|
|
|
- Vera Pranata
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PILLAR OF PHYSICS, Vol. 5. April 2015, PENERAPAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER UNTUK MENENTUKAN PENYEBARAN LINDI DI TEMPAT PEMPROSESAN AKHIR (TPA) SAMPAH AIR DINGIN KOTA PADANG Yori Deswita 1), Nofi Yendri Sudiar 2), Fatni Mufit 2) dan Akmam 2), 1) Mahasiswa Fisika, FMIPA Universitas Negeri Padang 2) Staf Pengajar Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Negeri Padang ABSTRACT TPA Air Dingin are landfills located in Padang and positioned near the inhabitant area. The accumulationof waste at TPA Air Dingin can cause environment pollution. The aimed of this research is to determine the resistivity and the spread of leachate in TPA Air Dingin. Estimation of the distribution of leachate below the ground surface use a Resistivity Geoelectrical method with Wenner Configuration. Data were collected by ARES Multielectrode in 3 lines. The data were interpreted using Robust inversion to obtain a 2D model of earth s surface that consists of depth and resistivity value. The result of this research showed that the kinds of rocks in this area consist of Groundwater, Clay, Sandstone and Andesite. Direction of spread of leachate on the measurements, the distribution of leachate moving from the southeast towards the Northwest. Keywords : Leachate, Resistivity Geoelectrical method, Wenner, Robust inversion,tpa Air Dingin Kota Padang PENDAHULUAN Penduduk di kota berkembang dengan cepat dibandingkan dengan daerah pedesaan. Pertumbuhan penduduk yang cepat di kota disebabkan oleh kota merupakan tempat pusat kegiatan, seperti perdagangan, pendidikan dan industri. Aktivitas manusia di perkotaan seperti di rumah tangga, kantor, pasar, dan dimanapun mereka berada akan selalu menghasilkan bahan sisa yang tidak berguna lagi. Bahan atau barang sisa ini akan menjadi barang buangan yang disebut dengan sampah atau limbah. Keberadaan sampah menjadi permasalahan besar pada daerah perkotaaan. Sampah adalah semua buangan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dan hewan yang berupa padatan, yang dibuang karena sudah tidak berguna atau dipergunakan lagi [1]. Sampah adalah polutan yang dapat menyebabkan turunnya nilai estetika lingkungan, membawa berbagai jenis penyakit, menurunkan sumber daya, menimbulkan polusi, menyumbat saluran air serta pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan oleh limbah merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga [2]. Sampah yang dibuang ke lingkungan akan menimbulkan dampak yang berbahaya bagi masyarakat karena sampah mengandung senyawa yang berbahaya bagi kesehatan. Pengelolaan sampah di Negara berkembang dilakukan dengan membentuk Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) sampah. Sampah umumnya ditampung dan dikelola pada lokasi pembuangan dengan menggunakan sistem Sanitary Landfil. Sanitary Landfill adalah sistem pemusnahan yang paling baik [3]. Sanitary Landfill adalah metode pengolahan sampah dengan cara sampah ditampung, dipadatkan kemudian ditimbun dengan menggunakan tanah dan demikian seterusnya [4]. Salah satu TPA yang menerapkan sistem Sanitary Landfil adalah TPA Air Dingin terletak di Kelurahaan Air Dingin, Kelurahan Baringin Kecamatan Koto Tangah kota Padang, namum belum berfungsi dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada perubahan warna air sungai disekitar TPA, hai ini menunjukan adanya rembesan lindi ke lingukan sekitar TPA. Kondisi ini diperkirakan dapat mencemari lingkungan sekitar, karena TPA Air Dingin dekat dengan pemukiman penduduk. Sampah di TPA akan mengalami proses dekomposisi yang menghasilkan gas-gas dan cairan yang dikenal dengan lindi (leachate). Cairan yang dihasilkan oleh tumpukan sampah dan mengalami pembusukan. Cairan tersebut akan meresap kebawah tanah melalui celah-celah materialyang disebut dengan lindi (leachate) [5]. Lindi dapat menyebabkan pencemaran air, untuk itu perlu ditangani dengan baik. Lindi dapat berupa cairan berwarna kuning, coklat atau hitam. Komposisi dan karakteristik lindi tergantung pada jenis sampah, kandungan bahan organik, struktur Hidrogeologi tempat pembuangan sampah, kondisi operasi dan umur tempat pembuangan sampah [6]. Lindi akan semakin cepat mecapai air tanah jika kondisi tanah bersifat porous dan pemeabilitas. Gambar 1 merupakan cairan lindi yang terdapat di TPA Air Dingin kota Padang. 97
2 Gambar 1. Cairan Lindi di Tpa Air Dingin Air lindi mengandung bahan pencemar berupa organik dan anorganik berupa logam berat dalam konsentrasi tinggi. Konsentrsi logam berat di atas akan menyebabkan bahaya bagi lingkungan, tumbuhan, hewan dan manusia. Senyawa logam berat yang di temukan pada di salah satunya adalah Fe (besi). Penerimaan dan penumpukan logam berat akan menyebabkan masalah pada tanah, tumbuhan, hewan serta manusia. Kandungan logam berat dan mineral magnetik pada lindi dipengaruhi oleh komposisi sampah, lapisan tanah dan umur TPA. Lindi mempunyai konduktifitas yang lebih tinggi dari air bersih (fresh water) yang mengakibatkan nilai tahanan jenis limbah cair memiliki nilai tahanan jenis yang lebih kecil dibandingkan dengan nilai tahanan jenis air bersih. Tahanan jenis air bersih adalah Ωm [7]. Nilai resistifitas air tanah yang tercemar oleh lindi di dominan di bawah 10 Ωm [2]. Tahanan jenis lindi adalah 2,994 Ωm [8], sedangkan Sand yang terkontaminasi lindi nilai resistivitas antara 4,6-54,8 Ωm [9]. Persebaran lindi dapat diestimasi menggunakan metode Geofisika, yaitu metode Geolistrik tahanan jenis. Metode Geolistrik tahanan jenis merupakan salah satu metode Geofika yang menggunakan sifat listrik dengan menginjeksikan arus kedalam bumi melalui dua buah elektroda arus, kemudian mengukur beda potensial yang terjadi diukur melalui dua buah elektroda potensial. Metoda Geolistrik bumi diasumsikan sebagai medium homogen dan isotropis, arus yang dialirkan ke dalam bumi akan mengalir ke segala arah membentuk bidang equipotensial setengah bola. Penjalaran arus listrik ke dalam bumi dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Titik Sumber Arus pada Permukaan dari Medium Homogen [10] Bumi yang diasumsikan sebagai medium homogen isotropis pada kenyataannya merupakan medium non homogen yang terdiri dari banyak lapisan dengan tahanan jenis yang berbeda-beda, sehingga nilai nilai tahanan jenis yang terukur bukanlah nilai tanahan jenis sebenarnya melainkan nilai tahanan jenis semu. Nilai tahanan jenis semu dirumuskan sebagai berikut: dimana (1) {( ) ( )} (2) dimana merupakan nilai tahanan jenis semu, K merupakan nilai faktor geometri, merupakan nilai beda potensial dan merupakan nilai arus. Nilai K bergantung kepada jenis konfigurasi yang digunakan. Penelitian ini konfigurasi Wenner. Konfigurasi Wenner merupakan salah satu konfigurasi dalam ekplorasi Geofisika dengan susanan elektroda terletak dalam satu garis yang simetris terhadap titik tengah. Konfigurasi elektroda Wenner memiliki resolusi vertikal yang bagus, sensitivitas terhadap perubahan lateral yang tinggi tapi lemah terhadap penetrasi arus terhadap kedalam [7]. Susunan elektroda konfigurasi Wenner dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Susunan Elektroda Konfigurasi Wenner Jarak masing-masing elektroda pada Gambar 3 menjadi: dan (3) Harga masing-masing jarak elektroda disubstitusi ke Persamaan (2), maka diperoleh harga K konfigurasi Wenner, sebagai berikut: (4) Harga K untuk konfigurasi Wenner disubtitusi ke Persamaan (1), sehingga harga tahanan jenis semu (apparent resistivity, ) (5) dimana adalah tahanan jenis semu, I adalah kuat arus, a adalah jarak elektroda, dan adalah beda potensial. Nilai tahanan jenis yang diperoleh dari pengukuran diestimasi dengan menggunakan metode inversi sehingga didapatkan nilai tahanan jenis sesengguhnya dan kedalamnya. Metode inversi 2D terdiri dari beberapa jenis, salah satunya yaitu metode inversi Robust 2D. Metode inversi Robust 2D 98
