DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI..."

Transkripsi

1

2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... i ii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Umum... 1 B. Dasar Penyelenggaraan... 1 C. Tema... 2 D. Motto... 2 E. Tujuan... 2 F. Tanggal Pelaksanaan... 3 G. Tempat Pelaksanaan... 3 H. Jadwal Pelaksanaan... 3 I. Peserta dan Pendamping... 3 J. Hasil Yang Diharapkan... 4 BAB II MEKANISME PENYELENGGARAAN... 5 A. Peserta... 5 B. Persyaratan Peserta... 5 C. Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda)... 5 D. Pembina Pendamping (Bindamping)... 5 E. Administrasi dan Pendaftaran... 6 F. Tahapan Penyelenggaraan... 6 G. Penilaian Peserta... 7 H. Hadiah dan Penghargaan... 7 I. Pembiayaan... 7 BAB III MEKANISME TAHAPAN PELAKSANAAN... 8 A. Umum... 8 B. Acara Kegiatan... 8 C. Arah Kegiatan... 8 D. Sifat Kegiatan... 8 E. Metode Kegiatan... 9 F. Strategi Kegiatan... 9 G. Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA/PIN)... 9 H. Mekanisme Kegiatan... 9 I. Bukti Mengikuti Kegiatan ii

3 BAB IV PERKEMAHAN A. Kehidupan Perkemahan B. Areal Perkemahan C. Pemukiman Peserta BAB V SARANA PENDUKUNG A. Fasilitas tempat dan ruangan B. Fasilitas pelayanan BAB VI PENUTUP LAMPIRAN LAMPIRAN 1. Jadwal Pelaksanaan Struktur Pemerintahan Jambore Osis Madrasah Nasional (JAMSIMNAS 2014) Kode Nomor Kapling Peserta Jambore Osis Madrasah Nasional (JAMSIMNAS 2014) iii

4 BAB I PENDAHULUAN A. Umum Jambore Osis Madrasah Nasional (Jamsimnas) adalah kegiatatan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar OSIS Madrasah Aliyah (MA) sebagai sarana pembinaan pengurus OSIS yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta didik pada bidang spiritual, emosional, sosial, intelektual, leadership dan keorganisasian serta fisik, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Jamsimnas ini merupakan jambore perdana dengan satu harapan ke depan akan dilaksanakan secara berperiodik setiap setahun sekali atau sekurang-kurangnya dua tahun sekali. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan yang ber-bhineka Tunggal Ika serta berupaya mewujudkan manusia Indonesia yang memiliki kualitas keimanan dan ketaqwaan, kemampuan dalam memahami dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berjiwa Pancasila. B. Dasar Penyelenggaraan Dasar penyelenggaraan Jamsimnas tahun 2014 adalah: 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5462); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Nomor 4496) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Nomor 5410); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5423); 8. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2014 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 1

5 9. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2014 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 10. Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2006 Tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Lingkunngan Kementerian Agama sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2012 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2006 Tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara di Lingkungan Kementerian Agama; 11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; 12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan; 13. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 80 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama; 14. Peraturan Menteri Agama No. 13 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama; 15. Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah; 16. Keputusan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun C. Tema Tema Jamsimnas adalah memupuk semangat kemandirian untuk mewujudkan calon pemimpin bangsa yang berkarakter, bertanggung jawab, berorientasi pada perubahan global dan religius. D. Motto Motto Jamsimnas tahun 2014 adalah Mandiri, Terampil, Cerdas, Tegas, Amanah, inovatif, kreatif dan berakhlakul karimah. E. Tujuan Secara umum Jamsimnas tahun 2014 bertujuan untuk meningkatkan kemandirian, kepemimpinan, keorganisasian, keterampilan, persatuan dan kesatuan pengurus OSIS serta memiliki komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan terhadap Al-Qur an dan Hadits sebagai pedoman hidup bagi umat Islam. Secara khusus tujuan Jamsimnas tahun 2014 sebagai berikut: 1. Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Membina tali persaudaraan dan ikut serta membangun jati diri bangsa. 3. Meningkatkan pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, fisik, jiwa kepemimpinan, keorganisasian dan kepercayaan diri. 4. Meningkatkan rasa tanggung jawab diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. 5. Menambah pengalaman dan keterampilan berorganisasi. 6. Menyusun rekomendasi untuk kemajuan eksistensi pengurus OSIS secara personal maupun kelembagaan (institusi MA) serta ikrar pelajar MA se-indonesia. 2

6 F. Tanggal Pelaksanaan Jamsimnas tahun 2014 dilaksanakan pada tanggal November G. Tempat Pelaksanaan Tempat pelaksanaan Jamsimnas 2014 dilaksanakan di Bumi Perkemahan Kiarapayung Jatinangor Sumedang, Jawa Barat. H. Jadwal Pelaksanaan Lihat Lampiran 1 I. Peserta dan Pendamping Peserta Jamsimnas 2014 adalah sebanyak 330 siswa dan 66 orang pendamping dari seluruh provinsi se Indonesia. Setiap provinsi umumnya terdiri dari 10 (sepuluh) orang pengurus OSIS Madrasah Aliyah yaitu 6 (enam) siswi dan 4 (empat) siswa yang aktif pada kegiatan OSIS dan kepramukaan sesuai dengan jumlah kuota yang telah di tetapkan tiap-tiap provinsi. Peserta Jamsimnas 2014 didampingi oleh 2 (dua) orang pendamping 1 (satu) pria dan 1 (satu) (wanita) yang ditetapkan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi. Kuota Peserta Jamsimnas 2014 No. Provinsi Jumlah Peserta Putra Putri 1. ACEH SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT RIAU KEPULAUAN RIAU JAMBI BENGKULU BANGKA BELITUNG SUMATERA SELATAN LAMPUNG BANTEN DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA TENGAH D.I. YOGYAKARTA JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH GORONTALO SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT

7 J. Hasil Yang Diharapkan a. Meningkatnya ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. b. Terbinanya tali persaudaraan dan ikut serta membangun jati diri bangsa. c. Meningkatnya pengembangan spiritual, emosional, sosial, intelektual, fisik, jiwa kepemimpinan dan kepercayaan diri. d. Meningkatnya rasa tanggung jawab diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. e. Bertambahnya pengalaman dan keterampilan. f. Tersusunnya rekomendasi untuk kemajuan eksistensi pengurus OSIS MA secara personal maupun kelembagaan (institusi MA) serta ikrar pelajar MA se-indonesia. 4

8 BAB II MEKANISME PENYELENGGARAAN A. Peserta Peserta Jamsimnas 2014 yaitu 10 orang peserta dengan komposisi 6 (enam) orang putri dan 4 (empat) orang putra atau sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan, serta 2 orang pendamping pria dan wanita dan dari 2 orang pendamping tersebut ditetapkan 1 pemimpin kontingen. B. Persyaratan Peserta 1. Umum a. Memiliki Kartu OSIS b. Pada saat Jamsimnas 2014 belum berusia 25 tahun c. Sehat jasmani dan rohani 2. Administrasi a. Membawa kartu OSIS b. Membawa surat keterangan sehat dari dokter c. Menyerahkan photo berwarna dengan latar belakang kuning berseragam sekolah ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar 3. Perlengkapan perkemahan a. Membawa perlengkapan kegiatan lapangan (kantong tidur, matras, pakaian tahan dingin, jas hujan, senter, sepatu boot dll). b. Membawa pakaian: seragam pramuka lengkap, seragam sekolah (OSIS), batik madrasah dan pakaian olah raga serta pakaian bebas. c. Membawa obat-obatan pribadi yang diperlukan. d. Membawa perlengkapan kesenian dan baju adat yang akan ditampilkan. e. Membawa makanan khas daerah masing-masing yang akan disajikan dalam kegiatan anjangsana/bazar makanan khas daerah serta cindera mata. f. Membawa perlengkapan ibadah (sarung, sajadah, mukena, kopiah, Al Qur an dan lain-lain) g. Membawa perlengkapan pribadi (sabun mandi, handuk, dan lain-lain). C. Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda) 1. Komposisi dan jumlah Pinkonda adalah satu orang putra (Pa) utusan Provinsi yang diberi surat tugas oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi masing-masing. 2. Persyaratan a. Membawa surat keterangan sehat dari dokter b. Menyerahkan mandat dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi c. Membawa photo berwarna berlatar belakang kuning dengan ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar. d. Membawa perlengkapan perkemahan (tenda disiapkan panitia) e. Membawa perlengkapan pribadi lainnya yang diperlukan D. Pembina Pendamping (Bindamping) 1. Komposisi dan jumlah Bindamping adalah satu orang putri (Pi) utusan provinsi yang diberi surat tugas oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi masing-masing. 2. Persyaratan a. Membawa surat keterangan sehat dari dokter b. Menyerahkan surat tugas dari Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi. c. Membawa photo berwarna berlatar belakang kuning dengan ukuran 3 x 4 sebanyak lembar. d. Membawa perlengkapan perkemahan (tenda disiapkan panitia) e. Membawa perlengkapan pribadi lainnya yang diperlukan 5

