Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Circ, Jigsaw, dan STAD... (Murtono)
|
|
|
- Sucianty Tedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Circ, Jigsaw, dan STAD... (Murtono) PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF CIRC, JIGSAW, DAN STAD TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA DITINJAU DARI KEMAMPUAN LOGIKA BERBAHASA Studi Eksperimen di Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Murtono Universitas Muria Kudus ABSTRACT The purpose of this research is to investigate: (1) the differences of reading skill between the students who join in CIRC cooperative learning model, Jigsaw cooperative learning model, and STAD cooperative learning model; (2) the differences of reading skill between students who have high and low language logic ability; (3) the influences of the use of the three cooperative learning models and the language logic ability on reading skill. This is an experiment study with 3x2 factorial designs. Manipulation is done towards the learning model variables. The experiment group is provided with a learning treatment involving CIRC, Jigsaw, and STAD learning model. The group is divided into two categories, students who have high language logic ability and those who have low language logic ability. The population of the study is the fifth grade elementary school student in Central Java of 2011/2012 Academic Year. Whereas, the samples are the fifth grade elementary students of 12 Elementary Schools in four regencies/cities, in total involve 364 students taken by multi stage area random sampling technique. The data of reading skill is elicited by reading comprehenson test, while the assessment on the level of language logic ability is done by using test of language logic ability. The data is analized by two-way variant. The results show that: (a) the reading skill of the students who joined in CIRC learning model is better than those who joined in Jigsaw or STAD model, meanwhile the students who joined in Jigsaw and STAD learning model have the same skill level; (b) The reading skill of the students who have high language logic ability is better than those who have low language logic ability; (c) cooperative learning model and language logic ability influence reading skill. Keywords: Cooperative Learning Model: CIRC, Jigsaw, STAD, Reading Skill, Language Logic Ability ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) menemukan perbedaan keterampilan membaca kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran CIRC, Jigsaw, dan STAD, (2) menemukan perbedaan keterampilan membaca siswa yang memiliki kemampuan 187
2 Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 24, No. 2, Desember 2012: logika berbahasa tinggi dan rendah, dan (3) menemukan interaksi penggunaan ketiga jenis model pembelajaran kooperatif dan kemampuan logika berbahasa dalam memengaruhi keterampilan membaca. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan disain faktorial 3x2. Manipulasi dilakukan pada variabel model pembelajaran. Kelompok eksperimen dibedakan atas siswa yang memiliki kemampuan logika berbahasa tinggi dan rendah. Populasi adalah siswa kelas 5 sekolah dasar di Jawa Tengah tahun pelajaran 2011/2012, sedangkan sampel adalah siswa kelas 5 pada 12 SD di empat kabupaten/kota yang berjumlah 364 siswa yang diambil dengan teknik multi stage area random sampling. Data keterampilan membaca dan kemampuan logika ditentukan dengan tes. Data disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan dianalisis. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis variansi dua jalan. Hasil penelitiannya adalah: (1) keterampilan membaca siswa dengan model CIRC lebih baik daripada yang belajar dengan jenis Jigsaw ataupun jenis STAD, sedangkan keterampilan membaca kelompok siswa yang mengikuti model jenis Jigsaw dan jenis STAD sama baiknya; (2) Keterampilan membaca kelompok siswa yang memiliki kemampuan logika bahasa tinggi lebih baik daripada kelompok siswa yang memiliki kemampuan logika bahasa rendah; (3) Terdapat interaksi antara jenis model pembelajaran kooperatif dengan kemampuan logika berbahasa dalam mempengaruhi keterampilan membaca. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif CIRC, Jigsaw, STAD, Keterampilan Membaca, Kemampuan Logika Berbahasa 1. Pendahuluan Membaca merupakan keterampilan yang menjadi jendela ilmu pengetahuan. Hampir semua ilmu pengetahuan dipahami melalui membaca. Oleh karena itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya masyarakat untuk gemar membaca. Masyarakat yang demikian akan memperoleh pengetahuan lebih cepat dan wawasan baru yang semakin meningkatkan kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang (Rahim, 2003:1). Masyarakat Indonesia dikatakan sebagai bangsa yang belum mempunyai kebiasaan dan budaya baca yang baik. Kekurangterampilan membaca masyarakat Indonesia ini, salah satunya terbukti dari rendahnya tingkat keterampilan membaca pelajar Indonesia. Rendahnya keterampilan membaca ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain lemahnya motivasi siswa, kurangnya koordinasi antarpengajar, dan terutama kurang adanya analisis kebutuhan siswa dalam penyusunan materi pembelajaran membaca (Alwasilah, 2000:677). Kemampuan siswa untuk memahami aspek kebahasaan sebenarnya cukup baik, namun apabila diminta untuk mengaplikasikan pemahaman membaca, para siswa ini mengalami kesulitan. Sumardi (2000:787) menyatakan waktu yang tersedia untuk pengajaran bahasa habis tersita untuk menjelaskan dan menghafalkan kaidah tata bahasa. Sehubungan dengan kondisi di atas, perlu dilakukan eksperimen dalam proses pembelajaran keterampilan membaca dengan model pembelajaran yang berpilar PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Interaktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) yaitu pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif ini dikembangkan siswa SD karena memberikan motivasi dan harapan kepada siswa dengan 188
