Correlation of Total Lymphocyte Count with CD4 Count in HIV/AIDS Patients
|
|
|
- Glenna Kusnadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Correlation of Total Lymphocyte Count with CD4 Count in HIV/AIDS Patients Ardo Sanjaya 1, Christine Sugiarto 2, Ronald Jonathan 3 1 Faculty of Medicine, Maranatha Christian University 2 Department of Clinical Pathology Maranatha Christian University Jl. Prof. Drg. Surya Sumantri MPH No. 65 Bandung Indonesia 3 HIV/AIDS, IMAI-HIV/AIDS, WHO Consultant team [email protected] Abstract HIV infection is a chronic infection of the immune system with a target of CD4 cells. Total lymphocyte count (TLC) can be done in resource-limited areas and are able to be used as a substitute to CD4 count. An increase in CD8 count can disturb the correlation between CD4 and TLC especially during the late clinical stage.objective of this research is to find out the correlation of total lymphocyte count with CD4 count and to find out the influence of the clinical staging on the correlation of total lymphocyte count and CD4 count.this study is an observational, analytical and cross sectional study using the medical records of Klinik Teratai RSHS Bandung. The data is sorted according to the WHO clinical staging and are analyzed using Pearson s correlation and Fisher s transformation with α=0.05. The results showed that TLC have a correlation with CD4 count in all stadiums (r: 0,501-0,684, p<0,01). There is no significant difference of the correlation coefficients between the clinical stages (p>0.05). There is a correlation between TLC and CD4 count on HIV infected patients and there is no significant decrease of correlation of TLC and CD4 count on HIV infected patients with worsening of the WHO clinical stages. Keywords: CD4 count, total lymphocyte count, HIV/AIDS 61
2 Korelasi antara Jumlah Limfosit Total dan Jumlah CD4 pada Pasien HIV/AIDS Ardo Sanjaya 1, Christine Sugiarto 2, Ronald Jonathan 3 1 Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha 2 Bagian Patologi Klinik, Universitas Kristen Maranatha Jl. Prof. Drg. Surya Sumantri MPH No. 65 Bandung Indonesia 3 Tim Konsultan HIV/AIDS, IMAI-HIV/AIDS WHO [email protected] Abstrak Infeksi HIV adalah infeksi kronik dari sistem imun dengan target sel CD4. Sel CD4 berkurang jumlahnya sehingga pemeriksaan jumlah CD4 digunakan untuk memulai terapi dan memantau progresi penyakit. Pemeriksaan jumlah limfosit total (JLT) dapat dilakukan pada daerah fasilitas terbatas sehingga dapat berguna sebagai pengganti jumlah CD4. Peningkatan jumlah CD8 dapat mengganggu korelasi jumlah CD4 terhadap jumlah limfosit total terutama pada stadium klinis lanjut. Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi JLT dengan jumlah CD4 pada pasien terinfeksi HIV dan mengetahui pengaruh stadium klinis terhadap korelasi JLT dan jumlah CD4. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan cross-sectional menggunakan data rekam medis dari Klinik Teratai RSHS Bandung. Data dibagi perstadium klinis WHO kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan Fisher dengan nilai α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan JLT mempunyai korelasi sedang dengan jumlah CD4 pada semua stadium (r berkisar antara 0,501-0,684 dan p<0,01). Tidak ditemukan perbedaan bermakna dari koefisien korelasi antar stadium klinis infeksi HIV (p>0,05). Terdapat korelasi yang baik antara JLT dan jumlah CD4 pada pasien terinfeksi HIV dan tidak terdapat penurunan korelasi antara JLT dengan jumlah CD4 pasien terinfeksi HIV dengan semakin beratnya stadium klinis menurut WHO. Kata kunci: jumlah CD4, jumlah limfosit total, HIV/AIDS 62
3 Pendahuluan Penyakit human immunodeficiency virus/ acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) disebabkan oleh infeksi HIV. HIV adalah suatu retrovirus yang berasal dari famili retroviridae genus lentivirus dan terdiri atas dua tipe utama pada manusia yaitu HIV-1 dan HIV Infeksi HIV yang banyak terjadi di negara berkembang mendorong suatu kebutuhan pemeriksaan laboratorium yang murah dan terjangkau. Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Indonesia melaporkan bahwa sampai Desember 2012 terdapat orang menderita AIDS dan orang terinfeksi HIV dengan prevalensi tertinggi pada daerah Papua. 2 Target utama dari infeksi HIV adalah melalui sel CD4. Sel ini secara selektif berkurang jumlahnya baik akibat efek langsung dari virus ataupun reaksi imun dari tubuh. 3 Infeksi HIV mengakibatkan aktivasi kronik dari sistem imun yang mengakibatkan disfungsi dari sistem imun. Aktivasi sistem imun ini dilihat salah satunya dari peningkatan proliferasi limfosit T, tetapi dari proliferasi limfosit T tersebut ditemukan terjadinya penurunan jumlah CD4 dan peningkatan jumlah CD8. 