LESTARI KARYA TITIS ALYCIA MILDA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LESTARI KARYA TITIS ALYCIA MILDA"

Transkripsi

1 KARYA TITIS ALYCIA MILDA PARA PELAKU:. Gadis berusia 24 tahun, seorang penari tradisional.. Ayah Lestari. Laki-laki berusia 50-an dengan garis wajah yang tegas.. Ibu Lestari. Wanita sederhana dan penyayang yang berusia beberapa tahun lebih muda dari suaminya.. Adik perempuan Lestari. Seorang mahasiswi jurusan hukum yang berusia 20 tahun. FAHMI. Tunangan Lestari yang juga seorang penari. Berusia 27 tahun. PANGGUNG MENUNJUKKAN RUANG TAMU SEBUAH RUMAH YANG BISA DIBILANG CUKUP MEWAH. DI DINDING RUANGAN TERSEBUT TERGANTUNG BEBERAPA HIASAN DINDING DAN LUKISAN. LEMARI KACA BESAR YANG BERISI PENUH DENGAN PAJANGAN MENEMPEL PADA DINDING. SEORANG LAKI-LAKI YANG BERUSIA 50-AN TERLIHAT SEDANG DUDUK DI SOFA SAMBIL MEMBACA KORAN. WAJAHNYA YANG TEGAS TERLIHAT SEDIKIT LEBIH TUA DARI USIA YANG SEBENARNYA, HAL TERSEBUT MEMBUKTIKAN BAHWA RUMAH MEWAH INI TIDAK DIDAPATNYA DENGAN MUDAH. (Berteriak ke dalam rumah) Ibu, buatkan Ayah kopi. (Menyaut dari dalam rumah) Sebentar, Yah, Ibu masih cuci piring.

2 MASUK ANAK PEREMPUAN MEREKA,, DARI PINTU DEPAN. MEMBAWA SEBUAH RANSEL YANG DITARUH DI MEJA DI HADAPAN NYA. IA MENGELUARKAN SEBUAH BUNGKUSAN DARI TAS ITU. Tumben jam segini sudah pulang kamu, Hana. Kok Ayah kesannya tidak suka Hana pulang. (Sambil memperhatikan anaknya dari balik kacamatanya) Beli apa lagi kamu? (Menunjukkan patung yang baru saja dibelinya kepada sang ayah. Ia lalu menggeser beberapa pajangan yang ada di lemari kaca yang sebenarnya sudah penuh untuk meletakan patung tersebut) Patung, Yah. Tadi Hana datang ke pameran. Seniman-seniman amatir, patung ini saja harganya murah. Padahal patung bagus. Harusnya mereka jual ke luar negeri, bukan bikin pameran kecilkecilan seperti itu. Kalau dijual ke luar negeri pasti harganya mahal. Pintar kamu. Bisa lihat barang bagus begitu. (Ia terdiam sebentar sebelum melanjutkan) Tapi jangan ketagihan, Hana. Kamu itu sudah kuliah. Jangan mainmain terus kerjaanmu. Fokus kuliah dulu, Hana. Sekarang ayah tanya, berapa kali kamu ke perpustakaan selama kamu kuliah ini? Dua kali, Yah. Mungkin tiga kali.

3 Lalu berapa kali kamu ke pameran? Lemari ayah sampai penuh begitu. Dulu kan Ayah yang sering ajak Hana ke pameran, lalu setiap pulang pasti Ayah juga membeli barang di sana walau pun hanya satu. Ayah juga yang memberitahu Hana mana barang yang bagus, mana yang jelek. Jangan salahkan Hana kalau Hana ketularan Ayah. (Sambil setengah tertawa) Sudah bisa jawab omongan ayah kamu, Hana. (Duduk di samping ayahnya, merajuk seperti anak kecil) Ayah ini, masa cuma gara-gara Hana sering ke pameran saja Ayah marah. Hana beli barang-barang itu dengan uang Hana sendiri. Lagi pula, kuliah Hana juga tidak akan terganggu hanya karena Hana sering datang ke pameran. Ayah tahu sendiri berapa nilai Hana semester lalu, kan? (Tertawa) Iya, iya. Kamu menang, Ayah memang tidak pernah menang kalau debat sama kamu. (Sambil tersenyum lalu berjalan masuk ke dalam rumah) Hana kan calon pengacara, Yah.

4 SEPENINGGAL, MASUK SANG DENGAN MEMBAWA SECANGKIR KOPI. ADALAH SEORANG WANITA YANG BERUSIA 50-AN, BEBERAPA TAHUN LEBIH MUDA DARI SUAMINYA. WANITA ITU MENGENAKAN PAKAIAN RUMAH SANTAI DAN PERHIASAN YANG TIDAK MENCOLOK, HANYA SEPASANG ANTING DAN CINCIN PERNIHAKAN YANG MENGHIASI JARI MANISNYA, MENUNJUKKAN KESEDERANNYA. (Sambil meletakkan secangkir kopi hitam di meja) Hana beli patung lagi, Yah? Iya. Itu, di lemari. Heran, disaat teman-temannya beli pakaian atau kosmetik, anak kamu yang satu itu malah hobi koleksi pajangan. Halah, Ayah ini bisanya protes. Kalau pun seandainya Hana itu hobinya belanja pakaian dan kosmetik juga pasti Ayah protes juga. Iya, tidak? (Meminum kopinya lalu mengangguk setuju) Ya, ya. Benar juga kamu. Biarkan saja Hana dengan hobinya itu. Namanya juga hobi, Yah, dilakukan untuk menghilangkan bosan atau menghibur diri sendiri. Hana datang ke pameran dan mengoleksi pajangan itu kan untuk menghibur diri sendiri. Biarkan saja. Ayah mau, Hana terlalu fokus dengan kuliahnya, lalu stress. Mau?

5 (Menatap istrinya lurus-lurus) Ya tidak, Bu. Aneh-aneh saja ibu ini. Ayah hanya heran karena hobinya itu berbeda dengan teman-teman seusianya. Semua orang punya cara sendiri untuk menghilangkan bosan, Yah. Biarkan Hana mempunyai hobi seperti itu. Nanti ibu saja yang hobi belanja pakaian dan kosmetik. (Tertawa) Kesempatan. (Ia meminum kopinya sebelum melanjutkan) Lestari mana, Bu? Belum bangun? Lestari? Sudah tadi. Mungkin masih siap-siap di kamarnya. Siap-siap? Memang mau pergi ke mana dia? Pergi dengan Fahmi, mungkin. Pergi dengan Fahmi lagi? Semalam sudah pulang larut, ini mau pergi lagi? Memang kenapa kalau Lestari pergi dengan Fahmi, Yah?

6 Lestari itu kan perempuan, Bu (Memotong omongan suaminya) Dan dia sudah besar. Umurnya 25 tahun tahun depan. Sudah bukan waktunya Lestari Ayah kekang seperti itu. Lagi pula, Lestari dan Fahmi itu kan sudah bertunangan. (Setelah menimbang-nimbang omongan istrinya) Ayah tetap akan bicara padanya. Walau pun mereka sudah bertunangan, mereka kan belum menikah. Lestari itu masih menjadi tanggungjawab kita. Kita harus tahu dia itu pergi ke mana saja, dengan siapa, pulang jam berapa. Ayah masih berhak melarang Lestari kalau memang perlu. Terserah Ayah saja. Tapi jangan terlalu keras padanya. Lestari itu juga keras sifatnya, persis Ayah. Ibu tidak mau ada ribut-ribut di rumah pagi-pagi. SANG TIDAK MENJAWAB DAN MELANJUTKAN RUTINITAS PAGINYA MEMBACA KORAN. BEBERAPA SAAT SETELAH MENINGGALKAN RUANGAN, MASUK SAMBIL MENGENAKAN TASNYA. ADALAH SEORANG GADIS BERUSIA 24 TAHUN. IA SANGAT MIRIP DENGAN NYA YANG MEMPUNYAI GARIS WAJAH YANG TEGAS. SAMBIL LALU BERPAMITAN DENGAN NYA. Lestari pergi dulu, Ayah.

7 Duduk dulu, Lestari. Ayah mau bicara. MENGHENTIKAN LANGKAHNYA DAN MENGHELA NAFAS TIDAK SUKA. IA BERBALIK DAN DUDUK DI SOFA DI HADAPAN NYA. MENATAP NYA LURUS-LURUS, MENUNJUKKAN SIFAT KERASNYA DAN TIDAK MENGATAKAN APA-APA, MENUNGGU NYA MEMBUKA PEMBICARAAN. (Melipat korannya dan meletakkannya di atas meja. Ia menyandarkan punggungnya pada sofa, lalu membalas tatapan anaknya) Kamu mau ke mana, Lestari? Mau pergi, Yah. Ayah tahu kamu mau pergi. Kalau kamu berpakaian rapi dan dandan cantik seperti itu tidak mungkin kamu ingin mencuci baju, kan? Yang Ayah tanyakan, kamu itu mau pergi ke mana? Sama siapa? Jalan-jalan saja. Lestari pergi dengan Fahmi. Jalan-jalan ke mana? Belum tahu, Yah.

