LAPORAN PENELITIAN DOSEN PEMULA
|
|
|
- Agus Yohanes Hartono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Kode/Nama Rumpun Ilmu : 798 /Teknologi Pendidikan LAPORAN PENELITIAN DOSEN PEMULA PERAN MAHASISWA DAN PERAN TUTOR DALAM PELAKSANAAN TUTORIAL ONLINE MATA KULIAH TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN Dra. Susy Puspitasari Mailani Hamdani, S.E, M.Si UNIVERSITAS TERBUKA DESEMBER 2013
2 HALAMAN PENGESAHAN PENELITIAN DOSEN PEMULA Judul Penelitian : Peran Mahasiswa dan Peran Tutor dalam Pelaksanaan Tutorial Online Matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran Kode / Nama Rumpun Ilmu : 798 /Teknologi Pendidikan Ketua Peneliti : a Nama Lengkap : Susy Puspitasari b NIDN : c Jabatan Fungsional : Lektor d Program studi : Ilmu Pendidikan e Nomor HP : F Alamt Surel ( ) : [email protected] Anggota Peneliti : a Nama Lengkap : Mailani Hamdani b NIDN : c Perguruan Tinggi : Universitas Terbuka Biaya Penelitian : Rp ,- 2
3 Daftar Isi Halaman Lembar Pengesahan Daftar Isi Daftar Tabel Ringkasan 5 Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Bab II Tinjaua Pustaka 2.1 Tutorial Online Tutor Tutorial Online Peserta Tutorial Online (mahasiswa) Bab III Metode Penelitian 3.1 Metode Penelitian Defenisi Operasional Variabel Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian Jenis dan Sumber Data Populasi dan Sampel Penelitian Teknik Pengumpulan Data dan Pengolahan Data Penelitian Bab IV Hasil dan Pembahasan 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Hasil Analisis Bab V Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan Saran Daftar Pustaka Lampiran-lampiran 3
4 Daftar Tabel Tabel Nama Halaman 1 Penilaian Aktivitas Peserta Tuton 14 2 Operasional Variabel 17 3 Distribusi Sampel berdasarkan Jenjang Pendidikan 20 4 Distribusi Sampel berdasarkan Jenis Kelamin 20 5 Distribusi Sampel berdasarkan Pekerjaan 21 6 Distribusi Sampel berdasarkan Usia 21 7 Distribusi Sampel berdasarkan Penghasilan 22 8 Distribusi Sampel berdasarkan Domisili 22 9 Distribusi Sampel berdasarkan Keterjangkauan Jaringan Internet Tingkat Kesiapan Mahasiswa Mengikuti Tuton Tingkat Akses Tuton Tingkat Keaktifan Sebagai Peserta Tuton Tingkat Matakuliah yang Diambil Tingkat Biaya yang Dikeluarkan Tingkat Manfaat Tuton Tingkat Pemberian Materi oleh Tutor Tingkat Keaktifan Tutor Tingkat Ketepatan Waktu Tingkat Masalah/Kendala Pelaksanaan Tuton 28 4
5 Ringkasan : Penerapan e-learning di UT khususnya diaplikasikan dalam bentuk web-based supplement atau disebut dengan web-supplement, web-based tutorial yang dikenal dengan electronic tutorial atau tutorial elektronik/tuton (Belawati, 2003). Tutorial dilakukan untuk memicu dan memotivasi mahasiswa untuk menjadi peserta didik yang mandiri. Salah satu jenis tutorial yang dikembangkan UT saat ini adalah tutorial online (tuton). Layanan tutorial online merupakan layanan tambahan untuk membantu mahasiswa dalam proses belajar. Media utama dalam pelaksanaan tuton adalah komputer dengan jaringan internet. Dalam proses tutorial, peran tutor adalah sebagai fasilitator. Dalam penerapan tutorial online (tuton) di UT, diperlukan komitmen yang tinggi dari tutor. Tuton diasuh oleh tutor yang kompeten di bidangnya. Tutorial online ini memberikan sumbangan yang cukup penting bagi mahasiswa, baik dalam hal penambahan pengetahuan maupun dalam hal memberikan kontribusi nilai mata kuliah. Tutor harus menyiapkan materi yang akan disampaikan secara on-line yang dinamakan materi inisiasi, kemudian menyiapkan materi untuk diajukan dalam sesi diskusi. Selain itu, tutor juga harus selalu memberikan motivasi kepada mahasiswa yang mengikuti tutorial online agar aktif melakukan interaksi (dan diskusi) baik dengan tutor maupun dengan mahasiswa lain. Selanjutnya, tutor juga harus dapat melakukan evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan tuton yang telah dilakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hal-hal berikut: 1) Peran mahasiswa sebagai peserta tuton terhadap pelaksanaan tutorial online, 2) Peran tutor terhadap pelaksanaan tutorial online menurut peserta tuton, 3) Masalah/kendala yang dihadapi oleh mahasiswa dalam pelaksanaan Tuton Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran mahasiswa dalam persiapan sebelum mengikuti tuton, sebanyak 77,53% mengatakan bahwa mereka membaca modul terlebih dahulu sebelum mengikuti tuton. Dalam mengakses tuton, sebanyak 35,96 % mahasiswa melakukannya seminggu sekali dan sebanyak 47,19% mahasiswa melakukan akses tuton di rumah. Sebanyak 93,26% mahasiswa aktif dalam mengikuti forum diskusi dan 95,51% aktif dalam mengerjakan dan mengirimkan tugas. Rata-rata dalam satu semester mahasiswa mengambil 7-10 matakuliah tuton (35,96%). Tingkat biaya yang dikeluarkan oleh mahasiswa diatas Rp ,-/semester (64,04%). Mahasiswa sebanyak 97,75% berpendapat bahwa tuton yang mereka ikuti bermanfaat dalam membantu persiapan UAS dan sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan. Peran tutor dalam memberikan materi inisiasi, menurut para mahasiswa sebanyak 60,67%, materi yang diberikan memotivasi mereka untuk belajar. Sebanyak 70,79% mahasiswa juga menyatakan bahwa tutor aktif dalam memberikan sapaan dan sebanyak 92,13% mahasiswa menyatakan bahwa tutor juga aktif dalam memberikan pertanyaan. Dalam hal ketepatan waktu, sebanyak 61,80% mahasiswa menyatakan bahwa tutor tepat waktu dalam mengupload inisiasi dan sebanyak 80,90% mahasiswa menyatakan tutor tepat waktu dalam memberikan pertanyaan diskusi. Masalah/kendala yang dihadapi oleh mahasiswa, sebanyak 65,96% mahasiswa menyatakan bahwa materi yang diberikan oleh tutor sama dengan di modul. 5
6 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology, ICT) memungkinkan adanya penggunaan media elektronik seperti komputer dalam menyebarkan informasi. Dalam bidang pendidikan, perkembangan ICT ini memicu berkembangnya sebuah konsep pembelajaran dengan menggunakan ICT, khususnya menggunakan media berbasis internet yang dikenal dengan istilah e-learning, atau on-line learning, virtual classroom, dan virtual learning. E-learning dapat diterapkan pada proses pembelajaran di institusi pendidikan yang menerapkan sistem pembelajaran tatap muka, pada institusi pendidikan yang menerapkan pembelajaran jarak jauh, maupun pada institusi yang menerapkan dual modes. Universitas Terbuka (UT) yang merupakan institusi pendidikan tinggi yang menerapkan sistem belajar jarak jauh telah mengembangkan berbagai macam media pembelajaran untuk memberikan kemudahan belajar bagi mahasiswa. Pengembangan e- learning di UT memiliki beberapa tujuan diantaranya untuk meningkatkan penguasaan mahasiswa terhadap materi belajar, meningkatkan interaksi antara mahasiswa dengan dosen (tutor), dan interaksi antarmahasiswa (Belawati, 2003). Penerapan e-learning di UT khususnya diaplikasikan dalam bentuk web-based supplement atau disebut dengan websupplement, web-based tutorial yang dikenal dengan electronic tutorial atau tutorial elektronik/tuton (Belawati, 2003). Dalam sistem pendidikan jarak jauh, mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial ( Dalam mengikuti proses belajar, tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar, terlebih bagi mahasiswa yang mengikuti pembelajaran pada pendidikan tinggi jarak jauh. Robinson dan Tresman (Perinbam dan Dhanarajan, 2004:115) mengidentifikasi tiga masalah yang dialami mahasiswa pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan sistem belajar jarak 6
7 jauh, yaitu kesulitan belajar dan study, masalah interaksi, dan masalah personal mahasiswa. Dengan demikian, mereka membutuhkan layanan tutorial. Tutorial dilakukan untuk memicu dan memotivasi mahasiswa untuk menjadi peserta didik yang mandiri. Salah satu jenis tutorial yang dikembangkan UT saat ini adalah tutorial online (tuton). Layanan tutorial online merupakan layanan tambahan untuk membantu mahasiswa dalam proses belajar. Media utama dalam pelaksanaan tuton adalah komputer dengan jaringan internet. Menurut Susanti (2007), saat ini media telekomunikasi menjadi penting kehadiran dan pemanfaatannya dalam proses pembelajaran jarak jauh. Mahasiswa tidak diwajibkan untuk mengikuti tutorial online. Walaupun demikian, jika mahasiswa mengikuti tuton dan aktif didalamnya maka akan mendapatkan kontribusi nilai terhadap nilai akhir mahasiswa. Dalam proses tutorial, peran tutor adalah sebagai fasilitator. Dalam penerapan tutorial online (tuton) di UT, diperlukan komitmen yang tinggi dari tutor. Tuton diasuh oleh tutor yang kompeten di bidangnya. Tutorial online ini memberikan sumbangan yang cukup penting bagi mahasiswa, baik dalam hal penambahan pengetahuan maupun dalam hal memberikan kontribusi nilai mata kuliah. Tutor harus menyiapkan materi yang akan disampaikan secara on-line yang dinamakan materi inisiasi, kemudian menyiapkan materi untuk diajukan dalam sesi diskusi. Selain itu, tutor juga harus selalu memberikan motivasi kepada mahasiswa yang mengikuti tutorial online agar aktif melakukan interaksi (dan diskusi) baik dengan tutor maupun dengan mahasiswa lain. Selanjutnya, tutor juga harus dapat melakukan evaluasi terhadap keseluruhan kegiatan tuton yang telah dilakukannya. Dalam pendidikan jarak jauh terdapat potensi untuk meningkatkan interaksi mahasiswa dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik kepada mahasiswa. Kelebihan pendidikan online ini seharusnya dijadikan unggulan program pendidikan jarak jauh dan menepis anggapan sebagian orang bahwa interaksi mahasiswa dengan tutor online sangat minimal dan interaksi mahasiswa tidak menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, sangat penting untuk membekali tutor online dengan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai untuk mendorong dan memfasilitasi interaksi mahasiswa, serta menggunakan teknologi informasi dengan benar. Selain tutor, mahasiswa juga memegang peranan penting dalam keberhasilan e- learning. Mahasiswa harus memiliki motivasi dan persepsi yang baik terhadap tutorial 7
