SPRING SMART PENDEKATAN TOP-DOWN & BOTTOM-UP
|
|
|
- Irwan Budiono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS PENDEKATAN TOP-DOWN & BOTTOM-UP P ada saat kita membaca ulasan terkait metode pengelolaan portfolio di reksadana/dana investasi seringkali kita menemukan istilah pendekatan top-down dan bottom-up di bagian strategi produk dalam suatu brosur. Namun, Anda pasti bertanya - tanya bagaimana proses dari kedua pendekatan tersebut bekerja? Dalam kesempatan Spring Smart edisi kali ini kita akan memahami secara lebih jauh mengenai pendekatan topdown dan bottom-up mulai dari mekanisme untuk kedua pendekatan, kriteria penilaian yang digunakan serta kelebihan dan kelemahannya. MEKANISME PENDEKATAN TOP-DOWN & BOTTOM-UP Secara umum kedua istilah tersebut termasuk ke dalam metode pendekatan sebagai salah satu strategi investasi di pasar saham. Penilaian ini sering digunakan oleh manajer investasi dalam menetapkan dalam menilai baik atau tidaknya suatu saham perusahaan untuk dimasukkan ke dalam suatu keranjang portfolio melalui informasi perusahaan yang dikaitkan dengan kondisi makro dan estimasinya di masa mendatang. Namun baik pendekatan top-down dan bottom-up memiliki alur mekanisme yang cukup berbeda. Pada pendekatan top-down, manajer investasi akan mengawali dengan menganalisa kondisi makroekonomi (dari atas/top). Indikator indikator makro ekonomi ini telah dibahas dalam Spring Smart edisi Februari September 2015 lalu. Kemudian berdasarkan analisanya tersebut akan diperkirakan sektor atau industri mana saja yang akan memberikan imbal hasil baik. Setelah mendapatkan sektor-sektor unggulan, manajer investasi kemudian akan menganalisa emiten-emiten di dalamnya yang berkinerja baik, jika dibutuhkan. Lalu emiten emiten unggulan tersebutlah akan dipilih untuk masuk ke dalam keranjang investasi/portfolio, lebih ringkasnya bisa dilihat pada grafik 1. Penilaian ini sering digunakan oleh manajer investasi dalam menetapkan dalam menilai baik atau tidaknya suatu saham perusahaan untuk dimasukkan ke dalam suatu keranjang portfolio Halaman 1 dari 4
2 Grafik 1. Metode Pendekatan Top-down Economic Data & Cycle Analysis Event Risk Sector Analysis Market Decision Stock Selection Grafik 2. Metode Pendekatan Bottom-up Stock Selection Sector Weighting Market Exposure Quantitative Screens (Estimate Revision & Valuation Analysis) Sebagai contoh, misalkan terjadi penurunan terhadap suku bunga dalam waktu dekat. Dengan pendekatan top-down, sektor yang akan terpengaruh adalah sektor perbankan, automotif dan properti karena penurunan suku bunga akan berpengaruh terhadap naiknya pendapatan sektor perbankan dan permintaan pasar/daya beli terhadap produk automotif/ properti sehingga sektor-sektor ini akan diuntungkan. Dengan demikian, sektor-sektor ini menjadi sektor pilihan manajer investasi, kemudian manajer investasi akan menganalisa lebih lanjut emiten/saham yang ada di sektor tersebut untuk dimasukkan ke dalam keranjang portfolio. Sedangkan pendekatan bottom-up, lebih fokus kepada pemilihan saham itu sendiri berdasarkan analisa mendalam terhadap emiten/saham tersebut (dari bawah/bottom), tanpa memperhitungkan lebih dalam secara sektoral atau makroekonomi. Dalam pendekatan bottom-up manajer investasi akan membandingkan satu emiten dengan emiten lainnya berdasarkan faktor - faktor fundamentalnya. Sejauh emiten tersebut dinilai memiliki fundamental yang kuat dan prospek yang baik kedepannya terlepas dari siklus bisnis ataupun sektor industri dan faktor makroekonomi lainnya. Saham tersebut akan dipilih untuk dimasukkan ke dalam keranjang investasi/portfolio seperti yang dapat kita lihat pada grafik 2. Dalam menggunakan pendekatan bottom up, ada beberapa indikator yang digunakan untuk membanding kan saham secara fundamental, misalnya: 1. Price Earnings Ratio (P/E atau PER) adalah rasio yang membandingkan antara harga saham per lembar saham biasa yang beredar dengan pendapatan per lembar saham (Earnings per share). Rumus yang digunakan untuk mengukur P/E. P/E = Harga Saham Earning Per Share Earning Per Share: Pendapatan per lembar saham 2. Pendapatan per Saham/Earnings Per Share (EPS) adalah jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode untuk tiap lembar saham yang beredar. EPS = Net Income Preferred Dividend Average Number of Common Share Outstanding Net Income: Laba bersih setelah pajak, dan lain - lain Preferred Dividend: Dividen saham preferen Average Number of Common Share Outstanding: Rata rata jumlah lembar saham yang beredar di pasar 3. Nilai Buku Saham/Price Book to Value (P/BV) adalah sebuah rasio yang digunakan untuk membandingkan harga per lembar saham (nilai pasar) dengan nilai bukunya (shareholder s equity). Halaman 2 dari 4
3 P/BV Ratio = Harga Saham Shareholder s Equity per Share Shareholder s Equity per Share: Harga buku per lembar saham 4. Pengembalian atas Ekuitas/Return on Equity (ROE) adalah rasio yang mengukur berapa banyak keuntungan yang dihasikan perusahaan dibandingkan modal yang disetor oleh pemegang saham. ROE = Net profit (Laba Bersih) Equity (Ekuitas) 5. Pengembalian atas Investasi/Return on Investment (ROI) merupakan ukuran atau indeks yang menunjukkan seberapa besar laba atau keuntungan yang di dapat atas investasi yang telah ditanam pada perusahaan. ROI = (Gain from Investment Cost of Investment) Cost of Investment Gain from Investment: Pendapatan yang dihasilkan Cost of Investment: Modal yang ditanam 6. Pengembalian atas Aset/Return on Asset (ROA) adalah pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia di dalam perusahaan. ROA = Net Profit (Laba Bersih) Total Assets (Total Aktiva) 7. Margin Laba Bersih/Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih setelah dipotong pajak. NPM = Net Income After Tax Net Sales Net Income After Tax: Laba bersih setelah pajak Net Sales: Penjualan bersih 8. Margin Laba Kotor/Gross Profit Margin (GPM) adalah rasio yang menggambarkan persentase laba kotor yang dapat dicapai dari setiap rupiah penjualan dan berguna untuk mengevaluasi performa dan laba operasi. GPM = Revenue - COGS Revenue Revenue: Penjualan Cost of Goods Sold (COGS): Harga pokok penjualan 9. Arus Kas Bebas/Free Cash Flow (FCF) merupakan sisa perhitungan arus kas yang dihasilkan oleh suatu perusahaan di akhir suatu periode keuangan (kuartalan atau tahunan) setelah membayar gaji, biaya produksi, tagihan, cicilan hutang berikut bunganya, pajak, dan juga belanja modal (capital expenditure) untuk pengembangan usaha. FCF = Operating Cash Flow Capital Expenditure Operating Cash Flow: Arus kas dari operasional Capital Expenditures: Belanja Modal 10. Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio keuangan yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar kembali hutang yang ada dengan menggunakan modal/ekuitas yang ada. DER = Total Liabilities Shareholder s Equity Total Liabilities: Total Hutang Shareholder s Equity: Ekuitas Pemegang Saham Halaman 3 dari 4
4 Selain ke-sepuluh indikator tersebut, masih banyak indikator-indikator lainnya yang masih perlu diperhatikan Indikator-indikator di atas diharapkan dapat membantu manajer investasi memberikan estimasi dan perbandingan atas valuasi perusahaan tersebut. KELEBIHAN & KELEMAHAN TOP-DOWN & BOTTOM-UP APPROACH Perlu diketahui baik pendekatan top-down maupun bottom-up sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menemukan saham-saham unggulan yang layak untuk dimasukkan ke dalam keranjang investasi. Akan tetapi masing masing kedua pendekatan juga memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri, beberapa di antaranya: KELEBIHAN KELEMAHAN TOP-DOWN - Perspektif atas beragam kelas aset memungkinkan alokasi aset yang ideal - Saat pasar sedang bearish, eksposur berlebihan pada satu saham dapat diminimalisir - Data riset yang tidak tepat dapat menyesatkan pengambilan keputusan - Jika ada sektor yang tidak diikutsertakan dalam analisa, maka ada kemungkinan