BAB I PENDAHULUAN. (predictive value), (b) informasi mempunyai umpan balik (feedback value), dan (c)
|
|
|
- Suharto Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Informasi akuntansi berguna apabila informasi tersebut relevan dan reliabel. Menurut SAK (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2009), informasi yang relevan adalah informasi yang dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengoreksi, hasil evaluasi pengguna di masa lalu. Ada 3 (tiga) kriteria informasi yang relevan, yaitu (a) informasi mempunyai nilai prediksi (predictive value), (b) informasi mempunyai umpan balik (feedback value), dan (c) informasi tersedia tepat waktu (timeliness). Informasi akuntansi yang reliabel adalah informasi yang bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan penggunanya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Ada 3 (tiga) kriteria informasi yang reliabel, yaitu (a) memiliki daya uji (verifiability), (b) bebas dari kesalahan dan bias (neutrality), dan (c) disajikan secara tepat (representational faithfulness). Salah satu kriteria informasi yang relevan menurut SAK (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2009) adalah tepat waktu (timeliness). Ketepatan waktu adalah tersedianya informasi bagi pembuat keputusan pada saat dibutuhkan sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitas untuk mempengaruhi keputusan. PSAK No. 1 mengungkapkan bahwa manajemen mungkin perlu menyeimbangkan manfaat relatif antara pelaporan tepat waktu dan ketentuan informasi andal. Untuk 1
2 BAB I PENDAHULUAN 2 menyediakan informasi tepat waktu, sering kali perlu melaporkan sebelum seluruh aspek transaksi atau peristiwa lainnya diketahui, sehingga mengurangi keandalan informasi. Sebaliknya, jika pelaporan ditunda sampai seluruh aspek diketahui, informasi yang dihasilkan mungkin sangat andal tetapi kurang bermanfaat bagi pengambil keputusan. Dalam usaha mencapai keseimbangan antara relevansi dan keandalan, kebutuhan pengambilan keputusan merupakan pertimbangan yang menentukan. Tuntutan akan kepatuhan terhadap ketepatwaktuan (timeliness) dalam penyajian laporan keuangan kepada publik di Indonesia telah diatur dalam UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan Keputusan Ketua Bapepam No.80/PM/1996 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan berkala. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, yaitu profitabilitas, likuiditas, financial leverage, ukuran perusahaan, kepemilikan publik, reputasi Kantor Akuntan Publik (KAP), dan umur perusahaan. Beberapa peneliti terdahulu menemukan bukti empiris bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Misalnya, Owuzu dan Ansah (2000) mengambil sampel 47 perusahaan yang terdaftar di Zimbabwe Stock Exchange periode 1994, yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi linier (linier regression). Profitabilitas dengan proksi ROE mempengaruhi ketepatan waktu dimana perusahaan mengeluarkan laporan keuangan tahunan yang diaudit. Di Indonesia, Hilmi dan Ali (2008) juga meneliti variabel profitabilitas dengan mengambil sampel berjumlah 879 perusahaan manufaktur selama periode Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling, sedangkan metode statistik yang
3 BAB I PENDAHULUAN 3 digunakan adalah regresi logistik (logistic regression). Hasil penelitiannya sependapat dengan hasil penelitian Owusu dan Ansah (2000) yang menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Jika suatu perusahaan dengan profitabilitas tinggi yang di dalamnya merupakan suatu sinyal yang bagus, maka hal ini menjadi berita baik dan perusahaan cenderung untuk menyampaikan laporan keuangannya secara tepat waktu kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Namun, hasil penelitian mereka bertentangan dengan hasil penelitian Dyer dan McHugh (1975) yang meneliti tentang profil ketepatan waktu pelaporan dan normalitas keterlambatan dengan menggunakan 120 perusahaan di Australia selama periode yang terdaftar di Sydney Stock Exchange (SSE) yang dipilih secara random, yang melaporkan tidak ada hubungan antara profitabilitas dan keterlambatan laporan total di Australia. Begitu juga dengan penelitian Saleh (2004) yang melakukan penelitian dengan sampel berjumlah 133 perusahaan manufaktur selama periode yang menemukan bukti empiris bahwa Saleh (2004) yang melakukan penelitian dengan sampel berjumlah 133 perusahaan manufaktur selama periode yang menemukan bukti empiris bahwa profitabilitas dengan proksi ROA tidak secara signifikan mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan. Sehingga tidak ada kecenderungan bagi perusahaan yang mengalami keuntungan (profit) untuk menyampaikan laporan keuangannya secara tepat waktu atau perusahaan yang mengalami kerugian akan melaporkan terlambat. Faktor lain yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan adalah likuiditas. Suharli dan Rachpiliani (2006) dan Hilmi dan Ali (2008) memberikan bukti empiris bahwa likuiditas mempengaruhi ketepatan waktu
