PRAKTIKUM V. I. Judul Dasar Pemrograman Shell BASH (Fundamental II)
|
|
|
- Hamdani Setiawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PRAKTIKUM V I. Judul Dasar Pemrograman Shell BASH (Fundamental II) II. Tujuan 1. Mengetahui proses start-up dan profile dalam Shell BASH 2. Memahami lebih lanjut mengenai variabel dan deklarasinya 3. Memahami opsi-opsi yang dapat digunakan dalam perintah Echo 4. Memahami masalah prompt dan penggunaannya dalam Shell BASH 5. Memahami dasar Command Line dan command completion 6. Mengetahui proses alias 7. Mengerti tentang history dalam Shell BASH 8. Memahami proses PIPES 9. Mengerti format bentuk dasar fungsi dalam program Shell BASH 10. Memahami mengenai I/O redirection III. Dasar Teori 3.1 Shell start-up dan lingkup proses. Ketika seorang user sedang dalam proses login ke dalam Linux/Unix, pada dasar itu adalah sedang berada di pintu masuk menuju sebuah Shell, jenis Shell yang dimasuki bisa jadi bukan BASH(Bourne-Again Shell), melainkan KORN, atau, CSH, atau TCSH, atau bisa jadi SH(Bourne Shell). Pada bab sebelum telah dijelaskan bahwa Shell sendiri adalah sebuah program khusus yang digunakan untuk berinteraksi dengan kernel, jadi secara logika jika seorang user login ke dalam sebuah Shell hal itu sama saja dengan masuk menuju ke sebuah tempat dimana dari tempat itu seorang user dapat berinteraksi dengan kernel. Namun dalam buku ini bahasan spesifik tentang Shell yang dimaksud adalah Shell BASH. Pada saat proses Start-up BASH memiliki beberapa file inisialisasi yang diloading. File ini berisi variabel dan konfigurasi environment dari BASH Shell. Dari beberapa file inisialisasi tersebut memiliki lingkup tersendiri. Ada file yang hanya diloading sekali saja pada saat login, ada juga file-file yang diloading pada saat BASH dipanggil, sehingga file inisialiasi ini berlaku pada subshell. File /etc/profile adalah salah satu file inisialisasi BASH yang berlaku secara menyeluruh. File ini diloading pada saat sebelum proses login dilakukan. Sementara file ~/.bashrc dan ~/.bash_profile merupakan beberapa file inisialisasi yang diloading pada saat Shell dipanggil. Jika Shell dipanggil pada saat seorang user berada didalam sebuah Shell maka file inisialisasi tersebut akan diloading dan berlaku pada subshell yang dipanggil. Contoh file /etc/profile # /etc/profile: system-wide.profile file for the Bourne shell (sh(1)) # and Bourne compatible shells (bash(1), ksh(1), ash(1),...). if [ "`id -u`" -eq 0 ]; then PATH="/usr/local/sbin:/usr/local/bin:/usr/sbin:/usr/bin:/sbin:/bin" else PATH="/usr/local/bin:/usr/bin:/bin:/usr/games" fi if [ "$PS1" ]; then if [ "$BASH" ]; then PS1='\u@\h:\w\$ ' else if [ "`id -u`" -eq 0 ]; then PS1='A ' else PS1='B ' fi fi fi export PATH Copyright Ach Subhan KH
2 Tabel Daftar file inisialisasi BASH Shell Shell Nama file Versi Linux/Unix Keterangan /bin/bash /etc/profile Hampir semua versi Dijalankan sekali linux dan unix pada saat login ~/.bashrc Hampir semua versi Dijalankan pada saat linux BASH dijalankan secara manual ~/.bash_profile Debian dan beberapa Dijalankan pada saat versi linux BASH dijalankan secara manual ~/bash_history Debian dan beberapa Dijalankan pada saat versi linux BASH dijalankan secara manual 3.2 Variabel (Lanjutan) Variable Expansion Modifier Dalam BASH Shell, sebuah variabel dapat diuji dan dimodifikasi, maksud dari pengujian ini adalah apakah sebuah variabel itu ada nilainya atau tidak. Kasus ini biasa terjadi pada saat seorang user ingin memberikan sebuah nilai pada sebuah variabel namun harus terlebih dahulu melakukan pengujian apakah sebuah variabel yang dimaksud belum ada nilainya. Proses pengujian ini biasanya dilakukan dengan menggunakan mekanisme pengkodisian, namun di dalam BASH Shell terdapat mekanisme cepat (shortcut) untuk menguji dan merubah nilai sebuah variabel. Shortcut ini disebut dengan variable expansion modifier. Tabel Variabel expansion modifier Modifier Nilai ${variabel:-nilai_baru} Jika nilai variabel sudah ada dan bukan NULL, maka nilai tersebut yang disubstitusi, jika selain itu variabel sama dengan nilai_baru ${variabel:=nilai_baru} Jika nilai variabel sudah ada atau bukan NULL, maka nilai tersebut yang disubtitusi, jika selain itu nilai_baru yang disubtitusi, nilai dari variabel bersifat permanent, dan tidak berlaku pada variabel parameter posisional ${variabel:+nilai_baru} Jika nilai variabel sudah ada dan bukan NULL maka nilai yang lama diganti dengan nilai_baru, jika selain itu tidak nilai variabel tidak diubah. ${variabel:?nilai_baru} Jika nilai variabel sudah ada dan bukan NULL, maka nilai tersebut disubtitusi, jika tidak cetak isi variabel dan keluar dari Shell. ${variabel:offset} Mengambil substring dari nilai variabel dimulai dari offset, dimana offset dimulai dari 0 dan panjangnya adalah sampai akhir dari sebuah string tersebut. ${variabel:offset:panjang} Mengambil substring dari nilai variabel dimulai dari offset, sampai dengan nilai panjang. $ buah=apel $ echo ${buah:-jeruk} apel $ echo ${buahku:-semangka} semangka $ foo=apel $ echo ${foo:+jambu} jambu $ echo $foo apel Copyright Ach Subhan KH
3 1. Nilai variabel buah sama dengan apel 2. Pada saat modifier dilakukan karena variabel buah sudah ada nilainya maka nilai tersebut yang disubtitusi yaitu apel. 3. Variabel buahku sebelumnya tidak bernilai maka ketika expansion modifier dilakukan nilai buahku diubah menjadi semangka. 4. Nilai variabel foo = apel 5. Ketika modifier :+ dilakukan maka nilai foo disubtitusi dengan jambu, namun ini hanya bersifat sementara 6. Nilai foo setelah proses expansion tetap berisi apel. $ var= selamat datang $ echo ${var:6} t datang $ echo ${var:0:6} selama $ echo ${var:9:6} datang 1. Isi dari variabel var adalah selamat datang 2. ${var:6} memotong isi variabel mulai dari karakter ke-0 sampai dengan karakter ke-6, sehingga menjadi t datang 3. ${var:0:6} mengambil isi variabel var mulai dari karakter yang ke-0 sepanjang 6 karakter, sehingga menjadi selama 4. ${var:9:6} mengambil isi variabel var mulai dari karakter yang ke-9 sepanjang 6 karakter, sehingga nilai keluran menjadi datang Variabel Expansion Substring Pencocokan bentuk(pattern-matching) biasanya digunakan dalam proses pencarian sebuah kata atau suku kata yang sama dari sebuah rangkaian kata atau string. Dalam BASH Shell variabel expansion substring dapat digunakan untuk memotong sebuah suku kata baik itu di bagian depan atau di bagian belakang sebuah string. Jika sebuah bentuk yang disubtitusikan ada kesamaan maka sisa dari suku kata tersebut akan dibuang, sehingga sebuah variabel akan bernilai suku kata yang ditemukan. Tabel Variabel expansion subtring Ekspresi Fungsi ${variabel%sub-string} Jika subtring terpendek bagian belakang dari variabel sama dengan sub-string maka bagian yang sama akan dibuang dan nilai variabel sama dengan substring sisa. ${variabel%%sub-string} Jika substring terpanjang bagian belakang dari variabel sama dengan sub-string maka bagian yang sama akan dibuang dan isi dari variabel sama dengan substring sisa. ${variabel#sub-string} Jika substring terpendek bagian depan dai variabel sama dengan sub-string maka bagian yang sama akan dibuang dan isi dari variabel sama dengan substring sisa. ${variabel##sub-string} Jika substring terpanjang bagian depan dari variabel sama dengan sub-string maka bagian yang sama akan dibuang dan isi dari variabel sama dengan substring sisa. ${#variabel} Mendapatkan jumlah karakter dari isi sebuah variabel. $ nama_path= /usr/bin/local/bin $ echo ${nama_path%/bin*} /usr/bin/local 1. Isi dari variabel nama_path adalah /usr/bin/local/bin Copyright Ach Subhan KH
