MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA
|
|
|
- Johan Oesman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA RUMUSAN PANCASILA Nama : Lingga Rifki Nuari NIM : Kelompok : B Program studi & Jurusan : D3 Tekhnik Informatika Dosen : Irton, SE.,M.Si
2
3 KATA PENGANTAR Alhamdulillahhirobil alamin, segala puji dan syukur, kita panjatkan atas karunia Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Karena berkat rahmat dan hidayahnya saya dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul Rumusan Pancasila.,dan ucpkan terimakasih kepada pihak-pihak lain yang telah membantu menyelesaikan tugas ini secara langsung atau tidak langsung. Karena itu sudah sepantasnya saya mengucapkan banyak terima kasuh kepada: 1. Bpk. Irton, SE.,M.Si yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada kami. 2. Orang Tua dan keluarga kami tercinta yang banyak memberikan motivasi dan dorongan serta bantuan, baik secara moral maupun spiritual. 3. Teman-teman yang sudah banyak membantu dan atas kesediannya memberikan waktu untuk melakukan pengamatan, serta semua pihak yang ikut membantu dalam pencarian data dan informasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, cetak maupun elektronik, yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Terima kasih atas semuanya. Saya selaku penulis makalah menyadari masih banyak terdapat kesalahan dalam hal penulisan ataupun dalam hal ketatabahasaan. Oleh karena itu saya selaku penyusunmakalah mengharapkan kritik dan saranya yang bersifat membangun, dan demi perbaikantugas untuk yang akan datang.terima kasih. Penulis
4 Abstrak Makalah yang berjudul Rumusan Pancasila ini membahas tentang rumusan dan pembentukan pancasila secara historis, yang terkadang sering luput dari pandangan kita sebagai Warga Negara Indonesia, bagaimana rumusan dan pembentukan pancasila itu. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberitahukan kepada orang banyak tentang rumusan pancasila agar mereka semua dapat mengetahui bagaimana pancasila itu di rumaskan dan pancasila itu di buat, siapa saja yang membuat, dan bagaimana cara membuatnnya. Metode yang digunakan makalah ini adalah dengan melakukan. Saya mencari lewat Internet, juga melalui buku-buku.
5
6 BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Pancasila yang dirumuskan dalam alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang 1945 (UUD1945), sebab itulahpancasila yang secara resmi ditetapkan oleh Intruksi Presiden No. 12 Tahun 1968 (inpres No. 12/1968). Dalam notulen sidang Dokuritzu Zyunbi Tyoozakai (badan Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) (BPUPKI) sebelum menjadi rumusan resmi, Pancasila telah dirumuskan oleh Soekarno dalam pidatonya 1 Juni Soekarno mengatakan bahwa kelima sila itu bersal dari prinsip yang terkandung dalam satu perkataan Indonesia yang tulen yaitu gotong royong. Soepomo tidak merumuskan Pancasila secara tegas, tetapi dalam pidatonya tanggal 31 Mei dia menyebutkan: Negara yang bersatu dengan seluruh rakyatnya, budi pekerti kemanusiaan yang luhur,,, Takluk kepada Tuhan, sisitem badan permusyawaratan, dan sistem sosialisme negara. Muhammad Yamin yang berpidato pada tanggal 29 Mei merumuskan pancsila itu sebagai berikut: Peri kebangsaan, peri Kemanusiaan, Peri ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat (Keadilan Sosial). Dia mengatakan sila yang dirumuskanitu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembangdi Indonesia (Muhammad Yamin, 1959:79 dan 113, menurut Hatta dalam pidatonya pada 29 Mei Yamin tidak merumuskan pancasila yang diberi tanggal 29 Mei itu sesudah pidato Soekarno. Dengan demikian pengertian pancasila dapat dibedakan menjadi dua yaitu Pancasila formal yang berupa pengertian yang abstrak berupa ideatokoh-tokoh perumus Pancasila yang kemudian dituangkan dalam rumusan tertulis dalam dokumen-dokumen penting; dan Pancasila material yang hidup dan berkembang dalm sejarah, peradaban agama, idup ketatanegaraan, lembaga sosila (struktur sisial asli Indonesia yang bersifat gotong-royong). Kedua pengertian Pancasila itu memiliki sifat-sifat yang berbeda pula. Dalam Panacasila material belum jelas batas-batas antara sila satu dengan sila yang lain seperti halnya pada Pancasila formal. Bahkan mungkin saja orang belum memahaminya sebagai sila-sila atau prinsip-prinsip yang abstrak, tetapi mereka mengejarnya sebgai nilai-nilai kehidupan seharihari dalam bidang-bidang sosial, politik pemerintahan, ekonomi, budaya, dan agama. Jadi mereka menjalaninya secara konkret.sebaliknya Pancasila formal sdah dirumuskan sebagai prinsip-prinsip yang abstrak dan tegas batas-batasnya, sehingga dapat dipahami oleh setiap orang sebagai sesuatu yang universal, karena sudah dilepaskan dari ciri-ciri individual dan partikularnya. Pancasila foral itu dimaksudkan oleh perumusnya untukm pedoman hidup bernegra, berbangsa, dan bermasyarakat dalam negara Indonesia merdeka yang sedang mereka teliti persiapannya dalam sidang BPUPKI itu.
7 B. Rumusan Masalah 1) Bagaimana Pancasila itu di rumuskan, dan di buat...? 2) Apa saja nilai-nilai budaya yang terkandung dari hasil rumusan-rumusan Pancasila tersebut...? 3) Bagaimana perwujudan Pancasila dalam hidup berbangsa menuju ke persatuan dari keanekaragaman bangsa Indonesia...? 4) Hakikat Pancasila...? 5) Penerapan/Implementasi pancasila di mas reformasi...?
8 BAB II C. Pembahasan Pancasila Sebagai dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Namun walaupun pancasila saat ini telah dihayati sebagai filsafat hidup bangsa dan dasar negara, yang merupakan perwujudan dari jiwa bangsa,sikap mental,budaya dan karakteristik bangsa, saat ini asal usul dan kapan di keluarkan/disampaikannnya Pancasila masih dijadikan kajian yang menimbulkan banyak sekali penafsiran dan konflik yang belum selesai hingga saat ini.namun dibalik itu semua nyatanya pancasila memang mempunyai sejarah yang panjang tentang perumusan-perumusan terbentuknya pancasila, dalam perjalanan ketata negaraan Indonesia. Sejarah ini begitu sensitif dan salah-salah bisa mengancam keutuhan Negara Indonesia. Hal ini dikarenakan begitu banyak polemik serta kontroversi yang akut dan berkepanjangan baik mengenai siapa pengusul pertama sampai dengan pencetus istilah Pancasila. Dari beberapa sumber, ada beberapa rumusan Pancasila yang telah atau pernah muncul. Secara berturut turut akan dikemukakan rumusan dari: 1. Muhammad Yamin, 2. Sukarno, 3. Piagam Jakarta, 4. Hasil BPUPKI, 5. Hasil PPKI, 6. Konstitusi RIS, 7. UUD Sementara, 8. UUD 1945 (Dekrit Presiden 5 Juli 1959), 9. Versi Berbeda, dan 10. Versi popule yang berkembang di masyarakat.