9 E. Administrasi dan Pendaftaran Penyelenggaraan administrasi dan keuangan secara umum meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pelaporan administrasi. Kegiatan administrasi ini berkaitan dengan pendaftaran dan pelayanan administrasi peserta, pinkonda, bindamping, panitia pelaksana dan official panitia. 1. Administrasi Pelayanan Pelayanan administrasi ditujukan untuk mendukung pelaksanaan Jamsimnas 2014 di bidang adminstrasi, meliputi: a. Peserta b. Panitia pelaksana dan official panitia c. Pinkonda dan bindamping 2. Kodefikasi Administrasi Kodefikasi administrasi ini disusun berdasarkan pengelompokan unsur yang terlibat dalam kegiatan Jamsimnas 2014 yang meliputi : a. Kode A untuk peserta b. Kode B untuk panitia pelaksana dan official panitia c. Kode C untuk pinkonda d. Kode D untuk bindamping 3. Kodefikasi formulir Administrasi A.01 Biodata peserta A.02 Riwayat kesehatan peserta B.01 Biodata panitia pelaksana B.02 Biodata official C.01 Biodata Pinkonda C.02 Riwayat kesehatan Pinkonda D. 01 Biodata Bindamping D.02 Riwayat kesehatan Bindamping 4. Mekanisme Pendaftaran Peserta Jamsimnas 2014 mendaftarkan langsung ke Panitia Pelaksana paling lambat tanggal 10 November 2014 di Bumi Perkemahan Kiarapayung Jatinangor Sumedang, Jawa Barat. 5. Administrasi Pendaftaran 1. Panitia pelaksana Jamsimnas 2014 tidak akan menerima pendaftaran kecuali melalui Pinkonda masing-masing propinsi. 2. Hak-hak peserta berupa perlengkapan peserta dan lain-lain diserahkan melalui Pinkonda. F. Tahapan Penyelenggaraan Penyelenggaraan Jamsimnas tahun 2014 meliputi tahap-tahap sebagai berikut : 1. Tahap persiapan a. Pembentukan Panitia; b. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan; c. Desain Maskot dan Logo Jamsimnas tahun 2014; d. Penyusunan dan sosialisasi petunjuk pelaksanaan Jamsimnas tahun 2014; e. Publikasi dan proposi Jamsimnas Tahun 2014; f. Persiapan dukungan sarana penunjang; g. Penerimaan pendaftaran peserta Jamsimnas Tahun

10 2. Tahap pelaksanaan a. Persiapan dan penataan pelaksana dan aparat perkemahan; b. Daftar ulang peserta dan penyerahan persyaratan administrasi; c. Pelaksanaan kegiatan; d. Pengawasan dan penelitian; 3. Tahap penyelesaian a. Evaluasi penyelenggaraan; b. Penyusunan laporan dan ucapan terima kasih; G. Penilaian Peserta Selama kegiatan Jamsimnas setiap peserta akan dinilai. Penilaian dilakukan oleh para mentor berdasarkan aspek : a. Spiritual (pelaksanaan ibadah); Penilaian aspek spiritual dilandasi pada ketaatan peserta dalam melaksanakan ibadah selama mengikuti kegiatan baik ibadah lisaniyah dan badaniyah. b. Emosional (kerjasama tim); Penilaian aspek emosional adalah kemampuan peserta dalam menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan peserta lainnya. c. Sosial (kepedulian antar sesama); Penilaian aspek sosial adalah penilaian kepada para peserta dalam berinteraksi dan bersosialisasi dalam Jamsimnas. d. Intelektual (wawasan berpikir); Penilaian aspek intelektual adalah wawasan pengetahuan dan berpikir peserta selama mengikuti kegiatan. e. Fisik (aktivitas fisik); Penilaian aspek fisik adalah penilaian peserta dalam mengikuti seluruh kegiatan olahraga, outbound dan kegiatan lainnya yang bersifat pembangunan olah fisik. H. Hadiah dan Penghargaan Hadiah dan penghargaan diberikan kepada peserta Jamsimnas melalui proses penilaian selama kegiatan berlangsung yang dilakukan oleh para mentor dengan aspek sebagaimana tercantum pada poin (G) di atas. Hadiah dan penghargaan diberikan kepada peserta dengan ketentuan sebagai berikut : Juara I diberikan tropi kepada tujuh (7) orang peserta Juara II diberikan tropi kepada tujuh (7) orang peserta Juara III diberikan tropi kepada tujuh (7) orang peserta Juara harapan I diberikan tropi kepada tujuh (7) orang peserta Juara harapan II diberikan tropi kepada tujuh (7) orang peserta Juara harapan III diberikan tropi kepada tujuh (7) orang peserta Adapun penghargaan dana pembinaan akan diberikan sebagai berikut: Juara I masing-masing sebesar Rp ,- Juara II masing-masing sebesar Rp ,- Juara III masing-masing sebesar Rp ,- Juara harapan I masing-masing sebesar Rp ,- Juara harapan II masing-masing sebesar Rp ,- Juara harapan III masing-masing sebesar Rp ,- I. Pembiayaan Pembiayaan kegiatan Jamsimnas Tahun 2014 dibebankan kedalam DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Tahun 2014 sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. 7

11 BAB III MEKANISME TAHAPAN PELAKSANAAN A. Umum Kegiatan Jamsimnas Tahun 2014 dititikberatkan pada pengembangan di bidang spiritual, emosional, sosial, intelektual, leadership, keorganisasian dan fisik (sesosif), baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Penyelenggaraan Jamsimnas Tahun 2014 menggunakan pendekatan yang beragam, sehingga peserta lebih dapat merasakan, mempelajari, menghayati dan mengalami materi yang dihadapi. Kegiatan dibagi kepada beberapa kelompok sesuai dengan muatan materi yang terkandung di dalamnya, dengan harapan peserta Jamsimnas Tahun 2014 mendapatkan beragam kegiatan sebagai penambah bekal pengalaman dengan proses pembentukan jati dirinya. B. Acara Kegiatan Guna mencapai tujuan dan sasaran Jamsimnas Tahun 2014, maka acara kegiatan disusun sebagai berikut: 1. Pada hari Senin, 10 November 2014, Chek In peserta pada pukul dilanjutkan dengan kegiatan permainan persaudaraan, dinamika kelompok serta kontrak belajar. 2. Upacara pembukaan dilaksanakan pada (H2) yaitu hari Selasa, 11 November 2014 pada pukul dilanjut dengan kegiatan non rotasi (stadium general). 3. Pada setiap malam mulai (H1 s.d.h4) hari Senin 10 November 2014 sampai dengan hari kamis, 13 November 2014 dilaksanakan kegiatan pentas Seni Budaya seluruh peserta setiap provinsi. 4. Mulai hari H2 s.d. H4 hari Selasa Kamis, November 2014 dilaksanakan kegiatan non rotasi dan rotasi. Kegiatan non rotasi adalah pemberian materi wawasan umum (leadership, keorganisasian dan enterpreunership) dan kepramukaan, diskusi kelompok dan panel di ruangan (indoor) dan kegiatan rotasi berupa keterampilan kepramukaan penegak dan out bound di luar ruangan (outdoor). 5. Pada H4 yaitu, kamis pagi dilaksanakan bazar makanan khas daerah. 6. H4 yaitu hari kamis malam tanggal 13 November dilaksanakan api unggun dilanjut dengan pentas seni dan budaya. 7. H4 yaitu, kamis pagi dilaksanakan bazar makanan khas daerah. 8. H5 yaitu, jumat pagi dilaksanakan tukar cindera mata dan karnaval. 9. Upacara penutupan dilaksanakan pada H5 yaitu jum at pagi mulai pukul C. Arah Kegiatan Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam Jamsimnas 2014 mengarah kepada upaya pencapaian; 1. Pembinaan mental dan spiritual 2. Mengembangkan wawasan kebangsaan, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. Mengembangkan persudaraan dan persahabatan. 4. Meningkatkan kecakapan, keterampilan dan kesehatan jasmani. 5. Meningkatkan kemampuan leadership dan keorganisasian. D. Sifat Kegiatan Kegiatan-kegiatan dalam Jamsimnas 2014 ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan: 1. Edukatif 2. Rekreatif 3. Kreatif 4. Produktif 5. Inovatif 6. Menarik dan menantang 8

