeda-beda menurut tingkatan golongan dan skala gajinya. Hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Tunjangan Jabatan Karyawan Tetap PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) No Jabatan atau Golongan Persentase 1 Kepala SBU 100 % x gaji pokok 2 Pejabat Puncak 90 % x gaji pokok 3 Kaur/Kabag 90 % x gaji pokok 4 Staf Direksi 90 % x gaji pokok 5 Manajerial IV B 75 % x gaji pokok IV A III D III C III B III A II D II C II B II A 75 % x gaji pokok 75 % x gaji pokok 75 % x gaji pokok 75 % x gaji pokok 75 % x gaji pokok 70 % x gaji pokok 70 % x gaji pokok 70 % x gaji pokok 70 % x gaji pokok Tunjangan struktural adalah tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang memangku jabatan puncak dan kepala bagian/kepala urusan. Besarnya tunjangan tersebut dapat dilihat pada Tabel 6. 36
12 Tabel 6. Tunjangan Jabatan Karyawan Tetap PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) No Jabatan atau Golongan Persentase 1 Kepala SBU 115 % x gaji pokok 2 Pejabat Puncak 100 % x gaji pokok 3 Kaur/Kabag 20 % x gaji pokok 4 Staf Direksi 70 % x gaji pokok Tunjangan SRLAB (Sewa rumah, Listrik, Air, dan Bahan bakar) merupakan santunan sosial yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan untuk sewa rumah, listrik, air, dan bahan bakar. Sesuai dengan PKB, tunjangan ini diberikan ketika perusahaan tidak dapat memberikan tempat tinggal yang layak bagi karyawan beserta keluarganya lengkap dengan fasilitas listrik, air dan bahan bakar. Besarnya tunjangan ini dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Tunjangan SRLAB Karyawan Tetap PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) Golongan Sewa Rumah L. A. B Listrik (50%), Air (20%), dan Bahan Bakar (30%) IV C, D IV A, B III C, D III A, B II A, B, C, D I A, B, C, D Tunjangan PPh/Jamsostek/Dappenbun merupakan santunan sosial yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya. Perusahaan akan menanggung seluruh Pajak Penghasilan (PPh) karyawan, baik karyawan tetap maupun karyawan kampanye/pkwt. Namun, tunjangan Jamsostek dan Dappenbun (dana pensiun) tidak ditanggung seluruhnya oleh perusahaan. Karyawan ikut serta 37
13 menanggung besarnya Jamsostek dan Dappenbun dengan proporsi tertentu (32% karyawan dan 68% perusahaan). Premi atau lembur merupakan tambahan penghasilan yang diterima oleh karyawan karena bekerja di luar jam kerja. Berdasarkan PKB pasal 17, karyawan yang memperoleh uang lembur adalah karyawan yang tidak mendapat tunjangan jabatan. Perhitungan faktor lembur dapat dilihat pada Tabel 8. Namun, karyawan di kebun tembakau mendapatkan upah lembur dalam bentuk premi karena sifatsifat pekerjaan dalam kebun tersebut tidak dapat diukur dengan satuan waktu. Hal ini dikarenakan kelebihan jam kerja terjadi mengikuti perintah atasan. Besarnya premi tersebut diatur oleh Pimpinan Unit Usaha melalui pembahasan dalam Lembaga Kerjasama Bipartit. Tunjangan mewakili adalah tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang ditugaskan untuk mewakili pejabat puncak selama satu bulan penuh. Contoh perhitungan gaji karyawan dapat dilihat pada Lampiran 2. Rumus perhitungan uang lembur perjam adalah sebagai berikut : Uang lembur per jam = 1/173 x Gaji Pokok Tabel 8. Perhitungan Faktor Lembur Luar Masa Giling (LMG) Dalam Masa Giling (DMG) Hari Kerja Biasa Untuk jam kerja lembur pertama : Untuk setiap jam kerja lembur. 1,5 x uang lembur sejam 2 x uang lembur sejam Untuk setiap jam lembur Selebihnya : 2 x uang lembur sejam 38
14 Tabel 8. (Lanjutan) Hari Istirahat Mingguan : untuk setiap jam kerja lembur dalam batas 7 jam : 2 x uang lembur sejam Untuk setiap jam kerja lembur : Untuk kerja lembur kedelapan : 3 x uang lembur sejam untuk setiap jam lembur 2, 5 x uang lembur sejam Selebihnya jam kedelapan : 4 x uang lembur sejam 39
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Sebagai sebuah Badan Usaha Milik Negara, PTPN X (PT. Perkebunan Nusantara X (Persero)) dikenal sebagai salah satu perusahaan peninggalan Belanda yang merupakan sebuah sektor
