MODIFIKASI ALGORITMA ROUND ROBIN DENGAN DYNAMIC QUANTUM TIME DAN PENGURUTAN PROSES SECARA ASCENDING
|
|
|
- Lanny Hartanti Darmadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 MODIFIKASI ALGORITMA ROUND ROBIN DENGAN DYNAMIC QUANTUM TIME DAN PENGURUTAN PROSES SECARA ASCENDING Gortap Lumbantoruan Program Studi Komputerisasi Akuntansi, Universitas Methodist Indonesia ABSTRACT Algorithm Round Robin scheduling algorithm is one of the widely used process in the CPU scheduling. Round Robin algorithm using a sharing system with a static quantum for each process to be executed CPU. This algorithm depends on the size of a given quantum. If the quantum is too large, the response for the processes are too high. Conversely, if the quantum is too small, it can lead to overhead on the CPU in which the context switching of the process becomes larger. In this study, to improve CPU performance by reducing waiting and turnaround modification of Round Robin algorithm using dynamic quantum and sorting in ascending process. Conducted testing of the queue process and results using the modified round robin algorithm is obtained average waiting and average turnaround is much smaller than algorithms using Round Robin Classic. Keywords: Quantum Time, Time Quantum Static, Dynamic Quantum Time, Ascending, Average Waiting Time, Average Turnaround Time ABSTRAK Algoritma Round Robin merupakan salah satu algoritma penjadwalan proses yang digunakan secara luas didalam penjadwalan CPU. Algoritma Round Robin menggunakan sistem sharing dengan static quantum untuk setiap proses yang akan dieksekusi CPU. Algoritma ini tergantung pada ukuran quantum yang diberikan. Jika quantum terlalu besar, maka respons untuk proses-proses terlalu tinggi. Sebaliknya, jika quantum terlalu kecil, maka dapat mengakibatkan overhead pada CPU dimana context switching dari proses menjadi lebih besar. Pada penelitian ini, untuk meningkatkan performa CPU dengan memperkecil waiting dan turnaround dilakukan modifikasi terhadap algoritma Round Robin dengan menggunakan dynamic quantum serta sorting proses secara ascending. Dilakukan pengujian terhadap antrian proses dan hasilnya dengan menggunakan algoritma Round Robin yang dimodifikasi ini didapat average waiting dan average turnaround yang lebih kecil dibandingkan menggunakan algoritma Round Robin Klasik. Kata kunci: Quantum Time, Static Quantum Time, Dynamic Quantum Time, Ascending, Average Waiting Time, Average Turnaround Time Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
2 PENDAHULUAN Sistem Operasi merupakan software yang menghubungkan antara user hardware komputer. Sistem operasi berfungsi umtuk mengelola hardware komputer, dan menjadi sarana untuk user dimana user dapat menjalankan program aplikasi atau mengeksekusi program dengan cara nyaman dan efisien. [1] Salah satu misi yang dijalankan oleh sistem operasi adalah efisiensi penggunan waktu ketika terjadi multiprogramming. Memperbolehkan beberapa program berjalan pada saat yang hampir bersamaan atau secara bersamaan mengakibatkan terjadinya multipro- cessing yang membuat CPU harus melaksanakan eksekusi terhadap sejumlah proses tersebut. [2] Tujuan dari multiprogramming adalah untuk memiliki beberapa proses yang berjalan setiap saat, untuk memaksimalkan penggunan CPU. Tujuan dari pembagian waktu adalah untuk mengganti CPU diantara proses begitu sering bahwa pengguna dapat berinteraksi dengan setiap program ketika sedang berjalan. [3] Karena banyaknya jumlah proses yang akan dieksekusi oleh CP mengalami kompleksitas sendiri karena alokasi waktu yang sangat terbatas. Efisiensi penggunaan waktu eksekusi beberapa program dipengaruhi oleh kecepatan CPU dalam mengeksekusi sejumlah proses. Oleh karena itu sistem operasi harus membagi waktu CPU untuk mengeksekusi sejumlah proses tersebut dengan mengatur penjadwalan eksekusi untuk masing-masing proses. Penjadwalan CPU adalah dasar dari sistem multiprogramming. Penjadwalan CPU mengacu pada aturan dan mekanisme untuk mengontrol urutan pekerjaan yang harus dilakukan oleh CPU. Hal ini dibuat oleh bagian dari sistem operasi yang disebut scheduler, dengan menggunakan algoritma penjadwalan. [4] Dari ulasan tentang penelitan-peneltian diatas, diperoleh informasi bahwa kinerja algoritma Round Robin diharapkan dapat ditingkatkan dengan menerapkan nilai quantum yang dinamis. Pada penelitian ini, penulis meneliti solusi peningkatan kinerja algoritma Round Robin dengan pengurutan proses dan penetuan quantum yang dinamis dan diharapkan dapat memperkecil averange waiting dan averange turnaround dan proses yang terdapat pada antrian. Sistem Operasi Sistem operasi adalah software yang menangani hardware komputer dan menyediakan sumber daya kepada program yang akan berkoperasi. Dan juga sebagai penghubung antara user dengan sistem komputer 1. Sistem operasi adalah sebuah program yang mengontrol eksekusi dari program aplikasi dan bertindak sebagai penghubung antara program aplikasi dengan hardware komputer. [3] Proses Secara informal, proses adalah program daam eksekusi. Suatu proses adalah lebih dari kode program, dimana kadang kala proses dikenal sebagai bagian tulisan. Proses juga termasuk aktivitas yang sedang terjadi, sebagaimana digambambarkan oleh nilai pada program counter dan isi dari daftar processor s register. Suatu proses umumnya juga termasuk process stack, yang berisikan data tempor (seperti parameter metoda, address yang kembali, dan variabel lokal) dan sebuah data section, yang berisikan variabel global. Sebagaimana proses bekerja, maka proses tersebut merubah state (keadaan statis/asal). Status dari sebuah Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