3 meningkatkan tingkat keakuratan dalam pengolahan serta interpretasi data lapangan. Persamaan metode Robust 2D dinyatakan oleh Persamaan (6) [11]. ( ) ( ) (6) dimana ( ) adalah pengontrol inversi dan x merupakan vektor state, yaitu vaktor keadaan yang menggambarkan model data dalam n pengukuran dan y merupakan keluaran yang memiliki dua parameter yaitu kedalaman dan tahanan jenis. σ menyatakan input pengontrol pseudo dari sistem inversi. Pengontrol sistem inversi u dinyatakan dengan Persamaan (7). ( )[ ( )] (7) dimana A(x) dan B(x) adalah fungsi nonlinier dari x. Kesalahan inversi dari dapat dinyatakan dengan Persamaan (8), ( ) ( ) ( ) (8) Inversi Robust 2D dapat membatasi dan meminimalkan perubahan mutlak pada nilai tahanan jenis dan dapat meminimalkan efek outlier dalam data pada model inverse. Inversi ini menghasilkan model antar muka yang tajam di antara daerah yang berbeda dengan nilai tahanan jenis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahanan jenis di bawah permukaan di TPA Air Dingin kota Padang dan menentukan penyebaran lindi di TPA Air Dingin berdasarkan nilai tahanan jenis batuan. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi awal tentang persebaran lindi dan arah rembesan lindi yang ada di TPA Air Dingin kota Padang. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan sebaran lindi di TPA Air Dingin kota Padang. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juni Penelitian didesain sebanyak 3 Lintasan. Desain Lintasan- pengukuran dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Desain Lintasan Pengukuran Gambar 4 merupakan desain Lintasan- pengukuran. A merupakan titik awal pengukuran dan B merupakan titik akhir pengukuran. Tabel 1 merupakan koordinat titik awal. Sounding dan titik akhir dari Lintasan-. Tabel 1. Koordinat Lintasan Lintasan Koordinat Sounding Lintasan- 1 Lintasan- 2 Lintasan , 491 LS dan ,775 BT sampai , 440 LS dan ,960 BT ,413 LS dan ,794 BT sampai ,412 LS dan ,950 BT ,405 LS dan ,789 BT sampai ,405 LS dan ,940 BT 49,491 LS dan ,775 BT 00 49,415 LS dan BT 00 49,413 LS dan ,875 BT Penelitian dilakukan menggunakan alat ARES multielectroda. Parameter penelitian terdiri atas paramete yang diukur (arus listrik (i), beda potensial (V), dan spasi jarak elektroda) dan parameter yang dihitung (nilai tahanan jenis semu (ρ)). Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam prosedur penelitian. 1. Tahap Persipan Pada tahap persiapan peneliti melakukan kajian kepustakaan mengenai teori-teori yang mendukung penelitian ini. Survei daerah pengukuran pengambilan data untuk menentukan Lintasanpengukuran yang akan dilakukan dan survei juga bertujuan untuk mengetahui kondisi Geologi daerah pengukuran. 2. Tahap Perencanaan Penulis merancang desain pengukuran yang akan dilakukan. Kondisi Geografis dan lokasi pengukuran harus diperhatikan dalam merancang pengukuran 3. Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan pengukuran dan pengambilan data sesuai dengan desain pengukuran yang telah dibuat. Pengukuran dilakukan dengan menentukan Lintasan- pengukuran. Diukur panjang lintsan dan ditentukan spasi elektroda, kemudian menanam elektroda pada setiap spasi. Dicek sumber arus dan hubungan kabel ke lektroda serta menghubungkan kabel elektroda dengan sumber arus. Selanjutnya diaktifkan ARES dan pastikan kondisi Aki terisi 85 %. Setelah itu alat ARES dikalibrasi dan dipilih metoda pengukuran serta konfigurasi, untuk selanjutnya dilakukan pengukuran. 4. Teknik Analisa Data Data pengukuran pada ARES Main unit didownload dengan cara menghubungkan Ares Multielectroda dengan komputer windows XP. Data pengukuran yang diperoleh di lapangan, seperti kuat arus listrik(i), beda potensial (V), dan spasi jarak 99
4 elektroda. Data hasil perhitungan yaitu tahanan jenis batuan semu, kemudian diinterpretasikan dengan metode inversi Robust Constraint. Inversi Robust Constraint merupakan metoda inversi yang digunakan jika error dan distribusi data tidak normal atau penyimpangan data terlalu jauh, sehingga diperoleh nilai tahanan jenis sesungguhnya dan kedalaman. Estimasi dilakukan dengan membandingkan nilai tahanan jenis yang diperoleh dari bantuan software Res2Dinv dengan kondisi geologi daerah penelitian dan tabel tahanan jenis.sehingga dapat diperoleh kesimpulan tentang sebaran lindi di TPA Air Dingin Kota Padang. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Penelitian Lintasan- 1 Lintasan-1 memiliki panjang Lintasan 315 m dengan spasi elektoda 5 m. Hasil interpretasi data Lintasan-1 menunjukkan sebaran nilai tahanan jenis medium di bawah permukaan area pengukuran. Nilai tahanan jenis pada Lintasan-1 antara 2, Ωm, dengan kedalaman hingga 29,1 m. Persentase kesalahan yang didapatkan sebesar 2,9 %. Hasil penampang 2D dari Lintasan-1 dapat dilihat pada Gambar 5. rentangan nilai tahanan jenis Ωm. Lapisan ini diestimasikan sebagai Sandstones terkontaminasi cairan lindi. Sandstones terdapat di permukaan sampai kedalaman 25,00 m. Lapisan penyusun bawah permukaan pada Lintasan-1 diduga telah terkontaminasi oleh cairan lindi. Resistivitas yang rendah antara 9,45-86,6 Ωm diinterpretasikan batuan dan mineral yang terkontaminasi lindi [13]. Sampah pada medium tanah nilai resistivitasnya 3,87-76,2 Ωm, sampah pada medium pasir nilai resistivitasnya 27,3-106 Ωm, sampah pada medium tanah bercampur pasir nilai resistivitasnya 11,5-106 Ωm. Berdasarkan nilai resistivitas, lapisan yang terkontaminasi cairan lindi memiliki nilai resitivitas yang rendah yaitu <3,00 Ωm. Berdasarkan Gambar 8, dapat dilihat sebaran lindi di daerah pengukuran pada Lintasan-1 yang terletak dipinggir penampungan sampah. Sebaran lindi pada Lintasan- 1 tersebar pada jarak ,40 m dengan kedalaman 10-14,10 m. Sebaran lindi juga terdapat pada jarak 201,60-213,4 m dengan kedalaman 13,20-15 m. Lintasan- 2 Lintasan-2 memiliki panjang Lintasan 315 m dengan spasi elektoda 5 m. Lintasan-2 terletak di dekat kolam penampungan cairan lindi. Hasil interpretasi data Lintasan-2 menunjukkan sebaran nilai tahanan jenis medium di bawah permukaan area pengukuran. Nilai tahanan jenis pada Lintasan-2 antara 1, Ωm, dengan kedalaman hingga 51,7m. Persentase kesalahan yang didapatkan sebesar 3,5%. Hasil penampang 2D dari Lintasan-2 dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 5. Penampang Model 2D Lintasan-1 Gambar 5 menunjukkan kandungan lapisan bawah permukaan bumi berdasarkan nilai tahanan jenis. Lapisan yang warna biru tua memiliki nilai tahanan jenis <3,00 Ωm diestimasi sebagai cairan lindi. Lapisan ini terletak pada kedalaman 10,00-15,00 m. Lapisan yang berwarna biru memiliki rentangan nilai tahanan jenis 3,10-9,90 Ωm. Lapisan ini diestimasi sebagai Groundwater yang terkontaminasi cairan lindi. Nilai resisstivitas fresh Groundwater adalah Ωm [12]. Groundwater yang terkontamunasi cairan lindi terdapat pada kedalaman 6,60-19,80 m. Lapisan berwarna hijau memiliki rentangan nilai tahanan jenis 10,00-30,00 Ωm dan diestimasi sebagai Clay. Clay terdapat di permukaan sampai kedalaman 29,1 m. Lapisan berwarna kuning hingga coklat memiliki Gambar 6. Penampang Model 2D Lintasan- 2 Gambar 6 menunjukan warna-warna kandungan lapisan penyusun bawah permukaan berdasarkan nilai tahanan jenis. Lapisan berwarna biru tua memiliki nilai tahanan jenis <3,00 Ωm. Lapisan ini diestimasi sebagai ciran lindi yang terdapat pada kedalaman 2,5-20 m. lapisan yang berwarna biru muda diestimsai sebagai Groundwater yang terkontaminasi cairan lindi dengan rentangan nilai tahanan jenis, yaitu 3,10-9,90 Ωm. Groundwater terdapat dipermukaan sampai dengan kedalaman 25,00 m. 100
