1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Sri Tanuwidjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tempat tinggal pada dasarnya merupakan wadah bagi manusia atau keluarga dalam melangsungkan kehidupannya (Maslow, 1954). Perumahan dan pemukiman merupakan suatu wadah yang dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam hal tempat tinggal. Pilihan masyarakat dalam memiliki rumah dapat dilakukan melalui pasar properti. Terdapat dua jenis pasar dalam pasar properti perumahan yaitu pasar primer dan pasar sekunder. Pasar primer adalah pasar yang menyediakan rumah baru, jenis ini dipasok oleh pengembang (developer) baik pengembang swasta maupun pengembang pemerintah. Pengembang swasta pada saat ini kebanyakan tergabung dalam organisasi Real Estate Indonesia (REI) sementara kepanjangan tangan pemerintah dalam hal pembangunan perumahan untuk masyarakat dilaksanakan oleh Perum Perumnas. Pasar sekunder adalah pasar yang menyediakan peralihan hak kepemilikan rumah telah pakai atau non baru. Pada saat ini pasar sekunder banyak dibantu oleh jasa para broker atau agen properti seperti ERA, Colliers, Jardin, Ray White, dan lain sebagainya. Industri properti yang terus berkembang turut mendorong perkembangan bisnis agen properti, pada tahun 2011 bisnis properti agen tumbuh sebesar 30% dibandingkan pada tahun 2010 dan berkembang pesat di kawasan Jabodetabek (Latief, 2011). Jakarta memiliki perkembangan bisnis properti agen tertinggi diantara kota lainnya. Selain di di Jakarta, diperkirakan terdapat 600 kantor agen properti yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi baik yang berbendera asing, pun yang berbendera lokal. (Bong, 2012). Banyaknya bermunculan agen properti mengakibatkan persaingan di bisnis agen properti ini semakin ketat. Agen-agen tersebut ada yang berasal dari franchise internasional dan berbadan hukum, ada pula yang bersifat individu sebagai agen individu profesional, ada yang membentuk satu kelompok agen/broker terdiri dua orang atau lebih, dan sebagainya. Jumlah agen properti yang terdapat di Bogor saat ini sebanyak 24 agen properti (Tabel 1). Tabel 1. Agen properti yang terdapat di bogor No Nama Agen Produk No Nama Agen Produk 1 Indohouse Secondary 13 rumah123.com Secondary 2 ERA Bogor Secondary 14 berniaga.com Secondary 3 Raywhite Secondary 15 tokobagus.com Secondary 4 Century21 Bogor Secondary 16 rumah.com Secondary 5 Nabindra Primary 17 properti24.com Secondary 6 Soegali Gading Sakti (SGS) Primary 18 agenrumah123.com Secondary 7 Andalan Jaya Abadi Primary 19 propertykita.com Secondary 8 Maxwell Secondary 20 rumahdijual.com Secondary 9 Harcourts Secondary 21 griyakita.com Secondary 10 L.J. Hooker Bogor Secondary 22 bluehouseproperty.com Secondary 11 Jardin Indonesia Secondary 23 rumahdanproperty.com Secondary 12 Colliers Indonesia Secondary 24 propertyleader.com Secondary Sumber : Observasi, 2012 McMahan (2006) menyatakan bahwa kebutuhan akan tempat tinggal berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk. Bogor memiliki jumlah
2 2 penduduk sebanyak 4.9 juta jiwa dengan laju pertumbuhan 3.9%/tahun ( 2011). Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk di Kota dan Kabupaten Bogor tersebut maka kebutuhan perumahan juga akan meningkat. Peluang bisnis agen properti tetaplah selalu terbuka sebagai upaya pemenuhan kebutuhan akan tempat tinggal. Berikut adalah jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Bogor periode (Tabel 2). Tabel 2. Jumlah penduduk kota bogor periode No Tahun Jumlah Penduduk (Jiwa) Sumber : Katalog Badan Pusat Statistik (BPS) (diolah) Bogor merupakan kota strategis yang banyak memiliki kelebihan sehingga sangat berpotensi sebagai sentra bisnis dan tempat bermukim. Letak