3 proses didefenisikan dalam bagian oleh aktivitas yang ada pada proses tersebut. [5] Konsep kunci dalam semua sistem operasi adalah proses. Sebuah proses pada dasarnya adalah program yang dieksekusi 6. Proses terkait dengan address space, atau daftar lokasi memori mulai dari ruang sampai keruang maksimm, dan proses dapat membaca dan menulis pada address space tersebut. Address space berisi program yang dieksekusi, data dan stack. Proses membutuhkan sejumlah sumber daya, umumnya termasuk register (program counter dan stack pointer, file, proses lain yang terkait dengan proses tersebut, dan semua informasi lainnya yang dibutuhkan untuk menjalankan program tersebt. Proses menampung semua informasi yang dibutuhkan untuk mengeksekusi program. [6] Keadaan Proses Semua proses berada dalam keadaan seperti berikut ini [7] : a. New Proses sedang dikerjakan/dibuat. b. Running Intruksi sedang dikerjakan. c. Waiting Proses sedang menunggu sejumlah kejadian untuk terjadi (seperti sebuah penyelesaian I/O atau penerimaan sebuah tanda/signal). d. Ready Proses sedang menunggu untuk ditugaskan pada sebuah prosesor. e. Terminated proses telah selesai melaksanakan tugasnya/ mengeksekusi Gambar 1. Keadaan Proses Penjadwalan Proses Tujuan dari Multi -programing adalah untuk mempunyai proses berjalan secara bersamaan, untuk memaksimalkan kinerja dari CPU. [8] Untuk sistem uniprosesor, tidak pernah ada proses yang berjalan lebih dari satu. Bila ada proses yang lebih dari satu maka yang lain harus mengantri sampai CPU bebas. Tujuan penadwalan adalah untuk meminimalkan total biaya layanan komputer dan waktu tunggu user. [9] Dalam prakteknya ada dua masalah yang sering dihadapi, waktu pelayanan terhadap proses dapat dikurangi dengan memperhatikan waktu prosesor hilang akibat intervensi user, perangkat keras yang lambat, dan multiplexing sumber daya. Hal ini biasanya memiliki pengaruh yang drastis pada mode operasi ditawarkan pada user. Algoritma Round Robin Algoritma Round Robin dirancang untuk sistem sharing. Algoritma ini mirip dengan penjadwalan FCFS, namun preemption ditambahkan untuk switch antara proses. [1] Antrian reaady dan mengalokasikan masing-masing proses untuk interval waktu tertentu sampai satu slicel quantum. [11] Kriteria yang biasanya digunakan dalam memilih penjadwalan adalah: [12] 1. CPU utilization kita ingin menjaga CPU sesibuk mungkin. CPU ( Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
4 slicel quantum) umumnya antara 1-1 milli detik. a. Setelah quantum maka proses akan disk-preemp-dan dipindahkan ke antrian ready b. Proses ini adil dan sangat sederhana 2. Jika terdapat n proses di antrian ready dan quantum q (milli detik), maka: a. Maka setiap proses akan mendapatkan 1/n dari waktu CPU b. Proses tidak akan menunggu lebih lama dari: (n-1)q tine units 3. Kinerja dari algoritma ini tergantung dari ukuran quantum a. Quantum dengan ukuran yang besar maka akan sama dengan FCFS b. Quantum dengan ukuran yang kecil maka quantum harus diubah ukurannya lebih besar dengan respect pada ali konteks sebaliknya akan memerlukan ongkos yang besar. METODE PENELITIAN Metodologi Metode merupakan suatu cara atau teknik yang sistematik untuk memecahkan suatu kasus sehingga memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Peneliti menggunakan studi kepustakaan (library research), yaitu menggunakan sumber-sumber melalui buku, jurnal serta sumbersumber lain yang relevan untuk digunakan dalam penelitian ini. Studi kepustakaan dalam penelitian ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan sistem operasi dan algoritma penjadwalan proses. Data yang Digunakan Pada penelitian ini, penulis membutuhkan beberapa data input yang terdiri dari: 1. Jumlah Proses Jumlah proses dalam hal ini adalah banyaknya jumlah proses yang sedang mengantri dalam satu tumpukan. 2. Arrival Time Adalah urutan kedatangan sebuah proses yang akan menunggu untuk di eksekusi 3. Burst Time Adalah alokasi lamanya waktu eksekusi yang telah di alokasikan kepada masing-masing proses sejak proses itu dibuat. Prosedur Penyelesaian Masalah Prosedur kerja Prosedur kerja modifikasi algoritma Round Robin dengan meetode pengurutan proses secara ascending dapat dijelaskan dengan diagram alir pada gambar berikut: Start Input: 1.Jumlah Proses 2.Burst Time Proses: 1.Mengurutkan Proses 2.Menentukan Dynamic Quantum Time 3.Eksekusi Proses dengan Round Robin Output: 1.Average Waiting Time 2.Average Turnaround Time Stop Gambar 2. Prosedur Kerja Perancangan algoritma Perancangan algoritma modifikasi algoritma Round Robin dengan metode pengurutan proses secara ascending seperti pada gambar berikut ini: Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
5 Start 2 milisecond (ms). Proses yang akan dieksekusi oleh CPU adalah seperti pada tabel berikut ini: Input: 1.Jumlah Proses 2.Burst Time Pengurutan Proses Secara Ascending Apakah Antrian Kosong? Ya Quantum Tiime= P1+P2+...+Pn n Tabel 1. Uji Coba 5 Proses Proses Burst (ms) P1 2 P3 3 P4 37 P5 25 Tidak Eksekusi Proses Hasil pengujian 5 proses dengan algoritma Round Robin klasik Hitung: 1.Average Waiting Time 2.Average Turnaround Time Output: 1.Average Waiting Time 2.Average Turnaround Time Stop Ya Jika Burst Time!= Tidak Berikut adalah hasil pengujian dari parameter pengujian berdasarkan table 1 diatas: Gantt Chart Gambar 3. Perancangan Algoritma HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Coba Pada penelitian ini, penentuan quantum didapat dengan melakukan perhitungan rata-rata burst dari seluruh proses yang ada. Dan proses yang terlebih dahulu dilayani oleh CPU adalah proses yang memilki busrt yang paling kecil dari proses yang ada. Pengujian dilakukan dengan menggunakan algoritma penjadualan round robin klasik dan menggunakan algoritma penjadualan round robin yang dimodifikasi dengan menggunakan quantum yang dinamis dari hasil rat-rata burst seluruh proses yang akan dilayani CPU. Uji Coba dengan 5 Proses Pada pengujian yang dilakukan oleh penulis dengan parameter input adalah jumlah proses sebanyak 5 proses, burst dari tiap proses dengan quantum P1 P2 P3 P4 P P1 P2 P3 P4 P Sisa = P2 P3 P4 P5 P2 P4 P Gambar 4. Gantt Chart Eksekusi Proses dengan Algoritma Round Robin Klasik Average waiting (AWT) Tabel 2. Waiting dengan Round Robin Klasik Proses Waiting (ms) P1 5-1 = 4 P = 112 P = 9 P = 115 P = 11 Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
6 Dari tabel diatas maka average waiting (AWT) yaitu: AWT =(WTP1 + WTP2 + WTP3 + WTP4 + WTP5) / 5 = ( ) / 5 = 467/5 = 93.4 Average turnaround (ATT) Untuk turnaround didapat dengan menjumlah waiting dengan burst. Turnaround dari tiap proses diatas dapat dilihat seperti pada tabel berikut ini: Tabel 3.Turnaround Time dengan Round Robin Klasik Prose s Burs t Tim e Waitin g Time (WT) Turnaroun d Time (TT) P P P P Maka average tunaround (ATT) untuk seluruh proses tersebut adalah sebagai berikut : ATT = (TT P1 + TT P2 + TT P3 + TT P4 + TT P5) / 5 =( ) / 5 = 624 / 5 = Hasil pengujian 5 proses dengan algoritma Round Robin yang dimodifikasi Uji coba dengan memodifikasi algoritma round robin, yang terlebih dahulu dilakukan adalah melakukan sorting terhadap proses-proses secara ascending dan menentukan quantum dengan mencari nilai rata-rata burst dari seluruh proses. Berikut adalah hasil pengujian terhadap parameter pada tabel diatas menggunakan algoritma round robin dengan quantum berbasis rata-rata dan dengan proses sorting secara ascending. a. Eksekusi Proses Untuk memulai eksekusi proses, hal yang pertama kali dilakukan adalah pengurutan terhadap proses-proses berdasarkan busrt secara ascending. Langkah 1 : Sorting Proses Hasil sorting terhadap proses dapat dilihat seperti pada tabel berikut: Tabel 4. Sorting Proses secara Ascending Proses Burst Time (BT) P1 2 P5 25 P3 3 P4 37 Langkah 2 : Menentukan Quantum Quantum untuk proses P1 yang terdapat pada tabel diatas adalah sebagai berikut : QT = (BT P1 + BT P5 + BT P3 + BT P4 + BT P2) / 5 = ( ) / 5 = 157 / 5 = 31.4 Langkah 3: Ekseskusi Proses P1 dengan Quantum 31.4 ms P1 2 Langkah 4: Sisa Proses Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
