PENDAHULUAN. Latar belakang

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENDAHULUAN. Latar belakang"

Transkripsi

1 PENDAHULUAN I.1. Latar belakang Yogyakarta adalah Kota yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kota Yogyakarta berbatasan dengan Kabupaten Sleman, Bantul dan Kulon Progo yang terletak di satu Provinsi yang sama. Jogja, begitu Kota ini akrab disapa, disebut sebagai Kota wisata, Kota budaya serta Kota pelajar. Predikat Jogja sebagai Kota wisata sekaligus membuat Kota ini menjadi destinasi wisata utama di Indonesia, setelah Bali. Di Kota Jogja terdapat banyak sekali objek wisata, mulai dari objek wisata alam, sejarah, budaya serta wisata religi. Setiap tahun Kota Jogja ramai dikunjungi wisatawan baik wisatawan domestik maupun internasional. Data Badan Pusat Statistik Provinsi DIY pada tahun 2012 mencatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke DIY sebanyak 3,536 juta wisatawan, yang terdiri dari 3,398 juta wisatawan lokal dan 148,5 ribu wisatawan asing (BPSDIY, 2012). Jogja memiliki ratusan perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Perguruan tinggi yang terkenal antara lain UGM, UNY, UPN, UMY dan ISI. Jumlah Perguruan tinggi di Jogja yang banyak ini menjadikan Kota Jogja ramai didatangi mahasiswa dari seluruh Indonesia dan juga mahasiswa dari luar negeri. Banyaknya pelajar yang merantau ke Jogja ini sekaligus membuat semakin banyak orang yang akan berkunjung ke Jogja. Mulai dari teman teman yang berwisata hingga orang tua pelajar saat acara wisuda. Hal ini tentu saja membuat Kota Jogja semakin ramai akan wisatawan. Fakta-fakta mengenai pendatang dan wisatawan yang mengunjungi Kota Jogja ini membuat pembangunan hotel di Jogja meningkat. Mulai tahun 2010 sampai Maret tahun 2015, data dari Dinas Perizinan Kota Jogja telah mencatat sebanyak 352 hotel di wilayah Kota Yogyakarta telah diberikan izin, baik hotel yang sudah beroperasi maupun dalam tahap pembangunan. Data dari Dinas Perizinan tersebut juga menunjukkan bahwa Kota Yogyakarta sedang menjadi buruan para investor dalam menanamkan modalnya untuk bisnis perhotelan. Hotel-hotel yang dibangun di Jogja juga beragam, mulai dari hotel kelas bawah yang sering disebut hotel melati sampai 1

2 2 hotel berbintang seperti hotel Tentrem dan Indolux hotel yang beroperasi mulai tahun Jumlah hotel yang semakin banyak dan pilihan tingkat hunian ini tentunya bisa mempermudah para pendatang dalam mencari hunian untuk bersinggah ketika berkunjung ke Jogja. Perkembangan teknologi yang semakin maju memberikan akses yang luas kepada para pencari hotel untuk memilih hotel-hotel yang sesuai dengan keinginanya. Website seperti agoda.com, traveloka.com, trivago.com dan booking.com adalah contoh situs yang menawarkan layanan berupa pencarian hotel sekaligus pemesanan kamar hotel dengan baik dan mudah. Situs-situs reservasi hotel tersebut menawarkan layanan berupa kemudahan memesan kamar hotel yang diikuti dengan penjelasan fasilitas kamar serta harga yang harus dibayarkan. Situs-situs reservasi hotel juga dapat menampilkan lokasi hotel dalam bentuk peta. Dalam kegiatan ini, penulis akan membuat sebuah website yang hampir serupa tetapi lebih menekankan pada penggunaan query spasial. Website yang dibuat dapat menampilkan lokasi hotel dari parameter pencarian lokasi yang pengguna masukkan. Seperti pencarian lokasi hotel dari posisi pengguna membuka website, atau dari posisi pengguna melakukan klik pada peta online. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis web dapat menjadi solusi pembuatan situs tersebut. Aplikasi SIG yang diterapkan pada pembuatan website dapat digunakan dalam pembuatan suatu website yang menekankan layanan berupa pencarian lokasi secara spasial. Layanan lokasi spasial ini bisa sangat beragam, dan tergantung pada query spasial yang digunakan. Website yang menekankan pada pencarian lokasi spasial juga dapat menambahkan informasi mengenai harga dan fasilitas kamar sebagai informasi pendukung. I.2. Cakupan Kegiatan Cakupan kegiatan pembuatan sistem informasi lokasi hotel di Kota Yogyakarta berbasis Web adalah sebagai berikut : 1. Lokasi hotel yang termasuk dalam kegiatan adalah hotel yang terdaftar di Dinas Perizinan Kota Yogyakarta sampai bulan Maret tahun 2015 di dalam

3 3 area jalan lingkar Yogyakarta dan di luar jalan lingkar Yogyakarta sejauh 2 kilometer. 2. Pembuatan sistem informasi hotel berbasis web menggunakan perangkat lunak opensource OpenGeo Suite dan platform opensource OpenLayers3 3. Informasi hotel yang ditampilkan adalah sebagai berikut i. Nama hotel ii. Alamat hotel iii. Nomor telepon iv. Kelas hotel v. Harga minimal pemesanan kamar hotel vi. Foto hotel vii. Link ke website resmi hotel (jika hotel memiliki situs resmi) viii. Link ke situs reservasi hotel (jika hotel masuk ke dalam situs situs reservasi online) 4. Bentuk query dari basisdata hotel yang akan dijadikan fitur fitur dalam peta adalah sebagai berikut : a. Query spasial untuk mencari hotel dari lokasi penting di Kota Jogja yang telah diidentifikasi ke dalam basisdata b. Query spasial untuk mencari lokasi suatu hotel dari posisi pengguna pada saat membuka website. c. Query spasial dimana pengguna dapat mencari lokasi hotel dari lokasi klik pada peta online. 5. Dalam proses pencarian hotel, pengguna difasilitasi untuk mencari hotel yang terdekat atau hotel dengan radius jarak yang mereka masukkan sendiri. I.3. Tujuan Kegiatan ini bertujuan untuk membuat sebuah sistem informasi berbasis web yang dilengkapi layanan pencarian lokasi hotel berdasarkan query spasial. Informasi spasial disajikan dalam bentuk peta online ditambah informasi dari data atribut hotel sebagai pelengkap.

4 4 I.4. Manfaat 1. Sistem informasi lokasi hotel berbasis web ini dapat mempermudah pengguna untuk melakukan pencarian hotel berdasarkan lokasi. 2. Sistem informasi ini dapat melakukan pencarian lokasi hotel oleh pengguna dari manapun lokasi pengguna berada. 3. Sistem informasi ini dapat memudahkan wisatawan di Kota Jogja untuk melakukan pencarian hotel sesuai kriteria lokasi yang diinginkan. 4. Website yang dihasilkan dapat memeperkenalkan aplikasi penggunaan query spasial pada sebuah website yang selama ini belum banyak digunakan. I.5. Landasan Teori I.5.1. Sistem Informasi Geografis Sistem Informasi Geografis merupakan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan dan keluaran informasi geografis berikut atribut-atributnya (Prahasta, 2009). Secara sederhana Sistem Informasi Geografis diartikan sebagai suatu sistem komputer yang mampu menyimpan dan menggunakan data yang menggambarkan lokasi di permukaan bumi. Dari definisi tersebut dengan jelas SIG berhubungan erat dengan komputer, baik hardware maupun software. Definisi SIG selalu berkembang, bertambah dan bervariasi. Hal ini telihat dari banyaknya definisi SIG yang telah beredar. Selain itu, SIG juga digunakan oleh berbagai bidang disiplin ilmu, dan berkembang dengan cepat. Fungsi Sistem informasi Geografis juga berkembang dari waktu ke waktu. Menurut Davis (2001) fungsi SIG adalah sebagai berikut: 1. Koleksi data atau pengumpulan data. SIG mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dapat berupa data vektor maupun raster. 2. Penyimpanan dan manajemen data. Data digital dalam SIG disimpan dengan efisien ke dalam sebuah basisdata. 3. Pemanggilan data kembali. SIG dapat dengan menyeleksi dan menampilkan data.

