PEKANBARU AUTOMOTIVE CENTRE
|
|
|
- Hengki Chandra
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ( L P 3 A ) PEKANBARU AUTOMOTIVE CENTRE Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Disusun Oleh : Nama : Andri Kurniawan NIM : L2B Penyusunan LP3A ini telah dibimbing oleh : Pembimbing Utama : Prof. Ir. Edy Darmawan, M.Eng Pembimbing Kedua : DR. Ir. Eddy Prianto, CES, DEA Tugas Akhir TKA 145 Periode - 33 April 2010 September 2010 JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010
2 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pada era globalisasi kegiatan yang paling memegang peranan penting adalah di bidang industri. Industri yang dilakukan telah berpedoman dan berjalan pada rel berteknologi tinggi. Salah satu kegiatan di bidang industri adalah industri otomotif yang dipergunakan sebagai alat untuk menguasai teknologi tinggi bagi negara berkembang dan salah satunya Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang ikut berkecimpung dalam AFTA yang membuat pasar domestik harus terbuka terhadap masuknya produk asing. Setiap barang Indonesia dituntut untuk mampu bersaing dengan pasar Internasional, termasuk di dalamnya kendaraan bermotor. Pada era pasar bebas tersebut akan membuat masuknya produk otomotif dari luar dengan cukup pesat. Pesatnya pertumbuhan industri otomotif di Indonesia terlihat dari populasi kendaraan roda empat yang cukup besar, hal ini mendorong industri otomotif dunia turut meramaikan persaingan kendaraan bermotor Indonesia. Hal ini membuktikan kalau pasar otomotif di Indonesia cukup prospektif, padahal kondisi perekonomian di Indonesia belum pulih dari krisis. Selama ini pasar mobil terbagi menjadi tiga bagian, kelas mewah, menengah, dan bawah, kelas mewah diperebutkan Mercedes, BMW, Volvo, dan Audi. Sementara kelas menengah diduduki oleh Toyota Corolla, Suzuki Baleno, Mazda,Cakra, dan Timor. Sedangkan pasar ketiga diperebutkan oleh kendaraan niaga, seperti Toyota Kijang, Isuzu Panther, Suzuki Carry, dan lainnya. Golongan konsumen kendaraan bermotor pun terbagi menjadi 2 golongan, yang pertama adalah golongan konsumen yang mementingkan fungsionalitas dimana golongan ini cenderung memprioritaskan kendaraan bermotor yang ekonomis, tahan banting, mudah dalam perawatan dan penggunaannya. Golongan konsumen yang kedua adalah golongan konsumen yang mementingkan keamanan, kenyamanan, prestise, dan kemewahan. Dominasi mobil Eropa di segmen sedan identik dengan kemewahan dan lambang gengsi, tampaknya tetap menjadi pilihan bagi golongan masyarakat tertentu. Mobil Eropa memiliki sejumlah keunggulan seperti teknologi dan kualitas produk, seperti pengembangan teknologi alternatif penggunaan bahan bakar, seperti hybrid, fuel cell, dan electric car. Rata-rata mobil Eropa menawarkan keunggulan teknologi pada produknya, khususnya untuk safety (keamanan) bagi penumpangnya.
3 Keadaan bangsa Indonesia dengan berbagai kemelut krisis ekonomi, dolar melambung tinggi, ditambah situasi politik yang memanas sudah bukan ancaman bagi para pabrikan mobil untuk meluncurkan produk baru. Di tengah maraknya The Indonesia International Motor Show 2006, para ATPM ( Agen Tunggal Pemegang Merk ) telah bersiap menyerbu pasar dengan produk-produk baru. Penelenggara IIMS punya maksud tertentu. Melihat kesuksesan tahun sebelumnya, tidak salah tujuan Gaikindo untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan industry otomotif pada saat ini. Pasalnya berdasarkan data dari Gaikindo penjualan mobil selalu mengalami peningkatan disbanding tahun sebelumnya. Memanasnya suhu politik tidak menyurutkan keinginan mereka untuk mengunjungi gelaran otomotif terbesar di Indonesia. Indikasi lain memperlihatkan kesadaran masyarakat sudah biasa memilah-molah antara masalah politik dan ekonomi. Keberhasilan IIMS bisa terpapar dari membludaknya pengunjung yaitu pengunjung. Dari pameran IIMS ini kurang lebih unit telah terjual. Meningkatnya jumlah pengunjung pameran mobil yang berada di mall-mal yang ada di Pekanbaru berkunjung setiap harinya. Hal ini yang menuntut untuk disediakannya wadah tersendiri untuk memfasilitasinya karena selama ini dapat kita lihat dari kegiatan pameran otomotif baik mobil baru atau bekas sering dilaksanakan di mall-mall atau di jalan-jalan dengan cara menyewa tempat dengan waktu yang singkat dan relative dengan harga lebih mahal dibandingkan jika kita memiliki wadah tersendiri untuk melaksanakan pameran otomotif. Selain itu beberapa failitas