Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Model Lesson Study
|
|
|
- Yuliani Budiono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 1, Januari 2011 Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Model Lesson Study C. Rudy Prihantoro Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta Abstrak: Lesson study (LS) adalah sebuah proses pengembangan kompetensi keprofesionalan guru secara sistematis yang bertujuan untuk menjadikan proses pembelajaran lebih baik dan efektif. Tahapan LS yaitu Plan, Do, See. LS mensyaratkan stabilitas kebijakan pendidikan, kurikulum fleksibel, budaya refleksi diri dan kerjasama. Kelebihan LS adalah berorientasi pada siswa, bekerja sebagai tim, mengembangkan teknik mengajar. Pengembangan LS dalam profesionalime guru yaitu merencanakan tujuan pembelajaran dan materi pokok; mengkaji dan mengembangkan pembelajaran; memperdalam penge-tahuan yang diajarkan; memikirkan tujuan jangka panjang siswa; merancang pembelajaran kolaboratif; mengkaji proses belajar, perilaku dan hasil belajar siswa; dan, mengembangkan pedagogis. LS dilaksanakan dengan membentuk kelompok LS, memfokuskan LS, Merencanakan Research Lesson (RL), membelajarkan dan mengamati RL, mendiskusikan dan menganalisis RL, serta merefleksikan dan merencanakan kembali LS. Manfaat LS diantaranya memicu munculnya motivasi untuk mengembangkan diri, melatih pendidik melihat peserta didik, menjadikan penelitian sebagai bagian integral pendidikan, penyebaran inovasi dan pendekatan baru, menempatkan para pendidik pada posisi terhormat. Kata Kunci : Lesson study, Implementasi, Profesionalisme Abstract: Lesson study (LS) is a competence development process in a systematic teacher professionalism which aims to make learning better and more effective. Stages LS ie Plan, Do, See. LS requires the stability of education policy, curriculum, flexible, self-reflection and cultural cooperation. Excess LS is oriented to students, working as a team, developing a teaching technique. LS development in the professionalism of teachers is to plan learning objectives and subject matter, review and develop learning; deepen knowledge that is taught; thinking about long-term goals of students; designing collaborative learning; examines the process of learning, behavior and student learning outcomes, and, develop pedagogical. LS carried out by forming groups of LS, LS focus, Planning the Research Lesson (RL), RL teach and observe, discuss and analyze the RL, as well as reflect and plan for re-ls. LS Benefits include triggering the emergence of self-motivation to develop, train educators to see the learner, making research an integral part of education, dissemination of innovation and new approaches, puts educators in a respectable position. Key words: lesson study, Implementation, professionalism Pendahuluan Pendidikan di Indonesia hingga saat ini masih banyak diperdebatkan oleh berbagai kalangan pemerhati pendidikan. Kesenjangan pemerataan pendidikan 108). Pendapat beberapa pemakalah dalam berbagai kesempatan membicarakan tentang kualitas masih menjadi fakta yang ditemukan diberbagai pelosok wilayah Indonesia, dengan berbagai kendala pendidikan telah lama dikemukakan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat rendah yang muncul ke permukaan dan menjadi isu hangat tentang pendidikan di Indonesia. tingkat kompetisi dan relevansinya (Parawansa, Posisi Indonesia yang menduduki peringkat 2001; Suyanto, 2001; Siskandar, 2003). Walaupun ke-110 dari 177 negara yang dilaporkan oleh UNDP banyak upaya telah dilakukan Pemerintah Indonesia pada tahun 2005 cukup memprihatinkan bagi banyak untuk memperbaiki kualitas pendidikan diantaranya kalangan yang berusaha mencari akar permasalahan adalah melakukan perubahan atau revisi kurikulum, yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia program kemitraan, peningkatan kualifikasi guru dan dilaporkan berada di bawah negara tetangga seperti dosen, sertifikasi guru dan dosen, dan masih banyak Singapura (ranking 25), Brunei Darusalam (ranking 33), Malaysia (rangking 61), Thailand (ranking menunjukkan hasil yang signifikan. Upaya perbai- program lain dilakukan, tetapi upaya tersebut belum 73), Philipina (ranking 84) dan Vietnam (ranking kan pendidikan tampaknya masih belum seutuhnya 100
2 C. Rudy Prihantoro, Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Model Lesson Study memper-hatikan konsepsi belajar dan pembelajaran yang seyogyanya dimulai dari bagaimana siswa dan guru belajar dan bagaimana guru mengajar, bukan semata-mata pada hasil belajar (Brook & Brook, 1993). Senada dengan yang dikemukakan oleh Podhorsky & Moore (2006) menyatakan, bahwa perbaikan pendidikan hendaknya dimaknai sebagai upaya penciptaan program-program yang berfokus pada perbaikan praktik mengajar dan belajar, bukan semata-mata berfokus pada perancangan kelas dengan menyampaikan kurikulum apa adanya. Guru seyogyanya lebih menciptakan programprogram pengembangan yang profesional dengan memanfaatkan fasilitas yang dapat memberi peluang kepada mereka learning how to learn dan to learn about teaching, misalnya dengan memfasilitasi guru mengembangkan Lesson Study (LS) atau kaji pembelajaran. LS menyediakan suatu cara bagi guru untuk dapat memperbaiki pembelajaran secara sistematis (Podhorsky & Moore, 2006). LS menyediakan suatu proses untuk berkolaborasi dan merancang pembelajaran dan mengevaluasi kesuksesan strategi-strategi mengajar yang telah diterapkan sebagai upaya meningkatkan proses dan perolehan belajar siswa. Penggunaan proses LS dengan program-program pengembangan yang profesional tersebut merupakan wahana untuk mengembalikan guru kepada budaya mengajar yang proporsional (Lewis & Tsuchida, 1998). Para guru banyak yang belum mengetahui tentang LS, bagaimana pengimplementasian LS dalam proses belajar mengajar sehubungan dengan pengembangan profesionalisme guru dan apa manfaat LS yang dapat diperoleh. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan keprofesionalan guru melalui implementasi model LS dalam proses pembe-lajaran yang lebih baik dan efektif sesuai dengan konteks LS yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, sehingga guru dapat memfasilitasi siswa memiliki perilaku yang berbudaya dan meningkatkan hasil belajarnya. Diharapkan dengan pengembangan keprofesionalan guru melalui berbagai metode pengajaran, salah satunya adalah LS, kualitas pendidikan di Indonesia dapat menyumbangkan tingkat kualitas kehidupan bangsa Indonesia secara signifikan. Kajian Literatur Pengertian Lesson Study (LS) LS adalah sebuah proses pengembangan kompetensi profesional untuk para guru yang dikembangkan secara sistematis dengan tujuan utama menjadikan proses pembelajaran lebih baik dan efektif (Cerbin dan Kopp, 2006). Menurut Stigler dan Hiebert (1999), LS umumnya mengikuti 8 langkah utama, yaitu: 1) mendefinisikan permasalahan, hal ini dapat berlaku secara umum, misalnya bagaimana membuat peserta didik menyukai pelajaran fisika, atau