Membongkar Propaganda Film Joshua
|
|
|
- Yuliana Gunardi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Membongkar Propaganda Film Joshua Komentar: Setelah membaca dan mempejajari tulisan Kristian Ginting, yang berjudul Membongkar Propaganda Film Joshua, saya juga menyadari bahwa masalah-masalah yang di ungkapkan dalam film ``Ack of Killing``, tidak dapat dimengerti secara tepisah dari peranan rezim militer fasis pimpinan jendral TNI AD Soeharto, CIA, Imperialisme AS, PP, Jendral TNI AH Nasutuon dll, selain itu juga peranan para Ulama NU. Masalah-masalah itu adalah merupakan masalah sistemik, artinya bahwa semuanya saling terkait dan tergantung satu sama lain. Kita memiliki dokumentasi yang cukup tentang masalah-masalah pembantaian massal jutaan rakyat Indonesia yang tak bersalah, dan masalah-masalah penting lainnya, seperti yang diungkapkan dalam tutisan Kritian Ginting, yang berkaitan dengan konteks ini. Kesimpulan akhir : Film Ack of Killing hayalah merupakan salah satu fenomena pembantaian massal yang terjadi Medan, jadi tidak dapat digunakan untuk menerangkan Kejahan berat kemanusiaan secara keseluruhan, yang terjadi di NKRI, yang dilakukan oleh rezim NKRI dibawah kekuasaan jendral TNI AD Soeharto, yang mendominasi kekuasaan politik di NKRi selama 32 tahun lamanya. Selamat Tahun Baru Roeslan. Von: [email protected] [mailto:[email protected]] Gesendet: Dienstag, 30. Dezember :11 An: Temu Eropa; Sastra Pembebasan; DISKUSI FORUM HLD Betreff: [temu_eropa] Membongkar Propaganda Film Joshua Sebuah pendapat/analisa yang mencoba menembus gejala luar dan mencapai pada hakekat film itu sendiri. Contoh ketajaman dalam menganalisa sebuah produk kebudayaan dari kawan generasi muda. Sungguh sangat menarik. Membongkar Propaganda Film Joshua Oleh: Kristian Ginting 29 december 2014 om 12:08 1
2 Saya belum menonton film berjudul Senyap atau The Look of Silence karya Joshua Oppenheimer. Saya bahkan tak [lagi] tertarik untuk menontonnya. Selain karena sudah membaca banyak kritik dan pendapat orang tentang film itu, juga karena film sebelumnya: Jagal atau The Act of Killing. Film Jagal bagi saya nyaris sama dengan sejarah yang dipropagandakan Orde Baru. Meski di awal film Joshua menyinggung sedikit soal peran militer/tni dalam tragedi kemanusiaan , namun di ujung film, Joshua menyuguhkan bagaimana Anwar Congo, Sang Jagal menyesal, menangis, dan trauma atas perbuatannya yaitu membantai kaum komunis Medan, Sumatera Utara. Karena itu, saya menangkap kesan Anwar Congo juga merupakan korban dari peristiwa tersebut. Ada beberapa alasan mengapa film tersebut saya anggap sebagai propaganda sejarah Orba. Pertama, Joshua lewat filmya itu tak berupaya mencari, menggali atau seolah-olah lupa bahwa Pemuda Pancasila dibentuk para jenderal anti-komunis, salah satunya adalah AH Nasution [sejarah pembentukan PP akan saya terangkan kemudian]. Maka, tak heran mengapa PP kemudian berada di bawah Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia,partainya para tentara yang dibentuk Nasution, Gatot Subroto dkk pada 20 Mei Kedua, dengan melupakan sejarah pembentukan PP, maka pembantaian kaum komunis di Kampung Kolam, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang pada seperti yang digambarkan Joshua, seolah-olah hanya konflik antar-masyarakat [antar-ormas] tanpa adanya campur tangan militer dan lebih jauh seolah-olah tak ada campur tangan lembaga intelijen negara imperialis Amerika Serikat yaitu CIA. Terakhir, keberadaan PP sebagai sebuah ormas di Medan seolah-olah dibentuk untuk menandingi militansi Pemuda Rakyat [ormas PKI] secara politik. Padahal kita ketahui kiprah PP dari awal hingga saat ini identik dengan premanisme, kekerasan dan suka memalak pedagang sebagai jatah preman atas nama keamanan. Ganjil Karena itu, lewat tulisan ini saya ingin mengungkapkan keganjilan-keganjilan yang ada pada film TAoK. Sebaga orang yang tak mengerti film, saya mempertanyakan apakah film dokumenter pada dasarnya tak membutuhkan hal-hal mendetail yang berkaitan dengan sejarah, misalnya. Sebab, ketiadaan hal-hal mendetail dalam film TAoK justru mengaburkan fakta pembantaian kaum komunis Medan pada
3 Keengganan Joshua untuk menyelidiki lebih jauh tentang sejarah PP di Sumut dan bagaimana hubungannya dengan TNI juga patut dipertanyakan. Lalu, Joshua juga tak menjelaskan sejak kapan Anwar menjadi orang PP? Apa jabatannya dalam ormas tersebut? Dan benarkah hanya Anwar satu-satunya jagal dalam tragedi di Medan? Mengapa Joshua sama sekali tak menyinggung nama Efendi Nasution atau Pendi Keling [pendiri dan ketua pertama PP Sumut dan Ketua II Partai IPKI Sumut] Ucok Mayestik [pendiri PP], Yan Paruhum Lubis, atau Amran YS, misalnya? Dalam tulisan ini saya membedakan antara Ucok Mayestik dan Yan Paruhum Lubis berdasarkan keterangan ayah saya. Menurutnya, Ucok dan Yan Paruhum Lubis adalah 2 orang yang berbeda. Yan merupakan generasi selanjutnya setelah kepengurusan Pendi Keling dan Ucok di ormas PP. Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa Joshua memilih Anwar Congo untuk filmnya? Padahal nama-nama terakhir yang saya sebutkan cukup terkenal di Medan, baik sebagai pendiri PP maupun dalam dunia preman. Amran YS, misalnya, ketokohannya itu justru mengantarkannya sebagai orang penting di Sumut. Setidaknya Amran dikenal sebagai tokoh pemuda, tokoh olahraga, dan menjadi anggota DPRD Sumut pada periode Pada titik inilah mengapa saya tak setuju dengan tulisan Rio Apinino yang berjudul Sebuah Catatan Setelah Menonton Senyap dimuat pada 12 Desember Dalam tulisannya, Rio berpendapat hasil penelitian Wijaya Herlambang yang telah dibukukan dengan judul Kekerasan Budaya Pasca 1965 tak dapat menjelaskan kekerasan yang terjadi di daerah-daerah. Sebab, kekerasan yang terjadi di daerah lebih kompleks dan mendalam sehingga akan berbeda-beda tergantung lingkup geografisnya. Rio lalu mengambil contoh pembantaian kaum komunis di Medan yang menyebut ormas PP sebagai aktor pembantaian. Sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur aktornya justru para agamawan, dalam hal ini Nahdlatul Ulama. Menurut saya, pendapat Rio itu justru bentuk keberhasilan propaganda dari film Joshua. Seolah-olah ormas PP di Medan dan NU di Jawa adalah aktor tunggal dalam pembantaian tersebut tanpa berupaya melihat hubungan ormas itu dengan militer dan sejarah pembentukannya. Penelitian Wijaya justru membantu dan membongkar hubungan antar-lembaga yang selama ini gelap dan abu-abu menjadi terang benderang 3
4 sebagaimana dia membongkar hubungan yang dijalin kelompok seniman Manifes Kebudayaan dan Ivan Kats, perwakilan Congress for Cultural Freedom di Asia. Seperti halnya ormas PP, Manikebu yang dibentuk pada Agustus 1963, menurut Wijaya tak semata-mata untuk kebudayaan, tapi sesungguhnya untuk memberangus paham komunisme di Indonesia, pemberangusan yang menjadi bagian politik kapitalisme global negara imperialis AS. Jauh sebelum Manikebu dideklarasikan, untuk mempromosikan liberalisme sebagai upaya melawan komunisme di bidang kebudayaan, pemerintah AS mendirikan CCF di Berlin pada 1950 melalui agen CIA Michael Josselson. Misinya jelas. Agar para seniman dan intelektual di seluruh dunia lepas dari komunisme. CCF dikendalikan oleh unit khusus CIA dengan nama Office of Policy Coordination yang dikepalai Frank Wisner. Mochtar Lubis sebagai pemimpin harian Indonesia Raya [ ] dikenal cukup dekat dengan pemimpin Partai Sosialis Indonesia seperti Sjahrir serta Sumitro Djojohadikusumo dan juga berpengaruh membangun jaringan dengan Barat. Bersama dengan elite PSI itu, Mochtar menjadi akrab dengan CCF dan akhirnya menjadi anggota pada 1954, setahun sebelum kongres pertama CCF di Asia. Sedangkan Sumitro ditunjuk sebagai ketua kehormatan konferensi CCF di Asia. Dari sinilah bermula terjalin kedekatan Mochtar Lubis dengan Ivan Kats, perwakilan CCF untuk Asia. Bahkan kedekatan hubungan tersebut berlanjut hingga generasi setelahnya, yakni Goenawan Mohammad. Seperti Wijaya, Suar Suroso lewat bukunya berjudul Akar dan Dalang [2013] memaparkan tentang rencana imperialis AS untuk menghadang lajunya komunisme setelah Perang Dunia II. Awalnya, penghadangan tersebut ditujukan untuk Eropa dan Jepang lalu berkembang dan meluas ke negara-negara lainnya termasuk Indonesia. Kebijakan penghadangan laju komunisme itu disebut sebagai the policy of containment yang diterbitkan pemerintah AS pada Suar juga menyebutkan peran CIA dalam pembantaian kaum komunis pada Menurut Suar, bekas pejabat CIA, Ralph Mcghee, penulis buku Deadly Deceits-My 25 Years in the CIA menulis sejumlah artikel pada 1980 hingga awal 1990, dimana dia memaparkan bahwa CIA dan Kementerian Luar Negeri AS terlibat dalam menyusun nama-nama orang PKI yang diserahkan kepada tentara. Itu kemudian dipergunakan dalam pembantaian Tesis Wijaya 4
5 Tesis Wijaya juga mendapat pembenaran dari pengakuan Ucok Mayestik yang juga mengaku sebagai Yan Paruhum Lubis. Ucok mengajukan keberatan atas pemberitaan Majalah Tempo Edisin Oktober 2012 yang memuat liputan utama tentang film Joshua antara lain soal sejarah pembentukan PP, dan soal ketokohan Anwar Congo. Ucok bercerita, bersama dengan Sekretaris IPKI Sumut Kosen Cokrosentono dan Ketua II Partai IPKI Bidang Pemuda, Pendi Keling berangkat ke Jakarta pada Maret 1962 untuk bertemu Ratu Aminah Hidayat di Menteng Raya 70, serta Jenderal Nasution di Cijantung. Kedua orang itu, kata Ucok, meminta mereka untuk membentuk ormas sebagai sayap partai IPKI di Sumut dan Medan seperti Kubu Pancasila, Pemuda Pancasila, Sarjana Pancasila dan lain sebagainya. Misinya: untuk menjaga keutuhan tegaknya 4 Pilar Kebangsaan. Ratu Aminah Hidayat menjelaskan, pada 1959, IPKI telah membentuk Pemuda Patriotik. Lalu pada 1960 dalam kongres pertama IPKI di Lembang-Bandung, Pemuda Patriotik berubah nama menjadi Pemuda Pancasila. Sepulang mereka dari Jakarta, pada Juni 1963, Pendi Keling dilantik sebagai Ketua PP Wilayah Sumut di Balai Selekta, Jalan Listrik, Medan. Karena tak hadir dalam pelantikan itu, pengurus IPKI Sumut menunjuk Ucok sebagai Ketua Kubu Pancasila Sumut dan Koordinator PP Medan. Bukan ingin membenarkan apa yang dilakukan Ucok dan PP, namun ceritanya dan film Joshua