Analisa Implementasi Single Sign On Pada Learning Management System dan Internet Protocol Television
|
|
|
- Devi Sudjarwadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Analisa Implementasi Single Sign On Pada Learning Management System dan Internet Protocol Television Ragil Widiharso, Achmad Affandi, Djoko Suprajitno Rahardjo. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya [email protected] Abstrak ---- Berkembangnya teknologi e-learning saat ini mengarah pada pemanfaatan teknologi lain untuk menunjang Learning Management System (LMS). Internet Protocol Television (IPTV) merupakan salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang LMS. Baik LMS maupun IPTV mempunyai sistem otentikasi tersendiri yang berbeda satu sama lain. Untuk mengintegrasikan teknologi IPTV berbasis web dalam lingkup LMS, diperlukan sistem Single Sign On (SSO), sebuah metode untuk memberikan ijin pada pengguna dalam mengakses beberapa aplikasi sekaligus tanpa harus login berulang kali. Pada tugas akhir ini untuk integrasi aplikasi LMS dan IPTV akan digunakan metode SSO berbasis Central Authentication Service (CAS) yang memanfaatkan directory pada struktur Lightweigh Directory Access Protocol (LDAP) untuk manajemen user, sistem tersebut akan dibangun di atas platform Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS). Untuk mengetahui kinerja server CAS dan LDAP dalam melayani user, dilakukan load test pada Local Area Network (LAN) dengan variasi bandwith 64, 128, 256, 512,, dan tanpa batasan bandwith. Kata kunci : CAS, LDAP, LMS, IPTV I. PENDAHULUAN Semakin berkembangnya kompleksitas LMS saat ini, mengarah pada pendekatan desain LMS yang memanfaatkan teknologi lain yang terpisah dengan LMS itu sendiri. Teknologi lain yang digunakan sebagai alat untuk mendukung LMS tersebut terpisah secara fisik dan bukan bagian dari LMS, alat tersebut bisa berupa aplikasi web stand alone yang digunakan oleh LMS untuk menyediakan e-learning. [1] Salah satu teknologi yang dapat diterapkan pada LMS salah satunya adalah Internet Protocol Television (IPTV). IPTV merupakan suatu layanan yang memberikan konten audio visual dan juga interaktif berbasis Internet Protocol (IP). Layanan IPTV menawarkan sebuah kesempatan interaksi yang lebih baik dengan user dan layanan yang ditawarkan lebih atraktif [2]. Baik LMS dan IPTV mempunyai sistem otentikasi tersendiri untuk masuk kedalam sistem masing-masing. Yang mana dibutuhkan minimal dua credential user (username dan password) untuk bisa mengakses layanan-layanan tersebut. Banyaknya credential user ini menyebabkan ketidak-efektifan dalam sisi pengelolaan database, dan juga user diharuskan untuk menghafal banyak identitas untuk mengakses resource dari masing-masing aplikasi. Multiple ID yang diperlukan untuk mengakses aplikasi web ini dapat diminimalisir dengan metode Single Sign-On (SSO), sebuah metode dimana user hanya butuh sekali log in untuk bisa mengakses Network resources yang ada. [3] Karena proses otentikasi pada SSO melibatkan credential user, perlu koneksi yang aman untuk menyokong SSO. Koneksi yang aman disini adalah koneksi terenkripsi, dimana username dan password yang dimasukkan oleh user telah terenkripsi. Ini untuk melindungi pemilik akun dari pembajakan. Koneksi client-server yang terenkripsi dapat menggunakan protokol Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS). HTTPS merupakan kombinasi antara protokol Hypertext Transfer Protocol (HTTP) dan Secure Socket Layer (SSL) [4]. Untuk membangun suatu koneksi HTTPS diperlukan suatu key dan sertifikat digital. Membangkitkan key dan sertifikat merupakan langkah kritis untuk mambangun sistem SSO. Pada tugas akhir ini akan dilakukan implementasi metode SSO berbasis Central Authentication Service (CAS) sebagai pusat otentikasi dan Lighweight Directory Access Protocol (LDAP) untuk management user untuk mengakses layanan LMS berbasis Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment (moodle) dan web based IPTV. Sehingga hanya perlu sebuah user identity untuk dapat mengakses LMS berbasis moodle dan web based IPTV. Proses komunikasi data antara client dengan server SSO akan dibangun di atas platform protokol keamanan HTTPS. Pemilihan metode SSO berbasis CAS yang digunakan pada tugas akhir ini didasarkan bahwa CAS merupakan metode SSO yang mendukung library dari client untuk PHP, bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat web based IPTV. Dan juga telah terdapat integrasi dengan moodle, jenis LMS yang digunakan dalam tugas akhir ini. II. DASAR TEORI 2.1 Central Authentication Service (CAS) CAS merupakan protokol SSO yang tujuannya adalah untuk memberikan ijin pada pengguna dalam mengakses beberapa aplikasi, sekaligus menyediakan credential pengguna (seperti user id dan password) hanya sekali, dan mengizinkan aplikasi web untuk 1
2 meng-otentikasi pengguna tanpa mendapatkan akses ke security credential pengguna. CAS kemudian dikembangkan sebagai sebuah software open source dengan komponen server Java dan mendukung library dari client untuk Java, PHP, Perl, dan lainnya.[5] Secara singkat prinsip kerja dari SSO berbasis CAS dapat dijelasakan sebagai berikut [6]: 1. Client mengakses SSO client (business system). 2. SSO client akan redirect browser client ke SSO server. 3. User akan memasukkan username dan password untuk otentikasi. 4. User akan melewati proses otentikasi dan kembali ke SSO client dengan sebuah tiket. 