12 E. Metode Kegiatan Metode yang digunakan selama Jamsimnas 2014 adalah: 1. Permainan (game) 2. Diskusi 3. Demonstrasi 4. Simulasi F. Strategi Kegiatan Jamsimnas 2014 meliputi beberapa kelompok kegiatan sebagai berikut : 1. Kegiatan perkemahan a. Keagamaan b. Olah raga c. Upacara dan apel pagi dan sore d. Permainan persaudaraan e. Anjangsana f. Kunjungan pameran g. Game dan quiz 2. Kegiatan rotasi, meliputi: a. Keterampilan kepramukaan penegak b. Out Bound (low element and high element) 3. Kegiatan non rotasi, meliputi: a. Kegiatan pendidikan di wawasan umum dan diskusi kelompok dan penyusunan rekomendasi dan ikrar pelajar Pentas seni budaya dan Leadership dan Keagamaan. G. Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA/PIN) 1. Tiska/pin adalah bentuk penghargaan yang diberikan oleh Menteri Agama RI kepada para peserta Jamsimnas Pada hakikatnya seluruh peserta akan mendapatkan tanda ikut serta (tiska/pin) akan tetapi sesungguhnya mengikuti Jamsimnas 2014 bukan untuk mendapatkan tiska/pin semata. H. Mekanisme Kegiatan 1. Pelaksanaan kegiatan dapat dikelompokkan ke dalam tiga bentuk pengelolaan : a. kegiatan perkemahan b. kegiatan rotasi c. kegiatan non rotasi 2. Penyelenggaraan Jamsimnas 2014 diatur berdasarkan jumlah peserta, jumlah kegiatan dan waktu pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan sistem rotasi perorangan. Masing-masing group/kelompok akan mendapatkan paket rotasi yang meliputi: a. Keterampilan kepramukaan penegak b. Out Bound (low element and high element) c. Pentas seni budaya, tukar cinderamata dan karnaval 3. Panitia akan mengatur rambu-rambu petunjuk untuk memudahkan peserta mengikuti alur lokasi kegiatan. Rambu-rambu petunjuk diatur sedemikian rupa sehingga mudah dilihat dan dipahami oleh para peserta Jamsimnas

13 4. Jadwal kegiatan rotasi dimulai pukul Pentas seni dan budaya dilaksanakan pada setiap malam, mulai Senin malam tanggal 10 November 2014 s.d. Kamis malam tanggal 13 November 2014, mulai s.d WIB. Lokasi kegiatan bertempat di panggung utama Jamsimnas Setiap Kontingen/Provinsi menampilkan kreasi seni budaya dengan durasi waktu maksimal masing-masing 15 menit sesuai jadwal pementasan yang telah ditentukan panitia. Adapun jadwal penampilan pentas seni daerah sebagai berikut: No. Hari, Tanggal Kontingen/Propinsi 1. Senin, 10 November Selasa, 11 November Rabu, 12 November Kamis, 13 November 2014 Aceh, Kalbar, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Jakarta, Jambi, Jabar, Bali Banten, Jateng, Kalsel, Sulawesi Tengah, Kepri, Lampung, Maluku, Sumut. Kalteng, Jatim, Maluku Utara, NTT, Sulut, Riau, Sulawesi Barat, Sumbar, Papua Barat Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Babel, NTB, Kaltim, Papua, Gorontalo, Yogyakarta I. Bukti Mengikuti Kegiatan a. Setiap peserta akan memperoleh buku panduan kegiatan yang telah disusun dan dibagikan saat pendaftaran ulang/cheik-in. b. Setiap mengikuti kegiatan, peserta diwajibkan membawa tanda peserta (ID Card) c. Khusus pada saat mengikuti kegiatan rotasi, peserta harus menunjukkan buku kegiatan yang akan diikuti pada petugas urusan tersebut untuk distempel kegiatan. d. Setelah mengikuti kegiatan, petugas akan memberikan stempel kegiatan sebagai bukti telah mengikuti kegiatan tersebut. 10

14 BAB IV PERKEMAHAN A. Kehidupan Perkemahan Tatanan induk perkemahan sebagai landasan kehidupan peserta Jamsimnas 2014 diperlukan dalam rangka menciptakan kehidupan yang harmonis selama pelaksanaan Jamsimnas Tata kehidupan perkemahan dituangkan dalam satu sistem perkemahan penegak bagi pengurus OSIS MA. Warga perkemahan Jamsimnas 2014 diibaratkan penduduk dalam suatu provinsi yang seluruh pola kehidupannya disesuaikan dengan aspirasi para warga perkemahan. Dikelola oleh seorang Gubernur perkemahan dibantu oleh dua orang Bupati putra dan putri. Setiap Kabupaten dibagi dua Kecamatan putra dan putri. Setiap Kecamatan baik putra maupun putri dibagi lagi dalam keluruhan-kelurahan dan setiap kelurahan dibagi menjadi beberapa rukun warga. Setiap Rukun Warga terbagi ke dalam beberapa Rukun Tetangga. Setiap Rukun Tetangga terbagi beberapa regu. B. Areal Perkemahan 1. Warga perkemahan Jamsimnas 2014 menempati areal perkemahan putra dan areal perkemahan putri. 2. Untuk menunjang aktivitas dalam melaksanakan tugas-tugasnya selama kegiatan berlangsung Pinkonda dan Bindamping bertempat tinggal di wilayah perkemahan induk. 3. Pinkonda dituntut aktif dalam mengisi anjungan kontingen daerahnya. C. Pemukiman Peserta 1. Provinsi Provinsi dipimpin oleh seorang Gubernur Perkemahan, dibantu oleh wakil Gubernur dan dua orang staf. Warga perkemahan bermukim dalam 1 (satu) wilayah Propinsi perkemahan yang dinamakan Provinsi SULTAN MAULANA HASANUDIN. 2. Kabupaten Kabupaten dibagi menjadi 2 (dua) Kabupaten, yaitu Kabupaten putra bernama PANGERAN DIPONEGORO dan Kabupaten putri bernama CUT NYAK DIEN. 3. Kecamatan a. Kecamatan terbagi dua, Kecamatan putra bernama SISINGAMANGARAJA dan Kecamatan putri bernama DEWI SARTIKA. Kecamatan putra dan Kecamatan putri dipimpin oleh serang Camat putra dan Kecamatan putri dipimpin oleh seorang Camat putri, serta dibantu oleh Sekretaris dan Staff. b. Masing-masing Kecamatan mengelola 2 (dua) Kelurahan. 4. Kelurahan a. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah serta dibantu oleh seorang Sekretaris dan staff b. Kelurahan masng-masing dibagi menjadi 4 (empat) Rukun Warga. 5. Rukun Warga a. Rukun Warga dipimpin oleh seorang Ketua RW serta dibantu oleh seorang Sekretaris dan Staf. b. Rukun Warga masing-masing dibagi menjadi 2 Rukun Tetangga. 11

15 6. Rukun Tetangga a. Rukun Tetangga dipimpin oleh seorang Ketua RT serta dibantu oleh seorang Sekretaris dan staf. b. Rukun tetangga membawahi 6 sangga/regu 7. Ambalan Ambalan adalah satuan terbesar peserta Jamsimnas 2014 yang terdiri dari 37 orang Pramuka Penegak. Jumlah Ambalan adalah 9 Ambalan/kelompok besar. 8. Sangga a. Sangga dipimpin oleh Pemimpin Sangga; b. Sangga adalah satuan terkecil peserta Jamsimnas 2014, terdiri dari 8 (delapan) orang Pramuka Penegak, terpisah antara putra dan putri. 12