saling bertolak belakang. Sejak awal pembentukannya pada 1963, nama Anwar Congo sama sekali tak ada dalam susunan pendiri ormas PP Sumut dan Medan. Cerita yang hampir serupa disampaikan ayah saya [Satria Ginting, sekitar 70 tahun] yang pernah aktif dalam ormas Pemuda Indonesia, sayap Partindo pada 1960an. Bedanya, menurut ayah saya, Ucok dan Yan Paruhum Lubis adalah 2 orang berbeda. Ayah saya menyebut Yan Paruhum Lubis merupakan adik seorang petinju kelas berat pertama dari Indonesia. Sedangkan soal Anwar Congo, ayah saya justru baru mengetahui dan mengenal namanya setelah film TAoK diputar. Ketika saya menyebutkan nama-nama seperti Pendi Keling, Amran YS, dan Ucok, ayah mengakui keterlibatan orang-orang tersebut dalam pembantaian kaum komunis di Medan. Sementara untuk pembantaian kaum komunis di Kampung Kolam, ayah saya secara khusus menyebut nama Pendi Keling. Pendirian PP pada 1963 di Sumut, kata ayah saya, sejak awal tak bisa dipisahkan dari militer. Baju kebesaran ormas PP, loreng berwarna merah itu sebagai tanda kedekatan mereka dengan tentara. Awalnya, ormas ini diperuntukkan bagi keluarga tentara, namun pada praktiknya secara struktur, ormas tersebut dikuasai oleh mereka yang aktif di 5
6 dunia preman. Itu sebabnya, sejak awal kehadiran ormas tersebut identik dengan premanisme, pemeras dan lain sebagainya. Ayah saya bercerita, Front Pemuda adalah wadah tempat berkumpulnya ormas kepemudaan dari berbagai latar belakang. Secara struktur Front Pemuda didominasi oleh Pemuda Rakyat dan Pemuda Marhaen [ormas PNI]. Sedangkan pengurus PP sama sekali tak mendapat tempat dalam Front Pemuda. Karena itu, sulit dikatakan jika Pemuda Rakyat merasa tersaingi dengan kehadiran PP. Ansor juga terlibat aktif dalam Front Pemuda. Meski didominasi Pemuda Rakyat, ormas sayap pemuda NU itu tak merasa tersisih. Sebab, kata ayah saya, siapapun tahu betapa militannya Pemuda Rakyat dalam mengkampanyekan anti-kolonialisme dan anti-imperialisme. Kampanye ini pula yang merekatkan ormas-ormas yang memiliki kesamaan gagasan soal itu, termasuk Ansor. Jika ada yang merasa iri terhadap Pemuda Rakyat justru itu datang dari Pemuda Marhaen karena dominasi Pemuda Rakyat dalam kepengurusan Front Pemuda. Pembantaian kaum komunis di Medan baru terjadi beberapa bulan kemudian setelah peristiwa G30S meletus di Jakarta. Kalau pun ada pembunuhan dan penculikan itu masih bersifat individu-individu yang telah diincar oleh orang-orang tertentu. Ayah saya mengatakan, beberapa bulan setelah peristiwa G30S terjadi, seruan pembantaian terhadap kaum komunis di Sumut kali pertama datang dari pihak militer. Slogan mereka adalah ganyang PKI. Struktur TNI ketika itu terdiri atas 3 Komando Pertahanan Wilayah. Kowilhan I berbasis di Medan dan panglimanya adalah AZ Mokoginta, berpangkat letnan jenderal yang merupakan orangnya Jenderal Nasution. Sementara Panglima Kodam I Bukit Barisan adalah Mayor Jenderal Soewiran yang merupakan loyalis Bung Karno. Sedangkan Kepala Staf Kodam, Leopalisa merupakan pembina ormas PP, sehingga terjepitlah posisi Jenderal Soewiran. Jenderal Mokoginta-lah yangmenyerukan pengganyangan PKI melalui pidato terbuka. Menurut ayah saya, PP tak akan sanggup menghabisi PKI dan ormasnya di Kampung Kolam tanpa bantuan militer. Buktinya, PP kerap dipukul mundur oleh PKI beserta ormasnya. Ketika militer mulai ikut bertindak barulah kemudian PKI dan ormasnya berhasil dihabisi dan hingga kini belum diketahui berapa jumlah korban akibat pembantaian itu. Atas fakta-fakta di atas menjadi jelas bahwa tragedi baik di Jakarta maupun di daerah-daerah seperti di Medan tak berdiri sendiri. Pembantaian kaum komunis oleh 6
7 ormas PP tanpa menyebutkan peran militer dan CIA harus ditolak seperti yang digambarkan film Joshua itu. Kita tak boleh lagi lengah dan mau disesatkan atas propaganda sejarah yang mau membenarkan pembantaian dan melanggengkan anti-komunisme. Atas alasan itulah mengapa saya pada akhirnya tak lagi tertarik untuk menonton film Senyap. Lalu bagaimana pula kita memaknai banyaknya penolakan atas pemutaran film Senyap di berbagai kota? Dapatkah itu kita simpulkan sebagai keberhasilan Joshua dalam mempropagandakan anti-komunisme? 7
Meninjau Kembali Pembantaian 50 Tahun Lalu
Wawancara dengan Soe Tjen: Meninjau Kembali Pembantaian 50 Tahun Lalu Tak ada yang memberitahu Soe Tjen tentang nasib ayahnya dan genosida anti-komunis. Sampai ia mendengar kisah itu dari ibunya, setelah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat terpisahkan dengan komunikasi baik
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat terpisahkan dengan komunikasi baik komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Komunikasi bukan hanya sebuah
Diskusi Buku Kekerasan Budaya Pasca 1965
Diskusi Buku Kekerasan Budaya Pasca 1965 Karya Wijaya Herlambang PEMBEBASAN BANDUNG 11.50.00 BUKU http://pembebasanbandung.blogspot.hk/2016/09/diskusi-buku-kekerasan-budaya-pasca.html Sore hari, Jumat
BERTEMU MATAHARI... Seorang Kawanku berkomentar.. Bung menulis kolom Kronik Pulang-kampung.., kok isinya pembicaraan buku Romo Baskara T. Wardaya..
