Aplikasi Transformasi Base 64 pada Kriptografi
|
|
|
- Hadi Indradjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Aplikasi Transformasi Base 64 pada Kriptografi Yulisdin Mukhlis, Tjahjo Dwinurti, Akeda Bagus Jl. Margonda Raya 100 Pondok Cina, Depok 16424, West Java, Indonesia Ringkasan Keamanan data merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kerahasiaan informasi, terutama yang berisi informasi sensitif yang hanya boleh diketahui isinya oleh pihak tertentu, sehingga perlu dilakukan penyandian data supaya beberapa pihak yang tidak memiliki kewenangan tidak akan dapat membuka informasi yang dikirim. Salah satu cara yang digunakan untuk pengamanan data adalah menggunakan sistem kriptografi yaitu dengan menyediakan isi informasi (plaintext) menjadi isi yang tidak dipahami melalui proses enkripsi (encipher), dan untuk memperoleh kembali informasi yang asli, dilakukan proses deskripsi (decipher), dengan menggunakan kunci yang benar. Cukup banyak algoritma pada kriptografi, salah satunya adalah algoritma Base64. Transformasi base64 digunakan untuk Encoding dan Decoding suatu data ke dalam format ASCII, yang didasarkan pada bilangan dasar 64 atau bisa dikatakan sebagai salah satu metoda yang digunakan untuk melakukan encoding terhadap data biner. Aplikasi ini akan menyajikan implementasi dari proses enkripsi dan dekripsi suatu data baik bersifat text maupun file dengan menggunakan Visual C#. Kata kunci : Algoritma, kriptografi, base64, encoding, decoding Gambar 1: Metode enkripsi dekripsi 1 Pendahuluan Kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan yang bertujuan menjaga kerahasiaan informasi yang terkandung dalam data sehingga informasi tersebut tidak dapat diketahui oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.terdapat dua konsep utama pada kriptografi yaitu enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses dimana informasi / data yang hendak dikirim berupa data jelas (plaintext) diubah menjadi bentuk yang hampir tidak dikenali berupa data random (ciphertext) sebagai informasi awalnya dengan menggunakan algoritma tertentu. Sedangkan dekripsi adalah kebalikan dari enkripsi yaitu mengubah kembali bentuk yang tersamar (ciphertext) tersebut menjadi informasi awal (plaintext). Dasar matematis yang mendasari proses enkripsi dan dekripsi adalah relasi antara dua himpunan yaitu yang berisi elemen teks terang /plaintext dan yang berisi elemen teks sandi/ciphertext. Enkripsi dan dekripsi merupakan fungsi transformasi antara himpunan-himpunan tersebut. Apabila elemenelemen teks terang dinotasikan dengan P, elemenelemen teks sandi dinotasikan dengan C, sedang untuk proses enkripsi dinotasikan dengan E, dekripsi dengan notasi D[6]. Enkripsi : E(P) = C (1) Dekripsi : D(C) = P atau D(E(P)) = P (2) 2 Algoritma Base 64 Transformasi base64 merupakan salah satu algoritma untuk Encoding dan Decoding suatu data ke dalam format ASCII, yang didasarkan pada bilangan dasar 64 atau bisa dikatakan sebagai salah satu metoda yang digunakan untuk melakukan encoding (penyandian) terhadap data binary. Karakter yang dihasilkan pada transformasi Base64 ini terdiri dari A..Z, a..z dan 0..9, serta ditambah dengan dua karakter terakhir yang bersimbol yaitu + dan / serta satu buah karakter sama dengan (=) yang digunakan untuk penyesuaian dan menggenapkan data binary atau pengisi pad. Karakter simbol yang akan dihasilkan akan tergantung dari proses algoritma yang berjalan. Pada transformasi Base 64, digunakan dua buah
2 Gambar 2: Algoritma Encoding tabel, yaitu tabel data encoding dengan 64 radix dan tabel ASCII. Tabel data encoding berfungsi untuk proses pengkorversian dari data biner ke karakter base 64 dan sebaliknya dari karakter base 64 ke data binary. 