CHAPTER 16. Distributions to Shareholders: Dividends and Repurchases. 9/29/2011 Magsi UNS 1
|
|
|
- Iwan Tedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 CHAPTER 16 Distributions to Shareholders: Dividends and Repurchases 9/29/2011 Magsi UNS 1
2 Pendahuluan Tujuan manajemen keuangan: meningkatkan nilai perusahaan Keputusan keuangan yg dapat dibuat oleh manajer keuangan perusahaan Pendanaan (financing) Investasi (investing) Operasi (operating) Kebijakan dividen (dividend policy) Alasan adanya kontroversi dividen: mengapa membayar dividen mengapa tidak membayar dividen, dengan demikian, kebijakan dividen adalah kontroversial.
3 PENDAHULUAN Kata "dividen" : biasanya merujuk pada distribusi kas dari laba. Jika berasal dari sumber lain disebut dividen likuidasi ("liquidating dividend"). Bahasan bab 16 Theories of investor preferences Signaling effects Residual model Dividend reinvestment plans Stock dividends and stock splits Stock repurchases
4 Aswath Damodaran Pendahuluan
5 Tahun Pembayaran Dividen di BEJ Emiten % Byr Dividen Tahun Emiten % Byr Dividen
6 Tahun Pembayaran Dividen di BEJ Emiten % Byr Dividen Tahun Emiten % Byr Dividen
7 Emiten dan Dividen di BEJ Tahun Omisi Turun Inisiasi Naik Tetap tdk_bagi Total
8 Emiten dan Dividen di BEJ Tahun Omisi Turun Inisiasi Naik Tetap tdk_bagi Total
9 Dividen Tipe Dividen: Regular Dividen Reguler adalah dividen yang diharapkan perusahaan untuk dipertahankan pembayarannya, biasanya kuartalan (terkadang bulanan, semesteran, atau tahunan). Extra Dividen yang mungkin tidak terulang (may not to be repeated). Special Dividen yang tidak mungkin diulang (unlikely to be repeated). Stock Dividend Dibayar dalam lembar saham. Sama dengan pemecahan saham (stock splits), keduanya meningkatkan jumlah lembar saham yang beredar dan menurunkan harga saham.
10 Dividen Tanggal penting berkenaan dengan Dividen: Declaration Date: Tgl diumumkannya pembayaran dividen mendatang oleh direktor perusahaan, meliputi besarnya dividen, tgl ex-dividend dan tgl pembayaran, disebut tgl pengumuman. Stlh diotorisasi, disebut dividen deklarasian & mjd kewajiban legal unt membayarnya. Ex-Date atau ex-dividend date: Tanggal pada saat atau setelah sekuritas diperdagangkan tanpa dividen deklarasian atau distribusi sebelumnya. Setelah ex-date, dikatakan berdagang suatu saham ex-dividen (trade ex-dividend). Tgl yang penjual (dan bukan pembeli) sahamnya akan menjadi pemilik dividen yg diumumkan sekarang. ex-date biasanya dua hari perdagangan sblm tgl pencatatan. Hal ini di- indikasikan dalam surat kabar yang mencatumkan ex-date
11 Dividen Tanggal penting berkenaan dengan Dividen: Ex-Dividend: 1. Perdagangan saham ketika dividen deklarasian (declared dividend) lebih dimiliki oleh penjual ketimbang pembeli. 2. Saham yg diperdagangkan (A stock trades ex-dividend) pada atau stlh tanggal ex-dividend (ex-date). Payment Date: 1. Tgl penskedulan pembayaran dividen yang dideklarasikan 2. Hanya pemegang saham yg membeli saham sebelum tgl exdividend yg menerima dividen pd tgl pembayaran. Record Date: 1. Tgl yg ditetapkan oleh penerbit sekuritas unt tujuan penentuan pemilik yg berhak untuk menerima dividen/ pendistribusian. 2. Pd tgl pencatatan (record date), persh perlu melihat siapa pemiliknya atau "holders of record". 3. Esensinya, tgl pencatatan memastikan cek dividen terkirim pd orang yg berhak.