4 2. % melakukan pemotongan terhadap bagian belakang isi variabel nama_path yang cocok dengan bentuk /bin*, sehingga isi dari variabel nama_path mejadi /usr/bin/local. $ nama_path= /usr/bin/local/bin $ echo ${nama_path%%/bin*} /usr 1. Isi dari variabel nama_path adalah /usr/bin/local/bin 2. %% melakukan pemotongan terhadap sebagian besar pada bagian belakang dari isi variabel nama_path yang cocok dengan bentuk /bin*, sehingga nilai dari nama_path menjadi /usr. $ kata= inet: $ echo ${kata#inet: } Isi variabel kata adalah inet: # memotong pada bagian depan dari isi varibel kata yang cocok dengan bentuk inet:, sehingga isi dari variabel kata adalah $ nama= /home/mrbee/kerja/percobaan1 $ echo ${nama##*/} percobaan1 1. Isi varibel nama adalah /home/mrbee/kerja/percobaan1 2. ## memotong sebagian besar bagian depan isi dari variabel nama dengan bentuk */, sehingga nilai dari variabel nama adalah percobaan1 $ nama= /usr/sbin/local $ echo ${#nama} Isi dari variabel nama adalah /usr/sbin/local 2. ${#nama} mendapatkan jumlah karakter isi variabel nama yaitu sebanyak 15 karakter. Proses ini juga menghitung karakter spasi. 3.3 Perintah Echo Echo adalah perintah untuk menampilkan data yang ada pada argumen ke standard output (stdout), yang dalam hal ini stdout bisa merupakan layar monitor atau juga sebuah file. Perintah Echo dalam Shell memiliki opsi-opsi untuk membentuk atau memberikan format pada data yang dikeluarkan. Sama halnya dengan pemrograman yang lain misalnya bahasa C. karakter yang digunakan untuk membentuk sebuah format dalam perintah echo biasa disebut escape sequences character. Contoh escape sequences character adalah \n yang memiliki arti ganti baris atau baris baru. Untuk bisa menggunakan escape sequences dalam Shell yang perlu diperhatikan adalah bahwa secara default shell tidak menerima escape sequence, namun untuk bisa menggunakannya perlu ditambahkan beberapa opsi yang ada dalam perintah Echo. Berikut tabel opsi dan escape sequence dalam perintah Echo. Tabel Option perintah Echo Option Arti -e Mengaktifkan karakter escape sequence -E Menonaktifkan karakter escape sequence (default Shell) -n Menambahkan baris baru disetiap akhir dari output Table Escape sequence character Copyright Ach Subhan KH
5 Esc Sequences Arti \a Alert \b Backspace \c Mencetak baris data tanpa ganti baris baru \f Form feed \n Baris baru \r Return (enter) \t Tab \v Vertical Tab \\ Backslash \nnn Mencetak karakter dengan kode ascii nnn Berikut ini contoh untuk menggunakan perintah Echo dan menambahkan escape karakter pada data yang dikerluarkan : $ echo e Selamat Datang $USER \n Di Shell Programming Selamat Datang Andi Di Shell Programming 1. Perintah Echo digunakan untuk menampilkan data string yang berada dalam tanda. 2. Opsi e adalah opsi bagi perintah echo untuk mengaktifkan karakter escape sequence. 3. Pada string tersebut terdapat \n yang merupakan escape sequence character dengan arti ganti baris baru, sehingga output yang tampil menjadi dua baris. $ echo e Selamat Datang $USER \n Di Shell Programming Selamat Datang Andi n Di Shell Programming 1. Sama seperti contoh sebelumnya namun output dari potongan kode tersebut menampilkan string tetap dalam satu baris. Ini disebabkan \n pada data tersebut yang seharusnya adalah escape sequence tetapi oleh Shell dianggap sebagai metakarakter, sehingga penggunaan tanda pada proses ini adalah wajib. Contoh lain adalah : $ echo e Benarkah ini Shell BASH \223 Benarkah ini Shell BASH? 1. Keluaran dari program mencetak karakter? karena escape squence \223 merupakan fungsi untuk mencetak karakter ascii dengan kode Prompt Ketika Shell digunakan pada mode interaktif, seorang user akan mendapatkan sebuah tulisan dilayar monitor yang biasa disebut dengan prompt. Shell BASH memiliki tanda prompt yang standard seperti $ dan tanda #. Shell BASH memiliki 4 buah prompt, antaral lain primary prompt(ps1), secondary prompt(ps2), third prompt(ps3), fourth prompt(ps4). PS1 biasanya diberi simbol $ atau bisa juga #, sedangkan PS2 biasanya berbentuk > (tanda lebih dari). Untuk PS3 dan PS4 akan dibahas lebih lanjut pada bagian lain dari pemrograman Shell Primary Prompt Primary prompt secara default ditandai dengan karakter $, user dapat merubah tanda $ ini dengan melakukan editing pada file /etc/profile atau di ~.bash_profile. Namun secara default file konfigurasi terdapat di /etc/bash_bashrc. Selain merubah konfigurasi file profile, promp juga bisa di setup melalui mode interaktif. Copyright Ach Subhan KH
6 $ PS1= $(uname -n) > froodo > 1. PS1 adalah primary prompt 2. Uname n perintah untuk menampilkan nama host 3. Prompt baru akan terbentuk dengan tulisan nama host dan diikuti oleh tanda >, dalam hal ini karena nama host adalah froodo maka prompt baru menjadi froodo > Prompt juga memiliki kode escape sequence, dengan menggunakan escape sequence maka pembentukan prompt akan lebih simple. Berikut ini dafta escape sequence untuk konfigurasi prompt : Tabel Escape sequence konfigurasi prompt Escape Sequence Arti \d Tanggal dalam format mingguan (Tue May 26) \h atau \H Nama host \n Baris baru \nnn Karakter ascii nnn \s Nama shell \t atau \T Waktu saat ini dalam format HH:MM:SS \u Nama user \w Direktori saat itu \W Direktori user \# Jumlah perintah yang telah dijalankan \! Nomer history \$ UID jika user id = 0, maka # selain itu $ \\ Backslash \[ Awalan untuk non-printing karakter \] Akhiran untuk non-printing karakter \@ Waktu saat ini dalam format 12 jam AM/PM \V Versi bash \a Karakter bell Contoh penggunaan $ PS1= \t on \d : \W$ 06:52:64 on Tue Oct 04 : ~$ 1. \t escape sequence jam saat itu 2. \d escape sequence tanggal dalam format mingguan 3. \W escape sequence direktori user 4. dengan menambahkan tulis on, :, dan $ maka output dari konfigurasi prompt menjadi 06:52:64 on Tue Oct 04 : ~$ Secondary Prompt PS2 adalah variabel yang berisi nilai untuk string yang akan ditampilkan ketika secondary prompt aktif. Secara default nilai dari PS2 adalah > (lebih dari). PS2 juga bisa dibentuk dengan memanfaatkan escape sequence seperti halnya primary prompt. $ echo hello > ini root hello ini root 1. Ketika karakter double quote ( ) digunakan shell akan menunggu sampai double quote berikutnya, jika dalam satu baris belum terpenuhi maka shell akan mengaktifkan secondary prompt untuk menerima data berikutnya. Copyright Ach Subhan KH
7 2. > tanda karakter secondary prompt atau PS2 contoh untuk mengkonfigurasi PS2 : $ PS2= \u > maka secondary prompt akan menjadi $ echo hai bejo root > selamat datang hai bejo selamat datang 3.5 Command Line Ketika seorang user baru saja login, Shell akan menampilkan primary prompt yang secara default berisi tanda $. Pada saat itu juga Shell berjalan secara interaktif dan siap menerima baris perintah yang ditulis Proses Order Baris perintah dalam Shell interaktif memiliki arti bahwa kata pertama yang ditulis adalah perintah, dan kata selanjutnya akan diinterpreatsikan sebagai argumen. Di dalam Shell, sebuah perintah dikelompokkan menjadi 5 jenis, berturut-turut adalah Keyword, Alias, Fungsi, Built-in Command, Skrip Shell. Dari kelima jenis ini setiap kelompok memiliki prioritas untuk dijalankan yang biasa disebut dengan proses order. Perintah dengan order tertinggi akan dijalankan terlebih dahulu. Secara default proses order dalam BASH Shell adalah sebagai berikut : 1. Alias 2. Keyword (if, else, do, while, dll) 3. Fungsi 4. Built-in Command 5. Executable skrip. Untuk melihat apakah sebuah perintah termasuk dalam kelompok mana, dapat menggunakan cara seperti contoh berikut. $ type pwd pwd is a shell builtin $ type test test is a shell builtin $ type clear clear is /usr/bin/clear $ type if if is a shell keyword $ type ls ls is aliased to ls color=auto Exit Status Pada saat sebuah perintah selesai dijalankan, perintah tersebut memberikan sebuah nilai yang berisi tentang status dari proses ke parent process, yang dalam hal ini BASH Shell. Status proses ini biasa disebut dengan Exit Status. Exit status adalah sebuah nilai antara 0 sampai dengan 255, berdasarkan aturan, ketika sebuah program selesai dieksekusi dan memberikan nilai 0 maka perintah tersebut berhasil dijalankan tanpa ada permasalahan, namun jika tidak sama dengan 0 maka ada error pada proses pengerjaan perintah tersebut. Misalnya exit status 127 merupakan nilai yang menunjukkan sebuah perintah yang dijalankan tidak tersedia. Untuk kondisi error yang fatal nilai exit status akan lebih dari 128 ditambah nilai signal yang menyebabkan perintah tersebut error. Simbol variabel dari exit status adalah karakter?, ketika sebuah perintah dijalankan dan menuliskan subtitusi terhadap karakter? maka hal ini berarti nilai dari exit status dibaca. $ grep root /etc/passwd root:mrhjefdy2dpkjy:0:0::/bin/bash $ echo $? Copyright Ach Subhan KH