Bogor yang dekat dengan Jakarta, iklim yang sejuk serta fasilitas yang ada seperti pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, universitas dan wisata kuliner yang ditawarkan merupakan beberapa kelebihan tersebut. Infrastruktur di Kota Bogor juga sudah menunjang untuk dijadikan tempat berinvestasi dengan adanya tol Jagorawi serta pembangunan jalan tol BORR (bogor outer ring road) dan rencana pembangunan jalan tol BIRR (bogor inner ring road) yang sangat membantu penduduk Bogor atau luar Bogor menuju kawasan Jabodetabek dan demikian juga sebaliknya, dengan dekatnya akses tol tersebut maka perekonomian di Bogor akan berkembang dengan pesat. Hal ini membuat semakin banyak pengembang-pengembang yang berlomba untuk mendirikan komplek-komplek pemukiman yang ditujukan untuk kalangan masyarakat menengah ke atas dan menengah serta menengah ke bawah, sehingga membuat pertumbuhan properti di Bogor diperkirakan semakin komplit sebagai kawasan hunian untuk semua lapisan masyarakat (Henny, 2010). Seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan industri properti di bogor menjadikan peluang bagi agen-agen properti baik itu yang sudah lama berdiri maupun baru untuk tumbuh atau mengembangkan bisnis mereka di kota Bogor. STARhome Property Agent (SHPA) merupakan salah satu agen properti yang telah berdiri di Bogor. SHPA berusaha menangkap peluang dari berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Kota Bogor untuk menjadi kawasan hunian dengan menawarkan bisnis jasa berupa agen properti. Pendiri SHPA adalah Ir. Wentaria, beliau melihat peluang tersebut atas kebutuhan akan properti yang tinggi di Kota maupun Kabupaten Bogor. Selama tiga tahun SHPA berjalan terdapat permasalahan yaitu rendahnya rata-rata rasio penutupan (closing rate) yang baru mencapai 22.62% (STARhome Property Agent, 2012), hal ini berimplikasi kepada rendahnya pencapaian kerja pemasaran dengan penjualan yang tidak pernah mencapai atau melebihi target yang ditetapkan oleh pihak manajemen (Gambar 1). Hal tersebut menandakan bahwa pelayanan yang diberikan kepada konsumen prospek belum dapat berjalan dengan baik untuk membuat konsumen prospek melakukan pembelian. Dabholkar dan Overby (2004) menyatakan bahwa sebuah penyedia layanan haruslah fokus
3 3 pada proses pelayanan selain menyediakan pelayanan yang berkualitas, sehingga kepuasan konsumen dapat terukur secara spesifik. Dalam bisnis agen properti yang termasuk ke dalam proses pelayanan adalah dari perkenalan, bimbingan dan profesionalisme sampai komunikasi dan usaha yang diberikan kepada konsumen. Miliar Rupiah Penjualan Target Gambar 1. Penjualan dan target pencapaian kerja pemasaran Sumber : STARhome Property Agent Mengacu kepada Gambar 1 dan penjelasan pada paragraf sebelumnya, SHPA sebagai perusahaan yang sedang berkembang dituntut untuk berorientasi ke depan, menguasai kondisi pasar serta peningkatan pelayanan yang diberikan juga menjadi suatu keharusan. Sumarwan (2011a) menyatakan bahwa, kondisi pasar merupakan suatu keadaan yang tidak stabil, yang selalu berfluktuasi terhadap keinginan konsumen, maka orientasi yang selalu dilakukan oleh perusahaan haruslah produk/jasa yang selalu mengacu pada konsumen (consumer-oriented), agar perusahaan dapat merebut pasar. Kotler dan Keller (2012) menambahkan bahwa kondisi pasar yang berubah-ubah diakibatkan karena konsumen yang semakin cerdas dalam menilai kualitas suatu produk/jasa, konsumen cenderung menginginkan pelayanan yang semakin baik, yang disertai oleh penyesuaian (customization). Banyak dari perusahaan yang mengabaikan tentang kepuasan dari konsumen mereka, terutama oleh perusahaan yang sedang berkembang. Akibatnya, ketika ada pendatang baru masuk dan mampu