9 3.1 RUMUSAN I (MUHAMMAD YAMIN) Sidang pleno BPUPKI pertama diadakan dari tanggal 28 mei sampai dengan tanggal 1 Juni Dalam sidang-sidang tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945dikemukakan beberapa dasar negara Indonesia merdeka oleh anggota-anggota BPUPKI dalam pidatonya-pidatonya. Dari beberapa pidato oleh anggota-anggota BPUPKI, baru tiga pidato yang ditemukan teksnya secara lengkap dan ketiga pidato tersebut dimuat dalam buku yang diterbitkan oleh Muhammad Ymain yang berjudul Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945 pada tahun 1959.Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. Muh. Yamin menyampaikan usul dasar negara dihadapan sidang pleno BPUPKI baik dalam pidato maupun secara tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI. Muhammad Yamin mengemukakan lima dasar negara yaitu: 1. Peri Kebangsaan, yang artinya negara kebangsaan Indonesia yang sesuai dengan peradaban bangsa Indonesia dan menurut susunan kekeluargaan yang didasarkan pada kebangsaan dan ketuhananan. (Muhammad Yamin, 1959:89-90). 2. Peri Kemanusiaan yang diartikan kedaulatan rakyat Indonesia dan Indonesia merdeka berdasarkan peri kemanusiaan yang universal. (Muhammad Yamin, 1959:93-94). 3. Peri Ketuhanan dengan penjelasan bahwa bangsa Indonesia yang akan bernegara merdeka itu ialah bangsa yang berperadaban luhur, dan peradabannya itu mempunyai Tuhan Yang Maha Esa. (Muhammad Yamin, 1959:94). 4. Peri Kerakyatan. Dalam peri karakyatan ini terkandung (a) permusyaratan yang sesuai dengan peradaban asli Indonesia dan surat Asyura ayat 38 dari kitab Qur an; (b) perwakila yang menjadi dasar desa, negari, dusun, marga, dll. diseluruh Indonesia; dan (c) kebijaksanaan yang dimaksud hikmat kebijaksanaan yang menjadi pimpinan karakyatan Indonesia ialah rasionalisme yang sehat, karena telah melepaskan diri dari anarkhi, liberalisme, dan semangat penjajahan. 5. Kesejahteraan Rakyat atau keadilan sosial. (Muhammad Yamin, 1959:103). Selain usulan lisan Muh Yamin tercatat menyampaikan usulan tertulis mengenai rancangan dasar negara. Usulan tertulis yang disampaikan kepada BPUPKI oleh Muh Yamin berbeda dengan rumusan kata-kata dan sistematikanya dengan yang dipresentasikan secara lisan, yaitu: 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kebangsaan Persatuan Indonesia
10 3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. 3.2 RUMUSAN II ( IR. SOEKARNO) Ir.soekarno menyampaikan usulan dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945 yang kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila.Usul Sukarno sebenarnya tidak hanya satu melainkan tiga buah usulan calon dasar negara yaitu lima prinsip, tiga prinsip, dan satu prinsip. Sukarno pula- lah yang mengemukakan dan menggunakan istilah Pancasila (secara harfiah berarti lima dasar) pada rumusannya ini atas saran seorang ahli bahasa (Muh Yamin) yang duduk di sebelah Sukarno. Oleh karena itu rumusan Soekarno diatas disebut dengan Pancasila, Trisila, dan Ekasila. Rumusan Pancasila: 1. Kebangsaan Indonesia 2. Internasionalisme, -atau peri-kemanusiaan 3. Mufakat, -atau demokrasi 4. Kesejahteraan sosial 5. Ke-tuhanan yang berkebudayaan. Rumusan Trisila: 1. Socio-nationalisme 2. Socio-demokratie 3. Ke-tuhanan Rumusan Ekasila: 1. Gotong-royong.
11 3.3 RUMUSAN III (PIAGAM JAKARTA) Dalam reses antara 2 Juni 9 juli 1945, delapan orang anggota BPUPKI ditunjuk sebagai panitia kecil yang bertugas untuk menampung dan menyelaraskan usul-usul anggota BPUPKI yang telah masuk. Pada 22 Juni 1945 panitia kecil tersebut mengadakan pertemuan dengan 38 anggota BPUPKI dalam rapat informal. Rapat tersebut memutuskan membentuk surat panitia kecil berbeda (kemudian dikenal dengan sebutan Panitia Sembilan yang bertugas untuk menyelaraskan mengenai hubungan Negara dan Agama. Dalam menentukan hubungan negara dan agama anggota BPUPKI terbelah antar golongan Islam yang menghendaki bentuk teokrasi Islam dengan golongan Kebangsaan yang menghendaki bentuk negara sekuler dimana negara sama sekali tidak diperbolehkan bergerak di bidang agama. Persetujuan diantara dua golongan yang dilakukan oleh Panitia Sembilan tercantum dalam sebuah dokumen Rancangan Pembukaan Hukum Dasar. Dokumen ini pula yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Charter) oleh Mr. Muhammad Yamin. Adapun rumusan rancangan dasar negara terdapat diakhir paragraf keempat dari dokumen Rancangan Pembukaan hukum Dasar (paragraf 1-3 berisi rancangan pernyataan kemerdekaan/proklamasi declaration of independence). Alternatif Pembacaan: Alternatif pembacaan rumusan kalimat rancangan dasar negara pada Piagam Jakarta dimaksudkan untuk memperjelas persetujuan kedua golongan dalam BPUPKI sebagaimana terekam dalam dokumen itu dengan menjadikan anak kalimat terakhir dalam paragraf keempat tersebut menjadi sub-sub anak kalimat....dengan berdasar kepada: ke-tuhanan (A) Dengan kewajiban menjalankan syari at islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar, (A.1) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (A.2) Persatuan Indonesia, dan (A.3) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmaht kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta [B] dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
12 Rumusan dengan Penomoran (utuh) 1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya 2. Menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Rumusan Populerversi populer rumusan Pancasila menurut Piagam Jakarta yang beredar di masyarakat adalah 1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 3.4 RUMUSAN IV (BPUPKI) Dalam rapat pleno pada tanggal 14 Juli 1945 Pernyataan Indonesia Merdeka dan Pembukaan UUD dibicarakan. Dalam rapat ini masalah sila pertama itu muncul kembali dan terjadi diskusi. Hadikusumo berpendapat agar kata-kata:...dengan kewajiban menjalankan syari at Islam bagi pemeluk-pemeluknya itu dihilangkan. Pendapat itu memperkuat pendapat Kyai Sanusi (Muhammad Yamin, 1959:278), tetapi pendapat ini tidak diterima oleh Panitia Perancang UUD. Dengan demikian pernyataan Indonesia Merdeka dan Pembukaan UUD itu diterima secara lengkap oleh rapat pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 (Muhammad Yamin, 1959:284). Dalam rapat pleno BPUPKI tanggal 16 Juli 1945, soekarno, ketua Panitia Perancang UUD mengusulkan kompromi dengan mengubah diktum pasal yang didiskusikan menjadi: Presiden Republik Indonesia haruslah orang Indonesia asli yang beragama Islam. Usul ini diterima, dan setelah diadakan pembicaraan pasal-pasal lainnya, maka rancangan UUD diterima secara bulat (Muhammad Yamin, 1959: passim). Dengan