4 BAB I PENDAHULUAN 4 penyampaian laporan keuangan perusahaan dan memiliki hubungan searah. Penelitian Suharli dan Rachpiliani (2006) ini mengambil sampel 120 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama periode , yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dan metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi linier (linier regression). Perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki kemampuan yang tinggi dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Hal ini merupakan berita baik sehingga perusahaan dengan kondisi seperti ini cenderung tepat waktu menyampaikan laporan keuangannya. Sedangkan penelitian Hilmi dan Ali (2008) mengambil sampel berjumlah 879 perusahaan manufaktur selama periode dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi logistik (logistic regression). Hasil penelitian mereka tidak sejalan dengan hasil penelitian dari Almilia dan Setiady (2006) yang menyatakan bahwa likuiditas tidak mempunyai pengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan karena current ratio (CR) tidak terlalu mempunyai pengaruh yang kuat dalam mempengaruhi perusahaan dalam menyampaikan laporan keuangannya. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 131 perusahaan manufaktur selama periode Jenis pengujian hipotesis yang dilakukan adalah uji regresi berganda dan sederhana. Financial leverage juga merupakan faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Ukago (2004) menemukan bukti empiris bahwa financial leverage mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Pihak manajemen cenderung akan menunda penyampaian laporan keuangan yang berisi berita buruk, karena waktu yang ada digunakan untuk menekan
5 BAB I PENDAHULUAN 5 debt to equity ratio serendah - rendahnya. Sampel yang digunakan dalam penelitiannya sebanyak 231 perusahaan manufaktur selama periode yang dipilih dengan metode purposive sampling. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi logistik (logistic regression). Hasil penelitiannya bertentangan dengan penelitian Na im (1998) dan Hilmi dan Ali (2008) yang menyatakan bahwa tinggi rendahnya tingkat financial leverage suatu perusahaaan tidak mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang mempunyai tingkat financial leverage yang tinggi juga ingin menyampaikan laporan keuangannya dengan tepat waktu, hal ini berfungsi agar pihak kreditor dapat mengetahui kinerja perusahaan dan mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar pinjaman dari kreditor. Faktor ukuran perusahaan telah dibuktikan mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan oleh Dyer dan McHugh (1975) dengan sampel 120 perusahaan di Australia periode , Owuzu dan Ansah (2000) dengan sampel 47 perusahaan yang terdaftar di Zimbabwe Stock Exchange periode 1994, dan Almilia dan Setiady (2006) dengan sampel 131 perusahaan manufaktur di Indonesia periode Hasil penelitian mereka menyatakan bahwa semakin besar suatu perusahaan maka perusahaan tersebut akan lebih tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangan, karena semakin besar perusahaan, semakin banyak memiliki sumber daya, lebih banyak staf akuntansi dan sistem informasi yang canggih serta memiliki sistem pengendalian intern yang kuat sehingga akan semakin cepat dalam penyelesaian laporan keuangan. Penelitian Saleh (2004) dengan sampel sebanyak 133 perusahaan manufaktur tahun bertentangan dengan penelitian mereka. Ukuran perusahaan tidak terbukti berpengaruh terhadap
6 BAB I PENDAHULUAN 6 ketepatan waktu pelaporan keuangan karena perusahaan yang lebih besar pada umumnya akan memiliki lebih banyak item-item yang harus diungkapkan dalam laporan keuangannya. Perlunya konsolidasi laporan keuangan akan memakan waktu yang lebih lama dalam penyampaiannya. Selain itu waktu yang diperlukan oleh auditor dalam mengaudit laporan keuangan juga akan lebih lama. Struktur kepemilikan merupakan faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu pelaporan keuangan. Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian Suharli dan Rachpiliani (2006) dengan sampel 120 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta periode dan Hilmi dan Ali (2008) dengan sampel berjumlah 879 perusahaan manufaktur untuk periode yang menyatakan bahwa dengan adanya konsentrasi kepemilikan publik maka pihak manajemen akan lebih mendapat tekanan dari pihak luar perusahaan atau shareholder untuk lebih tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangan tahunan perusahaan, karena pemegang saham dari pihak luar ingin dengan segera mengetahui informasi perkembangan dan kondisi perusahaan. Sedangkan Saleh (2004) menemukan bukti bahwa struktur kepemilikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan karena perusahaan yang mempunyai tingkat kepemilikan publik yang besar akan membuat pihak manajemen lebih berhati-hati dalam menyusun laporan keuangannya, dengan harapan nantinya laporan keuangan tersebut akan memenuhi seluruh kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pemilik eksternal perusahaan. Dengan penyusunan yang lebih hati-hati maka waktu yang diperlukan pihak manajemen akan cenderung lebih banyak dan lama. Reputasi Kantor Akuntan Publik (KAP) juga merupakan faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Hal ini dibuktikan oleh Giling (1977) dengan menggunakan sampel sebanyak 187 perusahaan di New
