BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah
|
|
|
- Yuliani Gunawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Sebuah perusahaan dagang tidak terlepas dari permasalahan berkaitan dengan asset perusahaan terutama dalam persediaan. Permasalahan tidak hanya terjadi karena banyaknya kesalahan manusia dalam pencatatan transaksi, tetapi kesulitan yang ditimbulkan oleh manajemen sistem persediaan yang tidak tepat. Manajemen persediaan barang dalam gudang tidaklah mudah jika dilakukan secara manual. Selain banyaknya proses keluar masuk barang, permasalahan juga ditimbulkan oleh proses pencarian barang yang harus dimasukan dan dikeluarkan dari bagian gudang yang tidak sesuai dengan pencatatan data administrasi gudang. Sehingga menghambat pemrosesan distribusi stok barang. Merujuk dari permasalahan diatas, Perusahaan PT. PRINGSEWU CEMERLANG sebagai perusahaan dibidang bisnis penyedia bahan baku restoran, memiliki beberapa permasalahan khususnya dalam pengendalian persediaan gudang, yaitu pada kualitas perangkat lunak dalam memproses data sebagai penyedia sistem informasi akuntansi yang tidak relevan dengan sistem operasional perusahaan dan hasil pencatatan jumlah persediaan dari stok gudang yang tidak sesuai dengan pencatatan gudang, sehingga menghambat pencatatan barang di beberapa departemen dan berpengaruh pada pengendalian persediaan digudang. Pembuatan laporan stok secara manual yang tidak akurat dapat menghambat operasional kinerja sistem khususnya dalam pengiriman barang. Disamping itu pemesanan stok habis yang tidak sesuai dengan pengiriman barang yang diterima, dapat menimbulkan masalah operasional ketersediaan barang, sehingga perlu adanya sistem persediaan sehingga manajemen pengiriman barang dapat menjadi lancar. Sistem persediaan ini diadakan apabila keuntungan yang diharapkan dari persediaan tersebut terjamin kelancaranya. Dengan demikian perlu diusahakan keutungan yang diperoleh lebih besar dari biaya-biaya yang ditimbulkanya (Freddy Rangkuti 2002:1) 1
2 2 Perusahaan PT. PRINGSEWU CEMERLANG merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penyedia bahan baku makanan dan minuman memiliki lebih dari 800 jenis barang, yang dapat dikelompokan dalam beberapa kode persediaan, berdasarkan bahan, warna, kualitas dan jenis serta harga yang dikelompokan dalam beberapa departemen yang memiliki fungsi masing-masing. Aktivitas dalam pengendalian persediaan dan prooduksi akan menjadi rumit, ketika permasalahan sering terjadi, misal terdapat perbedaan jumlah persediaan awal dengan persediaan akhir dimana sering terjadi selisih stok. Ditinjau dari permasalahan diatas, untuk dapat melakukan aktivitas pengendalian persediaan yang baik, cepat, dan akurat maka perlu dibutuhkan sebuah sistem yang memadai dengan melakukan pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan fungsi manajerial. Fungsi manjerial tersebut dengan menggunakan sistem persediaan (inventory) ditujukan untuk mengantisipasi kebutuhan permintaan. Permintaan ini meliputi, persediaan bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi atau produk jadi (Freddy Rangkuti 2002:3) salah satunya dengan pemanfaatan penyediaan sistem informasi berbasis komputer yang diharapkan dapat menyediakan sumber informasi yang terperinci berkaitan dengan penghitungan jumlah standart normal stok, dan dapat mengetahui kapan waktu pemesanan kembali. Informasi dihasilkan oleh sistem yang disebut dengan sistem informasi. Sistem informasi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi (Bodnard dan Hopwood 2000:23). Pengertian tersebut mengandung arti bahwa sistem informasi adalah bagaimana data diolah menjadi informasi dan informasi digunakan oleh pemakainya. Pengolahan data dapat dilakukan, baik secara manual maupun menggunakan komputer. Dewasa ini banyak pemrosesan manual mulai digantikan dengan pemrosesan yang terkomputerisasi. Beberapa perusahaan tampaknya sudah menggunakan komputer dalam memproses datanya, namun penggunaannya masih sangat terbatas. Penggunaan komputer akan sangat membantu dalam penyediaan informasi persediaan, apalagi kalau sudah didukung oleh sistem jaringan yang langsung secara (online).