layanan otomotif yang secara umu kurang memenuhi keinginan masyarakat sebagai konsumen (calon konsumen). Yakni informasi yang variatif berkaitan dengan dunia otomotif. Hal ini disebabkan karena fasilitas yang ada kurang memadai. Hal ini juga dapat kita lihat pada pusat perdagangan dan jasa di Kota Pekanbaru yaitu kawasan pasar bawah, dimana sepanjang jalan tersebut menjadi kawasan perdagangan dan jasa otomotif yang mengelompok, namum tidak tertata rapi. Hal ini dikarenakan sempitnya lahan usaha dan jaraknya dengan permukiman penduduk yang terlalu dekat ditambah dengan tidak tersedianya lahan parkir yang memadai, sehingga sering menyebabkan terjadinya kemacetan di ruas jalan tersebut. Selain hal di atas dengan banyaknya bermunculan club-club otomotif di Pekanbaru yang pernah mengadakan kegiatan acara otomotif di jalan-jalan ini dapat mengganggu pengguna jalan yang lain seperti kemacetan. Maka dari itu yang menuntut kita untuk menyediakan wadah tersendiri untuk menghindari hal tersebut.
4 Dengan melihat fenomena diatas maka kekurangan fasilitas yang telah dibahas dan potensi pemasaran yang optimal pada kondisi sekarang maka diperlukan adanya ide/gagasan untuk penyediaan wadah sebagai sarana promosi bagi produsen produk otomotif yang dapat dikembangkan dari segi kelengkapan pelayanan dalam dunia otomotif yang disebut Pekanbaru Automotive Centre ini adalah penggabungan failitas dari beberapa segi yang berkaitan secara langsung maupun tak langsung antara lain: 1. Pemasaran / promosi 2. Perlengkapan spare part & accessories 3. Modifikasi mobil Potensi yang diharapkan pada wadah ini akan memberikan orientasi baru teknologi dunia otomotif secara integral dan dapat memicu perkembangan pasar dan teknologi dunia otomotif di Indonesia pada umumnya dan di Pekanbaru pada khususnya serta memberikan kemudahan pelayanan pada masyarakat konsumen otomotif TUJUAN DAN SASARAN TUJUAN Tujuan dari pembahasan permasalahan ini adalah untuk memberikan suatu fasilitas yang dapat berfungsi sebagai pusat segala kegiatan yamg berhubungan dengan dunia otomotif serta fasilitas pelengkapnya, memberikan suatu kemudahan yang berarti untuk segala keperluan konsumen otomotif, serta memberikan wadah baru bagi produsen dan penjual yang berkecimpung di dalam dunia otomotif SASARAN Sasaran dari pembahasan permaslahan ini adalah para konsumen otomotif serta pihak-pihak produsen produk otomotif yang hendak mempromosikan produknya MANFAAT Secara subyektif Untuk Memenuhi salah satu persyaratan mengikuti mata kuliah Tugas Akhir Periode 33 di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
5 Sebagai pegangan dan acuan selanjutnya dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tugas Secara obyektif Manfaat yang dapat dicapai lewat judul proyek ini sangat banyak khusunya di bidang ekonomi perdagangan barang dan jasa sehingga banyak sekali para ATPM ( Agen Tunggal Pemegang Merk ) yang dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk media mereka sebagai bentuk lain dari promosi produknya. Manfaatnya juga dapat dirasakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dengan banyaknya par produsen pabrikan mobil dari luar negeri yang masuk tentunya aka mendapatkan keuntungan dari devisa. Untuk masyarakat umum mendapatkan manfaat dengan adanya fasilitas ini selain menjadi mudah dalam mengatasi masalah yang terkait dengan dunia otomotif juga dapat dijadikan hiburan publik yang selama ini hanya ada pusat perbelanjaan saja di kota Pekanbaru LINGKUP PEMBAHASAN Ruang Lingkup Substansial Perencanaan dan perancangan program Pekanbaru Automotive Centre sebagai sebuah bangunan pameran otomotif yang terletak di daerah komersial sebagai pusat informasi dan perdangangan dibidang otomotif. Pembahasan materi ini menggunakan pendekatan aspek-aspek yang ada dalam arsitektur, yaitu aspek kontekstual, aspek fungsional dan aspek arsitektural Ruang Lingkup Spasial Secara administratif daerah perencanaan Pekanbaru Automotive Centre direncanakan berada pada kawasan Kota Pekanbaru dan tanpa mengurangi peraturan peraturan terhadap Tata Guna Lahan, RDTRK, RTRW Kota Pekanbaru METODE PEMBAHASAN Metode Penulisan yang digunakan adalah metode deskriptif dokumentatif yang merupakan pendekatan perancangan melaui :
