BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Utami Hadiman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rekayasa dan Kebidanan (Engineering and Obstetric) Selama empat dekade terakhir, peningkatan pada perbaikan pelayanan obstetri (obstetric) dilakukan dengan tujuan utama untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Berbagai bidang yang berkontribusi untuk perbaikan berasal dari multidisplin ilmu dan riset antara lain : bidang patologi, farmakologi, genetika, ahli kebidanan dan teknik biomedik. Teknik biomedik ini diartikan sebagai bidang yang dihubungkan dengan aplikasi pada bidang biologi dan medis. Pada kebidanan, konsep mekanik merupakan bagian terpenting yang tidak dapat diabaikan. Menurut Bell, proses persalinan pada prinsipnya ditekankan pada pergerakan janin yang terjadi saat kala II. Pengetahuan tentang proses ini sangat penting untuk mengenali ketidaknormalan posisi janin dan oleh karenanya diperlukan untuk mengeluarkan janin dari jalan lahir jika dibutuhkan. Mekanika persalinan meskipun merupakan konsep yang luas, termasuk antara kala I dan II dan berfokus pada teori konsep mekanik daripada persoalan tentang praktek yang menjadi tujuan utama pada kelahiran bayi [3]. Berikut ini adalah konsep mekanik persalinan yang perlu dipikirkan, antara lain : 1. properti mekanik terdiri dari komponen komponen tulang (kepala, panggul) 2. properti mekanik jaringan lunak seperti uterus, leher rahim (serviks), vagina, dan 3. interaksi antara kepala janin dengan jaringan lunak dan pelvis ibu [14]. 2.2 Sistem, Simulasi dan Pemodelan Teknik menggunakan komputer untuk meniru, atau simulasi, operasi berbagai fasilitas dalam dunia nyata atau prosesnya, disebut dengan sistem dan untuk mempelajari secara ilmiah kita sering membuat serangkaian asumsi tentang bagaimana cara kerjanya. Asumsi ini biasanya berasal dari matematika atau 6
2 hubungan logikanya, sebagai pengganti model yang digunakan untuk memperoleh pemahaman yang berhubungan dengan cara kerja sistem. Hubungan dalam pembuatan model cukup sedehana, dimungkinkan dengan metode matematika untuk memperoleh informasi pada masalah yang akan dibahas, ini disebut dengan solusi analitik. Meskipun, sebagian besar sistem dunia nyata sangat kompleks untuk diikuti sebagai model nyata sehingga dapat dievaluasi secara analitiknya. Pada simulasi digunakan komputer untuk mengevaluasi model secara numerik dari data terakumulasi digunakan untuk memperkirakan karakteristik sesungguhnya dari model [13]. Spesifikasi sistem, secara teori dibedakan menjadi struktur sistem dan behavior. Digambarkan sebagai black box (lihat gambar 2.1) behavior eksternal dari sistem dihubungkan dengan ditentukannya antara awal waktu input dan akhir waktu output. Behavior sistem input/output terdiri dari rekaman data (bagian waktu input berpasangan dengan bagian waktu output) yang terakumulasi dari sistem nyata atau model. Struktur sistem internal termasuk state dan mekanisme state transisi sebaik state output yang dipetakan. Pengetahuan struktur sistem dapat diambil kesimpulan (analisis, simulasi) sebagai behavior. Biasanya perintah lain (mendapatkan struktur dari behavior) yang tidak menggantikan, menemukan representasi yang valid dari pengamatan behavior adalah salah satu pokok yang diperhatikan pada pembuatan model dan simulasi [13]. Sistem State Input Output Gambar 2.1 Konsep dasar sistem [21] Sistem dapat dikategorikan menjadi dua : diskrit dan kontinyu. Sistem diskrit adalah salah satu dari variabel state berubah serta merta pada waktu tertentu. Contoh : bank. Sedangkan sistem kontinyu adalah salah satu dari variabel akan berubah secara 7
3 kontinyu terhadap waktu. Contoh : kapal terbang, bergerak di udara. Sangat sedikit sistem yang merupakan diskrit atau kontinyu secara keseluruhan. Tergantung dominasi dari sistem itu, sehingga dapat dikatakan diskrit atau kontinyu [21]. Ada beberapa poin pada siklus suatu sistem, yang akan dipelajari didalamnya berkaitan dengan hubungan antara berbagai komponen, atau untuk memprediksi performance didalam kondisi yang baru. Dapat dilihat pada Gambar 2.2. Sistem Eksperimen dengan sistem aktual Eksperimen dengan sistem model Model Fisik Model Matematika Solusi Analitik Simulasi Gambar 2.2 Alur mempelajari sistem [13] 8
4 2.3 Framework Pemodelan dan Simulasi Frame eksperimen Source system Behavior database Simulator Modeling Relation Simulator Relation Model Gambar 2.3 Entitas dasar pemodelan dan simulasi [21] Adapun penjelasan dari entitas dasar pemodelan dan simulasi dapat dilihat pada Tabel 2.1 Tabel 2.1 Entitas dasar dari modeling dan simulasi serta level spesifikasinya [21] Entitas Dasar Definisi Level spesifikasi hubungan sistem Source system Sumber data riil atau Diketahui pada level 0 buatan Behavior database Akumulasi kumpulan Diobservasi pada level 1 data Experimental frame Menentukan kondisi Dibuat pada level 3 dan 4 dalam sistem berdasar pengamatan atau percobaan Model Instruksi untuk mengenerate Dibuat pada level 3 dan 4 data Simulator Alat komputasi untuk men-generate perilaku model Dibuat pada level Elemen dasar game dan Skenario Adapun kunci dasar elemen game adalah [18] : 1. player : adalah seseorang yang sedang berpartisipasi dalam game, 9
5 2. rules : aturan main dalam game, 3. tujuan : harapan dari player yang akan dicapai selama permainan (game), 4. lawan atau gaya yang bertentangan yang menghambat player mencapai tujuan, dan 5. representasi game adalah dunia nyata Rules dari pemodelan ini dibuat dalam bentuk skenario yang menggambarkan cara kerja sistem. Dalam biomodeling ini dirancang dengan menggunakan suatu skenario yang menggambarkan suatu sistem kerja dari biomodeling proses persalinan normal dan pemantaunnya saat kala I dan II. Jadi pemodelan yang dibangun berdasarkan skenario (scenario based modeling). Skenario adalah deskripsi cerita (narasi) secara informal (Carrol, 2009) [16]. Hal ini menggambarkan tentang aktivitas manusia atau tugas dalam sebuah cerita yang dieksplorasi melalui konteks diskusi, kebutuhan, dan persyaratan Biomodeling Sistem Fisiologis Pemodelan matematika dari sistem fisiologis dan simulasi komputer pada suatu model, seperti pemodelan yang ada pada pemodelan medis atau biomodeling. Sistem disini diartikan sebagai kumpulan elemen yang saling terhubung satu sama lain yang memiliki fungsi dan saling terkoordinasi. Pada jantung manusia, bagian otot, saraf, dan darah dapat disebut dengan bagian sistem, meskipun jantung dapat disebut dengan sub sistem yang tergolong pada sistem sirkulatori, yang bersirkulasi sebagai sub sistem pada tubuh secara keseluruhan, yang mana juga berisi sub sistem lainnya seperti sistem pernafasan (respiratory system) dan sistem perkemihan (urinary system) [17]. Pemodelan matematika dari sistem fisiologis menghasilkan persamaan-persamaan, seperti persamaan differensial, yang digunakan untuk menggambarkan aspek dinamik sistem. Komputer dan analisis numerik perangkat lunak cocok untuk simulasi seperti sekumpulan persamaan diferensial yang esensial untuk dipelajari pada model yang paling sederhana. Meskipun pemodelan fisiologis sekarang sudah banyak dibandingkan dengan saat pertama kali komputer digunakan untuk mensimulasikan model, seperti aktivitas yang masih dianggap belum pasti karena 10