memberikan suatu pelayanan yang lebih baik, maka perusahaan tidak dapat bertahan karena tidak memiliki daya saing yang kuat. Bertolak dari permasalahan closing rate dan penjualan diatas, gagasan pada perbaikan kinerja dan perbaikan pelayanan perusahaan SHPA dilakukan. Perbaikan kinerja tersebut dapat berupa dalam bentuk membuat atau memodifikasi marketing tools seperti flyer, brosur, kartu nama dan lainnya. Selain dalam hal marketing tools, perbaikan yang lain pun perlu dilakukan misalnya dalam bentuk tata letak interior kantor. Berbagai pernak-pernik dan dekorasi pun ditambahkan agar suasana nyaman pun dapat tercipta. Perbaikan juga mencakup pasca jual (after sales services), pasca jual yang saat ini diberikan yaitu menjaga hubungan interpersonal antara sales dan konsumen. Memberikan pelayanan claim atas properti yang dibelinya dengan
4 4 tepat waktu dan tepat sasaran. Kondisi yang berbeda terdapat pada usaha SHPA dalam memperbaiki pelayanan terhadap konsumen, saat ini perusahaan belum mengetahui langkah pasti dalam rangka meningkatkan pelayanan. Oleh karena ini penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen SHPA sebagai upaya evaluasi pelayanan perusahaan kepada konsumen, sehingga dapat dijadikan masukan bagi pihak manajemen untuk terus mengembangkan serta meningkatkan kinerja pelayanannya. Perusahaan dapat lebih meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada konsumen dan selanjutnya perusahaan dapat berkembang kearah yang lebih mengacu kepada konsumen dengan mengetahui faktor faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas konsumen. 1.2 Perumusan Masalah Harapan semua pihak yang terkait di dalam perusahaan untuk dapat mengembangkan perusahaan ini. Permintaan masyarakat akan kebutuhan untuk memiliki tempat tinggal direspon oleh pihak manajemen sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Peluang bisnis tersebut tentunya tidak hanya melihat dari segi profit saja namun juga perlu adanya peninjauan pada sisi konsumen yang merupakan sumber dari profit tersebut. Kepuasan yang dicapai oleh konsumen merupakan suatu harapan yang diinginkan oleh pihak manajeman dalam rangka pengembangan bisnis. Kepuasan konsumen dapat dijadikan suatu gambaran kesuksesan pihak manajemen karena tingginya tingkat kepuasan konsumen terhadap SHPA akan berbanding lurus dengan profit yang dihasilkan. Oleh karena itu penelitian mengenai kepuasan konsumen ini dilakukan sebagai media untuk mengetahui faktor faktor apa yang mempengaruhi kepuasan konsumen juga loyalitas konsumen terhadap SHPA. Penelitian ini juga dilakukan karena sebelumnya belum pernah ada peneliti yang meneliti pengaruh kepuasan dan loyalitas konsumen di SHPA. Penelitian mengenai faktor faktor yang mempengaruhi dimensi kualitas kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen tentunya juga dilakukan melalui penelaahan atau pengidentifikasian dimensi-dimensi yang mempengaruhi kepuasan konsumen. Pihak manajemen dapat memanfaatkan informasi tersebut sebagai masukan untuk waktu yang akan datang dengan mengetahui dimensi dimensi tersebut. Masukan tersebut dapat berupa masukan bagi strategi pemasaran. Harapan dari pihak manajemen adalah terbentuknya loyalitas daripada konsumen terhadap SHPA, hal tersebut dapat tercapai melalui strategi ideal yang nantinya menjadi masukkan bagi perusahaan. Mengacu kepada latar belakang seperti yang sudah disebutkan, maka pertanyaan penelitian ini adalah: 1. Dimensi kualitas pelayanan apa yang paling mempengaruhi kepuasan konsumen SHPA? 2. Bagaimana sikap loyalitas yang dimiliki oleh konsumen terhadap SHPA saat ini? 3. Terkait dengan keberlangsungan SHPA di masa yang akan datang, upaya apakah yang dapat diterapkan dalam strategi pemasaran?