7 BAB I PENDAHULUAN 7 Zealand dan Hilmi dan Ali (2008) dengan sampel berjumlah 879 perusahaan manufaktur di Indonesia untuk periode Penelitian mereka menyatakan bahwa perusahaan yang menggunakan jasa KAP The Big Four cenderung untuk tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangannya. Rata - rata waktu yang diperlukan oleh perusahaan audit tersebut adalah 55 hari untuk menandatangani laporan keuangan auditan tersebut. Sedangkan perusahaan yang tidak menggunakan jasa KAP The Big Four memerlukan waktu rata-rata 90 hari untuk menandatangani laporan keuangan auditan tersebut. Hasil penelitian tersebut tidak sejalan dengan Penelitian Carslaw dan Kaplan (1991) di New Zealand yang menemukan bahwa reputasi KAP tidak mempunyai pengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Kinerja Kantor Akuntan Publik (KAP) tidak lepas dari kinerja para manajer sebagai agen perusahaan dalam menghasilkan laporan keuangan perusahaan. Cepat atau tidaknya suatu perusahaan menyampaikan laporan keuangannya tergantung pada kinerja para manajer, sehingga walaupun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang bermitra dengan The Big Four tetapi pihak manajer terlambat menyampaikan laporan keuangannya kepada pihak Kantor Akuntan Publik (KAP), maka tidak akan menjamin ketepatan waktu pelaporan keuangan kepada Bapepam. Bukti-bukti empiris ini menunjukkan bahwa terdapat banyak faktor yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, namun terdapat juga ketidakkonsistenan hasil penelitian yang dilakukan di manca negara maupun di Indonesia untuk variabel penelitian yang sama. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan pengujian kembali untuk memperkuat penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan ketepatan waktu, terutama pada pola
8 BAB I PENDAHULUAN 8 keterlambatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pelaporan tepat waktu. Adapun faktor-faktor yang akan diuji kembali dalam penelitian ini adalah profitabilitas, financial leverage, likuiditas, struktur kepemilikan, ukuran perusahaan, dan reputasi KAP yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan di Indonesia, khususnya perusahaan manufaktur dengan rentang waktu yang berbeda. Pemilihan perusahaan - perusahaan publik yang masuk kategori perusahaan manufaktur ini didasarkan pada pertimbangan akan homogenitas dalam aktivitas produksinya dan kelompok industri ini yang relatif lebih besar jika dibandingkan dengan kelompok industri yang lain di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk menyusun skripsi dengan judul Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode ). 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, peneliti bermaksud untuk mendapatkan bukti secara empiris mengenai : 1. Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan? 2. Apakah likuiditas berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan? 3. Apakah financial leverage berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan? 4. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan?
9 BAB I PENDAHULUAN 9 5. Apakah struktur kepemilikan berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan? 6. Apakah reputasi Kantor Akuntan Publik berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan? 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Berdasarkan identifikasi masalah penelitian yang diuraikan sebelumnya maka maksud melakukan penelitian ini adalah untuk menguji dan membuktikan secara empiris bahwa faktor profitabilitas, likuiditas financial leverage, ukuran perusahaan, struktur kepemilikan, dan reputasi KAP mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Sedangkan yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh tingkat profitabilitas terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan? 2. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh tingkat likuiditas terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan? 3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh financial leverage terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan? 4. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan? 5. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh struktur kepemilikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan? 6. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh reputasi Kantor Akuntan Publik terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan?