8 0 $ grep bejo /etc/passwd 1 $ grep root /etc/paswd grep: /etc/paswd: no such file or directory $ echo $? 2 $ grip root /etc/passwd bash: grip: command not found $ echo $? Perintah pertama berhasil dijalankan dan exit status sama dengan Perintah kedua tidak berhasil dijalankan karena bejo tidak ada dalam daftar, dan exit status sama dengan 1 3. Perintah ketiga tidak berhasil dijalankan, exit status sama dengan 2 karena argumen kedua yaitu file /etc/paswd tidak ada. 4. Perintah ke empat menghasilkan exit status sama dengan 127, karena perintah grip tidak ada dalam daftar perintah bash Command grouping dan multiple command Baris perintah(command line) dapat berisi lebih dari satu, istilah ini biasa disebut dengan multiple command line. Contoh : $ ls; pwd; date 1. baris perintah dijalankan mulai dari kiri ke kanan satu persatu yaitu ls kemudian pwd dan dilanjutkan dengan date. Selain multiple command BASH Shell juga mengenal command grouping. Sama halnya dengan multiple command, namun pada command grouping memungkinkan hasil dari eksekusi diarahkan ke dalam sebuah file. Contoh : $ ( ls; pwd; date ) > outfile 1. Group perintah akan dijalankan secara keseluruhan dan outputnya akan dituliskan ke dalam sebuah file yaitu outfile. Perhatikan bahwa setelah tanda kurung buka dan sebelum tanda kurung tutup ada spasi, ini diperlukan. 3.6 Command Line Completion Untuk lebih meningkatkan efisiensi dalam berinteraksi dalam Shell, BASH juga menyediakan mekanisme yang disebut dengan command completion. Degan adanya mekanisme ini maka user akan lebih cepat dalam menuliskan sebuah perintah dan juga mengurangi jumlah kesalahan dalam penulisan. Pada saat seorang user menuliskan sebuah baris perintah, ketika karakter pertama ditulis maka ada mekanisme dalam BASH untuk dengan cepat melengkapi perintah yang dimaksud yaitu dengan menekan tombol TAB. Jika perintah yang dimaksud memang ada dan hanya satu-satunya didalam Shell maka Shell akan langsung menuliskan perintah tersebut setelah tombol TAB ditekan. Pada sisi lain jika karakter pertama dari perintah yang dituliskan dan kemudian menekan tombol TAB dua kali maka Shell akan menampilkan semua kemungkinan perintah yang dimulai dengan karakter yang ditulis tadi. Contoh berikut adalah mekanisme command completion dalam BASH : $ ls file1 file2 percobaan1 coba2 skrip_432 Copyright Ach Subhan KH
9 $ ls s[tab] $ ls a[tab] $ ls fi[tab] $ ls fi[tab][tab] file1 file2 $ da[tab] date $ ca[tab][tab] ca captinfo case cat 1. Daftar file yang berada di direktori 2. Setelah ditulis s dan ditekan TAB maka tulisan akan menjadi lengkap yaitu skrip_ Karena tidak ada dalam daftar, ketika ditulis a dan dilanjutkan dengan tab maka pada console akan berbunyi beep. 4. Pada saat fi ditulis kemudian TAB ditekan maka tulisan menjadi lengkap dengan tulisan file dengan posisi kursor berada di lokasi setelah huruf e. 5. Dengan menekan tab dua kali maka akan tampil semua daftar yang berawalan dengan fi. 6. Untuk proses sebuah perintah ketika da ditulis dan ditekan TAB maka tulisan akan menjadi lengkap yaitu date, karena hanya ada satu perintah yang berawalan dengan da yaitu date. 7. Ketika tab ditekan dua kali setelah menulis ca maka akan muncul semua perintah yang berawalan dengan ca History Mekanisme lain untuk lebih meningkatkan efisiensi dalam berinteraksi dalam Shell adalah memanfaatkan daftar perintah yang ada dalam daftar history. Pada dasarnya Shell menyediakan sebuah fitur dimana semua perintah yang pernah dijalankan oleh seorang user di Shell tersimpan dalam sebuah file. File ini biasanya bernama.bash_history dan file ini berada di dalam direktori user masing-masing. Dalam BASH Shell untuk melihat daftar history dapat digunakan perintah history. Contoh : $ history sementara untuk menghapus isi history dapat digunakan perintah : $ history c Terdapat beberapa tombol shortcut untuk mengakses history, seperti tampak pada tabel berikut. Tabel Tombol untuk mengakses daftar history Tombol Fungsi Panah Atas Menggerakkan ke atas dalam daftar history Panah Bawah Menggerakkan ke bawah dalam daftar history Panah Kiri Menggerakkan cursor ke arah kanan pada baris perintah Panah Kanan Menggerakkan cursor ke arah kiri pada baris perintah Untuk mengakses daftar history juga dapat digunakan perintah yang telah disediakan dalam BASH Shell yaitu fc(fix command). $ fc -l Copyright Ach Subhan KH
10 Berikut daftar argumen untuk perintah fc. Tabel Daftar argumen perintah fc Argumen Arti -e editor Membuka daftar history pada sebuah editor -l n-m Daftar history dari n sampai m -n Menonaktifkan nomer daftar history -r Reverse order daftar history -s string Mengakses daftar history dengan awalan string 3.7 Alias Alias adalah daftar kata yang dibuat oleh seorang user untuk menggantikan sebuah perintah. Penggunaan alias dapat membantu untuk mempersingkat sebuah perintah yang memiliki opsi dan argumen panjang dan susah untuk diingat. Di dalam BASH Shell daftar alias disimpan dalam sebuah file bernama.bashrc di direktori user. $ alias alias ls= ls color=auto Keterangan : 1. Perintah alias adalah perintah untuk menampilkan daftar alias. Dalam hal ini yang muncul dalam daftar adalah alias untuk perintah ls. Untuk membuat sebuah alias dapat dilakukan dengan menggunakan perintah berikut ini : $ alias d=date $ alias dae=date $ alias gr=grep $ alias la= ls -al $ alias dir=ls 1. Membuat alias dengan karakter d untuk perintah date 2. Membuat alias dengan kata dae untu perintah date 3. Membuat alias dengan kata gr untuk perintah grep 4. Membuat alias dengan kata la untuk perintah ls al Sedangkan perintah untuk menghapus dan menonaktifkan sebuah alias yang ada di dalam daftar alias dapat dilakukan dengan menggunakan perintah berikut. $ unalias dae $ \ls 1. Perintah untuk menghapus alias dae 2. Perintah untuk menonaktifkan sementara alias ls. 3.8 I/O Redirection Pada saat Shell berada dalam proses start-up, terdapat tiga jenis file standard yang diinisialiasi, ketiga jenis file ini akan difungsikan sebagai media untuk penangkapan input, output, dan error. Dalam ruang lingkup sistem komputer ketiga file ini disebut stdin, stdout, stderr. Stdin adalah file yang berfungsi untuk menangkan semua jenis input, dalam hal ini bisa jadi perangkat yang menjadi media input adalah keyboar. Stdout dan stderr berfungsi untuk menerima keluaran dan ditampilkan ke layar monitor atau bisa juga ke dalam sebuah file. Ada kemungkinan dimana seorang user ingin membaca sebuah input dari keyboard atau sebuah file dan kemudia mengirim input tersebut ke layar monitor. Di dalam Shell proses ini dapat dilakukan dengan mekanisme I/O redirection. Copyright Ach Subhan KH