4 Berkurangnya sel CD4 mengakibatkan berkurangnya jumlah limfosit total (JLT) seperti yang dibuktikan oleh Alavi et al. bahwa JLT dapat digunakan sebagai pemeriksaan pengganti jumlah CD4 dalam pemantauan infeksi HIV. 5 Penelitian Ray et al. memperlihatkan bahwa terdapat peningkatan jumlah CD8 hampir dua kali lipat pada pasien terinfeksi HIV dibandingkan kontrol orang HIV negatif. 6 Beberapa hasil penelitian menyebutkan hasil korelasi yang berbeda antara jumlah CD4 dan JLT dari korelasi baik hingga ke lemah. 7,8,9 Beberapa penelitian juga menyebutkan terjadi peningkatan jumlah CD8 pada pasien terinfeksi HIV, sedangkan JLT dipengaruhi oleh jumlah CD4 dan jumlah CD8, peningkatan jumlah CD8 dapat mengaburkan penurunan jumlah CD4. 6,10 Tujuan penelitian adalah mengetahui korelasi JLT dengan jumlah CD4 pada pasien HIV/AIDS dan mengetahui pengaruh stadium klinis terhadap korelasi JLT dan jumlah CD4 pada pasien HIV/AIDS. Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan crosssectional menggunakan data rekam medis dari Klinik Teratai Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin di Bandung. Sampel penelitian merupakan hasil pemeriksaan laboratorium dari spesimen darah pasien terinfeksi HIV yang datang ke Klinik Teratai Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung 63
4 dari bulan Maret 2007 sampai dengan Agustus 2009 dengan hasil tes HIV positif dan belum memulai terapi antiretroviral. Data dibagi berdasarkan stadium klinis WHO menjadi 4 kelompok, masing-masing untuk stadium klinis 1, 2, 3, dan Data pada tiap kelompok dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson untuk melihat Pearson s product-moment correlation coefficient tiap kelompok. Koefisien korelasi tiap kelompok dibandingkan menggunakan Fisher s r-to-z transformation untuk melihat perbedaan korelasi antar kelompok. Interpretasi untuk nilai koefisien korelasi ditampilkan pada Tabel 1. Pada penelitian dihitung persentase pasien yang tidak mendapat terapi antiretroviral karena JLT sel/mm 3, padahal jumlah CD4 < 200 sel/mm 3 untuk menilai apakah perhitungan jumlah JLT cukup baik untuk menjadi patokan memulai terapi. Tabel 1 Skala Korelasi Penelitian Koefisien Korelasi Interpretasi 0 0,20 Korelasi Sangat Lemah 0,20 0,40 Korelasi Lemah 0,40 0,70 Korelasi Sedang 0,70 0,90 Korelasi Kuat 0,90 1,00 Korelasi Sangat Kuat Hasil Antara tanggal 13 Agustus 2007 sampai dengan tanggal 31 Maret 2009 diperoleh 931 subjek penelitian. Subjek yang memenuhi syarat penelitian ini berjumlah 350 orang yang dibagi dalam 4 stadium klinis. Stadium 1 sebanyak 106 subjek, stadium 2 sebanyak 23 subjek, stadium 3 sebanyak 89 subjek, dan stadium 4 sebanyak 132 subjek. Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan JLT dan jumlah CD4, serta penentuan stadium klinis tiap subjek penelitian. Analisis statistik dilakukan untuk menentukan korelasi antara JLT dengan jumlah CD4 pada keseluruhan subjek penelitian dan setelah dibagi perstadium klinis. Korelasi dinilai menggunakan korelasi Pearson sedangkan perbandingan antar korelasi dinilai menggunakan Fisher s Z Transformation. Korelasi antara JLT dengan jumlah CD4 dapat dilihat pada Tabel 2. Pada stadium 1, JLT memiliki korelasi yang sedang dan secara statistik sangat signifikan dengan jumlah CD4 (r=0,665 dan p<0,01). Pada stadium 2, JLT memiliki korelasi yang sedang dan secara statistik sangat signifikan dengan jumlah CD4 (r=0,651 dan p<0,01). 64
5 Pada stadium 3, JLT memiliki korelasi yang sedang dan secara statistik sangat signifikan dengan jumlah CD4 (r=0,684 dan p<0,01). Pada stadium 4, JLT memiliki korelasi sedang dan secara statistik sangat signifikan dengan jumlah CD4 (r=0,501 dan p<0,01). Pada Tabel 3 terlihat bahwa korelasi antara JLT dengan jumlah CD4 perstadium klinis mengalami penurunan terutama pada stadium 4 walaupun secara statistik perbedaan tersebut tidak signifikan. Tabel 4 memperlihatkan koefisien determinasi antara JLT dengan jumlah CD4. Pada stadium 1 didapat R 2 =0,442 (44,2%), stadium 2 didapat R 2 =0,424 (42,4%), stadium 3 didapat R 2 =0,468 (46,8%), dan pada stadium 4 didapat R 2 =0,251 (25,1%). Gambar 1 memperlihatkan persentase pasien yang harus mulai terapi namun tidak mendapat terapi yaitu 22% (76 pasien) dari keseluruhan subjek. Tabel 2 Korelasi antara JTL dengan Jumlah CD4 pada Subjek Penelitian Stadium 1 Stadium 2 Stadium 3 Stadium 4 r p r p r p r p 0,665 <0,01 0,651 <0,01 0,684 <0,01 0,501 <0,01 Tabel 3 Perbandingan Korelasi antara JTL dengan Jumlah CD4 Perstadium Klinis Stadium 1 Stadium 2 Stadium 3 Stadium 4 One-tailed p value n r 0,665 0,651 0,684 0,501 p>0,05 Tabel 4 Koefisien Determinasi dari Korelasi JLT dengan Jumlah CD4 Stadium Stadium Stadium Stadium r 2 0,442 0,424 0,468 0,251 65