6 model sering memiliki beberapa keterbatasan termasuk kompleksitasnya dan biaya. Ilmu pengetahuan tentang matematika dan fisiologis diperlukan untuk memodelkan beberapa biosistem yang penting yang harus disediakan, tetapi komputer diperlukan berikutnya, yang sangat besar dan mahal serta perangkat lunak diperlukan jika secara umum belum tersedia. Sekarang komputer desktop dan workstations yang handal dengan level language tinggi dibuat relatif murah dan mudah untuk mensimulasikan sistem tanpa penyederhanaan menjadi tidak realistis [17] Azas Biomodeling Biomodeling memiliki tiga azas yang digunakan yaitu : 1. riset (research), hal ini dapat membantu dalam verifikasi hipotesis dan membantu menggambarkan pengujian-pengujian yang lebih dominan dari sistem yang sedang dipelajari, 2. pengajaran dan pelatihan (teaching and training), seperti dalam pendidikan kesehatan digunakan model Dickinson s, seperti MacMan, MacPuf, dan MacPee [6][7][8], 3. aplikasi klinis, model dapat dihubungkan dengan diagnosa atau membantu penentuan aturan obat. Aplikasi klinis yang lain adalah pada desain prosthesis/tiruan, seperti tungkai/lengan tiruan, alat bantu dengar, sistem infus insulin otomatis [17]. Kita dapat fokus pada tiga hal diatas, dan ada kemungkinan memodelkan beberapa poin atau keseluruhan. Meskipun, tujuan utama desain model sangat penting dan dapat diusahakan untuk membuat cara mengindikasikan bagaimana model dibuat sesuai dengan keperluan studi tanpa mengabaikan bagian esensi/pokok atau menambah kompleksitas yang masih dapat ditangani. Pemodelan sistem fisiologi fokus pada beberapa jenis transport, seperti dibawah ini [17]. 1. Transport momentum, pada persamaan gelombang menggambarkan aliran darah, kita perhatikan momentum, viskositas darah, dan elastisitas dari pembuluh darah yang menentukan tekanan dan aliran dari sistem. 11
7 2. Transport massa, darah membawa berbagai substansi yang penting, seperti oksigen, karbon dioksida, dan substansi yang berkaitan dengan farmasi. Penyebaran substansi ini masuk atau keluar dari jaringan sangat penting untuk dimodelkan. 3. Transport energi, darah dalam pembuluh balik, seperti udara saat kita bernafas, membawa energi panas. Panas ini dapat disebarkan ke jaringan secara langsung, meskipun dengan cara yang berbeda dengan penyebaran massa yang diterima diatas. Juga, perubahan bentuk energi, seperti transport, yang terjadi pada jaringan otot. 4. Transport informasi, informasi dibawa secara langsung oleh tubuh melalui serabut saraf, sejumlah pesan yang ditransmisikan dalam sistem komunikasi. Hormon juga membawa informasi, pergerakannya kebanyakan dipengaruhi oleh aliran darah [17]. 2.4 Persalinan Persalinan adalah suatu proses pengeluaran fetus dan plasenta dari uterus, ditandai dengan peningkatan aktifitas miometrium ( frekuensi dan intensitas kontraksi) yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks serta keluarnya lendir darah ("show") dari vagina [4][5][14][28]. Lebih dari 80% proses persalinan berjalan normal, 15-20% terjadi komplikasi persalinan. UNICEF dan WHO menyatakan bahwa hanya 5% -10% saja yang membutuhkan seksio sesarea [15]. Dari data WHO 1999, terdapat juta kehamilan setiap tahunnya dan 585 ribu kematian wanita hamil berkaitan dengan komplikasi. 24.8% terjadi perdarahan,14.9 % infeksi, 12,9 % eklampsia, 6,9 % distosia saat persalinan, 112,9 % aborsi yang tidak aman, 27 % berkaitan dengan sebab lain. Sedangkan sebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan, infeksi, eklampsia, partus lama dan komplikasi abortus. Perdarahan adalah sebab utama yang sebagian besar disebabkan perdarahan pasca persalinan. Hal ini menunjukan adanya manajemen persalinan kala III yang kurang adekuat [23]. 12
8 Pada konferensi internasional tahun 1999 di Kairo disepakati 80 % dari persalianan akan ditangani oleh tenaga terlatih pada tahun Hal ini pada negara-negara Asia akan dicapai pada tahun Di Indonesia pada tahun 1997 hanya 36% saja yang persalinan ditangani oleh tenaga terlatih, didapat peningkatan yaitu pada tahun 1999 menjadi 56 % [10] Anatomi dan Fisiologi persalinan Dalam proses persalinan kita perlu mengetahui bagian organ-organ (anatomi) serta fungsi kerja dari organ (fisiologi) dari proses persalinan. Sehingga, berdasarkan anatomi dan fisiologi itu dapat digambarkan ke dalam sistem persalinan itu sendiri. Selain itu proses yang terjadi dan istilah-istilahnya juga perlu kita ketahui untuk menerjemahkan ke dalam sistem persalinan normal yang akan dimodelkan. Uterus, adalah suatu tempat dimana janin berkembang biak dari saat awal pembuahan sampai terjadi janin yang matang (at term) selanjutnya janin siap dikeluarkan melalui suatu proses persalinan. Gambar 2.4 Janin dan bagian bagian lingkungan hidupnya [20] Fetus, adalah janin itu sendiri yang berkembang dari embrio hasil pembuahan (fertilisasi) yang hidup didalam rahim ibu. Plasenta, adalah tempat/gudang makanan dan udara yang dibutuhkan janin unt uk terus berkembang. Chorion, adalah lapisan 13
9 luar dari selaput ketuban. Maternal Sirculation blood, adalah sirkulasi pembuluh darah ibu. Umbilical cord, adalah tali pusar yang menghubungkan ibu dan janin. Amnion, adalah lapisan bagian dalam dari selaput ketuban. Amniotic fluid, adalah cairan ketuban yang merupakan tempat hidup janin Tahapan dalam Persalinan Proses persalinan dibagi dalam tiga tahap berdasarkan pertimbangan klinis [14] : 1. kala I : dimulai sejak awal kontraksi dengan frekuensi, intensitas dan durasi yang cukup sehingga menyebabkan penipisan dan dilatasi serviks, 2. kala II : kala dua dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (+10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi, 3. kala III : segera setelah kelahiran bayi dan berakhir dengan kelahiran plasenta dan selaput ketuban, dan 4. kala IV : dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum Proses Persalinan Persalinan dimulai dengan kala I sejak onset persalinan sampai serviks mencapai pembukaaan lengkap, Friedman (1978) dalam teorinya tentang persalinan, menyatakan : " Gambaran klinis kontraksi uterus, yaitu frekuensi, intensitas dan lamanya tidak dapat diandalkan sebagai ukuran untuk menilai kemajuan persalinan dan bukan petunjuk kenormalannya, kecuali dilatasi serviks dan penurunan janin yang dapat menjadi ukuran kemajuan persalinan" [9][23][14]. Gambar 2.5 Kala I dilatasi serviks [28] 14