2.1 Algoritma Base 64 encoding [4] Proses encoding pada transformasi base 64 diilustrasikan seperti pada gambar dibawah : Dari gambar diatas, data input biner (yang merupakan hasil ekstrak dari karakter dengan menggunakan tabel ASCII) dimana satu karakter diwakili 8 bits kemudian kumpulan 8 bits tersebut di ekstrak menjadi kumpulan per 6 bits yang mewakili satu karakter yang disusun membentuk 4 bagian per blok (jadi tersusun beberapa blok dimana satu blok terdapat 24 bit data). Untuk kemungkinan jika terdapat data bit yang tidak mencapai 6 bits setelah proses ekstrak tadi, solusinya adalah dengan menambahkan bit 0 pada bit 6 hingga mencapai 6 bit dan bit 1 sisanya hingga mencapai 24 bit pada blok yang tersisa. Setelah kumpulan bit tersusun menjadi 24 bits dimana setiap blok nya dibagi menjadi 4 bagian, yang terdiri dari susunan-susunan 6 bits, barulah dari setiap bagian 6 bits tersebut data-data binary dapat dikonversikan menjadi karakter encoding base64 berdasarkan tabel data Encoding 64 radix diatas dimana satu bagian 6 bits mewakili satu karakter encoding base Algoritma Base 64 decoding Proses decoding pada transformasi base 64 diilustrasikan seperti pada gambar dibawah : Pada proses dekripsi berdasarkan gambar algortima decoding diatas, terlihat input data berupa data karakter base64 hasil encoding pada proses sebelumnya, pertama-tama dengan menggunakan tabel Da- Gambar 3: Algoritma decoding ta Encoding 64 Radix, data karakter di ubah menjadi binary, dimana satu karakter di wakili oleh 6 bits data yang dikelompokkkan dalam blok yang berisi 24 bits data, setelah semua kumpulan bits data tersusun, kumpulan-kumpulan bits tersebut akan diekstrak menjadi kumpulan 8 bits data, dimana satu blok berisi 24 bits data akan di ekstrak menjadi 3 karakter ASCII 8 bits. Selanjutnya dengan menggunakan tabel ASCII, kumpulan 8 bits data tersebut di ekstrak menjadi karakter plaintext (8 bits data mewakili satu karakter Plaintext). 2.3 Algoritma Program Perancangan program enkripsi dan dekripsi meliputi proses enkripsi dan dekripsi untuk text dan file. 3 Perancangan Program Dalam Source Code dengan Library terdapat dua buah form yang akan dijelaskan, yaitu Form1.cs.pada form pengoperasian enkripsi dekripsi input text dan Form2.cs.pada form pengoperasian enkripsi dekripsi input file. 3.1 Source code form1 cs [7] using System; using System.Collections.Generic; using System.ComponentModel; using System.Data; using System.Drawing; 2
3 using System.Text; using System.Windows.Forms; Gambar 4: Flowchart encoding/decoding Text Base64 Gambar 5: Flowchart encoding/decoding file Base64 Kode-kode diatas merupakan kumpulan kode keyword standar untuk pemograman dalam Visual C#. Kode using System menandakan bahwa program ini membutuhkan sistem yang ada pada Visual C# beserta komponen komponennya. Using System juga berhubungan dengan fungsi pembuatan class. P r i v a t e void button1_click ( o b j e c t sender, EventArgs e ) i f ( t h i s. textbox1. Text == ) MessageBox. Show( PlainText harus d i i s i t e r l e b i h dahulu ) ; return ; byte [] bytes=system. Text. Encoding. ASCII. GetBytes ( t h i s. textbox1. Text ) ; s t r i n g encoding64 = Convert. ToBase64String ( bytes ) ; t h i s. textbox2. Text = encoding64 ; Kode kode diatas, merupakan class yang digunakan untuk memanggil button btnencode ketika button tersebut mengalami action click, Kemudian di dalam class diatas terdapat listing yang diguanakan untuk mengenkripsi suatu data dengan menggunakan fungsi library yang telah disediakan oleh.net Framework 3.0 untuk keperluan encoding decoding base64 transformation cryptography. Pertama-tama diberikan kondisi bahwa akan ada peringatan berupa message box jika textbox1 (tempat user menginput Plaintext) masih kosong. Kemudian hasil input an yang masih berupa karakter String ASCII dikonversikan menjadi binary 8 bits sebelum akhirnya dikonversikan langsung menjadi karakter base64 dengan menggunakan fungsi Library.Net Framework, Convert.ToBase64String(byte[]). Hasil konversi encoding diletakkan pada textbox2. P r i v a t e void button2_click ( o b j e c t sender, EventArgs e ) i f ( t h i s. textbox2. Text == ) MessageBox. Show( Data encoding base 64 harus d i i s i t e r l e b i h dahulu ) ; return ; 3