6 Gambar 1 Persentase Subjek Penelitian yang Tepat Memulai Terapi dan Tidak Mendapat Terapi Diskusi Pada Tabel 2 terlihat bahwa terdapat korelasi yang baik dan secara statistik signifikan antara JLT dengan jumlah CD4 pada seluruh stadium infeksi HIV. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan jumlah CD4 juga diikuti oleh penurunan JLT. CD4 merupakan salah satu bagian dari limfosit T. Limfosit terdiri atas dua subtipe yaitu limfosit B yang merupakan sel primer dari sistem pertahanan humoral dan limfosit T yang merupakan sel primer dari sistem pertahanan seluler. Limfosit terdiri atas 3% 21% sel B dan 20% 80% sel T. Sel T terdiri atas 34% 67% sel CD4 dan 10% 42% sel CD8. 13 Mekanisme berkurangnya sel CD4 pada pasien terinfeksi HIV dapat dibagi menjadi tiga kategori umum yaitu efek langsung dari replikasi virus, efek tidak langsung, dan efek sistemik virus pada turnover selular. Efek langsung terjadi karena HIV menginfeksi sel CD4 yang teraktivasi, sel yang terinfeksi ini dapat mati akibat efek sitopatik langsung dari HIV atau akibat respons sel sitotoksik (CD8) terhadap sel yang terinfeksi. Efek tidak langsung HIV dalam mengurangi jumlah sel CD4 disebut juga sebagai bystander effect. Efek sistemik virus terutama ditemukan pada turnover sel T. Pada sel T didapatkan peningkatan proliferasi dari sel diikuti dengan peningkatan kematian sel. 1 Tabel 3 menunjukkan bahwa perbedaan korelasi antar stadium tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Data ini menunjukkan bahwa seiring berjalannya penyakit, korelasi JLT dengan jumlah CD4 mengalami penurunan tetapi perbedaan korelasi antar stadium secara statistik tidak bermakna. Hal ini dapat dijelaskan dari penelitian Ray et al. yang menyatakan bahwa peningkatan CD8 telah terjadi dari stadium awal (asimptomatik) dari infeksi HIV 66
7 sehingga dengan semakin beratnya stadium klinis faktor yang paling berpengaruh hanya penurunan jumlah CD4. 6 Tabel 4 menunjukkan koefisien determinasi dari korelasi JLT dengan jumlah CD4 pada penelitian ini. Koefisien determinasi adalah persentase dari variasi nilai variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variasi dari nilai variabel independen. Dalam penelitian ini koefisien determinasi menunjukkan persentase dari variasi nilai jumlah CD4 yang dapat dijelaskan oleh variasi dari nilai JLT. Pada stadium 1 didapatkan bahwa 44,2% variasi jumlah CD4 dapat dijelaskan oleh variasi dari JLT, stadium 2 didapatkan bahwa 42,4% variasi jumlah CD4 dapat dijelaskan oleh variasi dari JLT, stadium 3 didapatkan bahwa 46,8% variasi jumlah CD4 dapat dijelaskan oleh JLT, sedangkan pada stadium 4 hanya 25,1% dari variabel CD4 yang dapat dijelaskan oleh JLT. Hasil ini menunjukkan bahwa walaupun koefisien korelasi dari JLT dengan jumlah CD4 sedang, didapatkan korelasi tersebut hanya dapat menjelaskan kurang dari 50% data. Penggunaan JLT sebagai pengganti jumlah CD4 tidak dianjurkan karena besar kemungkinan adanya pasien yang tidak mendapat terapi antiretroviral pada saat yang tepat. Gambar 1 menunjukkan bahwa walaupun koefisien korelasi antara JLT dengan jumlah CD4 sedang pada seluruh subjek penelitian, 22% subjek yang harus menerima terapi tidak mendapat terapi karena JLT sel/mm 3 walaupun CD4 < 200 sel/mm 3. Panduan WHO untuk mulai terapi antiretroviral tanpa perhitungan CD4 adalah bila JLT sel/mm 3, sedangkan untuk mulai terapi adalah berdasarkan jumlah CD4 adalah < 200 sel/mm Hasil ini menunjukkan penggunaan JLT sebagai pengganti pemeriksaan CD4 melewatkan 22% pasien HIV/AIDS dalam memulai terapi antiretroviral. Walaupun ditemukan korelasi antara JLT dengan jumlah CD4, tetapi tidak menutup kemungkinan saat penggunaaan klinis pemeriksaan JLT untuk inisiasi terapi ada pasien yang terlambat menerima terapi. Pada penelitian ini ditemukan 22% pasien yang seharusnya memulai terapi, tidak menerima terapi. Penggunaan JLT sebagai pengganti pemeriksaan jumlah CD4 sudah tidak dianjurkan menurut panduan WHO tahun 2010, namun pada daerah fasilitas terbatas pemeriksaan JLT masih lebih mudah didapat daripada CD4. Penggunaan JLT sebagai pengganti CD4 juga harus diteliti lebih lanjut karena penelitian ini hanya membuktikan terdapat korelasi antara JLT dengan jumlah CD4, tetapi tidak membuktikan sensitivitas dan spesifisitas JLT dalam memprediksi jumlah CD4 pada pasien HIV/AIDS. Dengan kemajuan teknologi penghitungan CD4, penggunaan pemeriksaan point-of-care dapat lebih menjangkau daerah dengan fasilitas terbatas dan dapat digunakan sebagai alternatif pemeriksaan bakumas jumlah CD4 menggunakan flow cytometry dan pengganti pemeriksaan JLT. 67