8 Kalau begitu Ayah tidak mengizinkan kamu pergi. (Terdiam beberapa saat menunggu jawaban dari Lestari. Namun karena Lestari tidak menjawab, ia melanjutkan) Kamu pulang larut tadi malam, dengan Fahmi juga. Ke mana perginya pun Ayah tidak tahu. Kalau kamu masih seperti ini terus, tidak mau terbuka dengan Ayah, Ayah tidak akan izinkan kamu pergi ke mana-mana. Yah, Lestari sudah besar, dan Fahmi itu tunangan Lestari. Kenapa Ayah masih mengatur-atur Lestari seperti itu? Lestari kan bukan anak kecil lagi. Lagi pula, kalau Lestari beritahu Ayah ke mana Lestari akan pergi, memang Ayah akan mengizinkan? Maka dari itu Ayah bertanya kepadamu. Baru setelah itu, Ayah bisa menimbangnimbang apakah Ayah bisa mengizinkanmu pergi atau tidak. Kalau memang tujuanmu positif dan tidak macam-macam, pasti Ayah izinkan. Atau janganjangan Fahmi itu mau mengajakmu kawin lari, ya? (Menaikkan nada bicaranya karena tidak setuju) Ayah ini bicara apa, tidak mungkin Fahmi seperti itu. Ya bagaimana Ayah mau percaya kalau kamu saja tidak mau terbuka dengan Ayah.

9 (Setelah berpikir sejenak, setengah hati Lestari mengaku kepada Ayahnya) Lestari mau pergi latihan. Latihan apa? Latihan tari, Ayah. Latihan apa lagi. (Ia menyahut dengan cepat) Kamu kan sudah lulus dari sekolah tarimu itu. Untuk apa latihan lagi? Memang kalau sudah lulus Lestari tidak boleh menari lagi? Lalu kenapa Lestari sekolah di sekolah tari kalau Ayah melarang Lestari untuk menari setelah Lestari lulus? Salahmu sendiri, kenapa kamu melakukan hal yang Ayah tidak suka dan terus melakukannya? MENDENGAR NADA BICARA ANAK DAN SUAMINYA YANG TERUS MENGERAS, SANG MUNCUL DARI DALAM RUMAH. IA BERDIRI DIAM DI DEKAT SUAMINYA, TIDAK BERKATA APA-APA, MENCOBA MEMBACA SUASANA. HANYA MENATAP ISTRINYA SEKILAS, LALU KEMBALI MENATAP.

10 Ayah mau kamu berhenti menari. Kamu sudah harus mulai memikirkan masa depanmu. Sebentar lagi kamu menikah dan punya keluarga sendiri. Mau jadi apa keluargamu nanti kalau yang kamu lakukan hanya menari? Ayah jangan merendahkan Lestari! Cobalah untuk realistis Lestari! Berapa orang di negara ini yang masih menghargai penari? Bisa apa kamu dengan menari? Paling-paling hanya jadi penari latar di acara-acara musik. Atau yang lebih parah, menjadi penari jalanan. Apa bedanya dengan pengamen? Yang kamu pikirkan jangan hanya senangnya saja! (Memotong omongan suaminya dan menggenggam tangannya, mencoba untuk menenangkannya) Sudah, sudah, Ayah, sudah. Jangan berteriak-teriak seperti itu. (Berpaling pada Lestari) Lestari juga sudah, jangan dilanjutkan lagi. Masuk kamarmu dulu sana, nanti kita bicarakan lagi hal ini kalau sudah tenang semuanya. Sudah Ibu bilang, kan, Ayah jangan terlalu keras dengan Lestari. Lestari juga, cobalah sesekali menurut pada Ayahmu. DENGAN MUKA MERAH PADAM KARENA AMARAH DAN SAKIT HATI PERGI MENUJU KAMARNYA. NAMUN BARU BEBERAPA LANGKAH IA BERANJAK DARI SOFA, NYA KEMBALI BERBICARA PADANYA.

11 Ayah mau kamu berhenti menari. Teman Ayah sudah menyiapkan tempat untukmu di perusahaannya. (Dengan cepat Lestari berbalik menghadap Ayahnya) Oh, Ayah tidak perlu repotrepot. Bulan depan Lestari akan terbang ke Melbourne bersama Fahmi. NYA HANYA MENATAP ANAKNYA DENGAN EKSPRESI KAGET DAN BINGUNG. KALI INI NYA YANG ANGKAT BICARA, MULAI EMOSI KARENA SIFAT EGOIS ANAKNYA. Jangan bercanda kamu, untuk apa kamu ke Melbourne? Menari. (Ia sudah hampir berdiri kalau istrinya tidak menarik tangannya untuk duduk kembali. Dengan tajam ia membentak anaknya) Pembangkang! Anak kurang ajar! Lestari tahu kesempatan Lestari untuk hidup sebagai penari di Indonesia tidak besar, Yah. Jangan Ayah pikir Lestari tidak memikirkan hal itu. Lestari sudah memikirkan hal itu jauh sebelum Lestari masuk sekolah tari. Ayah pikir Lestari menari untuk senang-senang? Memang Lestari senang menari, Yah. Tapi tujuan utama Lestari tidak serendah pemikiran Ayah! Lestari ingin ditonton, Yah. Lestari

12 ingin jadi pusat perhatian. Hal itu memang tidak akan Lestari dapatkan di Indonesia. Tapi bisa Lestari dapatkan di luar negeri. Dan Fahmi menjanjikan hal itu pada Lestari. Menjanjikan apa? (Berusaha mengatur napasnya) Teman Fahmi adalah seorang pecinta seni dan ia sering menyelenggarakan pertunjukan seni tradisional di sana. Anak gila! Kamu tidak akan pergi ke sana, Lestari. Kamu tetap di sini. Ayah sudah mengizinkanmu masuk sekolah tari yang tidak berguna itu, lalu ayah juga mengizinkanmu bertunangan dengan penari yang tidak mempunyai masa depan. Sekarang kamu ikuti perintah Ayah. Paling tidak Fahmi tidak berbohong seperti Ayah! Sudah Lestari! Jaga bicaramu! (Tidak menghiraukan Ibunya dan terus berbicara pada ayahnya dengan nada bicara yang tinggi) Lestari pikir Ayah menyetujui keputusan Lestari untuk menjadi penari. Lestari pikir Ayah merestui hubungan Lestari dengan Fahmi. Lestari percaya dengan Ayah! Lalu setelah Lestari akhirnya berpikir Ayah benar-

13 benar merestui Lestari, Ayah mengatakan kalau Ayah sama sekali tidak mengizinkan Lestari untuk menari? Ayah hanya tidak ingin kamu seperti kakakmu, Lestari. SANG YANG TIDAK MENYANGKA SUAMINYA AKAN MENGUNGKIT TENTANG ANAK SULUNGNYA HANYA BISA TERDIAM LALU MENANGIS. MELIHAT NYA MENANGIS, YANG SEDARI TADI MENDENGARKAN DARI RUANGAN YANG ADA DI SEBELAHNYA BERLARI MENUJU NYA DAN MEMELUKNYA. BERDIRI DI HADAPAN, DAN TANPA TAKUT MEMBALAS TATAPAN NYA. Jadi semua ini karena Kakak? Ayah melarang Lestari melakukan hal yang Lestari sukai karena Kakak pergi dari rumah dan tidak pulang sampai sekarang? Bukankah Ayah sendiri yang mengatakan kepada Kakak kalau Ayah tidak akan menganggapnya sebagai anak lagi? Itu karena kakakmu itu tidak menuruti nasihat Ayah. Mungkin Ayah yang seharusnya berhenti melarang-larang anak Ayah sebelum Ayah kehilangan anak lagi. TANPA BERKATA APA-APA, SANG MENAMPAR PIPI ANAKNYA. WALAU PUN TIDAK KUAT, HAL ITU CUKUP UNTUK MEMBUAT TERSUNGKUR KE