3 3 Dalam menerapkan pengendalian persediaan, dibutuhkan suatu strategi pengembangan perusahaan yang efisien dan efektif, efisien dalam memanfaatkan sumber yang ada, dan efektif atau tepat guna dapat menyajikan informasi secara lengkap yaitu dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dengan pemanfaatan teknologi informasi perusahaan dapat dengan mudah memperoleh informasi berkaitan dengan manajemen stok persediaan khususnya dalam pengolahan stok barang persediaan. Strategi perusahaan tersebut merupakan salah satu bagian sistem yang diterapkan dalam kegiatan bisnis perusahaan. Dalam ruang lingkup kegiatan ekonomi, sistem tersebut dikenal sebagai sistem informasi akuntansi atau disingkat dengan SIA. Disamping strategi perusahaan diatas merupakan beberapa komponen sistem informasi akuntansi yang memiliki peran penting dalam menjalankan kegiatan bisnis adalah prosedur. Prosedur merupakan perwujudan urutan pekerjaan dalam mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi, dalam bentuk fisik misalnya, bukti transaksi berupa nota. Gudang merupakan salah satu organisasi perusahaan yang memiliki tugas menerima, menyimpan, memproses dan mengeluarkan asset perusahaan berupa stok dalam bentuk fisik kemudian melakukan pencatatan bukti transaksi sesuai dengan prosedur dan kebijakan yang dikeluarkan perusahaan. Dilihat dari hal tersebut terdapat keterkaitan yang mendasar antara gudang dan sistem informasi akuntansi adalah bagaimana gudang sebagai salah satu organisasi perusahaan yang menyediakan informasi persediaan masuk, informasi persediaan keluar, maupun mutasi persediaan masuk dan mutasi persediaan keluar, sehingga perusahaan pengatur aktivitas mampu melaksanakan pengendalian dan pengawasan persediaan. Dari penjelasan tersebut, penerapan nyata strategi yang dilakukan oleh perusahaan, dalam rangka mempermudah aktivitas atau kegiatan organisasi perusahaan adalah mempergunakan pemanfaatan teknologi informasi dalam bentuk informasi data pencatatan bukti transaksi fisik kemudian diproses sampai menghasilkan laporan, dibagian gudang kumpulan bukti transaksi tersebut dikenal sebagai laporan persediaan gudang atau kartu stok.
4 4 Kartu stok berisi kumpulan bukti transaksi pembelian, penjualan, mutasi masuk, mutasi keluar, retur pembelian, retur penjualan, dan stok opname yang dikelompokan berdasarkan waktu pertanggal, perbulan maupun perperiode selanjutnya dari hasil stok akhir akan dirangkum menjadi satu kesatuan yang dikenal sebagai laporan persediaan dikelompokan berdasarkan jenis barang. Untuk mencapai tujuan perusahaan akan pentingnya pengendalian persediaan, maka gudang sebagai salah satu organisasi perusahaan melaksanakan identifikasi persediaan dengan metode pemberian index atau kode pada setiap jenis persediaan dimana pemberian kode tersebut berdasarkan atas jenis, bahan, ukuran, harga, supplier, maupun varian. Pemberian kode persediaan tersebut merupakan salah satu strategi pemanfaatan sistem informasi akuntansi. Disamping pemberian kode, administrasi gudang melakukan aktivitas pencatatan transaksi pembelian, retur pembelian, stok opname dan mutasi keluar masuk persediaan, kemudian membuat pelaporan stok akhir dimana hasil dari pelaporan tersebut digunakan sebagai dasar pembuatan pelaporan akuntansi yang diserahkan kepada departemen keuangan untuk diproses lebih lanjut. Dalam rangka untuk menjaga aset perusahaan termasuk pengawasan data organisasi, bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan dan mengacu pada efisiensi dan efektifitas operasional perusahaan, maka perlu adanya pencatatan transaksi dengan menggunakan media teknologi informasi melalui pemanfaatan perangkat lunak dimana data yang dimasukan didasarkan atas bukti transaksi fisik. Demi menjamin kelancaran operasional kerja di perusahaan tidak hanya faktor pendukung media informasi teknologi melainkan perlu adanya peran serta manajemen sumber daya manusia yang mendukung, tanpa didukung manajemen sumber daya manusia yang menjalankan media perangkat lunak tidak dapat berfungsi secara optimal. Merujuk dari studi kasus diatas dan pernyataan yang sudah dijelaskan maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai PENGENDALIAN PERSEDIAAN GUDANG DITINJAU DARI KUALITAS PERANGKAT LUNAK DAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERUSAHAAN PT. PRINGSEWU CEMERLANG PURWOKERTO.