7 Sisa proses yang belum dieksekusi adalah seperti pada tabel berikut : Tabel 5. Sisa Proses Setelah P1 Selesai Dieksekusi Proses Burst Time (BT) P5 25 P3 3 P4 37 Langkah 5: Menentukan Quantum Quantum untuk proses yang belum dieksekusi adalah sebagai berikut : QT = (BTP5 + BTP3 + BTP4 + BT P2) / 4 =( ) / 4 =137/ 4 =34.25 Langkah 6: Ekseskusi Proses P5 dengan Quantum ms P Langkah 7: Sisa Proses Sisa proses yang belum dieksekusi adalah seperti pada tabel berikut: Tabel 6. Sisa Proses Setelah P5 Selesai Dieksekusi Proses Burst (BT) P3 3 P4 37 Langkah 8: Menentukan Quantum Quantum untuk proses yang belum dieksekusi adalah sebagai berikut: QT =(BT P3 + BT P4 + BT P2) / 3 =( ) / 3 =112 / 3 =37.33 Langkah 9: Ekseskusi Proses P3 dengan Quantum ms P Langkah 1: Sisa Proses Sisa proses yang belum dieksekusi adalah seperti pada tabel berikut: Tabel 7. Sisa Proses Setelah P3 Selesai Dieksekusi Proses Burst (BT) P4 37 Langkah 11: Menentukan Quantum Quantum untuk proses yang belum dieksekusi adalah sebagai berikut QT = (BT P4 + BT P2) / 2 = ( ) / 2 = 82 / 2 = 41 Langkah 12: Ekseskusi Proses P4 dengan Quantum 41 ms P Langkah 13: Sisa Proses Sisa proses yang belum dieksekusi adalah seperti pada tabel berikut : Tabel 8. Sisa Proses Setelah P4 Selesai Dieksekusi Proses Burst (BT) Langkah 14: Menentukan Quantum Quantum untuk proses yang belum dieksekusi adalah sebagai berikut: QT = (BT P2) / 1 = (45) / 1 = 45 / 1 = 45 Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
8 Langkah 15: Ekseskusi Proses P2 dengan Quantum 45 ms P b. Average waiting (AWT) Waiting dari tiap proses adalah seprti tabel berikut ini : Tabel 9. Waiting Proses dengan Algoritma Round Robin yang Dimodifikasi Proses Waiting P1 P2 112 P3 45 P4 75 P5 2 Dari tabel diatas maka average waiting (AWT) yaitu: AWT = (WTP1 + WT P2 + WT P3 + WT P4 + WT P5) / 5 = ( ) / 5 = 252 / 5 = 5.4 c. Average turnaround (ATT) Turnaround didapat dengan menjumlah waiting dengan burst. Turnaround dari tiap proses diatas dapat dilihat seperti pada tabel berikut ini: Tabel 1. Turnaround Time Proses dengan Algoritma Round Robin yang Dimodifikasi Proses Burst (BT) Waiting (WT) Turnaroud Time (TT) P P P P Maka average turnaround (ATT) untuk seluruh proses tersebut adalah sebagai berikut: ATT = (TT P1 + TT P2 + TT P3 + TT P4 + TT P5) / 5 = ( ) / 5 = 49 / 5 = 81.8 Grafik Waiting Time dan Turnaround Time Round Robin klasik dan Round Robin modifikasi untuk 5 proses Perbandingan waiting dengan menggunakan algoritma Round Robin klasik dan Round Robin yang dimodifikasi dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini: Waiting Time RR Quantum Time Statis Gambar 5. Grafik Perbandingan Waiting Time Round Robin Klasik dan Round Robin Modifikasi untuk 5 Proses Perbandingan turnaround dengan menggunakan algoritma Round Robin klasik dan Round Robin yang dimodifikasi dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini: Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
9 Turnaround Time RR Quantum Time Statis RR Quantum Time Dinamis Gambar 6. Grafik Perbandingan Turnaround Time Round Robin Klasik dan Round Robin Modifikasi untuk 5 Proses Uji Coba dengan 1 Proses Pada pengujian yang dilakukan oleh penulis dengan parameter input adalh jumlah proses sebanyak 1 proses, burst dari tiap proses dengan quantum 1 milisecond (ms). Proses yang akan dieksekusi oleh CPU adalah seperti pada tabel berikut ini: Tabel 11. Uji Coba 1 Proses Proses Burst (BT) P1 2 P3 3 P4 37 P5 25 P6 23 P7 27 P8 32 P9 4 P1 19 Hasil pengujian 1 proses dengan algoritma Round Robin klasik Berikut adalah hasil pengujian dari parameter pengujian berdasarkan tabel diatas: Tabel 12. Hasil Pengujian 1 Proses dengan Algoritma Round Robin klasik Bur Waiti Average Average st Turnarou Pros ng waitingti Turnarou nd Time es Time me nd Time (BT (TT) (WT) (AWT) (ATT) ) P P P P P P P P P Hasil pengujian 1 proses dengan algoritma Round Robin yang dimodifikasi Berikut adalah hasil pengujian dengan pengujian 1 proses berdasarkan tabel diatas : Tabel 13. Hasil pengujian 1 Proses dengan Algoritma Round Robin yang Dimodifikasi Pros es Bur st (BT ) Waitni ng (WT) P Average waiting (AW T) Turnarou nd (TT) P P P P P P P P Average Turnarou nd (ATT) 13.5 Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
10 Grafik Waiting Time dan Turnaround Time Round Robin klasik dan Round Robin modifikasi Perbandingan waiting dengan menggunakan algoritma Round Robin klasik dan Round Robin yang dimodifikasi dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini: Turnaround Time 3 25 Waiting Time RR Quantum Time Statis RR Quantum Time Dinamis Gambar 7. Grafik Perbandingan Waiting Time Round Robin Klasik dan Round Robin Modifikasi untuk 1 Proses Perbandingan turnaround dengan menggunakan algoritma Round Robin klasik dan Round Robin yang dimodifikasi dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini: RR Quantum Time Statis RR Quantum Time Dinamis Gambar 8. Grafik Perbandingan Turnaround Time Round Robin Klasik dan Round Robin Modifikasi untuk 1 Proses Persentase Penurunan average Time dan average Turnaround Time Pada penelitian ini, penulis melakukan analisis dengan membandingkan average waiting dan average waiting dengan menggunakan algoritma Round Robin yang menggunakan quantum statis dan algoritma Round Robin yang menggunakan quantum dinamis. Pada tabel berikut ini ditampilkan hasil dengan menggunakan algoritma Round Robin yang menggunakan quantum dinamis serta persentasi penurunan average waiting dan average waiting dengan jumlah proses 5 proses, 1 proses dan 25 proses. Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