4 byte [] bytes=convert. FromBase64String ( t h i s. textbox2. Text ) ; s t r i n g p l a i n t e x t= System. Text. Encoding. ASCII. GetString ( bytes ) ; t h i s. textbox3. Text = p l a i n t e x t ; Kode pada class diatas digunakan untuk mengembalikan karakter base64 menjadi plaintext (Decoding). Sama halnya seperti pada proses encode, pertama-tama diberikan kondisi bahwa akan ada peringatan berupa message box jika textbox2 (tempat sumber inputi an Chipertext) masih kosong. Kemudian chipertext berupa karakter base64 langsung di konversikan menjadi kumpulan bitbit data dengan menggunakan fungsi library yang telah disediakan oleh.net Framework 3.0, yaitu Convert.FromBase64String(string base64), kemudian bit-bit data tersebut di konversikan lagi menjadi karakter String ASCII, sebelum akhirnya hasil decoding tersebut diletakkan pada textbox Source Code Form2.cs using System; using System.Collections.Generic; using System.ComponentModel; using System.Data; using System.Drawing; using System.Text; using System.Windows.Forms; using System.IO; Pertama-tama terdapat penggunaan Using.System yang sama dengan form1.cs pada source code with library sebelumnya. Terdapat satu komponen using System yang ditambahkan pada Form ini, yaitu using System.IO. Komponen ini berfungsi sebagai suatu system pada Visual C# yang digunakan untuk pengaksesan data file (misalnya read dan write) pada I/O File (input output file). P r i v a t e void btnencode_click ( o b j e c t sender, EventArgs e ) i f (! s t r i n g. IsNullOrEmpty ( txtout. Text )) FileStream f s = new FileStream ( txtout. Text, FileMode. Open, F i l e A c c e s s. Read ) ; byte [] f i l e b y t e s = new byte [ f s. Length ] ; f s. Read( f i l e b y t e s, 0, Convert. ToInt32 ( f s. Length ) ) ; s t r i n g encodeddata = Convert. ToBase64String ( f i l e b y t e s, Base64FormattingOptios. InsertLineBreaks ) ; txtencoded. Text = encodeddata ; e l s e MessageBox. Show( Silahkan P i l i h F i l e Yang Akan Di proses Pada Menu Browse!!! ) ; return ; Kode kode diatas, merupakan class yang digunakan untuk memanggil button btnencode ketika button tersebut mengalami action click. Pertama-tama dilakukan pengecekan pada textbox txtout.text apakah txtout.text sudah memilki value atau belum, dimana value itu sendiri merupakan alamat dari directory file yang di pilih oleh user. Kondisinya jika txtout.text sudah memilki value, maka program akan melakukan operasi file dengan membuka (open) dan membaca (read) file yang dituju. Jika kondisinya bernilai false atau txtout.text belum memilki value maka program akan mengeluarkan peringatan dalam bentuk message box yang berisi string Silahkan Pilih File Yang Akan Di proses Pada Menu Browse!!!. Setelah file dibuka dan dibaca, program akan mendeklarasikan panjang dari isi File dan melakukan konversi String ASCII menjadi String Base64 dengan library Convert.ToBase64String. Hasil dari konversi itu sendiri akan diletakkan di txtencoded.text. p r i v a t e void btndecode_click ( o b j e c t sender, EventArgs e ) byte [] f i l e b y t e s=convert. FromBase64String ( txtencoded. Text ) ; i f ( F i l e. E x i s t s ( c :\\ t x t O u t F i l e. Txt )) FileStream f s = new FileStream ( c :\\ t x t O u t F i l e. Txt, FileMode. Open, F i l e A c c e s s. ReadWrite, FileShare. None ) ; f s. Write ( f i l e b y t e s, 0, f i l e b y t e s. Length ) ; 4
5 f s. Close ( ) ; e l s e FileStream f s = new FileStream ( c :\\ t x t O u t F i l e. Txt, FileMode. CreateNew, F i l e A c c e s s. Write, FileShare. None ) ; f s. Write ( f i l e b y t e s, 0, f i l e b y t e s. Length ) ; f s. Close ( ) ; Kode pada class diatas digunakan untuk mendeskripsikan kembali isi file yang telah di enkripsi sebelumnya dengan menggunakan keyword library Convert.FromBase64String. Kondisi pada kode diatas menyatakan bahwa apakah file txtoutfile.txt sudah ada sebelumnya pada directory c:\\, dimana txtoutfile.txt sendiri merupakan file tempat diletakkannya output hasil dekripsi dari file source (dimana isi dari txtoutfile.txt harus sama dengan file source). Jika kondisi diatas bernilai true, maka program akan melakukan operasi file berupa Open dan ReadWrite hasil dekripsi pada txtoutfile.txt. Kemudian jika kondisi diatas bernilai false, maka program akan melakukan operasi file berupa CreateNew (membuat baru) file bernama txtoutfile.txt pada directory c:\\ dan Write hasil dekripsi pada txtoutfile.txt yang telah dibuat tadi. P r i v a t e void button1_click ( o b j e c t sender, EventArgs e ) Stream mystream ; OpenFileDialog openfiledialog1 = new OpenFileDialog ( ) ; openfiledialog1. I n i t i a l D i r e c t o r y = C : \ \ ; openfiledialog1. F i l t e r = t x t f i l e s (. t x t ). t x t Doc f i l e s (. doc ). doc Rtf f i l e s (. r t f ). r t f A l l f i l e s (. ). ; openfiledialog1. F i l t e r I n d e x = 1; openfiledialog1. RestoreDirectory = true ; i f ( openfiledialog1. ShowDialog () == DialogResult.OK) i f (( mystream = openfiledialog1. OpenFile ())!