5 5 Gambaran secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jawaban secara ilmiah tentang permasalahan pengendalian persediaan dan sebagai penguji kinerja karyawan gudang menjalankan fungsinya. Sebagai fasilitator, penulis menggunakan media perangkat lunak berbasis database yang disebut sebagai aplikasi gudang dan restoran (inventory application) yang diciptakan dan dikembangkan oleh penulis, dan telah teruji di beberapa departemen perusahaan di purwokerto. B. Pembatasan Masalah Dari masalah yang komplek diatas peneliti membatasi masalah agar permasalahan yang dianalisa dapat terarah, sesuai sasaran dan tujuan yang diharapkan. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Proses kinerja perangkat lunak dalam memproses bukti transaksi sebagai media sistem informasi akunatansi yang terdiri dari proses pencatatan transaksi pembelian, pembuatan bukti transaksi mutasi baik masuk maupun keluar, pembuatan bukti transaksi stok opname sampai dengan pelaporan stok. 2. Penelitian dilaksanakan kepada karyawan gudang yang berkaitan dengan aktivitas administrasi gudang PT. PRINGSEWU CEMERLANG PURWOKERTO. 3. Objek penelitian adalah pencatatan persediaan stok masuk dan stok keluar serta stok opname yang berada di gudang dimana data yang diambil berdasar atas periode waktu, dengan menggunakan perangkat lunak. C. Perumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah diatas, maka dapat disampaikan perumusan masalah penelitian sebagai berikut: 1. Apakah ada pengaruh kualitas perangkat lunak terhadap pengendalian persediaan? 2. Apakah ada pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap pengendalian persediaan? 3. Apakah ada pengaruh kualitas perangkat lunak dan kualitas sumber daya manusia terhadap pengendalian persediaan?
6 6 D. Tujuan Penelitian Dalam melaksanakan penelitian tujuan sangat penting, karena dengan tujuan tersebut dapat.dijadikan tolak ukur dalam menilai keberhasilan penelitian yang dilaksanakan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas perangkat lunak terhadap pengendalian persediaan. 2. Untuk mengetahui pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap pengendalian persediaan. 3. Untuk mengetahui pengaruh kualitas perangkat lunak dan kualitas sumber daya manusia terhadap pengendalian persediaan. E. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Bagi perusahaan a. Dapat mengendalikan jumlah persediaan secara berkala khususnya mengatur persediaan fisik pada tingkat paling rendah agar sesuai dengan data yang tersimpan. b. Dapat memberikan informasi penting yang kemudian dapat digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan. 2. Bagi peneliti a. Mengevaluasi kinerja karyawan gudang dalam mempergunakan media perangkat lunak. b. Sebagai bahan acuan bagi para peneliti selanjutnya dapat digunakan untuk penelitian secara insentif dan mendalam sehingga dapat menciptakan sebuah sistem baru yang lebih tepat sasaran. c. Sebagai media pembanding, penguji dan evaluasi perangkat lunak yang sudah ada, sehingga dapat digunakan sebagai acuan atau referensi riset rekayasa perangkat lunak berikutnya.
7 7 3. Bagi mahasiswa a. Sebagai referensi mata kuliah Dasar Akuntansi I dan Auditing tentang pencatatan transaksi yang terjadi di perusahaan. b. Sebagai media informasi yang kemudian diharapkan dapat digunakan oleh mahasiswa. 4. Bagi pelaku bisnis a. Dapat mempermudah dalam pencatatan transaksi yang efisien, tepat guna dan akurat. Sehingga dapat membantu para pelaku bisnis dalam menjalankan aktivitas bisnis khususnya dalam pengendalian persediaan. b. Sebagai penunjang pelaku bisnis untuk lebih maju kedepan mengoptimalkan sistem pengendalian persediaann dalam sub organisasi perusahaan khususnya EDP(Eletronic Data Processing) yang berfungsi sebagai pencatat data elektronik.