5. SSO client untuk mengkonfirmasi apakah pengguna sah. 6. Pengguna sah dapat mengakses informasi yang terdapat pada SSO client. Skema ini berlaku untuk semua aplikasi yang terintegrasi dengan server CAS (Organization Unit). Kemudian pada titik daun (leaf) biasanya akan berisi item dengan atribut uid (User ID) ataupun cn (Common Name). Directory service biasanya menyimpan informasi dalam bentuk struktur tree yang dinamakan Directory Information Tree (DIT). Untuk alamat relatif sering disebut sebagai RDN (Relative Distinguish Name) sedangkan alamat yang absolut disebut DN (Distinguish Name) [7]. Gambar 2.1 Skema Single Sign On (SSO) [6] 2.2 Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) merupakan pengembangan dari protokol X-500. LDAP adalah sebuah protokol yang mengatur mekanisme pengaksesan layanan direktori (Directory Service) yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan banyak informasi seperti informasi tentang people, organizations, roles, services, dan banyak entitas lainnya. LDAP menggunakan model client-server, dimana client mengirimkan identifier data kepada server menggunakan protokol TCP/IP dan server mencoba mencarinya pada DIT (Directory Information Tree) yang tersimpan di server. Dalam terminologi komputer, directory service bisa dikatakan sebagai suatu database tempat penyimpanan data, yang dapat di gunakan untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan objeknya. Bagian direktori berisi kumpulan informasi tentang user seperti sure name, first name, phone number, User ID, mail address dll. Suatu directory service akan memiliki item yang dijadikan sebagai root. Untuk sebuah titik root, secara umum di tunjukkan dengan suatu attribut dc (Domain Component) atau o (Organization) mungkin juga ou 2 Gambar 2.3 Contoh Directory Tree pada LDAP [7] 2.3 Secure Socket Layer (SSL) Protokol SSL memfasilitasi enkripsi untuk data yang rahasia dan membantu menjamin integritas informasi yang ditukarkan antara website dan web browser. SSL beroperasi antara protokol komunikasi TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol) dan aplikasi. SSL bertindak sebagai layer baru antara lapisan transport (TCP) dengan aplikasi. SSL dipanggil ketika sebuah referensi dimulai dengan browser menginisiasi sebuah sesi kepada server pada port TCP/443. SSL akan menegosiasikan link yang aman dan transfer data di atasnya. Jika negosiasi gagal, maka tidak ada data yang ditransfer. Dalam perkembangannya, protokol SSL berubah menjadi Transport Layer Security (TLS). SSL disusun oleh dua sub-protokol [4]: SSL Handshaking, yaitu sub-protokol untuk membangun koneksi (kanal) yang aman untuk berkomunikasi. SSL record, yaitu sub-protokol yang menggunakan koneksi (kanal) yang sudah aman. SSL record membungkus seluruh data yang dikirim selama koneksi. III. PERANCANGAN SISTEM Sistem SSO pada tugas akhir ini menggunakan sebuah server otentikasi CAS yang berfungsi untuk melakukan otentikasi user serta memberikan Service Ticket (ST) kepada client. Dengan tiket ini user dapat melakukan akses ke beberapa aplikasi yang memerlukan otentikasi user yang terhubung dengan sistem. LMS pada tugas akhir ini menggunakan Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment (moodle), kemudian IPTV yang digunakan adalah web based IPTV. Manajemen data user yang digunakan dalam sistem SSO ini meggunakan struktur direktori dari Lightweight Directory Access Protocol (LDAP), untuk itu perlu dibangun sebuah server LDAP yang
3 menangani manajemen user untuk sistem SSO ini. Server CAS akan memvalidasi user menggunakan directory yang ada pada LDAP. Pada server LDAP nanti perlu konfigurasi untuk mendeskripsikan user. Berikut diagram alir pengerjaan tugas akhir ini : Gambar 3.1 Flowchart perancangan dan implementasi 3.1 Arsitektur Sistem Dalam tugas akhir ini, terdapat dua bagian sistem. Bagian pertama adalah sistem otentikasi dan bagian kedua adalah aplikasi yang berbasis web. Pada sistem otentikasi terdapat dua bagian, yaitu server CAS dan server LDAP. Sedangkan pada sistem aplikasi terdapat LMS berbasis moodle dan juga web based IPTV. server LDAP. Jika username dan password sesuai, maka server LDAP akan memberitahukan pada server CAS bahwa identitas tersebut eksis. Server CAS kemudian akan meng-generate Service Ticket (ST) untuk kemudian dikirimkan ke user. Setelah otentikasi berhasil, user akan di-redirect kembali pada aplikasi pertama yang diaksesnya dengan membawa ST yang telah didapat dari CAS server. Jika user ingin mengakses aplikasi lain, user tidak perlu melakukan login lagi karena sudah mempunyai ST yang tersimpan dalam cookies browser. Dalam hal ini diasumsikan bahwa user menggunakan browser yang sama ketika melakukan otentikasi dan belum di tutup. Sistem ini dibangun dengan pola komunikasi gabungan client-server dan server-server yang diamankan dengan protokol security TLS yang melalui jalur komunikasi TCP/IP, komunikasi client-server terjadi antara web browser user ke server CAS, sedangkan komunikasi server-server terjadi saat terjadi proses otentikasi dari server CAS dengan server LDAP untuk validasi user. Semua koneksi antar pada sistem ini melalui koneksi https pada port Konfigurasi Jaringan Pada tugas akhir ini menggunakan Local Area Network (LAN), dimana user dengan server SSO dan server aplikasi berada pada satu jaringan dengan menggunakan switch untuk menghubungkan masingmasing end device. Konfigurasi jaringan yang digunakan pada tugas akhir ini: Gambar 3.2 Arsitektur sistem Ketika user pertama kali mengakses sebuah aplikasi, dalam hal ini moodle ataupun web based IPTV, user akan di-redirect ke halaman login CAS untuk melakukan proses otentikasi. Ketika user memasukkan identitas pada halaman CAS, server CAS akan mengecek validitas dari identitas tersebut pada Gambar 3.3 Konfigurasi jaringan 3.3 Konfigurasi Transport Layer Security (TLS) Untuk dapat membuat koneksi https, diperlukan certificate dan key untuk mengenkripsi data yang ditransmisikan. Untuk perusahaan atau korporasi besar, biasanya membeli certificate dan key dari perusahaan security. Tetapi certificate dan key tersebut dapat di generate sendiri. Pembangkitan sertifikat dan key ini berkaitan dengan protokol SSL. Untuk sistem operasi windows, certificate dan key SSL dapat di-generate dari Java Virtual Machine. Berikut perintahnya C:\Program Files\Java\jdk1.7.0_01\bin> keytool - genkey -alias tomcat -keypass changeit -keyalg RSA Selanjutnya akan ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab. Pertanyaan tersebut merupakan suatu mekanisme untuk mendefinisikan sertifikat tersebut 3