10 Kala pertama persalinan dapat dibedakan berdasarkan dua fase dilatasi serviks; fase laten dan fase aktif. Fase laten sejak awal persalinan dengan kontraksi uterus teratur hingga mencapai pembukaan serviks 4 cm. [9][3]. Fase aktif dibagi lebih lanjut sebagai fase akselerasi, fase kelandaian maksimum (steady), dan fase deselerasi. Lamanya fase laten lebih variabel dan mudah mengalami perubahan-perubahan yang sensitif akibat faktor-faktor luar dan sedasi (pemanjangan fase laten ) dan perangsangan miometrium (pemendekan masa laten) lamanya fase laten hanya mempunyai hubungan yang sedikit dengan perjalanan persalinan berikutnya. Sedangkan karakteristik fase akselerasi biasanya dapat meramalkan hasil akhir suatu persalinan tertentu. Friedman (1978) menganggap kelandaian maksimum sebagai " ukuran yang baik untuk keseluruhan efisiensi mesin". Sedangkan sifat fase deselerasi lebih mencerminkan hubungan feto-pelvik. Lengkapnya dilatasi serviks pada fase aktif persalinan diakhiri dengan retraksi serviks disekeliling presentasi janin. Setelah dilatasi serviks lengkap, stadium kedua persalianan dimulai: Hanya penurunan presentasi janin yang tinggal untuk menilai kemajuan persalinan [9][14][23]. Gambar 2.6 Kala II ekspulsi janin [28] Janin dengan presentasi oksiput, ditemukan hampir sekitar 95% dari seluruh kehamilan. Presentasi janin paling umum dipastikan dengan palpasi abdomen dan kadang kala diperkuat sebelum atau pada saat awal persalinan dengan pemeriksaan vagina. Pada banyak kasus vertex memasuki pelvis dengan sutura sagitalis pada diameter transversal pelvis. 40% persalinan left occiput transverse (LOT) dan 20% posisi right occiput transverse (ROT). Posisi occiput anterior (LOA dan ROA) kepala dapat memasuki pelvis dengan berputar 45 derajat ke anterior dari posisi melintang. Pada 20% persalinan janin memasuki pelvis dengan posisi occiput posterior. Dari bukti penelitian radiologik hal ini dikaitkan dengan panggul depan yang sempit [6]. 15
11 Karena bentuk dinding panggul yang tidak teratur dan dimensi kepala janin matur yang relatif besar, jelas bahwa tidak semua diameter kepala janin dapat memasuki dasar panggul. Penyusupan (moulase) adalah suatu proses adaptasi atau akomodasi bagian-bagian kepala yang bersangkutan terhadap segmen panggul untuk menyelesaikan persalinan. Perubahan posisi pada presentasi ini merupakan proses persalinan. Gerakan pada persalinan adalah engagement, penurunan, fleksi, rotasi internal, ekstensi, rotasi eksternal, dan ekspulsi [6][9][23]. Proses persalinan normal dapat dilihat pada Gambar 2.7. Gambar 2.7 Gerakan-gerakan utama dalam persalinan [15] (1) Engagement, mekanisme yang dipakai diameter biparietal, diameter melintang terbesar kepala janin dalam presentasi oksiput melewati pintu atas panggul disebut sebagai engagement. Kepala janin biasanya memasuki pintu atas panggul dalam posisi diameter lintang atau salah satu dari diameter oblik Pada multipara atau beberapa nullipara fenomena ini dapat terjadi pada minggu-minggu terakhir kehamilan. (2) Penurunan, pada nullipara hal ini dapat terjadi sebelum onset persalinan dan penurunan selanjutnya tidak terjadi sampai mulanya kala II persalinan. Penurunan terjadi disebabkan satu atau lebih dari empat kekuatan, yaitu : tekanan cairan amnion, tekanan langsung fundus pada bokong dengan kontraksi, tekanan langsung 16
12 otot-otot abdomen, dan ekstensi badan janin [14]. Feinstein dkk,2001 menyatakan dalam hasil penelitiannya berdasarkan univariat analisis, faktor yang menghambat penurunan kepala yaitu nuliparitas, epidural analgesia, hidramnion, hipertensi, bayi lebih dari 4 kg, ketuban pecah dini, persalinan yang di induksi. Didapat cara persalinan pada distosia kala II ini dengan sesarea 20,6 %, ekstraksi vakum 74 % dan forcep 5,4 % [14]. (3) Fleksi, segera setelah penurunan kepala menemukan tahanan pada dasar panggul, dinding panggul dan serviks, fleksi kepala terjadi. Dimana diameter subocciput bregmatika menggantikan diameter occipitofrontalis yang lebih besar. (4) Rotasi internal, pemutaran kepala yang menggerakan oksiput dari posisi asalnya ke anterior menuju simpisis pubis, atau kurang sering ke posterior menuju sacrum, selalu dihubungkan dengan turunnya bagian presentasi dan biasanya tidak terjadi sampai kepala mencapai spina (engaged). Calkin (1979) penelitian pada 5000 persalinan menentukan kapan terjadi rotasi internal. Disimpulkan bahwa 2/3 rotasi internal lengkap pada saat kepala mencapai dasar panggul. Seperempatnya terjadi segera setelah kepala mencapai dasar panggul. Sejumlah 5% tidak terjadi rotasi ke anterior. Rotasi sebelum mencapai dasar panggul lebih sering terjadi pada multipara dari pada nullipara. (5) Ekstensi, setelah rotasi internall, kepala yang fleksi penuh mencapai vulva, kepala menekan lorong panggul, ada dua kekuatan yang bekerja, berasal dari uterus bekerja lebih posterior dan tahanan lantai panggul yang bekerja anterior. Gaya resultannya mengarah ke muara vulva. Terjadi ekstensi, yang membawa dasar oksiput menempel pada margo inferior simpisis. Karena pintu keluar vulva mengarah keatas dan kedepan, ekstensi harus terjadi sebelum kepala dapat melewatinya. (6) Rotasi Eksternal, kepala yang sudah lahir selanjutnya mengalami restitusi, bila oksiput awalnya mengarah ke kiri maka berotasi kearah tuberusitas ischium kiri. Begitu pula sebaliknya. Diikuti dengan lengkapnya rotasi luar keposisi lintang. Suatu gerakan yang sesuai dengan rotasi badan janin, yang bekerja membawa diameter biakromial berhimpit dengan antero posterior pintu bawah panggul. (7) Ekspulsi, segera setelah rotasi eksternal bahu depan terlihat di bawah simpisis dan perineum menjadi teregang olah bahu belakang, setelah lahirnya kedua bahu tersebut sisa badan lainya didorong keluar. 17
13 2.4.4 Biomodeling Proses Persalinan Normal Persalinan normal adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, diikuti dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu [27]. Proses persalinan normal dapat dilihat pada Gambar 2.7. Persalinan normal belakang kepala meliputi 97% dari semua persalinan dan mempunyai tingkat resiko rendah. Proses kelahiran kepala dapat dilihat pada Gambar 2.8. Gambar 2.8 Proses kelahiran kepala [15] Setelah kepala lahir, proses berikutnya adalah kelahiran bahu depan dan belakang, badan, dan diikuti anggota badan secara keseluruhan. Mekanisme pada saat kontraksi, kontraksi otot-otot miometrium menyebabkan segmen atas rahim menarik bagian segmen bawah rahim sehingga terjadi dilatasi dan penipisan serviks. Seperti terlihat dalam Gambar 2.9. (A) (B) (C) Gambar 2.9 Segmen bawah rahim pada saat (A) permulaan persalinan (B) pembukaan lengkap, (C) distosia [15] 18