5 5 4. Konversi data. SIG dapat melakukan konversi data dari suatu bentuk menjadi bentuk lain atau dari suatu format peta menjadi format peta lainnya. 5. Analisis. Analisis data dalam SIG bertujuan untuk menghasilkan informasi baru dalam peta. 6. Pemodelan data. SIG menyederhanakan data agar informasi di dalamnya dapat dimengerti atau dapat menjelaskan dunia nyata secara sederhana. 7. Penyajian data. SIG dapat menampilkan data melalui berbagai cara, seperti peta, diagram dan laporan, agar dapat dimengerti. I.5.2. Sistem Informasi Geografis berbasis web Pengertian Web. Teknologi komputer semakin berkembang dari waktu ke waktu. Pada era sekarang sebuah komputer sudah dapat terkoneksi dengan komputer lain di seluruh dunia dengan jaringan khusus. Jaringan khusus ini yang disebut jaringan internet. Jaringan internet memerlukan suatu standar protocol tertentu sehingga komputer-komputer di seluruh dunia yang memiliki standar yang berbeda-beda saling terhubung. Standar protocol ini disebut TCP/IP (Transmision Control Protocol/ Internet protocol). TCP/IP ini merupakan suatu standar untuk mempaketkan dan mengalamatkan data komputer sehingga data tersebut dapat dikirim ke komputer lainnya dan tiba dalam waktu yang cepat tanpa adanya kerusakan atau kehilangan data. TCP berfungsi untuk penyampai data yang dikirim sedangkan IP berfungsi menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. Salah satu layanan TCP/IP yang paling popular adalah web. Web merupakan layanan pada sisi client atau client side yang berarti fungsi web adalah melakukan permintaan pada data dan layanan yang diminta pengguna web kepada webserver. Komunikasi antara webserver dengan webclient ini melalui suatu protocol yang disebut HTTP. Informasi pada web ini sendiri dapat diakses dengan suatu kumpulan kode alfanumerik pada internet yang disebut URL WebGIS. Menurut Prahasta (2007), Sistem Informasi Geografis berbasis web adalah aplikasi SIG atau pemetaan digital yang memanfaatkan jaringan internet sebagai media komunikasi yang berfungsi mendistribusikan, mempublikasikan, mengintegrasikan, mengkomunikasikan dan menyediakan informasi dalam bentuk

6 6 teks, peta digital serta menjalankan fungsi fungsi analisis dan query yang terkait dengan SIG melalui jaringan internet. Aplikasi Sistem Informasi Geografis berbasis web sering juga disebut WebGIS. Peng dan Tsou (2003) menyebutkan bahwa WebGIS memiliki tiga komponen utama seperti Gambar I.1. Gambar I.1 Komponen WebGIS (Sumber: Peng dan Tsou, 2003) 1. Pengguna (web client) adalah sisi dimana pengguna melakukan interaksi dengan suatu aplikasi SIG berbasis web melalui tampilan antarmuka yang menyajikan informasi geospasial. 2. Server (web server) adalah sisi dilakukannya proses untuk merespon request dari pengguna. 3. Spatial database adalah tempat menyimpanan data spasial dan atribut yang pengelolaannya dilakukan dengan bantuan SMBD. Data GIS yang ditampilkan pada sebuah browser pada sisi client dapat berbentuk tampilan peta. Peta yang ditampilkan dalam WebGIS ini bermacam macam dan tergantung pada klasifikasi peta. Menurut Kraak (2000) Terdapat dua jenis peta berbasis web yaitu : 1. Static Map : peta yang digunakan hanya untuk memvisualisasikan saja, biasanya dalam bentuk raster JPG, PNG, TIFF. 2. Dinamic Map : peta dinamis yang tidak hanya digunakan untuk memvisualisasikan saja akan tetapi memiliki menu interaktif sehingga mampu menampilkan perubahan komponen spasial dari obyek yang ditampilkan. Klasifikasi peta berbasis web dapat dilihat seperti pada Gambar I.2.

7 7 Gambar I.2 Klasifikasi peta berbasis web (Sumber : Kraak, 2003) Peta statis atau static map ini adalah produk kartografi seperti pada umumnya. Kebanyakan adalah bentuk peta hasil pemindaian yang kemudian dimasukkan ke halaman web. Peta jenis ini akan berubah jika data peta tersebut di perbaharui lagi dengan cara dipindai atau diunggah sebagai gambar melalui server. Peta ini akan menjadi interaktif apabila kemudian pengguna dapat melakukan perintah-perintah tertentu, misalnya: zooming, panning, dan hyperlink ke informasi tertentu, atau pengaturan pada layer tertentu yang ingin ditampilkan pengguna. Peta dinamis adalah peta yang memungkinkan pengguna melihat perubahanperubahan pada peta. Perubahan ini adalah hasil dari olah data dari server yang kemudian disajikan ke dalam peta. Pada peta dinamis interaktif, terdapat fungsi seperti geocoding, geotagging, dan pencarian lokasi dengan menggunakan query yang dapat dilakukan oleh pengguna situs, misalnya mencari lokasi rumah sakit dari suatu lokasi. Peta dinamis yang sering ditemui di halaman web misalnya: peta dinamis perubahan lalu lintas Kota seperti website lalu lintas Kota Surabaya. I.5.3. Sistem Basisdata Basisdata dapat dipahami sebagai suatu kumpulan informasi yang terorganisir sehingga dapat digunakan secara efisien. Informasi yang dikumpulkan dapat terdiri dari berbagai format data seperti format elektronik, suara, cetak dan sebagainya. Data adalah suatu fakta yang mewakili suatu objek yang dicatat dan mempunyai arti implisit. Data diorganisasikan dalam bentuk sebagai berikut (Waljiyanto 2003).

8 8 1. Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Misalnya data hotel terdiri dari Nama, Alamat, Telepon atau kelas hotel. 2. Rekaman merupakan gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Istilah lain dari rekaman adalah baris atau tupel. 3. Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama. Sistem basis data adalah gabungan antara basis data dan perangkat lunak sistem manajemen basis data (SMBD) termasuk di dalamnya program aplikasi yang dibuat dan bekerja dalam satu sistem (Elmasri dan Navathe, 1994). Konsep sistem basis data menurut Elmasri dan Navathe seperti pada Gambar I.3 berikut: Gambar I.3 Konsep sistem basis data. (Sumber : Elmasri dan Avanthe 1994) SMBD memiliki tiga kemampuan, yaitu pendefinisian basis data, penyusunan basis dan manipulasi data. Gabungan antara basis data dengan perangkat lunak (SMBD) yang mengelolanya disebut dengan sistem basis data seperti yang dijelaskan pada Gambar I.4 tersebut Sistem Manajemen Basisdata Spasial. Sistem Manajemen Basis Data Spasial (SMBDS) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola data spasial dengan pendekatan sistem basis data (Gandhi dkk, 2009). SMBDS harus

9 9 mampu mendukung berbagai macam pemodelan data spasial, spatial abstract data types (ADTs), dan bahasa query untuk memanggil ADTs ini. Disamping itu, SMBDS juga harus mendukung pengindeksan spasial dan mempunyai algoritma yang efisien untuk pemrosesan operasi yang akan dilakukan. Data spasial memiliki suatu standar pemodelan dari OGC yang disebut spatial data model. Spatial data model menjelaskan model simple feature geometry yang menjadi standar dari OGC. Diagram standar dari model data spasial seperti pada Gambar 1.4, yang digambarkan dalam bentuk hirarki kelas geometri (Herring, 2011). Gambar I.4 Hirarki kelas geometri. (Sumber: Herring, 2011) Hirarki kelas geometri sesuai OGC pada Gambar 1.5 juga menjelaskan model geometri untuk perluasan dimensi satu, dimensi dua dan dimensi tiga yang disebut MultiPoint, MultiLineString and MultiPolygon untuk memodelkan hubungan antar bentuk titik, garis dan luasan yang sama. Spesifikasi OGC juga mensyaratkan adanya penanda untuk sistem referensi spasial yang digunakan oleh suatu objek geometri. Penanda ini biasa disebut SRID (Spatial Referencing Sistem Identifier) yang digunakan untuk mendefinisikan sistem proyeksi dan ellipsoid referensi yang digunakan oleh objek tersebut.

