TERMOMETER DIGITAL DENGAN OUTPUT SUARA BERBASIS ATMEGA 16. Shohifah Nurul Imani ( )
|
|
|
- Sudomo Sasmita
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 TERMOMETER DIGITAL DENGAN OUTPUT SUARA BERBASIS ATMEGA 16 Shohifah Nurul Imani ( ) [email protected] Jurusan Teknik Elektromedik, Program Vokasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ABSTRAK Termometer badan digital yang sering kita jumpai, seringkali tidak dapat digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat. Contohnya, bagi penderita penyakit mata/ tunanetra. Maka dari itu, termometer digital dengan tampilan hasil pengukuran suhu tubuh berupa angka pada display dan suara sangat membantu bagi semua orang. Perancangan alat termometer digital dengan output suara ini menggunakan sensor suhu IC LM35 yang komponennya mudah didapat dengan harga terjangkau sebagai pendeteksi suhu badan. Mikrokontroler AVR ATmega16 sebagai pengontrol alat. ISD 2590 sebagai IC perekam audio dan output berupa suara. Serta LCD 16x2 untuk displaynya. Range pengukuran dari thermometer sesuai dengan perkiraan suhu tubuh manusia dari 30 o C-39,9 o Celcius Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa termometer dengan output suara ini cukup baik, karena dapat mendeteksi suhu hanya dengan rata-rata simpangan 0,45 Celcius. Suara yang dihasilkan juga terdengar lancar tidak patah-patah dan alat bekerja dengan baik. Kata Kunci : Termometer, Sensor Suhu LM35, ISD 2590, mikrokontroler ATmega 16 ABSTRACT Digital body thermometer frequently encountered, often can not be used by the entire community. For example, for patients with eye diseases / visually impaired.therefore, a digital thermometer to see the results of measurement of body temperature is a number on the display and the sound is very helpful for everyone. The design tool digital thermometer with voice output using the LM35 temperature sensor IC components are easily available at affordable prices as a detector of body temperature. ATmega16 AVR microcontroller as a control tool with advantages there have been internal ADC. ISD in 2590 as an IC recorder and the audio sound output. As well as 16x2 LCD for the display systems. Measurement range of the thermometer according to the estimated human body temperature of 30oC-39,9oCelcius From the test results indicate that the thermometer with the sound output is quite good, because it can detect the temperature only with an average deviation of 0.45 Celsius. The resulting sound is also heard smoothly not broken and tools work well. Keywords: Thermometers, Temperature Sensor LM35, ISD 2590, microcontroller ATmega 16 I. Pendahuluan Dalam perkembangan teknologi kesehatan yang semakin modern dan canggih, hampir semua alat kesehatan dibuat agar operator dapat dengan mudah mengoperasikan alat tersebut dengan merubah alat kesehatan yang dulunya manual menjadi digital. Hal ini dapat kita ambil contoh misalnya alat pengukur suhu badan atau disebut termometer. Termometer adalah alat yang dapat memberitahu keadaan suhu tubuh seseorang dalam keadaan normal ataupun abnormal (demam maupun suhu rendah). Termometer dahulu menggunakan air raksa untuk pembacaan pengukuran suhu badan dan hal tersebut terkadang kurang efisien. Namun kini telah hadir termometer digital untuk mengetahui suhu badan secara otomatis
2 dibandingkan dengan termometer air raksa. Sedangkan untuk mengetahui suhu pada badan, maka seseorang tersebut harus melihat dengan teliti garis terdapat pada tabung yang mengakibatkan dapat terjadinya kesalahan pada pembacaan skalaselain itu termometer air raksa dalam pengukurannya membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan termometer digital. Termometer digital dengan pengukuran yang cukup singkat membuat termomter ini waktu yang ekonomis, angka yang muncul juga jelas dan memiliki ketelitian yang lebih baik. Penggunaan termometer digital yang biasanya hanya menggunakan output display, namun kini telah banyak dilengkapi dengan kelebihan yang lain seperti output suara. Kelebihan ini sangat efektif untuk pengguna termometer digital yang memiliki kekurangan dalam penglihatan/tunanetra. Berawal dari fenomena tersebut, maka penulis merancang suatu alat pengukur suhu tubuh manusia sederhana dengan sistem digital dengan judul Termometer Digital dengan Output Suara Berbasis Mikrokontroler ATmega 16. Diharapkan rancangan alat ini, dapat memudahkan pengguna dalam penggunaan termometer digital karena dibantu dengan tampilan LCD dan output suara sebagai nilai tambah pada rancangan alat ini. II. Dasar Teori 2.1. Dasar Teori Suhu Tubuh Manusia Suhu tubuh adalah ukuran yang digunakan untuk menyatakan kemampuan tubuh dalam melakukan pengaturan terhadap hawa panas tubuhnya. Memahami seluk beluk suhu tubuh a. Suhu normal anak : 36,3 37,7 derajat Celcius. b. Suhu normal bayi : 36,1 27,7 derajat Celcius. c. Suhu normal dewasa : 36,5 37,5 derajat Celcius. merupakan hal yang sangat penting, karena respon tubuh terhadap penyakit yang paling umum dimulai dengan terjadinya perubahan pada suhu tubuh, yang sering terjadi adalah demam. Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan berapa suhu tubuh normal, dan berapa suhu Suhu tubuh normal dapat berubahubah sepanjang hari. Suhu tubuh terendah terutama terjadi pada pagi hari, suhu tubuh dapat meningkat hingga 0,6 derajat Celcius pada sore hari. Suhu tubuh juga dapat dipengaruhi badan abnormal agar seseorang dapat oleh aktivitas harian, misalnya pada saat mengantisipasi penyakit dan dengan segera berolahraga di cuaca yang panas, suhu tubuh mengupayakan pengobatan terhadap tubuh dapat meningkat 0,6 hingga 1 derajat Celcius. seseorang. Pada wanita yang sedang mengalami ovulasi tubuh juga dapat mengalami peningkatan suhu Dalam memahami batas suhu tubuh di atas nilai normal. normal manusia, kebanyakan orang beranggapan bahwa suhu tubuh normal berada 2.2. pada 37 derajat Celcius. Hal ini tidaklah benar 2.2. IC Mikrokontroler Atmega 16 AVR merupakan seri mikrokontroler sepenuhnya karena suhu normal manusia dapat CMOS 8-bit buatan Atmel, berbasis RISC bervarias berdasarkan kelompok usia. Berikut (Reduced Instruction Set Computer). Pada rata-rata ukuran suhu tubuh normal mikrokontroler ATmega16 memiliki instruksi berdasarkan kelompok usia: yang hamper dieksekusi dalam satu situs clock. Mikrokontroler mempunyai 32 registeredpurpose, timer/counter fleksibel dengan mode