14 Pada saat akan dimulai fase pengeluaran bayi dan selama pengeluaran dengan penurunan (descent), gaya dorong berasal dari kontraksi uterus yang memiliki transmisi sangat kuat sehingga mengenai cairan amnion yang mengelilingi fetus. Proses ini dianggap sebagai pergerakan hidrolik (hydraulic actuator) [1] (lihat gaya F1 dari gambar 2.10). Adanya tekanan pada sebagian besar fetus tegak lurus dengan sumbu dari uterus (rahim). Selanjutnya, proses ini terjadi pada abdomen dengan luas area ~85cm2. Berarti, kontraksi memberikan kontribusi tekanan sebesar 5 cmhg tiap periode [19] Gambar 2.10 Aplikasi gaya (kiri) dan kemajuan persalinan (kanan) [1] Konsep sudut putaran menjadi hal yang sangat penting dalam pergerakan dan perubahan posisi bayi. Dalam mekanisme kelahiran kepala terjadi rotasi. Dalam implementasi pemrograman, satuan sudut diubah menjadi satuan sudut radian. Besar sudut berada dalam rentang pi radian sampai dengan pi radian. 0 Pi/2 -Pi/2 Pi Gambar 2.11 Konsep dasar sudut dalam satuan radian ( ) - (2.1) ( ) - (2.2) 19
15 Sudut ini penting untuk mengetahui besarnya sudut rotasi saat kelahiran kepala. Hal ini dipengaruhi oleh gaya dan energi waktu mengejan. Ketika kepala sudah terjadi crowning didaerah vulva, yang pada awalnya posisi bayi tengkurap ada kemungkinan terjadi rotasi dengan sudut bervariasi (lihat Gambar 2.12) Gambar 2.12 Berbagai kemungkinan rotasi kepala [15] Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan normal dikenal dengan 3P, antara lain. 1. Power, kekuatan his/kontraksi, kekuatan mengejan. 2. Passage, jalan lahir tulang, jalan lahir jaringan lunak. 3. Passenger, janin, plasenta, dan selaput ketuban. terdapat faktor lain yang ikut menentukan kelangsungan persalinan yaitu : 4. Faktor psikologis parturien : Penerimaan parturien atas kehamilannya, penerimaan parturien terhadap jalannya perawatan antenatal, petunjuk dan persiapannya untuk menghadapi persalinan, kemampuannya untuk bekerjasama dengan pemimpin/penolong persalinannya, adaptasi parturien terhadap rasa nyeri persalinan, 5. Penolong persalinan : Pengalamannya dalam memimpin persalinan, kesabaran dan pengertiannya dalam menghadapi parturien, terutama terhadap primipara (baru pertama kali menghadapi persalinan). 20
16 Tabel 2.2 Diagnosis kala dan fase persalinan [9] Gejala dan Tanda Kala Fase Serviks belum dilatasi Persalinan palsu/tidak dalam persalinan Serviks dilatasi < 4 cm Satu Laten Serviks dilatasi 4-9 cm Rata-rata dilatasi 1 cm/jam atau lebih Janin mulai menuruni jalan lahir Serviks dilatasi penuh (10 cm) Penurunan janin berlanjut Belum ada keinginan mengejan Serviks dilatasi penuh(10 cm) Bagian janin menuruni dasar panggul Ibu ada dorongan kuat untuk mengejan Satu Dua Dua Aktif Awal (non ekspulsif) Akhir (Ekspulsif) 2.5 Pemantauan Partograf Pada tabel dibawah ini menguraikan frekuensi minimal penilaian dan intervensi. Jika ibu menunjukkan tanda-tanda komplikasi atau gejala komplikasi atau perubahan kondisi, penilaian harus dilakukan lebih sering [9]. Tabel 2.3 Frekuensi minimal penilaian dan intervensi persalinan normal [9] Parameter Frekuensi pada fase laten Frekuensi pada fase aktif Tekanan darah Setiap 4 jam Setiap 4 jam Suhu badan Setiap 4 jam Setiap 2 jam Nadi Setiap menit Setiap menit Denyut jantung janin Setiap 1 jam Setiap 30 menit Kontraksi Setiap 1 jam Setiap 30 menit Dilatasi serviks Setiap 4 jam* Setiap 4 jam* Penurunan Setiap 4 jam* Setiap 4 jam* *Dinilai pada setiap pemeriksaan dalam Partograf dipakai untuk memantau kemajuan persalinan dan membantu petugas kesehatan dalam mengambil keputusan dalam penatalaksanaan suatu persalinan [9]. Partograf WHO dibuat untuk menyederhanakan dan mempermudah penggunaanya. Adapun dalam partograf WHO berisi tentang hal-hal sebagai berikut, informasi pasien, denyut jantung janin, keadaan selaput ketuban, dan lain-lain. Adapun pemeriksaan yang dilakukan dengan pemantauan partograf antara lain. 21
17 1. Palpasi abdomen, dengan palpasi abdomen, dapat dinilai penurunan kepala dari palpasi kepala janin diatas simpisis pubis, kepala diatas simpisis pubis teraba adalah 5/5, kepala masuk dibawah simpisis pubis adalah teraba 0/5. 2. Pemeriksaan dalam (vaginal examination), pemeriksaan dalam dilakukan setiap 4 jam sekali selama kala I persalinan dan setelah selaput ketuban pecah. Dan berikan tanda yang sesuai pada partograf. Dalam setiap pemeriksaan dalam, yang dapat dinilai adalah : warna cairan ketuban, dilatasi serviks, dan penurunan kepala (dapat juga dinilai dari palpasi abdomen). 3. Penyusupan (moulase) adalah perubahan bentuk kepala dalam usaha menyesuaikan diri dengan bentuk panggul yaitu dengan bergesernya tulang tengkorak. Hal ini disebabkan pada tulang tengkorak terdapat sutura [28]. 4. Presentasi dan posisi, penggambaran presentasi bagian, secara umum adalah presentasi vertex dari kepala janin. Jika vertex tidak teraba, lakukan manajemen malpresentasi, jika vertex teraba, gunakan landmarks tulang kepala janin untuk menilai posisi kepala janin yang berhubungan dengan pelvis ibu. Gambar 2.12 landmarks dari tulang kepala janin [25] 5. Dukungan (support) dalam persalinan, dukungan dapat membantu dalam kelancaran suatu proses persalinan. Dukungan dapat berasal dari keluarga (suami, orang tua, saudara) dan penolong persalinan (bidan, dokter). Dukungan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam menghadapi persalinan [28]. 2.6 Desain Interaksi Sedangkan pengujian model yang dilakukan berdasarkan pengujian fungsional berdasar skenario oleh peneliti dan pengujian prototype untuk mendapatkan feedback yang cepat berdasarkan paradigm pengujian Quick and Dirty melaui penilaian 22
18 kuesioner oleh user setelah memainkan simulasi model persalinan. Tujuan interaksi desain adalah bagian dari proses memahami kebutuhan user. Hal ini terbagi menjadi dua, yaitu : usability dan user experience. Usability lebih menitikberatkan pada kriteria penggunaannya (contoh : efisiensi). Secara umum usability bertujuan memastikan interaksi produk mudah dipelajari, efektif digunakan, dan menyenangkan dari berbagai perspektif user. Termasuk pula mengoptimalkan interaksi manusia dengan interaksi produk yang dapat membantu mereka dalam aktivitas kerja, sekolah, dan kehidupan sehari-hari. Secara spesifik terbagi menjadi : efektif digunakan (effectiveness), efisien digunakan (efficiency), aman digunakan (safe to use), memiliki utilitas yang baik (have good utility), mudah dipelajari (easy to learn), mudah diingat penggunaannya (memorability). Adapun desain interaksi dalam mencapai tujuan untuk user experience, meliputi : kepuasan (satisfying), menyenangkan (enjoyable), menggembirakan fun), menghibur (entertaining), dapat membantu (helpful), memotivasi (motivating), kesenangan estetik (aesthetically pleasing), mendukung dan merangsang kreatifitas (supportive and creativity), bermanfaat (rewarding), memenuhi kebutuhan emosional (emotionally fullfiling) [16]. 23