11 Terdapat beberapa simbol operator yang merupakan interpretasi dari I/O redirection, seperti tampak pada tabel berikut. Tabel Simbol operator I/O Redirection Operator Fungsi < nama file Mengarahkan input dari sebuah file > nama file Mengarahkan hasil ouput proses ke sebuah file >> nama file Menambahkan hasil output ke sebuah file 2> nama file Mengarahkan error ke sebuah file 2>> nama file Menambahkan pembacaan error ke sebuah file &> nama file Mengarahkan hasil ouput dan error ke sebuah file >& nama file Sama dengan &> 2>&1 Mengarahkan ouput dan error jika ada ke file stdout 1>&2 Mengarahkan output ke file stderr Contoh penggunaan I/O redirection adalah sebagai berikut : Pada sebuah kasus seorang user ingin membaca input dari sebuah file teks, benama coba dimana isi dari file ini nantinya akan diubah karakternya menjadi huruf kapital. $ tr [a-z] [A-Z] < coba 1. < merupakan operator pengarah input, dimana pada kasus ini input yang dibaca berupa sebuah file yang bernama coba. 2. Perintah tr adalah perintah yang berfungsi untuk merubah jenis huruf kapita menjadi huruf kecil atau sebaliknya, tergantung pada opsi yang digunakan. $ ls > myfile 1. > mengarahkan hasil dari perintah ls ke sebuah file yang bernama myfile, sehingga kalau myfile dibaca akan berisi daftar isi direktori. 3.9 PIPES Pipes adalah mekanisme untuk mengambil ouput dari perintah yang berada disisi kiri untuk diarahkan menjadi input bagi perintah yang berada disisi kanan tanda pipes. Simbol dari operator pipes adalah. Dalam sebuah perintah yang dituliskan mekanisme pipe bisa lebih dari satu. Dengan menggunakan operator pipes ini sebuah proses akan menjadi lebih singkat dan efisien. $ ls > tmp $ wc l tmp 4 Proses tersebut diatas bisa dipersingkat dengan menggunakan mekanisme tanda pipes sebagai berikut. $ ls wc l 4 1. Pada perintah pertama yaitu ls, hasil dari perintah ls diarahkan ke sebuah file bernama tmp. 2. Proses kedua adalah menghitung jumlah baris yang ada dalam file tmp dengan menggunakan perintah wc l. 3. Dengan menggunakan mekanisme pipe pada proses ketiga, maka proses 1 dan 2 bisa menjadi lebih singka. Hasil dari perintah ls dalam hal ini stdout diarahkan menuju stdin dari perintah wc l, sehingga keluaran dari proses ini adalah jumlah baris dari daftar direktori. Copyright Ach Subhan KH
12 $ echo scale=3; 15/2 > tmp $ bc < tmp $ echo scale=3; 15/2 bc $ Fungsi Fungsi adalah skrip yang berisi kumpulan perintah yang berada diluar program utama. Fungsi biasanya berisi perintah-perintah dalam Shell. Tujuan dari adanya fungsi adalah untuk lebih mengefisiensikan pemangilan sekumpulan perintah yang berulang-ulang pada program yang dibuat. Di dalam Shell fungsi juga bisa didefinisikan interaktif maupun secara skrip program, dan meskipun didefinisikan secara interaktif, sebuah fungsi juga bisa dipanggil melalui skrip yang dibuat dalam sebuah file dengan catatan fungsi tersebut sudah di export. Setelah melalui mekanisme export ini sub-shell juga bisa memanggil fungsi tersebut. Bentuk umum dalam mendefinisikan fungsi dalam BASH Shell adalah sebagai berikut : nama_fungsi () { command; command; } function nama_fungsi { command; command; } function nama_fungsi () { command; command; } Contoh 1: $ function cetak_selamat { > echo Selamat Datang > echo Di Shell Programming > } $ cetak_selamat Selamat Datang Di Shell Programming Contoh 2: $ cetak_selamat { > echo Selamat Datang > echo Di Shell Programming > } $ cetak_selamat Selamat Datang Di Shell Programming Contoh 3: $ function cetak_selamat () { > echo Selamat Datang > echo Di Shell Programming > } $ cetak_selamat Selamat Datang Di Shell Programming IV. Percobaan 4.1 Shell Start-up Percobaan 411 $ cat /etc/profile Percobaan Pastikan posisi direktori berada di home direktori 2. Lihat isi direktori (ls -la grep bash ) 3. Catat semua nama file yang mengandung nama bash Copyright Ach Subhan KH
13 Percobaan Buka file.bashrc yang berada di home direktori dengan editor vim 2. Tambahkan pada baris terakhir skrip berikut echo Selamat Datang $USER 3. Simpan file dan keluar dari editor 4. Jalankan perintah berikut $ bash (catat baris terakhir keluaran dari perintah tsb) $ exit $ logout 5. Login kembali dengan username dan password masing-masing 6. Catat pesan ucapan selamat yang tampil setelah berhasil login 4.2 Variabel (Lanjut) Percobaan 421 $ data=`pwd` $ echo $data (catat keluarannya) $ echo ${data#*home} (catat keluarannya) Percobaan 422 Catat isi variabel data, sdata, dan tdata $ data= halo ini bejo $ sdata=${data#*lo} $ echo $sdata $ tdata=${data%be*} $ echo $tdata Percobaan 423 Catat isi variabel pat, lpat, spat, lpat_l, dan spat_l $ pat= dari jam 2 siang hingga jam 2 malam $ spat=${pat%jam*} $ lpat=${pat%%jam*} $ echo $spat $ echo $lpat $ spat_l=${pat#*2} $ lpat_l=${path##*2} $ echo $spat_l $ echo $lpat_l 4.3 Echo Untuk setiap percobaan bagian 431 s/d 434, berdasarkan hasil pengamatan berikut penjelasan pada setiap escape sequence character yang digunakan. Percobaan 431 $ echo e Selamat Datang \ndi Shell Programming Percobaan 432 $ echo e \t\thalo $USER\n\t\tHari ini $(date) Percobaan 433 $ echo e \ahalo\v$user\vanda\vberada\vdi `hostname` Percobaan 434 $ echo e Ini adalah\b shell\n programming\b Percobaan 435 Jika diinginkan keluaran sebuah kalimat berikut Hai UUUU Anda Berada di Direktori DDDD Pada Komputer HHHH Dengan nama Login LLLL Dan pada saat ganti baris berbunyi alert UUUU=Name user DDDD=Nama direktori saat ini HHHH=Nama Host/komputer Copyright Ach Subhan KH
14 LLLL=Nama Login Buatlah satu baris kode Shell interaktifnya dikomputer anda, dan catat kode hasil yang sudah benar di laporan sementara!!!! 4.4 Prompt Percobaan Tulis primary prompt yang ada dilayar monitor anda saat ini 2. Jalankan Shell interaktif berikut : $ PS1= \d \$ 3. Tulis perubahan primary prompt yang ada dilayar monitor anda saat ini Percobaan Jalankan Shell interaktif berikut : $ echo halo bee > selamat datang 2. Tulis bentuk secondary prompt yang ada di layar monitor 3. Jalankan Shell interaktif berikut : $ PS2= \t on \d 4. Jalankan kembali Shell interaktif pada langkah 1 5. Catat bentuk secondary prompt saat ini. Percobaan 443 $ PS1= \u@\h :\w \$ Catat bentuk primary prompt saat ini Percobaan Jika diinginkan bentuk primary prompt sebagai berikut : Saya UUUU@HHHH on TTTT DDDD : cd $ Dimana, UUUU=Nama user HHHH=Nama Host TTTT=Waktu saat ini DDDD=Tanggal saat ini cd = direktori user 2. Tuliskan Shell interaktif hasil percobaan untuk membuat bentuk primary prompt pada langkah 1. Percobaan Buat kode Shell interaktif untuk secondary prompt berikut : UUUU > Dimana, UUUU=Nama user 2. Uji kode Shell interaktif anda seperti pada percobaan Tulis kode Shell interaktif hasil percobaan langkah Command Line Percobaan 451 $ ls $ pwd $ date $ ls;pwd;date $ ( ls;pwd;date ) Percobaan 452 $ type ls $ type pwd $ type bash $ type find $ type cp $ type man $ type echo Copyright Ach Subhan KH
15 Percobaan 453 $ ls bee $ echo $? Ouput error = Kode Exit Status = $ lb bee $ echo $? Ouput error = Kode Exit Status = $ grep root /etc/passwd $ data=$? $ echo $data Ouput error = Kode Exit Status = $ grep root /etc/paswd $ data=$? $ echo $data Ouput error = Kode Exit Status = $ grip root /etc/passwd $ echo $? Ouput error = Kode Exit Status = 4.6 Command Line Completion Percobaan 461 Catat respon yang keluar di layar monitor pada saat tombol tab ditekan 1 kali atau 2 kali. $ da [tab] enter $ ca [tab][tab] s [tab] enter $ lo [tab][tab] g [tab][tab] n [tab] enter 4.7 Alias Percobaan 471 $ alias dir= ls $ alias dr= ls -al $ alias sl= ls $ alias tgl= date $ alias dae= date $ alias hosnem= hostname Percobaan 472 $ dir $ dr $ sl $ tgl $ dae $ hosnem $ alias - Catat semua alias yang ada dalam daftar (output dari perintah terakhir) Percobaan Buatlah alias untuk perintah berikut dengan suku kata apa saja Perintah uname a who ps aux who wc l grep root /etc/passwd Kata Alias yunem hu ps wwc greprut 2. Jalankan perintah pada langkah 1 dengan menyebut nama aliasnya $ yunem $ ps $ hu $ greprut $ wwc Copyright Ach Subhan KH
