Nilai Tukar Petani Provinsi Aceh Per Subsektor Bulan
|
|
|
- Inge Johan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Nilai Tukar Petani Provinsi Aceh Per Subsektor No. Sub Sektor Bulan Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agst Sept Okt Nop Des Rata-rata 1. Tanaman Pangan Nilai Tukar Petani (NTP-P) ,76 98,03 96,97 96,27 94,07 93,86 94,11 93,65 94,65 95,44 98,50 97,76 95, ,88 99,76 98,50 97,59 96,19 96,88 98,08 97,85 96,87 95,95 96,02 96,17 97, ,11 113,88 112,29 111,80 110,90 111,23 110,06 109,35 110,22 109,02 109,02 98,26 110, ,95 112,27 111,19 110,16 110,62 111,42 112,28 111,64 111,71 112,14 113,35 114,16 111, ,26 109,90 109,34 106,69 106,31 106,15 106,45 106,93 107,43 108,42 109,18 109,81 107, ,36 106,37 107,23 104,87 105,36 104,82 106,26 106,37 107,35 109,76 108,96 109,96 106,81 2. Hortikultura Nilai Tukar Petani (NTP-H) ,34 106,31 105,23 104,60 104,47 104,27 105,61 106,87 104,96 106,00 106,83 107,02 105, ,78 101,56 98,20 98,63 99,76 99,53 99,57 99,76 100,61 102,08 102,73 103,17 100, ,53 97,98 98,17 99,36 99,98 100,03 99,63 99,20 98,08 98,72 98,07 97,70 98, ,14 101,82 100,49 100,99 100,10 99,85 100,06 100,62 99,47 98,38 97,65 97,64 100, ,79 103,60 102,46 103,15 102,59 101,58 101,39 100,74 101,82 102,24 102,94 103,41 102, ,74 100,38 101,95 102,53 100,75 101,28 106,67 105,70 104,31 104,36 104,83 103,98 103,04 Sumber : BPS Aceh
2 PDRB ACEH TAHUN SEKTOR PERTANIAN (JUTA RUPIAH) Tahun TANAMAN PANGAN TANAMAN HORTIKULTURA SEMUSIM & TAHUNAN ADHK ADHB ADHK ADHB Rp % Rp % Rp % Rp % , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,04 Keterangan : Atas Dasar Harga Konstanta (ADHK) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Sumber : BPS Aceh 2015
3 Analisa Usahatani Padi Per Hektar Tahun 2014 No URAIAN KEGIATAN SATUAN HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II 1 Analisa Usahatani Padi A. Padi Sawah per Hektar Sewa lahan per musim tanam 1 Ha Pembuatan persemaian 2 HOK Menyemai 1 HOK Pembersihan lahan 4 HOK Pengolahan Lahan dengan traktor (2 kali olah) 1 Ha Penanaman 18 HOK Persiapan Gudang 1 Pkt Gubuk 1 Unit Cangkul 2 Bh Sabit 2 Bh Karung 30 Bh Sprayer 1 Bh Bibit/Benih padi unggul (label biru) Ciherang 25 Kg Pupuk Urea Tabur 250 Kg KCL 75 Kg TSP 150 Kg Obat-obatan * Pestisida(insektisida dan fungisida) 10 Ltr Pemeliharaan Penyiangan 20 0,5-1, Pemupukan 12 HOK Pemberantasan Hama Penyakit 5 HOK Pemeliharaan Pengairan 8 HOK Pemanenan 24 HOK Perontokan 10 HOK Pembersihan/Pengeringan 4 HOK Pengangkutan 8 HOK Produksi Rata-rata 4,84 Ton/Ha ** Kg/Ha Harga Jual 4.847,78/Kg *** 4.847,78 /Kg KEUNTUNGAN Rp BEP Volume Produksi Kg BEP Harga Produksi Rp B/C Ratio 1,39 1,43 * Tergantung kebutuhan dilapangan ** Provitas Padi Total Aceh Tahun 2014 *** Harga Jual Rata-rata GKP di tingkat Petani Tahun 2014 (Sumber ; STATISTIK HARGA PRODUSEN GABAH ACEH 2014, BPS ACEH)
4 Analisa Usahatani Jagung Per Hektar Tahun 2014 No URAIAN KEGIATAN SATUAN HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II 1 Analisa Usahatani Jagung A. Jagung Pipilan Kering per Hektar Sewa Lahan per Musim Tanam 1 Ha Pembersihan Lahan 3 HOK Pengolahan lahan dengan Traktor (1 kali olah) 1 Ha Penanaman 14 HOK Cangkul 4 Bh Koret 4 Bh Karung 10 Bh Tali Rafia 1 Rol Tugal 4 Bh Sprayer 1 Bh Benih Jagung (Pipilan/Label biru) Pioneer 27/Bisma/Sukmaraga* 25 Kg Pupuk Urea Tabur 300 Kg Pupuk KCL 50 Kg Pupuk SP Kg Organik Pabrikan 500 Kg Obat-obatan Pestisida Insectisida Buldog 3 Ltr Fungisida Ditthane 3 Kg ,5-1,0 Ton Pemeliharaan Penyiangan 3 HOK Pemupukan 5 HOK Pemberantasan Hama Penyakit 8 HOK Pemanenan 12 HOK Pengangkutan 2 HOK Produksi Rata-rata 4,27 Ton/Ha** Kg/Ha Harga Jual 3.147/Kg *** /Kg KEUNTUNGAN Rp BEP Volume Produksi Kg BEP Harga Produksi Rp B/C Ratio 1,08 1,16 * Tergantung kebutuhan akan merk/jenis benih yang digunakan ** Provitas Jagung Aceh Tahun 2014 *** Harga Jual Rata-rata Jagung pipilan di tingkat Produsen Tahun 2014 (Sumber ; Harga Produsen dan Konsumen 2014, Bid. UPL Distan Ace