8 online. Mereka harus dapat mengubah cara pandang dari konsep pembelajaran tatap muka menjadi mahasiswa yang aktif dalam e-learning. Bagaimana persepsi mahasiswa terhadap e-learning, khususnya tuton, akan sangat mempengaruhi keaktifan proses pembelajarannya. Selain itu, bagaimana mahasiswa dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi untuk kepentingan dirinya juga akan mempengaruhi keberhasilan dirinya dalam memperoleh pengetahuan. Menurut Rakhmat (2000), persepsi merupakan pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi memberikan makna pada rangsangan inderawi. Menafsirkan makna informasi inderawi tidak hanya melibatkan sensasi tetapi juga atensi (perhatian), ekspektasi (harapan), motivasi dan memori. Persepsi, seperti juga sensasi, ditentukan oleh faktor personal dan situasional. Permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran online seperti pengalaman dari University of the Philippines Open University (Bandalaria, 2003) menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi tiga jenis masalah saat mereka berpartisipasi dalam tutorial online, yaitu masalah dispositional, circumstantial, dan technical. Masalah dispositional merujuk ke masalah pribadi mahasiswa seperti sikap, keyakinan, dan gaya belajar. Masalah circumstantial merujuk pada masalah yang terkait kondisi lokasi geografis dan penyediaan waktu. Masalah technical mengacu pada masalah yang terkait perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan dalam proses tutorial online. UT saat ini telah menyediakan lebih dari 100 mata kuliah dalam bentuk tuton. Namun kenyataannya, keikutsertaan mahasiswa dalam tuton masih sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang mendaftar, padahal kontribusi nilai tuton terhadap nilai akhir adalah sebesar 30%. Peran tutorpun masih perlu ditingkatkan lagi sejalan dengan hasil penelitian Darmayanti, 2002, yang menemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan tutorial online sebagai berikut: 1. Ada dosen/tutor yang karena kesibukannya tidak dapat melakukan akses internet setiap hari 2. Ada masalah teknis yang dihadapi mahasiswa, seperti mahasiswa belum mengerti bagaimana melakukan akses tutorial online meskipun UT telah melakukan sosialisasi secara terus-menerus. 8
9 3. Ada masalah dalam pemilihan mata kuliah yang akan ditutorkan karena ada beberapa mata kuliah yang masuk kategori sulit untuk ditutorialkan secara online. Sama halnya dengan tutor, mahasiswapun dituntut untuk memiliki kemampuan khusus agar dapat mengikuti tutorial online dengan baik. Penelitian yang dilakukan di the University Tun Abdul Razak, Malaysia, telah menegaskan bahwa salah satu aspek yang paling penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk belajar secara online adalah kemampuan dalam menggunakan komputer secara mahir, khususnya dalam menggunakan berbagai aplikasi komputer untuk menunjang proses belajar mereka (Silong, Ibrahim, & Samah, 2001). Yuliana dan Winata (2009) mendapati dari hasil penelitiannya bahwa sebagian besar mahasiswa di UPBJJ-UT Jakarta dan UPBJJ-UT Ternate mempunyai persepsi yang tinggi terhadap pertanyaan tuton, tetapi partisipasi mereka dalam menjawab pertanyaan tuton masih perlu ditingkatkan. Hal ini disebabkan mereka masih kesulitan dalam memanfaatkan jaringan internet. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan masih rendahnya tingkat aksesibilitas mahasiswa terhadap tutorial elektronik, UT sebagai institusi pendidikan jarak jauh terus mengembangkan dan meningkatkan berbagai layanan bantuan belajar kepada mahasiswa agar tujuan mahasiswa dapat tercapai. Dengan penentuan kontribusi nilai tuton sebesar 30% terhadap nilai akhir mata kuliah, diharapkan mahasiswa akan lebih termotivasi untuk mengikuti tutorial online yang disediakan. Penelitian ini akan melihat persepsi mahasiswa tentang peran mahasiswa sebagai peserta tutorial online dan peran tutor dalam pelaksanaan tutorial online Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang, maka masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan secara rinci dan terbatas sebagai berikut: 1. Bagaimana peran mahasiswa sebagai peserta tutorial online terhadap pelaksanaan tutorial online? 2. Bagaimana peran tutor tutorial online terhadap pelaksanaan tutorial online menurut mahasiswa? 3. Bagaimana persepsi mahasiswa tentang masalah/kendala yang dihadapi selama pelaksanaan tutorial onnline? 9
10 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang akurat mengenai peran peserta tuton dan tutor terhadap pelaksanaan tutorial online. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hal-hal berikut: 1. Peran mahasiswa sebagai peserta tuton terhadap pelaksanaan tutorial online 2. Peran tutor terhadap pelaksanaan tutorial online menurut peserta tuton 3. Masalah/kendala yang dihadapi oleh mahasiswa dalam pelaksanaan Tuton 1.4. Manfaat Penelitian Penelitian tentang peran mahasiswa dan peran tutor dalam pelaksanaan tutorial online, diharapkan dapat memberikan manfaat untuk hal-hal berikut: 1. Memberikan alternatif peningkatan kualitas dan peran tutor online agar pelaksanaan tuton menjadi lebih terarah dalam memfasilitasi pembelajaran jarak jauh dan meningkatkan interaksi mahasiswa. 2. Mendapatkan masukan tentang peran tutor dalam tuton dari persepsi mahasiwa sehingga diharapkan proses pembelajaran tuton menjadi lebih diminati dan meningkat dari sissi akses mahasiswa. 10
11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tutorial Online Tutorial Online atau yang sering disebut dengan istilah e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. Dalam berbagai literature, e-learning didefinisikan sebagai berikut: E-Learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courser (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002). Dengan demikian maka e-learning atau pembelajaran melalui online adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelit atau computer. Karakteristik e-learning ini antara lain adalah : Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana terjadi komunikasi dengan relatif mudah antara guru dengan siswanya. Memanfaatkan keunggulan komputer Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan. Pemanfaatan e-learning tidak terlepas dari jasa internet. Karena teknik pembelajaran yang tersedia di Internet begitu lengkap, maka hal ini akan mempengaruhi terhadap tugas guru/tutor dalam proses pembelajaran. Di Universitas Terbuka sendiri, E-learning dikenal dengan tutorial online. Tutorial ini ditujukan bagi mahasiswa UT yang memiliki akses ke internet melalui sarana pribadi maupun sarana umum seperti warung internet, warposnet atau warintek. Dengan adanya tutorial online, dimungkinkan adanya komunikasi dua arah dalam pendidikan jarak jauh yang menyebabkan bahan ajar yang diberikan terasa lebih manusiawi (Suparman, 2004). 11
12 Tutorial online diselenggarakan sebanyak 8 (delapan) kali pertemuan, yaitu selama 8 minggu yang dimulai dari penutupan registrasi sampai dengan menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) Tutor Tutorial Online Istilah tutor lazim digunakan dalam pendidikan formal maupun non formal. Dalam pendidikan formal, istilah tutor menunjuk pada seseorang yang memberikan bantuan dan bimbingan belajar secara individu maupun kelompok dalam kegiatan tutorial (Tim Pengembang PATUT, 1994:1). Dalam pendidikan non formal, istilah tutor menunjuk pada penanggung jawab dan nara sumber, seperti yang tertuang di dalam PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 30 ayat 7, yang menyatakan Pendidik pada satuan pendidikan Paket A, Paket B, dan Paket C terdiri atas tutor penanggungjawab kelas, tutor penanggungjawab mata pelajaran, dan nara sumber teknis yang penugasannya ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan. Dalam konteks tutorial, status dan peranan tutor sangat penting. Tugas dan tanggung jawab tutor adalah memberikan bantuan belajar kepada peserta didik dalam proses pembelajaran mandiri atau proses pembelajaran dalam kelompok pada satuan pendidikan jalur formal dan nonformal (Pasal 4 ayat 7 PP No. Th tentang Pendidik dan Tenaga Kependidikan); sedangkan menurut Perinbam dan Gajaraj (2004: ) kewajiban atau tugas pokok tutor pada tutorial tatap muka adalah (1) Mengelola belajar mahasiswa; (2) Melaksanakan tugas-tugas tutorial yang mencakup: (a) Memberikan advice bahan-bahan belajar yang sesuai; (b) Menjawab pertanyaan materi bahan ajar yang relevan; (c) memberikan komentar pada setiap tugas paper; (d) melakukan tutorial secara tatap muka; dan (e) membuat catatan kemajuan belajar mahasiswa. Penelitian lain lebih terfokus pada model yang dominan dari pendidikan jarak jauh, yaitu belajar online. Goodyear dkk mengajukan delapan peran yang terlibat di dalam pengajaran on line: 1. Fasilitator Proses, bertugas memfasilitasi aktivitas-aktivitas online yang mendukung belajar para pembelajar 2. Advisor/kounselor, bekerja secara individual atau pribadi dengan pembelajar, menawarkan saran-saran atau bimbingan untuk membantu pembelajar dalam menyelesaikan pelajaran 12
13 3. Asesor bertugas menilai, memberi umpan balik, dan memvalidasi pekerjaan pembelajar. 4. Peneliti, bertugas menghasilkan pengetahuan-pengetahuan baru yang relevan dengan materi pelajaran yang diajarkan. 5. Fasilitator Materi, bertugas memfasilitasi tumbuhnya pemahaman pembelajar terhadap materi pelajaran.. 6. Ahli Teknologi, bertugas membuat atau menolong pembelajar memilih teknologi yang dapat meningkatkan lingkungan belajar bagi pembelajar. 7. Ahli Disain, bertugas mendisain tugas belajar yang berlaku umum. 8. Manajer/Ahli Administrasi, bertugas yang berhubungan dengan registrasi pembelajar, keamanan, dan penyimpanan catatan-catatan belajar. Goodyear dkk. menyebutkan bahwa peran dari fasilitator proses dibandingkan dengan fasilitator materi dapat diungkapkan dalam enam bagian tugas berikut. 1. Mengucapkan Selamat Datang 2. Menetapkan aturan kelompok 3. Menciptakan Komunitas 4. Mengelola Komunikasi 5. Menjadi contoh perilaku sosial 6. Menetapkan identitas diri Dalam tutorial online yang dilaksanakan oleh Universitas Terbuka, tutor memiliki tugas pokok sebagai berikut : 1. Mengembangkan RAT dan SAT matakuliah yang ditutonkan 2. Mengembangkan/merevisi 8 materi inisiasi dan 3 tugas dengan mengacu pada Buku Materi Pokok (BMP) matakuliah yang ditutorialkan. 3. Materi yang di-upload di-link dengan sumber-sumber pembelajaran yang lain seperti link kepada Latihan Mandiri, Web Suplemen, dan Kit tutorial, sedangkan tugas tuton dapat berupa pertanyaan, studi kasus, atau lainnya yang dikembangkan dari materi inisiasi. 4. Meng-upload materi inisiasi dan tugas ke website UT sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. 13
14 5. Pada setiap materi inisiasi diwajibkan membuat forum diskusi dan mengadakan diskusi (dapat berupa Tanya jawab atau penambahan materi pengayaan) dengan mahasiswa. 6. Wajib memberi tanggapan atas pertanyaan atau pernyataan mahasiswa di forum diskusi (paling lambat 3 hari setelah ada pertanyaan mahasiswa) 7. Wajib membuka tuton setiap hari (ada atau tidak ada mahasiswa yang merespon) 8. Memeriksa dan menilai tugas-tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa 9. Melakukan penilaian terhadap aktivitas peserta dengan skala penilaian antara 0-100, dengan ketentuan pembobotan sebagai berikut. Tabel 1 Penilaian Aktivitas Peserta Tuton Komponen Bobot % Partisipasi pasif 20% Partisipasi aktif 30% Tugas 1,2 dan 3 50% Keterangan: Pasif : jika mahasiswa hanya membaca inisiasi, tidak memberi tanggapan, komentar atau pertanyaan. Aktif : jika mahasiswa mengajukan pertanyaan, komentar, tanggapan atas pertanyaan tutor dan/atau mahasiswa lain. Tugas : jika mahasiswa mengerjakan tugas 10. Meng-entry nilai tuton secara online pada menu Nilai Akhir Tuton sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan (paling lambat 3 minggu setelah akhir kegiatan tuton/setelah minggu ke delapan materi inisiasi) 11. Menyerahkan laporan kegiatan tuton kepada Pembantu Dekan III masing-masing Tutor dikatakan aktif jika melakukan aktivitas: - merevisi materi setiap awal tahun - membuat forum diskusi (satu forum diskusi setiap minggu) - aktif menjawab/menanggapi pertanyaan mahasiswa - membuat link materi atau tugas dengan sumber belajar yang lain 14