10 10 I.5.4. Pengelolaan data pada perangkat lunak OpenGeo Suite Sistem manajemen basisdata spasial menggunakan perangkat lunak OpenGeo Suite. Perangkat lunak yang digunakan merupakan paket perangkat lunak open source yang terdiri dari beberapa perangkat lunak geospasial berbasis kode terbuka yang digunakan untuk mempublikasikan data spasial secara online. OpenGeo Suite ini membantu dalam manajemen basisdata, pembuatan service dan menampilkan data di dalam WebGIS. Secara umum tahapan pengelolaan basisdata dibagi menjadi beberapa bagian Pengelolaan basisdata. Data spasial dan data atribut yang digunakan dalam kegiatan ini disimpan dalam sebuah perangkat lunak pengelola basisdata yang memungkinkan untuk dilakukan proses pengambilan dan penambahan data secara cepat. Pada suatu program basisdata, basisdata spasial disimpan dalam kolom geometri. Data geometri tersebut disimpan dalam bentuk Well known binary (WKB). Data dalam bentuk WKB ini adalah bentuk data yang sesuai standar OGC dan bentuk data ini hanya dapat dibaca oleh komputer. Data WKB tersebut dapat diubah menjadi bentuk data yang dapat dipahami manusia yaitu Well known text (WKT) Sinkronisasi data spasial dengan server geospasial. Data spasial dan data atribut yang disimpan dalam suatu basisdata spasial harus dilakukan sinkronisasi ke dalam suatu server geospasial. Sinkronisasi ini ditujukan agar data yang digunakan dapat dilakukan proses saling berbagi data geospasial. Server data spasial ini mendukung interoberability, yaitu memasukkan, mengolah dan menerbitkan dari semua sumber data yang sama sesuai dengan standar OGC. Implementasi jenis data yang dimaksud adalah Web Feature Service (WFS) dan Web Coverage Service (WCS) standar, serta high performance Web Map Service (WMS). 1. Web Map Service (WMS) Web Map Service (WMS) adalah suatu standar dari OGC yang digunakan untuk pengiriman dan penerimaan data gambar geospasial melalui protokol HTTP. Gambar ini dapat bersumber dari data vektor dan data raster. WMS menyediakan sebuah standar interface untuk melakukan permintaan gambar geospasial

11 11 (Beaujardiere, 2006). WMS memiliki manfaat utama yaitu client dapat meminta gambar dari beberapa server, dan kemudian menggabungkannya dalam satu tampilan. Keunggulan dari WMS yang utama adalah WMS dapat memungkinkan untuk melakukan penumpukan gambar atau overlay data. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat untuk dapat menggambarkan keadaan lapangan yang sebenarnya. 2. Web Feature Service ( WFS ) Web Feature Service (WFS) merupakan suatu perubahan dalam pembuatan, pertukaran dan modifikasi data informasi geografis dalam internet. Perbedanya dengan WMS terletak pada kemampuan WFS melakukan publikasi data spasial hingga pada tingkatan unsur. Client WFS dapat memperoleh informasi unsur spasial dalam bentuk vektor, baik pada tingkatan geometri maupun atributnya (Vretanos, 2010). Salah satu format data WFS yang paling sering digunakan adalah GeoJSON. GeoJSON menurut situs resminya geojson.org adalah suatu format encoding dari berbagai struktur data spasial. GeoJSON mencakup format-format data geometry berikut: Point, LineString, Polygon, MultiPoint, MultiLineString, dan MultiPolygon. I.5.5. Kartografi Kartografi adalah suatu disiplin ilmu yang berhubungan dengan visualisasi dari informasi geografis, atau dalam pengertian popular dapat dikatakan sebagai sebuah disiplin yang melibatkan ilmu, teknik, serta seni dalam pembuatan desain peta dan produksi peta (Soendjojo dan Riqqi, 2012). Asosiasi kartografi internasional mendefinisikan lingkup pekerjaan kartografi yang dimulai dari pembuatan desain peta, pengolahan data dan proses penyajian hasil akhir (ICA, 2002). Ilmu kartografi sendiri terus berkembang dari masa ke masa. Perkembangan ilmu kartografi ini seiring dengan berkembangnya teknologi internet Kartografi digital. Seiring pesatnya pekembangan teknologi khusunya teknologi digital seperti sekarang ini, membuat ilmu kartografi juga berkembang kearah digital. Kartografi digital ini adalah perkembangan dari kartografi analog yang sudah ada sebelumnya. Kartografi digital memungkinkan seorang kartografer untuk membuat sebuah peta menjadi lebih mudah. Tahapan pekerjaan kartografi yang dulunya cukup panjang menjadi lebih singkat, alternatif desain peta dapat dihasilkan

12 12 dalam waktu yang relatif singkat disebabkan beberapa bagian dari proses seperti pembuatan model warna dan cetak peta sudah dilakukan secara otomatis menggunakan komputer dan printer (Soendjojo dan Riqqi, 2012). Kartografi digital menghasilkan dua produk yang satu sama lain memenuhi fungsi masing masing, yaitu: 1. Basis data digital, merupakan media penyimapanan informasi geografis sebagai pengganti pencetakan peta. 2. Visualisasi kartografis pada sejumlah media yang berbeda merupakan fungsi pelayanan selain pencetakan peta. Dari perkembangan teknologi Komputer ini memungkinkan setiap orang memiliki proses kreatifnya sendiri dalam pemanfaatan basis data spasial untuk membuat suatu visualisasi kartografis dalam pembuatan peta. Namun disisi lain, jika pembuat yang tidak mendalamai atau menghayati ilmu kartografi, peta yang dihasilkan dapat kehilangan kaidah kaidah kartografi yang berlaku selama ini Simbolisasi kartografi. Menurut Kraak dan Ormeling (2011) simbolisasi dalam kartografi dibedakan menjadi tiga, yaitu simbolisasi berdasarkan bentuk, simbolisasi berdasarkan jenis dan simbolisasi berdasarkan artinya. 1. Berdasarkan bentuknya simbol dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu simbol titik, garis dan luasan. i. Simbol titik mencerminkan kenampakan atau data yang mempunyai sifat non dimensi (data posisional). Data ini biasanya digunakan untuk menggambarkan lokasi bangunan, mercusuar dan lain lain ii. Simbol garis adalah simbol yang mencerminkan kenampakan atau data yang mempunyai satu dimensi yaitu panjang atau jarak. Misalnya, rel kereta api, jalan, sungai dan lain lain. iii. Simbol luasan adalah simbol yang mencerminkan kenampakan yang mempunyai sifat dua dimensi yaitu luas. Contoh dari simbol area adalah penggambaran bidang tanah.