8 Simpulan Terdapat korelasi antara JLT dengan jumlah CD4 pada pasien HIV/AIDS. Tidak terdapat penurunan korelasi secara bermakna antara JLT dengan jumlah CD4 pada pasien HIV/AIDS dengan semakin beratnya stadium klinis menurut WHO. Daftar Pustaka 1. Holmes KK, Sparling PF, Stamm WE, Piot P, Wasserheit JN, Corey L, et al. Sexually transmitted disease. 4th ed. New York: The McGraw-Hills Companies; Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan Indonesia. Statistik kasus HIV AIDS Indonesia [cited 2013 July 5]. Available from: 3. Goldman L, Schafer AI. Goldman's cecil medicine. 24th ed. Elsevier; Catalfamo M, Di Mascio M, Hu Z, Srinivasula S, Thaker V, Adelsberger J, et al. HIV infection-associated immune activation occurs by two distinct pathways that differentially affect CD4 and CD8 T cells. Proc National Acad Sci. 2008;105(50): Alavi SM, Ahmadi F, Farhadi M. Correlation between total lymphocyte count, hemoglobin, hematocrit, and CD4 count in HIV/AIDS Patients. Acta Med Iran. 2009;47(1): Ray K, Gupta S, Bala M, Muralidhar S, Kumar J. CD4/CD8 lymphocyte counts in healthy, HIV-positive individuals & AIDS patients. Indian J Med Res. 2006;124(3): Buseri FI, Mark D, Jeremiah ZA. Evaluation of absolute lymphocyte count as a surrogate marker for CD4+ cell count for the initiation of antiretroviral therapy (ART) in resource-limited settings. Int J Biomed Lab Sci (IJBLS) ;1(1): Akinola NO, Olasode O, Adediran IA, Onayemi O, Murainah A, Irinoye O, Elujoba AA, Durosinmi MA. The search for a predictor of CD4 cell count continues: total lymphocyte count is not a substitute for CD4 cell count in the management of HIV-infected individuals in a resource-limited setting. Clin Infect Dis. 2004;39(4): doi: / Angelo ALD, Angelo CD, Torres AJL, Ramos AMC, Lima M, Netto EM, Brites C. Evaluating total lymphocyte counts as a substitute for CD4 counts in the follow up of AIDS patients. Braz J Infect Dis. 2007;11(5): Roederer M, Dubs JG, Anderson MT, Raju PA, Herzenberg LA. CD8 naive T cell counts decrease progressively in HIV-infected adults. J Clin Invest. 1995;95(5): WHO. Interim WHO clinical staging of HIV/AIDS and HIV/AIDS case definitions for surveillance [cited 2013 March 5]. Available from: WHO. Regional office for South-East Asia. Laboratory guidelines for enumerating CD4 T lymphocytes in the context of HIV/AIDS [cited 2013 March 5]. Available from: /B3180.pdf 13. Wilson DD. Manual of laboratory & diagnostic tests. New York: The McGraw-Hill's Companies;
KORELASI ANTARA TOTAL LYMPHOCYTE COUNT DAN CD4 COUNT PADA PASIEN HIV/AIDS
KORELASI ANTARA TOTAL LYMPHOCYTE COUNT DAN CD4 COUNT PADA PASIEN HIV/AIDS Ardo Sanjaya 1, Christine Sugiarto 2, Ronald Jonathan 3 1. Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha, Bandung 2. Bagian
ABSTRAK KORELASI ANTARA TOTAL LYMPHOCYTE COUNT DAN JUMLAH CD4 PADA PASIEN HIV/AIDS
ABSTRAK KORELASI ANTARA TOTAL LYMPHOCYTE COUNT DAN JUMLAH CD4 PADA PASIEN HIV/AIDS Ardo Sanjaya, 2013 Pembimbing 1 : Christine Sugiarto, dr., Sp.PK Pembimbing 2 : Ronald Jonathan, dr., MSc., DTM & H. Latar
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. 1.1 Latar Belakang Penyakit human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) disebabkan oleh infeksi HIV. HIV adalah suatu retrovirus yang berasal dari famili
BAB I PENDAHULUAN. Infeksi Human Immunodeficiency Virus(HIV) dan penyakitacquired Immuno
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Infeksi Human Immunodeficiency Virus(HIV) dan penyakitacquired Immuno Deficiency Syndrome(AIDS) saat ini telah menjadi masalah kesehatan global. Selama kurun
BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. dipengaruhi epidemi ini ditinjau dari jumlah infeksi dan dampak yang
1 BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Epidemi Human immunodeficiency virus (HIV) / Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) merupakan krisis global dan tantangan yang berat bagi pembangunan
Studi kasus pada pasien di RSUP Dr. Kariadi Semarang JURNAL MEDIA MEDIKA MUDA
HUBUNGAN ANTARA STADIUM KLINIS, VIRAL LOAD DAN JUMLAH CD4 PADA PASIEN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)/ACQUIRED IMMUNO DEFICIENCY SYNDROME (AIDS) DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Studi kasus pada pasien
Cheaper HIV viral load in-house assay and simplified HIV Test Algorithm
Cheaper HIV viral load in-house assay and simplified HIV Test Algorithm Agnes R Indrati Clinical Pathology dept, Hasan Sadikin hospital/ University of Padjadjaran Bandung Diperesentasikan pada: 3 rd Bandung
ABSTRAK. Kata kunci: HIV-TB, CD4, Sputum BTA
ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi oportunistik yang paling sering dijumpai pada pasien HIV. Adanya hubungan yang kompleks antara HIV dan TB dapat meningkatkan mortalitas maupun morbiditas.
BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian
1 BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) semakin menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia.