4 digunakan oleh siapa. Dalam menjawab pertanyaan perlu diperhatikan bahwa untuk mengisi first and last name harus disamakan nama domain yang akan dipakai, misal menggunakan domain contoh.net. Maka yang diisikan untuk menjawab first and lastname adalah contoh.net. Ini berdasarkan pengalaman penulis dalam pengerjaan tugas akhir ini. 3.4 Metode Pengukuran Untuk mengetahui performa dari server SSO akan dilakukan load test untuk menguji kemampuan sistem. Juga akan dicari waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh server SSO untuk melayani user. Beberapa parameter teknis dari load test yang akan dianalisa diantaranya adalah response error dan average time dari server CAS dan LDAP ketika menerima banyak request otentikasi dalam waktu yang bersamaan. Semua pengujian dilakukan pada Local Area Network (LAN), dengan memvariasikan lebar bandwith. Berikut flowchart pengukuran pada tugas akhir ini: java untuk memuat perilaku uji fungsional, mengukur kinerja, menguji server atau script atau perilaku objek, dibawah beban berat. Bisa juga digunakan untuk mensimulasikan beban berat pada jaringan. Dalam hal ini, JMeter dapat membangkitkan request yang banyak dalam waktu yang bersamaan. Untuk pembatasan bandwith, pada tugas akhir ini digunakan software Traffic Shaper XP IV. ANALISA DAN PENGUKURAN 4. 1 Uji Fungsional TLS Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa koneksi baik antara server CAS dengan server LDAP ataupun user dengan server CAS, menggunakan Transport Layer Security (TLS). Dengan meng-generate key dan sertifikat sendiri, perlu dilihat apakah key dan sertifikat tersebut dapat berfungsi. Untuk mengetahuinya adalah dengan mengakses halaman CAS melalui koneksi https, kemudian mengecek apakah browser berkomunikasi dengan server menggunakan key dan sertifikat yang telah dibangkitkan sebelumnya. Gambar 4.2 Tampilan browser yang menunjukkan Key dan Certificate yang digunakan. Gambar 4.1 Flowchart pengukuran Pengukuran response time adalah pengukuran waktu yang dibutuhkan oleh server SSO dalam melayani satu user agar dapat terotentikasi. Sedangkan load test digunakan untuk mengetahui kemampuan server SSO dalam melayani user ketika diberi beban berlebih. Beban berlebih dalam hal ini adalah ketika ada banyak request otentikasi yang datang dalam waktu yang bersamaan. Baik pengukuran average time dan load test akan dilakukan dengan memvariasikan lebar bandwith untuk mengetahui kinerja dari server SSO pada lingkungan yang berbeda, lingkungan dalam hal ini adalah lebar bandwith. Dalam pengukuran average time, pada tugas akhir ini menggunakan software packet sniffing, wireshark, dengan menjumlahkan durasi yang yang dibutuhkan antara client dengan server dari mulai paket pertama hingga paket terakhir yang saling ditukarkan. Sedangkan untuk pengukuran load test, digunakan software Apache JMeter. JMeter merupakan aplikasi Dari gambar 4.2 terlihat bahwa key dan sertifikat yang digunakan adalah key dan sertifikat yang ditujukan untuk Localhost dengan nama organisasi LMS dan unit organisasi CAS-LMS. Key dan sertifikat dibuat pada tanggal 01/12/2011 dan akan kadaluarsa pada tanggal 29/02/2012. Berarti bahwa key dan sertifikat yang dibangkitakan telah berfungsi Response Time Pengujian response time dilakukan untuk mengetahui seberapa lama server SSO dalam melayani satu user untuk terotentikasi. Pengujian dilakukan dengan mengakses halaman login CAS. User melakukan login, kemudian wireshark akan merekan durasi waktu yang dibutuhkan oleh CAS dari ketika user mengklik tombol login hingga masuk ke halaman utama, dimana user berarti telah terotentikasi oleh server SSO. Pengukuran response time ini dilakukan dalam lebar bandwith yang berbeda-beda, yaitu; 64, 128, 256, 512,, dan tanpa batasan bandwith. Penentuan besarnya lebar bandwith 4
5 yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah karena rata-rata bandwith yang ditawarkan oleh provider layanan internet untuk masyarakat umum berkisar pada angka tersebut. Pengukuran response time dilakukan 10 kali, ini dilakukan hanya untuk memperbanyak sample, sehingga nanti didapatkan rata-rata yang cukup akurat. Tabel 4.1 Tabel hasil pengukuran response time Sample ke Response Time (ms) , ,629 26, ,586 15, , , , ,49 24,416 15, , , , , ,423 15,1149 9, , , ,221 22,41 14,4722 7, , , , ,31 16,2174 8, , , , ,468 18,1664 6, , , , ,454 12,6766 7, , ,614 25, ,622 14,0736 7, , , , ,234 13,6537 7, ,149 34, , ,221 12,9058 7,3942 Ratarata 65,22 35,854 26,73 22,62 14,795 8,45 Gambar 4.1 Grafik response time Dari grafik 4.1 dan gambar 4.1 terlihat bahwa response time cenderung lebih cepat ketika bandwith juga lebih lebar. Ketika lebar bandwith sebesar 64, rata-rata response time 65,22 ms. Sedangkan ketika lebar bandwith sebesar, rata-rata response time 14,795 ms, 4 X lebih cepat. Kemudian pengujian response time dilakukan dengan menggunakan user yang berbeda. Jadi pengujian sama seperti tabel 4.1, akan tetapi menggunakan nama user yang berbeda. Setelah itu dihitung nilai rata-ratanya dan kemudian dibandingkan dengan pengukuran yang menggunakan nama user lain. Tabel 4.2 Tabel perbandingan rata-rata response time Average Response Time (ms) User 1 65, , , , ,795 8,4499 Gambar 4.2 Rata-rata response time dari tiga user yang berbeda Dari pengukuran pada tugas akhir ini, didapat bahwa rata-rata antara user 1, user 2, dan user 3 tidak begitu jauh berbeda. Dan juga memiliki kecenderungan yang sama dengan bahwa semakin lebar bandwith, maka response time akan semakin cepat. 4.3 Load Test Load test dilakukan untuk mengetahui kemampuan server SSO jika diberi beban berlebih, sehingga nantinya akan diketahui pada keadaan yang seperti apa server SSO dapat bekerja dengan normal. Jadi pada load test ini, server SSO akan diberi banyak request untuk otentikasi dalam waktu yang bersamaan. Dalam load test ini digunakan untuk JMeter. Pada JMeter dapat dibangkitkan request dalam jumlah banyak dengan selang waktu yang dapat di atur. Average response time akan langsung dimunculkan oleh JMeter. Pengukuran average response time ini untuk mengetahui seberapa lama server SSO melayani request yang datang. Jadi ketika ada banyak request otentikasi, berapa lama server SSO akan melayani seluruh otentikasi tersebut. Berikut hasilnya: Tabel 4.3 Tabel average response time saat load test. Jumlah Request Waktu (ms) User 2 63, , , ,032 13,080 8,057 User 3 62,443 34, , , ,465 8,4923 5