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Sejarah berdirinya Pabrik Gula Lestari (PG. Lestari) tidak lepas dari
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Berdirinya Perusahaan Sejarah berdirinya Pabrik Gula Lestari (PG. Lestari) tidak lepas dari sejarah berdirinya perusahaan industri gula yang ada di Indonesia.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada tahun 1964 perusahaan NV My Handle Kian Gwan diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang bernama PT. Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN)
BAB II GAMBARAN UMUM PG. DJOMBANG BARU. sejarahnya PG. Djombang Baru ini mempunyai dua periode yaitu periode
BAB II GAMBARAN UMUM PG. DJOMBANG BARU 2.1 Sejarah PG. Djombang Baru Pabrik Gula Djombang baru berdiri sejak tahun 1895. Dalam sejarahnya PG. Djombang Baru ini mempunyai dua periode yaitu periode sebelum
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2001 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KELUARGA BERENCANA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KELUARGA BERENCANA Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan mutu, prestasi, pengabdian, dan gairah kerja bagi Pegawai
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2001 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KELUARGA BERENCANA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KELUARGA BERENCANA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan mutu, prestasi, pengabdian,
Tebu Jombang di Kancah Gula Nasional
Tebu Jombang di Kancah Gula Nasional Oleh ; Irianto Budi Santosa,SP Prov. Jatim dengan luas 171 ribu hektar merupakan sentra terbesar penghasil gula Nasional. Sementara Kab. Jombang dengan produksi 77.929
BAB I. Indonesia tidak dapat terus menerus mengandalkan diri dari pada tenaga kerja
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Dalam menghadapi persaingan Internasional yang semakin tajam, maka Indonesia tidak dapat terus menerus mengandalkan diri dari pada tenaga kerja yang murah,
2016, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2906); 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran N
No.327, 2016 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN Negara. Hak Keuangan. Fasilitas. Hakim MA. Perubahan. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA MOR 74 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman tebu, jika digiling akan menghasilkan air dan ampas dari tebu,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Nira Tebu Tanaman tebu, jika digiling akan menghasilkan air dan ampas dari tebu, kemudian air hasil gilingan itu disaring dan air itu yang di namakan nira dan proses penyaringan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penyaringan nira kental pada proses pengkristalan berfungsi untuk
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 4.1.1 Penyaringan Nira Kental Penyaringan nira kental pada proses pengkristalan berfungsi untuk memisahkan kotoran yang masih ada pada nira kental hasil dari pemurnian
- Menghantar/memindahkan zat dan ampas - Memisahkan/mengambil zatdengan dicampur untuk mendapatkan pemisahan (reaksi kimia)
1.1 Latar Belakang Ketel uap sebagai sumber utama penghasil energi untuk pembangkit listrik yang menyuplai seluruh kebutuhan energi dalam pabrik. Dalam melakukan kerjanya, ketel uap membutuhkan adanya
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2000 TENTANG TUNJANGAN HAKIM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2000 TENTANG TUNJANGAN HAKIM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2000 tentang Peraturan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Komunikasi adalah proses penyampaian pesan. Menurut Deddy Mulyana Komunikasi sebagai proses linear atau proses sebab akibat, yang mencerminkan pengirim pesan (komunikator)
KIMIA TERAPAN (APPLIED CHEMISTRY) (PENDAHULUAN DAN PENGENALAN) Purwanti Widhy H, M.Pd Putri Anjarsari, S.Si.,M.Pd
KIMIA TERAPAN (APPLIED CHEMISTRY) (PENDAHULUAN DAN PENGENALAN) Purwanti Widhy H, M.Pd Putri Anjarsari, S.Si.,M.Pd KIMIA TERAPAN Penggunaan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari sangat luas CAKUPAN PEMBELAJARAN