3 compare, interrupt internal dan eksternal, serial UART, Programmable Watchdog Timer, dan mode power saving, ADC dan PWM internal. AVR juga mempunyai In-Sistem Programmable Flash on-chip yang mengijinkan memori program untuk diprogram ulang dalam system menggunakan hubungan serial SPI mikrokontroler ATmega16. Ditinjau dari segi sisi fisik mikrokontroler ATmega16 juga memiliki I/O dan paket antara lain: Memiliki 32 jalur I/O yng bersifat Programable (dapat diprogram ulang). Memiliki 40 pin untuk paket PDIP, 44 pin untuk TQFP, 44 pin untuk paket PLCC, dan 44 pin untuk MLF. Kalau ditinjau dari tegangan operasi mikrokontroller sangat hemat energy, yaitu dengan tegangan 2,7 5,5 Volt untuk ATmega16L dan 4,5 5,5 Volt untuk tegangan ATmega Sensor Suhu LM35 Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan lanjutan. Gambar 2.3. Sensor Suhu LM35 Gambar 2.4. Pin pada sensor suhu LM35 Gambar di atas menunjukan bentuk dari LM35 tampak depan dan tampak bawah. 3 pin LM35 menunjukan fungsi masing-masing pin diantaranya, pin 1 berfungsi sebagai sumber tegangan kerja dari LM35, pin 2 atau tengah digunakan sebagai tegangan keluaran atau Vout dengan jangkauan kerja dari 0 Volt sampai dengan 1,5 Volt dengan tegangan operasi sensor LM35 yang dapat digunakan antar 4 Volt sampai 30 Volt. Keluaran sensor ini akan naik sebesar 10 mv setiap derajat celcius. Jadi, dapat dibuat persamaan seperti: VLM35 = 10 mv/ o C (2-1) 2.4. Liquid Crystal Display (LCD) Liquid Crystal Display (LCD) adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan Kristal cair sebagai penampil utama. LCD merupakan display yang serbaguna, karena dapat digunakan untuk menampilkan berbagai tampilan baik berupa huruf, angka dan karakter lainnya serta dapat menampilkan berbagai macam tulisan maupun pesan-pesan pendek lainnya. Penampil yang dipakai adalah LCD 16x2 bisa dilihat pada gambar LCD digunakan untuk menampilkan informasi apa yang sedang dikerjakan oleh sistem kendali. Berikut adalah bentuk dari LCD 16x IC ISD 2590 ISD 2590 merupakan IC perekam dan pemutar ulang suara dengan durasi 90 detik. Untuk menghasilkan output suara, pada perancangan sistem ini digunakan IC ISD2590. ISD2590 merupakan IC yang dapat menghasilkan output suara berdasarkan masukan yang sudah
4 direkam ke dalam memori IC tersebut. ISD25xx merupakan jenis IC penyimpan suara, sedangkan xx merupakan kode lamanya durasi penyimpanan. Durasi penyimpanan atau lamanya kata yang dapat disimpan oleh ISD 2590 adalah 90 detik. IC 2590 dioperasikan dalam address bit artinya setiap kata yang direkam mempunyai address sendiri. Alat ini hanya berupa keping tunggal IC, namun di dalamnya sudah memuat berbagai perangkat tambahan yang dapat membantu dalam operasi perekaman dan pemutar ulang suara. Alat tambahan itu berupa oscillator, penguat microphone, Automatic Gain Control (AGC), filter suara, dan penguat untuk speaker, sehingga tidak memerlukan penguat tambahan untuk speaker lagi. Kelebihan lain dari alat ini adalah mampu dikoneksikan dengan perangkat microprossesor dan microcontroller. ISD 2590 mempunyai memori khusus untuk menyimpan hasil rekaman suara. Gambar 2.8. Koneksi Pin ISD2590 III. Metode Penelitian 3.1. Perancangan Perangkat Keras Diagram Blok Diagram blok termometer digital output suara ini menjelaskan tentang sistem kerja termometer digital berbasis mikrokontroler ATmega16, dapat dilihat pada Gambar 3.1. Sensor Suhu IC LM35 Mikro kontrol er ATME GA16 Progra m Gambar 3.1. Blok Diagram Termometer Digital IC ISD 2590 Penamp il LCD Cara kerja dari rangkaian ini adalah saat rangkaian secara keseluruhan telah diberi Spea ker tegangan dari baterai sebesar 5 volt yang telah terbungkus sebagai powerbank, alat akan berfungsi dan sensor LM35 akan langsung mendeteksi suhu disekitarnya dan ditampilkan langsung pada LCD. Pada modul terdapat tombol start yang berfungsi untuk memerintahkan ISD 2590 mengeluarkan suara. Ketika LM35 diletakkan pada suhu badan yang menghasilkan suhu stabil, tekan tombol start dan waktu akan berjalan. Sensor LM35 dengan persamaan kenaikan 10mV yang berarti 1 derajat. Informasi yang ditangkap oleh sensor akan dirubah dari sinyal analog menjadi digital. Karena menggunakan ATmega16 dan terdapat fitur ADC internal maka dari ADC akan diolah menjadi suatu perintah. Setelah waktu/timer berhenti mikrokontroler akan mengirimkan address ke IC ISD 2590 untuk mengeluarkan suara dan ke LCD untuk menampilkan suhu yang terukur. Suhu yang terdeteksi adalah antara 30-
5 39,9 o Celcius maka output berupa suara dan tampilan LCD akan memberikan informasi sesuai suhu tersebut Diagram Mekanis Sistem Berikut adalah mekanis sistem dari termometer digital dengan output suara berbasis ATmega 16, dapat dilihat pada gambar Blok Rangkaian Catu Daya Pada alat yang telah penulis rancang, rangkaian alat mendapatkan supply tegangan dari baterai 5 volt. Berikut adalah bentuk alat dari powerbank: (Tampak Depan) 4 5 Gambar 3.3. Bentuk dari powerbank Pada rangkaian catu daya, penulis memanfaatkan powerbank yang berada di pasaran. Menggunakan powerbank sebesar 3200mAh dengan tegangan output 5 Volt DC. 6 7 (Tampak Samping) Gambar 3.2. Diagram Mekanis Termometer Digital Pada gambar 3.2 modul termometer dengan dimensi alat yaitu panjang x lebar x tinggi adalah 14,5cm x 9,5cm x 6cm. Berikut keterangan dari bagian modul yang telah ditandai dengan angka: 1. LCD karakter 16x2, sebagai tampilan dari termometer digital. 2. Tombol Start, berfungsi untuk memulai pengukuran suhu. 3. Lubang Speaker, untuk mengeluarkan suara dari suhu yang terbaca. 4. Sensor Suhu LM35 5. Bodi Alat 6. Lubang USB, untuk mengisi daya baterai yang telah habis. 7. Saklar, untuk menyalakan alat dan mematikan alat. Gambar 3.4. Rangkaian powerbank dalam keadaan dibongkar Powerbank di modifikasi dengan menambahkan kabel jumper pada sumber positif dan ground yang akan di sambungkan ke rangkaian. Menambahkan saklar pada sumber positif untuk menghidupkan dan mematikan alat Rangkaian Sensor LM35 Gambar 3.5. Rangkaian Sensor LM35