6 Gambar 4.3 Average response time pada load test Pada saat lebar bandwith 64, response time tertinggi berada pada saat 200 request bersamaan. Untuk lebar bandwith 128, response time tertinggi saat 300 request bersaman. Untuk lebar bandwith 512 dan, response time tertinggi saat 0 reequest bersamaan. Dan untuk tanpa batasan bandwith terjadi saat 900 request bersamaan. Average response time pada load test tersebut juga dipengaruhi oleh persentase error. Jadi ketika average response time cepat, belum tentu bahwa semua otentikasi tersebut berhasil, harus dilihat juga besarnya error dari jumlah request tersebut. Average response time yang cepat mungkin juga bahwa otentikasi tersebut gagal atau tidak dilayani. Untuk mengetahui besarnya persentase error, dapat dilihat tabel 4.4. Tabel 4.4 Persentase error saat load test Jumlah Request Persentase Error , , ,34 30,33 14, ,25 35,5 22, ,83 64,4 51,6 29,2 27, ,1 63,67 56,17 42,67 24,67 7, ,47 69,14 62,71 58,14 29,43 14, ,4 70,88 67,75 60,88 36,25 29, ,9 77,89 69,78 61,33 39,22 41,6 0 88,5 84,5 75, ,3 47,23 Gambar 4.4 Persentase error pada load test V. KESIMPULAN Lebar bandwith mempengaruhi besarnya rata-rata response time satu user untuk terotentikasi pada server SSO, semakin besar lebar bandwith, maka response time akan semakin cepat. Ketika semakin banyak request otentikasi yang masuk pada server SSO secara bersamaan, maka akan semakin banyak request yang gagal terotentikasi. Pada lebar bandwith 64, server SSO mengotentikasi 10 request bersamaan tanpa error. Ketika lebar bandwith 128, otentikasi bersamaan tanpa error. Pada 256, 200 otentikasi bersamaan tanpa error. Pada 512, 300 otentikasi bersamaan tanpa error. Pada, 400 otentikasi bersamaan tanpa error. Dan ketika tanpa batasan bandwith mampu melayani 500 otentikasi secara bersamaan. REFERENCES [1] Gonzalez, J., Rodriguez, M., Nistal, M., Rifon, L., Reverse OAuth: A Solution To Achieve Delegated Authorizations In Single sign-on e- Learning Systems. Journal of Computer & Security, Volume 28, Page [2] Dai-Boong Lee, Hwangjun Song., QoE-aware mobile IPTV channel control algorithm over WiMAX Network, Journal of Visual Communication and Image Representation, Volume 21, Issue 3, Pages , April [3] Nurdeni, Deden A., Implementasi Teknologi SSO di Lingkungan Teknik Informatika ITS, Tugas Akhir. Jurusan Teknik Informatika ITS. Surabaya [4] ved_issues/ipj_1-1/ssl.html. [5] wa -singlesign/ [6] Hu, Jian., Sun, Qizhi., Chen Hongping., Application of Single sign-on (SSO) in Digital Campus. International Conference Broadband Network and Multimedia technology (IC-BNMT). Pages Beijing 2010 [7] Sari, Riri Fitri., Hidayat, Syarif., Integrating Web Server Applications With LDAP Authentication: Case Study on Human Resource Information System of UI. International Symposium on Communications and Information Technologies (ISCIT). Pages Bangkok RIWAYAT PENULIS Ragil Widiharso, lahir di Pati pada 8 Maret Memulai pendidikannya di SD Negeri Gabus 1 tahun 1994, kemudian melanjutkan ke SLTPN 2 Pati dan lulus Melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Pati lulus pada tahun Penulis menempuh studi pada Program Diploma Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Menyelesaikan studi Diploma pada Penulis melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar Sarjana di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui program Lintas Jalur pada tahun yang sama. 6
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman perkembangan dunia informasi semakin pesat, hal ini tentunya sangat berpengaruh pada perkembangan internet. Web based merupakan teknologi
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI SINGLE SIGN ON DI LINGKUNGAN TEKNIK INFORMATIKA ITS. Deden Ade Nurdeni Wahyu Suadi, S.Kom., M.Kom.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI SINGLE SIGN ON DI LINGKUNGAN TEKNIK INFORMATIKA ITS Deden Ade Nurdeni Wahyu Suadi, S.Kom., M.Kom. Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Dasar Teori 2.1.1. Pengertian Internet, Intranet dan Extranet Internet merupakan singkatan dari Interconnected Network. Internet adalah kumpulan komputer yang terhubung satu
BAB I PENDAHULUAN. Pengiriman informasi login dalam bentuk username dan password
1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Pengiriman informasi login dalam bentuk username dan password seringkali beresiko. Suatu cara mengatasi hal ini yaitu dengan aplikasi web menggunakan Session
BAB II SINGLE SIGN-ON, KERBEROS DAN LDAP. OpenLDAP sebagai otentikasi dan otorisasi penggunanya.
BAB II SINGLE SIGN-ON, KERBEROS DAN LDAP Bab ini membahas pengenalan sistem Single Sign-On dan penggunaan OpenAM sebagai sistem Single Sign-On berbasis direktori dengan Kerberos dan OpenLDAP sebagai otentikasi
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS SINGLE SIGN ON PADA SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS UDAYANA
IMPLEMENTASI DAN ANALISIS SINGLE SIGN ON PADA SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS UDAYANA I Putu Agus Eka Darma Udayana 1), Lie Jasa 2) 1) Manajemen Sistem Informasi Dan Komputer Universitas Udayana 2) Teknik
1 BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis saat sekarang ini, membuat perusahaan harus dapat melakukan pengolahan sistem informasi bisnis secara cepat dan aman, tapi semua pemrosesan tersebut
SINGLE SIGN ON (SSO) MENGGUNAKAN STANDAR SAML PADA SISTEM INFORMASI UNIKOM
bidang TEKNIK SINGLE SIGN ON (SSO) MENGGUNAKAN STANDAR SAML PADA SISTEM INFORMASI UNIKOM TARYANA SURYANA, AHMAD AMARULLAH Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas
Lebih kompatibel dengan Windows karena memang IIS adalah keluaran Microsoft.
Web Server Internet Information Service Kelebihan dan Kekurangan Lebih kompatibel dengan Windows karena memang IIS adalah keluaran Microsoft. Unjuk kerja untuk PHP lebih stabil, handal, dan cepat. Adanya
Dosen Pengampu : Muhammad Riza Hilmi, ST.