permasalahan khusus, misalnya bagaimana membuat peserta didik memahami Teori Relativitas Einstein; 2) merencanakan proses belajar mengajar (PBM), proses ini dilakukan secara bersama-sama dan kolaboratif antar anggota kelompok, denga tujuan untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan; 3) melaksanakan PBM, proses ini dilaksanakan oleh salah seorang guru sementara anggota lainnya berperan sebagai observer yang mencatat perilaku peserta didik dan hal-hal yang terjadi selama PBM; 4) melakukan diskusi dan refleksi terhadap proses PBM yang baru dilakukan, kegiatan ini bertujuan melakukan evaluasi terhadap proses PBM terutama pada penerapan alternatif solusi permasalahan, 5) melakukan revisi terhadap rencana PBM, dari hasil refleksi para anggota kelompok kembali bekerja bersama untuk membuat rencana PBM yang bisa memberikan hasil lebih baik daripada sebelumnya; 6) melaksanakan PBM kembali untuk mencoba rencana PBM yang baru disusun, pada tahap ini dapat juga diundang observer dari luar untuk memberikan pendapat dan saran bagi pengembangan solusi lebih lanjut; 7) evaluasi dan refleksi lebih lanjut untuk kembali membahas berbagai hasil dari penerapan solusi pada PBM yang telah dilaksanakan; dan 8) membagi hasil pengalaman tersebut dalam bentuk diskusi atau publikasi berupa tulisan. Walaupun demikian ke-8 langkah ini tidak bersifat mutlak harus diikuti karena beberapa versi menggunakan jumlah tahapan yang berbeda namun dengan substansi yang pada umumnya sama. Secara lebih sederhana, tahapan LS dapat dilakukan melalui serangkaian kegiatan: Planning- Doing-Seeing (Saito, et al., 2005). Ketiga kegiatan tersebut diistilahkan sebagai kaji pembelajaran berorientasi praktik. Kegiatan-kegiatan tersebut dilukiskan seperti pada Gambar
3 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 1, Januari 2011 Lebih lanjut, Lewis menyatakan, bahwa LS adalah suatu proses yang kompleks, didukung oleh penataan tujuan secara kolaboratif, percermatan dalam pengumpulan data tentang belajar siswa, dan kesepakatan yang memberi peluang diskusi yang produktif tentang isu-isu yang sulit. LS pada hakikatnya merupakan aktivitas siklikal berkesinambungan yang memiliki implikasi praktis dalam pendidikan. Siklus LS disajikan pada Gambar 2. Perkembangan Lesson Study LS tidak bisa dilepaskan dari Kounaikenshu Jepang yaitu sebuah bentuk CPD (Continuing Professional Development) (Fletcher, 2005). Kounaikenshu mulai berkembang pada tahun 1960-an adalah bentuk pelatihan berkelanjutan berbasis sekolah (school-based in service training) (Hendayana, 2007), dimana setiap guru secara terus-menerus melakukan workshop bersama rekan-rekannya untuk meningkatkan kualitas profesional mereka. Kounaikenshu muncul sebagai jawaban atas berbagai permasalahan yang muncul di berbagai 2. Pelaksanaan (Do) Pelaksanaan pembelajaran Pengamatan oleh teman sejawat 1. Perencanaan (Plan) Penggalian akademik Perencanaan pembelajaran Persiapan alat 3. Refleksi (See) Refleksi dengan rekan Komentar dan diskusi Gambar 1. Daur Kaji Pembelajaran Berorientasi Praktik 2. Research Lesson Salah seorang guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan pembelajaran yang disusun, sedangkan guru lain mengamati dan mengumpulkan data tentang belajar siswa, berpikir tentang perilaku siswa, dll. 1. Goal Setting And Planning Mengidentifikasi tujuan belajar siswa, pengembangan jangka panjang siswa, menyusun perencanaan pembelajaran yang meliputi research lesson yang dipantau secara berkolaboratif. 3. Lesson Discussion Menganalisis data yang dikumpulkan saat research lesson, meneliti ketercapaian tujuan pembelajaran, dan tujuan perencanaan, mengkaji perbaikan apa yang perlu dilakukan dalam perencanaan dan pembelajaran 4. Consolidation of Learning Menulis laporan yamng mencakup perencanaan pembelajaran, data hasil pengamatan siswa dan melakukan refleksi tehadap pembelajaran yang dilaksanakan. Melakukan perancangan ulang seperlunya. Gambar 2. Siklus Lesson Study 102
4 C. Rudy Prihantoro, Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Model Lesson Study sekolah di Jepang antara lain bullying (intimidasi oleh teman), penolakan siswa untuk pergi ke sekolah, penurunan prestasi dan sebagainya. Pemerintah Jepang melihat bahwa Kounaikenshu bisa menjadi solusi alternatif untuk berbagai permasalahan tersebut sehingga diluncurkan sejumlah program dengan berbagai insentif agar sekolah-sekolah membentuk kelompok-kelompok Kounaikenshu. Setelah banyak memperoleh keberhasilan dan melalui berbagai evolusi Kounaikenshu pada tahun 90-an berkembang menjadi jugyou kenkyuu, yang apabila diterjemahkan secara bebas jugyou berarti pelajaran atau lesson dan kenkyuu berarti riset (Lewis, 2000). Jugyou kenkyuu yang dipopulerkan oleh Prof. Manabu Sato, melepaskan ketergantungan dari guru dan kurikulum yang kaku, membawa guru dan siswa menjadi lebih aktif dan memiliki visi lebih luas, serta memberikan ruang bagi munculnya sebuah solusi pembelajaran yang bersifat aplikatif. Perubahan ini adalah penciptaan masyarakat belajar di sekolah dan membuka seluas-luasnya proses pembelajaran di kelas untuk diamati oleh siapa saja. Jugyou kenkyuu merupakan sebuah ide sederhana untuk memperbaiki pengajaran yang lebih nyata dari sekedar sebuah kolaborasi antara guru dengan guru sejawat lain untuk merencanakan, mengajar, mengobservasi, meninjau kembali dan melaporkan hasilnya pada aplikasi dalam pengajaran individu. Istilah LS sendiri dimunculkan pertama kali oleh Makoto Yoshida, seorang pakar pendidikan Jepang pada disertasi doktoralnya di University of Chicago, dengan menerjemahkan jugyou kenkyuu sebagai Lesson Study. Bersama Catherine Lewis seorang profesor pendidikan dari Mills College Oakland, LS semakin mendapat tempat di Amerika sejak adanya perhelatan The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) yang merupakan studi untuk membandingkan pencapaian hasil belajar Matematika dan IPA kelas 8 pada tahun Setelah melakukan berbagai penelitian mereka menyadari bahwa ketertinggalan tersebut sebagian besar disebabkan oleh tidak adanya peningkatan mutu berkelanjutan baik terhadap pendidik maupun kualitas pembelajaran di Amerika (Hendayana, 2007). Pada awalnya penerapan ini mengundang berbagai nada pesimis, sebagian besar praktisi pendidikan di Amerika menganggap LS hanya cocok diterapkan di Jepang dan tidak sesuai untuk kondisi di Amerika. Walaupun demikian pada perkembangannya mulai banyak sekolah dan bahkan perguruan tinggi yang mencoba menerapkan LS terutama untuk mata pelajaran/mata kuliah sains semacam matematika dan fisika. Sebuah fakta menarik adalah penerapan LS di Amerika justru lebih berkembang di perguruan tinggi daripada di tingkat sekolah. Di Indonesia sendiri LS berkembang melalui proyek IMSTEP (Indonesia Mathematics and Science Teacher Education Project), yaitu sebuah proyek kerjasama antara tiga perguruan tinggi di Indonesia dengan JICA (Japan International Corporation Agency) untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika dan IPA di Indonesia (Hendayana, 2007). Implementasi Lesson Study LS sebagai sebuah inovasi tidak akan mudah untuk diterapkan tanpa berbagai kendala. Dukungan untuk terciptanya kondisi ideal menjadi sangat penting terutama untuk meyakinkan para pendidik bahwa LS akan memberikan manfaat optimal bagi mereka. Dengan mengambil sebagian pelajaran dari Jepang, kita berharap LS dapat diterapkan secara optimal di Indonesia. Kondisi ideal yang mendukung suksesnya penerapan lesson study, yaitu: Stabilitas kebijakan pendidikan Kebijakan bidang pendidikan perlu dilakukan secara hati-hati. Inovasi diterapkan secara hati-hati melalui evaluasi yang cermat. Dengan stabilitas kebijakan maka pendidik dapat berkonsentrasi pada tugasnya dan tidak perlu memikirkan kebijakan yang justru kontra produktif. Jika terlalu banyak perubahan kebijakan, akan menyebabkan pendidik tidak dapat memusatkan perhatian kepada tanggungjawabnya dalam memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Kurikulum yang fleksibel Kurikulum dibuat dengan materi yang tidak terlalu banyak, hal ini memberi kesempatan kepada 103
5 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 1, Januari 2011 para pendidik memiliki waktu lebih banyak untuk memberikan pengertian kepada para siswa dari setiap materi yang diberikan. Buku pelajaran tidak perlu tebal, sehingga akan memberi ruang yang menuntut para guru untuk berpikir dan mengembangkan materi sendiri. Hal ini memaksa para pendidik mendiskusikan dengan rekanrekannya dalam rangka mengembangkan konten materi tersebut. Budaya refleksi diri Seyogyanya menjadi budaya bagi para pendidik untuk selalu melakukan kritik terhadap diri sendiri apabila mereka tidak berhasil menjalankan tanggungjawabnya. Pada era modern budaya ini dapat dikembangkan menjadi sebuah budaya positif, yaitu selalu merefleksi diri terhadap kondisi-kondisi yang terjadi. Hal ini diharapkan para pendidik selalu berusaha mencari sebab kegagalan dari diri sendiri terlebih dahulu dan memperbaikinya agar tidak terulang dikemudian hari. Budaya kerjasama Seseorang yang mampu membantu rekan-rekannya untuk mencapai kesuksesan bersama-sama akan lebih terhormat daripada yang memiliki karir cemerlang tetapi mencapainya seorang diri, meski hal ini dipandang aneh oleh budaya yang cenderung berkembang saat ini. Budaya kerjasama inilah yang menyebabkan LS dapat dengan mudah berkembang dan akan dapat diterima dikalangan pendidikan dikarenakan kerjasama antar pendidik adalah salah satu hakekat dari LS. Menurut Cerbin dan Cobb, ada 4 alasan utama yang memotivasi penggunaan LS yaitu untuk: 1) memahami lebih baik bagaimana peserta didik memahami apa yang diajarkan; 2) menciptakan produk yang bisa digunakan oleh pendidik lain dikelompoknya; 3) memperbaiki cara mengajar; dan 4) membentuk pengetahuan pedagogis yang berdasar pada manfaat apa yang dapat guru terima sebagai pengetahuan lain dalam mengajar. LS pada dasarnya adalah pembelajaran kelas secara klasikal dengan beberapa karakteristik khusus, antara lain: 1) Pembelajaran dalam LS diobservasi oleh tutor atau guru lain. Guru atau tutor yang melakukan observasi dapat berasal dari lembaga yang sama atau grup yang lebih luas, bahkan beberapa pembelajaran LS membuka kesempatan bagi guru yang berasal dari negara lain untuk melakukan observasi; 2) LS direncanakan untuk pembelajaran dalam waktu lama dan biasanya bersifat kolaborasi; 3) LS didesain untuk memberikan pengertian tentang tujuan atau visi dari suatu proses pendidikan; 4) LS harus terdokumentasi dengan baik; dan 5) LS adalah untuk didiskusikan. Tipe paling umum dari LS adalah within school research lesson, yang pada umumnya model LS ini mengambil tempat di sekolah. Tipe kedua adalah public research lesson, model tipe ini terbuka untuk para guru dari luar sekolah, baik dikelola oleh kelompok guru dalam wilayah daerah ataupun oleh pemerintah daerah atau pusat. Tipe lainnya adalah LS sebagai bagian dari konferensi nasional atau asosiasi guru. Profesionalisme Guru Profesionalisme merupakan mutu dan tindak tanduk yang bercirikan suatu profesi. Profesi itu sendiri mengandung makna bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu. Menurut Mc Cully (dalam A.Tabrani Rusyan 1992) mengatakan Profession is a vocation an wich profesional knowledge of some departement a learning science is used in its application to the of other or in the practice of an art found it. Dari pengertian tersebut dapat ditafsirkan bahwa dalam suatu pekerjaan yang bersifat profesional menggunakan teknik serta prosedur yang bertumpu pada landasan intelektual, yang sengaja harus dipelajari dan kemudian secara langsung dapat diabadikan bagi permasalahan orang lain. Profesionalisme diartikan sebagai kualitas atau tindak tanduk yang merupakan ciri suatu bidang pekerjaan dengan dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan) tertentu untuk menjalankannya. Menurut Nana Sudjana (dalam M. Uzer Usman. 2002) mengatakan pekerjaan yang bersifat profesional adalah: pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain. Freidson (dalam Syaiful Sagala, 2000) menjelaskan bahwa profesionalisme adalah sebagai komitmen untuk ide-ide profesional dan karir. Profesionalisme memiliki aturan dan komitmen 104
6 C. Rudy Prihantoro, Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Model Lesson Study untuk memberi definisi jabatan keilmuan teknik dan jabatan yang akan diberikan pada pelayanan masyarakat agar secara khusus pandangan pandangan jabatan dikoreksi secara keilmuan dan etika sebagai pengukuhan terhadap profesionalisme. Profesionalisme tidak dapat dilakukan atas dasar perasaan, kemauan, pendapat, tetapi benar-benar dilandasi oleh pengetahuan secara akademik. Lebih lanjut Paure (dalam Syaiful Sagala, 2000), mengatakan bahwa profesionalisme harus mereduksi lama pendidikan untuk memberikan kualifikasi bagus tanpa mengurangi standar dengan metodologi pengajaran yang tepat, percepatan proses belajar, menyeleksi ilmu yang diberikan, mengkombinasikan studi dengan pekerjaan secara langsung dalam fase-fase yang terintegrasi. Tenaga pendidik profesional ialah mereka yang menguasai substansi pekerjaannya secara profesional. Guru yang profesional menurut Nanang Fattah (2004) adalah: a) mampu menguasai substansi mata pelajaran secara sistematis, khususnya materi pelajaran yang secara khusus diajarkannya dan dituntut untuk berupaya mengikuti perkembangan materi pelajaran tersebut dari waktu ke waktu; b) memahami dan dapat menerapkan psikologi perkembangan sehingga seorang guru dapat memilih materi pelajaran berdasarkan tingkat kesukaran sesuai dengan masa perkembangan peserta didik yang diajarkan; dan c) memiliki kemampuan mengembangkan program-program pendidikan yang secara khusus disusun sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik yang akan diajarnya. Program pendidikan ini dikembangkan sesuai dengan tujuan pendidikan dengan mengkombinasikan antara pilihan materi pelajaran, tingkat perkembangan peserta didik. Keahlian