13 diterimanyarancangan Pernyataan Kemerdekaan, Pemukaan dan UUD oleh rapat pleno BPUPKI itu pada tanggal 16 Juli 1945 itu selesailah tugas BPUPKI. 3.5 RUMUSAN V (PPKI) Setelah Indonesia merdeka pendiri negara Indonesia melengkapi negara yang baru diproklamasikan kemerdekaanya pada tanggal 17 Agustus 1945 itu dengan UUD dan lembaga-lembaga negara yang berdasarkan UUD. Saat kemerdekaan Indonesia diproklamasikan lembaga yang ada ialah Panitia Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Tanggal 17 Agustus sore menjelang sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Mohammad Hatta menerima kabar dari seorang opsir Kaigun (AL). Utusan Kaigun memberitahukan bahwa wakil-wakil Protestan dan Katolik dalam bagian kalimat dalam pembukaan UUD yang berbunyi: Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari at Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Mereka mengakui bahwa kalimaht itu tidak mengikat mereka, hanya mengikat rakyat yang beragama islam, tetapi tercantumnya ketetapan seperti itu didalam suatu dasar yang menjadi pokok UUD bererti mengadakan diskriminasi terhadap mereka golongan minoritas. Jika diskriminasi itu ditetapkan juga, mereka lebih suka berdiri diluar Republik Indonesia. Akhirnya Hatta menyadari bahwa penolakan terhadap pesn yang dibawa opsir Kaigun itu bisa mengakibatkan pecahnya negara Indonesia merdeka yang baru saja dicapai itu. Pada tanggal 18 Agustus 1945, sebelum sidang PPKI dibuka, Mohammad Hatta mengajak Ki Bagus Hadikusumo, Wakhid Hasyim, Kasman Singodimedjo, dan Teuku Hasan mengadakan rapat pendahuluan untuk membicarakan masalah itu. Mereka sepakat agar bangsa Indonesia tidak pecah maka kalimat yang menimbulkan diskriminasi itu dihapus dan diganti dengan kalimat ke-tuhanan Yang Maha Esa (Mohammad Hatta, 1969:60). Perubahan pasal-pasal UUD seperti yang diutarakan Mohammad Hatta sebagai berikut: Pasal 6 ayat (1) Presiden ialah orang Indonesia asli Pasal 29 ayat (1) menjadi: Negara berdasar atas ke-tuhanan Yang Maha Esa Dan beberapa perubahan kecil yang berhubungan dengan efisiensi. Perubahan-perubahan itu ialah:
14 Pasal 4 Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan, ditambah dengan kata-kata: menurut Undang-Undang Dasar ayat (2) tidak usah dua orang wakil presiden tetapi seorang saja Pasal 5 Presiden menetapkan Peraturan Pemerintahan untuk menjalankan Undang- Undang sebagaimana mestinya Pasal 6 ayat (2) Presiden dan wakil presiden Pasal 7 Presiden dan wakil presiden Pasal 8 ayat (1) pada bagian kedua dari kalimat: Ia diganti oleh wakil presiden, kesatu ny dihilangkan Pasal 9 Presiden dan wakil presiden Pasal 23 ayat (3) ditambah satu kalimat Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Pasal 24 ayat (1) ditambah menurut Undang-Undang Pasal 25 syarat-syarat untuk menjadi hakim ditetapkan dengan Undang-Undang (Mohammad yamin, 1959: ). 3.6 RUMUSAN VI (KONSTITUSI RIS) Pendudukan wilayah Indonesia oleh NICA menjadikan wilayah Republik Indonesia semakin kecil dan terdesak. Akhirnya pada akhir 1949 Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta (RI Yogyakarta) terpaksa menerima bentuk negara federal yang disodorkan pemerintah kolonial Belanda dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) dan hanya menjadi sebuah negara bagian saja. Walaupun UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 tetap berlaku bagi RI Yogyakarta, namun RIS sendiri mempunyai sebuah Konstitusi Federal (Konstitusi RIS) sebagai hasil permufakatan seluruh negara bagian dari RIS. Dalam Konstitusi RIS rumusan dasar negara terdapat dalam Mukaddimah (pembukaan) paragraf ketiga. Konstitusi RIS disetujui pada 14 Desember 1949 oleh enam belas negara bagian dan satuan kenegaraan yang tergabung dalam RIS. Rumusan kalimat, berdasar pengakuan ke-tuhanan Yang Maha Esa, perikemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial.
15 Rumusan dengan penomoran (utuh) 1.ke-Tuhanan Yang Maha Esa, 2.perikemanusiaan, 3.kebangsaan, 4.kerakyatan 5.dan keadilan sosial 3.7 RUMUSAN VII (UUD SEMENTARA) Segera setelah RIS berdiri, negara itu mulai menempuh jalan kehancuran. Hanya dalam hitungan bulan negara bagian RIS membubarkan diri dan bergabung dengan negara bagian RI Yogyakarta. Pada Mei 1950 hanya ada tiga negara bagian yang tetap eksis yaitu RI Yogyakarta, NIT, dan NST. Setelah melalui beberapa pertemuan yang intensif RI Yogyakarta dan RIS, sebagai kuasa dari NIT dan NST, menyetujui pembentukan negara kesatuan dan mengadakan perubahan Konstitusi RIS menjadi UUD Sementara. Perubahan tersebut dilakukan dengan menerbitkan UU RIS No 7 Tahun 1950 tentang Perubahan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat menjadi Undang-Undang Dasar Sementara (LN RIS Tahun 1950 No 56, TLN RIS No 37) yang disahkan tanggal 15 Agustus Rumusan dasar negara kesatuan ini terdapat dalam paragraf keempat dari Mukaddimah (pembukaan) UUD Sementara Tahun Rumusan kalimat, berdasar pengakuan ke-tuhanan Yang Maha Esa, perikemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan sosial, Rumusan dengan penomoran (utuh) 1.ke-Tuhanan Yang Maha Esa, 2.perikemanusiaan, 3.kebangsaan, 4.kerakyatan 5.dan keadilan sosial
16 3.8 RUMUSAN VIII (UUD 1945) Kegagalan Konstituante untuk menyusun sebuah UUD yang akan menggantikan UUD Sementara yang disahkan 15 Agustus 1950 menimbulkan bahaya bagi keutuhan negara. Untuk itulah pada 5 Juli 1959 Presiden Indonesia saat itu, Sukarno, mengambil langkah mengeluarkan Dekrit Kepala Negara yang salah satu isinya menetapkan berlakunya kembali UUD yang disahkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945 menjadi UUD Negara Indonesia menggantikan UUD Sementara. Dengan pemberlakuan kembali UUD 1945 maka rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD kembali menjadi rumusan resmi yang digunakan. Rumusan ini pula yang diterima oleh MPR, yang pernah menjadi lembaga tertinggi negara sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat antara tahun , dalam berbagai produk ketetapannya, diantaranya: 1.Tap MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) dan Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara, dan 2.Tap MPR No III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundangundangan. Rumusan kalimat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rumusan dengan penomoran (utuh) 1.Ketuhanan Yang Maha Esa, 2.Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3.Persatuan Indonesia 4.Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
17 5.Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 3.9 RUMUSAN XI (VERSI BERBEDA) Selain mengutip secara utuh rumusan dalam UUD 1945, MPR pernah membuat rumusan yang agak sedikit berbeda. Rumusan ini terdapat dalam lampiran Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 tentang Memorandum DPR-GR mengenai Sumber Tertib Hukum Republik Indonesia dan Tata Urutan Peraturan Perundangan Republik Indonesia. Rumusan 1.Ketuhanan Yang Maha Esa, 2.Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3.Persatuan Indonesia 4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5.Keadilan sosial RUMUSAN X(VERSI POPULER) Rumusan terakhir yang akan dikemukakan adalah rumusan yang beredar dan diterima secara luas oleh masyarakat. Rumusan Pancasila versi populer inilah yang dikenal secara umum dan diajarkan secara luas di dunia pendidikan sebagai rumusan dasar negara. Rumusan ini pada dasarnya sama dengan rumusan dalam UUD 1945, hanya saja menghilangkan kata dan serta frasa serta dengan mewujudkan suatu pada sub anak kalimat terakhir. Rumusan ini pula yang terdapat dalam lampiran Tap MPR No II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa) Rumusan 1.Ketuhanan Yang Maha Esa, 2.Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3.Persatuan Indonesia 4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