16 BAB V SARANA PENDUKUNG Guna mendukung pelaksanaan Jamsimnas 2014 disediakan sarana penunjang, antara lain : A. Fasilitas tempat dan ruangan 1. Areal perkemahan yang dapat menampung lebih dari orang 2. Sekretariat panitia dan pusat informasi kegiatan 3. Lapangan upacara dan tribun upacara 4. Panggung utama 5. Lapangan parkir 6. Sekretariat aparat pemerintahan 7. Ruang makan 8. Posko pelayanan 9. Stadium radio komunikasi 10. Pos kesehatan 11. MCK 12. Pasar, kedai 13. Gedung pertemuan (in door) 14. Fasilitas kegiatan out door B. Fasilitas pelayanan 1. Kesehatan dan sanitasi lingkungan 2. Konsumsi 3. Keamanan dan ketertiban 4. Listrik dan air bersih 5. Perbekalan dan peralatan kegiatan 13

17 BAB VI PENUTUP Demikian buku pedoman ini dibuat sebagaimana mestinya semoga kegiatan Jamsimnas tahun 2014 dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. 14

18 Lampiran 1 JADWAL PELAKSANAAN Hari Pertama : Senin, 10 November 2014 No Waktu Kegiatan Perlengkapan Keterangan / Petugas Check in Peserta Formulir dan Biodata Sie. Administrasi Ishoma Self Introduction (Dinamika Kelompok) dan Kontrak Belajar Laptop, Infocus, Lembaran Perkenalan dan Peralatan Dinpok Pentas seni dan Budaya Panggung dan perlengkapan lainnya Istirahat Hari Kedua : Selasa, 11 November 2014 Pembentukan 9 kelompok/tim Mentor Aceh, Kalbar, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Jakarta, Jambi, Jabar, Bali No. Waktu Kegiatan Perlengkapan Tempat/Petugas/Narasumber Sholat Subuh Berjama ah dan Kultum Senam Pagi, PBB dasar Keperluan pribadi Sound system, instruktur senam dan PBB Mentor Tim Senam Sarapan Pagi Kebutuhan pribadi Panitia Kemenag Persiapan acara pembukaan Upacara Pembukaan Tiang bendera, bendera merah putih dan perlengkapan yang dibutuhkan Tiang bendera, bendera merah putih dan perlengkapan yang dibutuhkan Rehat Success With Value Laptop, Infocus Lapangan/Kemenag RI Lapangan/ Kak. Iwan K. Aula Ageung/Kak. Muhammad Assad, MSc Ishoma Kepemimpinan untuk Transformasi Bangsa Laptop, Infocus, Kak. Dr. H. Adang Ruchyat Rehat Learning Organization bagi OSIS di Madrasah Laptop, Infocus Kak. Drs. Asep Kusnadi, M.Pd Apel Sore Tiang bendera dan bendera merah putih Ishoma Pengembangan OSIS Madrasah/Talam Kerja Laptop, Infocus, dll Pentas seni dan Budaya Panggung dan perlengkapan lainnya Istirahat Tim Mentor Kak. Dr. H. Sastra Juanda/Tim Mentor Banten, Jateng, Kalsel, Sulawesi Tengah, Kepri, Lampung, Maluku, Sumut, Kalut 15

19 Hari Ketiga : Rabu, 12 November 2014 No Waktu Kegiatan Perlengkapan Tempat/Petugas Sholat Subuh Berjama ah dan Kultum Senam Pagi, PBB Tongkat Sarapan Pagi Keperluan pribadi Sound system, instruktur senam dan PBB Tongkat Kebutuhan pribadi Mentor Tim Senam Tim asisten mentor Panitia Kemenag Apel Pagi Tiang bendera dan bendera merah putih Lapangan/Mentor Keterampilan Kepramukaan Penegak 1 Tiang bendera dan bendera merah putih Kak Ningsih dkk (upacara-upacara) Ishoma Perlengkapan pribadi Tim Mentor Lanjutan Keterampilan SKU, SKK, SPG, Kepramukaan Penegak 2 TKU, TKK, TPG Kak Ningsih dkk Rehat Forum Penegak, Lanjutan Keterampilan Dewan Ambalan, Kepramukaan Penegak 3 Dewan Kerja Kak Ningsih dkk Ishoma Perlengkapan pribadi Panitia Kemenag Pentas seni dan Budaya Refleksi dan Renungan Memimpin Waktu Panggung dan perlengkapan lainnya Istirahat Hari Keempat : Kamis, 13 November 2014 Kalteng, Jatim, Maluku Utara, NTT, Sulut, Riau, Sulawesi Barat, Sumbar, Papua Barat - Kak. Iwan / Tim Mentor No Waktu Kegiatan Perlengkapan Tempat/Petugas Sholat Subuh Berjama ah dan kultum Senam Pagi, PBB Tongkat Sarapan Pagi Apel Pagi Bazar Makan Khas Daerah Diskusi Kelompok Keperluan pribadi Sound system, instruktur senam dan PBB Kebutuhan pribadi Tiang bendera dan bendera merah putih Lapangan Utama Laptop, Infocus Mentor Tim Senam Tim asisten mentor Panitia Kemenag Lapangan/Mentor Lapangan/Mentor Tim Mentor Pleno - Panitia Kemenag Out Door 1 Low and High element Kak Supriyadi dkk Ishoma Lanjutan Out Door 2 Low and High element Kak Supriyadi dkk Rehat Out Door 3 Low and High element Kak Supriyadi dkk Apel Sore Ishoma Api Unggun dan Pentas seni dan Budaya Panggung dan perlengkapan lainnya Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Babel, NTB, Kaltim, Papua, Gorontalo, Yogyakarta 16

20 Hari Kelima : Jum at, 14 November 2014 No Waktu Kegiatan Perlengkapan Tempat/Petugas Sholat Subuh Berjama ah dan Kultum Senam Pagi, PBB Tongkat Sarapan Pagi Keperluan pribadi Sound system, instruktur senam dan PBB Kebutuhan pribadi Mentor Tim Senam Tim asisten mentor Panitia Kemenag Tukar cindra mata dan karnaval Lapangan Utama Lapangan/Mentor Upacara Penutupan Lapangan Utama Lapangan/Panitia Selamat Jalan Lapangan utama 17

21 Lampiran 2 STRUKTUR PEMERINTAHAN JAMBORE OSIS MADARSAH NASIONAL (JAMSIMNAS 2014) PROPINSI SULTAN MAULANA HASANUDDIN GUBERNUR : Kak H. ADANG RUCHYAT WAKIL : Kak ASEP KUSNADI SEKRETARIS : Kak BURHAN WS STAF : Kak H. HARJANA : Kak BABAY BAIKUNI : Kak HAPSAH KABUPATEN Pa : PANGERAN DIPONEGORO BUPATI Pa : Kak IWAN KURNIAWAN SEKRETARIS : Kak ALI SOFYAN STAF : Kak M. AGUS ICHSAN KABUPATEN Pi : CUT NYA DIEN BUPATI Pi : NINGSIH KECAMATAN Pa : SISINGA MANGARAJA CAMAT : Kak SUPRIADI STAF : Kak ADIH SUPARDI : Kak BONAR KECAMATAN Pi : DEWI SARTIKA CAMAT : Kak ARBAINUN SEKRETARIS : Kak NURUL STAF : Kak ISMI KELURAHAN 1 Pa : Kak ABDUROHMAN STAF : Kak ISNALWALDI KELURAHAN 2 Pa : KaK SYARIF HIDAYATULLOAH SEKRETARIS : Kak REZA STAF : Kak AGUS KELURAHAN 1 Pi : Kak NENENG NURHASANAH SEKRETARIS : Kak HADIJAH STAF : Kak IRMAWATI KELURAHAN 2 Pi : Kak NURUL SEKRETARIS : Kak ASRI STAF : Kak YANTO RW 1 Pa : Kak SUJARI RW 2 Pa : Kak IMAM RW 3 Pa : Kak AZIZ RW 4 Pa : Kak KRISYANTO RW 1 Pi : Kak ISMI RW 2 Pi : Kak IRMA RW 3 Pi : Kak NENENG RW 4 Pi : Kak IJAH RT 1 Pa : Kak TARA RT 2 Pa : Kak SUHERMAN RT 1 Pi : Kak INUN RT 2 Pi : Kak NURDIANSYAH 18

22 Lampiran 3 KODE NOMOR KAPLING PESERTA JAMBORE OSIS MADRASAH NASIONAL (JAMSIMNAS 2014) RW RT KAPLING PUTRA KAPLING PUTRI A A A A A A A A A A A A A A A A A B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B