Model OSI DAN TCP/IP PROTOKOL Konsep Dasar Komunikasi Data Konsep Protokol Jaringan OSI Model Enkapsulasi dan Dekapsulasi TCP/IP Model Protocol Suite TCP/IP Dosen Pengampu : Muhammad Riza Hilmi, ST. Email
Implementasi Sinkronisasi Uni-Direksional antara Learning Management System Server dan User pada Institusi Pendidikan Berbasis Moodle
Implementasi Sinkronisasi Uni-Direksional antara Learning Management System Server dan User pada Institusi Pendidikan Berbasis Moodle DZATA FARAHIYAH NRP 2206100140 Bidang Studi Telekomunikasi Multimedia
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan tentang teori-teori pendukung yang diperlukan untuk mendukung dalam penyelesaian skripsi ini. Teori-teori yang dituliskan pada bab ini yaitu mengenai jaringan komputer,
PENERAPAN NETWORK INTEGRATED SYSTEM PADA ROUTER CISCO MENGGUNAKAN METODE AUTENTIKASI BERBASIS LIGHTWEIGHT DIRECTORY ACCESS PROTOCOL (LDAP)
PENERAPAN NETWORK INTEGRATED SYSTEM PADA ROUTER CISCO MENGGUNAKAN METODE AUTENTIKASI BERBASIS LIGHTWEIGHT DIRECTORY ACCESS PROTOCOL (LDAP) Anzalar Rhokman, M. Noor Al-Azam S.Kom., M.MT, Natalia Damastuti,
Pengembangan Sistem Otentikasi SSO dengan SAML Berbasis LDAP
Pengembangan Sistem Otentikasi SSO dengan SAML Berbasis LDAP Indah Pratiwi 1, Yesi Novaria Kunang 2, Ari Muzakir 3 1,3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitasa Bina Darma
BAB I PENDAHULUAN. teknologi Web atau biasa disebut Web-based Application. Oleh karena itu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan semakin berkembangnya protokol HTTP pada saat ini telah membangkitkan minat para pengembang aplikasi untuk membangun aplikasi mereka berbasis pada teknologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sistem Single Sign On Di zaman moderen ini, anda akan duduk di tempat kerjanya dan mungkin login ke banyak halaman web. Pengguna harus menghafalkan username dan password dari
Integrasi Aplikasi Voice Over Internet Protocol (VOIP) Dengan Learning Management System (LMS) Berbasis
Integrasi Aplikasi Voice Over Internet Protocol (VOIP) Dengan Learning Management System (LMS) Berbasis Moodle Sebagai Metode Pembelajaran Jarak Jauh Pada Institusi Pendidikan Esther Sondang Saragih NRP
INSTITUT PERTANIAN BOGOR DKSI : POB-SJSK-008. PROSEDUR OPERASIONAL BAKU Tanggal Berlaku : 01/01/2013 Single Sign On Nomor Revisi : 03
1. Tujuan Meningkatkan layanan sistem informasi di IPB dengan memberikan fasilitas single login untuk semua aplikasi Membuat sebuah layanan login terpusat sehingga pengelolaan username, password serta
PENGAMANAN JARINGAN KOMUTER
PENGAMANAN JARINGAN KOMUTER Komunikasi TCP/IP dapat mengamankan suatu jaringan dengan bantuan dari kriptografi. Protocol dan metode dari kriptografi dirancang untuk tujuan yang berbeda dalam pengaman data
yang berbeda, yaitu otentikasi dan database user. Database user ini berisi informasi
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Desain Penelitian. Kerberos dengan LDAP akan diintegrasikan dalam penelitian ini sebagai dasar solusi keamanan otentikasi bagi LDAP. Ada beberapa strategi penggabungan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era komunikasi, informasi, dan mobilisasi seperti sekarang ini, penggunaan perangkat portable/mobile telah menjadi sarana yang banyak diterapkan dan digunakan. Perilaku
RANCANG BANGUN SISTEM BILLING PADA INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV)
Page 1 of 6 RANCANG BANGUN SISTEM BILLING PADA INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV) Farah Ayu Bisono, Achmad Affandi Email : [email protected], [email protected] Laboratorium Jaringan Telekomunikasi,
ABSTRAK. Kata kunci :SSL, RSA, MD5, Autentikasi, Kriptografi. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dalam dunia internet tidak ada yang benar-benar aman. Selalu saja ada celah dalam setiap aplikasi yang dibuat. Untuk memininalisir serangan dapat menggunakan enkripsi pada data ketika data tersebut
Perancangan Sistem Single Sign-On Pada Administrasi Jaringan Menggunakan Squid dan Autentikasi LDAP di GUCC
Perancangan Sistem Single Sign-On Pada Administrasi Jaringan Menggunakan Squid dan Autentikasi LDAP di GUCC PENDAHULUAN Untuk membantu berbagai macam pekerjaan dan tugas, aplikasi web sangat populer digunakan.
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat
Annisa Cahyaningtyas
Monitoring Protokol Secure Socket Layer (SSL) menggunakan Wireshark Annisa Cahyaningtyas [email protected] http://annisacahyaningtyas.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com
IP Address. Dedi Hermanto
IP Address Dedi Hermanto TCP/IP Sekumpulan protokol yang terdapat di dalam jaringan komputer (network) yang digunakan untuk berkomunikasi atau berhubungan antar komputer. TCP/IP merupakan protokol standar
TUGAS AKHIR AUTENTIFIKASI DAN SESI PADA WEB MENGGUNAKAN SINGLE SIGN-ON BERBASISKAN LIGHTWEIGHT DIRECTORY ACCESS PROTOCOL (LDAP)
TUGAS AKHIR AUTENTIFIKASI DAN SESI PADA WEB MENGGUNAKAN SINGLE SIGN-ON BERBASISKAN LIGHTWEIGHT DIRECTORY ACCESS PROTOCOL (LDAP) Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menyelesaikan Pendidikan Strata
JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TUGAS JARINGAN KOMPUTER Nama : Yonatan Riyadhi NIM : 09011181419009 Kelas : SK 5A Nama Dosen : Dr. Deris Stiawan M.T JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 CAPTURE DAN
OPTIMALISASI CLUSTER SERVER LMS DAN IPTV DENGAN VARIASI ALGORITMA PENJADWALAN
OPTIMALISASI CLUSTER SERVER LMS DAN IPTV DENGAN VARIASI ALGORITMA PENJADWALAN DIDIK ARIBOWO 2210 203 009 Dosen Pembimbing: DR. Ir. Achmad Affandi, DEA Pasca Sarjana Bidang Keahlian Telekomunikasi Multimedia
RANCANG BANGUN SISTEM PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DISTANCE LEARNING) PADA INTERNET PROTOCOL TELEVISI (IPTV)
RANCANG BANGUN SISTEM PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DISTANCE LEARNING) PADA INTERNET PROTOCOL TELEVISI (IPTV) Husna Amalia, Achmad Affandi Email : [email protected], [email protected] Laboratorium Jaringan
BAB 1 PENDAHULUAN. infrastruktur internet, baik jaringan kabel maupun nirkabel, di berbagai tempat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan bertambahnya informasi dan perkembangan teknologi sekarang ini, penggunaan layanan internet pun berkembang tidak kalah pesatnya. Dengan adanya kebutuhan
Dasar Pemrograman Web. Pemrograman Web. Adam Hendra Brata
Dasar Pemrograman Web Pemrograman Web Adam Hendra Brata Teknologi Client Server Arsitektur Client Server Model komunikasi yang terdiri server sebagai pemberi layanan dan client sebagai pengguna layanan
Bab I PENDAHULUAN. Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu
Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu melewatkan trafik suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP. Jaringan IP