Kolom IBRAHIM ISA Sabtu, 18 Juli 2015 ---------------------- KRONIK PULANG-KAMPUNG -- (5) -- Menyoroti Buku Romo Baskara T. Wardaya: BERTEMU MATAHARI... (Sambungan terdahulu Kronik Pulang-Kampung - 4 )
BAB I PENDAHULUAN. Sejarah sebagai suatu narasi besar diperlihatkan melalui peristiwa dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejarah sebagai suatu narasi besar diperlihatkan melalui peristiwa dan tokoh besar dengan mendokumentasikan asal-usul kejadian, menganalisis geneologi, lalu membangun
BAB I PENDAHULUAN. Berbagai peristiwa sejarah tentu tidak terjadi dengan sendirinya. Peristiwaperistiwa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berbagai peristiwa sejarah tentu tidak terjadi dengan sendirinya. Peristiwaperistiwa tersebut sangat dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran, baik itu watak, kepercayaan,
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab V, penulis memaparkan kesimpulan dan rekomendasi dari hasil penelitian secara keseluruhan yang dilakukan dengan cara studi literatur yang data-datanya diperoleh
Kuda Troya CIA di Ranah Budaya
Kuda Troya CIA di Ranah Budaya Selama 50 tahun lebih CIA menerapkan strategi untuk mempengaruhi masyarakat dunia ketiga lewat produk-produk kebudayaan. Di Indonesia strategi itu berjalan sukses, bersama
Ini Pantauan CIA Saat Kejadian G30S/PKI
Selasa 26 September 2017, 15:58 WIB CIA Pantau PKI Momen Krusial! Ini Pantauan CIA Saat Kejadian G30S/PKI Fitraya Ramadhanny detiknews https://news.detik.com/berita/d-3658975/momen-krusial-ini-pantauan-cia-saat-kejadian-g30spki
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Terdapat beberapa hal yang penulis simpulkan berdasarkan permasalahan yang
168 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dipaparkan dalam bab ini merujuk pada jawaban atas permasalahan penelitian yang telah dikaji oleh penulis di dalam bab sebelumnya. Terdapat
Kekerasan Sipil dan Kekuasaan Negara
Kekerasan Sipil dan Kekuasaan Negara Abdil Mughis Mudhoffir http://indoprogress.com/2016/12/kekerasan-sipil-dan-kekuasaan-negara/ 15 December 2016 IndoPROGRESS KEBERADAAN kelompok-kelompok sipil yang dapat
BAB I PENDAHULUAN. berposisi di baris depan, sebagai komunitas sosial yang memotori perwujudan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di dalam konteks transisi politik di Indonesia, gerakan mahasiswa memainkan peranan yang penting sebagai kekuatan yang secara nyata mampu mendobrak rezim otoritarian.
BAB I PENDAHULUAN. sebagai gagasan pemersatu bangsa Indonesia dengan tujuan melanjutkan revolusi kita
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Nasakom merupakan hasil buah pikiran Presiden Soekarno yang dijadikannya sebagai gagasan pemersatu bangsa Indonesia dengan tujuan melanjutkan revolusi kita yang belum
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kita hidup ditengah derasnya perkembangan sistem komunikasi. Media massa adalah media atau sarana penyebaran informasi secara massa dan dapat diakses oleh masyarakat
Akui Dulu Pembantaian, Baru Minta Maaf
Akui Dulu Pembantaian, Baru Minta Maaf BY WEBMASTER OCTOBER 27, 2015 HTTP://1965TRIBUNAL.ORG/ID/AKUI-DULU-PEMBANTAIAN-BARU-MINTA-MAAF/ Menolak lupa, menjadi saksi (selama hayat di kandung badan). Galeri
BAB V PENUTUP 1. Kesimpulan
BAB V PENUTUP 1. Kesimpulan Film Senyap mengungkapkan bahwa komunis merupakan korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi saat peristiwa pemberantasan komunis 1965 yang dampaknya masih terasa
Meninjau Kembali Mimpi Buruk Sebuah Bangsa
Meninjau Kembali Mimpi Buruk Sebuah Bangsa Sabtu, 18 Januari 2014 19:56 WIB Wijaya Herlambang Setiap tahun pada tanggal 1 Oktober, sejak 1966, rakyat Indonesia melakukan ritual, memperingati kemenangan
Gerakan 30 September Hal tersebut disebabkan para kader-kader Gerwani tidak merasa melakukan penyiksaan ataupun pembunuhan terhadap para
BAB 5 KESIMPULAN Gerwani adalah organisasi perempuan yang disegani pada masa tahun 1950- an. Gerwani bergerak di berbagai bidang. Yang menjadi fokus adalah membantu perempuan-perempuan terutama yang tinggal
IN MEMORIAM DR WIJAYA HERLAMBANG
Ibrahim Isa Minggu. 06 Des 2015 ------------------------ IN MEMORIAM DR WIJAYA HERLAMBANG * * * Mengenang kembali Dr Wijaya Herlambang, seorang tokoh sarjana pejuang HAM, yang meninggal hari ini, --- di
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Pada bagian ini merupakan kesimpulan terhadap semua hasil penelitian yang telah diperoleh setelah melakukan pengkajian dan sekaligus memberikan analisis
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama, kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersamasama dan merealisasikan
BAB I PENDAHULUAN. manusia yang berasal dari Tuhan, dan tidak dapat diganggu gugat oleh. Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan salah satu nilai dasar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia, dan mempunyai derajat yang luhur sebagai manusia, mempunyai budi dan karsa yang merdeka sendiri. Semua
pengalaman putra 'tokoh integrasi' Tionghoa Indonesia pada 1965
'Dicina-cinakan' di jalan: pengalaman putra 'tokoh integrasi' Tionghoa Indonesia pada 1965 Endang NurdinBBC Indonesia 27 Oktober 2017 http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41738253?ocid=wsindonesia.chat-apps.in-app-msg.whatsapp.trial.link1_.auin
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sejarah nasional Indonesia tidak lepas dari pemerintahan Soekarno dan Soeharto, seperti
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejarah nasional Indonesia tidak lepas dari pemerintahan Soekarno dan Soeharto, seperti yang kita ketahui dua figur tersebut pernah menjadi presiden Republik Indonesia.