6 Berdasarkan gambar 3.4 rangkaian LM35 mendapatkan tegangan sebesar 5VDC yang masuk ke kaki satu LM35. Kaki nomor dua dari LM35 menjadi tegangan output yang dapat berubah tegangannya sesuai suhu yang ditangkap yaitu setiap kenaikan suhu 1 o C sama dengan 10mV. Terdapat rangkaian RC sebagai penyaring sinyal dan memberikan hambatan pada output yang kemudian tegangan yang tidak lolos dibuang lewat ground Rangkaian Minimum Sistem Berikut adalah rangkaian minimum sistem yang digunakan untuk alat termometer digital dengan output suara berbasis ATmega16. Gambar 3.6. Rangkaian Minimum Sistem dan LCD Pada gambar 3.6 terdapat rangkaian sederhana minimum sistem dengan IC mikrokontroler ATmega16. Rangkaian ini juga telah dilengkapi dengan kristal eksternal sebagai tambahan untuk kristal internal dari IC ATmega16 ini. Pada Rangkaian yang digunakan nantinya PORTC sebagai output ke LCD dan PORTD sebagai output ke ISD PORTA juga digunakan sebagai input dari sensor LM35. PORTB digunakan sebagai input PIN CE dari ISD 2590 dan input tombol/push button. Minimum sistem diberikan tegangan sebesar 5VDC Rangkaian Suara ISD 2590 Berikut ini adalah skematik rangkaian suara dari ISD Gambar 3.7. Rangkaian ISD 2590 Pada gambar 3.7 tersebut rangkaian ISD 2590 dapat digunakan sebagai perekaman dan dapat dihubungkan ke mikrokontroler. Pada prinsip kerjanya, IC ISD 2590 menggunakan mode addressing yaitu dengan memberikan logika low ataupun high yang berbeda pada setiap kata yang akan direkam. Pin yang digunakan adalah pin A0-A7, dan pin A8 dan A9 diberi kondisi low/ground. Suara yang masuk melewati mic yang terhubung dengan pin 17 dan 18. Untuk menggunakan perekaman pastikan pin CE dan pin PR dalam kondisi low, maka ditambahkan dengan pushbutton. Rangkaian yang terhubung ke mikrokontroler adalah pin A0-A7 sebagai output dan pin CE sebagai input ke mikrokontrolerya Proses Perekaman menggunakan Modul Voice Recorder dan ISD 2590 Perekaman dilakukan menggunakan modul ISD 25XX yang dilengkapi speaker, mic, dan IC ISD Berikut adalah bentuk modul ISD 25XX. 1. Cara Perekaman Berikut adalah tabel yang menjelaskan cara perekaman suara. Perekaman adalah
7 melakukan penyimpanan data dalam hal ini berupa suara yang nantinya dapat diputar kembali. Langkah perekaman juga terdapat pada datasheet ISD Tabel 3.1. Langkah Penggunaan Modul ISD 2590 Berikut adalah diagram alir yang menjelaskan proses jalannya alat termometer digital dari awal dinyalakan hingga alat selesai digunakan. Start Langkah Fungsi Aksi 1 Pilih Record/Playback Mode PD = Low Inisialisasi LCD Sensor Membaca Tombol start = ON 2A Mulai Playback Set Address A0-A9 Timer Berjalan Waktu Ya Timer Habis Tida 2B Pulse LOW P/R = Pause record atau LOW, CE = 3 playback LOW 4A Berhenti Playback Otomatis PD or CE = 4B Berhenti Record HIGH Penjelasan secara singkat perekaman adalah proses untuk melakukan penyimpanan data dalam hal ini adalah suara yang kemudian nantinya suara tersebut dapat diputar kembali. Modul ISD diberi tegangan 5 volt kemudian pada modul ISD terdapat dua Push Button, yang telah terhubung pada pin ISD Perintah untuk mode perekaman tekan tahan dan secara bersamaan tombol Push Button P/R dan CE sambil mengucapkan suara. Setelah selesai merekam lepas tombol tersebut. Perintah untuk mendengarkan suara yang telah terekam, tekan Push Button CE dan suara akan terdengar Perancangan Perangkat Lunak Diagram Alir Proses/Program Mikrokontroler mengolah ISD memberikan output Speaker berbunyi: Suhu Menampilkan pada LCD:Suhu Gambar 3.8. Flow Chart dari termometer digital output suara Penjelasan dari flow chart tersebut adalah, diawali dengan menyalakan alat termometer digital. Kemudian LCD akan menginisialisasi yang menandakan alat termometer telah dalam keadaan ON, dan suhu otomatis telah membaca suhu sekitar. Sedangkan untuk mengukur suhu badan, sensor suhu diletakkan pada bagian badan yang memiliki suhu stabil, biasanya terdapat pada antara tangan dan badan (ketiak). Pastikan untuk meletakkan sensor pada kulit secara langsung agar sensor dapat langsung mendeteksi. Kemudian tekan tombol start untuk memulai pengukuran. Dengan waktu kurang lebih 5 menit, sensor akan mengirim informasi Finish
8 dari IC LM35 untuk dirubah menjadi sinyal tegangan, mikrokontroler akan merubah tegangan masuk yang awalnya analog menjadi digital sehingga mudah untuk mengolah data pada mikrokontroler ATmega 16. Mikrokontroler akan memerintahkan IC ISD IV. Hasil dan Pembahasan 4.1. Hasil Pengukuran Uji kekuatan Catu Daya (Baterai Powerbank) Baterai yang digunakan pada powerbank ini memiliki daya 5 volt yang terdiri dari VCC dan ground. Baterai dengan kapasitas 3200mAH ini dapat bertahan kurang lebih 1 hari atau 24jam dengan alat dalam keadaan standby. Pengecashan dilakukan selama 4 jam agar daya tersimpan secara full Pengukuran Suhu Dengan Termometer Badan Pembanding Uji coba pengukuran suhu bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat, yaitu dengan cara mengambil data menggunakan termometer badan pembanding yang telah terkalibrasi sehingga dapat menentukan nilai kebenaran dari rancangan alat TA termometer digital pembanding yang digunakan. Dalam pengukuran suhu badan, untuk pembanding pengujian dengan menggunakan termometer badan. Pengujian ini dilakukan untuk memberikan output suara berupa suhu yang telah dibaca dan akan didengarkan oleh speaker, sedangkan LCD akan menampilkan suhu yang terbaca oleh alat. Setelah alat selesai digunakan, matikan alat dengan menekan tombol off. kepada 20 orang yang berbeda. Tabel 4.1. menunjukkan hasil pengukuran dari alat dan termometer badan. Tabel 4.1. Perbandingan Pembacaan Suhu dari Alat dan Termometer pembanding Suhu Pada Data Orang Suhu Termometer Ke Pada Alat Pembanding 1 36,1 C 36 C 2 36,1 C 36,4 C 3 36,0 C 35,9 C 4 35,5 C 34,6 C 5 34,7C 34,1 C 6 35 C 35 C 7 35,6 C 36,2 C 8 37,2 C 36,8 C 9 35,2 C 35,8 C 10 36,2 C 36 C 11 34,6 C 35,2 C 12 35,7 C 36,6 C 13 35,4 C 35,6 C 14 35,6 C 36,5 C 15 35,4 C 35,6 C 16 35,6 C 34,9 C 17 35,7 C 35,8 C 18 36,2 C 36,1 C 19 36,2 C 36,9 C 20 35,7 C 36,6 C Pada Tabel 4.1 dapat dilihat suhu badan manusia yang terukur menggunakan dua alat termometer. Dari pengukuran tersebut dapat dibuat grafik sebagai berikut:
9 Data berdasarkan Tabel 4.1 dapat dilakukan perhitungan untuk mencari rerata nilai simpangan kedua alat, total rata-rata simpangan, standar deviasi masing masing alat, dan perhitungan uji-t untuk menganalisa ada tidaknya perbedaan dari dua alat yang di ujikan. dijelaskan bahwa simpangan yang dihasilkan dari dua alat pengukuran yaitu modul dan termometer pembanding didapatkan range simpangan dibawah 1 0 Celcius, dan simpangan yang tertinggi adalahh 0,81 0 Celcius. Berdasarkan nilai ambang batas yang diperbolehkan untuk kesalahan dalam pembacaan suhu adalah 1 0 Celcius. Maka, modul dapat dikatakan masih memenuhi kriteria tersebut. 1. Menghitung Uji T-test Untuk melakukan pengujian signifikansi dalam pengujian perbedaan rata-rata dari modul termometer output suara dengan pembandingnya yaitu dengan langkah berikut: a. Menetapkan Ho dan H1 H0 : µ1 = µ2 yang artinya tidak terdapat perbedaan data antara modul dengan termometer pembanding yang signifikan. H1 : µ1 µ2 yang artinya terdapat perbedaan data yang signifikan antara modul dengan termometer pembanding. b. Menentukan daerah kritis, dengan db = n 1 = 20 1 = 19 c. Menghitung menggunakan rumus t a) Menghitung Standar Deviasi : ( ) { } = - 1,2236 Untuk melakukan uji signifikasi, membandingkan hasil dari t yang didapat menggunakan perhitungan= -1,2236 dan t tabel (didapat mengunakan rumus excel) = 1,6859. Maka kesimpulannya adalah: Sehingga, Ho diterima dan H1 ditolak, maksudnya yaitu pada pernyataan sebelumnya Ho: µ1=µ2 sedangkan H1: µ1 µ2. Jika, Ho yang diterima walaupun terdapat perbedaan namun Ho masih masuk di daerah penerimaan Ho (karena t hitung lebih kecil dari t tabel) Pengujian Suara ISD 2590 Pengujian ini dilakukan untuk menguji ketepatan suara yang dikeluarkan oleh modul. Pengujian dilakukan dengan memutar kata yang diperintahkan di dalam IC ISD Berikut tabel pengujian suara. Kemudian untuk pengujian suara juga telah sesuai dengan suhu pada LCD. Namun, dalam percobaan 20 kali terdapat 4 kali pembacaan suara yang tidak sesuai dengan suhu yang ditampilkan. Berikut tabel kesesuaian data dan frekuensi kesalahannya. { ( ) } ( ) = 0,53 b) Menghitung t hitung:
10 Grafik Kesesuaian Suara dengan LCD Grafik Kesesuaian Suara dengan LCD Sesuai Tidak Sesuai 16 4 Gambar 4.3. Penerapan Frekuensi Kesesuaian Suara dengan Tampilan LCD Dari gambar 4.3 diatas, bahwa keseuaian suara yang terdengar dengan tampilan LCD yaitu sebesar 80% dan suara yang terdengar berbeda dari tampilan LCD adalah 20%. Ketidaksesuaian hanya terjadi pada angka setelah koma contohnya suhu 30,8 o Celcius terdengar 30,7 o Celcius dikarenakan salah satu kelemahan pada ISD Pemanggilan ISD dilakukan menggunakan timer. Timer yang telah diatur 300detik, nantinya pada detik ke 299 IC ISD akan dipanggil dan akan memberikan suara yang sesuai dengan suhu pada detik ke 299, namun pada LCDnya akan berhenti menampilakan suhu terakhir(yang sedang terukur) pada detik ke Pembahasan Kinerja Alat Setelah melakukan proses perancangan, pembuatan dan pengujian alat maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut. 1. Berdasarkan data yang diperoleh saat pengujian sensor terhadap 20 orang. Alat dapat berfungsi cukup baik, sensor suhu juga dapat menampilkan suhu walaupun pada gambar 4.2 ada beberapa poin yang menyebabkan garis tidak linier. Namun, ratarata simpangan sebesar 0,30 o Celcius dan memiliki standart deviasi sebesar 0,53 o C. menurut nilai penyimpangan yang diijinkan pada termometer suhu badan sebesar ±1 C. sehingga dapat disimpulkan, bahwa termometer badan dengan output suara dapat mengukur suhu dengan baik. 2. Berdasarkan kesimpulan diatas maka dapat dikatakan modul Termometer Digital Dengan Output Suara Berbasis ATmega16 dapat berfungsi dengan baik. V. Kesimpulan 5.1. KESIMPULAN Dari pembahasan laporan Tugas Akhir di atas, dapat disimpulkan bahwa: 1. Rangkaian sensor suhu LM35 dapat berfungsi dan memiliki nilai error untuk simpanganya yaitu 0,30 o C. 2. Rangkaian catu daya yang berasal dari powerbank dapat berfungsi dengan baik dan dapat mensuplai daya cukup lama dengan pengecashan 4jam dapat digunakan sampai 1minggu. 3. Rangkaian Mikrokontroler dapat berfungsi dengan baik, dan LCD yang terhubung dengan mikrokontroler dapat menampilkan suhu dan tulisan dengan jelas. 4. IC ISD 2590 dapat berfungsi dengan baik dan mengeluarkan suara juga tidak patah-patah. 5. Program yang digunakan untuk mikrokintroler ATmega 16 membuat rangkaian secara
11 keseluruhan bekerjasama dengan baik dan sesuai perintah SARAN Saran dari penulis untuk pengembangan penelitian ini adalah: 1. Membuat rangkaian suhu yang dapat membaca suhu lebih stabil dan lebih cepat agar alat dapat digunakan lebih efektif lagi. 2. Menambahkan indikator baterai pada tampilan LCD agar user dapat mengetahui kapasitas baterai, dikarenakan jika baterai memiliki daya yang rendah dapat berpengaruh pada pengukuran suhu. 3. Karena keberadaan IC ISD 2590 yang terbilang sudah jarang dipasaran, IC suara dapat diganti menggunakan IC suara yang terbaru dan memiliki fitur lebih banyak. 4. Menambahkan rangkaian seperti buzzer misalnya, untuk memberikan parameter suhu yang normal dan tidak normal. 5. Membuat casing untuk modul yang lebih minimalis dan modern. Daftar Pustaka Kus Widyaningsih. Termometer digital dengan output suara Politeknik Muhammadiyah Yogyakarta Akhmad Rajeza. Thermometer Digital dengan Output Suara Politeknik Kesehatan Jakarta II. Iswanto& Raharja,N.m., 2015.Mikrokontroler: Teori dan Praktik Atmega 16 dengan Bahasa C, Penerbit Deepublish. Suprapto, M.T., Aplikasi dan Pemrograman Mikrokontroler AVR. Penerbit UNY Pres. Yogyakarta Seiko Instrument Inc. Liquid Crystal Display Module M1632 User Manual: Jakarta Sutisna Pengukuran.Suhu.Tubuh. -suhu-tubuh/. (Diakses pada tanggal 23 januari Pada jam ) Jalu.Rinaldi Pengertian.ADC (diakses pada tanggal 23 januari Jam 7.41 wib). Dokter.Tech Perekam.Suara.dengan.ISD suara-dengan-isd-2590.html.( diakses pada tanggal 23 januari 2016 jam 7.19 wib. ) Yardi.Ramadan Pengertian.Suhu.LM35. (Diakses pada 23 Januari 2016 pukul 6.48 wib. )