BAB II DASAR TEORI Gambar 2.1. Cubieboard2
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini membahas dasar teori yang digunakan dalam perancangan skripsi ini. Teori yang digunakan pada skripsi ini adalah Cubieboard 2, Raspberry Pi, web server, Apache web server,
Web Server A. DASAR TEORI
Web Server A. DASAR TEORI Web server merupakan perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs
Implementasi ( Implementation Kebijakan (Policy) Pengujian HASIL DAN PEMBAHASAN Spesifikasi ( Specification Perancangan ( Design
terjadi. Dalam penelitian ini berbagai ancaman yang dapat timbul pada saat pemilihan berlangsung akan dianalisis dalam empat kelas besar yakni: a Disclosure, yakni akses terhadap informasi oleh pihak yang
Application Layer Protocol and Services DNS Service and Protocol WWW dan HTTP
Application Layer Protocol and Services DNS Service and Protocol WWW dan HTTP JARINGAN KOMPUTER TEKNOLOGI INFORMASI / PROGAM VOKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Disusun oleh : Zulkfli : 113140707111022 Deddy
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Internet merupakan suatu kebutuhan pokok yang harus dimiliki oleh seorang tenaga profesional yang bergerak didalam bidang teknologi informasi. Internet sangat membantu
Nama : Ari Dwijayanti NIM : STI Keamanan Jaringan. HTTPS (Hyper Text Tranfer Protocol Secure) Sejarah dan Pengertian HTTPS
Nama : Ari Dwijayanti NIM : STI20100036 Keamanan Jaringan HTTPS (Hyper Text Tranfer Protocol Secure) Sejarah dan Pengertian HTTPS Seperti diketahui HTTP (Hyper Text Transfer Protocol adalah sebuah protokol
Rahmady Liyantanto liyantanto.wordpress.com
Rahmady Liyantanto [email protected] liyantanto.wordpress.com Komunikasi Data D3 Manajemen Informatika Universitas Trunojoyo File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk
TUGAS V JARINGAN KOMPUTER
TUGAS V JARINGAN KOMPUTER OLEH : NAMA : WULANDARI SAPUTRI NIM : 09011181419015 KELAS : SK 5 A DOSEN : DERIS STIAWAN, M.T, Phd FAKULTAS ILMU KOMPUTER SISTEM KOMPUTER 2016 UNIVERSITAS SRIWIJAYA MENGANALISA
Prosiding SNaPP2012Sains, Teknologi, dan Kesehatan. Ari Muzakir
Prosiding SNaPP2012Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN2089-3582 PERANCANGAN DAN UJI COBA KEAMANAN PADA JALUR TRANSPORT WEB SERVICE MENGGUNAKAN METODE XML SIGNATURE DAN XML ENCRYPTION Ari Muzakir Program
Dasar Dasar Jaringan
Dasar Dasar Jaringan Ardian Ulvan (Applied Computer Research Group ACRG) [email protected] 1 Pendahuluan Keuntungan Menggunakan Jaringan Resource Sharing (kebanyakan device berstatus idle) Biaya pembelian
Tujuan Pembangunan Jaringan Komputer. mengantarkan informasi secara tepat dan akurat dari sisi pengirim ke sisi penerima
Jaringan komputer Adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan antara yang satu dengan lainnya, Menggunakan suatu protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi
BAB 3 METODOLOGI. Gambar 3.1 Security Policy Development Life Cycle (SPDLC)
BAB 3 METODOLOGI 3.1 Metodologi Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Security Policy Development Life Cycle (SPDLC). Berikut penjelasan tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini:
BAB III ANALISIS MASALAH
BAB III ANALISIS MASALAH Bab ketiga ini berisi penjelasan analisis permasalahan serta solusi dalam penanganan masalah dalam tugas akhir ini. Solusi penanganan masalah tersebut berupa langkah-langkah lojik
Sistem Keamanan SSO Pada Jalur Komunikasi Berbasis SAML Menggunakan Digital Signature
Sistem Keamanan SSO Pada Jalur Komunikasi Berbasis SAML Menggunakan Digital Signature Frisilia Indahni 1, Yesi Novaria Kunang 2, Ari Muzakir 3 1,3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer,
Pemrograman Web I (Mengenal. Web) Oleh : Devie Rosa Anamisa
Pemrograman Web I (Mengenal Web) Oleh : Devie Rosa Anamisa Tujuan Kuliah Mampu menjelaskan konsep dasar mengenai : Internet Arsitektur WEB URL HTTP WEB Browser WEB Server Internet Internet, yaitu kepanjangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media server adalah sebuah komputer khusus atau server perangkat lunak mulai dari enterprice atau database yang menyediakan Video on Demand ( VOD ). Secara singkatnya
Desain E-Health: Sistem Keamanan Aplikasi E-health Berbasis Cloud Computing Menggunakan Metode Single Sign On. Erika Ramadhani
Desain E-Health: Sistem Keamanan Aplikasi E-health Berbasis Cloud Computing Menggunakan Metode Single Sign On Erika Ramadhani Jurusan Teknik Informatika Universitas islam Indonesia Jl. Kaliurang km 14
Analisis Perbandingan Performansi Server VoIP. berbasis Parallel Processing
Analisis Perbandingan Performansi Server VoIP antara Asterisk dan FreePBX berbasis Parallel Processing JOANA SIBORO 2206100080 Dosen Pembimbing: Dr.Ir. Achmad Affandi, DEA NIP: 196510141990021001 PERANCANGAN
Pengembangan Sistem Otentikasi SSO dengan SAML Berbasis Radius
Pengembangan Sistem Otentikasi SSO dengan SAML Berbasis Radius Tiara Juniarti Purba 1, Yesi Novaria Kunang 2, Ari Muzakir 3 1,3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitasa Bina
Pemrograman Web Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri
6 Konsep Web Server Merupakan sebuah perangkat lunak yang dipasang di server Berfungsi sebagai penerima permintaan (request) berupa halaman web melalui HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser
TUGAS AKHIR. Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, di Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan Bandung
IMPLEMENTASI SINGLE SIGN ON (SSO) MENGGUNAKAN CENTRAL AUTHENTICATION SERVICE (CAS) PADA JARINGAN BERBASIS ACTIVE DIRECTORY (Studi Kasus: Teknik Informatika Universitas Pasundan) TUGAS AKHIR Disusun sebagai
Analysis protocol TCP, UDP, dan monitoring protocol SSL
Analysis protocol TCP, UDP, dan monitoring protocol SSL Dwi Nabella Hendra Apriawan [email protected] http://nabellahendra.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
66 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengujian Autentikasi Dalam melakukan pengujian autentikasi berhasil atau tidak, diharuskan connect ke jaringan Wi-Fi dengan SSID UII. Di bawah ini adalah autentikasi
BAB I PENDAHULUAN. layanan yang bersifat aplikatif dan real-time, yang memungkinkan seorang pengguna
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan internet, banyak dibangun sistem berupa layanan yang bersifat aplikatif dan real-time, yang memungkinkan seorang pengguna dapat mengaksesnya
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK. Aplikasi dan layanan yang menggunakan jaringan komputer terus
BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Arsitektur Komunikasi Data Aplikasi dan layanan yang menggunakan jaringan komputer terus dikembangkan, dan setiap layanan tersebut memiliki tujuan dan kebutuhan yang berbeda.