13 13 2. Berdasarkan jenisnya penyajian simbol dalam peta dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: simbol piktorial, simbol geometrik atau abstrak, dan simbol huruf atau angka. i. Simbol piktorial merupakan simbol yang dalam kenampakannya mirip atau sama dengan wujud objek yang diwakilinya. ii. Simbol geometrik atau abstrak merupakan simbol yang tidak ada kemiripan dengan wujud aslinya. iii. Simbol huruf atau angka merupakan simbol yang menggunakan huruf pertama atau kedua dari nama objek yang diwakilinya. 3. Simbol Menurut Artinya. Pada penggunaan simbol ini erat kaitannya dengan skala data (ukuran data) yang dalam penyajiannya dapat dibedakan menjadi simbol: Kualitatif (nominal), ordinal, kuantitatif interval, kuantitaif rasio. i. Skala Nominal: nilai-nilai antara attribute objek berbeda secara alami, aspek yang satu dengan yang lain tidak ada yang lebih penting. Misalnya penggunaan lahan, jenis tanah dan data geologi. ii. Skala Ordinal: Nilai-nilai attribut yang berbeda satu sama lain, tapi masih ada hubungannya sama pentingnya dengan yang lain. Misalnya hangat, dingin, sejuk dan lain lain. iii. Skala Interval: Nilai-nilai atributenya berbeda, dapat ditata dan jarak antar objek dapat ditentukan. Contoh suhu karena titik nolnya berbeda atau tidak mutlak. iv. Skala Ratio: nilai-nilai atributnya berbeda, dan dapat ditata. Jarak antara ukuran objek dapat ditentukan dan ukuran objek tersebut saling berhubungan dengan yang lain. Sifat angka nol pada skala ratio ini mutlak jadi tidak memiliki nol yang lainnya Visualisasi peta di internet. Peta adalah sesuatu komoditas informasi dalam bentuk visual yang secara cepat harus mampu dikirim dari suatu tempat ke tempat lainya. Adanya teknologi internet yang saat ini mendunia membuat permintaan komoditas peta tersebut menjadi sangat tinggi karena informasi permukaan bumi dalam bentuk digital tersebut dapat dengan cepat diperoleh. Tingginya permintaan terhadap peta dalam bentuk digital ini membuat para penyedia peta harus selalu

14 14 memutakhirkan tampilan peta yang disajikan. Konsekuensinya adalah penyedia peta harus dapat menyajikan peta yang baik dan mudah dimengerti tetapi juga tetap memenuhi kaidah kartografi yang berlaku. Kaidah kartografi terutama pada pembentukan legenda dan simbolisasi unsur geografis pada peta di internet. I.5.6. HTML dan CSS. HTML adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web. HTML adalah singkatan dari Hyper Text Markup Language. Sebuah bahasa markup didalam tag markup. Dokumen HTML dijelaskan oleh tag HTML. Setiap tag HTML menjelaskan isi dokumen yang berbeda. Sampai saat ini bahasa HTML yang digunakan adalah versi HTML 5. Dalam versi terbarunya ini bahasa HTML dibuat untuk lebih mempermudah author dalam membuat halaman web dan lebih mendukung interoperability (Berjon dkk, 2014). Beberapa contoh fungsi HTML sebagai berikut 1. Membuat tulisan atau text. 2. Memasukkan gambar. 3. Memasukkan link website lain. 4. Menambahkan multimedia pada halaman website. 5. Dan lain sebagainya. Sruktur dari bahasa HTML terdiri dari dua unsur, yaitu head dan body, 1. Head Bgian head atau kepala dokumen ditandai dengan tag <head> dan </head>. Pada bagian kepala berisi judul dokumen yang ditulis di dalam tag <title> dan </title>. Selain itu, terdapat link halaman sumber fungsi dan fungsi-fungsi yang akan dipanggil pada badan dokumen. Fungsi ini mendukung komponen jika terdapat fungsi fungsi tertentu yang akan ditampilkan pada halaman website. Fungsi ini dapat disimpan secara offline atau mengambil fungsi secara online. 2. Body Bagian body atau badan dokumen ditandai dengan tag <body> dan </body>. Semua yang tertulis pada bagian badan akan ditampilkan pada halaman web. Pada bagian badan dapat dituliskan perintah untuk memanggil fungsi pada

15 15 kepala dokumen, memanggil file gambar, membuat tombol link ke halaman web lainnya dan sebagainya. Untuk membuat style dalam suatu tampilan ini diperlukan bahasa CSS. Menurut konsorsium world wide web, CSS adalah suatu mekanisme sederhana untuk menambahkan style pada sebuah halaman HTML (W3C, 2015). CSS menurut Kadir (2003) adalah suatu bahasa stylesheets yang mengatur tampilan suatu dokumen. CSS memungkinkan untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda. CSS dapat membuat tampilan web menjadi lebih menarik dan konsisten. Gambar I.5 Contoh script CSS. Script CSS dituliskan pada script HTML seperti pada Gambar I.5. Script CSS ini sebagai penyusun halaman HTML dari sebuah website. Terlebih dahulu penulisan script pada bagian head HTML. Pada bagian head ini, CSS melakukan inisialisasi mengenai format dari bentuk yang akan dihasilkan. Pada perkembanganya terdapat banyak sekali platform CSS yang dapat digunakan untuk membuat tampilan halaman web secara cepat. Platform CSS ini banyak digunakan untuk membuat tampilan halaman web menjadi menarik dan interaktif dengan scripting yang lebih ringkas. Salah satu platform yang terkemuka adalah Bootstrap. Bootstrap menurut situs resminya getbootstrap.com adalah kerangka HTML, CSS dan JavaScript yang paling popular untuk membuat tampilan website menjadi responsive dan easy looking. Bootstrap membantu pembangunan halaman web dengan lebih cepat dan mudah. File JavaScript Bootstrap dapat dicantumkan di setiap halaman

16 16 HTML. File JavaScript disimpan dalam server Bootstrap secara online dan dapat diunduh sehingga pemanggilan file secara offline pada media penyimpanan pada komputer. Gambar I.6 Contoh penulisan untuk pemanggilan Bootstrap pada HTML Untuk memanggil file JavaScript dari Bootstrap, dilakukan pemanggilan dengan menambahkan link pada bagian head dari sebuah script HTML. Script Bootstrap kemudian dituliskan pada bagian body dari sebuah script HTML. Gambar I.7 Contoh penulisan Bootstrap pada bagian body. Gambar I.7 menunjukkan contoh penulisan Bootstrap yang akan memunculkan tombol pada halaman HTML. Tombol yang dibuat tidak perlu dibuat class CSS secara manual akan tetapi sudah mengacu kepada class yang disimpan pada file JavaScript yang dilampirkan. Sehingga dengan mudah pembuat web dapat membangun halaman webnya dengan efisien dan cepat tetapi juga menghasilkan tampilan yang menarik I.5.7. Pemrograman web pada pembuatan aplikasi WebGIS Suatu aplikasi WebGIS dibuat menggunakan proses scripting menggunakan beberapa bahasa pemrograman web. Proses scripting pada pembuatan aplikasi webgis

17 17 ini dilakukan untuk membangun sebuah aplikasi yang interaktif dan user dapat menggunakannya dengan mudah. Bahasa pemrograman yang terkemuka untuk membuat sebuah website menjadi interaktif adalah bahasa pemrograman JavaScript. Sintax yang digunakan dalam penulisan scripting JavaScript meniru bahasa C. Bahasa C ini menjadi dasar dalam penulisan sintax JavaScript sehingga dengan sederhana dapat dibuat sintax yang mirip atau menyerupai bahasa C yang sudah umum digunakan. Bahasa JavaScript bersifat client side sehingga langsung bisa dieksekusi pada halaman website pengguna. Dengan penggunaan JavaScript membuat interaksi antara pengguna dengan situs web menjadi lebih cepat tanpa harus menunggu pemrosesan di web server. Menurut (Sunyoto, 2007) JavaScript dapat ditulis dalam dokumen HTML atau di luar dokumen HTML (eksternal). JavaScript yang berada di luar dokumen HTML ini merupakan file JavaScript (.js) yang akan dipanggil pada bagian kepala dokumen HTML (head). Secara lengkap penjelasan JavaScript ada pada website resmi W3C Proses scripting JavaScript untuk pembuatan halaman website ini dapat dipermudah dengan library JavaScript yang sudah banyak tersedia. Salah satunya adalah jquery. jquery adalah library JavaScript untuk memanipulasi tampilan web lebih menarik secara cepat,mudah dan efisien. jquery memiliki tagline write less, do more, hal ini karena kemudahan yang dimiliki. Dengan menggunakan jquery akan mempermudah transfer data antara HTML dan JavaScript pada sisi client. Menurut Chaffer dan Swedberg (2011) kelebihan penggunaan script jquery pada web, adalah sebagai berikut : 1. Mengakses bagian halaman tertentu. 2. Mengubah tampilan bagian halaman tertentu. 3. Mengubah isi dari halaman. 4. Menanggapi interaksi client dalam halaman. 5. Menambahkan animasi ke halaman. 6. Mengambil informasi dari server tanpa merefresh seluruh halaman. 7. Menyederhanakan penulisan JavaScript biasa. Secara lengkap penjelasan jquery terdapat pada situs resminya jquery.com.