= n u l l ) txtout. Text = openfiledialog1. FileName ; mystream. Close ( ) ; Kumpulan kode diatas merupakan kode-kode yang digunakan untuk mendeklarasikan OpenFile- Dialog yang akan digunakan untuk mencari (browse) file yang akan di proses oleh user. openfiledialog1.initialdirectory = C:\\ merupakan deklarasi yang berfungsi untuk menentukan home direcotry ketika OpenFileDialog pertama kali dibuka, itu berarti ketika tombol browse maka default home directory pertama kali adalah drive C. Kemudian openfiledialog1. Filter digunakan untuk mendeklarasikan jenisjenis file yang dapat diproses dalam aplikasi ini, terlihat pada kode diatas, di deklarasikan tipe-tipe file seperti.txt,.doc,.rtf, dan All Files pada file of type ketika openfiledialog digunakan. Kemudian openfile- Dialog1.FilterIndex = 1 berfungsi sebagai default dari tipe-tipe file yang ada pada file of type pada openfilediaog. Jadi ketika pertama kali openfiledialog digunakan, file of type akan menunjukkan index arrray pertama sesuai dengan urutan pendeklarasian tipe file diatas yaitu txt files *.txt. kemudian pendeklarasian yang terakhir, openfiledialog1.restoredirectory = true akan digunakan untuk mengembalikan posisi directory pada openfiledialog ke posisi deklarasi InitialDirectory setelah digunakan oleh user. Jadi ketika openfiledialog akan digunakan lagi, posisi directory kembali berada pada default InitialDirectory yaitu drive C:\\. 4 Kesimpulan Algoritma Base64 dapat diimplementasikan pada.net Framework dengan menggunakan Microsoft Visual C# 2008 melalui 2 cara, yaitu pertama dengan menggunakan library yang telah di sediakan oleh.net Framework, sedangkan yang kedua dimana implementasi yang dibuat tanpa menggunakan library yang disediakan oleh.net Framework. Berdasarkan pada algoritma dan perancangan program, transformasi Base64 cocok digunakan untuk aplikasi kriptografi berbasis text dan file. Pustaka [1] [2] 5
6 [3] wiki/ascii. [4] - dan-decripsi-password-menggunakan-metodebase64/. [5] express/2005/download/. [6] Dony Arivus. Pengantar Ilmu Kriptografi Teori, Analisis dan Implementasi. ANDI, Yogyakarta, [7] Jaenudin. Belajar Sendiri.net dengan Visual C ANDI, Yogyakarta,
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Analisis sistem adalah salah satu tahap perancangan sebuah sistem yang bertujuan agar sistem yang dirancang menjadi tepat guna dan ketahanan sistem tersebut
BAB I PENDAHULUAN. Keamanan data merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga
8 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keamanan data merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kerahasiaan informasi terutama yang berisi informasi sensitif yang hanya boleh diketahui isinya oleh
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini membahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, serta sistematika penulisan pada penelitian
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Uji Coba Aplikasi chatting ini dirancangan untuk berjalan dalam sistem operasi Windows. Untuk menjalankan aplikasi ini dapat dilakukan dengan dengan menggunakan aplikasi
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 1.1 Analisa Masalah Masalah yang ingin diselesaikan pada Tahap Akhir ini antara lain adalah menerapkan algoritma Message Digest 5 (MD5) agar bisa digunakan untuk enkripsi
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Kemajuan cara berpikir manusia membuat masyarakat menyadari bahwa teknologi informasi merupakan salah satu alat bantu penting dalam peradaban
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Masalah Handphone merupakan salah satu bentuk teknologi yang perkembangannya cukup tinggi dan merupakan suatu media elektronik yang memegang peranan sangat
Membuka file prjenkripsi.vbp kemudian tekan tombol Run.