14 LANTAI. SANG DAN BERTERIAK MELIHAT KEJADIAN ITU DAN BERLARI MEMELUK. Kalau kamu masih sayang Ayah, masih sayang Ibu dan juga Hana, kamu tidak akan melakukan apa yang dilakukan Kakakmu. (Berbalik dan berjalan menuju kamarnya) (Sambil menangis) Lestari, Lestari sayang, tolong Ibu, Nak. Dengarkan Ayahmu. Ayah seperti itu karena Ayah ingin yang terbaik untuk Lestari. Sudah cukup Ibu kehilangan satu anak karena sifat Ayahmu yang keras kepala. Lestari jangan buat Ayah marah lagi, kasihan Ibu, kasihan Hana. Sampai kapan Kakak mau keras kepala seperti itu? Hana sudah bosan lihat Kakak dan Ayah bertengkar dengan bahasan yang sama. Cobalah sedikit menurut dengan Ayah. Kakak pikir Hana masuk jurusan hukum karena kemauan Hana sendiri? Hana melakukan itu agar kejadian yang dulu tidak terulang lagi, Kak. Kakak selalu bilang kalau Kakak tidak suka sifat Ayah yang keras kepala. Tapi kenyataannya Kakak juga keras kepala sama seperti Ayah! Lalu apa bedanya Kakak dengan Ayah? YANG SEDARI TADI MEMEGANGI PIPINYA SAMBIL MENANGIS TIDAK BERKATA APA-APA. IA MELEPASKAN DIRI DARI PELUKAN NYA DAN BERLARI MENUJU KAMARNYA. TERDENGAR SUARA PINTU DIBANTING. MEMANGGIL, INGIN MENGEJARNYA, NAMUN SANG MENARIK TANGANNYA.

15 Sudah, Hana, Sudah. Jangan dilanjutkan lagi. Biar kakakmu tenang dulu. Ayahmu juga, jangan diganggu dulu ya, Sayang. MENGANGGUK LALU MEMBANTU NYA BERDIRI DAN MENUNTUNNYA DUDUK DI SOFA. IA TERUS MENATAP NYA YANG SEDANG BERUSAHA MEREDAKAN TANGISNYA SAMPAI DIDENGARNYA BEL RUMAH MEREKA BERBUNYI. Ada tamu, Sayang. Buka dulu pintunya dan persilahkan tamunya masuk. Ibu cuci muka dulu. DENGAN PATUH BERJALAN KELUAR RUMAH UNTUK MEMPERSILAHKAN TAMU MEREKA MASUK. SANG MENGANGKAT CANGKIR KOPI SUAMINYA DAN MEMBAWANYA KE DAPUR. BEBERAPA SAAT KEMUDIAN, MASUK KEMBALI, DIIKUTI OLEH FAHMI. Duduk dulu, Kak. FAHMI Terima kasih. (Duduk di sofa dan diikuti oleh Hana yang kemudian duduk di hadapannya.) Mana Lestari? (Hana menjawab dengan khawatir kalau-kalau Ayahnya keluar dan bertemu dengan Fahmi. Ia berulangkali melihat ke arah pintu kamar Ayahnya.) Kak Lestari di kamar, Kak.

16 FAHMI (Fahmi memperhatikan tingkah Hana yang gelisah, lalu bertanya sambil mengerutkan keningnya) Ada apa, sih? Sepertinya Kakak harus pulang sekarang. FAHMI Loh, kenapa? Saya kan baru sampai. Saya ada janji dengan Lestari. Kak Lestari belum bisa ketemu Kakak. FAHMI Maksudmu? (Hana terlihat berpikir sejenak, ragu apakah ia harus bercerita atau tidak.) Kalau kamu tidak terus terang, aku tidak akan pergi dari sini. (Bertanya dengan ragu) Apa benar, Kak Fahmi dan Kak Lestari akan pergi ke Melbourne bulan depan? FAHMI (Ia mengerjapkan matanya karena terkejut) Lestari yang memberitahumu? Padahal aku berniat memberitahu keluargamu bersama dengannya. Yah, dia sudah cerita. Dan Ayah tidak setuju.

17 FAHMI Itulah kenapa Lestari seharusnya mengajak saya untuk bicara dengan orangtuamu. Saya tahu Ayahmu itu keras, dan mungkin saya lebih bisa menjelaskannya. (Fahmi terdiam sejenak) Bisa panggilkan Ayahmu dan Lestari? Tidak bisa. Ayah sangat marah tadi. Hana tidak mau ada ribut-rbut lagi. SEBELUM FAHMI SEMPAT MENJAWAB, SANG MASUK DENGAN SENYUM HANGATNYA YANG BIASA. MATANYA MASIH SEMBAB KARENA MENANGIS NAMUN IA BISA MENUTUPINYA DENGAN SIKAP RAMAHNYA. Fahmi. Ingin bertemu Lestari? FAHMI Iya, Bu. Sepertinya Lestari belum bisa keluar dulu. Ia sedang tidak enak badan. Sedari tadi tidak keluar kamar. FAHMI Bu, ada apa sebenarnya? Hana tadi bilang soal ribut-ribut, apa Lestari bertengkar lagi dengan Ayahnya? SANG MENATAP DENGAN TAJAM KARENA SUDAH BERCERITA KEPADA FAHMI.

18 Apa? Secara tidak langsung pertengkaran tadi kan karena Kak Fahmi juga. Dia berhak tahu. Hana! (Hana terdiam lalu berjalan masuk ke dalam rumah, Ibu kembali menatap Fahmi) Tadi memang ada pertengkaran kecil, Nak Fahmi. Tapi bukan karena Nak Fahmi. Memang suami dan anak saya saja yang keras kepala. Mereka hanya butuh waktu sendiri sebelum membicarakan hal ini lagi. FAHMI Saya minta maaf kalau rencana saya untuk pergi ke Melbourne malah menjadi masalah besar seperti ini. Tapi sungguh niat saya baik, Bu. Saya hanya ingin membantu Lestari mencapai impiannya untuk menari di hadapan dunia. Kebetulan teman saya memang sedang butuh penari Jawa untuk pertunjukannya di sana. Dan saya pikir, itu adalah kesempatan baik untuk Lestari. Iya, Nak, Ibu tahu. Tidak usah minta maaf, ini bukan kesalahan Nak Fahmi. Ini yang disebut kesempatan baik di waktu yang kurang baik, Nak. Dan ibu minta tolong kepada Nak Fahmi untuk memikirkan lagi rencana kalian untuk pergi ke Melbourne. FAHMI Saya paham, Bu. Betul-betul paham. Nanti akan saya bicarakan dengan Lestari untuk membatalkan rencana ini sementara waktu. Nak Fahmi memang anak yang baik. Terima kasih sudah mau menolong ibu, Nak.

19 FAHMI Sama-sama, Bu. Mungkin lain kali saya dan Lestari bisa membujuk Bapak agar memberi izin. Oh, ya, ya. Tentu. Tapi nanti setelah semuanya tenang ya, Sayang. SEMUA MENOLEH KARENA MENDENGAR BERDEHAM DAN MASUK KE RUANG TAMU. IA LALU DUDUK DI SEBELAH ISTRINYA. WAJAHNYA MASIH TERLIHAT TEGANG NAMUN IA SUDAH SEDIKIT TENANG. Dari tadi, Fahmi? FAHMI Baru saja, Pak. Fahmi sudah mau pulang, Pak, iya kan, Nak Fahmi? Tadi Ibu sudah bilang kalau Lestari sedang tidak enak badan dan belum bisa keluar dulu. FAHMI (Fahmi sedikit terkejut dengan sikap Ibu yang tiba-tiba menyuruhnya pulang. Namun segera paham dan bangkit berdiri.) Ah, iya. Kalau begitu saya pamit dulu, Pak, Bu. (Berteriak dari dalam rumah) Kak Lestari!