18 Aplikasi pemetaan berbasis web. Aplikasi pemetaan berbasis web atau lebih dikenal dengan istilah Web based mapping adalah suatu library untuk menampilkan peta dan aplikasi pemetaan dalam suatu halaman website dengan cepat. Sebagian besar web based mapping menggunakan bahasa pemrograman JavaScript API. API adalah Application Programming Interface, API merupakan suatu mekanisme yang memungkinkan programmer menggunakan data dari aplikasi lain (Rudrakshi, 2014). Salah satu web based mapping adalah library OpenLayers. OpenLayers dibangun dengan metode opensource. OpenLayers mengimplementasikan JavaScript API untuk membangun rich web-based geographic apllications yang mirip dengan Google maps dan MSN Virtual Earth APIs dan tanpa server side dependencies. Kelebihan penggunaan OpenLayers salah satunya adalah dapat menampilkan peta dasar dari berbagai sumber, termasuk peta dasar yang tidak dibangun dengan metode opensource seperti peta dasar dari Google. OpenLayers sendiri memiliki peta dasar OpenStreetMap yang merupakan peta dasar yang juga dibangun oleh pengembang OpenLayers, artinya OpenLayers tidak akan mati jika suatu saat library Google dan sejenisnya tidak lagi gratis karena memiliki peta OpenStreetMap. I.5.8. Hotel Secara umum hotel dapat diartikan sebagai sebuah gedung yang memiliki tempat tidur dan disewakan kepada para pengunjung dengan jangka waktu yang pendek. Hotel dibedakan atas lima tingkatan kelas sesuai dengan fasilitas dan kenyamanan bagi para pengunjung. Tingkatan ini disebut dengan istilah bintang dimana bintang hotel dibedakan dari bintang satu untuk hotel dengan kualitas minimum sampai dengan bintang lima dengan kualitas maksimum. Setiap negara memiliki standar masing-masing untuk mengatur tingkatan bintang hotel. Tingkatan bintang hotel pada setiap negara diatur sendiri oleh asosiasi hotel di negara masingmasing. Organisasi international hotel & restaurant (ih&ra) membuat penggolongan kelas bintang hotel sebagai berikut : 1. Hotel bintang 1 : hotel bintang 1 di Indonesia sering juga disebut hotel kelas melati. Hotel yang masuk dalam kategori bintang 1 ini adalah hotel dengan tingkat fasilitas dan layanan yang minimum. Tidak ada batasan jumlah kamar

19 19 yang mengatur kategori bintang 1. Walaupun memiliki keterbatasan dalam hal layanan dan fasilitas yang minimal hotel bintang 1 harus memenuhi standar kebersihan yang bagus. 2. Hotel bintang 2 : hotel bintang 2 harus memiliki standar kelengkapan kamar yang baik. kamar harus memiliki tempat tidur yang sehat dan aman atau kokoh, memiliki fasilitas telepon dan kamar mandi di setiap kamarnya. 3. Hotel bintang 3 : fasilitas kamar untuk hotel bintang 3 tentunya diatas hotel bintang 2. Hotel bintang 3 selain harus memiliki standar kamar yang lengkap dengan telepon dan kamar mandi, kamar harus memiliki furniture dan televisi. Kamar pada hotel bintang 3 juga harus menyisakan sedikit ruang yang lebar. Hotel bintang 3 juga harus dilengkapi dengan bar atau lounge room untuk menjamu pelanggan. 4. Hotel bintang 4 : fasilitas kamar yang terdapat pada bintang 4 harus lebih nyaman dan lebar. Kamar hotel bintang 4 harus memiliki furniture yang lengkap serta ditambah fasilitas layanan kamar. 5. Hotel bintang 5 : kelas bintang 5 adalah kelas tertinggi dari klasifikasi hotel. Hotel bintang 5 sudah harus mencukupi semua fasilitas yang terdapat pada bintang 4 dan ditambah dengan kolam renang dan fasilitas olahraga.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Menurut Badan Informasi Geospasial luas negara Indonesia adalah 5.180.053 km 2, 1.922.570 km 2 diantaranya adalah daratan atau hanya 37,11% luas Indonesia berupa daratan.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1.

BAB I PENDAHULUAN I.1. BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi menyebabkan proses penyampaian informasi mengalami perubahan. Di dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat terutama di bidang ekonomi,

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Fotografi Amir Hamzah Sulaeman mengatakan bahwa fotografi berasal dari kata foto dan grafi yang masing-masing kata tersebut mempunyai arti sebagai berikut: foto artinya cahaya

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya,

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya, BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Web Pada awalnya aplikasi web dibangun dengan hanya menggunakan bahasa yang disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya, sejumlah skrip dan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Informasi Geografis Pencarian Apotik terdekat di Kota Yogyakarta. Pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Informasi Geografis Pencarian Apotik terdekat di Kota Yogyakarta. Pada BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian yang sama pernah dilakukan sebelumnya oleh Bambang Pramono (2016) di STMIK AKAKOM dalam skripsinya yang berjudul Sistem Informasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Perangkat lunak atau Software adalah perintah (program komputer) yang dieksekusi

BAB II LANDASAN TEORI. Perangkat lunak atau Software adalah perintah (program komputer) yang dieksekusi BAB II LANDASAN TEORI 2.1Perangkat Lunak Perangkat lunak atau Software adalah perintah (program komputer) yang dieksekusi memberikan fungsi dan petunjuk kerja seperti yang diinginkan. Struktur data yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Pengertian sistem informasi tidak bisa dilepaskan dari pengertian sistem dan informasi. Definisi dari sistem adalah sekelompok dua atau lebih komponenkomponen

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Berbasis Web Yang dimaksud dengan aplikasi web atau aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser. Aplikasi seperti ini pertama kali dibangun hanya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Penelitian terkait dengan Sistem Informasi Geografis pernah dilakukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Penelitian terkait dengan Sistem Informasi Geografis pernah dilakukan BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian terkait dengan Sistem Informasi Geografis pernah dilakukan oleh Pramono (2016) di STMIK AKAKOM. Sistem yang telah dibangun menghasilkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1.

BAB I PENDAHULUAN I.1. BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Sejarah merupakan peristiwa-peristiwa penting di masa lampau yang terjadi di kehidupan manusia dan menyangkut perubahan serta perkembangan manusia (Ali, R.M., 2005).

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. diperlukan dalam pembangunan website e-commerce Distro Baju MedanEtnic.

