TUGAS AKHIR PERANCANGAN KOMUNIKASI CLIENT SERVER DAN SISTEM DATABASE

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TUGAS AKHIR PERANCANGAN KOMUNIKASI CLIENT SERVER DAN SISTEM DATABASE"

Transkripsi

1 TUGAS AKHIR PERANCANGAN KOMUNIKASI CLIENT SERVER DAN SISTEM DATABASE Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan sarjana (S-1) pada Departemen Teknik Elektro Oleh FRANS A SIAGIAN NIM : DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007

2 PERANCANGAN KOMUNIKASI CLIENT SERVER DAN SISTEM DATABASE Oleh : FRANS A SIAGIAN NIM : Tugas Akhir ini diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Teknik Elektro Disetujui oleh : Dosen Pembimbing, Ir. M. ZULFIN, MT NIP : Diketahui oleh : Ketua Departemen Teknik Elektro FT USU, Prof. DR. Ir. Usman Ba afai NIP : DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007

3 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat karunia-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Tugas Akhir ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Teknik Departemen Teknik Elektro Program Studi Teknik Telekomunikasi Universitas Sumatera Utara. Dengan selesainya Tugas Akhir ini, penulis menyampaikan rasa ucapan terima kasih setulusnya kepada: 1. Orang tua penulis yang paling disayangi dan dicintai, Ayah (R.Siagian) dan Ibu (S br. Sibagariang) atas kasih sayang, materi dan doanya hingga penulis dapat meraih keberhasilan. 2. Abangku Roland Siagian, adek-adekku Theresia Siagian, Oliv Siagian, Eva dan Wanda yang selalu memberikan semangat dan dorongan yang sangat berarti kepada penulis. 3. Bapak Ir. M. Zulfin, MT selaku dosen pembimbing Tugas Akhir. Terima kasih atas segala bimbingan, pengarahan dan motivasi hingga Tugas Akhir ini selesai. 4. Bapak Rachmad Fauzi, ST, MT selaku dosen wali. Terima kasih atas nasihat dan bimbingannya selama dalam masa perkuliahan. 5. Bapak Prof.DR.Ir. Usman Baafai dan Bapak Drs. Hasdari Helmi, MT selaku Ketua Departemen dan Sekretaris Departemen Teknik Elektro 6. Seluruh staff pengajar Departemen Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara yang telah membekali penulis dengan berbagai disiplin ilmu.

4 7. Seluruh pegawai Departemen Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara. 8. Rekan-rekan satu angkatan 2002 Andriani, Augustin, Bismar, Budiman, Ba du, Daniel T, Daniel S N, Deny, Dody, Esron, Echo, Erim, Feri, Hattorangan, Hasyim, Hamdani, Ipeng, Irham, Jimmy, Julika, Maston, Risbet, Raymond, Syafril, Sabariah, Sejahtera, Sylvia, Yos dan seluruh rekan-rekan elektro yang tidak disebut namanya. 9. Kepada pengajar dan rekan-rekan siswa di MSoft yang telah banyak membantu dan memberi masukan dalam belajar. 10. Sahabat penulis K Henny, B Endru, Marolop dan Aditya buat doa, motivasi serta semangat yang diberikan selama ini buat saya. 11. Kepada K Maya Siagian yang telah membantu saya dengan CPU komputernya selama membuat program. 12. Dan semua pihak yang telah banyak membantu penulis selama menyelesaikan Tugas Akhir ini yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna, untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis memohon maaf atas kekurangan dari tulisan ini, semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Medan, September 2007 Penulis, Frans A Siagian

5 DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR... ii iv viii DAFTAR TABEL xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penulisan Pembatasan Masalah Metodologi Penulisan Sistematika Penulisan... 3 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Umum LAN Topologi Jaringan LAN Topologi Bus. 6

6 Topologi Star TopologiRing Topologi Tree Protokol Jaringan Ethernet Token Ring FDDI ATM Client Server Komponen Dasar Client Server Ciri-Ciri Client Server Referensi Model Jaringan Referensi Model OSI Model TCP/IP Pembagian Kelas Nomor IP Penggunaan Subnet Mask Nomor Port Pemrograman Internet Socket Windows Socket (WinSock).. 24 BAB III PROSES TRANSAKSI DATA CLIENT SERVER 3.1 Koneksi TCP... 26

7 3.2 Struktur Segmen TCP Nomor Urut dan Nomor Acknowledgement Transfer Data Reliable Beberapa Skenario Dalam Transfer Data Interval Timeout Dua Kali Lipat Retransmisi yang Cepat Penanganan Koneksi TCP.. 36 BAB IV PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM KOMUNIKASI CLIENT SERVER 4.1 Kebutuhan Sistem Sistem Operasi Perangkat Keras Komputer Tahap-Tahap Perancangan Perangkat Lunak Analisis Kebutuhan Spesifikasi Kebutuhan Diagram Alir Diagram Alir Program Server Diagram Alir Program Client Perancangan Menu Sistem Perancangan Window Tampilan Utama Server Perancangan Window Tampilan Utama Client Implementasi Perangkat Lunak 71

8 Tampilan Utama Server Tampilan Aplikasi Tampilan Explorer Tampilan Client Remote Tampilan Peripheral Tampilan Utama Client Tampilan Chatting Tampilan Explorer Tampilan Program Tampilan Akses Database Pengujian Perangkat Lunak Pengujian Perangkat Lunak Client Pengujian Perangkat Lunak Server. 93 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Saran 96 DAFTAR PUSTAKA. 97

9 DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Topologi Bus.. 7 Gambar 2.2 Topologi Star. 7 Gambar 2.3 Topologi Ring... 8 Gambar 2.4 Topologi Tree 8 Gambar 2.5 Arsitektur Client Server. 11 Gambar 2.6 Komponen Dasar Client Server. 12 Gambar 2.7 Model OSI. 13 Gambar 2.8 Model TCP/IP 13 Gambar 2.9 Pembagian Kelas Nomor IP 20 Gambar 2.10 Client Meminta Koneksi. 23 Gambar 2.11 Respon Server. 24 Gambar 2.12 Koneksi Menggunakan Socket 25 Gambar 3.1 TCP Mengirim dan Menerima Buffer. 27 Gambar 3.2 Struktur Segmen TCP. 28 Gambar 3.3 Pembagian Data File ke Dalam Segmen TCP 30 Gambar 3.4 Retransmisi untuk Konfirmasi yang Hilang 32 Gambar 3.5 Segmen 100 Tidak Diretransmisikan.. 33 Gambar 3.6 Cumulative Acknowledgement Membatalkan Retransmisi Segmen Pertama 34

10 Gambar 3.7 Jabatan Tangan (handshake) Tiga Arah TCP 38 Gambar 3.8 Penutupan Koneksi TCP. 39 Gambar 3.9 Urutan Kondisi TCP yang Dikunjungi oleh TCP Client 41 Gambar 3.10 Urutan Kondisi TCP yang Dikunjungi oleh TCP Server 42 Gambar 4.1 Diagram Alir Komunikasi Client Server 45 Gambar 4.2 Diagram Alir Aplikasi. 46 Gambar 4.3 Diagram Alir Explorer 47 Gambar 4.4 Diagram Alir Log Off.. 47 Gambar 4.5 Diagram Alir Proses Shut Down Gambar 4.6 Diagram Alir Program Peripheral 49 Gambar 4.7 Diagram Alir Chat Sesama Client Gambar 4.8 Diagram Alir Chat Client Ke Server.. 50 Gambar 4.9 Diagram Alir Program Explorer. 51 Gambar 4.10 Diagram Alir Aplikasi Program Gambar 4.11 Diagram Alir Menambah Data Mahasiswa. 52 Gambar 4.12 Diagram Alir Mencari Data Mahasiswa Gambar 4.13 Diagram Alir Menambah Data Dosen Gambar 4.14 Diagram Alir Mencari Data Dosen Gambar 4.15 Diagram Alir Meambah Data Mata Kuliah Gambar 4.16 Diagram Alir Mencari Data Mata Kuliah Gambar 4.17 Diagram Alir Menambah Data Nilai Mahasiswa Gambar 4.18 Diagram Alir Mencari Data Nilai Mahasiswa... 58

11 Gambar 4.19 Rancangan Window Tampilan Utama Server 59 Gambar 4.20 Rancangan Window Aplikasi. 60 Gambar 4.21 Rancangan Window Explorer 61 Gambar 4.22 Rancangan Window Client Remote 61 Gambar 4.23 Rancangan Window Peripheral. 62 Gambar 4.24 Rancangan Window Tampilan Utama Client. 63 Gambar 4.25 Rancangan Window Chatting ke Client. 64 Gambar 4.26 Rancangan Window Mengirim Pesan ke Server 64 Gambar 4.27 Rancangan Window Explorer. 65 Gambar 4.28 Rancangan Window Program. 66 Gambar 4.29 Rancangan Window Data Mahasiswa. 67 Gambar 4.30 Rancangan Window Data Dosen. 68 Gambar 4.31 Rancangan Window Data Mata Kuliah Gambar 4.32 Rancangan Window Data Nilai Gambar 4.33 Tampilan Utama Server Gambar 4.34 Tampilan Utama Aplikasi Gambar 4.35 Tampilan Explorer Gambar 4.36 Tampilan Client Remote Gambar 4.37 Tampilan Periheral Gambar 4.38 Tampilan Utama Client Gambar 4.39 Tampilan Chatting ke Client Gambar 4.40 Tampilan Chatting ke Server Gambar 4.41 Tampilan Explorer... 81

12 Gambar 4.42 Tampilan Program Gambar 4.43 Tampilan Window Data Mahasiswa Gambar 4.44 Tampilan Window Data Dosen Gambar 4.45 Tampilan Window Data Mata Kuliah Gambar 4.46 Tampilan Window Data Nilai... 89

13 DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Penggunaan Subnet Mask pada Setiap Kelas. 21 Tabel 2.2 Well-Known Port yang Digunakan oleh TCP.. 22

14 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jaringan Area Lokal atau Local Area Network (LAN) merupakan inti dari jaringan komputer, dimana sejumlah komputer dapat berhubungan satu dengan yang lain serta dapat menggunakan secara bersama sumber daya (resource) seperti printer atau harddisk. Dari perkembangan PC kemudian muncul konsep sharing (pemakaian bersama) dimana beberapa buah PC dihubungkan satu dengan lain sehingga dapat menggunakan secara bersama sumber daya yang ada. Konsep ini dikenal sebagai peer to peer atau workgroup LAN. Jika jumlah komputer yang berada pada jaringan tidak begitu besar, jaringan workgroup ini dapat berfungsi dengan baik. Namun apabila jumlah komputer yang akan dihubungkan ke jaringan bertambah banyak, maka hubungan secara peer to peer kemungkinan sudah tidak efektif lagi karena sekarang diperlukan satu sistem manajemen yang mengatur semua komputer di jaringan. Hubungan ini disebut client-server, dimana semua informasi dan hak akses setiap user diatur oleh server tersebut. Oleh karena itu pada Tugas Akhir ini, penulis tertarik untuk membahas dan merancang sebuah perangkat lunak untuk melakukan kontrol terhadap komputer client

15 yang semakin banyak terhubung ke jaringan. Pengontrolan server ini dapat berupa pembatasan program tertentu yang dapat dijalankan oleh client. Server juga dapat mengakhiri kerja client dengan men-shut down atau me-log off komputer client. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan antara lain: 1. Bagaimana konsep komunikasi client-server. 2. Bagaimana ActiveX WinSock mendukung komunikasi client-server. 3. Apa langkah-langkah pembuatan perangkat lunak komunikasi client-server. 4. Bagaimana hasil implementasi perangkat lunak yang dirancang. 1.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk merancang/membuat perangkat lunak akses jaringan client-server secara remote. 1.4 Pembatasan Masalah Untuk mendapatkan hasil pembahasan yang maksimal, maka penulis perlu membatasi masalah yang akan dibahas. Adapun batasan masalah dalam Tugas Akhir ini adalah: 1. Perangkat lunak yang digunakan untuk merancang komunikasi client-server adalah visual basic Client hanya bisa mengakses data, berbagi data dan berkirim pesan dengan server.

16 3. Client hanya bisa berbagi data dan berkomunikasi dengan sesama client jika diizinkan oleh server. 4. Topologi yang digunakan adalah topologi bintang (star). 1.5 Metodologi Penulisan Metode penulisan yang digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah: 1. Studi literatur :Mengambil bahan dari buku-buku referensi, jurnal-jurnal, serta artikel-artikel yang berhubungan dengan permasalahan. 2. Studi kasus :Melakukan percobaan terhadap aplikasi jaringan client-server yang telah dibuat. 1.6 Sistematika Penulisan Tugas Akhir ini disusun berdasarkan sistematika penulisan sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, metodologi penulisan, sistematika penulisan sebagai gambaran umum dari pembahasan secara keseluruhan. BAB II : LANDASAN TEORI Pada bab ini membahas tentang prinsip jaringan LAN, konsep sistem terdistribusi/client-server serta referensi model jaringan. BAB III : PROSES TRANSAKSI DATA CLIENT SERVER

17 Pada bab ini membahas prinsip aliran data yang terjadi pada komunikasi client-server. BAB IV : PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM KOMUNIKASI CLIENT SERVER Pada bab ini membahas tahapan perancangan perangkat lunak beserta implementasinya sampai ke tahap pengujian. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini berisikan kesimpulan dan saran dari apa yang telah dibahas dari penulisan bab-bab sebelumnya.

18 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Umum Informasi bagaikan darah dalam perusahaan yang harus dapat dikelola proses distribusinya ke seluruh lini manajerial. Jika aliran informasi ini terhambat, maka perusahaan akan menjadi sakit dan proses manajerial yang meliputi perencanaan, koordinasi, kepemimpinan dan pengendalian menjadi tidak sehat, sehingga akan berakibat pada penurunan kinerja dan daya kompetensinya. Oleh karena itu, kehadiran jaringan komputer di dalam perusahaan dewasa ini sangat tepat untuk menjawab tantangan tersebut. Jaringan komputer dapat berperan mengintegrasikan data sehingga dapat diolah dengan tepat oleh komputer pusat (server) maupun mengalirkan informasi secara lengkap dan cepat ke terminal-terminal tujuan, secara kontinu dan teratur. Kehadiran teknologi jaringan komputer tidak hanya bermanfaat untuk mengalirkan informasi ke seluruh lini perusahaan, tetapi juga menghemat investasi dan mengoptimalkan penggunaan perangkat keras maupun perangkat lunaknya karena

19 jaringan komputer menyediakan fasilitas untuk berbagi pakai semua peralatan yang terhubung dalam lingkungan jaringan tersebut. 2.2 LAN (Local Area Network) LAN (Local Area Network) merupakan arsitektur jaringan yang hanya terdiri dari beberapa komputer. Arsitektur ini merupakan jenis yang paling sederhana dari jenis arsitektur lainnya. Pada arsitektur jenis LAN komputer yang terhubung sangat sedikit. Ada yang menyebutkan bahwa jenis ini rata-rata hanya memiliki 24 workstation dalam satu jaringan LAN. Pada kenyataannya, apabila ada dua komputer yang terhubung satu sama lain, kedua komputer itu dapat dikatakan telah terhubung dengan sistem jaringan lokal atau LAN Topologi Jaringan LAN Topologi jaringan LAN yang sering dipakai adalah topologi bus, topologi star, topologi ring dan topologi tree Topologi Bus Dengan topologi ini, komputer dihubungkan secara berantai satu dengan yang lain dengan perantaraan suatu kabel yang umumnya berupa kabel jenis koaksial seperti tampak pada Gambar 2.1. Pada topologi ini ujung-ujung kabel harus ditutup dengan tahanan (termination resistor) 50 ohm untuk menghindari pantulan yang dapat

20 menimbulkan gangguan yang menyebabkan kemacetan jaringan sedangkan untuk hubungan komputer ke jaringan dengan menggunakan konektor BNC. Gambar 2.1 Topologi Bus Topologi Star Dengan topologi star (bintang) ini, semua komputer dihubungkan ke suatu hub seperti pada Gambar 2.2. Hub berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dari suatu komputer dan meneruskan ke semua komputer lain yang berhubungan dengan hub. Jenis kabel yang sering digunakan untuk topologi star ini adalah kabel UTP kategori Topologi Ring Gambar 2.2 Topologi Star

21 Topologi ini memanfaatkan kurva tertutup, artinya informasi dan data serta traffic disalurkan sedemikian rupa sehingga menuju masing-masing node. Umumnya fasilitas ini memanfaatkan fiber optik sebagai sarananya walaupun ada juga yang menggunakan twisted pair. Gambar 2.3 Topologi Ring Topologi Tree Topologi tree ini merupakan gabungan topologi star dan topologi bus. Komputerkomputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub satu dengan hub lain dihubungkan sebagai jalur tulang punggung (backbone) yang menyerupai topologi bus seperti tampak pada Gambar 2.4.