ABSTRAK PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ANGKATAN 2010 TENTANG HIV/AIDS
ABSTRAK PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA ANGKATAN 2010 TENTANG HIV/AIDS Meta Adhitama, 2011 Pembimbing I : Donny Pangemanan, drg.,skm Pembimbing
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SPIRITUALITAS DENGAN TINGKAT KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HIV/AIDS DI YAYASAN SPIRIT PARAMACITTA DENPASAR
SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SPIRITUALITAS DENGAN TINGKAT KUALITAS HIDUP PADA PASIEN HIV/AIDS DI YAYASAN SPIRIT PARAMACITTA DENPASAR Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Keperawatan OLEH:
BAB IV METODE PENELITIAN. Infeksi dan Penyakit Tropis dan Mikrobiologi Klinik. RSUP Dr. Kariadi Semarang telah dilaksanakan mulai bulan Mei 2014
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Kesehatan Anak Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis dan Mikrobiologi Klinik. 4.2 Tempat dan waktu penelitian Pengambilan
BAB I PENDAHULUAN. Immunodeficiency Syndrome) merupakan salah satu penyakit infeksi yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome) merupakan salah satu penyakit infeksi yang mengancam jiwa sehingga sampai saat ini menjadi
BAB 1 PENDAHULUAN. Sel Cluster of differentiation 4 (CD4) adalah semacam sel darah putih
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Sel Cluster of differentiation 4 (CD4) adalah semacam sel darah putih atau limfosit. Sel tersebut adalah bagian terpenting dari sistem kekebalan tubuh, Sel ini juga
ABSTRAK. STUDI TATALAKSANA SKRINING HIV di PMI KOTA BANDUNG TAHUN 2007
vi ABSTRAK STUDI TATALAKSANA SKRINING HIV di PMI KOTA BANDUNG TAHUN 2007 Francine Anne Yosi, 2007; Pembimbing I: Freddy Tumewu Andries, dr., MS Pembimbing II: July Ivone, dr. AIDS (Acquired Immunodeficiency
BAB I PENDAHULUAN. menginfeksi sel-sel sistem kekebalan tubuh, menghancurkan atau merusak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan retrovirus yang menginfeksi sel-sel sistem kekebalan tubuh, menghancurkan atau merusak fungsi. Selama infeksi berlangsung,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah retrovirus yang dapat merusak sistem pertahanan tubuh manusia. Sejalan dengan berkembangnya proses infeksi, mekanisme pertahanan
Dampak Perpaduan Obat ARV pada Pasien HIV/AIDS ditinjau dari Kenaikan Jumlah Limfosit CD4 + di RSUD Dok II Kota Jayapura
PLASMA, Vol. 1, No. 2, 2015 : 53-58 Dampak Perpaduan Obat ARV pada Pasien HIV/AIDS ditinjau dari Kenaikan Jumlah Limfosit CD4 + di RSUD Dok II Kota Jayapura Comparison of the Efficacy of ARV Combination
LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 kedokteran umum
FAKTOR DETERMINAN PENINGKATAN BERAT BADAN DAN JUMLAH CD4 ANAK HIV/AIDS SETELAH ENAM BULAN TERAPI ANTIRETROVIRAL Penelitian Cohort retrospective terhadap Usia, Jenis kelamin, Stadium klinis, Lama terapi
KARYA TULIS ILMIAH PROFIL PASIEN HIV DENGAN TUBERKULOSIS YANG BEROBAT KE BALAI PENGOBATAN PARU PROVINSI (BP4), MEDAN DARI JULI 2011 HINGGA JUNI 2013
i KARYA TULIS ILMIAH PROFIL PASIEN HIV DENGAN TUBERKULOSIS YANG BEROBAT KE BALAI PENGOBATAN PARU PROVINSI (BP4), MEDAN DARI JULI 2011 HINGGA JUNI 2013 Oleh : YAATHAVI A/P PANDIARAJ 100100394 FAKULTAS KEDOKTERAN
Gambaran Validitas Indeks Mentzer dan Indeks Shine & Lal Pada Penderita β-thalassemia Mayor
Gambaran Validitas Indeks Mentzer dan Indeks Shine & Lal Pada Penderita β-thalassemia Mayor Nathanael Andry Mianto 1, Christine Sugiarto 2, Adrian Suhendra 2 1. Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen
PERBANDINGAN NILAI LOW-DENSITY LIPOPROTEIN CHOLESTEROL (LDL-C) INDIREK DENGAN DIREK PADA KADAR TRIGLISERIDA <200 mg/dl DAN ANTARA mg/dl
PERBANDINGAN NILAI LOW-DENSITY LIPOPROTEIN CHOLESTEROL () INDIREK DENGAN DIREK PADA KADAR TRIGLISERIDA
ABSTRAK. GAMBARAN VALIDITAS INDEKS MENTZER DAN INDEKS SHINE & LAL PADA PENDERITA β-thallassemia MAYOR
ABSTRAK GAMBARAN VALIDITAS INDEKS MENTZER DAN INDEKS SHINE & LAL PADA PENDERITA β-thallassemia MAYOR Nathanael Andry Mianto, 2013 Pembimbing : dr. Christine Sugiarto, Sp.PK, dr. Adrian Suhendra, Sp.PK,
PEMERIKSAAN LABORATORIUM INFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS PADA BAYI DAN ANAK
PEMERIKSAAN LABORATORIUM INFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS PADA BAYI DAN ANAK Endang Retnowati Departemen/Instalasi Patologi Klinik Tim Medik HIV FK Unair-RSUD Dr. Soetomo Surabaya, 15 16 Juli 2011
Sebagian besar anak dengan infeksi HIV
Artikel Asli Perbandingan Jumlah Limfosit Total pada Anak Gizi Buruk dengan Infeksi dan Tanpa Infeksi HIV Nur Aisiyah Widjaja, Dina Angelika, Siti Nurul Hidayati, Roedi Irawan Departemen Ilmu Kesehatan
BAB I PENDAHULUAN. Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan agen penyebab Acquired
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan agen penyebab Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) dan AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV. AIDS didefinisikan
HIV dengan anemia (Volberding, dkk., 2002; Volberding, dkk 2004). Anemia juga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infeksi oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan masalah di seluruh dunia termasuk Indonesia. Laporan UNAIDS tahun 2010 menyatakan bahwa walaupun secara global
BAB I PENDAHULUAN. Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan penyakit Acquired UKDW
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) semakin nyata menjadi masalah kesehatan utama di seluruh
BAB I PENDAHULUAN. Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan suatu sindroma/
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan suatu sindroma/ kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV), suatu retrovirus
I. PENDAHULUAN. imuno kompromis infeksius yang berbahaya, dikenal sejak tahun Pada
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan suatu penyakit imuno kompromis infeksius yang berbahaya, dikenal sejak tahun 1981. Pada tahun 1983, agen penyebab
BAB I PENDAHULUAN. Sumber: Kemenkes, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merupakan penyebab dari timbulnya Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), masih menjadi masalah kesehatan utama secara
BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Dalam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret Juni 2013 di RSUP. Dr.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Dalam 4.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret Juni 2013 di RSUP.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus ribonucleic acid (RNA) yang termasuk family retroviridae dan genus lentivirus yang menyebabkan penurunan imunitas tubuh.