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a. Nama : Termometer Digital Dengan Output Suara. b. Jenis : Termometer Badan. d. Display : LCD karakter 16x2.
47 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Spesifikasi Alat a. Nama : Termometer Digital Dengan Output Suara b. Jenis : Termometer Badan c. Temperature : Range 30 39,9 o C, d. Display : LCD karakter 16x2. e.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berikut alat dan bahan yang digunakan. Bahan yang digunakan pada pembuatan dan penelitian ini adalah:
25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Perancangan Perangkat Keras 3.1.1. Alat dan Bahan Dalam pembuatan modul termometer digital dengan output suara berbasis ATmega 16 ini dalam pengerjaanya membutuhkan
Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem
BAB III SISTEM PERANCANGAN DAN PEMBUATAN Untuk mempermudah perancangan alat digunakan diagram blok sebagai langkah awal pembuatan alat. Diagram blok menggambarkan secara umum cara kerja rangkaian secara
TERMOMETER BADAN DIGITAL OUTPUT SUARA BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA8535
TERMOMETER BADAN DIGITAL OUTPUT SUARA BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA8535 Denny Wijanarko 1, Harik Eko Prasetyo 2 1); 2) Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Jember, Jember. 1email: [email protected]
Analisa Kinerja Sensor Suhu NTC dan LM35 Dalam Sistem Pendeteksian Suhu Ruangan Berbasis Mikrokontroler AVR ATmega 16
Analisa Kinerja Sensor Suhu NTC dan LM35 Dalam Sistem Pendeteksian Suhu Ruangan Berbasis Mikrokontroler AVR ATmega 16 Yunidar 1 *, Alfisyahrin 2 dan Yuli Rahmad 3 1 Program Studi Teknik Elektro Universitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. informasi dari peneliti-peneliti sebelumnya sebagai bahan perbandingan,
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Dalam penulisan Karya Ilmiah ini, penulis meneliti dan menggali informasi dari peneliti-peneliti sebelumnya sebagai bahan perbandingan, baik mengenai
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil dari perancangan perangkat keras sistem penyiraman tanaman secara
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Realisasi Perangkat Keras Hasil dari perancangan perangkat keras sistem penyiraman tanaman secara otomatis menggunakan sensor suhu LM35 ditunjukkan pada gambar berikut : 8 6
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Masalah Dalam perancangan sistem otomatisasi pemakaian listrik pada ruang belajar berbasis mikrokontroler terdapat beberapa masalah yang harus
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari alat akuisisi data termokopel 8 kanal. 3.1. Gambaran Sistem Alat yang direalisasikan
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)
BAB III PEMBUATAN ALAT Tujuan Pembuatan Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu untuk mewujudkan gagasan dan
BAB III PEMBUATAN ALAT 3.. Pembuatan Dalam pembuatan suatu alat atau produk perlu adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatanya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul dapat ditekan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Penyaji Minuman Otomatis Berbasis Mikrokontroler ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan
BAB III PERANCANGAN Bahan dan Peralatan
BAB III PERANCANGAN 3.1 Pendahuluan Perancangan merupakan tahapan terpenting dari pelaksanaan penelitian ini. Pada tahap perancangan harus memahami sifat-sifat, karakteristik, spesifikasi dari komponen-komponen
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Teknologi sebagai hasil peradaban manusia yang semakin maju dirasakan sangat membantu dan mempermudah manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya di zaman modern
BAB III PERANCANGAN SISTEM. sebuah alat pemroses data yang sama, ruang kerja yang sama sehingga
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1. Blok Diagram Sistem Untuk dapat membandingkan LM35DZ dengan DS18B20 digunakan sebuah alat pemroses data yang sama, ruang kerja yang sama sehingga perbandinganya dapat lebih
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan sistem dan realisasi perangkat keras dan perangkat lunak dari setiap modul yang mendukung alat secara keseluruhan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Penelitian Terdahulu Sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini akan dicantumkan beberapa hasil penelitian terdahulu : Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Islam
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Setelah pembuatan modul maka perlu dilakukan pendataan melalui proses
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengujian Dan Pengukuran Setelah pembuatan modul maka perlu dilakukan pendataan melalui proses pengujian dan pengukuran. Tujuan dari pengujian dan pengukuran yaitu mengetahui
BAB III DESKRIPSI MASALAH
BAB III DESKRIPSI MASALAH 3.1 Perancangan Hardware Perancangan hardware ini meliputi keseluruhan perancangan, artinya dari masukan sampai keluaran dengan menghasilkan energi panas. Dibawah ini adalah diagram
BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK
21 BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1 Gambaran umum Perancangan sistem pada Odometer digital terbagi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perancangan
Termometer Badan Dengan Output Suara Berbasis Mikrokontroler MCS51
Jurnal Teknik Elektro Vol. 3, No. 2, September 2003: 112-118 Termometer Badan Dengan Output Suara Berbasis Mikrokontroler MCS51 Thiang, Fendy Santoso, Benny Matriksa Fakultas Teknologi Industri, Jurusan
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang dipakai pada skripsi ini. 3.1. Perancangan dan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Permasalahan Pada saat kita mencuci pakaian baik secara manual maupun menggunakan alat bantu yaitu mesin cuci, dalam proses pengeringan pakaian tersebut belum
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari modifikasi kelistrikan pada kendaraan bermotor, perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang
BAB III METODA PENELITIAN
42 BAB III METODA PENELITIAN 3.1. Komponen yang digunakan lain: Adapun komponen-komponen penting dalam pembuatan modul ini antara 1. Lampu UV 2. IC Atmega 16 3. Termokopel 4. LCD 2x16 5. Relay 5 vdc 6.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Nama : Timbangan Bayi. 2. Jenis : Timbangan Bayi Digital. 4. Display : LCD Character 16x2. 5. Dimensi : 30cmx20cmx7cm
49 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Spesifikasi Alat 1. Nama : Timbangan Bayi 2. Jenis : Timbangan Bayi Digital 3. Berat : 5 Kg 4. Display : LCD Character 16x2 5. Dimensi : 30cmx20cmx7cm 6. Sensor : Loadcell
BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM
42 BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini dijelaskan pembuatan alat yang dibuat dalam proyek tugas akhir dengan judul rancang bangun sistem kontrol suhu dan kelembaban berbasis mirkrokontroler
TERMOMETER BADAN DENGAN OUTPUT SUARA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 TUGAS AKHIR
TERMOMETER BADAN DENGAN OUTPUT SUARA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 16 TUGAS AKHIR Diajukan kepada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Ahli Madya
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih
BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Model Penelitian Pada perancangan tugas akhir ini menggunakan metode pemilihan locker secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas perencanaan dan pembuatan dari alat yang akan dibuat yaitu Perencanaan dan Pembuatan Pengendali Suhu Ruangan Berdasarkan Jumlah Orang ini memiliki 4 tahapan
PERANCANGAN INKUBATOR BAYI DENGAN PENGATURAN SUHU DAN KELEMBABAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535
PERANCANGAN INKUBATOR BAYI DENGAN PENGATURAN SUHU DAN KELEMBABAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535 Christian F Ginting, *) Kurnia Brahmana, *) Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Sumatera Utara,
APLIKASI ATMEGA 8535 DALAM PEMBUATAN ALAT UKUR BESAR SUDUT (DERAJAT)
APLIKASI ATMEGA 8535 DALAM PEMBUATAN ALAT UKUR BESAR SUDUT (DERAJAT) Ery Safrianti 1, Rahyul Amri 2, Setiadi 3 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Riau Kampus Bina Widya, Jalan Subrantas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang memiliki tegangan listrik AC 220 Volt. Saklar ON/OFF merupakan sebuah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Blok Diagram PLN merupakan sumber daya yang berasal dari perusahaan listrik Negara yang memiliki tegangan listrik AC 220 Volt. Saklar ON/OFF merupakan sebuah saklar yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun blok diagram modul baby incubator ditunjukkan pada Gambar 3.1.
23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Blok Diagram Modul Baby Incubator Adapun blok diagram modul baby incubator ditunjukkan pada Gambar 3.1. PLN THERMOSTAT POWER SUPPLY FAN HEATER DRIVER HEATER DISPLAY
LAPORAN. Project Microcontroller Semester IV. Judul : Automatic Fan. DisusunOleh :
LAPORAN Project Microcontroller Semester IV Judul : Automatic Fan DisusunOleh : Nama: Riesca Nusa.D Nim : 13140002 Nama: Nita Chairunnisa Nim : 13140007 Nama: Iqra Ali Nim : 13140026 Nama: Mufzan Nur Nim
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISEM 3.1. Perancangan Perangkat Keras Blok diagram yang dibuat pada perancangan tugas akhir ini secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar 3.1. Keypad Sensor 1 Sensor 2 Sensor 3
BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah
BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Diagram Blok Sistem Blok diagram dibawah ini menjelaskan bahwa ketika juri dari salah satu bahkan ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat
BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,
III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011 sampai dengan
BAB IV PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini memuat hasil pengamatan dan analisis untuk mengetahui kinerja dari rangkaian. Dari rangkaian tersebut kemudian dilakukan analisis - analisis untuk mengetahui
BAB IV PEMBAHASAN ALAT
47 BAB IV PEMBAHASAN ALAT 4.1 Spesifikasi alat Gambar alat prototype blood warmer dapat dilihat pada gambar 4.1. 1 2 3 4 6 8 5 7 Gambar 4.1. Spesifikasi alat Keterangan : 1. Indikator heater ON/OFF. 2.
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT III.1. Analisa Permasalahan Masalah yang dihadapi adalah bagaimana untuk menetaskan telur ayam dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang bersamaan. Karena kemampuan
BAB 3 PERANCANGAN ALAT. Rangkaian Catu daya (Power Supply Adaptor) ini terdiri dari satu keluaran, yaitu 5
BAB 3 PERANCANGAN ALAT 3.1. Perancangan Rangkaian Catu Daya Rangkaian ini berfungsi untuk mensupplay tegangan ke seluruh rangkaian yang ada. Rangkaian Catu daya (Power Supply Adaptor) ini terdiri dari
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada Bab III ini akan diuraikan mengenai perancangan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem keamanan rumah nirkabel berbasis mikrokontroler
BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.
BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat. Perancangan tersebut mulai dari: blok diagram sampai dengan perancangan rangkaian elektronik, sebagai penunjang
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. DESKRIPSI KERJA SISTEM Gambar 3.1. Blok diagram sistem Satelit-satelit GPS akan mengirimkan sinyal-sinyal secara kontinyu setiap detiknya. GPS receiver akan
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT III.1. Analisa Masalah Rotating Display adalah alat untuk menampilkan informasi berupa tulisan bergerak dengan menggunakan motor DC. Hal ini berkaitan dengan
BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan Secara Blok Diagram
BAB III PERENCANAAN Pada bab ini penulis akan menjelaskan lebih rinci mengenai perencanaan dalam pembuatan alat. Penulis membuat rancangan secara blok diagram sebagai pembahasan awal. 3.1 Perencanaan Secara
SELF-STABILIZING 2-AXIS MENGGUNAKAN ACCELEROMETER ADXL345 BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8
SELF-STABILIZING 2-AXIS MENGGUNAKAN ACCELEROMETER ADXL345 BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8 I Nyoman Benny Rismawan 1, Cok Gede Indra Partha 2, Yoga Divayana 3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL. keras dan perangkat lunak serta unjuk kerja dari suatu prototipe alat kontrol
BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL 4.1. Pembahasan Pembuatan proyek akhir ini bertujuan untuk merealisasikan perangkat keras dan perangkat lunak serta unjuk kerja dari suatu prototipe alat kontrol suhu dan kelembaban
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 RANCANGAN PERANGKAT KERAS 3.1.1. DIAGRAM BLOK SISTEM Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem Thermal Chamber Mikrokontroler AT16 berfungsi sebagai penerima input analog dari sensor
Rancang Bangun Alat Penentu 16 Arah Mata Angin Dengan Keluaran Suara
1 Rancang Bangun Alat Penentu 16 Arah Mata Angin Dengan Keluaran Suara Dedi Selong Paputungan, Elia Kendek Allo, Sherwin R. U. A. Sompie, Janny O. Wuwung, Jurusan Teknik Elektro-FT, UNSRAT, Manado-95115,
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Dalam bidang teknologi, orientasi produk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia adalah produk yang berkualitas, hemat energi, menarik, harga murah, bobot ringan,
DISAIN DAN IMPLEMENTASI PENGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN BERMOTOR SECARA OTOMATIS
DISAIN DAN IMPLEMENTASI PENGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN BERMOTOR SECARA OTOMATIS Edy susanto, Yudhi Gunardi Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jakarta
III. METODE PENELITIAN. Penelitian, perancangan, dan pembuatan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium
III. METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian, perancangan, dan pembuatan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung (khususnya Laboratorium
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang dipakai pada skripsi ini. 3.1. Perancangan dan
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Blok Diagram Blok diagram ini dimaksudkan untuk dapat memudahkan penulis dalam melakukan perancangan dari karya ilmiah yang dibuat. Secara umum blok diagram dari
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metodologi penelitian yang digunakan dalam perancangan sistem ini antara lain studi kepustakaan, meninjau tempat pembuatan tahu untuk mendapatkan dan mengumpulkan sumber informasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. [10]. Dengan pengujian hanya terbatas pada remaja dan didapatkan hasil rata-rata
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Sebelumnya pernah dilakukan penelitian terkait dengan alat uji kekuatan gigit oleh Noviyani Agus dari Poltekkes Surabaya pada tahun 2006 dengan judul penelitian
III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar
28 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar dan Laboratorium Pemodelan Jurusan Fisika Universitas Lampung. Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gambar blok diagram dari sistem kerja alat dapat dilihat pada Gambar 3.1
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Blok Gambar blok diagram dari sistem kerja alat dapat dilihat pada Gambar 3.1 sebagai berikut. Sampel Air Sensor TDS Modul Sensor Program Mikrokontroller ATMega16
METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas:
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari 2013 sampai dengan
RANCANG BANGUN DATA AKUISISI TEMPERATUR 10 KANAL BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA16
Enis F., dkk : Rancang Bangun Data.. RANCANG BANGUN DATA AKUISISI TEMPERATUR 10 KANAL BERBASIS MIKROKONTROLLER AVR ATMEGA16 Enis Fitriani, Didik Tristianto, Slamet Winardi Program Studi Sistem Komputer,
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan dan implementasi timbangan digital daging ayam beserta harga berbasis mikrokontroler ini terdapat beberapa masalah yang harus
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan hasil dan analisis terhadap sistem yang telah dibuat secara keseluruhan. Pengujian tersebut berupa pengujian terhadap perangkat keras serta pengujian
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Uraian Umum Dalam perancangan alat akses pintu keluar masuk menggunakan pin berbasis mikrokontroler AT89S52 ini, penulis mempunyai pemikiran untuk membantu mengatasi
BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN
BAB II KONSEP DASAR PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan konsep dasar sistem keamanan rumah nirkabel berbasis mikrokontroler menggunakan modul Xbee Pro. Konsep dasar sistem ini terdiri dari gambaran
BAB III METODE PENELITIAN. Pada proses pembuatan Tugas Akhir ini banyak media-media alat yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Daftar alat Pada proses pembuatan Tugas Akhir ini banyak media-media alat yang digunakan agar proses pembuatan bisa berjalan dengan maksimal. Daftar alat-alat
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PERINGATAN BATAS LAJU KENDARAAN UMUM BERBASIS MIKROKONTROLER AVR DAN KOMUNIKASI INFRA MERAH
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PERINGATAN BATAS LAJU KENDARAAN UMUM BERBASIS MIKROKONTROLER AVR DAN KOMUNIKASI INFRA MERAH Suwito 1 1 Jurusan Teknik Elektro, FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
TERMOMETER BADAN DENGAN OUTPUT SUARA UNTUK ORANG BUTA BERBASIS MIKROKONTROLER MCS-51
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 00 (SNATI 00) ISBN: --0- TERMOMETER BADAN DENGAN OUTPUT SUARA UNTUK ORANG BUTA BERBASIS MIKROKONTROLER MCS- A. Sofwan, M. Amir, Yulhendri Electrical Engineering
BAB III METODOLOGI PENULISAN
BAB III METODOLOGI PENULISAN 3.1 Blok Diagram Gambar 3.1 Blok Diagram Fungsi dari masing-masing blok diatas adalah sebagai berikut : 1. Finger Sensor Finger sensor berfungsi mendeteksi aliran darah yang
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 PERACAGA SISTEM Pada bab ini penulis akan menjelaskan mengenai perencanaan modul pengatur mas pada mobile x-ray berbasis mikrokontroller atmega8535 yang meliputi perencanaan dan pembuatan rangkaian