12 Dividen--Contoh penanggalan Jika anda beli pd ex-dividend date (Tuesday), yg hanya dua hari sebelum date of record, anda tidak akan menerima dividen sebab nama anda tidak akan tampak dalam buku catatan perusahaan hingga Friday. Jika anda ingin beli saham dan menerima dividen, anda perlu beli pd Monday. (ketika saham diperdagangkan dengan dividen, dg sitilah cum dividend). Tetapi, jika anda ingin menjual saham dan masih menerima dividen, anda perlu menjual pada atau setelah Tuesday 6th. *Catatan (di U.S): Aturan berbeda diterapkan jika dividen 25% atau lebih dari nilai sekuritas.
13 Dividen dan Return on Stocks Dividend-Based Approach ~ returns = function of dividends and future growth. ~ dividend yield = dividend per share/ stock price, Earnings-Based Approach ~ melihat rasio price-to-earnings (P/E) & kebalikannya: earnings yield (earnings per share stock price). ~ return harapan = the earnings yield ~ market's expected long-run real return = current earnings yield.
14 Dividend-Based Approach expected total return (%)= dividend yield (%) + expected growth in dividends (%). Gordon Growth Model fair price of a stock (P)= function of the dividend per share (D), the required or expected rate of return (k), and growth in the dividend (g):
15 Dividend-Based Approach: Estimate the Expected Total Return on Stocks Example:
16 Earnings-Based Approach : Estimate the Expected Total Return on Stocks expected total return (%)= dividend yield (%) + expected growth in dividends (%).
17 Estimate the Expected Total Return on Stocks.
18 Dividend Policy Kebijakan yang digunakan perusahaan untuk menentukan berapa besar persh akan membayar kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Beberapa riset dan logika ekonomik menyarankan bahwa kebijakan dividen adalah tidak relevan (dalam teori).
19 Teori tentang Dividen Apakah Investor Memilih Pembayaran Tinggi atau Rendah? Ada 3 teori untuk menjawabnya Irrelevant: Investor tidak peduli bagaimanapun pembayaran dividen dirancang. Bird-in-the-hand: Investor lebih memilih pembayaran dividen tinggi. Tax preference: Investor lebih memilih pembayaran dividen rendah untuk mendapatkan pertumbuhan perusahaan dan keuntungan modal (capital gains).
20 Dividend Irrelevance Theory Investor memandang tidak berbeda (indifferent) antara dividen dan keuntungan modal karena laba ditahan (retention-generated capital gains). Jika investor menginginkan kas, mereka dapat menjual saham Jika investor tidak ingin kas, mereka dapat menggunakan dividen untuk membeli saham. Modigliani-Miller mendukung irrelevance, tetapi teori mereka didasarkan pada asumsi tak realistis: tidak ada pajak atau biaya transaksi, dan oleh karenanya bisa jadi salah. pengharapan homogen, dan pasar sempurna,
21 Proposisi: Dividend Irrelevance Theory --Pembuktian Walau dividen itu relevan, akan tetapi kebijakan dividen adalah tidak relevan (While dividends are relevant, the dividend policy is irrelevant). Contoh 1 Anggap perusahaan, dg 100 lembar saham, memiliki arus kas sebesar $100 dalam periode selanjutnya. Asumsikan bahwa tingkat diskonto= 10%. Perhatikan kebijakan dividen perusahaan berikut: 1. Membayar dividen $1 tiap tahun. Harga saham akan sebesar 1 P 0 = = $
22 Dividend Irrelevance Theory --Pembuktian Contoh 1 2. Membayar dividen $2 periode berikutnya dan membayar sisa sebelumnya. Untuk membayar dividen $2, perusahaan harus menerbitkan utang sebesar $100 pd tahun berikutnya. Akibatnya, perusahaan harus membayar bunga sebesar $10 = 10% x $100 (tingkat diskonto= 10%.) dalam periode berikutnya mulai dari tahun 3. Hal ini mengimplikasikan bahwa perusahaan hanya memiliki $90 untuk membayar dividen, atau $.90 per lembar. Dengan demikian, harga saham P 0 = x = $ Sama seperti sebelumnya.