BAB II LANDASAN TEORI. diperlukan dalam pembangunan website e-commerce Distro Baju MedanEtnic. 2 BAB II LANDASAN TEORI Untuk menunjang penulisan Tugas Akhir ini, diambil beberapa bahan referensi seperti bahasa pemrograman PHP dan MySQL, serta beberapa bahan lainya yang diperlukan dalam pembangunan

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007 : 119) Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh

Lebih terperinci

Perancangan Website Ujian. Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML

Perancangan Website Ujian. Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML TUGAS TEKNOLOGI INFORMASI Perancangan Website Ujian Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML OLEH: AULIA RAHMAN 21060113120007 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2014 Abstrak

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web

BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web Aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser dan diakses melalui jaringan komputer. Aplikasi berbasis web

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TINJAUAN PUSTAKA BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007 : 119) Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hotel Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang melakukan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan Aplikasi Pencarian Rute Terpendek Menggunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan Aplikasi Pencarian Rute Terpendek Menggunakan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Pengembangan Aplikasi Pencarian Rute Terpendek Menggunakan Algoritma A* dan Dijkstra ini menggunakan model waterfall. Model waterfall penelitian untuk

Lebih terperinci

Interactive Broadcasting

Interactive Broadcasting Modul ke: Interactive Broadcasting HTML Fakultas Ilmu Komunikasi Bagus Rizki Novagyatna Program Studi Broadcasting www.mercubuana.ac.id Pengertian HTML Program adalah kata, ekspresi, pernyataan atau kombinasi

Lebih terperinci

PEMANFAATAN GOOGLEMAPS UNTUK PEMETAAN DAN PENCARIAN DATA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA

PEMANFAATAN GOOGLEMAPS UNTUK PEMETAAN DAN PENCARIAN DATA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA SISFO-Jurnal Sistem Informasi PEMANFAATAN GOOGLEMAPS UNTUK PEMETAAN DAN PENCARIAN DATA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA Umi Laili Yuhana 1, I G.L.A. Oka Cahyadi P. 2, Hadziq Fabroyir 1 1 Jurusan Teknik

Lebih terperinci

[Type the document title]

[Type the document title] SEJARAH ESRI Sistem Informasi Geografis adalah suatu sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisa, dan menghasilkan data yang mempunyai referensi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN. BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG PERANCANGAN Pada zaman era globalisasi saat ini, merupakan suatu perubahan zaman yang berkembang pesat, yang dimana teknologi yang berkembang yang semakin canggih.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,

BAB II LANDASAN TEORI. di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin, BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sekilas Mengenai Web Internet sudah menjadi hal yang sangat dekat bagi masyarakat ataupun penggunanya di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,

Lebih terperinci

Pokok Bahasan 2 Teknologi Dasar Internet dan Web. L. Erawan

Pokok Bahasan 2 Teknologi Dasar Internet dan Web. L. Erawan Pokok Bahasan 2 Teknologi Dasar Internet dan Web L. Erawan Materi User Agent, Web Browser, server web Jaringan: Jaringan client-server, TTL Protokol: HTTP, TCP/IP, FTP, SMTP, UDP, OSI Bahasa: HTML, XHTML,

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. pengembang untuk membuat sebuah aplikasi web. Dilengkapibanyak library dan

BAB III LANDASAN TEORI. pengembang untuk membuat sebuah aplikasi web. Dilengkapibanyak library dan BAB III LANDASAN TEORI 3.1 CodeIgniter CodeIgniter adalah sebuah framework PHP yang dapat mempercepat pengembang untuk membuat sebuah aplikasi web. Dilengkapibanyak library dan helperyang berguna di dalamnya

Lebih terperinci

WEBGIS. Tujuan. Arna fariza. Setelah menyelesaikan bab ini, anda diharapkan dapat: Memahami tentang Web GIS Mengetahui software2 untuk Web GIS

WEBGIS. Tujuan. Arna fariza. Setelah menyelesaikan bab ini, anda diharapkan dapat: Memahami tentang Web GIS Mengetahui software2 untuk Web GIS WEBGIS Arna fariza Politeknik elektronika negeri surabaya Tujuan Setelah menyelesaikan bab ini, anda diharapkan dapat: Memahami tentang Web GIS Mengetahui software2 untuk Web GIS 1 Overview Web GIS GIS

Lebih terperinci

Oleh : Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc Hadziq Fabroyir, S.Kom

Oleh : Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc Hadziq Fabroyir, S.Kom Sistem Informasi Geografis untuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia Oleh : I G.L.A. Oka Cahyadi P. 5106100061 Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc. 132 309 747 Hadziq Fabroyir, S.Kom 051

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI HOTEL DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN SVG

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI HOTEL DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN SVG PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI HOTEL DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN SVG Putu Kussa Laksana Utama 1, Amir Fatah Sofyan 2 Abstract Sistem Informasi Geografis Lokasi Hotel di Yogyakarta

Lebih terperinci

Bab I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

Bab I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Bab I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah suatu teknologi informasi berbasis komputer yang digunakan untuk memproses, menyusun, menyimpan, memanipulasi dan menyajikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II TINJUN PUSTK 2.1 Pengertian Sistem Informasi Geografis Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information Sistem (GIS) merupakan sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memeriksa,

Lebih terperinci

KAJIAN APLIKASI DAN TEKNOLOGI PADA INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL

KAJIAN APLIKASI DAN TEKNOLOGI PADA INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL KAJIAN APLIKASI DAN TEKNOLOGI PADA INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL Nama : DODY ARFIANSYAH 3506 100 046 Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo S., DEA. DESS. Pendahuluan Latar Belakang GIS & WEBSIG

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang PENDAHULUAN Latar Belakang Data dan informasi Geospasial menjadi salah satu kebutuhan yang mutlak untuk mendukung pembangunan di Indonesia, namun pemerintah seringkali mengabaikan peran data geospasial

Lebih terperinci

Pert 11 DASAR-DASAR WEB DESIGN

Pert 11 DASAR-DASAR WEB DESIGN Pert 11 DASAR-DASAR WEB DESIGN WEB DESIGN? Design merupakan hasil karya manusia yang harus dapat berfungsi untuk memecahkan suatu masalah (problem solving) www (world wide web) merupakan kumpulan web server

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer

BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer BAB II LANDASAN TEORI 2.1 World Wide Web Dunia internet semakin berkembang, terutama penggunaanya dalam bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer global, sedangkan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Internet Menurut Prakoso (2007), Internet adalah sebuah kumpulan jaringan komputer lokal yang menggunakan perangkat lunak internet dan protokol TCP/IP atau HTTP. Oleh karena

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN PENGGUNAAN WEBSITE WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN 1. PENDAHULUAN Website Webgis

Lebih terperinci

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu 6 Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian tentang pariwisata yang telah dilakukan sebelumnya, seperti yang dikemukakan dalam penelitian yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Indonesia memiliki angka perpindahan penduduk dari desa ke kota yang terus menerus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi tiap tahunnya. Menurut Badan Pusat Statistik

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Sistem Sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan objek, ide, berikut saling keterkaitannya (inter-relasi) di dalam (usaha) mencapai suatu tujuan (atau sasaran bersama

Lebih terperinci

TEKNOLOGI APLIKASI WEB BERBASIS SERVER

TEKNOLOGI APLIKASI WEB BERBASIS SERVER A. Tujuan Memahami cara kerja aplikasi web berbasis server Memahami perangkat pengembangan aplikasi web berbasis server Mengenal dan memahami pemrograman web berbasis teknologi server B. Dasar Teori Web

Lebih terperinci

DASAR-DASAR WEB DESIGN

DASAR-DASAR WEB DESIGN DASAR-DASAR WEB DESIGN Pengenalan website dan istilah-istilah internet By Reynaldi Wilianata Web Design? Asal Design hasil karya manusia yang harus dapat berfungsi untuk memecahkan suatu masalah (problem

Lebih terperinci

AJAX Framework. Pemrograman Web 1. Genap

AJAX Framework. Pemrograman Web 1. Genap AJAX Framework Pemrograman Web 1 Genap 2011-2012 Framework Apa itu Framework (Software Framework)? Kumpulan pustaka-pustaka (library) perangkat lunak yang script-nya dapat digunakan kembali (reusable)

