BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Yenny Shinta Atmadja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rancangan penelitian yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan proses penelitian. Desain penelitian bertujuan untuk memberi pegangan yang jelas dan terstruktur kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya.menurut Fachruddin (2009, hlm. 213) desain penelitian adalah: kerangka atau perincian prosedur kerja yang akan dilakukan pada waktu meneliti, sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran dan arah mana yang akan dilakukan dalam melaksanakan penetian tersebut, serta memberikan gambaran jika peneletian itu telah jadi atau selesai penelitian tersebut diberlakukan. Nasution (2009, hlm. 23) juga menyatakan bahwa desain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan tujuan penelitian. Beliau mengemukakan kegunaan dari desain penelitian, yaitu: 1) Desain memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya; 2) Desian itu juga menentukan batas-batas penelitian yang bertalian dengan tujuan penelitian; 3) Desain penelitian selain memberi gambaran yang jelas tentang macam-macam kesulitan yang akan dihadapai yang mungkin juga telah dihadapi oleh peneliti lain. Adapun proses desain penelitian yang dikemukakan oleh Nasution (2009, hlm.56) desain penelitian mencakup proses-proses sebagai berikut: 1. Identifikasi dan pemilihan masalah 2. Memformulasikan masalah penelitian dan membuat hipotesis 3. Membangun penyelidikan dan percobaan 4. Memilih dan mendefinisikan pengukuran variabel 5. Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan 6. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data 7. Membuat coding, serta mengadakan editing dan processing data 8. Menganalisa data dan pemilihan prosedur statistik 9. Penelitian laporan hasil penelitian 43
2 44 Dari pemaparan pengertian desain penelitian di atas, berikut rancangan desain penelitian yang dibuat oleh peneliti : Sumber Masalah Populasi dan Sampel Rumusan Masalah Konsep dan Teori yang relevan Pengajuan Hipotesis Metode Penelitian Penyusunan Instrumen Penelitian Pengembangan dan Pengujian Instrumen Analisis Data Kesimpulan Penelitian Gambar 3.1 Desain Penelitian
3 45 Berdasarkan desain penelitian yang telah dijelaskan di atas, maka prosedur penelitian pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Sumber Masalah Peneliti melakukan studi pendahuluan untuk menentukan fenomena yang terjadi sebagai sumber masalah dalam penelitian ini. Fenomena-fenomena dalam penelitian ini yaitu mengenai layanan diklat di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung. Hal tersebut dilihat dari adanya keluhan-keluhan dari peserta diklat terkait masalah fasilitas yang masih kurang memadai, sehingga dapat mengganggu kenyamanan serta kegiatan belajar mengajar. Hal itu tentu akan berpengaruh terhadap mutu layanan diklat. 2. Rumusan Masalah Dalam menemukan rumusan masalah dibutuhkan pertimbangan yang matang karena tujuan penelitian ini dapat menjawab masalah penelitian sehingga penelitian tidak akan berjalan dengan baik jika masalahnya belum dirumuskan dengan matang. Maka rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Pengaruh Manajemen Fasilitas Terhadap Mutu Layanan Diklat Di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung?. Adapun pertanyaan penelitian sebagai berikut : 1. Bagaimana gambaran manajemen fasilitas dalam meningkatkan mutu layanan diklat di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung? a. Bagaimana perencanaan fasilitas di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung?
4 46 b. Bagaimana pengadaan fasilitas di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung? c. Bagaimana penggunaan fasilitas di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri Bandung? d. Bagaimana pemeliharaan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung? e. Bagaimana penghapusan fasilitas di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung? 2. Seberapa besar pengaruh manajemen fasilitas terhadap mutu layanan diklat di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung? 3. Konsep, Teori yang relevan dan Penemuan yang relevan Peneliti selanjutnya mengkaji referensi teoritis yang relevan mengenai manajemen fasilitas dan mutu layanan diklat. Sementara itu terdapat penemuan penelitian sebelumnya yang relevan yang dapat mendukung hipotesis sebagai tambahan kajian untuk menjawab rumusan masalah penelitian yang diajukan. 4. Pengajuan Hipotesis Hipotesis yang diajukan adalah: Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara manajemen fasilitas terhadap mutu layanan diklat di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung? 5. Metode Penelitian Selanjutnya peneliti menentukan metode penelitian sebagai alat untuk dijadikan pedoman menjalankan penelitian dalam menjawab hipotesis
5 47 penelitian. Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. 6. Menyusun Instrumen Penelitian Penyusunan instrumen penelitian, instrumen pada penelitian ini berbentuk kuesioner/angket. Instrumen ini dilakukan pada populasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti. Karena populasi terlalu luas, sedangkan peneliti memiliki keterbatasan waktu, dana dan tenaga, maka peneliti menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Sebelum instrumen digunakan, peneliti melakukan uji validitas dan reabilitasnya untuk mengukur sejauhmana konsistensi alat ukur yang digunakan. Selanjutnya melakukan penelitian untuk memperoleh data dengan penyebaran kuisioner/angket. Setelah data terkumpul maka selanjutnya dianalisis dengan melakukan pengolahan data menggunakan rumus statistik tertentu untuk menjawab rumusan masalah dan hipótesis yang telah diajukan. Adapun peneliti menganalisis dan mengambil sampel untuk melakukan penelitian mengenai: a. Manajemen Fasilitas yang diperoleh dari data kuesioner/angket yang diisi oleh pengelola manajemen fasilitas di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung. b. Mutu Layanan Diklat yang diperoleh dari data kuesioner/angket yang diisi oleh para peserta diklat di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung. 7. Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini berisi jawaban atas rumusan masalah yang telah diajukan sebelumnya dalam penelitian ini. Selain itu dalam kesimpulan ini peneliti juga menambahkan implikasi serta rekomendasi berdasarkan temuan penelitian, hal tersebut sebagai timbal balik dari peneliti untuk organisasi yang diteliti. B. Metode dan Pendekatan Penelitian
6 48 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif. Dimana menurut Nasution (2003, hlm. 23) menyebutkan bahwa penelitian deskriptif lebih spesifik dengan memusatkan perhatian kepada aspek-aspek tertentu dan sering menunjukan hubungan antara berbagai variable. Sedangkan tujuan penelitian deskriptif menurut Suryabrata (2010, hlm. 75) adalah untuk membuat pencandraan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai faktafakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Berdasarkan pemaparan tersebut mengenai metode deskriptif, peneliti menggunakan metode deskriptif untuk memecahkan masalah yang terjadi pada masa sekarang. Melalui metode deskriptif ini diharapkan peneliti dapat menghasilkan gambaran yang tepat mengenai pengaruh manajemen fasilitas terhadap mutu layanan diklat di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dimana menurut Sugiono (2011, hlm. 14) mengungkapkan bahwa: Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan unntuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Pendekatan ini mengutamakan nilai-nilai matematis, terencana dan keakuratan dalam memecahkan permasalahan serta membuktikan hipotesis penelitian. Dengan pertimbangan tersebut dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk lebih terencana, cermat, dan pengumpulan data yang sistematis terkontrol sehingga hasil pembuktian hipotesis dapat jelas dengan hitungan statistik. C. Definisi Oprasional 1. Manajemen Fasilitas
7 49 Manajemen fasilitas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pengelola fasilitas diklat di PPPPTK BMTI Bandung untuk mempersiapkan segala peralatan bagi terselenggaranya proses pendidikan dalam menunjang penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar mulai dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan dan penghapusan. 2. Mutu Layanan Dikat Mutu layanan Diklat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah taraf keberkualitasan pemberian layanan yang diberikan PPPPTK BMTI Bandung kepada peserta diklat, dengan membandingkan persepsi pelanggan atas pelayanan yang diperoleh atau diterima secara nyata oleh mereka dengan pelayanan yang sesungguhnya diharapkan. D. Partisipan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa partisipan adalah orang yang ikut berperan serta dalam suatu kegiatan. Partisipan dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Manajemen Fasilitas Terhadap Mutu Layanan Diklat yaitu staf pengelola fasilitas serta peserta diklat di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin Tekni Industri (PPPPTK BMTI) yang beralamat di Jl. Pasantren KM. 2, Kel. Cibabat, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi. E. Populasi dan Sampel 1. Populasi Menurut Sugiyono (2009, hlm. 117) mengatakan bahwa populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas atau karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Sedangkan menurut Arikunto (2010, hlm. 173) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa populasi merupakan keseluruhan objek yang dijadikan sumber data yang diperlukan dalam penelitian.