6 1. Descriptive and Documentative method Yaitu dengan mengamati dan merekam konteks lingkungan, bangunan sekitar tapak serta kebutuhan masyarakat untuk perdagangan sesuai dengan karakternya dipandang dari sudut arsitektural, yang kesemuanya itu mengacu pada pembentukan Pekanbaru Automotive Centre. 2. Case Study Research Yaitu survey lapangan dan wawancara berbagai pihak yang terkait, dilakukan untuk mendapatkan data primer mengenai topik yang dibahas. 3. Studi Literatur Yaitu studi yang dilakukan untuk mendapatkan data sekunder, dalam hal ini berupa studi kepustakaan yang berkaitan erat dengan fasilitas-fasilitas yang ada didalam Pekanbaru Automotive Centre dan kondisi lingkungan, standar ruang serta pengumpulan data informasi dan peta dari instansi terkait SISTEMATIKA PEMBAHASAN Sistematika pembahasan dalam landasan perencanaan dan perancangan ini dimulai dari pembahasan lingkup yang paling makro kemudian menuju kepada pembahasan yang lebih mikro. Adapun urutan pembahasannya adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang masalah. Kemudian penjelasan tujuan dan sasaran pembahasan, manfaat pembahasan, lingkup pembahasan, metode pembahasan serta sistematika pembahasan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan singkat tentang pengertian, fungsi, tujuan, pelaku, aktivitas, serta fasilitas-fasilitas yang ada didalam perencanaan dan perancangan Pekanbaru Automotive Centre, serta melihat studi banding sebagai studi kasus yang dilihat dari segi kegiatan, struktur organisasi, arsitektur bangunan, lokasi dan tapak serta perkembangannya. BAB III TINJAUAN KOTA PEKANBARU Berisi tentang tinjauan umum dan potensi Kota Pekanbaru Hal ini untuk mendapatkan masalah yang akan dikaji dan untuk mendukung perencanaan dan perancangan Pekanbaru Automotive Centre. BAB IV KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN
7 Setelah mengkaji seluruh masalah baru diambil suatu kesimpulan, yang disertai dengan batasan dan anggapan untuk pendekatan perencanaan selanjutnya. BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Merupakan uraian pendekatan perencanaan Pekanbaru Automotive Centre dari beberapa aspek yang berkaitan dengan karakteristik, pelaku, aktifitas, program ruang dan struktur bangunan serta utilitas bangunan. Pendekatan perancangan bangunan dengan pendekatan konsep arsitektur modern. BAB VI KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang rumusan hasil pembahasan analisis aspek-aspek perencanaan dan perancangan Pekanbaru Automotive Centre.
8 1.7. ALUR PIKIR AKTUALITA URGENSI LATAR BELAKANG Pengembangan sektor perdangangan yang telah menjadi suatu industri yang menghasilkan devisa. Meningkatnya tingkat perekonomian dengan penjualan Ranmor di Kota Pekanbaru Kecenderungan masyarakat mencari lokasi Automotive yang lengkap dalam satu tempat (Automotive Centre) Perlu adanya perencanaan dan perancangan sarana yang dapat memenuhi keinginan masyarakat akan suatu Automotive Centre dan diharapkan akan dapat menjadi pendorong perekonomian khususnya sektor perdangangan kota Pekanbaru. ORIGINALITAS Merencanakan dan merancang Automotive Centre di Kota Pekanbaru yang menitikberatkan pada automotif lengkap dan terpadu. TUJUAN Memperoleh judul Tugas Akhir yang layak dan jelas sesuai dengan originalitas/karakter judul dan citra yang dikehendaki atas judul yang diajukan. SASARAN Dapat menyusun dan merumuskan salah satu Landasan Program Perencanaan dan Perancanga Arsitektur (LP3A) berupa pokok-pokok pikiran sebagai suatu gagasan dalam merumuskan konsep perencanaan (planning) dan membuat perancangan (design) terhadap Automotive Centre. STUDI BANDING BSJCC. JEC. Kilat Auto Design Pekanbaru UD Dymerdy Pekanbaru DATA (survey, literature,wawancara) Tinjauan mengenai lokasi/ site Tinjauan kota Pekanbaru Tinjauan fasilitas Automotive Centre. Tinjauan Automotive Centre STUDI LITERATUR Dasar-dasar perencanaan Automotive Centre. Tinjauan fasilitas Automotive Centre. Tinjauan arsitektur Modern. F E E D B A C K ANALISA Penyediaan fasilitas dan sarana prasarana. KESIMPULAN, BATASAN, DAN ANGGAPAN Kesimpulan merupakan hasil yang diperoleh dari analisa, batasan merupakan hal-hal yang menjadi batas ruang lingkup perancangan dan anggapan merupakan hal-hal yang mempengaruhi proses perancangan yang dimisalkan pada suatu keadaan ideal. PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Pelaku dan kegiatan, kebutuhan ruang dan standar besaran ruang, site, sirkulasi, hubungan kelompok kegiatan, sistem struktur dan utilitas. KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Persyaratan perencanaan dan perancangan, konsep dasar perencanaan dan perancangan, program ruang dan site terpilih.