5 5 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan pada sub-bab sebelumnya, maka penelitian tentang agen properti SHPA bertujuan untuk: 1. Mengidentifikasi dimensi kualitas pelayanan yang paling mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen terhadap SHPA. 2. Mengetahui sikap loyalitas yang dimiliki konsumen terhadap SHPA. 3. Merekomendasikan upaya yang dapat diterapkan pada SHPA di masa yang akan datang. 1.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi SHPA sebagai bahan masukan dalam proses pengembangan bisnis SHPA. Manfaat dari sisi konsumen, penelitian ini dapat dijadikan suatu masukan terhadap pihak manajemen yang kedepannya akan menjadi feedback bagi konsumen yang akan termanifestasi dalam peningkatan pelayanan terhadap konsumen. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi suatu dasar pemahaman dalam suatu industri produk atau jasa seperti perumahan maupun agen perumahan untuk dapat selalu berkembang dengan mengacu kepada konsumen (customer oriented). 1.5 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah : 1. Penelitian dilakukan di agen properti SHPA di Bogor. 2. Penelitian ini dilakukan hanya sebatas lingkup bagian pemasaran SHPA 3. Dilatarbelakangi dengan keingintahuan dalam hal pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen SHPA, peneliti mencoba menelaah sisi kualitas yang terbagi kedalam lima dimensi TERRA (Rangkuti, 2006). Pada penelitian ini penggunaan dimensi servqual dibatasi hanya empat dimensi yaitu empathy (empati), reliability (keandalan), responsiveness (ketanggapan) dan assurance (jaminan). Selain itu juga menambakan dimensi advertising (iklan) dalam dimensi servqual (Dabholkar dan Overby, 2004). 4. Kajian dilakukan sampai dengan tahap implikasi manajerial, sedangkan tahap implementasi manajerial diserahkan seluruhnya kepada manajemen SHPA.
6 Untuk Selengkapnya Tersedia di Perpustakaan MB-IPB
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kebutuhan dan keinginan manusia terus berkembang dan tidak terbatas
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan dan keinginan manusia terus berkembang dan tidak terbatas seiring dengan perkembangan zaman. Manusia tidak lagi mampu untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya
I. PENDAHULUAN. Perumahan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia dan. keluarganya karena fungsi dari rumah tinggal selain sebagai tempat
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perumahan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia dan keluarganya karena fungsi dari rumah tinggal selain sebagai tempat berlindung juga mencerminkan tingkat
I. PENDAHULUAN. Bisnis properti tahun 2008 akan berkembang pesat, hal ini disebabkan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bisnis properti tahun 2008 akan berkembang pesat, hal ini disebabkan Bank Indonesia (BI) menurunkan BI Rate menjadi 9,50 persen pada minggu pertama tahun 2008. Subsektor
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH (Studi Kasus pada PT. BPR Sukadana Surakarta) SKRIPSI
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH (Studi Kasus pada PT. BPR Sukadana Surakarta) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. selling, (Anderassen et al, 1997) dengan tujuan membangun citra yang kuat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan dan peningkatan di dalam sektor jasa pelayanan perhotelan saat ini cukup pesat sehingga membawa perubahan pada pola hidup masyarakat dan tingkat
BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan sektor pariwisata merupakan salah satu upaya yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengembangan sektor pariwisata merupakan salah satu upaya yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan meningkatkan sumber daya
BAB I PENDAHULUAN. Bisnis properti di Indonesia saat ini sedang berkembang karena. ditandai dengan semakin gencarnya ekspansi pembangunan properti dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bisnis properti di Indonesia saat ini sedang berkembang karena semakin meningkatnya jumlah penduduk dan pendapatan masyarakat. Hal ini ditandai dengan semakin
BAB I PENDAHULUAN. menjanjikan oleh para pelaku bisnis adalah bisnis di bidang kuliner.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, serta perekonomian yang semakin meningkat memberi imbas positif pada masyarakat, seperti peningkatan daya
BAB I PENDAHULUAN. Di era yang serba cepat saat ini globalisasi ekonomi telah menciptakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebagai negara yang melakukan pembangunan perekonomian, serta Di era yang serba cepat saat ini globalisasi ekonomi telah menciptakan lingkungan bisnis yang baru yang
BAB 1 PENDAHULUAN. dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup, perkembangan posisi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam menghadapi era globalisasi, perusahaan diharapkan mampu untuk bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis baik itu dari dalam maupun luar negeri, pada