23 Dividend Irrelevance Theory --Pembuktian Contoh 1 3. Membayar tiap pemegang saham 1 lembar saham Oleh karenanya perusahaan memiliki 200 lembar saham yang beredar hari ini. Selama tiap pembayaran hak (entitles) dividen hanya $.50, maka perusahaan harus menjual saham pada:.50 P 0 = = $5.10 Namun demikian, tiap pemilik awal sekarang memiliki dua lembar saham, kemakmurannya= 2 x P 0 = $10 akan tak berubah.
24 Dividend Irrelevance Theory --Pembuktian Contoh 2 Anggap semua ekuitas suatu perusahaan memiliki arus kas residual (arus kas dikurangi investasi neto) $2,000. Jika nilai perusahaan (termasuk residual $2,000) sebesar $42,000 dan memiliki 1,000 lembar saham yang beredar, perhatikan dua kebijakan dividen perusahaan berikut: 1. Membayar dividen $2. Nilai Ex-dividend sebesar $40,000/1,000=$40 sehingga kemakmuran pemegang saham sebesar $ Membayar dividen $3 dan menaikkan $1,000 dalam ekuitas. Harga Ex-dividend adalah $39,000/1,000=$39; jumlah saham baru adalah $1,000/39 = 25.64; Harga Ex-dividend setelah pendanaan ekuitas baru adalah $40, = $39 1, sehingga kemakmuran pemegang saham awal (original shareholder's wealth) sebesar $39 + $3 = $42 masih tetap tak berubah.
25 Bird-in-the-Hand Theory Investor berpikir bahwa dividen adalah kurang berisiko daripada potensi keuntungan modal mendatang (potential future capital gains), Oleh karenanya mereka suka dividen. Jika benar demikian, pembayaran dividen tinggi akan berakibat biaya modal (k s ) rendah, dan harga saham (P 0 ) tinggi.
26 Tax Preference Theory Laba ditahan menyebabkan keuntungan modal, yang dipajaki pada tarif lebih rendah daripada dividen (di U.S): maksimum 28% vs. lebih dari 39.6%. Pajak keuntungan modal juga ditangguhkan. Hal ini dapat menyebabkan investor untuk lebih memilih perusahaan dengan tingkat pembayaran dividen (payouts), i.e. pembayaran rendah berakibat k s (=biaya modal) rendah, sehingga P 0 (harga saham) tinggi.
27 Apa Implikasi Ketiga Teori bagi Manajer? Teori Implikasi Irrelevance Bird-in-the-hand Tax preference Apapun pembayaran dividen OK Mengatur pembayaran dividen tinggi Mengatur pembayaran dividen rendah Jika ada, mana yang benar?
28 Efek Kebijakan Dividen pada Harga Saham
29 Efek Kebijakan Dividen pada Biaya Modal
30 Pandangan Perusahaan atas Kebijakan Dividen Lintner (1956): mensurvei manajer tentang bagaimana mereka menyusun kebijakan dividennya. Umumnya responden menyatakan bahwa ada proporsi target dari laba yang menentukan kebijakan mereka Satu perusahaan mungkin membayar 40% dari labanya sebagai dividen, sedangkan yang lain memiliki target sebesar 50%. Hasilnya menyarankan bahwa dividen berubah tergantung laba Secara empiris dividen lambat menyesuaikan pada perubahan dalam laba. Lintner menyarankan suatu model empiris, sehingga perubahan dalam dividen terkait dengan level laba, pembayaran target (target payout) dan tingkat penyesuaian. Dia berpendapat bahwa perusahaan yang lebih konservatif akan lebih lambat menyesuaikan pada pembayaran target jika laba meningkat.