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN Pengujian pemodelan proses persalinan normal dan pemantaunnya saat I dan II dilakukan berdasarkan pengujian secara internal untuk menguji fungsional model oleh peneliti
BIOMODELING PROSES PERSALINAN NORMAL DAN PEMANTAUANNYA SAAT KALA I DAN II PADA PARTUS SIMULATOR
BIOMODELING PROSES PERSALINAN NORMAL DAN PEMANTAUANNYA SAAT KALA I DAN II PADA PARTUS SIMULATOR TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung
Distosia. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi
Distosia Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi Definisi Distosia adalah Waktu persalinan yang memanjang karena kemajuan persalinan yang terhambat. Persalinan lama memiliki definisi
PROSES PERSALINAN & KELAHIRAN. R. Nety
PROSES PERSALINAN & KELAHIRAN R. Nety Rustikayanti @2018 Tujuan Menjelaskan 5 faktor yang mempengaruhi proses persalinan Mendeskripsikan struktur anatomi tulang panggul Mengenali ukuran normal diameter
PANDUAN MEDIK BLOK KEHAMILAN DAN MASALAH REPRODUKSI 3.1 PARTOGRAF. Tujuan Belajar : Mahasiswa mampu melakukan pengisian partograf
PANDUAN MEDIK BLOK KEHAMILAN DAN MASALAH REPRODUKSI 3.1 PARTOGRAF Tujuan Belajar : Mahasiswa mampu melakukan pengisian partograf Partograf adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. dalam saluran rahim oleh kontraksi otot-otot rahim. Persalinan normal adalah
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Persalinan 1.1 Pengertian Persalinan Persalinan adalah proses untuk mendorong keluar janin dan placenta dari dalam saluran rahim oleh kontraksi otot-otot rahim. Persalinan normal
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Prawirohardjo, 2002, hlm. 180). Menurut Mochtar, 1998, jenis persalinan terbagi :
21 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Persalinan 1. Pengertian Persalinan Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi, yang mampu hidup, dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Prawirohardjo, 2002,
REFRESHING Persalinan Normal Stase Obstetri Ginekologi Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
REFRESHING Persalinan Normal Stase Obstetri Ginekologi Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Disusun oleh : Kartika Eka Wulandari S.Ked ( 2009730089 ) DOSEN PEMBIMBING : dr.edy Purwanta, Sp.OG PROGRAM
Mekanisme Persalinan Normal. Dr. Iskandar Syahrizal SpOG
Mekanisme Persalinan Normal Dr. Iskandar Syahrizal SpOG Mekanisme Persalinan dan Kemajuan Persalinan Persalinan / Partus Adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup, dari dalam uterus
NORMAL DELIVERY LEOPOLD MANUEVER. Dr.Cut Meurah Yeni, SpOG Bagian Obstetri & Ginekologi FK Unsyiah/RSUD-ZA
NORMAL DELIVERY LEOPOLD MANUEVER Dr.Cut Meurah Yeni, SpOG Bagian Obstetri & Ginekologi FK Unsyiah/RSUD-ZA PERSALINAN NORMAL 3 faktor yang menentukan prognosis persalinan, yaitu : Jalan lahir (passage)
KATA PENGANTAR. Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat
KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas referat yang berjudul Persalinan Sungsang dengan lancar. Dalam pembuatan referat ini, penulis
ID Soal. Pertanyaan soal Menurut anda KPSW terjadi bila :
4 Oksigen / Cairan & Elektrolit / Nutrisi / Eliminasi / Rekreasi / Aman & 5 Promotif / Preventif/ Kuratif/Rehabilitatif 6 Pengkajian/Penentuan Diagnosis/Perencanaan/ Implementasi/Evaluasi/Lainlain 7 Maternitas/Anak/KMB/Gadar/Jiwa/Keluarga/Komunitas/Gerontik/Manajemen
KEPERAWATAN SELAMA PERSALINAN DAN MELAHIRKAN. ESTI YUNITASARI, S.Kp
ASUHAN KEPERAWATAN SELAMA PERSALINAN DAN MELAHIRKAN. ESTI YUNITASARI, S.Kp TANDA PERSALINAN : KELUAR LENDIR BERCAMPUR DARAH (BLOODY SHOW) TERDAPAT HIS YANG ADEKUAT DAN TERATUR TERDAPAT PEMBUKAAN/DILATASI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kompres 1. Kompres hangat Adalah memberikan rasa hangat pada daerah tertentu dengan menggunakan kantung berisi air hangat yang menimbulkan rasa hangat pada bagian
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Persalinan 2.1.1 Pengertian Persalinan Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui
BAB I PENDAHULUAN. seorang ibu hamil. Persalinan normal adalah proses pengeluaran bayi dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan merupakan salah satu pengalaman yang tidak terlupakan bagi seorang ibu hamil. Persalinan normal adalah proses pengeluaran bayi dengan usia kehamilan cukup
BAB I PENDAHULUAN. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial yang ibu dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial yang ibu dan keluarga nantikan selama 9
STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN
ASUHAN INTRANATAL ASUHAN INTRANATAL Standar pelayanan kebidanan Persiapan bidan Persiapan rumah dan lingkungan Persiapan alat/bidan kit Persiapan ibu dan keluarga Manajemen ibu intranatal STANDAR PELAYANAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penulisan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi ( janin dan plasenta)nyang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui
BAB I PENDAHULUAN. dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada dibagian bawah kavum
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Letak sungsang adalah keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada dibagian bawah kavum uteri. Kejadian letak sungsang berkisar
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lain, dengan bantuan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN. Nor Tri Astuti Wahyuningsih, SST, M.Kes
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN Nor Tri Astuti Wahyuningsih, SST, M.Kes 5P (faktor) Tenaga atau kekuatan (Power) Janin (Passanger) Jalan lahir (passage) Psikis ibu Penolong POWER Adalah kekuatan
PENGISIAN PARTOGRAF. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi
PENGISIAN PARTOGRAF Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi Definisi Merupakan pemantauan persalinan yang mudah dan tidak mahal sera dapat di prin ulang. Diagram pemantauan kemajuan
KEHAMILAN GANDA. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi
KEHAMILAN GANDA Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi Materi pembelajaran (pengetahuan) Kehamilan Ganda Definisi Kehamilan ganda ialah satu kehamilan dengan dua janin atau lebih
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengetahuan 1. Definisi Pengetahuan Pengetahuan merupakan proses pengalaman khusus yang bertujuan menciptakan perubahan terus menerus dalam perilaku atau pemikiran (Seifert,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penggunaan Partograf 1. Definisi Penggunaan Penggunaan adalah proses, cara, perbuatan menggunakan sesuatu, pemakaian (KBBI, 2005). Penggunaan (penerapan) adalah suatu tindakan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. lahirnya bayi dan plasenta dari rahim ibu (Depkes, 2002).