22 Gambar 2.4 Topologi Tree Protokol Jaringan Supaya komputer-komputer yang berada dalam jaringan dapat berkomunikasi dengan baik satu dengan yang lain, diperlukan peraturan-peraturan yang disebut protokol. Enam jenis protokol jaringan yang sering dipakai untuk LAN adalah protokol Ethernet, Token Ring, Fiber Distributed Data Interface (FDDI), dan Asynchronous Transfer Mode (ATM) Ethernet Protokol Ethernet menjadi protokol LAN yang paling populer dan banyak dipakai karena cara penggunaannya mudah, namun memiliki kemampuan tinggi. Pada mulanya protokol Ethernet hanya dapat dipakai dengan kecepatan 10 Mbps. Kemudian dikeluarkan jenis protokol Ethernet baru yang disebut Fast Ethernet yang sanggup bekerja dengan kecepatan 100 Mbps dan protokol Gigabit Ethernet dengan kecepatan 1000 Mbps atau 1 Gbps Token Ring Token Ring yang diciptakan oleh perusahaan IBM ini menggunakan topologi ring (lingkaran), dimana komputer-komputer diletakkan di sekeliling lingkaran tersebut. Token ring mampu mendukung dua laju data yaitu 4 Mbps dan 16 MBps FDDI FDDI menggunakan metode yang disebut Timed-Token Protocol, dimana setiap stasiun digaransi untuk dapat akses ke jaringan pada periode tertentu yang diatur pada saat jaringan mulai berfungsi. FDDI memililki dua lingkaran yang dinamakan primary dan secondary ring yang mengirim data dengan arah berlawanan. Walaupun data dapat

23 dikirim pada kedua lingkaran, tetapi hanya lingkaran primary yang dipakai untuk mengirimkan data. Lingkaran secondary baru dipakai jika lingkaran primary mengalami kesulitan atau putus ATM ATM adalah protokol yang memiliki kecepatan yang sangat tinggi (155 Mbps sampai 2,4 Gbps) dan memiliki bandwidth yang sangat besar. ATM dengan kecepatan 155 Mbps dapat menggunakan kabel UTP kategori-5, sedangkan untuk kecepatan 622 Mbps ke atas harus menggunakan media serat optik [8]. 2.3 Client Server Hubungan secara peer to peer kemungkinan sudah tidak efektif lagi, karena sekarang diperlukan satu sistem management (administrator) yang mengatur semua komputer di jaringan. Di samping itu mungkin diperlukan satu sumber daya (resource) untuk menyimpan file yang dapat dipakai secara bersama di suatu komputer yang disebut server. Karena digunakan sebagai sumber daya untuk semua komputer lainnya, komputer yang dijadikan server ini umumnya lebih canggih, memiliki CPU dengan kecepatan tinggi atau bahkan CPU ganda, memiliki memori yang besar, serta memiliki harddisk dengan kapasitas sangat besar untuk melayani kebutuhan semua pemakai. Hubungan ini disebut client-server, dimana semua informasi dan hak akses setiap pemakai (user) diatur oleh server tersebut. Sedangkan sistem operasi yang harus digunakan untuk komputer tersebut adalah jenis server seperti Windows NT4 server atau Windows 2000 server.

24 Gambar 2.5 Arsitektur Client Server Pada waktu pemakai log on dari komputer client, maka server di jaringan akan memeriksa autentikasi pemakai. Jika nama pemakai (user account) dan password yang dipakai benar, pemakai diberi hak berhubungan dengan jaringan dan memakai sumber daya sesuai dengan izin (permission) yang diberikan. Pada sistem operasi Windows NT 4 atau 2000 server, administrasi jaringan diatur melalui satu wadah yang disebut domain, yang mengatur semua komputer yang berada dalam domain tersebut Komponen Dasar Client Server Pada dasarnya, client-server dibentuk oleh tiga komponen dasar, yaitu client, middleware dan server. Secara sederhana, hubungan antara ketiga komponen tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.6.

25 Gambar 2.6 Komponen Dasar Client Server (Sumber: Budi, 2006, hal. 198) a. Client Client merupakan terminal yang digunakan oleh pengguna untuk meminta layanan tertentu yang dibutuhkan. Terminal client dapat berupa PC, robot, televisi, dan peralatan lain yang membutuhkan informasi. Disini peran client adalah menggunakan pesan berupa permintaan layanan ke server, misalnya Automatic Teller Machine (ATM) yang meminta informasi saldo dari nasabah tertentu. Melalui terminal client ini, pengguna dapat memasukkan data dan mengakses forum untuk transaksi. Terminal client ini juga digunakan untuk menerima hasil pemrosesan yang diminta dari server. b. Middleware Middleware merupakan komponen perantara yang memungkinkan client dan server untuk saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain. Middleware dapat berupa Transaction Processing Monitor (TP), Remote Procedure Calling (RPC), atau Object Request Broker (ORB). Middleware memiliki peran yang strategis karena dengan adanya middleware maka client dapat mengirimkan pesan atau permintaan kepada server, menerjemahkan pesan dari client agar dapat

26 dimengerti oleh server, menerjemahkan hasil proses dari server agar dapat dipahami oleh client dan mengirimkan hasil proses yang telah diterjemahkan kembali ke client. c. Server Server merupakan pihak yang menyediakan layanan. Server ini dapat berupa basis data SQL, Monitor TP, server groupware, server objek, atau Web. Secara umum, server berperan menerima pesan permintaan layanan dari client, memproses permintaan tersebut dan mengirimkan hasil permintaan kepada client Ciri-Ciri Client Server Client Server memiliki ciri-ciri mendasar yang membedakannya dengan perangkat lunak terdistribusi lain. Ciri-ciri tersebut adalah: a. Berbasis layanan Server memberikan sejumlah layanan yang dibutuhkan dan diminta oleh client, antara lain: berbagi pakai berkas, data, peralatan pendukung dan lain-lain. b. Sumber daya yang digunakan bersama Server mengelola sejumlah sumber daya yang dimilikinya agar dapat diakses dan digunakan secara bersama-sama oleh terminal-terminal client yang terhubung pada server. c. Hubungan dan interaksi antara client-server Hubungan yang terjadi antara server dan client adalah one-to-many, yang berarti bahwa satu server melayani banyak client. Client selalu memulai interaksi dengan meminta layanan, sedangkan server menanti permintaan layanan secara pasif. d. Client tidak perlu mengetahui lokasi fisik server

27 Server dapat terletak di berbagai tempat yang belum tentu diketahui oleh client. Walaupun demikian, client tetap dapat mengakses server untuk mendapatkan layanan sesuai kebutuhannya. e. Interoperabilitas perangkat lunak dan perangkat keras Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan oleh masing-masing client tidak harus sama dengan yang digunakan pada server, namun masih dapat saling terkoneksi antara satu dan yang lain. f. Pertukaran berbasis pesan Mekanisme dari client-server berdasar pada pertukaran pesan. Pesan yang dipertukarkan ialah permintaan layanan dan umpan balik dari permintaan layanan. g. Enkapsulasi layanan Client tidak perlu mengetahui proses pengolahan permintaan yang terjadi dalam server sehingga client tidak dapat mengontrol proses pengolahan permintaan. h. Skalabilitas Ukuran sistem client-server dapat diubah secara horizontal maupun vertikal. Pengubahan vertikal berarti berpindah ke server yang lebih besar atau lebih cepat mendistribusikan tugas melayani client ke beberapa server. Pengubahan horizontal berarti menambah atau mengurangi jumlah client. i. Konsistensi data Data hanya dikelola pada server pusat sehingga konsistensi dan data lebih terjamin dan biaya pemeliharaan pun menjadi lebih murah. 2.4 Referensi Model Jaringan

28 Untuk memahami cara kerja suatu jaringan komputer, harus memahami konsep referensi model jaringan komputer. Referensi model jaringan komputer ini mempermudah cara mempelajari, memprogram, maupun mendesain suatu jaringan komputer. Oleh sebab itu supaya suatu jaringan komputer dapat berfungsi dengan baik, diperlukan suatu definisi yang jelas untuk proses-proses yang terjadi pada setiap lapisan jaringan komputer tersebut. Defenisi ini diatur oleh referensi model jaringan Referensi Model OSI Adalah sebuah badan multinasional yang didirikan tahun 1947 yang bernama International Standard Organization (ISO) sebagai badan yang melahirkan standarstandar internasional. ISO ini mengeluarkan juga standar jaringan komunikasi yang mencakup segala aspek yaitu model OSI. OSI adalah open system yang merupakan himpunan protokol yang memungkinkan terhubungnya dua sistem yang berbeda yang berasal dari underlying architecture yang berbeda pula. Jadi tujuan OSI ini adalah untuk memfasilitasi bagaimana suatu komunikasi dapat terjalin dari sistem yang berbeda tanpa memerlukan perubahan yang signifikan pada hardware dan software di tingkat underlying. Pada Gambar 2.7 diperlihatkan lapisan model OSI.

29 Gambar 2.7 Model OSI (Sumber: Heywood, 1997, hal. 29) Referensi model OSI membagi jaringan komputer menjadi tujuh lapisan, antara lain: 1. Physical Layer Pada lapisan ini terjadi proses pengiriman data dalam bentuk binary. Pada lapisan ini semua spesifikasi yang berkaitan dengan cara menghubungkan kabel jaringan ditentukan dan diterapkan. 2. Data Link Layer Pada lapisan ini semua peralatan yang berhubungan dengan jaringan diberi tanda pengenal atau alamat hardware yang diatur oleh lapisan bawah (sublayer) yang dinamakan Media Access Control (MAC). Pada lapisan ini data dikirimkan dalam bentuk frame yang telah memuat informasi mengenai alamat yang dituju dan alamat asal data. 3. Network Layer

30 Pada lapisan ini diperkenalkan konsep alamat logika yaitu alamat yang diberikan pada peralatan jaringan yang dapat diatur oleh administrator jaringan. Alamat logika yang sering dipakai adalah IP address. Pada lapisan ini data dikirimkan dalam bentuk paket yang memuat informasi mengenai alamat logika yang dituju dan alamat asal data. 4. Transport Layer Lapisan ini membuat dan menjaga hubungan komunikasi antara dua peralatan komputer, serta memberikan garansi bahwa data yang dikirim akan sampai ke tujuan dengan baik. 5. Session Layer Lapisan ini berfungsi mengkoordinasikan agar berbagai sistem dapat saling berkomunikasi dengan baik. 6. Presentation Layer Pada lapisan ini berbagai ragam data baik dalam bentuk teks maupun gambar diproses atau diubah ke format-format lain yang dibutuhkan lapisan bawah. Pada lapisan ini juga proses kompresi data dan enkripsi data terjadi. 7. Application Layer Lapisan ini menyediakan layanan yang mendukung langsung aplikasi-apilkasi pemakai seperti , file transfer, dan akses ke database. Pada aplikasi client-server, aplikasi client bekerja pada lapisan ini untuk berkomunikasi dengan lapisan bawah Model TCP/IP

31 Pada model TCP/IP hanya dikenal empat lapisan, yaitu Network Access, Internet, Transport dan Application. Empat lapisan dalam TCP/IP tersebut merupakan pengembangan dari lapisan-lapisan OSI. Ilustrasi lapisan model TCP/IP ditunjukkan pada Gambar 2.8. Gambar 2.8 Model TCP/IP (Sumber: Samuel, 2006, hal. 142) Pada model TCP/IP, lapisan Presentation dan Session dijadikan satu dengan lapisan Application, lapisan Datalink dan Physical juga menjadi satu lapisan pada TCP/IP. a. Application Layer Lapisan Application merupakan lapisan paling atas pada TCP/IP, lapisan ini menangani segala sesuatu yang berhubungan dengan level aplikasi. Pada TCP/IP, semua yang berhubungan langsung dengan aplikasi digabungkan menjadi satu lapisan. Protokol yang berjalan pada lapisan ini adalah FTP, SMTP, Telnet, Domain Name Server (DNS). b. Transport Layer

32 Lapisan Transport berfungsi untuk memecah data dari lapisan Application menjadi segmen-segmen. Lapisan Transport juga bertugas untuk membangun hubungan dari satu titik ke titik lainnya. Lapisan ini juga yang bertanggung jawab terhadap realibilitas data. Protokol yang berjalan pada lapisan ini adalah TCP dan UDP. c. Internet Layer Lapisan Internet memiliki protokol yang paling penting yaitu IP. Fungsi protokol ini adalah mengirimkan paket atau datagram (sekelompok data) dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Protokol lainnya yang berada pada lapisan ini adalah Internet Control Message Protocol (ICMP), Address Resolution Protocol (ARP), Reverse Address Resolution Protocol (RARP). Lapisan Internet bertanggung jawab untuk memindahkan data dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan titik berat pada pengalamatan secara logika. d. Network Access Layer Lapisan Network Access merupakan lapisan paling bawah yang ada pada TCP/IP. Implementasi lapisan ini berada pada perangkat keras kartu jaringan dan perangkat lunak driver kartu tersebut. Standar yang berlaku lapisan ini adalah standar IEEE 802, misalnya IEEE untuk jaringan Ethernet atau IEEE untuk jaringan Token Ring. Protokol lain yang digunakan pada lapisan ini adalah Serial Line IP (SLIP) atau Point-to- Point Protocol (PPP) yang digunakan untuk jaringan dial-up. Lapisan Network Access juga bertanggung jawab untuk memindahkan data dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Perbedaannya adalah bahwa lapisan Network Access lebih menangani masalah fisik, yaitu masalah perangkat keras yang digunakan Pembagian Kelas Nomor IP

33 IP address memiliki 32 bit angka yang merupakan logical address. IP address bersifat unique, artinya tidak ada device, station atau host yang memiliki IP address yang sama. Setiap alamat IP terdiri dari dua bagian, yaitu net ID dan host ID. Net ID adalah bagian alamat jaringan (bit-bit paling kiri) dan host ID adalah bit-bit selain net ID (paling kanan). Secara keseluruhan penentuan kelas dapat dilihat pada Gambar 2.9. Kelas A Hingga Net ID Host ID Net ID Host ID Kelas B Hingga Net ID Host ID Net ID Host ID Kelas C Hingga Net ID Host ID Net ID Host ID Penggunaan Subnet Mask Gambar 2.9 Pembagian Kelas Nomor IP Subnet Mask di dalam jaringan komputer akan digunakan untuk membaca dan memastikan bahwa komputer yang terhubung berada dalam group yang sama. Hal tersebut berkenaan dengan pengiriman dan pengaksesan data pada jaringan lokal. Setiap pemasangan workstation, selain harus menggunakan IP kepada komputer juga harus diberikan nomor subnet mask. Penggunaan subnet mask dibedakan menurut kelas yang digunakan. Tabel 2.1 berikut ini adalah subnet mask yang digunakan setiap kelas. Tabel 2.1 Penggunaan Subnet Mask pada Setiap Kelas (Sumber: Bunafit, 2005, hal. 29) Kelas Subnet Mask A B

34 C Nomor Port Port merupakan pintu masuk datagram dan paket data. Dalam protokol TCP/IP nomor port adalah berupa bilangan integer dari 0 sampai Protokol TCP/IP telah memutuskan untuk menetapkan penggunaan nomor port yang digunakan untuk server yang spesifik, nomor port tersebut adalah well-known port numbers. Internet Asigned Number Authority (IANA) membagi nomor port dalam 3 kelompok yakni: Well-known ports : nomor port ini bermula dari 0 sampai Registered ports : nomor ini bermula dari sampai Dynamic ports : nomor port dimulai dari sampai Port 0 sampai dengan 1024 disediakan untuk layanan standar seperti FTP, TELNET, Mail, Web dan lainnya. Adapun alamat port yang berkaitan dengan proses yang dilakukan oleh TCP dapat dilihat pada Tabel 2.2. Tabel 2.2 Well-Known Port yang Digunakan oleh TCP (Sumber: Drew, 1997, hal. 187) No Port Keterangan 21 FTP 23 TELNET 25 SMTP 80 HTTP/Web 110 POP3

35 2.5 Pemrograman Internet Pemrograman Internet adalah proses mengimplementasikan algoritma dengan menggunakan bahasa pemrograman sehingga sebuah komputer dapat saling berkomunikasi dalam suatu jaringan melalui protokol antar muka basis data. Salah satu pemrograman yang penting dalam lingkup client-server adalah pemrograman socket. Dengan mempelajari teknik pemrograman socket, dapat diketahui bagaimana cara sebuah komputer dapat mengirim pesan berupa teks, citra video, musik atau lainnya melalui Internet Socket Socket adalah salah satu titik akhir dari jalur komunikasi dua arah antara dua program yang berjalan pada jaringan dengan protokol TCP atau UDP. Socket terhubung pada sebuah nomor port sehingga lapisan TCP dapat mengidentifikasi aplikasi di mana pengiriman data ditujukan. Socket merupakan sebuah aplikasi yang dibuat, dikontrol antarmuka sistem operasi yang mana aplikasi dapat saling mengirim dan menerima pesan dari atau pada aplikasi yang lain. Untuk tipe socket ada 2 macam yaitu: a. Stream socket adalah komunikasi continous stream dari karakter (menggunakan protokol TCP). b. Datagram socket adalah pembacaan seluruh pesan dengan segera (menggunakan protokol UDP). Pada umumnya, sebuah server merupakan sebuah komputer yang khusus dan memiliki sebuah socket yang terhubung pada sebuah nomor port yang khusus. Server hanya menunggu socket untuk menerima permintaan koneksi (request) dari sebuah client

36 (passive open). Client mengetahui nama mesin tempat server dijalankan dan nomor port tempat sever tersebut dihubungkan. Untuk membuat koneksi permintaan, client mencoba untuk melakukan koneksi dengan server pada mesin server dan port (active open). Gambar 2.10 Client Meminta Koneksi Apabila semuanya berjalan dengan baik, maka server menerima koneksi. Saat penerimaan, server membuka socket baru yang terhubung pada port yang berbeda. Untuk dapat melanjutkan penerimaan dari socket awal untuk koneksi permintaan saat melayani kebutuhan client yang terhubung, dibutuhkan sebuah socket baru (dengan nomor port yang berbeda). Gambar 2.11 Respon Server Pada sisi client, jika koneksi diterima, sebuah socket berhasil dibentuk dan client dapat menggunakan socket tersebut untuk berkomunikasi dengan server. Client dan server sekarang dapat berkomunikasi untuk menulis atau membaca dari socket tersebut Windows Socket (WinSock) Sistem operasi Windows memiliki Application Programming Interface (API) untuk berkomunikasi melalui TCP/IP yang terkenal dengan nama WinSock API.