8 A. Tinjauan Pustaka 1. Pengendalian Persediaan BAB II LANDASAN TEORI a. Definisi dan Fungsi Persediaan Definisi Persediaan menurut Rangkuti(2007:2) persediaan adalah bahan-bahan, bagian yang disediakan, dan bahanbahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta barang-barang jadi atau produk yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari konsumen atau pelanggan setiap waktu Dari pengertian diatas definisi persediaan menurut Rangkuti(2004:14), dapat dikelompokan dalam beberapa karakteristik antara lain: 1) Berdasarkan fungsinya, persediaan memiliki fungsi antara lain: a) Fungsi Lot Size (Economic Lot Size) Persediaan lot size ini perlu mempertimbangkan penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit menjadi lebih murah dan sebagainya. Hal ini disebabkan perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar dibandingkan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, resiko, dan sebagainya). b) Fungsi (Decoupling) Persediaan adalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa tergantung pada supplier. c) Fungsi Antisipasi (Anticipation Stock) Apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramal berdasar pengalaman atau datadata masa lalu, yaitu permintaan musiman. Dalam hal ini perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman (seasonal inventories). Disamping itu, perusahaan juga sering menghadapi 8
ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN BARANG DAGANG DALAM KELANCARAN PENDISTRIBUSIAN PADA PT. INDACO WARNA DUNIA SURABAYA
102 ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN BARANG DAGANG DALAM KELANCARAN PENDISTRIBUSIAN PADA PT. INDACO WARNA DUNIA SURABAYA Putri Nur Amalia, Tri Lestari, Siti Rosyafah Progam Studi Akuntansi
BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Sistem Akuntansi dan Sistem Informasi Akuntansi. keuangan yang berfungsi sebagai media control bagi manajemen villa untuk
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Sistem Akuntansi dan Sistem Informasi Akuntansi Sistem Akuntansi Villa adalah kumpulan formulir, catatan, dan prosedur yang digunakan sedemikian rupa untuk menyediakan dan mengelola
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Persediaan 2.1.1 Pengertian Persediaan Masalah umum pada suatu model persediaan bersumber dari kejadian yang dihadapi setiap saat dibidang usaha, baik dagang ataupun industri.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dunia pada masa sekarang sedang dihadapkan dengan era globalisasi yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia pada masa sekarang sedang dihadapkan dengan era globalisasi yang semakin cepat perkembangannya, salah satunya adalah perkembangan perusahaan yang semakin
BAB I PENDAHULUAN. baik dan canggih. Teknologi yang dibutuhkan bukan saja berupa perangkat keras
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi dan informasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam perkembangannya. Untuk mengelola informasi dibutuhkan teknologi yang baik dan canggih.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan bisnis yang semakin ketat saat ini mengakibatkan setiap perusahaan membutuhkan sistem informasi dalam perkembangan usahanya serta untuk mencapai
BAB II LANDASAN TEORI
6 BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Akuntansi Menurut (Jerry J.Weygandt 2007:5) pengertian akuntansi adalah : Suatu sistem informasi yang mengidentifikasikan, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa
BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini kebutuhan akan sebuah komputerisasi. sangatlah penting bagi tiap - tiap perusahaan agar mereka dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini kebutuhan akan sebuah komputerisasi sangatlah penting bagi tiap - tiap perusahaan agar mereka dapat bersaing dalam era globalisasi sekarang ini.
