BAB I 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian"

Transkripsi

1 BAB I 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian LQ-45 merupakan salah satu indeks yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdiri dari 45 saham dengan nilai pasar dan likuiditas yang tinggi. Indeks ini pertama kali diluncurkan pada tanggal 13 Juli Tujuan diluncurkannya indeks LQ-45 adalah untuk dapat menjadi pelengkap dari IHSG dan indeks sektoral. Untuk dapat masuk dalam pemilihan indeks LQ-45, suatu saham harus memenuhi kriteria tertentu melewati seleksi utama, sebagai berikut: 1. Masuk dalam ranking enam puluh (60) terbesar dari total transaksi saham di pasar reguler (rata-rata nilai transaksi selama dua belas (12) bulan terakhir). 2. Ranking berdasarkan kapitalisasi pasar (rata-rata kapitalisasi pasar selama dua belas (12) bulan terakhir). 3. Telah tercatat di BEI minimum tiga bulan. 4. Keadaan keuangan perusahaan dan prospek pertumbuhannya, frekuensi dan jumlah hari perdagangan transaksi pasar reguler. Selain itu untuk menentukan saham-saham sehingga bisa masuk kedalam LQ- 45 BEI, digunakan dua grup kriteria seleksi (Roy Sembel &Tedy Fardiansyah, 2002:33-34). Untuk seleksi pertama suatu emiten harus: 1. Berada di top 95% dari total rata-rata tahunan nilai transaksi saham di pasar reguler. 2. Berada di top 90% dari rata-rata tahunan kapitalisasi pasar. 3. Tercatat di Bursa Efek Jakarta minimum 30 hari bursa. Setelah melewati seleksi pertama, saham harus melewati proses seleksi kedua dimana suatu emiten harus : 1. Merupakan urutan tertinggi yang mewakili sektornya dalam klasifikasi industri BEI sesuai dengan kapitalisasi pasarnya. 2. Memiliki porsi yang sama dengan sektor-sektor lain. 3. Merupakan urutan tertinggi berdasarkan frekuensi transaksi. BEI terus memantau perkembangan komponen saham yang termasuk dalam indeks LQ-45. Indeks LQ-45 ini akan ditinjau ulang setiap 3 bulan, dilakukan review pergerakan ranking saham-saham yang akan digunakan dalam 1

2 perhitungan indeks LQ-45. Review pergantiannya sendiri akan dilakukan setiap 6 bulan, yaitu setiap awal bulan Februari dan Agustus. Apabila terdapat saham yang tidak memenuhi kriteria lagi, maka saham tersebut harus dikeluarkan dari LQ-45 dan digantikan dengan saham lainnya yang memenuhi kriteria. Saham yang masuk kriteria dengan ranking 1 sampai dengan 35 langsung masuk dalam perhitungan indeks. Sedangkan saham yang masuk kriteria dengan ranking 36 sampai dengan 45 belum tentu masuk dalam perhitungan indeks. (Sumber : Latar Belakang Penelitian Menurut Griffin dan Ebert (2007:166) manajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sumber daya finansial, manusia, serta informasi suatu perusahaan untuk mencapai sasarannya. Manajer memiliki beberapa tingkatan yaitu: Manajer Lini Pertama (First-Line Manager), Manajer Menengah (Middle Manager) dan Manajer Puncak (Top Manager). Manajer puncak merupakan tingkatan tertinggi dalam manajemen. Jabatan ini meliputi presiden dan wakil presiden disebut juga Chief Executive Officer (CEO) atau Direktur Utama. Eksekutif tertinggi ini yang mengelola keseluruhan organisasi. CEO (Direktur Utama) bertugas untuk mencapai tujuan organisasi, strategi keseluruhan, dan kebijakan operasional. CEO juga memiliki tanggung jawab untuk membuat keputusan mengenai berbagai aktivitas, sehingga CEO (Direktur Utama) merupakan bagian dari manajemen yang memegang peran penting terhadap penentuan strategis perusahaan. Pergantian top manajemen (CEO/ Direktur Utama) merupakan peristiwa penting dalam siklus hidup perusahaan. Pergantian CEO merupakan salah satu informasi yang akan direspon oleh pasar. Pergantian CEO ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Informasi ini dalam bentuk pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan kepada semua pelaku pasar dan biasanya dipublikasikan melalui media cetak seperti surat kabar, majalah bisnis, dan media elektronik seperti radio, televisi, dan internet. Informasi publik merupakan informasi yang dipublikasikan oleh emiten kepada masyarakat luas, khususnya pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi ini biasanya berbentuk pengumuman dan berhubungan dengan peristiwa yang 2