5 Analisa Usahatani Kedelai Per Hektar Tahun 2014 No URAIAN KEGIATAN SATUAN HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II 1 Analisa Usahatani Kedelai A. Kedelai per Hektar Sewa lahan per musim tanam 1 Ha Pembersihan lahan 3 HOK Pengolahan Lahan dengan traktor (Sekali olah) 1 Ha Penanaman 20 HOK Persiapan Gudang 1 Pkt Cangkul 2 Bh Sabit 2 Bh Karung 20 Bh Sprayer 1 Bh Tali Rafia 2 Rol Tugal 4 Bh Koret 2 Bh Bibit/Benih Anjasmoro 40 Kg Pupuk Urea Tabur 50 Kg KCL 50 Kg TSP 75 Kg Obat-obatan Pestisida 1 Pkt Pemeliharaan 0,5-1,0 Ton Penyiangan & Pembubunan 7 HOK Pemupukan 10 HOK Pemberantasan Hama Penyakit 3 HOK Pemanenan 10 HOK Pengolahan Hasil 8 HOK Pengangkutan 4 HOK Produksi Rata-rata 1,48 Ton/Ha Kg/Ha Harga Jual 6266/Kg /Kg KEUNTUNGAN Rp BEP Volume Produksi Kg BEP Harga Produksi Rp B/C Ratio 0,98 1,10 * Harga Pupuk Non Subsidi ** Provitas Kedelai Aceh Tahun 2014 *** Harga Jual Rata-rata Kedelai di tingkat Produsen Tahun 2014 (Sumber ; Harga Produsen dan Konsumen 2014, Bid. UPL Distan Aceh)
6 HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II 1 Analisa Usahatani Kacang Tanah Analisa Usahatani Kacang Tanah Per Hektar Tahun 2014 No URAIAN KEGIATAN SATUAN A. Kacang Tanah per Hektar Sewa lahan per musim tanam 1 Ha Pembersihan lahan 3 HOK Pengolahan Lahan dengan traktor (Sekali olah) 1 Ha Penanaman 15 HOK Persiapan Gudang 1 Pkt Cangkul 2 Bh Sabit 2 Bh Karung 10 Bh Sprayer 1 Bh Tali Rafia 2 Rol Tugal 4 Bh Koret 1 Bh Bibit/Benih JERAPAH 150 Kg Pupuk* Urea Tabur 75 Kg KCL 75 Kg TSP 50 Kg Obat-obatan Pestisida 1 Pkt Pemeliharaan Penyiangan & Pembubunan 10 0,5-1, Pemupukan 10 HOK Pemberantasan Hama Penyakit 5 HOK Pemanenan 10 HOK Pengolahan Hasil 8 HOK Pengangkutan 4 HOK Produksi Rata-rata 1.23 Ton/Ha Kg/Ha Harga Jual 16266/Kg /Kg KEUNTUNGAN Rp BEP Volume Produksi Kg BEP Harga Produksi Rp B/C Ratio 1,26 1,33 * Harga Pupuk Non Subsidi ** Provitas Kacang Tanah Aceh Tahun 2014 *** Harga Jual Rata-rata Kacang Tanah di tingkat Produsen Tahun 2014 (Sumber ; Harga Produsen dan Konsumen 2014, Bid. UPL Distan Aceh)
7 Analisa Usahatani Kentang Per Hektar Tahun 2014 HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II No URAIAN KEGIATAN SATUAN Analisa Usahatani Kentang A. Kentang per Hektar Sewa lahan per musim tanam 1 Ha Pembersihan lahan 3 HOK Pengolahan Lahan dengan traktor (Sekali olah) 1 Ha Penanaman 20 HOK Persiapan Gudang 1 Pkt Membuat Alur/Bedengan 8 HOK Cangkul 2 Bh Kuda-kuda 400 Btg Karung 20 Bh Sprayer 1 Bh Parang Babat 2 Rol Parang 2 Bh Garu 1 Bh Bibit/Benih GRANOLA 1600 Kg Pupuk* Urea Tabur 100 Kg KCL 200 Kg TSP 400 Kg ZA 100 Kg Pupuk Kandang Kg Obat-obatan Pestisida 1 0,5-1, Pemeliharaan Penyiangan & Pembubunan 20 HOK Pemupukan 10 HOK Pemberantasan Hama Penyakit 4 HOK Pemangkasan 15 HOK Pemanenan 10 HOK Pengolahan Hasil 8 HOK Pengangkutan 5 HOK Produksi Rata-rata 14,4 Ton/Ha** Kg/Ha Harga Jual 6833/Kg*** /Kg KEUNTUNGAN Rp BEP Volume Produksi Kg BEP Harga Produksi Rp B/C Ratio 1,88 1,94 * Harga Pupuk Non Subsidi ** Perkiraan Provitas Kentang rata-rata dalam 1 hektar (12-18 Ton/ha) *** Harga Jual Rata-rata Kentang di tingkat Produsen Tahun 2014 (Sumber ; Harga Produsen dan Konsumen 2014, Bid. UPL Distan Aceh)
8 ANALISA USAHATANI T0MAT Per HEKTAR TAHUN 2014 No HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II 1 Analisa Usahatani Tomat URAIAN KEGIATAN SATUAN A. Tomat per Hektar Sewa lahan per musim tanam 1 Ha Pembersihan lahan 10 HOK Pengolahan Lahan dengan traktor (Sekali olah) 1 Ha Penanaman 20 HOK Persiapan Gudang 1 Pkt Pembuatan Pagar 10 HOK Membuat Alur/Bedengan 10 HOK Cangkul 2 Bh Koret 2 Bh Karung 10 Bh Sprayer 1 Bh Tali Rafia 5 Bal Kawat Duri 22 Glg Bambu 25 Btg Bibit/Benih SAKATA 20 Sachet Pupuk* Urea Tabur 220 Kg KCL 100 Kg TSP 300 Kg Obat-obatan Insektisida (Bustox) 10 Ltr Fungisida (Ditthane) 20 0,5-1, Herbisida (Brantas) 4 Ltr Pemeliharaan Penyiangan & Pembubunan 20 HOK Pemupukan 20 HOK Pemberantasan Hama Penyakit 4 HOK Pemanenan 40 HOK Pengangkutan 4 HOK Produksi Rata-rata 17 Ton/Ha** Kg/Ha Harga Jual 5.790/Kg*** 5790 /Kg KEUNTUNGAN Rp BEP Volume Produksi Kg BEP Harga Produksi Rp B/C Ratio 3,41 4,03 * Harga Pupuk Non Subsidi ** Perkiraan Provitas Kentang rata-rata dalam 1 hektar (15-18 Ton/Ha) *** Harga Jual Rata-rata Kentang di tingkat Produsen Tahun 2014 (Sumber ; Harga Produsen dan Konsumen 2014, Bid. UPL Distan Aceh)
