4 Metodologi Penelitian

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "4 Metodologi Penelitian"

Transkripsi

1 4 Metodologi Penelitian Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai metodologi penelitian yang digunakan dan pengembangan proposisi kerangka konseptual yang akan menjadi dasar dalam pengumpulan data. Tujuan dari metodologi penelitian ini adalah untuk: a) mengkaji metodologi penelitian yang sesuai, b) desain eksperimen, c) membuat protokol pengumpulan data. 4.1 Pemilihan Metodologi Penelitian Pemilihan metodologi penelitian yang sesuai adalah hal penting untuk menentukan kualitas hasil penelitian. Berdasarkan Yalaho dan Wu (2005) kerangka konseptual memberikan asumsi, konsep, dan memberikan penjelasan. Seringkali kerangka konseptual membantu untuk menstrukturkan sebuah penelitian dan memberikan memahami kenyataan dengan didampingi teori. Berdasarkan studi pustaka pada literatur terdahulu yang sudah dilakukan sebelumnya, penelitian yang mendalam pada information sharing dalam offshore IT outsourcing sedikit ditemukan, maka dapat dikatakan bahwa basis pengetahuan yang ada tidak memberikan cukup dasar dalam membangun suatu pernyataan teori yang baik. Menurut Yin (1994), jika literatur yang ada tidak memberikan hipotesis atau basis pengetahuan tidak memberikan cukup dasar dalam membangun pernyataan teori yang baik, maka penelitian dapat diasumsikan sebagai exploratory. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini adalah penelitian exploratory. Menurut Saunders, Lewis, dan Thornhill (2003) menyatakan bahwa terdapat beberapa strategi penelitian yang dapat dilakukan, yaitu: a. Eksperimen. Eksperimen adalah sebuah strategi riset yang sudah lama dikenal, namun strategi ini tidak dapat diterapkan karena hanya dapat dilakukan pada penelitian dengan jumlah variabel yang sedikit (Saunder, Lewis, dan Thornhill, 2003). b. Survey. Metode survey membutuhkan pengumpulan sejumlah data yang cukup besar dari populasi yang telah diketahui jumlahnya (Saunder, Lewis, dan Thornhill, 2003; Zikmund, 1994). Dalam penelitian terdapat keterbatasan sulitnya mencari perusahaan Indonesia yang menjadi vendor software dengan klien dari luar negeri. Dari beberapa perusahaan vendor IT yang ditemui, hanya tiga yang dapat menjadi responden. Hal tersebut terjadi karena perusahaan lain: a. Tidak memiliki klien di luar negeri. 48

2 49 b. Tidak bersedia memberikan informasi. c. Yang di-outsourcing bukan pekerjaan-nya melainkan SDM. Selain itu, tidak diketahui berapa jumlah perusahaan vendor IT di Indonesia yang telah memiliki klien di luar negeri sehingga tidak dapat diketahui berapa jumlah cukup yang mewakili untuk survey. c. Studi kasus. Dengan melihat pada pertanyaan penelitian yang memberikan penekanan pada mencari penjelasan dengan sedikit kontrol dari peneliti, melibatkan banyak variabel, dan menggunakan sumber data bervariasi, maka dalam metodologi penelitian ini digunakan studi kasus. Hal tersebut sesuai dengan Yin (1994) dan Lee (1989). Nahar (2001) menambahkan bahwa penelitian yang memiliki basis pengetahuan terbatas, melakukan eksplorasi secara mendalam, dan obyek penelitiannya berupa proses, maka studi kasus adalah metodologi yang tepat. Information sharing dalam offshore IT outsourcing merupakan sebuah proses, sehingga hal tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa menggunakan studi kasus dalam penelitian ini sudah tepat. Menurut Zikmund (1994) dengan menggunakan studi kasus maka dapat dilakukan penelitian dengan lebih mendetail dan mendalam sehingga memungkinkan peneliti mengetahui bagaimana urutan kejadian dan hubungan lebih detil antar fungsi. Beberapa literatur menggunakan Yin (1994) sebagai buku acuan untuk melakukan studi kasus dan melakukan studi kasus dengan alasan sama yaitu memberikan penekanan pada mencari penjelasan dengan sedikit kontrol dari peneliti (Balaji et al., 2006; Chua dan Pan; 2008; Oshri et al., 2007; Yalaho dan Wu, 2002). Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa menggunakan studi kasus pada penelitian ini adalah metodologi yang sudah tepat. Seperti banyak penelitian yang lain, metodologi studi kasus yang dipilih menggunakan acuan utama Yin (1994). Setelah perumusan masalah dilakukan studi literatur dan studi pendahuluan. Wawancara dengan pihak yang pernah melakukan hubungan offshore IT outsourcing sebagai studi pendahuluan dilakukan untuk mendapatkan pemahaman tentang permasalahan yang akan diteliti pada dunia nyata. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dirangkumkan dalam Gambar 4-1. Menurut Yin (1994), terdapat empat tipe penelitian studi kasus. Penelitian ini termasuk dalam tipe tiga, yaitu unit analisis tunggal dengan studi kasus lebih dari satu. Analisis pada tipe tiga adalah dengan melakukan perbandingan kesamaan dan perbedaan yang terjadi pada masingmasing kasus. Berdasarkan hal tersebut, maka pada penelitian ini dilakukan analisis cross case dimana setiap studi kasus diperbandingkan.