3 terjadi di perusahaan. Misalnya pengumuman pembagian dividen, pengumuman stock split, pengumuman merger dan akuisisi, pengumuman laporan keuangan, pengumuman pergantian pimpinan perusahaan dan sebagainya (Foster, 1986). Pasar bereaksi terhadap suatu informasi untuk mencapai harga keseimbangan yang baru merupakan hal yang penting. Jika pasar bereaksi dengan cepat dan akurat untuk mencapai harga keseimbangan baru yang sepenuhnya mencerminkan informasi yang tersedia, maka kondisi pasar seperti ini disebut dengan pasar efisien (Hartono, 2010:517). Pergantian CEO merupakan kejadian yang penting dalam siklus kehidupan perusahaan. Pergantian CEO akan mempengaruhi keputusan investor dalam menanamkan investasinya dalam perusahaan. Hal ini berkaitan dengan kinerja perusahaan sebelumnya dan harapan investor terhadap perusahaan dimasa yang akan datang. Beberapa contoh yang menggambarkan hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.1 Tabel. 1.1 Harga Saham Perusahaan HARGA SAHAM TANGGAL SEBELUM SETELAH NO NAMA PERUSAHAAN PENGUMUM % PENGUM PENGUM AN UMAN UMAN 1 PT. Astra Agro Lestari Tbk 16 Mei , ,00-1,5 2 PT. Aneka Tambang Tbk 26 Juli , ,00 0,25 3 PT. Bank Mandiri Tbk 5 Juli , ,00 0,5 4 PT. Perusahaan Gas Negara Tbk 13 Juni , ,00 0,7 5 PT. United Tractors Tbk 21 Mei , ,00 3 Sumber : Hasil Olahan Penulis Penelitian yang menguji pergantian CEO diantaranya adalah penelitian Dherment Ferere & Renneboog (2000) dalam shere price reaction to CEO resignations and lerge shareholder monitoring in listed French companies, memperoleh hasil positif dari abnormal return atas pengunduran diri CEO, untuk pergantian CEO yang disebabkan oleh kematian dan sakit tidak menimbulkan reaksi, sedangkan reaksi negatif ditunjukkan pada pergantian yang disebabkan pensiun. 3

4 Penelitian lain dilakukan oleh Kang dan Shivdasani (1996, Nainggolan, 2009: xx) dalam does Japanese governance system enchance shareholder wealth? Evidence from the stock price effect of top management turnover. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa pada hari pengumuman terdapat return yang positif, return yang lebih besar terjadi untuk pergantian pemecatan dibandingkan pergantian tanpa pemecatan. Pengaruh harga saham yang positif juga terjadi pada hari pengumuman pergantian dengan pergantian dari dalam. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Dedmen dan Lin (2000) dalam shareholder wealt effects of CEO departures. Penelitian ini menemukan reaksi pasar yang negatif terhadap pengumuman pergantian CEO di London Stock Exchange, khususnya ketika CEO diganti karena menerima pekerjaan lain (pindah kerja keperusahaan lain). Penelitian di Indonesia dilakukan oleh Setiawan (2008) mengkaji analisis reaksi pasar terhadap pengumuman pergantian CEO di Indonesia. Faktor-faktor dalam pergantian CEO yang menjadi pertimbangan Peneliti diantaranya adalah asal pengganti (dalam dan luar perusahaan) dan proses pergantian (rutin dan tidak rutin). Makalah ini bertujuan untuk menguji reaksi pasar terhadap pengumuman pergantian CEO. Sampel yang digunakan terdiri dari 59 perusahaan dari tahun Menggunakan t-test untuk menguji kandungan informasi dari pengumuman pergantian CEO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar bereaksi positif terhadap semua pengumunam pergantian CEO. Pasar bereaksi positif terhadap perubahan rutinitas, tetapi tidak bereaksi terhadap perubahan non rutin. Pasar juga bereaksi campuran pada pengganti yang berasal dari luar perusahaan. Setiawan et al. (2011) Analisis reaksi pasar terhadap pengumuman pergantian CEO. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi pasar terhadap pengumuman pergantian CEO menggunakan pendekatan volume perdagangan. Sampel penelitian ini terdiri dari 67 pengumuman pergantian CEO tanpa confounding effect dan 117 pengumuman pergantian CEO dengan confounding effect selam periode dari Bursa Efek Indonesia. Para penulis menggunakan t-test untuk menguji hipotesis. Hasil untuk reaksi pasar terhadap pengumuman pergantian CEO menggunakan sampel perusahaan tanpa confounding effect menunjukkan volume perdagangan sebelum dan sesudah pergantian CEO tidak berbeda secara signifikan. Sebaliknya, volume 4