11 Tabel 12. Persentase Penurunan AWT dan ATT Juml ah Prose s RR Klasik AW T ATT 5 93,4 124, 1 21, , , 8 759, 52 RR Modifikasi AW T AT T Persentase Penuruna AW T (%) 5,4 81,8 53,9 1, 7 415, 16 13, 5 459, ,9 5 58, 6 n AT T (%) 65,5 4 54,4 2 6,5 Dari hasil yang penelitian yang telah dilakukan seperti yang telah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa algoritma Round Robin dengan menggunakan quantum dinamis memiliki average waiting dan average waiting lebih kecil dibandingkan dengan Round Robin yang menggunakan quantum statis. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dan hasil uji coba yang telah dilakukan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Algoritma Round Robin bergantung pada nilai quantum yang dipilih. Jika quantum yang dipilih terlalu kecil, maka akan menambah context switching dan jika quantum yang dipilih terlalu besar, maka akan meningkatkan respons 2. Dengan melakukan pengurutan proses secara ascending terhadap proses, maka proses yang memiliki burst yang lebih kecil dilayani terlebih dahulu sehingga memperkecil context switching dan 1 akan mengurangi overhead pada CPU 3. Turnaround Time yang dibutuhkan untuk mengeksekusi sejumlah proses yang mengantri di dalam CPU akan lebih kecil jika nilai quantum yang diberikan dinamis, tetapi dalam urutan eksekusi yang sama proses akan memiliki turnaround yang sama jika burst proses yang dieksekusi CPU menggunakan algoritma Round Robin Klasik lebih besar dibandingkan dengan burst proses yang menggunakan algoritma Round Robin Modifikasi. 4. Average waiting dengan menggunakan quantum berbasis rata-rata dan sorting secara ascending, lebih kecil dibandingkan menggunakan quantum yang dinamis, tetapi dalam urutan eksekusi yang sama proses akan memiliki waiting yang sama jika burst proses yang dieksekusi CPU menggunakan algoritma Round Robin Klasik lebih besar dibandingkan dengan burst proses yang menggunakan algoritma Round Robin Modifikasi. 5. Waiting dan turnaround dipangaruhi oleh urutan proses yang dieksekusi CPU 6. Penerapan algoritma Round Robin yang menggunakan quantum berbasis rata-rata dan sorting terhadap proses secara ascending, sangat berpengaruh terhadap kinerja CPU dan sistem operasi. Prosesproses yang mengantri dapat diselesaikan dengan menggunakan waktu lebih sedikit dibanding dengan Round Robin klasik. Saran Adapun saran yang dapat peneliti berikan untuk pengembangan penelitian yang berkaitan dengan penjadwalan CPU perlu dilakukan berbagai cara lain agar lebih meningkatkan kinerja CPU dengan waiting, turnaround, Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
12 context switching yang lebih kecil lagi tanpa memperbesar respons. DAFTAR PUSTAKA [1]Silberschatz, A., Galvin, P.B. & Gagne, G Operating System Concept. 9 th Edition. Jhon Wiley & Sons: Hoboken. [2]Tanenbaum, A.S. 29. Modern Operating System. 3 rd Edition. Prentice Hall: Upper Saddle River. [3]Stallings, W Operating System: Internal and Design Principles. 7 th Edition. Prentice Hall : Upper Saddle River. [4]Abdulrahim, A., Abdullahi, S.E. & Salahu, J.B A New Improved Round Robin (NIRR) CPU Scheduling Algorithm. International Journal of Computer Aplication. 9: [5]Behera, H.S., Mohanty, R. & Nayak, D. 21. A New Proposed Dynamic Quantum Time With Re- Adjusted Round Robin Scheduling Algorithm and Its Performance Analysis. International Journal of Computer Aplication. 5:1-15. [6]Cormen, T.H., Leiserson, C.E., Rivest, R.L. & Clifford, S. 29. Introduction To Algorithms. The MIT Press: Massacusetts. Approach. 2 nd Edition. Tata McGraw-Hill Education: New Delhi. [9]Hansen, P.B. 21. Operating Systems Principles. Prentice Hall: New Jersey. [1]Kumar, M.R., Rajenbra, B., Sreenatha, M. & Niranjan, C.K An Improved Approach To Minimize Context Switching In Round Robin Scheduling Algorithm Using Optimize Technique. International Journal of Research Engeenering and Technology. 3(4): [11]Nayak, D., Malla, S.K. & Debadarshini, D Improved Round Robin Scheduling Using Dynamic Time Quantum. International Journal of Computer Aplications. 38: [12]Noon, A., Kalakech, A. & Kadry, S A New Round Robin Scheduling Algorithm For Operating System: Dynamic Quantum Using Mean Average. International Journal of Computer Science Issue. 3(4): [7]Dawood, A.J Improving Efficiency of Round Robin Scheduling Using Ascending Quantum and Minimum- Maximum Burst Time. Journal of University of Anbar for Pure Science. 6: 1-5. [8]Dhamdhere, D.M. 26. Operating System: A Concept Based Jurnal ISD Vol.2 No.2 Juli - Desember 216 ISSN :
Operating System. Scheduling. Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Dosen : Caca E. Supriana, S.Si
Operating System Scheduling Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Dosen : Caca E. Supriana, S.Si [email protected] Scheduling Konsep Penjadwalan : Multiprogramming bertujuan
SISTEM OPERASI PENJADWALAN PROSES
SISTEM OPERASI PENJADWALAN PROSES [email protected] http://blogriki.wordpress.com Pembahasan Konsep Dasar Kriteria Scheduling Algoritma Scheduling 1 CPU Scheduling Merupakan basis dari OS yang multiprogramming,
Penjadualan Process Bagian 1
Tahun Akademik 2014/2015 Semester II DIG1I3 - Instalasi dan Penggunaan Sistem Operasi Penjadualan Proses Bag. 1 Mohamad Dani (MHM) Alamat E-mail: [email protected] Hanya dipergunakan untuk kepentingan
Konsed Dasar Penjadualan Proses
Konsed Dasar Penjadualan Proses Tujuan dari multiprogramming adalah untuk memiliki sejumlah proses yang berjalan pada sepanjang waktu, untuk memaksimalkan penggunaan CPU. Tujuan dari pembagian waktu adalah
Bab 13. Konsep Penjadwalan
* Anggota Kelompok - A 0606101912 Rifqi Fuadi - A 0606101906 Ridho Budiharto - B 0606101345 Faruk Candra Farabi Bab 13. Konsep Penjadwalan * Komentar Umum Penjadwalan merupakan bagian yang sangat menarik
Penjadualan Process Bagian 2
Tahun Akademik 2014/2015 Semester II DIG1I3 - Instalasi dan Penggunaan Sistem Operasi Penjadualan Proses Bag. 2 Mohamad Dani (MHM) Alamat E-mail: [email protected] Hanya dipergunakan untuk kepentingan
Pertemuan V Penjadwalan Proses
Pertemuan V Penjadwalan Proses Konsep dasar Kriteria penjadwalan Algoritma penjadwalan Implementasi penjadwalan Evaluasi algoritma penjadwalan Case: Windows 2000 dan Linux Universitas Kristen Maranatha
Overview Penjadwalan (1)
Penjadwalan Process Penjadwalan Process Konsep Dasar Penjadwalan Proses. Preemptive & Non-Preemtive Scheduling. Dispatcher. Kriteria Penjadwalan. Algoritma Penjadwalan. FCFS (First Come First Server) Scheduling.