3 50 PERUMUSAN MASALAH STUDI PENDAHULUAN Tujuan: mendapatkan pemahaman mengenai permasalahan di dunia nyata STUDI LITERATUR (Bab 2) Tujuan: identifikasi what, who, how, dan when dalam information sharing MEMBUAT KERANGKA KONSEPTUAL (Bab 3) adalah kerangka kerja awal yang digunakan untuk membuat protokol pengumpulan data MELAKSANAKAN STUDI KASUS DI 3 PERUSAHAAN (Bab 5) Analisis: Cross case analysis Menghasilkan proposisi dalam pelaksanaan information sharing (Bab 6) KESIMPULAN (Bab 7) Dari hasil penelitian, saran, dan rekomendasi penelitian lebih lanjut Gambar 4-1 Metodologi Penelitian (adaptasi dari Yin, 1994) 4.2 Rancangan Penelitian Menurut Yin (1994), terdapat lima komponen dalam rancangan penelitian yang penting, yaitu: 1. Pertanyaan penelitian 2. Proposisi (jika ada) 3. Unit analisis 4. Hubungan logis antara data dengan proposisi 5. Kriteria dalam menginterpretasi temuan Pertanyaan pada penelitian ini adalah tipe pertanyaan How sehingga studi kasus adalah metode yang tepat (Yin, 1994). Pada penelitian ini, dilakukan eksplorasi secara mendalam mengenai

4 51 Bagaimana pengelolaan dalam information sharing untuk mencapai kesuksesan Offshore IT outsourcing?. Pertanyaan penelitian tersebut akan menjadi guideline dalam penelitian. Unit analisis pada penelitian ini adalah proses offshore IT outsourcing dalam menghasilkan software. Untuk menginterpretasikan temuan akan digunakan konseptual framework yang telah dibangun dan dijelaskan pada Bab 3. Hasil pengumpulan data pada kejadian nyata akan dibandingkan dengan kerangka konseptual. Dengan begitu, penelitian ini akan bertujuan untuk menghasilkan analisa dan membuat generalisasi. Proses offshore IT outsourcing yang digunakan sebagai studi kasus harus memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Hubungan offshore IT outsourcing sudah selesai dilaksanakan. b. Perusahaan vendor berada di Indonesia dengan perusahaan klien berada di luar negeri. c. Perusahaan vendor menyediakan jasa pembuatan atau modifikasi software kepada klien. 4.3 Sumber dan Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini digunakan data utama wawancara. Untuk melengkapi temuan, digunakan data pendukung Data Utama Yin (1994) mengidentifikasi 6 sumber data dalam penelitian yaitu: dokumentasi, arsip rekaman, wawancara, pengamatan langsung, pengamatan participant, dan artifak fisik. Karena kejadian offshore IT outsourcing telah berlalu, sehingga tidak dapat dilakukan observasi langsung dan mendapatkan arsip rekaman, maka dalam penelitian ini dilakukan wawancara dikombinasikan dengan temuan dokumentasi Pemilihan Pihak yang diwawancara Wawancara dilakukan di tiga perusahaan yang bergerak dalam outsourcing IT di PT. Alpha, PT. Beta, PT. Gamma. Melakukan wawancara pada orang yang tepat dan memiliki peranan yang signifikan penting untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas. Kedua perusahaan tersebut dipilih karena mewakili unit penelitian, yaitu pernah melakukan outsourcing IT dengan klien berasal dari negara yang berbeda. Dalam penelitian ini, ingin didapatkan informasi dari sudut pandang yang luas sehingga wawancara akan dilakukan pada orang orang yang terlibat langsung dalam proyek offshore IT outsourcing. Mereka adalah: 1. Manajer proyek outsourcing

5 52 2. Jabatan tingkat manajemen yang mengetahui proyek outsourcing 3. Anggota tim teknis proyek outsourcing 4. Bagian legal yang ikut terlibat dalam proyek outsourcing Protokol wawancara dibagi menjadi 4 untuk masing masing peran. dapat dilihat pada Lampiran 1. Tabel 4-1 menunjukkan distribusi pertanyaan akan diberikan. Tabel 4-1 Distribusi Pertanyaan No Keterangan Manajer Proyek Jabatan tingkat Anggota Tim Bagian Legal manajemen 1. Pertanyaan latar belakang perusahaan dan tahapan dalam offshore IT outsourcing. 2. Pertanyaan mengenai fase promosi. 3. Pertanyaan mengenai fase negosiasi dan kontrak. 4. Pertanyaan mengenai fase persiapan. 5. Pertanyaan mengenai fase implementasi. 6. Pertanyaan mengenai fase delivery dan penutupan hubungan. 7. Pertanyaan mengenai hambatan dalam melakukan information sharing Metodologi Wawancara Salah satu metode pengumpulan data adalah wawancara responden (Sekaran, 2006). Wawancara dapat berupa wawancara cara terstruktur atau tidak terstruktur, dilakukan tatap muka, melalui telepon, atau online. Dalam wawancara tidak terstruktur, wawancara dilakukan tanpa urutan pertanyaan yang terencana. Sedang pada wawancara terstruktur, wawancara dilakukan dengan urutan pertanyaan yang sudah direncanakan. Pada penelitian ini, wawancara tidak terstruktur dilakukan dengan wawancara langsung, sedangkan wawancara terstruktur dilakukan melalui untuk responden yang tidak dapat ditemui secara langsung. Wawancara dilakukan melalui jika responden sukar ditemui dan pernah bertemu dengan salah satu responden lain dalam perusahaan yang sama. Hal tersebut