16 3. Catat daftar alias yang telah dibuat. (selain alias pada percobaan 471) 4. Logout dari Shell 5. Login ke dalam Shell dengan username dan password 6. Lihat daftar alias saat ini. Percobaan Lihat file.bashrc dengan menggunakan perintah $ cd ~ $ ls.bashrc.bashrc (output yang benar) 2. Buka file.bashrc dengan menggunakan editor vim. 3. Masuk ke mode insert dan arahkan kursor ke baris paling akhir 4. Tambahkan alias berikut pada bagian akhir alias sl= ls l alias grip= grep root /etc/passwd alias jam= date +%T alias tgl= date +D 5. Simpan file dan keluar dari editor 6. Catat daftar alias yang ada dengan mengunakan perintah $ alias 7. Jalankan perintah dengan menyebut aliasnya $ sl $ grip $ jam $ tgl 8. Logout dari Shell 9. Login ke dalam Shell dengan username dan password 10. Lihat kembali daftar alias 4.8 I/O Redirection Percobaan 481 $ ls $ ls > myfile $ cat myfile Amati output perintah ke-1 dengan output perintah ke-3 Percobaan 482 $ date >> myfile $ cat myfile Percobaan 483 $ cat << EOF > <HTML> > </HTML> > EOF Percobaan 484 #!/bin/bash cat << _EOF <HTML> <HEAD> <TITLE>Create HTML FIle</TITLE> </HEAD> <BODY> Html ini dibuat melalui skrip Shell BASH </BODY> </HTML> _EOF 4.9 PIPES Percobaan 491 $ ls > tmp $ sort nr < tmp $ rm tmp $ ls short -nr Copyright Ach Subhan KH
17 Percobaan 492 $ du > tmp $ sort -nr < tmp $ rm tmp $ du sort -nr Percobaan 493 $ ls $ ls > tmp $ cat tmp Bandingkan hasil perintah ls dengan isi file tmp Percobaan 494 $ ps ax grep bas[h] $ ps ax grep init $ ps ax grep bash $ ps ax grep ini[t] 4.10 Fungsi Percobaan 4101 $ function halo(){ > echo Selamat datang $USER > echo Di Shell Programming > } $ halo Percobaan 4102 #!/bin/bash function test_fungsi(){ echo ini test_fungsi } echo hai $USER $(test_fungsi) Percobaan 4103 #!/bin/bash TITEL= Membuat Fungsi Sistem Informasi $HOSTNAME SAAT_INI=$(date+ %d %T %Z ) UPD= Sistem ini di update oleh $USER pada tanggal $SAAT_INI function info_uptime(){ echo <h2>informasi uptime</h2> echo <pre> uptime echo </pre> } cat <<- EOF <HTML> <HEAD> <TITLE>$TITEL</TITLE> </HEAD> <BODY> <H1>$TITEL</H1> <P>$UPD</P> $(info_uptime) </BODY> </HTML> EOF V. Tugas Copyright Ach Subhan KH
Praktikum Modul 6 Shell Programing
Praktikum Modul 6 Shell Programing I. Tujuan 1. memahami konsep shell programing 2. memahami jenis-jenis variabel dalam shell 3. mampu menulis program dengan shell programing 4. Memahami konsep Shell interaktif
PRAKTIKUM IV. Shell Developer Lokasi Keterangan Brian Fox dan Free Software. TCSH Berkeley California
PRAKTIKUM IV I. Judul Dasar Pemrograman Shell BASH II. Tujuan 1. Memahami teknik pemrograman Shell dalam sistem operasi Linux 2. Memahami jenis-jenis variabel dalam Shell 3. Mengetahui jenis-jenis metakarakter
Praktikum 1. Perintah Dasar Sistem Operasi Linux
Praktikum 1 Perintah Dasar Sistem Operasi Linux POKOK BAHASAN: ü Format Instruksi pada Sistem Operasi Linux ü Perintah-Perintah Dasar pda Sistem Operasi Linux TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi
PRAKTIKUM SISTEM OPERASI TEKNIK INFORMATIKA
PRAKTIKUM SISTEM OPERASI TEKNIK INFORMATIKA LABORATORIUM TEKNOLOGI INFORMASI DAN APLIKASI PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA TAHUN AJARAN 2015-2016 / GANJIL i
Praktikum 2. Operasi Linux. POKOK BAHASAN: Format Instruksi pada Sistem Operasi Linux Perintah-Perintah Dasar pda Sistem Operasi Linux
Praktikum 2 Perintah Dasar Sistem POKOK BAHASAN: Format Instruksi pada Sistem Operasi Linux Perintah-Perintah Dasar pda Sistem Operasi Linux Operasi Linux TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam
Bab 6 Konfigurasi Bash Shell
Bab 6 Konfigurasi Bash Shell Program D3 1 Tujuan Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: Membaca dan mengeset variabel shell Mengekspor variabel lingkungan Mengetahui bagaimana
shell. Kenapa Shell? User dapat mencoba unix mereka. Shell yang pertama kali dibuat adalah Bourne shell (sh).
SHELL DASAR Kenapa Shell? User dapat mencoba unix mereka. Shell yang pertama kali dibuat adalah Bourne shell (sh). Jenis-jenis shell Bourne shell (sh) C shell (csh) Korn shell (ksh) Bourne Again shell
I. Dasar Teori. Shell Programming
Shell Programming Tujuan Praktikum : 1. Memahami konsep Shell Programming 2. Memahami jenis-jenis variabel dalam Shell 3. Mampu menulis program dengan Shell Programming 4. Memahami konsep Shell Interaktif
Perintah Perintah Dasar Pada Sistem Operasi Linux
Praktikum 3 Perintah Perintah Dasar Pada Sistem Operasi Linux A. T U J U A N 1. Menggunakan perintah-perintah dasar untuk informasi user 2. Mengenal format instruksi pada system operasi Linux 3. Menggunakan
Praktikum 1. Perintah Dasar Sistem Operasi Linux. Format Instruksi pada Sistem Operasi Linux Perintah-Perintah Dasar pda Sistem Operasi Linux
Praktikum 1 Perintah Dasar Sistem Operasi Linux POKOK BAHASAN: Format Instruksi pada Sistem Operasi Linux Perintah-Perintah Dasar pda Sistem Operasi Linux TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam
BAB 1 PENGENALAN LINUX
Bab 1 Pengenalan Linux 1 BAB 1 PENGENALAN LINUX TUJUAN PRAKTIKUM 1) Praktikan mengetahui apa saja yang membentuk Linux.dan membedakannya dengan sistem operasi yang lain. 2) Praktikan mengetahui cara untuk
Praktikum Sistem Operasi (Pertemuan 03) Ekspansi Shell. Husni
Praktikum Sistem Operasi (Pertemuan 03) Ekspansi Shell Husni [email protected] Program Pra-S2 Ilmu Komputer UGM 2012 Garis Besar Perintah dan Argumen Operator Kendali Variabel Perintah dan Argumen Perintah
Pemrograman Bash Shell di Linux. agussalim
Pemrograman Bash Shell di Linux agussalim Apa itu shell? Shell adalah program (penterjemah perintah) yang menjembatani user dengan sistem operasi dalam hal ini kernel (inti sistem operasi), umumnya shell
Pemrograman Shell Linux
Workshop Labsi Pemrograman Shell Linux Husni [email protected] husni.trunojoyo.ac.id Garis Besar Shell Linux Pemrograman Shell Contoh-contoh Shell Tempat interaksi antara pengguna dan Linux Penerjemah
Modul praktikum OS. MANUAL Linux menyediakan manual secara on-line. Beberapa kunci keyboard yang penting dalam menggunakan manual adalah : Q
Modul praktikum OS DASAR TEORI Setiap pemakai LINUX harus mempunyai nama login (user account) yang sebelumnya harus didaftarkan pada administrator system. Nama login umumnya dibatasi maksimum 8 karakter
Praktikum 3 Perintah DasarSistem Operasi Linux
Praktikum 3 Perintah DasarSistem Operasi Linux POKOK BAHASAN: Format Instruksi pada Sistem Operasi Linux Perintah-Perintah Dasar pda Sistem Operasi Linux TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam
Perintah Dasar Shell. Praktikum 1 A. T U J U A N B. DASAR TEORI. command), ataupun perintah eksekusi suatu file progam (eksternal command),
Praktikum 1 Perintah Dasar Shell A. T U J U A N 1. Menggunakan Pipeline untuk mengetahui hasil keluaran suatu proses program yang diberikan sebagai input pada proses lainnya. 2. Menggunakan Regular Expression
Subrutin atau Fungsi. Praktikum 9 A. T U J U A N B. DASAR TEORI
Praktikum 9 Subrutin atau Fungsi A. T U J U A N 1. Membuat fungsi dan mengetahui cara memanggil fungsi tersebut. 2. Menggunakan fungsi untuk menerima argumen yang dikirim oleh pemanggilnya dan memproses
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM SISTEM OPERASI MODUL I SHELL INTERAKTIF DAN SKRIP
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM SISTEM OPERASI MODUL I SHELL INTERAKTIF DAN SKRIP TGL PRAKTIKUM : 27 September 2012 NAMA : M. ANANG SETIAWAN NRP : 11.04.111.00061 KELAS : C2 DOSEN PENGAMPU : Faikul Umam, S.Kom.