9 ANALISA USAHATANI CABAI BESAR Per HEKTAR TAHUN 2014 No URAIAN KEGIATAN SATUAN HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II 1 Analisa Usahatani Cabai A. Cabai per Hektar Sewa lahan per musim tanam 1 Ha Pembersihan lahan 20 HOK Pengolahan Lahan dengan traktor (Sekali olah) 1 Ha Penanaman 22 HOK Persiapan Gudang 1 Pkt Pembuatan Pagar 10 HOK Membuat Alur/Bedengan 15 HOK Pemasangan Mulsa 10 HOK Pemasangan Ajir/Turus 8 HOK Persemaian 5 HOK Cangkul 3 Bh Mulsa PHP 12 Rol Drum 3 Bh Sprayer 1 Bh Tali Rafia 2 Bal Polibag Semai 15 Kg Skope 3 Bh Ajir/Turus Btg Pancang Ujung Mulsa 3500 Btg Timba 4 Bh Karung 20 Bh Bibit/Benih TM Sachet Pupuk* 0,5-1,0 Ton Urea Tabur (ex PT. Pusri 300 Kg KCL (Belavesia) 300 Kg TSP (P205-46%) 400 Kg Pupuk Kandang Kg Pupuk ZA 400 Kg NPK Phonska 200 Kg Berate 20 Kg Pupuk Cair Bio Sprint 2 Ltr Pupuk Cair Sprint 2 Ltr Kapur Pertanian 1500 Kg Obat-obatan Insektisida Kurater 20 Kg Brantas 8 Ltr Fungisida (Antracol) 2 Kg Herbisida (Round Up) 4 Ltr Pemeliharaan Pembubunan 20 HOK Pemupukan 14 HOK Pemberantasan Hama Penyakit 8 HOK
10 No URAIAN KEGIATAN SATUAN HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II Penyiraman 45 HOK Pemanenan 70 HOK Pengangkutan 4 HOK Produksi Rata-rata 16 Ton/Ha** Kg/Ha Harga Jual /Kg*** /Kg KEUNTUNGAN Rp BEP Volume Produksi Kg BEP Harga Produksi Rp B/C Ratio 5,38 7,70 * Harga Pupuk Non Subsidi ** Perkiraan Provitas Cabe Merah rata-rata dalam 1 hektar (12-18 Ton/Ha) *** Harga Jual Rata-rata Cabe Merah Keriting di tingkat Produsen Tahun 2014 (Sumber ; Harga Produsen dan Konsumen 2014, Bid. UPL
11 ANALISA USAHATANI CABAI RAWIT PER HEKTAR TAHUN 2014 No URAIAN KEGIATAN SATUAN HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II 1 Analisa Usahatani Cabai Rawit A. Cabai per Hektar Sewa lahan per musim tanam 1 Ha Pembersihan lahan 10 HOK Pengolahan Lahan dengan traktor (Sekali olah) 1 Ha Penanaman 22 HOK Persiapan Gudang 1 Pkt Pembuatan Pagar 10 HOK Membuat Alur/Bedengan 15 HOK Pemasangan Ajir/Turus 8 HOK Persemaian 5 HOK Cangkul 3 Bh Drum 3 Bh Sprayer 1 Bh Tali Rafia 2 Bal Polibag Sewai 15 Kg Skope 3 Bh Ajir/Turus Btg Karung 20 Bh Bibit/Benih benih cabe rawit 20 Sachet Pupuk* Urea Tabur 200 Kg TSP 200 Kg Pupuk Kandang 1000 Kg NPK Phonska 200 0,5-1, Pupuk Cair 2 Ltr Kapur Pertanian 250 Kg Obat-obatan Insektisida Kurater 20 Kg Brantas 8 Ltr Fungisida (Antracol) 2 Kg Pemeliharaan Pembubunan 20 HOK Pemupukan 14 HOK Pemberantasan Hama Penyakit 8 HOK Penyiraman 45 HOK Pemanenan 70 HOK Pengangkutan 4 HOK
12 No URAIAN KEGIATAN SATUAN HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II Produksi Rata-rata 2,5 Ton/Ha** 2500 Kg Harga Jual 14268/Kg*** /Kg KEUNTUNGAN Rp BEP Volume Produksi Kg BEP Harga Produksi Rp B/C Ratio 0,85 1,27 * Harga Pupuk Non Subsidi ** Perkiraan Provitas Cabe Rawith rata-rata dalam 1 hektar (2,5-4 Ton/Ha) *** Harga Jual Rata-rata Cabe Rawit di tingkat Produsen Tahun 2014 (Sumber ; Harga Jual Petani; SPH Online BPS Aceh)
13 Analisa Usahatani Bawang Merah Per Hektar Tahun 2014 No URAIAN KEGIATAN SATUAN HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II Bawang Merah Per hektar Sewa lahan per musim tanam 1 Ha Pembersihan lahan 10 HOK Pengolahan Lahan dengan traktor (Sekali olah) 1 Ha Penanaman 20 HOK Persiapan Gudang 1 Pkt Membuat Alur/Bedengan 30 HOK Cangkul 4 Bh Koret 4 Bh Karung 20 Bh Sprayer 2 Bh Sekop 4 Bh Drum 2 Bh Timba 4 Bh Tali Rafia 3 Bal Bibit/Benih varietas thailand 1000 Kg Pupuk* Urea Tabur 300 Kg KCL 300 Kg Kandang 1000 Kg SP Kg ZA 300 Kg Obat-obatan Insektisida 10 Ltr Fungisida 20 0,5-1, Herbisida 4 Ltr Pemeliharaan Penyiangan & Pembubunan 20 HOK Penyiraman 125 HOK Pemupukan 20 HOK Pemberantasan Hama Penyakit 3 HOK Pemanenan 30 HOK Pengangkutan 4 HOK Produksi Rata-rata 6,78 Ton/Ha** Kg/Ha Harga Jual Rp 17649/Kg*** /Kg KEUNTUNGAN Rp BEP Volume Produksi Kg BEP Harga Produksi Rp B/C Ratio 2,21 2,30 * Harga Pupuk Non Subsidi ** Perkiraan Provitas Bawang Merah rata-rata dalam 1 hektar (12-18 Ton/Ha)
14 No URAIAN KEGIATAN SATUAN HARGA JUMLAH BIAYA MT I JUMLAH BIAYA MT II *** Harga Jual Rata-rata Bawang Merah di tingkat Produsen Tahun 2014 (Sumber ; Harga Produsen dan Konsumen 2014, Bid. UPL Distan Ac