3 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Circ, Jigsaw, dan STAD... (Murtono) memberikan pembelajaran yang menyenangkan, mengulang-ulang, dan sesuai kebutuhan. Di samping itu, bagi anak usia ini peran kelompok sebaya sangat berarti. Ia sangat mendambakan penerimaan oleh kelompoknya, baik dalam penampilan perilaku ataupun dalam ungkapan diri, terutama bahasa, ia cenderung meniru kelompok sebayanya (Iskandarwassid dan Sunendar, 2009:140). Keadaan ini sangat selaras dengan napas model pembelajaran kooperatif yang dasar pijakannya mengutamakan kerja sama dalam pembelajarannya. Model pembelajaran kooperatif memiliki dasar filosofis bekerja sama akan menghasilkan energi kolektif yang disebut sebagai sinergi. Sinergi ini akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dalam dunia pendidikan sinergi ini diaplikasikan dalam komunitas pembelajaran (Johnson & Johnson,1994:21; Slavin, 1995:16; Joyce, 2009:34). Adapun fokus penelitian ini adalah: (1) perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis CIRC, Jigsaw, dan STAD?, (2) perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan logika berbahasa yang tinggi dan yang memiliki kemampuan logika berbahasa yang rendah?, dan (3) interaksi antara penggunaan jenis model pembelajaran kooperatif dan kemampuan logika berbahasa dalam mempengaruhi keterampilan membaca? Penelitian ini memiliki tujuan: (1) menemukan perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis CIRC, Jigsaw, dan STAD, (2) menemukan perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan logika berbahasa tinggi dan yang memiliki kemampuan logika berbahasa rendah, dan (3) menemukan interaksi antara penggunaan ketiga jenis model pembelajaran kooperatif dan kemampuan logika berbahasa dalam mempengaruhi keterampilan membaca. Keterampilan membaca merupakan suatu keterampilan yang sangat unik dan sebagai alat komunikasi yang utama bagi kehidupan manusia, serta sangat berperan bagi pengembangan ilmu pengetahuan alam (Iskandarwassid dan Sunendar, 2009: 245). Dikatakan unik karena tidak semua manusia, mampu mengembangkan kemampuan ini menjadi alat untuk memberdayakan dirinya atau bahkan menjadikannya budaya bagi dirinya. Dikatakan alat komunikasi yang utama karena membaca merupakan media komunikasi yang efektif dan efisien. Demikian pula, disebut sangat berperan bagi pengembangan ilmu pengetahuan alam, karena persentase transfer ilmu pengetahuan terbanyak dilakukan melalui membaca. Secara umum, pada dasarnya membaca mencakupi dua aspek, yakni aspek mekanik dan aspek pemahaman. Aspek mekanik atau visual berkaitan dengan kemahiran membaca dalam menggerakkan dan memanfaatkan organ wicara lainnya pada waktu membaca. Adapun aspek pemahaman berhubungan dengan kemahiran pembaca dalam menangkap isi bacaan yang dibaca. Pemahaman terhadap bacaan lebih diutamakan. Berkaitan dengan membaca pemahaman, para ahli memberi beberapa cakupan keterampilan dalam membaca pemahaman. Crawley dan Mountain (1995:14) mengatakan sebagai suatu proses berpikir, membaca mencakupi aktivitas pengenalan kata, pemahaman literal, interpretasi, membaca kritis, dan pemahaman kreatif. Brown (2004:189) mengatakan bahwa membaca pemahaman meliputi beberapa jenis, yaitu membaca perseptif, membaca selektif, membaca interaktif, dan membaca ekstensif. Berpijak dari beberapa batasan di atas, dapat ditarik suatu kejelasan bahwa keterampilan membaca pemahaman pada hakikatnya mencakupi lima jenis pemahaman, yakni pengenalan kata, pemahaman literal, 189
4 Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 24, No. 2, Desember 2012: interpretatif (evaluatif), membaca kritis, dan membaca kreatif. Pembelajaran keterampilan membaca dalam penelitian ini diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif. Joyce (2009:302) memaparkan bahwa model pembelajaran kooperatif dilandasi tujuan dan asumsi sebagai berikut. (1) Sinergi yang ditingkatkan dalam bentuk kerja sama akan meningkatkan motivasi yang jauh lebih besar daripada dalam bentuk lingkungan kompetisi individual. (2) Anggota-anggota kelompok kooperatif dapat saling belajar satu dengan lainnya. (3) Interaksi antaranggota akan menghasilkan aspek kognitif, semisal kompleksitas. (4) Kerja sama meningkatkan perasaan positif satu dengan lainnya, menghilangkan penyendirian, membangun sebuah hubungan, dan memberikan pandangan positif terhadap orang lain. (5) Kerja sama meningkatkan penghargaan diri, tidak hanya pembelajaran yang berkembang tetapi juga perasaan dihormati dan dihargai oleh orang lain dalam sebuah lingkungan. (6) Siswa yang mengalami dan menjalani tugas, merasa harus bekerja sama sehingga dapat meningkatkan kapasitasnya untuk bekerja sama secara produktif. (7) Siswa dapat belajar dari beberapa latihan untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Penelitian ini menerapkan 3 model pembelajaran kooperatif yaitu: Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), Jigsaw, dan STAD. Model pembelajaran kooperatif CIRC adalah model kooperatif yang khusus dibuat untuk pembelajaran bahasa. Hal ini sesuai dengan namanya yang merupakan program komprehensif untuk mengajarkan membaca dan menulis pada kelas sekolah dasar, di samping sekolah yang lebih tinggi (Slavin, 1995: 16). Menurut Slavin (1995:16) Prosedur Model Pembelajaran Kooperatif CIRC adalah: (1) membentuk kelompok dengan anggota 4-5 anak secara heterogen; (2) Pengenalan topik yang akan dibahas; (3) Guru menyajikan pelajaran; (4) Siswa bekerja sama dan berdiskusi, saling membacakan, menemukan ide pokok, dan memberi tanggapan terhadap teks/kliping.; (5) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya kepada kelompok lain. Kelompok lain bisa bertanya kepada kelompok yang tampil, dan anggota kelompok yang tampil menjawab secara bergantian; (6) Guru memberi kuis/ pertanyaan kepada seluruh kelompok. Kuis dikerjakan secara berkelompok dengan berdiskusi, pada saat menjawab kuis, siswa dapat saling melengkapi dan saling membantu; (7) Guru memberikan penghargaan atas penampilan kelompok dan hasil pengerjaan kuis kelompok; (8) Guru memberikan kuis bersifat individu; dan (9) Guru dan siswa membuat simpulan bersama. Dalam pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw ini, siswa belajar dalam kelompok yang heterogen dan beranggotakan 4 sampai 6 orang, yang disebut kelompok asal. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas penguasaan bagian dari materi belajar yang ditugaskan kepadanya, kemudian mengajarkan bagian tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Tiap-tiap anggota kelompok yang mendapat tugas penguasaan bagian materi itu disebut ahli. Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan Arend. R.I (1997:73) berikut ini. 190