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 1.1 Teori Umum 1.1.1 Aplikasi SMS Lokal Komputer Aplikasi SMS Lokal Komputer digunakan untuk pengiriman SMS ke pelanggan dengan menggunakan PC yang disambungkan dengan Handphone agar

Lebih terperinci

Pencarian Lokasi Fasilitas Umum Terdekat Berdasarkan Jarak dan Rute Jalan Berbasis SIG

Pencarian Lokasi Fasilitas Umum Terdekat Berdasarkan Jarak dan Rute Jalan Berbasis SIG Pencarian Lokasi Fasilitas Umum Terdekat Berdasarkan Jarak dan Rute Jalan Berbasis SIG Pembimbing : Arif Basofi, S. Kom Arna Fariza, S.Kom, M. Kom Oleh : Yulius Hadi Nugraha 7406.030.060 Jurusan Teknologi

Lebih terperinci

APPLICATION LAYER. Oleh : Reza Chandra

APPLICATION LAYER. Oleh : Reza Chandra APPLICATION LAYER Oleh : Reza Chandra Sebagian besar dari kita berpengalaman menggunakan Internet melalui World Wide Web, layanan e-mail, dan file-sharing. Aplikasi ini, dan banyak lainnya, menyediakan

Lebih terperinci

APLIKASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL PADA SMA NEGERI 5 BINJAI TUGAS AKHIR FATIMAH

APLIKASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL PADA SMA NEGERI 5 BINJAI TUGAS AKHIR FATIMAH APLIKASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL PADA SMA NEGERI 5 BINJAI TUGAS AKHIR FATIMAH 062406065 PROGRAM STUDI D3 ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Sistem Menurut Jogiyanto (2001) terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN Ricky Agus Tjiptanata 1, Dina Anggraini 2, Dian Safitri 3 1,2,3 Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Gunadarma Jl.

Lebih terperinci

HTML 5. Geolocation Web SQL Database, media penyimpanan database lokal

HTML 5. Geolocation Web SQL Database, media penyimpanan database lokal HTML 5 HTML5 adalah sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari Waring Wera Wanua, sebuah teknologi inti dari Internet. Tujuan utama pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki teknologi

Lebih terperinci

BAB 2. LANDASAN TEORI 2.1. Aplikasi Web Aplikasi merupakan sekumpulan program komputer yang dibuat untuk menolong manusia dalam melakukan tugas tertentu. Dengan kata lain, aplikasi bisa disebut juga dengan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. sebuah sistem pencarian lokasi kuliner berbasis mobile web untuk wilayah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. sebuah sistem pencarian lokasi kuliner berbasis mobile web untuk wilayah BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dalam penelitian yang dilakukan oleh Hasan (2011) tentang aplikasi pencarian lokasi kuliner di Yogyakarta. Penelitian tersebut telah menghasilkan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN PENGGUNAAN WEBSITE WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN 1. PENDAHULUAN Website Webgis

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem Informasi II.1.1. Sistem Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. Pengertian sistem menurut Jogianto (2005 : 2) mengemukakan

BAB III LANDASAN TEORI. Pengertian sistem menurut Jogianto (2005 : 2) mengemukakan BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Sistem Informasi Pengertian sistem menurut Jogianto (2005 : 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Karya tulis ini mengacu beberapa karya tulis yang telah dibuat sebelumnya yang teknologi dan sistem kerjanya berhubungan dengan karya tulis

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. suatu maksud tertentu adalah bagian dari suatu sistem, yang mana sistem

BAB II LANDASAN TEORI. suatu maksud tertentu adalah bagian dari suatu sistem, yang mana sistem BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Bagian-bagian yang memiliki keterkaitan pengoperasian dalam mencapai suatu maksud tertentu adalah bagian dari suatu sistem, yang mana sistem informasi dapat dibuat

Lebih terperinci

LANDASAN TEORI. Dunia informasi di Indonesia sedang dan harus. berubah. Saat ini, dunia pemasaran tidak dapat

LANDASAN TEORI. Dunia informasi di Indonesia sedang dan harus. berubah. Saat ini, dunia pemasaran tidak dapat BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Karakteristik Uneven Solution Dunia informasi di Indonesia sedang dan harus berubah. Saat ini, dunia pemasaran tidak dapat mengandalkan satu bahasa seperti tahun lalu. Coba lihat

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Definisi Pariwisata(Tour) Berikut ini adalah definisi atau pengertian Pariwisata menurut beberapa ahli: 1. Menurut Hanson Ward (2000) menjelaskan definisi pariwisata sebagai

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Perancangan Perancangan adalah proses merencanakan segala sesuatu terlebih dahulu (Kamus Bahasa Indonesia, 1988, h: 927). Perancangan merupakan penggambaran, perencanaan,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Sistem informasi merupakan suatu sistem yang menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA KOTA BANDUNG

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA KOTA BANDUNG SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS OBJEK WISATA KOTA BANDUNG (STUDI KASUS PADA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BANDUNG) Oleh : Ilham Mugni 10108846 Penguji 1 : Riani Lubis, S.T., M.T. Penguji 2 : S. Indriani

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Perkembangan fisik di Kota Malang dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan yang pesat ini tentunya juga membawa masalah baru. Salah

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti menghitung. Jadi, komputer dapat diartikan alat untuk menghitung. Perkembangan teknologi komputer

Lebih terperinci

HTTP Protocol Ketika sebuah alamat web (atau URL) yang diketik ke dalam web browser, web browser melakukan koneksi ke web service yang berjalan pada

HTTP Protocol Ketika sebuah alamat web (atau URL) yang diketik ke dalam web browser, web browser melakukan koneksi ke web service yang berjalan pada Application Layer Application layer adalah lapisan yang menyediakan interface antara aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dan jaringan yang mendasarinya di mana pesan akan dikirim. Layer ini berhubungan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti- peneliti sebelumnya yaitu :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti- peneliti sebelumnya yaitu : BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti- peneliti sebelumnya yaitu : Tabel 2.1. Tabel Perbandingan Tinjauan Pustaka PARAMETER PENULIS

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kabupaten Bantul merupakan satu dari empat kabupaten yang terdapat di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten yang terletak di bagian selatan provinsi Daerah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Belum pernah ada penelitian tentang website pre order back sound dan musik sebelumnya, secara umum website tentang musik yang sudah ada adalah website tempat

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Contoh aplikasi

BAB III LANDASAN TEORI. berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Contoh aplikasi 3.1 Layanan Aplikasi Internet BAB III LANDASAN TEORI Terdapat banyak sekali layanan aplikasi di internet dan masih terus akan berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Contoh aplikasi

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK KAWASAN RAWAN BENCANA

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK KAWASAN RAWAN BENCANA SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK KAWASAN RAWAN BENCANA 1) Dedy Kurnia Sunaryo 1 Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAK Perkembangan

Lebih terperinci

PERANCANGAN WEBSITE PENJUALAN SECARA ONLINE MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL TUGAS AKHIR MIRA RIZKY S TANJUNG

PERANCANGAN WEBSITE PENJUALAN SECARA ONLINE MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL TUGAS AKHIR MIRA RIZKY S TANJUNG PERANCANGAN WEBSITE PENJUALAN SECARA ONLINE MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL TUGAS AKHIR MIRA RIZKY S TANJUNG 072406029 PROGRAM STUDI D-3 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

PENERAPAN LAYANAN LOCATION BASED SERVICE PADA PETA INTERAKTIF KOTA BANDUNG UNTUK HANDPHONE CLDC/1.1 dan MIDP/2.0

PENERAPAN LAYANAN LOCATION BASED SERVICE PADA PETA INTERAKTIF KOTA BANDUNG UNTUK HANDPHONE CLDC/1.1 dan MIDP/2.0 PENERAPAN LAYANAN LOCATION BASED SERVICE PADA PETA INTERAKTIF KOTA BANDUNG UNTUK HANDPHONE CLDC/1.1 dan MIDP/2.0 Riyan Nusyirwan [1.01.03.019] [email protected] Pembimbing I : Nana Juhana, M.T Pembimbing