Pokok Bahasan 2 Teknologi Dasar Internet dan Web. L. Erawan
Pokok Bahasan 2 Teknologi Dasar Internet dan Web L. Erawan Materi User Agent, Web Browser, server web Jaringan: Jaringan client-server, TTL Protokol: HTTP, TCP/IP, FTP, SMTP, UDP, OSI Bahasa: HTML, XHTML,
Model AdaptasiSistemOtentikasipadaPemanfaatanLaya nancloud Computing
Model AdaptasiSistemOtentikasipadaPemanfaatanLaya nancloud Computing Muhammad Arfan Abstract Utilization of cloud computing as a computing solutions to expand even as the backbone of the Organization and
Implementasi dan Analisa Single Sign On Firewall Chekpoint Menggunakan Active Directory Pada Akita Jaya Mobilindo
Implementasi dan Analisa Single Sign On Firewall Chekpoint Menggunakan Active Directory Pada Akita Jaya Mobilindo Ahmad Rais Ruli 1, Ajeng Hidayati 2 1 Amik BSI Tangerang e-mail: [email protected] 2
PENGENDALIAN JARAK JAUH KOMPUTER MENGGUNAKAN APLIKASI MOBILE
PENGENDALIAN JARAK JAUH KOMPUTER MENGGUNAKAN APLIKASI MOBILE Kholid Fathoni 1, Isbat Uzzin Nadhori 1,Alfian Jauhar 1 Jurusan Teknik Informatika, PENS - ITS 1 Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Soal Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Jaringan Komputer
Soal Ujian Tengah Semester 2012 - Mata Kuliah Jaringan Komputer Multiple Choice Soal Pilihan tersebut memiliki bobot 3 apabila benar, bobot -1 apabila salah, dan bobot 0 apabila kosong. Hanya ada satu
Soal Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Jaringan Komputer
Soal Ujian Tengah Semester 2012 - Mata Kuliah Jaringan Komputer Multiple Choice Soal Pilihan tersebut memiliki bobot 3 apabila benar, bobot -1 apabila salah, dan bobot 0 apabila kosong. Hanya ada satu
KEAMANAN WEB BROWSER SISTEM KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI
KEAMANAN WEB BROWSER SISTEM KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI Web Browser The Old Days Image + Text Nowadays Run CGI scripts on Web server Run Java Script and VBScript Java Aplet and ActiveX Plugins Web Browser
JARINGAN KOMPUTER JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA : MARINI SUPRIANTY NIM :
JARINGAN KOMPUTER NAMA : MARINI SUPRIANTY NIM : 09011181419016 KELAS DOSEN : SK5A : Dr. DERIS STIAWAN, M.T. JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 TASK 5 ANALISIS IP/PORT
PERANCANGAN DAN UJI COBA KEAMANAN PADA JALUR TRANSPORT WEB SERVICE MENGGUNAKAN METODE XML SIGNATURE DAN XML ENCRYPTION
Prosiding SNaPP2012 : Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN 2089-3582 PERANCANGAN DAN UJI COBA KEAMANAN PADA JALUR TRANSPORT WEB SERVICE MENGGUNAKAN METODE XML SIGNATURE DAN XML ENCRYPTION 1 Ari Muzakir
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Internet Protocol Television IPTV (Internet Protocol TV) merupakan sebuah sistem yang mampu menerima dan menampilkan video streaming dalam satu paket internet Protocol. Sebuah
7.1 Karakterisasi Trafik IP
BAB VIII TRAFIK IP Trafik IP (Internet Protocol), secara fundamental sangat berbeda dibanding dengan trafik telepon suara (klasik). Karenanya, untuk melakukan desain dan perencanaan suatu jaringan IP mobile,
1 BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia teknologi dan informasi semakin berkembang pesat, sehingga kehadirannya sangat penting untuk bisa memenuhi kebutuhan dalam mengakses dan memberikan layanan
Jaringan Komputer - Jilid V
Jaringan Komputer - Jilid V Transmission Control Protocol / Internet Protocol Rezar Muslim [email protected] .. the story continue.. ~ Network File System (NFS) : adalah protokol sistem file terdistribusi
RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN KONTEN VIDEO ON DEMAND (VOD) PADA INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV) MENGGUNAKAN VIDEO ENCRYPTION ALGORITHM (VEA)
RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN KONTEN VIDEO ON DEMAND (VOD) PADA INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV) MENGGUNAKAN VIDEO ENCRYPTION ALGORITHM (VEA) Shanti Dwi Patricia Muryanti, Achmad Affandi Email : [email protected],
SISTEM KEAMANAN DATA PADA WEB SERVICE MENGGUNAKAN XML ENCRYPTION
SISTEM KEAMANAN DATA PADA WEB SERVICE MENGGUNAKAN XML ENCRYPTION Ari Muzakir Teknik Informatika Universitas Bina Darma Palembang Jl. A. Yani No. 12 Palembang email : [email protected] Abstrak Web service
Imam Prasetyo Pendahuluan
SSL (Secure Socket Layer) Imam Prasetyo [email protected] http://superman-kartini.blogspot.com Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2007 IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan,
Sistem Keamanan SSO Berbasis SAML pada Jalur Komunikasi dengan Menggunakan XML Encryption
Sistem Keamanan SSO Berbasis SAML pada Jalur Komunikasi dengan Menggunakan XML Encryption Dwi Rita Sari 1, Yesi Novaria Kunang 2, Ari Muzakir 3 1,3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer,
Gambar 3.1 Perancangan Sistem
BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem monitoring yang terbagi menjadi dua bagian, sistem bagian pertama adalah objek yang akan dimonitor, sistem bagian kedua merupakan
Tugas Bahasa Indonesia
Tugas Bahasa Indonesia Semester 100 Membuat Jurnal Vidyatama Kurnia 5235127270 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (Non Reguler) UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (Kampus A) Jl. Rawamangun Muka Jakarta
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Data audio visual menjadi salah satu data yang paling banyak mengisi traffic jaringan internet pada saat ini [2]. Trafik video berkembang paling cepat daripada jenis