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (KEPPRES) NOMOR 19 TAHUN 2000 (19/2000) TENTANG TUNJANGAN HAKIM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (KEPPRES) NOMOR 19 TAHUN 2000 (19/2000) TENTANG TUNJANGAN HAKIM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tebu (Saccarum officinarum L) termasuk famili rumput-rumputan. Tanaman
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tebu Tebu (Saccarum officinarum L) termasuk famili rumput-rumputan. Tanaman ini memerlukan udara panas yaitu 24-30 ºC dengan perbedaan suhu musiman tidak lebih dari 6 ºC, perbedaan
BAB I PENDAHULUAN. bumi ini yang tidak membutuhkan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Air merupakan zat kehidupan, dimana tidak satupun makhluk hidup di planet bumi ini yang tidak membutuhkan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65 75% dari berat
Lampiran 1 Daftar Wawancara
LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Wawancara 1. Bagaimana proses produksi di Pabrik Gula Pagotan? 2. Dalam proses produksi tersebut menghasilkan limbah apa saja? 3. Tolong jelaskan proses pengolahan limbah tersebut?
PENDAHULUAN. Tujuan dan Keuntungan. Dasar Hukum Jabatan Fungsional Pranata Komputer
PENDAHULUAN Tujuan dan Keuntungan Dasar Hukum Jabatan Fungsional Pranata Komputer Pengertian, Rumpun Jabatan, Kedudukan, Tugas Pokok dan Jenjang Jabatan Tujuan dan Keuntungan 1.1. Tujuan Penetapan Jabatan
LAPORAN KERJA PRAKTEK PT PG CANDI BARU SIDOARJO. Diajukan oleh : Elizabeth Silvia Veronika NRP: Lovitna Novia Puspitasari NRP:
LAPORAN KERJA PRAKTEK PT PG CANDI BARU SIDOARJO Diajukan oleh : Elizabeth Silvia Veronika NRP: 5203013008 Lovitna Novia Puspitasari NRP: 5203013045 JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KATOLIK
Keterwakilan Perempuan Di Lembaga Eksekutif
Keterwakilan Perempuan Di Lembaga Eksekutif Keterwakilan perempuan di lembaga eksekutif juga menjadi tolok ukur pemberdayaan perempuan. Untuk melihat pemberdayaan perempuan di lembaga eksekutif dilihat
PEMBINAAN TEKNIS TIM PENILAI PRANATA KOMPUTER - ADMINISTRASI
BADAN PUSAT STATISTIK PEMBINAAN TEKNIS TIM PENILAI PRANATA KOMPUTER - ADMINISTRASI (Berdasarkan : SK MenPAN Nomor 66/Kep/M.PAN/7/2003 (Perka BPS Nomor 16 Tahun 2008) Bagian Jabatan Fungsional TUJUAN PENETAPAN
BAB I PENDAHULUAN. Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Pabrik tersebut terletak di Jalan Binjai-Stabat. KM 32 dan beranjak ± 4000 m dari jalan utama.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang/ Sejarah Perusahaan Pabrik Gula Kwala Madu terletak di desa Kwala Madu Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Pabrik tersebut terletak di Jalan Binjai-Stabat
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2010 NOMOR 21 SERI E PERATURAN BUPATI KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 473 TAHUN 2010
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN NOMOR SERI E PERATURAN BUPATI KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR TAHUN T E N T A N G PERUMUSAN BEBAN KERJA APARATUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
PRINSIP DASAR KRISTALISASI
PRINSIP DASAR KRISTALISASI Posted on 20.12 by ayu anisa No comments Pengertian Kristalisasi Kristalisasi merupakan istilah yang menunjukkan beberapa fenomena yang berbeda berkaitan dengan pembentukan struktur
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan tentang Sistem Pengupahan Karyawan PKWT di PT Perkebunan Nusantara IX Pabrik Gula Tasikmadu Karanganyar maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagaimana terlihat secara umum, kedudukan dan peranan Pegawai Badan Usaha Milik Daerah PT Perkebunan Nusantara IX Pabrik Gula Tasikmadu Karanganyar adalah
BAB III DESKRIPSI INSTANSI
BAB III DESKRIPSI INSTANSI A. Nama Instansi Nama Instansi : Pabrik GulaTasikmadu Karanganyar Alamat : Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Karanganyar, Telp : (0271) 7495562, Fax : (0271) 6497800 Email : [email protected]
PROFIL BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN SELAYAR.