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu berupa hardware dan software. Table 3.1. merupakan alat dan bahan yang digunakan. Tabel 3.1. Alat dan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Alat Pendeteksi Uang Palsu Beserta Nilainya Berbasis Mikrokontroler ini, terdapat beberapa masalah yang
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Permasalahan Dalam perancangan alat pengendali kipas angin menggunnakan mikrokontroler ATMEGA8535 berbasis sensor suhu LM35 terdapat beberapa masalah yang
METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli
36 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli 2015. Perancangan, pembuatan dan pengambilan data dilaksanakan di
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi ini perkembangan teknologi berkembang begitu pesat seiring dengan kemajuan pola pikir sumber daya manusia yang semakin maju. Keinginan untuk selalu
kali tombol ON ditekan untuk memulai proses menghidupkan alat. Setting
27 BAB III METODOLOGI 3.1 Diagram Blok dan Cara Kerja Diagram blok dan cara kerja dapat dilihat pada gambar 3.1. Gambar 3.1. Blok diagram Prototipe Blood warmer Tegangan PLN diturunkan dan disearahkan
BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan
BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan diuraikan tentang proses pengujian sistem yang meliputi pengukuran terhadap parameter-parameter dari setiap komponen per blok maupun secara keseluruhan, dan
3.2. Tempat Penelitian Penelitian dan pengujian alat dilakukan di lokasi permainan game PT. EMI (Elektronik Megaindo) Plaza Medan Fair.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam penulisan tugas akhir ini metode yang digunakan dalam penelitian adalah : 1. Metode Perancangan Metode yang digunakan untuk membuat rancangan
Bab IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA
51 Bab IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA Dalam perancangan perangkat keras dan perangkat lunak suatu sistem yang telah dibuat ini dimungkinkan terjadi kesalahan karena faktor-faktor seperti human error, proses
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KADAR ALKOHOL PADA MINUMAN BERALKOHOL MENGGUNAKAN SENSOR MQ-3 BERBASIS ATmega328
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KADAR ALKOHOL PADA MINUMAN BERALKOHOL MENGGUNAKAN SENSOR MQ-3 BERBASIS ATmega328 Pande Made Agus Yudi Adnyana 1, I B Alit Swamardika 2, Pratolo Rahardjo 3 Jurusan Teknik
BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK
BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK 4.1 Pengukuran Alat Pengukuran dilakukan untuk melihat apakah rangkaian dalam sistem yang diukur sesuai dengan spesifikasi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. ketepatan masing-masing bagian komponen dari rangkaian modul tugas akhir
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengujian Dan Pengukuran Setelah pembuatan modul tugas akhir maka perlu diadakan pengujian dan pengukuran. Tujuan dari pengujian dan pengukuran adalah untuk mengetahui ketepatan
Gambar 3.1 Diagram Blok Alat
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen (uji coba). Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah membuat suatu alat yang dapat menghitung biaya pemakaian
BAB II KONSEP DASAR SISTEM MONITORING TEKANAN BAN
BAB II KONSEP DASAR SISTEM MONITORING TEKANAN BAN Konsep dasar sistem monitoring tekanan ban pada sepeda motor secara nirkabel ini terdiri dari modul sensor yang terpasang pada tutup pentil ban sepeda
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Sistem Secara Umum Perancangan sistem yang dilakukan dengan membuat diagram blok yang menjelaskan alur dari sistem yang dibuat pada perancangan dan pembuatan
MODIFIKASI STERILISATOR BASAH. BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMega8535
MODIFIKASI STERILISATOR BASAH BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMega8535 TUGAS AKHIR DISUSUN OLEH : PRAYUDINI PUTRA NIM. 20113010005 PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTROMEDIK POLITEKNIK MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2015
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Pemotong Rumput Lapangan Sepakbola Otomatis dengan Sensor Garis dan Dinding ini, terdapat beberapa masalah
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM 3.1. Spesifikasi Sistem Sebelum merancang blok diagram dan rangkaian terlebih dahulu membuat spesifikasi awal rangkaian untuk mempermudah proses pembacaan, spesifikasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Permasalahan Di era globalisasi ini perkembangan teknologi berkembang begitu pesat seiring dengan kemajuan pola pikir sumber daya manusia yang semakin maju. Keinginan
BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK. Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi
68 BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1. Gambaran Umum Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi perangkat elektronik. Perancangan rangkaian elektronika terdiri
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas mengenai proses perancangan mekanik pintu gerbang otomatis serta penyusunan rangkaian untuk merealisasikan sistem alat. Dalam hal ini sensor
BAB III PERANCANGAN. Mikrokontroler ATMEGA Telepon Selular User. Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem
BAB III PERANCANGAN 3.1 Prnsip Kerja Sistem Sistem yang akan dibangun, secara garis besar terdiri dari sub-sub sistem yang dikelompokan ke dalam blok-blok seperti terlihat pada blok diagram pada gambar
Sistem Alarm dan Informasi Suara pada Indikator Volume Bahan Bakar Sepeda Motor
Sistem Alarm dan Informasi Suara pada Indikator Volume Bahan Bakar Sepeda Motor Aditya Cahya Try Prasetya #1, Eru Puspita #, Hary Oktavianto # #1 Penulis, Mahasiswa Jurusan Teknik Elektronika PENS - ITS
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK SISTEM. Dari diagram sistem dapat diuraikan metode kerja sistem secara global.
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK SISTEM 3.1 Perancangan Perangkat Keras 3.1.1 Blok Diagram Dari diagram sistem dapat diuraikan metode kerja sistem secara global. Gambar
RANCANG BANGUN THERMOHYGROMETER DIGITAL MENGGUNAKAN SISTEM MIKROPENGENDALI ARDUINO DAN SENSOR DHT22
E.14 RANCANG BANGUN THERMOHYGROMETER DIGITAL MENGGUNAKAN SISTEM MIKROPENGENDALI ARDUINO DAN SENSOR DHT22 Arief Hendra Saptadi *, Danny Kurnianto, Suyani Program Studi DIII Teknik Telekomunikasi Sekolah
BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISA DATA. dari sistem yang dibuat. Pengujian dan pengukuran pada rangkaian ini bertujuan
63 BAB IV PENGUKURAN DAN ANALISA DATA 4.1 Tujuan Pengukuran yang dilakukan pada dasarnya adalah untuk mendapatkan data dari sistem yang dibuat. Pengujian dan pengukuran pada rangkaian ini bertujuan agar
PENGATUR KADAR ALKOHOL DALAM LARUTAN
Jurnal Teknik Komputer Unikom Komputika Volume 2, No.1-2013 PENGATUR KADAR ALKOHOL DALAM LARUTAN Syahrul 1), Sri Nurhayati 2), Giri Rakasiwi 3) 1,2,3) Jurusan Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu
RANCANG BANGUN SENSOR PARKIR MOBIL PADA GARASI BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560
RANCANG BANGUN SENSOR PARKIR MOBIL PADA GARASI BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560 Oleh : Andreas Hamonangan S NPM : 10411790 Pembimbing 1 : Dr. Erma Triawati Ch, ST., MT. Pembimbing 2 : Desy Kristyawati,