15 2.3. Peserta Tutorial Online (mahasiswa) Semua mahasiswa UT dapat menjadi peserta tutorial online selama matakuliah yang diregistrasi, ditawarkan dalam tutorial online. Mahasiswa dapat mengikuti satu atau beberapa jenis tutorial yang ditawarkan oleh UT. Selain itu mahasiswa dapat mengikuti satu, beberapa atau semua matakuliah tutorial online yang ia perlukan selama matakuliah tersebut ditawarkan. Setiap peserta tutorial akan mempunyai identitas dan kata sandi setelah mereka mengisi formulir Aktivasi Tutorial Online dan mengirimkannya kembali. Dalam pelaksanaan tutorial online, peserta/mahasiswa diharapkan aktif mengikuti tutorial online. Peserta dikatakan aktif jika mengajukan pertanyaan, komentar, tanggapan atas pertanyaan tutor dan/atau mahasiswa lain. Mahasiswa juga diwajibkan mengerjakan dan mengirimkan tugas yang diberikan oleh tutor. Dengan mengikuti tuton, mahasiswa diharapkan dapat mencapai tujuan belajarnya dan memperoleh hasil belajar yang diinginkan. Hasil belajar adalah kemampuankemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2004 : 22). Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (Sudjana, 1989 : 39). Faktor dari dalam diri siswa adalah kemampuan personal dalam dirinya, sedangkan faktor dari luar adalah faktor lingkungan. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar juga adalah kualitas proses pembelajaran. 15
16 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari fenomena yang terjadi dimasa sekarang. Pendapat ini sesuai yang dikemukakan Syaodih (2007: 72). Ciri-ciri metode deskriptif menurut Surakhmad (1998: 140), yaitu: 1. Memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa sekarang dan masalah-masalah aktual. 2. Data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisa, karena itu metode ini sering juga disebut metode analisis. 3.2 Defenisi Operasional Variabel Tutor adalah seseorang yang memberikan bantuan dan bimbingan belajar secara individu maupun kelompok dalam kegiatan tutorial. Tugas dan tanggung jawab tutor adalah memberikan bantuan belajar kepada peserta didik dalam proses pembelajaran mandiri atau proses pembelajaran dalam kelompok pada satuan pendidikan jalur formal dan nonformal (Pasal 4 ayat 7 PP No. Th tentang Pendidik dan Tenaga Kependidikan); sedangkan menurut Perinbam dan Gajaraj (2004: ) kewajiban atau tugas pokok tutor pada tutorial tatap muka adalah (1) Mengelola belajar mahasiswa; (2) Melaksanakan tugas-tugas tutorial yang mencakup: (a) Memberikan advice bahan-bahan belajar yang sesuai; (b) Menjawab pertanyaan materi bahan ajar yang relevan; (c) memberikan komentar pada setiap tugas paper; (d) melakukan tutorial secara tatap muka; dan (e) membuat catatan kemajuan belajar mahasiswa. Peserta tuton adalah semua mahasiswa UT, dapat menjadi peserta tutorial online selama matakuliah yang diregistrasi, ditawarkan dalam tutorial online. Mahasiswa dapat mengikuti satu atau beberapa jenis tutorial yang ditawarkan oleh UT. Selain itu mahasiswa dapat mengikuti satu, beberapa atau semua matakuliah tutorial online yang ia perlukan selama matakuliah tersebut ditawarkan. Setiap peserta tutorial akan mempunyai identitas dan kata sandi setelah mereka mengisi formulir Aktivasi Tutorial Online dan mengirimkannya kembali. Operasional variabel tersusun dalam tabel dibawah ini : 16
17 Tabel 2 Operasional Variabel NO VARIABEL INDIKATOR Kesiapan mengikuti tuton Akses tuton 1 Peran mahasiswa Keaktifan sebagai peserta (peserta tuton) Banyaknya matakuliah Biaya Manfaat tuton 2 Peran tutor Pemberian materi Keaktifan tutor Ketepatan waktu 3.3. Penentuan Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini mengenai potret peran tutor dan mahasiswa dalam pelaksanaan tutorial online yang dilaksanakan di Universitas Terbuka (UT) dengan alamat Jalan Cabe Raya Pondok Cabe Tangerang Selatan Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret- Desember Jenis dan Sumber Data Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari objek penelitian dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner). Data sekunder diperoleh dari tinjauan kepustakaan maupun literatur-literatur terkait yang diperlukan untuk menunjang penelitian ini Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono 2008). Dalam penelitian ini populasi adalah seluruh peserta tutorial online matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) tahun sejumlah 176 mahasiswa Sampel Penelitian Dalam menentukan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Slovin (1960) dengan formula: 17
18 N = n/n(d) n = sampel; N = populasi; d = nilai presisi Hasil perhitungan Rumus Slovin dengan nilai kesalahan sampel 7,5% menghasilkan ukuran sampel 89 orang. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut: N = 176/176(0,075) = 88,44 dibulatkan menjadi 89 orang 3.6. Teknik Pengumpulan Data dan Pengolahan Data Penelitian Menurut Sugiyono (2009: 308), teknik pengumpulan data merupakan Langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan gabungan keempatnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang dibagikan kepada responden. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data primer guna menguji fakta, persepsi dan sikap responden mengenai bagaimana peran tutor dan mahasiswa dalam pelaksanaan tutorial online. Kuesioner ini berisi pertanyaan-pertanyaan terbuka dan tertutup yang jawabannya sudah ditentukan terlebih dahulu sehingga responden hanya memilih alternatif jawaban yang tersedia Menurut Sugiyono (2009: 199), Angket merupakan Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dalam penelitian ini angket dimaksudkan untuk memperoleh data mengenai peran mahasiswa dan tutor dalam pelaksanaan tutorial online menurut persepsi mahasiswa. Teknik pengolahan data penelitian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: 1. Persiapan Pengumpulan data a. Menyusun Instrumen Penelitian Data yang diperlukan penulis tentang peran mahasiswa dan tutor dalam pelaksanaan tutorial online sebagai responden penelitian diperoleh dari peserta tutorial online matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) tahun Data mengenai aspek kognitif diperoleh dengan menjawab pertanyaan berupa angket. 18
19 b. Penyebaran Instrumen Penelitian Penyebaran instrumen penelitian dilakukan penulis dengan cara mengirimkan kuesioner melalui ke alamat masing-masing responden. 2. Pengolahan Data Penelitian Data diolah berdasarkan angket atau kuesioner yang disebar dan dijawab oleh peserta tutorial online sebagai responden. Langkah-langkah Pengolahan data yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Mendata jumlah peserta tutorial online matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) tahun b. Mengecek jumlah lembaran jawaban angket c. Memeriksa kebenaran angket d. Memeriksa kelengkapan angket e. Menghitung jawaban angket f. Tabulasi data hasil angket Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan presentase yang bertujuan untuk melihat perbandingan besar kecilnya frekuensi jawaban angket yang diberikan responden. Rumus ini mengacu pada pendapat M. Ali (1998: 184), sebagai berikut: Keterangan: P : Persentase (jumlah responden yang dicari) f : Frekuensi jawaban responden n: Jumlah responden 100% : Bilangan tetap 19
20 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian Sampel dalam penelitian ini merupakan peserta tutorial online matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) tahun Jumlah pengamatan adalah sebanyak 89 mahasiswa Distribusi Sampel Berdasarkan Jenis Kelamin dibawah ini : Distribusi sampel yang berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 3 Tabel 3 Distribusi Sampel berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%) 1 Laki-laki 40 44,94 2 Perempuan 49 55,06 Total Sumber : Hasil Analisis Data Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa mayoritas sampel yang tergabung dalam peserta tuton matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) tahun memiliki jenis kelamin Perempuan sebanyak 49 mahasiswa (55,06%) Distribusi Sampel Berdasarkan Jenjang Pendidikan dibawah ini : Distribusi sampel yang berdasarkan jenjang pendidikan dapat dilihat pada tabel 4 Tabel 4 Distribusi Sampel berdasarkan Jenis Kelamin No Jenjang Pendidikan Jumlah Persentase (%) 1 SLTA 59 55,29 2 D ,21 3 S1 1 1,12 4 S Tidak Menjawab Total Sumber : Hasil Analisis Data 20
21 Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa mayoritas sampel yang tergabung dalam peserta tuton matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) tahun memiliki jenjang pendidikan terakhir SLTA sebanyak 59 mahasiswa (55,29%) Distribusi Sampel Berdasarkan Status Pekerjaan dibawah ini : Distribusi sampel yang berdasarkan status pekerjaan dapat dilihat pada tabel 5 Tabel 5 Distribusi Sampel berdasarkan Jenis Pekerjaan No Status Pekerjaan Jumlah Persentase (%) 1 PNS 18 20,22 2 Swasta 39 43,82 3 Wirausaha 1 1,12 4 Lain-Lain 27 30,34 5 Belum bekerja 4 4,49 6 Rumah Tangga 0 0 Total Sumber : Hasil Analisis Data Dari tabel 5 dapat dilihat bahwa mayoritas sampel yang tergabung dalam peserta tuton matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) tahun sebagai pekerja swasta atau tepatnya Guru-guru di sekolah swasta sebanyak 39 mahasiswa (43,82%) Distribusi Sampel Berdasarkan Usia Distribusi sampel yang berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel 6 dibawah ini : Tabel 6 Distribusi Sampel berdasarkan Usia No Usia Jumlah Persentase (%) 1 Kurang dari 20 tahun tahun 53 59, tahun 30 33,71 4 Diatas 40 tahun 6 6,74 Total Sumber : Hasil Analisis Data Dari tabel 6 dapat dilihat bahwa mayoritas sampel yang tergabung dalam peserta tuton matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) tahun berusia diantara tahun sebanyak 53 mahasiswa (59,55%). 21
22 Distribusi Sampel Berdasarkan Penghasilan ini : Distribusi sampel yang berdasarkan penghasilan dapat dilihat pada tabel 7 dibawah Tabel 7 Distribusi Sampel berdasarkan Penghasilan No Penghasilan Jumlah Persentase (%) 1 < Rp ,20 2 Rp < Rp ,09 3 Rp < Rp ,47 4 Rp < Rp ,62 5 Rp Total Sumber : Hasil Analisis Data Dari tabel 7 dapat dilihat bahwa mayoritas sampel yang tergabung dalam peserta tuton matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) tahun memiliki penghasilan dibawah Rp ,- sebanyak 34 mahasiswa (38,20%) Distribusi Sampel Berdasarkan Domisili Distribusi sampel yang berdasarkan domisili dapat dilihat pada tabel 8 dibawah ini: Tabel 8 Distribusi Sampel berdasarkan Domisili No Domisili Jumlah Persentase (%) 1 Kota 59 66,29 2 Desa 30 33,71 Total Sumber : Hasil Analisis Data Dari tabel 8 dapat dilihat bahwa mayoritas sampel yang tergabung dalam peserta tuton matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) tahun berdomisili di kota sebanyak 59 mahasiswa (66,29%) Distribusi Sampel Berdasarkan Keterjangkauan Jaringan Internet Distribusi sampel yang berdasarkan keterjangkauan jaringan internet dapat dilihat pada tabel 9 dibawah ini: 22