1. Mengenal Profile 2. Mengerti konsep history 3. Membuat dan mengeksekusi shell script sederhana 4. Mengerti Job control
Praktikum 7 Shell Lanjutan A. T U J U A N 1. Mengenal Profile 2. Mengerti konsep history 3. Membuat dan mengeksekusi shell script sederhana 4. Mengerti Job control B. DASAR TEORI SHELL Shell adalah Command
Shell Lanjutan. Praktikum 5 A. T U J U A N
Praktikum 5 Shell Lanjutan A. T U J U A N 1. Mengenal Profile 2. Mengerti konsep history 3. Membuat dan mengeksekusi shell script sederhana 4. Mengerti Job control B. DASAR TEORI SHELL Shell adalah Command
Praktikum 6-A POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 SHELL SCRIPT. Pemrograman Shell
Praktikum 6-A Pemrograman Shell POKOK BAHASAN: Pemrograman Shell TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: Mempelajari elemen dasar shell script Membuat program
P1 : Perintah Dasar Sistem Operasi Linux
P1 : Perintah Dasar Sistem Operasi Linux Akhmad Rizki Rizaldi 2210131013 9 Maret 2015 Praktikum 1 Perintah Dasar Sistem Operasi Linux A. POKOK BAHASAN : - Format intruksi pada Sistem Operasi Linux - Perintah-Perintah
Praktikum 3. Shell Pengenalan Bash Penggunaan Baris Perintah dengan Cepat Lebih Lanjut Tentang Baris Perintah
Praktikum 3 Bash Shell POKOK BAHASAN: Shell Pengenalan Bash Penggunaan Baris Perintah dengan Cepat Lebih Lanjut Tentang Baris Perintah TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa
Laporan Sistem Operasi Kode Perintah Dasar Linux
Laporan Sistem Operasi Kode Perintah Dasar Linux Oleh : Zulfatul Mahmudah Golongan E Manajemen Informatika Teknologi Informasi Politeknik Negeri Jember 2015 1. Man Man adalah perintah yang dapat memberikan
Praktikum III Shell Programming PRAKTIKUM III
PRAKTIKUM III I. Judul VIM Text Editor II. Tujuan 1. Memahami navigasi dalam teks editor 2. Memahami teknik memindai dan menyalin teks. 3. Memahami cara mencari sebuah kata dan merubah kata dalam teks
TEORI. Gbr. Shell berhubungan langsung dengan kernel sistem operasi
TEORI Gbr. Shell berhubungan langsung dengan kernel sistem operasi 1. Shell Shell adalah program (penterjemah perintah) yang menjembatani user dengan sistem operasi. Dalam hal ini kernel (inti sistem operasi),
BAB VIII SHELL (Pertemuan 10 dan 11)
Halaman : 64 BAB VIII SHELL (Pertemuan 10 dan 11) Shell adalah command Executive, artinya program yang menunggu instruksi dari pemakai, memeriksa sintak dari instruksi yang diberikan, kemudian mengeksekusi
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI
MEMAHAMI FORMAT PERINTAH DAN PERINTAH DASAR UNTUK MENGOPERASIKAN SISTEM OPERASI LINUX EDISI I - 2007 MATA DIKLAT : SISTEM OPERASI PROGRAM KEAHLIAN : SEMUA PROGRAM KEAHLIAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
Bab 3 Bash Shell. Program D3 PJJ PENS ITS. Sistem Operasi Linux PJJ PENS ITS. Arna Fariza
Bab 3 Bash Shell Program D3 1 Tujuan Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami bagaimana menggunakan baris perintah (command line). Mengerti penggunaan baris perintah
I. DASAR TEORI. Perintah Dasar Linux
Perintah Dasar Linux Tujuan Praktikum : 1. Mengenal sistem operasi GNU/Linux 2. Memahami perintah-perintah dasar GNU/Linux 3. Mampu mengoperasikan GNU/Linux pada mode terminal I. DASAR TEORI Command line
Pemrograman Shell (2)
Praktikum 9 Pemrograman Shell (2) A. T U J U A N 1. Mengetahui variable local dan global di shell 2. Mengetahui eksekusi bersyarat 3. Mengenal fungsi dan cara memanggilnya 4. Mampu membuat user interface
Praktikum 3. Operasi Input Output
Praktikum 3 Operasi Input Output POKOK BAHASAN: Pipeline Redirection TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami konsep proses I/O dan redirection Memahami
MODUL 01 SISTEM OPERASI
MODUL 01 SISTEM OPERASI LABORATORIUM TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2014 Perintah Dasar Linux Tujuan Praktikum : 1. Mengenal sistem operasi GNU/Linux 2. Memahami perintah-perintah dasar
Praktikum 2. Operasi Input Output
Praktikum 2 Operasi Input Output POKOK BAHASAN: ü Pipeline ü Redirection TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: ü Memahami konsep proses I/O dan redirection
Praktikum VI Shell Programming PRAKTIKUM VI
PRAKTIKUM VI I. Judul Dasar Pemrograman Shell BASH (Fundamental III) II. Tujuan 1. Mengerti mengenai aritmetika dalam Shell BASH 2. Mengerti array dalam lingkungan Shell BASH 3. Memahami pembacaan masukan
PROSES I/O Sebuah proses memerlukan Input dan Output. Input Proses Output
Praktikum 6 Proses I/O A. T U J U A N 1. Mengenal konsep proses I/O dan redirection 2. Memahami standar input, output dan error 3. Menggunakan notasi output, append dan here document 4. Mengenal konsep
Praktikum 5-A. Bekerja Dengan Bash Shell POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 SHELL. History pada Bash Shell Membuat Bash Shell Script
Praktikum 5-A Bekerja Dengan Bash Shell POKOK BAHASAN: History pada Bash Shell Membuat Bash Shell Script TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami shell
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI Modul V & VI Disusun Oleh : Nama : Adrian Rananda Putra Nim : 2011101003 Prodi/Jenjang : Teknik Informatika / D3 LABORATORIUM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS
mengganti grup file chmod chown cp dd df du
Perintah Dasar Linux RedHat. Berikut merupakan perintah dasar Linux Redhat, perintahperintah dibawah ini dikelompokkan sebagai berikut, yaitu Perintah Pengelolaan File, Perintah Editing dan Scripting,
LABORATORIUM JARINGAN KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA PRAKTIKUM SISTEM OPERASI BAB V NIM :
LABORATORIUM JARINGAN KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA PRAKTIKUM SISTEM OPERASI SEMESTER : GENAP TAHUN : 2015/2016 BAB V JUDUL BAB DISUSUN OLEH : USING SHELL : MOH ARIF ANDRIAN NIM
Praktikum 5-B. Bekerja Dengan Bash Shell POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 SHELL. History pada Bash Shell Membuat Bash Shell Script
Praktikum 5-B Bekerja Dengan Bash Shell POKOK BAHASAN: History pada Bash Shell Membuat Bash Shell Script TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami shell
VARIABEL. Variabel dibagi menjadi 3 kategori : 1. Environment Variable 2. Positional Parameter 3. User Define Variable
VARIABEL VARIABEL Pengenal (identifier) berupa satuan dasar penyimpanan Isi atau nilainya sewaktu-waktu dapat berubah oleh : - eksekusi program (runtime program) - proses lain yang dilakukan sistem operasi
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PROGRAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA
1. $ sudo su Digunakan untuk login sebagai root/pengguna tertinggi, untuk dapat masuk root kita harus mengetikkan password terlebih dahulu. 2. $ login [namauser] Digunakan untuk login sebagai user lain,
Redirection dan pipe merupakan standar dari fasilitas shell di unix.