6 53 dilakukan karena penelitian ini adalah exploratory, sedangkan jika dilakukan wawancara hanya melalui , dikhawatirkan kondisi yang diteliti kurang dapat di-explore. Seluruh proses wawancara langsung akan direkam dalam sebuah recorder sedangkan hasil wawancara tidak langsung akan disimpan. Pertanyaan sama akan diajukan kepada responden. Namun, tidak menutup kemungkinan dilakukan pengajuan pertanyaan relevan lainnya yang tidak terdapat dalam protokol wawancara untuk mendapatkan gambaran lebih jelas. Protokol wawancara dibuat berdasarkan landasan teori yang didapatkan dengan pada beberapa bagian diambil dari protokol wawancara yang telah dibuat oleh Yalaho dan Wu (2002) karena kesamaan tujuan yaitu menggali aktivitas pada setiap fase. Penelitian ini menggunakan kriteria sebagai berikut untuk menentukan suatu hubungan offshore IT outsourcing berhasil: a. Ketepatan waktu (Zhang et al., 2007; Kern dan Willcocks, 2000;Archibald,1992) b. Ketepatan biaya (Zhang et al., 2007; Kern dan Willcocks, 2000;Archibald, 1992) c. Kualitas sesuai dengan kontrak (Zhang et al., 2007; Kern dan Willcocks, 2000) d. Kepuasan klien (Zhang et al., 2007; Kern dan Willcocks, 2000) e. Hubungan terus berlanjut (Kern dan Willcocks, 2000). Aktivitas information sharing mengacu pada aktivitas mendistribusikan informasi yang bermanfaat kepada beberapa entitas (orang, sistem, dan organisasi) (Sun dan Yen, 2005), meliputi vendor, klien, maupun calon vendor dan calon klien Data Pendukung Keunggulan utama dari studi kasus adalah kesempatan untuk mendapatkan bukti dalam bentuk yang berbeda (Yin, 1994). Dalam penelitian ini, selain wawancara, dilakukan konfirmasi terhadap hasil wawancara dengan melihat pada dokumentasi. Data dokumentasi tersebut antara lain: a. Berbagai macam dokumentasi mengenai proses promosi. b. Website kedua perusahaan. c. Kontrak awal dan kontrak setelah mengalami modifikasi. d. Delivery manual dan pengembangan software serta modul pelatihan yang digunakan. e. Dokumentasi lain yang terkait. 4.4 Analisis Data Untuk menghasilkan analisis data yang baik, maka dalam penelitian ini dilakukan langkahlangkah sebagai berikut: Langkah pertama aktivitas yang dilakukan segera setelah wawancara, terdiri dari: a. Teori yang berkaitan dengan hasil wawancara segera diidentifikasi.

7 54 b. Membuat ringkasan wawancara. c. Temuan awal segera diidentifikasi. Langkah kedua terkait dengan melakukan transfer hasil wawancara yang telah direkam dalam tape recorder, terdiri dari: a. Rekaman diputar ulang dan diterjemahkan menjadi sebuah tulisan menurut penulis. b. Untuk konfirmasi dengan sumber, hasil tulisan tersebut dikembalikan kepada sumber. c. Dokumentasi fisik dikumpulkan berdasarkan hasil wawancara. Langkah yang sama juga dilakukan oleh penelitian terdahulu yang menggunakan studi kasus sebagai pilihan metodologi penelitian (Chua dan Pan; 2008; Oshri et al., 2007; Balaji et al., 2006; Yalaho dan Wu, 2002). 4.5 Kualitas Penelitian Yin (1994) mengidentifikasi empat tes untuk menguji kualitas suatu desain penelitian: validitas konstruk, validitas internal, validitas eksternal, dan reliabilitas. Dalam penelitian ini, kerangka konseptual dibangun berdasarkan penelitian yang sudah ada sebelumnya. Hal ini penting karena menurut Yin (1994), pengembangan kerangka berdasarkan teori adalah alat utama untuk menarik hasil dari studi kasus menjadi umum Validitas Konstruk Validitas konstruk mengukur seberapa baik suatu penelitian meneliti apa yang harus diteliti (Yin, 1994). Yin (1994) memberikan cara untuk menghindari subyektifitas dan meningkatkan validitas konstruk dengan cara: a) penggunaan sumber lebih dari satu jenis, b) penggunaan sumber relevan seperti hubungan yang jelas antara data yang dikumpulkan, pertanyaan dan kesimpulan, c) draft studi kasus di-review ulang oleh sumber kunci. Penelitian ini telah mengikuti ketiga cara tersebut. Pertama, sumber wawancara tidak hanya dari satu pihak dan setiap hasil wawancara akan diperkuat dengan bukti dokumentasi. Protokol wawancara dibuat dengan berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan sebelumnya sehingga mengurangi subyektifitas. Kedua, sumber wawancara dipilih dari orang-orang dan organisasi yang memang terlibat dalam offshore IT outsourcing. Ketiga, hasil wawancara akan direview ulang oleh sumber untuk melakukan konfirmasi Validitas Internal Validitas internal mengacu pada seberapa luas hubungan sebab akibat antar variabel dapat disimpulkan (Yin, 1994). Menurut Yin (1994), validitas internal hanya berlaku untuk kasus penelitian yang bersifat explanatory atau sebab akibat dan tidak berlaku untuk exploratory atau