5 Lapisan berwarna hijau dengan rentangan nilai tahanan jenis Ωm diestimasi sebagai Clay. Clay terdapat di permukaan sampai kedalaman 51,7 m. Lapisan berwarna kuning hingga coklat memiliki rentangan nilai Ωm. Lapisan ini diestimasi sebagai Sandstones terkontaminasi cairan lindi. Sandstones terdapat di permukaan sampai kedalaman 7,50 m dan pada kedalaman lebih dari 10 m. Lapisan berwarna merah sampai ungu dengan rentangan nilai tahanan jenis Ωm diestimasi sebagai Andesit terdapat pada kedalaman 7,50-27,50 m. Lapisan bawah permukaan pada Lintasan-2 yaitu Groundwater, Clay, Sandstone diduga juga telah terkontaminasi cairan lindi, hal ini desebabkan karena memiliki nilai tahanan jenis yang rendah. Sebaran lindi pada Lintasan-2 terdapat pada jarak 96,25-12,5 m dengan kedalaman 5,00-12,50 m, pada jarak 117,50-122,50 m tersebar pada kedalaman 7,50-10,00 m. Kemudian pada jarak m tersebar pada kedalaman 5,00-12,50 m dan pada jarak 172,50-190,00 m, jarak 212,50-225,50 m, dan pada jarak 240,00-255,00 m tersebar pada kedalaman 5,00-10,00 m. Kemudian pada jarak 275,00-280,00 m pada kedalaman 12,50-17,50 m. Lintasan- 3 Panjang Lintasan-3 adalah 315 m dengan spasi elektroda 5 m. Lintasan-3 terletak di pingir sungai. Hasil interpretasi data Lintasan-3 menunjukkan sebaran nilai tahanan jenis medium di bawah permukaan area pengukuran. Nilai tahanan jenis pada Lintasan-3 antara 0, Ωm, dengan kedalaman hingga 51,7 m. Persentase kesalahan yang didapatkan sebesar 4,9 %. Hasil penampang 2D dari Lintasan- 3 dapat dilihat pada Gambar 7 Gambar 7. Penampang Model 2D Lintasan- 2 Gambar 7, menunjukkan kandungan batuan dan mineral pada lapisan penyusun bawah permukaan berdasarkan nilai tahanan jenis. Lapisan berwarna biru tua diestimasi sebagai cairan lindi dengan nilai tanahan jenis <3 Ωm. Cairan lindi terdapat pada kedalaman 10,00-12,50 m. Lapisan berwarna biru muda diestimasikan sebagai Groundwater terkontaminasi lindi dengan rentangan nilai tahanan 101 jenis, yaitu 3,10-9,90 Ωm, terdapat pada kedalaman 7,50-17,50 m. Lapisan berwarna hijau dengan rentangan nilai tahanan jenis Ωm diestimasikan sebagai Clay. Clay terdapat di permukaan sampai kedalaman 30 m dan kedalaman lebih dari 35 m. Lapisan berwarna kuning hingga coklat memiliki rentangan nilai Ωm. Lapisan ini diestimasi sebagai Sandstones terkontaminasi cairan lindi. Sandstones terdapat di permukaan sampai kedalaman 51,70 m. Lapisan berwarna merah sampai ungu dengan rentangan nilai tahanan jenis Ωm diestimasikan sebagai Andesit. Andesit terdapat di permukaan hingga kedalaman 7,50 m. Lintasan-3 terletak di pinggir sungai, pada Lintasan-3 sebaran lindi terdapat jarak 146,25-148,75 m, sebaran lindi tersebar dari kedalaman 10,00-12,50 m. Lapisan penyusun bawah permukaan pada Lintasan-3 yaitu Groundwater, Clay, Sandstone diduga terkontaminasi cairan lindi karena memiliki nilai tahanan jenis yang rendah. Nilai resistivitas limbah berada di bawah nilai resistivitas air bersih, jika batuan-batuan penyusun TPA mengandung limbah, maka nilai resistivitas yang terdeteksi jauh lebih kecil dari nilai resistivitas yang telah ditetapkan pada referansi merupakan resistivitas batuan yang tidak terkontaminasi limbah. 2. Pembahasan Pengolahan data dilakukan menggunakan metode analisis inversi Robust Constraint 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada daerah penelitian di TPA Air Dingin Kelurahan Air Dingin, Kelurahan Baringin Kecamatan Koto Tangah Kota Padang lapisan bawah permukaan tersusun oleh batuan dan mineral, yaitu Groundwater, Sandstones, Clay,dan Andesit. Lintasan-1 memiliki rentangan nilai tahanan jenis dari 2, Ωm. Pada lapisan 1 memiliki struktur batuan dan mineral yang terdiri dari lindi, Groundwater, Sandstones dan Clay. Lintasan-2 memiliki lapisan yang nilai tahanan jenisnya berkisar antara 1, Ωm. Lintasan-2 dan Lintasan-3 memiliki struktur batuan dan mineral yang terdiri dari lindi,groundwater, Clay, Tufa dan Andesit. Lintasan-1, 2 dan 3 memiliki tahanan jenis lindi adalah <3 Ωm, dan tahanan jenis Groundwater 3,10-9,90 Ωm. Hal ini menunjukan bahwa pada Lintasanini Groundwater tercemar oleh polutan lindi. Gamabr 8 merupakan model penampang 2D Lintasan-1, 2 dan 3, yang menunjukkan Lintasan-1 memiliki ketinggian yang lebih tinggi dibandingkan Lintasan-2 dan Lintasan-3. Lintasan-1 terletak di arah Tenggara dekat penampungan sampah, Lintasan-2 terletak di pinggir kolam lindi sedangkan Lintasan-3 terletak di tepi sungai terletak di arah Barat Laut. Hal ini menyebabkan Arah sebaran lindi ini diduga bergerak dari arah Tenggara menuju Barat Laut, karena Lintasan-1 yang terletak di arah Tenggara
6 lebih tinggi dibandingkan dengan Lintasan-2 dan Lintasan-3 yang terletak di arah Barat Laut. dekat dengan kolam penampungan lindi yang memiliki 8 buah kolam penampungan, namun pada Lintasan-2 sebaran lindi hanya terlihat pada 7 kolam pemampungan lindi yang terlihat pada Gambar 10. Gambar 10. Penyebaran Lindi Pada Lintasan- 2 yang Deket dengan Kolam Penampungan Lindi Gambar 8. Model Penampang 2D Lintasan-1,2,dan 3 Berdasarkan Gambar 8, pada Lintasan-1 terlihat bahwa cairan lindi menyebar pada dua titik yaitu pada jarak tersebar pada jarak ( ,40) m dengan kedalaman (10-14,10) m. Sebaran lindi juga terdapat pada jarak (201,60-213,4) m dengan kedalaman (13,20-15,00) m. Rembesan cairan lindi pada Lintasan-1 ini diduga terjadi karena lapisan Geotekstik yang digunakan untuk menahan cairan lindi pada penampungan sampah tidak berfungsi dengan baik sehingga mengakibatkan cairan lindi dapat merembes. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 9. Lapisan Geotekstil di Penampungan Lindi Lintasan-2 cairan lindi tersebar di tujuh titik dan Sandstone yang terkontaminasi lindi juga terlihat pada Lintasan-2, dimana Lintasan-2 yang terletak Gambar 10, menunjukan sebaran lindi yang terjadi pada Lintasan-2, sebaran Lindi yang terdapat pada Lintasan-2 diakibatkan karena Lintasan-2 memiliki topografi yang rendah dibandingkan dengan Lintasan-1, hal ini jga dapat menyebabkan terjadinya rembesan lindi ke Lintasan-2. Pergerakan lindi atau arah sebaran lindi pada Lintasan-2 terdapat pada jarak (96,25-12,5) m sebaran lindi ini tepat berada di kolam penampungan lindi nomor 7 dengan kedalaman (5,00-12,50) m, pada jarak (117,50-122,50) m dengan kedalaman (7,50-10,00) m, sebaran lindi berada pada kolam- penampungan lindi nomor 6. Kemudian pada jarak ( ) m sebaran Lindi tersebar pada kedalaman (5,00-12,50) m, sebaran lindi terdapat di kolam- penampungan lindi nomor 5 dan pada jarak (172,50-190,00) m sebaran lindi terdapat di kolam- penampungan lindi nomor 4. Kemudian pada jarak (212,50-225,50) m sebaran lindi terdapat di kolam- penampungan lindi nomor 3, dan pada jarak (240,00-255,00) m sebaran lindi terdapat dikolam- penampungan lindi nomor 2. Sebaran Lindi pada kolam- penampungan 2,3,4 sebaran lindi terdapat pada kedalaman (5,00-10,00) m. Kemudian pada jarak (275,00-280,00) m sebaran lindi terdapat dikolampenampungan lindi nomor 1. Rembesasn lindi yang terjadi pada Lintasan- 2 diduga karena Lintasan- 2 terletak sangat dekat dengan penampungan lindi sehingga mengakibatkan rembesan lindi di Lintasan-2 terlihat di setiap kolam penampungan lindi. Berdasarkan Gambar 10, terlihat bahwa sebaran lindi di kolam-1 memiliki kedalaman yang paling dalam dibandingkan dengan kolam--kolam- 102