37 Pemrograman API sendiri sudah sangat sulit karena pemrograman API sudah berurusan dengan aras rendah. Aras rendah tidak diizinkan secara langsung untuk diakses. Akan tetapi, Windows telah menyediakan API, yaitu berupa sekumpulan fungsi untuk mengakses aras rendah. Untuk membantu para programer dalam hal pembuatan software yang dapat berkomunikasi dengan komputer lain maka disediakanlah sebuah komponen ActiveX control yang bernama WinSock Control. WinSock secara khusus didefinisikan dengan bagaimana sebuah software jaringan Windows harus mengakses layanan jaringan, terutama TCP/IP. WinSock menyediakan layanan API tunggal dimana pengembang aplikasi dan software jaringan perlu untuk menyesuaikan diri. Untuk beberapa versi dari Windows, WinSock didefinisikan sebagai binary interface yang menjamin sebuah aplikasi cocok pada WinSock API yang dapat berjalan pada software jaringan dari berbagai pengembang. Dengan WinSock control maka programer tidak perlu mengetahui detail TCP/IP dan pemanggilan fungsi API untuk membuat sebuah aplikasi jaringan karena programer hanya menggunakan metode, properti atau event yang dimiliki oleh WinSock [11]. Proses komunikasi client-server menggunakan socket dapat dilihat pada Gambar 2.12 Client Connection Request Gambar 2.12 Koneksi Menggunakan Socket BAB III

38 PROSES TRANSAKSI DATA CLIENT SERVER 3.1 Koneksi TCP TCP dikatakan berorientasi koneksi (connection oriented) karena sebelum satu proses aplikasi mulai mengirimkan data kepada yang lain, maka dua proses harus berjabat tangan terlebih dahulu dengan yang lain. Dalam hal ini harus mengirimkan segmen pendahuluan kepada yang lain untuk membangun parameter pengiriman data. Sekarang akan dilihat bagaimana koneksi TCP dibangun. Proses dijalankan pada satu host yang ingin memulai koneksi dengan proses pada host lainnya. Demikian proses yang memulai koneksi disebut proses client, sementara proses lain disebut proses server. Proses aplikasi client pertama kali memberitahukan kepada lapisan transport client, bahwa ia ingin membangun koneksi terhadap proses dalam server. Socket clientsocket = new Socket ( hostname, portnumber); Dimana hostname adalah nama server dan portnumber mengidentifikasikan proses pada server. Lapisan transport di dalam client kemudian mulai membangun koneksi TCP dengan TCP dalam server. Client pertama kali mengirimkan segmen TCP khusus, server merespon dengan segmen TCP khusus yang kedua dan akhirnya client merespon lagi dengan segmen khusus ketiga. Dua segmen pertama tidak ada membawa data lapisan aplikasi, sedangkan segmen ketiga dapat membawa data. Karena tiga segmen dikirimkan diantara dua host, proses pembangunan koneksi ini disebut tiga arah jabatan tangan (three way handshake). Saat koneksi TCP dibangun, dua proses aplikasi dapat mengirimkan data kepada yang lain. Proses client melewati aliran data melalui socket (pintu proses). Saat data melewati pintu, maka data sekarang berada dalam TCP yang

39 bekerja pada client. Pada Gambar 3.1, TCP mengarahkan data ini kepada koneksi buffer pengiriman (send buffer). TCP akan mengambil potongan data dari buffer pengiriman. Jumlah maksimum data yang dapat diambil dan ditempatkan dalam segmen dibatasi oleh ukuran segmen maksimum (MSS). MSS diset oleh penentuan pertama panjang frame lapisan link yang dikirimkan oleh host pengiriman lokal (maximum transmission unit, MTU) dan kemudian menetapkan MSS guna memastikan bahwa segmen TCP ini akan sesuai ke dalam frame lapisan link. Nilai untuk MTU adalah byte, 536 byte dan 512 byte. Gambar 3.1 TCP Mengirim dan Menerima Buffer Sebagai catatan bahwa MSS adalah jumlah maksimum data lapisan aplikasi dalam segmen, bukan ukuran maksimum dari segmen TCP termasuk header. Dari pembahasan ini koneksi TCP terdiri dari buffer, variabel dan koneksi socket pada proses di dalam host. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, tidak ada buffer atau variabel yang ditempatkan pada koneksi dalam elemen jaringan diantara host. 3.2 Struktur Segmen TCP Segmen TCP ini terdiri dari field header dan field data. Field data mengandung sejumlah data aplikasi. Sebagaimana disebutkan diatas, MSS membatasi ukuran maksimum dari field data segmen. Ketika TCP mengirimkan file besar seperti gambar,

40 maka secara khusus akan menguraikan file itu ke dalam ukuran MSS. Gambar 3.2 memperlihatkan struktur segmen TCP. Seperti halnya dengan UDP, maka header meliputi nomor sumber dan nomor port tujuan, yang digunakan untuk multipleks/demultipleks data dari/ke aplikasi lapisan atas. Demikian juga dengan UDP, memiliki checksum field. Header segmen TCP memuat field berikut: 32 bit sequence number field dan 32 bit acknowledgement number field yang digunakan oleh pengirim TCP dan penerima dalam pelaksanaan layanan pengiriman data. 32 bits Source port # Dest. Port # Sequence number Acknowledgement number Header length Unused U R G A C K P S H R S T S Y N F I N Receive window Internet checksum Urgent data pointer Options Data Gambar 3.2 Struktur Segmen TCP 16 bit receive window field digunakan untuk flow control. Digunakan untuk menyatakan jumlah byte yang akan diterima oleh receiver. 4 bit header length field yang menspesifikasikan panjang header TCP dalam 32 bit word. Header TCP ini dapat memiliki panjang yang variabel terhadap opsi field TCP.

41 Optional field digunakan ketika pengirim dan penerima menegosiasikan ukuran segmen maksimum (MSS). Flag field terdiri dari 6 bit. Bit ACK digunakan untuk menyatakan bahwa nilai yang dibawa dalam acknowledgement field adalah valid sehingga segmen yang memuat acknowledgement dinyatakan sudah diterima dengan baik. Bit RST, SYN dan FIN digunakan untuk memulai. Pengaturan bit PSH menyatakan bahwa penerima harus melewatkan data ke lapisan atas. Dan bit URG digunakan untuk menunjukkan bahwa data dalam segmen yang dikirimkan pada lapisan atas telah ditandai dalam situasi urgent Nomor Urut dan Nomor Acknowledgement Dua field penting dalam header segmen TCP adalah field nomor urut dan field nomor konfirmasi (acknowledgement). Field ini adalah bagian penting dari pengiriman data reliable TCP. TCP memandang data sebagai sesuatu yang tidak terstruktur tetapi berurutan dari sebuah aliran byte. Pemakaian nomor urut dari TCP akan merefleksikan tinjauan ini bahwa nomor urut (sequence number) berada di atas aliran byte yang ditransmisikan dan bukan di atas rentetan segmen yang ditransmisikan. Nomor urut dari segmen ini merupakan nomor byte stream dari byte pertama dalam segmen. Sebagai contoh, host A mengirimkan aliran data ke dalam proses host B pada koneksi TCP. TCP dalam host A secara lengkap menomori setiap byte dalam aliran data. Dinyatakan aliran data terdiri dari file dengan byte dan MSS adalah byte dan bahwa byte pertama dari aliran data bernomor nol. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.3, TCP tidak ada memuat 500 segmen pada aliran datanya. Segmen pertama diberi nomor 0, dan kedua diberi nomor dan ketiga dengan nomor dst. Masing-masing

42 dimasukkan ke field nomor dalam header segmen TCP yang sesuai. Contoh lain, host A menerima satu segmen dari host B dengan byte 0 hingga 535 dan segmen lain dengan byte 900 hingga Untuk alasan tertentu, host A tidak menerima byte 536 hingga 899. Dalam contoh ini, host A menunggu byte 536 untuk dapat menciptakan kembali data stream B. Oleh sebab itu, segmen A berikutnya menuju B akan memuat 536 dalam field nomor acknowledgement. Karena TCP hanya mengkonfirmasikan byte sampai ke byte pertama yang salah dalam aliran, maka TCP disebut menyediakan cumulative acknowledgement. File Data for 1 st segment Data for 2 nd segment Gambar 3.3 Pembagian Data File ke Dalam Segmen TCP Pada Gambar 3.3, diasumsikan bahwa nomor urutan awalnya adalah nol. Kedua sisi dari koneksi TCP ini memilih nomor urutan awal. Ini dilakukan guna meminimumkan kemungkinkan segmen pada jaringan, koneksinya berakhir diantara dua host yang keliru terhadap segmen yang valid di waktu yang akan datang. 3.3 Transfer Data Reliable TCP menciptakan layanan transfer data yang reliable diatas layanan IP yang unreliable. Layanan transfer data reliable TCP memastikan bahwa aliran data itu adalah sebuah proses dari TCP yang menerima buffer yang tidak terkorup, tanpa gap, tanpa duplikasi dan dalam urutannya. Disini akan dibahas bagaimana TCP menyediakan transfer data yang reliable ke dalam dua langkah. Pertama membahas uraian pengirim

43 TCP yang menggunakan timeout untuk menemukan segmen yang hilang, kemudian mengkaji uraian yang menggunakan acknowledgement duplikat untuk timeout. Dalam pembahasan ini diyatakan bahwa data itu dikirimkan dalam satu arah dari host A ke host B, dan host A mengirimkan file yang besar Beberapa Skenario Dalam Transfer Data Gambar 3.4 menggambarkan skenario pertama, dimana host A mengirimkan satu segmen ke host B. Segmen ini memiliki nomor urut 92 dan memuat 8 byte data. Setelah mengirimkan segmen ini, host A menunggu segmen dari host B dengan nomor konfirmasi (acknowledgement) 100. Meskipun segmen dari A diterima B, namun konfirmasi dari B ke A telah hilang. Dalam kasus ini, peristiwa timeout terjadi dan host A meretransmisikan segmen yang sama. Ketika host B menerima retransmisi, host B memperhatikan sequence number (nomor urutan) dari segmen yang berisi data yang baru saja diterimanya. Oleh sebab itu, TCP dalam host B akan melepas byte dalam segmen yang diretransmisikan. Gambar 3.4 Retransmisi untuk Konfirmasi yang Hilang

44 Skenario kedua seperti pada Gambar 3.5, host A mengirimkan dua segmen kembali ke belakang. Segmen pertama memiliki nomor urutan 92 dan 8 byte data dan segmen kedua memiliki nomor urutan 100 dan 20 byte data. Kedua segmen tiba di B dan B mengirimkan dua konfirmasi terpisah untuk masing-masing segmen ini. Pertama, dari konfirmasi yang memiliki nomor konfirmasi (acknowledgement) 100, yang kedua adalah 120. Keduanya tiba di host A sebelum timeout. Ketika timeout terjadi, maka host A mengirimkan kembali segmen pertama dengan nomor urutan 92 dan kembali memulai timer. Sepanjang ACK untuk segmen kedua sampai sebelum timeout yang baru, segmen kedua tidak akan diretransmisikan. Gambar 3.5 Segmen 100 Tidak Diretransmisikan Dalam skenario ketiga, host A mengirimkan dua segmen. Konfimasi dari segmen pertama hilang di dalam jaringan, namun tepat sebelum peristiwa timeout. Host A menerima konfirmasi dengan bilangan konfirmasi 120. Oleh karena itu host A

45 mengetahui bahwa host B telah menerima segala sesuatunya melalui byte 119, jadi host A tidak mengirimkan kembali salah satu dari dua segmen tersebut. Skenario ini diilustrasikan pada Gambar 3.6. Gambar 3.6 Cumulative Acknowledgement Membatalkan Retransmisi Segmen Pertama Interval Timeout Dua Kali Lipat Sekarang dibahas beberapa modifikasi implementasi TCP. Pertama adalah panjang interval timeout setelah timer berakhir. Dalam modifikasi ini, bila timeout terjadi TCP meretransmisi segmen yang belum dikonfirmasi dengan nomor urut yang paling kecil. Tetapi masing-masing retransmisi TCP, menset interval timeout berikutnya ke nilai sebelumnya dua kali, daripada menurunkannya dari EstimatedRTT dan DevRTT yang terakhir. Misalnya, dinyatakan TimeoutInterval yang berkaitan dengan segmen yang belum dikonfirmasi adalah 0,75 detik ketika timer berakhir untuk pertama kali, TCP akan mentransmisikan segmen ini dan juga menetapkan waktu berakhir yang baru ke 1,5 detik.

46 Jika timer ini berakhir 1,5 detik kemudian, TCP akan meretransmisikan segmen ini, sekarang tetapkan waktu berakhirnya ke 3,0 detik. Sehingga interval akan tumbuh secara eksponensial setelah pengiriman ulang. Ketika timer itu dimulai setelah salah satu dari dua kejadian lain, maka TimeoutInterval diturunkan melalui nilai yang paling baru dari EstimatedRTT dan DevRTT. Modifikasi ini memberikan batasan dari kontrol kongesti. Berakhirnya timer disebabkan oleh kemacetan dalam jaringan dan juga beberapa paket yang tiba pada satu antrian diantara sumber dan tujuan, menyebakan paket dibatalkan dan juga adanya delay yang panjang dalam antrian. Disamping itu, TCP bertindak lebih baik dengan masingmasing pengirim melakukan retransmisi dalam interval yang lebih lama Retransmisi yang Cepat (Fast Retransmit) Salah satu permasalahan yang berkaitan dengan retransmisi yang dipicu timeout adalah periode timeout yang lebih lama. Ketika segmen itu hilang, maka periode timeout yang panjang ini memaksa pengirim memperlambat pengiriman paket yang hilang sehingga meningkatkan delay end to end. Demikian juga pengirim seringkali mendeteksi kehilangan paket sebelum kejadian timeout terjadi dan ini disebut duplikasi ACK. Duplikasi ACK adalah ACK yang mengkonfirmasi ulang segmen dimana pengirim baru saja menerima sebuah konfirmasi. Untuk memahami respon pengirim untuk duplikat ACK, harus dilihat mengapa penerima mengirimkan duplikat ACK untuk pertama kali. Ketika penerima TCP ini menerima segmen dengan sebuah nomor urutan yang lebih besar daripada berikutnya, penerima mendeteksi sebuah kekosongan dalam aliran data, itu merupakan segmen yang hilang. Sejak TCP tidak menggunakan konfirmasi negatif,

47 maka penerima tidak dapat mengirimkan konfirmasi negatif kembali kepada pengirim. Sebagai pengganti, dikonfirmasi kembali byte terakhir data yang sudah diterima. Karena pengirim sering mengirimkan jumlah segmen yang besar kembali ke belakang, jika satu segmen hilang maka akan ada banyak duplikat ACK. Jika pengirim TCP menerima tiga duplikat ACK untuk data yang sama, maka ini diambil sebagai indikasi bahwa segmen yang di-ack tiga kali sudah hilang. Dalam kasus ini tiga ACK duplikat diterima, pengirim TCP melakukan fast retransmit (retransmisi cepat), mentransmisi ulang segmen sebelum timer segmen berakhir. 3.4 Penanganan Koneksi TCP Dalam sub bagian ini akan dibahas dari dekat bagaimana koneksi TCP dibangun dan menguraikannya. Meskipun topik ini terlihat tidak terlalu khusus, namun perlu karena pembentukan koneksi TCP ini dapat menjelaskan delay yang ada. Lebih lanjut, banyak serangan jaringan, termasuk serangan SYN dengan memanfatkan pengelolaan koneksi TCP. Pertama dibahas bagaimana koneksi TCP dibentuk. Nyatakanlah proses yang dijalankan itu dalam satu host (client) ingin memulai koneksi dengan proses dalam host yang lain (server). Proses aplikasi client ini pertama kali memberitahukan TCP client bahwa ia mau membangun sebuah koneksi proses dalam server. TCP dalam client kemudian memulai membangun koneksi TCP dalam server dengan cara sebagai berikut: Langkah 1. TCP sisi client mengirimkan segmen TCP khusus pada sisi server TCP. Segmen khusus ini tidak memiliki data lapisan aplikasi. Tetapi salah satu bit flag dalam header segmen, bit SYN, diset 1. Untuk alasan itu, segmen khusus ini disebut segmen SYN. Disamping itu, client secara acak memilih nomor urut awal (client_isn)

48 dan meletakkan nomor ini ke dalam field nomor urut (sequence number) dari TCP SYN awal. Segmen ini dikemas dalam datagram IP dan mengirimkannya ke server. Langkah 2. Sekali datagram IP yang memuat segmen TCP SYN tiba pada host server, maka server akan mengeksktrak segmen TCP SYN dari datagram, mengalokasikan buffer TCP dan variabel menuju koneksi dan mengirimkan segmen yang disetujui ini kepada TCP client. Segmen yang disetujui ini juga tidak memuat data lapisan aplikasi. Begitupun, ia memuat tiga bagian informasi penting dalam header segmen. Pertama, bit SYN diset 1. Kedua, field acknowledgement dari header segmen TCP diset ke client_isn+1. Akhirnya, server memilih nomor urutan awalnya (server_isn) dan menempatkan nilai ini pada field nomor urut dari header segmen TCP. Segmen yang disetujui ini akan berkata, Saya menerima paket SYN anda untuk memulai koneksi dengan nomor urut awalmu, client_isn. Saya setuju untuk membangun koneksi ini. Nomor urut awal yang saya miliki adalah server_isn. Segmen koneksi yang disetujui ini disebut juga sebagai segmen SYNACK. Langkah 3. Setelah menerima segmen SYNACK, client juga mengalokasikan buffer dan variabel pada koneksi. Host client mengirimkan kepada server segmen lain, Segmen terakhir ini mengkonfirmasikan segmen server (client juga melakukannya dengan menempatkan nilai server_isn+1 pada field acknowledgement dari header segmen TCP). Bit SYN diset ke 0, semenjak koneksi dibangun. Setelah tiga langkah diselesaikan, client dan server dapat mengirimkan segmen yang memuat data satu sama lain. Dalam setiap segmen ini, bit SYN akan diset ke nol. Sebagai catatan untuk membangun koneksi, tiga paket dikirimkan diantara dua host yang

49 diilustrasikan pada Gambar 3.7. Dengan alasan tersebut, aturan membangun koneksi ini sering dinamakan three way handshake (jabatan tangan tiga arah). Gambar 3.7 Jabatan Tangan (handshake) Tiga Arah TCP Sekarang akan dibahas bagaimana proses untuk mengakhiri koneksi TCP. Salah satu dari dua proses yang berpartisipasi dalam koneksi TCP dapat mengakhiri koneksi. Ketika koneksi berakhir, maka sumber dalam host akan dibebaskan. Anggap client memutuskan untuk menutup koneksi seperti pada Gambar 3.8. Proses aplikasi client mengeluarkan perintah untuk menutup koneksi. Hal ini menyebabkan TCP client mengirimkan segmen TCP khusus kepada proses server. Segmen khusus ini memiliki sebuah bit flag dalam header segmen, yaitu bit FIN diset ke 1. Ketika server menerima segmen ini, ia mengirimkan client sebuah segmen acknowledgement. Server kemudian mengirimkan segmen menutupnya, yang memiliki bit FIN yang diset 1. Akhirnya, client

50 mengkonfirmasikan segmen menutup (shutdown) server. Dalam hal ini, semua sumber daya yang ada pada kedua host diakhiri. Gambar 3.8 Penutupan Koneksi TCP Selama pemakaian koneksi TCP, protokol TCP yang berjalan pada masingmasing host melakukan peralihan melalui berbagai kondisi TCP. Gambar 3.9 mengilustrasikan urutan kondisi TCP dengan kunjungan TCP client. TCP client ini memulai kondisi CLOSED. Aplikasi pada sisi client memulai koneksi TCP yang baru. Ini meyebabkan TCP pada client mengirimkan segmen SYN pada TCP dalam server. Setelah mengirimkan segmen SYN, TCP client membuka kondisi SYN_SENT. Ketika dalam kondisi SYN_SENT, TCP client menunggu sebuah segmen dari TCP server yang memasukkan sebuah konfirmasi untuk segmen client sebelumnya dan memiliki bit SYN yang diset 1. Setelah menerima segmen, TCP client membuka kondisi ESTABLISHED.