8 55 deskriptif. Karena penelitian ini adalah penelitian exploratory, maka tidak perlu dilakukan pengukuran validitas internal Validitas Eksternal Validitas eksternal mengacu pada kemampuan untuk membuat suatu kesimpulan umum yang berlaku pada populasi yang lebih besar (Yin, 1994). Dengan kata lain, validitas eksternal menunjukkan sampai mana penelitian dapat diterapkan pada kasus lain. Yin (1994) menyarankan replikasi untuk meningkatkan validitas eksternal. Alasan yang melandasi saran tersebut adalah untuk membandingkan hasil replikasi dari satu studi kasus ke studi kasus lainnya apakah hasil temuan valid. Dalam penelitian ini, dilakukan penelitian di tiga perusahaan yang berbeda. Ketiga perusahaan tersebut akan mendapat pertanyaan yang sama dengan protokol wawancara yang sama. Dapat dilihat bahwa penelitian ini telah memenuhi saran yang diusulkan oleh Yin (1994). Tujuan dari melakukan penelitian di tiga perusahaan yang berbeda adalah untuk mendapatkan gambaran best practice dalam information sharing Reliabilitas Yin (1994) menyatakan bahwa reliabilitas digunakan untuk menunjukkan bahwa operasional suatu penelitian seperti misalnya prosedur pengumpulan data, dapat dilakukan ulang dengan hasil yang sama. Sebuah syarat awal suatu penelitian dapat diulang kembali adalah mendokumentasikan prosedur yang digunakan untuk penelitian. Yin menyarankan untuk meningkatkan reliabilitas, perlu dibuat protokol studi kasus dan membangun basis data studi kasus. Dalam penelitian ini, data utama didapatkan dari wawancara. Salah satu kelemahan metode pengumpulan data dengan wawancara adalah tingkat akurasi interpretasi hasil wawancara. Untuk meningkatkan akurasi interpretasi tersebut, maka selain dibuat protokol wawancara, hasil penulisan ulang wawancara akan dikembalikan kepada nara sumber untuk direview. Wawancara dilakukan kepada orang yang memang benar-benar dianggap kompeten untuk menjawab pertanyaan wawancara. Bukti dokumentasi juga dikumpulkan untuk memberikan penjelasan lebih lengkap dan juga untuk konfirmasi. Dalam penelitian ini saran Yin untuk meningkatkan reliabilitas telah dilakukan. Selain itu, hasil analisis juga diperkuat dengan literatur pendukung. Tabel 4-2 menunjukkan bagaimana masing-masing strategi diterapkan dalam penelitian ini.

9 56 Validitas konstruk Validitas eksternal Reliabilitas Tabel 4-2 Penerapan Strategi Test Strategi studi kasus Dilakukan pada tahap Menggunakan sumber lebih dari satu. Penggunaan sumber relevan seperti hubungan yang jelas antara data yang dikumpulkan, pertanyaan dan kesimpulan. Hasil di-review oleh nara sumber. Melakukan studi kasus di tiga tempat Hasil yang didapat diperkuat dengan mencari literatur pendukung. Penggunaan protokol. Membuat database studi kasus. Pengumpulan data. Pengumpulan data Pembuatan individual Desain eksperimen Analisis cross-case. Pengumpulan data Pengumpulan data laporan

6 Cross Case Analysis dan Pembahasan

6 Cross Case Analysis dan Pembahasan 6 Cross Case Analysis dan Pembahasan Dalam bab ini disampaikan analisis cross case dari tiga studi kasus yang telah dilakukan. Berdasarkan pembahasan cross case dihasilkan temuan-temuan yang menarik mengenai

Lebih terperinci

FROM THE VENDOR S PERSPECTIVE: EXPLORING THE VALUE PROPOSITION IN INFORMATION TECHNOLOGY OUTSOURCING

FROM THE VENDOR S PERSPECTIVE: EXPLORING THE VALUE PROPOSITION IN INFORMATION TECHNOLOGY OUTSOURCING FROM THE VENDOR S PERSPECTIVE: EXPLORING THE VALUE PROPOSITION IN INFORMATION TECHNOLOGY OUTSOURCING Natalia Levina Information Systems Group/IOMS Stern School of Business New York University Jeanne W.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI. Kerangka pemikiran konseptual dari permasalahan yang dibahas dalam tesis. Gambar 3.1. Kerangka pemikiran konseptual permasalahan

BAB 3 METODOLOGI. Kerangka pemikiran konseptual dari permasalahan yang dibahas dalam tesis. Gambar 3.1. Kerangka pemikiran konseptual permasalahan BAB 3 METODOLOGI 3.1 Peta Pemikiran Konseptual Kerangka pemikiran konseptual dari permasalahan yang dibahas dalam tesis ini digambarkan pada Gambar 3.1. Gambar 3.1. Kerangka pemikiran konseptual permasalahan

Lebih terperinci

1 BAB III 2 METODOLOGI PENELITIAN

1 BAB III 2 METODOLOGI PENELITIAN 1 BAB III 2 METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian dilakukan sesuai dengan flowchart dibawah ini : Dalam setiap penelitian selalu menggunakan metode penelitian. Penggunaan metode ini bertujuan untuk memperoleh

Lebih terperinci

PENGUKURAN TINGKAT MATURITY TATA KELOLA SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT VERSI 4.1 (Studi Kasus : Rumah Sakit A )

PENGUKURAN TINGKAT MATURITY TATA KELOLA SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT VERSI 4.1 (Studi Kasus : Rumah Sakit A ) Media Indormatika Vol. 8 No. 3 (2009) PENGUKURAN TINGKAT MATURITY TATA KELOLA SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT VERSI 4.1 (Studi Kasus : Rumah Sakit A ) Hartanto Sekolah Tinggi

Lebih terperinci

Building Theories From Case Study Research. Kathleen M. Eisenhardt Academy of Management Review Oct 1989 p