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Persalinan 2.1.1. Definisi Persalinan Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadinya dilatasi serviks lahirnya bayi dan plasenta dari rahim ibu (Depkes, 2002). Persalinan
BAB I PENDAHULUAN. sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Section Caesarea
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Section Caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Section Caesarea juga dapat didefinisikan
Oleh : Dr. HOTMA P. PASARIBU, SpOG
PERSALINAN NORMAL Oleh : Dr. JENIUS L. TOBING, SpOG Dr. HOTMA P. PASARIBU, SpOG DEFINISI Persalinan proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari rahim ibu, dianggap normal usia kehamilan
ASUHAN KALA I PARTOGRAF. By : ADE. R. SST
ASUHAN KALA I PARTOGRAF By : ADE. R. SST Pengertian Partograf terdiri dari 2 kata Parto :Partus :melahirkan Graf :grafik Partograf adlah alat bantu berupa grafik untuk membantu memantau kemajuan persalinan
BAB I PENDAHULUAN. berdasarkan angka kematian ibu (Maternal Mortality Rate) dan angka. kematian bayi (Neonatal Mortality Rate). (Syaiffudin, 2002).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Derajat kesehatan keluarga dan masyarakat ditentukan oleh kesehatan ibu dan anak. Salah satu keberhasilan pembangunan kesehatan ditentukan berdasarkan angka kematian
Asuhan Persalinan Normal. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi
Asuhan Persalinan Normal Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi Definisi Persalinan dan kelahiran dikatakan normal jika: Usia cukup bulan (37-42 minggu) Persalinan terjadi spontan
PERSALINAN LAMA No. Dokumen : No. Revisi : Tanggal : Terbit. berlaku Halaman :
SOP PERSALINAN LAMA No. Dokumen : No. Revisi : Terbit berlaku Halaman : UPT Puskesmas Sangatta Selatan Dr.Suriani NIP. 196212261999032001 1. Pengertian Persalinan lama adalah persalinan yang berlangsung
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI 3.1 Perancangan Pemodelan Proses Persalinan Perancangan pemodelan proses persalinan normal dibuat berdasarkan user requirement antara lain : user memerlukan suatu media
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Kemampuan Harus diakui bahwa setiap aktivitas yang dilakukan haruslah dilandasi dengan kemampuan. Tanpa kemampuan, apapun yang dilakukan akan sulit dicapai. Kemampuan
: LAUREN LITANI NIM : SEMESTER : 1
NAMA : LAUREN LITANI NIM : 09033 SEMESTER : 1 ANGKATAN : XII Setelah saya melihat dan mempelajari hasil yang dikerjakan oleh Triana Wahyuning Pratiwi dari kelompok 7 pada nomor 4, menurut saya pekerjaannya
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Persalinan sectio caesaria adalah proses melahirkan janin melalui insisi pada
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Persalinan Sectio caesaria Persalinan sectio caesaria adalah proses melahirkan janin melalui insisi pada dinding abdomen (laparatomi) dan dinding uterus (histerektomi).(william,
Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 2, Oktober 2016 ISSN
PENELITIAN HUBUNGAN PERSALINAN PRESENTASI BOKONG DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT KABUPATEN LAMPUNG UTARA Yeyen Putriana* *Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Tanjungkarang Pada persalinan
Mata Kuliah Askeb II
No Tujuan Pembelajaran Khusus Pokok/Sub Pokok Bahasan Waktu Sumber T P K Pada akhir perkuliahan mahasiswa dapat : - Menjelaskan konsep dasar asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan. Konsep dasar
BAB I PENDAHULUAN. caesarea yaitu bayi yang dikeluarkan lewat pembedahan perut (Kasdu, 2003)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Melahirkan merupakan puncak peristiwa dari serangkaian proses kehamilan, sehingga banyak wanita hamil khawatir, cemas dan gelisah menanti saat kelahiran tiba. Setiap
PENATALAKSANAAN LETAK SUNGSANG. Oleh : Emi Sutrisminah Staf Pengajar Prodi D III Kebidanan FK Unissula Semarang ABSTRAK
PENATALAKSANAAN LETAK SUNGSANG Oleh : Emi Sutrisminah Staf Pengajar Prodi D III Kebidanan FK Unissula Semarang ABSTRAK Setiap ibu hamil mengharapkan kehamilan yang sehat dan normal, begitu juga dengan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Persalinan merupakan kejadian fisiologi yang normal dialami oleh
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan merupakan kejadian fisiologi yang normal dialami oleh seorang ibu berupa pengeluaran hasil konsepsi yang hidup didalam uterus melalui vagina ke dunia luar.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Letak sungsang adalah keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan batang berada di bagian bawah kavum uteri. Kejadian letak sungsang berkisar
Asuhan Keperawatan Intra Natal. Niken Andalasari
Asuhan Keperawatan Intra Natal Niken Andalasari 1 Fisiologi persalinan Definisi Partus adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yg dapat hidup dari dalam uterus ke dunia luar Partus immaturus: kurang dari
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Meningkatkan derajat kesehatan yang adil dan merata seperti
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Meningkatkan derajat kesehatan yang adil dan merata seperti ditingkatkan melalui sikap respontif dan efektif dalam melakukan suatu tindakan untuk memberi kenyamanan
PERSALINAN KALA I. 1. kala 1 persalinan
PERSALINAN KALA I Persalinan normal yaitu proses pengeluaran buah kehamilan cukup bulan yang mencakup pengeluaran bayi, plasenta dan selaput ketuban, dengan presentasi kepala (posisi belakang kepala),
BAB I PENDAHULUAN. terjadi yaitu perdarahan, infeksi dan pre eklampsia ( Saifuddin, 2009).