23 Tabel 9 Distribusi Sampel berdasarkan Keterjangkauan Jaringan Internet No Keterjangkauan jaringan internet Jumlah Persentase (%) 1 Cepat 32 35,96 2 Sedang 48 53,93 3 Lambat 9 10,11 Total Sumber : Hasil Analisis Data Dari tabel 9 dapat dilihat bahwa mayoritas sampel yang tergabung dalam peserta tuton matakuliah Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK 4004) tahun memiliki keterjangkauan jaringan internet yang sedang di daerahnya yaitu sebanyak 48 mahasiswa (53,93%) Hasil Analisis Peran Mahasiswa terhadap Pelaksanaan Tuton Kesiapan Mengikuti Tutorial Online Salah satu indikator untuk mengukur peran mahasiswa dalam pelaksanaan Tuton adalah kesiapan mahasiswa dalam mengikuti Tuton. Kesiapan mahasiswa dalam mengikuti tuton, dapat dilihat dari apakah mahasiswa sudah membaca Modul terlebih dahulu sebelum mengikuti Tuton. Secara lengkap, tingkat kesiapan mahasiswa dalam mengikuti Tuton disajikan pada tabel 10 berikut ini: Tabel 10 Tingkat Kesiapan Mahasiswa Mengikuti Tuton Membaca Modul/BMP Frekuensi Persentase (%) Ya 69 77,53 Tidak 20 22,47 Tidak Menjawab Sebagian besar mahasiswa (77,53 %) mengatakan bahwa mereka membaca terlebih dahulu modul yang akan menjadi bahan tuton. Hal ini dilakukan karena dengan membaca modul terlebih dahulu sebelum membaca inisiasi tuton akan membuat mahasiswa menjadi lebih memahami materi sehingga mahasiswa akan lebih mudah mencapai tujuan pembelajaran. 23
24 Akses Tutorial Online Dalam mengukur akses tuton, indikator yang digunakan adalah berapa kali mahasiswa mengakses Tuton dan dari mana mahasiswa mengakses program tuton. Secara lengkap, tingkat akses tutorial online oleh mahasiswa disajikan pada tabel 11 berikut ini: Tabel 11 Tingkat Akses Tutorial Online Berapa kali akses Frekuensi Persentase (%) Setiap hari 23 25,84 Dua hari sekali 15 16,85 Tiga hari sekali 14 15,73 Seminggu sekali 32 35,96 Tidak pernah 2 2,25 Tidak menjawab 3 3, Lokasi akses Frekuensi Persentase (%) Rumah 47 47,19 Kantor 16 17,98 Warnet 26 29,21 Tidak menjawab 5 5, Sebagian besar mahasiswa (35,96 %) mengatakan bahwa mereka mengakses tuton seminggu sekali. Hal ini dilakukan karena pada umumnya mahasiswa baru mengakses tuton sesuai dengan jadwal upload inisiasi oleh tutor yaitu seminggu sekali. Selain itu juga mahasiswa UT sebagian besar sudah bekerja sehingga dapat dikatakan tidak memiliki waktu yang cukup luang untuk sering mengakses tuton. Tingkat akses tuton mahasiswa bila dilihat dari lokasi mahasiswa mengakses bahwa mereka dalam mengakses tuton, sebagian besar (47,19 %) dilakukan di rumah. Hal ini dilakukan karena pada umumnya mahasiswa sudah memiliki fasilitas perangkat komputer dan pendukungnya sendiri di rumah. Mahasiswa juga pada umumnya mengakses tuton malam hari, hal ini sesuai dengan karakteristik mahasiswa UT yang sebagian besar sudah bekerja. 24
25 Keaktifan Sebagai Peserta Tuton Dalam mengukur keaktifan peserta tuton, indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah keaktifan mahasiswa dalam forum diskusi dan mengerjakan tugas. Secara lengkap, tingkat keaktifan disajikan pada tabel 12 berikut ini: Tabel 12 Tingkat Keaktifan Peserta Tutorial Online Keaktifan dalam Forum Diskusi Frekuensi Persentase (%) Ya 83 93,26 Tidak 5 5,62 Tidak menjawab 1 1, Keaktifan dalam Mengerjakan Tugas Frekuensi Persentase (%) Ya 85 95,51 Tidak 4 4,49 Tidak menjawab Keaktifan peserta tuton dalam mengikuti forum diskusi, sebagian besar (93,26) menjawab aktif. Keaktifan peserta tuton dalam mengikuti forum diskusi dikarenakan mahasiswa sudah memiliki kesadaran bahwa dengan aktif mengikuti forum diskusi maka pemahaman akan materi menjadi bertambah dan dapat meningkatkan kontribusi nilai tutonnya. Selain itu juga dengan forum diskusi mahasiswa akan saling mengenal satu sama lain. Sedangkan keaktifan peserta tuton dalam mengirim atau mengerjakan tugas, sebagian besar menjawab aktif sebanyak 95,51 %. Hal ini mereka lakukan karena tugas memiliki kontribusi yang cukup besar dalam penilaian tuton secara keseluruhan. Selain itu dengan aktif mengerjakan tugas, mahasiswa akan lebih memahami materi dan mencapai tujuan pembelajarn matakuliah tersebut. Matakuliah yang Diambil dalam Tuton Dalam penelitian ini juga diteliti tentang berapa matakuliah yang mahasiswa ambil dalam semester berjalan. Secara lengkap, dapat dilihat pada tabel 13 berikut ini: 25
26 Tabel 13 Tingkat Matakuliah yang Diambil Matakuliah yang Diambil Frekuensi Persentase (%) 1-3 matakuliah 31 34, matakuliah 23 25, matakuliah 32 35,96 Tidak menjawab 3 3, Matakuliah yang diambil oleh sebagian besar mahasiswa adalah sebanyak 7-10 matakuliah atau sebesar 35,96 %. Hal ini menunjukkan bahwa tuton sudah menjadi alternatif cara pembelajaran yang diminati mahasiswa, disamping kontribusinya yang cukup signifikan dalam membantu pencapaian hasil belajar. Biaya yang Dikeluarkan Dalam mengikuti tuton, tentunya mahasiswa mengorbankan atau mengeluarkan biaya dalam pelaksanaannya. Oleh sebab itu, kami sebagai peneliti ingin mengetahui seberapa besar mahasiswa mengeluarkan biaya. Secara lengkap, dapat dilihat pada tabel 14 berikut ini: Tabel 14 Tingkat Biaya yang Dikeluarkan Biaya untuk tuton Frekuensi Persentase (%) Rp. 0 Rp ,98 Rp Rp ,48 Rp ,04 Tidak menjawab 4 4,
27 Berdasarkan hasil kuesioner yang telah diolah, biaya yang dikeluarkan oleh sebagian mahasiswa dalam mengikuti tuton selama satu semester diatas Rp ,-. Manfaat Tutorial Online Dalam mengukur manfaat program tuton bagi mahasiswa, penelitian ini menggunakan indikator manfaat tuton dan apakah besarnya biaya yang dikeluarkan sesuai dengan manfaat tuton. Secara rinci, dapat dilihat pada tabel 15 berikut ini: Tabel 15 Tingkat Manfaat Tutorial Online Manfaat Tuton Frekuensi Persentase (%) Ya 87 97,75 Tidak 2 2,25 Tidak menjawab Kesesuaian biaya dengan manfaat Frekuensi Persentase (%) Ya 84 94,38 Tidak 2 2,25 Tidak menjawab 3 3, Berdasarkan hasil olah kuesioner, sebagian besar mahasiswa (97,75%) mengatakan bahwa tuton bermanfaat bagi mereka. Hal ini mereka katakan karena menurut mereka tuton itu membantu mereka dalam persiapan UAS. Sedangkan hasil analisis tentang apakah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan manfaatnya, sebagian besar mahasiswa (94,38%) mengatakan biaya yang dikeluarkan memang sesuai dengan manfaat yang mereka dapat Peran Tutor Terhadap Pelaksanaan Tuton Pemberian Materi Dalam tutorial online, tutor berkewajiban memberikan materi atau inisiasi sebanyak 8 kali. Mahasiswa berpendapat tentang materi inisiasi yang diberikan oleh tutor, sebagai berikut: 27
28 Tabel 16 Tingkat Pemberian Materi oleh Tutor Materi Tutor Frekuensi Persentase (%) Memotivasi belajar 54 60,67 Menarik untuk dipelajari 24 26,97 Membosankan 1 1,12 Lainnya 10 11, Berdasarkan hasil olah penelitian, sebagian besar mahasiswa berpendapat (60,67%) bahwa materi yang diberikan oleh tutor memotivasi mereka untuk belajar. Hal ini menunjukkan bahwa tutor telah menjalankan salah satu kewajibannya dengan memberikan materi yang bermanfaat bagi peserta tuton. Keaktifan Tutor Untuk mengukur variabel keaktifan tutor, penelitian ini menggunakan indikator keaktifan tutor dalam memberikan sapaan dan memberikan pertanyaan dalam forum diskusi. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 17 berikut ini: Tabel 17 Tingkat Keaktifan Tutor Memberi Sapaan Frekuensi Persentase (%) Ya 63 70,79 Tidak 16 17,98 Tidak menjawab 10 11, Memberi Pertanyaan Frekuensi Persentase (%) Ya 82 92,13 Tidak 2 2,25 Tidak menjawab 5 5, Berdasarkan hasil olah data, sebagian besar mahasiswa memberikan jawaban bahwa tutor memberikan sapaan sebesar 70,79%. Hal ini menunjukkan tutor secara aktif memberikan sapaan kepada peserta tuton. Tutor memberikan sapaan kepada para mahasiswa sebanyak 1-2 kali dalam satu kali pertemuan. Sedangkan untuk indikator pemberian pertanyaan pada forum diskusi, sebagian besar mahasiswa (92,13%) menjawab bahwa tutor memberikan pertanyaan pada forum 28
29 diskusi. Setiap pertemuan tutor akan memberikan pertanyaan pada forum diskusi. Hal ini dimaksudkan agar yang didiskusikan oleh para peserta lebih terarah dan jelas. Ketepatan Waktu Untuk mengukur hal ini, indikator yang digunakan adalah ketepatan waktu mengupload inisiasi dan ketepatan waktu memberikan pertanyaan dalam diskusi. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 18 berikut ini: Tabel 18 Tingkat Ketepatan Waktu Mengupload Inisiasi Frekuensi Persentase (%) Ya 55 61,80 Tidak 24 26,97 Tidak menjawab 10 11, Memberikan Pertanyaan Diskusi Frekuensi Persentase (%) Ya 72 80,90 Tidak 14 15,73 Tidak menjawab 3 3, Untuk indikator ketepatan mengupload materi inisiasi oleh tutor, sebagian besar mahasiswa (61,80%) menjawab bahwa tutor tepat waktu dalam mengupload materi inisiasi sehingga mahasiswa dapat melihat dan membaca materi tersebut secara tepat waktu. Sedangkan untuk indikator memberikan pertanyaan diskusi secara tepat waktu, sebagian besar mahasiswa (80,90%) menjawab bahwa tutor tepat waktu dalam memberikan pertanyaan diskusi sehingga mahasiswa dapat menjawab atau menanggapi pertanyaan pada forum diskusi tersebut sehingga terjadilah keaktifan antar peserta tuton Masalah/Kendala dalam Pelaksanaan Tuton Selain peran mahasiswa dan peran tutor, dalam penelitian ini juga menganalisa tentang masalah/kendala yang dihadapi oleh mahasiswa dalam pelaksanaan tuton. Dalam menilai indikator ini, mahasiswa diperbolehkan menjawab lebih dari 1 pilihan. Secara rinci dapat dilihat pada tabel 19 berikut ini: 29
30 Masalah/Kendala Tuton Tabel 19 Tingkat Masalah/Kendala Tuton Frekuensi Persentase (%) Ya Tidak Ya Tidak Tidak biasa menggunakan komputer ,69 92,31 Tidak mengetahui cara melakukan aktivasi untuk ,00 76,00 mengikuti Tuton Sulit mengakses ke Website UT ,42 73,58 Penyampaian materi sama dengan modul ,96 34,04 Tidak memiliki akses internet dilokasi tempat ,82 78,18 tinggal Lainnya Berdasarkan hasil olah data, sebagian besar mahasiswa (92,31%) tidak memiliki kendala dalam hal menggunakan komputer. Begitu pula dalam hal kesulitan melakukan aktivasi untuk mengikuti tuton, sebagian besar mahasiswa (76,00%) tidak bermasalah. Dalam hal mengakses ke website UT pun, sebagian besar mahasiswa tidak bermasalah (73,58). Untuk kendala penyampaian materi tuton, sebagian besar mahasiswa (65,96%) menyatakan bahwa materi yang disampaikan sama dengan modul, hal ini menunjukkan bahwa tutor masih kurang kreatif dalam penyampaian materi inisiasi. Sedangkan untuk kendala akses internet dilokasi tempat tinggal, sebagian besar mahasiswa (78,18%) tidak memiliki kesulitan. 30