5 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Circ, Jigsaw, dan STAD... (Murtono) Kelompok asal (home # + $ + $ + $ # # # # $ $ $ $ Kelompok ahli (expert teams) Gambar 1. Hubungan kelompok asal dan kelompok ahli dalam Jigsaw Adapun prosedur pembelajaran dalam model ini adalah (1) Membentuk kelompok dengan anggota 4-5 anak secara heterogen sebagai kelompok asal (home teams); (2) Pengenalan topik yang akan dibahas; (3) Guru menyajikan pelajaran; (4) Setiap anggota kelompok ditunjuk menjadi ahli dalam bidang tertentu mempelajari materi secara mendalam dan bertanggung jawab terhadap materi bagian masing-masing, berkumpul menjadi kelompok baru yang disebut kelompok ahli (expert teams). Kelompok baru yang terdiiri atas anggota yang ahli (expert) dalam subtopik tertentu, berdiskusi dengan anggota kelompok lain yang memiliki keahlian sama; (5) Setelah materi terkuasai oleh semua anggota kelompok ahli, semua anggota ahli kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan (secara bergantian) materi bagian kelompok ahli kepada anggota kelompok asal lainnya; (6) Guru memberi kuis/ pertanyaan kepada seluruh kelompok. Kuis dikerjakan secara berkelompok dengan berdiskusi, pada saat menjawab kuis, siswa bisa saling melengkapi dan saling membantu; (7) Guru memberikan penghargaan hasil kuis kelompok; (8) Guru memberikan kuis bersifat individu; dan (9) Guru dan siswa membuat simpulan Model Pembelajaran Koooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) terdiri atas lima komponen utama, yaitu presentasi kelas, tim (kelompok), kuis/pertanyaan, skor kemajuan individu, dan rekognisi tim/ kelompok. Pembelajaran kooperatif tipe STAD diatur secara instruksional: (1) Membentuk kelompok dengan anggota 4-5 anak secara heterogen; (2) Pengenalan topik yang akan dibahas; (3) Guru menyajikan pelajaran; (4) Guru memberikan tugas kepada kelompok untuk dikerjakan anggota-anggota kelompok, anggota kelompok yang kesulitan dapat dijelaskan anggota kelompok lain yang sudah mengerti, sampai semua anggota kelompok itu mengerti semuanya; (5) Guru memberi kuis/ pertanyaan kepada seluruh kelompok. Kuis dikerjakan secara berkelompok dengan berdiskusi. Pada saat menjawab kuis, siswa bisa saling melengkapi dan saling membantu; (6) Guru memberikan penghargaan atas hasil kuis kelompok; (7) Guru memberikan kuis bersifat 191
6 Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 24, No. 2, Desember 2012: individu; Dan (8) Memberi evaluasi pembelajaran dan simpulan. Penelitian ini juga ingin mengetahui perbedaan kemampuan membaca siswa yang memiliki logika bahasa tinggi dengan siswa yang memiliki logika bahasa rendah. Logika merupakan pengetahuan tentang kaidah berpikir. Logika berasal dari bahasa Yunani logos, yang artinya hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan melalui kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah ilmu bernalar secara tepat. Hal itu berarti bahwa ilmu bernalar berusaha menemukan dan menyatakan kaidah-kaidah sesuai dengan kegiatan berpikir yang dapat dinilai baik atau buruk, benar atau salah, atau masuk akal atau tidak (Leonard, 1967:11-12). Sementara itu, Copi (1978:3) menyatakan bahwa logika adalah studi tentang metode dan prinsip yang digunakan untuk membedakan penalaran yang benar dari penalaran yang tidak benar. Konsep bentuk logis adalah inti dari logika. Konsep itu menyatakan bahwa kesahihan sebuah argumen ditentukan oleh bentuk logisnya, bukan oleh isinya. Sebuah logika terdiri atas dua bagian, yaitu bahasa dan cara penalarannya. Logika berbahasa berkaitan dengan penalaran secara umum dengan menggunakan media bahasa (Alwi, 2007:680). Logika adalah alat utama untuk mempresentasikan dan bernalar tentang pengetahuan. Secara khusus diperlukan adanya kemampuan untuk bernalar secara logis formal. Keuntungan menggunakan bahasa yang logis formal dalam kecerdasan buatan adalah bahwa bahasa mempresentasikan hal yang terbatas dan secara tepat (Puchta, 2005:5). Sementara itu, berbahasa pada hakikatnya juga bernalar, artinya bahwa dalam tindak berbahasa juga terlibat strategi yang bersifat lain yang bukan sekadar penggunaan kata-kata. Kejelasan, keruntutan, dan ketepatan penggunaan kata-kata dalam berbahasa berhubungan dengan logika seseorang, kemampuan berpikir logis seseorang. Logika bahasa memiliki tiga aspek utama, yakni berkaitan gramatikal secara umum (morfologi, sintaksis, wacana), semantik, dan metode penalarannya. Oleh karena itu, logika berbahasa sering disebut logika verbal. 2. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen berpijak dari investigasi hubungan sebab akibat yang mungkin timbul atas pemberian kondisi-kondisi perlakuan dan membandingkannya antara kelompok yang diberikan perlakuan dan kelompok pembanding atau kontrol. Penelitian eksperimental pada umumnya memiliki tiga karakteristik dasar, yakni (1) suatu variabel bebas dimanipulasi: (2) semua variabel lainnya, kecuali variabel bebas, dipertahankan tetap; dan (3) pengaruh manipulasi variabel bebas terhadap variabel terikat diamati (Ary, Jacobs, & Razaveih, 2005:338). Dalam penelitian ini ditentukan variabel yang dimanipulasi adalah dua variabel bebas, yaitu: variabel model pembelajaran kooperatif dijabarkan menjadi tiga: model CIRC, model Jigsaw, model pembelajaran kooperatif STAD, sebagai variabel ekperimental. Variabel bebas yang kedua yang dikontrol dan ikut mempengaruhi variabel terikat adalah kemampuan logika berbahasa sebagai variabel atributif, yang dibedakan dalam kemampuan logika bahasa tinggi dan kemampuan logika bahasa rendah. Adapun variabel terikatnya adalah keterampilan membaca. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan faktorial 3 x 2. Penentuan disain merujuk Ary, Jacobs, dan Razavieh (2005:391). Pola rancangan faktorial 3 x 2 ini tampak pada gambar berikut ini. 192