Komunisme dan Pan-Islamisme
Komunisme dan Pan-Islamisme Tan Malaka (1922) Penerjemah: Ted Sprague, Agustus 2009 Ini adalah sebuah pidato yang disampaikan oleh tokoh Marxis Indonesia Tan Malaka pada Kongres Komunis Internasional ke-empat
Bahan Renungan Sekitar G30S, Bung Karno, Suharto dan PKI
Bahan Renungan Sekitar G30S, Bung Karno, Suharto dan PKI Menjelang tanggal 30 September 2011 dalam website http://umarsaid.free.fr/ akan diusahakan penyajian secara berturut-turut tulisan atau artikel
AKAR DAN DALANG PEMBANTAIAN MANUSIA TAK BERDOSA. dan PENGGULINGAN BUNG KARNO
Kolom IBRAHIM ISA Minggu, 15 Desember 2013 ----------------------- Menyambut Hangat Karya Penting SUAR SUROSO: AKAR DAN DALANG PEMBANTAIAN MANUSIA TAK BERDOSA dan PENGGULINGAN BUNG KARNO Senin, 16 Desember
Keterlibatan Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris. dalam Genosida 65
Keterlibatan Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris dalam Genosida 65 Majalah Bhinneka April 2, 2016 http://bhinnekanusantara.org/keterlibatan-pemerintah-amerika-serikat-dan-inggris-dalam-genosida-65/
MENYOROTI DUA BUKU PROF. DR. BASKARA T. WARDAYA
Kolom IBRAHIM ISA Senin Malam, 13 Juli 2015 ----------------------- KRONIK PULANG -KAMPUNG - (4) BUKU, BUKU, SEKALI LAGI... BUKU.. MENYOROTI DUA BUKU PROF. DR. BASKARA T. WARDAYA Sudah lanjut umur begini
I. PENDAHULUAN. sejak jaman kemerdekaan berkali-kali menghadapi ujian. Pada tahun
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perjuangan bangsa Indonesia untuk menciptakan keadilan bagi masyarakatnya sejak jaman kemerdekaan berkali-kali menghadapi ujian. Pada tahun 1950-1959 di Indonesia berlaku
BAB I PENDAHULUAN. Negara eropa yang paling lama menjajah Indonesia adalah Negara Belanda
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia di jajah oleh bangsa Eropa kurang lebih 350 tahun atau 3.5 abad, hal ini di hitung dari awal masuk sampai berakhir kekuasaannya pada tahun 1942. Negara eropa
BAB V PENUTUP. kemasyarakatan adalah kelompok kepentingan Asosiasonal. dibentuk atas tujuan yang eksplisit. Terorganisir dengan sangat baik pada
BAB V PENUTUP KESIMPULAN Organisasi Pemuda Pancasila merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan dengan eksistensi pergerakan tertua di Indonesia. Organisasi kemasyarakatan identik dengan pergerakan
BAB 5 KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan Universitas Indonesia
BAB 5 KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan Melalui analisis, dapat terlihat berbagai kritik sosial yang diungkapkan oleh SGA dalam Kalatidha. Kritik dalam Kalatidha dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah
Sambutan Presiden RI Pd Pertemuan dg Veteran dan Pejuang Perang..., tgl 23 Mar 2014, di Bali Minggu, 23 Maret 2014
Sambutan Presiden RI Pd Pertemuan dg Veteran dan Pejuang Perang..., tgl 23 Mar 2014, di Bali Minggu, 23 Maret 2014 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PERTEMUAN DENGAN VETERAN DAN PEJUANG PERANG
Saatnya Rehabilitasi Bung Karno!
Saatnya Rehabilitasi Bung Karno! Bagaimana bisa dikatakan Saatnya Rehabilitasi Bung Karno??? Kalau pemerintah yang berkuasa, khususnya Presiden Jokowi masih saja begitu anti-komunis, sampai-sampai berulangkali
Pembantaian Massal Pernah Terjadi
Pembantaian Massal 1965-1966 Pernah Terjadi Penulis : Donny Andhika http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/10/352566/284/1/pembantaian_massal_196 5-1966_Pernah_Terjadi_Bagian_1 Senin, 01 Oktober 2012
BAB I PENDAHULUAN. Dengan berdirinya negara Republik Indonesia dan TNI serta diakui kedaulatannya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Dengan berdirinya negara Republik Indonesia dan TNI serta diakui kedaulatannya oleh Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, maka pada tahun 1950 KNIL dibubarkan. Berdasarkan
Sosialisme Indonesia
Sosialisme Indonesia http://sinarharapan.co/news/read/140819049/sosialisme-indonesia 19 Agustus 2014 12:50 Ivan Hadar* OPINI Sosialisme-kerakyatan bisa diterapkan di Indonesia. Terpilihnya Jokowi sebagai
Tragedi 1965 dalam Pandangan Sastra dan Politik
Tragedi 1965 dalam Pandangan Sastra dan Politik Sastra dan Politik: Tragedi 1965 dalam Negara Orde Baru Buku Yoseph Yapi Taum Eva Yenita Syam 1 [email protected] Pengantar Persoalan kesastraan tidak hanya
Kesaksian Elite PKI tentang Sepak Terjang Aidit
Kesaksian Elite PKI tentang Sepak Terjang Aidit Hasan Kurniawan http://daerah.sindonews.com/read/1053972/29/kesaksian-elite-pki-tentang-sepak-terjang-aidit-1445105212 Minggu, 18 Oktober 2015 05:05 WIB
Partai PDIP dan Pembasmian PKI Melalui Supersemar.