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini orientasi pemasaran untuk setiap bidang usaha mulai terlihat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dewasa ini orientasi pemasaran untuk setiap bidang usaha mulai terlihat mengalami perubahan, semula hanya terfokus pada product oriented kini berubah menjadi
Bab 1 PENDAHULUAN. Persaingan pasar dalam dunia properti rumah semakin hari semakin
Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Persaingan pasar dalam dunia properti rumah semakin hari semakin meningkat dengan membawa peluang besar terhadap property developer atau pengembang perumahan
BAB I PENDAHULUAN. laba, untuk itu seorang manajer harus dapat menentukan suatu kebijaksanaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perusahaan di tuntut untuk mengenal pasar atau konsumennya, sebaiknya mungkin agar mendapatkan kesuksesan dalam persaingan. Persaingan yang semakin
BAB I PENDAHULUAN. paling luas dibandingkan dengan jenis usaha lainnya. Selain memiliki keanekaragaman
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Usaha jasa merupakan jenis usaha yang memiliki aspek dan lingkup bisnis yang paling luas dibandingkan dengan jenis usaha lainnya. Selain memiliki keanekaragaman
I. PENDAHULUAN. negara- negara ASEAN yang lain. Hal ini disebabkan pemerintah Indonesia telah
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia telah memasuki perdagangan bebas lebih awal dibandingkan negara- negara ASEAN yang lain. Hal ini disebabkan pemerintah Indonesia telah menandatangani Letter
BAB I PENDAHULUAN. sampai besar seperti cafe, rumah makan maupun restoran. Jawa Barat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan bisnis sekarang ini telah berkembang sangat pesat dan mengalami metamorfosis yang berkesinambungan menjadikan daya tarik bisnis itu tersendiri.
BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, persaingan di dunia bisnis juga mengalami
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, persaingan di dunia bisnis juga mengalami peningkatan dari waktu-kewaktu. Dengan adanya persaingan ini tidak hanya menimbulkan
BAB I PENDAHULUAN. Tingkat pertumbuhan penduduk seiring berjalannya waktu yang terus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tingkat pertumbuhan penduduk seiring berjalannya waktu yang terus menerus mengalami pelonjakan mendorong peningkatan akan kebutuhan primer. Salah satu kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. era lepas landas. Pembangunan di sektor perekonomian juga mengalami
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada masa sekarang ini, pembangunan negara semakin meningkat menuju era lepas landas. Pembangunan di sektor perekonomian juga mengalami perubahan yang luar biasa. Hal
BAB I PENDAHULUAN. Kepraktisan sudah menjadi tuntutan utama masyarakat perkotaan saat ini.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kepraktisan sudah menjadi tuntutan utama masyarakat perkotaan saat ini. Kota Bandung yang masyarakatnya memiliki mobilitas tinggi membutuhkan kepraktisan ini,
BAB I PENDAHULUAN. perkotaan yang semakin dinamis, meningkatnya aktivitas yang. berkembang, sejalan dengan makin berkembangnya pasar.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia selain kebutuhan sandang dan papan. Pengusaha dapat melihat hal ini sebagai prospek bisnis. Jumlah populasi manusia
BAB 1 PENDAHULUAN. Dibandingkan kawasan lain di Jabotabek seperti Bekasi, Tangerang, Depok,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dibandingkan kawasan lain di Jabotabek seperti Bekasi, Tangerang, Depok, Cibubur-lah wilayah yang mengalami pembangunan properti yang paling pesat, utamanya pembangunan
I PENDAHULUAN. 1 Jumlah bank di Indonesia.21 Maret inibank.wordpress.com [3 Juni 2010]
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang tingkat perekonomiannya sedang berkembang. Hal ini ditandai dengan banyaknya perusahaan perbankan yang didirikan, baik itu bank BUMN maupun
BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha
BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang dibuatnya laporan, rumusan masalah, tujuan penulisan, ruang lingkup pembahasan, penjelasan mengenai sumber data serta sistematika penulisan
BAB I PENDAHULUAN. memperhatikan kualitas pelayanan yang ditawarkan kepada konsumen dalam. merasakan kepuasan terhadap kualitas yang ditawarkan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia antara lain adalah kesehatan. Setiap orang melakukan berbagai cara untuk memperoleh kesehatan yang prima. Seseorang
I. PENDAHULUAN. untuk terus mengoptimalkan kegiatan usahanya sebagai upaya memenangkan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia usaha yang semakin cepat mengharuskan perusahaanperusahaan, baik itu yang bergerak di bidang industri, perdagangan maupun jasa untuk terus
ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA
ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA TESIS Diajukan Kepada Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian (Rahmi, 2012:1 ) (Rahman, 2005:1)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam situasi perekonomian yang semakin meningkat, perusahaanperusahaan berupaya untuk menunjukan kemampuan dan kualitas diri diantara para pesaingnya. Perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan pelanggan. Para penyedia produk berupaya memenangkan. persaingan dari para kompetitornya dengan mengimplementasikan suatu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perusahaan selalu menjalani aktivitas bisnisnya untuk dapat memberikan nilai terbaik bagi perusahaan dalam rangka pertumbuhan dan keselamatan. Konsumen sangat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Kemajuan perekonomian mempengaruhi kehidupan masyarakat. Peningkatan status sosial dan ekonomi masyarakat berakibat pada perubahan perilaku dan gaya hidup
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan dalam bidang pemasaran produk untuk mendapatkan pangsa pasar yang tinggi kini semakin ketat. Ketatnya persaingan tersebut ditambah pula dengan semakin kritisnya
BAB I PENDAHULUAN. yang bersaing, 3) Fasilitas yang disediakan, dan 4) Promosi yang. melirik bisnis ini sebagai sarana berinvestasinya, mengakibatkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini bisnis properti di Indonesia senantiasa mengalami peningkatan yang cukup signifikan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh REI (Real Estate Indonesia) menunjukkan
BAB I PENDAHULUAN. kepuasan pelanggan dan loyalitas menjadi tujuan utama para perusahaan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan pengiriman barang telah menjadi kebutuhan utama setiap individu. Semua individu membutuhkan pengiriman barang yang cepat dan aman untuk memastikan
BAB 1 PENDAHULUAN. menentu, yang tidak hanya menyediakan peluang tetapi juga tantangan. Begitu
15 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dalam era globalisasi ini persaingan bisnis semakin ketat dan tidak menentu, yang tidak hanya menyediakan peluang tetapi juga tantangan. Begitu pula tantangan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha pada dewasa ini telah diwarnai oleh persaingan yang semakin ketat. Timbulnya persaingan tersebut menyebabkan kalangan dunia usaha saling
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Saat ini, pengembangan kawasan hunian (seperti : perumahan, real estate dan apartemen) telah menjadi kebutuhan dan tren yang terus meningkat. Untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. mampu bersaing dan harus memperhatikan kepuasaan konsumen. Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam menghadapi persaingan yang ketat ini, setiap perusahaan harus mampu bersaing dan harus memperhatikan kepuasaan konsumen. Masalah yang sering dihadapi oleh
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Seiring dengan kondisi pasar Indonesia yang akan memasuki era
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan kondisi pasar Indonesia yang akan memasuki era globalisasi ditambah dengan kondisi perekonomian Indonesia yang masih belum terlepas dari krisis
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini sektor jasa mulai memegang peranan vital dalam. perekonomian dunia. Menurut Carlzon dalam Brown (1991) seperti yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini sektor jasa mulai memegang peranan vital dalam perekonomian dunia. Menurut Carlzon dalam Brown (1991) seperti yang dikutip oleh Tjiptono (2000:51) dibanyak
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan atau pelaku bisnis adalah mempertahankan pelanggannya. Untuk
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada kondisi persaingan yang sangat ketat seperti saat ini, perusahaan harus bisa beradaptasi pada lingkungan pasar yang dinamis agar mampu tetap hidup bahkan mampu
BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITAN. semakin ketat yang membuat berbagai rumah sakit berlomba-lomba dalam
27 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITAN 3.1 Kerangka Konseptual Penelitian ini didasari oleh persaingan jasa pelayanan kesehatan yang semakin ketat yang membuat berbagai rumah sakit berlomba-lomba
I. PENDAHULUAN. Jenis Wisatawan Domestik Asing Jumlah Domestik Asing Jumlah Domestik Asing
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang berpotensi untuk dijadikan objek pariwisata. Perkembangan industri pariwisata Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Perkembangan bisnis kuliner saat ini bisa dibilang sangatlah pesat. Banyak restoran cepat saji yang menawarkan aneka makanan dengan ciri khas tersendiri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di Indonesia perkembangan usaha sektor jasa berlangsung cukup pesat meskipun keadaan perekonomian di Indonesia sedang mengalami masa yang cukup sulit. Seiring
I. PENDAHULUAN Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1.1 Latar Belakang Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam mempertahankan kelangsungan bisnisnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba.