dalam mengembangkan program pengajaran inilah yang bisa kita identifikasikan sebagai pekerjaan profesional seorang guru yang tidak bisa dilakukan oleh profesi lain. Tenaga pendidik yang profesional akan mampu menterjemahkan kapasitas profesional mereka sendiri ke dalam pekerjaan atau profesinya, yaitu membelajarkan siswa. Demikian juga seorang tenaga pendidik harus terus berupaya meningkatkan kompetensinya dalam mengelola proses belajar mengajar. Guru sebagai tenaga pendidik wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi dasar yang harus dimiliki guru meliputi kompetensi paedagogik, kompetensi personal atau kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi (UU No.14 Th. 2005). Suparno, (2005) mengatakan kompetensi ini, berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengajar, membimbing, dan juga memberikan teladan hidup kepada siswa. Berdasarkan hasil penelitian, banyak guru kita masih rendah dalam kompetensi pengajaran, maka dalam pendidikan profesi dan sertifikasi kemampuan keterampilan mengajar harus diutamakan. Pengembangan Profesionalisme Guru melalui Lesson Study LS dapat memberi solusi, karena LS adalah model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkesinambungan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Para pendidik secara kolaboratif, pertama-tama menganalisis masalah pembelajaran, baik dari aspek materi ajar maupun metode pembelajaran. Selanjutnya secara kolaboratif pula para pendidik mencari solusi dan merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Langkah berikutnya adalah menerapkan pembelajaran dikelas oleh seorang guru, sementara yang lain sebagai pengamat aktivitas siswa yang dilanjutkan dengan diskusi pasca pembelajaran untuk merefleksikannya. Jika prinsip-prinsip LS ini dilakukan secara sistemik dan berkelanjutan dimungkinkan akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. LS merupakan salah satu strategi pengembangan profesi guru. Kelompok guru mengembangkan pembelajaran secara bersama-sama, salah seorang guru ditugasi melaksanakan pembelajaran, guru lainnya mengamati belajar siswa. Proses ini dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung. Pada akhir kegiatan, guru-guru berkumpul dan melakukan tanya jawab tentang pembelajaran yang dilakukan, merevisi dan menyusun pembelajaran berikutnya berdasarkan hasil diskusi. LS dalam pengembangan profesionalisme guru, ada 8 (delapan) peluang yang dapat diperoleh apabila dia melaksanakan secara berkesinambungan. Ke-8 peluang tersebut sangat erat kaitannya dengan 105
7 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 1, Januari 2011 pengembangan profesionalisme guru (Lewis, 2002), yaitu: 1) memikirkan dengan cermat mengenai tujuan pembelajaran, materi pokok, dan bidang studi; 2) mengkaji dan mengembangkan pembelajaran yang terbaik yang dapat dikembangkan; 3) memperdalam pengetahuan mengenai materi pokok yang diajarkan; 4) memikirkan secara mendalam tujuan jangka panjang yang akan dicapai yang berkaitan dengan siswa; 5) merancang pembelajaran secara kolaboratif; 6) mengkaji secara cermat cara dan proses belajar serta tingkah laku siswa; (7) mengembangkan pengetahuan pedagogis yang kuat penuh daya; dan (8) melihat hasil pembelajaran sendiri melalui siswa dan kolega. Oleh karena LS dapat meningkatkan profesionalisme guru, maka pelaksanaan LS secara berkesinambungan diyakini dapat meningkatkan praktik-praktik pembelajaran sehari-hari. Peningkatan praktik-praktik pembelajaran akan bermuara pada peningkatan kualitas proses dan produk belajar siswa. Dalam praktik pembelajaran, secara operasional LS dapat dilaksanakan melalui 6 (enam) tahapan, yaitu: 1) membentuk kelompok LS; 2) mefokuskan LS; 3) Merencanakan Research Lesson (RL); 4) membelajarkan dan mengamati RL; 5) mendis-kusikan dan menganalisis RL; dan 6) merefleksi-kan dan merencanakan kembali LS. Simpulan dan Saran Simpulan LS merupakan alternatif pembinaan profesi guru melalui aktivitas kolaboratif dan berkelanjutan. Prinsip kolaborasi akan memfasilitasi para guru untuk membangun komunitas belajar yang efektif dan efesien, sedangkan prinsip berkelanjutan akan memberi peluang bagi guru untuk menjadi masyarakat belajar sepanjang hayat. Implementasi LS secara berkelanjutan akan membantu guru mengembangkan kompetensi profesional dan mempercepat peningkatan profesionalismenya. Indikator-indikator peningkatan profesionalisme guru melalui implementasi LS adalah pengembangan Rancangan dan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang selalu menuntut dilakukannya inovasi pembelajaran dan asesmen, siklus plan-do-see yang memungkinkan guru untuk dapat mengem-bangkan pemikiran kritis dan kreatif tentang belajar dan pembelajaran, proses sharing pengalaman berbasis pengamatan pembelajaran memberi peluang bagi guru untuk mengembangkan keterbukaan dan peningkatan kompetensi sosialnya, dan proses refleksi secara berke-lanjutan adalah suatu ajang bagi guru untuk meningkatkan kesadaran akan keterbatasan dirinya. LS dapat diimplementasikan dalam pembelajaran melalui siklus plan-do-see dengan enam tahapan, yaitu membentuk kelompok LS, menentukan fokus kajian, merencanakan research lesson, pelaksanaan pembelajaran dan observasi aktivitas pembelajaran, mendiskusikan dan menganalisis hasil observasi, dan refleksi dan penyempurnaan. Tahapan-tahapan kegiatan LS tersebut dapat memfasilitasi peningkatan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa menjadikan proses pembelajaran lebih baik dan efektif. Saran Aktivitas LS membutuhkan pengorbanan dari segi waktu untuk para pendidik. Dengan melakukan perencanaan dan menggunakan pendekatan yang terarah dan mudah dipahami oleh anggota kelompok LS maka konsumsi waktu untuk melakukan LS dapat diminimalkan. LS berfokus pada pendidik dan cara belajar peserta didik, seiring dengan meningkatnya aktivitas LS akan berimplikasi pada meningkatnya kualitas peserta didik. Sehingga mengukur keberhasilan LS tidak semata-mata hanya dari hasil tes atau ujian peserta didik. LS bukan tentang mencari gaya mengajar siapa yang paling baik diantara anggota kelompok. LS bertujuan mencari cara mengajar yang paling baik dengan mengkolaborasikan berbagai kelebihan dari para pendidik yang menjadi anggota kelompok. Hal penting dalam lesson studi ini adalah keinginan masing-masing anggota kelompok untuk berkembang menjadi lebih baik. LS lebih banyak menuntut tindakan nyata daripada berbicara masalah konseptual. Berdiskusi justru merupakan contoh nyata dari tindakan tersebut apabila arah diskusi diperjelas sesuai dengan substansi pembahasan. Dokumentasi adalah salah satu prinsip dasar dalam aktivitas kelompok lesson study. Catatancatatan diskusi dan observasi dibutuhkan antara lain guna mencegah pengulangan topik diskusi yang sama dan mencatat hasil pengamatan terhadap perilaku peserta didik selama proses PBM. 106