15 PROVINSI : ACEH DATA PERKEMBANGAN PENGGILINGAN PADI No Kecamatan Kapasitas Kapasitas Kapasitas Sumber Pengadaan Jlh Jenis Penggilingan (ton/hari) (ton/hari) (ton/hari) APBD (Unit) APBN Swadaya Lainnya 0.,5 s/d 1 ton 1,5 s/d 2 ton 2,5 s/d 5 ton PPK PPS PPB Provinsi Kota LANGSA Langsa Timur 12 1 Ton Langsa Lama 2 1 Ton Langsa Barat 2 1 Ton JUMLAH GAYO LUES Blangkejeren Kuta Panjang Terangun Rikit Gaib Pining Dabun Gelang Blangpegayon Putri Betung Blangjerango Pantan Cuaca Tripe jaya JUMLAH PIDIE JAYA Bandar Baru 9 0,5-1,0 Ton Pante Raja 1 0,5-1,0 Ton Tringgadeng 6 0,5-1,0 Ton Meureudu 5 0,5-1,0 Ton Meurah Dua 2 0,5-1,0 Ton Ulim 3 0,5-1,0 Ton Jangka Buya 1 0,5-1,0 Ton Bandar Dua 6 0,5-1,0 Ton JUMLAH ACEH TAMIANG - Bendahara ton Bandar Pusaka ton Tamiang Hulu ton Tenggulun ton Kejuruan Muda ton Rantau ton Banda Mulia ton Seruway ton Karang Baru ton Manyak Payed ton JUMLAH SIMEULUE Simeulue 17 1 Ton 17, ,00 1,00 2,00 11,00 - Teupah Selatan 11 1 Ton 11, ,00 10,00 - Teupah Barat 27 1 Ton 27, ,00-3,00 19,00 1,00 Teupah Tengah 15 1 Ton 14,00 1, ,00 4,00 10,00 - Salang 8 1 Ton 8, ,00-5,00 Alafan 15 1 Ton 15, ,00 10,00 2,00 Simeulue Barat 4 1 Ton 4, ,00 1,00 - Teluk Dalam 1 1 Ton 1, , JUMLAH 98 97,00 1,00-7,00 2,00 20,00 61,00 8,00 6 PIDIE Peukan Baro 6 1 Ton Mane Kembang Tanjong 4 1 Ton Sakti 10 1 Ton Sakti 3 1 Ton Glumpang Tiga 13 5 Ton Keumala 4 2 Ton Keumala 4 0,5-1 Ton Keumala 5 5 Titeu Ton Titeu 3 0,5-1 Ton Mutiara Timur 20 0,5-1 Ton Mutiara Timur Ton Batee 11 0,5-1 Ton Batee Ton Grong-grong 3 1 Ton Grong-grong 1 1,5 Ton
16 No Kecamatan Kapasitas Kapasitas Kapasitas Sumber Pengadaan Jlh Jenis Penggilingan (ton/hari) (ton/hari) (ton/hari) APBD (Unit) APBN Swadaya Lainnya 0.,5 s/d 1 ton 1,5 s/d 2 ton 2,5 s/d 5 ton PPK PPS PPB Provinsi Kota Indra Jaya 2 0,5-1 Ton Indra Jaya Ton Muara Tiga 19 0,5-1 Ton Delima Padang Tiji Mila 1 0,5-1 Ton Mila Ton Tangse 1 0,5 Ton/jam Tangse Ton/jam Tiro/Treuseb 1 0,5 Ton/jam Tiro/Treuseb 3 1,5 Ton/jam Tiro/Treuseb 3 2 Ton/jam Mutiara 3 2,5 Ton/jam Mutiara 5 0,5-2,5 ton/jam Mutiara 4 0,5-1,0 ton/jam Pidie 2 0,5-1,0 ton Pidie Ton Geumpang 2 0,5-1,0 ton Geumpang Ton Simpang Tiga Simpang Tiga 2 1-1,5 Ton Simpang Tiga 1 2,5 Ton Glumpang Baro Ton Glumpang Baro 1 2 Ton Glumpang Baro 14 0,5-1,0 ton/jam Geumpang 3 0,5-1,0 ton/jam Geumpang Ton JUMLAH ABDYA Lembah Sabil 7 1 Ton Manggeng 14 1 Ton Tangan-Tangan 12 1 Ton Setia 15 1 Ton Blangpidie 9 1 Ton Blangpidie 1 5 Ton Susoh 12 1 Ton Jeumpa 12 1 Ton Kuala Batee 22 1 Ton Kuala Batee 1 5 Ton Babahrot 23 1 Ton JUMLAH ACEH BESAR Lhoong 9,00 2,00 7,00-2,00-1,00 4 3,00 Leupung 1 1 Blang Bintang 4,00-3,00 1,00 1, ,00 Simpang Tiga 7,00 4,00 3, ,00 Kuta Baro 22,00 7,00 11,00 4, JUMLAH BIERUEN Samalanga V V Sp.Mamplam V V V Pandrah V V Jeunieb V Plimbang V Peudada V Jeumpa V V Juli V Kota Juang V Kuala V V V Jangka Peusangan V V V Psg.Siblah Krueng V V Psg.Selatan V V Kuta Blang V V Makmur V V Gandapura V V V Sumber Data : Bidang UPL distan TP Aceh (Penggilingan Padi Kecil) kapasitas penggilingan 1 ton/proses penggilingan (Penggilingan Padi Sedang / Menengah) kapasitas penggilingan 1 - < 5 ton / proses penggilingan (Penggilingan Padi Beasr) kapasitas penggilingan ³ 5 ton / proses penggilingan
REKAPITULASI DATA BASIS KELOMPOK UPPKS TERDAFTAR DALAM DIREKTORI BKKBN PROVINSI NAD PER TANGGAL 21 JULI 2008
REKAPITULASI DATA BASIS KELOMPOK UPPKS TERDAFTAR DALAM DIREKTORI BKKBN PROVINSI NAD PER TANGGAL 21 JULI 2008 KABUPATEN/KOTA : ACEH SELATAN Kelompok UPPKS Berusaha Dasar Berkembang Mandiri Pra KS KS I Pst
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT 8 EDISI 29 PERIODE 27 MARET - 11 APRIL Luas Baku Sawah Kecamatan
Luas Sawah pada Fase Pertanaman Padi 1 Aceh 106949 12371 16861 19875 18620 26250 16850 16014 37203 114470 274847 2 Aceh Barat 3179 1099 833 361 554 1280 1158 1095 2280 5281 11906 3 Arongan Lambalek 943
VII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI EDAMAME PETANI MITRA PT SAUNG MIRWAN
VII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI EDAMAME PETANI MITRA PT SAUNG MIRWAN 7.1. Penerimaan Usahatani Kedelai Edamame Analisis terhadap penerimaan usahatani kedelai edamame petani mitra PT Saung Mirwan