ABSTRAK. Gea Nathali Halim, 2017, Pembimbing 1: Penny Setyawati M, Dr, SpPK, MKes Pembimbing 2: Yenni Limyati, Dr, SSn,SpKFR,MKes
ABSTRAK HUBUNGAN MIKROALBUMINURIA (MAU) DAN ESTIMATED GLOMERULAR FILTRATION RATE (egfr) SEBAGAI PREDIKTOR PENURUNAN FUNGSI GINJAL PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Gea Nathali Halim, 2017, Pembimbing 1:
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tersebut disebut AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). UNAIDS
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus atau HIV merupakan virus yang menyerang imunitas manusia. Kumpulan gejala penyakit yang muncul karena defisiensi imun tersebut disebut AIDS
BAB 3 KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS
16 BAB 3 KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS 3.1. Kerangka Teori Patogenesis Definisi Inflamasi KGB yang disebabkan oleh MTB Manifestasi Klinis a. keras, mobile, terpisah b. kenyal dan terfiksasi
BAB I. PENDAHULUAN. infeksi Human Immunodificiency Virus (HIV). HIV adalah suatu retrovirus yang
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang AIDS (Accquired Immunodeficiency Syndrom) adalah stadium akhir pada serangkaian abnormalitas imunologis dan klinis yang dikenal sebagai spektrum infeksi Human Immunodificiency
PERILAKU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UMUM TAHAP PROFESI DAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN TERHADAP HIV/AIDS DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO 1 Jennifer Lintang
HUBUNGAN ANTARA GLAUKOMA DENGAN DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
HUBUNGAN ANTARA GLAUKOMA DENGAN DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran Karla Kalua G0011124 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
DAFTAR PUSTAKA. Akinola NO, Olasode O, Adediran IA et al.the search for a predictor of CD4
DAFTAR PUSTAKA Akinola NO, Olasode O, Adediran IA et al.the search for a predictor of CD4 cell count continues: total lymphocyte count is not a substitute for CD4 cell count in the management of HIV Infected
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen P2PL) Kementerian Kesehatan RI (4),
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi dari virus HIV (Human Immunodeficiency
HUBUNGAN SKOR APRI DENGAN DERAJAT VARISES ESOFAGUS PASIEN SIROSIS HATI KARENA HEPATITIS B
HUBUNGAN SKOR APRI DENGAN DERAJAT VARISES ESOFAGUS PASIEN SIROSIS HATI KARENA HEPATITIS B SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran ELSY NASIHA ALKASINA G0014082 FAKULTAS KEDOKTERAN
ABSTRAK. UJI VALIDITAS INDEKS MENTZER SEBAGAI PREDIKTOR β-thalassemia MINOR DAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA POPULASI ANEMIA HIPOKROM MIKROSITER
ABSTRAK UJI VALIDITAS INDEKS MENTZER SEBAGAI PREDIKTOR β-thalassemia MINOR DAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA POPULASI ANEMIA HIPOKROM MIKROSITER Aisyah Mulqiah, 2016 Pembimbing I Pembimbing II : dr. Penny
STUDI PENATALAKSANAAN TERAPI PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KLINIK VCT RUMAH SAKIT KOTA MANADO ABSTRAK
STUDI PENATALAKSANAAN TERAPI PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KLINIK VCT RUMAH SAKIT KOTA MANADO Jef Gishard Kristo Kalalo, Heedy M. Tjitrosantoso, Lily Ranti-Goenawi Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Human immunodeficiency virus (HIV) adalah suatu jenis retrovirus yang memiliki envelope, yang mengandung RNA dan mengakibatkan gangguan sistem imun karena menginfeksi
LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti ujian hasil Karya Tulis Ilmiah mahasiswa program strata-1 kedokteran umum
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP HARAPAN HIDUP 5 TAHUN PASIEN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) / ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS) DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS
Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X
Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: 2460-657X Angka Kejadian Penyakit Kulit Primer dan Kaitannya dengan Hitung CD4 pada Penderita HIV/AIDS Baru di Klinik Teratai Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
27 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain Penelitian yang dipilih adalah rancangan studi potong lintang (Cross Sectional). Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap data
4.6 Instrumen Penelitian Cara Pengumpulan Data Pengolahan dan Analisis Data Etika Penelitian BAB V.
DAFTAR ISI SAMPUL DALAM... I LEMBAR PERSETUJUAN... II PENETAPAN PANITIA PENGUJI... III KATA PENGANTAR... IV PRASYARAT GELAR... V ABSTRAK... VI ABSTRACT... VII DAFTAR ISI... VIII DAFTAR TABEL... X Bab I.