I. PENDAHULUAN Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang perlu diberdayakan karena selain sebagai sumber penerimaan daerah kota Bogor serta pengembangan dan pelestarian seni
BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlahan menjadi lebih baik dan stabil
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlahan menjadi lebih baik dan stabil menurut data yang diperoleh dari International Monetary Fund (IMF). Berikut adalah grafik yang
BAB I PENDAHULUAN. usaha yang memiliki prospek yang cukup menjanjikan oleh para pelaku bisnis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, serta perekonomian yang semakin meningkat memberi imbas positif pada masyarakat, seperti peningkatan daya
1. PENDAHULUAN. Dunia pendidikan pada suatu lembaga swasta sebagai salah satu pendukung sistem
1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan pada suatu lembaga swasta sebagai salah satu pendukung sistem nasional, untuk membantu program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Perkembangan dunia bisnis yang dari tahun ke tahun semakin meningkat, menyebabkan banyak sekali perusahaan baik dibidang produk atau jasa saling berkompetisi
I. PENDAHULUAN. Di tengah kancah persaingan bisnis saat ini, para pelaku bisnis harus selalu
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di tengah kancah persaingan bisnis saat ini, para pelaku bisnis harus selalu menemukan ide-ide dan strategi baru dalam mempertahankan eksistensinya. Tentu saja hal tersebut
PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN ICE CREAM BASKIN ROBBINS DI FOOD FESTIVAL SURABAYA SKRIPSI
PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN ICE CREAM BASKIN ROBBINS DI FOOD FESTIVAL SURABAYA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi persaingan bisnis yang dihadapi perusahaan-perusahaan saat ini semakin ketat, sehingga menuntut manajemen perusahaan untuk lebih cermat
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Beragamnya industri yang beroperasi di Indonesia menyebabkan setiap perusahaan yang beroperasi menghadapi persaingan dengan perusahaan lainnya. Para pengusaha saling bersaing
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan barang berteknologi. Konsumen cenderung menggunakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi yang semakin berkembang memberikan berbagai kemudahan bagi kehidupan manusia. Banyaknya kemudahan yang dapat diperoleh dan dirasakan tersebut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan sebuah investasi yang tak ternilai harganya. Pada saat ini begitu banyaknya berdiri rumah sakit-rumah sakit maupun tempat perawatan kesehatan yang
BAB I PENDAHULUAN. menjadi sumber kebutuhan pokok bagi setiap orang. (Dalam Widjoyo dkk, 2014).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bisnis makanan adalah salah satu bisnis yang banyak diminati oleh masyarakat, karena selain menghasilkan pendapatan yang tinggi, makanan juga menjadi sumber kebutuhan
I. PENDAHULUAN. Lapangan Usaha * 2011** Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor perdagangan merupakan salah satu sektor yang berperan penting sebagai penggerak dalam pembangunan ekonomi nasional (Hartati, 2006). Tabel 1 menunjukkan bahwa
BAB I PENDAHULUAN. melaksanakan Customer Relationship Management atau manajemen hubungan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikan perusahaan harus lebih berhati-hati dalam menyikapi persaingan yang ada. Investor semakin kritis dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi sekarang ini, perkembangan kondisi perekonomian yang semakin pesat dan persaingan yang semakin ketat dalam pasar modal merupakan suatu
BAB 1 PENDAHULUAN. Sejak dulu Bandung merupakan kota yang mampu menarik perhatian para
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak dulu Bandung merupakan kota yang mampu menarik perhatian para wisatawan asing maupun domestik. Keindahan kotanya, makanan khasnya, dan letaknya yang strategis
BAB I PENDAHULUAN. salah satu negara dengan penduduk yang padat. Jumlah keseluruhan penduduk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang sangat luas dan salah satu negara dengan penduduk yang padat. Jumlah keseluruhan penduduk Indonesia berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat dan otonomi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat dan otonomi daerah yang semakin gencar dicanangkan oleh pemerintah saat ini dalam memacu pembangunan nasional,