PROFIL BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN SELAYAR. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Selayar berkantor dijalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 1 Benteng, Nomor Telpon/Fax (0414) 21118, website: bkdselayaronline.blogspot.com,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latar Belakang Pendirian Pabrik Sejarah Perkembangan Pabrik
BAB I PENDAHULUAN PT. PG Candi Baru adalah salah satu pabrik gula di Indonesia yang menghasilkan gula kristal putih (GKP) jenis Superior Hooft Suiker IA (SHS IA) sebagai produk utamanya. Hasil samping
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan Unit Usaha Sawit Langkat (disingkat SAL) mulai berdiri pada tanggal 01 Agustus 1974 sebagai salah satu Unit Usaha dari PTP.VIII yang bergerak
BUPATI PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2018 TENTANG
BUPATI PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2018 TENTANG TAMBAHAN PENGHASILAN BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN
SMP kelas 7 - KIMIA BAB 2. UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN Latihan Soal 2.6
SMP kelas 7 - KIMIA BAB 2. UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN Latihan Soal 2.6 1. Untuk membuat air tawar dari air laut dapat dilakukan dengan cara... Distilasi Kunci Jawaban : A Pembuatan air tawardari air
Rekristalisasi Garam Rakyat Untuk Meningkatkan Kualitas
Rekristalisasi Garam Rakyat Untuk Meningkatkan Kualitas Disusun Oleh : PANDHU BAHARI 2304 100 122 FARID RAHMAWAN 2304 100 115 Dosen Pembimbing Prof.Dr.Ir. Achmad Roesyadi, DEA Laboratorium Teknik Reaksi
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perusahaan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas, terutama di era globalisasi ini. Semua organisasi bisnis harus siap beradaptasi dan
MEMUTUSKAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 99 TAHUN 2000 TENTANG KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL.
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 99 TAHUN 2000 TENTANG KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang
2016, No Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentia
No.553, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENAKER. Penandatanganan Keputusan dan Surat. Pemberian Kuasa. Pendelegasian Wewenang. PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN
PERLINDUNGAN DAN PENGAWASAN TENAGA KERJA (2)
HUKUM PERBURUHAN (PERTEMUAN IX) PERLINDUNGAN DAN PENGAWASAN TENAGA KERJA (2) copyright by Elok Hikmawati 1 PENGUPAHAN Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai
PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 20 TAHUN 2015 TENTANG KETENTUAN BATAS USIA PENSIUN BAGI PEJABAT FUNGSIONAL SANDIMAN
PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 20 TAHUN 2015 TENTANG KETENTUAN BATAS USIA PENSIUN BAGI PEJABAT FUNGSIONAL SANDIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA, Menimbang
BAB II TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA MALANG
BAB II TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA MALANG 2.1. STRUKTUR ORGANISASI Dasar pembentukan struktur organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang adalah sebagai
PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 025 TAHUN 2014 TENTANG FORMASI JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 025 TAHUN 2014 TENTANG FORMASI JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN
2012, No
2012, No.882 6 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG PEJABAT YANG BERWENANG MENJATUHKAN HUKUMAN DISIPLIN TERHADAP PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN BADAN PUSAT STATISTIK
TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN SUMBER KARBOHIDRAT
TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN SUMBER KARBOHIDRAT PERTEMUAN KE-7 Dr.Krishna Purnawan Candra Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman 2013 PANGAN SUMBER KARBOHIDRAT Pangan dengan komposisi
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 1999 TENTANG RUMPUN JABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 87 TAHUN 1999 TENTANG RUMPUN JABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewadahi keberadaan dan sekaligus
RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR. Oleh DEDY BAHAR 5960
RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR Oleh DEDY BAHAR 5960 PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG DINAS PENDIDIKAN SMK NEGERI 1 (STM PEMBANGUNAN) TEMANGGUNG PROGRAM STUDY KEAHLIAN TEKNIK KIMIA KOPETENSI KEAHLIAN KIMIA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 99 TAHUN 2000 TENTANG KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 99 TAHUN 2000 TENTANG KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pembinaan Pegawai
PEMISAHAN CAMPURAN proses pemisahan
PEMISAHAN CAMPURAN Dalam Kimia dan teknik kimia, proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau lebih produk yang lebih murni dari suatu campuran senyawa kimia. Sebagian besar senyawa kimia ditemukan
I Pendahuluan 1.1. Tupoksi dan Struktur Organisasi a. Kepala Badan b. Sekretariat Bidang Tata Lingkungan
Bab I Pendahuluan Didalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi
Biro Umum Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Nopember 2017
Biro Umum Institut Teknologi Sepuluh Nopember Nopember 2017 Status ITS sebagai PTN Badan Hukum, ITS memiliki otonomi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Pelaksanaan dari ketentuan dalam Peraturan Pemerintah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Telah kita ketahui bahwa materi terdiri dari unsur, senyawa, dan campuran. Campuran dapat dipisahkan melalui beberapa proses pemisahan campuran secara fisika dimana
MEMUTUSKAN: 6. Jabatan...
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/PERMEN-KP/2015 TENTANG PENGANGKATAN DALAM JABATAN PIMPINAN TINGGI DAN/ATAU JABATAN ADMINISTRASI MELALUI SELEKSI TERBUKA DI LINGKUNGAN
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Profil Perusahaan Pabrik Gula Toelangan Sidoarjo didirikan pada tahun 1850 oleh pemerintah Belanda dengan nama NV. Maatschappij Tot Exploitatie de Suider Onder
DATA STATISTIK BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA BATUSANGKAR 2015
DATA STATISTIK BALAI PELESTARIAN CAGAR BUDAYA BATUSANGKAR 215 A. ORGANISASI Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 52 Tahun 212 Tanggal 2 Juli 212 tentang Organisasi dan Tata Kerja
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. pemurnian nira yang ternyata masih mengandung zat zat bukan gula dari proses
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Proses Pemurnian Nira Setelah diperoleh larutan nira dari hasil proses pengilingan. Dilakukan proses pemurnian nira yang ternyata masih mengandung zat zat bukan gula dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Badan Kepegawaian dan Diklat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Profil Badan Kepegawaian dan Diklat Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu lembaga teknis daerah yang dibentuk
Bab 1. Angka kredit. dalam kegiatan pengembangan profesi guru. bab 1 1
Bab 1 Angka kredit dalam kegiatan pengembangan profesi guru bab 1 1 Kegiatan pengembangan profesi guru pengamalan (penerapan) keterampilan guru untuk peningkatan mutu belajar mengajar, atau menghasilkan
BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tanggal 7 Juni 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Belanja Tidak Langsung
LAMPIRAN V NOMOR 8 TAHUN 2015 TAHUN ANGGARAN 2016 REKAPITULASI BELANJA DAERAH UNTUK KESELARASAN DAN KETERPADUAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN FUNGSI DALAM KERANGKA PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA Hal 1 Kode
Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 051 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK, Menimbang : a. bahwa dalam
BAB III DESKRIPSI DATA PEGAWAI Pada Bab II telah disajikan tabel/daftar dengan berbagai klasifikasi data PNS di lingkungan. Penyajian tabel/daftar tersebut belum selesai apabila belum digambarkan, dianalisis
BAB 4 PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. Pada tahun 1909 C.V Culture Maatchappy (C.V.C.M.) Pandji/Tanjungsari,