Building Theories From Case Study Research. Kathleen M. Eisenhardt Academy of Management Review Oct 1989 p Building Theories From Case Study Research Kathleen M. Eisenhardt Academy of Management Review Oct 1989 p. 532-550 Latar Belakang Paper Masih ada ketidakjelasan mengenai proses pembentukan teori dari kasus

Lebih terperinci

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN Dalam bagian ini dijelaskan mengenai pendekatan penelitian yang akan digunakan, jenis data yang dibutuhkan, darimana data dapat diperoleh serta merinci tentang prosedur pengumpulan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 25 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendahuluan Pada bab 3 akan dibahas mengenai metode dan strategi penelitian yang akan digunakan dalam menjawab permasalahan yang telah dijabarkan sebelumnya. Untuk menjawab

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. BERMUTU di MGMP Sub Rayon I Tanjungsari, sesuai dengan butir-butir

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. BERMUTU di MGMP Sub Rayon I Tanjungsari, sesuai dengan butir-butir BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Untuk mendapatkan gambaran mengenai implementasi pembelajaran dan pemahaman konsep Materi dan Sifatnya pada guru IPA SMP peserta program BERMUTU di MGMP

Lebih terperinci

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. PT. Mitra Jaya Abadi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. PT. Mitra Jaya Abadi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT. Mitra Jaya Abadi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengadaan barang. Jumlah pegawai yang dimiliki saat ini kurang lebih 75 personel

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi dari sebuah organisasi kepada pihak yang berkepentingan. Accounting cycle adalah

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi dari sebuah organisasi kepada pihak yang berkepentingan. Accounting cycle adalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan suatu kejadian ekonomi dari sebuah organisasi kepada pihak yang berkepentingan. Accounting

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Populasi, Sampel dan Metodologi Pengambilan Sampel Penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Populasi, Sampel dan Metodologi Pengambilan Sampel Penelitian BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Populasi, Sampel dan Metodologi Pengambilan Sampel Penelitian Populasi adalah jumlah keseluruhan subyek atau obyek yang akan diteliti. Populasi dapat diartikan sebagai jumlah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Fokus Penelitian Sibling Rivalry Strategi koping orangtua Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan koping Gambar Fokus Penelitian B. Jenis dan Desain Penelitian

Lebih terperinci

Gambar 1.1 Macam Data Penelitian

Gambar 1.1 Macam Data Penelitian 1986 2026 Gambar 1.1 Macam Data Penelitian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Gambar 1.4. Data ratio, jarak sama dan mempunyai nilai nol absolute (karena nilai nol maka tidak terlihat} Kuantitatif Survei Eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. diungkap untuk dapat bermanfaat bagi manusia (Aan Komariah, 2011:22).

BAB III METODE PENELITIAN. diungkap untuk dapat bermanfaat bagi manusia (Aan Komariah, 2011:22). BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian adalah riset yang berusaha mengungkap atau membuka pengetahuan karena pengetahuan yang sudah ada di alam ini masih harus diungkap untuk dapat bermanfaat

Lebih terperinci

RESUME METODOLOGI PENELITIAN BAB 1 (KONSEP DASAR RISET) BUKU KARANGAN JOGIYANTO

RESUME METODOLOGI PENELITIAN BAB 1 (KONSEP DASAR RISET) BUKU KARANGAN JOGIYANTO Ayu Nurul Sabilla (145020301111005) Kelas CG RESUME METODOLOGI PENELITIAN BAB 1 (KONSEP DASAR RISET) BUKU KARANGAN JOGIYANTO Pengertian Riset Dari berbagai pengertian yang dijelaskan oleh Uma Sekaran,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik Research Design case

BAB III METODOLOGI. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik Research Design case BAB III METODOLOGI 3.1 Research Design Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik Research Design case study, lebih tepatnya explanatory case study (Yin, 1996) yaitu sebuah case study yang mengungkapkan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk menganalisa perancangan sistem adalah framework Zachman yang akan dijabarkan dalam masing-masing kolomnya yang terdiri dari What,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. PENDAHULUAN Sesuai teori-teori yang telah diungkapkan di atas diperlukan metode penelitian yang tepat, yang akan disajikan pada Bab III ini yang terdiri dari sub bab 3.2

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. QUAL results. quan results

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. QUAL results. quan results BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah exploratory design. Desain ini diawali dengan data kualitatif, meneliti fenomena, dan kemudian menjadi dasar fase

Lebih terperinci

TUGAS KELOMPOK TECHNOLOGY MANAGEMENT AND VALUATION REVIEW: PERFORMANCE MEASUREMENT OF HIGHER EDUCATION INFORMATION SYSTEM USING IT BALANCED SCORECARD

TUGAS KELOMPOK TECHNOLOGY MANAGEMENT AND VALUATION REVIEW: PERFORMANCE MEASUREMENT OF HIGHER EDUCATION INFORMATION SYSTEM USING IT BALANCED SCORECARD TUGAS KELOMPOK TECHNOLOGY MANAGEMENT AND VALUATION REVIEW: PERFORMANCE MEASUREMENT OF HIGHER EDUCATION INFORMATION SYSTEM USING IT BALANCED SCORECARD Kelas : LMA3 Andy Gracia 1701498540 Junaidy 1701498534

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain penelitian berupa Penelitian Desain Didaktis (Didactical

Lebih terperinci

Bab I Pendahuluan. Willcocks [24] membagi pendekatan outsourcing dibagi menjadi empat:

Bab I Pendahuluan. Willcocks [24] membagi pendekatan outsourcing dibagi menjadi empat: Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Willcocks [24] mendefinisikan outsourcing teknologi informasi sebagai keputusan yang diambil organisasi untuk mengontrakan, menjual sebagian, atau seluruh aset teknologi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan kerangka pikir penelitian yang telah dirumuskan, penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan kerangka pikir penelitian yang telah dirumuskan, penelitian 152 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Sesuai dengan kerangka pikir penelitian yang telah dirumuskan, penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif.