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA TESIS. Diajukan oleh:
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI LABORATORIUM DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA TESIS Diajukan oleh: RACHMAWATI HERLINA W NIM. P 100 070 071 MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCA SARJANA
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Meningkatnya taraf hidup masyarakat, menyebabkan terjadinya peningkatan
19 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan kesehatan merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Meningkatnya taraf hidup masyarakat, menyebabkan terjadinya peningkatan tuntutan masyarakat akan kualitas
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Seiring dengan kemajuan pesat dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang telekomunikasi juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. Komunikasi merupakan
BAB II LANDASAN TEORI
6 BAB II LANDASAN TEORI II.1. Jasa Dunia usaha yang ada dalam kehidupan manusia sehari-hari dapat berkaitan dengan industri jasa dimana pada setiap tahunnya mengalami kemajuan yang cukup pesat seiring
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ( Kotler, 2009 : 6 ).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha dalam era globalisasi ekonomi sekarang ini, telah memicu suatu persaingan yang ketat dan sengit diantara perusahaan perusahaan yang
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi di bidang transportasi semakin banyak alat transportasi yang digunakan pelanggan. Dengan berkembangnya
BAB I PENDAHULUAN. Di negara mana pun, termasuk Indonesia, keadaan perekonomian sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di negara mana pun, termasuk Indonesia, keadaan perekonomian sangat menentukan suatu perusahaan bisnis jasa berjalan dalam jangka panjang. Karena negara Indonesia dipenuhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Telekomunikasi merupakan bagian yang penting di dalam kehidupan manusia dan tak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari. Handphone menjadi salah satu sarana
BAB I PENGANTAR. kebutuhan akan perumahan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Undangundang
BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Urbanisasi yang terjadi di kota-kota mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan perumahan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Undangundang No.1 Tahun 2011 tentang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, pengembangan kawasan hunian (seperti: perumahan, real estate) telah menjadi kebutuhan dan tren yang terus meningkat. Penduduk Indonesia yang mayoritas muslim
1 PENDAHULUAN 1 PENDAHULUAN
1 1 PENDAHULUAN 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia adalah negara dengan kekuatan kompetensi pada posisi ke 38 dari 144 negara dalam Global Competitiveness Index 2013, yang diselenggarakan oleh World
BAB I PENDAHULUAN. . Gambar 1.1. Grafik Kontribusi Sub Industri Restoran Sumber : BPS (2013)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persaingan di dunia industri dari tahun ke tahun terus mengalami perkembangan yang ketat. Salah satunya adalah persaingan di industri kuliner, munculnya berbagai macam
I. PENDAHULUAN. Era globalisasi saat ini ditandai dengan kemajuan teknologi dimana menghasilkan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Era globalisasi saat ini ditandai dengan kemajuan teknologi dimana menghasilkan berbagai kemudahan komunikasi dan informasi yang mengakibatkan kondisi persaingan bisnis
BAB I PENDAHULUAN. tarif tertentu untuk makanan dan pelayanannya. Walaupun umumnya
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Rumah makan adalah istilah umum untuk menyebut usaha gastronomi yang menyajikan hidangan kepada masyarakat dan menyediakan tempat untuk menikmati hidangan
BAB I PENDAHULUAN UKDW. dibutuhkan suatu transportasi yang cepat, nyaman dan aman. Di samping itu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, sarana transportasi merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dan selalu dibutuhkan manusia. Transportasi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dewasa ini persaingan dunia bisnis semakin ketat dengan adanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini persaingan dunia bisnis semakin ketat dengan adanya kemajuan teknologi dan komunikasi dan informasi sehingga konsumen mempunyai informasi yang lengkap mengenai