7 yang lain. Hal ini diduga karena kolam-1 merupakan kolam- penampungan lindi yang langsung dari penampungan sampah, sehingga mengakibatkan cairan lindi yang terdapat pada penampungan sampah langsung mengalir ke kolam-1, tanpa terjadi penyaringan terlebih dahulu. Pada Lintasan-3 yang terletak di tepi sungai sebaran lindi hanya terlihat pada 1 titik yaitu sebaran lindi terdapat jarak (146,25-148,75) m, sebran lindi terdapat pada kedalaman (10,00-12,50) m. Pada Lintasan- 3 sebaran lindi sejajar dengan sebaran lindi pada di Lintasan-2 yaitu pada kolam penampungan lindi nomor 5. Rembesan lindi pada Lintasan-3 yang hanya terjadi pada satu titik yang diduga berasal dari kolam penampungan Lindi nomor 5 pada yaitu antara jarak (145,00-155,00) m. Sebaran Lindi pada Lintasan-3 lebih sedikit dibandingkan dengan Lintasan-2, hal ini diakibatkan karena jarak antara Lintasan-2 ke Lintasan-3 adalah 10 m dan kolom pemampungan lindi juga terbuat dari beton yang diduga bisa menahan rembesan lindi ke sungai tersebut. Rembesan lindi yang terjadi pada Lintasan-3 yang diduga berasal dari kolam penampungan Lindi nomor 5, terjadi karena pada lntasan 2 diestimasi terdapat batuan Sandstones yang dapat meloloskan air. Sehingga mengakibatkan lindi merembes pada Lintasan-3. Data geolistrik 2D dapat ditampilkan dalam bentuk penampang 3D dengan bantuan Software Voxler. Data geolistrik 2D yang dapat diubah menjadi tampilan 3D ini merupakan gabungan dari beberapa Lintasan- pengukuran dengan syarat Lintasan- yang digabung harus sejajar. Penampang 3D ini diharapkan dapat menampilkan lokasi penelitian secara keseluruhan dengan bentuk 3D. Gambar 11 merupakan bentuk penampang 3D, untuk Lintasan-2 dan 3 Gambar 11. Tampilan 3D Lintasan-2 dan 3 Model penampang 3D Lintasan-2 dan 3 dengan rentangan nilai tahanan jenis (1,05-400) Ωm. Warna pada penampang 3D disamakan dengan warna pada penampang 2D yang di olah menggunakan software Res2dinv. Warna-warna pada penampang menunjukan kandungan lapisan bawah permukaan bumi didaerah pengukuran.warna biru tua merupakan cairan Lindi. Berdasarkan Gambar 16 terlihat jelas bahwa sebaran lindi yang terdapat pada Lintasan-3 yaitu pada jarak (146,25-148,75) m, diduga berasal dari kolam- penampungan lindi nomor lima karena pada kolam- penmpungan lindi nomor 5 lapisan penyusun bawah permukaan Sandstone yang dapat meloloskan air. Arah sebebaran lindi pada Lintasan-2 dan Lintasan-3 terdapat pada arah Barat Laut. Warna biru muda diestmasi sebagai Groundwaters. Lapisan yang berwarna hijau diestimasi sebagai Clay. Warna kuning destimasi sebagai Sandstone, sedangkan warna merah hingga ungu diestimasi sabagai Andesit. KESIMPULAN Tahanan jenis batuan dan mineral di TPA Air Dingin kota Padang pada Lintasan-1 nilai tahanan jenis (2,66-136) m, dengan kedalaman hingga 20,1 m. Lintasan-2 nilai tahanan jenis adalah (1,05-193) m, dengan kedalaman maksimum 51,7 m dan pada Lintasan-3 nilai tahanan jenis (1,15-393) m, dengan kedalaman maksimum 51,7 m. Jenis batuan penyusun lapisan bawah permukaan bumi terdiri dari lindi, Groundwater, Clay, Sandstones dan Andesit. Arah penyebaran lindi pada daerah pengukuran, sebaran lindi bergerak dari arah Tenggara menuju Barat laut. Hal ini diakibatkan karena Lintasan-1 yang terletak di arah Tenggara lebih tinggi dibandingkan dengan Lintasan-2 dan Lintasan- 3 yang terletak di arah barat laut. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. Mahrizal, M.Si sebagai anggota penelitian dan sebagai dosen penguji dengan judul penelitian Penentuan Zona Pencemaran Air Tanah dan Karakterisasi Magnetik Logam Berat Sebagai Polutan Pada Lindi (Leachate) TPA Sampah Menggunakan Metoda Kemagnetan Batuan (Rock Magnetic Methods) dan Geolistrik (Studi Kasus pada TPA Sampah Air Dingin Kota Padang yang didanai oleh DP3M Dikti melalui BOPTN UNP Padang. Terima kasih untuk dosen-dosen penguji yang telah memberikan kritik dan saran sehingga penulisan tugas akhir dan jurnal ini menjadi lebih baik. Terima kasih juga kepada rekan-rekan yang telah membantu dalam pengambilan data penelitian ini dan temanteman seangkatan yang telah memberikan semangat dalam penyelesaian tugas akhir dan jurnal ini. 103
8 DAFTAR PUSTAKA [1]. Tchobanoglous, George. Theisen, Hilary. Vigil, Samuel. 1993, Integrated Solid Waste Managemen,. New York: McGraw-Hill [2]. Juandi.(2009). Analisis Pencemaran Air Tanah Berdasarkan Metode Geolistrik Studi Kasus Tempat Pembuangan Akhir Sampah Muara Fajar Kecamatan Rumbai.Journal of Enviromental Science. Universitas Riau. ISSN [3]. Edy Hendarsono Wahyono dan Nano Sudarno.(2012). Pengelolaan Sampah Plastik Aneka Kerajinan dari Sampah Plastik.Yepeka.Bogor. [4]. Sismanto dan Eddy Hartantyo.(2005). Distribution Of Leachate Polution In The Final Disposal Of Piyungan, Bantul, Yogyakarta, By Using The Electromagnetic Method.Procceding Joint Convention Surabaya-Hagi-Iagi-Perhapi, JCS2005-T032. [5]. WahyuT S, Fatimatuz Z, Ahmad Z, Asdi P,Sos E,Ayi S B, Mentoring Pola Sebaran LIndi Menggunakan Metode Geolistrik Wenner-Schlumberger. Institute Teknologi Sepuluh November, Surabaya. Seminar Nasional Pascasarjana XI-ITS, Surabaya 15 Agustus [6]. Estevanus K Huliselan dan Satria Bijaksana,S, (2008). Identifikasi Mineral Magnetik pada Lindi(Leachate), Jurnal Geofisika [7]. Reynolds, J.M. (1997). An Introduction to Applied and Environmental Geophysics. New York: Jhon Geophysicsin Hidrogeological and Wiley and Sons Ltd. [8]. Adeoti,L, Oladele,S, Ogunlana,FO. (2011). Geo-electrical Investigation of Leachate Impact on Groundwater: A Case Study of Ile- Epo Dumpsite, Lagos, Nigeria.J. Appl. Sci. Environ. Manage. June, 2011 Vol. 15 (2) Department of Geosciences, University of Lagos, Akoka, Lagos. [9]. Ogungbe A.S, Onori E.O, Olaoye M.A Application Of Electrical Resistivity Techniques In The Investigation Of Groundwater Contamination: A Case Study Of Ile Epo Dumpsite, Lagos, Nigeria. International Journal of Geomatics and Geosciences.Volume 3, No 1, 2012.Department of Physics, Lagos State University, Ojo, Lagos, Nigeria.ISSN [10]. Telford, W.M. Geldart, L.P, Sheriff R.E and Keys, D.A. (1990). Applied Geophysics. USA: Cambridge University Press. [11]. Li, Chuanfeng. Wang, Yongji. Deng, Zhixiang, dan Wu, Hao. (2009). Adaptive Dynamic Inversion Robust for BTT Missile Based on Wavelet Neural Network).Jurnal.Proc of SPIE Vol Hlm [12]. Loke, M.H. (2004). Electrical Imaging Surveys for Environmental and Enginering Studies, A Practical Guide to 2-D and 3-D Surveys. Malaysia: Minden Heights. [13]. Iyoha.A, Akhirevbulu O.E, Amadasun C.V.O and Evboumwan I.A D Resistivity Imaging Investigation of Solid Waste Landfill Sites in Ikhueniro Municipality, Ikpoba Okha Local Government Area,Edo State, Nigeria.Journal of Resources Development and Management - An Open Access International Journal Vol Department of Physics Ambrose Alli University, Ekpoma, Nigeria. 104
Yosi Permata Sari 1) Nofi Yendri Sudiar 2) Fatni Mufit 2) Akmam 2) PILLAR OF PHYSICS, Vol. 4. November 2014,
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 4. November 2014, 105-112 KAJIAN PENCEMARAN AIR TANAH OLEH LINDI MENGGUNAKAN METODA INVERSI SMOOTHNESS-CONSTRAINTS LEAST-SQUARE DATA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER
DATA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 1. April 2014, 49-56 ESTIMASI KEDALAMAN BATUAN DASAR DI DESA KAMPUNG MANGGIS KECAMATAN PADANG PANJANG BARAT MENGGUNAKAN METODE INVERSI ROBUST 2D DATA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 4. November 2014,
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 4. November 2014, 113-120 ANALISA SEBARAN AIR TANAH MENGGUNAKAN INVERSI ROBUST CONSTRAIN DATA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER DI DAERAH BUKIT LANTIAK KECAMATAN PADANG
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 7 (2011) 1-5 PENDUGAAN POLA SEBARAN LIMBAH TPA JATIBARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK
ISSN: 1693-1246 Januari 2011 J P F I http://journal.unnes.ac.id PENDUGAAN POLA SEBARAN LIMBAH TPA JATIBARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK P. R. Nilasari*, Khumaedi, Supriyadi Jurusan Fisika, Fakultas
PENENTUAN TAHANAN JENIS BATUAN ANDESIT MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER (STUDI KASUS DESA POLOSIRI)
Jurnal Fisika Vol. 3 No. 2, Nopember 2013 117 PENENTUAN TAHANAN JENIS BATUAN ANDESIT MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER (STUDI KASUS DESA POLOSIRI) Munaji*, Syaiful Imam, Ismi Lutfinur
ANALISIS PENCEMARAN LOGAM BERAT OLEH LINDI (LEACHATE)
ANALISIS PENCEMARAN LOGAM BERAT OLEH LINDI (LEACHATE) TPA SAMPAH AIR DINGIN KOTA PADANG MENGGUNAKAN METODA GEOLISTRIK POLARISASI TERIMBAS (INDUCED POLARIZATION) Fatni Mufit, Mahrizal, Nofi Yendri Sudiar
IDENTIFIKASI DISTRIBUSI 3D AIR LINDI DI TPA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
J. Sains Dasar 2016 5(1) 21-25 IDENTIFIKASI DISTRIBUSI 3D AIR LINDI DI TPA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG IDENTIFICATION OF 3D LEACHATE DISTRIBUTION IN SEMARANG STATE UNIVERSITY LANDFILL Tri Mugirahayu *,
NILAI RESISTIVITAS DENGAN VARIASI JARAK DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH GUNUNG KUPANG BANJARBARU
NILAI RESISTIVITAS DENGAN VARIASI JARAK DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH GUNUNG KUPANG BANJARBARU Hardiono, Imam Santoso, Arifin Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jl.H.M.Cokrokusumo
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 4. November 2014, 01-08
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 4. November 2014, 01-08 PENENTUAN KEDALAMAN BATUAN DASAR MENGGUNAKAN INVERSI MARQUARDT DATA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA KAMPUNG MANGGIS KECAMATAN PADANG
IDENTIFIKASI PENYEBARAN LIMBAH CAIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAHANAN JENIS 3D (MODEL LABORATORIUM)
IDENTIFIKASI PENYEBARAN LIMBAH CAIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAHANAN JENIS 3D (MODEL LABORATORIUM) ABSTRACT Karyanto Jurusan Fisika FMIPA Universitas Lampung Jl. S. Brojonegoro No. 1, Bandar Lampung 35145
IDENTIFIKASI JENIS BATUAN MENGGUNAKAN METODA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER DI UNIVERSITAS NEGERI PADANG KAMPUS AIR TAWAR
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 2. Oktober 2013, 01-08 IDENTIFIKASI JENIS BATUAN MENGGUNAKAN METODA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER DI UNIVERSITAS NEGERI PADANG KAMPUS AIR TAWAR Elvi Novia S *), Akmam
PENENTUAN SEBARAN DAN KANDUNGAN UNSUR KIMIA KONTAMINASI LIMBAH CAIR BAWAH PERMUKAAN DI TPA CAHAYA KENCANA, KABUPATEN BANJAR
PENENTUAN SEBARAN DAN KANDUNGAN UNSUR KIMIA KONTAMINASI LIMBAH CAIR BAWAH PERMUKAAN DI TPA CAHAYA KENCANA, KABUPATEN BANJAR Dievy Prastika Putri 1 Sri Cahyo Wahyono 1 Tetti Novalina Manik 1 Tempat Pembuangan
Rustan Efendi 1, Hartito Panggoe 1, Sandra 1 1 Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia
IDENTIFIKASI AKUIFER AIRTANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DI DESA OU KECAMATAN SOJOL IDENTIFICATION GROUNDWATER AQUIFERS METHOD USING GEOELECTRIC DISTRICT IN THE VILLAGE OU SOJOL Rustan Efendi
Indonesian Journal of Applied Physics (2017) Vol.7 No.2 halaman107
ISSN:2089 0133 Oktober 2017 Indonesian Journal of Applied Physics (2017) Vol.7 No.2 halaman107 Pencitraan 3D Data Geolistrik Resistivitas dengan RockworksBerdasarkan Hasil Inversi Res2DInv untuk Mengetahui
MENENTUKAN LITOLOGI DAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER DAN SCHLUMBERGER DI PERUMAHAN WADYA GRAHA I PEKANBARU
MENENTUKAN LITOLOGI DAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER DAN SCHLUMBERGER DI PERUMAHAN WADYA GRAHA I PEKANBARU Heri Gokdi 1, M. Edisar 2, Juandi M 3 1 Mahasiswa Program Studi S1
PRISMA FISIKA, Vol. III, No. 2 (2015), Hal ISSN :
Pendugaan Bidang Gelincir Tanah Longsor di Desa Aruk Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas dengan Menggunakan Metode Tahanan Jenis Ezra Andwa Heradian 1), Yudha Arman 1)* 1) Program Studi Fisika, Fakultas
Mahasiswa Prodi Fisika Jurusan Fisika FMIPA UNP, dan ABSTRACT
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 1. April 2013, 01-08 ESTIMASI KEDALAMAN BATUAN DASAR BERDASARKAN NILAI TAHANAN JENIS MENGGUNAKAN METODA GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI UNIVERSITAS NEGERI PADANG KAMPUS AIR
Identifikasi Keretakan Beton Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Timotius 1*), Yoga Satria Putra 1), Boni P. Lapanporo 1)
Identifikasi Keretakan Beton Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Timotius 1*), Yoga Satria Putra 1), Boni P. Lapanporo 1) 1) Program Studi Fisika, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam,
REVISI, PEMODELAN FISIKA APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK INVESTIGASI KEBERADAAN AIR TANAH
REISI, 1801017 PEMODELAN FISIKA APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK INESTIGASI KEBERADAAN AIR TANAH anata Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit
POLA SEBARAN LIMBAH TPA STUDI KASUS DI JATIBARANG SEMARANG (Waste Distribution Pattern Cese Study in TPA Jatibarang Semarang)
Maret 2013 SUPRIYADI, J. MANUSIA DKK.: DAN POLA LINGKUNGAN, SEBARAN LIMBAH Vol. 20, No.1, Maret. 2013: 49-56 POLA SEBARAN LIMBAH TPA STUDI KASUS DI JATIBARANG SEMARANG (Waste Distribution Pattern Cese
Penentuan Lapisan Bawah Permukaan di Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Banjarbaru dengan Metode Geolistrik
Penentuan Lapisan Bawah Permukaan di Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Banjarbaru dengan Metode Geolistrik Sri Cahyo Wahyono 1), Rifkiati 2), Muhammad Ery Zulfian 2), Akhmat Faisal 2) dan Desi Monalisa
SURVAI SEBARAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER DI DESA BANJAR SARI, KEC. ENGGANO, KAB.
SURVAI SEBARAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER DI DESA BANJAR SARI, KEC. ENGGANO, KAB. BENGKULU UTARA Oleh: Arif Ismul Hadi, Suhendra, Robinson Alpabet Jurusan Fisika
Penjalaran Arus Listrik di Dalam Bumi
Penjalaran Arus Listrik di Dalam Bumi Advisor: Irwan M.Sc Author: Lucky Kriski Muhtar (125090700111002) Lutfi Aditya Rahman (125090702111001) Program Studi Geofisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya
Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner Untuk Menentukan Struktur Tanah di Halaman Belakang SCC ITS Surabaya
1 Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner Untuk Menentukan Struktur Tanah Andrias Sanggra Wijaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 [email protected]
PENENTUAN RESISTIVITAS BATUBARA MENGGUNAKAN METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY DAN VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol. 06, No. 01 (2016) 8 14 Departemen Fisika FMIPA Universitas Padjadjaran PENENTUAN RESISTIVITAS BATUBARA MENGGUNAKAN METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY DAN
UJI NILAI TAHANAN JENIS POLUTAN AIR LAUT DENGAN METODE OHMIK DAN GEOLISTRIK TAHANAN JENIS SKALA LABORATORIUM
Berkala Fisika SSN : 1410-966 Vol.9, No.3, Juli 006, hal 145-149 UJ NLA TAHANAN JENS POLUTAN AR LAUT DENGAN METODE OHMK DAN GEOLSTRK TAHANAN JENS SKALA LABORATORUM Rina Dwi ndriana dan Hernowo Danusaputro
PRISMA FISIKA, Vol. IV, No. 01 (2016), Hal ISSN :
Identifikasi Intrusi Air Laut Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas 2D Konfigurasi Wenner-Schlumberger di Pantai Tanjung Gondol Kabupaten Bengkayang Victor Hutabarat a, Yudha Arman a*, Andi Ihwan
Pendugaan Akuifer serta Pola Alirannya dengan Metode Geolistrik Daerah Pondok Pesantren Gontor 11 Solok Sumatera Barat
Pendugaan Akuifer serta Pola Alirannya dengan Metode Geolistrik Daerah Pondok Pesantren Gontor 11 Solok Sumatera Dwi Ajeng Enggarwati 1, Adi Susilo 1, Dadan Dani Wardhana 2 1) Jurusan Fisika FMIPA Univ.