31 Pandangan Perusahaan atas Kebijakan Dividen Lintner menganggap bahwa suatu perusahaan bertahan pd suatu rasio pembayaran target. Pembayaran dividen dalam tahun berjalan (DIV_1) akan sama dengan proporsi laba per lembar saham (earnings per share (EPS_1)). DIV_1 = target dividend= target ratio x EPS_1 Perubahan dividen akan sama dengan DIV_1 - DIV_0 = target change = target ratio x EPS_1 - DIV_0 Perusahaan yang selalu bertahan pada rasio pembayarannya harus mengubah dividennya kapan saja laba berubah. Akan tetapi manajer dalam survei Lintner enggan untuk melakukan hal ini Mereka bercaya bahwa pemegang saham lebih memilih pertumbuhan yang stabil (steady progression) dalam dividen.
32 Pandangan Perusahaan atas Kebijakan Dividen Untuk itu, jika keadaan tampak menjamin peningkatan besar dalam dividen perusahaannya, mereka akan mengubah hanya sebagiannya terhadap pembayaran target mereka Perubahan dividen mereka tampak bersesuaian dengan model berikut: DIV_1 - DIV_0 = adjustment rate x target change = adjustment rate x (target ratio x EPS_1 - DIV_0) Semakin konservatif suatu perusahaan, semakin lambat perusahaan itu akan mengubah dividen ke arah targetnya dan semakin lambat tingkat penyesuaiannya (the lower would be its adjustment rate).
KEBIJAKAN DIVIDEN. 4. Stock Repurchase, Stock Split dan Stock Dividend. 1. Pengertian Kebijakan Dividen 2. Teori Dividen 3. Bentuk Kebijakan Dividen
KEBIJAKAN DIVIDEN 1. Pengertian Kebijakan Dividen 2. Teori Dividen 3. Bentuk Kebijakan Dividen 4. Stock Repurchase, Stock Split dan Stock Dividend 5. Kebijakan Dividen di Indonesia Pengertian Kebijakan
Kebijakan Dividen 1 BAB 11 KEBIJAKAN DIVIDEN
Kebijakan Dividen 1 BAB 11 KEBIJAKAN DIVIDEN Kebijakan Dividen 2 KEBIJAKAN DIVIDEN Kebijakan dividen berhubungan dengan penentuan besarnya dividend payout ratio, yaitu besarnya prosentase laba bersih setelah
Dividen dan Pembelian Kembali Saham. Rita Tri Yusnita, SE., MM.
Dividen dan Pembelian Kembali Saham Rita Tri Yusnita, SE., MM. LABA BERSIH (EAT) UNTUK SIAPA? PEMEGANG SAHAM Dalam bentuk dividen PERUSAHAAN Berupa laba ditahan REVIEW Fungsi Manajemen Keuangan 1. Keputusan
II TINJAUAN PUSTAKA. Kebijakan dividen (Dividend Policy) merupakan keputusan mengenai laba yang
II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kebijakan Dividen Kebijakan dividen (Dividend Policy) merupakan keputusan mengenai laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham atau yang akan ditahan untuk investasi masa depan
KEBIJAKAN DEVIDEN. Kebijakan deviden yang optimal menyeimbangkan kedua hal tersebut dan memaksimalkan harga saham.