8 C. Rudy Prihantoro, Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Model Lesson Study Pustaka Acuan Brooks, J. G., & Brooks, M. G In search of understanding: The case for constructivist classrooms. Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development. Cerbin, B., & Kopp B. (2006, April) Lesson study: Building the scholarship of teaching and learning one lesson at a time. Paper presented at the 2006 CASTL Colloquium on the Scholarship of Teaching and Learning, Madison WI. Retrieved June 29, 2006 from com/ college/2006/06/lesson_study_th.html Fattah, Nanang Landasan manajemen pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya. Fletcher, S. (2005) Using Digital Technology for Practitioner Research, in Research Intelligence, The British Educational Research Association. Hendayana, Sumar Lesson Study Suatu Strategi Untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pendidikan (Pengalaman IMSTEP-JICA). Bandung: UPI Press. Human Development Report 2005, International cooperation at a crossroads: Aid, trade and security in an unequal world. Published for the United Nations Development Programme (UNDP) Copyright 2005 by the United Nations Development Programme 1 UN Plaza, New York, New York, 10017, USA. Lewis, Catherine Lesson Study: The Core of Japanese Professional Development. New Orleans: Invited Address to the Special Interest Group on Research in Mathematics Education American Educational Research Association Meetings. Parawansa, P Reorientasi Terhadap Strategi Pendidikan Nasional. Makalah. Disajikan dalam Simposium Pendidikan Nasional dan Munas I Alumni PPs UM di Malang, 13 Oktober Podhorsky, C. & Moore, V Issues in curriculum: Improving instructional practice through lesson study. Tersedia pada Sagala, Syaiful, Manajemen dan Kebijakan Otonomi Pendidikan Untuk Pemberdayaan Masyarakat, Makalah, PPS, UPI, Bandung. Saito, E., Harun, I., Kuboki, I., and Tachibana, H. (2006). Indonesian Lesson Study in Practice: Case Study of Indonesian Mathematics and Sciemce teacher Education Project. Journal of In Service Education. Siskandar Teknologi Pembelajaran Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Makalah. Disajikan pada Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran pada tanggal Agustus 2003 di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Stigler, J., & Hiebert, J The Teaching Gap: Best Ideas from the World s Teachers for Improving Education in the Classroom. New York: Summit Books. Suparno, Paul, 2005, Dampak RUU Guru Terhadap Kualitas dan Kesejahteraan Guru, Kedaulatan Rakyat, 15/11/2005, Yogyakarta. Suyanto Formula Pendidikan Nasional Era Global. Makalah. Disajikan dalam Simposium Pendidikan Nasional dan Munas I Alumni PPs UM di Malang, 13 Oktober Tabrani Rusyan Profesionalisme tenaga kependidikan. Jakarta: Nine Karya Jaya. Usman, Muhammad Uzer Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosda Karya. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. 107
9 108 Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 1, Januari 2011
456 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan SAINS Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember, 16 Maret 2014
456 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan SAINS IMPLEMENTASI LESSON STUDY DALAM MEMBENTUK LEARNING COMMUNITY DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI Kamalia Fikri 1) 1) Program Studi Pendidikan Biologi,
MENUJU GURU YANG PROFESIONAL MELALUI LESSON STUDY A. LATAR BELAKANG
A. LATAR BELAKANG Selama ini proses pembelajaran kurang mendapat perhatian dari orang tua dan pemerintah. Proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas tidak ada yang tahu kecuali guru itu sendiri. Kebanyakan
KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP LESSON STUDY
KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP LESSON STUDY Pendahuluan Seperti telah kita ketahui bersama, sejak tahun 1980-an hampir 100% masyarakat Indonesia telah mengikuti wajib belajar 6 tahun, maka pemerintah Indonesia
P2M STKIP Siliwangi Jurnal Ilmiah UPT P2M STKIP Siliwangi, Vol.3, No.1, Mei 2016
IMPLEMENTASI LESSON STUDY PADA MATA KULIAH KAPITA SELEKTA MATEMATIKA SMP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Indah Puspita Sari 1, Adi Nurjaman 2 1, 2 STKIP Siliwangi 1 [email protected], 2
KEGIATAN LESSON STUDY DALAM PEMBELAJARAN Oleh : Drs. Mulyo Wiharto, MM
KEGIATAN LESSON STUDY DALAM PEMBELAJARAN Oleh : Drs. Mulyo Wiharto, MM Kata kunci : Plan, do, check, see, act ABSTRAK Lesson Study adalah kegiatan pembinaan terhadap dosen dengan melakukan persiapan (plan),
BAB 1 PENDAHULUAN. pada buku paket sering menjadi acuan utama pengajaran guru, sebagian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebagian guru di Indonesia masih cenderung menggunakan cara konvesional dalam melaksanakan pembelajaran di kelas (Sagara:164). Pembelajaran dilakukan dalam
MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME DOSEN MELALUI LESSON STUDY
MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME DOSEN MELALUI LESSON STUDY Heni Purwati 1, Supandi 2 1,2 Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No 24 Semarang Abstrak Lesson
Mengembangkan Kompetensi Guru Melalui Lesson Study
Mengembangkan Kompetensi Guru Melalui Lesson Study Makalah termuat pada Jurnal Forum Kependidikan FKIP UNSRI Volume 28, Nomor 2, Maret 2009, ISSN 0215-9392 Oleh Ali Mahmudi JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
MENGEMBANGKAN KOMPETENSI GURU MELALUI LESSON STUDY
MENGEMBANGKAN KOMPETENSI GURU MELALUI LESSON STUDY Ali Mahmudi *) Abstrak: Sesuai amanat UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, peningkatan kompetensi guru adalah suatu keniscayaan demi menunjang
LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIK MENGHADAPI MEA
Prosiding Seminar Nasional Volume 02, Nomor 1 ISSN 2443-1109 LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIK MENGHADAPI MEA Sri Damayanti 1, Irwan 2 Universitas Cokroaminoto Palopo 1, SMA Negeri 6
andragogi HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DAN ANAK PUTUS SEKOLAH TINGKAT SEKOLAH DASAR DI DESA RAJA KABUPATEN BONE Syaflindah
Jilid 8, Nomor 1, Desember 2014 ISSN 1978-7855 Jurnal andragogi Jurnal pendidikan nonformal dan informal PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PAUD MELALUI MODEL LESSON STUDY Jamaluddin HUBUNGAN POLA ASUH
LESSON STUDY DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU
LESSON STUDY DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU Oleh Dr. Suliswiyadi, M.Ag (+62858 7898 5499) Dosen Pada Fakultas Agama Islam dan Direktur LP3M Universitas Muhammadiyah Magelang Abstrak Guru harus
ABSTRAK. Kaca kunci: lesson study, profesionalisme guru
ABSTRAK Anita Krisnawati: Evaluasi Kegiatan Lesson Study dalam Program SISTTEMS untuk Peningkatan Profesionalisme Guru. Tesis. Yogyakarta: Program Pasca sarjana, universitas Negeri Yogyakarta, 2009. Penelitian
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA MELALUI LESSON STUDY PADA MATA KULIAH MORFOLOGI TUMBUHAN