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Layanan push email adalah layanan multimedia yang memungkinkan pengguna layanan menerima email langsung ke perangkat mobile yang di miliki secara real time. Push email
Analisis Implementasi Aplikasi Video Call pada Sinkronisasi Learning Management System berbasis Moodle sebagai Metode Distance Learning
1/6 Analisis Implementasi Aplikasi Video Call pada Sinkronisasi Learning Management System berbasis Moodle sebagai Metode Distance Learning dalam Institusi Pendidikan FAUZAN SAIFUL HAQ M NRP 2206100018
TEKNOLOGI APLIKASI WEB BERBASIS SERVER
A. Tujuan Memahami cara kerja aplikasi web berbasis server Memahami perangkat pengembangan aplikasi web berbasis server Mengenal dan memahami pemrograman web berbasis teknologi server B. Dasar Teori Web
1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan
1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan mengatasi problem yang terjadi dengan menggunakan pendekatan
TCP DAN UDP. Budhi Irawan, S.Si, M.T
TCP DAN UDP Budhi Irawan, S.Si, M.T LAPISAN TRANSPOR adalah Lapisan keempat dari Model Referensi OSI yang bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol
Gambar 3 Rancangan proses autentikasi proxy.
5 web di IPB tersimpan dalam banyak server dengan spesifikasi dan sistem operasi yang beragam. Topologi jaringan IPB dapat dilihat pada Lampiran 2. IPB telah menggunakan media penyimpanan data tunggal
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tersebut dapat diketahui hasil sinyal Wi-Fi. 1. Pergerakan penumpang Terminal 3
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan mengetahui parameter sistem seperti langkah langkah pengumpulan pergerakan penumpang dan konfigurasi sistem pada
RANCANGAN LAYANAN E-LEARNING
1/6 RANCANGAN LAYANAN E-LEARNING JARINGAN TERPADU BERBASIS METODE LOAD BALANCING Anton Wijaya Dr. Ir. Achmad Affandi, DEA Ir. Djoko Suprajitno Rahardjo, MT Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri,
BAB II DASAR TEORI. Teknologi TCP/IP adalah hasil penelitian dan pengembangan protocol
BAB II DASAR TEORI 2.1 Teknologi TCP/IP Teknologi TCP/IP adalah hasil penelitian dan pengembangan protocol yang dilaksanakan dan dibiayai oleh Defense Advanced Research Project Agency (DARPA). Paket TCP/IP
adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer dalam Komunikasi Data
adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer dalam Komunikasi Data Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. terhadap hasil konfigurasi yang telah diimplementasikan. Adapun evaluasi yang
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Bab ini akan membahas secara rinci mengenai langkah-langkah yang dilakukan terhadap rancangan infrastruktur yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah proses implementasi
ANALISIS PERFORMANSI AUTENTIKASI SINGLE SIGN ON PADA WEB MENGGUNAKAN LDAP
ANALISIS PERFORMANSI AUTENTIKASI SINGLE SIGN ON PADA WEB MENGGUNAKAN LDAP Futuh Hilmi 1, R. Rumani M 2, Budhi Irawan 3. Fakultas Elektro dan Komunikasi Institut Teknologi Telkom Jl Telekomunikasi No. 1,
BAB III METODE PENELITIAN. ini, diantaranya adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut :
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Beberapa metode penelitian dilakukan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini, diantaranya adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut : 3.1.1 Model Model diperlukan
APPLICATION LAYER. Pengertian Application layer Service application layer (HTTP, DNS, SMTP)
APPLICATION LAYER Pengertian Application layer Service application layer (HTTP, DNS, SMTP) Domain Name System; DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam
LAPORAN HTTPS SERVER. Nama: Cahyo Fitriningtyas Kelas: XII TKJ A NO: 10 /14475 SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA
LAPORAN HTTPS SERVER Nama: Cahyo Fitriningtyas Kelas: XII TKJ A NO: 10 /14475 SMK NEGERI 2 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA Dasar Teori HTTPS merupakan kata yang berasal dari bahasa inggris dan asal katanya terdiri
Pengantar E-Business dan E-Commerce
Pengantar E-Business dan E-Commerce Pertemuan Ke-5 (Keamanan Sistem E-Commerce) Noor Ifada [email protected] S1 Teknik Informatika - Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Pilar Keamanan Sistem
TRANSPORT LAYER DEFINISI
TRANSPORT LAYER DEFINISI Transport layer merupakan lapisan keempat pada lapisan OSI layer. Lapisan ini bertanggung jawab menyediakan layanan pengiriman dari sumber data menuju ke tujuan data dengan cara
Analisa Pengaruh Model Jaringan Terhadap Optimasi Dynamic Routing. Border Gateway Protocol
Analisa Pengaruh Model Jaringan Terhadap Optimasi Dynamic Routing Border Gateway Protocol Nanda Satria Nugraha Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro ABSTRAK Semarang,
IMPLEMENTASI APLIKASI CHEPPYCHAT UNTUK JARINGAN KOMPUTER PADA LOCAL AREA NETWORK
IMPLEMENTASI APLIKASI CHEPPYCHAT UNTUK JARINGAN KOMPUTER PADA LOCAL AREA NETWORK Nama Mahasiswa : Tadeus Utha D NIM : 04104025 Jurusan : Sistem Komputer Dosen Pembimbing : Yulius Satmoko R,S.kom, M.kom
A I S Y A T U L K A R I M A
A I S Y A T U L K A R I M A STANDAR KOMPETENSI Pada akhir semester, mahasiswa mampu merancang, mengimplementasikan dan menganalisa sistem jaringan komputer Mengimplementasikan FTP Mengimplementasikan telnet