BAB 4 PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1. Paparan Data 4.1.1. Latar Belakang Perusahaan Pada tahun 1909 C.V Culture Maatchappy (C.V.C.M.) Pandji/Tanjungsari, yang berkedudukan di Amsterdam
BAB IX TEKNIK KIMIAWI
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN BAB IX TEKNIK KIMIAWI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 100 TAHUN 2000 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL PRESIDEN
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2012 TENTANG
PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2012 TENTANG SYARAT-SYARAT PENYERAHAN SEBAGIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPADA PERUSAHAAN LAIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
CONTOH SURAT PERJANJIAN KERJA
CONTOH SURAT PERJANJIAN KERJA SURAT PERJANJIAN KERJA Nomer: Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : Jabatan : Alamat : Dalam hal ini bertindak atas nama direksi ( nama perusahaan ) yang berkedudukan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 99 TAHUN 2000 TENTANG KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG POLA KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL DI PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA PAREPARE PERATURAN WALIKOTA PAREPARE NOMOR 24 TAHUN 2014 T E N T A N G
WALIKOTA PAREPARE PERATURAN WALIKOTA PAREPARE NOMOR 24 TAHUN 2014 T E N T A N G KENAIKAN PANGKAT PENYESUAIAN IJAZAH BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PAREPARE DENGAN RAHMAT TUHAN
01 PABRIK GULA PG. KEBON AGUNG MALANG JAWA TIMUR
LAPORAN PRAKTEK KERJA PABRIK 01 PABRIK GULA PG. KEBON AGUNG MALANG JAWA TIMUR OLE H : ERN I SWANDAYANI SANDY SUYANTO FRANSISCA IRHANNY (6103001009) (6103001051) (6103001055) PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN
GUBERNUR KEPULAUAN RIAU
GUBERNUR KEPULAUAN RIAU PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN RIAU NOMOR 47 TAHUN 2015 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KEPULAUAN
Revisi BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. Judul Percobaan Penyaringan B. Tujuan Percobaan 1. Melatih kemampuan agar dapat menggunakan kertas saring untuk menyaring endapan hasil reaksi kimia. 2. Mengenal metode pemisahan secara
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Molase Molase adalah hasil samping dari proses pembuatan gula tebu. Meningkatnya produksi gula tebu Indonesia sekitar sepuluh tahun terakhir ini tentunya akan meningkatkan
KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.102 /MEN/VI/2004 TENTANG WAKTU KERJA LEMBUR DAN UPAH KERJA LEMBUR
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.102 /MEN/VI/2004 TENTANG WAKTU KERJA LEMBUR DAN UPAH KERJA LEMBUR MENTERI
Kenaikan Pangkat PNS. 1. Juru Muda, Ia. 2. Juru Muda Tingkat 1, Ib. 3. Juru, Ic. 4. Juru Tingkat 1, Id. 5. Pengatur Muda, IIa
Kenaikan Pangkat PNS Pangkat adalah kedudukan yang M menunjukkan tingkatan seseorang Pegawai Negeri Sipil berdasarkan jabatannya dalam rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar penggajian.
EKONOMI LOSSES PENGOLAHAN TEBU DAN IMPLIKASI TERHADAP KINERJA DAN EFISIENSI PABRIK GULA Studi Kasus di PT Perkebunan Nusantara X
EKONOMI LOSSES PENGOLAHAN TEBU DAN IMPLIKASI TERHADAP KINERJA DAN EFISIENSI PABRIK GULA Studi Kasus di PT Perkebunan Nusantara X Ahmad Zainuddin, Intan Kartika Setyawati, Rudi Wibowo Program Studi Agribisnis,
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR,
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENETAPAN TUNJANGAN BAHAYA RADIASI BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR DENGAN RAHMAT
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Pembuatan Gula Pabrik gula adalah suatu pabrik yang berperan mengubah bahan baku tebu menjadi kristal produk yang memenuhi syarat. Di dalam proses kristalisasi dilakukan
PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR: PK.14 TAHUN 2011 TENTANG
KEPALA BADAN SAR NASIONAL PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR: PK.14 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR: PK. 18 TAHUN 2009 TENTANG PENGGUNAAN PAKAIAN DINAS
Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) F-417 Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo Anovia D. Riswardani, Ahmad K.