Partai PDIP dan Pembasmian PKI Melalui Supersemar. BY HANDOKO WIZAYA ON OCTOBER 4, 2017POLITIK https://seword.com/politik/partai-pdip-dan-pembasmian-pki-melalui-supersemar/ Menurut Sekretaris Jenderal
BAB I PENDAHULUAN. Setelah pusat politik RI dipindahkan ke Yogyakarta pada awal tahun 1946,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setelah pusat politik RI dipindahkan ke Yogyakarta pada awal tahun 1946, dua jenis sistem pers muncul di Nusantara (Lee, 1971:35). Pertama, terdiri dari surat kabar-surat
Salawati Daud, Walikota Perempuan Pertama Di Indonesia
Salawati Daud, Walikota Perempuan Pertama Di Indonesia Sabtu, 3 Agustus 2013 14:51 WIB Saya iseng bertanya ke mesin pencari Google: Siapa Walikota Perempuan Pertama di Indonesia? Sejumlah nama pun muncul.
Atas usaha Penerbit ULTIMUS, sudah terbit dan segera beredar karya Suar Suroso
Atas usaha Penerbit ULTIMUS, sudah terbit dan segera beredar karya Suar Suroso AKAR DAN DALANG Pembantaian Manusia Tak Berdosa dan Penggulingan Bung Karno 1 Suar Suroso Editor: Koesalah Soebagyo Toer,
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN Pada bab terakhir dalam penulisan skripsi yang berjudul Peristiwa Mangkok Merah (Konflik Dayak Dengan Etnis Tionghoa Di Kalimantan Barat Pada Tahun 1967), berisi mengenai simpulan
Silahkan Baca Tragedi PKI Ini
Silahkan Baca Tragedi PKI Ini Nusantarapos,- Apakah Pantas Soeharto Diampuni?, Ada seorang ahli sejarah yang sempat meneliti tentang kejadian yang menimpa bangsa kita di tahun 1965, mengatakan bahwa di
BAB V PENUTUP. Politik Indonesia Pada Masa Demokrasi Terpimpin Tahun , penulis
BAB V PENUTUP 1.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Dampak Nasakom Terhadap Keadaan Politik Indonesia Pada Masa Demokrasi Terpimpin Tahun 1959-1966, penulis menarik kesimpulan bahwa Sukarno sebagi
BAB I PENDAHULUAN. rakyat Indonesia. Rakyat harus tetap berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak serta merta mengakhiri perjuangan rakyat Indonesia. Rakyat harus tetap berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang
REPRESENTASI PERAMPASAN HAK HIDUP INDIVIDU YANG DIANGGAP TAPOL DALAM NOVEL MENCOBA TIDAK MENYERAH KARYA YUDHISTIRA ANM MASSARDI
REPRESENTASI PERAMPASAN HAK HIDUP INDIVIDU YANG DIANGGAP TAPOL DALAM NOVEL MENCOBA TIDAK MENYERAH KARYA YUDHISTIRA ANM MASSARDI Bangga Pramesti Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS, UPI [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. Bulan September tahun 1948 merupakan saat-saat yang tidak akan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bulan September tahun 1948 merupakan saat-saat yang tidak akan terlupakan oleh masyarakat kota Madiun, terutama bagi umat Islam di Madiun. Pada bulan September tahun
Surat-Surat Buat Dewi
Surat-Surat Buat Dewi Di bawah ini kami turunkan surat-surat Presiden Soekarno, yang ditulis dan dikirim kepada istrinya, Ratna Sari Dewi, selama hari-hari pertama bulan Oktober 1965. Surat-surat ini berhasil
G 30 S/PKI, Gestapu. dan Penyelesaian Peristiwa G 30 S Secara Beradab
G 30 S/PKI, Gestapu dan Penyelesaian Peristiwa G 30 S Secara Beradab (Tanggapam wacana Salim Said) JULIUS GUNAWAN Saya belum membaca buku tulisan Salim Said, baik yang berjudul Dari Gestapu ke Reformasi:
I. PENDAHULUAN. dalamnya. Untuk dapat mewujudkan cita-cita itu maka seluruh komponen yang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perubahan suatu negara untuk menjadi lebih baik dari aspek kehidupan merupakan cita-cita dan sekaligus harapan bagi seluruh rakyat yang bernaung di dalamnya.
Gerwani dan Tragedi 1965
http://news.detik.com/read/2013/09/30/154108/2373384/10/sejarah-gerwis-dan-munculnya-gerwani?nd772204btr Senin, 30/09/2013 15:41 WIB Gerwani dan Tragedi 1965 Sejarah Gerwis dan Munculnya Gerwani Idham
Relevansi Pemikiran Bung Karno dalam Era Globalisasi. Oleh Max Lane. Oldefo vs Nefo
Relevansi Pemikiran Bung Karno dalam Era Globalisasi Oleh Max Lane Oldefo vs Nefo Indonesia sekarang menghadapi serangan dari negara-negara industri, terutama Amerika Serikat, Eropa Barat, Jepang, dan
Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki sejarah panjang untuk mendapatkan kemerdekaannya di tahun Hanya saja, tidak banyak yang
Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki sejarah panjang untuk mendapatkan kemerdekaannya di tahun 1945. Hanya saja, tidak banyak yang tertarik untuk mempelajari sejarah karena terkesan membosankan.