Mekanisme Pelaksanaan Musrenbangnas 2017

Mekanisme Pelaksanaan Musrenbangnas 2017 Mekanisme Pelaksanaan Musrenbangnas 2017 - Direktur Otonomi Daerah Bappenas - Temu Triwulanan II 11 April 2017 1 11 April 11-21 April (7 hari kerja) 26 April 27-28 April 2-3 Mei 4-5 Mei 8-9 Mei Rakorbangpus

Lebih terperinci

OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA PENGUMUMAN SELEKSI/PENDAFTARAN KEPALA PERWAKILAN DAN CALON ASISTEN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA

OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA PENGUMUMAN SELEKSI/PENDAFTARAN KEPALA PERWAKILAN DAN CALON ASISTEN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA PENGUMUMAN SELEKSI/PENDAFTARAN KEPALA PERWAKILAN DAN CALON ASISTEN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA Ombudsman Republik Indonesia mengundang Putra dan Putri Indonesia yang berintegritas,

Lebih terperinci

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009 ACEH ACEH ACEH SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT RIAU JAMBI JAMBI SUMATERA SELATAN BENGKULU LAMPUNG KEPULAUAN BANGKA BELITUNG KEPULAUAN RIAU DKI JAKARTA JAWA BARAT

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN A. Umum Dalam rangka usaha mencapai tujuan Gerakan Pramuka, diselenggarakan pendidikan kepramukaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah UU No 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) 2017

PETUNJUK PELAKSANAAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) 2017 PETUNJUK PELAKSANAAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) 2017 RACANA RADEN MAS SAID-NYI AGENG SERANG IAIN SURAKARTA Bekerjasama dengan PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CABANG SUKOHARJO PANDUAN

Lebih terperinci

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembar

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembar BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1712, 2016 PERRPUSNAS. Penyelenggaraan Dekonsentrasi. TA 2017. PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PELIMPAHAN URUSAN

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG

Lebih terperinci

2017, No dalam rangka Penyelenggaraan Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2018; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan

2017, No dalam rangka Penyelenggaraan Dekonsentrasi Tahun Anggaran 2018; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan No.1161, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERPUSNAS. Pelimpahan Urusan Pemerintahan Perpusnas. PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG PELIMPAHAN URUSAN

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN JAMBORE PENGGALANG SD-MI KWARTIR CABANG KLATEN TAHUN 2013

PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN JAMBORE PENGGALANG SD-MI KWARTIR CABANG KLATEN TAHUN 2013 PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN JAMBORE PENGGALANG SD-MI KWARTIR CABANG KLATEN TAHUN 2013 A. UMUM: Pengertian : Jambore adalah merupakan pertemuan besar dalam Gerakan Pramuka yang diikuti oleh Pramuka Penggalang

Lebih terperinci

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN

Lebih terperinci

P R O P O S A L PENYELENGGARAAN BRIEFING COACH PEKAN OLAHRAGA NASIONAL XIX/2016

P R O P O S A L PENYELENGGARAAN BRIEFING COACH PEKAN OLAHRAGA NASIONAL XIX/2016 P R O P O S A L PENYELENGGARAAN BRIEFING COACH PEKAN OLAHRAGA NASIONAL XIX/2016 The Bellezza Suite, Permata Hijau - Jakarta 13-14 Agustus 2016 PROPOSAL PENYELENGGARAAN BRIEFING COACH PEKAN OLAHRAGA NASIONAL

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Lomba Keterampilan Pramuka Penggalang dan Penegak Tahun 2015 yang disingkat LKP3 2015

Lebih terperinci

PANDUAN PENGGUNAAN Aplikasi SIM Persampahan

PANDUAN PENGGUNAAN Aplikasi SIM Persampahan PANDUAN PENGGUNAAN Aplikasi SIM Persampahan Subdit Pengelolaan Persampahan Direktorat Pengembangan PLP DIREKTORAT JENDRAL CIPTA KARYA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT Aplikasi SIM PERSAMPAHAN...(1)

Lebih terperinci

Jakarta, 15 Februari 2016

Jakarta, 15 Februari 2016 Lampiran : 1 (satu) set Perihal : Peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Badan Pusat Statistik Tahun 2016 Jakarta, 15 Februari 2016 Kepada Yang Terhormat: Para Kepala BPS Provinsi (terlampir) di Tempat

Lebih terperinci

WORKSHOP (MOBILITAS PESERTA DIDIK)

WORKSHOP (MOBILITAS PESERTA DIDIK) WORKSHOP (MOBILITAS PESERTA DIDIK) KONSEP 1 Masyarakat Anak Pendidikan Masyarakat Pendidikan Anak Pendekatan Sektor Multisektoral Multisektoral Peserta Didik Pendidikan Peserta Didik Sektoral Diagram Venn:

Lebih terperinci

INDONESIA Percentage below / above median

INDONESIA Percentage below / above median National 1987 4.99 28169 35.9 Converted estimate 00421 National JAN-FEB 1989 5.00 14101 7.2 31.0 02371 5.00 498 8.4 38.0 Aceh 5.00 310 2.9 16.1 Bali 5.00 256 4.7 30.9 Bengkulu 5.00 423 5.9 30.0 DKI Jakarta

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAYAAN KEPADA GUBERNUR DALAM PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI

Lebih terperinci

Populasi Ternak Menurut Provinsi dan Jenis Ternak (Ribu Ekor),

Populasi Ternak Menurut Provinsi dan Jenis Ternak (Ribu Ekor), Babi Aceh 0.20 0.20 0.10 0.10 - - - - 0.30 0.30 0.30 3.30 4.19 4.07 4.14 Sumatera Utara 787.20 807.40 828.00 849.20 871.00 809.70 822.80 758.50 733.90 734.00 660.70 749.40 866.21 978.72 989.12 Sumatera

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN DANA DEKONSENTRASI

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 220/MENKES/SK/VI/2013 TENTANG TIM BINAAN WILAYAH BIDANG KESEHATAN

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 220/MENKES/SK/VI/2013 TENTANG TIM BINAAN WILAYAH BIDANG KESEHATAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 220/MENKES/SK/VI/2013 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk meningkatkan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Pembinaan. Pengawasan. Pencabutan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Pembinaan. Pengawasan. Pencabutan. No.539, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Pembinaan. Pengawasan. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PEMBINAAN

Lebih terperinci

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Re

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Re BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 454, 2016 ANRI. Dana. Dekonsentrasi. TA 2016. Pelaksanaan. PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 041/P/2017 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 041/P/2017 TENTANG SALINAN KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 041/P/2017 TENTANG PENETAPAN ALOKASI DANA DEKONSENTRASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN ANGGARAN 2017 MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Pembinaan. Pengawasan. Perubahan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Pembinaan. Pengawasan. Perubahan. No.1562, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Pembinaan. Pengawasan. Perubahan. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN

Lebih terperinci

INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) PROVINSI PAPUA TRIWULAN IV-2016

INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) PROVINSI PAPUA TRIWULAN IV-2016 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) PROVINSI PAPUA TRIWULAN A. Penjelasan Umum No. 11/02/94/Th. VII, 6 Februari 2017 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan

Lebih terperinci

INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) PROVINSI PAPUA TRIWULAN I-2017

INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) PROVINSI PAPUA TRIWULAN I-2017 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) PROVINSI PAPUA TRIWULAN I-2017 A. Penjelasan Umum 1. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) I-2017 No. 27/05/94/Th. VII, 5 Mei 2017 Indeks Tendensi

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PERKEMAHAN LOMBA PENGGALANG KKM MTSN 1 TANGSEL TAHUN 2016

PETUNJUK TEKNIS PERKEMAHAN LOMBA PENGGALANG KKM MTSN 1 TANGSEL TAHUN 2016 PERKEMAHAN LOMBA PENGGALANG KKM MTSN 1 TANGSEL TAHUN 2016 PETUNJUK TEKNIS UNTUK PESERTA Lomba Pramuka Penggalang Seluruh MTs di bawah naungan KKM MTSN 1 Tangerang Selatan PERKEMAHAN LOMBA PENGGALANG (PERBALANG

Lebih terperinci

4. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/18/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis Kementerian dan

4. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/18/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis Kementerian dan MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA

Lebih terperinci

2016, No Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakh

2016, No Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakh No.1368, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENAKER. Hasil Pemetaan. PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG HASIL PEMETAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LATIHAN GABUNGAN PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA KWARTIR CABANG KAPUAS TAHUN 2016

PETUNJUK TEKNIS LATIHAN GABUNGAN PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA KWARTIR CABANG KAPUAS TAHUN 2016 PETUNJUK TEKNIS TAHUN 2016 DEWAN KERJA CABANG KAPUAS TAHUN 2015 I. PENDAHULUAN A. Dasar Pemikiran Gerakan Pramuka adalah organisasi yang bergerak di bidang ke kepemudaan. Yang hingga sampai saat ini masih

Lebih terperinci

INDEKS TENDENSI KONSUMEN

INDEKS TENDENSI KONSUMEN No. 10/02/91 Th. VI, 6 Februari 2012 INDEKS TENDENSI KONSUMEN A. Penjelasan Umum Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Lomba Keterampilan Pramuka Penggalang dan Penegak Tahun 2015 yang disingkat LKP3 2015

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1652, 2014 KEMENDIKBUD. Mutu Pendidikan. Aceh. Sumatera Utara. Riau. Jambi. Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. Bengkulu. Lampung. Banten. DKI Jakarta. Jawa

Lebih terperinci

POTRET PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH (Indikator Makro)

POTRET PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH (Indikator Makro) POTRET PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH (Indikator Makro) Pusat Data dan Statistik Pendidikan - Kebudayaan Setjen, Kemendikbud Jakarta, 2015 DAFTAR ISI A. Dua Konsep Pembahasan B. Potret IPM 2013 1. Nasional

Lebih terperinci

PEMETAAN DAN KAJIAN CEPAT

PEMETAAN DAN KAJIAN CEPAT Tujuan dari pemetaan dan kajian cepat pemetaan dan kajian cepat prosentase keterwakilan perempuan dan peluang keterpilihan calon perempuan dalam Daftar Caleg Tetap (DCT) Pemilu 2014 adalah: untuk memberikan

Lebih terperinci

PAGU SATUAN KERJA DITJEN BINA MARGA 2012

PAGU SATUAN KERJA DITJEN BINA MARGA 2012 No Kode PAGU SATUAN KERJA DITJEN BINA MARGA 2012 Nama Satuan Kerja Pagu Dipa 1 4497035 DIREKTORAT BINA PROGRAM 68,891,505.00 2 4498620 PELAKSANAAN JALAN NASIONAL WILAYAH I PROVINSI JATENG 422,599,333.00

Lebih terperinci

Nomor : 01/SAKOMA.SBY/IX/ September 2016 Lampiran : 4 lembar Perihal : Pemberitahuan

Nomor : 01/SAKOMA.SBY/IX/ September 2016 Lampiran : 4 lembar Perihal : Pemberitahuan GERAKAN PRAMUKA SATUAN KOMUNITAS PRAMUKA MA ARIF NU CABANG KOTA SURABAYA Jalan Makam Peneleh 70 76 Telp. 5317470, 5465352 Fax. 5343541 Surabaya 60274 E-mail : [email protected] Website : http://sakomasurabaya.wordpress.com

Lebih terperinci

INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN I-2013

INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN I-2013 BADAN PUSAT STATISTIK No. 34/05/Th. XVI, 6 Mei 2013 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN I-2013 KONDISI BISNIS DAN EKONOMI KONSUMEN MENINGKAT A. INDEKS TENDENSI BISNIS A. Penjelasan

Lebih terperinci

G E R A K A N P R A M U K A GUGUS DEPAN NATADIRJA SMA NEGERI 10 KOTA BENGKULU Jl. Padang Cengkeh Kel. Sukarami Kec. Selebar Kota Bengkulu

G E R A K A N P R A M U K A GUGUS DEPAN NATADIRJA SMA NEGERI 10 KOTA BENGKULU Jl. Padang Cengkeh Kel. Sukarami Kec. Selebar Kota Bengkulu No : 01 / HUT / GD.01015-01016 / IV /2015 Lampiran : 1 (satu) Berkas Perihal : Undangan Kegiatan Kepada Yth. Kakak Ketua Mabigus SMA / SMK / MA / SMP / MTS di Tempat Salam Pramuka Bengkulu, 1 Oktober 2015

Lebih terperinci

2

2 2 3 c. Pejabat Eselon III kebawah (dalam rupiah) NO. PROVINSI SATUAN HALFDAY FULLDAY FULLBOARD (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. ACEH

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN, www.bpkp.go.id PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER- 786/K/SU/2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR KEP-58/K/SU/2011

Lebih terperinci

PUSAT DISTRIBUSI DAN CADANGAN PANGAN BADAN KETAHANAN PANGAN RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI DAN STABILITAS HARGA PANGAN TAHUN 2015

PUSAT DISTRIBUSI DAN CADANGAN PANGAN BADAN KETAHANAN PANGAN RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI DAN STABILITAS HARGA PANGAN TAHUN 2015 PUSAT DISTRIBUSI DAN CADANGAN PANGAN BADAN KETAHANAN PANGAN RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI DAN STABILITAS HARGA PANGAN TAHUN 2015 Workshop Perencanaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2015

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 123 TAHUN 2014 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN

Lebih terperinci

D. Peserta Peserta dari kegiatan ini adalah Penggalang SMP/MTs Sederajat se- Jabodetabek.

D. Peserta Peserta dari kegiatan ini adalah Penggalang SMP/MTs Sederajat se- Jabodetabek. GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN 04207-04208 SULTAN HASANUDDIN CUT NYAK DIEN PANGKALAN MTS NEGERI 1 KOTA TANGERANG SELATAN Sekretariat : Jl. Pajajaran No. 31 Pamulang Tangerang Selatan 15417 Telp. (021) 7415023

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL GEDUNG PRIJADI PRAPTOSUHARDJO I LANTAI I JALAN LAPANGAN BANTENG TIMUR NO. 2 JAKARTA 10710 TELEPON

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN... TENTANG KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN... TENTANG KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN... TENTANG KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 228

Lebih terperinci

ANALISIS DAN EVALUASI PELAYANAN KELUARGA BERENCANA BAGI KELUARGA PRA SEJAHTERA DAN KELUARGA SEJAHTERA I DATA TAHUN 2013

ANALISIS DAN EVALUASI PELAYANAN KELUARGA BERENCANA BAGI KELUARGA PRA SEJAHTERA DAN KELUARGA SEJAHTERA I DATA TAHUN 2013 ANALISIS DAN EVALUASI PELAYANAN KELUARGA BERENCANA BAGI KELUARGA PRA SEJAHTERA DAN KELUARGA SEJAHTERA I DATA TAHUN 2013 BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL DIREKTORAT PELAPORAN DAN STATISTIK

Lebih terperinci

JADWAL KEGIATAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) KWARTIR RANTING TUNGKAL ILIR TANGGAL 29 NOV S.D 04 DES 2013

JADWAL KEGIATAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) KWARTIR RANTING TUNGKAL ILIR TANGGAL 29 NOV S.D 04 DES 2013 SABTU 30-11-13 JADWAL KEGIATAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) KWARTIR RANTING TUNGKAL ILIR TANGGAL 29 NOV S.D 04 DES 2013 HARI/TGL WAKTU KEGIATAN TUTOR/PEMATERI KET 07.00-13.00 Peserta

Lebih terperinci

KETENTUAN KEGIATAN SELEKSI KONTINGEN RAIMUNA NASIONAL 2017 KWARCAB KOTA SEMARANG TAHUN 2017

KETENTUAN KEGIATAN SELEKSI KONTINGEN RAIMUNA NASIONAL 2017 KWARCAB KOTA SEMARANG TAHUN 2017 KETENTUAN KEGIATAN SELEKSI KONTINGEN RAIMUNA NASIONAL 2017 KWARCAB KOTA SEMARANG TAHUN 2017 I. PENDAHULUAN Sesuai dengan kelender kegiatan dan keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2013,

Lebih terperinci

Nomor : 0094/SDAR/BSNP/III/ Maret 2018 Lampiran : satu berkas Perihal : Revisi Kedua POS UN Tahun Pelajaran 2017/2018

Nomor : 0094/SDAR/BSNP/III/ Maret 2018 Lampiran : satu berkas Perihal : Revisi Kedua POS UN Tahun Pelajaran 2017/2018 Nomor : 0094/SDAR/BSNP/III/2018 5 Maret 2018 Lampiran : satu berkas Perihal : Revisi Kedua POS UN Tahun Pelajaran 2017/2018 Yang terhormat: 1. Kepala Dinas Provinsi 2. Kepala Kantor Wilayah Kementerian

Lebih terperinci

SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH DI WILAYAH PROVINSI.

SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH DI WILAYAH PROVINSI. SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA MMMMMERNJHEDSOAHDCsiDHNsaolkiDFSidfnbshdjcb XZCnxzcxzn PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN

Lebih terperinci

INDEKS TENDENSI KONSUMEN PROVINSI LAMPUNG TRIWULAN III-2015 DAN PERKIRAAN TRIWULAN IV-2015

INDEKS TENDENSI KONSUMEN PROVINSI LAMPUNG TRIWULAN III-2015 DAN PERKIRAAN TRIWULAN IV-2015 BPS PROVINSI LAMPUNG No. 10/11/18.Th.V, 5 November 2015 INDEKS TENDENSI KONSUMEN PROVINSI LAMPUNG TRIWULAN III-2015 DAN PERKIRAAN TRIWULAN IV-2015 INDEKS TENDENSI KONSUMEN LAMPUNG TRIWULAN III-2015 SEBESAR

Lebih terperinci

RUMAH KHUSUS TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN

RUMAH KHUSUS TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN Pembangunan Perumahan Dan Kawasan Permukiman Tahun 2016 PERUMAHAN PERBATASAN LAIN2 00 NASIONAL 685.00 1,859,311.06 46,053.20 4,077,857.49 4,523.00 359,620.52 5,293.00 714,712.50 62,538.00 1,344,725.22

Lebih terperinci

INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN I-2015

INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN I-2015 BADAN PUSAT STATISTIK No. 46/05/Th. XVIII, 5 Mei 2015 INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN I-2015 KONDISI BISNIS MENURUN NAMUN KONDISI EKONOMI KONSUMEN SEDIKIT MENINGKAT A. INDEKS

Lebih terperinci

GERAKAN PRAMUKA GUGUSDEPAN LOMBOK TIMUR PANGKALAN MADRASAH ALIYAH NEGERI SELONG SANGGA KERJA LOMBA DESIGN PIONERING PENGGALANG SE-LOTIM

GERAKAN PRAMUKA GUGUSDEPAN LOMBOK TIMUR PANGKALAN MADRASAH ALIYAH NEGERI SELONG SANGGA KERJA LOMBA DESIGN PIONERING PENGGALANG SE-LOTIM GERAKAN PRAMUKA GUGUSDEPAN LOMBOK TIMUR 011-012 PANGKALAN MADRASAH ALIYAH NEGERI SELONG SANGGA KERJA LOMBA DESIGN PIONERING PENGGALANG SE-LOTIM Jln. Hasanuddin No, 02 Selong Telp (0376) 21481, http://gepramansel.wordpress.com

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAYAAN KEPADA GUBERNUR DALAM PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI

Lebih terperinci

POTRET PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI BARAT (Indikator Makro)

POTRET PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI BARAT (Indikator Makro) POTRET PENDIDIKAN PROVINSI SULAWESI BARAT (Indikator Makro) Pusat Data dan Statistik Pendidikan - Kebudayaan Kemendikbud Jakarta, 2015 DAFTAR ISI A. Dua Konsep Pembahasan B. Potret IPM 2013 1. Nasional

Lebih terperinci

2017, No telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahu

2017, No telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahu No.740, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDIKBUD. Penyelenggaraan Dekonsentrasi. TA 2017. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG PELIMPAHAN

Lebih terperinci

PANDUAN. Aplikasi Database Tanah, Bangunan/Gedung, dan Rumah Negara Gol. 2

PANDUAN. Aplikasi Database Tanah, Bangunan/Gedung, dan Rumah Negara Gol. 2 PANDUAN Aplikasi Database Tanah, Bangunan/Gedung, dan Rumah Negara Gol. 2 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara Sekretariat Direktorat Jenderal Cipta Karya DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEMENTERIAN

Lebih terperinci

NAMA, LOKASI, ESELONISASI, KEDUDUKAN, DAN WILAYAH KERJA

NAMA, LOKASI, ESELONISASI, KEDUDUKAN, DAN WILAYAH KERJA 2012, No.659 6 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR PER.07/MEN/IV/2011

Lebih terperinci

TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK MALUKU SEPTEMBER 2016 MENURUN

TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK MALUKU SEPTEMBER 2016 MENURUN BADAN PUSAT STATISTIK No.06/02/81/Th.2017, 6 Februari 2017 TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK MALUKU SEPTEMBER 2016 MENURUN GINI RATIO MALUKU PADA SEPTEMBER 2016 SEBESAR 0,344 Pada September 2016,

Lebih terperinci

INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) PROVINSI PAPUA TRIWULAN I-2016

INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) PROVINSI PAPUA TRIWULAN I-2016 No. 25/05/94/Th. VI, 4 Mei 2016 INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) PROVINSI PAPUA TRIWULAN A. Penjelasan Umum Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini yang dihasilkan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK Inflai BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 74/11/52/Th VII, 7 November 2016 INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) TRIWULAN III-2016 A. Penjelasan Umum Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP KATA PENGANTAR Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan perencanaan yang baik yang didasarkan pada data dan informasi kesehatan yang tepat dan akurat serta berkualitas, sehingga dapat menggambarkan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN UPSUS PENINGKATAN PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI TAHUN 2015

PERKEMBANGAN PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN UPSUS PENINGKATAN PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI TAHUN 2015 PERKEMBANGAN PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN UPSUS PENINGKATAN PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI TAHUN 2015 Bahan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Nasional 3 4 Juni 2015 KEMENTERIAN PERTANIAN

Lebih terperinci

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA SURAT KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 010 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERTEMUAN PRAMUKA LUAR BIASA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2013 Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN

Lebih terperinci

INDEKS TENDENSI KONSUMEN PROVINSI LAMPUNG TRIWULAN I-2016 DAN PERKIRAAN TRIWULAN II-2016

INDEKS TENDENSI KONSUMEN PROVINSI LAMPUNG TRIWULAN I-2016 DAN PERKIRAAN TRIWULAN II-2016 BPS PROVINSI LAMPUNG No. 10/05/18/Th. VI, 4 Mei 2016 INDEKS TENDENSI KONSUMEN PROVINSI LAMPUNG TRIWULAN I-2016 DAN PERKIRAAN TRIWULAN II-2016 INDEKS TENDENSI KONSUMEN LAMPUNG TRIWULAN I-2016 SEBESAR 101,55

Lebih terperinci

HASIL Ujian Nasional SMP - Sederajat. Tahun Ajaran 2013/2014

HASIL Ujian Nasional SMP - Sederajat. Tahun Ajaran 2013/2014 HASIL Ujian Nasional SMP - Sederajat Tahun Ajaran 213/21 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, 13 Juni 21 1 Ringkasan Hasil Akhir UN - SMP Tahun 213/21 Peserta UN 3.773.372 3.771.37 (99,9%) ya

Lebih terperinci

Evaluasi Kegiatan TA 2016 dan Rancangan Kegiatan TA 2017 Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian *)

Evaluasi Kegiatan TA 2016 dan Rancangan Kegiatan TA 2017 Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian *) Evaluasi Kegiatan TA 2016 dan Rancangan Kegiatan TA 2017 Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian *) Oleh : Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto, MS, DAA Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian *) Disampaikan

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 135 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 78 TAHUN 2012 TENTANG

Lebih terperinci

2011, No Gubernur sebagaimana dimaksud pada huruf a, ditetapkan dengan Peraturan Menteri; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

2011, No Gubernur sebagaimana dimaksud pada huruf a, ditetapkan dengan Peraturan Menteri; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.917, 2011 BAPPENAS. Pelimpahan Kewenangan. Dekonsentrasi. Tahun Anggaran 2012. PERATURAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

PROGRAM UNGGULAN HWK TAHUN 2018 BERSAMA DPD PROVINSI HWK SE SUMATERA DAN JAWA

PROGRAM UNGGULAN HWK TAHUN 2018 BERSAMA DPD PROVINSI HWK SE SUMATERA DAN JAWA PANDUAN RAKORNIS PROGRAM UNGGULAN HWK TAHUN 2018 BERSAMA DPD PROVINSI HWK SE SUMATERA DAN JAWA DPP HIMPUNAN WANITA KARYA Hotel Pangeran Beach Padang, 19 21 Januari 2018 I. NAMA KEGIATAN : Rapat Koordinasi