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 30 PERIODE APRIL 2017
30 40 54 71 (72-110 1 Aceh 98,649 18,565 11,910 17,716 18,326 29,437 16,953 12,979 46,362 107,321 276,454 2 Aceh Barat 3,850 860 1,039 768 319 1,331 961 621 1,973 5,039 11,767 3 Arongan Lambalek 956 99
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 31 PERIODE 28 APRIL - 13 MEI Luas Baku Sawah Kecamatan
1 Aceh 115.386 19.421 17.648 10.289 14.305 25.641 23.415 9.311 35.781 100.609 276.019 2 Aceh Barat 4.044 526 904 1.154 1.071 781 1.064 714 1.610 5.688 11.908 3 Arongan Lambalek 932 86 53 96 149 331 465
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 32 PERIODE MEI Luas Baku Sawah Kecamatan
1 Aceh 117.470 25.108 12.978 10.888 6.815 18.244 14.977 12.883 53.246 76.785 275.420 2 Aceh Barat 4.182 519 510 935 1.164 1.454 587 559 1.942 5.209 11.898 3 Arongan Lambalek 918 115 84 59 88 323 265 234
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 47 PERIODE 9-24 JANUARI Luas Baku Sawah Kecamatan
1 Aceh 120.032 15.200 11.795 12.584 11.787 28.938 28.189 18.306 21.694 111.599 278.223 2 Aceh Barat 3.628 580 488 791 852 1.302 2.173 1.022 904 6.628 11.903 3 Arongan Lambalek 1.151 71 55 132 208 234 379
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 37 PERIODE 2-17 AGUSTUS Luas Baku Sawah Kecamatan
1 Aceh 88.964 9.917 8.598 19.354 16.396 43.461 34.101 21.151 33.729 143.061 277.600 2 Aceh Barat 3.615 397 594 553 764 2.238 966 979 1.671 6.094 11.879 3 Arongan Lambalek 1.026 72 218 153 108 410 139 90
LUAS SAWAH PADA FASE PERTANAMAN PADI DATA SATELIT LANDSAT-8 EDISI 43 PERIODE 6-21 NOVEMBER Luas Baku Sawah Kecamatan
1 Aceh 118.740 12.577 16.880 16.434 12.984 23.061 22.843 15.479 37.089 107.681 277.857 2 Aceh Barat 3.974 813 1.176 744 639 704 627 1.015 2.096 4.905 11.878 3 Arongan Lambalek 638 173 162 135 137 117 156
Lampiran I.11 : PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 PROVINSI :
Lampiran I. : Keputusan Komisi Pemilihan Umum ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 0 No DAERAH PEMILIHAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KURSI DP Meliputi Kab/Kota:. BESAR
DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN PER KECAMATAN (DAK2)
KABUPATEN / KOTA : ACEH SELATAN 11.01 ACEH SELATAN 111.484 111.365 222.849 1 11.01.01 BAKONGAN 2.596 2.14 5.310 2 11.01.02 KLUET UTARA 12.062 12.03 24.135 3 11.01.03 KLUET SELATAN 6.1 6.88 13.658 4 11.01.04
VIII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PENANGKARAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT PADA PETANI MITRA DAN NON MITRA
VIII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PENANGKARAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT PADA PETANI MITRA DAN NON MITRA Penelitian ini menganalisis perbandingan usahatani penangkaran benih padi pada petani yang melakukan
01. ACUAN PENETAPAN REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM
01. ACUAN PENETAPAN REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM 28 NAD 1. Trumon 200 75 50 180 75 0 175 25 30 Aceh Selatan 2. Bakongan
Lampiran I.11 : PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 PROVINSI :
Lampiran I.11 : Keputusan Komisi Pemilihan Umum PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 014 No DAERAH PEMILIHAN JUMLAH PENDUDUK
VI ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI
VI ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI 6.1 Penerimaan Usahatani Penerimaan usahatani merupakan nilai yang diperoleh dari total produksi usahatani sayuran per hektar yang dikelola oleh petani di Kelompok Tani
Republik Indonesia BADAN PUSAT STATISTIK SURVEI PENYUSUNAN DIAGRAM TIMBANG NILAI TUKAR PETANI 18 KABUPATEN TAHUN Subsektor Tanaman Pangan
RAHASIA SPDT15-TP Republik Indonesia BADAN PUSAT STATISTIK SURVEI PENYUSUNAN DIAGRAM TIMBANG NILAI TUKAR PETANI 18 KABUPATEN TAHUN 2015 Subsektor Tanaman Pangan PERHATIAN 1. Jumlah anggota rumah tangga
VI ANALISIS KERAGAAN USAHATANI KEDELAI EDAMAME PETANI MITRA PT SAUNG MIRWAN
VI ANALISIS KERAGAAN USAHATANI KEDELAI EDAMAME PETANI MITRA PT SAUNG MIRWAN 6.1. Analisis Budidaya Kedelai Edamame Budidaya kedelai edamame dilakukan oleh para petani mitra PT Saung Mirwan di lahan persawahan.