8 50 Dengan demikian yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh staf pengelola fasilitas dan peserta yang mengikuti penyelenggaraan diklat di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin Teknik Industri (PPPPTK BMTI) Bandung. Dengan jumlah populasi untuk pengelola fasilitas yaitu 59 staf (terlampir) dan para peserta yang mengikuti penyelenggaraan diklat di PPPPTK BMTI pada tahun 2015, yaitu sebanyak 940 peserta. Jadwal diklat di PPPPTK BMTI Bandung 2015 (terlampir). 2. Sampel Setelah didapat jumlah populasi dalam penelitian ini, ditentukan besaran sampel sebagai bagian dari populasi, hal ini dilakukan untuk mengefektifkan biaya, tenaga, waktu dan keberhasilan pencapaian tujuan penelitian ini. Seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2011, hlm. 118) bahwa, Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Untuk penentuan sampel variabel X (Manajemen Fasilitas) diambil berdasarkan data yang dapat mewakili populasi secara keseluruhan (representatif). Oleh karena jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah kurang dari 100 orang, maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah keseluruhan jumlah populasi yang menjadi subjek penelitian. Seperti yang dikemukanan Arikunto (2002, hlm.112) bahwa untuk mendapatkan sekedar ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100 orang, lebih baik diambil semuanya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Karena jumlah populasi dari variabel X (Manajemen Fasilitas) kurang dari 100 orang maka, jumlah sampel yang digunakan sama dengan jumlah populasi. Diklat) Adapun penentuan jumlah sampel untuk variabel Y (Mutu Layanan yang mengacu pada teknik Purposive Sampling seperti yang
9 51 dikemukakan oleh Sugiyono (2011, hlm. 68) bahwa cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik ini membiarkan peneliti menentukan sendiri sampelnya dengan alasan tertentu. Jadi untuk penentuan sampel variabel Y (Mutu Layanan Diklat) yaitu 3 penyelenggaraan diklat yang dilaksanakan pada bulan september 2015 diantaranya Diklat Animasi 2D & 3D sebanyak 24 responden, Diklat Jaringan WAN sebanyak 24 responden dan Diklat Kelistrikan Engine sebanyak 15 responden. Sehingga dapat disimpulkan jumlah sampel untuk variabel Y (Mutu Layanan Diklat) sebesar 63 responden. Adapun pertimbangan dalam mengamabil teknik Purposive Sampling ini karena diklat ini dilaksanakan bersamaan dengan saat peneliti mengambil data penelitian di PPPPTK BMTI Bandung pada tanggal September F. Instrumen Penelitian Sugiyono (2012, hlm. 148) mengemukakan bahwa instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunankan mengukur fenomena alam maupun social yang diamati. Sedangkan Arikunto (2007, hlm. 10) berpendapat bahwa instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dlam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan oleh peneliti agar mempermudah dalam hal pengukuran variable yang diteliti. Dalam penelitian ini ada dua instrumen yang perlu dibuat yaitu : 1. Instrumen untuk mengukur manajemen fasilitas, dan 2. Instrumen untuk mengukur mutu layanan diklat Pada dasarnya titik tolak dari penyusunan instrumen adalah variablevariabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti. Dari variable-variabel tersebut diberikan definisi oprasionalnya dan selanjutnya ditentukan indikatorindikator yang akan diukur. Dari indikator ini kemudian dijabarkan menjadi
10 52 butir-butir pertanyaan atau pernyataan. Untuk memudahkan penyusunan instrumen maka diperlukan kisi-kisi instrument sebagai berikut: Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Variabel Sub Variabel Indikator Item Analisis kebutuhan fasilitas 1,2 Perencanaan Skala prioritas 3 Pendanaan fasilitas 4 Variable X (Manajemen Fasilitas) Variable Y (Mutu Layanan Diklat) Pengadaan Penggunaan Pemeliharaan Penghapusan Bukti Langsung (Tangible) Kehandalan (Reliability) Daya Tanggap (Responsiveness) Pengadaan fasilitas 5 Anggaran 6 Ketetapan dan ketepatan pendistribusian barang Pengaturan jadwal dalam menggunakan fasilitas Kompetensi personil dalam menggunakan fasilitas 7,8,9 10,11 12 Usaha pemeliharaan fasilitas 13 Kurun waktu pemeliharaan fasilitas 14,15 Perbaikan fasilitas 16 Pencatatan barang inventaris 17,18 Prosedur penghapusan 19,20 Penghapusan barang inventaris 21,22 Penggantian fasilitas 23 Kondisi fisik bangunan 1,2,3 kelengkapan fasilitas Memberikan pelayanan sesuai janji Memberikan pelayanan tepat waktu Pemahaman terhadap keinginan pelanggan 4,5,6,7, 8,9,10 11,12,13 14,15,16 17,18
11 53 Variabel Sub Variabel Indikator Item Jaminan (Assurance) Empati (Emphaty) Layanan yang cepat dalam membantu pelanggan Kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan Keramahan petugas dalam melayani pelanggan Perhatian pegawai secara pribadi kepada pelanggan Memahami kebutuhan peserta diklat 19,20 21, ,25 Instrumen penelitian ini digunakan untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data yang akurat, sehingga setiap instrumen harus mempunyai skala. Seperti yang diungkapkan oleh Sugiyono (2011, hlm. 133) bahwa: Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif Dalam penelitian ini, skala yang digunakan yaitu skala likert. Menurut Sugiyono (2011, hlm. 134) skala liker digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial jadi, setiap alternatif jawaban pada setiap item menggunakan skor penilaian yang berkisar dari 1 sampai 5 dengan perincian pada table berikut: 26 Tabel 3.2 Kriteria Penskoran Altetrnatif Jawaban Alternatif Jawaban Variabel X Variabel Y Sangat Sesuai Sangat Memuaskan Sesuai Memuaskan Bobot Nilai 5 4