KEBIJAKAN DEVIDEN Kebijakan deviden menyangkut keputusan apakah laba akan dibayarkan sebagai deviden atau ditahan untuk reinvestasi dalam perusahaan. Kebijakan deviden merupakan kebijakan yang kontroversial,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kas maupun dalam bentuk lainnya. Dividen merupakan konsekuensi yang muncul
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dividen Ross et al. (2008) mendefinisikan dividen sebagai bagian dari laba (earning) yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemiliknya, baik dalam bentuk kas maupun dalam bentuk
BAB VI KEBIJAKAN DIVIDEN
1.1. Dividen BAB VI KEBIJAKAN DIVIDEN Dividen adalah pembagian kepada pemegang saham PT yang sebanding dengan jumlah lembar yang dimiliki. Biasanya dividen dibagikan dengan interval waktu yang tetap, tetapi
Muniya Alteza
KEBIJAKAN DIVIDEN 1. Pengertian Kebijakan Dividen 2. Teori Dividen 3. Bentuk Kebijakan Dividen 4. Stock Repurchase, Stock Split dan Stock Dividend 5. Kebijakan Dividen di Indonesia Muniya Alteza Pengertian
BAB II LANDASAN TEORI
9 BAB II LANDASAN TEORI A. Dividen 1. Pengertian Dividen Sebagian keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam operasinya akan didistribusikan kepada pemegang saham dan sebagaian lagi akan ditahan untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pasar Modal Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan obligasi. Untuk menarik pembeli
KEBIJAKAN DIVIDEN (DIVIDEND POLICY)
KEBIJAKAN DIVIDEN (DIVIDEND POLICY) KEBIJAKAN DIVIDEN (DIVIDEND POLICY) Apa dividend policy? Yaitu keputusan pembayaran laba bagi pemegang saham versus laba ditahan untuk diinvestasikan dalam perusahaan
KEBIJAKAN DIVIDEN (DIVIDEND POLICY)
KEBIJAKAN DIVIDEN (DIVIDEND POLICY) Apa dividend policy? Yaitu keputusan pembayaran laba bagi pemegang saham versus laba ditahan untuk diinvestasikan dalam perusahaan Dividend policy meliputi Dividend
BAB II LANDASAN TEORI. secara global. Salah satu jenis investasi adalah investasi saham. Investasi
BAB II LANDASAN TEORI 2.1.Investasi Tidak sedikit orang yang mau melakukan investasi karena kebutuhan hidup yang semakin meningkat, penurunan produktifitas serta ketidakstabilan situasi ekonomi secara
KEBIJAKAN DIVIDEN (DIVIDEND POLICY)
KEBIJAKAN DIVIDEN (DIVIDEND POLICY) 1 DIVIDEN Nilai Laba bersih setelah pajak (EAT) dikurangi dengan Laba Ditahan sbg Cadangan bagi perusahaan Dividen dibagikan kepada pemegang saham sebagai bagian keuntungan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis Dividen adalah pembagian laba yang diperoleh perusahaan kepada para pemegang saham yang sebanding dengan jumlah saham yang dimiliki.
Magister Manajemen Univ. Muhammadiyah Yogyakarta
XXI. Kebijakan Dividen (Dividend Policy) i 1. Tipe dan Cara Pembayaran Dividen a. Dividend kais (Cash Dividends). b. Dividen non-kas (Stock Dividends). Penjelasan untuk masing-masing tanggal yang berkaitan
Dividen adalah proporsi laba atau keuntungan yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang
Dividen adalah proporsi laba atau keuntungan yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimilikinya. Semua keuntungan ataupun kerugian yang diperoleh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Pengertian Dividen Dividen merupakan bagian dari laba yang tersedia bagi para pemegang saham biasa (earning available for common stakeholders) yang dibagikan
BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS A. Teori Yang Relevan Dengan Kebijakan Deviden Menurut Brigham dan Houston (2001:14) menyebutkan ada tiga teori dari preferensi investor yaitu:
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. investor institusi, akan mampu memperoleh return tidak normal (abnormal
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Efisiensi Pasar Modal Konsep pasar efisien pertama kali dikemukakan dan dipopulerkan oleh Fama (1970). Suatu pasar dikatakan efisien
TEORI DEVIDEN (DIVIDEND THEORY)
TEORI DEVIDEN (DIVIDEND THEORY) Definisi Deviden Perusahaan dalam mengelola keuangannya selalu dihadapkan pada tiga permasalahan penting yang berkaitan. Ketiga permasalahan tersebut adalah keputusan investasi,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Pengertian Dividen Dividen adalah bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham. Selain dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. beberapa penelitian terdahulu oleh beberapa penulis, antara lain :
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini akan dicantumkan beberapa penelitian terdahulu oleh beberapa penulis, antara lain : 2.1.1 Mohamad Reza
BAB 10 KEBIJAKAN DIVIDEN
BAB 10 KEBIJAKAN DIVIDEN A. Pendahuluan Dividen merupakan salah satu keputusan penting untuk memaksimumkan nilai perusahaan disamping keputusan investasi dan struktur modal (keputusan pemenuhan dana).