Deskripsi Penjadwalan Proses
PENJADWALAN PROSES Deskripsi Penjadwalan Proses Penjadwalan Proses merupakan basis sistem informasi multiprograming. Multiprogramming bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan CPU dengan cara mengatur alokasi
Analisis Perbandingan Algoritma Penjadwalan CPU A New Improved Round Robin dan A Dynamic Time Quantum Shortest Job Round Robin Artikel Ilmiah
Analisis Perbandingan Algoritma Penjadwalan CPU A New Improved Round Robin dan A Dynamic Time Quantum Shortest Job Round Robin Artikel Ilmiah Peneliti: Paulus V. Daud Boseren (672010239) Magdalena A. Ineke
Konsep Dasar Kriteria Penjadualan Algoritma Penjadualan Penjadualan Multiple-Processor Penjadualan Real-Time Evaluasi Algorithm
Konsep Dasar Kriteria Penjadualan Algoritma Penjadualan Penjadualan Multiple-Processor Penjadualan Real-Time Evaluasi Algorithm 2 Memaksimalkan kinerja CPU melalui multiprogramming CPU-I/O Burst Cycle
Penjadwalan CPU. Badrus Zaman
Penjadwalan CPU Badrus Zaman Penjadwalan CPU Konsep Dasar dan Definisi Kriteria Penjadualan Algoritma Penjadualan Konsep Dasar Penjadwalan SO modern umumnya merupakan sistem multitasking. Tujuan Utama
Praktikum 10. Penjadwalan CPU 2 POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 Penjadwalan CPU Premptive. ü Membuat program simuliasi Pendawalan CPU
Praktikum 10 Penjadwalan CPU 2 POKOK BAHASAN: ü Membuat program simuliasi Pendawalan CPU TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: ü Memahami cara Penjadwalan
Praktikum 9. Penjadwalan CPU 1
Praktikum 9 Penjadwalan CPU 1 POKOK BAHASAN: ü Membuat program simuliasi Pendawalan CPU TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: ü Memahami cara Penjadwalan
Bab 4. Penjadwalan CPU POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 4.1 KONSEP DASAR. Konsep Dasar Kriteria Penjadwalan Algoritma Penjadwalan
Bab 4 Penjadwalan CPU POKOK BAHASAN: Konsep Dasar Kriteria Penjadwalan Algoritma Penjadwalan TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami tentang konsep
Sistem Operasi. Konsep Dasar. Histogram Waktu CPU-Burst. Penjadwal CPU PENJADWALAN CPU. Pertukaran Urutan Pada CPU Dan I/O Burts
Sistem Operasi (Penjadwalan CPU) Oleh Ir. I Gede Made Karma, MT PENJADWALAN CPU Konsep Dasar Kriteria Penjadwalan Algoritma Penjadwalan Penjadwalan Multiple-Processor Penjadwalan Real-Time Evaluasi Algoritma
Simulasi Algoritma Penjadualan Proses
Tugas Mata Kuliah Sistem Operasi Simulasi Algoritma Penjadualan Proses Firmansyah Adiputra NIM. 10/306872/PPA/3318 Hari Toha Hidayat NIM. 09/292186/PPA/03058 Program Magister Ilmu Komputer Universitas
Bab 5: Penjadwalan CPU. Konsep Dasar
Bab 5: Penjadwalan CPU Konsep Dasar Kriteria Penjadwalan Algoritma Penjadwalan : FCFS, SJF, Priority, RR Penjadwalan Multiple-Processor Penjadwalan Real-Time Evaluasi Algoritma 6.1 Konsep Dasar Dengan
Penjadualan CPU. Konsep Dasar Kriteria Penjadualan Algoritma Penjadualan Penjadualan Multiple-Processor Penjadualan Real-Time Evaluasi Algorithm
6 Penjadualan CPU Penjadualan CPU Konsep Dasar Kriteria Penjadualan Algoritma Penjadualan Penjadualan Multiple-Processor Penjadualan Real-Time Evaluasi Algorithm 2 Konsep Dasar Memaksimalkan kinerja CPU
Penjadwalan Process. Konsep Dasar Penjadwalan Proses. Preemptive & Non-Preemtive Scheduling. Dispatcher.
PENJADWALAN PROSES Penjadwalan Process 2 Konsep Dasar Penjadwalan Proses. Preemptive & Non-Preemtive Scheduling. Dispatcher. Kriteria Penjadwalan. Algoritma Penjadwalan. FCFS (First Come First Server)
Process Control Block (PCB) Masing-masing proses Direpresentasikan oleh Sistem Operasi dengan menggunakan Process Control Block (PCB),
KONSEP PROSES Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Eksekusi proses dilakukan secara berurutan. Dalam suatu proses terdapat program counter, stack dan daerah data Sistem operasi mengeksekusi berbagai
Operating System: An Overview. Ch. 6: Process Scheduling. Ch. 6: Process Scheduling. Agenda. Basic Concept Scheduling Criteria Scheduling Algorithms
Chapter 6 Part Two: Process Scheduling 1 Operating System: Abraham Silberschatz, Peter Baer Galvin, Greg Gagne, Operating System Concepts Essentials, 2012, 2 th Edition, John Wiley & Sons. Inc. An Overview
Penjadualan CPU. Konsep Dasar. Penjadualan CPU. Penggantian Rangkaian Urutan CPU dan I/O Burst
Mata Kuliah : Sistem Operasi Kode MK : IT-012336 6 Penjadualan CPU Tim Teaching Grant Mata Kuliah Sistem Operasi Penjadualan CPU Konsep Dasar Kriteria Penjadualan Algoritma Penjadualan Penjadualan Multiple-Processor
DESKRIPSI PENJADWALAN PROSES
Penjadwalan Proses DESKRIPSI PENJADWALAN PROSES Kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme Urutan kerja yang dilakukan sistem komputer Mengatur : Proses yang harus berjalan Kapan & selama berapa lama proses
Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta
Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto Yogyakarta Materi Kuliah : Sistem Operasi / OS Semester Genap E.N. Tamatjita 1 Review Pertemuan Ke-7 Thread Bagian terkecil dari proses (program yang dieksekusi) yang
BAB 4 PENJADWALAN CPU 55
BAB 4 PENJADWALAN CPU 55 4.3.1 First-Come First-Served Scheduling (FCFS) Proses yang pertama kali meminta jatah waktu untuk menggunakan CPU akan dilayani terlebih dahulu. Pada skema ini, proses yang meminta
PENJADWALAN PROSES. Pendahuluan
PENJADWALAN PROSES Pendahuluan Penjadwalan berkaitan dengan permasalahan memutuskan proses mana yang akan dilaksanakan dalam suatu sistem. Proses yang belum mendapat jatah alokasi dari CPU akan mengantri
Operasi pada Sistem Operasi. Avida Endriani Reza Gusty Erlangga D3 TEKNIK INFORMATIKA A
Operasi pada Sistem Operasi Avida Endriani 2103141003 Reza Gusty Erlangga 2103141020 D3 TEKNIK INFORMATIKA A Definisi dan Bagian dari Sistem Operasi Apa itu sistem operasi? Sistem operasi adalah software
Penjadwalan Proses. Penjadwalan: pemilihan proses selanjutnya yg akan dieksekusi Melakukan multiplexing CPU Kapan dilakukan penjadwalan?
Penjadwalan Proses Penjadwalan: pemilihan proses selanjutnya yg akan dieksekusi Melakukan multiplexing CPU Kapan dilakukan penjadwalan? Proses baru dibuat Proses selesai dieksekusi Proses yg sdg dieksekusi
Mata Kuliah : Sistem Operasi Kelas : Teknik Informatika 4
Mata Kuliah : Sistem Operasi Kelas : Teknik Informatika 4 Part I Pilih jawaban yang paling tepat! 1. Pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi merupakan jenis kernel? a. Kernel hibrida b. exokernel
PENJADWALAN PROSES AGUS PAMUJI. SISTEM OPERASI - Penjadwalan Proses
PENJADWALAN PROSES AGUS PAMUJI 1 Penjadwalan Proses Bertugas memutuskan proses itu berjalan, kapan, dan selama berapa lama proses itu berjalan Latar belakang Penjadwalan CPU didasarkan pada OS yang menggunakan
Modul ke: Sistem Operasi. Tipe penjadwalan di prosessor non-preemptive. Fakultas FASILKOM. Juliansyahwiran, S. Kom, MTI.