20 MASUK KE RUANG TAMU DENGAN MEMBAWA TAS BESAR. DIIKUTI OLEH YANG BERUSAHA MENGHENTIKANNYA. TERKEJUT MELIHAT FAHMI ADA DI SANA. (Ia menatap tas yang dibawa Lestari dengan tatapan tidak percaya dan menangis lagi) Anak kurang ajar kamu, Lestari! Mau ke mana kamu? (Ibu menghampiri Lestari dan berusaha merebut tasnya, namun Lestari mempertahankannya) Berikan tas itu, Nak. Ayo. Jangan seperti ini, Nak. Kasihan Ibumu. FAHMI Lestari, aku paham perasaanmu. Tapi jangan bertindak seperti ini. Hal ini bisa dibicarakan lagi dengan kepala dingin. Ibu, Ibu. (Lestari berusaha menggenggam tangan Ibunya, lalu menciumnya) Lestari sayang Ibu. Lestari tidak akan pergi seperti Kakak. Kalau begitu berikan tas ini kepada Ibu, Nak. Ibu, Lestari mohon Ibu dengarkan Lestari dulu. Lestari sayang Ibu, sayang Hana. Lestari juga sayang Ayah. Tapi untuk sekarang, izinkan Lestari mewujudkan impian Lestari dulu, Bu. Izinkan Lestari pergi dengan Fahmi. Fahmi akan menjaga Lestari, Ibu tidak usah khawatir. Lestari janji akan pulang, Lestari janji tidak akan pergi seperti Kakak yang tidak akan kembali. Lestari janji akan pulang setelah

21 Lestari membawa nama Indonesia ke muka dunia. Lestari akan segera bertemu lagi dengan Ibu, Ayah, dan Hana. Lestari mohon doa restu Ibu. Taruh tasmu, Lestari. Jangan berani-berani kamu pergi dari rumah ini. (Ibu menangis lebih keras dan memeluk Lestari) dengarkan Ayahmu, Lestari, kasihan Ibu. (Sambil menangis, Hana menarik lengan Ibunya, ia mengusap-usap pundak Ibunya.) Sudah, Bu. Sudah. Ibu, tolong sampaikan kepada Ayah, Lestari sayang Ayah. Tidak pernah sekali pun dalam hidup Lestari, Lestari membenci Ayah. Lestari sangat menghormati Ayah. Lestari akan membuktikan kepada Ayah bahwa Lestari bisa membuat Ayah bangga dengan menari. Lestari akan menari untuk Ayah. MEMBANTU MELEPASKAN PELUKAN NYA. SANG HANYA DUDUK DI SOFA SAMBIL MENUNDUK. GARIS WAJAHNYA KEMBALI MENGERAS KARENA MENAHAN EMOSI. DENGAN CEPAT MELANGKAHKAN KAKINYA MENINGGALKAN RUMAH. Lestari!

22 FAHMI BERLARI MENGEJAR KELUAR RUMAH. SANG MASIH MENANGIS DIPELUKAN. SANG BANGKIT DARI DUDUKNYA, BERJALAN MONDAR-MANDIR TIDAK TAHU HARUS BERBUAT APA. IA AKHIRNYA MENGHAMPIRI ISTRINYA, MENGUSAP-USAP PUNDAKNYA DAN MERANGKUL. SELESAI

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan. 1st Spring Hujan lagi. Padahal ini hari Minggu dan tak ada yang berharap kalau hari ini akan hujan. Memang tidak besar, tapi cukup untuk membuat seluruh pakaianku basah. Aku baru saja keluar dari supermarket

Lebih terperinci

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui salah satu blog yang sudah lama ia ikuti. Blog yang

Lebih terperinci

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul.

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul. PROLOG Frankfurt, Germany. Nick umur 9 tahun. Aku berlarian di padang rumput. Mengitari lapangan yang seperti permadani hijau. Rumput-rumputnya sudah mulai meninggi. Tingginya hampir melewati lututku.

Lebih terperinci

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply CHAPTER 1 There s nothing left to say but good bye Air Supply Wolverhampton, 29 Agustus 2006 -Sierra s pov- Happy birthday, Lee! ucapku girang setelah Lee meniup lilin di atas kue ulang tahunnya. Lee,

Lebih terperinci

Dibalik perjuangan seorang "PAPA"

Dibalik perjuangan seorang PAPA Dibalik perjuangan seorang "PAPA" Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah

Lebih terperinci

Persahabatan Itu Berharga. Oleh : Harrys Pratama Teguh Sabtu, 24 Juli :36

Persahabatan Itu Berharga. Oleh : Harrys Pratama Teguh Sabtu, 24 Juli :36 Sahabat, kata yang sering kita dengar. Apakah kalian tahu arti dari sahabat? Semua pendapat orang tentang sahabat berbeda-beda. Menurutku sahabat adalah teman yang selalu ada saat kita sedang senang maupun

Lebih terperinci

Di Unduh dari : Bukupaket.com

Di Unduh dari : Bukupaket.com bab 5 kejujuran gambar 5.1 tesa sedang berkumpul dengan teman temannya lihatlah gambar di atas tesa sedang berkumpul dengan teman temannya tentu kalian juga sering melakukannya setiap hari kita bergaul

Lebih terperinci

Aku Tidak Mengerti Orang Biasa

Aku Tidak Mengerti Orang Biasa 5 Aku Tidak Mengerti Orang Biasa Setelah pertengkaran aneh beberapa minggu lalu, aku berhasil mendapatkan hari libur minggu yang menyenangkan. Kali ini tanpa Siska ataupun ketua yang merencanakan menyusun

Lebih terperinci

CINTA 2 HATI. Haii...! Tiara terkejut, dan menatap pada pria itu. Pada saat itu, ternyata pria itu juga menatap kearah Tiara. Mereka saling menatap.

CINTA 2 HATI. Haii...! Tiara terkejut, dan menatap pada pria itu. Pada saat itu, ternyata pria itu juga menatap kearah Tiara. Mereka saling menatap. CINTA 2 HATI Udara sore berhembus semilir lembut,terasa sejuk membelai kulit.kira kira menunjukan pukul 16.45 WIB. Seorang gadis yang manis dan lugu sedang berjalan didepan rumahnya itu. Tiba tiba seorang

Lebih terperinci

KOPI DI CANGKIR PELANGI..

KOPI DI CANGKIR PELANGI.. KOPI DI CANGKIR PELANGI.. Irama detik menuju menit yang semakin jelas terdengar, menandakan sunyi telah memonopoli malam. Malam memang selalu berdampingan dengan sunyi, dan kemudian memadu kasih untuk

Lebih terperinci

Chapter 1. Baik, selagi kalian mencatat, saya absen.

Chapter 1. Baik, selagi kalian mencatat, saya absen. Chapter 1 Sebuah sekolah SMA swasta di suatu tempat, tepatnya di suatu kelas, seorang guru wanita muda tengah berdiri di depan papan tulis putih yang telah penuh dengan coretan-coretan spidol hitam. Setelah

Lebih terperinci

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu PROLOG Yui mengerjapkan matanya yang berat dan menggerakan tubuhnya turun dari ranjangnya. Seluruh badannya terasa remuk, dan kepalanya terasa amat pening. Mungkin karena aku terlalu banyak minum semalam,

Lebih terperinci

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU Diterbitkan secara mandiri melalui Nulisbuku.com MEMBILAS PILU Oleh: Dipa Tri Wistapa Copyright 2014 by Dipa Tri Wistapa Penerbit Dipa Tri Wistapa Website dipoptikitiw@gmail.com

Lebih terperinci

Kanuna Facebook on September 07, 2011 Prolog

Kanuna Facebook on September 07, 2011 Prolog Kanuna Facebook on September 07, 2011 Prolog Chelvia tengah asyik duduk di teras rumahnya sambil serius mengetik sesuatu di HP-nya dengan bibir tersenyum-senyum sendiri. Hari itu ia tengah bahagia karena

Lebih terperinci

Dengan senyum aku menyapanya. Tapi dia tidak merespon dan tetap saja membaca sebuah novel. Sekali lagi aku mengulangi sapaanku.

Dengan senyum aku menyapanya. Tapi dia tidak merespon dan tetap saja membaca sebuah novel. Sekali lagi aku mengulangi sapaanku. Senyum Terakhir Dengan nafas yang terengah-engah setelah mengendarai sepeda. Aku terhenti saat ku melihat dia, aku tak tau siapa dia. Wajahnya cukup cantik dan manis, aku singgah membeli segelas air untuk

Lebih terperinci

Belajar Memahami Drama

Belajar Memahami Drama 8 Belajar Memahami Drama Menonton drama adalah kegiatan yang menyenangkan. Selain mendapat hiburan, kamu akan mendapat banyak pelajaran yang berharga. Untuk memahami sebuah drama, kamu dapat memulainya

Lebih terperinci

Diceritakan kembali oleh: Rachma www.dongengperi.co.nr 2008 Cerita Rakyat Sumatera Utara Di tepi sebuah hutan kecil yang hijau, sebuah danau yang berair jernih berkilau disapa mentari pagi. Permukaannya

Lebih terperinci

Part 1. Kanuna Facebook on Jan 22,2012

Part 1. Kanuna Facebook on Jan 22,2012 Kanuna Facebook on Jan 22,2012 Part 1 Pukul delapan pagi, Evander mengendarai mobil Fortuner memasuki tempat parkir di perusahaannya. Cowok jangkung itu segera keluar dari mobil sambil melepas kacamata

Lebih terperinci

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24

Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/ :41:24 Buku BI 3 (12 des).indd 1 16/12/2014 11:41:24 2 Buku BI 3 (12 des).indd 2 16/12/2014 11:41:25 Bintang berkunjung ke rumah Tante Menik, adik ibunya. Tante Menik seorang wartawati. Rumah Tante Menik kecil,

Lebih terperinci

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa...