31 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Dari hasil pembahasan maka secara umum dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Peran mahasiswa dalam persiapan sebelum mengikuti tuton, sebanyak 77,53% mengatakan bahwa mereka membaca modul terlebih dahulu sebelum mengikuti tuton. Dalam mengakses tuton, sebanyak 35,96 % mahasiswa melakukannya seminggu sekali dan sebanyak 47,19% mahasiswa melakukan akses tuton di rumah. Sebanyak 93,26% mahasiswa aktif dalam mengikuti forum diskusi dan 95,51% aktif dalam mengerjakan dan mengirimkan tugas. Rata-rata dalam satu semester mahasiswa mengambil 7-10 matakuliah tuton (35,96%). Tingkat biaya yang dikeluarkan oleh mahasiswa diatas Rp ,-/semester (64,04%). Mahasiswa sebanyak 97,75% berpendapat bahwa tuton yang mereka ikuti bermanfaat dalam membantu persiapan UAS dan sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan. 2. Peran tutor dalam memberikan materi inisiasi, menurut para mahasiswa sebanyak 60,67%, materi yang diberikan memotivasi mereka untuk belajar. Sebanyak 70,79% mahasiswa juga menyatakan bahwa tutor aktif dalam memberikan sapaan dan sebanyak 92,13% mahasiswa menyatakan bahwa tutor juga aktif dalam memberikan pertanyaan. Dalam hal ketepatan waktu, sebanyak 61,80% mahasiswa menyatakan bahwa tutor tepat waktu dalam mengupload inisiasi dan sebanyak 80,90% mahasiswa menyatakan tutor tepat waktu dalam memberikan pertanyaan diskusi. 3. Masalah/kendala yang dihadapi oleh mahasiswa, sebanyak 65,96% mahasiswa menyatakan bahwa materi yang diberikan oleh tutor sama dengan dimodul Saran Adapun saran dari penelitian ini adalah : 1. Mahasiswa yang mengikuti tutorial online diharapkan meningkatkan keaktifannya dalam mengikuti tutorial online agar memperoleh nilai yang maksimal. 31
32 2. Tutor sebagai fasilitator diharapkan meningkatkan keaktifannya dalam mengelola kelas tutor, diantaranya dengan memberikan materi-materi yang bermanfaat bagi mahasiswa serta aktif dalam merespon setiap kesulitan yang dihadapi mahasiswa. 3. Universitas Terbuka meningkatkan pelayanannya dalam menyediakan fasilitas atau akses yang mudah dijangkau oleh mahasiswa. 32
33 DAFTAR PUSTAKA Budiwati, Y. (2007). Pengaruh Pengelolaan Tutorial Online terhadap Partisipasi Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, 8 (1), Bandalaria, dp. Melinda. (2003). Shifting to Online Tutorial Support System: A Synthesis of Experience. University of the Philippines Open University Belawati, T. (2003). Penerapan E-learning dalam Pendidikan Jarak Jauh di Indonesia. Dalam D. Andriani (Eds). Cakrawala Pendidikan: E-learning Dalam Pendidikan (pp ). Jakarta: Universitas Terbuka. Darmayanti, T. (2002). Report about Tutorial Online in FISIP Jakarta: Universitas Terbuka, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Goodyear, P. G. Salmon J. M. pector C. Steeples and S. Tickner. "Competence for Online Teaching: A Special Report." Educational Technology Research and Development Journal 49, no. 1 (2001): Rakhmat, D. (2000). Psikologi komunikasi. Yogyakarta: Kanisius Robinson. 1981, dan Tresman Dalam Perinbam, L. dan Dhanarajan, G Planning and Implementing Open and Distance Learning Systems A Handbook for Decision Makers. Canada: The Commonwealth of Learning. Silong, A.D., Ibrahim, D.Z., & Saham, B.A. (2001). Perception of Working Adult Toward Online Learning in a Virtual University. Makalah disajikan pada The International 7 th Symposium on Open and Distance Learning, Nopember 2001, Yogyakarta, Indonesia. Soekartawi E-Learning Untuk Pendidikan Khususnya Pendidikan Jarak Jauh dan Aplikasinya di Indonesia dalam Mozaik Teknologi Pendidikan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta. Sukmadinata, Syaodih Nana Metode Penelitian Pendidikan. Remaja Rosdakarya. Bandung. Suparman, Atwi dan Zuhairi, Aminudin Pendidikan Jarak Jauh, Teori dan Praktek. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Tangerang. 33
34 Surakhmad, Winarno Pengantar Penelitian Ilmiah: Dasar Metode Teknik. Tarsitol. Bandung. Sugiyono Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung. 34
35 Lampiran 1 KUESIONER TUTON UNTUK MAHASISWA Identitas Responden 1. Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan 2. Pendidikan terakhir : SLTA Sarjana Muda/D3 Sarjana (S1) Pasca Sarjana (S2) 3. Status pekerjaan : Belum bekerja Pegawai Negeri Sipil Pegawai Swasta Wirausaha mandiri Rumah tangga Lain-lain 4. Usia : Kurang dari 20 tahun tahun tahun di atas 40 Tahun 5. Penghasilan : < Rp ,- Rp < Rp Rp < Rp Rp < Rp Rp Domisili : Kota Desa 7. Keterjangkauan jaringan internet : Cepat Sedang Lambat 35
36 Berilah tanda pada kotak yang telah disediakan dan isilah pertanyaan di bawah ini. 1. Apakah program Tuton yang Anda ikuti ada bermanfaat bagi Anda? Ya, alasannya: membantu persiapan UAS membantu memahami materi BMP menambah pengetahuan/wawasan baru lainnya Tidak, alasannya: tutor tidak memberikan umpan balik yang memuaskan materi yang diberikan tidak terkait dengan BMP/Modul lainnya 2. Selama proses Tuton, berapa kali Anda mengakses Tuton? Setiap hari Dua hari sekali Tiga hari sekali Seminggu sekali Tidak pernah, alasannya: Apakah Anda Aktif dalam Forum Diskusi (memberi tanggapan, menjawab pertanyaan atau memberi pertanyaan)? Ya Tidak, alasannya: 4. Selama proses Tuton, apakah Anda mengerjakan Tugas? Ya, 1 tugas 2 tugas 3 tugas. Tidak, alasannya: 5. Sebelum mengikuti Tuton, apakah Anda sudah membaca BMP? Ya Tidak, alasannya: tidak mempunyai BMP tidak mempunyai waktu untuk membaca BMP lainnya 6. Dari mana Anda mengakses program Tuton? Rumah Kantor Warnet 8. Masalah atau kendala apa yang Anda hadapi dalam mengikuti Tuton? a. Tidak biasa menggunakan komputer Ya Tidak 36
37 b. Tidak mengetahui cara melakukan aktivasi untuk mengikuti Tuton Ya Tidak c. Sulit mengakses ke Website UT Ya Tidak d. Penyampaian materi sama dengan modul Ya Tidak e. Tidak memiliki akses internet di lokasi tempat tinggal Ya Tidak f. Lainnya 9. Berapa matakuliah yang Anda ikuti dalam Tuton? a. 1 3 mata kuliah b. 4 6 mata kuliah c mata kuliah 10. Berapa biaya yang Anda keluarkan untuk mengikuti tuton selama satu semester? a. Rp. 0 - Rp ,00 b. Rp ,00 - Rp ,00 c. > Rp , Apakah biaya yang Anda keluarkan sesuai dengan manfaat yang anda peroleh? Ya Tidak 12. Apakah pendapat Anda tentang materi Tuton? memotivasi belajar menarik untuk dipelajari membosankan lainnya. 13. Bagaimana pengalaman Anda dalam mengikuti program Tuton? umpan balik cukup bagus memperoleh wawasan baru Tutor kurang aktif inisiasi lambat jaringan komputer di UT sering bermasalah lainnya 14. Apakah tutor Anda memberikan sapaan kepada Anda dalam tutorial online? Ya Tidak 15. Apakah inisiasi tutorial online dapat diakses tepat waktu? Ya Tidak 37
38 16. Apakah tutor Anda memberikan pertanyaan dalam forum diskusi Ya Tidak 17. Apakah tutor Anda memberikan pertanyaan diskusi dengan tepat waktu? Ya Tidak 18. Apa saran Anda untuk perbaikan pelaksanaan Tuton selanjutnya?.... Terima kasih atas Kerjasama Anda! 38
39 Lampiran 2 Justifikasi Anggaran 1. Honor Honor Honor/Jam (Rp) Waktu (jam/minggu) Minggu Honor per Tahun (Rp) Ketua jam/minggu Anggota jam/minggu SUB TOTAL (Rp) Peralatan Penunjang Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan (Rp) Harga Peralatan Penunjang (Rp) Modem Penelusuran pustaka Pulsa modem Penelusuran pustaka SUB TOTAL (Rp) Bahan Habis Pakai Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan (Rp) Harga Peralatan Penunjang (Rp) Souvenir 127 responden Kertas 10 rim SUB TOTAL (Rp) Perjalanan Material Justifikasi Perjalanan Kuantitas Harga Satuan (Rp) Harga Peralatan Penunjang (Rp) Transport Penyebaran kuesioner Seminar SUB TOTAL (Rp) Lain-lain Kegiatan Justifikasi Kuantitas Harga Satuan (Rp) Penggandaaan Penggandaan kuesioner dan laporan Seminar Publikasi hasil penelitian Publikasi Publikasi hasil penelitian Harga Peralatan Penunjang (Rp) SUB TOTAL (Rp) TOTAL ANGGARAN
40 Lampiran 3 Format Susunan Organisasi Tim Peneliti/Pelaksana dan Pembagian Tugas NO NAMA/NIDN INSTANSI ASAL 1 Susy Puspitasari/ Universitas Terbuka (UT) 2 Mailani Hamdani/ Universitas Terbuka (UT) BIDANG ILMU ALOKASI WAKTU URAIAN TUGAS Teknologi 36 minggu 1. Pengumpulan Pendidikan Literatur 2. Pembuatan proposal 3. Mengolah data 4. Menganalisis data 5. Penulisan artikel 6. Membuat laporan Manajemen 36 minggu 1. Pengumpulan Literatur 2. Pembuatan proposal 3. Mengolah data 4. Menganalisis data 5. Penulisan artikel 6. Membuat laporan 40
41 Lampiran 4 a. Identitas Diri Biodata Ketua/Anggota Tim Peneliti 1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dra. Susy Puspitasari 2 Jenis Kelamin Perempuan 3 Jabatan Fungsional Lektor 4 NIP/NIK NIDN Tempat dan Tanggal Lahir Bandung, 5 Agustus [email protected] 8 Nomor Telepon/HP Alamat Kantor Jl. Cabe Raya, Pondok cabe, Tangerang Selatan 10 Nomor Telepon/Faks ext 2423 ( ) 11 Lulusan Yang Telah Dihasilkan S-1 = orang; S-2 =.. 13 Mata Kuliah Yang Diampu 1. Teori Belajar dan Pembelajaran 2. Profesi Keguruan b. Riwayat Pendidikan S-1 S-2 S-3 Nama Perguruan Tinggi IKIP Jakarta Bidang Ilmu Teknologi Pendidikan Tahun Masuk-lulus Judul Skripsi Hubungan Antara TIU, TIK dan Butir Soal dalam Rencana Pembelajaran Nama Pembimbing Abdul Muthalib c. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir No Tahun Judul Penelitian Kesiapan Mahasiswa S1 PGSD UT Untuk Menulis Karya Ilmiah Sebagai Prasyarat Kelulusan Studi Analisis Peran dan Kompetensi Tutor Online UT Berdasarkan Persepsi mahasiswa Implementasi Organisasi Pembelajaran di UT Pendanaan Sumber Jumlah (Juta Rp) UT 20 UT 20 UT 20 41
42 d. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Sumber Pendanaan Jumlah (Juta Rp) e. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Dalam 5 Tahun Terakhir No Tahun Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun f. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir Nama Pertemuan No Ilmiah/Seminar 1 24 th ICDE Word Conference in Indonesia on Expanding Horizon New Approaches to ODL Judul Artikel Ilmiah Key Performance Indicators in Formulating Strategic Planning at Universitas Terbuka Indonesia Waktu dan Tempat Denpasar, 2-5 Oktober 2011 g. Karya Buku Dalam 5 Tahun Terakhir No Judul Buku Tahun Jumlah Halaman Penerbit h. Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir No Judul /Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID i. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya Dalam 5 Tahun Terakhir No Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Lainnya Yang Telah Diterapkan Tahun Tempat Penerapannya Respon Masyarakat 42
43 j. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir (Dari Pemerintah, Asosiasi atau Institusi Lainnya) No Jenis PEnghargaan Institusi Pemberi Tahun Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal Penelitian. 43