BAB II LANDASAN TEORI. Menurut jogiyanto (2000:1)
9 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Pengertian suatu sistem tentu mempunyai beberapa persyaratan umum, persyaratan umum tersebut adalah bahwa sistem harus mempunyai unsur lingkungan, interaksi
1. Profil Sistem Grenda Bakery Lianli merupakan salah satu jenis UMKM yang bergerak di bidang agribisnis, yang kegiatan utamanya adalah memproduksi
1. Profil Sistem Grenda Bakery Lianli merupakan salah satu jenis UMKM yang bergerak di bidang agribisnis, yang kegiatan utamanya adalah memproduksi roti dan bermacam jenis kue basah. Bahan baku utama yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu, atau persediaan barang-barang yang masi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Persediaan 2.1.1 Pengertian Persediaan Setiap perusahaan, apakah perusahaan itu perusahaan jasa ataupun perusahaan manufaktur, selalu memerlukan persediaan. Tanpa adanya persediaan,
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Persediaan Persediaan dapat diartikan sebagai aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode tertentu, atau persediaan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Universitas Sumatera Utara
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pentingnya Persediaan Bagi Perusahaan Suatu perusahaan akan selalu mempunyai persediaan, baik persediaan berupa persediaan bahan baku, persediaan barang setengah jadi ataupun persediaan
BAB I PENDAHULUAN. Restoran Bandung Indah Golf merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Restoran Bandung Indah Golf merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki oleh Bandung Indah Golf and Country Club. Restoran tersebut cukup memberikan kontribusi
BAB I PENDAHULUAN. demi tercapainya tujuan utama perusahaan. data-data akuntansi yang semula menggunakan cara-cara manual menjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berkembang pesatnya usaha bisnis di Indonesia pada khususnya di pulau Jawa mendorong perusahaan menengah untuk berkembang mengikuti kemajuan teknologi informasi
BAB II LANDASAN TEORI
7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Fungsi Persediaan 2.1.1 Pengertian Persediaan Pengertian persediaan menurut Handoko (1996) adalah suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumberdaya-sumberdaya
BAB II BAHAN RUJUKAN. Setiap perusahaan, baik itu perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur,
BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Persediaan Setiap perusahaan, baik itu perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur, selalu memerlukan persediaan, tanpa adanya persediaan, para pengusaha akan dihadapkan pada
BAB III TINJAUAN TEORI DAN PRAKTIK PROSEDUR PENGADAAN RANGKAIAN SAMBUNG BARU PADA PDAM TIRTA MOEDAL KOTA SEMARANG
BAB III TINJAUAN TEORI DAN PRAKTIK PROSEDUR PENGADAAN RANGKAIAN SAMBUNG BARU PADA PDAM TIRTA MOEDAL KOTA SEMARANG 3.1 Tinjauan Teori 3.1.1 Pengertian Prosedur Prosedur menurut Mulyadi (2001:5) adalah suatu
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN. 3.1 Gambaran Umum dan Struktur Organisasi Perusahaan
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Gambaran Umum dan Struktur Organisasi Perusahaan PD. Harapan Baru adalah sebuah perusahaan yang dijalankan dengan proses utamanya ialah membeli dan menjual barang elektronik.
BAB II ECONOMIC ORDER QUANTITY
BAB II ECONOMIC ORDER QUANTITY II. 1. Persediaan II. 1. 1. Pengertian Persediaan Setiap perusahaan baik perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur selalu berusaha untuk mengadakan persediaan.
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Data dan Informasi Data merupakan fakta atau bagian dari fakta yang digambarkan dengan simbol-simbol, gambar-gambar, nilai-nilai, uraian karakter yang mempunyai arti pada suatu
BAB I PENDAHULUAN. (Hardware) dan juga berupa perangkat lunak (Software), tetapi mempunyai nilai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teknologi dan informasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam perkembangannya. Untuk mengelola informasi dibutuhkan teknologi yang baik dan canggih.