imbal hasil portofolio akan tertinggal jika ternyata sektor tersebut adalah sektor unggul - Dalam kondisi pasar yang bearish, saham yang murah bisa luput dari pantauan manajer investasi BOTTOM-UP - Manajer investasi memiliki pengetahuan mendetail tentang satu per satu emiten sehingga dapat memiliki investment conviction/ pilihan saham yang tinggi - Jumlah saham dalam portofolio tidak perlu terlalu banyak jika manajer investasi memiliki investment conviction/pilihan saham yang tinggi - Perlu waktu dan kesabaran untuk melakukan riset mendalam - Saat pasar sedang bearish, bisa terjadi over exposure pada satu saham - Portofolio mungkin kurang terdiversifikasi dengan baik sehingga bervolatilitas tinggi Banyak manajer investasi cenderung mengedepankan satu pendekatan, namun pada praktiknya mereka dapat menggabungkan keduanya. Pada akhirnya, perlu diingat bahwa dalam berinvestasi setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam pelaksanaannya, kunci keberhasilan investasi adalah investasi secara berkala secara jangka panjang yang disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda. Demikian kami sampaikan. Semoga dapat bermanfaat. Halaman 3 dari 4
5 Eastspring Investments Indonesia Eastspring Investments adalah perusahaan manajer investasi bagian dari grup Prudential plc (UK) di Asia. Kami adalah salah satu dari perusahaan manajer investasi terbesar di Asia, beroperasi di 11 negara Asia dengan 2000 karyawan dan jumlah dana kelolaan lebih dari USD 125 miliar per 30 September Eastspring Investments Indonesia adalah manajer investasi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Saat ini Eastspring Investments Indonesia adalah salah satu perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia dengan dana kelolaan sekitar Rp 49 triliun per 30 Januari Didukung oleh para profesional yang handal dan berpengalaman di bidang manajemen investasi dan reksa dana, Eastspring Investments Indonesia berkomitmen penuh menyediakan layanan keuangan berkualitas untuk memenuhi beragam kebutuhan investasi Anda. Disclaimer Dokumen ini hanya digunakan sebagai sumber informasi dan tidak diperbolehkan untuk diterbitkan, diedarkan, dicetak ulang, ata u didistribusikan baik sebagian ataupun secara keseluruhan kepada pihak lain manapun tanpa persetujuan tertulis dari PT. Eastspring Investments Indonesia. Isi dari dokumen ini tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu bentuk penawaran atau permintaan untuk pembayaran, pembelian atau penjualan dari setiap jenis Efek yang disebutkan di dalam dokumen ini. Meskipun kami telah melakukan segala tindakan yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa informasi yang ada dalam dokumen ini adalah tidak keliru ataupun tidak salah pada saat penerbitannya, kami tidak bisa menjamin keakuratan dan kelengkapan informasi dalam dokumen ini. Perubahan terhadap setiap pendapat dan perkiraan yang terdapat dalam dokumen ini dapat dilakukan kapanpun tanpa pemberitahuan tertulis terlebih dahulu. Para investor disarankan untuk meminta nasehat terlebih dahulu dari penasehat keuangannya sebelum berkomitmen melakukan investasi pada unit penyertaan dari setiap produk keuangan kami.pt. Eastspring Investments Indonesia dan seluruh pihak terkait dan perusahaan terafiliasinya beserta seluruh direksi dan karyawannya, bisa mempunyai kepemilikan atas Efek yang disebutkan dalam dokumen ini dan bisa juga melakukan atau berencana untuk melakukan perdagangan dan pemberian jasa investasi kepada perusahaan-perusahaan yang Efeknya disebutkan dalam dokumen ini dan juga kepada pihak-pihak lainnya. Seluruh grafik dan gambar yang ditampilkan hanya digunakan untuk maksud ilustrasi. Kinerja masa lalu tidak bisa dijadikan sebagai indikasi untuk kinerja masa depan. Seluruh prediksi, perkiraan, atau ramalan pada kondisi ekonomi, pasar modal atau kecenderungan ekonomi yang terjadi pada pasar tidak bisa dijadikan sebaga i indikasi untuk masa depan atau kemungkinan