Kajian Sebaran Limbah Cair Menggunakan Metode Resistivitas
Kajian Sebaran Limbah Cair Menggunakan Metode Resistivitas Matheus Souisa dan Sisca M. Sapulete Jurusan Fisika FMIPA Universitas Pattimura Ambon, Maluku [email protected] Abstrak - Telah dilakukan
IDENTIFIKASI REMBESAN LIMBAH CAIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER- SCHLUMBERGER STUDI KASUS TPA SUMOMPO, MANADO
IDENTIFIKASI REMBESAN LIMBAH CAIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER- SCHLUMBERGER STUDI KASUS TPA SUMOMPO, MANADO Friska Datunsolang 1), Gerald Tamuntuan 1), As ari 1)
* ) Mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UNP ** ) Staf Pengajar Jurusan Fisika FMIPA UNP
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 1. April 2014, 25-32 PENYELIDIKAN BIDANG GELINCIR MENGGUNAKAN METODA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA KAMPUNG MANGGIS KECAMATAN PADANG PANJANG BARAT Lismalini*
PEMODELAN 3D RESISTIVITAS BATUAN ANDESIT DAERAH SANGON, KAB. KULONPROGO, PROVINSI DIY
20 ISSN 0854-2554 PEMODELAN 3D RESISTIVITAS BATUAN ANDESIT DAERAH SANGON, KAB. KULONPROGO, PROVINSI DIY Wrego Seno Giamboro 1, Wahyu Hidayat 1 1 Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Mineral, UPN
ESTIMASI 3-D KEDALAMAN BATUAN DASAR MENGGUNAKAN DATA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE DI BUKIK LANTIAK PADANG SELATAN
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 8. Oktober 2016, 97-104 ESTIMASI 3-D KEDALAMAN BATUAN DASAR MENGGUNAKAN DATA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE DI BUKIK LANTIAK PADANG SELATAN Hamidah 1), Akmam
PROFIL RESISTIVITAS 2D PADA GUA BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER (STUDI KASUS GUA DAGO PAKAR, BANDUNG)
ISSN: 1412-0917 Jurnal Pengajaran MIPA, Vol. 14 No. 2 Oktober 2009 PROFIL RESISTIVITAS 2D PADA GUA BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER (STUDI KASUS GUA DAGO PAKAR, BANDUNG)
ANALISA PENCEMARAN AIR TANAH BERDASARKAN METODE GEOLISTRIK STUDI KASUS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH MUARA FAJAR KECAMATAN RUMBAI
Akhir Sampah Muara Fajar ISSN Kecamatan 1978-5283 Rumbai M, Juandi 2009:2 (3) ANALISA PENCEMARAN AIR TANAH BERDASARKAN METODE GEOLISTRIK STUDI KASUS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH MUARA FAJAR KECAMATAN
Kabupaten Banjar. Meirani Agustina, Sri Cahyo Wahyono, Tetti Novalina Manik Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Jurnal Fisika FLUX Volume 14, Nomor 1, Februari 2017 ISSN : 1829-796X (print); 2514-1713(online) http://ppjp.unlam.ac.id/journal/ /index.php/f/ Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan yang Terkontaminasi
Optimalisasi Desain Parameter Lapangan Untuk Data Resistivitas Pseudo 3D
Optimalisasi Desain Parameter Lapangan Untuk Data Resistivitas Pseudo 3D Makhrani* * ) Program Studi Geofisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Hasanuddin E-mail : [email protected] ABSTRAK Penelitian
PENGARUH MUKA AIR TANAH TERHADAP KESTABILAN JEMBATAN MENGGUNAKAN METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE
DOI: doi.org/10.21009/03.snf2017.02.epa.02 PENGARUH MUKA AIR TANAH TERHADAP KESTABILAN JEMBATAN MENGGUNAKAN METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE Budy Santoso 1, a), Setianto
Jurnal Fisika Unand Vol. 2, No. 2, April 2013 ISSN
INVESTIGASI BIDANG GELINCIR PADA LERENG MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DUA DIMENSI (Studi Kasus: Kelurahan Lumbung Bukit Kecamatan Pauh Padang) Muhammad Iqbal Sy, Arif Budiman Jurusan Fisika
*
Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas untuk Pendugaan Struktur Batuan serta Keberadaan Air Tanah (Studi Kasus Sulamu Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang) 1* Abdul Wahid, 2 Hadi Imam Sutaji, 3 Ahmad Rasyid
Nurun Fiizumi, Riad Syech, Sugianto.
INVESTIGASI AKUIFER DISEKITAR DAS (DAERAH ALIRAN SUNGAI) SIAK DI PEKANBARU MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER DAN KONFIGURASI SCHLUMBERGER Nurun Fiizumi, Riad Syech, Sugianto E-mail: [email protected]
KAJIAN PENYEBARAN LIMBAH CAIR BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN SIFAT KELISTRIKAN BATUAN DI LOKASI PEMBUANGAN AKHIR (LPA) BENOWO SURABAYA
PKMP--- KAJIAN PENYEBARAN LIMBAH CAIR BAWAH PERMKAAN BERDASARKAN SIFAT KELISTRIKAN BATAN DI LOKASI PEMBANGAN AKHIR (LPA) BENOWO SRABAYA Suparmanto, Agus M.., Rahmadana A. Laboratorium Geofisika, Jurusan
STUDI BIDANG GELINCIR SEBAGAI LANGKAH AWAL MITIGASI BENCANA LONGSOR
STUDI BIDANG GELINCIR SEBAGAI LANGKAH AWAL MITIGASI BENCANA LONGSOR Rahma Hi. Manrulu 1, Aryadi Nurfalaq 2 Universitas Cokroaminoto Palopo 1,2 [email protected] 1 Telah dilakukan penelitian untuk
PENENTUAN KEDALAMAN AKUIFER BEBAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER
PENENTUAN KEDALAMAN AKUIFER BEBAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER Muhammad Hafis 1, Juandi 2, Gengky Moriza 3 1 Mahasiswa Program S1 Fisika FMIPA-UR 2 Dosen Jurusan Fisika
Analisis Respon Resistivitas Sampel Tanah TPA Ngipik Kabupaten Gresik Berdasarkan Uji Resistivitas Skala Laboratorium
1 2 JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D-89 Analisis Respon Resistivitas Sampel Tanah TPA Ngipik Kabupaten Gresik Berdasarkan Uji Resistivitas Skala Laboratorium
Identifikasi Polutan Dalam Air Permukaan Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin Padang
Identifikasi Polutan Dalam Air Permukaan Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin Padang Arif Budiman, Jernih Wati Zendrato Laboratorium Fisika Bumi Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas
Imran Razat 1) Akmam 2) Mahrizal 2)
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 6. Oktober 2015, 105-112 INVESTIGASI AQUIFER DENGAN METODE INVERSI SMOOTHNESS-CONSTRAINT LEAST SQUARES DATA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI BUKIT APIT PUHUN
IDENTIFIKASI BATUAN GRANIT KECAMATAN SENDANA KOTA PALOPO MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS (RESISTIVITY)
IDENTIFIKASI BATUAN GRANIT KECAMATAN SENDANA KOTA PALOPO MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS (RESISTIVITY) Baso Usman 1, Baccong 2, Rahma Hi. Manrulu 3, Aryadi Nurfalaq 4 1), 2),3) Program Studi
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Volume 2, Nomor 2, Juni 2010, Halaman ISSN:
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Volume 2, Nomor 2, Juni 2010, Halaman 111 119 ISSN: 2085 1227 Penyebaran Batuan Situs Purbakala Candi Palgading di Dusun Palgading, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik,
Identifikasi Pola Persebaran Sumber Lumpur Bawah Tanah Pada Mud Volcano Gunung Anyar Rungkut Surabaya Menggunakan Metode Geolistrik
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.1, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) B-6 Identifikasi Pola Persebaran Sumber Lumpur Bawah Tanah Pada Mud Volcano Gunung Anyar Rungkut Surabaya Menggunakan Metode Geolistrik
PEMODELAN FISIKA APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK INVESTIGASI KEBERADAAN AIR TANAH
PEMODELAN FISIKA APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK INVESTIGASI KEBERADAAN AIR TANAH anata Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram
IDENTIFIKASI JENIS BATUAN MENGGUNAKAN INVERSI MARQUARDT DATA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE BUKIT LANTIAK KECAMATAN PADANG SELATAN
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 6. Oktober 2015, 49-56 IDENTIFIKASI JENIS BATUAN MENGGUNAKAN INVERSI MARQUARDT DATA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE BUKIT LANTIAK KECAMATAN PADANG SELATAN Jemmy