9
PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Otomotif, sarana bidang transportasi yang berfungsi dalam upaya memenuhi tuntutan ekonomi di jaman teknologi sekarang ini yang mana tingkat dari kebutuhan dan waktu
SEMARANG AUTOMOTIVE CENTER
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (LP3A) SEMARANG AUTOMOTIVE CENTER Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Diajukan Oleh : DEFRI SERVANA.
ENTERTAINMENT CENTER DI SEMARANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ( L P 3 A ) ENTERTAINMENT CENTER DI SEMARANG Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Disusun Oleh : Nama
HOTEL RESORT DI PARANGTRITIS
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ( L P 3 A ) HOTEL RESORT DI PARANGTRITIS Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Disusun Oleh: Nama : Lina
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia modifikasi sepeda motor di Indonesia saat ini menunjukkan grafik peningkatan yang sangat tajam, peningkatan yang terjadi tidak hanya dari segi kuantitas
BAB I PENDAHULUAN. Showroom dan Bengkel Mobil KIA di Semarang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mobil-mobil di Indonesia terbanyak saat ini adalah buatan Jepang. Saat ini pasar otomotif di Indonesia masih didominasi mobil-mobil seperti Toyota, Daihatsu, Suzuki,
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERTAINMENT CENTER DI SEMARANG Penekanan desain Arsitektur Modern Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik
SHOPPING GREEN MALL DI SEMARANG BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan perkembangan zaman disertai dengan perkembangan penduduk yang cukup tinggi terutama di wilayah perkotaan, seringkali terjadi adanya masalah keterbatasan lahan
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR SEMARANG BOOK HOUSE
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR SEMARANG BOOK HOUSE DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN GUNA MEMPEROLEH GELAR SARJANA TEKNIK DIAJUKAN OLEH : ETY SUPRIYATIN L2B 004 161
REDESAIN SHOWROOM DAN BENGKEL TOYOTA NASMOCO TERPADU DI SEMARANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR REDESAIN SHOWROOM DAN BENGKEL TOYOTA NASMOCO TERPADU DI SEMARANG Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik
Rusunawa Buruh di Kawasan Industri Mangkang Semarang
TUGAS AKHIR 36 Periode Januari Juni 2011 Rusunawa Buruh di Kawasan Industri Mangkang Semarang Disusun Oleh : MIRNA PUTRI KARTIKA NIM. L2B 309 017 Dosen Pembimbing : M. Sahid Indraswara, ST, MT Sukawi,
CLUB HOUSE Di kawasan perumahan kompleks VI PKT Bontang BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern, pola pikir serta gaya hidup (lifestyle) masyarakat mengenai pemenuhan kebutuhan hidupnya juga mulai mengarah
PENGEMBANGAN PT. KARYA MUKTI ABADI SEBAGAI SENTRA INDUSTRI KAROSERI DUMP TRUK UNTUK WILAYAH JAWA TENGAH DI UNGARAN Penekanan Desain Hi-Tech
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PENGEMBANGAN PT. KARYA MUKTI ABADI SEBAGAI SENTRA INDUSTRI KAROSERI DUMP TRUK UNTUK WILAYAH JAWA TENGAH DI UNGARAN Penekanan Desain Hi-Tech Diajukan
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ( LP3A ) SHOPPING MALL DI BUKIT SEMARANG BARU. Diajukan Oleh : Rr. Sarah Ladytama L2B
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ( LP3A ) SHOPPING MALL DI BUKIT SEMARANG BARU (Berkonsep Nuansa Taman Dengan Penekanan Desain Arsitektur Post Modern) Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Ungaran merupakan ibukota Kabupaten Semarang. Sebagai ibukota kabupaten, Kota Ungaran diharuskan menjadi kota mandiri yang memiliki daya dukung dalam segala bidang,
CONDOMINUM DI KAWASAN CENTRAL BUSINESS DISTRICT JAKARTA SELATAN Dengan Penekanan Desain Arsitektur Post-Modern
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR CONDOMINUM DI KAWASAN CENTRAL BUSINESS DISTRICT JAKARTA SELATAN Dengan Penekanan Desain Arsitektur Post-Modern Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan
SEMARANG ELECTRONIC CENTER
SINOPSIS JUDUL I TUGAS AKHIR PERIODE 33 SEMARANG ELECTRONIC CENTER Diajukan Untuk Memperoleh judul yang jelas dan layak Guna penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) Sebagai
GEDUNG PAMER DAN LAYANAN PURNA JUAL
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Vespa adalah sebuah kendaraan yang memiliki daya tarik tersendiri dari bentuknya yang khas. Vespa juga memiliki salah satu inspirasi bagi perkembangan teknologi transportasi