Cara Menjalankan Aplikasi : 1. Dengan mengoperasikan Visual Basic 6.0 Membuka file prjenkripsi.vbp kemudian tekan tombol Run. 2. Tanpa mengoperasikan Visual Basic 6.0 Yaitu dengan cara langsung menjalankan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Hasil Dalam bab ini akan dijelaskan dan ditampilkan bagaimana hasil dari rancangan program beserta pembahasan tentang program. Dimana di dalam program ini terdapat tampilan
KEAMANAN DATA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA RIVEST CODE 4 (RC4) DAN STEGANOGRAFI PADA CITRA DIGITAL
INFORMATIKA Mulawarman Februari 2014 Vol. 9 No. 1 ISSN 1858-4853 KEAMANAN DATA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA RIVEST CODE 4 (RC4) DAN STEGANOGRAFI PADA CITRA DIGITAL Hendrawati 1), Hamdani 2), Awang Harsa
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan uraian dari sebuah sistem kedalam bentuk yang lebih sederhana dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring meningkatnya perkembangan dunia teknologi, sistem pengaman yang canggih terhadap suatu data semakin dibutuhkan. Masalah keamanan merupakan salah satu aspek
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis III.1.1 Analisis Masalah Secara umum data dikategorikan menjadi dua, yaitu data yang bersifat rahasia dan data yang bersifat tidak rahasia. Data yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Perkembangan kemajuan teknologi informasi saat ini, semakin memudahkan para pelaku kejahatan komputer (cyber crime), atau yang sering disebut dengan istilah cracker,
1. BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
1. BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan membahas tentang analisa dan perancangan sistem. Analisa sistem meliputi deskripsi produk, analisa kebutuhan dan use case, sedangkan perancangan
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM. pengembangan sistem yang lazim disebut Waterfall Model. Metode ini terdiri dari enam
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM Dalam perancangan dan penyusunan aplikasi ini, digunakan metoda siklus pengembangan sistem yang lazim disebut Waterfall Model. Metode ini terdiri dari enam tahapan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Hasil dari perancangan serta uji coba yang dilakukan dari sistem yang telah selesai dan dapat digunakan. Hasil sistem yang dibuat merupakan sistem keamanan dalam pengiriman
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dewasa ini telah berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan manusia, tak terkecuali dalam hal berkomunikasi. Dengan
Menggunakan Algoritma Kriptografi Blowfish
MEANS (Media Informasi Analisaa dan Sistem) Analisa Perancangan Aplikasi Penyandian Pesan Pada Email Menggunakan Algoritma Kriptografi Blowfish Achmad Fauzi STMIK KAPUTAMA, Jl. Veteran No. 4A-9A, Binjai,
BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM
BAB 3 PERANCANGAN PROGRAM 3.1 Struktur Menu Program aplikasi kriptografi yang dirancang memiliki struktur hirarki di mana terdapat 3 sub menu dari menu utamanya. Bentuk struktur menu program aplikasi kriptografi
IMPLEMENTASI ALGORITMA ADVANCED ENCRYPTION STANDARD (AES) UNTUK ENKRIPSI DAN DEKRIPSI PADA DOKUMEN TEKS ABSTRAK
IMPLEMENTASI ALGORITMA ADVANCED ENCRYPTION STANDARD (AES) UNTUK ENKRIPSI DAN DEKRIPSI PADA DOKUMEN TEKS Ana Kurniawati 1, Muhammad Dwiky Darmawan 2 1) Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Handphone merupakan salah satu teknologi yang sangat diminati masyarakat dalam membantu pekerjaan, pendidikan yang memberikan informasi secara
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Hasil Dalam bab ini akan dijelaskan dan ditampilkan bagaimana hasil dari rancangan program beserta pembahasan tentang program. Dimana di dalam program ini terdapat tampilan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masalah dalam sisitem ini adalah bagaimana agar sistem ini dapat membantu pengguna sistem untuk melakukan pengamanan data (data security). Dalam
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Email sudah digunakan orang sejak awal terbentuknya internet dan merupakan salah satu fasilitas yang ada pada saat itu. Tak jarang orang menyimpan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Masalah Kebutuhan manusia akan perangkat informasi dan komunikasi seakan menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan. Dengan banyaknya aplikasi
BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN PROGRAM III.1 Analisis Permasalahan Tahapan analisis terhadap suatu sistem dilakukan sebelum tahapan perancangan dilakukan. Adapun tujuan yang dilakukannmya analisis
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan jaringan komputer di masa kini memungkinan kita untuk melakukan pengiriman pesan melalui jaringan komputer. Untuk menjaga kerahasiaan dan keutuhan pesan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
50 BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Jalannya Uji Coba Uji coba dilakukan terhadap beberapa file dengan ektensi dan ukuran berbeda untuk melihat hasil kompresi dari aplikasi yang telah selesai dirancang.