18 5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Hakikat Pancasila Sebagai ideologi, Pancasila berhakikat (berperanan utama) sebagai: a. Pandangan hidup bangsa Hakikat Pancasila diwujudkan dalamp-4 (yang saat ini dicabut oleh MPR hasil Sidang Istimewa 1998), yang lebihlanjut dilaksanakan dalam bentuk Anggaran-Dasar (AD) bagi masing-masingorganisasi sosial-politik (seperti Ormas, LSM, Parpol) dan Kode-Etik (KE) bagimasing-masing organisasi profesi/keahlian (seperti IDI, PGRI, Ikahi) yangteknisoperasionalnya berbentuk Anggaran-Rumah-Tangga (ART). b. Dasar negara. Hakikat Pancasila diwujudkan dalam BatangTubuh UUD 1945, yang lebih lanjut dilaksanakan dalam bentuk PeraturanPerundang-undangan (Tap. MPR, UU, PP, Keppres, Perda, dst.) yang teknisoperasionalnyaberbentuk Surat-Edaran (SE) berupa Petunjuk Pelaksanaan(Juklak) atau Petunjuk Teknis (Juknis). c. Tujuan nasional (bangsa)/negara. Hakikat Pancasila diwujudkan dalam Garis-garis Besar daripada Haluan Negara (GBdHN) (seperti Propenas)yang lebih lanjut dilaksanakan dalam bentuk Repetanas (seperti APBN) yangteknis-operasionalnya berupa Proyek (seperti DIP/DUK, DIK, DIKS).Dengan demikian, hakikat pandangan hidup Pancasila berbentuk padanorma moral bangsa Indonesia; hakikat dasar negara Pancasila berbentuk padanorma hukum negara Indonesia; dan hakikat tujuan nasional/negara Pancasilaberbentuk pada norma politik (kebijakan) pembangunan nasional Indonesia.Pemahaman tersebut bersumber pada kerangka dan substansi nilai-nilaiyang termuat dalam Pembukaan UUD Pembukaan ini merupakan TeksProklamasi Kemerdekaan NKRI yang lengkap dan terinci. Teks Proklamasi itusendiri lahir melalui proses sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia,dari yang semula sebagai budaya sukusuku asli, berkembang dalam budayakerajaan-kerajaan besar (Kutai, Sriwijaya, Majapahit, dst), kemudian dipengaruhioleh budaya agama-agama/penjajah-penjajah, sampai akhirnya dipengaruhi pulaoleh ideologi-ideologi besar dunia (bahkan sampai kini di era globalisasiinformasi). Jadi, hakikat Pancasila (demikian pula UUD 1945) tidak lahir secara mendadak, tetapi mereka ditempa oleh sejarah lahirnya Indonesia sebagai suatubangsa.
19 3.12 Penerapan/Implementasi di Era Reformasi Hakikat (sila-sila Pancasila) dalam penerapannya (implementasinya) pernah disalahtafsirkan di masa Orde Lama (berupa Trisila kemudian Ekasila), disepihaktafsirkan di masa Orde Baru (P-4, asas tunggal Pancasila, referendum, massa-mengambang), dan direformasitafsirkan (masih diproses oleh BP-MPR,karenanya belum final, dan direncanakan akan dituntaskan pada Sidang TahunanMPR bulan Agustus 2002 pada agenda Perubahan-IV UUD 1945) di masa EraReformasi.Atas dasar itu, tampak bagi kita bahwa pemahaman dan penerapanpancasila dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan dinamika global,dinamika nasional, dan dinamika lokal/daerah, yang pada akhirnya diarahkanuntuk kepentingan bangsa/nasional dan NKRI. Ini yang dimaksud dengan salahsatu makna reformasi-ideologis.namun demikian, proses reformasi itu dapat dipahami dari berbagai sudutpandang (kacamata), yang salah satunya (kacamata filsafat-nilai Pancasila)
20
21 BAB III Penutup A. Kesimpulan Dalam mengoperasikan Pancasila ini bangsa Indonesia menghadapi dua hal yang terus-menerus diberi perhatian penuh. Pertama menyesuaikan transformasi Pancasila dengan perkembangan dunia modern dan kedua menciptakan kreasi-kreasi yang tepat untuk mengembangkan kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat diseluruh wilayah Indonesiasesuai dengan Pancasil, yang sebelumnya belum dikenal dalam tradisi. Pancasila dapat dikatakan sebagai hasil proses ideifikasi dan idealisasi lewat sejarah dan pemikiran, yang kemudian merupakan nilai-nilai budaya ideal yang sedang di operasionalisasikan dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan bermasyarakat untuki seluruh manusia Indonesia yang mendiami wilayah indonesia sekarang. Dalam hidup berbangsa dan bernegara pun perwujudan pancasila seiring dengan perwujudannya dalam hidup bernegara. Kedua bidang kehidupan ini juga baru berproses menuju ke perwujudan Pancasila. Dalm hidup berbangsa menuju ke persatuan dari keanekaragaman suku, budaya, agama, tingkat kehidupan ekonomi yang menghasilkan kesatuan organis dengan sifat-sifat unggul keanekaragaman yang mempunyai daya komplementer yang menyempurnakan. Dengan harapan pada suatu saat akan lahir bangsa Indonesia modern yang ber-tuhan, manusiawi, bersatu, demokratis dan adil sejahtera. Dalam hidup bermasyarakat bangsa Indonesia menuju ke kelompok-kelompok masyarakat yang beriman, saling menghormati sebagai kelompok dan sebagai manusia yang memiliki hak asasi, rukun dan bersatu dalam menghadapi setiap masalah, demokratis, dan menjunjung tinggi keadilan sosial.
22 B. Saran Bertolak dari kesimpulan dan isi dari makalah ini penulis memberikan saran sebaiknya kita sebagai generasi muda lebih memahami bagaimana sejarah pembuatan, dan perumusan Dasar Negara kita sendiri yaitu Pancasila. Bukan hanya memahami dari sisi sejarah tetapi juga mengamalkan apa sebenarnya makna dari Pancasila itu sendiri mengingat perancangan Dasar Negara oleh para tokoh-tokoh bangsa Indonesia begitu panjang untuk mempersatukan bangsa Indonesia.
23 Referensi 1. Undang Undang Dasar Suwarno, P.J.,1993, Pancasila Budaya Bangsa Indonesi. Yogyakarta:Penerbit Kanisius Rukiyati, dkk.2008, Buku Pendidikan Kewarganegaraan, Yogyakarta:UNY Press.
KATA PENGANTAR. Penyusun,
KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunianya lah, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan
SEJARAH TERBENTUKNYA PANCASILA
SEJARAH TERBENTUKNYA PANCASILA Makalah ini diajukan untuk memenuhi Tugas Akhir mata kuliah Pancasila Dosen : Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma. Disusun oleh : Nama : Arief Setiawan NIM : 11.11.5674 Kelompok :
1. Peri Kebangsaan 2. Peri Kemanusiaan 3. Peri Ketuhanan 4. Peri Kerakyatan 5. Kesejahteraan Rakyat
Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944. Oleh karena terus menerus terdesak, maka pada tanggal 29 April
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Nama : Zaka nurhadi Nim : 11.11.5663 Kelompok : F Program studi : S1-Teknik informatika Dosen : Dr.
PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA
Modul ke: Fakultas FAKULTAS TEKNIK PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA ERA KEMERDEKAAN BAHAN TAYANG MODUL 3B SEMESTER GASAL 2016 RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH. Program Studi Teknik
A. Latar Belakang. B. rumusan masalah
ABSTRAKSI Mempelajari Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, ajaran tentang nilai-nilai budaya dan pandangan hidup bangsa Indonesia adalah kewajiban moral seluruh warga negara Indonesia. Pancasila yang
NILAI HISTORIS PANCASILA DAN PERAN PANCASILA BAGI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
NILAI HISTORIS PANCASILA DAN PERAN PANCASILA BAGI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Disusun Oleh : Galang Swawinasis (11.02.8059) Dosen Pembimbing : Kalis Purwanto Untuk Memenuhi Syarat Mata Kuliah Pancasila
SEJARAH PANITIA SEMBILAN DAN SEJARAH PIAGAM JAKARTA
SEJARAH PANITIA SEMBILAN DAN SEJARAH PIAGAM JAKARTA Nama : Chikita Putri M. Kelas : 8A Panitia Sembilan Panitia Sembilan dibentuk pada 1 Juni 1945. Panitia Sembilan ini adalah panitia yang beranggotakan
MAKALAH PANCASILA TINJAUAN HISTORIS PANCASILA
MAKALAH PANCASILA TINJAUAN HISTORIS PANCASILA DisusunOleh: MahendraWahyuAngkasa[11.11.5241] JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2011 1 KATA PENGANTAR
TUGAS AKHIR PANCASILA SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
TUGAS AKHIR PANCASILA SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA MUHAMAD AZIS MUSLIM (D3MI) NIM : 11.02.7919 KELOMPOK : A DOSEN : Drs. KALIS PURWANTO, MM STMIK AMIKOM YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2011/2012 ABSTRAK Pancasila
TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA
TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA Dosen: Muhammad Idris Disusun Oleh: Nama : Dimas Pandu W. NIM : 11.01.3005 Kelompok : B Kelas : 11-D3TI-03 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA PENETAPAN PANCASILA Dosen: Muhammad Idris
TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA
TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA Nama : Ika Nur Lathifah NIM : 11.11.5445 Kelompok Jurusan Dosen : E : S1-TI : Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Jalan Ring Road Utara Condong Catur,
PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH BANGSA INDONESIA
PANCASILA Modul ke: 03Fakultas Ekonomi dan Bisnis PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH BANGSA INDONESIA Dr. Achmad Jamil M.Si Program Studi S1 Manajemen Pancasila dalam kajian sejarah bangsa Indonesia Presiden
MODUL 2 PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA
MODUL 2 PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA Sejarah lahirnya Pancasila Tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk
TUGAS AKHIR STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. : Oby rohyadi. Nomer mahasiswa : Program studi : STRATA 1. : Teknik Informatika
TUGAS AKHIR STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Nama : Oby rohyadi Nomer mahasiswa : 11.11.5471 Kelompok : F Program studi : STRATA 1 Jurusan Nama Dosen : Teknik Informatika : Dr.abidarin rosidi,m.ma Implementasi
PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Nama : Rakhmat Subandi NIM : 11.11.5598 Kelompok : F Jurusan : S1-TI Dosen Pembimbing : DR. Abidarin Rosyidi, Mma JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN
Rangkuman Materi Ajar PKn Kelas 6 MATERI AJAR
Rangkuman Materi Ajar PKn Kelas 6 MATERI AJAR Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas/Semester : VI / I Alokasi Waktu : 6 x 35 Menit Standar Kompetensi 1. Menghargai nilai-nilai juang dalam proses
TUGAS AKHIR PENERAPAN PANCASILA PADA MASA KINI
TUGAS AKHIR PENERAPAN PANCASILA PADA MASA KINI DI SUSUN NAMA : LEVYNA ISTA NIM : 11.01.2856 PROGRAM STUDY JURUSAN DOSEN : DIPLOMA TIGA : TEKNIK INFORMATIKA : IRTON SE, M.Si SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
MATERI TES WAWASAN KEBANGSAAN 1. PANCASILA Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu pañca
MATERI TES WAWASAN KEBANGSAAN 1. PANCASILA Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Dengan
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
MAKALAH PANCASILA Disusun Oleh : Nama : DIMAS RIZA RAHMAN NIM : 11.11.5313 Kelompok : E Program Studi : S1 Jurusan : TEKNIK INFORMATIKA Dosen Pembimbing : DR. Abidarin Rosyidin,MMa STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
BAB 4 PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
BAB 4 PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Modul ke: Mengapa mempelajari? Agar memahami Pancasila yang hidup dalam setiap tata peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia Fakultas Rina Kurniawati, SHI,
2. Perumusan Dasar Negara oleh Pendiri Negara
2. Perumusan Dasar Negara oleh Pendiri Negara Ketua BPUPKI dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat pada pidato awal sidang pertama BPUPKI, menyatakan bahwa untuk mendirikan Indonesia merdeka maka diperlukan suatu
Asas dan dasar negara Kebangsaan republik Indonesia. Asas dan dasar itu terdiri atas lima hal yaitu: 1. Peri Kebangsaan 2. Peri kemanusiaan 3.
PANCASILA LANJUT Asas dan dasar negara Kebangsaan republik Indonesia. Asas dan dasar itu terdiri atas lima hal yaitu: 1. Peri Kebangsaan 2. Peri kemanusiaan 3. Peri ketuhanan 4. Peri kerakyatan 5. Kesejahteraan
MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA
MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA PERTEMUAN KE 5 OLEH: TRIYONO, SS. MM. STTNAS YOGYAKARTA 9 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan Jepang. Kemudian dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan (Dokuritsu Zyunbi Iinkai)
Nilai-Nilai Pancasila
Nilai-Nilai Pancasila Disusun Oleh: Puji Dwi Hartanto 11.11.5191 Kelompok E Pembimbing: DR.Abidarin Rosyidi, MMa STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA Kata Pengantar Puji dan syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat
Sejarah Singkat Pancasila dan Perlunya Pancasila sebagai Ideologi Bangsa
Sejarah Singkat Pancasila dan Perlunya Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Disusun oleh : Nama : Arief Wahyu Wibowo NIM : 11.11.5231 Kelas : 11-S1TI-09 Dosen : Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA DAN BUTIR PENGAMALAN PANCASILA
TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA DAN BUTIR PENGAMALAN PANCASILA Disusun oleh: Nama : Gigih Fajar Kurniawan Nim : 11.11.5519 Kelompok Jurusan Nama Dosen : F : S1-TI :Abidarin
Nama : Yogi Alfayed. Kelas : X ips 1. Tugas : Kaidah yang fundamental (PPKn) JAWABAN :
Nama : Yogi Alfayed Kelas : X ips 1 Tugas : Kaidah yang fundamental (PPKn) JAWABAN : 1. Pengertian pokok kaidah fundamental negara Nilai-nilai pancasila sebagai dasar filsafat negara bangsa Indonesia.