Modul ke: 06 Eka Fakultas FASILKOM Sistem Operasi Tipe penjadwalan di prosessor non-preemptive Juliansyahwiran, S. Kom, MTI. Program Studi Sistem Informasi Tipe Penjadwalan di Prosessor Non-Preemptive
IF3191- Penjadwalan Proses. Henny Y. Zubir. Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung. IF-ITB/HY/24-Aug-03 IF3191 Penjadwalan Proses
IF191- Penjadwalan Proses Henny Y. Zubir Departemen Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Page 1 Penjadwalan Proses Penjadwalan: pemilihan proses selanjutnya yg akan dieksekusi Melakukan multiplexing
TUGAS SISTEM OPERASI
TUGAS SISTEM OPERASI DI SUSUN OLEH AlFIATUN SUHADA 14121025 UNIVERSITAS MERCUBUANA YOGYAKARTA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI PRODI SISTEM INFORMASI 2015-2016 Perbedaan Proses dan Thread 1. Proses Proses
Sistem Operasi Penjadwalan Proses
Sistem Operasi Penjadwalan Proses 2016 Outline Objektif Kriteria Penjadwalan Algorithma Contoh Objektif Memaksimalkan utilisasi CPU Beberapa proses run sepanjang waktu Sebuah proses dieksekusi sampai dia
IMPLEMENTASI ALGORITMA MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE DALAM MENENTUKAN WAKTU TUNGGU DAN WAKTU KESELURUHAN PROSES
IMPLEMENTASI ALGORITMA MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE DALAM MENENTUKAN WAKTU TUNGGU DAN WAKTU KESELURUHAN PROSES Yasir Hasan Dosen Tetap STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang Limun Medan
Sistem Operasi PENGATURAN PROSES
Sistem Operasi PENGATURAN PROSES Konsep Proses Dalam Sistem Operasi Jenis Proses Subject Penjadwalan Proses Deadlock Concurency Sebuah perangkat lunak yang deprogram sebagai penghubung antara Sistem Operasi
MAKALAH SISTEM OPERASI Perbedaan Proses dan Thread. Disusun Oleh : NOVITA ANGGRAINI PUTRI
MAKALAH SISTEM OPERASI Perbedaan Proses dan Thread Disusun Oleh : NOVITA ANGGRAINI PUTRI 13111058 FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA 2015/2016
MANAJEMEN PROSES. Pointer State proses Keadaan proses: Keadaan mungkin, new, ready, running, waiting, halted, dan juga banyak lagi.
MANAJEMEN PROSES 1. Konsep Proses a. Definisi Proses Aktivitas yang sedang terjadi, sebagaimana digambarkan oleh nilai pada program counter dan isi dari daftar prosesor/ processor s register. Suatu proses
Perbedaan Anatara Thread dan Proses
Nama : Faizal Syahr Qomarudin NIM : 14121045 Kelas Prodi Matkul : 21(Pagi) : Sistem Informasi : Sistem Operasi Perbedaan Anatara Thread dan Proses Proses adalah konsep pokok dari sistem operasi. Berbagai
Algoritma Penjadwalan 2
Kelompok 12 : Anthony Steven 120300017X Eliza Margaretha 120400030Y Fandi 1204000327 http://www.mhs.cs.ui.ac.id/~fandi104/os Dokumen ini dibuat dengan OpenOffice.org 1.1.2 Halaman 1 Pendahuluan Materi
Pemodelan CPU Scheduling dengan Algoritma Round Robin sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Sistem Operasi
1 Pemodelan CPU Scheduling dengan Algoritma Round Robin sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Sistem Operasi TAN HANDOKO DHARMA SAPUTRO Program Studi Teknik Informatika, S1, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas
IMPLEMENTASI ALGORITMA MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE DALAM MEMENTUKAN WAKTU TUNGGU DAN WAKTU KESELURUHAN PROSES
WAHANA INOVASI VOLUME 4 No.1 JAN-JUNI 2015 ISSN : 2089-8592 IMPLEMENTASI ALGORITMA MULTILEVEL FEEDBACK QUEUE DALAM MEMENTUKAN WAKTU TUNGGU DAN WAKTU KESELURUHAN PROSES Winda Sulastri Dosen Tetap AMIK ROYAL
Mahasiswa dapat memahami konsep dasar deskripsi dan kontrol pada proses
Deskripsi dan Kontrol Proses (Pertemuan ke-4) Agustus 2014 Pokok Bahasan Pokok Bahasan: Deskripsi dan Kontrol Proses Sub Pokok Bahasan: TIU: TIK: Model proses 7 status Struktur kontrol sistem operasi dan
Penjadwalan Proses Sistem Operasi (TKE113117) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed
Penjadwalan Proses Sistem Operasi (TKE113117) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed Iwan Setiawan Tahun Ajaran 2013/2014 Banyak program ingin dijalankan pada CPU. (proses dan thread) Bagaimana ketika
Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP
Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis
Understanding Operating Systems Fifth Edition. Chapter 4 Processor Management
Understanding Operating Systems Fifth Edition Chapter 4 Processor Management Topic Hari Ini Perbedaan antara penjadwalan job dan penjadwalan proses, serta hubungan keduanya. Keuntungan dan kerugian algoritma
Bab 3.Proses dan Penjadualan
Bab 3.Proses dan Penjadualan *Prioritas dan Multiprosesor* Dipresentasikan oleh: Kelompok 53.9 Ade Melani Amir Muhamad Lusiana Darmawan E-m@il: [email protected] 53.9 Prioritas dan Prosesor Jamak
Pengaturan Proses Dalam system operasi. proses
Pengaturan Proses Dalam system operasi Program yang sedang dieksekusi Program yang tidak hanya sekedar suatu kode program (text section), melainkan meliputi beberapa aktivitas seperti program counter &
Modul ke: Sistem Operasi. Tipe penjadwalan di prosessor preemptive. Fakultas FASILKOM. Juliansyahwiran, S. Kom, MTI. Program Studi Sistem Informasi
Modul ke: 07 Eka Fakultas FASILKOM Sistem Operasi Tipe penjadwalan di prosessor preemptive Juliansyahwiran, S. Kom, MTI. Program Studi Sistem Informasi Tipe Penjadwalan di Prosessor Preemptive Sistem Operasi
THREAD Ulir utas thread
THREAD Ulir, utas atau thread (singkatan dari "thread of execution") dalam ilmu komputer, diartikan sebagai sekumpulan perintah (instruksi) yang dapat dilaksanakan (dieksekusi) secara sejajar dengan ulir
PENGATURAN PROSES. Proses adalah program yang sedangdieksekusi atau sofware yang sedang dilaksanakan.