Jurnal Dinamika, April 2015, halaman 54-60 Vol. 06. No. 1 ISSN 2087-7889 PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA MELALUI LESSON STUDY PADA MATA KULIAH MORFOLOGI TUMBUHAN Fitriyah Karmila Program Studi
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MATEMATIKA DAN SAINS MELALUI LESSON STUDY
PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MATEMATIKA DAN SAINS MELALUI LESSON STUDY Peningkatan Profesionalisme Guru Pembelajaran konvensional yang memiliki kerangka komunikasi satu arah, pada umumnya mengakibatkan
Vol. 1 No. 1 Th. Jan-Des 2016 ISSN: POTENSI LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DAN HASIL BELAJAR SISWA
POTENSI LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DAN HASIL BELAJAR SISWA Wulandari Saputri 1), Saleh Hidayat 3) Erie Agusta 2) 1PPs Universitas Muhammadiyah Palembang Email: [email protected]
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU FISIKA MELALUI LESSON STUDY. Ida Kaniawati
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU FISIKA MELALUI LESSON STUDY Ida Kaniawati e-mail : [email protected] FPMIPA UPI Jatinangor, 20 Maret 2010 Permasalahan tentang Mutu Pendidikan 1. Proses pembelajaran
PEMANTAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA GURU-GURU SMP LAB UNESA MELALUI LESSON STUDY
PEMANTAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA GURU-GURU SMP LAB UNESA MELALUI LESSON STUDY Oleh Masriyah, Kusrini, Endah B.R., dan Abadi *) Abstrak Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mengangkat tema mengenai
Seminar Nasional Pendidikan Biologi FKIP UNS 2010
APRESIASI GURU IPA SMP SURABAYA TERHADAP IMPLEMENTASI LESSON STUDY Wisanti dan Achmad Lutfi FMIPA UNESA Email: [email protected] ABSTRAK Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru seperti yang
LESSON STUDY: BELAJAR DARI, TENTANG, DAN UNTUK PEMBELAJARAN
LESSON STUDY: BELAJAR DARI, TENTANG, DAN UNTUK PEMBELAJARAN Oleh Djamilah Bondan Widjajanti Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA UNY [email protected] Abstrak Lesson Study adalah kegiatan kolaboratif
IMPLEMENTASI LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DOSEN PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
IMPLEMENTASI LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DOSEN PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO Rahmad Bustanul Anwar 1, Dwi Rahmawati 2 1,2 Pendidikan Matematika FKIP Univ. Muhammadiyah
IMPLEMENTASI LESSON STUDY DALAM PEMBELAJARAN
IMPLEMENTASI LESSON STUDY DALAM PEMBELAJARAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNDIKSHA Makalah Oleh I Wayan Santyasa Disajikan dalam Seminar Implementasi Lesson Study dalam
PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU IPA MELALUI PENDAMPINGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY DI SMAN 2 LEMBAR
PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU IPA MELALUI PENDAMPINGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY DI SMAN 2 LEMBAR Agus Ramdani, A. Wahab Jufri, Gito Hadiprayitno, Afriana Azizah Program Studi Pendidikan
SISTEM PEMBINAAN PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN IPA MELALUI LESSON STUDY
SISTEM PEMBINAAN PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN IPA MELALUI LESSON STUDY OLEH : SITI RIYATI JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FPMIPA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2007 1 A. PENDAHULUAN Guru sebagai pendidik dan
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI LESSON STUDY PADA PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SDN LAMSAYEUN
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI LESSON STUDY PADA PENJUMLAHAN PECAHAN DI KELAS IV SDN LAMSAYEUN Monawati dan M. Yamin (Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah dasar FKIP Unsyiah) ABSTRAK
LILIASARI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA SEKOLAH PASCASARJANA UPI
LILIASARI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA SEKOLAH PASCASARJANA UPI (UU No 14 th 2005 Guru & Dosen) KOMPETENSI PEDAGOGI (merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi proses pembelajaran) KOMPETENSI SOSIAL (berkomunikasi,
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU IPA MELALUI LESSON STUDY BERBASIS MGMP KAWASAN SURABAYA SELATAN
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU IPA MELALUI LESSON STUDY BERBASIS MGMP KAWASAN SURABAYA SELATAN Hainur Rasid Achmadi [email protected] Jurusan Fisika Unesa ABSTRAK Pada saat ini masih banyak guru yang masih
ABSTRAK DAN RINGKASAN MAKALAH KONASPI VI SUBTEMA DAN TOPIK: E. INOVASI PENDIDIKAN: INOVASI PEMBELAJARAN DAN ASESMEN JUDUL:
ABSTRAK DAN RINGKASAN MAKALAH KONASPI VI SUBTEMA DAN TOPIK: E. INOVASI PENDIDIKAN: INOVASI PEMBELAJARAN DAN ASESMEN JUDUL: MODEL PPL BERBASIS LESSON STUDY : UPAYA MENINGKATKAN PROFESIONALISME CALON GURU
DESIMINASI HASIL HIBAH LESSON STUDY UNTUK PEMBINAAN PROFESIONALITAS GURU
DESIMINASI HASIL HIBAH LESSON STUDY UNTUK PEMBINAAN PROFESIONALITAS GURU Iwan Junaedi, Parmin Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam, Universitas Negeri Semarang Email: [email protected]
IMPLEMENTASI LESSON STUDY MATA PELAJARAN IPA BERBASIS MGMP SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN LEARNING COMMUNITY.
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 IMPLEMENTASI LESSON STUDY MATA PELAJARAN IPA BERBASIS MGMP SEBAGAI UPAYA
Optimization PLP student competencies through the Lesson Study Program in High School Pilot UPI
Optimization PLP student competencies through the Lesson Study Program in High School Pilot UPI Drs.Parsaoran Siahaan, M.Pd Physics Departement - FPMIPA, Indonesia University of Education Abstract Professional
Kolaborasi Dalam Pendekatan Lesson Study Untuk Mengembangkan Konsep Terapi Edukatif Anak Berkesulitan Belajar
Kolaborasi Dalam Pendekatan Lesson Study Untuk Mengembangkan Konsep Terapi Edukatif Anak Berkesulitan Belajar Bastiana Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UNM Kampus Tidung, Makassar [email protected]
KAJIAN PEMBELAJARAN BERBASIS KELAS UNTUK MENEMUKAN MODEL PEMBELAJARAN
A. Pendahuluan KAJIAN PEMBELAJARAN BERBASIS KELAS UNTUK MENEMUKAN MODEL PEMBELAJARAN Oleh: Asep Supriatna FPMIPA UPI Bandung Jl. Dr. Setiabudi 229 Bandung 40154 Email: [email protected]; HP 0813
SEKILAS TENTANG LESSON STUDY
SEKILAS TENTANG LESSON STUDY Makalah disampaikan pada: Diklat Peningkatan Kualitas Guru MAN Bidang Studi Matematika se Propinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta 12 Desember 2006 Oleh Djamilah Bondan Widjajanti,
LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN ENGLISH FOR CHEMISTRY I
LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN ENGLISH FOR CHEMISTRY I Husna Amalya Melati, Tulus Junanto, Ira Lestari Universitas Tanjungpura Pontianak [email protected], [email protected],
BAB I PENDAHULUAN. Global Monitoring report, (2012) yang dikeluarkan UNESCO menyatakan bahwa
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu permasalahan pendidikan yang menjadi prioritas untuk segera dicari pemecahannya adalah masalah kualitas pendidikan, khususnya kualitas pembelajaran.