51 Ketika dalam kondisi ESTABLISHED, client TCP dapat mengirim dan menerima segmen TCP yang berisikan data. Anggap bahwa aplikasi client memutuskan ingin menutup koneksi. Hal ini menyebabkan TCP client mengirimkan sebuah segmen TCP dengan bit FIN diset 1. Ketika dalam kondisi FIN_WAIT_1, TCP client menunggu sebuah segmen TCP dari server dengan sebuah acknowledgement. Ketika ia menerima segmen ini, TCP client membuka kondisi FIN_WAIT_2. Ketika dalam kondisi FIN_WAIT_2, client menunggu segmen yang lain dari server dengan bit FIN diset 1. Setelah menerima segmen ini, TCP client mengkonfirmasikan segmen server dan membuka kondisi TIME_WAIT. Kondisi TIME_WAIT membiarkan client TCP mengirimkan ulang acknowledgement terakhir dalam kasus ACK hilang. Waktu yang dihabiskan dalam kondisi TIME_WAIT ini adalah implementasi tanggungan, namun nilai yang khusus adalah 30 detik, 1 menit, dan 2 menit. Setelah menunggu, koneksi dengan resmi ditutup dan semua sumber daya pada sisi client dihentikan.

52 Gambar 3.9 Urutan Kondisi TCP yang Dikunjungi oleh TCP Client Gambar 3.10 mengilustrasikan rangkaian kondisi yang dikunjungi oleh TCP sisi server dengan mengasumsikan client memulai uraian koneksi. Transisi ini merupakan penjelas. Dalam dua diagram kondisi transisi ini hanya diketahui bagaimana koneksi TCP ini dibangun dan ditutup. Sehingga tidak perlu dijelaskan apa yang telah terjadi dalam skenario pathologic, sebagai contoh ketika kedua sisi dari koneksi mau memulai atau menutup pada waktu yang sama.

53 Gambar 3.10 Urutan Kondisi TCP yang Dikunjungi oleh TCP Server Sekarang dijelaskan apa yang terjadi ketika host menerima segmen TCP yang memiliki nomor port atau alamat IP sumber yang tidak sesuai dengan socket dalam host. Misalnya anggap sebuah host menerima paket TCP SYN dengan port tujuan 80, tetapi host itu tidak menerima koneksi pada port 80. Maka host akan mengirimkan segmen reset khusus pada sumber. Segmen TCP memiliki bit flag RST yang diset ke 1 [9]. Sehingga ketika host mengirimkan segmen itu, ia akan berbicara ke sumber, Saya tidak punya socket untuk segmen itu. Tolong jangan kirim kembali segmen itu. BAB IV

54 PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK SISTEM KOMUNIKASI CLIENT SERVER 4.1 Kebutuhan Sistem Perangkat lunak untuk merancang sistem komunikasi client-server ini menggunakan software visual basic 6.0. Sedangkan kebutuhan sistem yang diperlukan untuk menginstalasi perangkat lunak sistem komunikasi client-server ini berupa sistem operasi pada sisi client dan server dan perangkat keras komputer yang digunakan Sistem Operasi Pada komputer client digunakan sistem operasi Windows XP Proffesional, sedangkan komputer server menggunakan sistem operasi Windows Server Perangkat Keras Komputer Untuk perangkat keras komputer server digunakan Intel Pentium 4. Sedangkan untuk komputer client dipakai Intel Pentium 3. Kedua komputer tersebut harus dilengkapi dengan NIC untuk menghubungkan komputer dengan switch atau hub. Serta dibutuhkan sebuah hub atau switch minimal 4 port. 4.2 Tahap-Tahap Perancangan Perangkat Lunak Pada bab ini akan diuraikan langkah-langkah dalam merancang perangkat lunak yang dimulai dari fase menganalisa sebuah kebutuhan akan perangkat lunak hingga menguji sebuah perangkat lunak yang telah selesai dikembangkan Analisis Kebutuhan Pada perangkat lunak komunikasi client-server yang telah dibuat, diharapkan

55 mempunyai kemampuan untuk memudahkan server dalam mengontrol komputer client, memudahkan client untuk saling berkirim pesan dan berbagi data kepada sesama client maupun kemudahan bagi client untuk mengakses data yang ada pada komputer server. Berdasarkan kebutuhan di atas, maka dibuat window (form) utama server dan client. Window utama tersebut masing-masing memiliki menu pilihan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Pada window utama server terdapat empat menu pilihan yaitu aplikasi, explorer, client remote, dan peripheral. Melalui menu yang telah tersedia tersebut, server dapat lebih mudah dalam mengontrol komputer client. Sedangkan pada window utama client ada empat menu pilihan antara lain chatting, explorer, aplikasi dan akses database Spesifikasi Kebutuhan Setelah kebutuhan perancangan perangkat lunak ditentukan, selanjutnya menentukan struktur dari perangkat lunak tersebut. Struktur ini menggambarkan alur dari pengoperasian perangkat lunak yang sedang dikembangkan. Alur pengoperasian perangkat lunak dapat ditunjukkan pada bentuk diagram alir Diagram Alir Diagram alir komunikasi client-server menunjukkan aktivitas antara server dan client. Client memulai permintaan layanan (request), server nenanggapi request tersebut (response), selanjutnya permintaan layanan client diproses oleh server. Server memperhatikan apakah request client dapat dipenuhi atau tidak. Jika terpenuhi, server akan mengirimkan kembali hasil permintaan tersebut ke client. Namun, apabila request client tersebut tidak terpenuhi, server akan mengkonfirmasikan client bahwa permintaan layanan saat ini belum bisa dipenuhi. Selanjutnya, proses client-server kembali ke awal yaitu client memulai permintaan layanan ke server. Aktivitas komunikasi client-server ini

56 diperlihatkan pada Gambar 4.1. Start Client Request ke Server Request Diproses Server Konfirmasi Layanan Tidak Terpenuhi No Apakah Request Dapat Dipenuhi? Yes Request yang Diminta Dikirimkan ke Client End Gambar 4.1 Diagram Alir Komunikasi Client Server Diagram Alir Program Server Diagram alir program server terdiri dari: 1. Diagram Alir Program Aplikasi

57 Start Cari =True Comp.Name,IP, Program Ubah =True Status Simpan =True Apakah Program Diaktifkan? No Yes Aplikasi Diaktifkan Aplikasi Dinonaktifkan End Gambar 4.2 Diagram Alir Program Aplikasi 2. Diagram Alir Program Explorer

58 Start Pilih Salah Satu Drive Folder Ditampilkan Folder Diklik File Ditampilkan End 3. Diagram Alir Program Client Remote Gambar 4.3 Diagram Alir Program Explorer Start Log Off = True Comp.Name,IP Memproses Instruksi Log Off dari Server Komp. Client Log Off End Gambar 4.4 Diagram Alir Proses Log Off

59 Start Shut Down = True Comp.Name,IP Memproses Instruksi Shut Down dari Server Komp.Client Shut Down End Gambar 4.5 Diagram Alir Proses Shut Down 4. Diagram Alir Program Peripheral

60 A Start Date/Time =True Tampilkan Waktu Regional Setting = True Tampilkan Pengaturan Mouse Sound =True Tampilkan Pengaturan Sound Tampilkan Regional Setting Mouse =True System =True Tampilkan System Komputer A End Diagram Alir Program Client Gambar 4.6 Diagram Alir Program Peripheral Diagram alir program client terdiri dari: 1. Diagram Alir Program Chat

61 Start Connect = True Isikan Pesan Send = True Pesan Dikirimkan Pesan Diterima Client yang Lain End Gambar 4.7 Diagram Alir Program Chat Sesama Client Start Isikan Pesan Send = True Pesan Dikirimkan Pesan Diterima Server 2. Diagram Alir Program Explorer End Gambar 4.8 Diagram Alir Chat Client ke Server

62 Start Pilih Salah Satu Drive Folder Ditampilkan Folder Diklik File Ditampilkan End 3. Diagram Alir Aplikasi Program Gambar 4.9 Diagram Alir Program Explorer Start Input IP, Program Server Membaca Request Program Program Diberikan End Gambar 4.10 Diagram Alir Aplikasi Program 4. Diagram Alir Akses Database Diagram alir akses database dibedakan atas dua bagian yaitu diagram alir akses database untuk client pertama dan diagram alir akses database untuk client kedua.

63 a. Diagram alir akses database untuk client pertama Start Tambah = True Nim,Nama,Alamat, Temp.Lahir,Tgl.Lahir, Jen.Kelamin,Dosen Wali Menyimpan Data di Database Server Hasil Tampilkan di Tabel End Gambar 4.11 Diagram Alir Menambah Data Mahasiswa

64 Start Cari =True Tampilkan Pesan Tidak Ada NIM No Apakah Data Benar? Yes Tampilkan Semua Data Mahasiswa Dan IPK End Gambar 4.12 Diagram Alir Mencari Data Mahasiswa Start Tambah = True Kode,Nama,Alamat, Jabatan Menyimpan Data di Database Server Hasil Tampilkan di Tabel End Gambar 4.13 Diagram Alir Menambah Data Dosen

65 Start Cari =True Tampilkan Pesan Tidak Ada No Input Kode Apakah Data Benar? Tampilkan Alamat Dan Jabatan Yes End Gambar 4.14 Diagram Alir Mencari Data Dosen b. Diagram alir akses database untuk client kedua

66 Start Tambah = True Sem,Kode M.Kul,,Dosen, Mt.Kul.Bobot SKS Menyimpan Data di Database Server Hasil Tampilkan di Tabel End Gambar 4.15 Diagram Alir Menambah Data Mata Kuliah Start Cari = True Tampilkan Pesan Tidak Ada No Kode Mata Kuliah Apakah Data Benar? Yes Tampilkan Nama Dosen,Mata Kuliah Dan Bobot SKS End Gambar 4.16 Diagram Alir Mencari Data Mata Kuliah

67 Start Tambah = True Semester,NIM,Mt.Kuliah, Nilai Proses Akumulasi Nilai Tampilkan IPK Menyimpan Data di Database Server Hasil Tampilkan di Tabel End Gambar 4.17 Diagram Alir Menambah Data Nilai Mahasiswa

68 Start Cari = True NIM Membaca Data di Database Server Tampilkan Nama dan IPK End Gambar 4.18 Diagram Alir Mencari Data Nilai Mahasiswa Perancangan Menu Sistem Setelah menentukan struktur diagram alir dari perangkat lunak pada tahap spesifikasi kebutuhan, maka disiapkan menu sistem dari perangkat lunak. Perancangan menu sistem ini melibatkan dua window utama. Window pertama merupakan window utama server dan yang kedua adalah window utama client Perancangan Window Tampilan Utama Server Window utama merupakan window yang otomatis terbuka pada saat perangkat lunak dijalankan. Window utama ini akan memuat menu-menu pilihan, menu-menu ini yang nantinya akan digunakan untuk mengatur dan mengontrol client. Menu tersebut tersimpan pada menu file, antara lain aplikasi, explorer, client remote dan peripheral. Bentuk rancangan window utama server ini dapat dilihat pada Gambar 4.19.

69 Menu Utama Server X File Quit PERANCANGAN KOMUNIKASI CLIENT SERVER DAN SISTEM DATABASE Gambar 4.19 Rancangan Window Tampilan Utama Server Sedangkan rancangan window untuk menu aplikasi, explorer, client remote dan peripheral diperlihatkan pada gambar berikutnya. 1. Perancangan Window Aplikasi Window aplikasi merupakan window yang diperuntukkan bagi server untuk membatasi hak akses client terhadap suatu program yang bisa dipakai di komputer client tersebut. Pada window aplikasi telah ditentukan aplikasi apa saja yang dapat digunakan oleh client dengan menentukan status aplikasi tersebut pada komputer yang dituju. Jika status aktif maka client dapat menggunakan aplikasi tersebut demikian dengan sebaliknya. Bila ingin menambah aplikasi dengan status aktif maka diklik tombol cari, lalu pilih client berapa yang ingin ditambah aplikasinya dan pilih IP address-nya. Kemudian tentukan nama program yang akan ditambah. Sesudah itu pastikan memilih status aktif, dan simpan perubahan tersebut dengan mengklik tombol simpan. Hasilnya program yang dipilih akan ditambahkan ke komputer client. Bentuk rancangan window aplikasi diperlihatkan pada Gambar Aplikasi X USU Repository Computer 2009 Name

70 IP Address Nama Program Status Kode Data Program IP Kode Nama Tombol Simpan Cari Ubah Batal Keluar Gambar 4.20 Rancangan Window Aplikasi 2. Perancangan Window Explorer Window explorer merupakan window yang diperuntukkan bagi server untuk dapat menjelajah isi memory pada client, sehingga dengan mudah dapat digunakan untuk mengcopy data yang diinginkan yang ada pada client. Bentuk rancangan window explorer diperlihatkan pada Gambar Windows Browser X Select File: Frans A. Siagian : Perancangan C: Komunikasi Client Server Dan Sistem Database, Browse 2008

71 Gambar 4.21 Rancangan Window Explorer 3. Perancangan Window Client Remote Window client remote merupakan window yang diperuntukkan bagi server untuk mengakhiri ataupun memotong proses kerja client. Server dapat langsung men-shut down client, me-log off client dengan terlebih dahulu memilih IP address komputer atau computer name client. Bentuk rancangan window client remote ini ditunjukkan seperti pada Gambar Client Remote X Computer Name IP Address Status All Client Log Off Shut Down Batal Keluar Gambar 4.22 Rancangan Window Client Remote 4. Perancangan Window Peripheral Window peripheral merupakan window yang diperuntukkan bagi server untuk mengatur peripheral komputernya sendiri. Pengaturan yang ada dapat berupa pengaturan My System X

72 jam dan tanggal, regional setting, mouse, sound dan system seperti yang terlihat pada Gambar Date/Time Regional Mouse Sounds System Settings Run System Properties Show Start Button Log Off xxxxxx Gambar 4.23 Rancangan Window Peripheral Apabila salah satu dari tombol-tombol date/time, regional settings, mouse, sounds dan system diklik, maka akan muncul tampilan date/time, regional setting, mouse, sounds dan system dari sistem Windows yang sedang dijalankan Perancangan Window Tampilan Utama Client Saat perangkat lunak pertama kali dijalankan pada komputer client, window utama ini secara otomatis akan terbuka. Window utama ini akan memuat menu-menu pilihan, menu-menu ini nantinya akan digunakan untuk melakukan komunikasi antara client dan server, bertukar data antara sesama client dan juga untuk mengakses layanan data yang ada pada komputer server. Menu tersebut tersimpan pada menu file, antara lain chatting, explorer, program dan akses database. Bentuk rancangan window utama client ini dapat dilihat pada Gambar Menu Utama Client X File Quit PERANCANGAN KOMUNIKASI CLIENT SERVER DAN SISTEM DATABASE

73 Gambar 4.24 Rancangan Window Tampilan Utama Client Sedangkan rancangan window untuk menu chatting, explorer, program dan akses database akan diperlihatkan pada gambar berikutnya. 1. Perancangan Window Pesan (Chatting) Pada komputer client ada dua bentuk window pesan (chatting). Pertama, digunakan untuk saling berkirim pesan dengan sesama client. Gambar rancangannya dapat dilihat pada Gambar Sebelum mengirim pesan, client harus menekan tombol connect terlebih dahulu. Lalu mengisikan pesan pada text box yang tersedia. Kemudian untuk mengirimkan pesan tersebut, client harus menekan tombol send. Chatting X Connect Disconnect Status:

74 Send Clear Quit Gambar 4.25 Rancangan Window Chatting ke Client Window chatting yang kedua digunakan untuk mengirim pesan kepada komputer server. Bentuk rancangan window pesan tersebut dapat dilihat pada Gambar Untuk mengirim pesan, client pertama kali mengisi pesan pada kotak pesan selanjutnya untuk mengirimkannya tombol send ditekan. Chatting X Server Message Send Server User Cancel Exit Gambar 4.26 Rancangan Window Mengirim Pesan ke Server 2. Perancangan Window Explorer Window explorer berguna bagi client untuk dapat menjelajah data-data sesama client. Melalui window explorer ini juga client dapat saling berbagi data satu sama lain. Untuk menjalankannya client harus menekan tombol browse, setelah itu akan tampil menu open yang berisikan data-data yang ada pada client. Kemudian, client bisa mengcopy data yang ada pada komputer client yang lain. Bentuk rancangan window explorer

75 dapat dilihat pada Gambar Windows Browser X Select File: C: Browse Gambar 4.27 Rancangan Window Explorer 3. Perancangan Window Program Window program berguna bagi client supaya dapat melihat program apa saja yang dapat dibuka yang telah diberikan hak aksesnya oleh server tanpa mengetahui program yang dapat dibuka oleh komputer lain. Untuk mengaktifkan program yang telah diberikan hak aksesnya oleh server, client cukup menekan tombol combo pada combo box program. Selanjutnya pilih salah satu nama program yang telah tersedia, maka secara otomatis window program yang dipilih akan muncul di layar komputer. Bentuk rancangan window program dapat dilihat pada Gambar Program X IP Address Keluar Program Gambar 4.28 Rancangan Window Program

76 4. Perancangan Window Akses Database Untuk mengakses data-data di server, dirancang window yang sesuai agar client dapat dengan mudah mengakses setiap data yang dibutuhkan. Masing-masing client memiliki hak akses data yang berbeda. Rancangan window akses database masingmasing client dapat dilihat pada Gambar 4.29, Gambar 4.30, Gambar 4.31 dan Gambar a. Perancangan window akses database untuk client pertama Client pertama bisa mengakses data mahasiswa dan data dosen. Agar dapat memodifikasi data, pada window tersedia tombol-tombol fungsi yang digunakan untuk menambah data, mencari, mengubah dan menghapus data. Data Mahasiswa X NIM IPK Nama Alamat Tempat Lahir Tgl Lahir Jenis Kelamin Dosen Wali Tombol Tambah Cari Ubah Hapus Batal Keluar NIM Nama Mhs Alamat Tpt.Lahir Tgl.Lahir Kd.Dosen

77 Gambar 4.29 Rancangan Window Data Mahasiswa Seperti tampak pada Gambar 4.29, client dapat menambah data dengan menekan tombol tambah. Pertama kali data diisikan mulai dari NIM, nama, alamat sampai dosen wali. Sampai pada pengisian dosen wali, data secara otomatis ditambahkan pada database. Hasil penambahan data ditampilkan pada tabel dibawah tombol. Selanjutnya untuk mencari data mahasiswa tombol cari ditekan, cukup mengisikan NIM maka semua data mulai dari nama hingga IPK mahasiswa akan ditampilkan. Begitu juga untuk mengakses data dosen, window yang dirancang seperti pada Gambar client dapat menambah data dengan menekan tombol tambah. Pertama kali data diisikan mulai dari kode, nama, alamat sampai jabatan. Sampai pada pengisian jabatan, data secara otomatis ditambahkan pada database. Hasil penambahan data ditampilkan pada tabel dibawah tombol. Selanjutnya untuk mencari data dosen tombol cari ditekan, cukup mengisikan kode dosen maka semua data mulai dari nama hingga jabatan dosen akan ditampilkan. Data Dosen X Kode Nama Frans A. Siagian Alamat : Perancangan Komunikasi Client Server Dan Sistem Database, 2008 Jabatan

78 Tombol Tambah Cari Ubah Hapus Batal Keluar Gambar 4.30 Rancangan Window Data Dosen b. Perancangan window akses database untuk client kedua Client kedua bisa mengakses data mata kuliah dan data nilai. Agar dapat memodifikasi data, pada window tersedia tombol-tombol fungsi yang digunakan untuk menambah data, mencari, mengubah dan menghapus data. Mata Kuliah X Kd.Mt.Kuliah Semester Nm.Dosen Nm.Mt.Kuliah Bobot SKS Tombol Frans A. Siagian : Perancangan Tambah Komunikasi Cari Client Ubah Server Dan Hapus Sistem Database, Batal 2008 Keluar

79 Gambar 4.31 Rancangan Window Data Mata Kuliah Seperti tampak pada Gambar 4.31, client dapat menambah data dengan menekan tombol tambah. Pertama kali data diisikan mulai dari kode mata kuliah, nama dosen, nama mata kuliah sampai bobot SKS. Sampai pada pengisian bobot SKS, data secara otomatis ditambahkan pada database. Hasil penambahan data ditampilkan pada tabel dibawah tombol. Selanjutnya untuk mencari data nilai tombol cari ditekan, cukup mengisikan kode mata kuliah maka semua data mulai dari nama dosen hingga bobot SKS mata kuliah mahasiswa akan ditampilkan. Begitu juga untuk mengakses data nilai mahasiswa, window yang dirancang seperti pada Gambar Client dapat menambah data dengan menekan tombol tambah. Pertama kali data diisikan mulai dari NIM, mata kuliah sampai nilai. Sampai pada pengisian nilai, data secara otomatis ditambahkan pada database. Hasil penambahan data ditampilkan pada tabel dibawah tombol. Selanjutnya untuk mencari data nilai tombol cari ditekan, cukup mengisikan NIM maka semua data mulai dari mata kuliah hingga IPK mahasiswa akan ditampilkan. Data Nilai X Semester NIM IPK Mt.Kuliah Nilai NIM Semester Kd.Mt.Kuliah Nm.Mt.Kuliah Nilai

80 Tombol Tambah Cari Ubah Hapus Batal Keluar Gambar 4.32 Rancangan Window Data Nilai Implementasi Perangkat Lunak Setelah merancang interface dari program, tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan rancangan program. Setiap rancangan program direalisasikan dalam bentuk aplikasi yang siap pakai, sehinnga user dapat langsung menggunakan aplikasi ini untuk melaksanakan tugasnya masing-masing. Pada implementasi ini setiap aplikasi yang dibuat diberikan pengkodean program tahap demi tahap untuk menjelaskan prinsip kerja aplikasi tersebut Tampilan Utama Server Bentuk tampilan utama server ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar 4.33.

81 Kode programnya adalah sebagai berikut: Gambar 4.33 Tampilan Utama Server Dim j As Integer Private Sub APLI_Click() frmaplikasi.show End Sub Private Sub exp_click() frmexplorer.show End Sub Private Sub Peri_Click() frmcontrolpanelq.show End Sub Private Sub RemCliet_Click() frmtugas.show End Sub Private Sub Timer1_Timer() Dim jud, jud1 As String jud = "PERANCANGAN KOMUNIKASI CLIENT SERVER" jud1 = "DAN SISTEM DATABASE" Label1.Caption = Left(jud, j) Label2.Caption = Right(jud1, j) If j = 1 Then Label1.ForeColor = &HFFFF00 ElseIf j > 10 Then Label1.ForeColor = &HFFFF00 Else Label1.ForeColor = &HFFFF00 End If j = j + 1 If j > Len(jud) + 20 Then j = 1 End If End Sub

82 Tampilan Aplikasi Bentuk tampilan aplikasi ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar Gambar 4.34 Tampilan Utama Aplikasi Kode programnya adalah sebagai berikut: Option Explicit Dim CN1 As Connection Dim CN2 As Connection Dim rspro As Recordset Dim rscari As Recordset Dim rssave As Recordset Dim rsubah As Recordset Dim rskode As Recordset Dim strst As String * 1 Dim aksi, x As String Dim Prv1, Prv2 As String Private Sub cbocomname_click() If cbocomname = "KOM1" Then On Error Resume Next aksi = "KOM1" cboip = " " Adodc1.ConnectionString = Prv1 Adodc1.Refresh grid1.visible = True grid1.refresh grid1.visible = True grid1.colwidth(0) = 0 grid1.colwidth(1) = 2000 grid1.textmatrix(0, 0) = "" If cari = True Then cbonmprog.enabled = True cbonmprog.setfocus ElseIf tambah = True Then cbonmprog.enabled = True cbonmprog.setfocus End If

83 ElseIf cbocomname = "KOM2" Then On Error Resume Next aksi = "KOM2" cboip = " " Adodc1.ConnectionString = Prv2 Adodc1.Refresh grid1.visible = True grid1.refresh grid1.visible = True grid1.colwidth(0) = 0 grid1.colwidth(1) = 2000 grid1.textmatrix(0, 0) = "" If cari = True Then cbonmprog.enabled = True cbonmprog.setfocus ElseIf tambah = True Then cbonmprog.enabled = True cbonmprog.setfocus End If End If End Sub Tampilan Explorer Bentuk tampilan explorer ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar Kode programnya adalah sebagai berikut: Gambar 4.35 Tampilan Explorer Option Explicit Private Declare Sub keybd_event Lib "user32" (ByVal bvk As Byte, ByVal bscan As Byte, ByVal dwflags As Long, ByVal dwextrainfo As Long) Private Sub fillist_pathchange() On Error Resume Next DoEvents ListView1.ListItems.Clear Set ListView1.Icons = Nothing Set ListView1.SmallIcons = Nothing imgfiles.listimages.clear MousePointer = vbhourglass TalkHog "Retrieving files in folder: " & dirlist.path

84 Dim spath As String, w As Long spath = IIf(Right(filList.Path, 1) = "\", fillist.path, fillist.path & "\") Dim imgt As ListImage, i As Integer, hicon For i = 0 To fillist.listcount - 1 w = 1 hicon = ExtractAssociatedIcon(0, spath & fillist.list(i), w) If IsNull(hIcon) Then picbuff.picture = picdefault.picture Else Set picbuff.picture = Nothing DoEvents DrawIcon picbuff.hdc, 0, 0, hicon DoEvents picbuff.picture = picbuff.image DoEvents End If Set imgt = imgfiles.listimages.add(,, picbuff.picture) Next ListView1.Icons = imgfiles ListView1.SmallIcons = imgfiles For i = 0 To fillist.listcount - 1 ListView1.ListItems.Add,, fillist.list(i), i + 1, i + 1 Next TalkHog MousePointer = vbdefault End Sub Tampilan Client Remote Bentuk tampilan client remote ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar Kode programnya adalah sebagai berikut: Gambar 4.36 Tampilan Client Remote Dim CnKom2 As Connection Dim CnKom1 As Connection Dim rsshut As Recordset Dim aksi, Proses As String Private Sub cbost_click() On Error Resume Next If aksi = "1" Then If Proses = "L" Then If cbost = "On" Then Set rsshut = New ADODB.Recordset

85 rsshut.open "Update toff set status='1'", CnKom1, 1, 2 cbocomname = "" cboip = "" cbost = "" Option1.Value = False Me.Hide ElseIf cbost = "Off" Then Set rsshut = New ADODB.Recordset rsshut.open "Update toff set status='*'", CnKom1, 1, 2 cbocomname = "" cboip = "" cbost = "" Option1.Value = False Me.Hide End If ElseIf Proses = "S" Then If cbost = "On" Then Set rsshut = New ADODB.Recordset rsshut.open "Update tshut set status='1'", CnKom1, 1, 2 cbocomname = "" cboip = "" cbost = "" Option1.Value = False Me.Hide ElseIf cbost = "Off" Then Set rsshut = New ADODB.Recordset rsshut.open "Update tshut set status='*'", CnKom1, 1, 2 cbocomname = "" cboip = "" cbost = "" Option1.Value = False Me.Hide End If End If ElseIf aksi = "2" Then If Proses = "L" Then If cbost = "On" Then Set rsshut = New ADODB.Recordset rsshut.open "Update toff set status='1'", CnKom2, 1, 2 cbocomname = "" cboip = "" cbost = "" Option1.Value = False Me.Hide ElseIf cbost = "Off" Then Set rsshut = New ADODB.Recordset rsshut.open "Update toff set status='*'", CnKom2, 1, 2 cbocomname = "" cboip = "" cbost = "" Option1.Value = False Me.Hide End If ElseIf Proses = "S" Then If cbost = "On" Then Set rsshut = New ADODB.Recordset rsshut.open "Update tshut set status='1'", CnKom2, 1, 2 cbocomname = "" cboip = "" cbost = "" Option1.Value = False Me.Hide ElseIf cbost = "Off" Then Set rsshut = New ADODB.Recordset rsshut.open "Update tshut set status='*'", CnKom2, 1, 2 cbocomname = "" cboip = "" cbost = ""

86 End If End If End If End Sub Option1.Value = False Me.Hide Tampilan Peripheral Bentuk tampilan peripheral ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar Kode programnya adalah sebagai berikut: Gambar 4.37 Tampilan Peripheral Option Explicit Private Declare Function RegOpenKeyEx Lib "advapi32" Alias "RegOpenKeyExA" (ByVal hkey As Long, ByVal lpsubkey As String, ByVal uloptions As Long, ByVal samdesired As Long, ByRef phkresult As Long) As Long Private Declare Function RegQueryValueEx Lib "advapi32" Alias "RegQueryValueExA" (ByVal hkey As Long, ByVal lpvaluename As String, ByVal lpreserved As Long, ByRef lptype As Long, ByVal lpdata As String, ByRef lpcbdata As Long) As Long Private Declare Function RegCloseKey Lib "advapi32" (ByVal hkey As Long) As Long Private Sub Icon_Click(Index As Integer) On Error GoTo errorhandler If Index = 0 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll timedate.cpl") ElseIf Index = 1 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll appwiz.cpl,,1") ElseIf Index = 2 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll timedate.cpl") ElseIf Index = 3 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll timedate.cpl") ElseIf Index = 4 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll inetcpl.cpl,,0") ElseIf Index = 5 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll joy.cpl") ElseIf Index = 6 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll ElseIf Index = 7 Then frmstprintserver.show ElseIf Index = 8 Then

87 Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll ElseIf Index = 9 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll mmsys.cpl,,0") ElseIf Index = 10 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll netcpl.cpl") ElseIf Index = 11 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll password.cpl") ElseIf Index = 12 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll intl.cpl,,0") ElseIf Index = 13 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll ElseIf Index = 14 Then Call ControlPanels("rundll32.exe shell32.dll,control_rundll sysdm.cpl,,0") End If Exit Sub errorhandler: MsgBox "The selected function is not available on this system", vbcritical, "Not available" End Sub Tampilan Utama Client Bentuk tampilan utama server ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar Kode programnya adalah sebagai berikut: Gambar 4.38 Tampilan Utama Client Option Explicit Dim ConMnu As Connection Dim j As Integer Dim aksi As String Dim AksiMsg As String

88 Dim rsshut As Recordset Dim rsoff As Recordset Dim rsmsg As Recordset Private Sub Timer1_Timer() Timer1.Interval = 200 Dim jud, jud1 As String jud = "PERANCANGAN KOMUNIKASI CLIENT SERVER" jud1 = "DAN SISTEM DATABASE" Label1.Caption = Left(jud, j) Label2.Caption = Right(jud1, j) If j = 1 Then Label1.ForeColor = &HFFFF00 ElseIf j > 10 Then Label1.ForeColor = &HFFFF00 Else Label1.ForeColor = &HFFFF00 End If j = j + 1 If j > Len(jud) + 20 Then j = 1 End If Timer2.Enabled = True End Sub Tampilan Chatting Bentuk tampilan chatting ke client ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar Kode programnya adalah sebagai berikut: Gambar 4.39 Tampilan Chatting ke Client Private Sub Connect_Click() Winsock1.connect " ", 200

89 Status.Caption = "Sending request" inputtext.setfocus End Sub Private Sub Disconnect_Click() Winsock1.Close Status.Caption = "Sending close request" Unload Me End Sub Private Sub Send_Click() Winsock1.SendData (inputtext.text) End Sub Private Sub Winsock1_Close() Status.Caption = "Connection closed" End Sub Private Sub Winsock1_Connect() Status.Caption = "Request accepted" End Sub Private Sub Winsock1_DataArrival(ByVal bytestotal As Long) Dim txt As String Winsock1.GetData txt, vbstring outputtext.print txt End Sub Bentuk tampilan chatting ke server ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar Kode programnya adalah sebagai berikut: Gambar 4.40 Tampilan Chatting ke Server Option Explicit Private Const NERR_Success As Long = 0& Private Declare Function LockWorkStation Lib "user32.dll" () As Long Private Declare Function NetMessageBufferSend Lib "NETAPI32.DLL" _ (yserver As Any, ytoname As Byte, yfromname As Any, ymsg As Byte, ByVal lsize As Long) As Long

90 Private Declare Function SendMessage Lib "user32" Alias "SendMessageA" (ByVal hwnd As Long, ByVal wmsg As Long, ByVal wparam As Long, lparam As Any) As Long Dim Str As String Private Sub PicHook_MouseMove(Button As Integer, Shift As Integer, x As Single, y As Single) Dim Msg As Long Dim dreturn Msg = x / Screen.TwipsPerPixelX Select Case Msg Case WM_LBUTTONUP 'Single Click dreturn = SetForegroundWindow(Me.hwnd) Me.Show Case WM_LBUTTONDBLCLK 'Double Click Me.WindowState = vbnormal dreturn = SetForegroundWindow(Me.hwnd) Me.Show Case WM_RBUTTONUP PopupMenu Me.mnuPopUp End Select End Sub Tampilan Explorer Bentuk tampilan explorer ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar Gambar 4.41 Tampilan Explorer Kode programnya adalah sebagai berikut: Private Declare Sub keybd_event Lib "user32" (ByVal bvk As Byte, ByVal bscan As Byte, ByVal dwflags As Long, ByVal dwextrainfo As Long) Const VK_CONTROL = &H11 Const KEYEVENTF_KEYUP = &H2 Const VK_ESCAPE = &H1B Const ATTR_NORMAL = 0 Const ATTR_READONLY = 1 Const ATTR_HIDDEN = 2 Const ATTR_SYSTEM = 4

91 Const ATTR_VOLUME = 8 Const ATTR_DIRECTORY = 16 Const ATTR_ARCHIVE = 32 Dim FileListFileSpec As String Private Sub cboextension_click() Clipboard.Clear If Trim(cboExtension.Text) = "" Then MsgBox "No search pattern yet" Exit Sub End If Screen.MousePointer = vbhourglass Dim mfirstpath As String Dim merrdirdiver As Boolean Dim mdircount As Integer Dim mnumfiles As Integer If dirlist.path <> dirlist.list(dirlist.listindex) Then dirlist.path = dirlist.list(dirlist.listindex) End If Screen.MousePointer = vbdefault fillist.pattern = cboextension.text mfirstpath = dirlist.path mdircount = dirlist.listcount filescount = 0 Screen.MousePointer = vbdefault If merrdirdiver = True Then filescount = 0 dirlist.path = CurDir drvlist.drive = dirlist.path Screen.MousePointer = vbdefault Exit Sub End If If filescount > 0 Then End If fillist.path = dirlist.path DirList_Change Screen.MousePointer = vbdefault End Sub Tampilan Program Bentuk tampilan program ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar 4.42.