kinerja PT. Eastspring Investments Indonesia atau setiap produk yang dikelola oleh PT. Eastspring Investments Indonesia. Nila i dan setiap penghasilan yang dicatat sebagai imbal hasil dari investasi yang dilakukan, apabila ada, dapat mengalami penurunan ataupun kenaikan. Nilai dan setiap penghasilan yang dicatat sebagai imbal hasil dari investasi yang dilakukan, apabila ada, dapat mengalami penurunan ataupun kenaikan. Suatu investasi mengandung risiko investasi, termasuk kemungkinan hilangnya jumlah pokok investasi itu sendiri. PT. Eastspring Investments Indonesia merupakan anak perusahaan yang dimiliki seluruhnya oleh Prudential plc yang berkedudukan di Inggris Raya sebagai pemegang saham teratas dalam struktur kepemilikan saham grup perusahaan. PT. Eastspring Investments Indonesia dan Prudential plc UK tidak terafiliasi dalam bentuk apapun dengan Prudential Financial, Inc., yang memiliki kedudukan utama di Amerika Serikat. INDONESIA PT. Eastspring Investments Indonesia Prudential Tower 23 rd Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav. 79, Jakarta Board: +(62 21) Fax: +(62 21) HONG KONG Eastspring Investments (Hong Kong) Limited 13th Floor, One International Finance Centre 1 Harbour View Street Central, Hong Kong Board: +(852) SINGAPORE Eastspring Investments (Singapore) Limited 10 Marina Boulevard #32-01, Marina Bay Financial Centre Tower 2 Singapore Board: +(65) Fax: +(65) MALAYSIA Eastspring Investments Berhad Level 12, Menara Prudential, No. 10 Jalan Sultan Ismail Kuala Lumpur Board: +(603) KOREA Eastspring Asset Management Korea Co., Ltd. 15/F, Shinhan Investment Tower 70 Yoidae-ro, Youngdungpo-gu, Seoul, , Korea Board: +(822) JAPAN Eastspring Investments Limited Marunouchi Park Building 5F, Marunouchi, Chiyoda-ku Tokyo , Japan Board: +(813) TAIWAN Eastspring Securities Investment Trust Co. Ltd. 4/F, 1 Songzhi Road Taipei 106, Taiwan Board: +(8862) VIETNAM Eastspring Investments Fund Management Company 23 Fl, Saigon Trade Centre, 37 Ton Duc Thang Street, District 1 Ho Chi Minh City, Vietnam Board: +(84-8) UAE Eastspring Investments Limited Level 6, Precinct Building 5, Unit 5, P.O. Box Dubai International Financial Centre, Dubai, United Arab Emirates Board: +(971) INDIA ICICI Prudential Asset Management Company Ltd 3rd Floor, Hallmark Business Plaza, Sant Dyaneshwar Marg Bandra (East), Mumbai , India Board: CHINA CITIC-Prudential Fund Management Co., Ltd Level 9, HSBC Building, Shanghai IFC 8, Century Avenue Pudong, Shanghai Board: +(86) HONG KONG BOCI-Prudential Asset Management Ltd 27F, Bank of China 1 Garden Road, Hong Kong PT EASTSPRING INVESTMENTS INDONESIA ADALAH LEMBAGA MANAJER INVESTASI YANG TELAH MEMILIKI IZIN USAHA, TERDAFTAR DAN DIAWASI OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK). Halaman 4 dari 4
SPRING SMART SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS
SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS INVESTASI REKSA DANA UNTUK PERSIAPAN PENSIUN Bagaimana Anda ingin menikmati masa pensiun Anda? Tentu semua orang ingin menikmatinya dengan hidup tenang dan sebisa
SPRING SMART SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS
SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS INDIKATOR-INDIKATOR EKONOMI MAKRO - EDISI VI TINGKAT PENGANGGURAN/ UNEMPLOYMENT RATE elanjutkan seri indikator ekonomi, Spring Smart edisi M kali ini membahas
SPRING SMART SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS
SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS AYO EVALUASI KINERJA REKSA DANA S etelah kita membahas risiko di edisi Spring Smart bulan Juni lalu, kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana mengevaluasi
SPRING SMART SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS
SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS PANDUAN MUDAH TENTANG RISIKO APAKAH RISIKO ITU? Suka atau tidak, kita akan selalu menemukan elemen risiko di hampir seluruh kegiatan sehari-hari yang kita lakukan.