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa... 6 Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa... OooOooOooO "Hye..." "Hhmmm..." "Aku mencintaimu..." "Nado. Aku

Lebih terperinci

BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP

BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP Seorang pemuda bernama abid berjalan memasuki hutan untuk mencari hal baru, setelah sampai ke ujung jalan, dia tidak menyadari bahwa ada jurang di depannya, dan dia pun

Lebih terperinci

Kejadian Sehari-hari

Kejadian Sehari-hari Tema 5 Kejadian Sehari-hari Menghormati dan menaati orang tua merupakan salah satu perwujudan perilaku yang mencerminkan harga diri. Berperilaku baik, berarti kita juga mempunyai harga diri yang baik pula

Lebih terperinci

Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku!

Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku! Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku! Mesin mobil sudah mati beberapa menit yang lalu, tapi Zhara masih duduk diam dibelakang kemudi. Sibuk menenangkan debar jantungnya, berusaha untuk bisa

Lebih terperinci

"ne..cheonmaneyo" jawab Yunho mewakili DBSK sambil sedikit membungkuk.

ne..cheonmaneyo jawab Yunho mewakili DBSK sambil sedikit membungkuk. "Ok pemotretan selesai..gomawo" Ujar Photographer pada DBSK yang sudah terlihat lelah karena seharian berpose dan dipotret untuk memenuhi gambar semua halaman di sebuah majalah remaja "ne..cheonmaneyo"

Lebih terperinci

Sang Pangeran. Kinanti 1

Sang Pangeran. Kinanti 1 Sang Pangeran Langkah Rara terhenti mendengar percakapan dari ruang tamu. Suara seseorang yang sangat dikenalnya. Suara tawa yang terdengar khas itu semakin memperkuat dugaannya, membuat jantung Rara berpacu

Lebih terperinci

S a t u DI PAKUAN EXPRESS

S a t u DI PAKUAN EXPRESS S a t u DI PAKUAN EXPRESS Ya, awal tahun 2008. Pindah ke rumah sendiri. Berpisah dari orangtua, pindah kerja pula ke Jakarta. Meninggalkan kenyamanan kerja di Bogor rupanya membuatku terkaget-kaget dengan

Lebih terperinci

(Aku Melihatnya & Dia Melihatku)

(Aku Melihatnya & Dia Melihatku) (Aku Melihatnya & Dia Melihatku) JUBAH HITAM PART 1 Tahun 1993, sebuah cerita tentang kelahiranku. Tentunya, kedua orangtuaku menjadi saksi bagaimana aku lahir. Saat aku masih dalam kandungan, ayah, dan

Lebih terperinci

ANTARA DENDAM DAN CINTA. Oleh: Sri Rahmadani Siregar

ANTARA DENDAM DAN CINTA. Oleh: Sri Rahmadani Siregar ANTARA DENDAM DAN CINTA Oleh: Sri Rahmadani Siregar Sudah sepuluh menit Alya menatap amplop yang ada di dekat kotak surat itu. Kalau nggak salah amplop ini sudah hampir seminggu disini. Tapi kok belum

Lebih terperinci

Entahlah, suamiku. Aku juga tidak pernah berbuat jahat dan bahkan selalu rajin beribadah, jawab sang isteri sambil menahan air mata.

Entahlah, suamiku. Aku juga tidak pernah berbuat jahat dan bahkan selalu rajin beribadah, jawab sang isteri sambil menahan air mata. Hikayat Cabe Rawit Alkisah, pada zaman dahulu hiduplah sepasang suami-isteri di sebuah kampung yang jauh dari kota. Keadaan suami-isteri tersebut sangatlah miskin. Rumah mereka beratap anyaman daun rumbia,

Lebih terperinci

oooooooo "Park Shinhye!!!!!"

oooooooo Park Shinhye!!!!! 1 Ingin mengerti apa makna di balik senyumnya. Tapi seolah-olah aku mengamati, hatiku semakin jauh berlari berlawanan arah. Mengapa semua begitu rumit dan selalu ada yang terluka? Adakah satu hal saja

Lebih terperinci

Fiction. John! Waktunya untuk bangun!

Fiction. John! Waktunya untuk bangun! Prologue Ada seorang anak kecil yang mengendap-endap memasuki sebuah kamar dimana di tengah ruangan terdapat sebuah piano besar. Dia perlahan-lahan menutup pintu dan melihat piano besar tersebut dengan

Lebih terperinci

pernah terasa sama lagi setelah kau mengalami hal yang fantastis. Bagiku, pengalaman selama di Vazard adalah hal yang fantastis.

pernah terasa sama lagi setelah kau mengalami hal yang fantastis. Bagiku, pengalaman selama di Vazard adalah hal yang fantastis. A PROLOG lex memacu kudanya secepat yang dia bisa. Matanya bergerak cepat menyisir pemandangan di hadapannya. Dia kenal betul kawasan ini, kawasan terlarang. Tangannya berusaha menarik tali kekang kudanya

Lebih terperinci

Chapter 01: What will you do to protect me?

Chapter 01: What will you do to protect me? Chapter 01: What will you do to protect me? gimana bisa mereka?, Suzy memandangi tumpukan foto dihadapannya dengan muka merah padam menahan malu. Ada sepuluh lembar foto yang dikirim oleh wartawan Choi

Lebih terperinci

Cermin. Luklukul Maknun

Cermin. Luklukul Maknun Cermin Luklukul Maknun Orang-orang terkekeh-kekeh setelah melihat dirinya di cermin. Mereka tersenyum, memerhatikan dirinya, lalu tersenyum lagi. Setelah itu, mereka mencatat sesuatu di buku. Mereka memerhatikan

Lebih terperinci

SAHABAT PERTAMA. Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah.

SAHABAT PERTAMA. Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah. SAHABAT PERTAMA Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah. Lisha ayo cepat mandinya! Nanti kamu terlambat lho! kata mama dari bawah. Akhirnya Lisha turun dari lantai

Lebih terperinci

BAB II RINGKASAN CERITA. sakit dan mengantarkan adik-adiknya ke sekolah. Karena sejak kecil Lina

BAB II RINGKASAN CERITA. sakit dan mengantarkan adik-adiknya ke sekolah. Karena sejak kecil Lina BAB II RINGKASAN CERITA Ada dua kewajiban yang paling di benci Lara yang harus di lakukannya setiap pagi. Lara harus mengemudi mobil ayahnya yang besar dan tua ke rumah sakit dan mengantarkan adik-adiknya

Lebih terperinci

IBU DAN CINTA INT.DI DAPUR TEMPAT IBU MULYADI MEMASAK(PAGI)

IBU DAN CINTA INT.DI DAPUR TEMPAT IBU MULYADI MEMASAK(PAGI) IBU DAN CINTA INT.DI DAPUR TEMPAT IBU MEMASAK(PAGI) Pada saat itu ibu nimah sudah bangun terlebih dahulu untuk beribadah sholat shubuh dan setelah sholat ibu nimah langsung memanggil mulyadi untuk segera

Lebih terperinci

Awalnya aku biasa saja tak begitu menghiraukannya, karena aku menganggap, dia sedang melampiaskan

Awalnya aku biasa saja tak begitu menghiraukannya, karena aku menganggap, dia sedang melampiaskan Pernikahan Bapakku adalah seorang guru agama dan lumayan dikenal sebagai orang yang alim di lingkungan sekitar. karena risih dan merasa khawatir, setiapku pulang ke rumah selalu ada yang mengantar (seorang

Lebih terperinci

Damar, apakah pada akhirnya mereka ini bisa benar-benar pulang?

Damar, apakah pada akhirnya mereka ini bisa benar-benar pulang? 100 101 Walaupun aku pura-pura menutup kedua mataku. Toh, akhirnya kubaca juga cerita tentang Ann. Ann yang malang, mengingatkanku pada cerita tentang Elsja dan Djalil, hantu Belanda yang sempat kuceritakan

Lebih terperinci

Seorang gadis sedang berjalan bahagia di

Seorang gadis sedang berjalan bahagia di Chapter I: The First Meeting Seorang gadis sedang berjalan bahagia di sepanjang jalan pada malam yang cerah. Ia melihat ke sekelilingnya dengan senyum ceria. Ia berharap hal aneh itu tidak akan muncul

Lebih terperinci

Bimo, Ra, Kenapa lagi sama calon lakimu itu duhai Syaqilaku sayang? godaku. Ojo ngenyeklah. Hahaha. Iya, iya. Bimo kenapa? Tadi aku nggak sengaja

Bimo, Ra, Kenapa lagi sama calon lakimu itu duhai Syaqilaku sayang? godaku. Ojo ngenyeklah. Hahaha. Iya, iya. Bimo kenapa? Tadi aku nggak sengaja BAB 1 Peacock Coffee, masih menjadi tempat favoritku dan sahabat untuk melepas penat dari rutinitas sekolah seharihari. Kafe ini tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, namun terkesan mewah dan simpel.