1 I/O dan perintah Dasar Linux Pengenalan redirection dan pipe Redirection dan pipe merupakan standar dari fasilitas shell di unix. Redirection Fasilitas redirection memungkinkan kita untuk dapat menyimpan
`Piping` merupakan utility GNU/Linux yang dapat digunakan untuk mengarahkan sebuah output perintah menjadi masukan bagi perintah yang lain.
BAB 9 Stream dan Sed 9.1 Piping dengan Notasi ` ` `Piping` merupakan utility GNU/Linux yang dapat digunakan untuk mengarahkan sebuah output perintah menjadi masukan bagi perintah yang lain. Gambar 9.1
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI MODUL 3 OPERASI INPUT OUTPUT Disusun oleh : NUR ENDRI 2011101014 Teknik Informatika ( D3 ) LABORATORIUM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KUNINGAN 2013 Modul
PERTEMUAN KE <JUDUL PERTEMUAN PRAKTIKUM>
Tanggal Penyerahan Laporan Praktikum LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PERTEMUAN KE NAMA : KELAS : NIM : NAMA : PRAKTIKAN : ASISTEN PRAKTIKUM : STMIK AMIKOM YOGYAKARTA JURUSAN
PERINTAH DASAR LINUX. Iqbal Dhea Furqon T Prakikum Sistem Operasi H. sudo
PERINTAH DASAR LINUX Perintah Keterangan sudo menjalankan perintah lain dalam mode administrator su masuk (login) menjadi user root Snapshoot Catatan Terdapat sedikit perbedaan antara sudo dengan su. Perintah
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PROGRAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Nama : Ririn Nurmaica NIM : 125150301111036 BAB : Perintah Dasar Linux, Manajemen User,Group Dan File Asisten : Gladina Desi Deria 1. sudo su Digunakan untuk login sebagai root/pengguna tertinggi 2. login
Memahami operasi I/O pada Sistem Operasi Linux
Praktikum 2 Memahami operasi I/O pada Sistem Operasi Linux A. Tujuan 1. Konsep I/O pada Linux 2. Redirection 3. Standar I/O dan error 4. Notasi output, append dan here document 5. Konsep pipe dan filter
Pemakaian Variabel. Praktikum 4 A. T U J U A N B. DASAR TEORI
Praktikum 4 Pemakaian Variabel A. T U J U A N 1. Menggunakan Variabel untuk mengenali (meng-identier) data yang nialainya sewaktu-waktu dapat berubah. 2. Menggunakan Environment Variable yang digunakan
MODUL LINUX. Minggu IV
MODUL LINUX Minggu IV 4.1 Struktur Directory di Linux Directory root linux memiliki beberapa directory yang merupakan standart pada banyak distro linux. Masing-masing directory mempunyai fungsi (isi) tertentu.
Praktikum II. 2. Direktori Direktori adalah tempat menampung file dan juga sub-direktori.
Praktikum II I. Judul Linux File System II. Tujuan 1. mengerti model struktur direktori pada sistem operasi Linux 2. mengetahui perintah-perintah yang berhubungan dengan penanganan file dalam sebuah direktori
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PROGRAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA
1. sudo su Perintah ini digunakan untuk login sebagai root / pengguna tertinggi. Syntax : $ sudo su 2. login Perintah ini digunakan untuk login sebagai user lain. Kita harus menjadi root dulu untuk menjalankan
Shell dan Pemrograman Shell
Pertemuan 3 Shell dan Pemrograman Shell Objektif: 1. Mahasiswa mengetahui apa yang dimaksud dengan Shell. 2. Mahasiswa mengenal jenis-jenis Shell. 3. Mahasiswa mengenal kegunaan dari Shell. 4. Mahasiswa
Paktikum1. Perintah Dasar Sistem Operasi Linux D3 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET
Paktikum1 Perintah Dasar Sistem Operasi Linux Di Susun Oleh: Luberto Rudy Nugroho M3115080 TI D D3 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET POKOK BAHASAN:
PHP mendukung komentar yang digunakan pada C, C++ dan Shell Unix. Sebagai contoh:
Perintah Dasar Tag PHP Ketika PHP membaca suatu file, proses akan berlangsung hingga ditemukan tag khusus yang berfungsi sebagai tanda dimulainya interpretasi teks tersebut sebagai kode PHP. PHP akan menjalankan
BAB VI Variable, Escape & Pipe
BAB VI Variable, Escape & Pipe 1. Tugas dan Latihan 1.1 Tugas Pendahuluan Bagaimana mengubah semua file terakhir.html menjadi.php? (coba gunakan berbagai bentuk perintah mv)! Jelaskan dengan singkat shell
Zaid Romegar Mair Lisensi Dokumen: Gambaran umum : Break statement
Zaid Romegar Mair [email protected] http://mairzaid.wordpress.com Lisensi Dokumen: Seluruh kumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial
Pemrograman Input/Output (I/O)
Praktikum 3 Pemrograman Input/Output (I/O) A. T U J U A N 1. Menggunakan statement echo dan printf untuk menampilkan data pada standar output (layar monitor) 2. Menggunakan statment read untuk memproses
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI. Perintah Dasar pada Linux
Tugas ke 4 Tgl. dikumpul Paraf dosen/teknisi LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI Perintah Dasar pada Linux Oleh : Nurmala Dewi 13753045 PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA B JURUSAN EKONOMI DAN BISNIS POLITEKNIK
NAMA : FAISAL AMIR NIM : KELAS : SISTEM KOMPU PERINTAH DASAR PADA LINUX
NAMA : FAISAL AMIR NIM : 125150300111016 KELAS : SISTEM KOMPU PERINTAH DASAR PADA LINUX 1. sudo su digunakan untuk login sebagai root / administrator. syntax : #sudo su 2. Date Digunakan untuk melihat
Pertemuan 1. Pengenalan Linux
Pertemuan 1 Pengenalan Linux Objektif: 1. Mahasiswa mengetahui apa saja yang membentuk Linux.dan membedakannya dengan sistem operasi yang lain. 2. Mahasiswa mengetahui cara untuk dapat masuk ke sistem
Proses pada Sistem Operasi Linux Manajemen Proses pada Sistem Operasi Linux
Praktikum 4 B Proses dan Manajemen Proses POKOK BAHASAN: Proses pada Sistem Operasi Linux Manajemen Proses pada Sistem Operasi Linux TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa
History, Pembangkitan Nama File dan Redireksi & Pipe
Praktikum Sistem Operasi (Pertemuan 04) History, Pembangkitan Nama File dan Redireksi & Pipe Husni [email protected] Program Pra-S2 Ilmu Komputer UGM 2012 Garis Besar Sejarah Shell Pembangkitan Nama
File yang berisi koleksi program yang dapat dieksekusi
BASH SCRIPT File yang berisi koleksi program yang dapat dieksekusi Pembuatan Bash Script 1. Menggunakan editor Vi Vi ialah kepanjangan dari "Visual" editor. Menjalankan perintah vi, menggunakan sintaks
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI Modul X Disusun Oleh : Nama : EKO PRASISTO Nim : 2011101006 Prodi/Jenjang : Teknik Informatika / D3 LABORATORIUM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KUNINGAN 2013
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PROGRAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PROGRAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA Nama : Muklas Sutra Wirawan NIM : 125150200111003 BAB : BAB I Asisten : Shofi Nastiti 1. $ Sudo su Digunakan
Praktikum 4. Standar Input Output dan Pipa POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 PROSES INPUT OUTPUT
Praktikum 4 Standar Input Output dan Pipa POKOK BAHASAN: Proses Input Output File Descriptor Pembelokan (Redirection) Pipa (Pipeline) TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa
Dalam Command Line Interface (CLI), kita masuk sebagai User. standart, yang tertulis hanyalah username dan hostname, contoh
Nama : Abdul Aziz Hadyansyah Widada NIM : 135150207111103 1. Alur Login pada sistem operasi Linux Dalam Command Line Interface (CLI), kita masuk sebagai User standart, yang tertulis hanyalah username dan
Shell Pada Sistem Operasi Linux dan Editor vi
Praktikum 4 Shell Pada Sistem Operasi Linux dan Editor vi A. T U J U A N 1. Menggunakan shell pada system operasi Linux 2. Menggunakan pipeline, regular expression dan redirection. 3. Menggunakan teks