12 54 Cukup Sesuai Kurang Sesuai Tidak Sesuai Cukup Memuaskan Kurang Memuaskan Tidak Memuaskan Selanjutnya untuk mengisi instrumen penelitian yaitu dengan cara checklist ( ). Responden memberi tanda checklist ( ) pada salah satu alternatif jawaban untuk mengisi setiap item pertanyaan. Instrument penelitian yang digunakan yaitu berupa angket (terlampir). Adapun yang dilakukan sebelum melakukan proses pengumpulan data yang sebenarnya, yaitu uji coba instrumen. Uji coba instrumen ini bertujuan agar instrumen penelitian dapat diukur validitas dan reliabilitasnya. Maka untuk keperluan uji validitas dan reliabilitas instrumen pengumpulan data, dilakukan di Pusdiklat Geologi Bandung. Setelah data uji coba instrumen terkumpul, maka selanjutnya dilakukan analisis statistik dengan tujuan untuk menguji validitas dan reabilitas instrumen tersebut. Adapun langkah-langkah yang diambil dalam uji coba instrumen sebagai berikut: 1. Pengujian Validitas Instrumen Validitas adalah suatu standar ukuran yang menunjukkan ketepatan dan kesahihan suatu instrumen. Menurut Arikunto (2009, hlm. 167) mengungkapkan bahwa validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat instrumen yang bersangkutan mampu mengukur apa yang akan diukur. Sugiyono (2011, hlm. 173) mengungkapkan instrumen yang valid berarti alat ukur yang dapat digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid, valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam proses uji validitas instrumen, peneliti melakukan pengujian terhadap setiap butir-butir pertanyaan dalam angket dan proses perhitungannya menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Sugiyono (2009, hlm. 225) :
13 55 Keterangan : = Koefisien korelasi = Jumlah responden = Jumlah perkalian X dan Y = Jumlah skor tiap butir = Jumlah skor total = Jumlah skor-skor X yang dikuadratkan = Jumlah skor-skor Y yang dikuadratkan Uji validitas ini dilakukan pada setiap item pernyataan. Hasil koofisien korelasi tersebut selanjutnya diuji signifikasi koefisien korelasinya dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: t = Nilai r = Koefisien korelasi hasil n = Jumlah responden Hasil perhitungan t hitung kemudian dikonsultasikan dengan distribusi (table t), yang diketahui taraf signifikansi α=0,05 dengan derajat kebebasan (dk = n-2), jadi untuk variabel X dk = 17-2 = 15. Dengan uji satu pihak (one tail lest) maka diperoleh ttabel = dan untuk variabel Y dk = 17-2 =15. Dengan uji satu pihak (one tail lest) maka diperoleh ttabel = Sesudah nilai thitung selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel, dengan kaidah keputusan sebagai berikut: jika thitung > ttabel maka item soal
14 56 dinyatakan valid. Sebaliknya, jika thitung < ttabel maka item soal dinyatakan tidak valid. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus diatas dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel 2007 (terlampir) ditunjukkan dalam tabel 3.3 dibawah ini yaitu untuk variabel X terdapat 23 item pertanyaan dan pertanyaan pada table 3.4 untuk variabel Y terdapat 26 item pertanyaan No Item Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Variabel X (Manajemen Fasilitas) Koefisien Korelasi t hitung t tabel Keputusan Keterangan r hitung 1. 0,49 2,46 1,753 Valid Digunakan 2. 0,68 4,87 1,753 Valid Digunakan 3. 0,41 1,93 1,753 Valid Digunakan 4. 0,58 3,33 1,753 Valid Digunakan 5. 0,55 3,05 1,753 Valid Digunakan 6. 0,44 2,15 1,753 Valid Digunakan 7. 0,46 2,28 1,753 Valid Digunakan 8. 0,53 2,85 1,753 Valid Digunakan 9. 2,01 1,95 1,753 Valid Digunakan 10. 0,42 1,95 1,753 Valid Digunakan 11. 0,43 2,06 1,753 Valid Digunakan 12. 0,43 2,06 1,753 Valid Digunakan 13. 0,42 1,98 1,753 Valid Digunakan 14. 0,45 2,18 1,753 Valid Digunakan 15. 0,54 2,99 1,753 Valid Digunakan 16. 0,57 3,32 1,753 Valid Digunakan 17. 0,42 2,00 1,753 Valid Digunakan 18. 0,46 2,30 1,753 Valid Digunakan 19. 0,50 2,55 1,753 Valid Digunakan 20. 0,40 1,87 1,753 Valid Digunakan 21. 0,49 2,46 1,753 Valid Digunakan 22. 0,40 1,85 1,753 Valid Digunakan 23. 0,41 1,94 1,753 Valid Digunakan
15 57 Setelah dilakukan uji validitas terhadap angket variabel X, dapat ditarik kesimpulan bahwa dari 23 item yang diujikan, semuanya memiliki validitas kontruksi yang baik. No Item Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas Variabel Y (Mutu Layanan Diklat) Koefisien Korelasi t hitung t tabel Keputusan Keterangan r hitung 1. 0,61 3,02 1,753 Valid Digunakan 2. 0,76 4,57 1,753 Valid Digunakan 3. 0,52 2,37 1,753 Valid Digunakan 4. 0,72 3,98 1,753 Valid Digunakan 5. 0,52 2,37 1,753 Valid Digunakan 6. 0,47 2,05 1,753 Valid Digunakan 7. 0,43 1,82 1,753 Valid Digunakan 8. 0,7 3,75 1,753 Valid Digunakan 9. 0,5 2,25 1,753 Valid Digunakan 10. 0,5 2,25 1,753 Valid Digunakan 11. 0,44 1,91 1,753 Valid Digunakan 12. 0,5 2,24 1,753 Valid Digunakan 13. 0,56 2,62 1,753 Valid Digunakan 14. 0,61 2,98 1,753 Valid Digunakan 15. 0,56 2,6 1,753 Valid Digunakan 16. 0,45 1,94 1,753 Valid Digunakan 17. 0,43 1,83 1,753 Valid Digunakan 18. 0,78 4,89 1,753 Valid Digunakan 19. 0,61 2,97 1,753 Valid Digunakan 20. 0,49 2,15 1,753 Valid Digunakan 21. 0,61 2,96 1,753 Valid Digunakan 22. 0,48 2,11 1,753 Valid Digunakan 23. 0,5 2,23 1,753 Valid Digunakan 24. 0,51 2,32 1,753 Valid Digunakan 25. 0,44 1,91 1,753 Valid Digunakan 26. 0,49 2,16 1,753 Valid Digunakan
16 58 Setelah dilakukan uji validitas terhadap angket variabel Y, dapat ditarik kesimpulan bahwa dari 26 item yang diujikan, semuanya memiliki validitas kontruksi yang baik. 2. Pengujian Reliabilitas Instrumen Setelah dilakukan uji validitas, kemudian dilakukan uji reliabilitas untuk mengetahui sejauh mana suatu instrumen dapat dipercaya. Seperti yang diungkapkan Sugiyono (2012, hlm.364), reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan. Dalam penelitian ini proses pengujian reliabilitas yang dilakukan oleh peneliti menggunakan metode Alpha. Sebagaimana yang dikemukakan Riduwan (2013, hlm.115) bahwa metode mencari reliabilitas internal yaitu dengan menganalisis reliabilitas alat ukur dari satu kali pengukuran, rumus yang digunakan adalah Alpha sebagai berikut: Keterangan: = Nilai Reliabilitas = Jumlah varians skor tiap-tiap item = Varians total = Jumlah item Adapun Langkah-langkah mencari nilai reliabilitas dengan metode Alpha sebagai berikut: Langkah 1: Menghitung Varians Skor tiap-tiap item dengan rumus:
17 59 Keterangan: Si = Varians skor tiap-tiap item = Jumlah kuadrat item Xi = Jumlah item Xi dikuadratkan = Jumlah responden Langkah 2: Menjumlahkan varians semua item dengan rumus: Si = S1 + S2 + S3.Sn Keterangan: Si = Jumlah varians semua item Si = S1 + S2 + S3..Sn = Varians item ke-1,2,3..n Langkah 3: Menghitung varians total dengan rumus: Keterangan: St = Varians total = Jumlah kuadrat X total = Jumlah total X dikuadratkan = Jumlah responden Langkah 4: Masukkan nilai Alpha dengan rumus:
18 60 Dalam pelaksanaannya, peneliti melakukan uji reliabilitas dengan menggunakan Microsoft Office Excel Nilai reliabilitas yang didapatkan dari hasil perhitungan uji reliabilitas (r11), kemudian dikonsultasikan dengan nilai tabel r product moment, dengan derajat kebebasan (dk) = n - 1 dan signifikansi sebesar 5%. Jadi untuk variabel X, (dk) = 17 1 = 16 dengan signifikansi sebesar 5% dapat diperoleh nilai rtabel yaitu 0,602 dan untuk variabel Y, (dk) = 17 1 = 16 dengan signifikansi sebesar 5% dapat diperoleh nilai rtabel yaitu 0,602. Adapun keputusan untuk membandingkan r11 dengan rtabel adalah sebagai berikut: jika r11 > rtabel berarti reliabel dan jika r11 < rtabel berarti tidak reliabel. Berdasarkan perhitungan uji coba reliabilitas dengan menggunakan langkah-langkah di atas, diperoleh hasil sebagai berikut: Variabel Variabel X (Manajemen Fasilitas) Variabel Y (Mutu Layanan Diklat) Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Distribusi Data r11 rtabel Kesimpulan 0,780 0,602 Reliabel 0,875 0,602 Reliabel G. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian adalah langkah-langkah yang digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Tahap penemuan masalah, dalam tahap ini peneliti melakukan studi pendahuluan terlebih dahulu untuk menemukan masalah-masalah yang ada di lembaga, sehingga peneliti mendapatkan masalah penelitian yang akan dikaji.
19 61 2. Tahap penentuan variabel dan sumber data, pada tahap ini peneliti menentukan variabel X dan Y yang akan diteliti berdasarkan permasalahan dan data yang diperoleh. 3. Tahap mambuat kerangka pemikiran, peneliti membuat kerangka pemikiran untuk mempermudah dalam menyusun penelitian karena dapat dijadikan tuntunan oleh peneliti dalam melaksanakan proses penelitian. 4. Tahap perumusan hipotesis, dalam merumuskan hipotesis peneliti mengacu pada rumusan masalah yang telah ditentukan untuk dapat memperoleh rumusan hipotesis. 5. Tahap pemilihan metode dan pendekatan, pada tahap ini peneliti memilih metode dan pendekatan penelitian yang sesuai untuk memecahkan masalah penelitian. 6. Tahap penyusunan instrumen dan uji validitas instrumen, pada tahap ini peneliti membuat kisi-kisi instrumen berdasarkan indikator dari variabel kemudian melakukan uji validitas atau hasil uji angket. 7. Tahap pengolahan data, setelah melakukan beberapa tahapan sebelumnya pada tahap ini peneliti mengumpulkan data yang diperoleh untuk diolah. 8. Tahap analisis data, setelah data terkumpul peneliti melakukan analisis data sehingga peneliti dapat memperoleh hasil penelitian. 9. Tahap kesimpulan, pada tahap ini peneliti membuat hasil kesimpulan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan. H. Analisis Data Analisis data dimulai dengan menelaan seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber (responden) yang ditetapkan sebelumnya. Analisis data merupakan proses penyederhanaan dadta ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpertasikan. Analisis data bertujuan untuk menjawab tujuan/pertanyaan/hipotesis penelitian. Menurut Sugiyono (2011, hlm. 207) menerangkan bahwa analisis data sebagai berikut: Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jeni reponden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari
20 62 seluruh responden, menyaikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data menggunakan perhitungan statistik. Adapun dalam proses perhitungan dan pengolahan data, peneliti menggunakan bantuan perangkat lunak dari bantuan SPSS Statistics versi 22.0 for Windows dan dengan bantuan Microsoft Office Excel Berdasarkan paparan diatas, maka pengolah data harus dilakukan langkahlangkah secara sistematik, adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Seleksi Data Langkah ini yang dilakukan peneliti yaitu memeriksa dan menyeleksi data yang terkumpul dari responden di lapangan. Hal ini penting dilakukan untuk menyakinkan bahwa data-data yang telah terkumpul memenuhi syarat untuk diolah lebih lanjut. 2. Klasifikasi Data Setelah langkah seleksi angket, kemudian langkah selanjutnya peneliti mengklasifikasikan data berdasarkan variabel penelitian untuk variabel X dan Y sesuai dengan sampel penelitian. Kemudian dilakukan pemberian skor pada setiap alternatif jawaban sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dengan menggunaka skala likert. 3. Pengelolaan Data a. Perhitungan Dengan Menggunakan Teknik Weight Mean Score (WMS) Teknik Weight Means Score (WMS) digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang kecenderungan rata-rata dari masingmasing variabel penelitian. Perhitungan WMS dilakukan untuk mengetahui kedudukan setiap indikator atau item. Adapun rumus dari Weight Means Score (WMS) menurut Sudjana, (2005, hlm.67) yaitu sebagai berikut:
21 63 Keterangan: = Rata-rata skor responden = Jumlah Skor dari jawaban responden = Jumlah Responden Langkah-langkah yang ditetapkan dalam pengolahan data dengan menggunakan rumus WMS ini adalah sebagai berikut: 1) Memberi bobot nilai untuk setiap alternatif jawaban dengan menggunkan skala Likert. 2) Menghitung frekuensi dari setiap alternatif pilihan jawaban yang dipilih. 3) Menjumlahkan jawaban responden untuk setiap item dan langsung dikaitkan dengan bobot alternatif jawaban itu sendiri. 4) Menghitung nilai rata-rata untuk setiap item pada masing-masing kolom. 5) Menentukan kriteria untuk setiap item dengan menggunakan tabel konsultasi hasil perhitungan WMS di bawah ini: Rentang Nilai 4,01 5,00 3,01 4,00 2,01 3,00 1,01 2,00 0,01 1,00 Tabel 3.6 Daftar Konsultasi Hasil Perhitungan WMS Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Rendah Sangat Rendah Variabel X Sangat Sesuai (SS) Sesuai (S) Cukup Sesuai (CS) Kurang Sesuai (KS) Tidak Sesuai (TS) Penafsiran Variabel Y Sangat Memuaskan (SM) Memuaskan (M) Cukup Memuaskan (CM) Kurang Memuaskan (KM) Tidak Memuaskan (TM) b. Mengubah Skor Mentah Menjadi Skor Baku Menurut Riduwan (2006, hlm. 152) mengatakan mengenai kegunaan angka baku atau skor baku, yaitu:
22 64 Kegunaan angka baku antara lain untuk mengamati perubahan nilai kenaikan, nilai penurunan variabel atau suatu gejala yang ada dari meannya dan untuk menaikan (mengubah) data ordinal menjadi data interval dengan jalan mengubah skor mentah menjadi skor baku. Untuk mengubah skor mentah menjadi skor baku untuk setiap variabel penelitian, dapat digunakan dengan rumus sebagai berikut: Sumber: Riduwan (2006, hlm. 155) Keterangan: Ti = Skor Baku X = Skor Mentah = rata-rata s = standar deviasi (simpangan baku) Namun untuk mempermudah pengolahan data dalam mengubah skor metah menjadi skor baku digunakan aplikasi Microsoft Excel ver c. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan sebagai syarat untuk menentukan apakah data yang akan kita teliti bersifat homogenitas atau tidak. Jika data yang dimiliki bersifat homogeny maka analisis perhitungan statistic dapat dilanjutkan. Pengujian homogenitas dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan program komputer yaitu Microsoft Excell Menurut Akdon (2008, hlm. 167) adapun langkah-langka yang dilakukan dalam pengujian homogenitas data ini, yaitu sebagai berikut : 1) Mencari nilai varians terbesar dan terkecil dengan rumus 2) Membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel dengan rumus : dk pembilang = n-1 (untuk varians terbesar) dk penyebut = n-1 (untuk varians terkecil)
23 65 Taraf signifikasi (α) = 0,05 kemudian dibandingkan dengan Ftabel Jika Fhitung Ftabel, berarti data tidak homogen Jika Fhitung Ftabel, berarti data homogeny d. Uji Mann Whitney Teknik pengujian Mann whitney atau yang disebut dengan U-test digunakan untuk menguji dua kelompok independen atau saling bebas yang ditarik dari satu populasi. Menurut Sugiyono&Eri (2002, hlm. 125) menyatakan bahwa, Uji Mann Whitney ini digunakan sebagai alternatif lain dari uji T parametik bila anggapan yan diperlukan bagi Uji T tidak dijumpai. Adapun dalam perhitungan analisis pengujian Mann Whitney dalam penelitian ini menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS Dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Mengajukan hipotesis, yaitu Ho : Tidak ada perbedaan persepsi mengenai manajemen fasilitas antara pengelola fasilitas dan peserta diklat. Ha : Ada perbedaan persepsi mengenai manajemen fasilitas antara pengelola fasilitas dan peserta diklat. 2) Pengambilan keputusan Dengan menetapkan nilai signifikasi sebesar α = 0,05 maka a) Jika, nilai signifikasi yang diperoleh α = maka Ho diterima, artinya tidak ada perbedaan persepsi mengenai fasilitas antara pengelola fasilitas dan peserta diklat. b) Jika signifikasi yang diperoleh α, maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada perbedaan persepsi mengenai manajemen fasilitas antar pengelola fasilitas dan peserta. Sebagimana yang dikemukakan oleh Sugiyono&Eri bahwa, apabila signifikasi dibawah atau sama dengan 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. e. Uji Normalitas Distribusi Data
24 66 Uji normalitas distribusi ini digunakan untuk mengetahui dan menentukan apakah pengolahan data menggunkan analisis data parametrik atau non parametrik. Untuk mengetahui teknik yang akan digunakan dalam pengolahan data, perlu dilakukan uji normalitas distribusi data yaitu menggunakan rumus Chi Kuadrat ( ) sebagai berikut: Keterangan: = Kuadrat Chi yang dicari = Frekuensi hasil penelitian = Frekuensi yang diharapkan Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut: 1) Mencari skor terbesar dan terkecil 2) Mencari rentang (R), yaitu skor tertinggi (ST) dikurangi skor terendah (SR) 3) Mencari banyak kelas (BK), dengan menggunakan rumus Sturgess. 4) Mencari nilai panjang kelas (i), yaitu rentang (R) dibagi banyak kelas interval (BK) 5) Membuat tabel distribusi frekuensi dengan (BK) dan (i) yang sudah diketahui. 6) Mencari nilai rata-rata (mean) dengan rumus:
25 67 7) Mencari simpangan baku (standar defiasi) dengan rumus: 8) Membuat daftar frekuensi yang diharapkan dengan cara: a) Menentukan batas kelas, yaitu angka kiri kelas interval pertama dikurangi 0,5 dan kemudian angka skor-skor kanan kelas interval ditambah 0,5. b) Mencari nilai Z-score untuk batas kelas interval dengan rumus: c) Mencari luas 0 Z dari Tabel Kurva Normal dari 0 Z dengan menggunakan angka-angka untuk batas kelas. d) Mencari luas tiap kelas interval dengan cara mengurangkan angkaangka 0 Z yaitu angka baris pertama dikurangi baris kedua, angka baris kedua dikurangi batas baris ketiga dan begitu seterusnya, kecuali untuk angka yang berada pada baris paling tengah ditambah dengan angka pada baris berikutnya. e) Mencari frekuensi yang diharapkan (fe) dengan cara mengalikan luas tiap interval dengan jumlah responden (n). 9) Mencari chi kuadrat 10) Membandingkan dengan untuk α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = k 1, dengan kriteria pengujian sebagai berikut: a) Jika, artinya Distribusi Data Tidak Normal b) Jika, artinya Data Berdistribusi Normal