BAB I PENDAHULUAN. Infeksi Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan salah satu. Penurunan imunitas seluler penderita HIV dikarenakan sasaran utama
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infeksi Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan salah satu infeksi yang perkembangannya terbesar di seluruh dunia, dalam dua puluh tahun terakhir diperkirakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tahun 2013 menjelaskan. HIV atau Human Immunodefisiensi Virus merupakan virus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tahun 2013 menjelaskan HIV atau Human Immunodefisiensi Virus merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Menurut Center
PENGESAHAN SKRIPSI. Hesthi Krisnawati, NIM: G , Tahun: 2016
PENGESAHAN SKRIPSI Skripsi dengan Judul: Hubungan Dukungan Keluarga dan Kualitas Pelayanan dengan Motivasi Kunjungan Pasien HIV/AIDS di Poli VCT RSUD dr. Moewardi Hesthi Krisnawati, NIM: G0013113, Tahun:
J. Teguh Widjaja 1, Hartini Tiono 2, Nadia Dara Ayundha 3 1 Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN BEROBAT PASIEN TB PARU DEWASA DI RS IMMANUEL BANDUNG DENGAN DOTS DAN RS MITRA IDAMAN BANJAR TANPA DOTS THE FACTORS RELATED TO TB ADULT PATIENT
ABSTRAK. GAMBARAN IgM, IgG, DAN NS-1 SEBAGAI PENANDA SEROLOGIS DIAGNOSIS INFEKSI VIRUS DENGUE DI RS IMMANUEL BANDUNG
ABSTRAK GAMBARAN IgM, IgG, DAN NS-1 SEBAGAI PENANDA SEROLOGIS DIAGNOSIS INFEKSI VIRUS DENGUE DI RS IMMANUEL BANDUNG Listiyani Halim, 2010, Pembimbing I : Lisawati Sadeli, dr., M.Kes Pembimbing II : Indahwaty,
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU KELOMPOK RISIKO TINGGI TENTANG HIV-AIDS DI KOTA BANDUNG PERIODE TAHUN 2014
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU KELOMPOK RISIKO TINGGI TENTANG HIV-AIDS DI KOTA BANDUNG PERIODE TAHUN 2014 RELATIONS BETWEEN KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND BEHAVIOR OF HIGH RISK GROUP TOWARDS HIV-AIDS
ABSTRAK GAMBARAN KASUS HIV/AIDS DENGAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN MERAUKE TAHUN 2011
ABSTRAK GAMBARAN KASUS HIV/AIDS DENGAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN MERAUKE TAHUN 2011 Widyannea. M., 2012, Pembimbing I : July Ivone, dr.,m.kk.,mpd.ked. Pembimbing II: Triswaty Wiyata, dr.,m.kes. Tuberkulosis
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus ribonucleic acid (RNA) yang termasuk family retroviridae dan genus lentivirus yang menyebabkan penurunan imunitas tubuh.
PERBEDAAN TITER TROMBOSIT DAN LEUKOSIT TERHADAP DERAJAT KLINIS PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) ANAK DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA SKRIPSI
PERBEDAAN TITER TROMBOSIT DAN LEUKOSIT TERHADAP DERAJAT KLINIS PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) ANAK DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Infeksi Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome atau yang kita kenal dengan HIV/AIDS saat ini merupakan global health issue. HIV/AIDS telah
BAB I PENDAHULUAN. tubuh manusia tersebut menjadi melemah. Pertahanan tubuh yang menurun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga menyebabkan sistem pertahanan tubuh manusia tersebut menjadi
Intisari. Kata kunci:kadar CD4, Infeksi Oportunistik dan HIV/AIDS
HUBUNGAN KADAR CD4 TERHADAP KEJADIAN INFEKSI OPORTUNISTIK PADA PENDERITA HIV/AIDS DI KLINIK MELATI RSUD DR. SOEDARSO KOTA PONTIANAK TAHUN 2013 Diana Natalia, 1 Wiwi E Susanti, 2 Afifah Mukarromah. 3 Intisari
ABSTRAK. UJI DIAGNOSTIK PEMERIKSAAN TUBEX-TF DAN WIDAL TERHADAP BAKU EMAS KULTUR Salmonella typhi PADA PENDERITA TERSANGKA DEMAM TIFOID
ABSTRAK UJI DIAGNOSTIK PEMERIKSAAN TUBEX-TF DAN WIDAL TERHADAP BAKU EMAS KULTUR Salmonella typhi PADA PENDERITA TERSANGKA DEMAM TIFOID Melisa, 2010, Pembimbing I : Penny S.M., dr., Sp.PK., M.Kes Pembimbing
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh kita. Tubuh memiliki kurang lebih 600 kelenjar getah bening, namun pada orang sehat yang normal
GAMBARAN PENULARAN DAN STIGMA PADA PEREMPUAN DENGAN
ABSTRAK GAMBARAN PENULARAN DAN STIGMA PADA PEREMPUAN DENGAN Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immune Deficiency Syndrome DI KLINIK SWASTA KHUSUS KOTA BANDUNG Ardi Soeharta Chandra, 2013 Pembimbing:
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Tropis. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Penyakit Dalam: Infeksi 4.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni
ABSTRAK PERBANDINGAN NILAI LOW-DENSITY LIPOPROTEIN CHOLESTEROL
ABSTRAK PERBANDINGAN NILAI LOW-DENSITY LIPOPROTEIN CHOLESTEROL (LDL-C) INDIREK DENGAN DIREK PADA KADAR TRIGLISERIDA
BAB I PENDAHULUAN. Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan sindrom
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan sindrom yang disebabkan oleh infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang ditandai dengan
BAB I PENDAHULUAN 1,2,3. 4 United Nations Programme on HIV/AIDS melaporkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi dari virus Human Immunodeficiency
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
HUBUNGAN MOTIVASI DAN PENGETAHUAN TENTANG TUBERKULOSIS PARU DENGAN KETAATAN PERIKSA DAHAK PENDERITA SUSPECT TUBERKULOSIS PARU (Di Puskesmas Trenggalek KabupatenTrenggalek) TESIS Disusun untuk Memenuhi
PERBEDAAN EKSPRESI VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR (VEGF) PADA RETINOBLASTOMA STADIUM KLINIS INTRAOKULAR DAN INVASI LOKAL.