Lebih terperinci

NAMA, LOKASI, ESELONISASI, KEDUDUKAN, DAN WILAYAH KERJA. No Nama UPT Lokasi Eselon Kedudukan Wilayah Kerja. Bandung II.b DITJEN BINA LATTAS

NAMA, LOKASI, ESELONISASI, KEDUDUKAN, DAN WILAYAH KERJA. No Nama UPT Lokasi Eselon Kedudukan Wilayah Kerja. Bandung II.b DITJEN BINA LATTAS 5 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR PER.07/MEN/IV/2011

Lebih terperinci

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 185 TAHUN 2017 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERKEMAHAN PUTRI TINGKAT NASIONAL III TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Gerakan

Lebih terperinci

Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional MA untuk Perbaikan Akses dan Mutu Pendidikan

Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional MA untuk Perbaikan Akses dan Mutu Pendidikan Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional MA untuk Perbaikan Akses dan Mutu Pendidikan Asep Sjafrudin, S.Si, M.Si Madrasah Aliyah sebagai bagian dari jenjang pendidikan tingkat menengah memerlukan upaya pengendalian,

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Lomba Keterampilan Pramuka Penggalang dan Penegak Tahun 2015 yang disingkat LKP3 2015

Lebih terperinci

Gladi Upacara Pembukaan Lap. Upacara Petugas Up. Sie. Up I S O M A

Gladi Upacara Pembukaan Lap. Upacara Petugas Up. Sie. Up I S O M A JADWAL KEGIATAN PERKEMAHAN PRAMUKA PENGGALANG MAARIF NU NASIONAL ( PERGAMANAS ) I TAHUN 2015 Di Ponpes KHAS Kempek Cirebon Jawa Barat 7-12 Januari 2014 HARI WAKTU URAIAN KEGIATAN TEMPAT PESERTA NARA SUMBER

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut

Lebih terperinci

PETUNJUK DISKUSI RAPAT KERJA KESEHATAN NASIONAL (RAKERKESNAS) TAHUN 2017

PETUNJUK DISKUSI RAPAT KERJA KESEHATAN NASIONAL (RAKERKESNAS) TAHUN 2017 PETUNJUK DISKUSI RAPAT KERJA KESEHATAN NASIONAL (RAKERKESNAS) TAHUN 2017 JAKARTA, 27 FEBRUARI 2017 A. Setiap ruang diskusi Binwil terdiri atas: a. Koordinator Binwil: Eselon I b. Staf ahli/skm akan masuk

Lebih terperinci

6. Tanggung jawab terhadap kebenaran alokasi yang tertuang dalam DIPA Induk sepenuhnya berada pada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran.

6. Tanggung jawab terhadap kebenaran alokasi yang tertuang dalam DIPA Induk sepenuhnya berada pada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran. -,.. DS:598-75-3511-324 Jakarta. 7 Desember 215 A.N MENTERI KEUANGAN DIREKTUR JENDERAL ANGGARAN / rv ASKOLANI NIP.19666111992211 t SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT JENDERAL BADAN PENGAWAS PEMILIHAN

Lebih terperinci

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 315, 2016 BAPPENAS. Penyelenggaraan Dekonsentrasi. Pelimpahan. Tahun Anggaran 2016. PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

KESEHATAN ANAK. Website:

KESEHATAN ANAK. Website: KESEHATAN ANAK Jumlah Sampel dan Indikator Kesehatan Anak Status Kesehatan Anak Proporsi Berat Badan Lahir, 2010 dan 2013 *) *) Berdasarkan 52,6% sampel balita yang punya catatan Proporsi BBLR Menurut

Lebih terperinci

DESKRIPTIF STATISTIK GURU PAIS

DESKRIPTIF STATISTIK GURU PAIS DESKRIPTIF STATISTIK GURU PAIS 148 Statistik Pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Deskriptif Statistik Guru PAIS A. Tempat Mengajar Pendataan Guru PAIS Tahun 2008 mencakup 33 propinsi. Jumlah

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1043, 2012 KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL. Pelimpahan Urusan Pemerintahan. Gubernur. Dekonsentrasi. PERATURAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR HK.03.01/VI/432/2010 TENTANG

KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR HK.03.01/VI/432/2010 TENTANG KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.03.01/VI/432/2010 TENTANG DATA SASARAN PROGRAM KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SEKRETARIS

Lebih terperinci

TUAN RUMAH KEJURNAS ANTAR PPLP TAHUN 2016

TUAN RUMAH KEJURNAS ANTAR PPLP TAHUN 2016 TUAN RUMAH KEJURNAS ANTAR PPLP TAHUN 2016 NO CABOR PROVINSI PELAKSANAAN KONTAK PERSON 1 Atletik DKI Jakarta 3 s.d 7 Agustus 2016 2 Dayung RIAU 22 s.d 27 Oktober 2016 Pak Sanusi Hp. 081275466550 3 Gulat

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP KATA PENGANTAR Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan perencanaan yang baik yang didasarkan pada data dan informasi kesehatan yang tepat dan akurat serta berkualitas, sehingga dapat menggambarkan

Lebih terperinci

infografis GERAKAN SENIMAN MASUK SEKOLAH GERAKAN SENIMAN MASUK SEKOLAH

infografis GERAKAN SENIMAN MASUK SEKOLAH GERAKAN SENIMAN MASUK SEKOLAH infografis GERAKAN SENIMAN MASUK SEKOLAH GERAKAN SENIMAN MASUK SEKOLAH Apa yang dimaksud gsms?? Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) adalah program yang dijalankan Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, - 1 - SALINAN PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PELIMPAHAN URUSAN PEMERINTAHAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

Analisis Hasil Ujian Nasional Madrasah Tsanawiyah Tahun 2008

Analisis Hasil Ujian Nasional Madrasah Tsanawiyah Tahun 2008 Analisis Hasil Ujian Nasional Madrasah Tsanawiyah Tahun 2008 Oleh : Asep Sjafrudin, M.Si 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Sebagai jenjang terakhir dalam program Wajib Belajar 9 Tahun Pendidikan Dasar

Lebih terperinci

Laporan Keuangan UAPPA-E1 Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Tahun 2014 (Unaudited) No Uraian Estimasi Pendapatan

Laporan Keuangan UAPPA-E1 Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Tahun 2014 (Unaudited) No Uraian Estimasi Pendapatan Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah Rp2.334.880.785 B. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN B.1 Pendapatan Negara dan Hibah Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada Tahun Anggaran 2014

Lebih terperinci

VIII. PROSPEK PERMINTAAN PRODUK IKAN

VIII. PROSPEK PERMINTAAN PRODUK IKAN 185 VIII. PROSPEK PERMINTAAN PRODUK IKAN Ketersediaan produk perikanan secara berkelanjutan sangat diperlukan dalam usaha mendukung ketahanan pangan. Ketersediaan yang dimaksud adalah kondisi tersedianya

Lebih terperinci

DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN

DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN KANTOR PUSAT KEMENTERIAN PERTANIAN GEDUNG D JALAN HARSONO RM NOMOR 3 RAGUNAN PASAR MINGGU, JAKARTA SELATAN KODE POS 12550 TELEPON

Lebih terperinci

POTRET PENDIDIKAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU (Indikator Makro)

POTRET PENDIDIKAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU (Indikator Makro) POTRET PENDIDIKAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU (Indikator Makro) Pusat Data dan Statistik Pendidikan - Kebudayaan Setjen, Kemendikbud Jakarta, 2015 DAFTAR ISI A. Dua Konsep Pembahasan B. Potret IPM 2013 1.

Lebih terperinci

TABEL 1 GAMBARAN UMUM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) KURUN WAKTU 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2011

TABEL 1 GAMBARAN UMUM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) KURUN WAKTU 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2011 TABEL 1 GAMBARAN UMUM No. Provinsi Lembaga Pengelola Pengunjung Judul Buku 1 DKI Jakarta 75 83 7.119 17.178 2 Jawa Barat 1.157 1.281 72.477 160.544 3 Banten 96 88 7.039 14.925 4 Jawa Tengah 927 438 28.529

Lebih terperinci