SPRING SMART SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS
SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS Pada Spring Smart edisi bulan Februari 2013, kita telah membahas mengenai risiko investasi dan sikap Anda terhadap risiko investasi. Dalam edisi kali ini, kita
SPRING SMART SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS
SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS MANFAAT BERINVESTASI SECARA RUTIN Terlepas apakah seseorang telah menabung selama bertahun-tahun atau baru saja memulai, ada satu faktor yang tidak boleh diabaikan,
SPRING SMART SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS
SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS INDIKATOR-INDIKATOR EKONOMI MAKRO - EDISI II GROWTH DOMESTIC PRODUCT Melanjutkan edisi Spring Smart bulan Februari lalu mengenai indikator ekonomi, kali ini
SPRING SMART PANDUAN MUDAH MEMBACA FUND FACT SHEET S APA ITU FUND FACT SHEET? INFORMASI DALAM FUND FACT SHEET
Edisi Maret 2017 SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS PANDUAN MUDAH MEMBACA FUND FACT SHEET S alah satu keuntungan berinvestasi di Reksa Dana antara lain adalah mendapatkan akses pada pengelolaan
SPRING SMART OPTIMISME TAX AMNESTY. Apa itu Tax Amnesty/Pengampunan Pajak? Edisi Juli 2016
SMART INVESTING WITH EASTSPRING INVESTMENTS OPTIMISME TAX AMNESTY su hangat yang kini tengah dibicarakan di tengah I masyarakat adalah tax amnesty atau pengampunan pajak. Spring Smart kali ini akan mengupas
EASTSPRING IDR FIXED INCOME FUND
EASTSPRING IDR FIXED INCOME FUND eastspring.co.id TUJUAN INVESTASI Reksa Dana Eastspring IDR Fixed Income Fund adalah reksa dana pendapatan tetap yang bertujuan memberikan pengembalian investasi yang optimal
EASTSPRING INVESTMENTS VALUE DISCOVERY
EASTSPRING INVESTMENTS VALUE DISCOVERY Discover your future, discover the value of investment eastspring.co.id EASTSPRING INVESTMENTS VALUE DISCOVERY Reksa Dana Saham Eastspring Investments Value Discovery
EASTSPRING INVESTMENTS CASH RESERVE
EASTSPRING INVESTMENTS CASH RESERVE eastspring.co.id TUJUAN INVESTASI Reksa Dana Eastspring Investments Cash Reserve adalah reksa dana pasar uang bertujuan untuk memberikan potensi imbal hasil yang relatif
EASTSPRING SYARIAH FIXED INCOME AMANAH
EASTSPRING SYARIAH FIXED INCOME AMANAH eastspring.co.id TUJUAN INVESTASI Eastspring Syariah Fixed Income Amanah adalah reksa dana pendapatan tetap syariah yang bertujuan untuk memberikan potensi kinerja
EASTSPRING SYARIAH EQUITY ISLAMIC ASIA PACIFIC USD
EASTSPRING SYARIAH EQUITY ISLAMIC ASIA PACIFIC USD eastspring.co.id TUJUAN INVESTASI Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD adalah reksa dana saham syariah yang bertujuan
EASTSPRING INVESTMENTS ALPHA NAVIGATOR
EASTSPRING INVESTMENTS ALPHA NAVIGATOR Best ideas for your investments eastspring.co.id EASTSPRING INVESTMENTS ALPHA NAVIGATOR Reksa Dana Saham Eastspring Investments Alpha Navigator adalah reksa dana
EASTSPRING INVESTMENTS ALPHA NAVIGATOR
EASTSPRING INVESTMENTS ALPHA NAVIGATOR Best ideas for your investments eastspring.co.id EASTSPRING INVESTMENTS ALPHA NAVIGATOR Reksa Dana Saham Eastspring Investments Alpha Navigator adalah reksa dana
EASTSPRING INVESTMENTS YIELD DISCOVERY
EASTSPRING INVESTMENTS YIELD DISCOVERY Discover your dream by seizing the investment yield eastspring.co.id ES_Revamp_YD.indd 1 7/21/16 11:12 AM EASTSPRING INVESTMENTS YIELD DISCOVERY Reksa Dana Saham
EASTSPRING INVESTMENTS IDR HIGH GRADE
EASTSPRING INVESTMENTS IDR HIGH GRADE eastspring.co.id EASTSPRING INVESTMENTS IDR HIGH GRADE Reksa Dana Eastspring Investments IDR High Grade adalah reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi sebagian
SPRING OF LIFE KEGELISAHAN MANG ODANG
SPRING OF LIFE SL ICE OF L IFE FROM EA ST SP RIN G IN V EST M EN T S Edisi April 2013 KEGELISAHAN MANG ODANG Menurut bincang-bincang saya dengan Mang Odang, biaya sewa lapak korannya itu sebulan adalah
ANALISIS EKONOMI, KEUANGAN PERUSAHAAN & INVESTASI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
ANALISIS EKONOMI, KEUANGAN PERUSAHAAN & INVESTASI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN Didukung Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower II Lantai 1, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan 12190 Telp
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. banyak diminati masyarakat saat ini. Menerbitkan saham merupakan salah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pengertian Saham Saham merupakan salah satu instrument pasar keuangan yang paling banyak diminati masyarakat saat ini. Menerbitkan saham merupakan salah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang menerbitkan saham. Kismono (2001 : 416) menyatakan:
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Harga saham a. Pengertian saham Saham merupakan surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham. Kismono (2001 : 416) menyatakan:
ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANALISIS PERUSAHAAN
ANDRI HELMI M, SE., MM ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANALISIS PERUSAHAAN CAKUPAN PEMBAHASAN Overview analisis perusahaan EPS dan laporan keuangan perusahaan Price Earning Ratio Estimasi nilai intrinsik
HARGA RUMAH NAIK TERUS, KAPAN TURUNNYA?