Republik Indonesia. SURVEI HARGA PERDESAAN ( Subsektor Tanaman Pangan ) PERHATIAN
hd-1 Republik Indonesia SURVEI HARGA PERDESAAN ( Subsektor Tanaman Pangan ) PERHATIAN 1. Tujuan pencacahan HD-1 adalah untuk mencatat/mengetahui harga komoditi yang diproduksi petani dan harga yang dibayar
Republik Indonesia BADAN PUSAT STATISTIK. SURVEI PENYEMPURNAAN DIAGRAM TIMBANG NILAI TUKAR PETANI 2012 Subsektor Tanaman Pangan PERHATIAN
SPDT12-TP Republik Indonesia BADAN PUSAT STATISTIK SURVEI PENYEMPURNAAN DIAGRAM TIMBANG NILAI TUKAR PETANI 2012 Subsektor Tanaman Pangan 1. Rumah tangga pertanian yang menjadi responden harus memiliki
Universitas Sumatera Utara
Lampiran 1. Karakteristik Petani Sampel Strata I dan II pada Usahatani Jeruk di Desa Suka Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo Strata I II No. Sampel Luas Lahan (ha) Umur Petani (tahun) Pengalaman Bertani
ANALISIS USAHATANI SAYURAN DI NAGARI AIR DINGIN, KECAMATAN LEMBAH GUMANTI, KABUPATEN SOLOK
ANALISIS USAHATANI SAYURAN DI NAGARI AIR DINGIN, KECAMATAN LEMBAH GUMANTI, KABUPATEN SOLOK Nusyirwan Hasan, Aryunis, dan Buharman B Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat Jl. Raya Padang-Solok
Komponen PTT Komponen teknologi yang telah diintroduksikan dalam pengembangan usahatani padi melalui pendekatan PTT padi rawa terdiri dari:
AgroinovasI Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Rawa Meningkatkan Produktivitas Dan Pendapatan Petani Di Lampung, selain lahan sawah beririgasi teknis dan irigasi sederhana, lahan rawa juga cukup potensial
BUDIDAYA CABAI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA
BUDIDAYA CABAI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA 1. PERENCANAAN TANAM 1. Pemilihan lokasi tanam 2. Sistem tanam 3. Pola tanam 4. Waktu tanam 5. Pemilihan varietas Perencanaan Persyaratan Tumbuh
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1 Lokasi dan Keadaan Geografis Kelompok Tani Pondok Menteng merupakan salah satu dari tujuh anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rukun Tani yang sebagian besar
Analis Pendapatan Usaha Tani Padi dengan Sistem Tanam Benih Langsung (TABELA) di Kelurahan Padangsappa Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu
Analis Pendapatan Usaha Tani Padi dengan Sistem Tanam Benih Langsung (TABELA) di Kelurahan Padangsappa Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu Idawati Universitas Andi Djemma Palopo ABSTRAK Tujuan dari penelitian
V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. aktivitas dan produktivitas kerja. Jumlah petani pada pola tanam padi-ubi
V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Keadaan Umum Petani 1) Umur Umur petani merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap aktivitas dan produktivitas kerja. Jumlah petani pada pola tanam padi-ubi
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH
No. 49/12/51/Th.III, 1 Desember 2009 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH A. OKTOBER 2009 NILAI TUKAR PETANI BALI MENINGKAT 0,29 PERSEN Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali pada bulan
PENGARUH PERBAIKAN PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KELURAHAN TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH ABSTRAK
PENGARUH PERBAIKAN PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KELURAHAN TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH Andi Ishak, Bunaiyah Honorita, dan Yesmawati Balai Pengkajian Teknologi
NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN FEBRUARI 2012
BPS PROVINSI JAWA TIMUR NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN FEBRUARI 2012 No. 18/03/35/Th.X, 1 Maret 2012 Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur Bulan Februari 2012 Turun 1,39 persen. Nilai Tukar Petani (NTP)
BUDIDAYA BAWANG MERAH PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA
BUDIDAYA BAWANG MERAH PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA 1. PERENCANAAN TANAM 1. Pemilihan lokasi tanam 2. Sistem tanam 3. Pola tanam 4. Waktu tanam 5. Pemilihan varietas Perencanaan Persyaratan
TATA CARA PENELITIN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Bahan dan Alat Penelitian
III. TATA CARA PENELITIN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di areal perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara.
VI. ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI
VI. ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI 6.1. Keragaan Usahatani Padi Keragaan usahatani padi menjelaskan tentang kegiatan usahatani padi di Gapoktan Jaya Tani Desa Mangunjaya, Kecamatan Indramayu, Kabupaten
VII ANALISIS PENDAPATAN
VII ANALISIS PENDAPATAN Analisis pendapatan yang dibahas dalam penelitian ini meliputi penerimaan, biaya, dan pendapatan dari usahatani padi sawah pada decision making unit di Desa Kertawinangun pada musim
14,3 13,1 11,1 8,9 27,4 26,4 4. 1,0 1,0 9,9 6. 7,0 15,6 16,1 6,5 6,2 8,5 8,3 10,0
114 Lampiran 1. Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Sektor) No. Lapangan Usaha (Sektor) 2004 2005 2006 2007 2008 2009 1. Pertanian, Peternakan,
TEKNOLOGI PEMUPUKAN PADI SAWAH LAHAN IRIGASI DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH
TEKNOLOGI PEMUPUKAN PADI SAWAH LAHAN IRIGASI DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH Oleh : Chairunas, Basri AB, Tamrin, M.. Nasir Ali dan T.M. Fakhrizal PENDAHULUAN Kelebihan pemakaian dan atau tidak tepatnya
Lampiran 1. Tingkat Partisipasi Petani Dalam Mengikuti Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu No. Pertanyaan Sampel
Lampiran 1. Tingkat Partisipasi Petani Dalam Mengikuti Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu No Pertanyaan Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Total Skor 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 29 2 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 28 3
59 ZIRAA AH, Volume 43 Nomor 1, Pebruari 2018 Halaman ISSN ELEKTRONIK
59 ANALISIS USAHA TANI PADI (Oriza sativa L) DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO 2:1 DI KELURAHAN BINUANG KECAMATAN BINUANG KABUPATEN TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN (Rice Farming System (Oriza sativa L) Analysis
III. METODE PENELITIAN. bahwa kabupaten ini adalah sentra produksi padi di Provinsi Sumatera Utara.
45 III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian yaitu di Kabupaten Deli Serdang, dengan pertimbangan bahwa kabupaten ini adalah sentra produksi padi di Provinsi Sumatera Utara.
PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014
No. 39/08/THXVIII.3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 501.893 KUINTAL, CABAI RAWIT SEBESAR 528.704 KUINTAL, DAN BAWANG MERAH SEBESAR
V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Petani cabai merah lahan pasir pantai di Desa Karangsewu berusia antara
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Identitas Petani 1. Umur Petani Petani cabai merah lahan pasir pantai di Desa Karangsewu berusia antara 30 sampai lebih dari 60 tahun. Umur petani berpengaruh langsung terhadap
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian,
17 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Pengamatan setelah panen dilanjutkan di Laboratorium
Oleh : DEDI DJULIANSAH DOSEN PRODI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SILIWANGI
KELAYAKAN USAHATANI CABAI MERAH DENGAN SISTEM PANEN HIJAU DAN SISTEM PANEN MERAH (Kasus Pada Petani Cabai di Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya) Oleh : DEDI DJULIANSAH DOSEN PRODI AGRIBISNIS FAKULTAS
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN ACEH BARAT DAYA, KABUPATEN GAYO LUES, KABUPATEN ACEH JAYA, KABUPATEN NAGAN RAYA, DAN KABUPATEN ACEH TAMIANG, DI PROVINSI
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KOTA BANGUN KECAMATAN KOTA BANGUN
72 ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KOTA BANGUN KECAMATAN KOTA BANGUN (Analysis of Income and Efficiency of the Lowland Rice Farm In the Kota Bangun I Village, Kota Bangun
SURYA AGRITAMA Volume 2 Nomor 1 Maret 2013
ANALISIS USAHATANI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DI LAHAN TEGALAN DESA KETAWANGREJO KECAMATAN GRABAG KABUPATEN PURWOREJO Ragil Prastyo Kurniawan 1), Eni Istiyanti 2) dan Uswatun Hasanah 1) 1) Program
NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN MARET 2012
BPS PROVINSI JAWA TIMUR NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN MARET 2012 No. 23/04/35/Th.X, 2 April 2012 Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur Bulan Maret 2012 Turun 0,79 persen. Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa
VIII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI UBI JALAR
VIII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI UBI JALAR 8.1 Penerimaan Usahatani Ubi Jalar Penerimaan usahatani ubi jalar terdiri dari penerimaan tunai dan penerimaan tidak tunai. Penerimaan tunai merupakan penerimaan
TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2016 sampai dengan Juli 2016
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2016 sampai dengan Juli 2016 yang bertempat di Greenhouse Fakultas Pertanian dan Laboratorium Penelitian,
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hortikultura sebagai salah satu subsektor pertanian memiliki peran yang cukup strategis dalam perekonomian nasional. Hal ini tercermin dari perannya sebagai pemenuh kebutuhan
Profil Kabupaten Aceh Tamiang
Ibukota Batas Daerah Luas Letak Koordinat Profil Kabupaten Aceh Tamiang : Karang Baru : Sebelah Utara berbatasan dengan Kab. Aceh Timur & Kota Langsa Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Gayo lues
TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Istimewa Yogyakarta. Waktu pelaksanaan dimulai pada bulan September 2015
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Green house Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah
PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI MELALUI INDEK PERTANAMAN (IP-400) DALAM RANGKA KEMANDIRAN PANGAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI MELALUI INDEK PERTANAMAN (IP-400) DALAM RANGKA KEMANDIRAN PANGAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Subagiyo, Sutardi dan Nugroho Siswanto Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang terpadu Universitas Lampung di
21 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang terpadu Universitas Lampung di Desa Muara Putih Kec. Natar Kab. Lampung Selatan dan Laboratorium
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 17, 2002 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4179) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Politeknik Negeri Lampung, Bandar
1 III. METODE PENELITIAN 1.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung mulai bulan November 2011 sampai dengan Februari 2012. 1.2
PETUNJUK PELAKSANAAN ENUMERATOR PANEL HARGA PANGAN di 27 KAB/KOTA SE JAWA BARAT TAHUN 2017
PETUNJUK PELAKSANAAN ENUMERATOR PANEL HARGA PANGAN di 27 KAB/KOTA SE JAWA BARAT TAHUN 2017 A. Latar belakang : Harga, pasokan dan daya beli pangan merupakan indikator-indikator strategis yang saling terkait
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Politeknik Negeri Lampung yang berada pada
27 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di lahan Politeknik Negeri Lampung yang berada pada 105 13 45,5 105 13 48,0 BT dan 05 21 19,6 05 21 19,7 LS, dengan
STUDI KOMPARATIF USAHATANI ANTARA SISTEM TANAM PADI JAJAR LEGOWO DAN SISTEM TANAM PADI KONVENSIONAL DI DESA SIDOAGUNG KECAMATAN GODEAN
STUDI KOMPARATIF USAHATANI ANTARA SISTEM TANAM PADI JAJAR LEGOWO DAN SISTEM TANAM PADI KONVENSIONAL DI DESA SIDOAGUNG KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN Singgih Kusuma Wardani / 20110220024 Francy Risvansuna
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan dilaksanakan dari bulan
Analisis Finansial Usaha Tani Penangkaran Benih Kacang Tanah dalam satu periode musim tanam (4bulan) Oleh: Achmad Faizin
Analisis Finansial Usaha Tani Penangkaran Benih Kacang Tanah dalam satu periode musim tanam (4bulan) Oleh: Achmad Faizin 135040100111150 Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Politeknik Negeri Lampung,
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Politeknik Negeri Lampung, Bandar lampung. Waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei 2011 sampai
III. BAHAN DAN METODE. Penanaman dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian,
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penanaman dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Pengamatan setelah panen dilaksanakan di Laboratorium
VII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SEHAT
VII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SEHAT 7.1. Penerimaan Usahatani Padi Sehat Penerimaan usahatani padi sehat terdiri dari penerimaan tunai dan penerimaan diperhitungkan. Penerimaan tunai adalah penerimaan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Umum Daerah Penelitian 1. Kondisi wilayah penelitian a. Letak dan batas wilayah Kabupaten Klaten adalah kabupaten yang berada di antara kota jogja dan kota solo. Kabupaten
Percobaan 4. Tumpangsari antara Jagung dengan Kacang Tanah
Percobaan 4. Tumpangsari antara Jagung dengan Kacang Tanah Latar Belakang Di antara pola tanam ganda (multiple cropping) yang sering digunakan adalah tumpang sari (intercropping) dan tanam sisip (relay
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat Metode Penelitian
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2011 Maret 2012. Persemaian dilakukan di rumah kaca Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian,
VI. ANALISIS BIAYA USAHA TANI PADI SAWAH METODE SRI DAN PADI KONVENSIONAL
VI. ANALISIS BIAYA USAHA TANI PADI SAWAH METODE SRI DAN PADI KONVENSIONAL Sistem Pertanian dengan menggunakan metode SRI di desa Jambenenggang dimulai sekitar tahun 2007. Kegiatan ini diawali dengan adanya
RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI DI LAHAN GAMBUT PENDAHULUAN
RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI DI LAHAN GAMBUT Oleh : Chairunas, Yardha,Adli Yusuf, Firdaus, Tamrin, M.Nasir Ali PENDAHULUAN Rendahnya produktivitas komoditas tanaman pangan dalam skala usahatani di lahan