44 a. Identitas Diri Biodata Anggota Tim Peneliti 1 Nama Lengkap (dengan gelar) Mailani Hamdani, S.E, M.Si 2 Jenis Kelamin Perempuan 3 Jabatan Fungsional Asisten Ahli 4 NIP/NIK NIDN Tempat dan Tanggal Lahir Bogor, 01 Mei [email protected] 8 Nomor Telepon/HP Alamat Kantor Jl. Cabe Raya, Pondok cabe, Tangerang Selatan 10 Nomor Telepon/Faks ext 2423 ( ) 11 Lulusan Yang Telah Dihasilkan S-1 = orang; S-2 =.. 13 Mata Kuliah Yang Diampu 1. Studi Kelayakan Bisnis 2. Pengantar Akuntansi b. Riwayat Pendidikan S-1 S-2 S-3 Nama Perguruan Tinggi Univ. Prof Hamka Jakarta Institut Pertanian Bogor (IPB) Bidang Ilmu Manajemen Manajemen Tahun Masuk-lulus Judul Skripsi Peranan Capital Budgeting dalam Menilai Pembelian Mesin Pada PT. Ganeca Nama Pembimbing Nendi Juhendi, S.E, M.M Analisis Hubungan CSR terhadap Kinerja Keuangan dan Harga Saham 1. Dr. Ir. Abdul Kohar I, M.Sc 2. Dr. Ir. M. Syamsun, M.Sc c. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir No Tahun Judul Penelitian Persepsi Top Manajemen UPBJJ-UT Terhadap Kualitas Layanan Registrasi Yang Pendanaan Sumber Jumlah (Juta Rp) UT 10 44
45 Diberikan Oleh UT Pusat Pengukuran Kinerja Keuangan dengan Menggunakan Analisis EVA Pada PT. Astra International Tbk UT 7.5 d. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Sumber Pendanaan Jumlah (Juta Rp) e. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Dalam 5 Tahun Terakhir No Tahun Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume/Nomor/Tahun No f. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat g. Karya Buku Dalam 5 Tahun Terakhir No Judul Buku Tahun Jumlah Halaman Penerbit h. Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir No Judul /Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID i. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya Dalam 5 Tahun Terakhir No Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Lainnya Yang Telah Diterapkan Tahun Tempat Penerapannya Respon Masyarakat 45
46 j. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir (Dari Pemerintah, Asosiasi atau Institusi Lainnya) No Jenis PEnghargaan Institusi PEmberi Tahun Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Proposal Penelitian. 46
47 Lampiran 5 SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Susy Puspitasari NIDN : Pangkat/Golongan : Penata/III/c Jabatan Fungsional : Lektor Dengan ini menyatakan bahwa proposal penelitian saya dengan judul Peran Mahasiswa dan Peran Tutor Terhadap Pelaksanaan Tutorial Online Mata Kuliah Teori Belajar dan Pembelajaran yang diusulkan dengan skema penelitian dosen pemula untuk tahun anggaran 2013 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga/sumber lain. Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas Negara. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya. 47
POTRET AKTIVITAS TUTOR DAN MAHASISWA DALAM TUTORIAL ONLINE UNIVERSITAS TERBUKA (Studi Kasus Program Studi Manajemen FE) Oleh : Any Meilani
POTRET AKTIVITAS TUTOR DAN MAHASISWA DALAM TUTORIAL ONLINE UNIVERSITAS TERBUKA (Studi Kasus Program Studi Manajemen FE) Oleh : Any Meilani Abstrak Tutorial Online (Tuton) merupakan salah satu jenis tutorial
UPI Bandung. Tugas Kuliah Komputer Masyarakat
UPI Bandung Beberapa Definisi Pembelajaran jarak jauh Pembelajaran dengan perangkat komputer Pembelajaran formal vs informal Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli dibidang masing-masing Definisi E-Learning
Aplikasi Komputer. Pengenalan E-learning. Miftahul Fikri, M.Si. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen.
Modul ke: Pengenalan E-learning Fakultas Ekonomi dan Bisnis Miftahul Fikri, M.Si Program Studi Manajemen www.mercubuana.ac.id Jaya Kumar C. Koran (2002), mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP TUTORIAL ONLINE MATA KULIAH PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN LAUT
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP TUTORIAL ONLINE MATA KULIAH PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN LAUT (KASUS: PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN PERIKANAN UNIVERSITAS TERBUKA) Ernik Yuliana ([email protected]) Adi Winata
AKTIVITAS MAHASISWA YANG MEREGISTRASI MATA KULIAH KIMIA DASAR I DALAM TUTON ABSTRAK
AKTIVITAS MAHASISWA YANG MEREGISTRASI MATA KULIAH KIMIA DASAR I DALAM TUTON Tutisiana Silawati Universitas Terbuka, Indonesia [email protected] ABSTRAK Untuk mengetahui bagaimana aktivitas mahasiswa
E-LEARNING. oleh : Yohanes Suyanto FMIPA UGM
E-LEARNING oleh : Yohanes Suyanto FMIPA UGM 1. PENGERTIAN e-learning Berdasarkan penyusun katanya, e-learning dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu e yang berarti electronica dan learning yang berarti
TUTORIAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS TERBUKA
TUTORIAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS TERBUKA L Sistem Pembelajaran Program Pascasarjana (terintegrasi) Sepanjang Semester Belajar Mandiri Tutorial Online Tutorial Tatapmuka 8 materi inisiasi + 3 tugas
PELATIHAN TUTOR DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA TUTOR DALAM PROSES KEGIATAN TUTORIAL TATAP MUKA DI UPBJJ-UT MAJENE
PELATIHAN TUTOR DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA TUTOR DALAM PROSES KEGIATAN TUTORIAL TATAP MUKA DI UPBJJ-UT MAJENE OLEH: SYARIF FADILLAH SAFRIANSYAH FIRMAN HAMZI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS
PEMANFAATAN LAYANAN ONLINE DI INSTITUSI PENDIDIKAN JARAK JAUH MAKING USE OF ONLINE SERVICES WITHIN DISTANCE EDUCATION INSTITUTIONS
PEMANFAATAN LAYANAN ONLINE DI INSTITUSI PENDIDIKAN JARAK JAUH MAKING USE OF ONLINE SERVICES WITHIN DISTANCE EDUCATION INSTITUTIONS Yeti Sukarsih The fast development of information and communication technology
Panduan Tutorial Online Untuk Mahasiswa
Panduan Tutorial Online Untuk Mahasiswa Tutorial Online dimaksudkan sebagai fasilitas yang diberikan oleh UT kepada mahasiswanya untuk membantu memahami materi perkuliahan. Tutorial Online yang berbasiskan
A. Cara mengakses Tutorial Online
Tutorial Online merupakan fasilitas yang diberikan oleh Universitas Terbuka untuk membantu mahasiswa dalam memahami materi perkuliahan. Tutorial Online berbasiskan Moodle yang menawarkan banyak fitur untuk
LAPORAN PENELITIAN DOSEN PEMULA
1622/ILMU KOMUNIKASI LAPORAN PENELITIAN DOSEN PEMULA SKYPE SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI INTERAKTIF PADA PENDIDIKAN TINGGI JARAK JAUH Oleh Nila Kusuma Windrati ([email protected]) Djaka Waskita UNIVERSITAS TERBUKA
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
Kata Pengantar Mata kuliah Laboratorium Pengantar Akuntansi (EKSI4101) dan Laboratorium Auditing (EKSI4414) merupakan mata kuliah keahlian berkarya yang bersifat praktik. Praktikum dilakukan dengan simulasi
EVALUASI PELAKSANAAN TUTORIAL TATAP MUKA MATAKULIAH MATEMATIKA PADA UPBJJ-UT SEMARANG
EVALUASI PELAKSANAAN TUTORIAL TATAP MUKA MATAKULIAH MATEMATIKA PADA UPBJJ-UT SEMARANG Eko Andy Purnomo 1), Hascaryo Pramudibyanto 2), Enny Dwi Lestariningsih 3) 1 FMIPA Universitas Muhammadiyah Semarang
Electronic Learning. Oleh : Shobbah Sabilil M, ST
Electronic Learning Oleh : Shobbah Sabilil M, ST DEFINISI E-LEARNING (1) Source : http://www.m-edukasi.web.id Hartley, 2001 E-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya
Panduan Aktivasi UT- Online dan Tutorial Online
Panduan Aktivasi UT- Online dan Tutorial Online 1. Aktivasi UT- Online Untuk mengikuti kegiatan Tutorial Online (Tuton), mahasiswa harus melakukan Aktivasi UT-Online terlebih dahulu. Cara melakukan Aktivasi
PENGGUNAAN METODE E-LEARNING DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH PADA MATA PELAJARAN TIK TINGKAT SMP
PENGGUNAAN METODE E-LEARNING DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH PADA MATA PELAJARAN TIK TINGKAT SMP DISUSUN OLEH : ANDI AFIFUDDIN GURU MTs. THOLABUDDIN MASIN 2007 1 KATA PENGANTAR Puji dan syukur
Jakarta, Juli 2009 Rektor Universitas Terbuka
KATA PENGANTAR Kebijakan Depdiknas dalam peningkatan kompetensi melalui program pendidikan berkelanjutan, berdampak pada tumbuhnya hasrat dan minat masyarakat maupun para profesional untuk meningkatkan
ANALISIS PEMANFAATAN TUTORIAL ONLINE MATA KULIAH WRITING 1
ANALISIS PEMANFAATAN TUTORIAL ONLINE MATA KULIAH WRITING 1 Afriani ([email protected]) Universitas Terbuka ABSTRACT Distance university has a such unique characteristic that differentiates it with
ARTIKEL PENELITIAN PERSEPSI MAHASISWA NONPENDAS UPBJJ-UT SEMARANG TERHADAP LAYANAN TUTORIAL ONLINE MASA REGISTRASI
ARTIKEL PENELITIAN PERSEPSI MAHASISWA NONPENDAS UPBJJ-UT SEMARANG TERHADAP LAYANAN TUTORIAL ONLINE MASA REGISTRASI 2012.1 Purwaningdyah, M.W., S.H., M.Hum ([email protected]) Einstivina Nuryandani,
JAUH PA D A P E R G U R UAN
133 B A B I X P E N D I D I K A N JARAK JAUH PA D A P E R G U R UAN T I N G G I A. P R O G R A M P E N D I D I K A N T I N G G I J A R A K J A U H Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 107/U/2001
Partisipasi Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Pada Forum Diskusi di Program Tutorial Online
LAPORAN PENELITIAN PTJJ LANJUT Partisipasi Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Pada Forum Diskusi di Program Tutorial Online Oleh: Drs. Yanis Rusli, M.Si Dra. Nila Kusuma Windrati, M.Si. Jurusan
PROFIL DAN TANGGAPAN MAHASISWA DALAM MEMANFAATKAN WEB SITE MATA KULIAH KONSEP TEKNOLOGI
PROFIL DAN TANGGAPAN MAHASISWA DALAM MEMANFAATKAN WEB SITE MATA KULIAH KONSEP TEKNOLOGI Gunawan Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Surabaya Abstract Advances in Information Technology
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi merupakan tempat atau unit analisa yang dijadikan sebagai tempat pelaksana penelitian atau tempat pengumpulan data
PENGEMBANGAN SATUAN ACARA TUTORIAL
Pelatihan Tutor TTM 2015 PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH Membuka Akses Pendidikan Tinggi bagi Semua Making Higher Education Open to All PENGEMBANGAN SATUAN ACARA TUTORIAL Tujuan Setelah mengikuti pelatihan
Metode Belajar di MEDIU
Metode Belajar di MEDIU Dalam proses belajar mengajar di MEDIU, ada 4 metode utama yang digunakan: a) Aktifitas belajar mengajar : i- Kuliah ii- Tutorial iii- Kuliah Online b) Aktifitas pendukung belajar:
PERSEPSI MAHASISWA UPBJJ-UT BANJARMASIN TERHADAP LAYANAN BANTUAN BELAJAR (TUTORIAL TATAP MUKA) Yusran Abdul Gani dan Jumriadi UPBJJ-UT Banjarmasin
PERSEPSI MAHASISWA UPBJJ-UT BANJARMASIN TERHADAP LAYANAN BANTUAN BELAJAR (TUTORIAL TATAP MUKA) Yusran Abdul Gani dan Jumriadi UPBJJ-UT Banjarmasin Abstract: The degree of learning assistance services through
1.2 Permasalahan 2. Tinjauan Pustaka
Pemanfaatan ICT dalam Sistem Pendidikan Jarak Jauh Sebagai Salah Satu Strategi untuk Peningkatan Tercapainya Civil Society (Studi Kasus pasa Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP UT) Oleh: [email protected]. Latar
PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIK MANDIRI PROGRAM STUDI S1 AGRIBISNIS. Oleh: Tim Penyusun Program Studi S1 Agribisnis
PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIK MANDIRI PROGRAM STUDI S1 AGRIBISNIS Oleh: Tim Penyusun Program Studi S1 Agribisnis FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMUPENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS TERBUKA 2013 PENDAHULUAN Program
memahami dan menggunakan pedoman ini sebagai acuan dalam menyelenggarakan Program Sertifikat Bahasa Inggris.