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin turun kedalam jalan lahir. Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal adalah
Referat Fisiologi Nifas
Referat Fisiologi Nifas A P R I A D I Definisi Masa Nifas ialah masa 2 jam setelah plasenta lahir (akhir kala IV) sampai 42 hari/ 6 bulan setelah itu. Masa Nifas adalah masa dari kelahiran plasenta dan
BAB I PENDAHULUAN. jalan operasi atau sectio caesarea hal ini disebabkan karena ibu memandang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan persalinan dengan jalan operasi atau sectio caesarea hal ini disebabkan karena ibu memandang persalinan dengan
BAB I PENDAHULUAN. Menurut World Health Organizatin (WHO) dinegara berkembang, kematian maternal berkisar antara per kelahiran hidup,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut World Health Organizatin (WHO) dinegara berkembang, kematian maternal berkisar antara 750-1000 per 100.000 kelahiran hidup, dibandingkan dengan Negara maju,
PERSALINAN NORMAL ( KALA IV )
PERSALINAN NORMAL ( KALA IV ) Pengertian Bagian kebidanan dan kandungan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo masih mengenal kala IV, yaitu satu jam setelah placenta
BAB I PENDAHULUAN. yang sangat sensitif terhadap sentuhan dan cenderung mengalami robekan. BAK dan aktivitas seksual ibu pasca melahirkan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perineum merupakan bagian penting pada saat proses persalinan yang sangat sensitif terhadap sentuhan dan cenderung mengalami robekan pada saat proses persalinan secara
BAB I PENDAHULUAN. Morbiditas dan mortalitas ibu dan anak meningkat pada kasus persalinan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Morbiditas dan mortalitas ibu dan anak meningkat pada kasus persalinan abnormal. Persalinan abnormal mengindikasikan adanya faktor komplikasi yang terjadi
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN SENAM HAMIL DENGAN KEMAJUAN PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUKIR KAB. JOMBANG TAHUN 2013
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN SENAM HAMIL DENGAN KEMAJUAN PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CUKIR KAB. JOMBANG TAHUN 2013 Sri Wahayu 1, Erika Agung M, SST 2, Heni Maryati, S.Kep.,Ns,.M.Kes
Istilah yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan
Mata Kuliah Semester/Kelas Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Dosen Pengampu : Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir : III/Reguler : Konsep dasar asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan
cara mengisi partograf
cara mengisi partograf Cara pengisian partograf yang benar adalah sesuai dengan pedoman pencatatan partograf. Menurut Depkes RI (2008) cara pengisian partograf adalah sebagai berikut: 1) Lembar depan partograf.
Tujuan Asuhan Keperawatan pada ibu hamil adalah sebagai berikut:
ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL Tujuan Asuhan Keperawatan pada ibu hamil adalah sebagai berikut: a. Menentukan diagnosa kehamilan dan kunjungan ulang. b. Memonitori secara akurat dan cermat tentang kemajuan
FISIOLOGI DAN MANAGEMEN PERSALINAN. Dr. Sari Lestari P E N D A H U L U A N
FISIOLOGI DAN MANAGEMEN PERSALINAN Dr. Sari Lestari P E N D A H U L U A N Persalinan adalah suatu proses dimana fetus dan plasenta keluar dari uterus, ditandai dengan peningkatan aktifitas myometrium (
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN
BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN 2.1 Pengertian Persalinan Dan APN Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + uri) yang dapat hidup ke dunia luar, dari rahim melalui janin lahir atau
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA Ny S GIII P2002 TRIMESTER III DENGAN LETAK LINTANG DI RSI NASHRUL UMMAH LAMONGAN TAHUN 2011
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA Ny S GIII P2002 TRIMESTER III DENGAN LETAK LINTANG DI RSI NASHRUL UMMAH LAMONGAN TAHUN 2011 Fitriana Ikhtiarinawati Fajrin* Arissa Fitriani** *Dosen Program Studi Diploma
Atonia Uteri. Perdarahan post partum dpt dikendalikan melalui kontraksi & retraksi serat-serat miometrium
ATONIA UTERI Atonia Uteri Perdarahan post partum dpt dikendalikan melalui kontraksi & retraksi serat-serat miometrium Kontraksi & retraksi menyebabkan terjadinya pembuluh darah shg aliran darah ketempat
Asuhan Keperawatan Ibu Post Partum. Niken Andalasari
Asuhan Keperawatan Ibu Post Partum Niken Andalasari Periode Post Partum Periode post partum adalah masa enam minggu sejak bayi baru lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum
BAB I PENDAHULUAN. Indikator keberhasilan pembangunan suatu negara dapat dilihat dari Angka Kematian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indikator keberhasilan pembangunan suatu negara dapat dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI), yang dipengaruhi oleh status kesehatan secara umum, pendidikan dan pelayanan
KALA 1. Nama: Diah Ayu Ningsih (kelompok: 11) NIM: 09013. milik: Misi Asriani (kelompok: 1) Yang di kritisi:
Nama: Diah Ayu Ningsih (kelompok: 11) NIM: 09013 milik: Misi Asriani (kelompok: 1) Yang di kritisi: KALA 1 DAGNOSIS Ibu sudah dlm persalinan kala 1jk pembukaan serviks kurang dr 4 cm dan kontraksi terjadi
Komplikasi obstetri yang menyebabkan tingginya kasus kesakitan dan kematian neonatus, yaitu : 1. Hipotermia 2. Asfiksia
Pendahuluan Komplikasi obstetri yang menyebabkan tingginya kasus kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang, yaitu : 1. Perdarahan pasca persalinan 2. Eklampsia 3. Sepsis 4. Keguguran 5. Hipotermia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PARTOGRAF 1. Pengertian Partograf Partograf adalah alat bantu yang digunakan selama persalinan (Sarwono, 2010). Partograf adalah alat bantu untuk memantau kemajuan kala I persalinan
4/5/2011. Oleh. Riwayat kesehatan Pemeriksaan fisik Pemeriksaan psikologis Laboratorium : Ht, gol darah dan Rh.
Oleh Ida Maryati, Sp.Mat 1 Kala I Fase laten : true labor dilatasi serviks 3 cm (20 jam pada nullipara, 14 jam pada multipara). Fase aktif : dari dilatasi serviks > 3 cm sampai 10 cm. Kala II: dari dilatasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. PARTOGRAF APN 2.1.1. Pengertian Partograf adalah catatan grafik mengenai kemajuan persalinan untuk memantau keadaan ibu dan janin, untuk menentukan adanya persalinan abnormal
BAB II TINJAUAN TEORI
8 BAB II TINJAUAN TEORI A. Tinjauan Teori 1. Pengertian Prematur Persalinan merupakan suatu diagnosis klinis yang terdiri dari dua unsur, yaitu kontraksi uterus yang frekuensi dan intensitasnya semakin
BAB I PENDAHULUAN. merupakan persalinan normal, hanya sebagian saja (12-15%) merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan normal adalah proses pengeluaran bayi dengan usia kehamilan cukup bulan, letak memanjang atau sejajar sumbu badan ibu, presentasi belakang kepala, keseimbangan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Anemia Ibu Bersalin a. Definisi Anemia adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunya hemoglobin sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar bealakang. Setiap wanita menginginkan persalinannya berjalan lancar dan dapat
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar bealakang Setiap wanita menginginkan persalinannya berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi dengan sempurna, tetapi terdapat beberapa wanita yang mempunyai masalah dalam kehamilan
BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan Indonesia angka kematian maternal di Indonesia mengalami. kehamilan atau persalinan (Sujudi, , http:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka kematian maternal di Indonesia dewasa ini masih tinggi dibandingkan negara-negara berkembang lainnya. Berdasarkan data dari Survey Demografi Kesehatan Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan
60 Langkah Asuhan Persalinan Normal
60 Langkah Asuhan Persalinan Normal I. MELIHAT TANDA DAN GEJALA KALA DUA 1. Mengamati tanda dan gejala persalinan kala dua. Ibu mempunyai keinginan untuk meneran. Ibu merasa tekanan yang semakin meningkat
Persalinan Normal. 60 Langkah. Asuhan Persalinan Kala dua tiga empat. Dikutip dari Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal
Persalinan Normal 60 Langkah Asuhan Persalinan Kala dua tiga empat Dikutip dari Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal PERSALINAN NORMAL 60 Langkah Asuhan Persalinan Kala dua tiga empat KEGIATAN I. MELIHAT
PERSALINAN DAN NIFAS Dr. MAYANG ANGGRAINI PRODI MIK, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
PERSALINAN DAN NIFAS Dr. MAYANG ANGGRAINI PRODI MIK, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN Persalinan (INTRANATA L) Dan NIFAS By. Santi Wahyuni, SKp, M.Kep., Sp.Mat. Topik 1. Pengertian persalinan & status obstetrik
BAB V PEMBAHASAN. terbanyak mempunyai kelompok umur tahun yaitu sebanyak 37
24 BAB V PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden 1. Usia Responden Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa primigravida terbanyak mempunyai kelompok umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 37 responden (92,5%).