Lebih terperinci

huh, akhirnya hanya mimpi, ucapnya sambil mengusap dada.

huh, akhirnya hanya mimpi, ucapnya sambil mengusap dada. Malam begitu gelap, semilir angin merasuk dalam kulit tubuh. Dingin melanda sanubari dan merasuk ke dalam jiwa. Di tempat mereka, semua orang tertidur dengan pulas, bahkan ada yang bersitepi dengan mimpi-mimpi

Lebih terperinci

sebenarnya saya terlambat karena saya terlambat bangun, maafin saya Pak, saya sudah berbohong dan terlambat. Pak Guru memukul meja, sambil berkata,

sebenarnya saya terlambat karena saya terlambat bangun, maafin saya Pak, saya sudah berbohong dan terlambat. Pak Guru memukul meja, sambil berkata, Pindah Kelas Kring... Kring... Aku tidak mendengarkannya dan masih dalam mimpi. Setelah setengah jam terlewat, kring...! Ya ampun sekarang sudah jam 06.10, aku sudah telat. Dengan secepat mungkin, aku

Lebih terperinci

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus SATU Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own - ROBERT A. HEINLEIN Kenapa Mama harus pergi? tanya seorang anak berusia sekitar delapan tahun. Mama harus

Lebih terperinci

Sahabat Terbaik. Semoga lekas sembuh ya, Femii, Aldi memberi salam ramah. Kemarin di kelas sepi nggak ada kamu.

Sahabat Terbaik. Semoga lekas sembuh ya, Femii, Aldi memberi salam ramah. Kemarin di kelas sepi nggak ada kamu. Sahabat Terbaik Hari Minggu pagi yang cerah ini seharusnya adalah waktu yang menyenangkan untuk olahraga bersama sahabat terdekat. Sayangnya, hari ini Femii sedang tidak enak badan, perut dan punggungnya

Lebih terperinci

AYAH MENGAPA AKU BERBEDA?

AYAH MENGAPA AKU BERBEDA? AYAH MENGAPA AKU BERBEDA? (Novel Best Seller by Agnes Davonar) Bila semua teman-temanku bernyanyi, aku hanya bisa terdiam. Aku tidak pernah tau harus bagaimana mengatakan pada dunia bertapa aku sangat

Lebih terperinci

KISAH KISAH YANG HAMPIR TERLUPAKAN

KISAH KISAH YANG HAMPIR TERLUPAKAN KISAH KISAH YANG HAMPIR TERLUPAKAN 1 Hensa KISAH KISAH YANG HAMPIR TERLUPAKAN NAMANYA INDRA Bagaimana Sari?, suara Indra memecah keheningan. Kutatap lelaki ganteng yang duduk tepat di depanku ini. Sari,

Lebih terperinci

PERANCANGAN FILM KARTUN SINOPSIS DAN NASKAH FILM PENDEK (POLA C.VOLGER) Ujian MID Perancangan film kartun

PERANCANGAN FILM KARTUN SINOPSIS DAN NASKAH FILM PENDEK (POLA C.VOLGER) Ujian MID Perancangan film kartun PERANCANGAN FILM KARTUN SINOPSIS DAN NASKAH FILM PENDEK (POLA C.VOLGER) Ujian MID Perancangan film kartun Disusun Oleh : Luthfi Asrori (11.21.0573) JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA

Lebih terperinci

HANYA KAMU BAB 1 AMANDA

HANYA KAMU BAB 1 AMANDA MINGKIAJA HANYA KAMU BAB 1 AMANDA Hanya dengan memandangi fhotomu membuat hatiku damai, tetapi hanya sebatas itu yang dapat aku lakukan. Saat ini dirimu menjadi milik lelaki lain, lelaki yang sebenarnya

Lebih terperinci

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN. Naskah Film Dan Sinopsis. Ber Ibu Seekor KUCING

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN. Naskah Film Dan Sinopsis. Ber Ibu Seekor KUCING TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN Naskah Film Dan Sinopsis Ber Ibu Seekor KUCING DISUSUN OLEH : INDRA SUDRAJAT 09.12.3831 09-S1SI-05 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2011/2012

Lebih terperinci

Selesai mandi, istri keluar kamar mandi. Tubuhnya ditutupi handuk. Sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk, istri berjalan menuju meja rias.

Selesai mandi, istri keluar kamar mandi. Tubuhnya ditutupi handuk. Sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk, istri berjalan menuju meja rias. Selesai mandi, istri keluar kamar mandi. Tubuhnya ditutupi handuk. Sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk, istri berjalan menuju meja rias. Saat berjalan, dia sempat melirik suami yang masih tertidur.

Lebih terperinci

UJIAN TENGAH SEMESTER PERANCANGAN FILM KARTUN

UJIAN TENGAH SEMESTER PERANCANGAN FILM KARTUN UJIAN TENGAH SEMESTER PERANCANGAN FILM KARTUN Disusun Oleh : NAMA : ARIF FAJAR SETYAWAN NIM : 09.12.3589 KELAS : 09 S1SI 02 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011

Lebih terperinci

Keberanian. Dekat tempat peristirahatan Belanda pada zaman penjajahan, dimulailah perjuangan nya.

Keberanian. Dekat tempat peristirahatan Belanda pada zaman penjajahan, dimulailah perjuangan nya. Keberanian Pagi itu di pedesan Kaliurang udara tampak sejuk dan embun pagi mulai pupus. Pada hari pahlawan 10 November tahun dimana kita mengingat perjuangan para pahlawan Indonesia. Ibu Malino sedang

Lebih terperinci

Butterfly in the Winter

Butterfly in the Winter Butterfly in the Winter Tahun Ajaran Baru Perasaan cinta dan kesepian memiliki jarak yang begitu tipis. Terkadang kita sukar membedakan keduanya. Meski begitu, keduanya memberikan warna yang cerah dalam

Lebih terperinci

Bab 1. Kehilangan mimpi

Bab 1. Kehilangan mimpi Bab 1 Kehilangan mimpi Disuatu daerah didesa yang kecil,daerah surabaya tepat dekat daerah nganjuk hidup seorang wanita yang selalu gigih dalam bekerja keras demi menghidupi ketiga anaknya, bersama sang

Lebih terperinci

Keindahan Seni Pendatang Baru

Keindahan Seni Pendatang Baru Pendatang Baru Hari ini adalah hari pertama Fandi masuk ke kampus. Karena dia baru pulang dari Aussie, setelah tiga tahun menetap dan sekolah disana, bersama dengan keluarganya. Orangtuanya telah mendaftarkannya

Lebih terperinci

No Oedipus Complex Keterangan Dialog dalam novel Halaman Ya Tidak. Kemudian ayah itu, selalu tidak sabar, akan lompat dari kedua orang tua yang tidak

No Oedipus Complex Keterangan Dialog dalam novel Halaman Ya Tidak. Kemudian ayah itu, selalu tidak sabar, akan lompat dari kedua orang tua yang tidak Judul : Oedipus Complex pada Paul didalam novel Sons and Lovers karangan D.H. Lawrence DATA REDUKSI Data Reduksi dibawah ini adalah untuk menyederhanakan penjelasan peneliti. No Oedipus Complex Keterangan

Lebih terperinci

2. Gadis yang Dijodohkan

2. Gadis yang Dijodohkan 2. Gadis yang Dijodohkan Burung-burung berkicau merdu di tengah pagi yang dingin dan sejuk. Dahan-dahan pohon bergerak melambai, mengikuti arah angin yang bertiup. Sebuah rumah megah dengan pilar-pilar

Lebih terperinci

Saya Sebenarnya Yang Pertama Masuk Dalam Katagori Anak Spesial Yang Terpadu Dalam Sistem Pendidikan Utama Di Australia. Saya Di Beri Penghargaan

Saya Sebenarnya Yang Pertama Masuk Dalam Katagori Anak Spesial Yang Terpadu Dalam Sistem Pendidikan Utama Di Australia. Saya Di Beri Penghargaan HOPE (HARAPAN) Nama Saya Nick Vujicic Saya Lahir Di Australia Tahun 1982. Dan Pindah Dari Australia Ke California Tahun 2006. Dan Sejarah Hidup Saya, Saya Sangat Berterimakasih Bahwa Orang-Orang Telah

Lebih terperinci

Ramadan di Negeri Jiran

Ramadan di Negeri Jiran Ramadan di Negeri Jiran By: Tari Nabila Dengan langkah mengendap-endap dan hati berdebar aku memberanikan diri menuruni anak tangga. Dalam pikiranku selalu berkata semoga bos laki-laki sudah tidur di kamar.