10 BAB I PENDAHULUAN Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat: 1. Bagi akademisi, dapat memberikan kontribusi berupa wawasan dan pengetahuan serta konfirmasi terkait dengan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2. Bagi praktisi bisnis (manajemen perusahaan, investor, kreditur, dan analis), dapat memberikan gambaran tentang pentingnya faktor faktor yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan kepada publik. 3. Bagi organisasional BAPEPAM, BEJ, dan lembaga yang turut andil dalam pengambilan kebijakan di pasar modal, kiranya penelitian ini akan menjadi masukan dalam membuat aturan, menetapkan sangsi dan denda serta arah kebijakan ketetapan waktu pelaporan yang lebih sesuai dalam meminimalisir tingkat keterlambatan penyampaian laporan keuangan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
I. PENDAHULUAN. Perkembangan pasar modal saat ini telah meningkat dengan sangat pesat dan
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan pasar modal saat ini telah meningkat dengan sangat pesat dan tentunya di masa mendatang bisnis investasi ini akan menjadi sedemikian kompleks,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Laporan Keuangan Perkembangan perusahaan go publik di Indonesia menjadikan laporan keuangan sebagai kebutuhan utama setiap perusahaan. Hal tersebut ditandai
BAB I PENDAHULUAN. investasi pada saat ini, para investor memerlukan lebih banyak informasi yang relevan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Sejalan dengan meningkatnya kompleksitas kegiatan operasi bisnis dan pertumbuhan investasi pada saat ini, para investor memerlukan lebih banyak informasi
BAB I PENDAHULUAN. sangat ketat pada masa yang akan datang. Persaingan terjadi dalam penyediaan
16 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan pasar modal saat ini telah meningkat dengan sangat pesat. Bisnis investasi menjadi sedemikian kompleks dengan tingkat persaingan yang sangat ketat pada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 2.1 LANDASAN TEORI 2.1.1 Teori Keagenan (Agency theory) Teori keagenan merupsksn salah satu cara untuk lebih memahami ekonomi informasi dengan mem
PENDAHULUAN BAB I. A. Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat ditandai dengan ketatnya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat ditandai dengan ketatnya persaingan baik dari kompetitor maupun new entry, menuntut perusahaan untuk terus berkembang
FAKTOR FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETEPATAN WAKTU PELAPORA N KEUANGAN
FAKTOR FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETEPATAN WAKTU PELAPORA N KEUANGAN (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ) TESIS Diajukan sebagai salah satu syarat Memperoleh derajat
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang go public. Semakin banyaknya perusahaan yang terdaftar di. pengambilan keputusan bisinisnya.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan pasar modal di Indonesia saat ini telah mengalami peningkatan yang sangat pesat yang ditandai dengan bertambahnya jumlah perusahaan yang go public.
BABl PENDAHULUAN. Sejalan dengan meningkatnya kompjeksitas kegiatan operasi bisnisdan
BABl PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sejalan dengan meningkatnya kompjeksitas kegiatan operasi bisnisdan pertumbuhan investasi pada saat ini, para investor memerlukan lebih banyak informasi yang
BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan proses akhir dalam proses akuntansi yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Laporan keuangan merupakan proses akhir dalam proses akuntansi yang mempunyai peranan penting bagi pengukuran dan penilaian kinerja sebuah perusahaan. Perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. memerlukan informasi yang relevan dan tepat waktu dalam setiap pembuatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Meningkatnya kegiatan operasi bisnis dan pertumbuhan investasi yang sangat pesat saat ini dengan tingkat persaingan yang sangat ketat, sehingga investor memerlukan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Akuntansi adalah aktivitas jasa yang memberikan informasi kuantitatif bersifat keuangan dalam kesatuan ekonomi yang dapat digunakan sebagai salah satu sumber alternatif
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pasar modal sebagai lembaga investasi yang mempunyai fungsi ekonomi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal sebagai lembaga investasi yang mempunyai fungsi ekonomi dan keuangan semakin diperlukan masyarakat sebagai media alternatif investasi dan penghimpunan
BAB I PENDAHULUAN. badan regulasi pasar modal (Bapepam). Tujuan laporan keuangan adalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap emiten wajib menyampaikan laporan keuangan berkala kepada badan regulasi pasar modal (Bapepam). Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Semakin berkembangnya pasar modal pada saat ini maka makin banyak persaingan antar perusahaan untuk menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh investor. Salah
BAB 1 PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan potret implementasi. mencerminkan betapa pentingnya ketepatan waktu (timeliness) penyajian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan keuangan merupakan potret implementasi pertanggungjawaban perusahaan kepada berbagai pihak yang mempunyai kepentingan atas laporan keuangan tersebut. Laporan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh pihak lain yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan berkaitan dengan permasalahan penelitian
BAB I PENDAHULUAN. yang berkepentingan (Yendrawati dan Rokhman 2008, dalam Dewi, 2013). laporan dalam membuat keputusan-keputusan pertanggungjawaban