Edisi Maret 2015 HARGA RUMAH NAIK TERUS, KAPAN TURUNNYA? B aik di lingkungan kerja maupun di luar kantor, keluhan mengenai harga rumah yang terus melambung sering saya dengar dalam kebanyakan perbincangan.
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan yang membutuhkan dana. Transaksi yang dilakukan dapat dengan
BAB I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal memiliki peran penting dalam melakukan bisnis perekonomian. Pasar modal menjembatani bertemunya investor yang menginvestasikan dananya
MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN
MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN Prof. DR. H. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. OVERVIEW Analisis sekuritas berdasarkan analisis fundamental. Analisis perusahaan merupakan tahap ketiga dari analisis fundamental,
Analisis Fundamental untuk menentukan nilai intrinsik saham sebagai dasar pengambilan keputusan investasi saham pada PT. Kimia Farma, Tbk.
Analisis Fundamental untuk menentukan nilai intrinsik saham sebagai dasar pengambilan keputusan investasi saham pada PT. Kimia Farma, Tbk. BAB I Latar Belakang Dalam mempertimbangkan investasi, para investor
BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan kegiatan operasionalnya akan membutuhkan struktur. modal yang kuat untuk meningkatkan laba agar tetap mampu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perusahaan-perusahaan yang sedang mengalami masa perkembangan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya akan membutuhkan struktur modal yang kuat untuk meningkatkan
ANALISA LAPORAN KEUANGAN ERDIKHA ELIT
ANALISA LAPORAN KEUANGAN www.mercubuana.ac.id LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Horne dan Wachowicz (1997:135), rasio likuiditas membandingkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Rasio Lancar (Current Ratio) Menurut Horne dan Wachowicz (1997:135), rasio likuiditas membandingkan kewajiban jangka pendek dengan sumber dana jangka pendek
BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA, RERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Nilai Perusahaan Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering dikaitkan dengan harga saham.
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Berkembangnya suatu perusahaan tergantung pada kinerja keuangan yang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berkembangnya suatu perusahaan tergantung pada kinerja keuangan yang dapat memberikan kontribusi pada harga saham yang dapat berpengaruh pada Bursa Efek Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN. investasi yang produktif guna mengembangkan pertumbuhan jangka panjang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pasar modal merupakan sarana yang digunakan oleh para investor untuk kegiatan investasi serta sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain seperti pemerintahan.