APLIKASI KRIPTOGRAFI ENKRIPSI DEKRIPSI FILE TEKS MENGGUNAKAN METODE MCRYPT BLOWFISH
APLIKASI KRIPTOGRAFI ENKRIPSI DEKRIPSI FILE TEKS MENGGUNAKAN METODE MCRYPT BLOWFISH Achmad Shoim 1), Ahmad Ali Irfan 2), Debby Virgiawan Eko Pranoto 3) FAKULTAS TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE
Gambar 3.1 Flowchart proses enkripsi AES
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 1.1 GAMBARAN UMUM Aplikasi gerbang dijital dengan fungsi penyandian ini merupakan aplikasi gerbang logika yang dirancang untuk memproses hasil pemasukan data berupa karakter
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan Dalam dunia teknologi jaringan komputer menyebabkan terkaitnya satu komputer dengan komputer lainnya. Hal ini membuka banyak peluang
BAB 1 PENDAHULUAN Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Seiring berkembangnya zaman, diikuti juga dengan perkembangan teknologi sampai saat ini, sebagian besar masyarakat melakukan pertukaran atau saling membagi informasi
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu bentuk komunikasi adalah dengan menggunakan tulisan. Ada banyak informasi yang dapat disampaikan melalui tulisan dan beberapa di antaranya terdapat informasi
IMPLEMENTASI ALGORITMA VERTICAL BIT ROTATION PADA KEAMANAN DATA NASABAH ( STUDI KASUS : PT. ASURANSI ALLIANZ LIFE INDONESIA )
Jurnal Ilmiah INFOTEK, Vol 1, No 1, Februari 2016 ISSN 2502-6968 (Media Cetak) IMPLEMENTASI ALGORITMA VERTICAL BIT ROTATION PADA KEAMANAN DATA NASABAH ( STUDI KASUS : PT. ASURANSI ALLIANZ LIFE INDONESIA
ANALISIS METODE MASKING-FILTERING DALAM PENYISIPAN DATA TEKS
ANALISIS METODE MASKING-FILTERING DALAM PENYISIPAN DATA TEKS Efriawan Safa (12110754) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK Budidarma Medan Jl. Sisimangaraja No. 338 Simpang Limun www.inti-budidarma.com
Bab 3. Metode dan Perancangan Sistem
Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem 3.1 Tahapan Penelitian Penelitian yang dilakukan, diselesaikan melalui tahapan penelitian yang terbagi dalam empat tahapan, yaitu: (1) Analisis kebutuhan dan pengumpulan
BAB III METODE PENELITIAN. Langkah penelitian yang digunakan disajikan pada Gambar 4.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Langkah penelitian yang digunakan disajikan pada Gambar 4. Gambar 4. Metode Penelitian 20 3.1.1 Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan yang dibutuhkan pada
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis III.1.1. Analisis Sistem Yang Sedang Berjalan Dan Yang Akan Dirancang Pada sistem yang sedang berjalan saat ini, proses penyampaian pesan
PEMBUATAN APLIKASI KRIPTOGRAFI ALGORITMA BASE64 MENGGUNAKAN JAVA JDK 1.6
PEMBUATAN APLIKASI KRIPTOGRAFI ALGORITMA BASE64 MENGGUNAKAN JAVA JDK 1.6 HAYATUN NUFUS Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma [email protected]
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi pada masa sekarang ini, dimana penggunaan jaringan internet sudah lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan saling
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Data yang disimpan dalam database perlu dilindungi dari akses yang tidak diizinkan, kerusakan/perubahan yang merugikan, serta timbulnya inkonsistensi
APLIKASI PENGAMANAN DOKUMEN OFFICE DENGAN ALGORITMA KRIPTOGRAFI BLOWFISH
APLIKASI PENGAMANAN DOKUMEN OFFICE DENGAN ALGORITMA KRIPTOGRAFI BLOWFISH EKKY PRATAMA Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Email : [email protected] ABSTRAK
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Program Agar aplikasi enkripsi dan dekripsi ini dapat berjalan dengan baik dan bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan, spesifikasi perangkat keras
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Masalah Kebutuhan manusia akan perangkat informasi dan komunikasi seakan menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan. Dengan banyaknya aplikasi
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis III.1.1 Analisis Masalah Seiring dengan perkembangan teknologi, keamanan dalam berteknologi merupakan hal yang sangat penting. Salah satu cara mengamankan
BAB III ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN SISTEM. KriptoSMS akan mengenkripsi pesan yang akan dikirim menjadi ciphertext dan
BAB III ANALISIS KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Kebutuhan Aplikasi KriptoSMS ini digunakan untuk mengirim dan menerima pesan. KriptoSMS akan mengenkripsi pesan yang akan dikirim menjadi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan permasalahan yang ada pada sistem di mana aplikasi dibangun yang meliputi perangkat
Implementasi Algoritma One Time Pad Pada Penyimpanan Data Berbasis Web
Implementasi Algoritma One Time Pad Pada Penyimpanan Data Berbasis Web Hengky Mulyono 1), Rodiah 2) 1,2) Teknik Informatika Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No.100, Pondok Cina Depok email : [email protected]
APLIKASI JAVA KRIPTOGRAFI MENGGUNAKAN ALGORITMA VIGENERE. Abstract
APLIKASI JAVA KRIPTOGRAFI MENGGUNAKAN ALGORITMA VIGENERE Muhammad Fikry Teknik Informatika, Universitas Malikussaleh e-mail: [email protected] Abstract Data merupakan aset yang paling berharga untuk
Pendahuluan Kajian Pustaka
. Pendahuluan Steganografi dapat dipandang sebagai kelanjutan kriptografi. Jika kriptografi merahasiakan makna pesan sementara eksistensi pesan tetap ada, maka steganografi menutupi keberadaan pesan. Dalam
PENERAPAN KRIPTOGRAFI BASE64 UNTUK KEAMANAN URL (UNIFORM RESOURCE LOCATOR) WEBSITE DARI SERANGAN SQL INJECTION
PENERAPAN KRIPTOGRAFI BASE64 UNTUK KEAMANAN URL (UNIFORM RESOURCE LOCATOR) WEBSITE DARI SERANGAN SQL INJECTION Aziz Pratama Nugraha 1, Erwin Gunadhi 2 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl.