BAB II TINJAUAN TEORETIS
BAB II TINJAUAN TEORETIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Sistem informasi akuntansi persediaan merupakan sebuah sistem yang memelihara catatan persediaan dan memberitahu
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan perancangan sistem informasi akuntansi persediaan pada PT. Javan Indonesia dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis memberikan kesimpulan
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan suatu perusahaan yang handal. Dan ketidak lancaran. pengelolaan suatu informasi dapat mengakibatkan kekacauan dalam
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam era globalisasi dengan tingkat perkembangan yang semakin maju dan modern, kebutuhan akan teknologi informasi sekarang ini memang menjadi salah satu faktor yang
BAB I PENDAHULUAN. ini sangat ketat. Munculnya distributor - distributor ini didukung oleh adanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Persaingan sistem penjualan dan pembelian parfum di Indonesia saat ini sangat ketat. Munculnya distributor - distributor ini didukung oleh adanya modal
BAB IV PEMBAHASAN. bersumber dari beberapa pemasok yang mempunyai merk berbeda. mengenai latar belakang perusahaan dan mengumpulkan informasi yang
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Survey Pendahuluan PT. Anugerah Indah Makmur adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi makanan dan minuman ringan. Persediaan yang diperoleh perusahaan bersumber dari
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dengan berjalannya waktu, Teknologi Informasi (TI) yang telah berproses
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan berjalannya waktu, Teknologi Informasi (TI) yang telah berproses sekarang ini telah memudahkan segala aktifitas bisnis. Karena teknologi berkaitan langsung dengan
Pengendalian Persediaan Bahan Baku untuk Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan
Petunjuk Sitasi: Fatimah, Syukriah, & Nurul, A. (2017). Pengendalian Persediaan Bahan Baku untuk Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan. Prosiding SNTI dan SATELIT 2017 (pp. H137-142). Malang: Jurusan
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pengendalian Persediaan Setiap perusahaan, apakah itu perusahaan dagang, pabrik, serta jasa selalu mengadakan persediaan, karena itu persediaan sangat penting. Tanpa adanya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karena selama ini di Apotek RSI Cabang Pandaan masih tergolong baru dan masih dalam tahap pengembangan, maka
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karena selama ini di Apotek RSI Cabang Pandaan masih tergolong baru dan masih dalam tahap pengembangan, maka penulis ingin memberikan rekomendasi dari hasil analisis
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Persediaan 2.1.1 Pengertian Persediaan Pada setiap perusahaan, baik perusahaan kecil, perusahaan menengah maupun perusahaan besar, persediaan sangat penting bagi kelangsungan
A. Prosedur Pemesanan dan
L1 Kuesioner Evaluasi Pengendalian Internal atas Persediaan dan Fungsi Penjualan PT. Tunas Dunia Kertasindo A. Prosedur Pemesanan dan Pembelian Persediaan Barang NO. PERTANYAAN YA TIDAK KETERANGAN 1. Apakah
KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1 Manajemen Persediaan Manajemen persediaan adalah menentukan keseimbangan antara investasi persediaan dengan pelayanan pelanggan (Heizer dan
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA WAROENG JEANS CABANG P. ANTASARI SAMARINDA
ejournal Administrasi Bisnis, 2018, 6 (1): 15-27 ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id Copyright 2018 ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAIN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Seiring berkembangnya jaman, persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat. Adanya persaingan ini menuntut perusahaan untuk melakukan berbagai upaya agar bertahan
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap laba yang diperoleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masalah produksi merupakan masalah yang sangat penting bagi perusahaan karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap laba yang diperoleh perusahaan. Apabila
BAB I PENDAHULUAN. memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Penerapan teknologi informasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang, banyak perusahaan mengalami perkembangan dalam dunia bisnisnya dan berusaha untuk meningkatkan kinerjanya dengan memanfaatkan kecanggihan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di zaman yang semakin maju ini banyak perusahaan yang ingin mengembangkan usahanya agar tidak kalah dalam persaingan yang semakin ketat. Untuk itu perusahaan
ANALISA DAN RANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN OBAT : STUDI KASUS PUSKESMAS KECAMATAN KEBON JERUK
ANALISA DAN RANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN OBAT : STUDI KASUS PUSKESMAS KECAMATAN KEBON JERUK Rusdah Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur [email protected] Abstrak Pertambahan
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan produksi akan memerlukan persediaan bahan baku. Dengan tersedianya persediaan bahan baku maka diharapkan perusahaan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Berkembang pesatnya usaha bisnis di Indonesia pada khususnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Berkembang pesatnya usaha bisnis di Indonesia pada khususnya di pulau Jawa mendorong perusahaan menengah untuk berkembang mengikuti kemajuan teknologi informasi
Bab 2 LANDASAN TEORI