K KATA PENGANTAR ebijakan Depdiknas dalam peningkatan kompetensi melalui program pendidikan berkelanjutan berdampak pada tumbuhnya hasrat dan minat masyarakat maupun profesional untuk meningkatkan kualifikasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yaitu, metode-metode penelitian yang memusatkan perhatian pada masalah-masalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Menurut Nawawi (2003:64) metode deskriptif yaitu,
EFEKTIVITAS PEMBELIAN BUKU MATERI POKOK (MODUL) UT MELALUI TOKO BUKU ONLINE (TBO) ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN
EFEKTIVITAS PEMBELIAN BUKU MATERI POKOK (MODUL) UT MELALUI TOKO BUKU ONLINE (TBO) ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN Irmawaty 1, Yun Iswanto 2 dan Gunoro Nupikso 3 1 Email: [email protected] 2 Email:
AKTIVITAS MAHASISWA DALAM TUTORIAL ONLINE MATA KULIAH MANAJEMEN STRATEGI DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP HASIL BELAJAR
AKTIVITAS MAHASISWA DALAM TUTORIAL ONLINE MATA KULIAH MANAJEMEN STRATEGI DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP HASIL BELAJAR Paken Pandiangan ([email protected]) Albert Gamot Malau Joko Rizkie Widokarti Eliaki Gulo
BAB I PENDAHULUAN. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1984 (Katalog
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Universitas Terbuka (UT) adalah sebuah Perguruan Tinggi Negeri ke 45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, dengan Keputusan
PERSEPSI MAHASISWA FMIPA UNIVERSITAS TERBUKA TERHADAP LAYANAN BELAJAR DALAM UPAYA MENINGKATKAN ANGKA PARTISIPASI MAHASISWA
PERSEPSI MAHASISWA FMIPA UNIVERSITAS TERBUKA TERHADAP LAYANAN BELAJAR DALAM UPAYA MENINGKATKAN ANGKA PARTISIPASI MAHASISWA Timbul Pardede ([email protected]) Budi Prasetyo ([email protected]) Elizabeth
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. kontribusi kualitas modul, kinerja tutor dan motivasi belajar mahasiswa
186 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan penelitian yang dilakukan mengenai kontribusi kualitas modul, kinerja tutor dan motivasi belajar mahasiswa terhadap pemahaman konsep
BUKU PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PRAKTIKUM PROGRAM STUDI S1 AGRIBISNIS FMIPA-UT. Oleh: Tim Penyusun Program Studi S1 Agribisnis
BUKU PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PRAKTIKUM PROGRAM STUDI S1 AGRIBISNIS FMIPA-UT Oleh: Tim Penyusun Program Studi S1 Agribisnis FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMUPENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS TERBUKA 2011 PENDAHULUAN
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perguruan tinggi sebagai salah satu organisasi nirlaba yang didirikan dengan tujuan untuk melayani kebutuhan mahasiswa dan masyarakat umum akan pendidikan dituntut
Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, komputasi fisika, bahan ajar berbasis web *)
Artono Dwijo Sutomo Bahan Ajar Matakuliah Bahan Ajar Matakuliah Komputasi Fisika Berbasis Web *) Oleh: Artono Dwijo Sutomo **) Jurusan Fisika FMIPA Universitas Sebelas Maret [email protected], [email protected]
BANTUAN BELAJAR BAGI MAHASISWA PERGURUAN TINGGI JARAK JAUH: PERSEPSI MAHASISWA YANG MEREGISTRASI MATAKULIAH KIMIA DASAR
BANTUAN BELAJAR BAGI MAHASISWA PERGURUAN TINGGI JARAK JAUH: PERSEPSI MAHASISWA YANG MEREGISTRASI MATAKULIAH KIMIA DASAR Tutisiana Silawati [email protected] Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam,
RUANG LINGKUP TUTORIAL TATAP MUKA DAN PROGRAM PELATIHAN TUTOR TTM
Pelatihan Tutor TTM 2016 PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH Membuka Akses Pendidikan Tinggi bagi Semua Making Higher Education Open to All RUANG LINGKUP TUTORIAL TATAP MUKA DAN PROGRAM PELATIHAN TUTOR TTM
KATA PENGANTAR P. Jakarta, Juli 2010 Rektor Universitas Terbuka. Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed, Ph.D NIP
KATA PENGANTAR P enyelenggaraan Program Sertifikat BerBahasa Inggris melalui pendidikan jarak jauh merupakan pilihan yang tepat bagi Universitas Terbuka untuk mengembangkan dan melaksanakan program Pendidikan
PENILAIAN TUTOR TERHADAP PENGUASAAN PENGELOLAAN PROSES PEMBELAJARAN
PENILAIAN TUTOR TERHADAP PENGUASAAN PENGELOLAAN PROSES PEMBELAJARAN Andi Suci Anita UPBJJ-UT Banjarmasin, Jl. Sultan Adam No. 128 Banjarmasin email: [email protected] ABSTRACT System Remote applied the
PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2015
PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2015 UNIVERSITAS TERBUKA melalui SPMB untuk mendapatkan beasiswa 2015 Penerimaan Mahasiswa Baru 2013 Universitas Terbuka Making Higher Education Open to All www.ut.ac.id PENERIMAAN
PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2016
PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2016 UNIVERSITAS TERBUKA melalui SPMB untuk mendapatkan beasiswa 2016 Penerimaan Mahasiswa Baru 2013 Universitas Terbuka Making Higher Education Open to All www.ut.ac.id PENERIMAAN
PERANAN DIALOG DALAM SISTEM PEMBELAJARAN JARAK JAUH. Titi Chandrawati 1 dan Suryo Prabowo 2
PERANAN DIALOG DALAM SISTEM PEMBELAJARAN JARAK JAUH Titi Chandrawati 1 dan Suryo Prabowo 2 [email protected], [email protected] Abstrak Dialog dalam Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (SPJJ) merupakan
Satuan Acara Tutorial (SAT) No.1 : KOMPUTER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
SKS/Pertemuan Nama Kompetensi Umum Kompetensi Khusus Judul Modul Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Model ial Satuan Acara ial (SAT) No.1 : 3 SKS : Setelah mempelajari matakuliah ini, mahasiswa dapat mengembangkan
InfinityJurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, Vol 4, No.2, September 2015
PEMBELAJARAN ICARE (INRODUCTION, CONNECT, APPLY, REFLECT, EXTEND) DALAM TUTORIAL ONLINE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MAHASISWA UT Oleh: 1) Yumiati, 2) Endang Wahyuningrum 1,
PENGARUH PENGELOLAAN TUTORIAL ONLINE TERHADAP PARTISIPASI MAHASISWA
PENGARUH PENGELOLAAN TUTORIAL ONLINE TERHADAP PARTISIPASI MAHASISWA Yulia Budiwati ([email protected]) Universitas Terbuka ABSTRAK Online tutorial for post graduate Universitas Terbuka students is compulsory.