5 perdagangan sebelum dan sesudah pergantian CEO untuk sampel dengan confounding effect secara signifikan berbeda. Hasil menunjukkan bahwa investor Indonesia menganggap bahwa confounding effect bersama dengan pergantian CEO untuk membuat keputusan investasi. Penelitian serupa dilakukan oleh Nainggolan (2009) mengemukakan bahwa pasar bereaksi pada pergantian secara umum rutin, nonrutin, inside, outside baik dengan atau tanpa memperhatikan confounding effect. Untuk pergantian nonrutin outside baik dengan atau tanpa memperhatikan confounding effect, pasar tidak menunjukkan reaksi. Berdasarkan uraian dan penelitian tersebut, penulis bermaksud untuk meneliti mengenai pengaruh pergantian CEO terhadap return saham. Penelitian ini mengambil judul Pengaruh Pengumuman Pergantian CEO Terhadap Return Saham Perusahaan yang termasuk dalam Indeks LQ 45 pada periode Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah terdapat pergerakan return sebelum pergantian CEO? 2. Apakah terdapat pergerakan return sesudah pergantian CEO? 3. Apakah terdapat CAAR yang signifikan pada pergantian CEO? 1.4. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui dan menjelaskan pergerakan return sebelum pergantian CEO 2. Untuk mengetahui dan menjelaskan pergerakan return sesudah pergantian CEO 3. Untuk mengetahui dan menjelaskan apakah terdapat CAAR yang signifikan pada pergantian CEO Kegunaan Penelitian Dari hasil penelitian ini, diperoleh beberapa manfaat yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkaitan antar lain: 5

6 1. Bagi Penulis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman teoritis yang lebih dalam mengenai pasar modal, khususnya dalam bidang analisis investasi. 2. Bagi Peneliti Lain Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya pada bidang kajian yang sama. 3. Bagi Investor Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam berinvestasi di pasar modal, khususnya saham-saham pada perusahaan yang terdaftar di LQ Bagi Emiten Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen dalam pergantian pimpinan supaya tetap mendapat kepercayaan dari pasar Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dalam skripsi ini adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab pendahuluan berisi gambaran umum objek penelitian, latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PEMBAHASAN Bab tinjauan dan lingkup perusahaan berisi teori-teori yang berkaitan dengan penelitian, penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, hipotesis penelitian dan ruang lingkup penelitian. BAB III METODE PEMELITIAN Bab metode penelitian berisi tentang jenis penelitian, operasionalisasi variabel dan skala pengukuran, tahapan penelitian, populasi dan sampel, pengumpulan data, teknik analisis data dan pengujian hipotesis. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab hasil penelitian dan pembahasan berisi tentang pembahasan dan analisis yang dilakukan sehinga jelas gambaran permasalahan yang terjadi dan hasil dari analisis pemecahan masalah. 6