7 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Circ, Jigsaw, dan STAD... (Murtono) B B-1 B-2 A A-1 A 1 B 1 A 1 B 2 A-2 A 2 B 1 A 2 B 2 A-3 A 3 B 1 A 3 B 2 Gambar 2 : Disain Faktorial Penelitian Keterangan: A = Model Pembelajaran Kooperatif B = Kemampuan Logika Berbahasa A-1 = Model Pembelajaran Kooperatif CIRC A-2 = Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw A-3 = Model Pembelajaran Kooperatif STAD B-1 = Kemampuan Logika Berbahasa Tinggi B-2 = Kemampuan Logika Berbahasa Rendah A 1 B 1 = kumpulan nilai keterampilan membaca kelompok CIRCkemampuan logika bahasa tinggi A 1 B 2 = kumpulan nilai keterampilan membaca kelompok Jigsaw kemampuan logika bahasa rendah A 2 B 1 = kumpulan nilai keterampilan membaca kelompok STADkemampuan logika bahasa tinggi A 2 B 2 = kumpulan nilai keterampilan membaca kelompok CIRCkemampuan logika bahasa rendah A 3 B 1 = kumpulan nilai keterampilan membaca kelompok Jighsawkemampuan logika bahasa tinggi A 3 B 2 = kumpulan nilai keterampilan membaca kelompok STADkemampuan logika bahasa rendah Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar pada kelas 5 Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jawa Tengah pada semester gasal tahun pelajaran 2011/2012, yang sekaligus menjadi populasi. Adapun sampel terpilih sebanyak 12 SD untuk eksperimen.teknik sampling yang digunakan ialah multi stage area random sampling (area provinsi, area Kabupaten/kota dan area kecamatan: Gugus Sekolah/Daerah Binaan). Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dipilih secara acak 4 kabupaten/kota, kemudian dari 4 kabupaten terpilih masing-masing diambil secara acak 3 kecamatan, selanjutnya tiap-tiap kecamatan diambil secara acak 1 SD. SD terpilih setiap kecamatan dalam masing-masing kabupaten merupakan SD penelitian sehingga jumlah SD penelitian yang didapatkan adalah 12 sekolah dasar yang tersebar di 4 kabupaten dan 12 kecamatan. Empat kabupaten/kota terpilih adalah Kabupaten Kudus, Kota Semarang, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Karanganyar. Di Kabupaten Kudus terpilih 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Jati dengan SD sampel SD Muhammadiyah 1, Kec. Kota dengan SD sampel SD Demaan 03 dan Kecamatan Bae dengan SD sampel SD Bae 01. Di Kota Semarang terpilih 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Pedurungan dengan SD sampel SD Pedurungan Lor 01, Kecamatan Gajah Mungkur 193
8 Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 24, No. 2, Desember 2012: dengan SD sampel SD Petompon 07, dan Kecamatan Gayamsari dengan SD sampel SD Pandean Lamper 07. Di kabupaten Magelang terpilih 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Mungkid dengan SD sampel SD Mungkid 02, Kecamatan Mertoyudan dengan SD sampel SD Mertoyudan 2, dan Kecamatan Borobudur dengan SD sampel SD Borobudur 01,. Di Kabupaten Karanganyar terpilih 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Gondangrejo dengan SD sampel SD 01 Wonorejo, Kecamatan Karanganyar dengan SD sampel SD 01 Pompongan, dan Kecamatan Tasikmadu dengan SD sampel SD 01 Pandeyan. Dari 12 SD yang menjadi sampel penelitian, 4 sekolah (kelas) untuk sampel perlakuan model pembelajaran kooperatif jenis CIRC, 4 sekolah (kelas) untuk sampel perlakuan model pembelajaran jenis Jigsaw, dan 4 sekolah (kelas) untuk sampel perlakuan model pembelajaran kooperatif jenis STAD. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data keterampilan membaca bahasa Indonesia ini berbentuk tes keterampilan membaca. Tes yang dipakai sebanyak 50 soal yang berupa tes objektif berbentuk pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban (A, B,C, dan D). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan logika berbahasa berbentuk tes. Tes kemampuan logika berbahasa sebanyak 40 butir. Kedua tes tersebuat sudah diuji kesahihan, keterandalannya, tingkat kesukaran, dan uji beda. 3. Hasil Penelitian dan Pembahasan Data yang berhasil dikumpulkan berkait dengan keterampilan membaca untuk kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model CIRC (A1) menunjukkan bahwa nilai tertinggi keterampilan membaca sebesar 98, nilai terendah sebesar 56, rentang nilai (range) 56 98, mean sebesar 79,4590, modus (Mo) sebesar 80, median (Me) sebesar 80, dan simpangan baku (s) sebesar 11,4763. Kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model Jigsaw (A2) menunjukkan bahwa nilai tertinggi keterampilan membaca sebesar 98, nilai terendah sebesar 54, rentang nilai (range) 54 98, mean sebesar 76,7581, modus (Mo) sebesar 80, median (me) sebesar 78, dan simpangan baku (s) sebesar 10,9622. Kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model STAD (A3) menunjukkan bahwa nilai tertinggi keterampilan membaca sebesar 98, nilai terendah sebesar 56, rentang nilai (range) 56 98, mean sebesar 76,3898, modus (Mo) sebesar 76, median (Me) sebesar 76, dan simpangan baku (s) sebesar 10,8076. Data-data tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis CIRC dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis Jigsaw dan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis STAD. Perbedaan itu berupa kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran CIRC lebih efektif daripada yang belajar dengan Jigsaw ataupun STAD. Sementara itu, antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Jigsaw dan model pembelajaran STAD tidak terdapat perbedaan yang berarti. Memang ada sedikit perbedaan antara model Jigsaw dan STAD, tetapi setelah dilakukan uji lebih lanjut perbedaan tersebut tidaklah signifikan. Data yang berhasil dikumpulkan berkait dengan keterampilan membaca untuk kelompok siswa yang memiliki kemampuan logika bahasa tinggi (B1) menunjukkan nilai tertinggi keterampilan membaca sebesar 98, nilai terendah sebesar 62, rentang nilai (range) 62-98, mean sebesar 82,1778, modus (Mo) sebesar 80, median (Me) sebesar 82, dan simpangan baku (s) sebesar 10,1715. Kelompok siswa yang memiliki kemampuan logika bahasa rendah (B2) menunjukkan bahwa nilai tertinggi keterampilan membaca sebesar 92, nilai terendah sebesar 54, rentang nilai (range) 54-92, 194
9 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Circ, Jigsaw, dan STAD... (Murtono) mean sebesar 73,0109, modus (Mo) sebesar 74, median (Me) sebesar 74, dan simpangan baku (s) sebesar 10,1637. Data-data tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan logika berbahasa yang tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan logika berbahasa yang rendah. Data yang berhasil dikumpulkan berkait dengan keterampilan membaca untuk kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran CIRC dan memiliki kemampuan logika tinggi (A1B1) menunjukkan bahwa nilai tertinggi keterampilan membaca sebesar 98, terendah sebesar 64, rentang nilai (range) 64-98, mean sebesar 86,3793, modus (Mo) sebesar 90, median (Me) sebesar 88, dan simpangan baku (s) sebesar 8,7094. Kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran CIRC dan memiliki kemampuan logika rendah (A1B2) menunjukkan nilai tertinggi sebesar 92, nilai terendah sebesar 56, rentang nilai (range) 56-92, mean 73,1875, modus (Mo) sebesar 80, median (Me) sebesar 74, dan simpangan baku (s) sebesar 9,9355. Data yang berhasil dikumpulkan berkait dengan keterampilan membaca untuk kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Jigsaw dan memiliki kemampuan logika tinggi (A2B1) nilai tertinggi keterampilan membaca 98, terendah 62, rentang nilai (range) 