i PERBEDAAN EKSPRESI VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR (VEGF) PADA RETINOBLASTOMA STADIUM KLINIS INTRAOKULAR DAN INVASI LOKAL Tesis Program Pendidikan Dokter Spesialis Bidang Studi Ilmu Kesehatan Mata
LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Diajukan sebagai syarat untuk mengikuti ujian hasil Karya Tulis Ilmiah mahasiswa program strata-1 kedokteran umum
HUBUNGAN ANTARA STADIUM KLINIS, VIRAL LOAD DAN JUMLAH CD4 PADA PASIEN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)/ACQUIRED IMMUNO DEFICIENCY SYNDROME (AIDS) DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS
LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 kedokteran umum
HUBUNGAN JENIS INFEKSI OPORTUNISTIK DENGAN MORTALITAS ANAK HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS/ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME Studi di RSUP Dr. Kariadi Semarang LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk
ABSTRAK UJI VALIDITAS HASIL PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN METODE TALLQVIST TERHADAP METODE FLOW CYTOMETRY
ABSTRAK UJI VALIDITAS HASIL PEMERIKSAAN KADAR HEMOGLOBIN METODE TALLQVIST TERHADAP METODE FLOW CYTOMETRY Rd. Nessya N. K., 2011 Pembimbing I : Adrian S., dr., Sp.PK., M.Kes Pembimbing II : Hartini T.,
BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit epidemik di
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit epidemik di dunia, dimana penderita HIV terbanyak berada di benua Afrika dan Asia. Menurut World Health Organization
ABSTRAK HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU KELOMPOK RISIKO TINGGI TENTANG HIV-AIDS DI KOTA BANDUNG PERIODE TAHUN 2014
ABSTRAK HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU KELOMPOK RISIKO TINGGI TENTANG HIV-AIDS DI KOTA BANDUNG PERIODE TAHUN 2014 Mia Maya Ulpha, 2014. Pembimbing I : Penny S. Martioso, dr., SpPK, M.Kes Pembimbing
The Relations of Knowledge and The Adherence to Use PPE in Medical Service Employees in PKU Muhammadiyah Gamping Hospital.
The Relations of Knowledge and The Adherence to Use PPE in Medical Service Employees in PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada
Gambaran Karakteristik Penderita Rawat Inap Karsinoma Serviks di RSUD Karawang Periode 1 Januari Desember 2011
Gambaran Karakteristik Penderita Rawat Inap Karsinoma Serviks di RSUD Karawang Periode Januari 0 3 Desember 0 Eveline Febrina, Dani.Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Bagian Ilmu
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS, 2013) melaporkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS, 2013) melaporkan bahwa terdapat negara dengan beban Human Immunodeficiency Virus (HIV) tertinggi dan kasus
BAB I PENDAHULUAN. menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama sel T CD-4
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama sel T CD-4 positif, makrofag, dan komponen komponen
Interpretasi dan Aspek Legalitas Hasil. Pemeriksaan Laboratorium pada HIV/AIDS
nterpretasi dan Aspek Legalitas Hasil Pemeriksaan Laboratorium pada HV/ADS Diajukan oleh: Agnes R ndrati Dept. Patologi Klinik, RS Hasan Sadikin/ FK Universitas Padjadjaran Bandung Pada Acara: Simposium
GAMBARAN PENDERITA DENGUE HAEMORRAGIC FEVER DI RUMAH SAKIT IMMANUEL JANUARI DESEMBER 2011
GAMBARAN PENDERITA DENGUE HAEMORRAGIC FEVER DI RUMAH SAKIT IMMANUEL JANUARI DESEMBER 2011 Rinaldy Alexander 1, July Ivone 2, Susy Tjahjani 3 1. Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha, Bandung
Perbedaan Kadar Hb Pra dan Post Hemodialisa pada Penderita Gagal Ginjal Kronis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Perbedaan Kadar Hb Pra dan Post Hemodialisa pada Penderita Gagal Ginjal Kronis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta The Difference of Hb Levels Pre and Post Hemodialysis in Chronic Renal Failure Patients
ABSTRAK KELAINAN SISTEM SARAF PUSAT PADA PASIEN HIV/AIDS YANG DIRAWAT INAP DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2007 DESEMBER 2008
ABSTRAK KELAINAN SISTEM SARAF PUSAT PADA PASIEN HIV/AIDS YANG DIRAWAT INAP DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI 2007 DESEMBER 2008 Fransiska, 2009 Pembimbing I : Hana Ratnawati, dr., M.Kes.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara di Asia dengan epidemi HIV (human immunodeficiancy virus) yang berkembang paling cepat menurut data UNAIDS (United Nations
BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kasus infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Peningkatan kasus infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) memerlukan deteksi cepat untuk kepentingan diagnosis dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
digilib.uns.ac.id BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan retrovirus RNA yang dapat menyebabkan penyakit klinis, yang kita kenal sebagai Acquired Immunodeficiency
BAB I PENDAHULUAN. bahkan negara lain. Saat ini tidak ada negara yang terbebas dari masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah HIV merupakan masalah kesehatan yang mengancam Indonesia bahkan negara lain. Saat ini tidak ada negara yang terbebas dari masalah HIV/AIDS dan menyebabkan