I. PENDAHULUAN. Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan beras. Bahan makanan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan beras. Bahan makanan ini merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Padi adalah salah satu bahan makanan
Profil Kabupaten Aceh Tamiang
Profil Kabupaten Aceh Tamiang Ibukota : Karang Baru Batas Daerah : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Aceh Timur, Kota langsa dan Selat Malaka Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Langkat
V. HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Umur, Tingkat Pendidikan, dan Pengalaman berusahatani
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Petani Responden 1. Umur, Tingkat Pendidikan, dan Pengalaman berusahatani Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil komposisi umur kepala keluarga
NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN OKTOBER 2012
BPS PROVINSI JAWA TIMUR NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN OKTOBER 2012 No. 68/11/35/Th.X, 1 November 2012 Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur Bulan Oktober 2012 Naik 0,33 persen. Nilai Tukar Petani (NTP)
V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN
V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN 5.1 Keadaan Pertanian di Kabupaten Garut Kabupaten Garut terletak di Propinsi Jawa Barat bagian selatan dan memiliki luas wilayah administratif sebesar 306.519 ha (3.065,19
GAMBARAN UMUM PROVINSI LAMPUNG dan SUBSIDI PUPUK ORGANIK
34 IV. GAMBARAN UMUM PROVINSI LAMPUNG dan SUBSIDI PUPUK ORGANIK 4.1 Gambaran Umum Provinsi Lampung Lintang Selatan. Disebelah utara berbatasan dengann Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu, sebelah Selatan
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Sepang Jaya Kecamatan Labuhan Ratu Bandar
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sepang Jaya Kecamatan Labuhan Ratu Bandar Lampung pada bulan Desember 2014 sampai dengan Febuari 2015. 3.2 Bahan dan
KAJIAN MANFAAT IRIGASI WADUK PELAPARADO DI KABUPATEN BIMA TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DAN KESEMPATAN KERJA
KAJIAN MANFAAT IRIGASI WADUK PELAPARADO DI KABUPATEN BIMA TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DAN KESEMPATAN KERJA Abiyadun dan Ni Putu Sutami Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali ABSTRAK Dalam panca
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan yang terletak di Desa Rejomulyo,
III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan yang terletak di Desa Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro pada bulan Maret Mei 2014. Jenis tanah
III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas
17 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung mulai
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS DATA PRODUKSI TANAMAN PANGAN 2015
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS DATA PRODUKSI TANAMAN PANGAN 2015 DISAMPAIKAN PADA PERTEMUAN DATA UPSUS TANAMAN PANGAN TAHUN 2015 Banda Aceh, 30 Maret 01 April 2015 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH Berdasarkan
Oleh Administrator Kamis, 07 November :05 - Terakhir Diupdate Kamis, 07 November :09
Tanaman tomat (Lycopersicon lycopersicum L.) termasuk famili Solanaceae dan merupakan salah satu komoditas sayuran yang sangat potensial untuk dikembangkan. Tanaman ini dapat ditanam secara luas di dataran
II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gambaran Komoditas Caisin ( Brassica rapa cv. caisin)
II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gambaran Komoditas Caisin (Brassica rapa cv. caisin) Caisin (Brassica rapa cv. caisin) merupakan tanaman yang termasuk ke dalam suku kubis-kubisan atau sawi-sawian (Brassicaceae/Cruciferae).
BAB V DAMPAK BANTUAN LANGSUNG PUPUK ORGANIK TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI PADI DI PROPINSI JAWA TIMUR
BAB V DAMPAK BANTUAN LANGSUNG PUPUK ORGANIK TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI PADI DI PROPINSI JAWA TIMUR Penelitian dilakukan di Propinsi Jawa Timur selama bulan Juni 2011 dengan melihat hasil produksi
III. BAHAN DAN METODE. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas
17 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Desa Muara Putih Kecamatan Natar Lampung Selatan dengan titik
Analisis Ekonomi Cara Tanam Cangkul dan Tugal pada Usahatani Jagung Hibrida di Desa Alebo, Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan
Analisis Ekonomi Cara Tanam Cangkul dan Tugal pada Usahatani Jagung Hibrida di Desa Alebo, Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Suharno *), Rusdin *) dan Sumarni Panikkai **) *)Balai Pengkajian Teknologi
Budi Daya Padi Sawah di Lahan Pasang Surut
Budi Daya Padi Sawah di Lahan Pasang Surut Penyusun I Wayan Suastika Basaruddin N. Tumarlan T. Penyunting Hermanto Ilustrasi Hendi Bachtiar Proyek Penelitian Pengembangan Pertanian Rawa Terpadu-ISDP Badan
I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung.
I. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung. Waktu penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei 2010 sampai dengan panen sekitar
Percobaan 3. Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Kacang Tanah pada Populasi Tanaman yang Berbeda
Percobaan 3. Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Kacang Tanah pada Populasi Tanaman yang Berbeda Latar Belakang Untuk memperoleh hasil tanaman yang tinggi dapat dilakukan manipulasi genetik maupun lingkungan.
KUISIONER PRAKTIKUM LAPANG ILMU USAHATANI (Responden : Petani)
I. GAMBARAN UMUM RESPONDEN KUISIONER PRAKTIKUM LAPANG ILMU USAHATANI (Responden : Petani) a. Tanaman di usahakan : ( ) Padi, ( ) Palawija, ( ) Hortikultura, ( ) Lainnya :. b. Luas lahan : Ha c. Luas Lahan
PETUNJUK TEKNIS PENGKAJIAN VARIETAS UNGGUL PADI RAWA PADA 2 TIPE LAHAN RAWA SPESIFIK BENGKULU
PETUNJUK TEKNIS PENGKAJIAN VARIETAS UNGGUL PADI RAWA PADA 2 TIPE LAHAN RAWA SPESIFIK BENGKULU BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN BENGKULU BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN BADAN
III. METODE PENELITIAN. dan legum (kedelai, kacang tanah dan kacang hijau), kemudian lahan diberakan
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian ini merupakan penelitian jangka panjang yang telah berlangsung sejak tahun 1987. Pola tanam yang diterapkan adalah serealia (jagung dan
Peluang Usaha Budidaya Cabai?
Sambal Aseli Pedasnya Peluang Usaha Budidaya Cabai? Tanaman cabai dapat tumbuh di wilayah Indonesia dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Peluang pasar besar dan luas dengan rata-rata konsumsi cabai
III. BAHAN DAN METODE
1 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, dari bulan Oktober 2011-Januari 2012. 3.2 Bahan dan Alat Bahan-bahan
Budi Daya Kedelai di Lahan Pasang Surut
Budi Daya Kedelai di Lahan Pasang Surut Proyek Penelitian Pengembangan Pertanian Rawa Terpadu-ISDP Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Budi Daya Kedelai di Lahan Pasang Surut Penyusun I Wayan Suastika
VIII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH
VIII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH 8.1. Penerimaan Usahatani Bawang Merah Penerimaan usahatani bawang merah terdiri dari penerimaan tunai dan penerimaan tidak tunai. Penerimaan tunai merupakan
II. Materi dan Metode. Pekanbaru. waktu penelitian ini dilaksanakan empat bulan yaitu dari bulan
II. Materi dan Metode 1.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di lahan Balai Benih Induk Hortikultura Pekanbaru. waktu penelitian ini dilaksanakan empat bulan yaitu dari bulan Januari-Mei 2013.
TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Mei 2016
III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Mei 2016 di Lahan Percobaan, Laboratorium Penelitian dan Laboratorium Tanah Fakultas