62-98, mean 80,2540, modus (Mo) 80, median (Me) 80, dan simpangan baku (s) 10,2893. Kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Jigsaw dan memiliki kemampuan logika rendah (A2B2) menunjukkan nilai tertinggi keterampilan membaca 92, terendah 54, rentang nilai (range) 54-92, mean sebesar 73,1475, modus (Mo) sebesar 80, median (Me) sebesar 74, dan simpangan baku (s) sebesar 10,5291. Data yang berhasil dikumpulkan berkait dengan keterampilan membaca untuk kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STAD dan memiliki kemampuan logika tinggi (A3B1) menunjukkan bahwa nilai tertinggi keterampilan membaca sebesar 98, nilai terendah sebesar 62, rentang nilai (range) 62 98, mean sebesar 80,1017, modus (Mo) sebesar 80, median (Me) sebesar 80, dan simpangan baku (s) sebesar 10,2683. Kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STAD dan memiliki kemampuan logika rendah (A3B2) menunjukkan bahwa nilai tertinggi keterampilan membaca sebesar 90, nilai terendah sebesar 56, rentang nilai (range) 56 90, mean sebesar 72,1475, modus (Mo) sebesar 72, median (Me) sebesar 72, dan simpangan baku (s) sebesar 10,1071. Rangkuman hasil penelitian selengkapnya adalah berikut ini. 195
10 Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 24, No. 2, Desember 2012: JIGSAW (A2) Tabel 1 Rangkuman Data Nilai Keterampilan Membaca LEARNING MODEL (A) LANGUAGE LOGIC ABILITY (B) High (B1) Low (B2) Sum N X Min Max CIRC X Mo (A1) Me S Var Range X N X Min Max STAD (A3) Sum X Mo Me S Var Range X N X Min Max X Mo Me S Var Range X N X Min Max X Mo Me S Var Range X
11 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Circ, Jigsaw, dan STAD... (Murtono) Data-data tersebut menunjukkan bahwa ada interaksi antara penggunaan jenis model pembelajaran kooperatif dan kemampuan logika berbahasa dalam mempengaruhi keterampilan membaca bahasa Indonesia siswa. Beberapa interaksi dapat dijelaskan sebagai berikut. a. Dalam pembelajaran keterampilan membaca, penggunaan model pembelajaran CIRC lebih efektif digunakan untuk siswa yang memiliki kemampuan logika tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki logika bahasa rendah. b. Dalam pembelajaran keterampilan membaca, penggunaan model pembelajaran Jigsaw lebih efektif digunakan untuk siswa yang memiliki kemampuan logika tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki logika bahasa rendah. c. Dalam pembelajaran keterampilan membaca, penggunaan model pembelajaran STAD lebih efektif digunakan untuk siswa yang memiliki kemampuan logika tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki logika bahasa rendah. d. Dalam pembelajaran keterampilan membaca, siswa yang memiliki kemampuan logika tinggi, penggunaan model pembelajaran CIRC lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran Jigsaw. e. Dalam pembelajaran keterampilan membaca, siswa yang memiliki kemampuan logika tinggi, penggunaan model pembelajaran CIRC lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran STAD. f. Dalam pembelajaran keterampilan membaca, siswa yang memiliki kemampuan logika tinggi, penggunaan model pembelajaran Jigsaw sama efektifnya dibandingkan dengan model pembelajaran STAD. g. Dalam pembelajaran keterampilan membaca pada siswa yang memiliki kemampuan logika rendah, penggunaan ketiga model pembelajaran kooperatif : CIRC, Jigsaw, maupun STAD tidak menunjukkan perbedaan efektivitas. 4. Simpulan Dari hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut. a. Ada perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis CIRC dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis Jigsaw dan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif jenis STAD. b. Ada perbedaan keterampilan membaca bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang memiliki kemampuan logika berbahasa yang tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan logika berbahasa yang rendah. c. Ada interaksi antara penggunaan jenis model pembelajaran kooperatif dan kemampuan logika berbahasa dalam mempengaruhi keterampilan membaca bahasa Indonesia siswa. 197
12 Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 24, No. 2, Desember 2012: DAFTAR PUSTAKA Alwasilah, Chaedar Membenahi Kuliah MKDU Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Dalam Kaswanti Purwa (Ed). Kajian Serba Linguistik untuk Anton M. Moeliono Pereksa Bahasa. Halaman Jakarta: BPK Gunung Mulia dalam kerja sama dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Alwi, Hasan. Ed Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Arends, R.I Classroom Instruction and Management. New York: McGraw-Hill. Ary, D, L.C. Jacobs, & A. Razaveih Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Diterjemahkan oleh Arief Furchan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Brown, H.D Language Assessment Principles and Classroom Practices. San Francisco: Longman. Copi, I.M Introduction to Logic. New York: Macmillan Publishing Co. Inc. Crawley, S.J & L. Mountain Strategies for Guiding Content Reading. Boston: Allyn and Bacon. Iskandarwassid dan Dadang Sunendar Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Kerja sama Sekolah Pascasarjana UPI dan Remaja Rosdakarya. Johnson, R.T. & D.W. Johnson What is Cooperative Learning? Minneapolis, Minnesota: The Cooperative Learning Center at the University of Minnesota. Joyce, B., M. Weil, & E. Calhoun Models of Teaching (8th ed.). Boston: Allyn Bacon/ Pearson. Leonard, S. H Principles of Reasoning: An Introduction to Logic, Methodology and The Theory of Sign. New York: McMillan Publishing Inc. Puchta, H. & M. Rinvolucri Multiple Intelligences in ELT: Exercises for secondary and adult students. Helping Languages. Tersedia di Diunduh pada 10 Juni Rahim, Farida Pengajaran Membaca di Kelas IV Sekolah Dasar 08 Padang. Disertasi Universitas Negeri Malang. Slavin. R.E Cooperative Learning: Theory, Research and Practice. London: Allyn & Bacon. Sumardi, Mulyanto Pengajaran Bahasa Indonesia yang Efektif dan Efisien di SLTA, dalam Kaswanti Purwa (Ed). Kajian Serba Linguistik untuk Anton M. Moeliono Pereksa Bahasa. Jakarta: BPK Gunung Mulia bekerja sama dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. 198
EKSPERIMENTASI MODEL KOOPERATIF CIRC DAN JIGSAW UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA DITINJAU DARI KEMAMPUAN LOGIKA BERBAHASA
EKSPERIMENTASI MODEL KOOPERATIF CIRC DAN JIGSAW UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA DITINJAU DARI KEMAMPUAN LOGIKA BERBAHASA Murtono Email : [email protected] PGSD FKIP Universitas Muria Kudus ABSTRACT