26 68 Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui dan menentukan teknik statistik apa yang akan digunakan pada pengolahan data selanjutnya. Apabila penyebaran data normal, maka a kan digunakan teknik statistic parametrik, namun apabila penyebaran datanya tidak normal maka akan digunakan teknik non parametrik. Dalam penelitian ini untuk perhitungan uji normalitas data dilakukan dengan bantuan program SPSS Statistics versi 22.0 for Windows dengan rumus One Sample Kolmogorov Smirnov Test. Berikut langkah-langkah dalam menghitung uji normalitas menggunakan SPSS Statistics versi 22.0 for Windows sebagai berikut: 1) Buka program SPSS 2) Masukkan data mentah Variabel X dan Y pada data variabel 3) Klik Variabel View. Pada variabel view, kolom name pada baris pertama diisi dengan Variabel X dan baris kedua dengan Variabel Y, kolom decimal = 0, kolom tabel diisi dengan nama masing-masing variabel, selebihnya biarkan seperti itu 4) Klik Analyze, sorot pada Nonparametric Test, kemudian klik 1- Sample K-S 5) Sorot Variabel X pada kotak Test Variabel List dengan mengklik tanda panah 6) Klik Option, kemudian pilih descriptive pada Statistic dan Exclude cases test by test, continue 7) Klik normal Distribution lalu OK (lakukan kembali untuk menghitung uji normalitas variabel Y). f. Pengujian Hipotesis Penelitian Setelah pada tahap pengolahan data selesai, kemudian dilanjutkan dengan menguji hipotesis penelitian untuk menganalisis data yang sesuai dengan permasalahan yang ada dalam penelitian ini, adapun hal-hal yang dilakukan dengan menganalisis berdasarkan hubungan antara variabel yaitu sebagai berikut: 1) Analisis Korelasi Analisis korelasi dimaksudkan untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel X (Manajemen Fasilitas) dan variabel Y
27 69 (Mutu Layanan Diklat). Ukuran yang digunakan untuk mengetahui derajat hubungan dalam penelitian ini adalah statistik parametrik, yaitu teknik korelasi product moment. Hal ini didasarkan pada distribusi data kedua variabel penelitian yang normal. Adapun rumus untuk mencari koefisien korelasi antara variabel X dan Y menurut Akdon (2008, hlm. 188) dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment sebagai berikut: Keterangan: = koefisien korelasi = jumlah responden = jumlah perkalian X dan Y = jumlah skor item = jumlah skor total (seluruh item) = jumlah skor-skor X yang dikuadratkan = jumlah skor-skor Y yang dikuadratkan Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Ho = Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kepuasan Kerja dengan Komitmen Kerja Pegawai. Ha = Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Kepuasan Kerja dengan Komitmen Kerja Pegawai Dalam perhitungan tersebut, rxy merupakan hasil koefisien korelasi dari variabel X dan Y. Kemudia rxy hitung dibandingkan dengan rxy tabel, dengan taraf kesalahan sebesar 5%. Apabila rxy hitung > rxy tabel
28 70 maka Ha diterima, tetapi apabila rxy hitung < rxy tabel maka Ho diterima. Agar dapat memberikan interpretasi terhadap kuat atau tidak kuatnya hubungan, maka dapat digunakan pedoman interpretasi koefisien korelasi sebagai berikut: Tabel 3.7 Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 0,199 Sangat rendah 0,20 0,399 Rendah 0,40 0,599 Cukup Kuat 0,60 0,799 Kuat 0,80 1,000 Sangat Kuat Sugiyono (2013, hlm.257) Adapun langkah-langkah mencari koefisien korelasi dengan menggunakan program SPSS, Sururi dan Nugraha (2007, hlm.33-34) sebagai berikut: 1) Buka program SPSS, destinasikan variabel view dan definisikan dengan mengisi kolom-kolom berikut: a) Kolom Name pada baris pertama diisi dengan variabel X dan baris kedua dengan Variabel Y b) Kolom Type diisi dengan Numeric c) Kolom Width diisi dengan 8 d) Kolom Decimal = 0 e) Klom label diisi untuk baris pertama Variabel X dan baris kedua Variabel Y f) Kolom Value dan Missing diisi dengan None g) Kolom Coloumns diisi dengan 8 h) Kolom Align pilih Center i) Kolom Measure pilih Scale 2) Aktifkan Data View kemudian masukkan data baku variabel X dan Y 3) Klik Analyze, kemudian pilih Correlate dan pilih Bivariate
29 71 4) Sorot Variabel X dan Y, lalu pindahkann ke kotak variabel dengan cara mengklik tanda panah 5) Tandai pilihan pada kotak Pearson 6) Klik Option dan tandai pada kotak pilihan Mean dan Standar Deviation. Klik Continue 7) Klik OK 2) Analisis Koefisien Determinasi Derajat determinasi dipergunakan dengan maksud untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel X terhadap variabel Y untuk mengujinya dipergunakan rumus yang dikemukakan oleh Riduwan (2013, hlm. 139) sebagai berikut: KD= r 2 x 100% Keterangan: KD = Nilai koefisien determinasi r = Nilai koefisien korelasi Adapun dengan cara menggunakan program SPSS, yang dikemukakan oleh Riduwan dan Sunarto (2011, hlm ), sebagai berikut: 1) Buka program SPSS 2) Aktifkan Data View, masukkan data baku variabel X dan Y 3) Klik Analyze, pilih Regresion, klik Linear 4) Pindahkan variabel X ke kotak independen dan variabel Y ke kotak dependen 5) Klik Statistic, lalu centang Estimates, Imodel fit, R square, Descriptive, klik Continue 6) Klik Plots, masukan SDRESID ke kotak Y dan ZPRED ke kotak X, lalu Next 7) Masukkan ZPRED ke kotak Y dan DEPENDENT ke kotak X 8) Pilih Histogram dan Normal Probability Plot, klik Continue
30 72 9) Klik Save pada Predicted Value, pilih Unstandarized dan Prediction Intervals klik Mean dan Individu, lalu Continue 10) Klik Options, pastikan bahwa taksiran Probability 0,05 lalu klik Continue dan OK. 3) Analisis Signifkansi Pengujian signifikansi koefisien korelasi dimaksudkan untuk mengukur tingkat signifikasi keterkaitan antara variabel X dan variabel Y. Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, maka digunakan rumus yang dikemukakan oleh Akdon (2008, hlm. 188) berikut: Keterangan : = Nilai t = Nilai Koefisien Korelasi = Jumlah Responden Kemudian membandingkan dengan untuk α = 0,05, uji satu pihak, dan derajat kebebasan (dk) = n 2, dengan kaidah pengujian sebagai berikut: 1. Jika, maka Ho ditolak artinya signifikan 2. Jika, maka Ho diterima artinya tidak signifikan. 4) Analisis Regresi Analisis regresi ini berfungsi untuk menentukan hubungan sebab akibat antara variabel X (Manajemen Fasilitas) dengan variabel Y (Mutu Layanan Diklat). Analisis regresi digunakan untuk mengetahui hubungan fungsional antara variabel penelitian. Berikut rumus yang