Jadwal Registrasi dan Ujian untuk Program Pascasarjana (PPs) Batas Akhir Registrasi* 3 Februari Agustus 2010
Katalog Universitas Terbuka 2010 223 5. Program Pascasarjana (PPs) a. Pendaftaran dan Registrasi 1) Calon mahasiswa dapat meminta informasi dan formulir pendaftaran di UPBJJ-UT penyelenggara program. 2)
LAPORAN. Penelitian Studi Kelayakan Program Sertifikat Bahasa Inggris. Oleh Johanna B. S. Pantow
LAPORAN Penelitian Studi Kelayakan Program Sertifikat Bahasa Inggris Oleh Johanna B. S. Pantow UNIVERSITAS TERBUKA 2014 1 LEMBAR PENGESAHAN PENELITIAN STUDI KELAYAKAN Judul Penelitian : Penelitian Studi
BAB I PENDAHULUAN. Memasuki era globalisasi yang terjadi saat ini ditandai dengan adanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Memasuki era globalisasi yang terjadi saat ini ditandai dengan adanya perkembangan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan yang terjadi tersebut menuntut
EFEKTIVITAS TUTORIAL KARYA ILMIAH DAN METODE PENELITIAN SOSIAL DALAM MENUNJANG PENULISAN KARYA ILMIAH MAHASISWA NON-FKIP UT
EFEKTIVITAS TUTORIAL KARYA ILMIAH DAN METODE PENELITIAN SOSIAL DALAM MENUNJANG PENULISAN KARYA ILMIAH MAHASISWA NON-FKIP UT Lilik Aslichati Setyo Kuncoro Irma Adnan UNIVERSITAS TERBUKA JAKARTA, 2014 1
LEMBAR PENGESAHAN KIT TUTORIAL. : Muhammad Warsita, S.Pd.,M.M. Penelaah. Nurdiyah, S.P., M.Si. NIP Kepala UPBJJ-UT Palu,
BB03-RK18-RII.0 LEMBAR PENGESAHAN KIT TUTORIAL Kode/Nama Mata kuliah Program Studi/Fakultas Pengembang Penelaah : IDIK 4010/KOMPUTER DAN MEDIA PEMBELAJARAN : S1 PGSD : Muhammad Warsita, S.Pd.,M.M : Nurdiyah,
LAPORAN PENELITIAN EVALUASI PROGRAM STUDI PUPT-UT. Evaluasi Kompetensi Tutor Pada Tutorial Online Program Studi Ilmu Administrasi Negara
LAPORAN PENELITIAN EVALUASI PROGRAM STUDI PUPT-UT Evaluasi Kompetensi Tutor Pada Tutorial Online Program Studi Ilmu Administrasi Negara Tim Peneliti: Anto Hidayat Yuli Tirtariandi El Anshori F. Ratih Wulandari
Jakarta, Juli 2009 Rektor Universitas Terbuka. Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed, Ph.D NIP
KATA PENGANTAR Sistem pendidikan yang inovatif seperti Penyelenggaraan Program Pendidikan Berkelanjutan melalui pendidikan jarak jauh adalah merupakan pijakan tepat bagi Universitas Terbuka untuk mengembangkan
Perjalanan Panjang Menuju Cyber University
Perjalanan Panjang Menuju Cyber University Disrupsi & Revolusi Industri Revolusi Industri 4.0 Disrupsi Dunia Pendidikan Revolusi Industri 4.0 Learning delivery modes Dipengaruhi oleh perkembangan TIK Dibina
Oleh: Nila Kusuma Windrati
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BERBASIS INTERNET PADA PENDIDIKAN JARAK JAUH: STRATEGI PENCAPAIAN TARGET MDGS 2015 BIDANG PENDIDIKAN (Kasus Penggunaan Skype sebagai media Bantuan Belajar
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Menurut sumber yang diperoleh dari situs website depkominfo Republik
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Menurut sumber yang diperoleh dari situs website depkominfo Republik Indonesia (depkominfo.go.id). Pengguna internet di Indonesia pada akhir tahun 2001 mencapai
LAYANAN KOMUNIKASI PERSUASIF: SUATU UPAYA PENINGKATKAN PERAN AKTIF PESERTA TUTON TERKATEGORI PASIF
LAYANAN KOMUNIKASI PERSUASIF: SUATU UPAYA PENINGKATKAN PERAN AKTIF PESERTA TUTON TERKATEGORI PASIF Nila Kusuma Windrati ([email protected]) FISIP-UT, Jl. Cabe raya, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan
Esty Setyarsih Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta ABSTRAK
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 Esty Setyarsih Program Studi Pendidikan
kecil, menghilangkan pemborosan, memperbaiki aliran proses produksi, menyempurnakan kualitas produk, orang-orang yang tanggap, menghilangkan
ix M Tinjauan Mata Kuliah ata kuliah Manajemen Kualitas termasuk ke dalam rumpun manajemen Operasi. Manajemen Kualitas berisi penjelasan tentang Manajemen Kualitas, Total Quality Management (TQM), Just
Penggunaan Modul, Kaset, dan Audiografis
ix U Penggunaan Modul, Kaset, dan Audiografis Untuk membantu Anda dalam mempelajari materi Perumusan Masalah Penelitian, Metode Pengamatan, Metode Wawancara, serta Analisa dan Interpretasi Data, modul
PENGEMBANGAN WEB BASED LEARNING DALAM MATAKULIAH ALGORITMA PEMROGRAMAN 1 DI STMIK PRADNYA PARAMITA MALANG
PENGEMBANGAN WEB BASED LEARNING DALAM MATAKULIAH ALGORITMA PEMROGRAMAN 1 DI STMIK PRADNYA PARAMITA MALANG Fitri Marisa, S.Kom., M.Pd Dosen STIMATA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Web
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini akan dijelaskan tentang latar belakang masalah mengapa dipilih judul skripsi ini beserta rumusan masalah dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. 1.1 Latar
KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015
KURIKULUM 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 1 1.3c MODEL PROBLEM BASED LEARNING 2 Model Problem Based Learning 3 Definisi Problem Based Learning : model pembelajaran yang dirancang agar peserta
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN UNTUK GURU DALAM MERENCANAKAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN MOODLE
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN UNTUK GURU DALAM MERENCANAKAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN MOODLE Masita Raisa Hanim 1,Endang Purwaningsih 2, dan Widjianto 3 Jurusan Fisika FMIPA
II. TINJAUAN PUSTAKA. Rosenberg (dalam Surjono, 2009: 3), mendefinisikan e-learning sebagai
II. TINJAUAN PUSTAKA A. E-learning Rosenberg (dalam Surjono, 2009: 3), mendefinisikan e-learning sebagai pemanfaatan teknologi internet untuk mendistribusikan materi pembelajaran, sehingga siswa dapat
III. METODE PENELITIAN. organisasi pramuka di lingkungan SMP Kartika II-2 dalam menumbuhkan sikap
45 III. METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Penelitian ini beranjak untuk mengetahui seberapa besar peranan komunikasi organisasi pramuka di lingkungan SMP Kartika II-2 dalam menumbuhkan sikap kemandirian
SISTEM PENDIDIKAN TERBUKA & JARAK JAUH
Pelatihan Tutor TTM 2015 PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH Membuka Akses Pendidikan Tinggi bagi Semua Making Higher Education Open to All SISTEM PENDIDIKAN TERBUKA & JARAK JAUH TUJUAN Pada akhir kegiatan
ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI
ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI SKRIPSI OLEH YUNI KARTIKA A1C409014 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENGEMBANGAN RANCANGAN AKTIVITAS TUTORIAL
Pelatihan Tutor TTM 2016 PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH Membuka Akses Pendidikan Tinggi bagi Semua Making Higher Education Open to All PENGEMBANGAN RANCANGAN AKTIVITAS TUTORIAL Tujuan Menjelaskan pengertian,
Katalog Program Pascasarjana Universitas Terbuka 2014 iii. Kata Pengantar
Katalog Program Pascasarjana Universitas Terbuka 2014 iii P Kata Pengantar roses pembelajaran yang berlangsung di UT menuntut mahasiswa untuk belajar mandiri. Belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan
BAB I PENDAHULUAN. pengalihasandian. Keberlangsungan ini pada akhirnya akan membentuk suatu pola
BAB I PENDAHULUAN To effectively communicate, we must realize that we are all different in the way we perceive the world and use this understanding as a guide to our communication with others. (Anthony
Bab IV Rekomendasi IV.1. Analisis Lanjutan
48 Bab IV Rekomendasi Pada bab ini akan dipaparkan jalannya tahap 3 penelitian (Gambar III.1), yaitu mengenai pembentukan rekomendasi bagi UKM untuk langkah implementasi selanjutnya. Sebagai dasar pemberian
PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIKUM MAHASISWA PROGAM STUDI BIOLOGI S-1
PEDOMAN PELAKSANAAN PRAKTIKUM MAHASISWA PROGAM STUDI BIOLOGI S-1 PROGRAM STUDI BIOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS TERBUKA 2012 i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR
BAB III TINJAUAN PEDAGOGIK PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER
BAB III TINJAUAN PEDAGOGIK PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER Saat ini penggunaan ICT untuk kegiatan belajar dan mengajar menjadi salah satu ciri perkembangan masyarakat modern. ICT dapat dimaknakan sebagai
HAND OUT MATA KULIAH KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DIN KODE MK/SKS : UD 100/3 SKS
HAND OUT MATA KULIAH KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DIN KODE MK/SKS : UD 100/3 SKS Oleh : Nining Sriningsih, M.Pd NIP. 197912112006042001 1 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU - JURUSAN PEDAGOGIK FAKULTAS
Katalog Program Pendas Universitas Terbuka 2015 iii. Kata Pengantar
Katalog Program Pendas Universitas Terbuka 2015 iii K Kata Pengantar atalog Program Pendidikan Dasar (Pendas) ini berisi berbagai hal terkait dengan program pembelajaran yang digunakan sebagai acuan dalam
Variasi Proses Pembelajaran melalui Penerapan E-learning
Variasi Proses Pembelajaran melalui Penerapan E-learning Marfuatun, M.Si Jurdik Kimia FMIPA UNY A. Pendahuluan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pendidikan Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI, Jln. Dr. Setiabudi No. 207
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian Lokasi penelitian yang dipilih oleh penulis adalah di Program Studi Pendidikan Tata Boga Jurusan PKK FPTK UPI, Jln. Dr. Setiabudi No. 207 Bandung
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS TERBUKA TAHUN 2014
LAPORAN PENELITIAN KORELASI ANTARA NILAI TUTORIAL ONLINE (TUTON) DENGAN NILAI UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) MAHASISWA JURUSAN SOSIOLOGI FISIP-UT MASA UJIAN 2013.2 Oleh: Drs. Haryanto, M.Si. (Ketua) FAKULTAS
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Model Pengembangan Model pengembangan media pembelajaran modul virtual yang digunakan diadaptasi dari model penelitian dan pengembangan Borg and Gall yang secara skematik tahapan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism,
Apakah P4TK itu? Copyright
P4TK TRAMPIL P4TK TRAMPIL adalah singkatan dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik & Tenaga Kependidikan TRansformasi Melalui PendIdikan dengan e-learning. P4TK TRAMPIL dibentuk oleh Majelis
Sistem Informasi untuk Pendidikan (3) Pengembangan Kurikulum S2 KRK640 3 SKS
Sistem Informasi untuk Pendidikan (3) Pengembangan Kurikulum S2 KRK640 3 SKS SISTEM BELAJAR MENGAJAR ON-LINE Pembelajaran on-line adalah pembelajaran yang menggunakan internet untuk menyampaikan bahan
INTERNET DASAR DEFINISI INTERNET
INTERNET DASAR Modul Pelatihan dan Pendampingan Rumah Kreatif BUMN DEFINISI INTERNET Internet adalah jaringan besar yang saling berhubungan dari jaringan-jaringan komputer yang menghubungkan orangorang
Cheaper, Faster, and Better
Cheaper, Faster, and Better Prinsip dalam Pengembangan E-Learning A Brief History 1950 Teori belajar behavioristik mulai disebarluaskan, tidak hanya untuk militer tapi untuk pendidikan formal 1960 Teaching
Katalog Program Pascasarjana Universitas Terbuka 2015 iii. Kata Pengantar
Katalog Program Pascasarjana Universitas Terbuka 2015 iii P Kata Pengantar roses pembelajaran yang berlangsung di UT menuntut mahasiswa untuk belajar mandiri. Belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan
IMPLEMENTASI E-LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA.
IMPLEMENTASI E-LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA [email protected] PENGANTAR e-learning suatu istilah yang digunakan terhadap proses belajar mengajar berbasis online tanpa dibatasi
ANALISIS TERHADAP HASIL PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN SYNCHRONOUS DAN ASYNCHRONOUS
ANALISIS TERHADAP HASIL PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN SYNCHRONOUS DAN ASYNCHRONOUS I Wayan Gede Narayana STMIK STIKOM Bali Jl Raya Puputan Renon No.86, Denpasar 80226 Email : [email protected]
KUESIONER PENELITIAN ANALISIS KUALITAS LAYANAN TUTORIAL TATAP MUKA DI UPBJJ-UT KUPANG DITINJAU DARI KEPUASAN MAHASISWA
KUESIONER PENELITIAN ANALISIS KUALITAS LAYANAN TUTORIAL TATAP MUKA DI UPBJJ-UT KUPANG DITINJAU DARI KEPUASAN MAHASISWA Responden Yth, Saya adalah Program Pascasarjana Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial
KIT TUTORIAL TERVALIDASI
KIT TUTORIAL TERVALIDASI Kode/Mata Kuliah : PDGK 4501 Pemantapan Kemampuan Profesional Semester : VIII (Delapan) Pokjar : Tinombo Masa Registrasi: 2017.1 Pengembang: Dewi Anngraini Susilowati, S.Pd.M.Pd