PENGATURAN PROSES Proses adalah program yang sedangdieksekusi atau sofware yang sedang dilaksanakan. 1. Konsep Dasar : Multiprogramming system. Melakukan proses satu persatu secara bergantian dalam waktu
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PENJADWALAN ROUND-ROBBIN PADA ANTRIAN DATA REAL TIME CENTRAL PROCESSING UNIT
Jurnal Teknik Komputer Unikom Komputika Volume 3, No. 14 IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PENJADWALAN ROUND-ROBBIN PADA ANTRIAN DATA REAL TIME CENTRAL PROCESSING UNIT Folkes E. Laumal Politeknik Negeri Kupang,
KONSEP PROSES STATUS PROSES
SISTEM OPERASI KOMPUTER KELOMPOK III : STATUS PROSES KONSEP PROSES New : Proses sedang dibuat Running : Proses sedang dieksekusi Waiting : Proses sedang menunggu beberapa event yang akan terjadi (seperti
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
Sub TIK Teknik Media 1 Pendahuluan Ruang lingkup : Aktivitas Dosen(D) : Papan tulis / - Konsep dasar system komputer dan system operasi. - Memberikan penjelasan - Manajemen Proses, meliputi : konsep proses,
TUGAS SISTEM OPERASI
TUGAS SISTEM OPERASI PERBEDAAN PROSES DAN THREAD Disusun Oleh: Nim : 13121041 Nama : EMI AGUSTINA Kelas : Pagi/21 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA
TUGAS Mata Kuliah : Sistem Terdistribusi
TUGAS Mata Kuliah : Sistem Terdistribusi OLEH : Nama : TARSO NIM : 090103193 Kelas : C (Week End) Dosen : Ardy Mulya Iswardani, S.Kom Prodgi : S1 Teknik Informatika SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA
MODUL 5 MANAJEMEN PROSES (2) (PENJADWALAN PROSES)
MODUL 5 MANAJEMEN PROSES (2) (PENJADWALAN PROSES) 1 PROSES Pengelolaan siklus hidup proses : Penciptaan Proses Penghentian Proses Pengalihan Proses 2 PENCIPTAAN PROSES Kondisi penyebab penciptaan proses
APLIKASI PEMBELAJARAN SISTEM OPERASI DALAM MATERI PROSES PENJADWALAN FCFS, SJF DAN ROUND ROBIN
APLIKASI PEMBELAJARAN SISTEM OPERASI DALAM MATERI PROSES PENJADWALAN FCFS, SJF DAN ROUND ROBIN Oleh : Yasir Hasan Dosen Tetap STMIK Budi Darma Medan Jl. Sisingamangaraja No. 338 Simpang Limun Medan www.stmik-budidarma.ac.id//email:[email protected]
Sistem terdistribusi Processes, Threads and Virtualization pertemuan 3. Albertus Dwi Yoga Widiantoro, M.Kom.
Sistem terdistribusi Processes, Threads and Virtualization pertemuan 3 Albertus Dwi Yoga Widiantoro, M.Kom. Komunikasi Sistem Komunikasi: bagaimana komunikasi antara object2 dalam sistem terdistribusi,
PROSES. Sistem Terdistribusi
PROSES PERT 3. Sistem Terdistribusi Konsep Proses Proses : suatu program yang sedang dieksekusi. Eksekusi proses dilakukan secara berurutan Dalam proses terdapat Program counter : menunjukkan instruksi
Mahasiswa dapat memahami konsep dasar deskripsi dan kontrol pada proses
Deskripsi dan Kontrol Proses (Pertemuan ke-3) Agustus 2014 Pokok Bahasan Pokok Bahasan: Deskripsi dan Kontrol Proses Sub Pokok Bahasan: Konsep proses Elemen-elemen proses Model proses 2 status, 5 status,
MODUL PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PRAKTIKUM IV Penjadwalan Proses I
MODUL PRAKTIKUM SISTEM OPERASI PRAKTIKUM IV Penjadwalan Proses I A. Tujuan Pada akhir praktikum ini, peserta dapat: 1. Menggunakan simulator sistem operasi 2. Memahami konsep transisi keadaan proses (process
Penerapan algoritma greedy pada berbagai macam tugas sistem operasi
Penerapan algoritma greedy pada berbagai macam tugas sistem operasi Riady Sastra Kusuma / 13512024 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
APLIKASI GRANTT CHART PADA ALGORITMA PENJADUALAN PROSES
APLIKASI GRANTT CHART PADA ALGORITMA PENJADUALAN PROSES (Grantt Chart Application on Scheduling Algorithm Process) Sri Handayani, April Firman Daru Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknologi Informasi
CPU Scheduler Ch. 5. SISTIM OPERASI (Operating System) IKI Johny Moningka
CPU Scheduler Ch. 5 SISTIM OPERASI (Operating System) IKI-20230 Johny Moningka ([email protected]) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Semester 2000/2001 Chapter 5: CPU Scheduling Basic Concepts
Bab 10. Konsep Proses
Bab 10. Konsep Proses 10.1. Pendahuluan Proses didefinisikan sebagai program yang sedang dieksekusi. Menurut Silberschatz proses tidak hanya sekedar suatu kode program ( text section), melainkan meliputi
Processes. Processes. SISTIM OPERASI (Operating System) IKI-20230
Processes SISTIM OPERASI (Operating System) IKI-20230 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Semester 2000/2001 Processes Konsep Proses Penjadwalan Eksekusi Proses Operasi terhadap Proses Lightweight
PERBEDAAN PROSES DAN THREAD PADA SISTEM INFORMASI
PERBEDAAN PROSES DAN THREAD PADA SISTEM INFORMASI NAMA : SHENI NUR ABDILA K NIM : 13111060 PRODI : TEKNIK INFORMATIKA Definisi Proses Secara informal, proses adalah program dalam eksekusi. Proses juga
Contoh (3) Solusinya adalah dengan membuat web server menjadi multi-threading. Dengan ini maka sebuah web server akan membuat thread yang akan mendeng
Konsep Thread Referensi : Pengantar Sistem Operasi Komputer, Masyarakat Digital Gotong Royong (MDGR), 2006, http://bebas.vlsm.org/ v06/ Kuliah/ SistemOperasi/ BUKU/ Operating System Concepts, Abraham Silberschatz,
BAB III TEKNIK PENJADWALAN PROSESOR
BAB III TEKNIK PENJADWALAN PROSESOR Tujuan : 1. Mengetahui teknik dalam penjadwalan dalam CPU 2. Mengetahui jenis-jenis penjadwalan CPU 3. Mampu menyelesaikan beberapa algoritma yang termasuk dalam penjadwalan
Bab 3: Proses-Proses. Konsep Proses
Bab 3: Proses-Proses Konsep Proses Penjadwalan Proses Operasi pada Proses Proses yang bekerja sama (Cooperating Processes) Komunikasi antar Proses (Interprocess Communication) Komunikasi pada sistem Client-Server
SIMULASI PERBANDINGAN PENJADWALAN ROUND ROBIN DAN FCFS UNTUK MANAJEMEN PROSES DALAM SINGLE PROCESSING
SIMULASI PERBANDINGAN PENJADWALAN ROUND ROBIN DAN FCFS UNTUK MANAJEMEN PROSES DALAM SINGLE PROCESSING Masrizal STMIK Dumai Program Studi Sistem Informasi Jl. Utama Karya, Bukit Batrem, Dumai [email protected]
adil efisiensi waktu tanggap (response time) turn arround time throughput
Penjadwalan Proses 1. DEFINISI (1) Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Penjadwalan bertugas memutuskan
Pertemuan - 4 PENJADWALAN PROSES. Haryono Setiadi, ST, M.Eng D3 Ilmu Komputer UNS
Pertemuan - 4 PENJADWALAN PROSES Haryono Setiadi, ST, M.Eng D3 Ilmu Komputer UNS OBJEK PEMBELAJARAN Definisi Sasaran Penjadwalan Tipe-tipe penjadwalan Strategi Penjadwalan Algoritma Penjadwalan DEFINISI
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Sistem Operasi : IT012336 / 3 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi 1 Pendahuluan Ruang lingkup Mata Kuliah : - Konsep dasar system
JURNAL ITSMART Vol 4. No 2. Desember 2015 ISSN :
Pemodelan Penjadwalan Multilevel Feedback Queue Menggunakan Dynamic Time Quantum Pada Kasus Pemesanan Makanan di Restoran Tri Wahyu Prasetyo Jurusan Informatika Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami
A. Deskripsi Singkat. B. Tujuan Instruksional Umum (TIU) C. Bahasan. SILABUS MATA KULIAH Kode MK: Semester: Bobot SKS: 3. Matakuliah : SISTEM OPERASI
A. Deskripsi Singkat Matakuliah : SISTEM OPERASI SILABUS MATA KULIAH Kode MK: Bobot SKS: 3 Semester: Matakuliah sistem operasi komputer adalah matakuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa teknik informasika,
Model Proses : 1. Sequential Process / bergantian 2. Multiprogramming 3. CPU Switching peralihan prosedur dalam mengolah 1 proses ke proses lainnya.