Bab 2 LANDASAN TEORI 1.8 Persediaan 2.1.1 Definisi dan Fungsi Persediaan Masalah umum pada suatu model persediaan bersumber dari kejadian yang dihadapi tiap saat di bidang usaha, baik dagang ataupun industri.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. persediaan (inventory) merupakan barang yang disimpan untuk digunakan atau
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian dan Arti Penting Persediaan 1. Pengertian Persediaan persediaan (inventory) merupakan barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada periode mendatang. Persediaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi ini dunia usaha mengalami perkembangan yang cukup pesat, memberikan peluang bisnis tersendiri bagi para pelaku bisnis. Peranan informasi
BAB I PENDAHULUAN. berwarna. (Iskandar Alisyahbana, 1980). Kemajuan teknologi yang semakin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi mulai dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu meskipun istilah teknologi sendiri belum diketahui, hal ini dikarenakan adanya dorongan untuk hidup yang
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada PT. PIKIRAN RAKYAT serta pembahasan yang telah dikemukakan pada bahasan bab sebelumnya, penulis menarik
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Secara umum akuntansi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Kemajuan suatu perusahaan dapat dilihat dari proses akuntansi perusahaan
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka Pada kajian pustaka akan dibahas mengenai teori-teori yang berhubungan dengan masalah yang penulis angkat yaitu tentang anggaran
Manajemen Persediaan (Inventory Management)
Manajemen Persediaan (Inventory Management) 1 A. PERSEDIAAN (INVENTORY) Persediaan adalah bahan/barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu misalnya untuk proses produksi atau
II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Ristono (2009) persediaan adalah barang-barang yang disimpan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Persediaan Menurut Ristono (2009) persediaan adalah barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akan datang. Persediaan terdiri dari persediaan
BAB IV HASIL DAN ANALISIS
BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1 Investigasi Awal 4.1.1. Informasi dan Data 4.1.1.1 Input Sistem kerja yang ada dan berjalan sebelumnya dilakukan secara manual. Manual dalam hal ini adalah masih menggunakan
BAB II. LANDASAN TEORI
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... ii HALAMAN MOTTO... iii HALAMAN PERSEMBAHAN... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR GAMBAR... xi Halaman BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL
BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL Pada bab ini membahas tentang analisis dan interpretasi hasil perancangan dalam penelitian yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Tujuan bab ini adalah memberikan
BAB II LANDASAN TEORI. Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Sistem Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Inventory merupakan salah satu hal yang penting dalam berjalannya proses produksi. Pengendalian inventory merupakan salah satu cara dalam mengendalikan proses produksi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jauh sebelum komputer ditemukan, teknik penyimpanan suatu data atau arsip masih menggunakan teknik teknik penyimpanan yang kuno yaitu masih tergantung pada
BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT NORITA MULTIPLASTINDO
BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT NORITA MULTIPLASTINDO IV.1 Perencanaan Audit Operasional Audit operasional merupakan suatu proses sistematis yang mencakup serangkaian
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. PT. Toyota Astra Motor Surabaya merupakan perusahaan yang bergerak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT. Toyota Astra Motor Surabaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan mobil dan menerima permintaan servis dari konsumen. Hampir semua sistem
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Untuk skripsi ini, penulis memilih PD. Anak Dunia yang beralamat di Jalan Raya Weleri 103, Weleri, Kendal, Jawa Tengah sebagai objek di dalam penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN. banyak dimanfatkan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Banyak sekali perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini kemajuan teknologi berkembang sangat pesat. Kemajuan teknologi banyak dimanfatkan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Banyak sekali perusahaan memanfaatkan
MANAJEMEN PERSEDIAAN
MANAJEMEN PERSEDIAAN PERSEDIAAN: BAHAN / BARANG YG DISIMPAN & AKAN DIGUNAKAN UTK MEMENUHI TUJUAN TERTENTU MISAL UTK PROSES PRODUKSI / PERAKITAN, UNTUK DIJUAL KEMBALI & UTK SUKU CADANG DR SUATU PERALATAN
BAB I PENDAHULUAN. berakibat bahwa di suatu perusahaan yang barang penjualannya lengkap maka
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan yang bekembang akan selalu berusaha ke arah penambahan barang, guna melengkapi kebutuhan barang yang muncul tiap tahun. Hal ini akan berakibat bahwa
BAB 1 PENDAHULUAN. atau di simpan di dalam gudang. Jika jumlah inventori terlalu sedikit dan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Inventori merupakan permasalahan operasional yang sering dihadapi oleh Kementerian Perindustrian. Inventori bisa berupa jumlah barang yang dimasukkan atau di simpan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi penggunaan teknologi informasi sangat berguna untuk perusahaan, yang digunakan untuk mempercepat dan mempermudah setiap kegiatan yang dilakukan.