ESTIMASI BIDANG GELINCIR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI KELURAHAN BALAI GADANG KECAMATAN KOTOTANGAH
Pillar of Physics, Vol. 11, No 1, Maret 2018, 33-40 ESTIMASI BIDANG GELINCIR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI KELURAHAN BALAI GADANG KECAMATAN KOTOTANGAH Desi Anriani
SURVEI GEOLISTRIK METODE RESISTIVITAS UNTUK INTERPRETASI KEDALAMAN LAPISAN BEDROCK DI PULAU PAKAL, HALMAHERA TIMUR
SURVEI GEOLISTRIK METODE RESISTIVITAS UNTUK INTERPRETASI KEDALAMAN LAPISAN BEDROCK DI PULAU PAKAL, HALMAHERA TIMUR Roswita, Lantu a, Syamsuddin b Program Studi Geofisika Jurusan Fisika Fakultas Matematika
Metode Geolistrik (Tahanan Jenis)
Metode Geolistrik (Tahanan Jenis) Kata kunci : Pemodelan Inversi, Resistivitas, Tahanan Jenis. Metode geolistrik merupakan metode geofisika yang mempelajari sifat kelistrikan di bawah permukaan Bumi untuk
INVESTIGASI LAPISAN BEDROCK DENGAN MENGGUNAKAN METODA GEOLISTRIK (Studi Kasus: Gedung Olah Raga Universitas Hasanuddin)
INVESTIGASI LAPISAN BEDROCK DENGAN MENGGUNAKAN METODA GEOLISTRIK (Studi Kasus: Gedung Olah Raga Universitas Hasanuddin) Muh. Arizal Syam, Lantu, Syamsuddin Program Studi Geofisika Jurusan Fisika FMIPA
Analisis Respon Resistivitas Sampel Tanah TPA Ngipik Kabupaten Gresik Berdasarkan Uji Resistivitas Skala Laboratorium
D89 Analisis Respon Resistivitas Sampel Tanah TPA Ngipik Kabupaten Gresik Berdasarkan Uji Resistivitas Skala Laboratorium Ahmad Qomaruddin Arsyadi 1, Dwa Desa Warnana 1, Nila Sutra 2, dan Ria Asih Aryani
POSITRON, Vol. VI, No. 2 (2016), Hal ISSN :
Identifikasi Sebaran Batuan Beku Di Bukit Koci Desa Sempalai Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Mimin Setiadi a), Apriansyah b), Joko Sampurno a)* a Jurusan
FOTON, Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Volume 18, Nomor 2, Agustus 2014
FOTON, Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Volume 18, Nomor 2, Agustus 2014 Aplikasi Geolistrik Resistivitas untuk Mengetahui Distribusi Tahanan Jenis dalam Investigasi Potensi Bencana Longsor di Perbukitan
Riad Syech, Juandi,M, M.Edizar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Pekanbaru ABSTRAK
MENENTUKAN LAPISAN AKUIFER DAS (DAERAH ALIRAN SUNGAI) SIAK DENGAN MEMBANDINGKAN HASIL UKUR METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER DAN KONFIGURASI SCHLUMBERGER Riad Syech, Juandi,M, M.Edizar
PENENTUAN LITOLOGI BATUAN DAN MUKA AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER SCHLUMBERGER DI DAERAH LANDFILL PLTU LABUHAN ANGIN SIBOLGA
PENENTUAN LITOLOGI BATUAN DAN MUKA AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER SCHLUMBERGER DI DAERAH LANDFILL PLTU LABUHAN ANGIN SIBOLGA SKRIPSI LURANI BR SITORUS 110801073 DEPARTEMEN FISIKA
PRISMA FISIKA, Vol. III, No. 2 (2015), Hal ISSN :
IDENTIFIKASI STRUKTUR LAPISAN TANAH GAMBUT SEBAGAI INFORMASI AWAL RANCANG BANGUNAN DENGAN METODE GEOLISTRIK 3D Firmansyah Sirait 1), Andi Ihwan 1)* 1) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
IDENTIFIKASI BIDANG GELINCIR DI TEMPAT WISATA BANTIR SUMOWONO SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA LONGSOR
IDENTIFIKASI BIDANG GELINCIR DI TEMPAT WISATA BANTIR SUMOWONO SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA LONGSOR Edu Dwiadi Nugraha *, Supriyadi, Eva Nurjanah, Retno Wulandari, Trian Slamet Julianti Jurusan Fisika
Aplikasi Metode Geolistrik untuk Identifikasi Sebaran Limbah Lada Putih di Kecamatan Galing Kabupaten Sambas Budiman a, Andi Ihwan a, Joko Sampurno a*
Aplikasi Metode Geolistrik untuk Identifikasi Sebaran Lada Putih di Kecamatan Galing Kabupaten Sambas Budiman a, Andi Ihwan a, Joko Sampurno a* a Prodi Fisika, FMIPA Universitas Tanjungpura Jalan Prof.
Pemodelan Inversi Data Geolistrik untuk Menentukan Struktur Perlapisan Bawah Permukaan Daerah Panasbumi Mataloko
JURNAL FISIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 3, NOMOR JUNI 007 Pemodelan Inversi Data Geolistrik untuk Menentukan Struktur Perlapisan Bawah Permukaan Daerah Panasbumi Mataloko Eko Minarto Laboratorium Geofisika
Identifikasi Daya Dukung Batuan untuk Rencana Lokasi Tempat Pembuangan Sampah di Desa Tulaa, Bone Bolango
Identifikasi Daya Dukung Batuan untuk Rencana Lokasi Tempat Pembuangan Sampah di Desa Tulaa, Bone Bolango Ahmad Zainuri 1) dan Ibrahim Sota 2) Abstrak: Masalah sampah adalah masalah klasik yang sudah lama
e-issn : Jurnal Pemikiran Penelitian Pendidikan dan Sains Didaktika
STUDI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER (Study kasus Stadion Universitas Brawijaya, Malang) ABSTRAK: Arif Rahman Hakim 1, Hairunisa 2 STKIP
APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI POLE-POLE UNTUK MENENTUKAN SEBARAN DAN KEDALAMAN BATUAN SEDIMEN DI DESA WONOSARI KECAMATAN NGALIYAN SEMARANG
APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI POLE-POLE UNTUK MENENTUKAN SEBARAN DAN KEDALAMAN BATUAN SEDIMEN DI DESA WONOSARI KECAMATAN NGALIYAN SEMARANG Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
PEMODELAN INVERSI DATA GEOLISTRIK UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR PERLAPISAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH PANASBUMI MATALOKO. Abstrak
PEMODELAN INVERSI DATA GEOLISTRIK UNTUK MENENTUKAN STRUKTUR PERLAPISAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH PANASBUMI MATALOKO Eko Minarto* * Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Investigasi Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis di Desa Kebarongan Kec. Kemranjen Kab.
Berkala Fisika ISSN : 1410-9662 Vol. 13, No. 2, April 2010, hal 49-54 Investigasi Bidang Gelincir Tanah Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis di Desa Kebarongan Kec. Kemranjen Kab. Banyumas
METODE EKSPERIMEN Tujuan
METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER NURFAIZAH AMATILLAH IMTISAL (1127030055) FISIKA SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG TAHUN 2014 Email : [email protected]
APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK IDENTIFIKASI AKUIFER DI KECAMATAN PLUPUH, KABUPATEN SRAGEN
APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK IDENTIFIKASI AKUIFER DI KECAMATAN PLUPUH, KABUPATEN SRAGEN Eka Ayu Tyas Winarni 1, Darsono 1, Budi Legowo 1 ABSTRAK. Identifikasi
Penerapan Metode Geolistrik Untuk Identifikasi Pola Penyebaran Zona Asin Di Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah
ISSN:2089 0133 Indonesian Journal of Applied Physics (2012) Vol.2 No.7 halaman 73 April 2012 Penerapan Metode Geolistrik Untuk Identifikasi Pola Penyebaran Zona Asin Di Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah
PENYELIDIKAN BIJIH BESI DENGAN METODE GEOMAGNET DAN GEOLISTRIK
PENYELIDIKAN BIJIH BESI DENGAN METODE GEOMAGNET DAN GEOLISTRIK Yeremias K. L. Killo 1, Rian Jonathan 2, Sarwo Edy Lewier 3, Yusias Andrie 4 2 Mahasiswa Teknik Pertambangan Upn Veteran Yogyakarta 1,3,4
Aplikasi Metode Geolistrik Untuk Alat Monitoring Rembesan Limbah (Penelitian Model Fisik di Laboratorium)
JMS Vol. 6 No. 1, hal. 43 53 April 2001 Aplikasi Metode Geolistrik Untuk Alat Monitoring Rembesan Limbah (Penelitian Model Fisik di Laboratorium) Ngadimin 1), Gunawan Handayani 2) 1) PMIPA Prodi Fisika
Analisa Resistivitas Batuan dengan Menggunakan Parameter Dar Zarrouk dan Konsep Anisotropi
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 1, No. 1, (Sept. 2012) ISSN: 2301-928X B-15 Analisa Resistivitas Batuan dengan Menggunakan Parameter Dar Zarrouk dan Konsep Anisotropi Fransiskha W. Prameswari, A. Syaeful
ANALISA RESISTIVITAS BATUAN DENGAN MENGGUNAKAN PARAMETER DAR ZARROUK DAN KONSEP ANISOTROPI
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1 ANALISA RESISTIVITAS BATUAN DENGAN MENGGUNAKAN PARAMETER DAR ZARROUK DAN KONSEP ANISOTROPI Fransiskha W. Prameswari, A. Syaeful Bahri, Wahyudi Parnadi Fisika,