Lebih terperinci

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Pertama Kali Aku Mengenalnya 1 Pertama Kali Aku Mengenalnya Aku berhasil menjadi kekasihnya. Laki-laki yang selama 4 tahun sudah aku kagumi dan cintai. Aku pertama kali bertemu dengannya ketika aku duduk di bangku SMP. Saat itu hidupku

Lebih terperinci

membentak-bentak mereka apabila mereka tidak melakukan hal-hal yang Riani inginkan. Semua pelampiasan amarahnya kepada semua orang selalu dia tujukan

membentak-bentak mereka apabila mereka tidak melakukan hal-hal yang Riani inginkan. Semua pelampiasan amarahnya kepada semua orang selalu dia tujukan PROLOG Semua orang berhak menentukan mimpi mereka. Begitu pula dengan Riani. Setiap malam Riani selalu bermimpi memiliki kehidupan yang begitu indah dan nyaman. Kehidupan yang sangat berbeda dengan kehidupannya

Lebih terperinci

Buku BI 1 (5 des).indd 1 10/12/2014 8:43:03

Buku BI 1 (5 des).indd 1 10/12/2014 8:43:03 Buku BI 1 (5 des).indd 1 10/12/2014 8:43:03 Ibu Utha berjualan gorengan di tepi jalan. Di sana ada pisang, bakwan, tahu, dan cireng tersedia. Rasanya? Kata para pembelinya, gorengan Ibu Utha renyah dan

Lebih terperinci

Level 2 Pelajaran 12

Level 2 Pelajaran 12 Level 2 Pelajaran 12 KASIHNYA ALLAH (Bagian 1) Oleh Don Krow Hari ini kita akan bahas mengenai kasihnya Allah. Di 1 Korintus 13:13 tertulis berikut ini: Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman,

Lebih terperinci

Siang itu terasa sangat terik, kami merasa lelah

Siang itu terasa sangat terik, kami merasa lelah SATU Siang itu terasa sangat terik, kami merasa lelah sekali. Namaku Reginia, Nia begitu sapaan orang-orang kepadaku. Aku dan suamiku Santoso baru saja pindah rumah. Maklum saja, aku dan Santoso adalah

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Christmas Gift 5. Helai Daun Terakhir 17. Houi Dan Chana 27. Issun Boushi 35. Ikkyuu-San 85. Lukisan Sang Putri 61.

DAFTAR ISI. Christmas Gift 5. Helai Daun Terakhir 17. Houi Dan Chana 27. Issun Boushi 35. Ikkyuu-San 85. Lukisan Sang Putri 61. DAFTAR ISI Christmas Gift 5 Helai Daun Terakhir 17 Houi Dan Chana 27 Issun Boushi 35 Ikkyuu-San 45 Lukisan Sang Putri 61 Momotaro 68 Saudagar Jerami 76 Ikkyuu-San 85 Gongitsune 95 Christmas Gift The Gift

Lebih terperinci

'hufft, aku cape selalu disakitin sama cowo yang aku sayang.' kata icha sambil menghela nafas. tanpa dia sadari air matanya menetes.

'hufft, aku cape selalu disakitin sama cowo yang aku sayang.' kata icha sambil menghela nafas. tanpa dia sadari air matanya menetes. icha duduk sendirian di sebuah cafe sambil menatap hujan 'hufft, aku cape selalu disakitin sama cowo yang aku sayang.' kata icha sambil menghela nafas. tanpa dia sadari air matanya menetes. ia teringat

Lebih terperinci

hmm. Kakak adalah anak laki-laki satu-satunya. Sementara saya adalah anak perempuan satu-satunya. Kami hanya dua bersaudara tapi tidak satu pun kedama

hmm. Kakak adalah anak laki-laki satu-satunya. Sementara saya adalah anak perempuan satu-satunya. Kami hanya dua bersaudara tapi tidak satu pun kedama Masa Kecilku Masa yang paling ingin diulangi adalah masa kecil kita. Di mana kita bisa bermain sepuasnya, dan belum tahu apa pun yang menyangkut orang dewasa. Tapi tidak semua orang bisa merasakan masa

Lebih terperinci

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Tugas Broadcasting Perpecahan Antar Sahabat Disusun Oleh : Nama : Muhammad Arif Alim NIM : 09.11.2929 Kelas : 09 S1TI 05 Mata Kuliah : Broadcasting Dosen Pembimbing : M. Suyanto, Prof. Dr, M.M. STMIK AMIKOM

Lebih terperinci

Bodoh Sekali. Oleh: Ga Hyun

Bodoh Sekali. Oleh: Ga Hyun Bodoh Sekali Oleh: Ga Hyun Saya bernama Min Yoo, saya bersekolah di Sekolah Matahari. Saya mempunyai teman dekat bernama So Eun. Saya suka bermain dengan anak laki-laki. Saya tidak suka makan terlalu banyak.

Lebih terperinci

ANGKET SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS

ANGKET SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS SS S TS STS ANGKET 1. Bila orangtua mendahulukan kepentingan kakak/ adik saya, saya akan marah. 2. Jika saya tidak setuju dengan pendapat orangtua, saya akan mengatakan tidak setuju. 3. Menceritakan kebodohan kakak/adik

Lebih terperinci

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras.

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras. Sahabat Lama 19:52, Sebuah kafe di Jakarta Selatan, Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras. Mencintai orang lain? tanyaku lemah. Farel

Lebih terperinci

DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya

DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Hingga akhirnya suatu hari, dia pun memberanikan diri untuk mengintip. Terlihat seorang bocah lelaki

Lebih terperinci

2 Our Precious School

2 Our Precious School Kereta terakhir hari ini sampai di Desa Silia. Pintu kereta yang terbuka hanya menurunkan satu orang penumpang dengan raut wajah sedih. Indra Darmawan harus meninggalkan kota dan menetap di Desa Silia

Lebih terperinci

Aku memeluk Ayah dan Ibu bergantian. Aroma keringat menusuk hidungku. Keringat yang selama ini menghiasi perjuangan mereka membesarkanku. Tanpa sadar

Aku memeluk Ayah dan Ibu bergantian. Aroma keringat menusuk hidungku. Keringat yang selama ini menghiasi perjuangan mereka membesarkanku. Tanpa sadar PULANG Aku kembali di sebuah desa yang lebih pantas kusebut kampung halaman. Hamparan sawah menyambutku yang telah lama meninggalkan tempat ini sejak melepas seragam putih abu-abu. Kini, setelah mendapat

Lebih terperinci

Suzy melangkahkan kaki memasuki lift gedung tempatnya bekerja. Beberapa orang wanita yang tidak ia kenal akrab mengikutinya dari belakang.

Suzy melangkahkan kaki memasuki lift gedung tempatnya bekerja. Beberapa orang wanita yang tidak ia kenal akrab mengikutinya dari belakang. Suzy melangkahkan kaki memasuki lift gedung tempatnya bekerja. Beberapa orang wanita yang tidak ia kenal akrab mengikutinya dari belakang. Sepertinya mereka adalah rekan kerja satu ruangan di lantai 12,

Lebih terperinci

GURU. Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo silahkan perkenalkan diri.

GURU. Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo silahkan perkenalkan diri. INT. CLASSROOM - DAY Suasana kelas yang bising akan obrolan murid terhenti oleh sahutan guru yang mendatangi mereka dan membawa seorang murid yang berdiri di depan pintu kelas. GURU Anak-anak, hari ini

Lebih terperinci

***** 2 Bintang Bersinar di Negeri Berlian

***** 2 Bintang Bersinar di Negeri Berlian AWAL PERJUANGAN Pertengahan bulan Mei 1984, aku diam-diam mendaftarkan diriku masuk KPG atau Kursus Pendidikan Guru yang ada di Tanah Grogot Kabupaten Paser. Kenapa aku harus mengatakan diam-diam? Karena

Lebih terperinci

Tema 1. Keluarga yang Rukun

Tema 1. Keluarga yang Rukun Tema 1 Keluarga yang Rukun Manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia memerlukan bantuan orang lain. Manusia disebut makhluk sosial. Manusia saling bekerja sama. Mereka hidup bersama. Kalian mempunyai keluarga?