BAB I PENDAHULUAN. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DENGAN MICROSOFT POWER POINT
UJME 1 (1) (2012) nnes http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujme KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DENGAN MICROSOFT POWER POINT Diana Wahyuning Fitawati, Sugiarto, Muhammad Kharis Jurusan Matematika,
THE INFLUENCE OF THE INPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE MAKE A MATCH TOWARD STUDENTS MATHEMATICAL COCEPTUAL UNDERSTANDING
1 THE INFLUENCE OF THE INPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE MAKE A MATCH TOWARD STUDENTS MATHEMATICAL COCEPTUAL UNDERSTANDING (Study To The 7 th Grade Students of SMPN 1 Terbanggi Besar, Lampung
STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA TIPE JIGSAW DAN TIPE STAD PADA SISWA KELAS VIII
STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA TIPE JIGSAW DAN TIPE STAD PADA SISWA KELAS VIII Oleh: Farida Nurul Ngaini, Bambang Priyo Darminto, Wharyanti Ika P. Program Studi Pendidikan Matematika Universitas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMAN 1 BANGUN PURBA Pebriani *), Arcat 1), Lusi Eka Afri 2) 1&2) Program
Monif Maulana 1), Nur Arina Hidayati 2) 1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UAD
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TS-TS) DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Monif Maulana 1),
Oleh: Via Vandella*, Yulia Haryono**, Alfi Yunita**
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPA SMAN 15 PADANG Oleh: Via Vandella*, Yulia Haryono**, Alfi
Dona Fitriawan 1, Tri Atmojo Kusmayana 2, Gatut Iswahyudi 3
EKPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATI TIPE TWO STAY TWO STRAY DENGAN METODE PROBLEM SOLVING PADA POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI KATEGORI MULTIPLE INTELLIGENCES PESERTA DIDIK KELAS
PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH
PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH DAN CARD SORT PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 14 MATARAM TAHUN AJARAN 2016/2017 ARTIKEL SKRIPSI Diajukan untuk
Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika ISSN:
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN JIGSAW DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DITINJAU DARI KECEMASAN MENGHADAPI TES SISWA KELAS VII SMP KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN
1) Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret 2) Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret
Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 2 No. 1 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret 42-47 STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE TEAMS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DI SMP NEGERI 3 BUKITTINGGI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DI SMP NEGERI 3 BUKITTINGGI Widya Damayanti 1, Fuji Astuti 2, Zora Iriani 3 Program Studi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Marthina 1), Pentatito Gunowibowo 2), Arnelis Djalil 2) [email protected] 1 Mahasiswa Program Studi
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Belajar dan Pembelajaran a. Pengertian Belajar Belajar merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, sejak lahir manusia telah memulai
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOTITION) PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOTITION) PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Binti Anisaul Khasanah Pendidikan Matematika, STKIP Muhammadiyah Pringsewu
Oleh: IMAM SANTOSA S
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISIONS ( STAD ) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS XI
TESIS. Disusun untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Magister Program Studi Pendidikan Matematika. Oleh: IKA NOVIANTARI NIM S
digilib.uns.ac.id 0 EKSPERIMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DITINJAU DARI
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MTs
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MTs Nego Linuhung 1), Satrio Wicaksono Sudarman 2) Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI. hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang lebih
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI A. Tinjauan Pustaka Berkaitan dengan penelitian ini, peneliti akan menunjukkan beberapa hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh orang-orang yang
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Febri Irawan 1, Rini Asnawati 2, Pentatito Gunowibowo 2 [email protected] 1 Mahasiswa Pendidikan
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC Ari Kusuma Rahmawati 1), Sutijan 2), Samidi 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutarmi 36 A, Surakarta
Abstrak Kata Kunci 1. Pendahuluan
Abstrak Ada nilai tambah yang didapat seseorang dalam melakukan kegiatan membaca. Satu diantaranya, orang menjadi luas cakrawala kehidupannya, terbebas dari penjara dunia yang sempit dan terbatas, baik
Evi Aspirani SMAN 1 Mare, jalan Makmur no.1 Kec. Mare, Kabupaten Bone
56 Pengaruh Model Pembelajaran Koperatif dan Awal terhadap Hasil Belajar Peserta Didik (Studi pada Materi Pokok Hidrólisis Garam di Kelas Xi Ipa SMA Negeri 1 Mare) The Influence of Cooperative Learning
Keywords: the tipe of model Cooperative Student Teams Achievement Division (STAD), Learning Outcomes
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 1 KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN Adri
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA PEMBELAJARAN SEJARAH. Yusni Pakaya Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Yusni Pakaya Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo Abstrak : Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran sejarah di
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3 SD
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3 SD Rahayu, Slameto, dan Elvira Hoesein Radia PGSD FKIP Universitas Kristen Satya Wacana
PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE
PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 JLEGIWINANGUN TAHUN AJARAN 2015/2016 Naelatul
PEMBELAJARAN KOOPERATIF
1 PEMBELAJARAN KOOPERATIF Karakteristik Pembelajaran kooperatif telah dikembangkan secara intensif melalui berbagai penelitian, tujuannya untuk meningkatkan kerjasama akademik antar mahasiswa, membentuk
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 31 PADANG