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK. i. KATA PENGANTAR... ii. UCAPAN TERIMA KASIH... iii. DAFTAR ISI.. v. DAFTAR TABEL.. vii. DAFTAR LAMPIRAN..

DAFTAR ISI. ABSTRAK. i. KATA PENGANTAR... ii. UCAPAN TERIMA KASIH... iii. DAFTAR ISI.. v. DAFTAR TABEL.. vii. DAFTAR LAMPIRAN.. DAFTAR ISI ABSTRAK. i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI.. v DAFTAR TABEL.. vii DAFTAR LAMPIRAN.. xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. 1 B. Rumusan dan Batasan Masalah..

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. 43 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sugiyono (2008) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif adalah metode penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Online shop atau Toko online adalah sebuah toko yang menjual barang-barang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Online shop atau Toko online adalah sebuah toko yang menjual barang-barang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek/Subyek Penelitian 1. Gambaran Obyek Penelitian Obyek pada penelitian ini adalah produk fashion pada online shop. Online shop atau Toko online

Lebih terperinci

1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pada saat ini, website bukanlah hal asing dalam dunia internet. Jutaan bahkan miliaran domain website dapat diakses secara online untuk mencari berbagai informasi seperti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research).

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research). BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research). Menurut Singarimbun dan Effendi (1995: 5) dalam Liyana (2015: 48), penelitian

Lebih terperinci

BAB 2 ETIKA, KLASIFIKASI DAN PROSES PENELITIAN

BAB 2 ETIKA, KLASIFIKASI DAN PROSES PENELITIAN BAB 2 ETIKA, KLASIFIKASI DAN PROSES PENELITIAN A. ETIKA PENELITIAN Etika mencakup norma untuk berperilaku, memisahkan apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Rangkuman

Lebih terperinci

Bahan Kuliah Metode Penelitian Kuantitatif Bidang Kesmavet

Bahan Kuliah Metode Penelitian Kuantitatif Bidang Kesmavet Bahan Kuliah Metode Penelitian Kuantitatif Bidang Kesmavet Sahih (Valid) Konsisten (Reliable) Data primer Langsung diperoleh dari sumber data pertama di lokasi penelitian atau objek penelitian Data sekunder

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu bentuk penerapan teknologi informasi dalam dunia bisnis adalah sebuah aplikasi penjualan terintegrasi, dalam artian sistem yang mampu membantu meningkatkan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Berdasarkan sejarah sosial, pendekatan kualitatif dibangun dari tradisi pemikiran Jerman yang mengadopsi pemikiran filsafat Plato yang humanistis, di mana

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan perwujudan dari kerangka berpikir untuk mencapai tujuan dari penelitian, yang dijabarkan dalam beberapa tahap pada disain penelitian. Kerangka

Lebih terperinci

Bab 3 Metodologi Penelitian

Bab 3 Metodologi Penelitian 36 Bab 3 Metodologi Penelitian 3.1. Tahapan Penelitian Tahapan penelitian yang dilakukan mengacu pada kerangka The Open Group Architecture Framework (TOGAF) yang merupakan kerangka kerja arsitektur di

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat era globalisasi sekarang ini, perusahaan harus mampu menghadapi persaingan bebas yang terjadi.untuk itu semua sumber daya peusahaan harus dapat dimaksimalkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. terlepas lagi bagi aktivitas sehari-hari tak terkecuali dalam bidang bisnis dan

BAB 1 PENDAHULUAN. terlepas lagi bagi aktivitas sehari-hari tak terkecuali dalam bidang bisnis dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat sekarang ini, peranan teknologi informasi dalam kehidupan tidak dapat terlepas lagi bagi aktivitas sehari-hari tak terkecuali dalam bidang bisnis dan perekonomian.

Lebih terperinci

2 Landasan Teori. 2.1 Offshore IT Outsourcing Definisi

2 Landasan Teori. 2.1 Offshore IT Outsourcing Definisi 2 Landasan Teori Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai literatur review yang sudah dilakukan. Tujuan dari landasan teori adalah untuk: a) mengidentifikasi gap penelitian, b) mengkaji permasalahan penelitian

Lebih terperinci

Pedoman Pelaksanaan Tracer Study Politeknik Negeri Lhokseumawe

Pedoman Pelaksanaan Tracer Study Politeknik Negeri Lhokseumawe Politeknik Negeri Lhokseumawe Jalan Banda Aceh-Medan Km. 275,5 Buketrata Lhokseumawe 24301 P.O. Box 90 Telepon 0645-42670, 42785 Fax. 42785 http://www.pnl.ac.id KEPUTUSAN DIREKTUR POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE

Lebih terperinci

Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.

Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara. Metode Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data by Hendryadi A. Sumber Data Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian merupakan langkah-langkah atau metode ilmiah yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian merupakan langkah-langkah atau metode ilmiah yang A. Rancangan Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian merupakan langkah-langkah atau metode ilmiah yang mengikuti aturan atau prosedur tertentu. Ruseffendi mengemukakan bahwa: Penelitian adalah

Lebih terperinci

RISET AKUNTANSI. Materi PengumPulan data

RISET AKUNTANSI. Materi PengumPulan data RISET AKUNTANSI Materi PengumPulan data Dr. Kartika Sari U niversitas G unadarma Materi 6-1 Satuan Acara Perkuliahan 1. Riset Ilmiah 2. Metode dan Desain Riset 3. Topologi Data 4. Teknik Sampling 5. Metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan tujuan penelitian yang akan dilakukan, yaitu untuk mengetahui

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan tujuan penelitian yang akan dilakukan, yaitu untuk mengetahui BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian yang akan dilakukan, yaitu untuk mengetahui gambaran pembentukan identitas seksual gay dewasa awal maka untuk memahami

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Karya tulis ilmiah merupakan hasil dari sebuah penelitian, dan penelitian adalah salah satu kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan melakukan penelitian diharapkan

Lebih terperinci

Metode Penelitian Kuantitatif

Metode Penelitian Kuantitatif MODUL PERKULIAHAN Metode Penelitian Kuantitatif Pengantar Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Fakultas Psikologi Psikologi 01 Abstract Penjelasan tentang teori dan metode kuantitatif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Disadari maupun tidak, arus informasi dan data secara terus-menerus telah memberikan perspektif baru dalam dunia bisnis. Hal ini menandakan bahwa kebutuhan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (kuantitatif dan kualitatif).

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (kuantitatif dan kualitatif). BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (kuantitatif dan kualitatif). Penelitian ini menggunakan strategi penelitian studi kasus dan metode analisis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian 1. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian Lokasi Penelitian yang diambil oleh peneliti ada dua sekolah, yaitu SMA Darul Hikam dan SMAK 1 BPK PENABUR.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Penerapan Knowledge Management (KM) di perusahaan sudah menjadi suatu

BAB 1 PENDAHULUAN. Penerapan Knowledge Management (KM) di perusahaan sudah menjadi suatu BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penerapan Knowledge Management (KM) di perusahaan sudah menjadi suatu kebutuhan mendasar pada saat ini. Kemampuan perusahaan mengelola knowledge yang ada merupakan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 27 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendahuluan Metode penelitian berkaitan erat dengan prosedur, alat serta desain penelitian yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif.

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini menganalisa tentang pengaruh direct marketing terhadap

METODE PENELITIAN. Penelitian ini menganalisa tentang pengaruh direct marketing terhadap 43 III. METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini menganalisa tentang pengaruh direct marketing terhadap pengambilan keputusan pembelian produk XAMthone plus dari PT. UFO BKB Syariah. Objek

Lebih terperinci

A. Tujuan Penelitian 1. Studi eksplorasi ( exploration study

A. Tujuan Penelitian 1. Studi eksplorasi ( exploration study 1 DESAIN PENELITIAN Desain penelitian membahas masalah yang berkaitan dengan pemilihan rancangan penelitian mengenai tujuan penelitian, tipe hubungan antar variabel, lingkungan (setting) penelitian, unit

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian berikut Menurut Semiawan (2010:1), pengertian metodologi adalah sebagai kata metode dan metodologi sering dicampur adukkan dan disamakan. Padahal keduanya

Lebih terperinci

Proses Riset Pemasaran

Proses Riset Pemasaran Presented by : M Anang Firmansyah Proses Riset Pemasaran Riset pemasaran yang efektif mengikuti enam langkah yang dilihatkan dibawah ini Mendefinisikan masalah dan tujuan riset Mengembangkan rencana riset

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN 33 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian menggunakan metode kualitatif menurut Sukmadinata (2005, hlm. 94) ditujukan untuk memahami

Lebih terperinci

Bab 3. Metode Penelitian. Didalam sebuah penelitian, diperlukan adanya pendekatan, metode atau

Bab 3. Metode Penelitian. Didalam sebuah penelitian, diperlukan adanya pendekatan, metode atau Bab 3 Metode Penelitian 3.1.1 Pendekatan Penelitian Didalam sebuah penelitian, diperlukan adanya pendekatan, metode atau teknik penelitian agar penelitian yang dilakukan dapat memecahkan masalah yang sudah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Kerangka penelitian ini adalah langkah demi langkah dalam penyusunan Tugas Akhir mulai dari tahap persiapan penelitian hingga pembuatan dokumentasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan suatu hal yang sangat penting, karena salah satu upaya ilmiah yang menyangkut cara kerja untuk dapat memahami dan mengkritisi objek, sasaran suatu ilmu yang sedang

Lebih terperinci

STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011

STMIK GI MDP. Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 STMIK GI MDP Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2010/2011 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI APLIKASI E-BUSINESS PADA

Lebih terperinci

TAHAP-TAHAP PENELITIAN

TAHAP-TAHAP PENELITIAN TAHAP-TAHAP PENELITIAN Tiga tahap utama penelitian yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap penulisan laporan. A. TAHAP PERENCANAAN 1. Pemilihan masalah, dengan kriteria: Merupakan tajuk penting,

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 43 BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pengelolaan SDM yang dilaksanakan dengan baik di perusahaan dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan. Untuk itu, perlu dilakukan audit operasional atas fungsi SDM di

Lebih terperinci

Pengumpulan Data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.