2015 PERISTIWA MANGKOK MERAH (KONFLIK DAYAK DENGAN ETNIS TIONGHOA DI KALIMANTAN BARAT PADA TAHUN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945, Soekarno tampil dihadapan peserta sidang dengan pidato
BAB V. Penutup. Dari kajian wacana mengenai Partai Komunis Indonesia dalam Surat Kabar
BAB V Penutup A. Kesimpulan Dari kajian wacana mengenai Partai Komunis Indonesia dalam Surat Kabar Kompas dan Republika dapat ditarik beberapa kesimpulan. Pertama, produksi wacana mengenai PKI dalam berita
Kebencian pada Keturunan PKI Belum Hilang, Negara Harus Minta Maaf
Komunitas Merah Putih: Kebencian pada Keturunan PKI Belum Hilang, Selasa, 11 Agustus 2015 16:30 Negara Harus Minta Maaf http://sp.beritasatu.com/home/kebencian-pada-keturunan-pki-belum-hilang-negara-harus-minta-maaf/93433
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Bab ini berisi interpretasi penulis terhadap judul skripsi Penerimaan Asas
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Bab ini berisi interpretasi penulis terhadap judul skripsi Penerimaan Asas Tunggal Pancasila oleh Nahdlatul Ulama : Latar Belakang dan Proses 1983-1985 yang menjadi bahan
BAB V KESIMPULAN. pemikiran dua tokoh tersebut, tidak bisa kita lepaskan dari kehidupan masa lalunya yang
BAB V KESIMPULAN Sutan Sjahrir dan Tan Malaka merupakan dua contoh tokoh nasional yang memberikan segenap tenaga dan pikirannya pada masa kemerdekaan. Kajian terhadap pemikiran dua tokoh tersebut, tidak
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Sejak awal integrasi ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun 1976, Timor Timur selalu berhadapan dengan konflik, baik vertikal maupun
Presiden Seumur Hidup
Presiden Seumur Hidup Wawancara Suhardiman : "Tidak Ada Rekayasa dari Bung Karno Agar Diangkat Menjadi Presiden Seumur Hidup" http://tempo.co.id/ang/min/02/18/nas1.htm Bung Karno, nama yang menimbulkan
* * * II. Angan-angan Jendral Pangkostrad Mau KEMBALI * * *
Kolom IBRAHIM ISA Rabu, 06 November 2013 --------------------- I. Buku Baru Prof Salim Said.... II. Angan-angan Jendral Pangkostrad Mau KEMBALI Ke DWIFUNGSI-ABRI I. Senin 04 November 2013 y.l, ketika membuka
G30S dan Kejahatan Negara
Telah terbit Buku: G30S dan Kejahatan Negara Catatan Penyunting Pada tanggal 1 Oktober 1965, sekitar pukul 7 pagi, saya bermain catur dengan ayah saya, Siauw Giok Tjhan di beranda depan rumah. Sebuah kebiasaan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia mulai memperoleh akses informasi yang lebih luas dan terbuka.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejak keruntuhan kekuasaan Presiden Soeharto ditahun 1998, masyarakat Indonesia mulai memperoleh akses informasi yang lebih luas dan terbuka. Berbagai hal yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Permasalahan Penulisan skripsi ini bermula dari ketertarikan penulis dengan konsep mitologi Roland Barthes. Ia menggunakannya sebagai alat untuk mengkritik ideologi
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
121 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Pada bab terakhir ini, peneliti akan memaparkan mengenai kesimpulan dan rekomendasi dari penulisan skripsi yang berjudul " Refungsionalisasi Tentara
BAB III DATA PERANCANGAN
BAB III DATA PERANCANGAN A. Tabel Data Perancangan Data Data objek a. Profil Monumen Pancasila Sakti b. Foto c. Video Data referensi a. Buku tentang Monumen Pancasila Sakti b. Beberapa cindera mata Monumen
Kesaksian Siauw Giok Tjhan dalam Gestapu 1965
Kesaksian Siauw Giok Tjhan dalam Gestapu 1965 Hasan Kurniawan http://daerah.sindonews.com/read/1057848/29/kesaksian-siauw-giok-tjhan-dalam-gestapu-1965-1446312109/ Senin, 2 November 2015 05:05 WIB Siauw
Habibi Serahkan Dokumen Tragedi 98
Habibi Serahkan Dokumen Tragedi 98 Bakal Ada yang Kejang2 Jelang Pilpres 2019 Friday, May 12, 2017 https://www.detikmetro.com/2017/05/habibi-serahkan-dokumen-tragedi-98.html DETIK METRO - Presiden ke-3
Kembali Ke Jalan Bung Karno!
Kembali Ke Jalan Bung Karno! http://www.bergelora.com/opini-wawancara/artikel/2109-kembali-ke-jalan-bung-karno.html Rabu, 17 Juni 2015 M. Ikhyar Velayati Harahap (Ist) Ditengah Penjajahan Kolonialisme
BAB IV PENUTUP. identik dengan bacaan-bacaan liar dan cabul yang mempunyai corak realisme-sosialis.