Implementasi Kriptografi Algoritma AES Serta Algoritma Kompresi Huffman Dengan
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Implementasi Kriptografi Algoritma AES Serta Algoritma Kompresi Huffman Dengan Menggunakan Pemograman PHP Aris 1),Sanny
PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE RUN LENGTH ENCODING UNTUK KEAMANAN FILE CITRA MENGGUNAKAN CAESAR CHIPER
PERANCANGAN APLIKASI KOMPRESI CITRA DENGAN METODE RUN LENGTH ENCODING UNTUK KEAMANAN FILE CITRA MENGGUNAKAN CAESAR CHIPER Dwi Indah Sari (12110425) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Stmik Budidarma
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Aplikasi Keamanan Database Menggunakan Metode elgamal yang meliputi analisa sistem dan desain sistem. III.1. Analisis Masalah Adapun
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Keamanan data merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kerahasiaan informasi, terutama yang berisi informasi sensitif yang hanya boleh diketahui isinya oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan suatu informasi pada saat sekarang ini berkembang sangat pesat dan memberikan peran yang sangat penting untuk menjalin pertukaran informasi yang cepat.
BAB I PENDAHULUAN. melalui ringkasan pemahaman penyusun terhadap persoalan yang dibahas. Hal-hal
BAB I PENDAHULUAN Bab Pendahuluan akan menjabarkan mengenai garis besar skripsi melalui ringkasan pemahaman penyusun terhadap persoalan yang dibahas. Hal-hal yang akan dijabarkan adalah latar belakang,
IMPLEMENTASI STEGANOGRAFI DENGAN METODE PENGGABUNGAN BYTE MENGGUNAKAN VISUAL BASIC NET 2008
IMPLEMENTASI STEGANOGRAFI DENGAN METODE PENGGABUNGAN BYTE MENGGUNAKAN VISUAL BASIC NET 2008 Suroso 1, Mustar Aman 2 Jurusan Sistem Informasi, STMIMInsan Pembangunan Jl. Raya Serang Km.10 Bitung Tangerang
APLIKASI KRIPTOGRAFI DOKUMEN MENGGUNAKAN ALGORITMA RIVEST CODE 4 (RC 4) BERBASIS WEB. Laporan Tugas Akhir
APLIKASI KRIPTOGRAFI DOKUMEN MENGGUNAKAN ALGORITMA RIVEST CODE 4 (RC 4) BERBASIS WEB Laporan Tugas Akhir Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer SATYA DIANSYAH 41512010019
DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN SURAT PERNYATAAN ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL LEMBAR PENGESAHAN SURAT PERNYATAAN ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... i ii iii v viii ix BAB I BAB II PENDAHULUAN 1.1 Latar
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada dasarnya sistem administrasi kependudukan merupakan sub sistem dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada dasarnya sistem administrasi kependudukan merupakan sub sistem dari sistem administrasi negara, yang mempunyai peranan penting dalam pemerintahan dan pembangunan
Simulasi Pengamanan File Teks Menggunakan Algoritma Massey-Omura 1 Muhammad Reza, 1 Muhammad Andri Budiman, 1 Dedy Arisandi
JURNAL DUNIA TEKNOLOGI INFORMASI Vol. 1, No. 1, (2012) 20-27 20 Simulasi Pengamanan File Teks Menggunakan Algoritma Massey-Omura 1 Muhammad Reza, 1 Muhammad Andri Budiman, 1 Dedy Arisandi 1 Program Studi
BAB III. ANALISIS MASALAH
BAB III. ANALISIS MASALAH Pada bab ini, akan dijelaskan analisis permasalahan dan solusi untuk mengatasi masalah dalam tugas akhir ini. Solusi yang dipaparkan bisa berupa adaptasi algoritma pada implementasi
Pemampatan Data Sebagai Bagian Dari Kriptografi
Pemampatan Data Sebagai Bagian Dari Kriptografi Muhammad Ismail Faruqi, Adriansyah Ekaputra, Widya Saseno Laboratorium Ilmu dan Rekayasa Komputasi Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi, tingkat keamanan terhadap suatu informasi yang bersifat rahasia pun semakin tinggi. Hal ini merupakan aspek yang paling penting
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Masalah Kebutuhan manusia akan perangkat informasi dan komunikasi seakan menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan. Dengan banyaknya aplikasi
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Pesan terkadang mengandung sebuah informasi yang sangat penting yang harus dijaga kerahasiaannya. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. 3.1 Analisa Berikut tahap-tahap awal dalam pembuatan:
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Berikut tahap-tahap awal dalam pembuatan: Gambar 3.1 Tahap awal pengerjaan Gambar di atas adalah tahapan awal dalam pengerjaan pembuatan aplikasi SMS Kriptografi
(pencurian, penyadapan) data. Pengamanan data dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu steganography dan cryptography.