PENTINGNYA PANCASILA BAGI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
PENTINGNYA PANCASILA BAGI KEHIDUPAN BERBANGSA DAN -ABSTRAKSI BERNEGARA Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memiliki arti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila itu menjadi cita-cita
TUGAS AKHIR PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DAN DASAR NEGARA
TUGAS AKHIR PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DAN DASAR NEGARA Nama : Dini Fathnin Suroyo NIM :11.02.8137 Kelompok A Dosen : Drs. Khalis Purwanto,MM DIII MANAJEMEN INFORMATIKA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA PANCASILA
MAKALAH PANCASILA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
MAKALAH PANCASILA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Nama : Muhammad Noor Dwi Hadnomo NIM : 11.02.7965 Kelompok Program studi dan jurusan Nama dosen : A : D3 Manajemen Informatika :
PANCASILA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA. Nurohma, S.IP, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM. Program Studi Sistem Informasi.
PANCASILA Modul ke: PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Fakultas FASILKOM Nurohma, S.IP, M.Si Program Studi Sistem Informasi www.mercubuana.ac.id Pancasila PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Pancasila Sebagai Dasar
Tugas Akhir Matakuliah Pancasila SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
Tugas Akhir Matakuliah Pancasila SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 Nama : Muhammad Anis NIM : 11.11.5300 Kelompok : E Jurusan S1 TI Dosen : Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma. ABSTRAKSI Artinya
PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2011 Di Susun Oleh : Jumat Waskito Aji 11.11.5242 11 S1.TI 09 KELOMPOK E PENDIDIKAN PANCASILA S1 TEKNIK
HAKIKAT PANCASILA TUGAS AKHIR. Disusun oleh : Sani Hizbul Haq Kelompok F. Dosen : Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma.
HAKIKAT PANCASILA TUGAS AKHIR Disusun oleh : Sani Hizbul Haq 11.11.5585 Kelompok F Dosen : Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma. JURUSAN S1 TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM
Nilai Juang Proses. Sumber: ClipArt Corel Gambar 1.1 Garuda Pancasila
I Nilai Juang Proses Per erum umusan usan Pancasila Seba bagai ai Dasar Negar ara Sumber: ClipArt Corel Gambar 1.1 Garuda Pancasila Pancasila 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa-2
PENDIDIKAN PANCASILA Modul ke: 03 Pancasila dalam Kajian Sejarah Bangsa-2 Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil www.mercubuana.ac.id Ramdhan Muhaimin, M.Soc.Sc 1. PANCASILA ERA ORDE LAMA Pasca Pemilu
BERPERILAKU PANCASILA
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA MAKALAH PANCASILA BERPERILAKU PANCASILA DISUSUN OLEH : NAMA : EKO RAHMANTO NPM : 11.01.2979 KELOMPOK PRODI : B : PENDIDIKAN PANCASILA JURUSAN : D3 - TEKHIK INFORMATIKA 03 NAMA DOSEN
PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 37 SEMARANG
PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 37 SEMARANG Jl. Sompok No. 43 Telp. 8446802 Semarang Website.www.smp 37.smg.sch.id Email: smp 37 smg @ yahoo.co.id ULANGAN TENGAH SEMESTER GANJIL TAHUN
SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA Pancasila dalam Konteks Sejarah Bangsa Zaman Kuno Sejak adanya kerajaan-kerajaan di nusantara dan masuknya agama Hindu, Budha, dan Islam unsur-unsur Pancasila sudah ada di masyarakat,
PENGERTIAN PANCASILA SECARA ETIMOLOGIS DAN HISTORIS
PENGERTIAN PANCASILA SECARA ETIMOLOGIS DAN HISTORIS STMIK AMIKOM YOGYAKARTA RADEN AHMAD KHARIR M 11.11.5407 E 11-S1 TI-11 ABIDARIN ROSIDI. Dr. M.Ma 0 Abstraksi Dasar negara Republik Indonesia adalah Pancasila
TUGAS AKHIR KULIAH PANCASILA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
TUGAS AKHIR KULIAH PANCASILA PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA SURYA ADE CANDRA PRABOWO/11.11.5595/KELOMPOK F/11-S1TI-14 PEMBIMBING: Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma. Abstraksi Pancasila memiliki arti lima dasar
Pancasila dan Implementasinya
Modul ke: Pancasila dan Implementasinya Fakultas Rusmulyadi, M.Si. Program Studi www.mercubuana.ac.id Sejarah Lahirnya Pancasila Kata Pancasila pertama kali dapat ditemukan dalam buku Sutasoma karya Mpu
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
POSISI PANCASILA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA NAMA : DARMAN NIM : 11.11.5570 KELOMPOK : F PROGRAM STUDI : S1 JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA NAMA DOSEN :ABIDARIN ROSIDI. Dr,M,MA BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG
ETIKA POLITIK PANCASILA
ETIKA POLITIK PANCASILA Oleh: Dwi Yanto Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Ma arif Buntok, Kalimantan Tengah Abstrak Pengertian secara sederhana tentang Politik adalah, Suatu kegiatan untuk mencapai
KEDUDUKAN PANCASILA DI INDONESIA
KEDUDUKAN PANCASILA DI INDONESIA MAKALAH Nama : Adi Prasetyo Nugroho NIS : 11.11.5317 Kelompok : E Dosen Pembimbing : DR. Abidarin Rosyidi, MMa JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
TUGAS AKHIR PANCASILA SEJARAH PANCASILA. `: Roni Guswiyanto NIM : : S1 Teknik Informatika. : DR. Abidarin Rosyidi, MMa.