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU FISIKA MELALUI LESSON STUDY. Ida Kaniawati
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU FISIKA MELALUI LESSON STUDY Ida Kaniawati e-mail : [email protected] FPMIPA UPI Permasalahan tentang Mutu Pendidikan 1. Proses pembelajaran di dalam kelas kurang
Membangun Komunitas Belajar Bagi Guru Matematika Melalui Lesson Study
Membangun Komunitas Belajar Bagi Guru Matematika Melalui Lesson Study Oleh Djamilah Bondan Widjajanti Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA UNY e mail: [email protected] Abstrak Menghadapi tantangan yang
Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior
Jurnal Riset Pendidikan ISSN: 2460-1470 Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior STKIP Al Hikmah Surabaya e-mail: [email protected] Abstrak Guru
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA MENGEKSPLOR MATA KULIAH SISTEMATIK TUMBUHAN RENDAH MELALUI LESSON STUDY. Abstrak
Proceeding Seminar Nasional Profesionalisme Guru Dalam Perspektif Global Tahun 2012 ISBN: 978-602-18235-0-7 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA MENGEKSPLOR MATA KULIAH SISTEMATIK TUMBUHAN RENDAH MELALUI
Dr. Fransisca Sudargo, M.Pd
Dr. Fransisca Sudargo, M.Pd LATAR BELAKANG Apa dan mengapa tentang Lesson Study? 1. Mutu SDM Indonesia menempati peringkat 110 di dunia. 2. Di ASEAN Indonesia menempati peringkat ke 7 setelah Vietnam 3.
InfinityJurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, Vol 4, No.2, September 2015
PEMBELAJARAN ICARE (INRODUCTION, CONNECT, APPLY, REFLECT, EXTEND) DALAM TUTORIAL ONLINE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MAHASISWA UT Oleh: 1) Yumiati, 2) Endang Wahyuningrum 1,
LESSON STUDI SEBAGAI INOVASI UNTUK PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN. Oleh : Dindin Abdul Muiz Lidinillah
LESSON STUDI SEBAGAI INOVASI UNTUK PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Oleh : Dindin Abdul Muiz Lidinillah PENDAHULUAN Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Indoensia diperlukan upaya yang serius untuk
PENINGKATANN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY NASKAH PUBLIKASI
PENINGKATANN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan
LESSON STUDY IN INDONESIA: INTROSPECT AND PROSPECT. Ari Widodo
LESSON STUDY IN INDONESIA: INTROSPECT AND PROSPECT Ari Widodo Department of Biology Education, Faculty of Mathematics and Science Education Indonesia University of Education Email: [email protected] In the
Action Plan Lesson Study untuk Peningkatan Kualitas PBM dan Character Building dalam Perkuliahan di UNY
Penyusunan Action Plan Lesson Study untuk Peningkatan Kualitas PBM dan Character Building dalam Perkuliahan di UNY Paidi Hw Jurusan Pendidikan Biologi SA Wakil Rektor I Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Jurnal Pendidikan Hayati ISSN : Vol.2 No.1 (2016) : 47-52
Jurnal Pendidikan Hayati ISSN : 2443-3608 Vol.2 No.1 (2016) : 47-52 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP Rifda Mardian Arif Program
PEMBINAAN PROFESIONALISME CALON PENDIDIK MELALUI MICROTEACHING BERBASIS LESSON STUDY
PEMBINAAN PROFESIONALISME CALON PENDIDIK MELALUI MICROTEACHING BERBASIS LESSON STUDY Nego Linuhung 1, Nurain Suryadinata 2 1,2 Universitas Muhammadiyah Metro Alamat : Jl. Ki Hajar Dewantara 15A Metro Telp
PEMBELAJARAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG MENGGUNAKAN BAHAN LIMBAH BERBASIS LESSON STUDY DI KELAS IX SMPN 1 KROMENGAN
Bidang Kajian Jenis Artikel : Pendidikan Matematika : Hasil Penelitian PEMBELAJARAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG MENGGUNAKAN BAHAN LIMBAH BERBASIS LESSON STUDY DI KELAS IX SMPN 1 KROMENGAN Musni Yuliastuti,
ARTIKEL PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN TEKNIK DIGITAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY
ARTIKEL PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN TEKNIK DIGITAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY Oleh: Umi Rochayati, MT Masduki Zakaria, MT 1 PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN TEKNIK DIGITAL MELALUI
Kata Kunci: Lesson Study, profesional dosen, kualitas pembelajaran IPS
PENGEMBANGAN PROFESIONAL DOSEN MELALUI PELAKSANAAN PELAKSANAAN LESSON STUDY DALAM PEMBELAJARAN ILMU SOSIAL Oleh Nuraini Asriati (PIPS, FKIP, Universitas Tanjungpura, Pontianak) Abstrak: Kehadiran lesson
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan pendidikan yang dilakukan pemerintah saat ini sangatlah
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan pendidikan yang dilakukan pemerintah saat ini sangatlah pesat mengingat perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi dunia yang
IMPLEMENTASI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS) DI SMP NEGERI 1 KALIANGET
IMPLEMENTASI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS) DI SMP NEGERI 1 KALIANGET Eko Wahjudi 1, Tri Andayani 2, Ahmad Herman 3, Enny Wijaya R A. 4 Pengajar SMP Negeri 1 Kalianget 1,2,3,4 [email protected]
Miftahul Ayu et al., Pembentukan Karakter Konsisten dan Teliti Siswa SMP...
1 Pembentukan Karakter Konsisten dan Teliti Siswa SMP Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Berbasis Lesson Study Pada Sub Pokok Bahasan Tabung Kelas IX C SMP Negeri 2 Panti Tahun Ajaran
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN TEKNIK DIGITAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN TEKNIK DIGITAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY Umi Rochayati, Masduki Zakaria (Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika FT UNY) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MELALUI MODEL LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH.
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MELALUI MODEL LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH Wayan Suana 1*, Agung Putra Wijaya 2, dan Lisa Tania 3 1 Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas
REFORMASI SEKOLAH MELALUI LESSON STUDY
REFORMASI SEKOLAH MELALUI LESSON STUDY Dra. Siti Sriyati, M.Si Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Bandung Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung E-mail : [email protected] ABSTRAK Reformasi sekolah
DESKRIPSI PELAKSANAAN PENGGABUNGAN LS DAN PTK OLEH MAHASISWA PROGRAM SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN MELALUI JALUR PENDIDIKAN
Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 DESKRIPSI PELAKSANAAN PENGGABUNGAN LS DAN PTK OLEH MAHASISWA PROGRAM SERTIFIKASI
BAB I PENDAHULUAN. berkembangnya keterampilan intelektual, sosial, dan personal. Menurut
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan sebagai bagian integral kehidupan masyarakat di era globalisasi harus dapat memberi dan menfasilitasi bagi tumbuh dan berkembangnya keterampilan
Listiani dan Kusuma. Memperkenalkan Penerapan Strategi 1
MEMPERKENALKAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK KEPADA GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN SINGKAT Introducing the Implementation of Scientific Teaching Method to Elementary
Tahapan 1: Membentuk kelompok lesson study di sekolah, yang terdiri dari guru matapelajaran.