Vol. 3 No. 1 (214) Jurnal Pendidikan Matematika : Part 2 Hal 41-45 PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII
PERBEDAAN PENGARUH ANTARA MODEL KOOPERATIF TIPE TPS DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR IPS
PERBEDAAN PENGARUH ANTARA MODEL KOOPERATIF TIPE TPS DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR IPS Dami Anah 1), Suwarto WA 2), Djaelani 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Slamet Riyadi No. 449, Surakarta
Keefektifan CTL Berbantuan Macromedia Flash Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Segiempat
JURNAL KREANO, ISSN : 2086-2334 Diterbitkan oleh Jurusan Matematika FMIPA UNNES Volume 4 Nomor 1 Bulan Juni Tahun 2013 Keefektifan CTL Berbantuan Macromedia Flash Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DISERTAI TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS VII SMPN 27 PADANG Wita Novira*), Rina Febriana **),
PENGGUNAAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA
PENGGUNAAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA Supriyono SMP Negeri 1 Secanggang, kab. Langkat Abstract: The purpose of this study are:
JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 1 No. 2 Juli 2017
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN BANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI CENDAWAN ISKANDAR SAFRI HASIBUAN ABSTRACT This study aims to determine differences in
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN NUMBERED HEADS TOGETHER
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK SMA SE KAB. MAGELANG TAHUN PELAJARAN
M A K A L A H. Disusun oleh : WIWI WIYATI NIM
MODEL PEMBELAJARAN KALIMAT EFEKTIF DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TPS (THINK-PAIRS-SHARE) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SINGAJAYA KABUPATEN GARUT TAHUN PELAJARAN 2011/2012 M A K A L
Agung Putra Wijaya, Mardiyana, Suyono Program Studi Magister Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DITINJAU DARI KEINGINTAHUAN DAN GAYA KOGNITIF PESERTA DIDIK SMP DI KABUPATEN
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SDN PANJATAN Oleh: Woro Rukmi Estiningtyas 1, Imam
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY
1 EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY (TS-TS) DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP DI KABUPATEN BANTUL DITINJAU DARI
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN NHT
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN NHT DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014 Bhian Rangga J.R 1,Djoko Subandriyo 2, dan Danang
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI SISWA
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI SISWA Oleh Imam Arifin,Puji Nugraheni, Heru Kurniawan Program Studi Pendidikan Matematika Universitas
STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE YANG BERBEDA 1. Oleh
STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE YANG BERBEDA 1 Oleh Mei Jayadi 1, R.Gunawan Sudarmanto 2, Eddy Purnomo 3 The study purpose is to find out the affectivity
Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika ISSN:
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN PETA KONSEP PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT DITINJAU DARI SIKAP ILMIAH PESERTA DIDIK KELAS X SMA DI KABUPATEN KUDUS TAHUN PELAJARAN 2013/2014
STUDI KOMPARASI PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA
STUDI KOMPARASI PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Dwi Anggraeni 1), Chumdari 2), Hartono 3) PGSD FKIP Universitas Sebelas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Yeni Febrianti, 2014
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu ilmu yang universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, dan matematika mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin
TESIS. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Magister Program Studi Pendidikan Matematika. Oleh SUSMONO S
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE (TTW) DAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) PADA POKOK BAHASAN DIMENSI TIGA DITINJAU DARI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI DI KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN
PENERAPAN KETRAMPILAN PROSES SAINS MELALUI MODEL THINK PAIR SHARE PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA
PENERAPAN KETRAMPILAN PROSES SAINS MELALUI MODEL THINK PAIR SHARE PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA Mahesa Kale 1), Sri Astutik 2), Rif ati Dina 2) 1) Mahasiswa Program S1 Pendidikan Fisika FKIP Universitas
Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kepala Bernomor, Pemahaman Konsep
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KEPALA BERNOMOR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 1 RANAH BATAHAN KABUPATEN PASAMAN BARAT Oleh: Anita Susanti Lubis*, Melisa**,
PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING
1 PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE PAIR CHECK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII SMP NERGERI 5 KUBUNG KABUPATEN SOLOK Tiva Rahmadayanti 1 1 Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan
J. Ind. Soc. Integ. Chem., 2014, Volume 6, Nomor 2
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISTIM KOLOID Asrial 1), Arnina Dwijaya 2) 1) Staf Pengajar di Program Magister Pendidikan
PENGARUH METODE PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA. Bahrudin 1, Rini Asnawati 2, Pentatito Gunowibowo 2
PENGARUH METODE PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA Bahrudin 1, Rini Asnawati 2, Pentatito Gunowibowo 2 [email protected] 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika 2 Dosen
MENINGKATKAN KARAKTER DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD.
ISSN 1412-5455 5 Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 16 No.1, Juni 2016 : 114-186 MENINGKATKAN KARAKTER DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Okmi Muji Rahayu 1, Suhartono 2, M. Chamdani 3 PGSD FKIP Universitas Sebelas
BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan pernyataan Suherman, dkk. (2003: 25) bahwa matematika. matematika haruslah ditempatkan pada prioritas yang utama.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu dasar yang memiliki peranan penting dalam proses kehidupan manusia. Dapat dikatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa
TESIS Disusun untuk memenuhi persyaratan mencapai derajat Magister Program Studi Teknologi Pendidikan. Oleh : SRI REJEKI NIM.