Pengumpulan Data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. PERTEMUAN 2 Pengumpulan Data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Metode Pengumpulan data : 1. Pengamatan langsung (Observasi) 2. Wawancara 3. Menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. promosi produk kuliner melalui Jakul Semarang endorser online shop di

BAB III METODE PENELITIAN. promosi produk kuliner melalui Jakul Semarang endorser online shop di BAB III METODE PENELITIAN 3.1 ObyekPenelitian Obyek dalam penelitian ini adalah para pengusaha yang pernah melakukan promosi produk kuliner melalui Jakul Semarang endorser online shop di instagram. 3.2

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mengarahkan proses dan hasil penelitan sedapat mungkin menjadi valid,

BAB III METODE PENELITIAN. mengarahkan proses dan hasil penelitan sedapat mungkin menjadi valid, BAB III METODE PENELITIAN A. DESAIN PENELITIAN Desain penelitian adalah rencana dari struktur penelitian yang mengarahkan proses dan hasil penelitan sedapat mungkin menjadi valid, obyektif, efisien, dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Peneletian Profil Perusahaan Visi dan Misi Perusahaan Visi C.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Peneletian Profil Perusahaan Visi dan Misi Perusahaan Visi C. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Peneletian 1.1.1. Profil Perusahaan C.V Parnabiur Tanaka merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi mesin konveksi dari Cina. Perusahaan ini telah

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN DAN SARAN. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh jaringan sosial,

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN DAN SARAN. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh jaringan sosial, BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh jaringan sosial, pendanaan dan energi organisasi produktif terhadap eksplorasi dan eksploitasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian Field Research, yaitu penelitian lapangan dilakukan oleh peneliti guna mendapatkan informasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Komputer TIME Medan Jalan Merbabu No. 32 AA-BB Medan Komputer TIME Medan Jalan Merbabu No. 32 AA-BB Medan dimulai

BAB III METODE PENELITIAN. Komputer TIME Medan Jalan Merbabu No. 32 AA-BB Medan Komputer TIME Medan Jalan Merbabu No. 32 AA-BB Medan dimulai 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat penelitian BAB III METODE PENELITIAN Tempat penelitian ini adalah pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer TIME Medan Jalan Merbabu No. 3 AA-BB Medan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. program pelatihan dengan mendeskripsikan hasil temuan penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. program pelatihan dengan mendeskripsikan hasil temuan penelitian. 80 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Latar Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pengembangan program pelatihan dengan mendeskripsikan hasil temuan penelitian. Pendekatan penelitian

Lebih terperinci

BAB IV PERENCANAAN DAN ANALISIS MOXIE

BAB IV PERENCANAAN DAN ANALISIS MOXIE BAB IV PERENCANAAN DAN ANALISIS MOXIE Pada bab ini akan dibahas hasil dari perencanaan dan analisis pengembangan Moxie. Moxie merupakan sebuah knowledge library yang dikembangkan dengan studi kasus yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah kualitatif. Tujuan dari penelitian kualitatif ini ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Pendekatan Penelitian Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka, melainkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian 3.1.1 Metodologi Penelitian ini menggunakan pendekatan atau metodologi kuantitatif. Rachmat Kriyantono (2009:55) menjelaskan riset kuantitatif adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan yang lain menyebabkan sulitnya membangun sebuah diagnosa serta

BAB I PENDAHULUAN. dengan yang lain menyebabkan sulitnya membangun sebuah diagnosa serta BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dalam penggolongan Psikologi Abnormal, terdapat jenis-jenis gangguan kepribadian dengan jumlah macam gejala yang tidak sedikit, serta terdapatnya faktor

Lebih terperinci

Tugas Individu Metodologi Penelitian II Resume Buku

Tugas Individu Metodologi Penelitian II Resume Buku Tugas Individu Metodologi Penelitian II Resume Buku Diajukan untuk Memenuhi Tugas Individu Mata Kuliah Metodologi Penelitian II Disusun oleh: CINDY SANDOVA 11415203267 Dosen Pembimbing: Drs.Hartono,M.Pd

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian mengenai kebahagiaan pada orang dengan epilepsi (ODE) ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang cenderung mengarah kepada metode penelitian

Lebih terperinci

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENELITIAN KUALITATIF

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENELITIAN KUALITATIF KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PENELITIAN KUALITATIF Kendala umum yang kerap dihadapi peneliti adalah keterbatasan waktu, tenaga, dana dan peralatan. Ragam kendala ini memang bersifat relatif antarpeneliti. Waktu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 54 1.1 Jenis dan Pendekatan Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Jenis pendekatan penelitian ini dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menjelaskan karakteristik obyek, manusia,

Lebih terperinci

Research Methodology 7. Metode Penelitian. Sistematika BAB III Tugas Akhir I Program Studi Teknik Informatika S1 UDINUS

Research Methodology 7. Metode Penelitian. Sistematika BAB III Tugas Akhir I Program Studi Teknik Informatika S1 UDINUS Research Methodology 7. Metode Penelitian Sistematika BAB III Tugas Akhir I Program Studi Teknik Informatika S1 UDINUS 1 Metode Penelitian Berisi uraian tentang metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kota Surakarta merupakan upaya reformasi pelayanan publik yang menjalankan sistem pelayanan perizinan terpadu

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif, melalui penyebaran kuesioner (angket) kepada responden. Teknik penggunaan angket adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metodologi penelitian ini merupakan cara yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan langkah-langkah yang akan ditempuh harus relevan dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dalam menghasilkan data yang dapat diyakini kebenarannya, sehingga informasi

BAB III METODE PENELITIAN. dalam menghasilkan data yang dapat diyakini kebenarannya, sehingga informasi BAB III METODE PENELITIAN Bab ini bertujuan untuk memberikan landasan yang valid dan reliabel dalam menghasilkan data yang dapat diyakini kebenarannya, sehingga informasi yang dihasilkan dapat dipercaya

Lebih terperinci