92 Kode programnya adalah sebagai berikut: Gambar 4.42 Tampilan Program Dim Cn As Connection Dim rspro As Recordset Dim ID Private Sub cboprog_click() If cboprog.text = "Word" Then Me.Hide Shell "C:\Program Files\Microsoft Office\Office11\winword.exe" ElseIf cboprog.text = "Excel" Then Me.Hide Shell "C:\Program Files\Microsoft Office\OFFICE11\Excel.exe" ElseIf cboprog.text = "PowerPoint" Then Me.Hide Shell "C:\Program Files\Microsoft Office\OFFICE11\POWERPNT.exe" ElseIf cboprog.text = "Access" Then Me.Hide Shell "C:\Program Files\Microsoft Office\OFFICE11\MSACCESS.exe" ElseIf cboprog.text = "Winamp" Then Me.Hide Shell "C:\Program Files\Winamp\winamp.exe" ElseIf cboprog.text = "Acrobat Reader" Then Me.Hide Shell "C:\Program Files\Microsoft Office\OFFICE11\MSACCESS.exe" ElseIf cboprog.text = "Paint" Then Me.Hide Shell "mspaint.exe" ElseIf cboprog.text = "Notepad" Then Me.Hide Shell "%SystemRoot%\system32\notepad.exe" ElseIf cboprog.text = "Visual Basic" Then Me.Hide Shell "C:\Program Files\Microsoft Visual Studio\VB98\VB6.EXE" ElseIf cboprog.text = "Calculator" Then Me.Hide Shell "calc.exe" End If End Sub Tampilan Akses Database

93 a. Tampilan akses database untuk client pertama Bentuk tampilan akses database data mahasiswa ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar Gambar 4.43 Tampilan Window Data Mahasiswa Kode programnya adalah sebagai berikut: Private Sub txtnim_change() If Len(txtNIM) < 9 Then Exit Sub Else HitungIP Set rssiswa = New ADODB.Recordset rssiswa.open "Select * from tmahasiswa where nim='" & txtnim.text & "'", CN, adopendynamic, adlockoptimistic If tambah = True Then If rssiswa.eof = True Then txtnama.locked = False txtnama.setfocus Else txtnama.text = rssiswa!namasiswa MsgBox "Data Sudah ada..." txtnama.text = "" txtnim.text = "" txtnim.setfocus End If ElseIf Cari = True Then If Not rssiswa.eof = True Then txtnama.text = rssiswa!namasiswa txtalamat.text = rssiswa!alamatsiswa txttgllahir.text = Format(rsSiswa!tgllahir, "dd-mm-yyyy") txttmplahir.text = Format(rsSiswa!templahir, "dd-mm-yyyy") KdDosen = rssiswa!kddosen

94 End If End Sub Gambar Set rsdosen = New ADODB.Recordset rsdosen.open "Select * from tdosen where kddosen='" & KdDosen & "'", CN, adopendynamic, adlockoptimistic If Not rsdosen.eof = True Then cbodosen.text = rsdosen!namadosen Else cbodosen = "" End If JK = rssiswa!jk If JK = "L" Then cbojk.text = "Laki-Laki" Else cbojk.text = "Perempuan" End If cmdrubah.enabled = True cmdhapus.enabled = True cmdrubah.setfocus Else MsgBox "Data tidak ada..." txtnim.text = "" txtnim.setfocus End If End If Bentuk tampilan akses database data dosen ketika dijalankan dapat dilihat pada Kode programnya adalah sebagai berikut: Gambar 4.44 Tampilan Window Data Dosen

95 Option Explicit Dim rsdosen As Recordset Dim JK, st As String * 1 Private Sub txtkode_change() If Len(txtKode.Text) < 3 Then Exit Sub Else Set rsdosen = New ADODB.Recordset rsdosen.open "Select * from tdosen where kddosen='" & txtkode.text & "'", CN, adopendynamic, adlockoptimistic End If End Sub If tambah = True Then If Not rsdosen.eof Then MsgBox "Kode Sudah ada" txtkode = "" txtkode.setfocus Else txtkode = UCase(txtKode) txtnama.locked = False txtnama.setfocus End If ElseIf Cari = True Then Set rscari = New ADODB.Recordset rscari.open "Select * from tdosen where kddosen ='" & txtkode.text & "'", CN, adopendynamic, adlockoptimistic If rscari.eof = True Then MsgBox "Nama Dosen tidak Ada..!" txtkode.text = "" txtkode.setfocus Else txtkode = UCase(txtKode) txtnama.text = rscari.fields("namadosen") txtalamat.text = rscari.fields("alamat") txtjabatan.text = rscari.fields("jabatan") Cari = False cmdrubah.enabled = True cmdhapus.enabled = True cmdtambah.enabled = False cmdcari.enabled = False cmdrubah.setfocus End If ElseIf ubah = True Then txtalamat.locked = False txtalamat.setfocus End If b. Tampilan akses database untuk client kedua Bentuk tampilan akses database data mata kuliah ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar 4.45.

96 Gambar 4.45 Tampilan Window Data Mata Kuliah Kode programnya adalah sebagai berikut: Option Explicit Dim rsmkuliah As Recordset Dim KdMKuliah As String * 6 Dim rsdosen As Recordset Dim KdDosen As String * 3 Private Sub txtbobot_keypress(keyascii As Integer) If KeyAscii = 13 Then txtbobot.text = Val(txtBobot.Text) If (txtbobot = 1 Or txtbobot = 2 Or txtbobot = 3 Or txtbobot = 4) Then If tambah = True Then Set rssimpan = New ADODB.Recordset rssimpan.open "Insert into tmtkuliah " & " (KdMKuliah,KdDosen,NamaMKuliah,SKS,Sem) " & " values ('" & txtkode.text & "','" & KdDosen & "','" & txtnama.text & "'," & txtbobot.text & ",'" & lblsem.caption & "')", Cn, adopendynamic, adlockoptimistic bersih mati Segar Adodc1.Refresh grid.refresh tambah = False MsgBox "Data Sudah di Simpan" cmdtambah.enabled = True cmdcari.enabled = True cmdtambah.setfocus ElseIf ubah = True Then Set rsubah = New ADODB.Recordset rsubah.open "Update tmtkuliah set NamaMKuliah='" & txtnama.text & "',KdDosen='" & KdDosen & "',SKS=" & txtbobot.text & " where KdMKuliah='" & txtkode.text & "'", Cn, adopendynamic, adlockoptimistic bersih mati Segar

97 Adodc1.Refresh grid.refresh ubah = False MsgBox "data sudah di di Ubah" cmdtambah.enabled = True cmdcari.enabled = True cmdtambah.setfocus End If Else txtbobot = "" txtbobot.setfocus End If End If End Sub Gambar Bentuk tampilan akses database data nilai ketika dijalankan dapat dilihat pada Gambar 4.46 Tampilan Window Data Nilai Kode programnya adalah sebagai berikut: Option Explicit Dim rsnim As Recordset Dim rsdaftar As Recordset Dim rsjur As Recordset Dim rsnilai As Recordset Dim rscarinilai As Recordset Dim rsuji As Recordset Dim rsmtkuliah As Recordset Dim rsmtkuliah1 As Recordset Dim jumujian As Integer Dim nodaftar As Integer Dim kdkuliah As String * 6

98 Dim rssiswa As Recordset Dim JK As String * 1 Dim KdDosen As String * 3 Dim rsdosen As Recordset Dim IP As Single, sks As Single, bobot As Single, nilai As Single, TotBobot As Integer Dim TotSKS As Integer Dim rsmkuliah As Recordset Private Sub cbomtkuliah_click() Set rsmtkuliah1 = New ADODB.Recordset rsmtkuliah1.open "Select * from tmtkuliah where NamaMKuliah ='" & cbomtkuliah.text & "' and sem='" & cbosem.text & "'", Cn, adopendynamic, adlockoptimistic If rsmtkuliah1.eof = True Then cbomtkuliah.text = "" cbomtkuliah.setfocus Else kdkuliah = rsmtkuliah1.fields("kdmkuliah") If tambah = True Then Set rsnilai = New ADODB.Recordset rsnilai.open "Select * from tnilai where sem='" & cbosem.text & "' and NIM='" & cbonim.text & "' and KdMKuliah='" & kdkuliah & "'", Cn, adopendynamic, adlockoptimistic If Not rsnilai.eof = True Then MsgBox "Nilai sudah masuk..." cbomtkuliah.text = "" cbomtkuliah.setfocus Else cbonilai.locked = False cbonilai.setfocus End If ElseIf Cari = True Then Set rsnilai = New ADODB.Recordset rsnilai.open "Select * from tnilai where sem='" & cbosem.text & "' End If End If End Sub and NIM='" & cbonim.text & "' and KdMKuliah='" & kdkuliah & "'", Cn, adopendynamic, adlockoptimistic If rsnilai.eof = True Then MsgBox "Nilai belum ada..." cbomtkuliah.text = "" cbomtkuliah.setfocus Else txtnilai = rsnilai!nilai cmdrubah.enabled = True cmdhapus.enabled = True cmdrubah.setfocus End If Pengujian Perangkat Lunak Pengujian perangkat lunak ini dilakukan pada setiap aplikasi client dan server. Pengujian aplikasi client meliputi pengujian terhadap aplikasi chatting, explorer, akses program dan akses database. Sedangkan untuk aplikasi server pengujian dilakukan pada setiap komponen program yang meliputi aplikasi, explorer, client remote dan peripheral.

99 Pengujian Perangkat Lunak Client Pengujian perangkat lunak client terdiri dari: 1. Pengujian aplikasi chatting Untuk melakukan pengiriman pesan masing-masing client harus mengaktifkan window chatting terlebih dahulu. Jika salah satu client tidak mengaktifkan window chatting maka pengiriman pesan akan gagal. Kemudian untuk memulai koneksi, terlebih dahulu salah satu client harus memulai koneksi dengan menekan tombol connect pada window chatting. Ketika dilakukan pengujian waktu untuk koneksi sangat cepat, client yang dituju langsung merespon bahwa koneksi diterima. Selanjutnya pengiriman pesan dapat dilakukan secara berganti gantian. Pesan yang dikirimkan sangat cepat tiba di penerima tanpa terasa adanya delay waktu. Jika client ingin mengakhiri komunikasi, maka client harus menekan tombol disconnect. Ketika tombol disconnect ini ditekan window chatting kedua client langsung menghilang secara otomatis. Untuk memulai chatting lagi, kembali seperti semula. Untuk pengiriman pesan ke server, pertama kali dengan mengaktifkan window chatting server lalu pesan diketikkan pada kotak pesan, setelah itu langsung dikirim dengan menekan tombol send. Pesan yang dikirim langsung sampai ke server dengan cepat. Namun pesan tersebut hanya bisa diterima oleh server tanpa bisa membalasnya. Dalam pengujian ini pengiriman pesan ke server sangat sederhana dan pesan terkirim dalam waktu yang sangat cepat. 2. Pengujian aplikasi explorer

100 Ketika diuji aplikasi explorer ini sangat mudah mengoperasikannya. Client dapat melihat isi drive harddisk-nya sendiri dengan menekan tombol combo lalu memilih drive yang diinginkan. Setelah itu akan muncul folder atau file yang berada pada drive tersebut. Untuk melihat data komputer lain di jaringan, cukup menekan tombol berlambang explore. Kemudian akan muncul window baru yang memudahkan client untuk menjelajah isi memory client lain yang ada di jaringan. 3. Pengujian aplikasi program Dalam pengujian, ketika aplikasi program baru dijalankan pada kotak IP address alamat IP komputer secara otomatis terbaca. Selanjutnya, jika ingin memakai suatu program misalkan Microsoft Word, pertama dengan menekan tombol combo yang di dalamnya juga terdapat pilihan program lain yang telah diberikan hak aksesnya oleh server. Selanjutnya klik kata Word, maka otomatis muncul window Microsoft Word. Aplikasi ini sangat sederhana menjalankannya hanya dengan memilih program yang diinginkan dan secara otomatis program tersebut akan tampil di layar komputer. Untuk meminta program lain yang tidak ada pada combo box, client dapat mengirimkan pesan ke server agar diberi program yang diinginkan. 4. Pengujian aplikasi akses database Dalam pengujian akses database, dibutuhkan sedikit pengetahuan langkahlangkah untuk mengakses data di server. Untuk menambah data cukup dengan menekan tombol tambah lalu data diisikan sampai pengisian data terakhir, semua data otomatis tersimpan di database server. Namun jika data ingin diubah, dihapus atau dibatalkan haruslah melalui tahap pencarian data terlebih dahulu dengan menekan tombol cari. Data yang sudah dicari baru bisa diedit seperti mengubah, menghapus atau membatalkan data.

101 Pengujian Perangkat Lunak Server Pengujian perangkat lunak server terdiri dari: 1. Pengujian program aplikasi Program aplikasi ini bertujuan untuk memberikan hak akses suatu program kepada client. Ketika diuji sebelum akses diberikan, pertama ditekan tombol cari untuk mencari nama komputer client yang akan diberikan akses program. Setelah itu ditentukan nama program yang akan dikirim ke client. Untuk mengaktifkan program tersebut harus terlebih dahulu ditekan tombol ubah kemudian diklik status aktif. Kemudian tombol simpan ditekan supaya status tersebut tersimpan datanya di server. Proses pemberian akses program ini agak rumit, perlu sedikit latihan untuk mengoperasikannya. 2. Pengujian aplikasi explorer Ketika diuji aplikasi explorer ini sangat mudah mengoperasikannya, langkahlangkahnya sama dengan mengoperasikan explorer pada sisi client. Server dapat melihat isi drive harddisk-nya sendiri dengan menekan tombol combo lalu memilih drive yang diinginkan. Setelah itu akan muncul folder atau file yang berada pada drive tersebut. Untuk melihat data komputer client di jaringan, cukup menekan tombol berlambang explore. Kemudian akan muncul window baru yang memudahkan server untuk menjelajah isi memory client yang ada di jaringan. 3. Pengujian aplikasi client remote Aplikasi client remote ini digunakan untuk mengakhiri kerja komputer client. Ketika diuji sebelum me-remote client pertama tombol log off ditekan selanjutnya nama

102 komputer client yang akan di-log off dipilih, kemudian status off diklik. Hasilnya komputer client yang di-remote akan log off dengan sendirinya. Dalam pengujian ini perintah log off sampai ke komputer client lumayan cepat, waktu yang dibutuhkan sekitar dua detik baru kemudian komputer akan log off. Sedangkan untuk men-shut down langkah-lagkahnya sama dengan ketika server me-log off client. Waktu yang dibutuhkan lebih lama dua detik dibanding ketika me-log off komputer client. 4. Pengujian aplikasi peripheral Aplikasi peripheral berguna untuk mengatur setting peripheral komputer server. Sewaktu diuji aplikasi ini sangat praktis dalam mengoperasikannnya, dengan menekan tombol masing-masing peripheral maka window pengaturannya akan muncul di layar komputer. Aplikasi ini juga menyediakan fasilitas untuk menginformasikan space harddisk komputer server yaitu dengan menekan tombol di samping combo box yang berlambang drive hard disk maka secara otomatis tampil informasi space hard disk saat itu.

103 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan yaitu: Dari pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal, 1. Perangkat lunak yang dirancang ini merupakan salah satu dari aplikasi pemrograman jaringan komputer. 2. Perangkat lunak komunikasi client-server dibuat dengan pemrograman API (Application Programming Interface) untuk dapat berkomunikasi melalui TCP/IP. 3. Perangkat lunak ini memiliki tampilan menu utama yang sederhana dan praktis yang memuat menu-menu pilihan dengan menyesuaikan kebutuhan user, sehingga mudah mengoperasikannya.

104 4. Peranan perangkat lunak ini cukup membantu server dalam hal pengontrolan komputer client. Server menjadi semakin mudah dalam mengontrol komputer client. 5. Client dapat mengakses database yang berada di komputer server dengan mudah melalui interface akses database yang telah disediakan di perangkat lunak komputer client. 5.2 Saran Dalam Tugas Akhir ini penulis menggunakan satu komputer server dan dua komputer client, tampak performansi perangkat lunak cukup handal dalam mengontrol komputer. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat keandalan perangkat lunak ini, sehingga diketahui berapa jumlah maksimum komputer client yang masih dapat dikontrolnya dengan baik.