BANGUNAN FASILITAS SIRKUIT BALAP OTOMOTIF ROAD RACE DI SEMARANG
LANDASAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR BANGUNAN FASILITAS SIRKUIT BALAP OTOMOTIF ROAD RACE DI SEMARANG Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Disususn
HOTEL BINTANG EMPAT DENGAN FASILITAS PERBELANJAAN DAN HIBURAN DIKAWASAN PANTAI MARINA SEMARANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR TUGAS AKHIR - 36 Periode Januari Juni 2011 HOTEL BINTANG EMPAT DENGAN FASILITAS PERBELANJAAN DAN HIBURAN DIKAWASAN PANTAI MARINA SEMARANG Diajukan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seni merupakan bagian dari kebudayaan yang lahir dari hasil budi daya manusia. Dengan segala keindahan, dan kebebasan ekspresi dari manusia sendiri. Seiring dengan
RESORT HOTEL DI KAWASAN PANTAI MARINA SEMARANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR RESORT HOTEL DI KAWASAN PANTAI MARINA Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Diajukan Oleh : IKSAN SUHARTO
ONE STOP TOYOTA AUTOMOBILE SHOPPING DI SEMARANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ONE STOP TOYOTA AUTOMOBILE SHOPPING DI SEMARANG Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Diajukan Oleh :
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia membawa pengaruh besar terhadap penyebaran jumlah penduduk, fenomena ini dapat dilihat dari perbandingan jumlah
BAB I PENDAHULUAN. 1 diakses tanggal 25 Juni 2009.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan cabang ilmu yang harus dikuasai dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota purwodadi dalam beberapa tahun ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat, begitu pula dengan tingkat perekonomian penduduknya, dalam beberapa tahun ini
BAB I PENDAHULUAN Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut adanya penyesuaian sistem pendidikan yang selaras dengan tuntutan dunia kerja. Salah satu lembaga pada jalur pendidikan
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNISSULA DI SEMARANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNISSULA DI SEMARANG Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik diajukan oleh :
Medan_Electronic_Mall
BAB. I PENDAHULUAN Medan_Electronic_Mall I. 1. Latar Belakang Ketua Electronic Marketeers Club (EMC) Rudyanto, menyatakan bahwa omset penjualan produk elektronik di dalam negeri periode Januari-Mei 2013
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota Semarang pada saat ini merupakan kota bisnis yang sedang berkembang menuju kota metropolitan. Kota Semarang sebagai pusat pengembangan wilayah menunjang peranan
PELABUHAN PERIKANAN PANTAI REMBANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PELABUHAN PERIKANAN PANTAI REMBANG Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik diajukan oleh : ENDANG DWI HARIYANTI
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningkatnya aktivitas serta kegiatan rutinitas sering membuat penat dalam kehidupan. Aktivitas tersebut tidak hanya dilakukanoleh orang dewasa saja, melainkan anak-anakpun
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
1 BAB I PNDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pada era baru ini kota-kota besar di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat, terutama Kota Bandung - Jawa Barat. Kota Bandung merupakan kota metropolitan
CITY HOTEL BINTANG EMPAT DI SEMARANG
TUGAS AKHIR PERIODE 111 LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR CITY HOTEL BINTANG EMPAT DI SEMARANG Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik Disusun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PNDAHULUAN 1.1 LATAR BLAKANG Indonesia merupakan sebuah Negara yang sedang berkembang. Setelah krisis ekonomi pada tahun 1998, Indonesia berjuang keluar dari krisis ekonomi. Di era globalisasi ini
REST AREA JALAN TOL SEMARANG - BATANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR REST AREA JALAN TOL SEMARANG - BATANG Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik diajukan oleh : FURQON HAKIM
ENTERTAINMENT CENTRE DI SALATIGA
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (LP3A) Periode 33 ENTERTAINMENT CENTRE DI SALATIGA Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik disusun oleh
SHOPPING MALL DI JAKARTA BARAT
Landasan Program Perencanaan Dan Perancangan Arsitektur SHOPPING MALL DI JAKARTA BARAT (Penekanan pada Optimalisasi Lahan) Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik
Kolam Renang Indoor Universitas Diponegoro - Tugas Akhir 135 LP3A BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Diponegoro merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang terletak di Jawa Tengah tepatnya di Kota Semarang. Universitas Diponegoro telah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semarang merupakan ibukota propinsi Jawa Tengah yang berada pada kawasan pesisir pantai utara Jawa. Kota Semarang yang berada di pesisir pantai menempatkan penduduknya
BALAI LABORATORIUM KESEHATAN PROVINSI Jawa Tengah
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR TUGAS AKHIR PERIODE 33 BALAI LABORATORIUM KESEHATAN PROVINSI Jawa Tengah Oleh : TOPIK HIDAYAH L2B 308 030 Dosen Pembimbing : Ir. Agung Budi Sardjono,
WEDDING CENTER DI SEMARANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR WEDDING CENTER DI SEMARANG (Penekanan Desain Post-Modern) DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN GUNA MEMPEROLEH GELAR SARJANA TEKNIK DIAJUKAN
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Tujuan dan Sasaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah, merupakan kota pesisir yang memiliki kegiatan perdagangan yang sangat cepat dan pesat,baik pada strata ekonomi menengah keatas
PUSAT PROMOSI, INFORMASI DAN PERDAGANGAN PRODUK AUDIO VISUAL DI SURABAYA
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PUSAT PROMOSI, INFORMASI DAN PERDAGANGAN PRODUK AUDIO VISUAL DI SURABAYA Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana
TOKO BUKU DENGAN RUANG PAMER DI KOTA CIREBON
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR dengan Penekanan Desain Eko-Arsitektur Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik diajukan oleh : SITI ZAKIYATUL
PEKALONGAN BATIK CENTER
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PEKALONGAN BATIK CENTER DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN GUNA MEMPEROLEH GELAR SARJANA TEKNIK DIAJUKAN OLEH : LARISSA ANGESTIA SARI L2B
REDESAIN PASAR INDUK BATANG Penekanan Desain Arsitektur Tropis
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR REDESAIN PASAR INDUK BATANG Penekanan Desain Arsitektur Tropis Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR REVITALISASI EKS KANTOR SEKRETARIAT KABUPATEN PEKALONGAN SEBAGAI CITY HOTEL BINTANG TIGA DI KOTPEKALONGAN Dengan Penekanan Desain Arsitektur Post
BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan Terminal Penumpang Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Hans Dian Sintong
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Bandar udara merupakan tempat moda pemrosesan penumpang dan bagasi, untuk pertemuan dengan pesawat dan moda transportasi darat. Sebagai instansi yang memberikan fasilitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sekolah memang memegang peranan penting dalam mengembangkan kemampuan kognitif, afektif dan konaktif para siswa. Sebuah sekolah yang berkualitas baik, akan menghasilkan
BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Data Jumlah Pendaftar SMK se-kota Semarang Tahun No Tahun Ajaran Pendaftar Diterima
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam mengantisipasi meningkatnya angka pengangguran usia produktif, pemerintah mendorong untuk dikembangkannya jumlah SMK di seluruh kabupaten / kota hingga akhirnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Olahraga merupakan salah satu hal yang penting dalam hidup guna menjaga kesehatan tubuh seseorang. Olahraga sendiri terdiri dari berbagai jenis yang salah satunya yaitu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Dalam pelaksanaan otonomi daerah, Pemerintah memerlukan sarana dan prasarana, yakni kantor yang representatif. Bangunan kantor dapat menciptakan sistem/ mekanisme
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.
PLANETARIUM SEMARANG TA 118 BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Astronomi sebenarnya sudah dikenal luas oleh manusia sejak masa sebelum masehi, namun dalam perkembanganya astronomi menjadi ilmu pengetahuan yang hanya diketahui dan
BAB I PENDAHULUAN TUGAS AKHIR 135. LP3A - Beachwalk Mall di Tanjung Pandan, Belitung
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tanjung Pandan adalah kota terbesar sekaligus menjadi ibukota kabupaten Belitung. Tingkat pertumbuhan dan kepadatan penduduk antar kecamatan di Belitung sangat bervariasi.