TUGAS AKHIR PANCASILA SEJARAH PANCASILA Nama `: Roni Guswiyanto NIM : 11.11.5434 Kelompok Jurusan Dosen : E : S1 Teknik Informatika : DR. Abidarin Rosyidi, MMa. STMIK AMIKOM YOGYAKARTA ABSTRAKSI Pancasila
AKU WARGA NEGARA YANG BAIK
AKU WARGA NEGARA YANG BAIK Dosen Pembimbing: M. Ayub Pramana SH Disusun oleh Nama: Surya Widianto P.Y NIM : 11.12.5487 Kel : G Program studi : Pancasila Jurusan : S1 Sistem Informatika SEKOLAH TINGGI MANAJEMN
e. Senat diharuskan ada, sedangkan DPR akan terdiri dari gabungan DPR RIS dan Badan Pekerja KNIP;
UUDS 1950 A. Sejarah Lahirnya Undang-Undang Sementara 1950 (UUDS) Negara Republik Indonesia Serikat yang berdiri pada 27 Desember 1949 dengan adanya Konferensi Meja Bundar, tidak dapat bertahan lama di
TUGAS AKHIR NAMA : PUTRIA ELVIDANTI SITORUS NIM : KELOMPOK : B PROG.JURUSAN : D3TI DOSEN : IRTON STMIK AMIKOM YOGYAKARTA DISUSUN:
TUGAS AKHIR STMIK AMIKOM YOGYAKARTA DISUSUN: NAMA : PUTRIA ELVIDANTI SITORUS NIM : 11.01.2966 KELOMPOK : B PROG.JURUSAN : D3TI DOSEN : IRTON Pancasila sebagai sumber hukum ABSTRAKSI Tujuan adanya Pendidikan
tercantum Meskipun yaitu : Indonesia Limaa berikut: Rakyat. Dia Pancasila yang dasar Sekarang S Setelah Rumusan
PANCASILAA Perisai Pancasila menampilkan lima lambang Pancasila Pancasilaa adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañcaberarti lima dan śīla berarti
Pancasila Sebagai Pedoman Hidup Bangsa Indonesia
Pancasila Sebagai Pedoman Hidup Bangsa Indonesia TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEMESTER GANJIL T.A. 2011/2012 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Hermawan Hadi Saputra NIM : 11.11.5634 Kelompok F S1 Teknik
TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA
TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA SEMESTER GANJIL T.A. 2011/2012 STMIK AMIKOM Yogyakarta NAMA : Listia Fitriani NIM : 11.01.2931 Kelompok : B Program Studi : Diploma 3 Jurusan : Teknik Informatika Dosen
Latar Belakang Masalah
Di Susun Oleh : Nama :Fredy Sipta Hartanto NPM : 11.12.5791 Kelompok : H Nama Dosen : Mohammad Idris P.Drs. MM Kelompok : HAK ASAZI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2011
ARTI PENTING UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 BAGI BANGSA DAN NEGARA INDONESIA
ARTI PENTING UUD NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 BAGI BANGSA DAN NEGARA INDONESIA Arti Penting UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bagi Bangsa dan Negara Indonesia Setiap negara mempunyai UUD
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Modul ke: PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA Fakultas TEKNIK Martolis, MT Program Studi Teknik Mesin TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS; MENGETAHUI SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA MENJELASKAN
PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Disusun oleh : NAMA : ANDHIKA WAHYU PRATAMA NIM : 11.11.4962 KELOMPOK : D Untuk memenuhi salah satu syarat Mata Kuliah Pendidikan Pancasila JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA STMIK
MAKNA, HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP PANCASILA
MAKNA, HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP PANCASILA A. Makna Pancasila sebagai Dasar Negara Dan Ideologi Negara Pancasila sebagai Dasar Negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia Pancasila sebagai dasar negara
PENDIDIKAN PANCASILA
Modul ke: Fakultas MKCU PENDIDIKAN PANCASILA Implementasi Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara dalam perundang-undangan dan kebijaksanaan Negara Dr. H. SyahrialSyarbaini, MA. Program Studi www.mercubuana.ac.id
BAB I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA
BAB I LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA Pada hakikatnya Pancasila mengandung dua pengertian pokok, yaitu sebagai dasar negara dan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, setiap
TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA AGAMA SEBAGAI DASAR PANCASILA
TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA AGAMA SEBAGAI DASAR PANCASILA DI SUSUN : NAMA : NANDA GILANG YUDHA PRATAMA NIM : 11. 11. 4788 KELAS : 11 S1T1 03 KELOMPOK : C DOSEN : TAHAJUDIN S. Drs SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN
Hand Outs 2 Pendidikan PANCASILA
Hand Outs 2 Pendidikan PANCASILA SAMSURI SEMESTER GASAL 2011/2012 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA YOGYAKARTA MENGAPA KAJIAN ILMIAH? TUNTUTAN KEILMUAN (DUNIA AKADEMIK) MENGIKUTI KAIDAH KEILMUAN. PANCASILA
SEJARAH PERKEMBANGAN UUD
SEJARAH PERKEMBANGAN UUD [18 Agustus 1945 dan Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959] Dr. Herlambang Perdana Wiratraman Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Airlangga 2017 Pokok Bahasan
Pancasila dalam Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia
Modul ke: Pancasila dalam Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Fakultas TEKNIK Yayah Salamah, SPd. MSi. Program Studi Arsitektur www.mercubuana.ac.id Pancasila Dalam Kajian Sejarah Bangsa Indonesia Asal
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
TUGAS AKHIR NAMA DOSEN : Drs. Muhammad Idris P, MM NAMA : GILANG RIZQI ZAINUDIN NIM : 11.12.5701 KELOMPOK : PERSATUAN JURUSAN : S1.SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA KEDUDUKAN PANCASILA DI INDONESIA
SMP. 1. Jaminan terhadap hak-hak asasi manusia dan warga negara 2. Susunan ketatanegaraan suatu negara 3. Pembagian & pembatasan tugas ketatanegaraan
JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMP VIII (DELAPAN) PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) KONSTITUSI YANG PERNAH BERLAKU A. Konstitusi yang pernah berlaku di Indonesia Konstitusi (Constitution) diartikan
PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH BANGSA INDONESIA
PANCASILA DALAM KAJIAN SEJARAH BANGSA INDONESIA Indonesia Dahulu Kala Sebagai sebuah bangsa, embrio bangsa Indonesia dapat dilacak dari abad ke-7m Ditandai munculnya kerajaan Kutai, Mataram Kuno, Sriwijaya,
RUANG LINGKUP MATA KULIAH PANCASILA
Modul ke: RUANG LINGKUP MATA KULIAH PANCASILA RUANG LINGKUP MATA KULIAH PANCASILA SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH PENGEMBANGAN KARAKTER Fakultas FAKULTAS TEKNIK RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH. Program Studi
TUGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MAKALAH DEMOKRASI PANCASILA INDONESIA
TUGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MAKALAH DEMOKRASI PANCASILA INDONESIA Disusun Oleh: Nama : Maria Alfonsa Chintia Dea P. NIM : A12.2013.04844 Kelompok : A12.6701 FAKULTAS ILMU KOMPUTER PROGRAM STUDI SISTEM
PENDIDIKAN PANCASILA
Modul ke: PENDIDIKAN PANCASILA Pancasila Dalam Sejarah Perjuangan Bangsa (PASCA Kemerdekaan) Fakultas MKCU Dr. H. SyahrialSyarbaini, MA. Program Studi www.mercubuana.ac.id Indikator: Menguasai pengetahuan
CONTOH SOAL DAN JAWABAN UKG PKN SMP Berikut ini contoh soal beserta jawaban Uji Kompetensi Guru PKn SMP
CONTOH SOAL DAN JAWABAN UKG PKN SMP 2013 Berikut ini contoh soal beserta jawaban Uji Kompetensi Guru PKn SMP Perhatian : Jawaban tertera pada kalimat yang ditulis tebal. 1. Di bawah ini merupakan harapan-harapan
PENGATURAN PERKAWINAN SEAGAMA DAN HAK KONSTITUSI WNI Oleh: Nita Ariyulinda Naskah diterima : 19 September 2014; disetujui : 3 Oktober 2014
PENGATURAN PERKAWINAN SEAGAMA DAN HAK KONSTITUSI WNI Oleh: Nita Ariyulinda Naskah diterima : 19 September 2014; disetujui : 3 Oktober 2014 Membentuk suatu keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan
EKSISTENSI PANCASILA DALAM KONTEKS GLOBAL DAN MODERN PASCA REFORMASI
EKSISTENSI PANCASILA DALAM KONTEKS GLOBAL DAN MODERN PASCA REFORMASI NAMA : RYAN AKBAR RAMADHAN NIM : 11.12.6308 KELOMPOK : J PRODI DAN JURUSAN : S1 SISTEM INFORMASI DOSEN : Junaidi Idrus, S.Ag., M.Hum
3.2 Uraian Materi Pengertian dan Hakikat dari Dasar Negara Pancasila sebagai dasar negara sering juga disebut sebagai Philosophische Grondslag
3.2 Uraian Materi 3.2.1 Pengertian dan Hakikat dari Dasar Negara Pancasila sebagai dasar negara sering juga disebut sebagai Philosophische Grondslag dari negara, ideologi negara, staatsidee. Dalam hal
LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA 1. BPUPKI dalam sidangnya pada 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 membicarakan. a. rancangan UUD b. persiapan kemerdekaan c. konstitusi Republik Indonesia Serikat
MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA
MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir Pendidikan Pancasila Program D3-TI STMIK AMIKOM Yogyakarta Disusun oleh: ERVANDA YUDHA
PANCASILA. Pancasila sebagai Dasar Negara. Poernomo A. Soelistyo, SH., MBA. Modul ke: Fakultas MKCU. Program Studi Manajemen
PANCASILA Modul ke: Pancasila sebagai Dasar Negara www.mercubuana.ac.id Fakultas MKCU Poernomo A. Soelistyo, SH., MBA. Program Studi Manajemen Dasar Negara Indonesia dalam pengertian historisnya merupakan
Realisasi, 29 Apr 45 dibentuk Dekuritsu Zyunbi Tyoosakai / BPUPKI Dilantik 28 Mei 45
PERTEMUAN KE 4 7 Sept. 44, Teikuku Gikoi (Parlemen Jepang) Janji Indonesia merdeka 24 Agust, 45 Realisasi, 29 Apr 45 dibentuk Dekuritsu Zyunbi Tyoosakai / BPUPKI Dilantik 28 Mei 45 Ketua Ketua muda Ketua
TUGAS AKHIR DEMOKRASI PANCASILA MENURUT UUD 1945
TUGAS AKHIR DEMOKRASI PANCASILA MENURUT UUD 1945 Di susun oleh : Nama : Garna Nur Rohiman NIM : 11.11.4975 Kelompok : D Jurusan Dosen : S1-TI : Tahajudin Sudibyo, Drs Untuk memenuhi Mata Kuliah Pendidikan
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Modul ke: PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Pancasila dan Implementasinya Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Ikhwan Aulia Fatahillah, SH., MH. Program Studi Manajemen Bagian Isi Gerakan Pembasisan Pancasila Pancasila
NINGGAR DIAN PRASTIKA KELOMPOK S1 TI. DOSEN : Dr. ABIDARIN ROSYIDI, MMa.