SLICE OF LIFE FROM EASTSPRING INVESTMENTS Edisi Desember 2014
SLICE OF LIFE FROM EASTSPRING INVESTMENTS Edisi Desember 2014 Dalam sebuah percakapan makan siang, salah satu rekan kantor saya yang berasal dari luar Indonesia dengan heran berujar, Saya heran sekali,
BAB 1 PENDAHULUAN. pengambilan keputusan investasi di pasar modal juga semakin kuat.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk sarana mendapatkan dana dalam jumlah besar dari masyarakat pemodal (investor), baik dari dalam
Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN. yang ditetapkan dan struktur permodalan yang lemah dan sebagainya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberhasilan perekonomian di Indonesia tidak dapat terlepas dari sektor perbankan, khususnya peran perbankan sebagai sumber pembiayaan industri dalam negeri. Oleh karena
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memaksilalkan nilai perusahaan. Teori sinyal menunjukkan adanya asimetri
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis Teori sinyal (signaling theory) dibangun sebagai upaya untuk memaksilalkan nilai Teori sinyal menunjukkan aya asimetri informasi antara manajemen perusahaan
BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Konsep Saham dan Return Saham Pada sebuah perusahaan publik, tujuan dari manajemen adalah memaksimalkan harga saham perusahaan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Return Saham Menurut Jogiyanto (2000:107), return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa : 1. Return realisasi (realized
BAB II LANDASAN TEORI
7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pasar Modal Pasar modal merupakan sarana pinjaman jangka panjang yang menjalankan fungsi ekonomi dan keuangan. Dalam melaksanakan fungsi ekonominya, pasar modal menyediakan
CAKUPAN PEMBAHASAN 1/23
http://www.deden08m.wordpress.com Estimasi nilai intrinsik saham Price Earning Ratio EPS dan laporan keuangan perusahaan Overview analisis perusahaan CAKUPAN PEMBAHASAN 1/23 Analisis perusahaan dengan
BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang memerlukan dana dalam jumlah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan salah satu sumber dana eksternal yang sering dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang memerlukan dana dalam jumlah yang besar untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Saham merupakan instrumen keuangan yang paling diminati. masyarakat dan populer untuk diperjualbelikan di pasar modal.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Saham a. Pengertian Saham Saham merupakan instrumen keuangan yang paling diminati masyarakat dan populer untuk diperjualbelikan di pasar modal. Saham (stock
BAB 2. Tinjauan Teoritis dan Perumusan Hipotesis
10 BAB 2 Tinjauan Teoritis dan Perumusan Hipotesis 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pasar Modal a. Pengertian Pasar Modal Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli
BAB I PENDAHULUAN. diperjualbelikan, salah satunya dalam bentuk ekuitas (saham). Pasar
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun pemerintah jangka panjang dalam berbagai instrumen keuangan yang diperjualbelikan, salah satunya
BAB II TINJAUAN TEORITIS. Tujuan utama suatu perusahaan menurut theory of the firm adalah
BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Nilai Perusahaan Tujuan utama suatu perusahaan menurut theory of the firm adalah untuk memaksimumkan kekayaan atau nilai perusahaan (Salvatore, 2005).
PRUlink fixed pay 376/DR/BRCH/05/16
376/DR/BRCH/05/16 PRUlink fixed pay PT Prudential Life Assurance Prudential Tower Jl. Jend. Sudirman Kav. 79, Jakarta 12910, Indonesia Tel: (62 21) 2995 8888 Fax: (62 21) 2995 8800 Customer Line: 1500085
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Model estimasi..., Andriyatno, FE UI, 2010.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Investor dan analis sekuritas memiliki cara-cara tersendiri untuk menentukan saham yang akan dibelinya, namun umumnya tidak terlepas dari analisis terhadap
BAB I PENDAHULUAN. Secara umum tujuan dari didirikannya sebuah perusahaan adalah untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara umum tujuan dari didirikannya sebuah perusahaan adalah untuk menghasilkan laba yang sebesar besarnya yang pada akhirnya akan meningkatkan kekayaan dari pemegang
MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. CAKUPAN PEMBAHASAN
MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. CAKUPAN PEMBAHASAN Overview analisis perusahaan EPS dan laporan keuangan perusahaan Price Earning Ratio Estimasi nilai intrinsik saham
BAB I PENDAHULUAN. Persaingan usaha di Indonesia yang semakin ketat saat ini mendorong banyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persaingan usaha di Indonesia yang semakin ketat saat ini mendorong banyak perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya agar mampu mempertahankan kelangsungan usahanya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Saham juga berarti sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seorang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Harga saham Saham adalah salah satu bentuk efek yang diperdagangkan dalam pasar modal. Saham merupakan surat berharga sebagai tanda pemilikan atas perusahaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. lancarnya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 2.1 Rasio Likuiditas Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi hutang lancarnya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal Indonesia berkembang sangat pesat dari tahun ke tahun, hal tersebut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasar modal Indonesia berkembang sangat pesat dari tahun ke tahun, hal tersebut terbukti dari pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dan tingkat bunga yang relatif rendah.
RASIO LAPORAN KEUANGAN
RASIO LAPORAN KEUANGAN NERACA (BALANCED SHEET) Terdiri dari elemen pokok : Asset, Hutang, dan Modal. Pengukuran terhadap elemen-elemen Neraca biasanya menggunakan historical cost LAPORAN RUGI-LABA (INCOME
MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN. Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si.
MATERI 10 ANALISIS PERUSAHAAN Prof. DR. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. CAKUPAN PEMBAHASAN Overview analisis perusahaan EPS dan laporan keuangan perusahaan Price Earning Ratio Estimasi nilai intrinsik saham
BAB I PENDAHULUAN. (subprime mortgage crisis) telah menimbulkan dampak yang signifikan secara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis keuangan di Amerika Serikat yang bermula dari krisis kredit perumahan (subprime mortgage crisis) telah menimbulkan dampak yang signifikan secara global.