7 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab kesimpulan dan saran berisi tentang kesimpulan akhir dari analisa dan pembahasan pada bab sebelumnya serta saran-saran yang dapat dimanfaatkan oleh para investor atau oleh peneliti selanjutnya. 7

8 Halaman ini sengaja dikosongkan 8

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan dana bertemu untuk menjualbelikan sekuritasnya. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan dana bertemu untuk menjualbelikan sekuritasnya. Dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan sarana untuk melakukan transaksi sekuritas atau tempat dimana pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang membutuhkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Investor pasar modal Indonesia seringkali menggunakan pertimbangan berupa data harga masa lalu, volume masa lalu, dan semua informasi yang dipublikasikan seperti

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN. hindia belanda untuk kepentingan pemerintah colonial atau VOC.

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN. hindia belanda untuk kepentingan pemerintah colonial atau VOC. BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah PT. Bursa Efek Indonesia Secara historis pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial belanda

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Intesitas transaksi setiap sekuritas di pasar modal berbeda - beda. Sebagian sekuritas memiliki frekuensi yang sangat tinggi dan aktif diperdagangkan

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN

BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN 2.1. Deskripsi Berbagai Indeks Saham Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar,

Lebih terperinci

PENGARUH PERGANTIAN CEO TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN YANG TERMASUK DALAM INDEKS LQ 45 PERIODE

PENGARUH PERGANTIAN CEO TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN YANG TERMASUK DALAM INDEKS LQ 45 PERIODE PENGARUH PERGANTIAN CEO TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN YANG TERMASUK DALAM INDEKS LQ 45 PERIODE 2007-2012 CEO TURNOVER EFFECT ON STOCK COMPANY RETURN THAT WAS INSIDED INDEX LQ45 PERIOD 2007-2012 Ni Wayan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Sistem JATS Next-G

BAB I PENDAHULUAN Sistem JATS Next-G BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Dalam penelitian ini, yang menjadi objek penelitian adalah 12 perusahaan yang sahamnya termasuk ke dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Saham

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kegiatan ekonomi saat ini dihadapkan dengan pilihan untuk melakukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kegiatan ekonomi saat ini dihadapkan dengan pilihan untuk melakukan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan ekonomi saat ini dihadapkan dengan pilihan untuk melakukan konsumsi sekarang atau konsumsi mendatang. Penundaan konsumsi sekarang untuk konsumsi mendatang

Lebih terperinci

IV. PEMBAHASAN. pemilihan, sehingga akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas dan

IV. PEMBAHASAN. pemilihan, sehingga akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas dan IV. PEMBAHASAN 4. 1. Gambaran Umum Indeks LQ 45 terdiri dari 45 saham yang telah terpilih melalui berbagai kriteria pemilihan, sehingga akan terdiri dari saham-saham dengan likuiditas dan kapitalisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kegiatan investasi dilakukan oleh para pemilik dana, yang bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kegiatan investasi dilakukan oleh para pemilik dana, yang bertujuan untuk 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kegiatan investasi dilakukan oleh para pemilik dana, yang bertujuan untuk mendapatkan sejumlah keuntungan atau laba dalam jumlah tertentu. Pemilik dana pada

Lebih terperinci

PENGARUH PENGUMUMAN LABA TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN

PENGARUH PENGUMUMAN LABA TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN PENGARUH PENGUMUMAN LABA TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2004-2006 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar

I. PENDAHULUAN. Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bursa Efek Indonesia ( BEI ) merupakan gabungan dari Bursa Efek atau pasar modal yaitu Bursa Efek Jakarta ( Jakarta Stock Exchange ) dan Bursa Efek Surabaya (Surabaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan pasar yang memperdagangkan surat berharga (efek)

BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan pasar yang memperdagangkan surat berharga (efek) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal merupakan pasar yang memperdagangkan surat berharga (efek) seperti saham dan obligasi. Pengembangan pasar modal merupakan komponen yang sangat penting dari