NINGGAR DIAN PRASTIKA 11.11.5493 KELOMPOK F S1 TI DOSEN : Dr. ABIDARIN ROSYIDI, MMa. Abstrak Pancasila adalah dasar Negara Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Oleh
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS TEKNIK PANCASILA TEKNIK GEOLOGI PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI MAKALAH
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS TEKNIK PANCASILA TEKNIK GEOLOGI PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI MAKALAH PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA
SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA
SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA Tatap muka ke -3 [email protected] 1 Asalmula Pancasila Pancasila sebagai dasar negara RI digali dari nilai-nilai agama dan budaya bangsa Indonesia Sebelum Pancasila disahkan
UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Kebangsaan
Nama : UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Kebangsaan Kelas : 8 Waktu : 12.45-14.15 No.Induk : Hari/Tanggal : Jumat, 05 Desember 2014 Petunjuk Umum: Nilai :
INSTRUMEN SOAL DAN PEDOMAN PENILAIAN
INSTRUMEN SOAL DAN PEDOMAN PENILAIAN Mata Pelajaran Kelas/ Semester Teknik Penilaian Bentuk Soal/ Instrumen : Pendidikan Kewarganegaraan : VII A- VII D/ BAB I : Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Uraian
MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA
MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA PERTEMUAN KE 8 OLEH : TRIYONO, SS. MM. STTNAS YOGYAKARTA Pancasila Material ; Filsafat hidup bangsa, Jiwa bangsa, Kepribadian bangsa, Sarana tujuan hidup bangsa, Pandangan
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Oleh DANIEL ARNOP HUTAPEA, S.Pd Materi Ke-2 Dinamika Penerapan Demokrasi
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Oleh DANIEL ARNOP HUTAPEA, S.Pd Materi Ke-2 Dinamika Penerapan Demokrasi Undang Undang yang berkaitan dengan Demokrasi a. Dalam Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 (sebelum
Berkomitmen terhadap Pokok Kaidah Negara Fundamental
Bab III Berkomitmen terhadap Pokok Kaidah Negara Fundamental Sumber: http://www.leimena.org/id/page/v/654/membumikan-pancasila-di-bumi-pancasila. Gambar 3.1 Tekad Kuat Mempertahankan Pancasila Kalian telah
Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK
Modul ke: 05 Fakultas DESAIN SENI KREATIF Pancasila Sebagai Dasar Negara Modul ini membahas mengenai Pancasila Sebagai Dasar Negara Yang Merupakan Ideologi Terbuka, Batasan keterbukaan Pancasila sebagai
MAKNA HAKIKAT PANCASILA
MAKNA HAKIKAT PANCASILA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Nama : Prisca Oktavia Dwi Putri Nomor Mahasiswa : 11.11.5352 Kelompok : E Program Studi : S 1 Jurusan : T I Nama Dosen : DR. Abidarin Rosyidi, MMa KATA PENGANTAR
Pendidikan Kewarganegaraan
Modul ke: Pendidikan Kewarganegaraan Berisi tentang Pancasila, Ideologi Negara, Implementasi Pancasila di Negara Indonesia. Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi Dosen : Sukarno B N, S.Kom, M.Kom Program Studi
LATIHAN SOAL PANCASILA ( waktu : 36 menit )
LATIHAN SOAL PANCASILA ( waktu : 36 menit ) 1. Bunyi sila pertama Pancasila adalah a. Allah yang Maha Esa b. Budha yang Maha Esa c. Dewa yang Maha Esa d. Ketuhanan Yang Maha Esa e. Yesus yang Maha Esa
Tugas Akhir Kuliah Pancasila Pancasila Sebagai Dasar Negara
Tugas Akhir Kuliah Pancasila Pancasila Sebagai Dasar Negara Dosen Pembimbing : Drs. M. Khalis Purwanto, MM Disusun Oleh : NAMA : Winda Ristamayanti NIM : 11.02.7928 KELOMPOK JURUSAN : A : D III Manajemen
Berilah tanda (X) pada huruf a, b, c, atau d sebagai jawaban yang paling tepat!
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BERBAH ULANGAN HARIAN 1 KELAS VIII SEMESTER GASAL TAHUN 2016 Waktu: 50 menit Berilah tanda (X) pada huruf a, b, c, atau d sebagai jawaban yang paling tepat! 1. Sikap positif
Mata Kuliah Kewarganegaraan Modul ke:
Mata Kuliah Kewarganegaraan Modul ke: Pokok Bahasan PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA FIKOM Fakultas Program Studi SISTEM INFORMASI Dosen : Cuntoko, SE., MM. www.mercubuana.ac.id PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA.
KISI-KISI PTS PKN KELAS 8 SEMESTER GASAL 2017
KISI-KISI PTS PKN KELAS 8 SEMESTER GASAL 2017 BAB I. PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BANGSA DAN NEGARA 1. Latar belakang Pancasila sebagai Ideologi Negara Pancasila adalah dasar Negara Kesatuan Repulik Indonesia
Pancasila sebagai Dasar Negara-1
PENDIDIKAN PANCASILA Modul ke: 04 Pancasila sebagai Dasar Negara-1 Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Program Studi AKUNTANSI Nabil Ahmad Fauzi, M.Soc.Sc Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara Dasar negara
Ebook dan Support CPNS Ebook dan Support CPNS. Keuntungan Bagi Member cpnsonline.com:
FALSAFAH DAN IDEOLOGI 1. Secara etimologis, filsafat berasal dari kata philein dan sophos. Perpaduan kata tersebut mengandung arti A. Cinta ilmu pengetahuan B. Teman dari kebijakan C. Kumpulan orang bijaksana