LAPORAN KINERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN GRESIK TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam perspektif yang luas Laporan Kinerja Pemerintah mempunyai fungsi sebagai media/wahana pertanggungjawaban kepada publik atas penyelenggaran Pemerintahan. Untuk
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Pada awalnya PT. Perkebunan Nusantara II pabrik gula Sei Semayang merupakan perusahaan Belanda dengan nama N.V. Veroning Dedeli Maatsenappij, tetapi
PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU. Oleh : Dra. ZULTINIAR,MSi Nip : DIBIAYAI OLEH
PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI AMPAS TEBU Oleh : Dra. ZULTINIAR,MSi Nip : 19630504 198903 2 001 DIBIAYAI OLEH DANA DIPA Universitas Riau Nomor: 0680/023-04.2.16/04/2004, tanggal
BUPATI KARANGANYAR PERATURAN BUPATI KARANGAN YAR NOMOR 63 TAHUN 2009 TENTANG
BUPATI KARANGANYAR PERATURAN BUPATI KARANGAN YAR NOMOR 63 TAHUN 2009 TENTANG PENDELEGASIAN SEBAGIAN KEWENANGAN PENANDATANGANAN KEPUTUSAN DAN SURAT-SURAT DI BIDANG KEPEGAWAIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1. Tinjauan Pustaka 2..1.1. Tinjauan Agronomis Tanaman tebu tidak asing lagi bagi kita, karena telah lama ada di negeri ini. Di lingkungan
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Sejarah Yayasan Paguyuban Ikhlas Usaha jamur tiram putih di Yayasan Paguyuban Ikhlas didirikan oleh bapak Hariadi Anwar. Usaha jamur tiram putih ini merupakan salah
PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN PROFIL ORGANISASI BAGIAN UMUM SETDA KOTA SALATIGA TAHUN 2017
PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN PROFIL ORGANISASI BAGIAN UMUM SETDA KOTA SALATIGA TAHUN 207 A. GAMBARAN UMUM Berdasarkan Peraturan Pemerintah Daerah Kota Salatiga No. 7 Tahun
Pegawai 2,325,187, , , ,00 PEMBANGUNAN
LAMPIRAN V : PERATURAN DAERAH NOMOR : 5 TAHUN 2013 TANGGAL : 31 DESEMBER 2013 PEMERINTAH KABUPATEN KOLAKA REKAPITULASI BELANJA DAERAH UNTUK KESELARASAN DAN KETERPADUAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DAN FUNGSI
-2-1. Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/bu
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.237, 2015 TENAGA KERJA. Pengupahan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5747). PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN
BAB II PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) SEBELUM TAHUN 1984
BAB II PABRIK GULA KWALA MADU (PGKM) SEBELUM TAHUN 1984 2.1 Latar Belakang Berdirinya PGKM Gula yang dalam hal ini adalah gula pasir merupakan suatu komoditi strategis yang memiliki kedudukan unik yang
BAB III DESKRIPSI PERUSAHAAN
BAB III DESKRIPSI PERUSAHAAN A. Sejarah Perusahaan Pabrik Gula Tasikmadu didirikan oleh kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegoro IV, yang peletakan batu pertamanya pada tanggal 11 juni 1871. Pembangunan
Rekapitulasi Data Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta Tahun 2017
Rekapitulasi Data Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta Bersama ini kami sampaikan Rekapitulasi Data Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Purwakarta. Pegawai Negeri Sipil
Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 051 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK, Menimbang : a b bahwa dalam
STRUKTUR JABATAN BAGIAN ADMINISTRASI SUMBER DAYA ALAM SEKRETARIAT DAERAH KOTA CIREBON
STRUKTUR JABATAN BAGIAN ADMINISTRASI SUMBER DAYA ALAM SEKRETARIAT DAERAH KOTA CIREBON KEPALA BAGIAN ADMINISTRASI SUMBER DAYA ALAM SEKRETARIAT DAERAH KOTA CIREBON IV/a S1 KASUBAG PERTANIAN, PERIKANAN DAN