BAB I PENDAHULUAN. untuk selalu berpikir bagaimana cara yang cepat dan tepat dalam menciptakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Dengan semakin maju dan berkembangnya teknologi, manusia dituntut untuk selalu berpikir bagaimana cara yang cepat dan tepat dalam menciptakan suatu sarana
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi sistem informasi sekarang ini sangat pesat, hampir semua kegiatan menggunakan sistem informasi sebagai penunjang kegiatannya, salah satunya adalah
BAB I PENDAHULUAN. Pada PT. Holland yang bergerak dalam bidang produksi serta penjualan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada PT. Holland yang bergerak dalam bidang produksi serta penjualan Martabak dan Terang Bulan. Bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi setiap harinya banyak
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan kondisi tersebut, perusahaan memberlakukan sistem persediaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, kondisi persaingan yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan konsumen terhadap
BAB 1 PENDAHULUAN. Perusahaan membutuhkan sistem informasi yang handal dan reliable untuk
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan membutuhkan sistem informasi yang handal dan reliable untuk menyediakan sumber daya informasi yang akurat, relevan, tepat waktu dan up to date. Sistem
BAB 5 PENUTUP. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan : 1. Tahapan Kepemilikan Toko Besi Pintanto Hadi
BAB 5 PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis dapat disimpulkan : 1. Tahapan Kepemilikan Toko Besi Pintanto Hadi Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa Tahap kepemilikan
BAB II LANDASAN TEORI. yang menggunakan informasi tersebut. Definisi ini mengandung dua pengertian,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Akuntansi Menurut Soemarso (2002:3), pengertian akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur, dan malaporkan informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan
BAB I PENDAHULUAN. produksi per bulan mencapai 200 pcs untuk semua jenis produk.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Suatu perusahaan atau organisasi menyimpan persediaan untuk berbagai tujuan. Tujuan utama dari pengendalian persediaan adalah untuk menjaga tingkat persediaan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Persediaan pada Supply Chain Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi atau perakitan,
BAB I PENDAHULUAN. dalam melaksanakan proses industrialisasi negaranya. (Idris, 2007) pikir atas proses bisnis dan alur pekerjaan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Era globalisasi ekonomi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi, berdampak sangat ketatnya persaingan dan cepatnya terjadi perubahan lingkungan usaha.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum CV. AWAM ELEKTRONIK. CV. AWAM ELEKTRONIK yang terletak di Jl Raya Babad 230,
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum CV. AWAM ELEKTRONIK CV. AWAM ELEKTRONIK yang terletak di Jl Raya Babad 230, Lamongan adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan barang elektronik.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Uji Kenormalan Lilliefors Perumusan ilmu statistik juga berguna dalam pengendalian persediaan untuk menentukan pola distribusi.pola distribusi tersebut dapat diketahui dengan melakukan
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Setiap perusahaan mempunyai perencanaan yang ditetapkan bersama. Suatu
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pengendalian Setiap perusahaan mempunyai perencanaan yang ditetapkan bersama. Suatu pengendalian diperlukan supaya dapat mengontrol
Lampiran 1 PROSEDUR AKTIVITAS PERSEDIAAN BARANG MASUK. PT. SUMBER REJEKI Jalan Gembong Sekolahan No.14 Surabaya STANDARD OPERATING PROCEDURE
Lampiran 1 PROSEDUR AKTIVITAS PERSEDIAAN BARANG MASUK PT. SUMBER REJEKI Jalan Gembong Sekolahan No.14 Surabaya STANDARD OPERATING PROCEDURE PROSEDUR AKTIVITAS PERSEDIAAN BARANG MASUK 1. TUJUAN Tujuan dari
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Persediaan Persediaan dalam perusahaan mempunyai kedudukan yang sangat penting baik dalam jumlah maupun dalam peranannya. Jumlah (nilai) persediaan pada umumnya relatif
BAB I PENDAHULUAN. Pada masa sekarang ini, hampir semua perusahaan sangat membutuhkan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada masa sekarang ini, hampir semua perusahaan sangat membutuhkan sistem informasi. Informasi merupakan sumber daya bagi organisasi yang mana informasi dikatakan
BAB I PENDAHULUAN. Sistem informasi merupakan aransemen dari orang, data, proses yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sistem informasi merupakan aransemen dari orang, data, proses yang berinteraksi untuk mendukung dan memperbaiki beberapa pekerjaan sehari hari dalam suatu bisnis,