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI INDEKS LQ45

BAB II DESKRIPSI INDEKS LQ45 BAB II DESKRIPSI INDEKS LQ45 2.1. Sejarah Indeks LQ45 Indeks LQ45 pertama kali diluncurkan pada tangal 24 Februari 1997. Hari dasar perhitungannya adalah 13 Juli 1994 dengan nilai dasar 100. Indeks ini

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Sebelum penggabungan PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan PT. Bursa Efek Surabaya (BES) menjadi PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 November

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal

BAB I PENDAHULUAN. jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN 8 BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN 2.1. Indeks Saham Indeks harga saham adalah indikator atau cerminan pergerakan harga saham. Indeks merupakan salah satu pedoman bagi investor untuk melakukan investasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada emiten akan semakin kuat. Semakin banyak permintaan saham pada suatu

BAB I PENDAHULUAN. pada emiten akan semakin kuat. Semakin banyak permintaan saham pada suatu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan/ kinerja perusahaan. Jika harga saham selalu mengalami kenaikan, maka investor atau calon

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. makro meliputi: inflasi, kenaikan suku bunga, dan kurs valuta asing.

BAB I PENDAHULUAN. makro meliputi: inflasi, kenaikan suku bunga, dan kurs valuta asing. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan pasar modal tidak bisa lepas dari kondisi lingkungan, baik lingkungan makro maupun lingkungan mikro. Pengaruh lingkungan makro meliputi: inflasi, kenaikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemiliknya (Arisanti & Bayangkara, 2016). Tanggung jawab perusahaan. modal (cost of capital) (Brigham & Houston, 2001).

BAB I PENDAHULUAN. pemiliknya (Arisanti & Bayangkara, 2016). Tanggung jawab perusahaan. modal (cost of capital) (Brigham & Houston, 2001). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perusahaan tumbuh dan berkembang seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas yang dijalankan perusahaan. Tujuan utama pendirian setiap perusahaan tentunya

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu wadah yang memfasilitasi kegiatan investasi tersebut adalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu wadah yang memfasilitasi kegiatan investasi tersebut adalah BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Investasi pada hakikatnya merupakan penanaman modal yang dilakukan saat ini dengan harapan keuntungan dimasa yang akan datang. Kegiatan investasi menjadi semakin berkembang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses pemilihan orang-orang untuk mengisi Jabatan politik tertentu. Dalam Pemilu, para pemilih dalam

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Visi dan Misi Bursa Efek Indonesia Visi Bursa Efek Indonesia yaitu Menjadi bursa Menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia. Misi Bursa Efek Indonesia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Pasar modal (capital market) merupakan tempat diperjualbelikannya berbagai instrumen keuangan jangka panjang, seperti utang, ekuitas (saham), instrumen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini berisikan latar belakang, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan laporan.

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini berisikan latar belakang, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan laporan. BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan latar belakang, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan laporan. 1.1 Latar Belakang Pasar Modal merupakan sebuah organisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. investor/pemilik modal. Media yang digunakan perusahaan dalam menjual

BAB I PENDAHULUAN. investor/pemilik modal. Media yang digunakan perusahaan dalam menjual BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada dasarnya, setiap perusahaan selalu membutuhkan dana dalam membiayai kegiatan operasionalnya, dana tersebut dapat diperoleh dari beberapa sumber, pertama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maupun dengan tujuan mengembangkan perusahaannya. Perusahaan-perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. maupun dengan tujuan mengembangkan perusahaannya. Perusahaan-perusahaan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ketersediaan dana yang cukup bagi industri memegang peranan yang penting dalam kelangsungan hidup perusahaan karena dana merupakan motor penggerak industri

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Objek penelitian pada skripsi ini adalah emiten yang masuk dalam LQ 45 periode

III. METODE PENELITIAN. Objek penelitian pada skripsi ini adalah emiten yang masuk dalam LQ 45 periode III. METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian pada skripsi ini adalah emiten yang masuk dalam LQ 45 periode Februari Juli yaitu indeks yang terdiri dari 45 perusahaan yang tercatat yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Uraian Teoritis 2.1.1. Pengertian Pasar Modal Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun oleh :