PENGARUH PEMBELAJARAN TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DAN GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI DABIN V KRADENAN DITINJAU DARI DISIPLIN
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA PGRI 1 PADANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Hida Kurniawati Nasution*
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA Pitri Oktaviani H. A. (1), Nurhanurawati (2), M. Coesamin (3) Pendidikan
Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika ISSN:
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VII SEKABUPATEN
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) P-ISSN Volume 5, Nomor 1, Juni 2017 E-ISSN X
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN EKSPOSISI SISWA SMP Raisya Andhira Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia [email protected]
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD 6
ISSN 2442-3041 Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1, No. 2, Mei - Agustus 2015 STKIP PGRI Banjarmasin UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN
Noorhafizah dan Rahmiliya Apriyani
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA MATERI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MELALUI MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) KOMBINASI MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IV SDN SUNGAI MIAI 5 BANJARMASIN Noorhafizah
Kata kunci: metode kooperatif tipe TGT, media pembelajaran kartu domino, hasil belajar geografi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATI TIPE TGT (TEAMS GAME TOURNAMENT) DENGAN MEDIA KARTU DOMINO TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 MUNTILAN INLUENCE LEARNING COOPERATIVE TYPE TGT
UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1, Maret 2016
UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1, Maret 2016 STUDI KOMPARASI PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS DAN TEAM ACCELERATED INSTRUCTION TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar
Asmaul Husna. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNRIKA Batam Korespondensi: ABSTRAK
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI KECAMATAN LEMBAH GUMANTI Asmaul Husna Program Studi Pendidikan Matematika
Pengaruh Model Pembelajaran dan Kecerdasan Intelektual Terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa di SMA Negeri 1 Karawang
DOI: https://doi.org/10.21009/jps.062.01 Pengaruh Model Pembelajaran dan Kecerdasan Intelektual Terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa di SMA Negeri 1 Karawang Indah Megawati, Tuti Nuriah, Murni Winarsih
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 5 PADANG
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 5 PADANG Fitria Ulva Syafrida 1), Sofia Edriati 2), Ainil Mardiyah
PENINGKATAN KEMANDIRIAN MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA PADA MATA KULIAH MEKANIKA MELALUI METODE RECIPROCAL TEACHING
p-issn: 2337-5973 e-issn: 2442-4838 PENINGKATAN KEMANDIRIAN MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA PADA MATA KULIAH MEKANIKA MELALUI METODE RECIPROCAL TEACHING Fajar Fitri Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas
Indra Puji Astuti 1 1 Dosen Prodi Pendidikan Matematika, STKIP PGRI NGAWI
Komparasi Prestasi Belajar Siswa Dengan Penerapan Model Pembelajaran (Contextual Teaching Learning), Nht (Numbered Heads Together), Dan Tps (Think Pair Share) Di SMK Negeri 1 Geneng Indra Puji Astuti 1
BAB II KAJIAN PUSTAKA
8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran 1. Pengertian Model Pembelajaran Model pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam pembelajaran yang digunakan oleh guru demi tercapainya keberhasilan
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DAN MINAT MENULIS SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS WACANA BERAKSARA JAWA PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI DI KABUPATEN KUDUS TESIS Disusun untuk Memenuhi Sebagian
Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika ISSN:
Vol.2, No.7, hal 68-69, September 214 EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN TIPE JIGSAW PADA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DAN DIRECT INSTRUCTION
J u r n a l MATEMATICS PAEDAGOGIC Vol VII. No. 1, September 2016, hlm. 71 75 Available online at www.deacas.com/se/jurnal PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DAN
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DAN DIRECT INSTRUCTION
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD DAN DIRECT INSTRUCTION Jumaita Nopriani Lubis Pendidikan Matematika, STKIP Tapanuli Selatan e-mail: [email protected]
Nurul Farida Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Metro Abstract
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) MENGGUNAKAN METODE PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI SIKAP KREATIF PESERTA DIDIK Nurul Farida Pendidikan Matematika
Nola Despita Sari*), Zulfitri Aima**), Mulia Suryani**).
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP MOTIVASI DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS X IIS SMAN 1 KECAMATAN SULIKI Nola Despita Sari*), Zulfitri Aima**),
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BESARAN DAN SATUAN
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK BESARAN DAN SATUAN Karya Sinulingga dan Amelia Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan [email protected]
I. PENDAHULUAN. Setiap negara menganggap penting pendidikan. Pendidikan berperan penting bagi
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap negara menganggap penting pendidikan. Pendidikan berperan penting bagi proses peningkatan kemampuan dan daya saing suatu bangsa. Menjadi bangsa yang maju tentu
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE
Jurnal Pendidikan Rokania Vol. II (No. 2/2017) 265-273 265 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DAN KEMAMPUAN AWAL TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMPN 38
Keywords : CIRC, Improving Skills, Reading Comprehension
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS IV SDN 2 NGASINAN TAHUN AJARAN 2014/2015 Oleh: Laela
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMPN 3 PADANG
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMPN 3 PADANG Amalina 1), Lutfian Almash 2), Minora Longgom Nasution
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS BAHASA JAWA SISWA SEKOLAH DASAR
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS BAHASA JAWA SISWA SEKOLAH DASAR Mukhlas 1, Ngatman 2, Harun Setyo Budi 3 1 Mahasiswa PGDS FKIP Universitas Sebelas Maret
PERBANDINGAN MODEL KOOPERATIF TIPE NHT DAN TPS DITINJAU DARI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS
PERBANDINGAN MODEL KOOPERATIF TIPE NHT DAN TPS DITINJAU DARI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS Asih Purwaningsih 1, M. Coesamin 2, Pentatito Gunowibowo 2 [email protected] 1 Mahasiswa Program Studi
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DI SDN 04 MAEK KABUPATEN 50 KOTA Yulia Pike
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 RAMBAH HILIR
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 RAMBAH HILIR Elvita Yeni *), Hardianto 1), Suwandi 2) 1&2) Program Studi Pendidikan Matematika,
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 31 PADANG Halimatus Sa diyah 1, Sofia Edriati 2, Lita
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN ACEH TENGAH
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN ACEH TENGAH Khairul Asri Pendidikan Matematika Universitas Serambi Mekkah