PERPUSTAKAAN HIBRIDA DI KOTA BOGOR TA 127
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam Jurnal Nasional, yang terbit pada Jumat 27 September 2013 bahwa Budaya baca masyarakat di Indonesia masih terbilang rendah. Hal tersebut terbukti dari data yang
1 A p a r t e m e n S i s i n g a m a n g a r a j a S e m a r a n g
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal ini, salah satu caranya adalah
Bab I Pendahuluan. Tabel 1.1. Tabel Hasil Penjualanan Sepeda Motor di Indonesia Tahun2013 Sumber: otonity.com (di unduh pada 1 Januari 2014)
Bab I Pendahuluan 1.1. Latar belakang Perkembangan dunia otomotif khususnya untuk sepeda motor dari brand Yamaha di Indonesia, saat ini menunjukan grafik peningkatan. Peningkatan yang terjadi tidak hanya
TERMINAL BUS TIPE A KOTA SURAKARTA
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR TERMINAL BUS TIPE A KOTA SURAKARTA Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Diajukan Oleh : SATI HANJARI
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan kondisi perekonomian nasional mendorong orientasi pembangunan Kota DKI Jakarta kearah barang dan jasa. Reorientasi mendorong dikembangkannya paradigma
Gambar 1. 1 : Keindahan Panorama Bawah Laut Pulau Biawak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri pariwisata merupakan prioritas dalam Pembangunan Ekonomi Nasional dan Daerah. Kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari tingginya kontribusi sektor Pariwisata
PENGEMBANGAN BUMI PERKEMAHAN PENGGARON KABUPATEN SEMARANG
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata adalah kegiatan seseorang dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan perbedaan waktu kunjungan dan motivasi kunjungan. Menurut Pendit
Latar Belakang Eksistensi Proyek. rumah tangga, industri, dan sebagainya.
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang I.1.1. Latar Belakang Eksistensi Proyek Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin maju seiring dengan berjalannya waktu, merupakan tuntutan perkembangan zaman
PENATAAN KORIDOR JALAN KASONGAN DI BANTUL
LANDASAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PENATAAN KORIDOR JALAN KASONGAN DI BANTUL Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Disusun oleh : BOGI DWI CAHYANTO
2. TUJUAN DAN SASARAN
BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Dalam World Book Encyclopedy of Music dijelaskan bahwa musik merupakan seni tertua dalam peradaban umat manusia yang terkait erat dengan aspek-aspek sejarah, agama,
Tugas Akhir 115 Pusat Kebudayaan Korea Selatan di Jakarta BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Korea Selatan merupakan sebuah negara yang mengalami perkembangan dan kemajuan pesat di berbagai bidang baik politik, ekonomi, budaya, dan iptek. Kemampuan berkembang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kabupaten Semarang sebagai salah satu Kabupaten di Indonesia yang sedang berkembang, mempunyai berbagai macam dan banyak sekali aktivitas masyarakat didalamnya, ditinjau
BENGKEL MODIFIKASI MOBIL TERPADU DI SEMARANG Dengan Penekanan Desain Konsep Arsitektur Hi-Tech
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR BENGKEL MODIFIKASI MOBIL TERPADU DI SEMARANG Dengan Penekanan Desain Konsep Arsitektur Hi-Tech Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna
BADAN PERTANAHAN NASIONAL KABUPATEN SLEMAN Tugas Akhir 126 Arsitektur Undip BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau yang dulunya dikenal dengan sebutan Kantor Agraria ini adalah lembaga pemerintah non kementerian di Indonesia yang mempunyai tugas
PET AND FLOWER HOUSE DI BANDUNG UTARA
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PET AND FLOWER HOUSE DI BANDUNG UTARA Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Diajukan Oleh : ARIEL ITVATIA
RUMAH SUSUN SEDERHANA MILIK di CENGKARENG JAKARTA BARAT
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR RUMAH SUSUN SEDERHANA MILIK di CENGKARENG JAKARTA BARAT Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik diajukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kemajuan yang dicapai dalam dunia pendidikan dan riset dewasa ini yang mengakibatkan perkembangan teknologi dunia. Berbagai terobosan dilakukan dalam menciptakan teknologi
BAB 1 PENDAHULUAN. Auditorium Universitas Diponegoro 2016
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Universitas Diponegoro merupakan salah satu Universitas terkemuka di Indonesia serta termasuk ke dalam lima besar Universitas terbaik seindonesia, terletak di provinsi
REDESAIN TERMINAL PELABUHAN PENYEBERANGAN BENGKALIS-RIAU
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR REDESAIN TERMINAL PELABUHAN PENYEBERANGAN BENGKALIS-RIAU Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Diajukan