105 DAFTAR PUSTAKA [1] A TCP/IP Socket Server Object For Visual Basic. Download tanggal 1 November [2] Creating a TCP Component in Visual Basic. Download tanggal 1 November [3] Currid, Cheryl C., dan Craig A. Gillet, Menguasai Novell Netware, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, [4] Frank J., dan Defler Jr., Panduan Menggabungkan LAN, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, [5] Gunadi FX, Sutiono, dan Hanny Agustine, Memahami Konsep Local Area Network, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, [6] Heywood, Drew, Networking with Microsoft TCP/IP, New Rider Publishing, New York, [7] Jaringan WorkGroup, LAN dan WAN. 1/network/jaringan-workgroup-lan-wan-1998.rtf. Download tanggal 1 November 2006.

106 [8] Kurniadi, Adi, Pemrograman Microsoft Visual Basic 6, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, [9] Kurose, James F., Computer Networking, Pearson Education, Inc., New York, [10] Nugroho, Bunafit, Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Windows dan Linux, Penerbit Andi, Yogyakarta, [11] Sutedjo, Budi, Client Server dan Sistem Terdistribusi, Andi, Yogyakarta, [12] Tanembaum, Andrew S., Computer Networks, Prentice Hall, Inc., New Jersey, [13] Yuswanto, dan Subari, Mengolah Database dengan SQL Server 2000, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2005.

TCP DAN UDP. Budhi Irawan, S.Si, M.T

TCP DAN UDP. Budhi Irawan, S.Si, M.T TCP DAN UDP Budhi Irawan, S.Si, M.T LAPISAN TRANSPOR adalah Lapisan keempat dari Model Referensi OSI yang bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol

Lebih terperinci

Fungsi Lapis Transport

Fungsi Lapis Transport Transport Layer Fungsi umum Memungkinkan multi aplikasi dapat dikomunikasikan melalui jaringan pada saat yang sama dalam single device. Memastikan agar, jika diperlukan, data dapat diterima dengan handal

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Teknologi TCP/IP adalah hasil penelitian dan pengembangan protocol

BAB II DASAR TEORI. Teknologi TCP/IP adalah hasil penelitian dan pengembangan protocol BAB II DASAR TEORI 2.1 Teknologi TCP/IP Teknologi TCP/IP adalah hasil penelitian dan pengembangan protocol yang dilaksanakan dan dibiayai oleh Defense Advanced Research Project Agency (DARPA). Paket TCP/IP

Lebih terperinci

Tugas Jaringan Komputer

Tugas Jaringan Komputer Tugas Jaringan Komputer SOAL 1. Jelaskan perbedaan antara dua model jaringan computer: OSI model dan TCP/IP model! 2. Jelaskan fungsi tiap layer pada model TCP/IP! 3. Apa yang dimaksud dengan protocol?

Lebih terperinci

Refrensi OSI

Refrensi OSI Refrensi OSI Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data

Lebih terperinci

MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP. Budhi Irawan, S.Si, M.T

MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP. Budhi Irawan, S.Si, M.T MODEL REFERENSI OSI & TCP/IP 1011101010101011101 Budhi Irawan, S.Si, M.T Pendahuluan Model Referensi OSI (Open System Interconnection) merupakan standar dalam protokol jaringan yang dikembangkan oleh ISO

Lebih terperinci

Transport Layer. Oleh : Akhmad Mukhammad

Transport Layer. Oleh : Akhmad Mukhammad Transport Layer Oleh : Akhmad Mukhammad Objektif Menjelaskan pentingnya layer Transport. Mendeskripsikan peran dua protokol pada layer Transport : TCP dan UDP. Menjelaskan fungsi-fungis layer Transport

Lebih terperinci

Monitoring Jaringan. Rijal Fadilah, S.Si

Monitoring Jaringan. Rijal Fadilah, S.Si Monitoring Jaringan Rijal Fadilah, S.Si Monitoring Jaringan Memahami bentuk-bentuk segmen TCP dan UDP ygadaditransport Layer. UntukmelihatbentuksegmenTCP danudp yg adadalamjaringankitamemerlukantools yakni

Lebih terperinci

Lapisan Transport. Menjamin komunikasi yang handal antara dua buah komputer yang terhubung Terdiri atas :

Lapisan Transport. Menjamin komunikasi yang handal antara dua buah komputer yang terhubung Terdiri atas : TCP & UDP Lapisan Transport Menjamin komunikasi yang handal antara dua buah komputer yang terhubung Terdiri atas : TCP (Transmission Control Protocol) UDP (User Datagram Protocol) Keluarga Protocol TCP/IP

Lebih terperinci

TK 2134 PROTOKOL ROUTING

TK 2134 PROTOKOL ROUTING TK 2134 PROTOKOL ROUTING Materi Minggu ke-1: Internetworking Devie Ryana Suchendra M.T. Teknik Komputer Fakultas Ilmu Terapan Semester Genap 2015-2016 Internetworking Topik yang akan dibahas pada pertemuan

Lebih terperinci

Sejarah TCP/IP TCP/IP

Sejarah TCP/IP TCP/IP Sejarah TCP/IP Sejarah TCP/IP bermula di Amerika Serikat pada tahun 1969 di Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) melakukan menguji rangkaian sistem pada paket (packet-switching). 1 Sejarah

Lebih terperinci

Fungsi Lapis Transport

Fungsi Lapis Transport Transport Layer Fungsi umum Memungkinkan multi aplikasi dapat dikomunikasikan melalui jaringan pada saat yang sama dalam single device. Memastikan agar, jika diperlukan, data dapat diterima dengan handal

Lebih terperinci

MODEL OSI DAN DOD. Referensi Model OSI (Open System Interconnections).

MODEL OSI DAN DOD. Referensi Model OSI (Open System Interconnections). Pertemuan 7 MODEL OSI DAN DOD Referensi Model OSI (Open System Interconnections). Berikut ini diperlihatkan lapisan model OSI beserta fungsi dan protokolnya yang melayani masing-masing lapisan tersebut.

Lebih terperinci

TUGAS JARKOM. *OSI Layer dan TCP/IP* A. OSI layer

TUGAS JARKOM. *OSI Layer dan TCP/IP* A. OSI layer TUGAS JARKOM *OSI Layer dan TCP/IP* A. OSI layer Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai

Lebih terperinci

Tugas Jaringan Komputer

Tugas Jaringan Komputer Tugas Jaringan Komputer Soal 1. Jelaskan perbedaan antara model jaringan OSI dan TCP/IP 2. Jelaskan fungsi tiap layer pada model TCP/IP! 3. Apa yang dimaksud Protocol? 4. Jelaskan tentang konsep class

Lebih terperinci

adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer dalam Komunikasi Data

adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer dalam Komunikasi Data adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer dalam Komunikasi Data Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya

Lebih terperinci

Bab III Prinsip Komunikasi Data

Bab III Prinsip Komunikasi Data Bab III Prinsip Komunikasi Data Teknologi Jaringan yang menghubungkan beberapa Komputer baik dalam area kecil maupun besar mempunyai aturan aturan baku atau Prinsip prinsip baku dalam komunikasi data.

Lebih terperinci

MODEL OSI LAYER DAN DOD

MODEL OSI LAYER DAN DOD MODEL OSI LAYER DAN DOD AINI ZAKIYAH [email protected] Abstrak DOD berdasarkan konsep TCP/IP adalah jenis protokol yang pertama digunakan dalam hubungan Internet. Dalam perkembangan, protocol TCP/IP

Lebih terperinci

BAB II JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang berjumlah

BAB II JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang berjumlah BAB II JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) 2.1 Pendahuluan Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang berjumlah banyak yang saling terpisah-pisah, akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan

Lebih terperinci

REVIEW MODEL OSI DAN TCP/IP

REVIEW MODEL OSI DAN TCP/IP REVIEW MODEL OSI DAN TCP/IP A. Dasar Teori Apa itu jaringan komputer? Jaringan Komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui media

Lebih terperinci

AMALIA ZAKIYAH 1 D4LJ-TI

AMALIA ZAKIYAH 1 D4LJ-TI Nama : Amalia Zakiyah NRP : 2110165021 Kelas : 1 D4 LJ TI 1. Jelaskan perbedaan antara dua model jaringan komputer : OSI model dan TCP/IP model! Perbedaan anatara model OSI dan model TCP/IP model adalah

Lebih terperinci

Dosen Pengampu : Muhammad Riza Hilmi, ST.

Dosen Pengampu : Muhammad Riza Hilmi, ST. Model OSI DAN TCP/IP PROTOKOL Konsep Dasar Komunikasi Data Konsep Protokol Jaringan OSI Model Enkapsulasi dan Dekapsulasi TCP/IP Model Protocol Suite TCP/IP Dosen Pengampu : Muhammad Riza Hilmi, ST. Email

Lebih terperinci

JENIS-JENIS JARINGAN. Jaringan yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua.

JENIS-JENIS JARINGAN. Jaringan yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua. 7 OSI LAYER JENIS-JENIS JARINGAN LAN (Local Area Network) Jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, namun pada umumnya dibatasi oleh suatu area lingkungan seperti sebuah lab atau perkantoran

Lebih terperinci

Networking Model. Oleh : Akhmad Mukhammad

Networking Model. Oleh : Akhmad Mukhammad Networking Model Oleh : Akhmad Mukhammad Objektif Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. Mengidentifikasi dan mengatasi problem

Lebih terperinci

Referensi Model OSI & TCP/IP

Referensi Model OSI & TCP/IP 03 Referensi Model OSI & TCP/IP Jaringan Komputer, ST http://afenprana.wordpress.com Sub Pokok Bahasan Latar Belakang Kenapa Perlu Standard Lapisan Model OSI Model TCP/IP 2 Latar Belakang Masalah ketidak

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pentingnya Efisiensi Energi pada Perangkat Komunikasi Bergerak

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pentingnya Efisiensi Energi pada Perangkat Komunikasi Bergerak BAB II DASAR TEORI 2.1 Pentingnya Efisiensi Energi pada Perangkat Komunikasi Bergerak Penggunaan perangkat komunikasi bergerak yang bertumbuh dengan cepat mengisyaratkan permintaan penggunaan energi yang

Lebih terperinci

Minggu 6 Transport Layer

Minggu 6 Transport Layer Minggu 6 Transport Layer 1 Overview Layer Transport bertugas melakukan sesi komunikasi antara komputer dalam jaringan. Menenirukan bagaimana data ditransmisikan. Dua Protocol Transport Layer yang dipakai

Lebih terperinci

26/09/2013. Pertemuan III. Elisabeth, S.Kom - FTI UAJM. Referensi Model TCP/IP

26/09/2013. Pertemuan III. Elisabeth, S.Kom - FTI UAJM. Referensi Model TCP/IP Pertemuan III Referensi Model TCP/IP 1 TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI ada. Namun demikian lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI. Protokol TCP/IP hanya

Lebih terperinci

TRANSPORT LAYER. Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP

TRANSPORT LAYER. Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP TRANSPORT LAYER Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP Transport Layer melakukan segmentasi dan menyatukan kembali data yang tersegmentasi menjadi suatu arus data. Layanan-layanan yang terdapat di transport

Lebih terperinci

Protokol TCP/IP. Oleh: Eko Marpanaji

Protokol TCP/IP. Oleh: Eko Marpanaji Protokol TCP/IP Oleh: Eko Marpanaji ARSITEKTUR TCP/IP Protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) yang digunakan secara luas untuk jaringan Internet, dikembangkan secara terpisah

Lebih terperinci

1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan

1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan 1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan mengatasi problem yang terjadi dengan menggunakan pendekatan

Lebih terperinci

TUGAS JARINGAN KOMPUTER : REVIEW TCP/IP

TUGAS JARINGAN KOMPUTER : REVIEW TCP/IP NAMA : MUHAMMAD AN IM FALAHUDDIN KELAS : 1 D4 LJ NRP : 2110165026 TUGAS JARINGAN KOMPUTER : REVIEW TCP/IP 1. Jelaskan perbedaan antara dua model jaringan komputer : OSI model dan TCP/IP model! TCP/IP hanya

Lebih terperinci

MODEL OSI DAN PROTOCOL TCP/IP

MODEL OSI DAN PROTOCOL TCP/IP Modul 03 MODEL OSI DAN PROTOCOL TCP/IP Model lapisan/layer yang mendominasi literatur komunikasi data dan jaringan sebelum 1990 adalah Model Open System Interconnection (OSI). Setiap orang yakin bahwa

Lebih terperinci

TCP dan Pengalamatan IP

TCP dan Pengalamatan IP TCP dan Pengalamatan IP Pengantar 1. Dasar TCP/IP TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekumpulan protokol komunikasi (protocol suite) yang sekarang ini secara luas digunakan

Lebih terperinci

JARINGAN KOMPUTER Layanan Dari TCP dan UDP Protocol

JARINGAN KOMPUTER Layanan Dari TCP dan UDP Protocol JARINGAN KOMPUTER Layanan Dari TCP dan UDP Protocol Nama : Qonita Al afwa NIM : 09011281520103 Kelas : SK5C Dosen Pengampuh : Deris Stiawan, M.T., Ph.D. SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS

Lebih terperinci

SISTEM KONEKSI JARINGAN KOMPUTER. Oleh : Dahlan Abdullah

SISTEM KONEKSI JARINGAN KOMPUTER. Oleh : Dahlan Abdullah SISTEM KONEKSI JARINGAN KOMPUTER Oleh : Dahlan Abdullah Sistem Koneksi dalam Jaringan Komputer Peer to Peer Client - Server Next 2 Peer to Peer Peer artinya rekan sekerja Adalah jaringan komputer yang

Lebih terperinci

TRANSPORT LAYER. Fikri Fadlillah, ST

TRANSPORT LAYER. Fikri Fadlillah, ST TRANSPORT LAYER Fikri Fadlillah, ST Pendahuluan Protokol pada Transport Layer TCP/IP terdiri atas : TCP UDP Pendahuluan UDP TCP Unreliable Connectionless Internet Telephony Reliable Connection-oriented.

Lebih terperinci

DASAR-DASAR NETWORKING MODEL-MODEL REFERENSI

DASAR-DASAR NETWORKING MODEL-MODEL REFERENSI DASAR-DASAR NETWORKING MODEL-MODEL REFERENSI Ada 3 elemen dasar dalam komunikasi : 1. Sumber Pesan (Message Source) 2. Saluran/Media Perantara (Channel) 3. Tujuan Pesan (Message Destination) Gambar 1.

Lebih terperinci

ANALISIS PERFORMANSI AUTOCONFIGURATION ADDRESS IPV4 DENGAN IPV6 TUGAS AKHIR

ANALISIS PERFORMANSI AUTOCONFIGURATION ADDRESS IPV4 DENGAN IPV6 TUGAS AKHIR ANALISIS PERFORMANSI AUTOCONFIGURATION ADDRESS IPV4 DENGAN IPV6 TUGAS AKHIR Diajukan guna memenuhi sebagian persyaratan dalam rangka menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu (S1) pada Jurusan Teknik

Lebih terperinci

MAKALAH PERBEDAAN TCP/IP DENGAN OSI

MAKALAH PERBEDAAN TCP/IP DENGAN OSI MAKALAH PERBEDAAN TCP/IP DENGAN OSI Oleh : Ery Setiyawan Jullev A (07.04.111.00051) Danar Putra P (07.04.111.00035) M.M Ubaidillah (07.04.111.00090) Fakultas Teknik UNIVERSITAS TRUNOJOYO 2009/2010 1 Protokol

Lebih terperinci

CAPTURE DAN ANALISIS PAKET PROTOKOL MENGGUNAKAN WIRESHARK

CAPTURE DAN ANALISIS PAKET PROTOKOL MENGGUNAKAN WIRESHARK CAPTURE DAN ANALISIS PAKET PROTOKOL MENGGUNAKAN WIRESHARK Nama : FADLI NURHUDA NIM : 09011181419001 Kelas : SK 5A Dosen Pengampuh : Dr. Deris Stiawan,M.T,Ph D. Jurusan Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer

Lebih terperinci

Transport Layer El E ectro ect n ro ic En E gineerin ri g Pol o ytech tec nic In I stitu sti t of o Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111

Transport Layer El E ectro ect n ro ic En E gineerin ri g Pol o ytech tec nic In I stitu sti t of o Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 Transport Layer Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 Overview Layer Transport bertugas melakukan sesi komunikasi antara komputer dalam jaringan.

Lebih terperinci

JARINGAN KOMPUTER. A. PENGERTIAN Apa itu Jaringan Komputer

JARINGAN KOMPUTER. A. PENGERTIAN Apa itu Jaringan Komputer BAB II JARINGAN KOMPUTER A. PENGERTIAN Apa itu Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui perantara

Lebih terperinci

Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri

Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri Materi Mata Kuliah Jaringan Komputer Universitas Indo Global Mandiri Transport layer/ lapisan transport merupakan lapisan keempat dari model referensi OSI yang bertugas menyediakan data transport yang

Lebih terperinci

Lapisan OSI Dan Mcam-Macam Layer

Lapisan OSI Dan Mcam-Macam Layer Lapisan OSI Dan Mcam-Macam Layer Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization

Lebih terperinci

1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan

1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan 1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan mengatasi problem yang terjadi dengan menggunakan pendekatan

Lebih terperinci

Pertemuan 2. Komunikasi Data

Pertemuan 2. Komunikasi Data Pertemuan 2 Komunikasi Data Ketika kita berkomunikasi, kita saling berbagi informasi. Berbagi ini dapat dilakukan secara lokal atau remote. Antara individu, komunikasi lokal biasanya terjadi dengan tatap

Lebih terperinci

TUGAS KELAS 1 Praktek Jaringan Komputer 2 Tentang Ringkasan Model DOD D I S U S U N OLEH :

TUGAS KELAS 1 Praktek Jaringan Komputer 2 Tentang Ringkasan Model DOD D I S U S U N OLEH : TUGAS KELAS 1 Praktek Jaringan Komputer 2 Tentang Ringkasan Model DOD D I S U S U N OLEH : YOHANA ELMATU CHRISTINA (011140020) TEKNIK INFORMATIKA / KELAS MALAM SEMESTER 4 2016 1. Jelaskan tentang DOD secara

Lebih terperinci

BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP

BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP Reza Aditya Firdaus Cisco Certified Network Associate R&S Introduction to TCP/IP DoD (Departement of Defense) dibanding dengan OSI OSI Model Application Presentation Session

Lebih terperinci

layer interface layanan protokol

layer interface layanan protokol Arsitektur Protokol Arsitektur Protokol Perangkat lunak dari jaringan komunikasi data Terdiri dari layer, protokol dan interface Jaringan diorganisasikan menjadi sejumlah level (layer) untuk mengurangi

Lebih terperinci

Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer.

Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer. Uraian dan Sasaran Uraian : Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer. Sasaran : Mahasiswa bisa mendesign dan membangun jaringan komputer

Lebih terperinci

KOMUNIKASI. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia. 2.1 Komunikasi Data

KOMUNIKASI. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia. 2.1 Komunikasi Data KOMUNIKASI Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia 2.1 Komunikasi Data Komunikasi data merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) MENGGUNAKAN APLIKASI CISCO PACKET TRACER

ANALISIS KINERJA JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) MENGGUNAKAN APLIKASI CISCO PACKET TRACER ANALISIS KINERJA JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) MENGGUNAKAN APLIKASI CISCO PACKET TRACER Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan sarjana ( S-1 ) pada Departemen

Lebih terperinci

Deskripsi Layanan Protokol TCP dan UDP. (Tugas Mata Kuliah Jaringan Komputer) Nama: Azwar Hidayat NIM: Kelas: SK 4 C

Deskripsi Layanan Protokol TCP dan UDP. (Tugas Mata Kuliah Jaringan Komputer) Nama: Azwar Hidayat NIM: Kelas: SK 4 C Deskripsi Layanan Protokol TCP dan UDP (Tugas Mata Kuliah Jaringan Komputer) Nama: Azwar Hidayat NIM:09031181419024 Kelas: SK 4 C Jurusan Sistem Komputer Fakultas lmu Komputer Universitas Sriwijaya 2017

Lebih terperinci

LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM )

LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM ) LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM ) JARINGAN KOMPUTER Program Studi Teknik Komputer Jenjang Pendidikan Program Diploma III Tahun AMIK BSI NIM :. NAMA :.. KELAS :. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer

Lebih terperinci

Agenda. Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP

Agenda. Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP Agenda Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP 2 Protokol Definisi : A rule, guideline, or document which guides how an activity should be performed. Dalam ilmu komputer, protokol adalah konvensi

Lebih terperinci

ARSITEKTUR PROTOKOL TCP/IP

ARSITEKTUR PROTOKOL TCP/IP ARSITEKTUR PROTOKOL TCP/IP 1. Umum... 2 2. Transport Control Protocol (TCP)... 6 3. User Datagram Protocol (UDP)... 8 4. Internet Protocol (IP)... 10 5. Internet Control Message Protocol (ICMP)... 13 6.

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi

BAB II DASAR TEORI. Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi BAB II DASAR TEORI 2.1 Protokol Komunikasi Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi komunikasi, perpindahan data, serta penulisan hubungan antara dua atau lebih perangkat komunikasi.

Lebih terperinci

TRANSPORT LAYER DEFINISI

TRANSPORT LAYER DEFINISI TRANSPORT LAYER DEFINISI Transport layer merupakan lapisan keempat pada lapisan OSI layer. Lapisan ini bertanggung jawab menyediakan layanan pengiriman dari sumber data menuju ke tujuan data dengan cara

Lebih terperinci

Protokol Jaringan JARINGAN KOMPUTER. Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom

Protokol Jaringan JARINGAN KOMPUTER. Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom Protokol Jaringan JARINGAN KOMPUTER Ramadhan Rakhmat Sani, M.Kom Overview Konsep Jaringan Komputer Protokol Jaringan Physical Layer Data Link Layer Konsep Lan Network Layer Ip Address Subnetting Ip Version

Lebih terperinci

Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area

Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area network (WAN), atau antara node di dalam sebuah segmen

Lebih terperinci

Bab 5: Lapisan Transport

Bab 5: Lapisan Transport Bab 5: Lapisan Transport Jaringan Komputer Heribertus Yulianton 2013 Cisco and/or its affiliates. All rights reserved. Cisco Public 1 Kerangka Bab 1 Protokol Lapisan Transport 2 TCP dan UDP 2013 Cisco

Lebih terperinci

Dasar Dasar Jaringan

Dasar Dasar Jaringan Dasar Dasar Jaringan Ardian Ulvan (Applied Computer Research Group ACRG) [email protected] 1 Pendahuluan Keuntungan Menggunakan Jaringan Resource Sharing (kebanyakan device berstatus idle) Biaya pembelian

Lebih terperinci

Protokol Jaringan. Oleh : Tengku Mohd Diansyah,ST,M.Kom

Protokol Jaringan. Oleh : Tengku Mohd Diansyah,ST,M.Kom Protokol Jaringan Oleh : Tengku Mohd Diansyah,ST,M.Kom Protokol Protokol jaringan adalah perangkat aturan yang mengatur komunikasi beberapa komputer didalam sebuah jaringan.sedangkan protokol sendiri adalah

Lebih terperinci

Pengertian TCP IP, Konsep Dasar Dan Cara Kerja Layer TC IP

Pengertian TCP IP, Konsep Dasar Dan Cara Kerja Layer TC IP Pengertian TCP IP, Konsep Dasar Dan Cara Kerja Layer TC IP Pengertian TCP/IP adalah protokol komunikasi untuk komunikasi antara komputer di Internet. TCP/IP singkatan Transmission Control Protocol / Internet

Lebih terperinci

TCP/IP (singkatan dari "Transmission Control Protocol")

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol) Dalam konsep komunikasi data suatu jaringan komputer, ada mekanisme pengiriman data dari komputer sumber ke komputer tujuan dimana proses pengiriman paket data tersebut sampai dengan benar ke komputer

Lebih terperinci

TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP

TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP. 2103137045 PROGRAM STUDI D3 PJJ TEKNIK INFORMATIKA DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA 2016

Lebih terperinci

Datarate (bandwidth) Layout jaringan (topologi) Single atau multiple kanal komunikasi.

Datarate (bandwidth) Layout jaringan (topologi) Single atau multiple kanal komunikasi. Lapisan phisik ini mendefinisikan karakteristik dari transmisi bit data melalui media tertentu. Protokol yang mengatur koneksi fisik dan transmisi dari bit antar dua perangkat. Secara spesifik lapisan

Lebih terperinci

Komunikasi Data STMIK AMIKOM Yogyakarta Khusnawi, S.Kom, M.Eng. TCP/IP Architecture

Komunikasi Data STMIK AMIKOM Yogyakarta Khusnawi, S.Kom, M.Eng. TCP/IP Architecture Komunikasi Data STMIK AMIKOM Yogyakarta Khusnawi, S.Kom, M.Eng TCP/IP Architecture TCP/IP Protocol Architecture Dikembangkan oleh the US Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) for its packet

Lebih terperinci

LOCAL AREA NETWORK (LAN) STMIK TASIKMALAYA

LOCAL AREA NETWORK (LAN) STMIK TASIKMALAYA LOCAL AREA NETWORK (LAN) STMIK TASIKMALAYA Terminologi LAN Dari definisi, LAN terbatas hanya pada suatu area local. LAN pertama Jarak terjauh dari titik central = 185 meter dan tidak lebih dari 30 komputer

Lebih terperinci

BAB 3: PROTOCOL. Introduction to Networks

BAB 3: PROTOCOL. Introduction to Networks BAB 3: PROTOCOL Introduction to Networks OVERVIEW Overview: OSI Layer TCP/IP Layer OSI (Open System Interconnection) Tentang OSI Layer digunakan untuk menjelaskan cara kerja jaringan komputer secara logika.

Lebih terperinci

CAPTURE DAN ANALISIS PAKET PROTOKOL MENGGUNAKAN WIRESHARK

CAPTURE DAN ANALISIS PAKET PROTOKOL MENGGUNAKAN WIRESHARK CAPTURE DAN ANALISIS PAKET PROTOKOL MENGGUNAKAN WIRESHARK Nama : HIDAYAT NIM : 09011181419004 Kelas : SK 5A Dosen Pengampuh : Dr. Deris Stiawan,M.T,Ph D. Jurusan Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer

Lebih terperinci

Pemrograman Jaringan

Pemrograman Jaringan Pemrograman Jaringan 1 M O D U L 2 O S I R E F E R E N C E M O D E L T C P / I P P R O T O K O L S U I T E T R A N S P O R T L A Y E R TCP (Transmission Control Protokol) UDP (User Data Protokol) A G R

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN JARINGAN

PEMROGRAMAN JARINGAN PEMROGRAMAN JARINGAN Tujuan Memahami protocol jaringan seperti TCP, UDP dan SCTP Mengenal kemampuan Java untuk pemrograman jaringan Protocol Jaringan Internet Protokol (IP) adalah protokol lapisan jaringan

Lebih terperinci

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP Pertemuan III Referensi Model TCP/IP Sasaran Pertemuan 3 - Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan metode pengendalian masukan dan keluaran beberapa definisi mengenai Interfacing Protokol Komunikasi Bahasa

Lebih terperinci

Referensi Model OSI & TCP/IP

Referensi Model OSI & TCP/IP 02 Referensi Model OSI & TCP/IP Komunikasi dan Jaringan Komputer, ST http://afenprana.wordpress.com Industri Komunikasi Data Pada industri komunikasi data memiliki banyak stakeholder dengan ketersalinghubungan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI Sesuai dengan judul laporan kerja praktek, dalam pembuatan kerja praktek maka perlu dipahami terlebih dahulu mengenai konsep dasar sistem informasi yang berbasis komputer yang diperlukan

Lebih terperinci

Materi Kuliah Jaringan Komputer ke-4 : Hand Out : Piping Supriatna

Materi Kuliah Jaringan Komputer ke-4 : Hand Out : Piping Supriatna V. M O D E L O S I Pembentukan model OSI (Open System Interconection) bertujuan untuk membagi kompleksitas komunikasi data antar Node pada jaringan komputer, melalui lapisan-lapisan (layers) koneksi yang

Lebih terperinci

Modul 10 TCP/IP Lanjutan

Modul 10 TCP/IP Lanjutan Modul 10 TCP/IP Lanjutan Pendahuluan Router menggunakan informasi IP address dalam paket header IP untuk menentukan interface mana yang akan di-switch ke tujuan. Tiap-tiap layer OSI memiliki fungsi sendiri-sendiri

Lebih terperinci

LOCAL AREA NETWORK: JARINGAN KOMPUTER ANTAR GEDUNG UNTUK OTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

LOCAL AREA NETWORK: JARINGAN KOMPUTER ANTAR GEDUNG UNTUK OTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH LOCAL AREA NETWORK: JARINGAN KOMPUTER ANTAR GEDUNG UNTUK OTOMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH Makalah Disampaikan dalam Diklat Otomasi Perpustakaan Sekolah Bagi Mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas

Lebih terperinci

Computer Networking & Security. H. Mochamad Wahyudi, CCNA, CEH, CHFI

Computer Networking & Security. H. Mochamad Wahyudi, CCNA, CEH, CHFI Computer Networking & Security H. Mochamad Wahyudi, CCNA, CEH, CHFI [email protected] http://www.wahyudi.or.id Sejarah Jaringan Komputer Tahun 1950-an, komputer Stand Alone Tahun 1960-an Departemen

Lebih terperinci

KOMUNIKASI PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI. Materi: 1. Komunikasi Data 2. Protocol 3. Remote Procedure Call 4. Object Remote

KOMUNIKASI PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI. Materi: 1. Komunikasi Data 2. Protocol 3. Remote Procedure Call 4. Object Remote KOMUNIKASI PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI Materi: 1. Komunikasi Data 2. Protocol 3. Remote Procedure Call 4. Object Remote Komunikasi Data Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang

Lebih terperinci

JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER

JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER Topologi jaringan adalah : hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Jenis Topologi jaringan

Lebih terperinci

DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server.

DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. DHCP ( Dynamic Host Control protocol ) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan DHCP server merupakan sebuah mesin

Lebih terperinci

Jaringan Internet. A. Pengertian Jaringan Komputer. B. Protokol jaringan

Jaringan Internet. A. Pengertian Jaringan Komputer. B. Protokol jaringan A. Pengertian Jaringan Komputer Jaringan Internet Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan

Lebih terperinci

MODEL ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI

MODEL ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI MODEL ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI Model Arsitektur SI Terdistribusi Suatu rancangan untuk penyusunan dan operasi komponen-komponen suatu sistem, dimana rancangan tsb mengidentifikasi komponen

Lebih terperinci

Pengenalan Komunikasi Data

Pengenalan Komunikasi Data Konsep Sistem & Teknologi Informasi C Hal. 1 dari 5 Pengenalan Komunikasi Data Pengertian Komunikasi Data Komunikasi data adalah transmisi data elektronik melalui beberapa media. Media tersebut berupa

Lebih terperinci

6 March, :06. by webmaster - Monday, March 06,

6 March, :06. by webmaster - Monday, March 06, 6 March, 2017 16:06 by webmaster - Monday, March 06, 2017 http://suyatno.dosen.akademitelkom.ac.id/index.php/2017/03/06/6-march-2017-1606/ Ringkasan Komunikasi Data Pengertian LAN,MAN,WAN LAN (Local Area

Lebih terperinci

Dasar Networking dan Model-model Referensi

Dasar Networking dan Model-model Referensi Dasar Networking dan Model-model Referensi 1. Jaringan Komputer/Computer Networking Jaringan komputer adalah sekumpulan peralatan komputer yang dihubungkan agar dapat saling berkomunikasi dengan tujuan

Lebih terperinci

Yama Fresdian Dwi Saputro Pendahuluan. Lisensi Dokumen:

Yama Fresdian Dwi Saputro  Pendahuluan. Lisensi Dokumen: OSI LAYER Yama Fresdian Dwi Saputro [email protected] http://from-engineer.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk

Lebih terperinci

keadaan 0 atau 1. Data digital dikirimkan dengan diwakili dua kondisi saja yaitu 0 dan 1.

keadaan 0 atau 1. Data digital dikirimkan dengan diwakili dua kondisi saja yaitu 0 dan 1. JARINGAN KOMPUTER Pengantar Komunikasi awalnya bergantung pada transportasi: jalan antar kota, antar provinsi/negara bagian kemudian antar negara/benua. Kemudian komunikasi dapat terjadi jarak jauh melalui

Lebih terperinci

: M Rasyid Darmawan NIM : TCP. Pengertian TCP. Karakteristik TCP

: M Rasyid Darmawan NIM : TCP. Pengertian TCP. Karakteristik TCP Nama Kelas : M Rasyid Darmawan : SK5C NIM : 09011281520108 1. TCP Pengertian TCP Transmission Control Protocol (TCP) adalah salah satu jenis protokol yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi

Lebih terperinci

Pengembangan Jaringan Internet Dan Intranet. Workshop Pengembangan Jaringan Internet Kementrian Agama Wilayah Riau Pekanbaru, 31 Mei 2012

Pengembangan Jaringan Internet Dan Intranet. Workshop Pengembangan Jaringan Internet Kementrian Agama Wilayah Riau Pekanbaru, 31 Mei 2012 Pengembangan Jaringan Internet Dan Intranet O L E H : N O V R I Y A N T O, S T., M. S C Workshop Pengembangan Jaringan Internet Kementrian Agama Wilayah Riau Pekanbaru, 31 Mei 2012 DEFINISI JARINGANKOMPUTER

Lebih terperinci

STANDARISASI JARINGAN KOMPUTER. Pertemuan 5

STANDARISASI JARINGAN KOMPUTER. Pertemuan 5 STANDARISASI JARINGAN KOMPUTER Pertemuan 5 STANDARISASI JARINGAN KOMPUTER 1960 DOD - Jaringan Komputer -Metode Hub. Telepone - Alat pertahanan negara ARPA DARPA ARPA-Net Penunjang TCP/IP 1980 STANDARISASI

Lebih terperinci

PROTOKOL PADA LAN Mata kuliah Jaringan Komputer Jurusan Teknik Informatika - UNIKOM

PROTOKOL PADA LAN Mata kuliah Jaringan Komputer Jurusan Teknik Informatika - UNIKOM PROTOKOL PADA LAN Mata kuliah Jaringan Komputer Jurusan Teknik Informatika - UNIKOM Materi : III.1 Ethernet III.2 Local Talk III.3 Token Ring III.4 FDDI (Fiber Distributted Data Interface) III.5 ATM (Asynchronous

Lebih terperinci

Analisis Perbandingan Performansi Server VoIP. berbasis Parallel Processing

Analisis Perbandingan Performansi Server VoIP. berbasis Parallel Processing Analisis Perbandingan Performansi Server VoIP antara Asterisk dan FreePBX berbasis Parallel Processing JOANA SIBORO 2206100080 Dosen Pembimbing: Dr.Ir. Achmad Affandi, DEA NIP: 196510141990021001 PERANCANGAN

Lebih terperinci

Selama tahun 1973, Cerf dan Kahn menyusun beberapa protokol pertama komunikasi data untuk mendukung arsitektur yang mereka miliki

Selama tahun 1973, Cerf dan Kahn menyusun beberapa protokol pertama komunikasi data untuk mendukung arsitektur yang mereka miliki Model TCP/IP original telah dikembangkan pada awal 70 an oleh Vinton Cerf, asisten profesor di Computer Science and Electrical Engineering, Standford dan Robert Kahn dari ARPA. Mereka mencoba untuk membuat

Lebih terperinci

Protokol Jaringan Komputer

Protokol Jaringan Komputer Protokol Jaringan Komputer Dwi Nabella Hendra Apriawan [email protected] http://nabellahendra.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan

Lebih terperinci