114 CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOLUME 14, NOMOR 2, OKTOBER 2012 Tahapan 1: Membentuk kelompok lesson study di sekolah, yang terdiri dari guru matapelajaran. Kelempok ini berdiskusi menemukan permasalahan pembelajaran,
2016 PENGEMBANGAN MODEL DIKLAT INKUIRI BERJENJANG UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGI INKUIRI GURU IPA SMP
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Abad 21 merupakan abad kompetitif di berbagai bidang yang menuntut kemampuan dan keterampilan baru yang berbeda. Perubahan keterampilan pada abad 21 memerlukan perhatian
MENINGKATKAN KUALITAS PERKULIAHAN DI JURUSAN KIMIA FMIPA UNESA MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY
MENINGKATKAN KUALITAS PERKULIAHAN DI JURUSAN KIMIA FMIPA UNESA MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY Achmad Lutfi Dosen Jurusan Kimia FMIPA Unesa Surabaya [email protected] ABSTRAK Guna meningkatkan
STUDY TENTANG PELAKSANAA LESSON STUDI DI SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG SEMESTER GENAP Hayuni Retno Widarti Kimia FMIPA UM ABSTRAK
STUDY TENTANG PELAKSANAA LESSON STUDI DI SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG SEMESTER GENAP 2010-2011 Hayuni Retno Widarti Kimia FMIPA UM ABSTRAK Kecakapan seorang guru dalam menyampaikan materi yang dapat
BAB I PENDAHULUAN. Skor Maksimal Internasional
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Mutu pendidikan dalam standar global merupakan suatu tantangan tersendiri bagi pendidikan di negara kita. Indonesia telah mengikuti beberapa studi internasional,
PELATIHAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SD DI KECAMATAN CIPOCOKJAYA KOTA SERANG PROVINSI BANTEN.
PELATIHAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU SD DI KECAMATAN CIPOCOKJAYA KOTA SERANG PROVINSI BANTEN Titin Rubaiyah Abstrak, Untuk mewujudkan tujuan pembelajaran akan sangat berarti bilamana
Bab 3 Mengapa Lesson Study?
Bab 3 Mengapa Lesson Study? A. Bagaimana Pengetahuan Berkembang? Dalam suatu pertemuan, sejumlah guru melakukan diskusi tentang masalah pembelajaran matematika SMP. Salah seorang guru mengemukakan pengalamannya
Oleh: Asep Sutiadi 1 1 Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI
Seminar Nasional Pendidikan IPA ke-3 Program Studi Pendidikan IPA Sekolah Pascasarjana UPI Bandung, 10 September 2006 LESSON STUDY SEBAGAI ALTERNATIF DALAM UPAYA PEMBINAAN GURU DAN PENINGKATAN KUALITAS
PENINGKATAN KOMPETENSI DOSEN MELALUI LESSON STUDY PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA STKIP HAMZANWADI SELONG
Jurnal EducatiO Vol. 8 No. 1, Juni 2013, hal. 81-94 PENINGKATAN KOMPETENSI DOSEN MELALUI LESSON STUDY PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA STKIP HAMZANWADI SELONG Padlurrahman & Baiq Ariani Novianti STKIP
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN SOCRATES KONTEKSTUAL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN SOCRATES KONTEKSTUAL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA Heizlan Muhammad, Tina Yunarti, Rini Asnawati [email protected] Program Studi Pendidikan Matematika
MEMBANGUN KOLEGIALITAS CALON GURU IPS MELALUI LESSON STUDY
MEMBANGUN KOLEGIALITAS CALON GURU IPS MELALUI LESSON STUDY Neni Wahyuningtyas, Nurul Ratnawati, dan Khofifatu Rohmah Adi Prodi S1 Pendidikan IPS Universitas Negeri Malang Abstrak: Tujuan artikel ini untuk
PENYUSUNAN MODEL PTK *) (UNTUK MEMENUHI 12 POINT KENAIKAN PANGKAT KE IV-B)
PENYUSUNAN MODEL PTK *) (UNTUK MEMENUHI 12 POINT KENAIKAN PANGKAT KE IV-B) Oleh: Drs. Ahmad Yani, M.Si. Pendahuluan Undang-undang No 14 tentang guru dan dosen menegaskan bahwa guru merupakan profesi yang
IMPLEMENTASI LESSON STUDY MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI APLIKASI TRIGONOMETRI.
IMPLEMENTASI LESSON STUDY MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI APLIKASI TRIGONOMETRI Ariyanti Jalal Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Khairun ABSTRAK Pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasi dan kompetensi guru, indikator kompetensi pedagogik
PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU FISIKA
PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK MENINGKATAN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU FISIKA Rif ati Dina Handayani 1), Agung Ryskiadi 2), Ali Machrus 2), dan Rifan Acik 2) 1 ) Pendidikan Fisika FKIP Universitas
KINERJA GURU DI SD KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG. Halimatussakdiah dan Khairul Anwar Surel :
KINERJA GURU DI SD KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG Halimatussakdiah dan Khairul Anwar Surel : [email protected] ABSTRAK Analisis awal pada 2016 (Januari s.d Maret) terhadap 36 orang
BAB I PENDAHULUAN. diterapkan adalah konstruktivisme. Menurut paham konstruktivisme,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hakikat pembelajaran yang sekarang ini diharapkan banyak diterapkan adalah konstruktivisme. Menurut paham konstruktivisme, pengetahuan dibangun oleh peserta didik
PENERAPAN PRAKTEK PEMBELAJARAN BERMAKNA BERBASIS BETTER TEACHING LEARNING
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 29 Nomor 2 tahun 2012 PENERAPAN PRAKTEK PEMBELAJARAN BERMAKNA BERBASIS BETTER TEACHING LEARNING (BTL) PADA MATA KULIAH MICROTEACHING UNTUK MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PROFESIONAL
BAB I PENDAHULUAN. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu pengetahuan yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya
PENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL CALON GURU MELALUI LESSON STUDY. Dwi Rahmawati FKIP Universitas Muhammadiyah Metro
PENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL CALON GURU MELALUI LESSON STUDY Dwi Rahmawati FKIP Universitas Muhammadiyah Metro [email protected] Abstrak Program pengalaman lapangan (PPL) merupakan salah
Lesson Study: Suatu Alternatif Cara Peningkatan Keprofesionalan dan Kesejawatan Guru Oleh: Paidi (Staf Pengajar FMIPA UNY)
Makalah Sarasehan Strategi Pelaksanaan Lesson Study di Madrasah dalam Mendukung Implementasi KBK yang dilaksanakan MAN Wonokromo, di Aula MAN Wonokromo, 24 September 2005. Oleh: Paidi Jurusan Pendidikan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Hakikat Mata Pelajaran IPA Menurut Piaget dalam Dimyati dan Mudjiono (2006: 14-15), pembelajaran terdiri dari empat langkah yaitu : 1. Menentukan topik yang dapat dipelajari oleh
BAB I PENDAHULUAN. Pembaharuan di bidang pendidikan yang mengacu pada visi dan misi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembaharuan di bidang pendidikan yang mengacu pada visi dan misi pembangunan pendidikan nasional kini telah tertuang dalam undang-undang tentang Sistem Pendidikan