Dasar-dasar keamanan Sistem Informasi Pertemuan II Pengamanan Informasi David Khan dalam bukunya The Code-breakers membagi masalah pengamanan informasi menjadi dua kelompok; security dan intelligence.
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN RANCANGAN Sebelum merancang sebuah sistem, perlu dilakukan analisis terlebih dahulu. Analisis sistem adalah proses menentukan kebutuhan sistem, apa yang harus dilakukan sistem untuk
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Penelitian bertujuan untuk merancang sebuah sistem yang dapat melakukan Perancangan Aplikasi Keamanan Data Dengan Metode End Of File (EOF) dan Algoritma
1. Latar Belakang masalah Pemakaian teknologi komputer sebagai salah satu aplikasi dari teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan, karena
1. Latar Belakang masalah Pemakaian teknologi komputer sebagai salah satu aplikasi dari teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan, karena banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan cepat,
Penerapan Metode Adaptif Dalam Penyembunyian Pesan Pada Citra
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Penerapan Metode Adaptif Dalam Penyembunyian Pesan Pada Citra Edy Victor Haryanto Universitas Potensi Utama Jl. K.L. Yos
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Kerahasiaan pesan atau data yang dimiliki oleh seseorang merupakan hal penting dalam pengiriman pesan agar pesan tersebut hanya dapat diberikan oleh orang tertentu saja
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi Program Agar aplikasi enkripsi dan dekripsi ini dapat berjalan dengan baik dan bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan, spesifikasi perangkat keras
BAB I PENDAHULUAN. dengan munculnya berbagai sistem operasi yang lengkap layaknya komputer,
BAB I PENDAHULUAN I.. Latar Belakang Beberapa tahun terakhir ini terjadi perkembangan yang sangat pesat di bidang teknologi pengolahan data pesan teks, salah satunya ialah smartphone. Itu dapat dilihat
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM Dalam perancangan program simulasi dan penyusunan aplikasi ini terdiri dari empat tahapan, yaitu analisis, perancangan, pengkodean, dan pengujian/implementasi. Tahap
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK ENKRIPSI DAN DESKRIPSI FILE DENGAN METODE TRANSPOSISI KOLOM
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK ENKRIPSI DAN DESKRIPSI FILE DENGAN METODE TRANSPOSISI KOLOM Akim Manaor Hara Pardede, ST., M.Kom. 1, Yani Maulita,S.Kom., M.Kom. 2 STMIK Kaputama, Jln. Veteran No. 4A-9A Binjai,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Secara umum data dikategorikan menjadi dua, yaitu data yang bersifat rahasia dan data yang bersifat tidak rahasia. Data yang bersifat tidak rahasia
BAB 4 Implementasi dan Pengujian
BAB 4 Implementasi dan Pengujian Pada bab ini akan dibahas implementasi atau penerapan dari desain sistem dan aplikasi ke dalam bentuk source code, pengujian terhadap aplikasi untuk mengetahui sejauh mana
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem yang utuh kedalam bagian bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis 3.1.1 Analisis Permasalahan Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, kebutuhan akan keamanan data juga semakin meningkat. Saat ini kejahatan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jaringan komputer dan internet telah mengalami perkembangan pesat. Teknologi ini mampu menghubungkan hampir semua komputer yang ada di dunia, sehingga kita bisa saling
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1 Implementasi Sistem Implementasi sebuah sistem memerlukan yang namanya suatu perangkat baik perangkat keras maupun perangkat lunak, berikut akan dijelaskan penggunaan perangkat
Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu
Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian sebelumnya terkait dengan penelitian ini, Perancangan Kriptografi Kunci Simetris Menggunakan Fungsi Bessel dan Fungsi Legendre membahas penggunaan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Uji Coba Aplikasi vinegere cipher ini dirancang untuk berjalan dalam sistem operasi berbasis windows. Untuk menjalankan aplikasi ini ada dua macam cara yaitu : 1. Dengan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisis Sistem pada penelitian ini menerapkan algoritma string matching untuk mengenali fungsi input yang ada keyboard, input yang didapat dari keyboard akan diambil