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Dividend Payout Ratio (DPR) Dividen merupakan pembagian sisa laba bersih perusahaan yang didistribusikan kepada pemegang saham, atas persetujuan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
Tipe dan Cara Pembayaran Dividen
KEBIJAKAN DEVIDEN KEBIJAKAN DIVIDEN 1. Tipe dan Cara Pembayaran Dividen Ada beberapa tipe dividen: dividen kas dan dividen non-kas. Untuk dividen non-kas, ada dividen saham (stock dividend) dan stock splits
II. TINJAUAN PUSTAKA. Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan
13 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Teori 2.1.1 Pengertian Dividen Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan
II. LANDASAN TEORI. laba ditahan (retained earnings) yang ditahan sebagai cadangan bagi perusahaan
II. LANDASAN TEORI 2.1.Dividen 2.1.1 Pengertian Dividen Dividen merupakan nilai pendapatan bersih perusahaan setelah pajak dikurangi laba ditahan (retained earnings) yang ditahan sebagai cadangan bagi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Nilai Perusahaan Nilai perusahaan diciptakan oleh perusahaan melalui kegiatan perusahaan dari waktu ke waktu agar mencapai nilai perusahaan yang maksimum
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teoritis 1. Pertumbuhan Perusahaan Tingkat pertumbuhan perusahaan akan menunjukkan sampai seberapa besar perusahaan akan menggunakan hutang sebagai sumber pembiayaannya.
KEBIJAKAN DEVIDEN. 1. Beberapa Teori Kebijakan Dividen :
KEBIJAKAN DEVIDEN 1. Beberapa Teori Kebijakan Dividen : Manajemen mempunyai 2 alternatif perlakuan terhadap penghasilan bersih sesudah pajak ( EAT ) perusahaan yaitu : 1. Dibagi kepada para pemegang saham
BAB II VARIABEL YANG MEMPENGARUH DIVIDEND PAYOUT RATIO DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
BAB II VARIABEL YANG MEMPENGARUH DIVIDEND PAYOUT RATIO DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 Definisi Dividen Baridwan (2004: 430-431) mengemukakan dividen merupakan pembagian laba kepada pemegang saham yang
KEBIJAKAN DIVIDEN materi 5
KEBIJAKAN DIVIDEN materi 5 KAPITA SELEKTA KEUANGAN Universitas Gunadarma Jakarta Pengertian Deviden Pengertian deviden Deviden Adalah bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Nilai Perusahaan Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan keuntungan atau kekayaan, terutama bagi para pemegang sahamnya, terwujud berupa upaya peningkatan atau memaksimalkan
Penelitian tentang pengaruh profitability dan investment opportunity set. (pada perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia) memiliki
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penelitian tentang pengaruh profitability dan investment opportunity set terhadap kebijakan dividen tunai dengan likuiditas sebagai variabel moderating (pada perusahaan property
I. PENDAHULUAN. Indikator dari perekonomian suatu negara dapat dilihat dari pergerakan sistem
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indikator dari perekonomian suatu negara dapat dilihat dari pergerakan sistem keuangan negara tersebut. Sistem keuangan adalah kumpulan dari beberapa pasar, institusi,
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep 2.1.1 Kebijakan Dividen Kebijakan dividen adalah proses penentuan penggunaan pendapatan (earning) perusahaan dalam satu periode
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Darmadji dan Fakhrudin (2006) Saham dapat didefenisikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. URAIAN TEORITIS 1. Saham a. Pengertian saham Menurut Darmadji dan Fakhrudin (2006) Saham dapat didefenisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan hukum
KEBIJAKAN DIVIDEN KEBIJAKAN DIVIDEN
1 Topik Bahasan 1. Tipe dari dividen 2. Metode standar dari pembayaran dividen. 3. The Benchmark Case: ilustrasi dari ketidakrelevanan kebijakan dividen 4. Pajak, biaya penerbitan, dan dividen 5. Repurchase