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh pihak yang berkepentingan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keuangan untuk mengambil suatu keputusan. Oleh karena itu, laporan. Pengertian laporan keuangan ada berbagai macam, yaitu:
12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan cara yang digunakan oleh suatu entitas untuk menggambarkan bagaimana kondisi entitas tersebut terutama mengenai posisi keuangannya.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ketepatan waktu (timeliness) merupakan salah satu faktor penting
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ketepatan waktu (timeliness) merupakan salah satu faktor penting dalam penyajian suatu informasi yang relevan. Informasi akan mempunyai manfaat jika disampaikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Referensi-Referensi Penunjang dan Jurnal
13 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Referensi-Referensi Penunjang dan Jurnal Penelitian tentang tentang analisis faktor faktor yang mempengaruhi audit timeliness pada perusahaan property and real estate yang
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Laporan keuangan merupakan media informasi yang merangkum semua
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan media informasi yang merangkum semua aktivitas perusahaan serta merupakan gambaran bentuk kinerja manajemen dalam mengelola sumber
BAB I PENDAHULUAN. Dengan perkembangan dunia perekonomian di Indonesia yang sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dengan perkembangan dunia perekonomian di Indonesia yang sangat pesat, kebutuhan akan informasi yang lengkap, tepat waktu, dan berkualitas tentang suatu
BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Masalah. Ketepatan waktu (timeliness) yaitu rentang waktu atau lamanya hari yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Ketepatan waktu (timeliness) yaitu rentang waktu atau lamanya hari yang dibutuhkan untuk mengumumkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit ke publik,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Laporan keuangan merupakan akhir dari proses akuntansi yang dirancang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan akhir dari proses akuntansi yang dirancang untuk memberikan informasi kepada calon investor, calon kreditor, pengguna laporan keuangan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perusahaan publik di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan publik di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini menyebabkan suatu perusahaan membutuhkan suatu pendanaan yang lebih besar untuk
BAB V SARAN DAN KESIMPULAN
BAB V SARAN DAN KESIMPULAN 1.1 Rangkuman Penelitian Laporan keuangan mengandung informasi penting yang dibutuhkan oleh pihak yang berkepentingan sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan bisnis.
PENDAHULUAN. kondisi keuangan perusahaan. Menurut Soemarsono (2004: 34), laporan keuangan
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Ketepatan waktu dalam penyajian laporan keuangan sangatlah penting karena laporan keuangan merupakan alat bagi perusahaan untuk menguji dan menganalisis kondisi
BAB I PENDAHULUAN. investor (Jumratul dan Wiratmaja, 2014: 63 dalam Apriyani, 2015). Perusahaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasar modal merupakan suatu wadah bagi perusahaan publik untuk mencari investor (Jumratul dan Wiratmaja, 2014: 63 dalam Apriyani, 2015). Perusahaan publik harus memenuhi
BAB I PENDAHULUAN. tersebut. Nilai bisnis mungkin dapat dimaksimalkan melalui beberapa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan utama sebuah perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai dari saham perusahaannya. Nilai tersebut didasarkan pada aliran kas yang akan dihasilkan oleh
BAB I PENDAHULUAN. terpenting dalam penyajian suatu informasi yang relevan. Informasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ketepatan waktu (timeliness) merupakan salah satu faktor terpenting dalam penyajian suatu informasi yang relevan. Informasi tersebut akan bermanfaat jika di
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Laporan keuangan merupakan ringkasan informasi yang menyajikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan ringkasan informasi yang menyajikan tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat
BAB I PENDAHULUAN. akuntan dan SEC (Securities and Exchange Commission), sehingga manfaat suatu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Laporan keuangan merupakan informasi penting yang menggambarkan kinerja suatu perusahaan. Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii PERNYATAAN ORISINALITAS... iii KATA PENGANTAR...... iv ABSTRAK... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN...
BAB 1 PENDAHULUAN. bisnis. Laporan keuangan memuat catatan-catatan tentang kegiatan bisnis yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan keuangan merupakan sebuah alat penting bagi para pelaku dunia bisnis. Laporan keuangan memuat catatan-catatan tentang kegiatan bisnis yang dilakukan oleh sebuah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan bursa saham yang dapat memberikan peluang investasi dan sumber pembiayaan dalam upaya mendukung pembangunan ekonomi
BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan pesat yang terjadi pada perusahaan di Indonesia berdampak pada peningkatan jasa audit untuk laporan keuangan perusahaan. Badan Pengawas Pasar Modal
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI BEI PERIODE
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN DI BEI PERIODE 2008-2010 NELLA YOVITA SARI LIE [email protected] ABSTRACT Financial reports