BAB I PENDAHULUAN. Proses persalinan merupakan proses kompleks untuk. menggunakan alat dan persalinan operatif yaitu Sectio Caesaria (SC).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses persalinan merupakan proses kompleks untuk menyelamatkan ibu maupun bayinya dengan menggunakan berbagai macam metode seperti persalinan pervaginam, persalinan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PARTUS LAMA DI RUANG KEBIDANAN RSUD IBNU SUTOWO BATURAJA TAHUN 2015
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PARTUS LAMA DI RUANG KEBIDANAN RSUD IBNU SUTOWO BATURAJA TAHUN 2015 Heriani STIKES Al-Ma arif Baturaja Program Studi DIII Kebidanan Email: [email protected]
Dr. Hotma Partogi Pasaribu, Sp.OG. Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas kedokteran USU RSHAM -RSPM
Dr. Hotma Partogi Pasaribu, Sp.OG Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas kedokteran USU RSHAM -RSPM Kehamilan umumnya berlangsung 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama haid terakhir. Namun
BAB 1. yang telah ditentukan dalam Millenium Development Goals (MDGs), Target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu target yang telah ditentukan dalam Millenium Development Goals (MDGs), yang merupakan tujuan kelima untuk meningkatkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Prawirohardjo.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Persalinan 1. Pengertian persalinan Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Prawirohardjo. 2005.hlm.180).
BAB 1 PENDAHULUAN. Kecemasan merupakan unsur kejiwaan yang menggambarkan perasaan,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kecemasan merupakan unsur kejiwaan yang menggambarkan perasaan, keadaan emosional yang dimiliki oleh seseorang pada saat menghadapi kenyataan atau kejadian dalam hidupnya.
PEMERIKSAAN LEOPOLD. Desiyani Nani
PEMERIKSAAN LEOPOLD Desiyani Nani LEARNING OBJECTIVE Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan Leopold. 1. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan Leopold I. 2. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan Leopold
BAB I PENDAHULUAN. kurang dari 24 jam tanpa komplikasi baik bagi ibu maupun bagi janin (Prawirohardjo,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal. Persalinan adalah pelepasan dan pengeluaran produk konsepsi (janin, air ketuban, plasenta dan selaput
BAB I PENDAHULUAN. melahirkan normal, ternyata juga bisa dilakukan perabdominal, yang disebut sectio
14 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, para ahli banyak menemukan berbagai penemuan baru, khususnya dibidang kesehatan. Seperti halnya cara
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. terletak antara vulva dan anus. Perineum terdiri dari otot dan fascia urogenitalis
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Rupture Perineum 2.1.1 Pengertian Perineum merupakan bagian permukaan dari pintu bawah panggul yang terletak antara vulva dan anus. Perineum terdiri dari otot dan fascia urogenitalis
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. bundar dengan ukuran 15 x 20 cm dengan tebal 2,5 sampai 3 cm dan beratnya 500
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Plasenta Previa Plasenta merupakan bagian dari kehamilan yang penting, mempunyai bentuk bundar dengan ukuran 15 x 20 cm dengan tebal 2,5 sampai 3 cm dan beratnya 500 gram. Plasenta
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Persalinan Persalinan merupakan proses untuk mendorong keluar (ekspulsi) hasil pembuahan (yaitu janin yang viabel, plasenta dan ketuban) dari dalam uterus lewat vagina ke dunia
PEMERINTAH KABUPATEN GOWA PUSKESMAS BONTONOMPO II KEC. BONTONOMPO KAB. GOWA
Teakanan Darah Turunnya Serviks (cm), Beri Tanda X Turunnya Kepala, Beri Tanda O Sentimeter (cm) PEMERINTAH KABUPATEN GOWA KEC. BONTONOMPO KAB. GOWA Jln. Bontocaradde, KeL. TamaLLayang, Kec. Bontonompo
SILABUS BLOK PERSALINAN FISILOGIS MAHASISWA KEBIDANAN SEMESTER IV TA
SILABUS BLOK PERSALINAN FISILOGIS MAHASISWA KEBIDANAN SEMESTER IV TA. 2016-2017 KOORDINATOR BLOK SEKRETARIS BLO PENGAJAR : LILIK INDAHWATI, SST, M. KEB : ALFIMA, S. KEB Bd : TEAM 1. Konsep Dasar Persalinan
BAB I PENDAHULUAN. menggunakan alat dan persalinan operatif yaitu Sectio Caesaria (SC). Prawirahardjo (2010) dalam Septi (2012).
BAB I PENDAHULUAN 1. LatarBelakangMasalah Proses persalinan merupakan proses kompleks untuk menyelamatkan ibu maupun bayinya dengan menggunakan berbagai macam metode seprti persalinan pervagina, persalinan
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DAN PROSES INVOLUSI UTERUS DI BPM SRI HASTUTIK, SST SURABAYA TESIS
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DAN PROSES INVOLUSI UTERUS DI BPM SRI HASTUTIK, SST SURABAYA TESIS Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Magister Program Studi
BAB I PENDAHULUAN. Rasa nyaman berupa terbebas dari rasa yang tidak menyenangkan adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rasa nyaman berupa terbebas dari rasa yang tidak menyenangkan adalah suatu kebutuhan individu. Nyeri merupakan perasaan yang tidak menyenangkan yang terkadang dialami
EFFEKTIFITAS SENAM HAMIL TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA I PRIMIPARA ABSTRAK
EFFEKTIFITAS SENAM HAMIL TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA I PRIMIPARA Sri Mintarsih STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Jl. Tulang Bawang Selatan No. 26 Tegalsari RT 01 RW 32 Kadipiro Banjarsari Surakarta Email
BAB I PENDAHULUHAN. kelahiran hidup, 334/ kelahiran hidup, dan 307/ kelahiran
1 BAB I PENDAHULUHAN A. Latar Belakang Pada saat ini, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih sangat tinggi. Gambaran penurunan AKI menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) dari tahun
BAB I PENDAHULUAN. menantikannya selama 9 bulan. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal. Kelahiran seseorang bayi juga merupakan peristiwa sosial yang ibu dan keluarga menantikannya
BAB I PENDAHULUAN. patologis kadang membutuhkan tindakan pembedahan (sectio caesarea).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persalinan bisa terjadi secara fisiologis maupun patologis. Persalinan patologis kadang membutuhkan tindakan pembedahan (sectio caesarea). Sectio Caesarea didefinisikan