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pajak. Menurut Bastian dan Suhardjono (2006), net profit margin adalah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Net Profit Margin Net Profit Margin adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih setelah dipotong pajak. Menurut Bastian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Nilai Untuk bisa mengambil keputusan-keputusan keuangan yang benar, manajer keuangan mempunyai tujuan yang harus dicapai. Keputusan yang benar adalah keptusan yang akan membantu
BAB I PENDAHULUAN. keputusan, yaitu keputusan pendanaan dan keputusan investasi. Keputusan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Setiap manajer keuangan di perusahaan akan menghadapi dua keputusan, yaitu keputusan pendanaan dan keputusan investasi. Keputusan pendanaan merupakan keputusan untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. saham dan akan diinvestasikan kembali atau ditahan di dalam perusahaan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Pengertian Kebijakan Dividen Dividen adalah laba dari perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham. Kebijakan dividen adalah bagian yang tidak
II. LANDASAN TEORI. Robert Ang (1997) dalam Priono (2006:10) menyatakan bahwa dividen
II. LANDASAN TEORI 2.1 Kebijakan Dividen 2.1.1 Pengertian Dasar Dividen Robert Ang (1997) dalam Priono (2006:10) menyatakan bahwa dividen merupakan nilai pendapatan bersih perusahaan setelah pajak dikurangi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dibagikan perusahaan dapat berupa tunai (cash dividend) yaitu kepada setiapp
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.1.1. Pengertian Deviden Deviden adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dhasilkan oleh perusahaan. Deviden
BAB II LANDASAN TEORI. Kebijakan dividen (dividend policy) adalah keputusan apakah laba yang diperoleh
7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Landasan Teori Kebijakan dividen (dividend policy) adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan
BAB I PENDAHULUAN. Tujuan utama dari setiap perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaannya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Tujuan utama dari setiap perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaannya dengan meningkatkan kemakmuran pemegang saham atau pemiliknya. Diperlukan tujuan dan strategi
8 BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS A. TEORI KEBIJAKAN DIVIDEN Kebijakan Dividen (dividen Policy) merupakan kebijakan pembagian laba kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Penelitian Budi Hardiatmo dan Daljono (2013) Penelitian ini mengambil topik tentang analisis faktor - faktor yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen telah di lakukan oleh: 1. Penelitian Budi Hardiatmo dan Daljono (2013) Penelitian
BAB II KAJIAN TEORI. dividen non kas (Mahmud M Hanafi, 2014:361). Dividen kas (cash dividend)
12 BAB II KAJIAN TEORI A. LANDASAN TEORI 1. Dividen Dividen merupakan kompensasi yang diterima oleh pemegang saham, di samping capital gain. Ada beberapa tipe dividen yaitu, dividen kas dan dividen non
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Signalling Theory Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Michael Spense di dalam artikelnya tahun 1973. Teori tersebut menyatakan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN HIPOTESIS 2.1. TINJAUAN TEORI 2.1.1. Dividen 1. Pengertian Dividen Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan penerbit saham tersebut atas keuntungan yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut John E. Junarsin (http://cwma.or.id), ketika sebuah perusahaan
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Kebijakan Dividen Menurut John E. Junarsin (http://cwma.or.id), ketika sebuah perusahaan memperoleh laba bersih (net income) dan tingkat cash flows pada
STRUKTUR MODAL. Rona Tumiur Mauli Caroline Simorangkir, SE.,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi AKUNTANSI.