BAB II URAIAN TEORITIS
BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Simanjuntak (2005) melakukan penelitian yang berjudul Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan terhadap Harga Saham pada Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar
BAB I PENDAHULUAN. Bursa Efek Jakarta (BEJ) atau Jakarta Stock Exchange (JSX) adalah sebuah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bursa Efek Jakarta (BEJ) atau Jakarta Stock Exchange (JSX) adalah sebuah bursa saham di Jakarta yang merupakan bursa tempat dimana orang memperjualbelikan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Pengertian Laporan Keuangan dan Analisis Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi. Laporan keuangan disusun setiap akhir periode sebagai
BAB II LANDASAN TEORI. tertentu untuk mencapai suatu tingkat pengembalian (rate of return) yang. dan dampaknya terhadap harga surat berharga tersebut.
BAB II LANDASAN TEORI II.1 Valuasi II.1.1 Konsep Investasi merupakan suatu komitmen penempatan dana pada periode waktu tertentu untuk mencapai suatu tingkat pengembalian (rate of return) yang diinginkan.
ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR PENENTUAN DALAM MEMILIH SAHAM PADA PT. GUDANG GARAM, TBK
ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI DASAR PENENTUAN DALAM MEMILIH SAHAM PADA PT. GUDANG GARAM, TBK Rifdah Wijdaan/ 29214345/ Akuntansi PEMBIMBING : Dini Tri Wardani, SE., MMSI LATAR BELAKANG Pasar modal merupakan
BAB I PENDAHULUAN. dalam mengambil keputusan investasi. Investor tidak terlibat secara langsung dalam
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan sebuah informasi yang penting bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Investor tidak terlibat secara langsung dalam operasional
II. TINJAUAN PUSTAKA. Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Saham Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan
LAPORAN KEUANGAN DEPRESIASI
LAPORAN KEUANGAN www.mercubuana.ac.id DEPRESIASI PENGERTIAN Laporan keuangan merupakan hasil pencatatan transaksi yang terjadi pada periode tertentu yang berguna untuk evaluasi dan perencanaan. Laporan
BAB I PENDAHULUAN. peluang kepada masyarakat untuk menerima return saham, sesuai dengan. karakteristik investasi yang dipilih sebelumnya.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasar modal merupakan salah satu indikator penentu kemajuan perekonomian suatu negara, di karenakan pasar modal memiliki dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi
BAB I PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pasar modal merupakan salah satu sarana yang efektif untuk mempercepat akumulasi bagi pembiayaan pembangunan melalui mekanisme pengumpulan dana dari masyarakat dan
BAB I PENDAHULUAN. investor atau calon investor menilai bahwa perusahaan berhasil dalam mengelola
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan, jika harga saham suatu perusahaan selalu mengalami kenaikan, maka investor atau
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Pasar modal merupakan sarana untuk memobilisasi dana yang bersumber dari masyarakat ke berbagai sektor yang melaksanakan investasi. Syarat utama yang diinginkan oleh
PRUlink assurance account
375/DR/BRCH/05/16 PRUlink assurance account PT Prudential Life Assurance Prudential Tower Jl. Jend. Sudirman Kav. 79, Jakarta 12910, Indonesia Tel: (62 21) 2995 8888 Fax: (62 21) 2995 8800 Customer Line:
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini berjudul Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Employee
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Penelitian ini merujuk pada beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu,antara lain : 1. Christian Herdinata, 2012. Penelitian
PRUlink fixed pay MKT/BRCH082 (03/14)
MKT/BRCH082 (03/14) PRUlink fixed pay PT Prudential Life Assurance Prudential Tower Jl. Jend. Sudirman Kav. 79, Jakarta 12910, Indonesia Tel: (62 21) 2995 8888 Fax: (62 21) 2995 8800 Customer Line: 500085
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Telah melakukan penelitian yang berjudul Analisis Perbandingan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Penelitian Terdahulu Penelitian ini berdasarkan atas penelitian-penelitian yang terdahulu, natara lain : 1.1.1 Penelitian Raja Lambas (2005) Telah melakukan penelitian yang
III. METODE PENELITIAN
27 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Initial Public Offering (IPO) adalah proses pertama suatu perusahaan berubah statusnya yaitu dari perusahaan milik perorangan menjadi perusahaan