ANALISIS GEOKIMIA DAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS 2D UNTUK MENGETAHUI ALIRAN LINDI DI TPA BABAKAN CIPARAY
ANALISIS GEOKIMIA DAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS 2D UNTUK MENGETAHUI ALIRAN LINDI DI TPA BABAKAN CIPARAY Mia Uswatun Hasanah 1 *, Nanang Dwi Ardhi 2, Mimin Iriyanti 2, & Selly Ferani 2 1 Laboratorium
Cristi * ), Kerista Sebayang * ), Mester Sitepu ** ) Departemen Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Sumatera Utara, MEDAN
STUDI INTRUSI AIR LAUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI DIPOLE- DIPOLE DI KAWASAN DESA LUBUK SABAN KECAMATAN PANTAI CERMIN PROVINSI SUMATERA UTARA Cristi * ), Kerista Sebayang * ), Mester
Cross Diagonal Survey Geolistrik Tahanan Jenis 3D untuk Menentukan Pola Penyebaran Batuan Basal di Daerah Pakuan Aji Lampung Timur
J. Sains Tek., Desember 2004, Vol. 10, No. 3 Cross Diagonal Survey Geolistrik Tahanan Jenis 3D untuk Menentukan Pola Penyebaran Batuan Basal di Daerah Pakuan Aji Lampung Timur Karyanto Jurusan Fisika FMIPA
IDENTIFIKASI BIDANG GELINCIR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI BUKIT LANTIAK KECAMATAN PADANG SELATAN
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 5. April 205, 0-08 IDENTIFIKASI BIDANG GELINCIR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI BUKIT LANTIAK KECAMATAN PADANG SELATAN Irepia Refa Dona )
IDENTIFIKASI KEDALAMAN AQUIFER DI KECAMATAN BANGGAE TIMUR DENGAN METODA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS
IDENTIFIKASI KEDALAMAN AQUIFER DI KECAMATAN BANGGAE TIMUR DENGAN METODA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS Salwah, Syamsuddin, Maria*) *) Program Studi Geofisika FMIPA Unhas [email protected] SARI BACAAN
MENENTUKAN AKUIFER LAPISAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI PERUMAHAN GRIYO PUSPITO DAN BUMI TAMPAN LESTARI
MENENTUKAN AKUIFER LAPISAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI PERUMAHAN GRIYO PUSPITO DAN BUMI TAMPAN LESTARI Mando Parhusip 1, Riad Syech 2, Sugianto 2 e-mail:[email protected]
ISSN: Indonesian Journal of Applied Physics (2016) Vol. 6 No. 02 Halaman 88 Oktober 2016
ISSN:2089-0133 Indonesian Journal of Applied Physics (2016) Vol. 6 No. 02 Halaman 88 Oktober 2016 Identifikasi Bidang Gelincir di Dusun Dukuh, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Menggunakan
PENYELIDIKAN POLA SEBARAN LIMBAH KARET BAWAH PERMUKAAN TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK
dengan ISSN Metode 1978-5283 Geolistrik M, Juandi 2010:1 (4) PENYELIDIKAN POLA SEBARAN LIMBAH KARET BAWAH PERMUKAAN TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK Juandi M Dosen Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Riau
Pengaruh Kadar Air Tanah Lempung Terhadap Nilai Resistivitas/Tahanan Jenis pada Model Fisik dengan Metode ERT (Electrical Resistivity Tomography)
Pengaruh Kadar Air Tanah Lempung Terhadap Nilai Resistivitas/Tahanan Jenis pada Model Fisik dengan Metode ERT (Electrical Resistivity Tomography) Heni Dewi Saidah, Eko Andi Suryo, Suroso Jurusan Teknik
POLA ALIRAN AIR BAWAH TANAH DI PERUMNAS GRIYA BINA WIDYA UNRI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI ELEKTRODA SCHLUMBERGER
Jurnal Komunikasi Fisika Indonesia (KFI) Jurusan Fisika FMIPA Univ. Riau Pekanbaru. Edisi April 206. ISSN.42-2960 POLA ALIRAN AIR BAWAH TANAH DI PERUMNAS GRIYA BINA WIDYA UNRI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK
PENDETEKSIAN INTRUSI AIR LAUT DENGAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER DI DESA CANDIKUSUMA KABUPATEN JEMBRANA BALI
Pendeteksian Intrusi Air Laut dengan Metode Geolisttrik Resistivitas Konfigurasi... PENDETEKSIAN INTRUSI AIR LAUT DENGAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER DI DESA CANDIKUSUMA KABUPATEN
ANALISIS JENIS BATUAN MENGGUNAKAN METODA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER DI BUKIT APIT PUHUN KECAMATAN GUGUK PANJANG KOTA BUKITTINGGI
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 7. April 2016, 01-08 ANALISIS JENIS BATUAN MENGGUNAKAN METODA GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI WENNER DI BUKIT APIT PUHUN KECAMATAN GUGUK PANJANG KOTA BUKITTINGGI Mia Azhari
ANALISIS KEBERADAAN BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK 2D DI LOKASI X KABUPATEN LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH
ANALISIS KEBERADAAN BIJIH BESI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK 2D DI LOKASI X KABUPATEN LAMANDAU KALIMANTAN TENGAH Muhammad Hasan Basri 1, Ibrahim Sota 1, Simon Sadok Siregar 1 Abstrak. Bijih besi adalah
Identifikasi Sebaran Aquifer Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis Di Desa Bora Kecamatan Sigi Biromari Kabupaten Sigi
2016 Identifikasi Sebaran Aquifer Menggunakan Metode Geolistrik Hambatan Jenis Di Desa (Identification of aquifer distribution using geoelectrict resistivity method at Bora Village, Sigi Biromaru District,
ANALISIS DATA INVERSI 2-DIMENSI DAN 3-DIMENSI UNTUK KARAKTERISASI NILAI RESISTIVITAS BAWAH PERMUKAAN DI SEKITAR SUMBER AIR PANAS KAMPALA
ANALISIS DATA INVERSI 2-DIMENSI DAN 3-DIMENSI UNTUK KARAKTERISASI NILAI RESISTIVITAS BAWAH PERMUKAAN DI SEKITAR SUMBER AIR PANAS KAMPALA Muh. Taufik Dwi Putra ˡ, Syamsuddin ˡ, Sabrianto Aswad ˡ. Program
Interpretasi Bawah Permukaan. (Aditya Yoga Purnama) 99. Oleh: Aditya Yoga Purnama 1*), Denny Darmawan 1, Nugroho Budi Wibowo 2 1
Interpretasi Bawah Permukaan. (Aditya Yoga Purnama) 99 INTERPRETASI BAWAH PERMUKAAN ZONA KERENTANAN LONGSOR DI DESA GERBOSARI, KECAMATAN SAMIGALUH, KABUPATEN KULONPROGO MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI
PENGGAMBARAN PSEUDOSECTION BAWAH PERMUKAAN DARI SUATU PROSES EVAPOTRANSPIRASI TANAMAN JAGUNG MENGGUNAKAN PROGRAM RES2DINV
PENGGAMBARAN PSEUDOSECTION BAWAH PERMUKAAN DARI SUATU PROSES EVAPOTRANSPIRASI TANAMAN JAGUNG MENGGUNAKAN PROGRAM RES2DINV Teguh Suroso, Tony Yulianto, Gatot Yuliyanto Laboratorium Geofisika Jurusan Fisika
PRISMA FISIKA, Vol. III, No. 3 (2015), Hal ISSN :
Identifikasi Perubahan Nilai Resistivitas Tanah Gambut Akibat Penyemprotan Herbisida Sistem Kontak Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Dipole Dipole Purba Santoso 1), Yudha Arman 1)*,
INVESTIGASI BIDANG GELINCIR DI JORONG KOTO BARU NAGARI AIE DINGIN KABUPATEN SOLOK DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER
PILLAR OF PHYSICS, Vol. 6. Oktober 2015, 73-80 INVESTIGASI BIDANG GELINCIR DI JORONG KOTO BARU NAGARI AIE DINGIN KABUPATEN SOLOK DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER Nurhidayati
PENENTUAN ZONA PENGENDAPAN TIMAH PLASER DAERAH LAUT LUBUK BUNDAR DENGAN MARINE RESISTIVITY Muhammad Irpan Kusuma 1), Muhammad Hamzah 2), Makhrani 2)
PENENTUAN ZONA PENGENDAPAN TIMAH PLASER DAERAH LAUT LUBUK BUNDAR DENGAN MARINE RESISTIVITY Muhammad Irpan Kusuma 1), Muhammad Hamzah 2), Makhrani 2) 1) Mahasiswa Program Studi Geofisika Fakultas MIPA Universitas
ANALISIS AIR BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK
ISSN 978-5283 Juandi 2008: 2 (2) ANALISIS AIR BAWAH TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK Juandi Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 2,5 Simp. Panam Pekanbaru, 2893 Telp/Fax (076) 63273
PENDUGAAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI DESA TELLUMPANUA KEC.TANETE RILAU KAB. BARRU SULAWESI-SELATAN
PENDUGAAN AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI DESA TELLUMPANUA KEC.TANETE RILAU KAB. BARRU SULAWESI-SELATAN Hasbi Bakri¹, Jamal Rauf Husain², Firdaus¹ 1. Jurusan Teknik Pertambangan Universitas