Praktikum 1 Berkenalan dengan awk
Praktikum 1 Berkenalan dengan awk Tujuan Pembelajaran Mahasiswa dapat mengenal, memahami dan menggunakan bahasa pemrograman awk sebagai text-processing language. Dasar Teori Awk adalah sebuah pemrograman
Titin Winarti Diterbitkan oleh : Semarang University Press Semarang 2009
Titin Winarti Diterbitkan oleh : Semarang University Press Semarang 2009 Perpustakaan Nasional : Katalog dalam Terbitan (KDT) ISBN : 978-602-9012-10-0 Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang Dilarang mengutip
Menjalankan Terminal. Perintah Umum
Terminal Bekerja dengan baris perintah tidaklah tugas yang menakutkan seperti yang Anda pikir sebelumnya. Tidak dibutuhkan pengetahuan khusus untuk mengetahui bagaimana menggunakan baris perintah, ini
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI Modul III Disusun Oleh : Nama : Adrian Rananda Putra Nim : 2011101003 Prodi/Jenjang : Teknik Informatika / D3 LABORATORIUM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KUNINGAN
Praktikum 5. Bekerja Dengan Bash Shell POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 SHELL. History pada Bash Shell Membuat Bash Shell Script
Praktikum 5 Bekerja Dengan Bash Shell POKOK BAHASAN: History pada Bash Shell Membuat Bash Shell Script TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami shell
Modul 5 DASAR DASAR LINUX
SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Modul 5 DASAR DASAR LINUX Team Training SMK -TI 119 SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Tujuan: Siswa dapat mengetahui dan menjelaskan mengenai dasar dasar dari Linux Operating
Bab 2 Editor vi 9. BAB 2 EDITOR vi TUJUAN PRAKTIKUM
Bab 2 Editor vi 9 BAB 2 EDITOR vi TUJUAN PRAKTIKUM 1) Praktikan menguasai apa yang dimaksud dengan editor vi. 2) Praktikan mengetahui apa saja yang termasuk dalam utilitas aritmatika. 3) Praktikan mengetahui
MODUL I LINUX DASAR. etc bin usr sbin home. Coba.txt. Gambar 1 Struktur Hirarki Direktori
MODUL I LINUX DASAR A. Organisasi File Sistem file pada Linux diorganisasikan sebagai sebuah tree dengan sebuah single node root (/), setiap node non-leaf dari system file adalah sebuah direktori, sedangkan
Otomasi Shell Script Lanjut
Otomasi Shell Script Lanjut Zaid Romegar Mair [email protected] http://mairzaid.com atau http://mairzaid.wordpress.com Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2018 IlmuKomputer.Com Seluruh kumen di IlmuKomputer.Com
1. Buatlah summary percbaan 1 sampai dengan percobaan 15 dalam bentuk tabel. Jawab : $ cal -y hostname
NAMA NIM KELAS PRODI SEMESTER TUGAS MATERI : MUHAMMAD RIZQI TOHOPI : 131312027 :A : TEKNIK INFORMATIKA : II : LAPORAN PRAKTIKUM 1 : PERINTAH DASAR SISTEM OPERASI LINUX LAPORAN RESMI 1. Buatlah summary
Mengontrol setting internal option shell. Me-load (mengambil) nilai parameter posisi pada shell.
Praktikum 10 Perintah Set A. T U J U A N 1. Menggunakan perintah set untuk menampilkan isi suatu variabel. 2. Menggunakan perintah set untuk mengambil nilai parameter posisi pada shell. 3. Menggunakan
Proses pada Sistem Operasi Linux Manajemen Proses pada Sistem Operasi Linux
Praktikum 4 A Proses dan Manajemen Proses POKOK BAHASAN: Proses pada Sistem Operasi Linux Manajemen Proses pada Sistem Operasi Linux TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa
Sistem Administrasi Linux
Sistem Administrasi Linux pertemuan 2 Struktur Direktori Linux Perintah dasar linux Helmy Faisal M, S.Kom Direktori di linux Direktori /bin /boot /dev /etc /home /lib /mnt Isi Direktori berisi file-file
Modul Praktikum Sistem Operasi PERTEMUAN KE-VII
Variabel Pada Sistem Operasi Linux A) TUJUAN Mempraktekkan penggunaan Variabel di linux B) DASAR TEORI Variabel merupakan teknik mengirimkan informasi dari shell ke program yang kita jalankan. Program
Praktikum 8. Pemrograman Shell 2
Praktikum 8 Pemrograman Shell 2 POKOK BAHASAN: ü Pemrograman Shell TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: ü Menggunakan struktur case esac. ü Loop dengan
ls = Melihat isi direktori #ls NamaFolder
Linux adalah Sebuah Sistem Operasi yang berbasis Open Source, yang sudah banyak di minati tementemen, sudah banyak orang yang bermigrasi dari Windows ke Linux, banyak sekali distro-distro yang muncul dengan
Pembuatan Bash Script
Praktikum 2 Pembuatan Bash Script A. T U J U A N 1. Menggunakan History untuk mengedit kembali instruksi yang telah dilakukan. 2. Menggunakan perintah Filter untuk memproses standard input dan menampilkan
Praktikum I Pengenalan Sistem Operasi Linux
Praktikum I Pengenalan Sistem Operasi Linux I. Tujuan Setelah melaksanakan praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. Mengenal sistem operasi Linux 2. Memahami proses login/logout pada sistem operasi
4. Pembuatan File Batch
4. Pembuatan File Batch A. Pengertian Batch File Batch File merupakan file text berisi rentetan perintah yang akan di eksekusi oleh command interpreter untuk kemudian di eksekusi satu persatu secara urut
PRAKTIKUM SISTEM OPERASI TEKNIK INFORMATIKA
PRAKTIKUM SISTEM OPERASI TEKNIK INFORMATIKA LABORATORIUM TEKNOLOGI INFORMASI DAN APLIKASI PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA TAHUN AJARAN 2015-2016 / GANJIL i
POSTEST SISTEM OPERASI. Disusun Oleh : : Nurul Annisa Putri. Nim : Jurusan/ Kelas : Teknik Informatika/ 4 (Empat) B
POSTEST SISTEM OPERASI Disusun Oleh : Nama : Nurul Annisa Putri Nim : 25012.55401.14.038 Jurusan/ Kelas : Teknik Informatika/ 4 (Empat) B Dosen : Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs PEMERINTAHAN KABUPATEN MUSI
Menghubungkan Internet Host ke Guest dan Instalasi aplikasi
Menghubungkan Internet Host ke Guest dan Instalasi aplikasi Cara menghubungkan Internet dari computer host ke computer guest : 1) Pastikan computer host telah terkoneksi dengan sambungan internet. 2) Lalu
Command Line Interface
Command Line Interface Sebelum melangkah lebih jauh untuk mempelajari Linux Command Line kita harus mengetahui arsitektur dan sejarah Linux itu sendiri. Berikut sturktur Gbr. Keterlibatan Shell dalam System
Objectives. Sekilas Linux. Distribusi Linux. Sejarah Linux. Three: Pengenalan Linux. The Challenger. Sekilas Linux -continued
Objectives Three: Pengenalan Linux The Challenger Setelah menyelesaikan bab ini, anda diharapkan dapat: Mengerti sistem operasi Linux secara garis besar. Mengerti instalasi Linux Menu-menu dasar di Linux
Praktikum Sistem Operasi (Pertemuan 06) Pemrograman Shell. Husni
Praktikum Sistem Operasi (Pertemuan 06) Pemrograman Shell Husni [email protected] Program Pra-S2 Ilmu Komputer UGM 2012 Garis Besar Mengenal Shell Scripting Seleksi & Perulangan Parameter dan Opsi Scripting
Pertemuan 5. Struktur Perulangan
Pertemuan 5 Struktur Perulangan Objektif: 1. Mahasiswa mengetahui struktur perulangan pada linux 2. Mahasiswa mengenal kegunaan dari Function 3. Praktikan menguasai pemograman di dalam Shell (Bourne dan
Praktikum 5. Proses dan Manajemen Proses 2 POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 KONSEP PROSES PADA SISTEM OPERASI LINUX
Praktikum 5 Proses dan Manajemen Proses 2 POKOK BAHASAN: ü Proses pada Sistem Operasi Linux ü Manajemen Proses pada Sistem Operasi Linux TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa
AP2B Dini Triasanti STRUKTUR PEMROGRAMAN PYTHON
STRUKTUR PEMROGRAMAN PYTHON 1. Aturan Penulisan Program-program yang ditulis dalam Python secara khas jauh lebih pendek dibandingkan dengan program-program C atau C++, karena beberapa pertimbangan: tipe