Nama : Windy Lia Safitri Nim : 1111465649 Tugas Mandiri 2 Interupsi pada system operasi Proses adalah sebuah program yang sedang dieksekusi. Sedangkan program adalah kumpulan instruksi yang ditulis ke
Ch t ap 7 er Operating System (OS)
Chapter 7 Operating System (OS) Definisi OS: Suatu program yang mengatur eksekusi eseuspoga program-program poga aplikasi as dan berfungsi sebagai interface antara pengguna komputer dengan hardware komputer
SILABUS JURUSAN MANAJEMEN - PROGRAM STUDI D3 MANAJEMEN INFORMATIKA DIREKTORAT DIPLOMA TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA
SILABUS JURUSAN MANAJEMEN - PROGRAM STUDI D3 MANAJEMEN INFORMATIKA DIREKTORAT DIPLOMA TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA Nama Mata Kuliah / Kode Mata Kuliah : SISTEM OPERASI / SKS : 3 Semester :
SISTEM OPERASI THREAD DAN MULTITHREADING
SISTEM OPERASI THREAD DAN MULTITHREADING D3 Komputer dan Sistem Informasi Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada 2011 A. Thread Thread adalah unit terkecil dalam suatu proses yang bisa dijadwalkan oleh
Bab 3: Proses-Proses. Konsep Proses
Bab 3: Proses-Proses Konsep Proses Penjadwalan Proses Operasi pada Proses Proses yang bekerja sama (Cooperating Processes) Komunikasi antar Proses (Interprocess Communication) Komunikasi pada sistem Client-Server
DASAR KOMPUTER. Dukungan Sistem Operasi
DASAR KOMPUTER Dukungan Sistem Operasi Peran dari OS Mengatur fasilitas komputer, memberikan layanan untuk pemrogram, menjadwal eksekusi program lainnya. Menjembatani perangkat keras dari programmer. Memberikan
MODUL 4 KONSEP PROSES, KONKURENSI, MANAJEMEN PROSES (1) M. R A J A B F A C H R I Z A L - S I S T E M O P E R A S I - M O D U L 4
MODUL 4 KONSEP PROSES, KONKURENSI, MANAJEMEN PROSES (1) M. R A J A B F A C H R I Z A L - S I S T E M O P E R A S I - M O D U L 4 1 PROSES Proses adalah sebuah program yang sedang dijalankan(eksekusi).
Sinkronisasi dan Deadlock Sistem Operasi
Sinkronisasi dan Deadlock Sistem Operasi Muhammad Iqbal Jurusan Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya Email:[email protected] ABSTRAK Saat menggunakan komputer, notebook, netbook
SILABUS MATAKULIAH. Indikator Pokok Bahasan/Materi Strategi Pembelajaran
SILABUS MATAKULIAH Revisi : - Tanggal Berlaku : September 2014 A. Identitas 1. Nama Matakuliah : A11. 54507 / Sistem Operasi 2. Program Studi : Teknik Informatika-S1 3. Fakultas : Ilmu Komputer 4. Bobot
sejumlah proses aktif. Aktifitas pemindahan proses yang tertunda dari memori utama ke memori sekunder disebut swapping.
sejumlah proses aktif. ktifitas pemindahan proses yang tertunda dari memori utama ke memori sekunder disebut swapping. 20 Penjadwal jangka panjang Penjadwal jangka panjang bekerja terhadap antrian batch
PROSES DAN THREAD. : Anggo Luthfi Yunanto. Nim : : sistem informasi
PROSES DAN THREAD Nama : Anggo Luthfi Yunanto Nim : 13121007 Prodi : sistem informasi A. Proses Satu diskusi mengenai sistem operasi yaitu bahwa ada sebuah pertanyaan mengenai untuk apa menyebut semua
slide - Manajemen Proses, meliputi : konsep proses, metode penjadualan proses, komunikasi antar proses, sinkronisasi proses dan deadlock.
Sub TIK Teknik Media 1 Pendahuluan Ruang lingkup Mata Kuliah : Aktivitas Dosen(D) : - Konsep dasar system komputer dan system operasi. - Memberikan penjelasan - Manajemen Proses, meliputi : konsep proses,
Dosen pengampu : Mohamad Dani Sifat : Tutup buku dan peralatan elektronik
Soal dan Jawaban Kuis I Instalasi dan Penggunaan Sistem Operasi Semester Genap 2014/2015 D3 Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Terapan, Universitas Telkom Durasi kuis : 110 menit Program Studi: D3 Teknik
Artikel Perbedaan Proses Dan Thread. Disusun Oleh : Nama : Rozy Putra Pratama NIM : Prodi : Sistem Informasi
Artikel Perbedaan Proses Dan Thread Disusun Oleh : Nama : Rozy Putra Pratama NIM : 13121021 Prodi : Sistem Informasi Prodi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta
MANAJEMEN MEMORI. Manajemen Memori 1
MANAJEMEN MEMORI 1. Konsep dasar memori - Konsep Binding - Dynamic Loading - Dynamic Linking - Overlay 2. Ruang Alamat Logika dan Fisik 3. Swapping 4. Pengalokasian Berurutan (Contiguous Allocation) 5.
Algoritma Penjadwalan pada Tinyos
Algoritma Penjadwalan pada Tinyos Yusuf Syaifudin [email protected] Program Studi Ilmu Komputer, Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika Universitas Gadjah Mada April 1, 2014 Abstract TinyOS [1]
Dukungan Sistem Operasi :
Dukungan Sistem Operasi : Kontrol Program, Penjadwalan dan Manajemen Memory STMIK-AUB SURAKARTA 1 Apa itu Sistem Operasi? Sistem operasi merupakan program yang mengontrol eksekusi program aplikasi dan
Computer Science, University of Brawijaya. Putra Pandu Adikara, S.Kom. Kontrak Kuliah. Sistem Operasi
Computer Science, University of Brawijaya Putra Pandu Adikara, S.Kom Kontrak Kuliah Sistem Operasi Matakuliah Sistem Operasi Deskripsi Umum Mata kuliah ini mengkaji konsep desain sistem operasi, struktur
Implementasi Algoritma Shortest Job First dan Round Robin pada Sistem Penjadwalan Pengiriman Barang
ISSN 2085-552 Implementasi Algoritma Shortest Job First dan Round Robin pada Sistem Penjadwalan Pengiriman Barang 9 Monica Santika, Seng Hansun Program Studi Teknik Informatika, Universitas Multimedia
PENJADWALAN PROSES. Tiga Level Penjadwalan
Abstract PENJADWALAN PROSES Abas Ali Pangera, Dony Ariyus, Jurusan Teknik Informatika, STMIK AMIKOM Yogyakarta, Jl. Ring Road Utara, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta - Indonesia Konsep penjadwalan proses
Andi Gustanto M / Kelas 22 / TI
1. Gambaran Process Control Block (PCB) Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Proses juga mencakup program counter, yaitu sebuah stack untuk menyimpan alamat dari instruksi yang akan dieksekusi
Sistem Operasi. Teknologi Informasi
Sistem Operasi Teknologi Informasi Pembahasan Definisi Sistem Operasi. Peran Sistem Operasi dalam Sistem Komputer. Tujuan Sistem Operasi. Sejarah perkembangan Sistem Operasi. Proses Booting Komputer BIOS