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Website merupakan kumpulan dari halaman halaman yang berhubungan dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Website merupakan kumpulan dari halaman halaman yang berhubungan dengan 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Website Website merupakan kumpulan dari halaman halaman yang berhubungan dengan file file lain yang saling terkait. Dalam sebuah website terdapat satu halaman yang dikenal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB I PENDAHULUAN I-1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas sekitar 373,70 Km 2, Kota Semarang dapat digolongkan sebagai kota metropolitan di Provinsi Jawa Tengah.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Internet Internet merupakan suatu jaringan antar komputer yang saling dihubungkan. Media penghubung tersebut bisa melalui kabel, kanal satelit maupun frekuensi radio, sehingga

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Hotel sebagaimana kita ketahui merupakan tempat penginapan sementara

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Hotel sebagaimana kita ketahui merupakan tempat penginapan sementara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hotel sebagaimana kita ketahui merupakan tempat penginapan sementara bagi pengunjung yang datang ke kota tujuan tertentu. Maka bisa dikatakan hotel merupakan sarana

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Calyton dan Petry (2012) berpendapat monitoring sebagai suatu proses

BAB II LANDASAN TEORI. Calyton dan Petry (2012) berpendapat monitoring sebagai suatu proses BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Monitoring Calyton dan Petry (2012) berpendapat monitoring sebagai suatu proses mengukur, mencatat, mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan informasi untuk membantu pengambilan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Website atau World Wide Web, sering disingkat sebagai www atau web saja, yakni

BAB 2 LANDASAN TEORI. Website atau World Wide Web, sering disingkat sebagai www atau web saja, yakni BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Website Website atau World Wide Web, sering disingkat sebagai www atau web saja, yakni sebuah sistem dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain dipresentasikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama guna melakukan suatu pekerjaan untuk memcapai suatu tujuan

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENGELOLAAN REKLAME DI SURABAYA BERBASIS WEB. Nurul Hilmy Rahmawati NRP:

TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENGELOLAAN REKLAME DI SURABAYA BERBASIS WEB. Nurul Hilmy Rahmawati NRP: TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENGELOLAAN REKLAME DI SURABAYA BERBASIS WEB Nurul Hilmy Rahmawati NRP: 1210100023 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN No Makalah : 103 Konferensi Nasional Sistem Informasi 2012, STMIK - STIKOM Bali 23-25 Pebruari 2012 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN Ricky Agus Tjiptanata 1, Dina Anggraini

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. : Multi sistem operasi, bisa Windows, Linux, Mac OS, maupun Solaris

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. : Multi sistem operasi, bisa Windows, Linux, Mac OS, maupun Solaris BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 XAMPP XAMPP merupakan singkatan dari : X A M P P : Multi sistem operasi, bisa Windows, Linux, Mac OS, maupun Solaris : Apache HTTP Server : MySQL Database Server : PHP Scripting

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Mentoring Mentoring merupakan kegiatan ekstrakurikuler terstruktur yang wajib diikuti seluruh mahasiswa baru mulai angkatan tahun akademik 2004/2005, atau seluruh mahasiswa yang

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN WEB. Agussalim

PEMROGRAMAN WEB. Agussalim PEMROGRAMAN WEB Agussalim Deskripsi Matakuliah Matakuliah ini mengajarkan tentang: Konsep Pemrograman WEB Pemrograman WEB statis dan dinamis HTML (Hyper Text Markup Language) PHP Hypertext preprocessor,

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Komputer berasal dari bahasa inggris, to compute yang artinya menghitung. Jadi,

BAB 2 LANDASAN TEORI. Komputer berasal dari bahasa inggris, to compute yang artinya menghitung. Jadi, BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Komputer berasal dari bahasa inggris, to compute yang artinya menghitung. Jadi, komputer dapat diartikan sebagai alat untuk menghitung. Itulah pada mulanya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan pada saat ini, maka turut berkembang pula teknologi yang digunakan. Dalam kesehariannya, manusia selalu membutuhkan teknologi

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) FASILITAS UMUM KOTA MOJOKERTO BERBASIS WEB

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) FASILITAS UMUM KOTA MOJOKERTO BERBASIS WEB SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) FASILITAS UMUM KOTA MOJOKERTO BERBASIS WEB Arifin 1, Arna Fariza, S.Kom, M.Kom 2, Ahmad Syauqi Ahsan, S.Kom 2 1 Mahasiswa, 2 Dosen Pembimbing Jurusan Teknik Informatika

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. internet yang sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman,

BAB I PENDAHULUAN. internet yang sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan aplikasi web saat ini begitu pesat terutama sejak munculnya teknologi internet yang sangat membantu dalam kemudahan serta kecepatan pengiriman,

Lebih terperinci

3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI

3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI TEORI 3 BAB III LANDASAN LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dijelaskan mengenai teori dasar yang akan digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam membangun aplikasi. 3.1 Lelang Menurut Kamus Besar Bahasa

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komputer saat ini berkembang

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komputer saat ini berkembang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan teknologi komputer saat ini berkembang dengan sangat pesat. Kebutuhan akan itu pun semakin diminati oleh semua kalangan masyarakat,

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB MENGENAI PENYEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN, PERUMAHAN, DAN RUMAH SAKIT DI KOTA BEKASI. Fie Jannatin Aliyah

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB MENGENAI PENYEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN, PERUMAHAN, DAN RUMAH SAKIT DI KOTA BEKASI. Fie Jannatin Aliyah SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB MENGENAI PENYEBARAN FASILITAS PENDIDIKAN, PERUMAHAN, DAN RUMAH SAKIT DI KOTA BEKASI Fie Jannatin Aliyah Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas

Lebih terperinci

Bab 2 Tinjuan Pustaka 2.1 Penelitian Sebelumnya

Bab 2 Tinjuan Pustaka 2.1 Penelitian Sebelumnya 5 Bab 2 Tinjuan Pustaka 2.1 Penelitian Sebelumnya Penerapan virtual map berbasis web cukup banyak digunakan. Dalam penelitian yang berjudul Pembuatan Peta 3 Dimensi Kampus ITS, menyatakan bahwa peta merupakan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Tugas Akhir Tugas Akhir merupakan satu kurikulum wajib yang dilaksanakan oleh setiap mahasiswa pada Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

WebGIS-PT Website Geographic Information System - Pariwisata Terpadu 1

WebGIS-PT Website Geographic Information System - Pariwisata Terpadu 1 WebGIS-PT Website Geographic Information System - Pariwisata Terpadu 1 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 2 BAB 1 PENDAHULUAN... 4 1.1 Latar Belakang... 4 1.2 Landasan Hukum... 5 1.3 Maksud Dan Tujuan... 6 1.4 Rumusan

Lebih terperinci

Materi 1 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya [email protected]

Materi 1 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya nizar.radliya@yahoo.com Materi 1 Komputer Aplikasi IT (KAIT) 2 SKS Semester 1 S1 Sistem Informasi UNIKOM 2014 Nizar Rabbi Radliya [email protected] Nama Mahasiswa NIM Kelas Memahami cakupan materi dan sistem perkuliahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Semakin berkembang cepatnya kemajuan IPTEK di era globalisasi seperti

BAB I PENDAHULUAN. Semakin berkembang cepatnya kemajuan IPTEK di era globalisasi seperti BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semakin berkembang cepatnya kemajuan IPTEK di era globalisasi seperti sekarang ini telah meningkatkan kebutuhan masyarakat akan teknologi yang sekaligus telah mengubah

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN TEORI BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1. Pengenalan HTML 2.1.1. Pendahuluan HTML Hypertext Markup Language merupakan kepanjangan dari kata HTML. Adalah script dimana kita bisa menampilkan informasi dan daya kreasi kita

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Informasi Sistem informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen - komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan

Lebih terperinci