SKRIPSI. Disusun oleh : ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ESTIMASI HARGA SAHAM DENGAN MODEL DISCOUNT EXPECTED CASHFLOW DALAM KEPUTUSAN INVESTASI (STUDI PADA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI TAHUN 2007) SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian Pasar modal adalah tempat berbagai pihak, khususnya perusahaan menjual saham (stock) dan obligasi (bond), dengan tujuan dari hasil penjualan tersebut

Lebih terperinci

Pengaruh Arus Kas Terhadap Pembagian Dividen Tunai

Pengaruh Arus Kas Terhadap Pembagian Dividen Tunai Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Thesis of Accounting http://repository.ekuitas.ac.id Banking Accounting 2015-12-11 Pengaruh Arus Kas Terhadap Pembagian Dividen Tunai Arumsarri, Yoshe STIE

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan nilai investasi. Investasi pada umumnya dilakukan untuk mendapatkan

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan nilai investasi. Investasi pada umumnya dilakukan untuk mendapatkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi merupakan suatu kegiatan menempatkan dana pada satu aset atau lebih selama jangka waktu tertentu dengan harapan memperoleh pendapatan atau peningkatan

Lebih terperinci

ANALISIS PERBEDAAN RETURN SAHAM DAN PERUBAHAN VOLUME PERDAGANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN DIVIDEN

ANALISIS PERBEDAAN RETURN SAHAM DAN PERUBAHAN VOLUME PERDAGANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN DIVIDEN ANALISIS PERBEDAAN RETURN SAHAM DAN PERUBAHAN VOLUME PERDAGANGAN SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN DIVIDEN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perusahaan publik di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perusahaan publik di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan publik di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini menyebabkan suatu perusahaan membutuhkan suatu pendanaan yang lebih besar untuk

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini adalah volume perdagangan, jumlah saham yang

III. METODOLOGI PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini adalah volume perdagangan, jumlah saham yang III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diterbitkan oleh organisasi yang bukan pengolahnya. Sacara spesifik data

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban manager

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban manager BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Laporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban manager kepada masyarakat, khususnya para pemegang saham. Laporan keuangan memberikan gambaran

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN. Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka.

BAB II DESKRIPSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN. Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. BAB II DESKRIPSI INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN 2.1. Bursa Efek Indonesia (BEI) Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Lokasi atau Ruang Lingkup Wilayah Penelitian... 25

DAFTAR ISI. BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Lokasi atau Ruang Lingkup Wilayah Penelitian... 25 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL...... i HALAMAN PENGESAHAN... ii PERNYATAAN ORISINALITAS... iii KATA PENGANTAR... iv ABSTRAK... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR GRAFIK...

Lebih terperinci

BAB 1. Pasar modal adalah bagian dari pasar financial dan tempat bertemunya investor dan

BAB 1. Pasar modal adalah bagian dari pasar financial dan tempat bertemunya investor dan BAB 1 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal adalah bagian dari pasar financial dan tempat bertemunya investor dan perusahaan yang telah go public (emiten). Salah satu tujuan utama bagi

Lebih terperinci

ANALISIS RESPON PASAR TERHADAP PENGUMUMAN SAHAM BONUS PADA BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS RESPON PASAR TERHADAP PENGUMUMAN SAHAM BONUS PADA BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS RESPON PASAR TERHADAP PENGUMUMAN SAHAM BONUS PADA BURSA EFEK INDONESIA Siti Murtopingah Rina Mudjiyanti Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purwokerto ABSTRACT This study is to analysis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjuan Umum Terhadap Objek Studi Gambaran Umum LQ Kriteria Pemilihan Saham LQ45

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjuan Umum Terhadap Objek Studi Gambaran Umum LQ Kriteria Pemilihan Saham LQ45 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjuan Umum Terhadap Objek Studi 1.1.1 Gambaran Umum LQ45 Indeks LQ45 terdiri dari 45 saham dengan likuiditas (liquidity) tinggi yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan.

Lebih terperinci