STRUKTUR MODAL Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS Rona Tumiur Mauli Caroline Simorangkir, SE.,MM. Program Studi AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id PENGERTIAN STRUKTUR MODAL dan STRUKTUR KEUANGAN Struktur
BAB II URAIAN TEORITIS. Penelitian mengenai dividend payout ratio atau kebijakan dividen telah
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Penelitian mengenai dividend payout ratio atau kebijakan dividen telah banyak dilakukan. Sutrisno (2001) menganalisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 LANDASAN TEORI 2.1.1. Signalling theory Menurut Brigham dan Houston (2001) isyarat atau signal adalah suatu tindakan yang diambil perusahaan untuk
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Laporan yang memuat informasi mengenai perolehan laba yang ditunjukkan dengan laba bersih pada perhitungan laba rugi perusahaan
BAB II LANDASAN TEORI. Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Dividen 2.1.1. Pengertian Dividen Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham sebanding dengan jumlah lembar yang dimiliki (Baridwan, 2004). Hanafi (2004)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gitman (2003:570) mengatakan bahwa dividen payout ratio indicates
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Dividend Payout Ratio Gitman (2003:570) mengatakan bahwa dividen payout ratio indicates the percentage of each dollar earned that is distributed
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen. Perusahaan yang sukses akan memperoleh pendapatan (income).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori Pada landasan teori ini akan uraikan tentang pengertian dividen, kebijakan dividen yang terdiri dari pola pembayaran dividen dan teori tentang kebijakan dividen,
BAB I PENDAHULUAN. ditanamkan oleh investor dengan tujuan memperoleh keuntungan (return) di masa
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan investasi merupakan komitmen atas sejumlah dana yang ditanamkan oleh investor dengan tujuan memperoleh keuntungan (return) di masa yang akan datang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pemegang saham biasa (earning available for common stockholders) yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dividen 2.1.1 Pengertian Dividen Dividen merupakan bagian dari laba yang tersedia bagi para pemegang saham biasa (earning available for common stockholders) yang dibagikan kepada
TUJUAN PENILAIAN SAHAM :
PENILAIAN SAHAM TUJUAN PENILAIAN SAHAM : Saham merupakan aset finansial yang dapat dijadikan investasi Penilaian saham dilakukan utk menentukan apakah saham yg akan dibeli atau dijual akan memberikan tingkat
BAB I PENDAHULUAN. memiliki tiga tujuan utama yaitu kelanjutan hidup perusahaan (going concern), laba
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada kebanyakan perusahaan yang merupakan organisasi bisnis umumnya memiliki tiga tujuan utama yaitu kelanjutan hidup perusahaan (going concern), laba dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. diperoleh dari selisih pendapatan atas biaya-biaya yang menyertainya dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Dividen dan Kebijakan Dividen Dividen merupakan pembagian dari laba bersih yang diberikan kepada pemegang saham sebagai bentuk atas penyertaan modal yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, perusahaan memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah kelangsungan hidup perusahaan (going concern), laba dalam jangka
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Nilai Perusahaan Tujuan perusahaan dari pendapat beberapa ahli keuangan adalah memaksimalkan nilai perusahaan, maksimalisasikan laba, menciptakan kesejahteraan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjaun Teoritis 2.1.1 Deviden Deviden secara umum diartikan sebagai pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Besarnya deviden dan tata
BAB 1 PENDAHULUAN. pengambilan sebuah keputusan investasi. Karena hal ini mempunyai dampak
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin pesat atau ketatnya persaingan perekonomian di Indonesia membuat perusahaan perusahaan di Indonesia harus lebih selektif dan efektif dalam pengambilan sebuah
BAB 2 KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. tersebut. Nilai perusahaan lazim diindikasikan dengan Price to Book Value
BAB 2 KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Nilai Perusahaan Setiap perusahaan memiliki tujuan untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham dengan cara meningkatkan nilai perusahaan (Keown, 2004:3).