Lebih terperinci

Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah. Rahasia Gudang Tua

Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah. Rahasia Gudang Tua Rahasia Gudang Tua Semalam Aldi kurang tidur. Hujan deras ditambah suara petir yang silih berganti membuatnya susah memejamkan mata. Hiasan gantung di luar jendela kamarnya selalu bergerak ditiup angin

Lebih terperinci

Ditulis oleh Ida Ar-Rayani Selasa, 30 Juni :03 - Terakhir Diperbaharui Selasa, 18 Agustus :13

Ditulis oleh Ida Ar-Rayani Selasa, 30 Juni :03 - Terakhir Diperbaharui Selasa, 18 Agustus :13 Alhamdulillah, aku sangat bersyukur. Kerjaku tidak begitu berat. Gajiku juga lumayan. Bulan-bulan pertama gajiku untuk bayar hutang biaya keberangkatan. Baru disisihkan untuk hutang saat menanam tembakau.

Lebih terperinci

Mungkin mereka tidak akan menemuiku, ujarku dalam hati.

Mungkin mereka tidak akan menemuiku, ujarku dalam hati. Saat ini usiaku masih sepuluh tahun namun entah mengapa hari ini adalah hari yang sangat aku tidak inginkan. Aku harus rela meninggalkan Indonesia, terlebih tiga sahabatku. Keluarga ku harus pindah ke

Lebih terperinci

Mr Knight, tadi Mr. Boyd menelepon untuk membuat janji temu di hari Jumat jam 2 siang. Apakah saya ada janji di hari itu?

Mr Knight, tadi Mr. Boyd menelepon untuk membuat janji temu di hari Jumat jam 2 siang. Apakah saya ada janji di hari itu? 1 Mr Knight, tadi Mr. Boyd menelepon untuk membuat janji temu di hari Jumat jam 2 siang. Apakah saya ada janji di hari itu? Bapak ada janji makan siang dengan Mrs. Knight jam 11.30 siang. Baiklah. Susun

Lebih terperinci

dengan penuh hormat. rumah. mata.

dengan penuh hormat. rumah. mata. Kegiatan Norma-norma di Masyarakat Perhatikan cerita berikut baik-baik. Alin dan Keluarganya Alin sekarang duduk di kelas III. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya. Keluarga Alin hidup dengan disiplin.

Lebih terperinci

Oleh: Windra Yuniarsih

Oleh: Windra Yuniarsih Puncak Kebahagiaan Oleh: Windra Yuniarsih Perempuan adalah makhluk yang istimewa. Aku merasa beruntung dilahirkan sebagai perempuan. Meskipun dari keluarga sederhana tetapi kakiku dapat membawaku ke tempat

Lebih terperinci

SAAT TERJADI KONFLIK

SAAT TERJADI KONFLIK SAAT TERJADI KONFLIK Dalam berumah tangga, tak dapat dihindari yang namanya konflik atau permasalahan. Ibarat sendok dan garpu pasti ada gesekan walaupun kadang tidak disadari. Karena sekali lagi, perempuan

Lebih terperinci

Negeri Peri Di Tengah Hutan

Negeri Peri Di Tengah Hutan Negeri Peri Di Tengah Hutan EXT. Desa Terpencil. Pagi Hari Disebuah desa hiduplah seorang anak perempuan yang lugu, yang bernama. Ia senang sekali bermain ditepi hutan. Namun ibunya sebenarnya melarangnya.

Lebih terperinci

ONIMUSHA Written by REZA FAHLEVI ( )

ONIMUSHA Written by REZA FAHLEVI ( ) ONIMUSHA Written by REZA FAHLEVI ( 09.12.3843 ) Copyright 2011 Reza Fahlevi All Right Reserved SINOPSIS adalah seorang anak laki-laki dari pasangan Yusaku Matsuda dan dari desa kecil bernama Chikuya di

Lebih terperinci

Surat Cinta Untuk Bunda Oleh : Santi Widiasari

Surat Cinta Untuk Bunda Oleh : Santi Widiasari Surat Cinta Untuk Bunda Oleh : Santi Widiasari Namaku nanda, lengkapnya Nanda Prastika. Aku tinggal di sebuah desa bersama seorang wanita paruhbaya yang biasa aku panggil dengan sebutan emak ijah. Hidup

Lebih terperinci

Dalam sehari, dia menghancurkan semua harapanku. Dalam sehari, dia membuatku menangis. Dalam sehari, dia menjadi mimpi terburukku

Dalam sehari, dia menghancurkan semua harapanku. Dalam sehari, dia membuatku menangis. Dalam sehari, dia menjadi mimpi terburukku Dalam sehari, dia menghancurkan semua harapanku Dalam sehari, dia membuatku menangis Dalam sehari, dia menjadi mimpi terburukku Dalam sehari Hanya dalam sehari BRRAKKK!!! Pukulan Niken nyaris menghancurkan

Lebih terperinci

SINOPSIS MENGGAPAI CINTA PANDANGAN PERTAMA

SINOPSIS MENGGAPAI CINTA PANDANGAN PERTAMA SINOPSIS MENGGAPAI CINTA PANDANGAN PERTAMA Seorang mahasiswa bernama Wawan yang kehidupannya merasa sepi dan hampa. Setiap harinya dia pergi berangkat kuliah naik bus umum. Namun pada suatu hari hatinya

Lebih terperinci

"Maafin gue Na, hari ini gue banyak melakukan kesalahan sendiri" Tutur Towi yang mengimbangi langkah Leana.

Maafin gue Na, hari ini gue banyak melakukan kesalahan sendiri Tutur Towi yang mengimbangi langkah Leana. Bahkan sang juara sejati sekali pun pasti pernah mengalami kegagalan. Itu wajar dalam setiap perjalanan hidup manusia, karena terbentuknya mental sang juara yang sesungguhnya adalah ketika orang itu pernah

Lebih terperinci

Puzzle-Puzzle Fiksi. Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan. menginspirasi pembaca

Puzzle-Puzzle Fiksi. Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan. menginspirasi pembaca Puzzle-Puzzle Fiksi Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan menginspirasi pembaca JULIE 2 Akhirnya Buku Ini Milikku Aku tidak menghiraukan panasnya matahari di siang hari ini. Aku tetap berlari

Lebih terperinci

BAB 1. Duluan ajaa..nanti aku nyusul jawab Panji dengan suara lantangnya

BAB 1. Duluan ajaa..nanti aku nyusul jawab Panji dengan suara lantangnya BAB 1 Awan yang begitu biru, angin sepoi yang menyejukkan dan sinar matahari yang merekah menandakan cerahnya hari di siang itu. Namun sayangnya cuaca cerah itu tidak secerah kehidupan Panji yang sedari

Lebih terperinci

hijau tuanya, jam tangannya dan topinya. Ia sempat melihat Widya masih sedang membuat sarapan di dapur dekat kamar mandi. Dan pada saat kembali ke

hijau tuanya, jam tangannya dan topinya. Ia sempat melihat Widya masih sedang membuat sarapan di dapur dekat kamar mandi. Dan pada saat kembali ke Di kamar Widya, Ricky dan Widya sedang menonton suatu anime. Pada saat anime itu memasukki adegan mesra, Widya langsung memegang tangan Ricky. Lalu Widya berkata bahwa Widya mencintai Ricky, begitu juga

Lebih terperinci

Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan

Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan Aku belajar bahwa tawa dan airmata bukan sesuatu yangg memalukan, Aku mau menjadi rajawali yang siap setiap saat melewati badai hidup dan tak akan menyerah pada apapun juga Walaupun berakhir dengan kematian.

Lebih terperinci

Arif Rahman

Arif Rahman INT. DESA SANGIA - PAGI HARI Dengan penuh makna hidup, setiap pagi dan bangun lebih cepat. Mereka harus mempersiapkan diri untuk ke sawah demi tetap merawat tanaman mereka agar selalu sehat. Di saat yang

Lebih terperinci

CINTA TELAH PERGI. 1 Penyempurna

CINTA TELAH PERGI. 1 Penyempurna CINTA TELAH PERGI 1 Penyempurna Enam belas tahun yang lalu seorang ibu bernama Rosa melahirkan seorang bayi perempuan, bayi yang selama ini bu Rosa dan pak Adam (suami bu Rosa) idam-idamkan selama dua

Lebih terperinci

Musim Semi Buku harian untuknya Satu Hari bolong

Musim Semi Buku harian untuknya Satu Hari bolong Musim Semi Hari ini untuk pertama kalinya aku bertemu dengan Aiko. Setelah sekitar mungkin 7tahun lebih aku tak pernah melihatnya. Aku percaya mungkin dengan cara aku berpura pura sebagai dirimu, dia masih

Lebih terperinci

Bernyanyilah Sesuka Hati

Bernyanyilah Sesuka Hati Bernyanyilah Sesuka Hati Ginanjar Teguh Iman Gogor tidak mau sekolah. Seisi rumah bingung. Kalau sudah begini, mereka hanya bisa menunggu. Setidaknya sampai Gogor bosan, lalu mengakui betapa sekolah adalah

Lebih terperinci