GEDUNG WAYANG ORANG DI SOLO
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR GEDUNG WAYANG ORANG DI SOLO Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik diajukan oleh : ANANG MARWANTO NIM
Penataan Bukit Gombel, Semarang dengan Bangunan multifungsi Penekanan pada Green Architecture
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Penataan Bukit Gombel, Semarang dengan Bangunan multifungsi Penekanan pada Green Architecture Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh
CITY HOTEL DENGAN FASILITAS MICE di SEMARANG BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN CITY HOTEL DENGAN FASILITAS MICE 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan dan perkembangan di bidang perekonomian sebuah kota sangat identik dengan perkembangan bisnis di dalamnya. Kota Semarang
Wedding Mall di Semarang 1 BAB I PENDAHULUAN
Wedding Mall di Semarang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Setiap orang pasti ingin menikah. Pernikahan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan. Pernikahan dianggap sebagai suatu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kota Pati merupakan suatu kota sebagai ibukota kabupaten yang dilalui jalur Pantura, hal ini membuat jalan utama terutama yang juga berfungsi sebagai jalur pantura
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan roda perekonomian berjalan dengan cepat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2009
REST AREA TOL KANCI-PEJAGAN
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (LP3A) TA 33 REST AREA TOL KANCI-PEJAGAN Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Diajukan Oleh : MEHTY
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Di era yang modern seperti sekarang, banyak terdapat kota-kota yang tumbuh dan berkembang menjadi kota yang lebih besar dan maju. Perkembangan kota-kota ini dipengaruhi
PASAR GUNUNGPATI DI SEMARANG (Penekanan Desain Arsitektur Neo Vernakular)
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PASAR GUNUNGPATI DI SEMARANG (Penekanan Desain Arsitektur Neo Vernakular) Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana
RUMAH SUSUN BURUH PABRIK DI KAWASAN INDUSTRI TERBOYO SEMARANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ( LP3A ) RUMAH SUSUN BURUH PABRIK DI KAWASAN INDUSTRI TERBOYO SEMARANG PERIODE - 30 Diajukan Oleh : PRASOJO TRI WAHYU UTOMO L2B 307 017 Dosen Pembimbing
Tugas Akhir BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan dan Sasaran Perencanaan dan Perancangan Tujuan. Apartemen di Jakarta
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagai Ibu kota dari Indonesia Jakarta adalah kota yang sangat berkembang dan memiliki kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang dan sector, mulai dari pemerintahan,
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA CIATER DI SUBANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA CIATER DI SUBANG PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR EKOTURISME Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Palembang, sebagai ibukota Provinsi Sumatera Selatan saat ini menjadi salah satu kota tujuan di tanah air. Hal ini dikarenakan kondisi kota Palembang yang dalam
MUSEUM BATIK JAWA TENGAH DI KOTA SEMARANG
TA 107 ( Periode April September 2009 ) LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR MUSEUM BATIK JAWA TENGAH DI KOTA SEMARANG Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar
SEASIDE HOTEL DI JEPARA BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kabupaten Jepara teletak di Pantura Timur Jawa Tengah, dimana bagian barat dan utara dibatasi oleh laut. Jepara memiliki garis pantai sepanjang 82,73 km termasuk keberadaan
BAB I PENDAHULUAN LP3A TUGAS AKHIR 135 MONALISA SAPUTRI SARANA REKREASI & EDUKASI PETERNAKAN SAPI PERAH DI DESA JETAK 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Susu merupakan salah satu bahan pangan yang sangat penting bagi pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Kesadaran masyarakat terhadap konsumsi susu, menjadikan susu sebagai
PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI RANDUSANGA INDAH BREBES
LANDASAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI RANDUSANGA INDAH BREBES Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Disusun oleh :
PERENCANAAN KEMBALI OBYEK WISATA PANTAI PURWAHAMBA INDAH KABUPATEN TEGAL
LANDASAN PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PERENCANAAN KEMBALI OBYEK WISATA PANTAI PURWAHAMBA INDAH KABUPATEN TEGAL Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik
Gigih Juangdita
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan suatu kota dapat dilihat salah satunya dari sektor perekonomiannya. Secara umum, dapat diperhatikan bahwa suatu kota yang berkembang dan maju, memiliki