BAB IV PENUTUP Kesimpulan Kemunculan karya sastra Indonesia yang mengulas tentang kolonialisme dalam khazanah sastra Indonesia diprediksi sudah ada pada masa sastra Melayu Rendah yang identik dengan bacaan-bacaan
BAB I PENDAHULUAN. pewarta. Dalam melakukan kerjanya, wartawan berhadapan dengan massa,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kondisi pers di Indonesia dewasa ini mengalami berbagai problematika, seperti kekerasan terhadap pers hingga permasalahan somasi atau tuntutan. Dewan Pers menyatakan
SEJARAH PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA
SEJARAH PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA SEJARAH PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA Asas kerakyatan mengandung arti bahwa kedaulatan ada pada rakyat. Segala hukum (recht, peraturan perundang-undangan)
POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA BEBAS AKTIF TAHUN
POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA BEBAS AKTIF TAHUN 1948-1961 SKRIPSI Oleh : Evi Ristiyanti NIM. 070210302077 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN
Negara Jangan Cuci Tangan
Negara Jangan Cuci Tangan Ariel Heryanto, CNN Indonesia http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160426085258-21-126499/negara-jangan-cuci-tangan/ Selasa, 26/04/2016 08:53 WIB Ilustrasi. (CNN Indonesia)
KEHIDUPAN POLITIK PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
KEHIDUPAN POLITIK PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN Nama : DIMAS DWI PUTRA Kelas : XII MIPA 3 SMAN 1 SUKATANI 2017/3018 Gagalnya usaha untuk kembali ke UUD 1945 dengan melalui Konstituante dan rentetan peristiwa-peristiwa
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Gagalnya Konstituante dalam menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) dan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gagalnya Konstituante dalam menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) dan diikuti keadaan politik yang semakin rawan dengan munculnya rasa tidak puas dari daerah terhadap
TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA PENELITI AJARAN-AJARAN PEMIMPIN BESAR REVOLUSI BUNG KARNO
K E T E T A P A N REPUBLIK INDONESIA No. XXVI/MPRS/1966 TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA PENELITI AJARAN-AJARAN PEMIMPIN BESAR REVOLUSI BUNG KARNO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang
BAB IV GAMBARAN MEDIA
BAB IV GAMBARAN MEDIA Setiap pemberitaan di media massa, secara tidak langsung membentuk sebuah wacana membentuk pola pikir pembacanya. Begitu pula dalam penelitian ini, tentang bagaimana media mewacanakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Aam Amaliah Rahmat, 2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada masa rezim Orde Baru kebebasan individu, dalam menyatakan pendapat, kebebasan berorganisasi dan kebebasan pers sangat dibatasi oleh aturan yang ketat secara
Identitas bangsa Indonesia berubah total sesudah 1965
Prof. John Roosa: Identitas bangsa Indonesia berubah total sesudah 1965 http://indoprogress.com/lbr/?p=243 Diposkan pada 17/09/2012 oleh indoprogress Tinggalkan balasan BULAN September, bisa dibilang sebagai
BAB I PENDAHULUAN. yaitu masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang dalam satu kesatuan yang bulat dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dinamika sejarah terletak pada kemampuan untuk memandang dimensi waktu sekaligus, yaitu masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang dalam satu kesatuan
HANDOUT MATAKULIAH: PROPAGANDA PRODI: ILMU KOMUNIKASI FISIP UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Semester: Genap 2010/2011 Pertemuan 9
HANDOUT MATAKULIAH: PROPAGANDA PRODI: ILMU KOMUNIKASI FISIP UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Semester: Genap 2010/2011 Pertemuan 9 PROPAGANDA POLITIK di INDONESIA 1 Oleh: Kamaruddin Hasan 2 Propaganda Era Soeharto
Amerika Tanam Pengaruh di Asia Sejak Desember 1949
Amerika Tanam Pengaruh di Asia Sejak Desember 1949 http://forum.viva.co.id/showthread.php?t=1896354 Jika kita telisik lebih mendalam, sebenarnya kebijakan strategis AS untuk menguasai dan menanam pengaruh
BAB I PENDAHULUAN. PKI merupakan sebuah Partai yang berhaluan Marxisme-Lenisme(Komunis).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Analisis Masalah PKI merupakan sebuah Partai yang berhaluan Marxisme-Lenisme(Komunis). Partai Komunis Indonesia merupakan partai komunis terbesar ketiga di dunia
A. Pengertian Orde Lama
A. Pengertian Orde Lama Orde lama adalah sebuah sebutan yang ditujukan bagi Indonesia di bawah kepemimpinan presiden Soekarno. Soekarno memerintah Indonesia dimulai sejak tahun 1945-1968. Pada periode
1. DARI IDEOLOGI HINGGA TERORISME
1 1. DARI IDEOLOGI HINGGA TERORISME Dalam sejarahnya, manusia memang sudah ditakdirkan untuk berkompetisi demi bertahan hidup. Namun terkadang kompetisi yang dijalankan manusia itu tidaklah sehat dan menjurus
BAB 20: SEJARAH PERANG DINGIN
www.bimbinganalumniui.com 1. Perang Dingin a. Perang terbuka antara Blok Barat dan Blok Timur b. Ketegangan antara Blok Barat dalam masa ideologi c. Persaingan militer antara Amerika Uni di Timur Tengah
BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, dapat. disimpulkan bahwa Banyuwangi merupakan wilayah yang rawan
BAB V KESIMPULAN Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa Banyuwangi merupakan wilayah yang rawan konflik. Hal ini tidak terlepas dari peristiwa-peristiwa konflik yang terjadi jauh
BAB III PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN. dokumenter Senyap atau The Look Of Silence dengan menggunakan analisis
BAB III PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN Dalam bab III Skripsi ini, akan dijelaskan analisis dan pembahasan dari film dokumenter Senyap atau The Look Of Silence dengan menggunakan analisis naratif. A. Peristiwa-Peristiwa
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada Desember 1941, Jepang menyerang Honolulu, Hawai, negara bagian
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada Desember 1941, Jepang menyerang Honolulu, Hawai, negara bagian ke-50 Amerika Serikat, dari udara. Pada waktu itu juga Amerika dan Inggris menyatakan perang
G 30 S PKI. DISUSUN OLEH Aina Aqila Rahma (03) Akhlis Suhada (04) Fachrotun Nisa (14) Mabda Al-Ahkam (21) Shafira Nurul Rachma (28) Widiyaningrum (32)
G 30 S PKI Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Sejarah DISUSUN OLEH Aina Aqila Rahma (03) Akhlis Suhada (04) Fachrotun Nisa (14) Mabda Al-Ahkam (21) Shafira Nurul Rachma (28) Widiyaningrum
PERAN POLITIK MILITER DI INDONESIA
PERAN POLITIK MILITER DI INDONESIA Materi Kuliah Sistem Politik Indonesia [Sri Budi Eko Wardani] Alasan Intervensi Militer dalam Politik FAKTOR INTERNAL FAKTOR EKSTERNAL 1. Nilai dan orientasi perwira
HUBUNGAN INTERNASIONAL DI ASIA TENGGARA PADA ERA PERANG DINGIN. Dewi Triwahyuni
HUBUNGAN INTERNASIONAL DI ASIA TENGGARA PADA ERA PERANG DINGIN Dewi Triwahyuni International Relation Department, UNIKOM 2013 Backgroud History 1950an 1980an Hubungan internasional di Asia Tenggara pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Rinrin Desti Apriani, 2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Invasi dan pendudukan Vietnam ke Kamboja yang dilakukan pada akhir tahun 1978 merupakan peristiwa yang begitu mengejutkan baik bagi Kamboja sendiri maupun