31 73 digunakan untuk menghitung analisis regresi menurut Riduwan (2006, hlm. 244): Keterangan: : (Baca: Y topi), Subjek variabel terikat a : Nilai konstanta harga Y jika X = 0 b : Nilai arah sebagai penentu prediksi X :Variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu untuk diprediksikan Adapun langkah-langkah untuk melakukan analisis regresi dengan data linier dengan menggunakan program SPSS, dalam Riduwan dan Sunarto (2011, hlm ) sebagai berikut: a) Buka program SPSS b) Aktifkan data view, masukkan data baku variabel X dan Y c) Klik Analyze, pilih regression, klik linear d) Pindahkan variabel X ke kotak independen dan variabel Y ke kotak dependen e) Klik statistic, lalu centang estimates, model fit, R square, descriptive, klik continue f) Klik plots, masukan SDRESID ke kotak Y dan ZPRED ke kotak X, lalu Next g) Masukkan ZPRED ke kotak Y dan DEPENDENT ke kotak X h) Pilih Histogram dan Normal Probability Plot, Klik Continue i) Klik Save pada predicted value, pilih unstandarized dan prediction intervals klik mean dan individu, lalu continue j) Klik options, pastikan bahwa taksiran Probability 0.05 lalu klik continue dan OK.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah prosedur yang ditempuh oleh seorang peneliti dalam mengadakan penelitiannya sampai akhirnyya terbentuk laporan skripsi.bab ini membahas mengenai definisi
BAB III METODE PENELITIAN
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi Dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi dalam penelitian ini adalah Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi (Pusdiklat Geologi) yang beralamat
BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi Penelitian
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah di SMK Negeri 9 Garut, Jl. Raya Bayongbong Km.7 Desa Panembong Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian Sebuah penelitian memerlukan suatu objek untuk diteliti yang nantinya digunakan sebagai sumber data, tentunya objek tersebut disesuaikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini dibutuhkan suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang dimaksud
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, maka suatu penelitian memerlukan suatu metode penelitian. Menurut Sugiyono (2008:2) Metode penelitan pada dasarnya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. supaya dapat mempermudah proses pengambilan data. Penelitian ini dilakukan di
25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan bagian yang harus diperhatikan bagi peneliti supaya dapat mempermudah proses
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan
BAB III METODE PENELITIAN Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan metode penelitian. Seperti yang sudah Penulis paparkan pada bab satu, metode penelitian yang digunakan adalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah di Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan teoritis pada Bab II, maka langkah berikutnya pada Bab III ini adalah menguji
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dengan judul Kontribusi Penguasaan Materi Mata Diklat Gambar
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian dengan judul Kontribusi Penguasaan Materi Mata Diklat Gambar Bangunan Gedung II terhadap Kesiapan Siswa SMK
BAB III METODE PENELITIAN. mengumpulkan, menyusun dan menganalisis data yang diperoleh sehingga
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara yang dilakukan untuk mengumpulkan, menyusun dan menganalisis data yang diperoleh sehingga menghasilkan makna yang sebenarnya.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokasi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terletak di Jalan Dr. Setiabudhi No.229,
BAB III METODE PENELITIAN. ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menurut Sugiyono (2009: 3) metode penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 9 Garut yang beralamatkan di Jalan Raya Bayongbong Km.07 Desa Panembong Tlp. (0262) 4772522 Garut. B. Metode Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi dalam penelitian ini adalah Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang beralamat di
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 11 yang berlokasi dijalan Budi Cilember, kelurahan Sukaraja, kecamatan Cicendo. 2.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Subjek Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di yang beralamatkan di Jl. Penghulu KH. Hasan Mustapa No. 23 kota Bandung Provinsi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN. disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rencana dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi dalam penelitian ini adalah tempat peneliti melakukan penelitian tentang supervisi manajerial pengawas terhadap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Definisi desain penelitian menurut Nasution (2009:23) adalah Desain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. maka akan dijelaskan pengertian dari variabel-variabel tersebut sehingga
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran dari pembaca, maka akan dijelaskan pengertian dari variabel-variabel tersebut sehingga terdapat
BAB III METODE PENELITIAN. mengetahui dan menentukan desain penelitian yang akan digunakan. Desain
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam melakukan suatu penelitian seorang peneliti terlebih dahulu harus mengetahui dan menentukan desain penelitian yang akan digunakan. Desain penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena itu tempat penelitian akan dilakukan di lingkungan sekolah SMKN 6 Bandung.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Ditinjau dari obyeknya, penelitian yang dilakukan penulis termasuk penelitian lapangan (field research), karena data-data yang diperlukan untuk
BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penulis dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Penelitian deskriptif analitik ini digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Tempat penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian guna memperoleh data yang berasal dari responden.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN Definisi operasional merupakan definisi terhadap variabel yang akan diteliti guna memberikan batasan yang tegas dan menjadi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yanng digunakan unntuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu.
BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa :
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survey verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa : Penelitian survey yaitu suatu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Ditinjau dari objeknya, penelitian yang dilakukan penulis termasuk penelitian lapangan (field research), karena data-data yang diperlukan untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. apa yang akan dipakai pakai, karena dengan hal itu akan mepermudah penelitian,
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam penyusunan penelitian seorang peneliti harus menentukan metode apa yang akan dipakai pakai, karena dengan hal itu akan mepermudah penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rangkaian sistematis dari penjelasan secara rinci tentang keseluruhan rencana penelitian mulai dari perumusan masalah, tujuan,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terletak di Jalan Dr. Setiabudhi No. 299
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. 1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan teknik pengambilan data yaitu kuesioner untuk mengukur data variabel x (kegiatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif merupakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis penelitian verifikatif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang
B. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Kaliwungu yang beralamat di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal pada
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis dan desain penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode merupakan hal penting yang diperlukan dalam penelitian, serta salah satu cara sistematik yang digunakan dalam penelitian. Berhasil tidaknya penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Agar suatu penelitian dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, maka
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Agar suatu penelitian dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, maka terlebih dahulu harus menemukan metode penelitian yang tepat, untuk memperoleh data
BAB III METODE PENELITIAN. Surakhmad (Andrianto, 2011: 29) mengungkapkan ciri-ciri metode korelasional, yaitu:
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menggunakan data yang dikualifikasikan/dikelompokkan dan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada suatu penelitian terdapat berbagai macam metode penelitian yang digunakan, pemilihannya sangat tergantung pada prosedur, alat serta desain penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai
46 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Winarno Surakhmad
BAB III METODE PENELITIAN. yang mempengaruhi dan variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi. Variabel
69 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan prosedur penelitian deskriptif inferensial dengan membedakan variabel ke dalam variabel bebas yaitu variabel
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Penyajian Data Hasil Penelitian Penjelasan dari setiap variabel yang diperoleh dari penelitian dalam data akan dijelas secara rinci pada tiap-tiap variabel. Hasil penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam menentukan desain penelitian maka hal tersebut sangatlah
46 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam menentukan desain penelitian maka hal tersebut sangatlah tergantung pada tujuan dari penelitian itu sendiri, mendesain berarti menyusun perencanaan
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah data yang dapat membantu untuk membahas masalah dalam suatu penelitian tersebut.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Sukakerta Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Peneliti memilih SD Negeri
BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian merupakan salah satu dari tindakan yang dapat dikatakan sebagai tindakan dalam mencari kebenaran dengan menggunakan pendekatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk menghindari kesalahpahaman terhadap istilah yang terdapat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Istilah Untuk menghindari kesalahpahaman terhadap istilah yang terdapat dalam judul, maka terlebih dahulu peneliti akan mencoba menjelaskan pengertian serta maksud
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang di tempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, memiliki langkah-langkah yang sistematis. Metode
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Metode
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Metode merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tahun ajaran 2015/2016 pada bulan Oktober tahun 2015.
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Sumbang Kabupaten Banyumas. Waktu penelitian yaitu pada semester ganjil tahun ajaran 2015/2016
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 METODE PENELITIAN Metode penelitian pendidikan yaitu cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan suatu pengetahuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data valid yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah. Metode deskriptif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode merupakan cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode merupakan cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang sedang diteliti. Sehubungan dengan hal ini, Suharsimi Arikunto (00:136)
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan
BAB III METODE PENELITIAN
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan suatu kerangka kerja yang digunakan dalam melaksanakan suatu penelitian. Adapun desain penelitian ini dapat digambarkan sebagai
BAB III METODE PENELITIAN. dan sesuai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif. Menurut
48 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dan sesuai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif.
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian ex post facto, yaitu penelitian yang
70 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian ex post facto, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki peritiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan metode yang akan ditempuh dalam penelitian, sehingga rumusan masalah dan hipotesis yang akan diajukan dapat dijawab dan diuji
BAB III METODE PENELITIAN
24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek,
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISI DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISI DATA A. Deskripsi Data Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data Umum Penelitian Deskripsi data umum berisi mengenai gambaran umum tempat penelitian yakni di SMP N 1 Pamotan. SMP
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode Penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 006;160). Metode penelitian yang digunakan
III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini adalah penelitian asosiatif yaitu bentuk penelitian dengan
III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Metode penelitian ini adalah penelitian asosiatif yaitu bentuk penelitian dengan menggunakan minimal dua variabel yang dihubungkan. Metode asosiatif merupakan
BAB III METODE PENELITIAN
9 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Variabel Penelitian 3.1.1 Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi literasi informasi terhadap hasil belajar siswa kelas XI mata
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakkan seluruh subjek dalam kelompok belajar untuk diberi perlakuan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Kuasi Eksperimen atau eksperimen semu. Pada penelititian kuasi eksperimen (eksperimen semu) menggunakkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. ini, maka perlu dijelaskan beberapa istilah sehingga terdapat kesamaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran dalam penelitian ini, maka perlu dijelaskan beberapa istilah sehingga terdapat kesamaan landasan
BAB III METODE PENELITIAN. di wilayah Kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung. Adapun lokasi seluruh
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di seluruh Sekolah Dasar Negeri yang berada di wilayah Kecamatan Sumur Bandung Kota
BAB III METODE PENELITIAN
46 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Nazir (2005:84-85) mengemukakan bahwa: Desain dari penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian atau proses
BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2011:7), metode penelitian kuantitatif diartikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. variabel penelitian yaitu variabel motivasi belajar mahasiswa dan Fungsi Multimedia
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Disain Penelitian a. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional karena penelitian berusaha menyelidiki hubungan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah field research dimana studi lapangan digunakan sebagai bahan laporan (Azwar,1998: 21). Hal ini dilakukan karena
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif jenis korelasional, menggunakan
58 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif jenis korelasional, menggunakan metode exposed facto. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sugiyono (2009:115).
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pengamatan dilakukan terhadap karyawan PT. Inhutani I Kantor Direksi Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Dengan penelitian asosiatif
BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Narbuko dan Achmadi (2004: 2) metode penelitian adalah :
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Menurut Narbuko dan Achmadi (2004: 2) metode penelitian adalah : Metode penelitian adalah ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam setiap penelitian diperlukan suatu metode. Penggunaan metode dalam penelitian disesuaikan dengan masalah dan tujuan penelitiannya. Hal ini berarti metode
BAB III METODE PENELETIAN
35 BAB III METODE PENELETIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 6 Bandung yang beralamatkan di Jalan Soekarno Hatta (Riung Bandung) Kota Bandung, pada tes Uji Kompetensi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pertanyaan-pertanyaan penelitiannya Sugiyono (1999:7) Berdasarkan
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Metode Penelitian Metode penelitian adalah rencana dan sruktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.
40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam pelaksanaan penelitian diperlukan adanya metode penelitian, metode penelitian ini berfungsi sebagai pendekatan dalam mendapatkan data dari penelitiannya
BAB III METODE PENELITIAN. Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai:
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai: Suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian, sedangkan penelitian itu sendiri diartikan
BAB III METODE PENELITIAN
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Terdapat beberapa alasan
